Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
Previous Chapter
Kyuhyun tertawa kecil melihat Sungmin mempoutkan bibir dan makin menyusupkan kepala ke dadanya, ia tau namja mungil itu tengah kedinginan. Kyuhyun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya, dan memeluk Sungmin dengan perlindungan penuh.
"Saranghae Lee Sungmin."
"Mmm..."
.
.
.
Chapter 7
A Winter Story
.
.
.
"Uhnn~." Sungmin sedikit beringsut ke samping, dan memeluk erat gumpalan putih di hadapannya demi menawar suhu beku yang menyusup. Sesekali namja cantik itu terkikik kecil kemudian mengulas senyum manis kala mimpi dalam tidurnya masih membuai sadarnya.
Sementara sosok menawan yang sedari tadi menatapnya hanya diam mengulum senyum, ia tau...kegiatan panjang semalam, membuat Sungmin begitu kepayahan,dan tentu mustahil untuk bangun lebih awal. Kyuhyun beralih menyilangkan kaki...menyamankan posisinya demi memandang lebih lekat namja cantiknya. Rasa senang itu terlalu berlebih memenuhi relung hatinya, kala menatap apa yang menjadi miliknya kini...Oh demi apapun, Kyuhyun bukanlah sosok yang hangat... ia begitu ambisius, dan otoriter...apapun yang berada di bawaah kuasanya tentu dapat dengan mudah diremukkannya, dan tak ada satupun yang mampu menyentuh keagungannya. Tapi dengan Sungmin...seolah segala sikap arogan itu lebur menjadi serpihan tak berarti, Sungguh...Sungmin benar-benar membuatnya jatuh mencinta dalam waktu singkat.
"Mmh." Tiba-tiba saja kedua alis Sungmin bertaut dengan bibir terpout lucu, namja cantik itu memang mendapat kehangatan...tapi bukan rasa hangat ini yang diinginkannya. Melainkan...rasa berbeda yang kerap membelenggunya saat ia terlelap, tangan kanannya tergerak untuk meraba-raba sosok yang ia cari...namun nihil, tak ada apapun di sisinya...tak ada Kyuhyun! Tapi hanya gumpalan selimut dan boneka bunnynya. Sungmin membelalak...jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, dan ia takut Kyuhyun meninggalkannya.
Namja mungil itu, beranjak cepat untuk terbangun demi memanggil sosok Kyuhyun.
"Kyu~umphft— Chup
Sebuah kecupan lembut, mendarat cepat di bibir cherrynya begitu Sungmin memalingkan wajah ke samping, Ya Tuhan...Sungmin benar-benar tak menyadari Kyuhyun rupannya telah berada di sampingnya sedari tadi.
"Pagi." Bisik Kyuhyun seraya menjauhkan bibirnya dari paras baby face itu.
Sungmin menunduk tersipu, berusaha menyembunyikan rona merah di wajahnya. kejutan pagi ini benar-benar membuat seluruh darahnya berdesir cepat, dan ia menyukainya.
Kyuhyun hanya terkekeh pelan melihat namja mungil itu berulang kali meremas selimutnya, ia beregerak peralahan menduduki tepian ranjang dan menyentuh dagu Sungmin untuk menatapnya. "Wae?." Ucapnya kemudian.
Sungmin meneguk ludah payah,berulang kali namja cantik itu mengerjapkan mata demi meredakan debar dalam dadanya. Tatapan teduh dan senyuman hangat itu benar-benar membuatnya bernafas kacau, dan tiba-tiba saja Sungmin menutup cepat wajah dengan kelima jarinya kala kembali mengingat kegiatan malam keduanya.
Namja tampan itu mengernyit heran melihat Sungmin makin bertingkah aneh di depannya, mungkinkah Sungmin takut? Tapi apa yang telah dilakukannya? sejauh ini Kyuhyun bersikap penuh hati-hati bukan.
"Apa yang sedang kau pikirkan eum?." Ujar Kyuhyun seraya menjauhkan tangan Sungmin dari wajahnya dan menggenggamnya perlahan. Ia kembali mengulas senyum hangat begitu namja cantik itu tampak gelisah memandangnya.
"K-kyu..."
"Hn?" Kyuhyun sedikit mendekatkan wajahnya demi mendengarkan lebih jelas gumaman namja mungil itu...namun Sungmin lagi-lagi menundukkan wajahnya. Membuat Kyuhyun terkekeh pelan,ia sepenuhnya menyadari Sungmin belum terbiasa akan sikapnya saat ini.
Kyuhyun tiba-tiba saja, memerangkap tubuh mungil itu hingga kembali berbaring, tak ayal Sungmin makin gugup di buatnya, dan bergerak panik meremas cover bed di bawaahnya
"Nnh~." Sungmin memejamkam mata erat begitu Kyuhyun mengangkat tengkuknya, meski tak sepenuhnya meyakini tapi ia tau Kyuhyun akan mencium bibirnya setelah ini, terlebih nafas hangat Kyuhyun makin kentara menerpa wajahnya.
"Saranghae." 'Chup'
Sungmin mengerjap tertegun, bukan ciuman di bibir melainkan keningnya.., tapi setelahnya ia tersenyum manis dan melingkarkan kedua lengan putihnya di leher Kyuhyun.
"Nado Kyuu~." Pekiknya manja.
"Tetaplah seperti ini."
"N-ne?." Sungmin sedikit memirngkan kepala saat mendengar ucapan Kyuhyun, tak mengerti akan maksud namja tampan itu.
Tanpa melepas rangkulan tangan Sungmin di lehernya, Kyuhyun menggigigit gemas puncak hidung Sungmin, dan terkekeh geli mendengar namja cantik itu memekik kecil.
"Jangan meragukanku, dan tak perlu bersikap sungkan di hadapanku lagi...aku lebih menyukai dirimu yang seperti ini Ming."
Namja cantik itu hanya diam dan lebih memilih menikmati pelukan hangat Kyuhyun, terlebih panggilan baru untuknya benar-benar terdengar manis. Tapi sedetik kemudian ia memekik terkejut, begitu tubuhnya terangkat dari ranjang dengan tiba-tiba.
"Ah.."
"Ingin mandi bersama?." Bisik Kyuhyun seduktif, seraya melepas satu persatu kancing kemeja hitamnya. Memperlihatkan tubuh berabs samar itu.
"K—kyuhyun." Sungmin membulatkan mata lebar melihatnya, tak dipungkiri Sungmin mati-matian menahan nafas begitu menyadari Kyuhyun telah naked di atasnya. Namja cantik itu bergerak resah ingin melepaskan diri dari rengkuhan lengan kokoh tersebut...namun rasanya percuma, Kyuhyun telah lebih dulu melepas lilitan selimutnya, membuat tubuh putih penuh hickey itu terekspose sempurna.
"Yeppeoh." Bisik Kyuhyun seduktif, sembari mengangkat Sungmin dalam sekali gerakan, sungguh seringaian dan tatapan tajam itu terlalu pelak membuat Sungmin melemas. Tak ada satu patah katapun yang terucap, Sungmin hanya menundukkan wajah dan menggigit kuat bibir bawaahnya kala Kyuhyun membawaa dirinyanya ke dalam ruangan lembab itu. Suhu tubuhnya kian memanas berbaur cepat dengan uap bathup di sekitarnya,
Namja cantik itu tak berdaya untuk sekedar mengangkat wajah, karena ia tau...Kyuhyun kini tengah memandanginya.
"J—jangan memandangku seperti itu." Lirih Sungmin seraya mebekap wajah dengan telapak tangannya. Sungmin benar-benar tak tau harus bersikap seperti apa, di hadapan namja yang tengah menggendongnya bridal saat ini.
