Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast : Bang Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), YeWook.

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

Previous Chapter

"Ini akan membantumu menikmati malam panjang kita sayang." Desisinya seraya mendorong lebih jauh obat perangsang itu ke dalam tubuh Sungmin.

"A—Aghhtt! AAHH! K—KYUHYUUUNN!"

.

.

.

Chapter 6


A Winter Story


.

.

.

"S-sungmin...hhhh...hh." Sengalnya sembari menghentikan kaki demi meringankan nafasnya, ia merambati dinding kasar di sisinya, masih dengan pandangan was-was ke belakang. Apa yang terekam dalam ingatannya, tak pelak membuat ketakutannya merambat cepat ke ubun-ubun namja ulzzang itu.

.

Flash Back On

"Ahjusshiii...biarkan aku masuk!" seru Himchan memaksa menerobos tiga penghadang kekar di hadapannya.

"Bukankah kau anak yang bersama polisi itu kemarin malam? Untuk apa kemari lagi huh?." Salah seorang bodyguard itu mendorong menjauh jidat Himchan dengan telunjuknya.

"Aisshhh! Tentu saja untuk menemui Sungmin! Kau pikir untuk berkencan dengan kalian eohhh! Aku teman Sungmin! biarkan aku masuk...ppalii!."

"Tidak bisa...kau bukan seseorang yang dikenal sajangnim, sebaiknya pergi saja dan temui Sungmin nanti setelah Cho Sajangnim pulang." Ungkap salah seorang pria lagi, berusaha sebisa mungkin bersikap lembut pada namja ulzzang itu, bagaimanapun Himchan masih bocah di bawah umur...akan menjadi cerita lain jika ia menghajarnya hingga babak belur.

"Yya! Aku Kim Himchan! Adik dari direktur Kim...sudah pasti Hyungku memiliki hubungan penting dengan atasanmu itu!"

Percuma pria berotot itu tetap kekeuh berdiri menghalangi pintu masuk, layaknya tiga patung penjaga besar. Himchan makin jengkel melihatnya, ia sedikit mundur kebelakang untuk menatap balkon bangunan mewah tersebut, barang kali jika ia berteriak... Sungmin akan mendengarnya.

"SUNG~uhukk...kkhh." Tiba-tiba Saja, Himchan tersedak dan menggigil terbatuk-batuk...sesuatu dalam kerongkongannya terasa menggelitik dan gatal...jika saja dirinya tak terlalu banyak menjerit pada tiga pria kekar itu, sudah pasti ia tak akan terbatuk-batuk seperti ini.

"T-tunggu sebentar...uhukk...aku butuh minum!." Seru Himchan seraya berlari melompati pagar, hendak mencari apa yang dibutuhkannya.

.

.

Beberapa menit kemudian

"Aissh menyebalkan sekali...Yya! aku tak sedang menemui artis bukan?." Gerutu Himchan seraya menendang batuan krikil di hadapannya, ia meneguk habis air mineral di tangannya lalu membuangnya asal. Namja ulzzang itu merogoh gadget hitamnya dan berniat menghubungi Yesung, walaupun bodyguard Kyuhyun tak bersikap kasar padanya tapi tetap saja ia kesal setengah mati.

"Hyungie... bisakah~

"Himchannie...Hyung sedang bekerja...hubungi nanti saja arrachi! PIP

Himchan menatap geram ponselnya. "Hyung macam apa kau! durhaka sekali pada dongsaengmu!"

Namja ulzzang itu kembali membenarkan letak tas punggungnya, dan melangkahkan kaki mantap menuju rumah Kyuhyun...tentu saja untuk melanjutkan perjuangannya yang tertunda.

"Ahjuss~ ommo!"

Tiba-tiba saja kedua matanya membulat lebih lebar, Himchan cepat-cepat merunduk menyembunyikan tubuhnya di semak-semak...jauh dari kediaman Kyuhyun.

Dan di sanalah ia melihat beberapa orang namja tengah melumpuhkan bodyguard Kyuhyun , tak ada suara gaduh yang terdengar...mereka melakukannya dengan cepat dan sangat rapi. Beruntung sekali...dirinya tak berada di tempat itu, batuk benar-benar menyelamatkan jiwanya.

Himchan menyipitkan pandangan begitu melihat beberapa orang berpakaian serba hitam itu menyeret bodyguard Kyuhyun yang telah terbius ke samping rumah. Tak beberapa lama kemudian...ia melihat pintu utama rumah itu terbuka lebar dan Sungmin berlari keluar dengan menangis histeris.

Nafasnya seketika tercekat, melihat salah seorang dari pria berpakaian hitam itu membekap Sungmin, dan dalam hitungan detik...namja manis itu melunglai tak sadarkan diri. Sungguh...Himchan berharap lebih ia bisa bangkit dan menolong Sungmin, tapi apa daya...dirinya hanya bocah ingusan tak memiliki daya apapun. Bodyguard Kyuhyun saja dapat dengan mudah dihabisi...apalagi dirinya?

'Ckrik...Ckriik'

Meski tangannya gemetar takut, tapi entahlah pikirannya menentangnya bersikap pasif...gadget ditangannya bekerja dengan sangat apik...memotret setiap gerak-gerik namja mengerikan tersebut, tepat bidik.

"O-orang itu." Gumam Himchan dengan mata membulat lebar, begitu melihat lebih dekat seseorang yang menggendong bridal Sungmin ke sebuah mobil hitam. Ia pernah melihat orang itu..., tapi di mana?

Tak henti-hentinya Himchan menerka siapa sosok mengerikan tersebut, dan seketika itu pula ia nyaris memekik kala mengingat namja itu.

"Y-yong Guk Ahjushiiii!." Himchan cepat-cepat berlari meninggalkan semak, begitu suasana aman tapi tetap saja...ia tak bisa bernfas selega itu...selama dirinya belum mencapai tempat Yong Guk. Seharusnya ia mengubungi polisi itu, tapi ponselnya tiba-tiba saja lowbatt.

.

.

Flash Back Off

.

.

BRUUUMMM BRUUMM

"HIMCHAN HYUUUNG!."

Sebuah motor besar tiba-tiba saja berhenti tepat disisinya, ketika ia berhasil keluar dari sebuah pintasan jalan tikusnya.

"Hhh...hh...Z-Zeloo~." Desah Himchan lega, meski sempat terkejut bagaimana bisa dongsaengnya membawa motor sport, tapi persetan saja...selama dewi fortuna memihaknya hari ini.

"Aku mencarimu kemanapun, mengapa kau keluar dari situ." Tunjuk Zelo pada sebuah jalan kecil di seberangnya.

"Jangan matikan motormu! Cepat antarkan aku!" Sentak Himchan tiba-tiba seraya memaksa menaiki motor besar tersebut.

"E-eodi~

"Berikan aku battery milikmu?"

"Mwooo? Battery untuk apa Hyung?

"Ppali! Ppaliii!"

.

.

.

.


Sementara itu di tempat lain

.

Bibir tipis itu tampak mendesis tak senang, berulang kali ia menendang dinding pembatas basement di sisinya. Hatinya benar-benar meradang jika mengingat detiknya bersama Cho Kyuhyun, ia tak pernah merasa direndahkan seperti itu.

"BRENGSEK!." Umpatnya seraya menggebrak keras-keras jendela mobilnya. Ia merogoh kasar gadget putihnya dan mulai mendial nomor seseorang.

"Top!...apa kau sudah menculik anak itu?!."

"Sesuai keinginanmu Dear"

Jiyong menyeringai tajam begitu mendengar jawaban memuaskan sosok dalam line telfonnya.

"Bagus! buat perhitungan dengan Kyuhyun...pastikan dia menyerahkan semua sahamnya padaku. Jangan lakukan apapun pada anak itu sebelum aku memberimu petunjuk untuk bergerak...ingat dia hanya umpan"

"Hmmm"

"Aku akan ke sana secepatnya...tunggu—

"A...a, tidak , jangan kemari ...waspadai sekelilingmu, mungkin seseorang tengah mencurigai dan mengikutimu. Datanglah esok hari saja."

"Begitukah? Baiklah."

"Love You Babe..."

Jiyong tampak mengulum senyum tersipu dan mengangguk pelan seolah sosok dalam line telfonnya memang sedang melihatnya. Masih dengan senyum manis yang terkembang ia menutup sambungan tersebut secara perlahan.

