Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

.

.

Previous Chapter

"Menghangatkan tubuh di malam ini, sepertinya pilihan yang tepat Ming."

"M—mwo? Kyu~umpfthhh...mmhhh."

.

'Aku ingin secepatnya mengikatmu Lee Sungmin...menikahlah denganku'

.

.

Chapter 9


A Winter Story


############################################

#################

.

"Nghh~."

Foxy eyes itu terpejam, meresapi sengatan nikmat dari organ kenyal yang kini meruam bagian belakang telinganya. Sesekali ia memekik lemah begitu Kyuhyun dengan sengaja menggigit dan menyesapnya, menyisakan spot merah kontras pada kulit putihnya.

"Nikmat eum?." Bisik Kyuhyun tanpa mengakihiri jilatan basahnya, sebelah tangannya begitu lihai melepas 3 kancing piyama Sungmin, sedikit menyingkapnya memperlihatkan nipple pink kecoklatan yang telah mencuat tegang.

Kyuhyun merunduk, menjilat penuh ujung mutiara lembut tersebut hingga sepenuhnya basah karena saliva. Seringaian tajamnya tiba-tiba saja terbentuk kala menyadari namja cantik dalam rengkuhanya tampak hebat menggigil dan mendesah sensual.

"Ah...Ahnn~..aah Kyuh."

"Yeppeoh." Kyuhyun makin liar mencumbu dada berisi itu, jantungnya tak pernah berhenti berdetak liar mendengar lenguhan menggoda itu, desahan Sungmin terlampau hebat membakar hasratnya.

Kyuhyun tak bisa menahannya lagi, nafasnya terlalu memburu menatap pahatan molek penuh kilap peluh itu. sebelah tangannya menyusup ke bawah punggung Sungmin, meraba dan sedikit menekannya...memberi sedikit rangsangan lembut di area tersebut. Dan benar saja...Sungmin tampak menyukainya, berulang kali namja mungil itu melenguh nikmat meminta Kyuhyun menggelitik lebih intens bagian punggungnya.

.

.

"Nnh~ Kyuhh."

Dijilatnya sepanjang garis rusuk itu bahkan Kyuhyun tak segan-segan menghisapnya kuat, memperjelas bekas hickey yang baru kemarin dibuatnya.

"Ah!."

Sungmin memekik keras, merasakan denyut ngilu dari serangan bibir merah itu. berulang kali ia mencakar lengan Kyuhyun yang memenjarakannya, berusaha melampiaskan semua rasa nyeri berbaur nikmat dari cumbuan namja tampan itu.

.

.

"Nnh~ Appo Kyuh!." Sungmin tidak tahan, ia memaksa bangkit dan memukul-mukul bahu Kyuhyun, begitu namja tampannya menggigit dan menghisap kuat perut bawahnya. Sungguh itu benar-benar membuatnya terkejut karena sakit.

Sementara Kyuhyun hanya mengulas senyum melihat hickey merah terang di perut mulus itu, dan makin terkekeh menyadari spot merah tersebut akan sulit hilang selama 1 minggu kedepan...maybe.

"Kyu! K—kau ingin menggigitku? Aisshh ige mwoyaa? (Apa ini?)." Gerutu Sungmin sembari mengusap-usap bekas gigitan Kyuhyun, berharap spot merah tersebut itu lenyap dari perutnya, tapi percuma saja...hickey itu benar-benar terpatri merah bahkan nyaris berdarah...ah, apa yang salah dengan Kyuhyun malam ini? ganas sekali. Pikirnya.

"Wae? Sangat cantik bukan?." Kyuhyun menatap gemas Sungmin yang masih mengusap-usap perutnya, sesaat ia menggenggam kedua tangan lentik itu, membawanya ke sisi tubuh Sungmin dan mengecup hickey di perut itu bertubi-tubi.

"Cantik? Ini tidak bisa hilang Kyuu."

"Memang itu yang kuinginkan, kau milikku Ming." Bisiknya lembut, dan kembali menjilat perut Sungmin berusaha menyamarkan rasa nyeri itu dengan belaian lidah hangatnya.

Sungmin menunduk tersipu. "Kau akan membuat baby takut jika menggigitnya seperti itu." Ujar Sungmin di tengah kikikkan gelinya, jemari lentiknya membelai surai ikal Kyuhyun yang masih menjilat dan mengecupi perut mulusnya.

"Hn...benarkah? baby atau Mommynya yang takut?" Kyuhyun beralih bangkit, demi mendekati wajah Sungmin. kedua lengannya semakin pas memenjarakan tubuh mungil itu di kepala ranjang, sementara namja cantik yang setengah bersandar itu tampak mengerling manja dengan jemari memainkan kerah kemejanya.

'Chup'

Kyuhyun tersentak kala Sungmin mengecup cepat bibir merahnya. Detik berikutnya ia tersenyum dan menggerakkan jemarinya untuk membelai surai hitam Sungmin yang telah memanjang. "Kau semakin cantik...sangat cantik." Gumamnya tak sadar.

"J—jangan menggodaku." Pekik Sungmin tersipu, membuat Kyuhyun lekas tersentak sadar. Lalu setelahnya menarik cepat namja mungil itu ke dalam pelukannya, menatap dan mendekap Sungmin seperti ini membuat relung hatinya begitu hangat, bahkan Kyuhyun sama sekali tak tau kapan cinta itu datang...membuatnya terlalu jauh terjerat dan jatuh mencinta sehebat ini. ia tak bisa menerka apa yang kelak terjadi...jika Sungmin tak hadir dalam hidupnya. Hatinya mungkin akan tetap menjadi batu hitam yang retak, dipenuhi semua ambisi dan dendam tak berdasar itu. "Kamshae..." Lirihnya.

.

.

"Kyuu~."

Panggil Sungmin lirih, heran dengan Kyuhyun yang hanya memeluk dan menghirup perpotongan lehernya dalam diam. Bukankah namja tampan itu sebelumnya begitu bergairah, mencium tubuh Sungmin bringas hingga setiap jengkalnya tak luput dari kissmark miliknya

"Hn?." Gumam Kyuhyun sekenannya.

Sungmin menggeliat kecil dalam pelukan Kyuhyun, dan meminta namja tampan itu memangkunya dalam posisi menyamping. "Kau ingin tidur?" Ucapnya begitu kembali menyandarkan kepala di dada Kyuhyun.

"Siapa yang ingin tidur? Aku belum makan apapun Ming."

"Ommo!" Sungmin berjengit, sadar ia telah melupakan sesuatu. Bagaimana mungkin ia bermanja-manja seperti itu sementara Kyuhyun belum sama sekali menyentuh makanan yang di bawanya. Ah! Kyuhyun sudah pasti lapar sehabis pulang bekerja...

Sungmin merutuk diri seraya menepuk jidatnya bertubi-tubi. Sesaat kemudian ia melompat dari pangkuan Kyuhyun dan berlari mengambil nampan berisi makanan di meja kerja Kyuhyun.

"Jangan berlari seperti itu!" Serunya cemas, Tentu saja...Kyuhyun panik bukan kepalang melihat namja cantiknya tiba-tiba berubah hyperactive, Sungmin tengah hamil muda...jika melompat dan berlari seperti itu bukan tidak mungkin Sungmin mengalami keguguran.

"Kyu ini—akh~

"Letakkan di meja saja." Kyuhyun memeluk cepat tubuh mungil itu dari belakang, sebelum Sungmin kembali berlari dan membuat guncangan di perutnya, Sungguh Kyuhyun tak menginginkan terjadi sesuatu yang buruk pada Sungmin dan buah hati keduanya, terlebih ia pun memahami namja yang mengandung sudah pasti berbeda dari yeojja pada umumnya, rahim Sungmin kemungkinan lebih ringkih.

