Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast : masih dicasting ^^

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

.

Previous Chapter

"Aku rasa anak ini sangat berharga untuk Kyuhyun, kita bisa menjadikannya umpan."

"Awesome! Aku tak sabar menjadikan perusahaan itu milikku Top!"

Namja kekar itu mengecup kening Jiyong sekilas, lalu terkekeh pelan. "Kita bergerak esok hari, semua akan menjadi milikmu."

.

.

Chapter 5


A Winter Story


.

.

.

"Ssshh hhh...jadi apa inti dari semua ini?." Serunya gusar kala menelisik semua berkas usang di hadapannya. berkali-kali pena hitamnya bergerak random, menghubungkan tiap objek dari berkas dan potret itu. Terlalu mustahil menguak misteri kematian 5 tahun lalu, terlebih tak ada spesifikasi jelas mengenai pihak pembunuh dalam kasus ini.

"Tck! Ahjushii! Bagaimana mungkin kau memberiku bukti tak jelas seperti ini eoh?! Siapa T.O.P? Siapa Choi Seunghyun? Arghhttt...seharusnya kau memberiku wasiat untuk menikahi anakmu saja, daripada memintaku memecahkan kasus ini!." Racaunya lagi seraya menatap siluet kekar dalam frame foto di sampingnya, Lee Kangin.

Apa yang kini dalam genggamannya bukanlah semacam hal sepele, keadilan seseorang tengah dipertaruhkan di sini.

Flash Back On

4 years ago

"Ahjushi...bukankah 3 bulan setelah presdir Cho terbunuh, seluruh aset perusahaannya jatuh ke tangan Kwon Jiyong? Aku yakin orang itu di balik pembunuhan ini."

Kangin tersenyum sesaat mendengarnya,ia menepuk telak kepala Yong Guk dan tertawa keras begitu mendengar anak didiknya meraung kesakitan.

"Semula memang semua bukti mengarah pada Kurator Kwon, tapi setelah muncul orang ini—" Kangin mengetuk-ngetukkan jarinya pada sebuah potret seseorang. "Bukan Kwon Jiyong pelakunya, dan satu hal lagi...kemana perginya Heechul dan Kyuhyun, mereka menghilang begitu saja setelah rumah itu disita perusahaan...aku benar-benar mencemaskan mereka."

Yong Guk membulatkan mata lebar, ia meraih cepat potret tersebut dan menatapnya dengan lekat.

"Whoa...Siapa orang ini? apa dia Yakuza?." Celetuk Yong Guk tiba-tiba, Sama sekali tak mendengar penuturan Kangin. Membuat Pria kekar itu kembali memukul keras kepalanya dengan sebuah pena.

'CTAK'

"Y-YACKK! Ahjushii!."

"Bersama Bocah tengik sepertimu hanya membuang-buang waktuku aisshhh!"

"Apa yang salah denganku, lihat luka gores di wajahnya...orang ini seperti Yakuza, siapa dia?" gumam Yong Guk setelahnya.

"Dalam penampilan seperti ini, dia T.O.P."

Namja garang itu makin mengerutkan dahi, tak mengerti. Menerka apa hubungan namja dalam foto itu dengan kematian Presdir Cho.

"Tsk! Pulanglah... untuk apa selarut ini di kantorku...bocah sepertimu tak mungkin mengerti hal semacam ini."

"Ash Shirreo...memang sudah seharusnya aku di sini." Sungut Yong Guk sembari memaksa, meraih berkas di sisi Kangin.

Kangin menatap namja muda yang tak sedikitpun memiliki rasa takut terhadapnya, dan terkekeh pelan begitu menyadari kesungguhan dari sorot mata elang itu.

Sementara Yong Guk hanya menyengir lebar, tentu saja semua ia lakukan demi Sungmin.

"Kau tak menemui Putraku?" tanya Kangin tiba-tiba.

"Sebelum aku menjadi sepertimu, aku tak akan menemuinya...itu janjiku." Yong Guk menjawab dengan pasti.

"Kau pikir kau mampu melakukannya, sangat mustahil."

"Akan kubuktikan!"

Kepala polisi itu terdiam, sedetik kemudian ia menghela nafas dan menyesap kopi hitam dalam cangkirnya. "Selesaikan pendidikanmu."

"Sedang proses." Singkat Yong Guk.

.

.

Suasana seketika hening, hanya terdengar decakkan dan gumaman halus dari Yong Guk yang begitu seksama mengamati setiap potret di meja Kangin.

"Aku rasa sisa waktuku hampir habis."

Yong Guk mengangkat kepala untuk menatap pria kekar itu. "Yya! Apa maksudmu bicara seperti itu Ahjushi?."

"Jika memang tiba waktunya, kuserahkan semua kasus ini padamu."

"Aisshh mussun sorriya! Jangan membuatku takut."

.

.

.

2 Hari kemudian

DRTTT...DRRT

Yong Guk begitu tersentak kala ponsel dalam sakunya bergetar keras, dan makin membelalak begitu melihat nama yang tertera dalam gadget hitam tersebut. cepat-cepat ia berlari ke toilet, bisa celaka jika kepala asrama polisi itu mengetahui dirinya membawa ponsel saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

"Yeobbse—

"Ah, Yong Guk~ah...bisakah kau menjemput Sungmin hari ini?."

"M-mwoo? Tapi aku—asrama itu—

"Jangan biarkan Putraku menunggu lama arrasseo? Ah...aku berhasil melacak jejak Choi Seunghyun!."

Yong Guk sedikit mengernyit mendengar sahutan line telfon tersebut, dari suara bising yang terdengar ia yakin betul Kangin tengah mengemudi dengan kecepatan maksimum.

"C-Choi Seunghyun? Nugu—

"Kau ingat T.O.P? Dia—aaaaaarrgghh~ BRAAAAKKKK

Tuuut tuuuut...tuuut

"A—apa yang terjadi? Ahjusshiii...! Ahjushiiiii?!."

.

.

.

Flash Back End.

"Hhh...bagaimana bisa semua ini terjadi?." Keluhnya seraya memijit kening.

"Ahjushii...apa kau sakit?."

"G-GYAAAA!" BRAAKKKK

Yong Guk tiba-tiba saja terjungkal ke belakang, begitu sesosok kepala muncul dari bawah mejanya.

"Ommo...aku mengagetkanmu?." Sosok mengejutkan itu beranjak berdiri begitu menyadari dirinya melakukan kesalahan yang fatal, dengan panik ia berlari kecil menghampiri Yong Guk dan membantunya duduk dengan benar.