Namun pria dengan stelan eksentrik itu tak menyadari, seseorang tengah mengincarnya dari sebuah tiang besar.

"Tsk! Jadi kau..." Gumam namja berkaca mata itu lirih, ia memang sedari tadi mencurigai gerak-gerik Jiyong, selepas pertemuannya dengan Kyuhyun. Dan benar saja Namja Kwon itu benar-benar memiliki rencana tersembunyi...untuk menghancurkan presdir belianya. Meski tak yakin dengan apa apa yang kelak dilakukannya, Yesung tetap meyakinkan diri bergerak tanpa suara mendekati Jiyong yang masih berdiri di depan pintu mobilnya. Satu ancang-ancang, dan...

BBANGG

"Nghh~.".. BRUGH

Pukulan dua tangannya di tengkuk Jiyong berhasil melumpuhkan namja Kwon itu, ia memapahnya cepat ke dalam mobil hitamnya dan mengikat kuat seluruh pergerakan Jiyong dengan belt dan dasi namja yang tengah tak sadarkan diri itu.

"Hhh aku tak percaya kau akan melakukan semua ini Tuan Kwon...anak itu harus secepatnya mengetahui ini semua."

.

.

.


Cho's House

...

.

"Cepat lakukan! ."

"Ah ye Sajangnim"

"Shit!." Kyuhyun membanting keras ponselnya begitu menutup line telfon tersebut, nafasnya begitu memburu...terlalu geram menyadari semua orang-orangnya tak becus menjaga Sungmin.

Sementara Yong Guk hanya membulatkan bibir tak percaya melihat pemuda tinggi jauh di depannya tak pernah berhenti uring-uringan. Belum genap 5 menit ia tiba di kediaman mewah itu, dan tiba-tiba saja dikejutkan dengan penampakan tuan rumah yang demikian kacaunya. Tunggu...tak ada bodyguard yang menyiramnya lagi seperti kemarin malam bukan?

"Permisi Tuan Cho." Ucapnya sesopan mungkin sembari mengetuk pintu,meskipun ia tau Kyuhyun memang berada di depannya.

"Kumpulkan semua orang! Apa yang sebenarnya mereka lakukan hah! Cari tau semua yang menelfon rumahku hari ini!."

Lagi... Yong Guk berjengit terkejut melihat pemuda tampan itu kembali berteriak geram pada ponsel satunya. Hei...dia polisi, bagaimana mungkin tak sedikitpun dianggap orang?

Merasa tersinggung Yong Guk lekas masuk ke dalam dan menepuk keras pundak Kyuhyun.

"YACK! Cho Kyuhyun! besar sekali nyalimu mengabaikanku huh!."

"Minggir!."

Kyuhyun tak sekalipun menaruh hirau pada dirinya, namja tampan itu menyambar cepat kunci mobilnya dan berlalu begitu saja dari hadapannya.

"Y-ya! Mau kemana kau...tunggu! di mana Sungmin!?"

"..."

"Apa kau tuli?! Yack! tunggu cho!." Seru Yong Guk dan berdiri cepat di hadapan Kyuhyun, sebelum pemuda tampan itu memasuki mercynya.

"Minggir! Dan jangan menghalangiku!."

"Di mana Sungmin?." Kekeuh Yong Guk lagi.

"Cih! Kau hanya akan menghambatku mencarinya, MINGGIR!." Kyuhyun mendorong kuat pundak yong Guk hingga namja garang itu bergeser beberapa langkah dari mobilnya.

"M-mwo? mencarinya? Apa Sungmin hilang?!"

Kyuhyun hanya berdengus jengah melihatnya, ia beralih cepat memasuki mobilnya. Namun tanpa terduga Yong Guk turut melakukan hal yang sama dengannya, berlari ke sisi mobil Kyuhyun,membuka pintunya dan duduk manis di sampingnya.

"YAH! Apa yang kau lakukan?! Keluar dari mobilku!."

"Mussun sorriyaa...aku juga ingin mencari calon istriku!."

"KAU—

DRRRTTT...DDRRRTTT

Kyuhyun sontak menghentikan seruannya begitu ponsel hitamnya bergetar, dan mengumpat keras kala melihat nama yang terpampang dalam layar tersebut. Di saat seperti ini...bagaimana mungkin Yesung menghubunginya. Kyuhyun tau... pasti ini menyangkut pekerjaan atau mungkin si pengganggu Kwon Jiyong itu...oh sungguh meski bangkrut sekalipun ia tak akan peduli. Dengan kasar kyuhyun memutus sambungan tersebut dan berniat melajukan mobilnya, tapi lagi-lagi ponsel itu bergetar keras.

"WAE! AKU TAK INGIN MENDENGAR—

"Tsk! Tenangkan dirimu...aku tau Sungmin pasti menghilang bukan? Dan aku berhasil menangkap penculiknya."

Kyuhyun membelalak lebar mendengarnya, apa maksud Yesung sebenarnya...bagaimana mungkin direkturnya itu tau...Sungmin hilang, dan lagi menangkap penculiknya? demi apapun itu, Kyuhyun tak berharap ini hanyalah sebuah lelucon yang kerap Yesung katakan untuk memancing emosinya.

"Apa kau bercanda?!."

"Yya! Bukan waktunya menarik ulur rasa percayamu! Aku menunggumu di basement perusahaan...ppali sebelum orang ini terbangun."

Kyuhyun makin mengernyit tak mengerti, tapi ia tau...Yesung bersungguh-sungguh dengannya kali ini. Ia menatap Yong Guk sekilas, lalu setelahnya kembali mendorong keluar Polisi garang itu dari mobilnya. Tanpa mengindahkan teriakan rusuh di luar...Kyuhyun melajukan mercynya dengan kecepatan maksimum, membuat debu dan seresah terhempas dan melekat erat di seragam Yong Guk.

"YACKKK! CHOOO KYUHYUUUN!."

.

.

DRRRTTT DRRRT

"YEOBBSSEYOOOO!" Teriaknya kemudian begitu mengangkat sambungan telfon tersebut.

"Ketua, kami berhasil menyadap percakapan mencurigakan Kwon Jiyong dengan seseorang."

Polisi garang itu mengepalkan tangan ke atas dan berteriak 'yes'.

Walau tak mengerti apa yang dikatakan anak buahnya berkaitan atau tidak dengan penyelidikannya , tapi setidaknya usaha memata-matai Jiyong selama bertahun-tahun ini, mengenai konspirasi kematian presdir Cho telah menghasilkan kata 'mencurigakan'

Dan itu kemajuan bukan? tentu saja karena ia mengincar Kwon Jiyong sejak dulu.

"Johaeyo! Aku akan ke sana." PIP

Skip Time

.

.

.

Police office'

"Aiisshh! Bisakah kau mengendarai motor ini dengan benar!." Himchan menggerutu kesal, begitu motor yang ditumpanginya tak berhenti berjalan meliuk-liuk di tengah jalanan seoul. Bahkan beberapa sayuran hijau tampak berkibar di setiap sisi BMW S1000RR itu dan juga kepala mereka, akibat merangsak pasar tradisional beberapa saat lalu.

"Yya...jika tidak bisa, bagaimana mungkin kita sampai di sini Eohh?." Zelo tertawa lebar, tentu saja rasa bangganya melambung naik...bisa menarik gas dan berkeliaran kemanapun dengan mesin berat milik hyungnya...Choi Siwon.

"Itu! kantor itu...ppali! ppali!." Tunjuk Himchan pada sebuah bangunan, jauh didepannya.

.

.

.

"TCK! Siapa yang diculik? Kyuhyun?...mereka menyebut nama Cho Kyuhyun?." Tanya Yong Guk gusar pada anak buahnya.

"Benar Pak, Cho Kyuhyun...Presdir SJ Group. Dan beliau juga merupakan Putra tunggal mendiang Cho Hangeng."

"MWOOO?...Putranya?! Putra Presdir Cho?! Mungkinkah anak yang diculik itu Sungmin?." Tanya Yong Guk shock.

Belum usai keterkejutannya, ia kembali di buat terperangah melihat beberapa anak buahnya berlari kalang kabut seraya berteriak-teriak histeris bahkan beberapa dari mereka tampak memanjat alamari dan bertengger takut di atasnya.

Dan benar saja, Tak jauh di depannya...

BRUUMMM...BRUUMM

"AAAAAAAAA~."

