Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

.

.

Previous Chapter

Meski masih begitu sulit mencerna penuturan Dokter muda itu, tapi Sungguh hatinya begitu berdesir bahagia mendengar pernyataan tersebut, entahlah...Kyuhyun merasa...hidupnya seperti sempurna, melebihi apapun di dunia ini.

.

"ANDWAEE! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Sungmin! Dia tak pernah mengandung anakmu! Dan aku akan membawa Putraku pergi bersamaku! Camkan itu!."

"E—Eomma."

.

.

Chapter 8


A Winter Story


.

.

.

"H—hamil?." Gumamnya lirih, manik obsidian itu menatap penuh binar...sungguh ini terlalu menakjubkan untuk di tafsirkan, bagaimana mungkin...kajaiban tersebut terjadi dalam tubuh mungil itu. Kendati Kyuhyun cukup belia, Tapi tak dipungkiri, ia cukup bahagia mengetahuinya...tidakkah fakta itu akan mengikat kuat perasaannya dengan Sungmin. Dan semakin nyata mewujudkan janjinya untuk menjaga namja cantik itu, bahkan mencintai Sungmin setulusnya.

"B—baby? Di sini ada Baby?." Ucap Sungmin polos sembari meraba perutnya yang masih sepenuhnya datar.

Kyuhyun tersenyum hangat melihatnya, ia mendekat dan begitu lembut mengecup pipi kanan Sungmin. Sementara namja cantik itu terkikik kecil menanggapinya, Sungguh Sungmin tak pernah menduga, organ terkutuk itu akan memberinya harapan seperti ini...di dalamnya ada buah cintanya bersama Kyuhyun. Tak ada yang lebih membuat hatinya melonjak riang selain melihat Kyuhyun begitu bahagia seperti ini.

.

"ANDWAEE! Aku tak akan membiarkan Kau menyentuh Sungmin! Dia tak pernah mengandung anakmu! Dan aku akan membawa Putraku pergi bersamaku! Camkan itu!."

Namun tiba-tiba saja kecaman keras Leetuk, membuat keduanya berjengit terkejut. Sungmin menoleh pada sosok cantik itu dan menggeleng tak percaya. "E—eomma."

Kyuhyun menunduk dalam...entahlah seruan penuh perhitungan dari Leetuk, terasa meremukkan hatinya kala itu. Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya, mungkin tatapan redup dan tangan bergetarnya, cukup menunjukkan betapa terpukulnya ia kali ini. Jika memang ini adalah buah akibat dari perbuatannnya tempo lalu, Kyuhyun tak kan mampu menerimanya. Dan Ia tak bisa jauh dari namja cantik itu...sedetikpun Kyuhyun tak sanggup. Berulang kali...hatinya meronta, berharap Tuhan tak menghukumnya dengan cara seperti ini...mengirim Leetuk untuk membawa pergi Sungmin darinya. Sekali lagi...Kyuhyun tak sanggup, dan sungguh ia telah menyesali semuanya.

"E—eomma...jangan s-seperti ini."

Suara lembut Sungmin kembali memanggil sadarnya, betapa ia mencintainya...suara yang kerap membuat dadanya berdesir hangat, terlalu menyakitkan jika namja cantik itu hilang dari pandangannya.

Kyuhyun kembali tersenyum hangat dan menatap Sungmin teduh...berkali-kali ia mengecup jemari mungil itu. Namun tiba-tiba saja...Leetuk menyentak dan menarik tangan Sungmin dari genggamannya.

"Berapa kali ku katakan! Jangan menyentuh Putraku lagi! Kim Uissangnim...aku akan membawa Sungmin pergi dari sini, biar aku yang merawatnya sendiri." Leetuk beralih cepat membangunkan namja mungil itu berniat membawanya melangkah pergi dari ruangan intensif tersebut. Rasa geram dan panik itu membuatnya kalap...tanpa peduli Sungmin merintih pening.

"Apa yang kau lakukan! Biarkan Sungmin berbaring di ranjangnya! Kau hanya akan membuat kondisinya memburuk!." Geram Kyuhyun, ia tak bisa tinggal diam begitu saja melihat Yeojja itu begitu keras kepala memaksakan kehendaknya.

"Tutup mulutmu! Sungmin Putraku...dan aku yang berhak merawatnya seorang diri!."

"T—tunggu, kau tak bisa seperti ini."

.

.

.

Sungmin menggeleng kasar di tengah rintihannya, meski tertatih dipaksa berdiri...ia tetap menatap nanar Yeojja cantik itu...ini bukan pribadi Leetuk. Ibunya tak pernah berbicara keras bahkan kasar pada siapapun. " E—eomma... aku tak ingin pergi." Lirih Sungmin setelahnya.

"Eomma tak kan membiarkan namja biadab ini menyiksamu lagi Minnie, dengar...Eomma akan membawamu pergi...kita akan bersama-sama lagi. Bahagia seperti dulu Sayang." Bisik Leetuk lembut seraya membelai surai Sungmin.

"Aku tak ingin pergi Eomma...ku mohon jangan seperti ini."

Demi apapun di dunia ini tak ada satupun yang bisa meluruhkan hatinya selain tatapan dan ucapan polos buah cintanya bersama Kangin itu. Hatinya terlalu rapuh melihat Sungmin begitu pias di hadapannya, meski demikian ia tetap tak bisa memenuhi permintaan Sungmin. Sangat mustahil baginya membiarkan namja bernama Kyuhyun itu menyentuh Sungmin bahkan tinggal bersamanya. Nampaknya ingatan kelam masih membutakan mata hati Leetuk untuk memandang lebih jauh ketulusan Namja tampan itu.

"Tidak! Kau akan tetap pergi bersama Eomma!" Bentak Leetuk masih begitu kekeuh menarik tangan Sungmin dan memapah tubuhnya, untuk segera keluar dari tempat itu. Tapi lagi-lagi Sungmin memberatkan tubuhnya, dan menggenggam tangan Kyuhyun lebih erat.

"Minnie lepaskan tanganmu!." Gertak Leetuk, begitu menyadari Putranya menautkan jemarinya dengan Kyuhyun dan hanya menunduk dalam.

"Minnie! Kau tak mendengar—

"Aku mencintainya! Aku ingin bersamanya! aku mencintai Kyuhyun Eomma!." Racau Sungmin tiba-tiba, membuat Yeojja cantik itu membulatkan mata geram.

"Kau dengar itu?! Sungmin hanya ingin bersamaku...berhenti memaksanya, dia sedang mengandung anakku!." Desis Kyuhyun, persetan dengan rasa santunnya pada Yeojja itu...karena ia lebih mementingkan kondisi Sungmin.

"M—minnie...bagaimana bisa kau bersikap seperti ini pada Eomma? Kau tak menyayangi Eomma? Hiks." Leetuk jatuh terduduk dan menutup wajahnya dengan semua jemarinya, hatinya benar-benar hancur detik ini. Bersusah payah ia melarikan diri dari Jungmo, dan berani menanggung resiko yang kelak akan menimpanya... hanya untuk menemui Sungmin. Tapi bagaimana bisa Sungmin bersikap demikian..tidakkah itu seperti ...buah hatinya telah menglhianatinya demi namja asing itu.

"Eomma...Minnie sangat menyayangi Eomma lebih dari apapun, j—jangan pernah berbicara seperti itu?." Sungmin turut bersimpuh dan memeluk erat tubuh ibunya, berulang kali ia mengusap linangan air mata di wajah sembab itu.

"Apa kau ingin Eomma kembali pada Jungmo—

"A—andwae! Aku tak ingin orang itu menyiksa Eomma lagi...tidak Eomma jangan kembali."

Sungmin makin mendekap erat Yeojja ringkih itu, ia sepenuhnya tau...Jungmo tidak akan tinggal diam jika mengetahui Leetuk pergi hanya untuk menemukan dirinya. Bahkan Mungkin...pria itu akan sampai hati menjual Leetuk.

"Geurrae...ikut Eomma pergi nee? Eomma bisa mencari apartement kecil untuk sementara ini Chaggi."

"Tapi aku—

"Minnie...kau lebih memilih Eomma atau namja biadab itu?!." Leetuk menunjuk Kyuhyun geram, nafasnya begitu memburu...terlalu banyak kata benci yang mengendap dalam dadanya, Untuk namja yang telah membeli Putranya dengan uang tak berarti itu.

Sungmin menunduk dalam, pilihan tersebut terlalu berat untuk diputuskannya...tak adakah jalan lain untuk ditempuhnya selain dengan ini. Ia tak mungkin meninggalkan Kyuhyun...bagaimanapun Sungmin sangat mencintai namja tampan itu, terlebih janin dalam perutnya,tentu membuatnya tak sanggup jika harus jauh dari Kyuhyun. Dia Appa kandungnya...

Tapi, Sungminpun tak bisa bersikap sepihak mementingkan kebahagiaannya sendiri, tanpa peduli pada perasaan Ibunya. Yeojja cantik itu sangat berarti dalam hidupnya...sosok yang selalu memberikan perlindungan penuh di dunia ini.

"Tak perlu menyewa Apartemen, kau bisa tinggal di rumahku dan tetap menjaga Sungmin dengan tenang di sana." Sela Kyuhyun, mencoba meluruhkan hati Leetuk.