"B-bagaimana bisa kau masuk rumahku?."

"Ibumu yang mempersilahkanku masuk."

"Tsk! Bukan itu maksudku...kau—bagaimana bisa kau tau rumah ini?."

Namja ulzzang itu terkikik kecil, kemudian mengecup pipi Yong Guk cepat.

'Chup'

"Aku mengikutimu saat kau pulang dari kantor." Ujarnya kemudian.

Namja kekar itu masih mematung dalam posisinya, sungguh kecupan singkat itu benar-benar membuat seluruh bulunya meremang, terlebih wajahnya pun terasa kian memanas.

"O..o, siapa Ahjushi ini?" Tanya Himchan tiba-tiba begitu melihat beberapa foto yang tersebar di meja Yong Guk.

"Itu orang yang kucari saat ini."

Himchan mengangguk paham, tapi setelahnya ia beringsut mendekati Yong Guk demi mengamati wajahnya.

"Ahjushii...wajahmu memerah?"

"Tsk! Shikkeuro!" Yong Guk beralih bangkit untuk menyambar cepat kunci mobilnya.

"Eoddiga?."

"Menemui Sungmin."

Himchan seketika tersenyum lebar begitu mendengarnya, cepat-cepat ia memeluk lengan Yong Guk dan melonjak riang. Ia benar-benar merindukan sosok bermata foxy itu.

"Aku ikut!"

"Aissshhh."

.

.

.


#####

Sesekali ia bersenandung lirih sembari memainkan jemari panjangnya di stir kemudi itu. Jalanan seoul memang padat malam ini, tapi Kyuhyun sama sekali tak merasa terusik dengan semua jeritan klakson di sekelilingnya. Seharusnya emosinya turut memuncak dengan suasana tersebut, namun yang terlihat ...namja tampan itu tak pernah berhenti mengulas senyuman menawan. Semua karna kejadian di pagi ini, rasa manis dari bibir mungil Sungmin...masih begitu lekat ia rasakan, dan itu benar-benar membuat hatinya begitu ringan.

Kyuhyun beralih menatap boneka bunny putih yang terduduk polos di sisinya, benda yang 15 menit lalu ia beli begitu melintasi pusat perbelanjaan. Dan pikirannya kala itu hanya terpusat pada satu sosok...Lee Sungmin.

"Apa yang akan dia katakan saat melihatmu eum?." Gumamnya seraya mengelus kepala benda berbulu halus itu.

Merasa bodoh berbicara dengan benda mati itu, Kyuhun lekas meraih ponselnya...dan menghela nafas berat kala tak ada satupun kontak atau bahkan pesan yang masuk. Dan ia benar-benar merasa kesepian saat ini.

Mungkin ada baiknya, jika secepatnya membelikan Sungmin sebuah ponsel. Rasanya benar-benar merindukan suara lembut namja cantik itu, ah...atau mungkin rengekan manjanya.

"Haruskah kubelikan sekarang?" tanya Kyuhyun pada bunny putih itu.

"Oh Ani...biarkan Sungmin yang memilihnya sendiri besok, bagaimana menurutmu?."

TIIIIIIINNN...TIIIIIINNNN

Kyuhyun tesentak begitu mendengar seruan rusuh di belakangnya, kemudian kembali terkekeh pelan, ia semakin yakin sesuatu yang salah mungkin tengah merusak sistem limbik otaknya.

"Bodoh." Ujarnya sembari meraih bunny putih itu dan meletakkannya dipangkuannya.

.

.

.

"Aku pula—."

Kyuhyun membekap bibirnya, begitu memasuki bangunan mewah miliknya. Akan sangat menggelikan jika ia tiba-tiba saja bersikap penuh semangat seperti itu, walau nyatanya hampir saja dirinya kelepasan.

Langkahnya begitu ringan kala menapaki satu persatu anak tanggamiliknya, boneka bunny itupun tampak bersembunyi dengan manis di belakang punggungnya. Rasanya semakin tak sabar melihat ekspresi Sungmin saat ia memberikan gumpalan putih tersebut untuk namja cantik itu.

Namun Tatapannya seketika meredup begitu membuka pintu kamar dan melihat siluet mungil itu tampak termenung memandangi objek di luar jendela kamarnya, ingin rasanya mendekat dan mungkin jika bisa merengkuhnya...namun pemikiran tak sejalan dengan hatinya. Egonya masih begitu enggan merelakan dirinya melangkah sedikit lebih dekat. Dan ia lebih memilih meletakkan boneka bunny itu di samping pintu kamarnya.

Hingga tiba-tiba saja Kyuhyun melihat tubuh mungil Sungmin limbung, cepat-cepat ia menghempas egonya dan menangkap tubuh itu dengan sigap.

"Gwaenchana?" bisiknya kemudian.

"..."

Kyuhyun mengernyitkan dahi kala melihat paras baby face itu tampak pasi, terlebih suhu tubuhnyapun terasa begitu dingin.

"Apa kau tak menghabiskan sarapanmu?."

Melihat mangkuk dan genangan sup di bawah ranjangnya sudah cukup memberinya jawaban lebih.

"..."

Sungmin sedikitpun tak menyahut, hanya membawa pandangannya kembali ke luar jendela besar itu. Dan itu cukup membuat Kyuhyun menghela nafas panjang, entahlah sesuatu seperti menikam hatinya kala melihat Sungmin semakin mengacuhkan dirinya.

"Apa kau ingin memakan sesuatu?"

Sungmin menatap pria tinggi itu sesaat, lalu tersenyum kecut menanggapinya.

"Manusia macam apa dirimu sebenarnya?." Desis Sungmin tiba-tiba, ia mendorong paksa dada Kyuhyun hingga rengkuhan lengan kokoh di tubuhnya terlepas. Meski berjalan terhuyung-huyung, namja cantik itu tetap bersi keras menjauhi Kyuhyun dengan berpegang pada jendela.

"Jangan keras kepala...tubuhmu lemah—

"Bukankah aku satu-satunya orang yang kau benci...bodoh sekali jika kau memperhatikanku."

"Berhenti membicarakan tentang dendam. Aku sama sekali tak ingin memperdebatkannya."

"Waeyo? Apa kau tak cukup puas melampiaskan dendammu padaku?"

Kyuhyun menghela nafas frustasi, melihat tubuh mungil itu makin bergetar berdiri di tepian kamarnya. Hatinya benar-benar mencelos getir detik itu. ia tau pasti Sungmin tengah memaksakan diri untuk bersikap demikian.