"MINGGIRRR! INI DARURAT! YACKKK! MINGGIR AHJUSHIII JIKA TAK INGIN KEHILANGAN PANTATMU!." Seorang namja manis beteriak rusuh, pada anggota polisi yang berlari terbirit di depannya. Sesungguhnya Zelo begitu panik tak bisa memegang kendali atas motornya, hingga berakhir masuk ke dalam pos polisi dan mengobrak-abrik apapun di dalamnya dengan motor sport itu.

"YONG GUK AHJUSHIIIII! KE SANA ZELO! PPALI-PPALI!." Satu lagi, seorang anak di belakang pengendara maut itu tampak berteriak antusias. Kedua tangannya mengacung-acung pada sosok pria kekar di seberangnya.

Sementara beberapa anggota polisi yang berhasil menyelamatkan diri tampak menganga lebar melihat aksi bocah di bawah umur itu, sudah pasti keduanya mendapat kartu tilang berlipat ganda.

BRUMMM BRUGHHH...BRUUGH CKIIITTTTT!

"Pendaratan sempurna." Ucap Zelo mantab seraya menyengir lebar, begitu ban bagian depan BMW nya menukik naik memanjat meja kerja Yong Guk. Tak peduli Polisi di depannya tampak mengigiti 10 kukunya gemetar...jelas saja dua bocah itu hampir mencabut nyawanya kala itu.

"K-kalian~

"Ahjushiiii! Aku memiliki ini...lihat! lihat!." Himchan melompat turun dan menunjukkan semua Potret dalam ponselnya.

Seketika itu pula Yong Guk membulatkan mata tak percaya.

"D-dia Choi Senghyun! Cepat...lacak nomor polisi mobil ini! dan cari tau lokasi percakapan itu terjadi!" Perintah Yong Guk tegas. Seolah melupakan apa yang terjadi, puluhan anggota polisi itu berhambur pada posisinya masing-masing. Ini bukan main-main...mereka berhasil menemukan jejak buronan negara, Yakuza yamaguchi yang terlibat dalam konspirasi dan berbagai aksi pembunuhan. Top...demikian dunia memanggilnya.

.

.

.

.


...

"Hmm ya, seperti yang ku dengar...aku yakin Tuan Kwon yang agung ini berhubungan dengan hilangnya Sungmin." Ucap Yesung santai

Kyuhyun berfikir sejenak...tapi setelahnya ia menelisik seluruh pakaian Jiyong dan merampas gadget putih darinya, jika memang apa yang diucapkan Yesung benar adanya...maka sudah pasti penelfon asing yang menghubunginya beberapa saat lalu, memiliki hubungan dengan Jiyong.

"Cari nomor ini dalam ponselnya...beberapa saat lalu Penculik ini menghubungiku Hyung." Tukas Kyuhyun seraya menyerahkan ponsel miliknya dan ponsel putih itu pada Yesung. Sementara dirinya , menguatkan jeratan dasi di tangan Jiyong...membuat pria eksentrik itu makin memekik nyeri.

.

.

"O...ou, kau tak akan mempercayainya. Nomor ini milik kekasihnya Kyu." Pekik Yesung begitu mendapati fakta mengejutkan dari gadget putih itu.

Tak ayal lagi, amarah Kyuhyun makin meledak memenuhi kepalanya.

"Kau terlibat hah! Katakan! di mana Sungmin!."Kyuhyun berteriak keras, dan menjambak kuat surai metalik milik namja yang baru terbangun itu.

"Kkh~ s-serahkan semua sa-ham itu atau kau, akh! S—sakit."

Seringaian licik itu makin membuatnya tersulut geram,tak tanggung-tanggung Kyuhyun makin menarik kasar surai Jiyong, membuat pria eksentrik itu mendongak dengan mata yang sembab menahan perih.

"Kyu...hentikan, kau tak akan mendapat apapun jika bersikap sekasar itu."

"Arghh Shit!." Umpat Kyuhyun seraya melepaskan kasar cengkeramannya, ia mengacak frustasi surai ikalnya...tak percaya pada apa yang terjadi kini. Sungguh...Kyuhyun tak pernah menyangka bahwa Jiyong akan menggunakan Sungmin dalam perebutan akuisi ini. Ia lemah...jika itu tentang Sungmin.

"Ji—ka kau menyakitiku, kupastikan anak itu mati ! Dengar Cho...aku hanya menginginkan perusahaan itu!" Ancam Jiyong, kendati tubuhnya terbekuk erat...namun tatapan tajam itu masih mampu melontarkan perhitungannya.

Amarahnya tak dapat lagi dibendung, Kyuhyun mengangkat tangan tinggi-tinggi...bersiap menghantam wajah manis itu, namun tiba-tiba ponsel Kyuhyun bergetar cukup keras...Yesung menahan tangan Kyuhyun, kemudian memberi isyarat pada namja muda itu untuk membekap Jiyong. Tanpa bersuara sedikitpun Yesung mengangkat panggilan tersebut...dan mendengarkannya dengan seksama

"Cho...Kyuhyun, aku kembali...apa kau merindukanku? Ahhh,...Alps Gwanghwamun 137, datanglah...akan kutunjukkan sesuatu yang menarik untukmu...hanya dirimu, atau jika tidak...Lee Sungmin hanya tinggal nama, khukhu~."

Kyuhyun sempat menggeram keras mendengar suara terspiker itu, ia menatap namja yang masih dibekapnya dan kembali menarik kuat surai metalik Jiyong.

"Cih! Tak ku sangka kau dan kekasihmu sama-sama bodohnya huh...baik! kita lihat siapa yang akan menyesal Tuan Kwon!."

.

.

.


At Gwanghwamun 137

.

.

"Aku tak akan menyiakan kesempatan seperti ini Kwon Jiyong." Desisnya tajam, ia berjalan perlahan mendekati Sungmin yang mengangkang lebar , dan menyeringai puas begitu melihat cairan hangat mengalir dari rektum namja cantik itu.

"Kau lihat?...tubuhmu menginginkan sentuhanku Sayang." Ucapnya sembari mengendus leher jenjang Sungmin.

"Breng—sek...Enghh~ " Sungmin membuang muka kasar, tak terbendung lagi seberapa besar kata maki yang ingin meledak dalam dadanya. Satu peluh kembali menetes menciptakan kilap lembab dari tubuhnya yang kian memanas. Terlebih sosok pria asing itu mulai mengecupi garis leher jenjangnya, membuat Sungmin mati-matian menahan desahannya. Ini benar-benar menjijikkan.

"Hmm...reaksimu benar-benar polos Sayang, apa ini pertama kalinya seseorang menyentuhmu selain bocah itu hhh?." Ucap Top sedikit mendesah. Tangan kananya meraba menyusuri perut Sungmin dan berakhir meremas-remas genital namja cantik itu.

"H—ahh...Nnh."

'Aku merasa sakit...orang ini menyentuhku dengan cara yang sama, bahkan lebih lembut dari dirinya...'cara yang sama' tapi...K-kyuhyun...~ '

"Kau menjijikkan!" PLAKKK

Sungmin menampar kuat pipi kanan TOP, membuat bercak darah merembas dari sudut bibir pria dingin itu.

"Ooh mengejutkan." TOP menyeringai tajam, dan makin terkekeh keras melihat namja cantik di hadapannya tampak gemetar dengan linangan air mata di wajah sembabnya.

'ini... tidak sama! Dia bukan Kyuhyun!' Seru Sungmin dalam hati, manik foxynya tampak menghunus tajam pada sosok kekar itu.

"Kau benar-benar tak tau diri eumm?" BUAGGH

"Ah!." Sungmin menunduk dan menrintih sakit begitu TOP membalas tamparannya lebih kuat, tak ayal lagi sudut bibirnya tampak pecah dan darah menetes dengan cepat, karena hantaman tersebut.

"Sepertinya obat yang kuberi tak cukup membuatmu menikmati permainan kita hm?."

TOP melepas utas tali yang mengikat tangan Sungmin di tiang besinya, ia membalik cepat tubuh Sungmin, membuatnya menungging dan kembali mengikat kedua pergelangan tangannya di belakang punggung namja cantik itu.

"Aku akan menguasai tubuhmu dengan ini Lee Sungmin." Top kembali melesakkan satu butir kapsul kedalam rektum Sungmin, mendorongnya lebih kasar hingga berbaur dengan kapsul lainnya yang hampir meleleh di dalamnya.