Namun bagai muak dengan semua ocehan Kyuhyun, Yeojja itu kembali mengeras...dan menatap Kyuhyun lebih sengit.

"Aku tak sudi tinggal dengan biadab sepertimu! Ingat! Harga diri keluarga kami tak bisa semudah itu kau beli dengan materi! Dan aku akan mengembalikan semua uangmu Tuan!."

Leetuk kembali menarik Sungmin untuk berdiri, sedikit bernafas lega begitu tak lagi terdengar rontaan dari namja mungil itu. Sungmin begitu patuh mengikuti langkahnya.

"M—ming." Kyuhyun tentu tak bisa terima begitu saja melihatnya, ia berlari kalut hendak menahan langkah Leetuk, namun isyarat tangan Sungmin memaksanya untuk tidak berbuat lebih.

"Ming, kau tak bisa meninggalkanku seperti ini...bagaimana dengan uri aegya?."

Masih dalam rangkulan lengan sang Eomma, Sungmin menunduk dalam...tampak rembasan kristal bening menetes dari pelupuknya. terlalu sakit jika menatap Kyuhyun seperti saat ini. "Mianhae Kyuu~."

"Aku tak mungkin membiarkan—

"Hentikan Kyu, kau yang harus berbesar hati di sini." Tiba-tiba saja Ryeowook menarik lengan Kyuhyun, dan menghadang langkahnya untuk mengejar siluet ibu dan anak itu.

Sontak saja Kyuhyun mengumpat keras...ia bisa kehilangan jejak Sungmin jika tak lekas bergegas. "Apa maksudmu Hyung! Jangan menghalangi jalanku!" Seru Kyuhyun frustasi, seharusnya ia tak membiarkan genggaman jemari mungil itu lepas dari tangannya...berkali-kali hatinya berontak geram. Apa yang dilakukannya sedari tadi...hingga begitu mudah membiarkan Leetuk membawa namja cantiknya pergi.

"Kyu! Tenangkan dirimu...Wanita itu lebih membutuhkan Sungmin, dia ibunya."

"Sungmin sedang mengandung anakku Hyung! Arghht!." BRAKK

Kyuhyun mengacak kasar surai coklatnya, dan menendang kasar meja nakas di sisinya. Ia tak bisa berfikir jernih atau bahkan menenenangkan diri, terlalu banyak kecamuk yang berputar dalam kepalanya.

Walau demikian, Kyuhyun bergerak cepat meraih gadget hitamnya...dan mendial nomor seseorang.

"Kalian masih di bawah?."

"Ye Sajangnim."

Kyuhyun mendesah lega, kemungkinan besar pula Leetuk belum sampai membawa Sungmin di lobi rumah sakit.

"Cari dan ikuti wanita yang membawa Sungmin pergi! Dan jangan sampai mereka mengetahui gerak gerik kalian!" PIP

Kyuhyun begitu memburu memutus line telfon tersebut, kedua matanya semakin memerah...terlalu meradang melihat apa yang baru saja terjadi di hadapannya. Sungguh sampai kapan pun ia tak akan bisa bernafas dengan tenang...jika seseorang membawa lari Sungmin darinya. Meski itu ibu kandung Sungmin sekalipun.

"Aku mengerti perasaanmu, tapi bersikaplah dewasa Kyuhyun~ah." Tenang Ryeowook seraya menatap Kyuhyun lembut.

Namja tampan itu mengepalkan tangan kuat, bagaimana mungkin di saat seperti ini Ryeowook bisa berkata demikian. "Kau sama sekali tak mengerti apapun!."

"Hhh...bisakah kau tenang? Mereka tak mungkin pergi jauh dengan kondisi Sungmin yang seperti itu, percayalah padaku...dan anak buahmu tentu dapat dengan mudah menemukan jejak mereka."

Ryeowook mengulas senyum hangat begitu menyadari, Kyuhyun nampaknya mulai meluruh. "Sungmin mencintaimu, dan kau sudah pasti memahaminya. Ketahuilah Kyu...apa yang dihadapi anak itu lebih berat dari apa yang kau pikirkan. Sungmin tak mungkin bersikap egois dengan memilihmu, meskipun dia memang ingin melakukannya. Sungmin tau...ibunya sangat membutuhkannya. Ku tekankan lagi...kau yang harus berbesar hati di sini."

"Tapi aku tak mungkin kehilangan Sungmin! dan aku telah menyesali semua perbuatan—

"Tak cukup penyesalanmu Kyu! Semua kesalahan yang kau lakukan tentu melukai hati Wanita itu...ingat kau benar-benar menyiksa Putranya yang tak memiliki salah apapun. Beri waktu Eomma Sungmin untuk menerimamu."

Kyuhyun mendesah berat, benar! Semua memang berawal dari kebodohannya...begitu sampai hati melakukan hal yang seharusnya tak ia perbuat pada namja cantik itu. Sungmin memang tak pernah menutut balas padanya. Dan ia tau...Sungmin begitu tulus mencintainya. Namun siapa yang menduga jika karma itu datang begitu cepat, tentu akan sulit menghapus rasa benci Leetuk terhadap dirinya.

"Ming."

.

.

.

.


Skip Time

"Uhn~." Kedua lengan itu mendekap pas tubuhnya sendiri,sesekali manik foxy itu tampak mengerjap dengan bibir bergetar...begitu suhu dingin tiba-tiba menerpa cepat dari jendela yang dibukanya.

Sungmin memang tak sedang melakukan apapun, ia hanya duduk termenung di atas sofa...memandang jauh gemerlap kota seoul di balik jendela balkon tersebut. Pasrah pada rasa hampa itu...segala pikirannya terasa mengeruh hingga ia tak peduli hempasan angin musim dingin bisa saja membekukan setiap jengkal tubuh ringkihnya. Entahlah...ia hanya menyuasi partikel dingin dan lembut yang menyentuh permukaan kulitnya. Ya...percikan salju itu mengingatkannya akan sosok Kyuhyun, ...Sungmin benar-benar merindukannya malam ini.

"Kyu~ Peluk." Lirihnya, sembari mengeratkan dekapan lengannya dengan mata terpejam. Betapa besar harapannya, Kyuhyun datang dan mendekapnya erat detik ini, namun rasanya terlalu mustahil...Sungmin tak tau dimana ia berada. Sekelebat rasa kecewa memang menyusup dalam relung hatinya, kala menduga,sepertinya...Kyuhyun memang tak berniat mencarinya.

.

.

"Ommona! Minnie...apa yang kau lakukan? Kau bisa sakit jika seperti ini." Leetuk yang baru saja menyelesaikan kegiatan masaknya di dapur benar-benar dikejutkan dengan dengan apa yang dilakukan Putranya. Bagaimana mungkin Sungmin duduk menghadap langsung jendela apartemen yang terbuka selebar itu...jelas-jelas angin dingin beserta salju itu menerpa kencang tubuh mungilnya, Entah apa yang dipikirkan buah hatinya tersebut, Ya Tuhan seharusnya ia tak akan seceroboh ini membiarkan Sungmin sendiri.

Cepat-cepat Leetuk meletakkan sup panasnya di meja, lalu menyambar selimut tebal dan melilitkannya di tubuh mungil Sungmin. "Jangan melakukan hal ini lagi Minnie!." Ucap Leetuk setengah membentak, seraya menutup rapat-rapat jendela apartemennya.

Kedua manik indahnya seketika meredup, begitu melihat Sungmin sama sekali tak menjawabnnya...dan hanya diam menutup matanya. memang terhitung 5 jam yang lalu ia tiba di apartemen itu, namun sedari tadi pula Sungmin menjadi pendiam dan begitu murung. Terlebih namja cantik itu sama sekali enggan memakan apapun. Dan sungguh...itu membuat hatinya begitu mencelos melihatnya.

Leetuk mencoba memahami, ia tersenyum hangat dan meraih sup yang beberapa waktu lalu dibuatnya.

"Ah...Eomma membuatkanmu Sup hangat, makan ne?." Bujuknya

"Mmh...aku tidak lapar Eomma." Lirih Sungmin lesu, seraya menjauhkan suapan Leetuk dari bibirnya.

"Kau belum makan apapun, Eomma tak ingin melihatmu seperti ini."

"Gwaenchana...Eomma." Sungmin tersenyum, meski nyatanya senyuman itu tampak begitu pasi. Namja cantik itu mengecup pelan pipi kanan Leetuk, dan berjalan tertatih mendekati ranjang...sekedar berbaring dan memejamkan mata letihnya.

Sementara Leetuk tampak menatap resah sup di tangannya dan Sungmin bergantian. Meski ia tak menginginkan kehadiran janin itu, tapi hatinya mengingkari...Yeojja itu begitu mencemaskan Sungmin dan tentu saja makhluk mungil yang tumbuh di dalam perutnya.

Perlahan ia beranjak dan duduk di sisi ranjang Sungmin, Leetuk membelai lembut surai namja yang tengah memejamkan mata itu.

"Mianhae... Eomma hanya ingin membuatmu bahagia sayang." Bisiknya lirih, Sungmin yang mendengarnya hanya tersenyum lembut, dan meraih tangan Leetuk untuk di dekapnya erat.