"Haruskah aku menanggung semua kesalahan yang tak ku perbuat? Kau—uhmph." Sungmin tiba-tiba saja merosot jatuh, tapi ia berusaha kembali bangkit dengan merambati teralis jendela.

"K-kau tau? semua meninggalkanku...mereka membenciku,..Appa—."

Satu bulir kristal bening losos cepat dari pelupuknya, Semua kata yang ingin terucap benar-benar terasa menyedak dadanya.

"Appa pergi tanpa tau a—ku tersiksa di tempat ini, E—Eomma membiarkanku dijual pada manusia biadab sepertimu! Mereka membenciku...terlebih kau Cho Kyuhyun...membuatku yakin, aku terlahir hanya untuk dibenci" Isaknya masih dengan berusaha berdiri dengan benar, meski nyatanya tubuhnya tetap saja jatuh terduduk di lantai.

"D-dan kau tau? akupun membenci diriku sendiri." Lirih Sungmin sembari mengusap samar perutnya, tepat di mana rahim itu bersemayam dalam tubuhnya.

Kyuhyun menunduk dalam, terlalu sesak melihat namja cantik itu meracau, seolah kehilangan bayang dirinya. "Sungmin~ah." Panggilnya lirih.

Semestinya ia tak berjalan mendekat, tapi entahlah...seluruh persendian tubuhnya memaksanya untuk bergerak dan memastikan tubuh mungil itu benar-benar aman dalam pelukannya.

Sungmin begitu terkesiap dengan pelukan tak terduga itu, ia meronta dan berteriak keras...sama sekali muak dengan perlakuan Kyuhyun saat ini.

"Jangan memelukku! Kau akan semakin membenciku jika memeluk tubuh menjijikkan ini!."

"Kau hanya akan semakin melukai dirimu jika seperti ini." ujar Kyuhyun pelan, seraya menguatkan dekapannya. Ia benar-benar kebas dengan semua racauan itu, dan sungguh Kyuhyun tak menginginkan melihat Sungmin seperti ini

"Ku mohon lepaskan!"

"Sungmin! dengarkan aku."

Sungmin sama sekali tak menghiraukannya, ia tetap bersikeras meronta...tentu saja Sungmin tak mengharapkan mendapatkan perlakuan yang sama dari namja tampan itu untuk kesekian kalinya. Tiba-tiba saja berlaku lembut tapi setelahnya umpatan dan perlakuan kasar kembali menyiksanya, itu terlalu memuakkan.

"Kau selalu seperti ini! keparat kau Cho!"

Kyuhyun begitu terperangah mendengarnya, baru kali ini umpatan Sungmin terasa menusuk ulu hatinya. ia sedikit merenggangkan pelukannya demi menatap wajah pias Sungmin, tampak begitu jelas sorot kecewa meliputi manik foxy itu.

"Sungmin~ ah—PLAKKK

Satu tamparan keras, mendarat telak di pipi kanannya. Kyuhyun mengernyit sesaat...bukan karna rasa perih di sudut bibirnya...melainkan hatinya benar-benar terasa ngilu saat ini.

"Memuakkan!" Desis Sungmin di sela-sela isakkannya, untuk apa Kyuhyun memanggil namanya demikian, Sungmin tak akan terpuruk untuk ke sekian kalinya...menaruh harapan lebih, bahwa Kyuhyun memang telah berubah dan sedikit membuka hati untuknya.

Kyuhyun menatap Sungmin lekat-lekat, begitu banyak kata yang tak terungkap dari bibirnya. Karna sungguh ia tak berharap ucapannya tak sejalan dengan hatinya dan berakhir dengan melukai perasaan namja cantik itu.

"Bisakah kita sedikit...berbicara?." Ucap Kyuhyun sepelan mungkin.

Sungmin memalingkan wajah, tak berniat sedikitpun menatap wajah yang tiba-tiba saja terlihat teduh di hadapannya.

"..."

"Tatap mataku saat aku berbicara denganmu." Tekan Kyuhyun seraya memalingkan wajah Sungmin menghadapnya, namun tiba-tiba saja Sungmin beranjak berdiri hendak berlari darinya.

"Sungmin!."

"Cukup Cho—akhh" BRUGH

Teriakkannya terhenti begitu Kyuhyun menarik kuat pergelangan tangannya dan membuatnya jatuh ke dalam pelukan namja tinggi itu.

"Kau memang benar jika muak dengan semua ini...Seharusnya aku memang membencimu, seharusnya aku memang tak seperti ini...aku benar-benar tak mengerti diriku Lee Sungmin, ku mohon...bisakah kau memahamiku? K-karena hanya kau...satu-satunya orang yang hidup denganku."

DEG

Namja cantik itu tampak membulatkan mata lebar, tidakkah penekanan kata di akhir kalimat yang Kyuhyun ucapkan mengingatkannya akan ucapannya beberapa waktu silam.

"Aku memang tak bisa mengatakan apapun Min, tapi dengan ini—

Sungmin berjengit saat wajah Kyuhyun semakin mendekat, satu kedipan mata...sesuatu yang basah dan hangat tiba-tiba saja melumat bibirnya dengan lembut.

"Hmpfthhh~."

Sungmin semakin membelalak tak percaya . Ia berusaha mendorong dada Kyuhyun, namun namja tampan itu lebih cepat menggenggam tangannya dan membuatnya pasif.

"Apa kau bisa membaca hatiku?" Ucap Kyuhyun setelah melepas pagutan bibirnya. Ia mengulas senyuman hangat begitu melihat Sungmin tampak begitu kepayahan menstabilkan rasa gugupnya. Terlihat jelas semburat merah menghias seluruh permukaaan pipi baby skin itu.

Sungmin membawa pandangannya ke arah lain asal bukan menatap namja tampan itu, tapi beberapa detik kemudian...ia memberanikan diri menyandarkan kepala di dada bidang Kyuhyun kemudian memejamkan kedua matanya, mencoba meresapi denyutan jantung Kyuhyun yang berdetak keras.

"Aku lelah." Lirih Sungmin.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis mendengarnya, ia beralih mengecup puncak kepala Sungmin dan menepuk punggung sempitnya dengan pelan. Sesekali ia memandang jendela kala menyandarkan tubuh di tepian ranjangnya...tepat pada taburan salju lebat di luar sana.

"Jangan membenci Appa."