"Nnh~ Ti—dak! Apa yang kau ah~ masukkan!?"

Sungmin mendongak hebat, setiap jengkal tubuhnya tiba-tiba saja terasa semakin panas...berulang kali ia berusaha berontak...tapi apa daya, tangannya terbekap erat di belakang tubuhnya...terlebih Pria itu begitu kuat melesakkan jari tengahnya, menahan obat perangsang tersebut menyatu dengan tubuhnya.

"ini pertama kalinya kau menggunakan obat seperti ini bukan? sshh...ini akan membuatmu menikmati segalanya."

Sementara itu 5 orang namja kekar miliknya, tampak meneguk ludah payah menyaksikan dengan gamblang...atasannya begitu menikmati kegiatannya meraba tubuh molek nan halus di hadapannya. Terlebih suara erangan dan lengkingan Sungmin semakin membuat sesuatu di tengah selangkangan kelimanya tampak menonjol keras.

.

.

Namun tiba-tiba seorang pria berotot, memaksa merangsak mereka dan mengganggu kesenangan Top yang masih mengecupi tubuh mulus tanpa sela itu.

"Maaf Tuan...seseorang yang anda tunggu telah tiba."

Top beranjak, dan menyeringai sesaat. "Dia sendiri?" Ujarnya kemudian.

"Seorang pria bersamanya."

"Tsk! Dia melanggar perjanjian rupanya...biarkan mereka masuk." Titah Top pada bawahannya tersebut, ia kembali mendekati Sungmin dan membuat namja cantik itu semakin mengangkang lebar.

.

,

,

Tak berselang lama, Top kembali mengukir seringaian lebar begitu melihat Kyuhyun dan seorang lainnya memasuki ruangan berkelasnya, namun satu hal yang membuat alisnya bertaut heran...kala melihat sebuah koper besar berada di antara keduanya. Aneh...bukankah ia tak meminta tebusan apapun, untuk apa Kyuhyun membawa benda sebesar itu.

Sementara Kyuhyun tampak mengatupkan gigi kuat-kuat melihat kondisi Sungmin saat ini, kedua kaki namja cantik itu terbuka lebar, mengekspose bagian intimnya dengan nafas terengah-tengah...tak cukup itu yang membuat amarah dalam dadanya kian meledak, luka lebam dan bercak darah di sudut bibir Sungmin semakin menggelapkan matanya untuk segera membunuh Pria itu.

Shit! Kyuhyun tak pernah merelakan seseorang menyakiti Sungmin bahkan menyentuhnya seujung rambutpun.

"Kau—

"Kyu...perhatikan pergerakanmu, jangan gegabah." Yesung kembali menahannya, dan memaksanya bersikap lebih tenang. Bagaimanapun keduanya kini kalah jumlah.

Kyuhyun meluruh dan mengedarkan pandangan ke sekitar...benar saja, tujuh namja berotot tengah megepung keduanya. Tentu...kemampuan mereka bukan main-main semata.

.

.

"Tidakkah...Kau mengingatku...Cho Kyuhyun?."

Kyuhyun menajamkan mata, memaksa menguak ingatan akan visual namja kekar di hadapannya...wajah itu memang tak terlalu asing, tapi sungguh ia sama sekali tak mengingat apapun tentangnya.

"Hhh...baiklah, karena ini sisa hidupmu...maka akan kuberi segala kejutan untukmu Cho Kyuhyun...ah, Lee Sungmin kau pun harus mendengarnya baik-baik sayang." Desis Top seraya mengangkat wajah pias Sungmin dan menjilat pipi kanannya. Membuat Kyuhyun makin mengepalkan tangan kuat. Namun percuma...sekalipun ia bertindak 1 jangkah saja, senjata api disekelilingnya sudah pasti menembusnya dengan timah panas.

"Aku tau semua tentangmu Cho Kyuhyun, kau menaruh dendam pada anak ini karena Ayahnya bukan...tapi tak ku sangka kau jatuh cinta padanya."

"Siapa kau sebenarnya...?!."

Top terkekeh sesaat. "Akulah pembunuh Ayahmu...tapi kau begitu mudah terlarut dalam permainan yang kubuat hnn, dan aku juga yang membuat anak ini kehilangan Ayah tercintanya." Sigh—

Baik Kyuhyun maupun Sungmin tampak membelalakkan mata lebar...mendengar semua penuturan tersebut. Dan Kyuhyun baru saja mengingat, pria di hadapannya itu...adalah sosok yang mendekati dan memberinya semua bukti kebenaran akan kematian Ayahnya, Kyuhyun tak pernah menduga ia akan selemah itu dikelabui musuhnya.

"Kau membunuh Ayahku! A—andwaee!mengapa kau membunuhnya! Hiks...Breng—Ahh~."

"Diam! Seseorang yang telah meninggalkan cacat di wajahku...harus membayarnya dengan nyawa Sayang." Ucap Top sembari menarik kuat surai hitam Sungmin, memaksa namja cantik itu menatap luka gores di wajah kirinya.

Sementara Kyuhyun tampak jatuh bersimpuh dengan obsidian membelalak nanar...meski ucapan Top berbalik jauh dari fakta yang diyakininya selama ini, namun sungguh hatinya terasa pedih menahan sesal. Bukan karena kenyataan pembunuh Ayahnya, tapi lebih karena...semua perlakuannya pada Sungmin . Tidakkah selama ini dirinya begitu biadab? Semua ucapan dan perbuatan tak terpujinya? Bahkan Kyuhyun tak tau...masih pantaskah dirinya menatap manik namja cantik itu. Ia benar-benar menyesal...lebih dari apapun.

"Kyu...bukan waktunya kau menyesali segalanya, Sungmin membutuhkanmu." Lirih Yesung seraya memegang pundak Kyuhyun. memaksa namja tampan itu lekas bangkit dan berpegang pada rencana awal.

"Ahnn~ K-kyuu! Ah...g—geumanhh! Kyuhyuun!."

Wajah tampan itu kian mengeras melihat Top memaksa mencumbu dan membuka kaki Sungmin di depan matanya sendiri, terlebih berkali-kali namja cantik itu memanggil namanya, dan demi apapun itu dadanya makin bergemuruh melihatnya...sekali lagi. tak ada satupun yang bisa membuat namja cantiknya menangis seperti itu.

"Sebelum kau bersenang-senang...akupun memiliki kejutan besar yang harus kutunjukkan untukmu." Desis Kyuhyun tajam, membuat Top menghentikan cumbuannya dan menoleh menatap lawan bicaranya tersebut, tentunya tanpa beranjak dari tubuh Sungmin.

Top mendecih dan terkekeh meremehkan, lelucon macam apa yang bisa dilakukan bocah seperti Kyuhyun. "Sepertinya...aku tak meminta tebusan darimu Cho...tapi, aku cukup tertarik dengan—

CKLEK

BRAKK

"Uhmmp...mmmh! Mmppph!"

Top tak mampu melanjutkan segala keangkuhan itu, kata yang seharusnya terucap bagai tertelan begitu saja dalam kerongkongannya kala melihat seseorang yang dicintainya terlempar kasar dari dalam koper besar itu.

"J-jiyong~ah...KEPARAT! Apa yang kalian lakukan padanya!."

Kyuhyun menyeringai tajam, dengan pandangan penuh was-was...ia begitu gesit menengadahkan kepala Jiyong dan menghunuskan belati tajam dileher putih itu, ketika beberapa pria berotot milik Top mendekat hendak mencekalnya.

"Selangkah saja kalian mendekat, kutebas lehernya." Desis Kyuhyun.

"J-jangan...mendekatinya." Gagap Top pada bawahannya tersebut. Ia begitu panik melihat mata pisau itu bisa kapanpun menyayat leher kekasihnya.

"Buat mereka tiarap!" gertak Kyuhyun lagi, sembari menekan lebih kuat pisaunya pada lapisan mulus itu. Mau tak mau...Top pun memenuhinya jika tak menginginkan kekasihnya terluka.

"T-tiarap...cepat lakukan!." Teriak Top Gugup.

Namja tampan itu menyeringai menang, ia begitu puas...semua berjalan di bawah kendalinya. Berulang kali Kyuhyun menguatkan tarikannya di kepala Jiyong, membuat rintihan lemah kembali mengalun dari bibir Jiyong.

