Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
.
.
Previous Chapter
Previous Chapter
Sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan maksimum dari sisi kanannya...Sungmin masih tak tersadar dan begitu terpaku menyimpul rajutan hangat itu di lehernya...hingga jeritan klakson berhasil menyentak segalanya.
TIIIIIIINNNNNN...TIIIIIIINNNNN...TIIIIIIIIIINNNNN
"A—AAAAAAAAAHHH."
.
.
.
Chapter 10
A Winter Story
.
.
.
"Ming." Gumamnya untuk kesekian kali, kedua manik obsidian itu makin bergerak tak tentu...begitu tersirat keresahan di dalamnya. Sekali lagi...semua karna Sungmin di luar sana tanpa seorangpun yang mendampinginya. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tak dinginkan...oh Sungguh, Sungmin dan buah hatinya lebih berharga melebihi apapun itu. Dan berharap besar ini tak ada hubungannya sama sekali dengan akuisi yang di pegangnya.
"Kemana aku harus mencarimu Ming?." Jemarinya tampak terus menerus mengetuk-ngetuk kemudinya, begitu tak sabaran kala menjalankan mobilnya keluar dari area parkir tersebut. sesekali ia mengedarkan pandanan ke sekitar, terlalu bimbang menentukan pilihan dari dua arah di hadapannya. Kyuhyun tak tau...di mana dan kemana Sungminnnya saat ini. Hingga tiba-tiba saja, matanya tanpa sengaja menangkap siluet yang sangat di kenalnya.
"Sungmin..." Gumamnya saat yakin siluet yang berdiri di seberang jalan itu benar-benar namja cantiknya. Kyuhyun menghela nafas lega,setidaknya ia melihat Sungmin dalam keadaan baik-baik saja. Kyuhyun beralih cepat menuruni mobilnya hendak menerjang Sungmin yang sepertinya masih terlihat sibuk mengutak-atik kain tebal di lehernya.
"Ming." Panggilnya, setengah berlari...dan berdecak dengan senyum terkulum menyadari namja cantik itu sama sekali tak mendengarnya. Dan sepertinya kain tebal itu benar-benar menyita perhatian Sungmin, namun dalam sekejap senyuman itu pudar tergantikan raut mengeras saat melihat sebuah mobil dari sisi kanan Sungmin, melaju brutal dan merangsak apapun yang dilaluinya.
Kyuhyun semakin kalut melihat Sungmin masih tetap berkutat dengan syalnya. Ya Tuhan...bahaya tengah mengancam Sungmin, bagaimana mungkin hanya dirinya saja yang menyadarinya. Kyuhyun berlari sekuat yang ia bisa...sebelum terlambat dan segalanya terenggut di depan matanya sendiri.
"MIIIIING!" Teriaknya keras, berharap namja cantik itu lekas tersadar...Tapi tetap saja semua tak berbuah apapun. Sungmin masih bergeming di posisinya karena syal bodohnya
Tidak! ...Siapapun! Hentikan mobil itu...Sungminnya tak mungkin—
"M-Ming! ...ANDWAEEEEEE!"
.
.
.
"A—AHHHHHHHHHHHH!."
Segalanya begitu berbayang, raungan mesin berat yang makin mengikis sekat...seakan mengunci tubuhnya dalam jeritan histeris. Sungmin tau...semua akan berakhir, mustahil ia memiliki kesempatan untuk menghindar. Terjebak putus asa...Ya, waktunya akan segera terhenti, namja cantik itu bergeming dalam posisinya...hanya menutup erat wajahnya dan berharap Tuhan masih memberinya kesempatan memanggil satu nama...Cho Kyuhyun. Hanya namja itu...
'TIIIIINNNNNN!'
BRUGHH
"Arkkh~"
Tiba-tiba saja seseorang merangkul dan menarik kuat tubuhnya ke sisi belakang, membuat keduanya terbanting keras dengan posisi saling berpelukan. Sungmin mengerang nyeri...sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri karena kepala yang terantuk pembatas jalan.