Kyuhyun tak menjawab gumaman kecil Sungmin, hanya diam dengan membelai pipi halus itu dengan jemari panjangnya.

.

.

"Mianhae ." Bisik Kyuhyun ketika menyadari hembusan nafas Sungmin begitu teratur, dengan perlahan ia mengangkat bridal tubuh mungil itu dan membaringkannya dengan benar di ranjang king sizenya. perasaan hangat tiba-tiba saja menelusup cepat dalam rongga dadanya, kala mencium kening Sungmin. meski tak sepenuhnya meyakini...namun ia sadar perasaan itu semakin menguat.

Kyuhyun kembali menatap teduh wajah Sungmin, lalu setelahnya ia beranjak mengambil boneka bunny yang tergeletak di luar kamarnya.

"Kau memiliki teman baru...Dia sama menggemaskannya denganmu bukan?" Ujar Kyuhyun pada bunny itu, kemudian meletakkannya di sisi Sungmin.

Kyuhyun beralih membaringkan diri di sisi Sungmin, dan menyangga kepala dengan sebelah tengannya . bukankah ini yang diharapkannya saat di kantor tadi, memandang Sungmin saat tertidur pulas di sisinya. Kyuhyun tau tak ada yang lebih membuatnya merindu selain paras cantik itu. Dan Ia pun tau apa yang tengah dirasakannya tak selayaknya terjadi, tentu saja karna Sungmin putra dari pembunuh Appanya... tapi segalanya begitu mustahil. Semakin ia menepis perasaannya dan berusaha membenci Sungmin,semakin kuat pula batinnya tersiksa.

"Sebodoh inikah diriku? Apa yang telah kau lakukan padaku Lee Sungmin?" Gumam Kyuhyun sembari menarik tubuh Sungmin ke dalam pelukannya, sebelum benar-benar menutup mata.

.

.

.


Sementara itu di tempat lain..

"Keluarga Lee sudah tidak tinggal di sini lagi, baru 1 minggu yang lalu Tuan Jungmo membawa pergi istri dan anak bungsunya menetap di jepang."

"J-jeongmal? Ahjjuma...tapi aku baru saja melihat Sungmin 3 hari yang lalu, bagaimana mungkin dia menetap di Jepang 1 minggu yang lalu Eoohhh?" Seru Yong Guk sembari, mengguncang tubuh kurus wanita paruh baya itu.

"A—a iggoya...kau tak bisa memperlakukan warga sipil seperti ini Tuan."

"O...J-jeosseonghamnida." Yong Guk membungkuk dalam.

"Hhh...apa kau benar-benar tak mengetahuinya, keluarga itu telah menjual Putra Sulungnya pada pengusaha kaya? Ohhh uri Sungminnie...anak itu benar-benar menderita semenjak kematian Appanya."

Sontak Yong Guk menepuk keras kepalanya begitu mendengar penuturan tersebut, bagaimana mungkin ia membiarkan calon istrinya menderita seperti itu. kelalaian namanya...bukankah impiannya selama ini hanya untuk Sungmin, namja manis yang menjerat hatinya itu.

"Sungmin sudah tidak tinggal di sini, kata Yesung Hyung...Sungmin tinggal bersama Presdir Cho, dia sangat-sangat-sangaat tampan! Aku memiliki fotonya!" Serunya riang sembari mengeluarkan gadget terbaru pemberian Yesung.

"MWORRAGOOOO!"

"Yack! kau berteriak padaku?!"

"Mengapa kau tak mengatakannya dari tadi?! Hah!."

"Kau yang tak bertanya!"

"Ack! Jinjja! Michiyyeosseo!"

.

.

.

.

"Hei Kau Cho Kyuhyun! Keluarrr!"

"Mungkin presdir cho sedang tidur."

"Benarkah?."

Yong Guk mengernyit sesaat sembari mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu. Ada benarnya juga ucapan Himchan, mengingat malam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

"Si brengsek itu, benar-benar membawa kabur calon istriku."

"Mwo?" Seru Himchan.

"Ani!" Dengusnya. Ia makin kesal kala mengingat kejadian beberapa hari lalu di super market, mata dan kepalanya dengan jelas menyaksikan namja pucat itu menyentuh Sungmin dengan Possesive, terlebih iapun tak dapat berbuat apa-apa karna bodyguard yang menahannya.

"Kajja pulang saja Ahjushi."

"Aaanniyaa! Aku memiliki cara untuk memancingnya keluar!." Yong Guk berlari cepat ke mobilnya, dan terkekeh keras begitu menekan tombol keramat milik mesin berat itu.

Tak ayal lagi...sirine rusuh itupun melengking, memekakkan telinga.

"CHOOO KYUHYUN...KELUAAARR KAU!" Teriaknya dengan microphone diiringi sirine milkinya.

.

.

.

"CHOOO KYUHYUN...KELUAAARR KAU!."

Kyuhyun terbangun dan mengumpat keras begitu mendengar suara gaduh diluar rumahnya, dengan gusar ia beranjak dari ranjang dan menyibak kasar tirainya.

"Oh Shit! Untuk apa polisi itu kemari." Gumamnya dengan mata setengah terbuka.

Ia lekas menyambar ponselnya dan menghubungi anak buahnya, sebelum suara bising itu membangunkan namja cantiknya.

"Y-yeobbseyo sajangnim"

"Bagaimana bisa kau membiarkan manusia bodoh itu mengganggu tidurku?!"

"J-jeosseonghamnida sajangnim"

"Bereskan, siram dengan air! dan pastikan benda bodoh itu benar-benar mati."

"Y-ye Sajangnim."

"Ppali!" PIP

Kyuhyun melempar asal ponselnya dan kembali menghempaskan diri di ranjang. Ia mendekap tubuh Sungmin demi menghirup dalam-dalam aroma tubuh namja cantik itu dari ceruk lehernya.

"kau selalu menggoda...mmh." Gumamnya sebelum benar-benar jatuh tertidur.

.

.

..

" APA KAU TULI? CHO KYUHYU—BYUUURRRR

Teriakannya seketika tersendat begitu 5 orang namja kekar menyiramnya dengan air dingin secara bersamaan. Membuat seluruh seragam kebesarannya kebas total. Microphone di tangannyapun kongslet dan mati mendadak

"YACKKK! IGE MWO—

PRAK...BRUGH BRUGH!

Jeritan geramnya kembali kandas menggema, begitu melihat salah seorang namja kekar itu merangkak naik ke atas mobilnya dan menginjak-injak sirine hingga ringsek total.