"Kau lihat Jiyong...apa yang dilakukan kekasihmu? Dia mengkhianatimu bukan?." Kyuhyun makin menarik kasar surai Jiyong, memaksa namja itu melihat lurus kedepan...seketika itu pula, air mata lolos begitu saja dari pelupuknya, kala melihat Top tampak menduduki perut seorang anak tanpa sehelai benang apapun, tak perlu dijelaskanpun...ia tau apa yang telah diperbuat kekasihnya pada anak yang diyakininya bernama Sungmin itu.

Top beranjak cepat dari tubuh Sungmin, dan menatap penuh harap pada sosok dalam cengkeraman Kyuhyun. "D-dear...semua ini tak seperti yang kau pikirkan, aku bisa jelaskan apa—

"Mhhmmpp!." Seru Jiyong tertahan, mengisyaratkan ia benar-benar tersakiti dengan apa yang baru saja dilihatnya.

"L-lepaskan...jangan menyakitinya!...kumohon lepaskan Jiyong."

"Tak semudah itu...Aku hanya ingin memberimu sedikit pelajaran, dengan siapa kau mencari masalah!."

"Jiyong tak memiliki salah apapun, kau tak berhak menyakitinya Cho...lepaskan Jiyong!."

Kyuhyun menyipitkan mata, terlihat jelas kilat amarah terbias dari sudut maniknya. "Hn? Aku tak berhak? Jadi...siapa dari kita yang pertama kali melibatkan seorang tak memiliki salah apapun di sini! Katakan padaku Brengsek!"

Top membisu dengan wajah tertunduk...ia kehabisan kata untuk untuk mengakui kekalahannya pada namja berusia jauh di bawahnya, memang benar adanya dirinyalah yang memulai semua kekacauan ini. Tapi sungguh ia tak pernah menduga...Kyuhyun akan berbuat sejauh ini, terlalu telak melumpuhkannya jika itu menggunakan Jiyong.

Melihat Top lengah, Kyuhyun memberi isyarat pada Yesung untuk bergerak sigap ke belakang namja angkuh itu.

'BUAGH'

"Arghtt."

Hanya dengan satu tendangan...Top jatuh tersungkur ke depan, Yesung tak menyiakan kesempatan...ia meraih cepat tubuh Sungmin, menggendongnya bridal dan membawanya ke sisi Kyuhyun.

"Gwaenchana?." Bisik Yesung sembari mengenakan jas panjang milik Kyuhyun, pada tubuh polos itu.

"U-uhm."

Sungmin hanya mampu mengangguk lemah dengan wajah tertunduk, jujur...saat ini ia tak mampu berfikir dengan benar...bahkan tubuhnya pun terasa begitu panas dan lemah, hingga ia pasrah bersandar dalam pelukan Yesung.

Tak beberapa lama berselang, belasan bodyguard Kyuhyun tiba...mereka begitu cekatan membekuk takluk setiap lawan yang tengah tiarap itu.

"K—kau sudah mendapatkan anak itu, jadi lepaskan Jiyong!."

"Tutup mulutmu! Aku hanya ingin tau—" .Kyuhyun mentap Sungmin, dan mengepalkan tangan erat begitu melihat luka lebam di sudut bibir namja cantiknya. "Sungmin." Panggilnya kemudian.

"N-ne?."

"Siapa yang memukulmu?."

Sungmin menatap lama Kyuhyun dengan tubuh gemetar, benar...sudut bibirnya memang terasa ngilu, ia tau rasa anyir yang tercecap menunjukkan...pukulan beberapa waktu lalu benar-benar keras. Sungmin menunduk sembari meremas kuat ujung jas Kyuhyun.

"Gwaenchana...ini bukan apa-apa, hanya l-luka kecil." Lirih Sungmin, seraya mengangkat kepala dan menatap Kyuhyun lembut. Membuat Top dan Jiyong semakin terperangah mendengarnya, mereka tak pernah menduga...namja mungil itu memiliki sisi hati yang begitu putih tanpa cacat. Terlebih untuk Top...jelas-jelas ia memukul Sungmin, hingga menyisakan luka membiru itu.

Namun Kyuhyun tak bisa terima begitu saja, ia begitu gelap mata mengangkat tangan terkepalnya siap menghantam wajah pias Jiyong, bagaimanapun hatinya benar-benar terbakar mendapati seseorang menyakiti Sungmin demikian.

"Dia juga harus merasakan hal yang sama dengan Sungmin!."

"Kyuhyun! Tidak! Ku mohon hentikan!." Pekik Sungmin.

Nyaris saja...pukulan itu meremukkan rahang Jiyong, namun tiba-tiba saja Sungmin bangkit dan memeluk erat tangan Kyuhyun dengan nafas tersengal-sengal.

"K—kau tak harus melakukan semua ini padanya, dia t—tidak menyakitiku." Ucap Sungmin pelan, ia menatap Jiyong sesaat...begitu iba melihat sebuah kain membekap bibirnya. "Henti—kan Kyuu~." Pinta Sungmin lagi, kali ini dengan tatapan penuh harap pada sosok tampan itu.

"Aku hanya ingin membuat orang itu, merasakan sakit yang sama denganku Min."

"Tapi itu tidak berarti—

Kyuhyun melepas kasar pelukan Sungmin di tangannya. "Apa kau lupa?! Apa yang telah orang itu perbuat padamu! Jika aku datang terlambat... hal menjijikkkan macam apa yang terjadi pada dirimu Huh!"

Sungmin berjalan tertatih kebelakang dan jatuh terduduk, ia memeluk erat-erat tubuhnya dengan meremas jas Kyuhyun. "I—itu." Ucapannya terhenti, Sungmin ingat betul semua perlakuan menjijikkan Top terhadapnya, melesakkan benda asing ke dalam tubuhnya dan hampir memperkosanya...bahkan efek dari benda asing tersebut masih begitu kental ia rasakan.

"Tapi...namja ini tidak bersalah." Sungmin menatap lembut Jiyong dan melepaskan ikatan kain yang membekap bibirnya, membuat Jiyong menunduk dengan tubuh gemetar...ia benar-benar tak memiliki muka lagi. Namja mungil di hadapannya benar-benar seperti malaikat...jelas-jelas ia bersalah, karena dirinya pun terlibat dalam kejahatan tak berdasar ini. Bahkan begitu sampai hati ingin melenyapkan Sungmin.

"D-dan kau harus tau Kyu, N-namja ini ngh~ begitu berharga untuk—nya." Ucap Sungmin susah payah seraya menatap Top.

Sungmin menyeka pelan peluh di kening Jiyong, dan mengulas senyuman lembut. "Maafkan aku" Bisiknya kemudian.

Jiyong menatap nanar namja mungil itu...Tidak, ini bukan salah Sungmin...betapa memalukannya dirinya kini...Jiyong begitu ingin memeluk anak manis di hadapannya, namun penyesalan yang kian menimbun memaksa tubuhnya mematung tak berkutik sedikitpun.

"Ku mohon Kyu~ kita pulang—KYUHYUN!."

Sungmin berteriak histeris begitu melihat Top menerjang Kyuhyun dari belakang dan siap menghujamkan pisaunya.

"Aku tak akan membiarkan Bocah tengik sepertimu mengalahkanku, dan aku lebih berkuasa dari—

DORRRR

Sebuah timah panas melesat cepat dan menembus tangan kanan Top, membuat pisau itu jatuh terlempar bersama cipratan darah, sebelum benda tajam itu benar-benar menusuk Kyuhyun.

"Whoooaa Ahjushiii! Daebaaakkk!." Terdengar pekikkan antusias dari dua orang anak yang mengekor Yong Guk. Keduanya begitu bertepuk riuh melihat polisi mereka melakukan hal keren di hadapannya.

"Himchan! Zelo!." Yesung membulatkan mata lebar begitu melihat Dongsaeng kecilnya berteriak rusuh jauh dibelakangnya. Bagaimana mungkin Himchan dan teman bermainnya itu berada di tempat seperti ini?

"Ommo! Hyung...jadi kau durhaka padaku dengan bermain-main di sini rupanya! Aisshhh...aku menelfonmu~ a—ah APPPOOOOOH!" Jeritan nyaringnya melengking seketika, saat Yesung tiba-tiba saja menarik telinganya, dan memaksanya mengikuti langkah Hyungnya itu keluar dari tempat tersebut.

Hampir saja lupa!...Yesung kembali ke dalam dan menarik Zelo yang tertinggal, tanpa melepaskan jewerannya pada telinga sang Dongsaeng.