Kyuhyun hanya terkekeh pelan menanggapinya, ia mencium puncak kepala Sungmin sesaat, kemudian membawaa tubuh keduanya memasuki bath up besar berisi air hangat di hadapannya.
"Akh!." Pekik Sungmin tiba-tiba, begitu air hangat bath up tersebut menyentuh rektumnya...meski kegiatan bercinta semalam bukan yang pertama, tapi tetap saja menyisakan perih untuk namja cantik itu.
"Gwaenchana?." Ucap Kyuhyun cemas ia begitu hati-hati memposisikan tubuh Sungmin agar bersandar di dadanya, sesekali ia memberi kecupan-kecupan ringan di bahu Sungmin berusaha sedikit membuat namja cantik itu rileks dan terbiasa dengan air hangat tersebut.
,
"Mmh...Kyu, kau tak ke kantor hari ini? Ahn~" Sungmin memiringkan kepala dengan mata terpejam, begitu Kyuhyun beralih menjilati garis lehernya.
"Ani, hari ini aku ingin menghabiskan waktu hanya denganmu." Jawab Kyuhyun di sela-sela jilatannya. Desahan Sungmin membuat sesuatu dalam darahnya berdesir hebat, terlebih rasa manis yang tercecap dari tubuh molek itu...telah menyulut hasratnya untuk berbuat lebih.
Kyuhyun merengkuh cepat perut Sungmin, membuat namja mungil itu memekik terkejut begitu merasakan benda keras milik Kyuhyun menekan buttnya.
"K—kyuu"
"Aku menginginkannya Ming."
Kedua manik foxy itu kembali membuka lebar, tubuhnya masih begitu letih tentu ia tak kan mampu mengimbangi nafsu Kyuhyun. Sungmin memaksa memutar tubuh, berniat mengutarakan penolakannya...namun seketika itu pula tubuhnya kembali melemas, melihat tatapan sayu di hadapannya, sungguh...tak ada yang lebih membuatnya jatuh terperangkap selain tatapan dua obsiddian itu.
"Aku menginginkanmu Lee Sungmin." Ucap Kyuhyun lagi, begitu menyadari namja cantiknya hanya diam memandanginya. Ia menangkup pipi chubby Sungmin dan mengelusnya dengan perlahan.
Sungmin mengerjap polos, rasanya terlalu berdusta jika menolak permintaan tersebut, Sungmin tau pasti...Kyuhyun memang begitu lembut saat menyentuhnya, ia tersenyum manis kemudian tersenyum manis menyetujuinnya...ia mengalungkan cepat kedua lengannya di leher jenjang itu. Dan detik itu pula Kyuhyun memagut bibirnya dengan lembut.
.
.
"Aangh~." Languh Sungmin begitu Kyuhyun menyusupkan lidah dan membelai langit-langit mulutnya, jemarinya meremas-remas surai ikal namja tampan itu...mencoba manyampaikan bahwa ia benar-benar menikmati cumbuan basah itu.
Sebelah tangan Kyuhyun tampak tergerak untuk membelai genital mungil Sungmin di dalam air, sedikit memijatnya dan meremasnya intens...membuat desahan Sungmin makin mengalun sensual di sela-sela ciumannya.
"Ahmmph...K-kyuffthh...Aah!."
Sungmin melonjak terkejut dan memeluk erat Kyuhyun, begitu dua jari panjang itu melesak cepat ke dalam rektumnya. Satu sentakan kuat, Sungmin mendongakkan kepala... ujung jari itu benar-benar menekan prostatnya tanpa jeda.
"Ahh~...akh! K-kyunniehh." Pekik Sungmin, kakinya semakin kuat memeluk pinggang Kyuhyun saat kedua jari itu makin bergerak cepat keluar masuk, membuat air bath up turut menyusup masuk ke dalam rektumnya. Terlebih kecupan-kecupan basah di seluruh wajahnya, kian membuat lengkingannya menggema memenuhi ruangan lembab itu.
.
.
.
.
"Akhh! Aack...le—bih! Aaa Kyuuu!." Sungmin merengek kecewa, begitu Kyuhyun menghentikan gerakan jarinya, ia menatap namja tampan itu dengan bibir mengerucut kesal.
Alih-alih melanjutkan sentakannya, Kyuhyun lebih memilih mengeluarkan dua jarinya dan melumat bibir kissable itu dengan perlahan.
"Aku tak akan membiarkanmu klimaks hanya dengan jariku saja Chaggi."
Blush
Semburat merah seketika mewarnai paras baby face itu, apa ia tak salah dengar? Benarkah Kyuhyun benar-benar memanggilnya demikian?. Tak henti-hentinya dua bola mata itu mengerjap imut, hingga sebuah senyuman menawan menyadarkannya dan membuatnya jatuh terlena.
"Kau selalu membuatku seperti ini." Lirih Sungmin seraya menundukkan wajah.
"Membuat apa?."
Sungmin mempoutkan bibir, tapi setelahnya ia menggenggam tangan Kyuhyun dan membawaanya untuk menyentuh dada kirinya. Detik itu pula Kyuhyun terkekeh pelan menangkap maksud namja cantiknya.
"Dan aku akan membuatmu berdebar lebih dari ini Ming." Bisik Kyuhyun seduktif seraya memutar tubuh Sungmin agar membelakanginya.
.
.
"Uhmmp." Sungmin menahan nafas begitu Namja tampan itu menggesekan kejantanan besar itu di bibir rektumnya. Sesuatu dalam darahnya makin berdesir cepat, ia tau...tak lama lagi Kyuhyun akan memenuhi dirinya.
"A—arghht...pe—lan." Rintih Sungmin sembari berpegang kuat pada tepian bath up, penetrasi itu makin menguak rasa nyeri di rektumnya. Belum genap 7 jam, ia memulihkan kondisinya, tapi kini Kyuhyun kembali merasuki tubuhnya.
"AAHHH!." Desah Sungmin keras, kala genital besar itu telah melesak sempurna ke dalam tubuhnya, hingga memukul daging kecil jauh di dalam sana.
Kyuhyun menyeringai puas melihatnya, kemudian menjilat garis punggung Sungmin...memberi jeda bagi namja cantiknya untuk membiasakan diri dengan kehadirannya. Ia mendesisi pelan, begitu merasakan panas tubuh Sungmin mengalir cepat dari tautan tubuh keduanya...terlebih air yang telah mendingin membuat rektum Sungmin semakin kuat menjepit miliknya.
Kyuhyun merengkuh perut Sungmin, membuat punggung namja mungil itu berhimpitan erat dengan dadanya. Peralahan namun pasti ia mulai menggerakkan pinggulnya keluar masuk...membuat desahan lembut makin mengalun sensual dari bibir Cherry itu.
"Ahh! Aah! K-kyuu...nnaahh~ Aackk!." Sungmin meraba-raba lengan kokoh yang memeluknya dan meremasnya erat, sungguh...sentakan penis Kyuhyun yang berbaur dengan air bath up itu semakin membuatnya menggila. Rasa nikmat yang mendera terlalu berlebih, dan ia benar-benar melunglai jika saja Kyuhyun tak menahan tubuhnya.
"Tu-buhmu nik—math sshh." Desis Kyuhyun masih terus menghentakkan penisnya keluar masuk, ia benar- benar merasa Sungmin memenuhi pikirannya. Hingga nyaris tidak bisa baginya, bernafas sedetik saja tanpa menyentuh namja cantiknya. Kyuhyun menjilat dan menghisap kuat perpotongan leher Sungmin, membuat namja cantik itu makin menjerit payah di tengah hujaman kekasihnya.