"o..o, aku tidak sengaja" Ujar namja berotot itu begitu usai menyelesaikan misinya.

Yong Guk semakin naik pitam di buatnya, jelas-jelas itu perbuatan disengaja. Ingin rasanya menghabisi 5 perusuh itu dengan tangannya sendiri, tapi ia lebih memilih masuk ke dalam mobilnya kemudian melajukannya secepat mungkin. Sebagai pejantan tangguhpun akan menyusut takut jika kalah jumlah dan menyadari dirinya akan babak belur.

.

.

.

"Ahjushiiii! Ini semua salahmu! Bajuku basah!." Jerit Himchan.

"MICHIYEOSSEOO!"

.

.


.

.

.

Esoknya

"Irreona." Ucap Kyuhyun pelan seraya menepuk-nepuk pipi kanan Sungmin.

Senyum menawannya kian terkembang kala melihat namja cantik itu tampak begitu terusik, dan menggerutu dengan manja.

"Mmmh...jangan menggangguku!"

"Ini sudah siang...kau terlalu banyak tidur Min."

"Ahs shikkeuroo!." Dengus Sungmin seraya menyembunyikan rapat-rapat tubuhnya dalam selimut tebal itu, tanpa sadar sosok yang tengah membangunkannya adalah Kyuhyun.

Sementara, Kyuhyun tampak terkekeh pelan melihatnya, ia tak pernah menemukan Sungmin seperti ini sebelumnya. Semua karna rasa lelah ataukah memang seperti ini sifat Sungmin sebenarnya. 'menggemaskan sekali' pikirnya.

"Kepalamu akan pening jika kau tak segera bangun."

Merasa pecuma ia beralih menyibak selimut tebal itu dan mendekati telinga Sungmin.

"Irreonnayo." Ucapnya sedikit meniup lubang telinga Sungmin.

Namja cantik itu mengerjap beberapa kali, tapi setelahnya ia terbelalak lebar begitu mencium aroma maskulin milik Kyuhyun. Cepat-cepat ia bangkit sebelum namja tampan itu kembali mengasarinya.

"M-mianhae." Sungmin melompat turun dari ranjang dan berlari kalut menuju kamar mandi.

"Yya! Mau kemana kau?" Teriaknya terkejut, ia memilih beranjak demi mengejar bayangan Sungmin, bagaimanapun ia tau namja mungil itu masih terlalu lemah untuk pergi kemanapun mengingat tak ada asupan makanan dan obat yang masuk ke dalam perutnya semenjak kemarin.

"Setakut itu kah kau padaku? Kemarin saja kau sudah berani berteriak-teriak dan menamparku bukan?." Gerutu Kyuhyun sembari melangkah lebih cepat, namun tiba-tiba saja ia membulatkan mata dan berlari panik begitu melihat Sungmin jatuh terjerembab di lantai toiletnya.

"Gwaenchana? Tck! apa yang kau lakukan sebenarnya huh?." Kyuhyun begitu hati-hati membangunkan tubuh mungil itu, sesekali ia berdecak panik melihat Sungmin hanya diam sama sekali tak merintih sakit, ia tau namja cantik itu pasti tengah menahan nyeri. Akan lebih baik jika Sungmin menangis atau bahkan berteriak kesakitan.

"Aissh bagaimana bisa tubuhmu seringkih ini eohh?."

Sungmin masih menunduk diam, ia memang ingin menangis dan menjerit sakit kala itu. karna sungguh lecet di kedua siku dan luka memar di lututnya benar-benar terasa ngilu. Tapi mustahil ia lakukan, Bukankah Kyuhyun akan mengumpatnya kasar jika melihatnya bersikap manja seperti beberapa waktu lalu, tentu saja ia tak menginginkan namja tampan itu berubah sikap terhadapnya. Dan yang bisa Sungmin lakukan hanya menunduk sembari menggigit bibir bawahnya demi menahan rasa nyeri itu.

"Angkat wajahmu." Ucap Kyuhyun pelan, ia kembali mengernyit cemas melihat manik foxy itu tampak memerah, menahan tangis.

"Apa sangat sakit eum?"

Masih dengan menggigit bibir bawahnya, sungmin menggeleng kasar. Tapi Kyuhyun cukup tau...jika namja cantik itu tengah memaksakan diri untuk bersikap kuat di hadapannya.

"Merintihlah jika itu memang sakit."

Kyuhyun menghela nafas berat, melihat namja cantik itu masih bersi kukuh untuk tetap diam...tapi kedua tangan yang terkepal dan mata yang begitu sembab, sudah menjadi bukti...Sungmin memang berbohong. "Akan kubesihan lukamu setelah ini." Kyuhyun mengambil benda di sisi cermin wastafelnya.

"Aku membelinya kemarin, aku rasa ini sesuai untuk kulitmu." Ucapnya sembari menuangkan isi facial foam tersebut di telapak tangannya, membuatnya hingga berbuih kemudian mengusapkannya dengan lembut di wajah Sungmin.

Gigitan di bibir bawahnya terlepas...Sungmin benar-benar terkesiap mendapat perlakuan tersebut, sungguh ia tak pernah menduga...namja arogan itu akan memiliki sisi lembut seperti ini.

"S—sajang~

"Jangan bergerak, jika tak ingin matamu pedih. Biarkan aku menyelesaikan ini...baru bicaralah."

Sungmin sontak memejamkan matanya, dan membiarkan namja tampan itu membersihkan wakahnya tanpa sela. Meski sungkan...namun ia cukup bahagia melihat Kyuhyun berlaku lembut padanya dan besar harapannya, Kyuhyun akan terus seperti ini.

.

.

.

Beberapa menit kemudan

"Wae?." Tanya Kyuhyun begitu melihat namja cantik itu berulang kali mengangkat siku bergantian hanya untuk melihat plester di lukanya.

"Tidak ada motif apapun." Gerutu Sungmin dengan bibir terpout lucu, melihat plester berwarna senada dengan kulitnya benar-benar sangat membosankan, dan kaku.

Kyuhyun mengulum senyum mendengarnya, ia beralih mendial nomor seseorang tanpa mengalihkan tatapannya pada namja mungil itu.

"Bawakan aku plester anak yang banyak...ppali!"

PIP

Sungmin membulatkan mata lebar mendengarnya, apa maksud Kyuhyun tiba-tiba saja menghubungi seseorang, dan lagi 'plester anak' katanya?