"APPOOO HYUUNG! Ahhs...E-Eomma akan menghukummu n-nanti!." Seru Himchan kesal.

"Aisshh jinjja! Justru Eomma akan mengamuk jika mengetahui kau berkeliaran di tempat seperti ini!"

"Hyung...motorku bagaimana?."tanya Zelo Polos.

"Hhhh...itu motor Siwon bukan?!biar dia saja yang mengambilnya! Cepat masuk ke mobil!" Yesung memasukkan paksa Himchan dan Zelo ke dalam mobilnya, tanpa peduli jeritan dan pertanyaan polos yang terus menerus terlontar dari dua anak itu.

"Eomma! Akan mengurungmu di kamar mandi Hyung!."

"Kau yang akan dikurung di dalam pancinya!." Balas Yesung kesal.

"Hyung...motorku di kantor polisi."

"Itu motor Siwon! Aisshh SHIKKEUROO!"

.

.

.

"Cepat bawa Sungmin pergi dari sini." Tegas Yong Guk, ia menatap Kyuhyun yakin...memasrahkan namja yang dicintainya benar-benar aman di tangan presdir muda itu.

"Hn..."

Yong Guk mengangguk pasti mendengar gumaman singkat tersebut, ia bergrak sigap meringkus Top beserta kekasihnya. Sementara puluhan anak buahnya mengambil alih bebarapa bawahan Top dari tangan Bodyguard Kyuhyun.

.

.

"Kita pulang Min." Bisik Kyuhyun seraya mengangkat tubuh mungil itu ke dalam rengkuhan lengannya.

"U-uhm."

.

.

.


Skip Time

'Nghh~ apa yang terjadi...tubuhku seperti terbakar...hhh..hh'. Gumam Sungmin dalam hati.

"Sungmin."

'Ah Suara ini...apa Kyuhyun memanggilku?'

"Sungmin~ah."

Kedua manik foxy itu seketika membuka lebar...terbangun dari lelapnya.

Kyuhyun begitu cemas melihat Sungmin tampak tak baik-baik saja, namja cantik itu terduduk lemas di jok mobilnya dengan nafas makin tersengal-sengal, dan sungguh...ia tak mengerti apa yang telah terjadi padanya, mungkinkah Sungmin sakit?

"Gwaenchana? Kita sudah sampai di rumah." Ucap Kyuhyun pelan, tatapannya kian meneduh melihat namja cantik itu hanya mengerjap imut.

"Hhh...a—ku baik-baik saja." Sungmin kembali memejamkan matanya dan menyandarkan kepala di jok mobil, rasa panas yang berbeda rasanya semakin menjadi-jadi.

tapi itu membuat Kyuhyun makin cemas , namja tampan itu beralih memegang tangan Sungmin, namun tiba-tiba...

"Ah~...PLAKKK

Sungmin menyentak tangan Kyuhyun, tubuhnya tiba-tiba saja terasa tersengat dan membuat darahnya berdesir cepat kala namja tampan itu menyentuh tangannya, dan sungguh...Sungmin tak mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya.

Sementara Kyuhyun tampak mengernyit sakit dengan penolakan tersebut, ia hanya ingin mengangkat tubuh Sungmin dan membawanya masuk ke rumah tak lebih.

"M—mianhae." Lirih Sungmin sembari memeluk tubuh gemetarnya sendiri.

"Jadi...kau benar-benar benci, seorang sepertiku menyentuhmu? Tentang dendam itu, aku...aku benar-benar menyesalinya. Dan aku memang brengsek Sungmin~ah."

Sungmin membulatkan mata lebar, bukan! Bukan itu yang membuatnya seperti ini...ia bahkan tak ingin mengungkit semua masa lalu itu. Oh Tuhan, ia tak tau bagaimana bisa tubuhnya menjadi sesenitif ini.

"Baiklah."

"B-bukan...bukan seperti itu!." Panik Sungmin, masih dengan nafas terengah-engah.

"Jika kau memang membencinya, aku tak akan menyentuhmu lagi...tapi ku mohon bertahanlah saat aku membawamu sampai di kamar, okay?." Kyuhyun menatap lembut berusaha meyakinkan kesungguhannya pada namja mungil itu, bagaimanapun ia tak ingin sedikitpun melukai hati Sungmin lagi.

"uhnn~." Sungmin hanya mengerjap beberapa kali, begitu tertegun mendengarnya...Kyuhyun tak sekedar lembut padanya, semua sikap dan tutur kata itu begitu membuatnya merasa nyaman.

Merasa mendapat persetujuan, Kyuhyun lekas menyusupkan kedua tangannya di tengkuk dan bawah lipatan kaki Sungmin lalu mengangkatnya bridal...tanpa suara ia melangkah. Sesuatu dalam dadanyapun kembali berdenyut sakit...merasakan tubuh panas itu semakin menggigil dalam rengkuhannya. Setakut itukah Sungmin padanya?

"Hhh...hh..ngh~ mmh." Tubuh itu tak bisa dikuasainya lagi, semakin menggigil resah begitu panas tubuh Kyuhyun berbaur dengan panas tubuhnya. Bahkan desahan tiba-tiba saja mengalun dari bibirnya. Sungmin cepat-cepat membekapnya tak menginginkan Kyuhyun melihat kondisinya yang seperti ini.

'Nghh~ H—haruskah aku mengatakan yang sebenarnya' Ungkap Sungmin dalam hati. Tapi ia tak mampu mengucapkan sepatah katapun, tubuhnya makin melemas dan panas.

Masih berkutat dengan perasaan bimbangnya, Sungmin tak melihat Kyuhyun begitu tertikam dengan sikapnya yang demikan...seolah-olah dirinya manusia paling mengerikan dan menjijikkan bagi namja cantik itu.

.

.

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun tiba di kamarnya...ia membaringkan tubuh mungil itu begitu hati-hati...seolah Sungmin sesuatu yang rapuh dan satu-satunya miliknya yang berharga.

"Apa kau ingin minum? Atau memakan sesuatu?."

"..." Tak ada jawaban, hanya gemertak gigi dan tubuh menggigil yang dilihatnya...dan itu semakin membuatnya jatuh tersudut, Ia tak menginginkan namja cantiknya menaruh benci begitu dalam padanya.

"Baiklah...aku pergi."

Sungmin meremas kuat-kuat cover bed di bawahnya, tak taukah Kyuhyun dirinya kini tengah menahan gejolak dalam tubuhnya. mati-matian Sungmin mengatupkan gigi agar desahannya tak mengalun begitu saja.

" Panggil aku jika—

"Nghhh!." Sungmin melenguh lebih keras, membuat namja tampan itu mengernyit dan bergerak panik mendekatinya.

"Apa kau mengatakan sesuatu? Tubuhmu terasa sakit? Atau—

GREBBB

"S-Sungmin." Kyuhyun membelalak tak percaya, ketika Sungmin tiba-tiba saja memeluk erat lehernya, menariknya lebih dekat hingga menindih tubuh mungil itu.

"Hhh...hh, j-jangan per—gi...nghh...ackk—aahh~."

Kedua manik obsidiannya makin terbuka lebih lebar, kala Sungmin melenguh keras kemudian menjilat dan mengulum telinganya frustasi.

Bahkan Sungminpun tak percaya dirinya bisa melakukan hal seliar itu.

Kyuhyun meraih cepat pergelangan tangan lentik itu, dan mengecupnya lama...dengan lembut ia membelai wajah Sungmin...menyeka peluh yang menetas dari paras cantiknya.

"Obat itu membuatmu tersiksa eum?."

"Hhh...hh...nnh~ O—obat."

SRETTT

Cepat-cepat Sungmin menarik ke atas selimutnya, menutupi seluruh wajah memerahnya dari Kyuhyun. Sungmin merasa benar- benar memalukan saat ini...dan sungguh ia bukan dirinya jika seperti ini.

"Ahn~ M-mianhae...a—ku bersikap aneh di hadapan—mu ...nghh."

Kyuhyun tersenyum hangat melihatnya, ia menyibak selimut Sungmin dan membelai lembut wajah yang terpejam erat itu hingga kembali menatapnya.

"Dengar Sungmin...ini semua karena obat itu, jangan menyalahkan dirimu seperti ini...tak ada yang buruk dengan sikap dan ucapanmu...aku sepenuhnya memahami dirimu." Kyuhyun memeluk Sungmin, dan berkali-kali mengecup sayang keningnya berusaha menenangkan perasaan namja mungil itu. "Biarkan aku menghilangkan pengaruh obatnya." Lanjutnya kemudian.