"Bukankah kau ingin makan malam?...m—mianhae makanannya mendingin Kyu~."

Kyuhyun tersenyum tipis sembari menyusupkan kedua tangannya ke dalam piyama Sungmin, dari belakang. Meraba perut yang masih sepenuhnya datar itu dengan gerakan mememutar. "Bukan makanan itu...tapi—

Kyuhyun mengendus tengkuk Sungmin. "Kau...Mingh." Lanjutnya dengan mendesah, sesekali Kyuhyun menghembuskan nafas panasnya di sekitar rahang Sungmin. Ia tau bagian itu salah satu titik tersensitif yang dimiliki namja cantiknya.

"Sshh~ ahh." Sungmin memiringkan kepalanya ke samping, memberi ruang bagi lidah lihai itu mencumbu dengan saliva panasnya.

.

.

Rintihannya semakin menjadi-jadi, sungguh...kecupan dan jilatan basah itu begitu hebat membuat persendian tubuhnya melunglai. Sungmin nyaris merosot...jika saja kedua lengan itu tak merengkuh pinggulnya dengan erat.

"Mmh...K—kyu?." Kedua manik foxy itu membuka dan menatap terkejut saat Kyuhyun tiba-tiba saja memutar tubuhnya dan mengangkatnya naik ke atas meja kerja. Ingin melontarkan pertanyaan namun sebuah jari menyentuh cepat bibir mungilnya yang terbuka.

"Minum susumu." Ungkap Kyuhyun tiba-tiba seraya menyerahkan segelas susu untuk Sungmin, sontak namja cantik itu membulatkan mata lebar melihatnya. Bagaimana mungkin segelas susu bisa meredam nafsu Kyuhyun untuk menjamahnya?

"Ming." Panggil Kyuhyun begitu melihat Sungmin hanya diam memandangi susu dan dirinya bergantian.

"U—uhm" Sungmin lekas tersadar, ia mengangguk cepat seraya mengambil segelas cairan putih itu dari tangan Kyuhyun dan meneguknya denngan patuh.

Sementara Kyuhyun hanya mengulas senyuman hangat, oh sungguh melihat Sungmin seperti ini benar-benar sangatlah menggemaskan. Masih dengan senyum terkembangnya, Kyuhyun menyibak surai hitam yang menjuntai di pipi dan kening Sungmin, membiarkan namja cantik itu menghabiskan susunya dengan nyaman dan tenang,

"Habiskan." Bisik Kyuhyun begitu melihat Sungmin tampak menjauhkan gelasnya dengan seperempat susu yang tersisa, namja cantik itu berulang kali menggeleng pelan...mengisyaratkan ia benar-benar tak sanggup melanjutkannya lagi.

"Mmh Kyu...i—ini sangat buruk." Sungmin menyerahkan gelasnya pada Kyuhyun dan menatap tak suka. Demi apapun itu... Sungmin benar-benar tak tahan dengan perisa yang tercecap lidahnya, benar-benar tak berasa apapun selain membuatnya menyedak mual.

Kyuhyun menggeleng , ia tetap memaksa Sungmin meminum sisanya, mengabaikan segala erangan dan rengekan mual namja cantik itu. Bagaimanapun semua ia lakukan hanya demi kebaikan Sungmin.

Obsidiannya kian menajam, memberi titah telak pada sosok cantik itu, hingga susu dalam gelasnya benar-benar tertegak habis. Kyuhyun bukanlah seseorang yang pandai mencitrakan perasaannya, terlalu dingin untuk mengucap kata 'romatis' meski nyatanya ia memang begitu ingin mengatakannya pada Sungmin. Ya...hanya pada namja cantik itu. walau tetap memaksa...yang terlontar tak sejalan dengan pikirannya, bahkan terlalu menggelikan jika itu benar-benar terdengar.

Hanya sikap dan perhatian ini yang bisa ia lakukan...berharap Sungmin mengerti dan memang memahami ia tengah berusaha bersungguh-sungguh mencintainya.

.

.

.

'Chup'

Kyuhyun mengecup cepat bibir Sungmin, begitu menyingkirkan gelas yang kini tak berisi apapun dari belahan cherry itu. Perlahan namun pasti kecupannya berubah menjadi hisapan kuat. Sungmin melenguh...darahnya kembali berdesir cepat saat lidah Kyuhyun begitu lincah memainkan isi mulutnya. Sesekali ia mengerang tak tahan merasakan pasokan udara dalam patunya kian menipis... Ciuman Kyuhyun terlalu dalam, hingga membuat hidungnya menekan erat pipi namja tampan itu

"Eumph...se—sakh...mmh." cicit Sungmin di sela-sela pagutan basah itu.

Seolah memahaminya, Kyuhyun beralih semakin memiringkan kepalanya...memberi ruang lebih bagi namja cantiknya untuk bernafas dengan benar. Bersamaan dengan cumbuan lidahnya yang membelit liar dalam mulut Sungmin, jemari panjang itu tampak bergerak turun, menyusup kedalam piyama yang sebelumnya tersingkap, dan meremas pelan dada berisi Sungmin begitu tangannya berhasil menjamahnya.

"Uhn~ Hmmmh...ngh." Desah Sungmin tertahan, manik foxy itu terlihat membuka dan memejam seiring dengan remasan intens di dadanya. sentuhan Kyuhyun telalu berlebih melemaskannya, dan ia hanya memeluk erat leher pemuda tampan itu untuk melampiaskan segalanya.

.

.

.

"Apa kau memakai riasan malam ini?" bisik Kyuhyun setelah melepas tautan bibirnya, ia begitu lembut membelai pipi yang penuh semburat merah itu. Sementara sosok yang dibelainya masih memejamkan matanya dengan nafas terengah.

"A—anih...hhh...hh." Sengal Sungmin sembari menyandarkan kepala di dada Kyuhyun yang masih berdiri di depannya, nafasnya masih begitu kacau. Sekian lama berhubungan dengan Kyuhyun, namun tetap saja ia begitu kepayahan mengimbangi ciuman namja tampan itu.

"Benarkah?." Ujarnya tanpa mengalihkan tatapanya dari wajah Sungmin. Hanya perasaannya saja atau memang benar adanya, pipi chubby Sungmin terlihat semakin merona, terlebih bibirnya ...kian merah merekah jika disentuh sekali kecup saja. Ah...Kyuhyun akan semakin jatuh terpana jika setiap harinya mendekap dan mencumbu malaikat secantik ini. pikirnya.

"Waeyo?." Sungmin menegakkan kepala dan mengerjap polos menyadari namja tampan itu tak kunjung mengalihkan tatapannya, tetap memandangnya begitu teduh bahkan sarat kehangatan.

Kyuhyun turut mengerjap sembari mengulum senyum. Digigitnya puncak hidung Sungmin dengan gemas, membuat namja cantik itu memekik kecil setelahnya.

Sesaat ia kembali dibuat meleleh begitu Kyuhyun hanya mencium pipi kanannya, ...sungmin hanya butuh komentar Kyuhyun atas pertanyaanya, bukan sikap manis seperti ini. Tak dipungkiri Sungmin memang terkikik senang diperlakukan demikian, Kyuhyun benar-benar memanjakannya melebihi apapun. Dan sungguh ia tak pernah menduga...sosok dingin dan angkuh itu akan menyimpan semua sisi lembut seperti ini.

Sungmin memberanikan dirinya meraba tengkuk Kyuhyun, sedikit menariknya dan mencoba mempertemukan belahan bibir keduanya. Adakah yang lebih membuat hatinya berdebar selain ini? tidak! Hanya Kyuhyun...Ya, namja itu yang membuat darahnya berdesir secepat ini. Seolah-olah setiap detak yang terdengar memang tercipta untuk memanggil satu nama...Cho Kyuhyun.