"Uhm...Minnie bahagia bersama Eomma." Ucap Sungmin tanpa membuka matanya.

Meskipun Sungmin bersikap menegarkannya...namun ia sepenuhnya menyadari namja mungil itu tengah menyembunyikan kesedihan darinya. Lama Leetuk menatap dan membelai kepala buah hatinya, hingga terdengar hembusan nafas teratur itu. Ia tersenyum cantik melihat Sungmin benar-benar lelap di hadapannya.

"Jalljayo Chaggi." Bisik Leetuk sebelum mengecup pelan kening namja mungil itu.

"Kyuu~"

DEG

.

.

.


Di tepian jalan penuh timbunan salju putih itu, Kyuhyun tengah memandang redup ke atas...tepat pada sebuah jendela apartemen yang masih berpendarkan cahaya terang. Ia tau...namja cantiknya di dalam sana dan ia pun meyakini Sungmin tengah merasakan hal yang sama dengannya.

"Aku merindukanmu." Lagi kalimat itu kembali mengalun dari bibir merahnya, entah berapa kali kerinduan itu terucap selama lebih dari 2 jam ia berdiri di tempat itu.

Betapa besar keinginannya untuk berlari ke dalam, mendobrak paksa pintu apartemen itu dan memeluk Sungmin seeratnya. Namun...ucapan seseorang kembali terngiang dalam benaknya. Tapi ia tak bisa berbesar hati lagi, rasa rindunya benar-benar telah meradang. Ingin secepatnya bertemu Sungmin.

Kyuhyun mengusap berulang-ulang, kedua telapak tangannya dan meniupnya sesaat,barangkali dengan memanaskan tubuh seperti ini...dapat sedikit membuatnya tenang dan bersabar. Tapi rasanya percuma, Kyuhyun tak bisa menahannya lagi...hanya Sungmin yang ingin dilihatnya.

Tanpa pikir panjang, Kyuhyun berlari cepat memasuki bangunan di depannya, mencari nomor apartemen, hasil dari intaiannya. Persetan jika Leetuk akan semakin menaruh benci karena sikap keras kepalanya kali ini. sekali lagi...ia hanya ingin melihat Sungmin.

.

.

.

Leetuk menghela nafas berat... 'Kyu' yang dipanggil Sungmin dalam tidurnya, mungkinkah nama dari namja itu?.

Ia memang bahagia, Putra Sulungnya kini telah berada dalam dekapannya...tapi itu tak cukup membuatnya bernafas lega. Ada setitik rasa bersalah kala memaksa membawa lari Sungmin dari namja itu. Leetuk sepenuhnya memahami makna yang tersirat dari tatapan namja asing itu untuk Putranya. Tapi...tetap saja, kecemasannya terlalu berlebih. Ia tak menginginkan sesuatu yang buruk menimpa buah cintanya bersama Kangin.

"Kyu—hyuunn." Kedua matanya kembali membulat lebar, Sungmin kembali mengigau nama itu. Ia memandang iba Putranya. Mungkinkah Sungmin benar-benar mencintai namja asing itu. Tidak bisa! Kyuhyun bukan namja yang bisa menjanjikan kebahagiaan untuk Sungmin. Namja itu pasti hanya akan memperbudak Putranya, untuk kepentingan nafsunya semata. Jika tidak, bagaimana mungkin ia begitu sampai hati membeli Sungmin dengan uangnya.

'TOK...TOK'

Tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu utama apartemennya...aneh sekali. Tak ada satupun yang dikenalnya..tentu saja karena ia penghuni baru,tapi bagaimana mungkin ada yang berkunjung selarut ini.

Leetuk menghela nafas sesaat, dan beranjak hendak membuka pintu tersebut tanpa sedikitpun menaruh curiga.

"Nugu—

Ucapannya seketika terhenti begitu melihat sosok yang dibencinya berdiri tegap di hadapannya, bagaimana mungkin namja itu bisa mengetahui apartemennnya? Mustahil sekali!

"T-tunggu! Aku hanya ingin bertemu dengannya." Seru Kyuhyun sembari menahan pintu itu agar tak kembali tertutup rapat.

"Mau apa kau kemari?! pergi dari sini!." Leetuk masih begitu kekeuh mendorong pintunya, bagaimanapun ia tak kan pernah mengizinkan namja asing itu menginjakkan kaki di apartemennya.

"Ku mohon beri aku kesempatan untuk bicara...aku tak akan melakukan apapun pada Sungmin. Aku hanya ingin melihatnya. Hanya itu."

Dan ucapannya membuahkan hasil. Tampak Leetuk sedikit meluruh, tak lagi mendorong pintunya untuk mendepaknya pergi.

"Kupegang janjimu anak muda!." Desis leetuk, sembari memberi celah bagi Kyuhyun untuk melangkah masuk.

Kyuhyun tersenyum sumringah dan melangkahkan kaki ringan menapaki ruangan nyaman itu. Di sanalah hatinya berdesir hangat, begitu melihat Sungmin terlelap di ranjangnya...benar-benar mempesona.

Betapa merindunya ia akan sosok cantik itu, melihatnya dan menggenggam jemarinya seperti ini benar-benar membuatnya bernafas tenang. Rasanya Kyuhyun tak akan bisa melakukan apapun tanpa namja cantik itu. Baginya...itu memang harus Sungmin.

"Kau sudah melihatnya, sekarang waktunya kau pergi." Ucap Leetuk dingin, dengan tangan terangkat ke arah pintu yang terbuka lebar, mempersilakan Kyuhyun untuk angkat kaki dari apartemennya.

Kyuhyun menghela nafas panjang , ia menatap Sungmin lekat, jika saja ia bisa memeluk namja mungil itu, bahkan mengecup bibirnya...tentu hatinya tak kan sesakit ini. Tapi janji tetaplah janji...Kyuhyun tak bisa berbuat lebih selain hanya melihat Sungmin. meski berat hati...namun ia tetap beranjak dari ranjang Sungmin.

"Uhnn~ Kyu."

Tapi tiba-tiba saja Sungmin melenguh dengan wajah mengernyit resah. Terlebih namja cantik itu pun memanggilnya dalam tidurnya. Kyuhyun kembali mendekat...demi menepuk lembut punggung sempit Sungmin dan mendesis menenangkannya.

"Ssshh...gwaenchana." Bisiknya lirih.

Sementara Leetuk kembali tertegun dengan apa yang dilakukan Kyuhyun pada Putranya, ia dapat melihat dengan jelas...Sungmin kembali menenang karna belaian pemuda asing itu.

"Izinkan aku memeluknya, hingga Sungmin benar-benar terlelap dengan tenang." Kyuhyun menatap penuh harap pada Yeojja di sampingnya, tanpa menghentikan tepukan lembutnya di punggung Sungmin.

Yeojja cantik itu hanya mengangguk pelan, perasaan bersalah itu semakin merambati dadanya jika melihat Kyuhyun bersikap demikian. Begitu terlihat jelas...namja itu benar-benar menyayangi Putranya.

Kyuhyun tersenyum tipis melihat persetujuan itu, ia beralih merebahkan diri di sisi sungmin dan memeluknya dengan perlindungan penuh. Namun tanpa terduga...namja cantik makin menyusupkan wajah di dada bidangnya dan membalas pelukannya lebih erat,seolah...Sungmin memang sudah terbiasa melakukannya saat tertidur.

"Aku tak pernah meninggalkanmu Ming." Bisik Kyuhyun lirih, akan tapi masih bisa di tangkap samar-samar oleh sosok cantik yang mengawasinya dari sebuah sofa panjang.

Leetuk menunduk dalam dengan tangan saling meremas kuat, ia masih begitu meyakini...apa yang dilakukannya adalah pilihan yang tepat, menjauhkan Sungmin dari namja itu...ya, semua demi kebaikan buah hatinya.

Sementara Leetuk masih berkecamuk dengan batinnya sendiri, Kyuhyun sedikit menegakkan tubuh kala menyadari namja dalam pelukannya telah terlelap pulas. Ia membenarkan letak selimut Sungmin, namun sebuah niatan melintas cepat dalam benaknya begitu menatap bibir soft pink itu.

Kyuhyun mengibaskan selimut Sungmin, hingga tergerai menutupi dirinya yang tengah merunduk mendekati paras cantik itu. Satu gerakan cepat, dan...

'Chup'

Ia berhasil mencuri ciuman dari bibir ranum itu, meski hanya sebuah kecupan ringan...tapi setidaknya rindu dalam dadanya sedikit terobati.

.

.

.

.

"Aku akan pergi." Ucapnya begitu usai membenarkan posisi tidur Sungmin, sontak Yeojja yang sedari tadi menunduk dan meremas jemarinya tersentak mendengarnya.

"J—jangan pernah kembali, jika aku melihatmu lagi...aku akan membawa Sungmin pergi sejauh mungkin hingga kau benar-benar tak bisa menemukannya." Ancam Leetuk, tanpa menatap lawan bicaranya...sesungguhnya ia begitu sangsi mengucapkan kalimat tersebut.