"Apa ada sesuatu yang salah dengan wajahku? Mengapa kau melihatku seperti itu?."

"A-ani" Cepat-cepat Sungmin menunduk, namun sebelum itu Kyuhun telah lebih dahulu menahannya agar tetap menatap dirinya.

"Buka bibirmu." Titah Kyuhyun tiba-tiba.

"Aku bisa melakukannya sendiri, berikan itu—

"Tck!"

Decakkan yang terdengar membuat Sungmin begitu panik membuka bibirnya dan melahap suapan Kyuhyun, sungguh ia tak menginginkan namja tampan itu kembali menyentaknya karna kesal.

"Aku tak ingin kau membuang makananmu seperti kemarin, makanlah yang banyak...jangan ringkih seperti ini." Ucap Kyuhyun sembari menyeka remahan lembut di sudut bibir Sungmin, beruntung ini akhir pekan...jadi, ia memiliki waktu lebih untuk menemani namja cantik itu dan memastikan kondisi tubuhnya.

Tak beberapa lama kemudian, pintu utama rumah mewah itu terbuka keras...pintu yang terhempas cukup terdengar keras hingga ke ruang makan.

"Cho Kyuhyun! berani-beraninya kau memberi perintah padaku?! Untuk apa plester itu? apa kau berubah menjadi bocah 3 tahun...sangat—

"Berikan plesternya." Sergah Kyuhyun, tanpa mengalihkan tatapanya pada Sungmin, memastikan namja cantik itu benar-benar melahap makan paginya dengan benar.

Sementara dokter muda itu tampak bersungut kesal, masih dengan tatapan menghunus tajamnya ia berkacak pinggang di hadapan Kyuhyun. Dirinya yang lebih dewasa di sini...sangat tidak etis sekali melihat sikap Kyuhyun terhadapnya seperti itu.

"Yya! Aku tidak suka kau memerintahku seenak jidatmu!."

"Tapi kau tetap datang bukan?."

"I-tu karena...mm karena Yesung Hyung yang memintaku."

"Geurreom...berikan saja plesternya."

"Untuk apa sebenarnya kau—

Racauannya tiba-tiba saja terhenti saat Kyuhyun menunjuk siku Sungmin, bibir tipisnya membulat sempurna dengan penuh semangat ia mengambil puluhan plester penuh warna itu dari balik tas medisnya.

"Ah...Minnie aku membawakan banyak untukmu, kau bisa memilihnya sendiri chaggy." Riang Wookie sembari menyebar plesternya di atas meja makan.

"T-tidak perlu seperti ini." cicit Sungmin seraya menundukkan kepala.

Kyuhyun menghela nafas pelan, ia beralih mengambil 2 plester bermotif bunny pink dari tangan Ryeowook. Kemudian menarik lengan Sungmin untuk mendekat.

"Mengapa menjadi pendiam seperti ini?." Ujar Kyuhyun ketika mengganti plester di siku Sungmin,

Namja cantik itu hanya menunduk dengan wajah memerah, diperlakukan demikian benar-benar terlalu risih. Dirinya bukan anak kecil lagi, walau nyatanya ia cukup menyukai motif benda merekat itu.

"Apa kau menyukainya?."

Kyuhyun tersenyum sumringah melihat Sungmin mengangguk sungkan padanya, ini lebih baik...setidaknya dengan melakukan hal-hal kecil seperti ini bisa membuatnya sedikit lebih dekat dengan Sungmin.

Sementara Dokter muda di samping keduanya tampak mengerjap tak percaya, ia bergerak gesit mendekati Kyuhyun dan menyentuh dahinya, memastikan namja tampan itu tidak sedang mengalami demam akut.

"Suhu tubuhmu normal."

"Tsk! Mussun soriyaa!" Seru Kyuhyun seraya menyentak tangan Wookie dari keningnya. Ia beralih menatap Sungmin, dan menarik namja cantik itu untuk mengikuti langkahnya menuju kamar pribadinya.

"Bisakah kau memeriksa kondisinya Hyung?."

Ryeowook mengangguk mengerti dan turut berjalan mengekor di belakang dua namja belia itu.

.

.

.

Skip Time

Kyuhyun beringsut menduduki tepian ranjang, tepat di sisi Sungmin berbaring.

"Apa yang dikatakan Wookie Hyung?." Tanya Kyuhyun kemudian, walau sebenarnya ia memang tau jawabannya, tentunya dari Ryeowook. Tapi tak ada salahnya bukan, memulai pembicaraan ringan dengan namja cantik itu, mengingat Sungmin pasti masih begitu terkejut akan perubahan drastis sikapnya.

."..."

Sungmin hanya menatap namja cho itu sesaat, kemudian beralih memiringkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun. Tapi seketika itu pula ia berjengit begitu melihat sebuah boneka bunny putih. Hei... Sejak kapan kelinci mungil itu tergeletak di sisinya? Ia benar-benar tak melihatnya sebelumnya.

"Untukmu." Singkat Kyuhyun sembari mengusap perlahan lengan Sungmin, menyadari tubuh mungil itu begitu dingin...Kyuhyun lekas menarik selimut hingga batas leher Sungmin.

"Untuk apa kau memberiku ini?."

"Eobbsseo...aku hanya ingin membelikannya saja untukmu."

"Sajangnim...aku tak yakin kau berubah begitu cepat...b-benarkah ini kau?."

Kyuhyun terkekeh pelan mendengarnya, ia menengadahkan kepala dan menatap jauh ke luar jendelanya. "Bagaimana jika aku juga tak mengetahuinya? Aku bodoh, dan semua ini karenamu Lee Sungmin?."

Kedua manik foxynya kembali mengerjap...terlalu rumit jika harus menyangkut pautkan keterlibatannya dalam perubahan drastis namja tampan itu. Tidakkah Kyuhyun teramat membencinya? Sangat mustahil sekali wajah angkuh itu berbalik menjadi teduh dalam waktu yang begitu cepat. Samar-samar ia menaruh setitik prasangka , dan bersiap diri...kalau-kalau Kyuhyun menyimpan maksud tersembunyi dan berakhir dengan penderitaan baginya.

"Tak perlu membicarakan ini...ah sebenarnya hari ini aku ingin mengajakmu—

DRRT...DRRRT

Kyuhyun terkesiap begitu ponselnya bergetar keras di atas meja nakas, ia berdecak kesal karena waktunya yang terinterupsi. Dengan kasar ia menyambar gadget hitam itu dan berniat mematikannya, namun ia urungkan niat tersebut begitu melihat nama Yesung tertera di layarnya...ini sudah pasti menyangkut perusahaan dan tak bisa disepelekan begitu saja.