"Umphh~ mmm." Lenguh Sungmin nikmat begitu Kyuhyun membalas setiap lumatannya, kedua lengannya kembali mengalung erat di leher namja tampan itu, mencoba kembali membangun pagutan yang lebih lama dari sebelumnya.

"Mmh~ K—kyu?."

Namun Sungmin melepas cepat ciumannya, begitu menyadari Kyuhyun mengangkat bridal tubuhnya secara tiba-tiba. ia menatap ke atas berusaha menuntut jawab, walau nyatanya hanya rahang tegas itu yang dilihatnya.

"Di sini terlalu dingin Ming...lanjutkan di kamar saja, otte?."

Sungmin menggigit bibir bawah menahan senyum, tapi setelahnya ia mengangguk cepat mengiyakan. "Uhm ne Kyu." Cicitnya lirih seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun, pasrah namja tampan itu membawa tubuhnya kemanapun ia mau.

.


Skip Time

.

.

"Uhnn~ Ahhh." Sungmin makin menenggelamkan kepalanya ke bantal,begitu jilatan lidah basah itu makin liar menggerayangi bagian bawah perutnya. Tubuhnya kini tak lagi berbalutkan apapun...seutuhnya polos, dan ia hanya bisa pasrah di bawah kuasa Kyuhyun.

Desahan demi desahan sensual terus mengalun, menyengat hasrat sosok namja yang begitu bergairah mencumbu permukaan mulus tanpa cela itu.

Sejenak Kyuhyun menghentikan jilatan lidahnya demi menatap wajah yang kini dipenuhi dengan semburat merah muda. Tak perlu diungkapkan pun, Kyuhyun tau ...namja cantik itu tengah menahan hasrat yang sama dengannya.

Tanpa mengalihkan tatapannya, Kyuhyun meraih genital mungil Sungmin dan menjilat ujungnya seduktif...nafsunya kian meradang melihat namja cantik itu mendongak memperlihatkan garis leher jenjangnya. Kyuhyun makin intens menggerakkan lidahnya, sedikit meremas-remas genital mungil itu dan mengorek lubang kecil di ujungnya dengan lidah basahnya. Percum yang makin deras mengucur meyakinkannya...Sungmin benar-benar telah siap dengan penyatuan tubuh keduanya.

Masih dengan merangsang Sungmin, Sebelah tangannya menarik sebuah bantal dan menyusupkannya di bawah perut Sungmin. Mengantisipasi tak terjadi guncangan berlebih saat menyetubuhi tubuh mungil itu.

.

.

"Ahhn~." Sungmin meremas kuat tautan jemari keduanya, dadanya membusung tinggi...merespon cepat pada sapuan lidah di bibir rektumnya.

Kebas... Ya, Sungmin menggelinjang kebas dengan semua kilap peluh yang merembas. Tubuhnya mendadak sensitif diperlakukan demikian, lidah dan bibir merah itu tak pernah berhenti mencumbu analnya...terus bergerak liar hingga cairan lubrikasinya bercampur penuh dengan saliva Kyuhyun.

"Ackkk~ annghhhh!." Lengking Sungmin kembali pecah, kala sesuatu terasa dihisap paksa dari tubuhnya, nafasnya begitu memendek saat matanya menatap ke bawah...dan benar saja, Kyuhyun begitu bringas menghisap liang senggamanya dengan tangan bergerak aktif mengurut miliknya naik turun, seolah ingin memerah sari dari dalamnya.

Sungmin tak bisa menahan semuanya, terus menerus memekik keras dengan tubuh mengglepar liar. Beruntung...ruangan tempat berbaringnya kini begitu kedap akan setiap lengkingan sensualnya, hingga tak seorang pun mendengar bahkan menyadari dirinya kini tengah digagahi oleh namja tampan itu

.

.

"Kyuu~." Rengek Sungmin tidak sabaran, saat Kyuhyun tak pernah berhenti mengendus lehernya sembari memainkan genitalnya di bawah sana, sungguh itu benar-benar memancing nafsunya.

Kyuhyun yang memang di batas limit tak ingin berlama-lama dengan foreplaynya, ia beralih cepat memposisikan kedua kaki Sungmin di bahunya, dan mengecup lama paha sebelah dalam namja cantik itu. "Aku akan melakukannya lebih pelan." Bisiknya lembut.

Kyuhyun begitu menjaga pergerakan sebelah tangannya, yang kini mencoba mencari celah masuk ke dalam liang senggama itu. menggeseknya perlahan dan intens...hingga tubuh mungil Sungmin tampak menggigil penuh nafsu seiring dengan tempo gesekannya.

Jantungnya kian berdentum liar kala menyadari Sungmin menatap sayu padanya, rembasan bening yang menggenang di pelupuknya benar-benar menjadi riasan tersendiri bagi manik rubah itu. Dan Kyuhyun benar-benar menggilainya...

"M—masukkhan...mmh Kyuh~." Semakin Kyuhyun menggoda tubuh mungil Sungmin...semakin hebat raut pasrah itu menjerat hasratnya. Kyuhyun tentu betah berlama-lama menahan nafsunya hanya untuk mengamati paras penuh kilap peluh itu, ia tau...Sungmin benar-benar telah memasrahkan tubuhnya hanya untuk dirinya.

"Kyuu~." Sungmin kembali merengek, air mata yang sempat di tahannyapun lolos begitu saja dari pelupuknya. Sesuatu di bawah sana kian berdesakkan minta dilepaskan, namun pria tampan yang kini memegang kendali penuh atas tubuhnya, sedari tadi hanya melakukan foreplay...dan itu benar-benar menyiksanya.

Merasa iba, Kyuhyun perlahan merunduk dan mengecup pelan bibir basah Sungmin. membisikkan kata menenangkan sebelum akhirnya kejantanan besar itu terdorong kuat, menyeruak rektum yang telah berkedut sedari tadi

Sesaat terdengar erangan ngilu akibat penetrasi itu, namun lumatan-lumatan lembut yang Kyuhyun berikan berhasil mengalihkan konsentrasi Sungmin. Namja cantik itu mengalungkan cepat kedua lengannya di leher Kyuhyun, bersusah payah turut membalas pagutan bibir itu...demi melampiaskan rasa yang berbaur menjadi satu dalam tubuhnya.

.

.

.

"Urmhh~ Mmh!...Mmh...Nn~ahh!." Sungmin melepas kontak bibir keduanya, demi mengeraskan vokal yang tertahan akibat hujaman-hujaman kuat itu. jemari lentiknya tampak pasi meremas kedua kokoh yang memenjarakannya. Kyuhyun memang tak melakukannya seperti biasanya, pergerakannya memang terkesan berhati-hati namun sentakannya terlampau telak menumbuk batas awang dalam tubuhnya. Ya...berkali-kali Sungmin memekik terpuaskan kala ujung kejantanan itu menyengat prostatnya.

Tangan kananya bergerak turun ingin menggapai genitalnya, namun dengan cepat di tampik Kyuhyun, untuk digenggamnya di setiap sisi kepala namja cantik itu.

Nafasnya tiba-tiba saja memendek, Sungmin menggeleng gelisah begitu menyadari perutnya mengeras menyertai percum yang makin banyak meleleh dari ujung genitalnya. Sungmin menarik cepat bantal di sisinya dan mendekapnya erat-erat. Berusaha membenamkan dalam-dalam wajahnya di gumpalan tebal itu. "Ahmph! Mmh~ Ah! Ahh! C—CUMMH! AHH!...KYUMPH!."