Kyuhyun hanya memejamkan mata, dan melangkah pelan menuju pintu utama...tanpa menyisakan jawaban apapun, hatinya terlalu remuk mendengar semua racauan tersebut.

"Aku sangat mencintai Putramu." Ucap Kyuhyun sebelum benar-benar menutup rapat pintu apartemen itu. Membuat Yeojja cantik itu kian membelalak nanar, ia membekap bibirnya yang bergetar dan menangis tergugu kala menatap buah hatinya, sungguh Leetuk tak bisa mengulaskan perasaan yang berbaur dalam hatinya. Ia benar-benar mencemaskan Sungmin, sama sekali tek menginginkan siapapun menyakiti buah hatinya, akan tetapi mendengar Kyuhyun mengungkapkan kalimat tersebut membuatnya cukup bernafas lega...tidakkah itu berarti ada seseorang yang kelak menjaga Putranya selain Kangin? Meski nyatanya ia tak bisa begitu saja menaruh percaya pada namja asing itu.

"Apa yang harus Eomma lakukan Minnie?." Leetuk membelai kepala Sungmin, masih dengan membekap bibirnya...berusaha semampu mungkin meredam isakkan lirih itu. Entahlah ia merasa salah melangkah

.

.

.


Esoknya

Asap mengepul menyertai senyum cantiknya di pagi itu,tak henti-hentinya bibir tipisnya bersenandung lirih...begitu menghirup harum masakan yang diraciknya, tentunya hanya untuk sosok yang masih terlelap di ranjangnya.

Masih dengan senyum terkembangnya, Yeojja cantik itu begitu cekatan menghidangkan segala santapan pagi tersebut di meja makannya, sesekali matanya melirik Sungmin dan kembali terkekeh...menyadari buah hatinya tampak beralih posisi karena terusik. "Irreona Minnie." Ucapnya, sembari menuangkan segelas susu hangat.

"..." Namun namja mungil itu tak sedikitpun merespon, dan hanya memalingkan wajah ke samping dengan kening mengernyit.

Leetuk tampak menghela nafas melihatnya, Seharian kemarin tak ada asupan apapun yang masuk ke dalam perut Sungmin, sungguh ia tak menginginkan putranya jatuh sakit, terlebih janin itu...

Ah! Cukup, Leetuk sama sekali tak ingin membahasnya.

Yeojja cantik itu beralih cepat mendekati Sungmin, berniat membangunaknnya...bagaimanapun ia harus memastikan sendiri Putranya benar-benar memakan sesuatu di pagi ini, sebelum bergegas bekerja.

"Bangun Sayang." Panggilnya seraya menyibak tirai jendela.

"Nghh~." Sungmin hanya mengernyit silau. Dan beralih memalingkan tubuh...membelakangi sumber cahaya tersebut.

"Eomma sudah menyiapkan sarapanmu, irreonayo Chaggi."

Senyum anggunnya kembali terkembang, begitu menyadari Sungmin bangun dengan mudahnya...terlebih paras namja cantik itu makin menggemaskan dengan surai penuh acak dan mata setengah terbuka.

"E—eomma."

"Eum? Apa tidurmu nyenyak Minnie?." Tanyanya sembari mengelus pelan surai hitam Sungmin, memperakukannya penuh kasih dan memanjakannya seperti ini benar-benar menenangkan hatinya...karena sungguh, buah cintanya dengan Kangin adalah satu-satunya miliknya yang berharga.

"Aku ingin Kyuhyun." Lirih Sungmin

Yeojja cantik itu mendesah berat dan menghentikan usapan tangannya di kepala Sungmin, seolah tak rela Putranya menyebut nama itu...ia beralih ke meja makan dan mengambil beberapa hidangan untuk Sungmin, tanpa menatap wajah pias Putranya.

"Kemarilah...Eomma memasakkan makanan kesukaanmu sayang."

Sungmin menggeleng enggan, ia kembali menatap penuh harap pada sosok ibunya...demi apapun itu ia benar-benar merindukan Kyuhyun. dan itu benar-benar menyiksa batinnya.

Sungmin menunduk dalam berusaha menyamarkan wajah piasnya dari terpaan sinar mentari itu, sesuatu dalam hatinya terasa kosong, Sungmin begitu meyakini ia tak kan mampu bertahan tanpa Kyuhyun di sisinya.

"Eomma...bolehkah aku bertemu Kyuhyun?." Pinta Sungmin, betapa ia begitu berharap Yeojja cantik itu bisa sedikit membuka hati untuk permohonannya.

"..."

Namun tak ada sahutan...Leetuk tetap berkutat pada beberapa perkakas masak di hadapannya, seolah menulikan pendengarannya dari rengekan tersebut.

"E—Eomma...aku ingin melihat Kyuhyu—

"Jangan menyebut nama namja itu lagi di hadapan Eomma! Kemarilah...dan jangan bersikap lembek seperti itu!"

"Hiks." Satu isakkan mengalun lirih dari bibirnya, Sungmin tak tau...bagaimana bisa hatinya terasa begitu tersakiti dengan semua kalimat itu, dan sungguh...ia benar-benar ingin menangis detik ini.

Leetuk mendesah pasrah melihat Putranya tiba-tiba saja menjadi sensitif seperti ini, ia beralih melepas apronnya dan berjalan perlahan mendekati namja cantik yang tergugu itu.

"Mianhae...Eomma tak bermaksud membentakmu seperti ini Sayang, Eomma hanya tak ingin namja itu berbuat hal buruk terhadapmu lagi."

"K—kyuhun sama sekali tak melakukan hal buruk apapun terhadapku Eomma!." Bela Sungmin keras, semua yang ia katakan memang benar adanya...ia tak merasa kurang ataupun merugi selama bersama Kyuhyun, Pemuda itu begitu mengasihinya bahkan lebih.

"Cukup Minnie, habiskan sarapanmu...Eomma harus cepat bergegas, jangan membuat Eomma terlambat di hari pertama bekerja sayang."

Sungmin membulatkan mata lebar, ia tak sedang salah dengar bukan? Bekerja?mungkinkah itu berarti Leetuk akan meninggalkan segala yang ia miliki hanya untuk hidup dengannya? Meninggalkan Jungmo? Meninggalkan Taemin...hanya untuk dirinya seorang.

"B—bekerja?." Ungkap Sungmin memastikan.

"Benar, kau ingin kembali bersekolah bukan? Eomma akan berusaha keras untukmu...cha makan sarapanmu ne?"

DEG

Namja cantik itu menunduk, menatap pedih sesuatu yang bersemayam dalam perutnya...demi apapun itu, Sungmin makin tak mengerti dengan kehendak ibunya, bagaimana mungkin ia kembali bersekolah dengan kondisi seperti itu...sangat mustahil, apa yang akan dikatakan orang kelak tentang dirinya. Sungmin meraba pelan perutnya dan menyentuhnya dengan perlindungan penuh...seolah ia benar-benar menjalin komunikasi dengan janin itu. Tak ada Kyuhyun di sisinya...dan ia hilang arah jika seperti ini,apa yang harus ia jawab dan katakan...sungguh Sungmin tak mengerti.

"Baby." Lirihnya, masih dengan mengelus perutnya.

Meski samar, namun gumaman itu masih dapat dengan jelas ia dengar...Leetuk begitu mengeras melihat Putranya tampak mengasihi janin yang dianggapnya haram itu. sesungguhnya sejak di awal...hatinya terasa remuk kala mengetahui fakta Sungmin mengandung, Leetuk tak pernah menduga organ asing itu akan berfungsi dengan baik...terlebih kenyataan Kyuhyun telah melecehkan Putranya, menodai sesuatu yang amat terlarang itu telah di jamah...makin menikam ulu hatinya. Ia seorang ibu, tentu tak menginginkan siapapun menghancurkan Sungmin, Tapi semua telah terjadi...Putranya telah menanggung semua akibat tak terpuji itu. Bayi itu seharusnya digugurkan.

"Tentang janin itu—

Leetuk membekap cepat bibirnya, menahan kata cela yang seharusnya tak terucap. Ya...nyaris ia mengatakan untuk menggugurkan janin itu, dan sungguh Leetuk tak mengerti bagaimana bisa ia memiliki pemikiran demikian, janin dalam perut Sungmin sama sekali tak memikul dosa apapun...dan ia akan sama biadabnya jika menggugurkannya.

"Kyuu~."

Suara halus Sungmin lekas membangunkannya, dan ia benar-benar jengah mendengarnya. Harus dengan cara apa...yang harus ditempuhnya untuk mengembalikan segalanya seperti semula...namja itu selayak nya lenyap dari pikiran Sungmin. Ya...itu yang seharusnya terjadi.

"Lupakan namja itu, masa depanmu masih panjang sayang...Eomma tak ingin namja brengsek itu merusakmu seperti—

"KYUHYUN BUKAN BRENGSEK!DIA MENCINTAIKU EOMMA!." Jerit Sungmin tiba-tiba.

"Sungmin!."

"Tak apa jika Eomma tak menginginkan bayi ini, karna aku tau ini hanyalah aib untuk Eomma bukan? Aku yang akan melahirkan dan menjaganya seorang diri!."