.
.
"Aahhh! Akk~..mmaahhh! aahh! Aku~." Sungmin makin menggelengkan kepala tak mampu, ia ingin berbaring...di setubuhi dengan posisi setengah duduk seperti ini benar-benar membuat pinggulnya terasa ngilu. Berulang kali Sungmin berusaha berbicara, namun hentakan benda besar itu terlampau hebat menmbuatnya takluk dan tak mampu mengucapkan apapun. Hingga ia pasrah mengejang di bawaah kuasa Kyuhyun.
Seolah memahami namja cantik itu, Kyuhyun beralih cepat memposisikan Sungmin agar bersandar pada kepala bath up tanpa melepas tautan tubuh keduanya, ia mencium kening Sungmin lama dan berakhir dengan memagut lebih dalam bibir shape M itu.
"Aahnn~." Lenguh Sungmin seraya membuka bibirnya, membarkan lidah basah itu bergerak leluasa menjamah isi mulutnya.
"Kau menikmatinya?." Ujar Kyuhyun begitu melepas ciumannya, menyisakan tautan saliva yang menghubungkan bibir keduanya.
"Hhh...hhh...j—jangan berhenti." Sengal Sungmin dengan mata terpejam erat.
Bibir merah itu mengulas seringai tajam, ia menarik kedua kaki Sungmin dan menumpukannya di setiap sisi bath up tersebut. Kyuhyun kembali memagut bibir Sungmin dengan menggerakkan pinggulnya keluar masuk, menciptakan erangan dan kecipak erotis dari tautan tubuh keduanya.
.
.
.
.
.
"Ack~mmmh...Mmmh...Mmh! KYUHYUN!." Sungmin melepas pagutan tersebut dan menengadah hebat, begitu sari miliknya menyembur... berbaur cepat dengan air bath up itu. Tangan lentiknya tampak menggapai-gapai ke atas, meminta Kyuhyun menghentikan hentakannya. Namun namja tampan itu hanya meraih tangannya dan menciumnya lama tanpa mengakhiri hujamannya, membuat tubuh mungil itu terlonjak kasar di dalam air.
"Ham—pir, sshhhh."
"Nnn~ akkhh." Namja cantik itu kembali merintih lemah, merasakan perutnya terasa dipenuhi semen panas milik Kyuhyun. tangannya jatuh melunglai di sisi bath up...Sungmin tak lagi berdaya untuk melihat wajah tampan di atasnya.
Masih dengan terengah, Kyuhyun menatap teduh sosok mungil itu dan menariknya ke dalam pelukannya, berulang kali ia mengecup pelan puncak kepala Sungmin, mencoba menyaluran segenap perasaannya untuk pemuda manis itu.
"Mianhae." Bisik Kyuhyun.
Sungmin hanya menganggukkan kepala lemah dan makin melesakkan kepalanya ke dada bidang Kyuhyun, rasanya teralalu letih untuk membuka suara...walau demikian, ia begitu bersyukur namja tampan itu memeluk dan membalas perasaannya seperti ini.
Senyuman menawannya kembali terulas, Kyuhyun mengatur suhu batuh up itu tanpa melepas dekapannya pada tubuh Sungmin, membiarkan buih hangat itu mengalir dan merendam lebih lekat tubuh keduanya.
"Ming" Panggil Kyuhyun setelahnya.
"Mm?." Namja cantik itu hanya menggumam lirih, masih dengan kedua mata terpejem erat. Meski letih, namun aliran hangat yang membungkus tubuhnya benar-benar terasa nyaman terlebih pelukan Kyuhyun makin membuatnya terbuai untuk segera lelap.
"Kau tak membenciku?."
Sungmin membuka mata perlahan, dan mengerjap berkali-kali...berusaha meresapi maksud namja chingunya tersebut. Tapi setelahnya ia tersenyum tipis dan kembali memejamkan matanya.
"Aniya...kau hangat seperti Appa...Cho Sajangnim." Ucap Sungmin letih, sambil mengeratkan pelukannya di tubuh kokoh Kyuhyun.
Kyuhyun terkekeh pelan mendengarnya seraya ia mengelus perlahan kepala yang bersandar di dadanya itu. "Jadi kau hanya menganggapku seperti Appamu?."
Sungmin mengangkat malas kepalanya. "Aniyaa bukan seperti itu!." Gerutunya masih dengan mata terpejam.
'chup' "Lalu?." Tanya Kyuhyun lagi begitu mengecup cepat bibir terpout di hadapannya. sesungguhnya ia tau, tanpa diungkapkan dengan kata pun dirinya telah bertahta di dalam hati namja cantik itu.
"Aku mencintaimu Kyu." Lihat, persis seperti apa yang terlintas dalam benaknya...Sungmin sudah pasti akan mengucapkan kalimat manis itu. Meski demikian, rasa sesal itu masih sepenuhnya merong-rong hati kecilnya...Kyuhyun masih begitu merasa tak pantas menyentuh Sungmin, jika mengingat apa yang telah dilakukannya tempo lalu.
"Kau harus mengetahuinya...aku benar-benar menyesal—
Kyuhyun terhenyak dengan mata membulat bebar, begitu namja cantik itu melumat cepat bibirmya...tak memberinya kesempatan untuk melanjutkan ucapannya.
"Aku hanya menginginkan dirimu, bukan penyesalan itu. apa kau tak mendengarnya? Aku mencintaimu Cho Sajangnim." Tekan Sungmin.
Kyuhyun tersenyum tipis melihat kesungguhan terpancar dari manik rubah itu, terlebih sikap Sungmin membuat rasa bahagianya kian sempurna...tidakkah namja cantik itu tak lagi menunjukkan rasa sungkan di hadapannya. Ia kembali memeluk Sungmin dan memebelai pelan punggung sempitnya.
"Jangan membuatku tertawa dengan ucapanmu."
"Mwo?! kau tak mempercayaiku?." Nada bicara Sungmin makin meninggi, ia berusaha bangkit hendak menatap Kyuhyun. Namun namja tampan itu kembali menariknya jatuh kedalam pelukan hangat itu dan tertawa lepas.
"Kyuu! Kumohon percayalah padaku." Rengek Sungmin, sungguh demi apapun itu ia tak menginginkan Kyuhyun meragukan kesungguhannya.
Kyuhyun hanya terkekeh pelan melihat kepolosan itu, ia berdehem sesaat dan mengangguk pelan. Membuat Sungmin tersenyum manis dalam dekapannya.
'Aku beruntung memilikimu Lee Sungmin' Ungkapnya dalam hati.
.
.
.
Sungmin begitu antusias memainkan busa tebal di sekitar tubuhnya...sesekali ia meniup gumpalan buih itu hingga sebagian melayang dan hinggap di kepala Kyuhyun, membuatnya tertawa lepas.
Sementara namja tampan yang masih mengusap tubuh mungil itu, hanya menghela nafas dengan senyum terkembang. Ia tak pernah melihat Sungmin kekanakan seperti ini sebelumnya.'Menggemaskan sekali' batinnya.
.
.
"Setelah ini ikutlah denganku." Ujar Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sungmin menoleh dan menatap polos padanya.
"Eoddi—
"Kau akan melihatnya setelah ini." HUPP
Kyuhyun mengangkat cepat, tubuh mungil itu keluar dari bath up tersebut, dan melangkah pasti menuju kamar keduanya, sesekali ia mencuri ciuman dari bibir Sungmin, mendatangkan pekikan dan gerutu kesal dari namja cantik itu, tapi Kyuhyun tetap saja melakukannya...terlalu menyenangkan menggoda kekasihnya seperti ini.