Masih dengan memluk Sungmin erat, sosok penyelamat itu menatap berang sebelum akhirnya melontarkan umpatan dan sumpah serapah pada mobil yang masih terus melaju itu. Nyawa seseorang nyaris terenggut karenannya...tapi bagaimana mungkin pengemudi itu tak menunjukkan itikad untuk sekedar menyampaikan penyesalannya. Jangankan meminta maaf...berhenti saja tidak.
"Aisshh! Kupastikan kau sekarat setelah ini!" Sumpahnya lagi berharap mobil itu terjungkal di suatu tempat. Tapi tiba-tiba saja ia membelalak lebar begitu sadar seseorang dalam dekapannya hanya diam tak berkutik, Oh!jangan katakan sesuatu yang buruk terjadi pada sosok cantik itu.
"N—Noona...gwaenchana? Yyaa...buka matamu." Racaunya sambil menepuk pipi Sungmin bergantian. Namun tak ada respon sedikitpun...sosok cantik yang dikiranya Yeojja itu tetap bergeming dengan mata terpejam. berulang kali bantuan datang menyela dari bebarapa pengunjung kafe dan pejalan kaki yang menghampirinya, namun dengan pasti ditolaknya mentah-mentah. Namja itu begitu yakin ia bisa menanganinya seorang diri.
Namja itu...Shim Changmin, bergerak sigap memastikan nafas dan denyut nadi Sungmin. Baginya tak ada yang salah...semua masih berjalan dengan normal. Ia menatap lekat wajah baby face di hadapannya, menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada manusia cantik di hadapannya, hinggga akhirnya sebuah ide terlintas dalam benaknya. Ya...sama persis seperti teori yang beberapa hari lalu diterimanya di Sekolah, dan ini kesempatan baginya untuk menerapkannya.
Tentu saja...Pertolongan pertama...
"Anak muda lebih baik kau membawanya ke dalam ruangan yang hangat terlebih dahulu, apa yang—
"Ssshh." Desisinya seraya menggerakkan telunjuk di bibirnya, memberi instruksi pada salah seorang kerumunan orang itu agar tak mengganggu konsentrasinya. Lalu setelahnya ia kembali menatap Sungmin dan mengambil nafas dalam-dalam.
Changmin mengangkat tengkuk Sungmin, membuatnya sedikit menengadah dan menekan dagunya...hingga bibir cherry itu terbuka secara perlahan. Tanpa menghiraukan puluhan pasang mata yang berkerumun mengelilinginya, namja yang masih mengenakan seragam sekolah itu semakin menunduk hendak mempertemukan bibir dan menghembuskan nafas hangatnya...
"Berhenti sampai di situ!"
Nyaris bibirnya menyentuh belahan cherry itu, jika saja seseorang tak menyela dengan ucapan menyentaknya. Changmin berdengus...dan menoleh pada sosok yang menginterupsi dirinya. "Aisshh...apa kau tak melihatnya, aku sedang ingin memberinya nafas buatan."
"Apa hanya itu isi dalam otakmu?" Ucap Kyuhyun sarkatis, membuat pelajar tinggi itu membulatkan mata lebar mendengarnya.
"M-mwooragoo?!."
Kyuhyun berdecih, dan memaksa mengambil alih tubuh Sungmin dari rengkuhan namja itu, hatinya benar-benar memanas seseorang menyentuh Sungmin seperti itu...bahkan ingin mencuri ciuman darinya, meski memang..Dia telah menyelamatkan Sungmin tapi bukan berarti anak itu bisa berbuat lebih jauh.
"Y—yya! apa yang kau lakukan!" Teriak Changmin tak terima, melihat Kyuhyun memaksa mengambil sosok cantik itu darinya.
Kyuhyun mengulas smirk mendengarnya." Lepaskan tanganmu, Dia Namja-Ku!." Ucapnya seraya menajamkan tatapannya.
Sesaat Changmin tampak mengerjapkan mata, berusaha mencerna apa yang baru saja di dengarnya. "N—namja? Mwooo?." Ucapnya dengan mata membelalak lebar, tentu saja ia terkejut bukan main...yang benar saja wajah secantik itu namja? Ah! manusia angkuh itu pasti sedang bercanda dan ingin mengelabuinya.