Cairan kental itu menyeruak keluar bersamaan dengan lengkingan tertahannya, dadanya begitu kembang kempis berusaha mengais pasokan udara. Sungmin lemas...namun pemuda yang masih menggagahinya tetap bergairah menyentak penisnya keluar masuk. "Ahn~...Ahhh."

Libidonya makin melambung melihat Sungmin telah mencapai klimaks, Kyuhyun menyingkirkan bantal yang masih dipeluk erat Sungmin. Tak menginginkan namja cantiknya makin bernafas sesak karena benda tebal itu.

"Enghh." Kyuhyun mengeram pelan di tengah hentakannya, jika saja tak mengingat Sungmin tengah hamil muda...sungguh ia begitu ingin menghentak miliknya lebih brutal.

Sebelah tangannya menyusup turun, meraih genital mungil yang tampak kebas karena sperma. Kyuhyun menggesek dan menguak lubang kecil di ujung genital tersebut dengan jarinya. Hebat! rektum Sungmin makin ketat menjepit miliknya. Kyuhyun tak mempedulikan jeritan payah namja cantik di bawahnya, terus menerus mengerjai ujung junior itu, hingga rektum Sungmin benar-benar memerah habis penisnya di dalam sana.

"K—kyuhh! Annghh! C—Cumhh ahh! AHH!"

"Ssshh...ber—sama, MINGHHH!."

Keduanya jatuh saling mendekap, terlalu lunglai mengimbangi deru nafas masing-masing. Malam kian berangsur pekat...namun tak satupun dari dua namja itu yang berniat beranjak dari peraduannya berbaring. Hanya Kyuhyun yang tampak sedikit bergerak menyamankan posisi tidur Sungmin. lalu kembali memeluknya dengan perlindungan penuh dan jatuh terlelap...membiarkan peluh dan cairan cinta tetap membalur tubuh keduanya.

.

.

.


.

.

Esoknya..

.

"Nghh~." Sungmin mengernyit silau begitu bias mentari menerobos cepat dari celah kamarnya, masih dengan mata terpejam...namja cantik itu berguling ke kiri...yakin seseorang akan menangkap dan memeluknye erat di sisi itu. 2 detik Sungmin menunggu...3 detik...5 detik...dan berlalu hingga detik-detik berikutnya. Tak ada pelukan...bahkan sentuhan hangat dari sosok Pangerannya. Sungmin membuka cepat matanya dan beranjak duduk.

"Kyuuu~!." Panggilnya manja seraya menolehkan kepala ke kanan dan kekiri, namun nihil...tak ada Kyuhyun di manapun. Bahkan kamar yang diyakininya berantakan akibat kegiatan menggairahkan semalam kini tampak bersih dan rapi seperti semula. Bibirnya makin terpout begitu melihat piyama soft pink telah membalut dirinya. Sungmin tau...Kyuhyun pasti membersihkan dan mengenakan piyama itu di tubuhnya saat ia terlelap.

Cepat-cepat Sungmin menyibak selimut dan bangkit dari ranjangnya, jam masih menunjukkan pukul 7 pagi...tapi bagaimana mungkin Kyuhyun meninggalkannya sepagi itu. "Eommaaaa!"

.

.

.

"Eommaaa~." Panggil Sungmin lagi seraya berlari kecil menuruni anak tangga bangunan mewah itu.

Leetteuk yang masih mempersiapkan sarapan dipagi itu, membulatkan mata lebar melihat putra sulungnya berlari seringan itu. Nyaris ...hidangan di tangannya jatuh jika saja Taemin kecil tidak berteriak menyadarkannya.

"Ommo! Chaggi...berhenti berlari seperti itu!" Seru Leetteuk setengah membentak, ia berlari cepat menghadang Sungmin. tak menginginkan namja cantik itu terus bergerak mengguncang tubuh mungilnya.

"Eomma~ di mana Kyuhyun?." Sungmin mengayunkan kedua tangannya, mengerjap bahkan mempoutkan bibir...sebagai wujud rasa kesalnya. Tanpa mengetahui apa yang dilakukannya benar-benar terlihat polos dan menggemaskan. Leetteuk tergelak tawa melihatnya...ia bagai menemukan kembali Sungmin kecilnya. Dengan gemas...Yeojja cantik itu mencubit kedua pipi Sungmin dan membimbingnya untuk mengikutinya ke ruang makan.

.

.

Sungmin makin bersungut kesal sembari meremas-remas ujung piyamanya kala ibunya hanya menyuruhnya duduk di kursi dan tak sekalipun menjawabnya.

"Kyuhyun...Eom~

"Kyuhyun ada rapat penting pagi ini...jadi Dia berangkat lebih awal, sayang." Tukas Letteuk cepat seraya menyerahkan sekotak banana milk untuk Tamin, yang sedari tadi ingin di gapai baby mungil itu.

"Tapi mengapa tidak membangunkanku? Setidaknya Kyuhyun berpamitan terlebih dahulu denganku."

Leetteuk menghela nafas pelan mendengarnya, ia tau kebiasaan Sungmin setiap paginya. Sungmin tak akan bangun, sebelum Kyuhyun menggendongnya dan membawanya turun ke meja makan. Tak cukup itu...Sungminpun enggan menyentuh sarapannya, jika itu bukan Kyuhyun yang memulai suapan pertamanya. Dan semua terjadi...semenjak kehamilannya.

"Kyuhyun tak ingin mengusik tidurmu Minnie."

"Tapi aku tidak akan bangun tanpa Kyuhyun...Eomma!." Sergah Sungmin.

"Aiggoya...buktinya kau tetap bangun dan berkeliaran hingga ke sini." Leetteuk terkekeh pelan, melihat Putranya makin kesal membentur-benturkan dua apel di tangannya. Menyenangkan sekali memandangnya seperti itu...wajah bulat Sungmin benar-benar terlihat jenaka dan menggemaskan saat menahan kesal.

"Ungg...Minnie...machitta."

Sungmin berhenti mengadu dua apelnya begitu Taemin menarik-narik ujung piyamanya dan menyerahkan sekotak banana milk untuknya. Ia tersenyum riang dan merunduk menyetarakan tingginya dengan baby mungil itu.

"Ini untuk hyung?." Sungmin mengerjap polos.

"Uhm..." Gumam Taemin mengangguk cepat sembari menyesap banana milk lain di tangannya.

Sungmin bertepuk girang mendengarnya, cepat-cepat ia meraih tubuh Taemin dan memangkunya dengan antusias, berulang kali pula Sungmin menggelitik perut baby itu dan mengecupi pipi chubbynya.

Sementara Letteuk tampak mengernyit dengan mengulum senyum melihatnya. Sejak kapan dua anak itu akur?...batinnya.

.

.

.

"Minnie berhenti menambahkan saus itu lagi." Larang Letteuk begitu melihat Sungmin tampak antusias menghias omelete miliknya dengan saus pedas. Berulang kali yeojja cantik itu menarik saus tersebut, namun seolah tek terima...Sungmin kembali mengambilnya dan membubuhkan garnis saus sebanyak yang ia suka.

"Chaggiya...perutmu akan sakit jika makan saus sebanyak itu."

"Ainya Eomma...aku ingin makan pedas pagi ini."

Leeteeuk kembali menggeleng melarangnya dan berniat menarik paksa makanan tersebut dari tangan Sungmin. namun terlambat...namja cantik itu telah lebih dulu menyuapkan potongan kecil penuh lumuran saus itu ke dalam mulutnya.

Letteuk berdecak lidah melihatnya, ia memang tak bisa berbuat apapun jika Sungmin sudah memaksakan kehendaknya. Tapi masih saja ia cemas, Putranya sudah pasti akan mengeluh sakit di perutnya jika tetap keras kepala seperti itu. Terlabih makanan pedas bukanlah selera Sungmin.

"Uhmph...uhukkk~."