'Chuup'
"Yya! Kyunnie..ah! mmpfth."
.
.
.
.
Sementara itu di tempat lain
'KLANK'
Lagi, namja garang itu melempar asal benda di tangannya... menciptakan suara gaduh di tengah jalanan Namsan itu, dan ini merupakan kaleng ke limanya, dari kopi yang diteguknya. lalu lalang warga sipil dan taburan kelopak sakura di sekelilingya nampaknya tak sekalipun menyurutkan wajah tertekuk itu.
Yong Guk menghela nafas berat, dan menatap malas kesekitar...seharusnya ia bertugas hari ini, namun hati kecil yang kian mengeruh memaksanya menyendiri...dan termenung di sebuah tempat penuh dengan taburan bunga itu. Terlebih melihat beberapa pasangan saling memadu kasih, membuat dunianya semakin suram.
"Jika saja aku bisa mengajakmu ke sini, menggenggam tanganmu, memelukmu dan mencium ah~." Yong Guk mengacak frustasi surai brunettenya, berapa kali dalam sehari ini ia mengkhayal akan sosok manis itu... Lee Sungmin. Tapi semua angan itu kandas hanya dengan sekejap mata, begitu mengingat Kyuhyun. Putra dari teman baik sosok yang di hormatinya selama ini.
"Apa kalian sudah dijodohkan?!" Gerutu Yong Guk tiba-tiba, sejak kemarin ia selalu menduga kemungkinan terburuk itu baginya. Bisa gila jika itu memang benar adanya...demi apapun itu,sudah bertahun-tahun dirinya menunggu Sungmin. Tapi bagaimana mungkin namja asing mencuri kesempatannya.
"Aisshhh Michi—
"Ahjusshiii~."
Kedua mata elangnya membulat lebar. ia tidak sedang bermimpi mendengar suara itu bukan?
"Haha mustahil anak itu mengikutiku hingga ke tempat ini."
"Ahjuussiiii~."
Lagi, suara itu kembali mengejutkannya. Ia mengedarkan pandangan ke sekitar berusaha mencari kepastian. Dan benar saja tak jauh dari tempatnya berpijak, tepat di sebuah pohon gingko ...tangan mungil sosok ulzzang itu melambai-lambai padanya. Sontak Yong Guk terperanjat dan melompat turun dari bump mobilnya.
"O...aigoyaa, apa anak itu hantu? Aisshh."
"AAHJUSHIIIII!." Teriak Himchan tiba-tiba. Membuat polisi garang itu membelalak terkejut.
"W-WAEEE?!."
Himchan makin mengacak rambut kesal, dan tak lama berselang tangisan namja ulzzang itu pecah. "Aku berulangkali memanggilmu!Tapi kau tak mendekat! Apa kau sedang mengabaikanku!." Jerit himchan dari balik pohon.
"YACK! Kau memiliki dua kaki bukan? Apa susahnya berjalan ke sini?!."
"HIKSS!." Isak Himchan lebih keras, memaksa namja garang itu berjalan gusar ke arahnya.
.
.
"Wae! Wae! Wa—
Ucapannya tertelan begitu saja, Yong guk begitu tercekat melihat kondisi Himchan saat ini, tampak darah merembas dari lutut sebelah kirinya. Ia makin duduk mendekat dan mengamati luka tersebut, namun detik itu pula Himchan makin keras menangis dan mengangkat kedua tangannya meminta pelukan Yong Guk.
"Sssh...ulljmayoo, katakan padaku apa yang terjadi." Nada bicara Yong Guk tak lagi meninggi, ia begitu lembut mengusap punggung namja kecil dalam pelukannya.
"A—aku terjatuh sa—at di ja—lan itu, Appo Ahjuss—hiks."Ucap Himchan tersendat-sendat karena menangis
"Apa kau mengikutiku?" Tanya Yong Guk begitu melihat sebuah sepeda di sisi Himchan, kondisi benda itu tak jauh berberda dengan pemiliknya, ban bagian depannya tampak ringsek total...dan ia yakin Bocah manis itu baru saja terbanting dengan sepeda itu.
Himchan hanya mengangguk pelan dan makin menyusupkan kepalanya di dada kekar Yong Guk.
"Geurrae, sebaiknya kita ke rumah sakit saja."
"Anniyo! Aku benci rumah sakit!." Himchan berseru keras, berulang kali ia mengibaskan tangan tak suka...memang benar adanya namja ulzzang itu benci tempat itu dan segala isinya.
"Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan kakimu, menurutlah padaku."
"Aniyooo! Ahjuss—
"Himchannie!."
Himchan mengerjap polos mendengar namja garang itu memanggilnya demikian, itu sangatlah manis baginya,...ia merangkul cepat tengkuk Yong Guk dan mengecup bibir tebal itu dengan tiba-tiba.
"Mpfthh~ AH!." Yong Guk membulatkan mata lebar, dan jatuh terjengkang begitu ciuman lembut itu terlepas...berulang kali ia menyentuh bibirnya yang sedikit basah, terlalu shock mendapat serangan tak terduga dari namja manis itu.
"Ahjushiii...aku menyukaimu."
"MWO?." Belum usai jantungnya berpacu liar akibat ciuman itu, Yong Guk kembali dibuat terperanghah dengan pengakuan Himchan, rasanya sebentar lagi dirinya akan mati mendadak karena serangan jantung. Entahlah...Namja Ulzzang itu seperti membuat dadanya berdebar 5 kali lebih cepat. Itu tidak normal!
"Aisshh...jangan bercanda! Kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Yong Guk sembari memeposisikan tubuh Himchan di punggungnya, dalam sekali gerakan ia mengangkat Namja ulzzang itu dan melangkah menuju mobilnya,sementara tangan kanannya tampak membawaa sepeda Himchan.
.
.
.
"Kau tau? itu ciuman pertamaku." Gumam Himchan begitu Yong Guk mendudukkannya dengan hati-hati di jok mobilnya.
Yong Guk menatap Himchan sesaat dan tersenyum tipis. 'itu ciuman keduamu bocah tengik' Batinnya. Senyumnya kembali terkembang kala mengingat kejadian beberapa minggu lalu, saat ia memberi nafas buatan untuk namja kecil itu.
"Ahjusshi...kau diam saja?."
"Ahs...Shikkeuroo!." Gertak Yong Guk saat memasang seat belt Himchan.
Alih-alih menurut, namja Ulzzang itu malah berbalik menghadap jendela dan menangis tergugu di sana.
"HIKS...kau memarahiku...a—aku sa—lah ap—haa?."
"Y-yyaa...jangan cengeng seperti ini, Ssshh mianhae...mianhae, ulljimaa." Yong Guk meraih tubuh kurus itu dan menyandarkannya di dadanya, masih dengan mata terfokus pada jalanan...ia mengecup puncak kepala Himchan berulang-ulang.
"Berhentilah menangis ku mohon, Himchannie."
"Panggil aku seperti itu!." Ketus Himchan dengan bibir terpout, ia meremas kuat-kuat jaket Yong Guk dan terkadang mengusapkan wajahnya di kain tebal itu demi menyeka mucus dan air mata yang mengalir.
"Himchannie?."
"Uhm!."
"Geurraesseo...Himchannie."
"Lagi."
"Himchannie...Himchannie."
Hanya terdengar tawa riang Himchan, di sepanjang perjalanannya ke rumah sakit. Dan berkali-kali pula namja ulzzang itu merengek manja pada sosok yang memeluknya dari samping.