Sementara Sungmin hanya diam mendengarkan dengan mata mengerjap, membiarkan bulir bening itu menetes lebih cepat dari pelupuknya. Bahkan ketika Kyuhyun beralih membaringkan dan melucuti jas yang membungkus tubuhnyapun...namja cantik itu tetap diam dengan nafas terengah.

.

.

"Apa kau mempercayaiku."

"Uhnn...A—ahhh!." Desah Sungmin kala Kyuhyun menjilat garis lehernya. Ia meremas kuat kepala ranjang...sungguh sengatan kejut itu semakin terasa hebat merambati tubuhnya.

"Yeppeoh." Desah Kyuhyun tepat di atas nipple ranum itu, satu jilatan penuh kemudian menyesapnya kuat...membuat manik foxy Sungmin terbelalak dengan tubuh melengkung hebat.

"Annh~ Aaaahh."

Kyuhyun menyeringai puas mendengarnya,tidakkah lengkingan itu begitu nyata memacu detak jantungnya. Ia tak pernah merasa bahagia seperti ini sebelumnya.

Namja tampan itu beralih cepat ke atas, dan menautkan jemari keduanya dengan lembut. Tak satupun dapat melukiskan betapa besar perasaannya kini untuk Sungmin. Sungguh...Kyuhyun benar-benar jatuh menggilai namja cantik itu, setiap pahatan di tubuhnya benar-benar sempurna dan menakjubkan.

Kyuhyun mengecup pelan kening Sungmin, menyalurkan perasaan terdalamnya yang kian menguat dan memberinya perlindungan penuh dari sentuhannya.

"Hhh...hhh...hh." Masih dengan tatapan teduhnya, Kyuhyun tersenyum lembut melihat namja cantik itu nampak begitu tersengal-sengal. Ia makin mengikis jarak , dan menyatukan bibir keduanya dengan perlahan.

"Mhhhmpph~."

Kyuhyun begitu lembut menyesap bibir cherry itu, berusaha mencecap darah yang tertinggal di sudut bibir Sungmin. Sesekali, Kyuhyun menguatkan tautan jemari keduanya...meyakinkan Sungmin bahwa ia benar-benar menginginkannya.

'Chup'

"Mhhh~." Lenguh Sungmin setelah namja tampan itu menghisap bibir atasnya, ia memalingkan wajah cepat kesamping kala menyadari Kyuhyun menatapnya begitu lekat. Ia tau...hatinya mungkin berdenyut sakit dengan sentuhan itu, bukankah Kyuhyun menyentuhnya hanya karena ingin membantunya menghilangkan efek obat itu...tak lebih. Dan Sungmin tau...sangat mustahi Kyuhyun jatuh mencintanya.

Lama dua namja itu terdiam dalam posisi nya, mungkin hanya deru nafas Sungmin dan detak jantung keduanya yang terdengar semakin nyata.

Kyuhyun mengulum senyum melihat semburat merah semakin kentara mengulas wajah baby face itu. Dan ia benar-benar merasa bodoh, baru menyadari...Sungmin begitu indah jika dilihat sedekat ini. Kyuhyun menyusupkan tangan kanannya cepat ke bawah tengkuk Sungmin, sedikit mengangkatnya...dan kembali membkap penuh bibir mungil itu dengan ciumannya.

"Mhhhmmpfthh..."

.

.

.

"Mmh...K-kyuu~ahhh."

Sungmin meremas kuat surai coklat itu, kala lidah Kyuhyun bergerak liar menyusuri dada kirinya dan berakhir di pangkal pahanya. Ia menggeliat resah dan makin membuka lebar kakinya...memberi akses penuh pada namja tampan itu untuk menguasai tubuhnya. Berkali-kali Sungmin melonjak terkejut...saat Kyuhyun menggigit dan menyesap kuat garis selangkangnya.

Slurp

"AHH!." Manik foxy itu seketika membulat lebar, begitu Kyuhyun mengulum genitalnya dan menhisapnya tanpa jeda...seolah Kyuhyun tengah menarik ulur kesadarannya dari pusat vital itu.

"Ahh!...K-kyuu~ Ackk! Ahahhh~." Lengking Sungmin lagi, tubuhnya tak lagi dapat dikuasainya...menggelinjang liar seiring dengan geratan gigi dan hisapan kuat itu. Berulang kali jemarinya terangkat ingin menggapai-gapai Kyuhyun. Ia tak sanggup lagi...tubuhnya semakin panas dan menggila...Sungmin ingin lebih, bukan hanya foreplay seperti ini.

"U-uhnnnn~ J-jebalhh AHH!." Tangan lentiknya hanya mampu meremas cover bed di bawahnya, menciptakan jejak kusut di lapisan merah marun itu. Kepalanya meggelang resah ke kanan dan kekiri...ia tak lagi berdaya mengimbangi cumbuan Kyuhyun. Sungmin makin menjerit kala Kyuhyun mengangkat buttnya ke atas dan menghisap bringas bibir rektumnya.

"Mhhmmm~." Lenguh Kyuhyun sembari memejamkan mata...ia menyusupkan cepat lidahnya ke dalam lubang rapuh itu, berusaha menarik keluar lelehan obat peranfsang yang telah berbaur dengan cairan rektum Sungmin. Namun apa yang dilakukannya semakin membuat namja cantik itu makin bergerak tak terkendali...dan tiba-tiba saja.

"A—AAAAHHHHHH!." Pekikkan Sungmin pecah mengiringi letupan cairan hangat dari genital mungil itu. Hingga seluruhnya mengenai surai dan wajah Kyuhyun.

"Hhh...hh... M—mianhae hhh~."

Kyuhyun tersenyum hangat mendengarnya, ia menarik keluar lidahnya dan mengangkat kepala demi menatap namja cantik itu. Senyum menawannya kian terulas melihat Sungmin tampak begitu kepayahan menstabilkan nafasnya, kilap peluh yang membasahi tubuh putih itu benar-benar menyulut nafsunya.

Namja tampan menyeka lelehan sperma di wajahnya, dan menjilatnya dengan sensual. "Manis..." Ucapnya kemudian.

Tak ayal lagi paras baby face itu makin merona merah, Sungmin menggigit kuat bibir bawahnya menahan tangis, terlalu sakit melihat Kyuhyun memperlakukannya demikian, jika jelas-jelas namja tampan itu tak mencintainya. Sekali lagi...Kyuhyun menyentuhnya karena ingin menghilangkan efek obat itu.

"M-min, kau menangis?."

"A—ani...cepat lakukan saja, aku tak ingin me—lihatmu memaksakan diri seperti ini."

Kyuhyun kembali mengernyit sakit mendengarnya, siapa yang memaksakan diri?...semua yang ia lakukan memang tulus adanya. Kyuhyun tau Sungmin masih mengira semua hanya sebatas cinta sepihak. Tanpa mengetahui...hatinyapun makin bergetar karena namja cantik itu.

Cepat-cepat Kyuhyun menyentuh dagu Sungmin, dan membuatnya berpaling menghadapnya. Ia menyeka rembasan kristal bening di sudut mata indah itu, dan terkekeh pelan melihat kedua mata bulat Sungmin mengerjap lucu.

"Aku memang memaksakan diri menahan nafsuku Min...tapi mendengarmu berbicara seperti ini, rasanya tak perlu berhati-hati lagi menyentuhmu...kau tau? aku mencintaimu."

DEG

Sungmin membulatkan mata tak percaya, apa dirinya sedang bermimpi mendengarnya...benarkah penekanan kata di akhir itu benar-benar nyata. Manik foxy itu makin berair...ia memang bahagia namun ia pun merasa ragu...kalau-kalau obat perangsang itu membuatnya berfantasi berlebih, sangat mustahil bukan seorang Kyuhyun yang agung...mengatakan hal demikian, hingga sebuah sentuhan basah dan lembut kembali memagut bibirnya...membuatnya lekas tersadar ia tak sedang bermimpi.

"Aku mencintaimu." Ucap Kyuhyun lagi, begitu melepas ciumannya.

"..." Namun namja cantik itu masih mengerjap tanpa suara.

"Aku mencintaimu Min." Kyuhyun kembali mengulang ucapannya, tapi masih saja Sungmin mengerjapkan mata tak percaya. 'menggemaskan sekali' batinnya.