Lihat...sepertu dugaannya bukan, makanan pedas bukanlah sesuatu yang di sukai Putranya. Ia bergerak sigap mengambilkan segelas air mineral dan membantu meminumkannya untuk Sungmin yang masih tersedak karna ulahnya sendiri.

"Kau tak pernah mendengarkan kata-kata Eomma." Omel Leetteuk sembari menyeka rembasan air mata di pelupuk Sungmin.

Sementara Sungmin hanya merengut dan memandang sendu omelettenya, sungguh demi apapun itu...Sungmin begitu menginginkannya. namun tubuh yang tak sejalan...membuatnya terpaksa berangan menyantapnya.

"Ini...jangan coba-coba menambahkan saus itu lagi, arrachi?."

Sungmin mengendus enggan begitu Ibunya meletakkan omelette lainnya di hadapannya. Sesekali ia melirik saus itu, namun secepat kedipannya...Leetteuk telah lebih dulu mengamankannya tersebut dari jangkauan Sungmin.

'Hhh...Eomma benar-benar kekanakan' batin Sungmin.

Sungmin menghela nafas malas...Seandainya saja Kyuhyun di sampingnya mungkin ia tak akan merasa sejenuh ini.

"Minnie tunggu apa lagi, cepat habiskan sarapanmu." Tukas Leetteuk menyadari Sungmin hanya memandang lekat-lekat makanannya tanpa berniat menyentuhnya.

"Eomma~...aku ingin membuat Bimbimbap untuk Kyuhyun."

Leetteuk mendadak berhenti menyuapi Taemin dan memandang Sungmin terkejut. "Chaggiya...Kyuhyun masih di kantornya, nanti sore saja kau membuatkannya bersama Eomma."

"Ani...anii...aku ingin membuatnya sendiri." Sergah Sungmin cepat seraya meraih apron pink miliknya dan bergerak cekatan menyiapkan racikannya.

"Makanannya akan mendingin jika—

"AAAAAAA!."

Leetteuk terlonjak terkejut, saat Taemin tiba-tiba menjerit dengan bibir terbuka lebar. Tak sadarkah Leetteuk, Sedari tadi Taemin menengadah, melongok ke kanan, ke kiri bahkan ke bawah hanya demi menangkap suapannya. Namun yang terlihat Yeojja cantik itu hanya berceloteh tak jelas dengan hyungnya. Itu benar-benar membuatnya jengkel bukan kepalang.

"O—ommona...maafkan Eomma Chaggi." Panik Leetteuk seraya melanjutkan suapannya sebagaimana mestinya. Berulang kali ia mengelus pipi chubby Taemin, berusaha meluruhkan rasa kesal baby cantiknya.

Sungmin hanya melirik keduanya dari ekor matanya, dan kembali melanjutkan kegiatannya dengan senyum terkembang. Sejujurnya...ia berniat memberi kejutan pada Kyuhyun dengan menemuinya di kantor hari ini.

.

.

.


Bola matanya nyaris melompat keluar kala itu, begitu seorang anak tiba-tiba saja melongokkan kepala ke dalam jendela mobilnya. "MICHIGGO ANNYA!." Teriaknya gusar. Dan hanya ditanggapi kikikkan geli dari sosok ulzzang itu.

"Ahjusshii~ antarkan aku nee?." Pinta Himchan seraya mengerjap manja.

Yong Guk mendesah berat mendengarnya, tapi iapun tak ingin mengucap kata 'tidak'. Entahlah...semakin hari sepertinya namja ulzzang itu semakin menawan perhatiannya.

"Cepat masuk mobil." Titahnya kemudian.

"Kajja Zelooo!."

"Whoahaha...ini menyenangkan Hyungg!."

Yong Guk kembali membulatkan mata terkejut, melihat bocah lainnya turut menyusup ke dalam mobil dan menyengir lebar di belakangnya. "Mengapa kau membawanya?!." Serunya keras seraya mengacung-acungkan telunjuknya ke arah Zelo.

"Kita hampir terlambat Ahjjushii~ Ppali-ppaliiiii!" Himchan mengguncang lengan kekar Yong Guk, sama sekali tak menghiraukan gerutuan kesal Polisi muda itu.

Tentu saja itu membuat Yong Guk makin menggeram frustasi, tidakkah Himchan tau dirinyapun tengah dikejar jam yang sama. meski berulang kali Himchan menyulut emosinya, namun tetap saja ia mengalah dan pasrah.

.

.

"Aissshh...berhenti menatapku seperti itu." Yong Guk mendorong jidat Himchan menjauh dengan telunjuk panjangnya, ketika Namja ulzzang itu tak pernah berhenti memandangnya lekat dan tersenyum menggoda. Ah! bagaimana mungkin bocah ingusan seperti dia bisa membuat sesuatu dalam dadanya berdebar seperti ini.

"Kapan kau akan menerimaku?."

"M—mwo? menerima apa huh!."

"Kau tak cukup bodoh untuk mengerti apa yang ku bicarakan Ahjusshi." Ucap Himchan setengah berbisik, berulang kali ia mengerling nakal...membuat namja garang di sisinya tampak bernafas gugup. Dan itu membuat Himchan semakin memberanikan diri mendekati wajah yang memerah itu.

"Y—ya! Yya!...Duduk di tempatmu dengan benar!." Cepat-cepat Yong Guk mendorong wajah cantik itu dengan sebelah tangannya. Dan kembali memusatkan konsentrasi pada jalanan kota yang dilaluinya. Himchan berdengus kecewa...dan lebih memilih memalingkan wajah ke jendela, hatinya benar-benar berdenyut sakit menerima penolakan tersebut.

"Yya...mengapa diam saja? Kau marah?."

"..." Hening.

.

..

.

Sementara itu namja manis di belakang tak sekalipun ambil pusing dengan suasana awkward dua namja itu. Ia tetap terhanyut dalam dunianya sendiri, menatap antusias layar gadget putihnya dengan headseat yang tersumpal di telinganya.

Zelo beralih melepas kedua sepatunya, dan mengubah posisi menjadi menungging...ia meyembunyikan ponsel di balik lingkaran lengannya, mengantisipasi dua namja di depannya melihat video yang masih diputar dalam gadget tersebut.

"Daebaak." Lirihnya dengan mata membulat lebar, begitu melihat namja dalam layarnya...lebih tepatnya Hyungnya sendiri...Choi Siwon tengah mencumbu panas kekasihnya.

Zelo benar-benar bersorai girang, camera tersembunyi yang diletakkannya di kamar Siwon semalam ternyata membuahkan harta karun baginya. Beruntung sekali pagi ini ia masih memiliki kesempatan memindahkan rekaman tersebut ke dalam ponselnya, itu benar-benar aset berharga miliknya.

"Ahnn~ p—pelannh Wonnieh...akhh!."

"Sshh se—dikit lagi...ma—suk Bummie enghh."

Mata bulatnya mengerjap polos dengan keringat mengucur deras, kala video itu semakin memperlihatkan detik Vulgarnya. Zelo nyaris menjerit kala itu...melihat Hyungnya berusaha memeperkosa namja cantik di bawahnya. Nyatakah itu? benda besar Siwon benar-benar menusuk masuk tubuh namja berkulit putih itu. tak henti-hentinya Zelo menyeka keringat di dahinya dengan kaki menjejak liar jendela mobil Yong Guk.

.

.

.

"Aku akan menjemputmu...telfon aku—

"Tidak perlu."

Yong Guk begitu tertohok, mendengar ucapan datar tersebut. Sefatal itu kah sikapnya hingga membuat Himchan berubah menjadi dingin seperti ini.

"Zelo kajja turun." Ucap Himchan seraya melepas seat beltnya, namun tak ada jawaban. Sekian detik ia menunggu...namun tetap saja tak terdengar sahutan. Dan itu memancingnya untuk menoleh ke belakang.