Leetuk mengepalkan erat-erat kedua tangannya dengan mata memerah menahan tangis sekaligus geram, ia kebas akan rasa kecewanya. Yeojja cantik itu memalingkan wajah dan menyambar kasar tas beserta high heels miliknya.

"Terserah! Lakukan apapun yang kau inginkan! kau hanya akan terus menerus melawanku demi namja biadab itu! jangan dengarkan Eomma lagi jika itu maumu! Eomma pergi...habiskan sarapanmu."

BRAKKK

.

.

Tubuh mungilnya tersentak terkejut, Sungmin tau Leetuk benar-benar marah kali ini. Tapi bagaimana lagi? meski rasa takut itu semakin meneggelamkannya...ia tetap akan bersikeras mempertahankan Kyuhyun dan buah cinta mereka...sampai kapan pun itu.

"M—maafkan aku Eomma." Gumam Sungmin, sembari bangkit dan berjalan tertatih mendekati pintu yang tertutup rapat itu.

Sungmin tau...hatinya kian melemah... ia tak lagi setegar kemarin, untuk melawan perasaan terdalamnya demi kebagaiaan Leetuk...Sungmin ingin berpaling dan kembali pada Kyuhyun, ia merindukan segala hal tentang sosok tampan itu. Sangat merindukannya...

Bagaimana bisa seperti ini...belum genap 1 hari ia pergi meninggalkan Kyuhyun, tapi rasa rindu itu bagai mencekiknya, ingin kembalipun rasanya percuma. Tak ada satupun celah untuk melangkahkan kaki jika semua pintu tertutup rapat, meski memaksa sekalipun...bagaimana dengan Eomma?, Sungminpun ingin menjaga perasaan Yeojja cantik itu.

"Uhmp~."

Tiba-tiba saja Sungmin menutup bibir dengan sebelah tangannya. Tidak! Jangan lagi... ia tak mungkin menyentak mual jika tak ada siapapun di tempat ini. Namja cantik itu benar-benar tak mengerti, bagaimana bisa tubuhnya seperti ini dua hari berturut-turut, Sungmin sangatlah membenci rasa sakit dan pening itu.

"Uhkk...uhmmp!."

Namja mungil itu berlari panik menuju toilet, apa lagi yang bisa dilakukannya selain memuntahkan semua isi perutnya. meski nantinya ia melunglai lemas...persetan dengan semua itu. Sungmin hanya ingin rasa peningnya segera berakhir.

"Hoeekkh!...Ugh...Kyu~Uhmp."

.

.

.


"Ming." gumaman lirih itu mengalun begitu saja, kala sesuatu dalam dadanya tiba-tiba berdetak kencang. Entahlah perasaan cemas dan panik itu tak pernah lenyap dari benaknya semenjak kemarin, ia memang telah melihat bahkan mencium namja cantiknya...tapi tetap saja, semua tak berarti apapun untuk meredakan gemuruh dalam hatinya.

Kedua obsidiannya tampak menatap redup benda persegi yang digenggamnya, jika saja...Sungmin memiliki gadget pink tersebut sejak jauh-jauh hari, mungkin ia tak kan merasa seperti ini. Sungguh demi apapun itu, Kyuhyun begitu merindukan suara lembut sosok cantik itu...bahkan jika bisa ia ingin mendekapnya seerat mungkin. Namun, ancaman Leetuk kembali terngiang, ia tak mungkin bisa menepis bahkan mengabaikannya...bila tak menginginkan Yeojja itu membawa Sungmin semakin jauh dari dekapannya. Jikapun memaksa membawa Sungmin pergi, maka mungkin yang terjadi akan lebih fatal dari apa yang ia duga. Namja cantiknya sudah pasti akan membencinya jika mengulang kesalahan yang sama. Ia sepenuhnya memahami...Sungmin sangatlah menyayangi ibunya.

CKLEK

"Hhh...berhentilah seperti pecundang, dan menyiksaku seperti ini." Seorang namja berkaca mata tiba-tiba merangsak masuk dengan tumpukan dokumen di tangannya. Lebih dari 4 kali dalam sehari ini ia marathon dari kantor dan kembali ke kediaman Kyuhyun, hanya untuk menyerahkan semua berkas penting tersebut hanya untuk presdir belianya itu.

Kyuhyun sama sekali tak menyahut apapun, ia hanya meraih dokumen tersebut dan membubuhkan tanda tangan sekedarnya saja. Membuat namja berkaca mata di depannya mendesah jengkel karna merasa di abaikan. Kendati demikian, ia memahami betul apa yang tengah Kyuhyun rasakan saat ini, memang berat jika itu menyangkut suasana hatinya.

"Kau bisa mengarahkan semua orang milikmu, untuk membawanya pulang bukan?."

Kyuhyun menghentikan penanya, ia menatap Yesung sesaat kemudian menggeleng pelan, seolah mengisyaratkan dirinya tak bisa melakukannya begitu saja. "Kau tak mengerti apapun." Gumamnya kemudian.

Yesung mengendikkan bahu, memang benar ia tak mengerti apapun...tapi jika mengingat semua cerita Wookie, setidaknya ia tau apa yang menghambat Kyuhyun memaksakan keangkuhannya.

"Aku tau kau mencemaskannya, tapi Jika itu karena Ibunya...aku bisa meminta Himchan untuk memastikan kondisi Sungmin baik-baik saja? Otte?." Anjur Yesung, sedikit mengangkat sebelah alisnya.

"Himchan?."

"Ya...nae dongsaeng, anak itu juga teman sekolah Sungmin...aku rasa Yeojja itu akan mengizinkannya menemui Sungmin."

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, cara itu memang sama sekali tak mengobati perasaan rindunya, tapi setidaknya ia bisa memastikan kondisi Sungmin di sana, bagaimanapun ia tau...tubuh Sungmin masihlah begitu ringkih.

"Hn..." Gumamnya sembari menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya, dan memejamkan mata.

Yesung hanya berdehem memakluminya, ia melangkah pergi memberi sekat bagi presdir muda itu untuk menyamarkan rasa penatnya.

"Kembalikan dia padaku."

Namja Kim itu seketika terhenyak mendengar gumaman lirih tersebut, ia tau Kyuhyun memang tak sedang berbicara pada siapapun tapi lebih pada dirinya sendiri. Sungguh demi apapun itu, ia tak pernah melihat Kyuhyun seperti ini sebelumnya. Lee Sungmin...ya, satu-satunya namja yang menjadi kelemahannya.

.

.

.

.


Skip Time

"Benarkah ini apartemennya?." Gumam seorang sosok ulzzang kala mengamati lekat-lekat bangunan yang menjulang tinggi di hadapannya, sesekali ia melirik mobil di sampingnya dan menggerutu kesal begitu melihat Hyungnya melemparkan senyuman lebar untuknya.

"Cepat masuk!." Titah Yesung kemudian, membuat bibir tipisnya makin terpout kesal...terlebih melihat seorang namja berwajah stoic yang memegang kemudi di samping Hyungnya, makin menyuramkan matanya. Oh Sungguh...ia melakukan semua ini demi Kyuhyun! tapi bagaimana namja itu tak sedikitpun menujukkan itikad baik padanya...angkuh dan menyebalkan! Sekedar memberinya senyum, bukankah itu mudah.

"Kau! bagaimana wajahmju seperti itu huh!?" Himchan yang kesal mendekat dan berkacak pinggang di samping jendela Kyuhyun. Tapi tetap saja...namja tampan itu hanya diam tak sedikitpun menghiraukan celotehnya.

"Yya! Yya! Yya! Jangan banyak bicara...cepat masuk dan temui Sungmin!." Bentak Yesung, sesungguhnya ia mencemaskan Himchan, karena Kyuhyun tak akan main-main jika seseorang memancing emosinya.

"Aisshh Hyung! Kau—

Gerutuannya seketika terhenti begitu melihat siluet seorang yeojja hendak memasuki bangunan apartemen tersebut, dan ia tau siapa Yeojja itu...tanpa pikir panjang dan tanpa meminta petunjuk dari dua namja di belakangnya, Himchan cepat-cepat berlari lurus mengejar langkah sosok cantik itu.

.

.

.

Senyumnya makin terulas lebar, begitu menyadari Leetuk berhenti di sebuah pintu...ia berjalan mengendap dan berdiri manis di samping Yeojja itu. Sontak Leetuk memekik terkejut melihatnya tiba-tiba saja muncul tanpa suara.

"Ommo! Siapa kau?." Tubuh rampingnya berjengit, membuat buah dalam paper bagnya berjatuhan ke lantai.

Himchan hanya terkekeh dan merunduk demi memngut satu persatu buah tersebut. "Kim Himchan...aku teman sekolah Sungmin Ahjjumaa~." Manja Himchan seraya membungkukkan tubuh dengan beberapa buah dalam dekapannya.

"Teman Sungmin? bagaimana bisa kau mengetahui tempat ini." Tanya Leetuk curiga

"O...i—itu, aku mengikutimu saat di ujung jalan A-ahjumaa."

Leetuk tampak menghela nafas mendengarnya, mencoba percaya dan memakluminya...jika dilihat dari wajahnyapun. Himchan sepertinya anak yang baik. "Hhh...seharusnya kau tak bermain-main di luar selarut ini, masuklah." Ujar Leetuk begitu membuka pintu apartemannya, sesekali ia tersenyum lembut sembari mengacak surai hitam Himchan.