.
.
"Panggil aku Chaggiyaaa~."
"Mwo? Shirreoyo!."
"HIKSSS!."
"Yya...Yya..Yya!."
.
.
.
#######
"Apa kau siap?." Kyuhyun menggenggam jemari lentik itu, begitu melihat Sungmin telah menuruni anak tangganya. Senyum menawannya semakin terkembang, melihat penampilan Sungmin saat ini...sungguh poni yang terikat ke atas seperti buah apel itu benar-benar menggemaskan di matanya.
Ia mendorong cepat namja mungil itu, menghimpitnya di dinding tanpa memberinya kesempatan untuk meronta.
"Ugh...K-kyuumpfthh~."
Sungmin kembali tersentak mendapat pagutan basah itu, tak terhitung berapa kali Kyuhyun membuatnya membelalak lebar di pagi ini...karena cumbuan basahnya.
"Mhhmm~...Kyumhh." Tubuh mungil itu semakin menggigil dan melemas kala lidah Kyuhyun melesak membelai langit-langit mulutnya dengan liar. Nyaris ia merosot jatuh, jika saja Kyuhyun tak memeluk pinggangnya dengan erat.
'Chup'
"Sangat manis." Bisik Kyuhyun setelah menghisap bibir atas Sungmin sebagai puncak cumbuannya, ia menyeka lembut lelehan saliva di sudut bibir cherry itu dengan ibu jarinya. Dan memandang sayu begitu nafas hangat Sungmin menerpa wajahnya.
Sungmin tak berucap apapun, ia terlalu terengah mengimbangi ciuman basah Kyuhyun...namja tampan itu memang begitu lihai membuatnya lemas seperti ini. Ia memejamkan mata erat dan bersandar di dada Kyuhyun, pasrah namja Cho itu membimbingnya keluar dan memasuki sebuah Mercy hitam.
.
.
.
.
"Minnie...Hiks." Lagi air mata itu mengalir semakin deras, kala mengingat wajah manis putranya, kerinduannya tak bisa dibendungnya lagi...sebagai seorang wanita, perasaannya begitu tercabik dipisahkan secara paksa dengan Sungmin dan melihat buah hatinya itu diperbudak orang lain. Tidak! Leetuk tidak akan sanggup melihatnya, dan ia lebih memilih mati detik ini...jika usahanya mencari Putranya berbuah percuma. Melarikan diri dari Jungmo dan meninggalkan Taemin bersama pria itu, mungkin bukan pilihan yang tepat. Jungmo tentu akan menghajarnya habis-habisan jika mengetahui dirinya pergi hanya untuk menemui Putra Bungsunya. Tapi naluri ibunya memaksanya untuk berontak, ia harus membawaa Sungmin pergi bersamanya...entah kemanapun itu.
"Eomma tak pernah meninggalkanmu Chaggi, mianhae." Isaknya lagi seraya meremas kuat-kuat ujung blazernya. Terlalu sakit jika membayangkan Putranya memanggil-manggil namanya dan ia tak datang untuk memeluknya, Leetuk sepenuhnya memahami Sungmin...namja mungil itu tak pernah bisa terpisah jauh dengannya, Sungmin sangatlah bergantung pada ibunya.
"Agashi...kita sudah sampai."
Leetuk menyeka cepat air matanya, begitu sopir taxi itu menyadarkan dirinya...benar ia telah sampai di tempat yeng menjadi tujuannya. Namun tiba-tiba saja mata indahnya menyipit kala melihat buah hatinya bersama seorang pemuda keluar dari kediaman mewah itu, dan memasuki sebuah mobil hitam.
"Ah! ikuti mobil itu...ppali...ppali."
"Y-ye...arraseumnida."
.
.
.
####
"Yeppeonna." Kyuhyun makin merengkuh pinggang Sungmin mendekat, dan berulang kali mencium puncak kepala namja cantik itu. Sementara Sungmin hanya tersenyum manja menanggapinya, ia memeluk lengan kokoh Kyuhyun dan berjalan riang mengikuti langkah namja tampan itu, sesekali ia mengerjap takjub begitu melihat berbagai pernak-pernik dan gadget mewah di sekitarnya, tapi ia pun menyimpan tanda tanya besar dalam hatinya. Apa yang menjadi alasan Kyuhyun mengajaknya ke tempat seperti ini.
"Kyu...untuk apa kita—
"Tentu saja membeli ponsel baru untukmu Ming." Sergah Kyuhyun cepat, membuat namja cantik itu membulatkan mata dan menghentikan langkahnya.
"Tapi aku tak membutuhkan ponsel Kyuu~, tak perlu membelinya."
Kyuhyun tersenyum hangat melihat namja mungilnya berujar lembut padanya, dan ia pun tau Sungmin bukanlah sosok yang terbutakan dengan materi.
"Tapi aku membutuhkannya...aku akan merindukan Lee Sungmin saat jauh darinya, apa kau tega membuatku tersiksa di kantor?."
Sungmin menunduk tersipu, ucapan Kyuhyun terlalu berlebih membuat hatinya bermekaran...ia kembali memeluk lengan Kyuhyun dan menggeleng pelan. "Anniya...aku tak ingin kau seperti itu."
Kyuhyun begitu gemas melihat raut baby face itu, ia kembali menangkup pipi Sungmin dan memberi kecupan sayang di puncak hidungnya, tak peduli pada lalu lalang beberapa pasang mata di sekelilingnya.
.
.
.
"Pilihlah yang kau sukai, Ming." Ujar Kyuhyun lembut seraya mengusap pelan lengan Sungmin yang direngkuhnya. Sementara karyawan cantik di hadapannya tampak tersenyum ramah melihat Sungmin yang begitu menggemaskan mengetuk-ngetukkan telunjuk di bibirnya.
"Tak perlu sungkan." Ujar Kyuhyun lagi, membuat Sungmin menatapnya malu-mau. Tak jarang ia meremas kemeja Kyuhyun dan meneyembunyikan wajahnya di balik lengan kokoh namja tampan itu.
"Jangan membuatku menciummu di tempat seperti ini...Chaggi." Kyuhyun berbisik menggoda, dan terkekeh pelan begitu melihat Sungmin menatapnya tajam.
"Kyu!."
"Sepertinya anda lebih cocok dengan yang satu ini nona." Ujar karyawan itu sembari meraih sebuah ponsel pink untuk Sungmin.
Sungmin membelalakkan mata lebar. Ia menatap Kyuhyun dan Yeojja itu bergantian. "N-nona?" Ulang Sungmin ragu-ragu.
Yeojja itu kembali tersenyum dan mengangguk ramah. Sementara Kyuhyun terlihat membekap bibir menahan tawanya.
"Tapi aku—
"Ah! kau benar...aku akan membelinya untuk nona cantik ini." Tukas Kyuhyun tiba-tiba, membuat tatapan manik foxy itu kembali menghunus tajam padanya
Karyawan itu tertawa kecil. "Apa kalian baru saja menikah?."
Kyuhyun sempat mengernyit mendengarnya, tapi setelahnya ia tersenyum dan mengangguk meng'iya'kan.
"Saya sudah menduganya, istri anda sangat cantik Tuan." Ujar Karyawan itu lagi, ia begitu antusias berbincang dengan pasangan muda itu. Dan ditanggapi tawa renyah oleh pemuda tinggi di hadapannya.
Sungmin menggelangkan kepala cepat, bermaksud mengelak semua dugaan tersebut, tapi percuma Yeojja itu hanya tersenyum seperti orang bodoh. Ingin menyela...tapi Kyuhyun selalu menyergah ucapannya, membuat Sungmin mendesah pasrah dan membiarkan Karyawan itu bergelut dengan semua dugaannya.