"Zelo." Panggilnya lagi...Himchan benar-benar heran melihat dongsaengnya menungging aneh seperti itu, terlebih kedua lengannya tampak melingkar erat...seakan-akan tengah menyembunyikan sesuatu di dalamnya.

Keningnya makin berkerut tak mengeti, menyadari sesuatu yang ganjal. Bukankah mobil ini ber-AC, tapi bagaimana mungkin keringat mengucur dengan gilanya dari kepala Zelo.

Yong Guk memilih mengikuti arah pandang namja ulzzang itu. Dan benar saja...ia turut berjengit t dengan kenampakan Zelo saat ini...apa yang sebenarnya dilakukan bocah itu hingga kedua bola matanya nyaris menggelinding keluar.

"Zelo...kita sudah sampai, apa kau tak mendengarku?." Ujar Himchan, kembali mencoba peruntungan menyadarkan Dongsaengnya, namun yang terlihat namja manis itu masih tetap cekikikkan di posisinya.

Merasa percuma, Yong Guk bergerak sigap mencondongkan tubuh kebelakang demi menarik paksa headset Zelo. "YACKK! BOCAH TENGIK!." Bentaknya keras.

Sontak saja Zelo terlonjak terkejut karenanya, membuat tangannya tanpa sengaja menyentak headset tersebut hingga terlepas dari ponselnya.

"Ahnnn~ Deeperh...W—wonnieh akk! Akkh! Ah!"

"Nik—math Bummie...ssshh."

Keduanya mematung, saat suara lenguhan asing menyapa pendengarannya. Baik Himchan maupun Yong Guk sama sekali belum mencerna apapun, desahan asing itu masih begitu absurd. Hingga tiba-tiba saja Himchan memekik terkejut dan menatap ngeri gadget putih di tangan Zelo. Ya...benda yang jelas-jelas mendesah dan memekik tanpa jeda.

"Z—zelo...k—kau."

"Yya! Apa yang kau lihat dalam ponselmu?." Seru Yong Guk sembari makin mencondongkan tubuh hendak merampas gadget yang masih mendesah tak karuan itu.

Zelo kebas...ia benar-benar tertangkap basah kali ini. "APA? APA? LIHAT APA HUH?!" Racaunya panik. Seraya mendekap erat-erat ponselnya tanpa peduli video itu masih terus berputar di dalamnya.

"Kamarikan benda itu." Ujar Yong Guk tegas

"A—aniyoo!" Zelo menggeleng kasar... tentu saja itu bunuh diri jika menyerahkan ponselnya pada Polisi berbibir tebal itu. Ia makin tersudut dengan tatapan penuh selidik dari dua namja di depannya.

Merasa kepanikannya kian memuncak...Zelo membuka cepat pintu mobil Yong Guk dan berlari kalang kabut menuju gerbang sekolahnya...bertelanjang kaki, meninggalkan Himchan dan tentu saja sepasang sepatunya.

"Zelooooo!."

Teriak Himchan gusar begitu melihat Zelo tiba-tiba melarikan diri begitu saja,tanpa alas kaki apapun. Ia menghela nafas dan beralih memungut sepatu Zelo di belakang. "Hhh...sejak kapan Zelo melepas sepatunya? Dan lagi...apa yang baru saja di lihat anak itu? Aneh sekali." Gumam Himchan seraya mengamati sepasang sepetu tersebut.

"Aku akan menjemputmu...telfon aku arrasseo?." Tukas Yong Guk tiba-tiba.

Namja ulzzang itu hanya tersenyum tipis. "Yesung Hyung yang akan menjemputku...gomawo untuk hari ini Ahjusshi." Ucapnya kemudian.

Yong Guk terdiam, mengapa himchan menjadi seperti ini...oh! Sungguh kemana perginya tingkah rusuh namja bermata indah itu.

"H—himchannie—

"Hmm...cepatlah bergegas ke kantor. Kau sudah terlambat bukan?." Namja Ulzzang itu beringsut turun dari mobil, dan tersenyum manis begitu menutup pintunya.

"Ah~ tentang itu...aku ingin mengunjungi Sungmin sebentar, sekedar memastikan kondisinya saja."

'NYUT'

Himchan menunduk...sampai kapan hatinya berdenyut nyeri seperti ini? ataukah untuk selamanya. Tidakkah Yong Guk tau...ia menaruh perasaan untuknya. Tapi bagaimana mungkin tak sedikitpun menyadarinya. Ahjushinya memang tidak peka! Ataukah memang...hanya Sungmin yang bertahta dalam hati namja garang itu?

Tidak!...ya, Himchan tak akan menyerah begitu saja...semuanya belum tersentuh. Dan ia akan merampas perasaan itu hanya untuknya.

Tanpa suara...Himchan kembali masuk ke dalam mobil,membuat namja garang di sisinya tampak membulatkan mata terkejut.

"O—kau kembali la—

"Lupakan Sungmin."

"L—lupakan?"

"Kau harusnya sadar diri!."

Seruan dan tatapan itu begitu menohoknya, Yong Guk menegakkan badan dan menatap Himchan lebih garang. "Mwoyaaa?."

"Sungmin akan menikah...lagi pula Dia juga sedang hamil...kesempatanmu sudah hangus!" Sergah Himchan seraya meniup tangan terkepalnya.

Sesaat...Yong Guk mengerjap. Hingga tiba-tiba saja mata elangnya membulat sempurna begitu menangkap maksud kata 'menikah dan hamil ' itu.

"M—menikah? Hamil? MWORRAGOOOOO?!."

"Uhm...Yesung Hyung yang mengatakannya padaku, kau bisa memborgol tangannku jika ucapanku tak terbukti. Ku tekankan sekali lagi Ahjusshi...Presdir Cho akan menikahi Sungmin." Ucapnya tanpa beban seraya menggerak-gerakkan kedua alisnya.

"T—tidak mungkin...D—dia menikahinya." Yong Guk tergagap...terlalu terpuruk menghadapi kenyataan cintanya. Bahkan namja garang itu begitu meyakini...dirinya hanya mencintai Sungmin seorang.

Himchan memandang sendu, ia bisa melihat tatapan sarat akan luka dari mata elang itu. perlahan ia memberanikan diri menangkup rahang tegas itu...sedikit menariknya dan melumat lembut bibir bawah Yong Guk, yang masih menatap kosong itu.

"Kau seharusnya melihatku bukan Sungmin...aku menyukaimu Ahjjushi~."

Ungkapan lirih itu lekas membuatnya tersadar, Yong Guk begitu gugup berada sedekat ini dengan namja ulzzang itu, terlebih bibirnya pun terasa sedikit basah. "M—mussun sorriyaa." Ucapnya kikuk.

"Aku mencintaimu."

DEG

Jantungnya kembali berdentum liar mendengarnya, tidak! Ini salah...bagaimana mungkin ia merasakan desiran hebat ini kala mendengar pengakuan Himchan. Hanya Lee Sungmin yang bisa membuatnya berdebar...ya! Yong Guk yakin itu.

"K—kau akan terlambat sekolah jika—

"Ahjusshi...aku mencintaimu, ku mohon bisakah kau mendengarkanku kali ini saja?."

"..."

"Ahjusshii~".

"..."

Himchan menatap pias begitu tak mendengar jawaban apapun dari sosok kekar di hadapannya, ia terkekeh iba pada dirinya sendiri. "B—baiklah aku mengerti, l—lupakan semua ucapanku...itu menggelikan sekali." Ujarnya getir.

Sesaat ia menunggu...berharap besar, Yong Guk bersedia membuka hati...namun nyatanya semua kandas. Namja garang itu tak mengucap sepatah katapun, tetap membisu...bahkan menatap dirinyapun tidak.