"Apa belum cukup aku mengatakannya eum? Hhh...aku mencintaimu...aku mencintai Lee Sungmin~engh."

GREBB

"N—nado! Hhh...Kyuuu~."

Kyuhyun begitu tersentak saat dengan tiba-tiba Sungmin merangkul erat lehernya, tapi setelahnya ia tersenyum dan membelai punggung polos itu dengan lembut.

"Jadi...percayakan semuanya padaku."

"Mmh~."

Kyuhyun beralih membaringkan tubuh Sungmin dengan perlahan, melihat dada putih itu makin kembang kempis mengimbangi panas tubuhnya membuat hatinya kian berdenyut nyeri. Ia tak bisa bertahan menatap namja cantiknya begitu tersiksa...tak henti-hentinya batinnya mengumpat pada biang dari semua ini.

Tak ingin mengulur waktu lebih, Kyuhyun bergerak sigap membuka kaki Sungmin lebih lebar. Detik itu pula ia meneguk lydah payah melihat rektum hangat itu tampak berkedut sensual...tak perlu pemanasan lagi, toh...dirinya pernah merasukki tubuh mungil itu bukan.

"Pejamkan matamu Min." Bisik Kyuhyun seraya memposisikan penisnya tepat di bibir rektum Sungmin, satu dorongan kuat dan..

"Aahhh~." Desahan Sungmin mengalun begitu saja kala kepala penisnya berhasil melesak masuk, tak ada jerit sakit yang terdengar...nampaknya efek obat perangsang itu benar-benar membuai Sungmin. Dan itu meyakinkan dirinya untuk bergerak lebih...mendorong sisa miliknya hingga terbenam jauh di dalam tubuh namja cantiknya.

"Saranghae M-min engh~."

.

.

"Ahhh...aahhh! ackk...anhmmmph"! mhhmpph." Tubuh mungil itu terhentak-hentak kuat ke atas, Sungmin menggeleng frustasi...semua bagian tubuhnya tersasa menghambur keluar begitu Kyuhyun memenuhi tubuhnya dengan penuh gairah, ia meraih cepat tengkuk Kyuhyun dan melumat bibir merah itu dengan rakus, mencoba melampiaskan segala deraan nikmat yang mengaduk isi perutnya.

.

.

Suhu beku malam itu memang kian merasuk tulang, namun tak cukup mampu meluruhkan hasrat dua tubuh penuh peluh itu. Decitan ranjang semakin nyaring terdengar mengiringi desahan dan kecipak tautan tubuh keduanya. Kyuhyun makin menekuk kaki Sungmin ke atas, hingga menyentuh kepalanya...ia meremas pangkal paha Sungmin demi menusukkan miliknya lebih dalam lagi.

"Ahh!...K-kyuuh~ ahhhss...nngh! ah!...mmh." Sungmin mendongak hebat, memperlihatkan garis leher jenjangnya. Tangan kanannya tampak menyusup turun ingin meremas miliknya, namun Kyuhyun menyentakya cepat...dan kembali menautkan tangan keduanya. Sungmin benar-benar tak mampu lagi...ia ingin secepatnya sampai.

"Hanya aku yang berhak memuaskanmu Minhh sssh." Desis Kyuhyun, ia bergerak lebih cepat menghujam lubang senggama itu dengan kasar, tak cukup itu... sebelah tangannya meremas-remas genital mungil itu dan menggunakan kuku panjangnya untuk menguak lubang kecil di ujung kepalanya, tak ayal...namja cantik itu in makin menjerit histeris.

.

.

.

"Ahhh! Kyuuunghhh~ mmhah! ...Ackk!..AH! AHHHHH!." Pandangannya seketika itu memutih, Tubuh Sungmn kembali melengkung hebat, menyentak klimaksnya dalam pelukan namja tampan itu.

"Ngghh...ahnn." Rintih Sungmin lemas, kendati demikian tubuhnya masih terus terhentak-hentak ke atas hingga...kedua mata bulat itu kembali membelalak lebar...begitu sesuatu yang panas menyembur kuat ke dalam rongga perutnya.

"MINH~ Ssshh."

"Uhnnn...a—ahhh."

Kyuhyun jatuh menindih namja mungil di bawahnya, keduanya begitu terengah mengimbangi nafas masing-masing. Perlahan Kyuhyun bangkit dan menatap lembut Sungmin yang masih memejamkan matanya erat, ia menyibak helaian surai basah itu dari kening Sungmin dan mengecupnya lama.

'Chup'

"Mmmh." Lenguh Sungmin setengah sadar, tenaganya benar-benar terkuras habis dan sungguh ia ingin jatuh tertidur detik ini juga.

Kyuhyun kembali terkekeh ringan melihatnya, ia sekain menarik tubuh Sungmin ke dalam dekapannya dan mengecupi bibirnya berkali-kali.

"Aku menyesal Sungmin~ah." Bisiknya lrih, tak henti-hentinya tangan besarnya mengelus punggung sempit Sungmin. Membuat namja cantik itu makin menggeliat masuk ke dalam lengannya dan terlelap dengan nyaman.

"Dan aku bersumpah...tak akan menyakitimu lagi."

"Nghh...Kyuu~ peluk." Igau Sungmin tiba-tiba.

Kyhyun tertawa kecil melihat Sungmin mempoutkan bibir dan makin menyusupkan kepala ke dadanya, ia tau suhu beku malam ini membuat namja cantiknya menggigil kedinginan. Kyuhyun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya, dan memeluk Sungmin dengan perlindungan penuh.

"Saranghae Lee Sungmin."

.

.

"Mmm... Uhhmp~"

.

.

.

.

.

.

TeBeCe

.

.

Chaaaaa AWS Chap 6 Hadiiir

*Yang perkosa Ming tetep Kyu kok chinguu...^^

*Near Dark sudah tamat kan hihi

*Klo Silent Reader...updatenya g cepet ntar ^^

*Waktu buat Chap ini, author keinget sama anime YAOI Okane Ga Nai...ada bbrpa adegan remake an dr anime itu, jadi yg prnh pada liat bayangin Ming nya kaya Ayase ya hihihihi

Dan untuk:

Cho Na Na, gyumine , Michelle BunnyKyu, RithaGaemGyu137, Ria , WineMing, pumpkinsparkyumin, gorjazsimba, Mingriew-chan , yesungmin, Minge-ni , mita sarang-MIN, UnyKMHH, epildedo, Nha KyuMin, cho hyo woon , HyunMinCho137, shippo chan 7 , Princess Kyumin215 , bunnyblack FLK 136 , kyuminsaranghae , KYUMINTS, Cho MinHyun, nonifitriJOY , GaemGyu137, Kang Dong Jae , WineShipper , Chlie hanariunnse , thiafumings, ChoKyunnie, Mayu ChoLee ,wyda joyer, 137 , Y ,ken rhiyukikaka, dessykyumin, Lilin Sarang Kyumin, sitapumpkinelf , bebek, Cho Min Hwa, dJOYers, Ristinok137, Phia89, nova137, anita ariestamaru, Zen Liu , sebastianone, Chella-KMS , Shywona489 , sha Glows Kyumin Angel, sissy, nakanishi, kim alice , TsubakiMing, sider imnida, Alefiction , lee sunri hyun , dhian930715ELF , Bunbunchan, hwangpark106, ButtCouple137,Ia and JOYer, dirakyu, Myst-girl, kyumin pu, AreynaSyndrome, vey900128, AngeLeeteuk, kyumin joyer, winecouple, ShinJiWoo920202, teukiangle, stalkyumin , hyejeong342, kyuminlovelys, JOYmin137 , AyuClouds69 , minnie kyumin, shineeetha, fuji , kimpichi adjah, DeaMINGYU, liu13769 , myangelKYUMIN , farla 23 , kyuminjoy , younchanzai dvjewelselfsuju, ChanMoody , deviyanti137, Park Heeni, hijkLEETEUK, Reva KyuMinElf II , Rilianda Abelira , NaizhuAmakusa , reaRelf , fonami-kyuminelf , keyla malik, Gyumina, imAlfera, JoyELF, Kitukie , Cywelf, , abilhikmah , ckhislsm137, lemonade, fariny, Zora Fujoshi, ayyu annisa 1 , dan para Guest

Gomawoooo sudah mereview di chap 5 kemarin

Annyeooong

Saranghaaaaeeeeee