"Apa spesifikasinya?."
Sungmin menatap Kyuhyun dengan bibir terpout, dan hanya diam mendengarkan dengan seksama perbincangan keduanya. Karena memang ia tak mengerti apapun tentang gadget tersebut.
Hingga tiba-tiba...
"Uhmp."
Namja cantik itu membekap cepat bibirnya begitu merasakan rasa mual yang berbeda, ia menoleh panik ke segala penjuru tempat itu demi menemukan Toilet. Dan membulatkan mata lebar kala matanya menangkap apa yang ia cari.
Tanpa sepengetahuan Kyuhyun dan karyawan itu yang masih berbincang. Sungmin berlari kalut menuju toilet jauh di seberangnya.
.
.
.
"Apa kau menyukai yang ini Ming?." Kyuhyun menoleh ke samping berniat kembali memastikan pilihannya, namun betapa terkejutnya Kyuhyun kala tak menemukan Sungmin di sisinya bahkan di sekitarnya.
"M—Mingg!."
.
.
.
.
Wajahnya seketika memucat pasi, Sungmin memutar kran air menjadi maksimum demi menyamarkan suaranya. Dan meremas kuat-kuat tepian wastafel begitu sesuatu dalam perutnya kembali menyentak keluar. "Uhmp~ Hoeekkh...hhh...hhh."
Sungmin merunduk lemah, dan kembali menghela nafas panjang." Ughh.. Hoekhhh! Nnh~." Kepalanya menggeleng tak mampu, sungguh setiap persendian kakinya terasa melunglai. Sungmin tak mengerti apapun dengan tubuhnya kali ini, bagaimana mungkin ia tiba-tiba sakit dan memuntahkan isi perutnya seperti ini, meski nyatanya hanya cairan bening yang berhasil dikeluarkannya.
"Hmph...Hooekhh! ahh hhh Hiks...Kyuu~." Segalanya terasa pening, Sungmin menangis di tengah rasa mualnya...entah kapan ia akan berhenti menyentak mual. Itu benar-benar menyakitkan. Tampak bulir peluh dingin menetes dari kengingnya,terlebih bibir mungil itu tak lagi terlihat soft pink, tapi sepenuhnya pasi.
"Uhn~ Uhmpph."
.
.
.
.
"Sungmin!" Manik obsidiannya menatap nyalang ke sekitar, terlalu geram menahan gemuruh dalam dadanya. Takut...benar, Kyuhyun memang takut Sungmin menjauh darinya, terlebih sesuatu yang buruk menimpa namja cantik itu.
Ia berlari panik tak tentu arah, sial sekali hari ini ia tak memerintah bodyguard untuk mendampinginya. Seharusnya ia tidak kehilangan Sungmin seperti ini.
"SUNGMIN!" teriaknya lagi, Kyuhyun sama sekali tak peduli lalu lalang di sekitarnya tampak menatapnya gila. Memang benar, ia akan hilang akal jika Sungmin hilang dari pandangannya.
Hingga langkahnya terhenti , begitu manik obsidiannya menangkap siluet namja mungil itu. Tanpa pikir panjangp Kyuhyun berlari gusar mendekatinya...bagaimanapun dirinya benar-benar panik bukan kepalang. seharusnya Sungmin tak pergi begitu saja tanpa seizinnya.
"Darimana saja kau Ming! seharusnya meminta izinku terlebih dahulu...aku benar-benar marah jika seperti ini! Apa kau tau aku—
"K—kyuu~ nghh..." BRUGHH.
Kyuhyun terperanjat hebat, melihat namja cantiknya tiba-tiba saja jatuh melungali di depan matanya sendiri. "C—chaggi!." Ia begitu kalut mendekati Sungmin dan merengkuhnya cepat, rasa paniknya semakin menjadi-jadi begitu merasakan suhu dingin merambat cepat dari tubuh pucat itu, terlebih peluh yang mengalir membuatnya yakin sesuatu yang buruk telah terjadi pada namja cantiknya.
"MINNIIIIEEEE!."
Namja tampan itu kembali berjengit terkejut, kala mendengar jeritan memekakkan berbaur dengan derap langkah di belakangnya.
"Apa yang kau lakukan pada Putraku! Hiks...Minnie, Eomma di sini Sayang...bangun nee?! Pergi darinya! Pergii! Jangan menyentuh Putraku!." Racau Yeojja itu geram, berulang kali ia mendorong dada Kyuhyun dan memaksa mengambil alih tubuh Putranya dari sosok tampan itu.
"Ku mohon tenanglah." Bujuk Kyuhyun...masih terus berusaha mendekap Sungmin, namun Leetuk sama sekali tak ingin mendengrnya, Yeojja itu tetap bersi kukuh memaksa Kyuhyun menjauhi Putranya.
Kyuhyun menggeram pelan...ia tak mungkin membiarkan Sungmin semakin melemas di tengah keributan ini. Tanpa menghiraukan racauan Leetuk...Kyuhyun mengangkat bridal tubuh Sungmin, dan membawaanya secepat mungkin keluar dari tempat itu.
"YAAH! Jangan membawaa pergi Putraku!."
Leetuk mau tak mau, turut mengejar langkah panjang pemuda tinggi itu. Dan semakin memandangnya geram bagitu tiba di sebuah Mercy hitam.
"Aku tak akan membiar—
Ucapan Leetuk terpotong, ketika Kyuhyun memaksa mendorongnya masuk ke dalam sebuah mobil hitam . Ia ingin berontak dan kembali berteriak geram. Namun Kyuhyun telah lebih dahulu mengunci pintu dan berlari ke depan memposisikan diri di kemudinya.
Leetuk masih menatap sengit pemuda asing itu, akan tetapi tiba-tiba saja hatinya terenyuh melihat pemandangan di depannya. Tampak Kyuhyun merengkuh tubuh Sungmin dan membuatnya bersandar di dadanya. Samar-samar ia mendengar kata-kata menenangkan mengalun dari bibir Kyuhyun. Berulang kali pula ia menerka...Siapa pemuda itu sebenarnya?
"Bertahanlah Ming." Bisik Kyuhyun lirih, tak henti-hentinya ia mengecup sayang kening namja dalam dekapannya, sorot matanya begitu redup menandakan ia benar-benar cemas atas apa yang terjadi pada namja cantik itu.
.
.
.
.
Skip Time
"Hyuuung!." Seorang namja manis tampak berlari riang mendekati dua sosok di depannya.
"Whoaaha...Zelo kau datang!" Seru Himchan, ia begitu riang melonjak di atas gendongan Yong Guk. Sementara Yong Guk hanya mendesah pasrah, membiarkan namja Ulzzang itu mengguncang tubuh di atas punggungnya. Berulang kali ia berdoa...sberharap dua anak itu tak berbuat ulah lagi.
"Tentu saja...aku datang memenuhi panggilanmu Pangeran!."
Yong Guk menghentikan langkahnya dan menatap Zelo geli. "Pangeran? Kau memanggil anak ini Pangeran? Apa kalian sedang memainkan 'cinderella'" Ujar Yong Guk mendayu sembari memutar tubuh menirukan tokoh cantik yang kerap berputar dengan gaun besarnya itu.
"Yya! Ahjusshi...panggil aku Panglima besar zelo...dan jangan lancang pada Pangeran!."
Yong Guk semakin terpingkal geli mendengarnya. "Apa kalian Yeojja eohh? Menggelikan sekali! Hei Kau...kenapa tidak menjadi Putrinya saja." Meski begitu tergelitik, tapi tetap saja ia tertarik membalas percakapan tak biasa dua bocah itu.