"Wae?." Tanyanya langsung.

"Kurator Kwon ingin bertemu denganmu sekarang, cepatlah ke kantor."

"Shit! Bedebah itu benar-benar tak tau waktu untuk selalu mengusikku."

"Kyu...dia memiliki andil besar dalam perusahaan, jika kau—

"Arra...arra! aku ke sana sekarang!"

Kyuhyun kembali mengumpat keras, membayangkan segala rencana licik pria berpenampilan eksentrik itu benar-benar membuat dirinya serasa meledak geram. "Kau benar-benar akam mati jika ingin mengambil alih perusahaanku, Kwon Jiyong."

Kyuhyun bergegas cepat merapikan diri kemudian kembali menatap Sungmin dengan lekat.

'Chup'

"Aku akan pergi sebentar, jangan membukakan pintu untuk siapapun... arrasseo?"

Ucap Kyuhyun begitu mengecup pelan kening namja cantik itu.

"U-uhm."

Ia tersenyum hangat, melihat Sungmin mengangguk malu-malu, terlebih semburat merah kembali menghias wajah baby skinnya, dan itu benar-benar menjerat hati dan padangannya kala itu.

Sungmin menarik nafas dalam-dalam begitu sosok tinggi itu mulai menghilang dari balik pintu, terbesit rasa tak rela jika harus tak melihat Kyuhyun, meski hanya sedetik saja...entahlah sikap Kyuhyun membuat perasaan yang terpendam itu, perlahan mulai merambat dan menggetarkan hati terdalamnya. Tidakkah harapan itu mulai menemui titik terang? Walaupun ia tak meyakini sepenuhnya.

"Cepatlah pulang." Lirih Sungmin sembari memeluk erat-erat bunny pemberian Kyuhyun dan terkikik kecil.

.

.

.

.

.

"Kau akan menyesalinya jika membatalkan kerja sama ini, angkuh sekali kau Cho Kyuhyun."

Kyuhyun menyeringai sesaat, rasanya begitu menyenangkan mengombang ambingkan suasana hati namja di hadapannya. Dengan berbekal tatapan dingin dan lidah tajamnya, ia kembali menyentak harga diri Kwon Jiyong.

"Hhh...Tuan Kwon, aku rasa semua besi yang menembus telingamu membuat pendengaranmu sedikit bermasalah."

"M-mwoya?!" Seru Jiyong seraya memegangi beberapa ring kecil di cuping telinganya.

"Tck! Geurrae...kutekankan sekali lagi , aku tak akan pernah membagi semua sahamku padamu! Aku tak peduli meski kau menarik semua uangmu dari perusahaan ini, silahkan... .itu benar-benar tak seberapa dari uang yang kumiliki."

"K-kau—

"Waktunya angkat kaki Tuan Kwon, aku benar-benar pening menghirup parfum menusuk hidung seperti ini." Ujar Kyuhyun seraya mengibas-ngibaskan tangan di depan wajahnya.

"Seperti wanita jalang." Desis Kyuhyun lagi.

"Y—YACKKK! K-kau akan menyesal seumur hidupmu Bocah brengsek!" BRAKKK

"Parfummu memang seperti milik wanita jalang, apa aku salah bicara?." Gumam Kyuhyun begitu Jiyong pergi meninggalkannya.

.

.


.

Sungmin mempoutkan bibir kesal begitu menatap jam dinding di kamar mewah itu, sudah terhitung 5 jam lamanya Kyuhyun pergi meninggalkannya. Dan hingga detik ini, ia sama sekali tak melihat tanda-tanda Kyuhyun akan pulang.

"Sebentar apanya? Kau membohongiku!." Gerutunya kesal, seraya mengayun-ayunkan kedua kakinya di tepian ranjang.

Tiba-tiba saja ia mengernyit begitu merasakan sesuatu dalam perutnya serasa diremas-remas, dan sungguh itu sangat mual.

"Uhmp~." Sedaknya sembari membekap bibir, Sungmin sudah bersiap-siap berlari menuju wastafel tapi seketika saja rasa mual itu berangsur-angsur mereda.

"Apa yang terjadi denganku? Aku tidak salah makan pagi ini...tapi mengapa mual?" Gumam Sungmin pada dirinya sendiri. Ia beralih beringsut turun dari ranjang untuk sekedar mengambil segelas air mineral yang disiapkan Kyuhyun di meja nakas.

'RRIIIINGG...RRRIIING'

Sungmin nyaris tersedak minumannya kala mendengar telefon rumah Kyuhyun berdering keras, cepat-cepat ia berlari keluar demi mengangkat panggilan tersebut. Barang kali Kyuhyun yang menghubunginya.

"Yeobbsseyo."

"Dengan keluarga Cho Kyuhyun? Tuan Cho mengalami kecelakaan pada pukul—

"A-Andwaee! G-GEOTJIMARRIYA! (Bohong)...ANDDWAEEEE!."

Sungmin menjerit keras, apa yang baru saja di dengarnya benar-benar meruntuhkan dunianya kala itu, dengan kalap ia membanting telepon rumah itu dan berlari kalut keluar. Tak tau arah mana yang kelak ditujunya, Sungmin hanya ingin bertemu Kyuhyun...melihatnya, dan memeluknya sekuat mungkin.

"Hiks...g-geottjimarriya! Kyuhyun!...Kyu~Uhmp..ummm!."

Tiba-tiba saja seseorang menerjangnya dari belakang dan membekap bibirnya tanpa bisa dicegah.

Sungmin meronta, dengan berusaha menggapai-gapai sosok tinggi dibelakangnya, namun aroma yang kian menusuk indra penciumnya semakin mengaburkan jarak pandangnya...hingga segalanya menghitam, hanya terdengar tawa ringan dari sosok asing itu begitu tubuhnya jatuh tak sadarkan diri.

.

.

.

.

.


Jantungnya berdetak cepat begitu melihat Pintu utama rumahnya tampak terbuka lebar. Dan sungguh firasatnya semakin mengeruh saat ini

"S-sungmin!." Kyuhyun berlari panik keluar dari mobil, ia benar-benar panik sesuatu yang buruk menimpa namja cantik itu.

"Min! di mana kau?!" Teriak Kyuhyun gusar begitu tak menemukan Sungmin di kamarnya, setiap ruangan tak luput dari pijakannya tapi tetap saja nihil.