Masih dengan menunduk dalam, Himchan beralih membuka pintu...suasana hatinya terlalu kacau saat ini. mungkin bukan hal yang baik jika ia berinisiatif mengecup pipi Yong Guk seperti yang biasa ia lakukan saat berpisah dengan Yong Guk. Itu tak tau diri namanya jika tetap melakukannya.

"Selamat tinggal Ahjuss— BRUGH ...Eumphhhh~."

Himchan membelalak lebar, begitu Yong Guk tiba-tiba saja membanting tubuhnya kembali ke jok dan mencium bibirnya. Nyatakah ini? ia benar-benar merasakan namja garang itu memagutnya dengan dalam. Terlebih belaian hangat di punggungnya makin membuatnya melenguh tertahan.

.

.

"Mmmh A—ahjussii kau~umphhh" Chupp

Kedua matanya kembali terpejam erat, kala namja garang yang merengkuhnya tak sekalipun memberinya kesempatan untuk bicara, kembali mengunci bibirnya dengan ciuman basah itu. Himchan masih tak mampu menerka apapun tapi sungguh ia menikmati detik yang berputar di hadapannya saat ini.

.

.

.

"Ahjushii...jangan katakan kau hanya iba padaku."

Yong Guk terkekeh pelan mendengarnya, ia membelai wajah Himchan yang menunduk dan membuatnya menengadah menatapnya.

"Untuk saat ini...aku masih belum memahami perasaanku. Tapi ku mohon tetaplah di sisiku...dan jangan menarik kesimpulan apapun." Bisik Yong Guk sembari mengecup pelan pipi kanan Himchan.

Namja ulzzang itu begitu berbinar mendengarnya, tak perlu jawaban apapun lagi...kalimat yang di dengarnya sudah lebih dari cukup membuat hatinya melonjak bahagia.

Manik hazel itu berangsur-angsur menatap sayu, begitu sadar Yong Guk ingin menciumnya kembali. 1 inchi lagi...ya, bibir itu akan menyentuhnya...satu inchi—

"Eumphhhh...mmm."

.

.

CKRIIK...CKRIIK

"Whoaaa Daeeebaaakkk...setelah ini, tambah koleksi video milikku nee...mhehehehe"

"ZELOOOO!."

.

.

.

.


Cho's House

.

.

"Minnie." Panggil Leetteuk seraya mengusap tubuh mungil Taemin dengan handuk keringnya, beberapa saat lalu Yeojja cantik itu baru usai memandikan Putra Bungsunya dan menduduki sebuah sofa di ruang keluarga.

"Minnie...apa kau sudah selesai dengan mandimu Sayang?." Panggil Leetteuk lagi, namun tetap sama...tak ada sahtutan apapun yang terdengar dari namja cantik itu.

Leetteuk mengernyit cemas, berulang kali ia mengedarkan pandangan ke sekeliling berusaha menangkap siluet Sungmin. Akan tetapi suasana rumah begitu hening, sama sekali tak terlihat tanda-tanda keberadaan Sungmin.

Firasatnya memburuk. Cepat-cepat beranjak dari duduknya beserta Taemin dalam gendongannya. Ia berjalan panik hendak menuju kamar Kyuhyun, barangkali Sungmin memang berada di ruangan tersebut.

Namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti tepat di ruang makan, saat tanpa sengaja matanya melihat secarik kertas terselip di antara buah apel. Sejak kapan kertas itu berada di sana. merasa penasaran...Leetteuk lekas meraih dan membaca tulisan semacam pesan singkat di dalamnya.

'Eomma~ aku ingin memberi kejutan untuk Kyuhyun di Kantor. Jangan khawatir...aku akan segera pulang. Saranghaee'

"M—minnie."

.

.

.

.


.

.

"Hn...Gritti Palace...aku hanya ingin hotel itu. ku harap kau mempersiapkan segalanya dengan sempurna."

"Ah Ye, keberangkatan anda akan dipersiapkan 1 minggu kedepan Sajangnim."

"Bagus."

Kelopak mata itu perlahan terbuka, memperlihatkan sorot tegas namun menjerat milik manik hitam kelamnya. Senyum kembali terulas di bibir merah itu, begitu membayangkan semua persiapan pernikahannya semakin di depan mata. Venice...ya kota itu yang akan mewujudkan impian terbesarnya...mengucap janji suci dan memilki Sungmin seutuhnya.

Mengenai Sungmin...

Ah...Sungmin belum mengetahui apapun tentang semua rencana ini... Kyuhyun memang sengaja merahasiakan perihal pernikahan tersebut dari namja cantiknya. Hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya, tentu saja orang-orang yang dipercayanya. Termasuk Yesung dan juga Leetteuk. Tentu saja semua itu Kyuhyun persiapkan, sebagai kejutan manis untuk namja teristimewa di dalam hidupnya.

DRRTT...DRRT...DRRTT

Kyuhyun sedikit mengernyit begitu ponselnya tiba-tiba saja bergetar. Namun sedetik kemudian sudut bibir itu menarik senyum tipis, kala menyadari Sungmin yang menghubunginya. Cinta memang tak kemana...

"Ne Ming kau—

"Kyunnie...Sungmin pergi tanpa seizinku ingin menemuimu, apa anak itu telah sampai di kantor?"

"..." Sesaat nafasnya tertahan, begitu bukan suara Sungmin yang terdengar...dan membelalak panik menyadari sesuatu yang buruk sepertinya tengah terjadi.'Sungmin tak di tempat yang sama dengannya...sama sekali tak di sisinya.

"Kyunnie...apa kau mendengarku? Sungmin bersamamu bukan? Ponselnya tertinggal di rumah, Oh Sesangee...jangan membuatku takut Kyu."

"E—eomma...apa Pak Han yang mengantar Sungmin?."

"Ah jjeosseonghamnida...saya benar-benar tak melihat Tuan muda Sungmin meninggalkan rumah Sajangnim. Maafkan kelalaian saya."

Terdengar suara lain yang menyahut sambungannya, dan itu memang Pak Han...supir pribadi yang ia persiapkan semenjak keluarga Lee tinggal di kediamannya.

Jantungnya kian berdetak liar tak tenang...ia memang tau namja cantiknya begitu keras kepala. Tapi jika pergi tanpa izin seperti ini, menjadi suatu yang fatal menyulut kepanikannya. Sungmin tengah mengandung dan berjalan seorang diri di luar sana, sungguh ia tak sanggup membayangkan jika terjadi sesuatu yang buruk menimpa Sungmin dan buah hatinya. Dengan gusar ia mematikan sepihak line telfon tersebut, menyambar kunci mobil dan berlari kalut keluar dari ruangannya. "Apa yang kau lakukan Chaggi." Gumamnya dengan nafas memburu.

.

.

.

"K—kyu...kau ingin kemana, ini—

"Atur ulang jadwal hari ini Hyung, semua kuserahkan padamu." Kyuhyun terus memacu langkah tanpa sedikitpun menatap lawan bicara yang di laluinya. Membuat dua namja itu tampak saling bertukar pandang.

Yesung berdecak lidah, oh...ia memang tak mengerti apa yang sedang terjadi pada Kyuhyun. yang jelas itu benar-benar mengaduk isi kepalanya. Mengatur ulang jadwal tentu saja tak semudah membalikkan telapak tangan.

"Apa yang terjadi?." Tanya seorang namja brunette bernama Donghae. Kepala bagian pemasaran itu...benar-benar tak mengerti dengan sikap Presdirnya yang tiba-tiba saja berlari panik meninggalkan ruang kerjanya. Bukankah 1 jam mendatang rapat lanjutan akan segera dilaksanakan

"Mollla." Jawab Yesung sembari berdengus jangah. "Lupakan makan siang hari ini." Lanjutnya kemudian.