.

.

.

Namja ulzzang itu mengedarkan pandangan ke sudut ruangan di hadapannya, meski terkesan minimalis tapi sungguh itu sangatlah hangat dan nyaman.

Tapi di mana Sungmin?

"Minnie...temanmu datang sayang."

Ah...tepat sekali, yeojja itu begitu tanggap menangkap raut ingin taunya...tapi masih saja, tak ada tanda-tanda Sungmin di sekitarnya.

"Minnie...Apa kau sedang di kamar mandi?." Seru Leetuk lagi.

Himchan beralih berjalan mendekati ranjang di seberang dan mendudukinya, menunggu Yeojja cantik itu mencari putranya, merasa bosan...namja ulzzang itu menghempas tubuh dan berguling-guling ke kanan dan ke kiri hingga ia terpuaskan.

"Sungmin!."

Namun tiba-tiba saja Himchan menjerit histeris, begitu ia melihat Sungmin tergeletak di sisi bawah ranjang tersebut. cepat-cepat ia merangkak dan melompat turun demi merengkuh tubuh lemas itu.

Leetuk begitu kalut mendengar jeritan itu, rasa takutnya kian memuncak kala melihat buah hatinya terpejam dengan darah segar mengalir dari hidungnya...apa yang sebenarnya terjadi? Oh sungguh demi apapun itu, ia benar-benar menyesal meninggalkan Sungmin seorang diri, dan berakhir seperti ini.

"Apa yang terjadi? Bangun—

Ucapannya tertelan begitu saja, kala menyentuh pipi Sungmin, ia membelalak panik. Tidak mungkin, Sungmin sepanas ini!. Merasa tak yakin, Leetuk meraba cepat leher Namja mungil itu. Dan detik itu pula nafasnya makin tercekat, begitu merasakan panas tubuh Sungmin serasa menyengat telapaknya. "Minnie!."

"Ahjjuuma apa yang terjadi padanya?" Seru Himchan panik namun Yeojja itu tak sedikitpun mennghiraukan bahkan menoleh padanya pun tidak. Sepertinya rasa panik itu semakin mengeruhkan pikiran Leetuk, berulang kali Yeojja itu menepuk dan mengguncang tubuh Sungmin, percuma saja, meski ia menangis darah sekalipun...Putranya tetap tak bergeming dan semakin miris.

Gimchan bergerak cepat untuk bangkit, dan mendobrak paksa jendela apartemen tersebut hingga engselnya nyaris terlepas. Satu tarikan nafas panjang...

"KYUHYUUUUUUNNN!." Teriaknya tiba-tiba. Yeojja yang masih mendekap Putranya itu pun menoleh dan menatap geram padanya.

"Siapa yang kau panggil!." Bentak Leetuk tak terima.

Seolah tak peduli, Himchan makin berjinjit...dan kembali berteriak sekuatnya...membuat beberapa penghuni di sekitarnya tampak menyalakan lampu apartemen, karena sungguh teriakkan memekakkan itu benar-benar mengusik tidurnya.

"YESUNG HYUUUUUNG!" Teriaknya lagi, sembari melemparkan sepatunya ke bawah...berharap besar dua namja yang masih menunggunya di tepi jalan itu mendengar jeritannya.

"Kau bagian dari orang itu?! Andwae! Kalian ingin melakukan hal buruk pada Putraku!."

"Yya! Ahjjuma aku sedang mencari bantuan...apa kau tak melihat kondisi Sungmin saat ini?."

"Sungmin baik-baik saja sebelum bertemu dengan kalian! Aku yang akan menjaganya! Jangan mendekati Putraku lagi! Hiks."

"Aissh jinjja! Apa yang kau bicarakan sebenarnya? Kondisinya akan semakin parah jika kau keras kepala seperti ini."

"Andwaee! Hiks...bantu aku...tolong, selamatkan Putraku." Jerit Leetuk kalap, suhu tubuh Sungmin semakin meninggi terlebih darah yang mengalir dari hidungnya pun tak kunjung mereda. Hatinya benar-benar tercabik jika seperti ini. "Hiks...tolong aku." Lirihnya pasrah

BRAAAKKKK

Tiba-tiba saja pintu utama terhempas kasar, begitu seorang pemuda menendangnya paksa...ia berlari gusar mendekati Leetuk, nafanya begitu memburu kala melihat kondisi Sungmin. Tanpa suara ia beralih cepat mengangkat bridal tubuh mungil itu, dan membawanya secepat mungkin menuju mercy hitamnya.

.

.

.

.


Hospital

"Hiks." Lagi...isakkan itu kembali mengalun dari bibir tipisnya, tak terhitung seberapa banyak tisu yang tersebar di bawah kursi tunggu rumah sakit itu, hanya untuk menyeka air matanya. semua yang terjadi saat ini, mutlak kesalahannya...ia terlalu memaksakan segalanya, mengabaikan perasaan Sungmin dan membiarkannya menderita seperti ini, ibu macam apa dirinya? Itu yang kini memenuhi pikiran Leetuk.

Kyuhyun tampak menghela nafas pelan melihatnya, ia beralih mendekati Yeojja yang masih tergugu itu dan memeluk tubuh ringkihnya.

"Seharusnya aku yang menderita bukan Minnie...hiks." Isak Leetuk dalam dekapan Kyuhyun, sungguh ia tak kan memaafkan dirinya, jika sesuatu yang buruk terjadi pada Putranya.

"Ingatkah kau padaku?." Bisik Kyuhyun tiba-tiba, membuat Yeojja dalam pelukannya seketika berhenti terisak.

"Cho Kyuhyun...ingatkah kau padaku, Tteukkie Ahjumma?."

Leetuk seketika membulatkan mata lebar...nada bicara itu mengingatkannya pada sosok anak yang kerap dipeluknya dahulu...sangat lama sekali.

"K—kyunnie." Lirih Leetuk kemudian.

"Ne...kau ternyata masih mengingatku, kamshae..." Kyuhyun tersenyum hangat dan mencium puncak kepala Leetuk dengan lembut.

Tangisannya kembali pecah, ia menatap nanar Kyuhyun dan menangkup wajah namja tampan itu. Bagaimana mungkin Putra Hangeng telah tumbuh sebesar ini, balita kecil yang selalu tertawa dan menangis bersama Putranya itu...benar-benar telah tumbuh menjadi namja dewasa yang begitu tampan.

"Kyunnie...hiks Kyunniee."

"Mianhae... apa yang telah ku lakukan pada kalian selama ini, mungkin tak kan bisa di maafkan lagi. Tapi kumohon...jangan membenciku...aku menyesalinya Ahjjuma"

Leetuk menggeleng kasar, seolah melupakan semua ingatan kelam yang Kyuhyun lakukan...tempo lalu. Bagaimana mungkin ia membenci Putra Hangeng dan Heechul? Ia pun begitu menyayangi balita kecil yang kerap bermanja dalam pangkuannya dulu, namun sungguh Leetuk tak mengerti, kemana perginya Kyuhyun. Semenjak kematian Hangeng, suaminya tak pernah berhenti mencarinya. Dan tiba-tiba saja Kyuhyun muncul dengan sosok seperti ini.

Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya, sekelebat ingatan akan perlakuan buruknya pada Sungmin kembali melumpuhkan hatinya, ia benar-benar biadab kala itu...bagaimana mungkin ia menaruh dendam pada keluarga sahabat Ayahnya tersebut, dan keluarga yang selalu menyambutnya dengan hangat. Seharusnya ia tak sebodoh itu, terjebak dalam permainan musuhnya...dan sampai hati menaruh dendam tak berdasar itu.

"Sungmin akan baik-baik saja...percayalah padaku." Ucap Kyuhyun pelan, berusaha menegarkan Yeojja cantik itu juga lebih untuk dirinya.

CKLEK

Tak berselang lama, pintu yang selama hampir 2 jam ini dinanti terbuka beserta seorang namja lengkap dengan pakaian medisnya, ia tersenyum ramah begitu melihat Kyuhyun dan seorang Yeojja di sisinya tampak berjalan panik mendekatinya.

"Akan ku jelaskan nanti, temuilah Sungmin terlebih dahulu...tapi untuk saat ini, jangan mempengaruhi emosinya."

Kyuhyun hanya berdehem merengkuh pundak Leetuk, membimbingnya masuk kedalam demi melihat sosok mungil yang dirindukannya selama ini.

.

.

.

"Sungmin belum siuman?." Tanya Kyuhyun panik. Namja cantik itu masih terbaring lemas di hadapannya dengan mata terpejam erat.

"Bersabarlah, tak lama lagi kau akan melihatnya tersenyum padamu." Canda Ryeowook...tanpa mengalihkan kegiatannya mengatur kecepatan tabung infus di sisi ranjang Sungmin.

"Apa terjadi sesuatu yang buruk padanya?." Kyuhyun meraih jemari Sungmin dan mengecupnya lama. Sementara Yeojja cantik di sisinya tampak memandang teduh, seraya membenarkan letak selimut Sungmin.