"Aniyaa...karena kau yang menjadi Tuan Putriku! Itu mutlak!." Sergah Himchan tiba-tiba, membuat bola mata elang itu serasa melompat keluar.
"Apa katamu?!."
"Bersediakah kau menikah denganku Putri Yong Gukkie?." Bisik Himchan sensual tepat di telinga Yong Guk.
Yong Guk makin membelalak ngeri mendengarnya, dengan kasar ia menurnkan paksa tubuh kurus Himchan di lantai koridor rumah sakit, tak peduli jerit tangis namja ulzzang itu.
"Ahjusshii...ahjushiiiii!."
"Tsk! Berhenti memanggilku Ahjushi! Kita hanya terpaut 6 tahun saja!." Gusar Yong guk seraya menyilangkan kedua lengan di dada. Tidak taukah namja ulzzang itu, wajahnya yang begitu baby face bagaimana mungkin dipanggil Ahjushi?. Itu pikir Yong Guk.
Himchan tak menghiraukannya, dan masih menangis berguling-guling di lantai meminta namja garang itu kembali menggendongnya. "Ahjusshiiiiii!."
Yong guk mendesah berat, jika dibiarkan begitu saja tentu perban yang melilit kaki Himchan akan terlepas dan kembali membuat luka itu menganga. Ia bergerak malas menarik kedua tangan Himchan dan menggendongnya di punggung.
"Ahjushi...mianhae." Isak Himchan, ia benar-benar takut namja garang itu marah dan pergi meninggalkannya.
"Ulljimaa." Sahut Yong Guk pelan.
Tanpa sepengetahuan keduanya, namja manis di sisinya tampak menatap lekat seorang suster yang mendorong sebuah troli berisi penuh peralatan medis. Zelo tertarik, ia berjalan mengendap mendekati suster itu.
Zelo terkikik riang menyadari Suster itu tampak berpaling ke arah lain dan begitu sibuk dengan berkas di tangannya. Ia kembali mengendap dan menarik sebuah suntikan dari troli itu. kemudian berlari riang kembali ke tempatnya semula.
"Apa isinya?... ini pasti obat kuat" Gumam Zelo kala menimang-nimang suntikan berisi cairan kuning itu...rasa penasarannya tiba-tiba saja melambung tinggi. Ia tak akan berdiam diri selama keingin taunya belum terobati.
Sudut bibirnya tersungging begitu saja kala melihat butt Yong Guk. Ia terkikik senang. Sepertinya tak ada salahnya mencoba menjadi dokter 10 detik saja, siapa tau...kelak dirinya berbakat menjadi seorang uissangnim.
Zelo berlari lurus tanpa hambatan mendekati sosok yang menggendong Hyung ulzzangnya itu, satu lompatan tinggi, dan...
'Jleb'
"AAARGHTTT!." Yong Guk memekik menahan kejut sekaligus nyeri di bagian butt sebelah kanannya. Rasanya seperti sebuah semut raksasa menggigit bagian itu. Ia menoleh belakang dan detik itu pula rahangnya serasa jatuh ke tanah begitu melihat sebuah suntikan menancap dan beguncang sempurna di pantatnya.
"MWOYAAA!" Teriaknya kemudian.
Zelo mengerjap polos, ia benar-benar heran tak melihat reaksi apapun dari kelinci percobaannya itu...betapa besar harapannya, Yong Guk berubah menjadi sosok perkasa seperti hulk.
Tanpa sedikitpun merasa bersalah, Zelo mencabut paksa benda berjarum itu dari butt Yong Guk, membuat namja garang itu kembali memekik sakit.
"Aisshh...ini palsu." Gerutu Zelo sambil membuang asal suntikan tersebut.
Tak lama berselang, tiba-tiba saja kaki Yong Guk terasa melembek...ia jatuh terduduk layaknya Yeojja. Berkali-kali ia mencoba bangkit,namun percuma...rasanya bagian tubuhnya seperti mati rasa.
.
"YACKK! Apa yang kau suntikkan pada pantatku!" Teriak Yong Guk dengan tangan menunjuk-nunjuk namja manis di sampingnya.
"M-mworagooo?" Sungut Zelo sambil membuang muka, Yong Guk makin naik pitam melihatnya...betapa ingin ia menjitak keras kepala besar itu, namun kaki yang mati rasa hanya bisa membuatnya beringsut-ingsut di atas lantai.
"Permisi Tuan...apa yang sedang terjadi?." Seorang suster yang melihat kegaduhan itu datang mendekat, dan terbelalak lebar melihat sebuah benda medisnya bergulir di bawaahnya.
"I—ini obat bius, kemana isinya?" Gumam Suster itu.
"OBAT BIUS?!" Teriak Yong Guk mengglegar.
"Benar Tuan, ini salah satu bius lokal milik kami, tapi di mana isinya." Suster itu menggaruk belakang tengkuknya kikuk.
"Di sini Nuunna." Ucap Himchan sembari menepuk-nepuk butt Yong Guk.
"O—ommo!."
"Yyack! Apa maksudmu 'ommo'! Apa yang terjadi dengan tubuhku Eohh?!."
"Ah...gwaenchana Tuan, efeknnya akan hilang setelah 8 jam." Tenang Suster itu, seraya meringis tak yakin.
"M—MICHIGO ANNYA!."
Namun tiba-tiba saja kedua matanya membulat lebar begitu melihat, Kyuhyun setengah berlari mengimbangi laju troli...tepat di atasnya,sesosok namja cantik terbaring tak sadarkan diri. Itu Sungmin! tapi lagi-lagi ia dikejutkan dengan sosok Yeojja di belakang Kyuhyun...Bukankah Yeojja itu...
"T-teukkie Ahjumaaa!." Serunya seketika, Yong Guk ingin bangkit tapi pergerakan kakinya detik lumpuh...dan hanyapasrah terpuruk dengan semua dugaannya. Eomma Sungmin bersama Kyuhyun...itu menunjukkan mereka memang sudah dijodohkan bukan?.
"Aisshhh! Kangin Ahjushiiiiiiiiii!."
.
.
.
.
####
"Ku mohon, pastikan Sungmin baik-baik saja...aku tak mengerti bagaimana bisa Dia pingsan seperti itu, ku mohon Hyung." Racau Kyuhyun gusar.
Ryeowook menatap cemas namja cantik itu, dan memerintahkan beberapa orang susternya untuk membawaa Sungmin ke dalam ruangannya, bagaimanapun Sungmin harus secepatnya mendapat penanganan intensif
"Tenanglah Kyu...kami akan berusaha semampunya." Ujar Ryeowook, seraya mendorong dada Kyuhyun agar tetap menunggunya diluar.
Kyuhyun mendesah berat dan terpaksa memenuhi permintaan Dokter muda itu, berulang kali ia berjalan gelisah di depan pintu ICU itu, terlalu sesak jika mengingat wajah pasi namja cantiknya.
Sementara, Leetuk hanya mengusap lemah air matanya...sesekali ia melirik Kyuhyun, dan mengepalkan tangan erat. Sesuatu dalam dadanya semakin meletup geram jika apa yang terjadi pada Sungmin detik ini karena ulah Kyuhyun. Masih lekat dalam ingatannya bagai mana Kyuhyun menyeret paksa putranya yang tak sadarkan diri menjauh dari pelukannya. Dan Leetuk begitu meyakini namja tampan itu pasti telah menyiksa Sungmin...ia tau Fisik Putranya sangatlah ringkih, terlebih organ asing yang tumbuh di dalam tubuhnya...tentu mengharuskannya menjaga Sungmin sepenuhnya, namun niatan itu kandas karena Jungmo! Ya Pria keparat itu, yang mengacaukan kebahagiaan dirinya dan Putranya.