"M—mwo? perutku belum terisi apapun pagi ini...bagaimana mungkin tidak ada—

"Kau lihat ini?...semua ini harus kita atur ulang. Itu mutlak." Sergah Yesung seraya menunjukkan list di tangannya.

Direktur muda itu tersenyum tipis seraya menepuk pelan bahu Donghae, berusaha membujuk rekan kerjanya memaklumi keadaan.

Dan benar saja...Donghae tampak mengangguk mengerti, meski nyatanya ia benar-benar terlihat lesu dan berat hati.

.

.

"Hhh...seharusnya aku mendapat imbalan lebih untuk hari ini." Gerutu Donghae, dan hanya dibalas kekehan pelan namja tampan di sisinya.

"Semacam kepuasan mungkin?." Tukas Yesung.

"Kau memang tau cara berpikir seorang pria."

"Tentu saja...aku akan membuat tubuhnya mengglepar liar malam ini...ah Wookie."

"Sedikit perangsang mungkin lebih menggairahkan, sex toys atau viagra?" Timpal Donghae. Seraya memejamkan mata...mencoba memvisualkan bayangan kekasihnya dalam benaknya.

"Apa kau dan Hyukkie selalu menggunakannya?."

"Tak akan ada malam tanpa benda-benda itu Kim Yesung."

"Oh No!."

Keduanya terus berceloteh, berusaha menyemangati diri dengan percakapan yang kian frontal itu Setidaknya itu bisa sedikit mengurangi beban pikiran dua pemuda tampan itu.

.

.


Sementara itu di tempat lain

"Gomawo Ahjushii~." Riang Sungmin kala menyerahkan bebarapa lembar uang untuk sopir taxi itu. Senyumnya kembali terkembang begitu menuruni taxi tersebut dan melihat bangunan tinggi yang menjadi tujuannya telah di depan mata.

Sungmin memang sengaja...pergi mengendap-endap meninggalkan Rumah. Jika tidak demikian...sudah pasti ibunya tidak akan pernah memberinya izin untuk menginjakkan kaki selangkahpun.

Dengan penuh semangat, namja cantik itu memulai langkah kecilnya...sebuah paper bag bercorak lembutpun tampak bertengger manis di tangannya. Sungmin selalu terkikik kecil saat melirik isi dalam paper bag itu, tak sabar melihat ekspresi i Kyuhyun saat mengetahu dirinya membawa makan siang untuk Presdir tampan itu.

Ah! tunggu...rasanya tak akan lengkap jika hanya membawa makanan seperti ini. Satu cup kopi hitam sepertinya akan membuat Kyuhyun lebih rileks hari ini.

.

.

.

15 menit kemudian

"Aishh...aku lupa membawa ponsel." Gerutunya seraya berjalan keluar dari sebuah Cafe kecil. Satu cup Espresso memang telah berada di tangannya, namun tak cukup membuatnya puas untuk melanjutkan langkahnya. Entahlah...Sungmin merasa selalu ada yang kurang di hari ini.

,

,

"Ukhh~." Tiba-tiba saja angin bertiup kencang, Sungmin berhenti sejenak untuk melindungi wajahnya dari terpaan beku tersebut. Dan mengerjap polos begitu menyadari hembusan kuat itu perlahan mereda.

Bibirnya makin terpout kesal melihat tatanan syalnya rusak akibat hembusan angin. Terpaksa ia meletakkan paper bagnya demi membenarkan letak syal soft pink itu.

Namun tanpa di sadarinya...

Sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan maksimum dari sisi kanannya...Sungmin memang berdiri di tepian jalan, tapi mobil itu seperti tak terkendali dan melaju oelng...merangsak apapun yang dilaluinya, bahkan pembatas jalanpun tak luput dari hantamannya.

Sungmin masih tak tersadar dan begitu terpaku menyimpul rajutan hangat itu di lehernya...hingga jeritan klakson berhasil menyentak segalanya.

TIIIIIIINNNNNN...TIIIIIIINNNNN...TIIIIIIIIIINNNNN

"A—AAAAAAAAAHHH."

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Chaaaa AWS Chap 9 Hadiiiiir...

Ini memang karena di saya atau servernya...tiap mau update FF selalu eror gateway terus. Tapi untungnya sekian banyak hari mencoba...akhirnya berhasil Up untuk Chinguyaaa...T_T.

*Hehe FF ini Belum mau end Chingu ^^

mengenai Leetteuk knp g mengenali Kyuhyun di chap 8 kemarin. Kan nama Kyuhyun banyak di korea jd Leetteuk ga kepikiran itu Cho Kyuhyun anaknya Hangeng. lagipula ketemunya juga pas gede...hehe

*Sangat berduka cita...dengan apa yang menimpa Uri Angel...Park Jung Soo T_T

*Yang di update selanjutnya... Breakable Heart atau Near Dark Season 2 nya dulu Chingu?Cepat lamanya Up tergantung Respon reader ^^

Dan untuk:

Cho Na Na , Michelle BunnyKyu , Ria, mita sarang-MIN , teras fanfiction, kyuminsaranghae , Yuuhee , KYUMINTS, RithaGaemGyu137 , WineMing , pumpkinsparkyumin, chindrella cindy, Chlie hanariunnse, , gorjazsimba, ChoLee KyuMinie, cho hyo woon , gyumine , Princess Kyumin215, chanbaek baby's, UnyKMHH , myFridayyy, bunnyblack FLK 136 , dessykyumin, Voice 13Star, Alefiction , Zen Liu, WineShipper, sider imnida , kimteechul, Mingriew-chan, Eggyuming , Kitukie, KyuMin1307, Kim Yong Neul , Bunbunchan, Glows Kyumin Angel , Cho Minhyun 137 , Cho Yooae, Niel Hill, Yc K S H, bebek, hwangpark106, KikyWP16 , dhian930715ELF , deps lanae, angelicKYUMIN, anita ariestamaru, nova137 , Phia89, wyda joyer, winecouple, stawberry rae, teukiangle, yeminmine, Minge-ni, kim eun neul, nonifitriJOY , sin30, ChanMoody , sha nakanishi, Cho Min Hwa , Reva Kyuminelf, S ELF137, Adekyumin joyer , shippo chan 7, reaRelf , cloudsKMS, hye jin park, rizkyamel63, Sparkyu, sary nayolla , dirakyu , vey900128, JOYmin137 , AreynaSyndrome, sissy , may moon 581, dJOYers , GaemGyu137, stevani, imtwins , shineeetha, Kang Dong Jae, choi young gun , hyejeong342, ChoKyunnie , ReikiAkishima28, kimpichi adjah , Gyumina, NaizhuAmakusa, Park Ryeo My, AngeLeeteuk , farla 23, aliensparkdobi , Myst-girl , fanni, deviyanti137, secretadMire, ShinJiWoo920202, younchanzai dvjewelselfsuju, sitara1083 , mYesungie Wife, Ristinok137 , Yefah, novapuspa sari 777, chu, KyuMin ELF, Vanesha, fuji , zaAra evilkyu, kyumin joyer , kyumin pu, ee minji elf , Cho MeiHwa, airi tokieda , aichan , KyuMinrelformELF , Lee MingKyu , liu13769, snow drop 1272 , Cywelf , aey raa kms, eliabcd, ckhislsm137 , abilhikmah , ayyu annisa 1, lee sunri hyun, oushi kyu , dan Para Guest.

Gomawooooooo sudah nereview di chp 8 kemarin

Ingatkan kalau ada Typo ^^

Mohon Review untuk Chap ini

Annyeeeeooooong

Saranghaaaaaaaaeeee