"Tubuhnya terlalu lemas, kupastikan pula Sungmin mengalami mual pagi ini...tak ada yang buruk, selain demam tinggi, kau harus mengatur pola makannya dengan baik jangan membiarkannya lemas seperti ini." Jelas Wookie sembari menepuk pelan bahu Kyuhyun.

Leetuk tampak menunduk dalam, tampak rembasan kristal bening menetes dari pelupuknya.

"i—ini semua karena salahku, aku terlalu memaksanya hingga mengabaikan perasaan dan semua keluhannya." Sesal Leetuk, ia sepenuhnya memahami apa yang membuat Sungmin sama sekali tak menyentuh makanannya...hati anak itu terlalu rapuh untuk sekedar menguatkan dirinya dengan asupan makanan tersebut. Ya...Semangat Sungmin menguap begitu saja tanpa Kyuhyun di sisinya.

"Sssh...Gwaenchana, jika kau menangis dan menyalahkan diri seperti ini...hanya akan membuatnya bersedih, ulljima." Tenang Kyuhyun seraya menyeka linangan air mata di pipi Leetuk dengan ibu jarinya.

"Uhnn."

Keduanya seketika membulatkan mata lebar kala mendengar dengungan halus itu, mungkinkah ini saatnya, ia melihat foxy indah itu.

Sungmin mengerjap, dan mengernyit silau kala membuka mata dan bias terang seketika memenuhi pupilnya.

"Minnie...buka matamu nak." Bisik Leetuk seraya mennagkup kedua tangannya di atas mata Sungmin, berusaha menghalangi silau lampu ruangan itu.

"E—eomaa" Panggil Sungmin begitu melihat Leetuk di sisinya, dan terus menerus mengelus kepalanya dengan lembut. Namun hatinya tiba-tiba saja berdenyut sakit kala tak menemukan apa yang di dambanya. Jika saja ia bisa melihat Kyuhyun di tempat ini, mungkin hatinya tak sesesak ini. meski berharap demikian pun, tak akan merubah apapun...bukankah sejak kemarin ia berdoa dan memanggil nama Kyuhyun. Namja tampan itu tak jua datang untuk memeluknya.

"Aku merindukanmu Ming." Chupp.

Kedua manik foxy itu membuka lebih lebar, apa ia tak salah mendengar suara bass tersebut? Ya...Sungmin paham betul suara itu milik Kyuhyun, terlebih kecupan lembut di tangannya benar-benar nyata membuat darahnya berdesir hangat, Sungmin berusaha mengangkat kepala dan mencari pemilik suara tersebut, seketika itu pula senyumnya terkembang manis.

"Kyuu~." Panggilnya kemudian.

"Sudah kukatakan berulang kali, jangan sakit seperti ini...kau tak pernah mendengarkanku Ming." Ucap Kyuhyun seraya meraih tubuh lemas itu dan mendekapnya erat, berulang kali Kyuhyun mengecup tengkuk Sungmin, betapa merindunya ia akan aroma dan kehangatan tubuh mungil itu.

"M—mianhae." Sungmin makin menyusupkan kepalanya di dada bidang itu, jemari lentiknyapun tampak meremas kuat bagian belakang kemeja Kyuhyun. Tidak! Sungmin tak akan melakukan hal bodoh itu lagi, meninggalkan Kyuhyun dan melepaskan pelukan sehangat ini.

"Hhh...tubuhmu tak senyaman kemarin saat kupeluk, kau tak makan berapa hari eum? Makanlah yang banyak setelah ini." canda Kyuhyun seraya mengusap punggung sempit Sungmin.

"Uhm...Kaupun akan ku makan."

"M-mwo? aisshh nappeun!." Kyuhyun mengacak surai Sungmin tapi setelahnya ia terkekeh senang. Sungmin benar-benar kembali dalam dekapannya, tak ada yang lebih membuatnya bernafas lega selain ini.

Sementara Yeojja cantik itu, tampak tersenyum sumringah melihatnya...ia tak pernah melihat Putranya tertawa selepas ini sebelumnya. Mungkin memang benar, Sungmin dan Kyuhyun telah terikat semenjak kecil.

Meski tersenyum , namun setitik air mata menetes dari pelupuknya...Leetuk cepat-cepat menyekanya. Seharusnya ia bahagia detik ini, bukankah Sungmin telah menemukan kebahagiaannya...dan itu Kyuhyun. Sosok yang akan menggantikan Kangin dan menjaga Sungmin sepenuhnya, tapi satu hal yang menjadi risaunya...kehadirannya sudah pasti akan mngusik Kyuhyun. itu menurutnya.

"Maafkan Eomma Sayang...seharusnya Eomma mendengarkanmu."

Sungmin mengangkat kepala demi menatap Yeojja cantik itu dan tersenyum manis, begitu merasakan belaian lembut di pipinya.

"Berbahagialah dengan Kyuhyun...aku akan pergi setelah ini Taemin membutuhkan Eomma di sana, Arrachi?."

Seketika itu pula manik foxy itu membulat lebar, apa maksud ibunya berbicara demikian...Jungmo akan menyiksanya jika ia kembali. Tidak! itu tidak mungkin terjadi, ia tak akan membiarkan Leetuk meninggalkannya lagi.

"Jangan pergi, Sungmin lebih membutuhkanmu di sini, Dan akupun demikian...Ku mohon tinggalah bersama kami. Tentang Taemin...aku akan membuatnya kembali kepangkuanmu." Tegas Kyuhyun meyakinkan.

Leetuk tampak tersentak mendengarnya, benarkah semua ucapan itu? Tentu saja ia ingin menemani Sungmin dan memanjakannya di setiap detiknya, terlebih jika Taemin turut mewarnai kebahagiaannya...tak ada yang lebih didamba bagi seorang Ibu sepertinya, selain mendekap erat kedua Putranya.

"B—benarkah?."

Senyum manis Putranya dan genggaman tangan Kyuhyun seolah memberi kepastian kuat dan begitu menegarkannya, hatinya terlalu terenyuh melihat semua ini. Tak henti-hentinya ia bercerita dalam hatinya, mengungkapkan semua hal yang terjadi pada mendiang suaminya.'Uri Aegya telah menemukan kebahagiaannya Yeobbo'

.

.

.


2 Minggu Kemudian

Senyum cantik itu kembali terkembang di pagi ini, kala melihat Sungmin dan Putra bungsunya...Lee Taemin, tak pernah berhenti saling mengejar. Tak ada satupun dari keduanya yang terlihat ingin mengalah, menjerit sesuka hati tanpa peduli sekitarnya. Tapi sungguh ia bahagia dengan semua itu...Kyuhyun benar-benar memenuhi janjinya, entah apa yang dilakukan pemuda itu hingga dapat membuat Jungmo bertekuk lutut dan membawa pergi Taemin dengan mudahnya.

"Kembalikan lolipopku!." Lagi...jeritan Sungmin kembali melengking memekakkan, derap langkahnyapun terdengar menggema karna mengejar baby berumur 3 tahun itu.

"Shilleoo!"

Leetuk menggeleng pelan melihatnya. "Minnie...berhenti berlari seperti itu, berikan lolipop itu untuk Dongsaengmu, kau bisa membeli yang baru lagi Sayang."

"Aniiii Eommaa! Itu pemberian Kyuhyun...aku ingin lolipopku!."

Yeojja cantik itu kembali menghela nafas pelan, semakin hari Sungmin semakin bersikap kekanakan...meski tak sepenuhnya meyakini, tapi ia paham betul itu bawaan bayinya. Cepat-cepat Leetuk mencekal tangan Sungmin, sebelum namja mungil itu kembali berlari mengejar Dongsaengnya.

"Kau bisa membahayakan kandunganmu jika seperti ini, apa kau tak kasian dengan baby?."

Sungmin bersungut kesal. "Tapi Eomma...Taemin—

"Aku pulang."

Sontak saja Sungmin memalingkan tubuh begitu mendengar suara Kyuhyun, masih dengan bibir terpout kesal namja cantik itu berjalan menghentak kaki mendekati Kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu utama rumah mewah tersebut.

.

.

'Chup'

"Apa yang terjadi pada wajah ini eum?." Ujar Kyuhyun setelah mengecup bibir terpout di hadapannya, ia membelai paras cantik itu dan menyibak beberapa helai rambut yang menjuntai di kening Sungmin. Hhh...apa yang sebenarnya dilakukan namja cantiknya hingga penampilannya acak-acakkan seperti ini.

Namun tak berselang lama setelahnya, ia kembali menarik tengkuk Sungmin dan menyesap lembut bibir Cherry itu, tanpa sedikitpun menaruh Sungkan pada sosok Yeojja yang duduk di sofanya.

"Uhmph...Kyuuu~."

"Wae?."

"Taemin mengambil lolipopku." Adu Sungmin, seraya menyusupkan wajahnya di dada bidang Kyuhyun.