Nafasnya begitu terengah karna berlari tak tentu arah, Kyuhyun berusaha melesat keluar...demi mencari jejak Sungmin. Tidak mungkin namja cantik itu melarikan diri...meninggalkannya seorang diri, tidak! Sungmin bukanlah namja seperti itu, ia tau perasaan Sungmin terhadapnya. sungguh demi apapun itu...sesuatu dalam dadanya terasa terbakar kala matanya tak melihat namja cantik itu di manapun.

"SUNGMIIINNN!."

"T-tidak mungkin kau melarikan diri dariku!."

DRRTTT...DRRTTT

Kyuhyun kembali tersentak di tengah kekalutan itu, ia mengangkat cepat panggilan tersebut berharap...nomor yang tak dikenal itu adalah Sungmin.

"M-min di mana kau? apa kau tersesat? Katakan di mana—

"Cho Kyuhyun...apa kau mengenal suaraku?."

DEG

Kyuhyun membelalak lebar. "Siapa Kau?!."

"Fufufu...sepertinya si kecil Cho, telah melupakanku...itu bagus, ah! bagaimana jika dengan suara ini..."

"A—ahh! G-geuman! Arkk."

Wajah stoic itu seketika mengeras. "BRENGSEK! APA YANG KAU LAKUKAN PADA SUNGMINKU! KU BUNUH KAU JIKA BERANI MENYENTUHNYA!."

"Ouh menakutkan...hmmm Cho Kyuhyun, tak kusangka...bocah sepertimu memiliki selera tinggi seperti ini huh? Tubuh kekasihmu benar-benar menggairahkan...ahh bagaimana jika aku ingin menikmatinya? Apa kau mengizinkannya?."

"KEPARAT! YACKKK! AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUH—tuut...tuuut...tuut

Kedua matanya makin berkilat geram, begitu namja asing itu memutus line telfonnya secara sepihak, dengan kalut ia kembali mencoba menghubungi kembali nomor tersebut...tapi percuma, penelfon misterius itu nampaknya telah mematikan ponselnya.

"ARGGHHHH! LEE SUNGMIIINN!."

.

.

.


"Uhn...g-geuman!" Sungmin makin terisak, ketika namja dengan luka gores di wajah itu membuka lebar pahanya. Tubuhnya tak lagi memiliki pertahanan kali ini, seluruhnya polos total dan Ia tak dapat berkutik sedikitpun karna seutas tali telah memasung kedua pergelangan tangannya di sebuah tiang besi.

"Semua tanda di tubuhmu ...membuatku yakin kau benar-benar berharga bagi bocah itu." Ujar T.O.P sembari meraba bekas hickey di perut Sungmin.

Ia makin menyeringai tajam melihat namja mungil itu tampak begitu gemetar di hadapannya.

"Jangan takut, aku akan memuaskanmu terlebih dahulu...sebelum kau melihat kekasihmu mati, Lee Sungmin." Bisik T.O.P sembari menjilat bibirbawahnnya.

Sungmin membelalak lebar mendengarnya, apa maksud namja asing itu?Mungkinkah Kyuhyun akan di bunuh?

"Apa m-maksudmu? kau—Argghhtttt!"

Sungmin menjerit keras begitu namja kekar itu melesakkan benda asing semacam kapsul ke dalam rektumnya.

"Ini akan membantumu menikmati malam panjang kita sayang." Desisinya seraya mendorong lebih jauh obat perangsang itu ke dalam tubuh Sungmin.

"A—Aghhtt! K—KYUHYUUUNN!"

.

.

.

.

TBC

Annyeooong AWS Chappy 5 Hadiirrr...

rasanya lama sekali ne,

kangen sekali dengan Chingu Readers T_T

tp sy benar2 menyesal g bisa update tepat waktu...sekali lagi karna 'laporan'

Ahh...yang Stay By My Side Itu cuma selingan, tidak berarti author melalaikan utang hehehe...

* karena laporan sdh hmpir selesai...Semakin bnyak yang review, update an semakin kilaat

Untuk:

Cho Na Na , Ria, RithaGaemGyu , gyumine , Michelle BunnyKyu, WineMing , minhyunJOYers137, Joy Kim Kyuyeon, AngeLeeteuk , KYUMINTS , Mayu ChoLee , ChanMoody , winecoup137 , TifyTiffanyLee, Mingriew-chan, Cho MinHyun, Zen Liu, Yc K.S.H, Bunbunchan, epildedo , cho hyo woon, gorjazsimba , kyumin saranghae , Princess Kyumin215, kyuminjoy, sitapumpkinelf, Minge-ni , bebek , sider imnida, Chlie hanariunnse, Zahra Amelia , coffeewie137, Kang Dong Jae , reaRelf , ChoKyunnie, mita sarang-MIN , kyumin pu, bunnyblack FLK Reva KyuMinElf II, 136 , Kyumin joyer , Indah Mirahati137 , BabyMing , imtwins , Chella-KMS, AyuClouds69 , Park Heeni, hwangpark106, dhian930715ELF, UnyKMHH , WineShipper , minnie kyumin, kimteechul , Adekyumin joyer , Ddeokbokkii , luciferhell , deviyanti137 , TsubakiMing , dirakyu, dreamers girl , Kim Yong Neul, winecouple , hamsming, liez137, nova137, Phia89, Glows Kyumin Angel , dJOYers, AreynaSyndrome , Myst-girl , teukiangle , shineeetha, Iam E.L.F and JOYer, Jung Hyun Woo , sitara1083 , Cho Min Hwa , park ji hyun , JOYmin137 , hyejeong342 , thiafumings , fonami-kyuminelf, , sary nayolla , hijkLEETEUK , evilminnie14, kim alice , aprilbunny9, cho ri rin , Sparkyu , ShinJiWoo920202 , vey900128, keykyu , kyuminlovelys , farla 23, anita ariestamaru , Cywelf, zefanyagyu, NaizhuAmakusa, maya ajjah.14, liu13769 , Dina LuvKyumin, Buttcouple137 , sha nakanishi, keyla HB malik , sissy , lee sunri hyun , ayyu annisa 1 , OhSooYeol, kepo, fuji , Mei Hyun15 , KyoKMS26 , chu, rickasanti cucan, Rilianda Abelira, , fariny, ckhislsm137, lemonade, dan para Guest

Gomawooooo sudah mereview di chap 4 kemarin

mohoon reviewnya nee

Annyeooooong

SARAAAANGHAAEEEE