"Jangan menyentuh Putraku lagi."
Kyuhyun menatap Leetuk redup...hatinya makin tersiksa dengan tutur kata Yeojja itu, tentu saja ia tak kan sanggup memenuhinya.
Tak ada satupun kata yang terucap, Kyuhyun lebih memilih bersandar di dinding dan memijit keningnya yang berdenyut pening.
"Mianhae". Bisiknya lirih
.
.
.
30 menit kemudian.
Pintu ICU itu terbuka, dua sosok yang sedari tadi menunggu...begitu terperanjat melihatnya...sungguh betapa besar harapan keduanya tak terjadi apapun yang buruk dengan Sungmin.
"Apa yang terjadi padanya?." Sergah Kyuhyun cepat, Leetuk pun beranjak berdiri mendekati dokter muda itu.
"Tenanglah, tak terjadi suatu apapun yang buruk dengannya...hanya saja—"
Ryeowook menggantungkan ucapannya, dan manatap Kyuhyun dengan senyuman lebar.
"Hanya saja apa?! jangan membuatku panik Hyung!."
"Bisakah kita ke dalam sebentar, Sungmin memanggilmu terus menerus Kyu."
"Tunggu!." Keduanya seketika terperangah mendengar gertakan geram di belakangnya, terlebih tiba-tiba saja Yeojja itu mencengkeram jas medis Ryeowook dan mengguncangnya kasar.
"Bagaimana mungkin kau membiarkan namja biadab ini masuk! Aku ibunya...dan aku yang berhak menemui Putraku!."
"O...A—anda ibunya?." Ryeowook membulatkan mata lebar, ia memandang Kyuhyun dan Leetuk bergantian...terlalu rumit menafsirkan aura geram Yeojja cantik itu.
Tapi setelahnya ia tersenyum ramah, dan membimbing Leetuk untuk mengikutinya ke dalam.
.
.
"M-Minnie...Eomma di sini sayang."Leetuk berlari menghambur, dan mendekap erat namja mungil yang bersandar di kepala ranjang itu, berulang kali ia mencium puncak kepala Sungmin...melampiaskan segala rasa rindu yang mengendap untuk putranya tersebut.
"E-eommaaa." Pekik Sungmin riang, ia tersenyum lebar dan membalas pelukan Yeojja cantik itu lebih erat, tak dipungkirinya...rasa bahagia meluap begitu saja kala melihat Yeojja yang dikasihinya kini di deppan mata.
"Eomma...aku merindukanmu, jangan meninggalkan Minnie sendiri." Isak Sungmin sambil menyerukkan kepalanya dalam dekapan ibunya.
"Tidak Sayang, Eomma tak pernah meninggalkanmu...maafkan Eomma."
.
.
.
Kyuhyun hanya menundukkan kepala melihat keduanya saling melepas rindu, sekelebat rasa bersalah menyusup dalam hatinya...Kyuhyun tau, iapun terlibat memisahkan Sungmin dengan ibunya. Tapi rasa gelisah pun turut berbaur dalam relungnya, kala menduga kemungkinan buruk yang akan terjadi...Leetuk sudah pasti teramat membencinya, dan sungguh ia tak mengharapkan Yeojja itu membawaa pergi Sungmin darinya.
"Kyuu~."
Panggilan halus itu lekas membuatnya tersadar, Kyuhyun tersenyum dan menggenggam erat jemari lentik itu untuk dikecupnya dengan lembut.
"Ne...Ming."
"Aku takut mual seperti tadi...Mianhae aku telah membuatmu marah."
Baik Kyuhyun dan Leetuk membulatkan mata mendengar ucapan Namja mungil itu. "Mual?." Tanya keduanya bersamaan.
"Ne...Sungmin memiliki organ spesial di dalam tubuhnya." Ryeowook menarik nafas sesaat. "Sungmin hamil...dan itu anakmu Kyu." Lanjutnya kemudian.
Meski masih begitu sulit mencerna penuturan Dokter muda itu, tapi Sungguh hatinya begitu berdesir bahagia mendengar pernyataan tersebut, entahlah...Kyuhyun merasa...hidupnya seperti sempurna, melebihi apapun di dunia ini.
.
.
"ANDWAEE! Aku tak akan membiarkan Kau menyentuh Sungmin! Dia tak pernah mengandung anakmu! Dan aku akan membawa Putraku pergi bersamaku! Camkan itu!."
"E-Eomma"
.
.
.
.
TBC
Chaaa AWS chap 7 Hadir...upnya lebih cepat dari yg kemarin kan^^
*Masih ada masalah kok Chinguya
*Near Dark enaknya dibikin sequel apa lanjutin Chapter kemarin
*Kalau Silent Reader...Updatenya lamaa ^^
Dan untuk:
Cho Na Na, pumpkinsparkyumin , Ria, RithaGaemGyu137, cho hyo woon , KYUMINTS , Mingriew-cha, kyuminsaranghae, ryeosomNia14 , WineMing, UnyKMHH, , gorjazsimba , dirakyu, Chlie hanariunnse , Michelle BunnyKyu , Voice 13Star, Kang Dong Jae, ChanMoody , dessykyumin , Princess Kyumin215, mita sarang-MIN , Lilin Sarang Kyumin , hye jin park , hwangpark106, WineShipper , Cho Min Hwa , Cho MinHyun, bunnyblack FLK 136 , AngeLeeteuk , Reva KyuMinElf II , Glows Kyumin Angel , teukiangle, Dina LuvKyumin , nova137, teras fanfiction, bebek, Miho, Shywona489, choi young gun , shineeetha, sary nayolla , ReikiAkishima28, ChoKyunnie , kimteechul, winecouple , Safira Sapphire Blue, Phia89 , Zen Liu , reaRelf, deviyanti137 , danhobak, Kim Eun Seob , Asih chokyuhyunmin , AreynaSyndrome , Kei-chan, angelicKYUMIN , Ia and JOYer , keyla HB malik , GuiMinXian137 , hijkLEETEUK, kim eun neul, Myst-girl, sider imnida , Adekyumin joyer , dhian930715ELF , baekhyunniewife, kyuminshipper137, Ranny, ken rhiyukikaka , Minge-ni, Alefiction, GaemGyu137, hyejeong342 , Park Heeni, sha nakanishi , lee sunri hyun Mayu ChoLee, fariny, Ristinok137, JoyELF, Maximumelf , deps lanae, Sparkyu , Gyumina , Kitukie, Ddeokbokkii , sebastianone, , stevani, Kim Yong Neul , vey900128, liu13769, kyumin joyer , dreamers girl , may moon 581, younchanzai dvjewelselfsuju , dwimin eunjae, Asih chokyuhyunmin, Yefah Joyer Cloudsomnia , imAlfera, sitapumpkinelf, Bunbunchan, wuhan, JOYmin137 , diynazha gint , dJOYers, Cungie Cho , babychoi137 , fuji , sitara1083 , jihan, kyumin pu , AmyKyuMinElf, Cho Yooae, Cywelf, fonami-kyuminelf , kimpichi adjah, Arum Junnie, aey raa kms , abilhikmah, lemonade, sissy dan para Guest
Gomawoooooo sudah mereview dan ngasih semangat di chap 6 kemariin
Mohon Reviewnya
Annyyeooong
Sranghaaaaaeeeeeeeee...