"Aigo...kau lebih besar darinya, berikan lolipop itu pada Minnie...kita—

"Minnie? Panggilan itu milikku Kyuu!." Bentak Sungmin tiba-tiba, membuat Kyuhyun membulatkan mata mendengarnya, tapi setelahnya ia terkekeh palan dan membawa tubuh mungil itu ke dalam dekapannya. "Hn... itu memang panggilanmu...mianhae aku salah bicara Chaggi." Bisiknya kemudian. Ia memang memahami Sungmin, semenjak kehamilannya...emosi namja mungil itu kerap pasang surut, seperti saat ini...Sungmin kembali merajuk dan bersikap manja padanya. Tapi sungguh...itu semakin membuatnya mencintai namja mungil itu.

"Jangan membuatku menciummu lagi dengan bibir seperti itu, lihat apa yang ku bawakan untukmu Ming."

Sungmin melonjak girang begitu melihat sebuket lili calla dan mawar di tangan Kyuhyun, sejak kapan namja tampan itu membawanya? Sungguh Sungmin benar-benar berbinar dengan rangkaian bunga bercorak lembut itu.

Kyuhyun kembali tersenyum hangat, tak salah ia membeli sebuket penuh bunga tersebut untuk Sungmin, lihat saja...bunganya berhasil memulihkan mood namja feminim itu dengan cepat.

"Saranghae Kyuhyunnie." Chupp

Sungmin berjinjit dan mengecup cepat bibir bawah Kyuhyun, sedetik kemudian ia berjalan riang menuju kamar demi meletakkan bunga kesayangannya itu ke dalam sebuah vas.

.

.

.

"Eomma bagiamana dengan Sungmin hari ini." Ucap Kyuhyun seraya melonggarkan dasinya.

"Seperti yang kau lihat, Minnie semakin manja dan kekanakan pada siapapun terlebih jika itu denganmu...dan lagi anak itu sulit meminum susunya Kyu."

Kyuhyun hanya terkekeh mendengarnya . Biarlah namja cantiknya bersikap demikian...selama ia bisa melihat tawa riang dan senyum menggemaskan itu setiap harinya.

"Apa kau ingin makan malam sekarang?."

"Hn...nanti saja, ada beberapa berkas yang ingin kuselesaikan terlebih dahulu."

"Baiklah...biar Minnie yang membawakan makananmu nanti." Ucap Leetuk sembari mengambil jas Kyuhyun dan melipatnya dengan rapih.

Kyuhyun tersenyum menanggapinya, hatinya semakin menghangat dengan kehadiran Leetuk. Seolah ia kembali menemukan sosok ibunya dalam diri Yeojja cantik itu, Kyuhyun mengacak surai lembut Taemin yang begitu antusias menikmati lolipop di tangannya, sebelum benar-benar melangkahkan kaki menuju ruang kerjanya.

.

.

.

Beberapa saat kemudian.

Cklek

"Kyu~."

Kyuhyun mengangkat kepala dan mengulas senyum menawan, kala pintu ruang kerjanya terbuka menampilkan sosok cantik dengan nampan berisi penuh dengan makanan di tangannya.

Sungmin melangkah cepat mendekati Kyuhyun, dan meletakkan nampannya, namun tiba-tiba saja Sungmin memksa menyusup ke sisi meja , dan duduk manis di pangkuan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menghela nafas jika namja cantiknya sudah seperti ini, ia melingkarkan kedua lengannya di perut Sungmin, sedikit merabanya...barangkali bisa merasakan detakkan kecil dari dalamnya.

"Apa kau sudah meminum susumu malam ini?."

"Ani...aku tak akan meminumnya sebelum kau pulang Kyuh~ Mmh." Gumam Sungmin sambil memainkan pena Kyuhyun di tangannya, sesekali ia mendesah kecil kala Namja tampan itu menjilati tengkuk dan perpotongan lehernya.

"Aku sudah pulang bukan? Cha...sekarang minum susu yang telah Eomma buatkan untukmu." Ujar Kyuhyun sembari melirik segelas susu putih di atas nampan itu, ia tau Leetuk begitu memperhatikan Sungmin dan juga dirinya tanpa kurang apapun.

Namja cantik itu hanya menggeleng dan mengguncang tubuhnya, enggan menyentuh minuman hangat itu. Namun apa yang dilakukannya membuat sesuatu di tengah selangkangan Kyuhyun menegang cepat, karena sungguh butt Sungmin menggesek keras miliknya tanpa jeda.

"M—ming." Gugup Kyuhyun dengan meremas kuat-kuat tepian meja marmernya, akan tetapi Namja cantik itu tak berhenti dan tetap mengguncangkan tubuh sesuka hatinya.

'Oh Shit! Apa kau sengaja menggodaku Ming?' Racaunya dalam hati.

Merasa tak tahan dan benar-benar di ambang nafsunya, Kyuhyu memaksa memalingkan cepat wajah Sungmin ke samping dan melahap penuh bibir Cherry itu dari belakang, tak ayal...Sungmin memekik tertahan dibuatnya.

"Uhmph~ Mmmph...Mmmm."

Berulang kali Sungmin memukul-mukul lengan Kyuhyun, namun namja tampan itu sama sekali tak bergeming dan makin memagut bibirnya lebih kasar, bahkan terlihat saliva yang telah bercampur menetes dari sela-sela bibirnya.

"Eumph...Hhh...hhhh" Engah Sungmin begitu namja tampan itu melepas pagutannya, ia menatap tajam Kyuhyun...menuntut penjelasan akan serangan tak terduga itu.

Tapi Kyuhyun hanya terkekeh melihatnya, namja tampan itu beralih mengangkat tubuh mungil Sungmin dan membaringkannya di sebuah sofa panjang.

"K—kyu" Panik Sungmin begitu menyadari Kyuhyun bergerak cepat memenjarakan tubuhnya di atas sofa itu, ia berusaha menggeliat namun tangan Kyuhyun yang menyusup dan menarik tengkuknya ke atas, membuatnya tak berkutik seketika.

"Menghangatkan tubuh di malam ini, sepertinya pilihan yang tepat Ming."

"M—mwo? Kyu~umpfthhh...mmhhh."

.

.

.

.

'Aku ingin secepatnya mengikatmu Lee Sungmin...menikahlah denganku'

.

.

.

,

TBC

Annyeooong AWS Chap 8 Hadiiir

*Author g hiatus kok,Jjeongmal mianhae (Ada masalah sama Laptopnya)

* Yang ga' review...upnya super lemot

*Chap ini, lebih ke eommanya sama Kyumin, Chigu mian kl Bangimnya g ada ^^

*Iyaa Breakable Heart, itu FF barunya author...mungkin ND menyusul setelah ini (Gomawoo sudah membacanya)

*Tetem (Taemin) itu anaknya leetuk sama jungmo ^^ hehe

Dan untuk:

Cho Na Na, Michelle BunnyKyu , kyuminjoy, Ria, RithaGaemGyu137 , kyuminsaranghae, BabyMing, pumpkinsparkyumin, Chlie hanariunnse , Voice 13Star, ChanMoody, WineMing , gorjazsimba, Mingriew-chan , UnyKMHH, myFridayyy , Princess Kyumin215, ChoKyunnie, mita sarang-MIN , Lilin Sarang Kyumin, epildedo , cho hyo woon , teukiangle, teras fanfiction , nonifitriJOY, Mayu ChoLee , dhian930715ELF, bunnyblack FLK 136 , KYUMINTS, hwangpark106 , feby3424, bebek, dessykyumin, anabel , hye jin park, sebastianone, Glows Kyumin Angel, KyuMin1307, Ristinok137, NaizhuAmakusa, kimteechul, Ddeokbokkii, ShinJiWoo920202, Kim Yong Neul, Phia89, sider imnida, Ia and JOYer , deviyanti137, minnie kyumin , fonami-kyuminelf, KMalways89, koko , Yc K S H, Zen Liu , nova137, Alefiction , Dina LuvKyumin, AmyKyuMinElf, GaemGyu137, Yefah Joyer Cloudsomnia , kim eun neul , dirakyu, shineeetha , Bunbunchan, babychoi137, WineShipper, sha nakanishi, JOYmin137, JoyELF, eliabcd, sary nayolla, Kang Dong Jae , bunnyMing, Ranny, fuji , Myst-girl , dJOYers, kim hyun nie, kyumin joyer, reaRelf , shippo chan 7, AngeLeeteuk, hijkLEETEUK, kim alice , AreynaSyndrome, Adekyumin joyer, Cywelf, deps lanae, hyuktaco, angelicKYUMIN , younchanzai dvjewelselfsuju, sitara1083, Indah Mirahati137, lee min suk, imtwins, sissy, rani, jihan, oushi kyu, Gyumina, ReikiAkishima28, gd , may moon 581 , Elf KyuMin,Kitukie, hyejeong342 , kyumin pu, vey900128 , arisatae, Dwi Sugiarti, Kim Eun Seob , liu13769, stevani , kimpichi adjah, S ELF137 , farla 23, nuralrasyid, snow drop 1272, winecouple, aey raa kms, fariny, lee sunri hyun, lemonade ,abilhikmah, Hari, dan Para Guest

Gomawoooooo sudah mereview dan kasih semangat di chap 7 kemarin

Author selalu menyertakan nama reader chingu di setiap Chapny, jadi yang blm tercantum mohon bilang neee...

Annyeooooongggg

Saranghaaaaaeeeeeeeee ^^