Masih kekeuh dengan keyakinannya, Changmin memanfaatkan kelengahan Kyuhyun dengan meraba dada kiri sosok cantik itu...memastikan dirinya memang benar. Namun seketika saja kedua matanya membelalak lebih lebar begitu menyadari sesuatu...
"R—rata? Namja sungguhan? M-maldo~ BUAGHHH
"Dan juga istriku." Desis Kyuhyun usai membuat namja tinggi itu terjungkal dengan hantamannya.
Changmin meringis nyeri, apa-apaan namja arogan itu tiba-tiba saja menyerangnya...itu benar-benar sakit. Beruntung beberapa orang di sekitarnya membantunya berdiri sebagaimana mestinya.
Tapi Changmin tak lagi berlaga menantang seperti beberapa saat lalu, ucapan Kyuhyun terlampau telak membekukan dirinya. Ya...Changmin sadar, ia salah meski sebenarnya tak sengaja, karena memang Changmin benar-benar tak mengetahuinya.
"Aku tak bermaksud menyentuh istrimu , aku hanya ingin menolongnya...itu saja." Tukas Changmin seraya menepuk pelan bahu Kyuhyun. memang bukan apa-apa, tapi di sini ia mencoba berbesar hati mengabaikan luka memar di sudut bibirnya dan cukup tau diri untuk menyadari posisinya. Bagaimanapun Changmin tau seperti apa perasaan Kyuhyun saat ini. Ya...tentu saja setiap orang akan murka jika melihat istrinya hampir dicium seperti itu.
Kyuhyun sama sekali tak mengulas raut apapun selain menyimpul senyum dingin, lalu melenggang pergi dengan seorang namja cantik di lengannya.
"Aku." Kyuhyun menghentikan langkahnya, dan sedikit menoleh ke belakang. "sangat berhutang budi padamu, kau menyelamatkannya...gomawo." Lanjutnya lagi.
Meski terdengar dingin, namun Changmin tetap menerimanya dengan senyum terkembang...ia menganggukkan kepala sambil mengacungkan ibu jarinya kedepan.
"Ahh sial...kau sudah memiliki suami eum." Kekehnya seraya membenarkan letak tas ranselnya. Berulang kali ia mengacak rambut spikenya begitu mengingat wajah Sungmin. meski namja...tapi tak dipungkiri olehnya. Dirinya memang telah jatuh hati pada pandangan pertama dengan namja cantik itu. memang gila...tapi itu kenyataannya.
Changmin kembali memasang earphone miliknya, menyentak skate board dan melaju meliuk-liuk di sepanjang tepian jalan itu... masih dengan menyimpan harapan besar...kelak bertemu dengan sosok persis seperti namja cantik itu. ah! bahkan ia lupa menanyakan namanya.
.
.
.
.
Skip Time
"Nappeun..." Lirih Kyuhyun kala mengecup puncak kepala Namja yang tengah terpejam di atas sofanya. Sungguh Kyuhyun benar-benar frustasi dengan setiap hal yang terjadi pada namja cantiknya, dari Sungmin yang tiba-tiba menghilang , sebuah mobil yang ingin menabraknya , sampai seorang namja tak dikenal yang ingin menciumnya di saat pingsan. Dan yah...sampai saat ini pun Sungmin masih belum tersadar. Tetap terpejam dengan damainya, tanpa menyadari seseorang nyaris menggila kerenanya.
"Oh Ayolah jangan menekuk wajah seperti itu, Sungmin baik-baik saja. Anak itu pingsan bukan karena benturan di kepalanya tapi lebih pada shock yang di alaminya."
Tutur kata itu satu-satunya hal yang membuatnya bernafas lega, setidaknya ucapan Ryeowook bisa meredam kecamuk dalam pikiranya kerena kondisi Sungmin sendiri.
"Apa kau yakin?" Tanya Kyuhyun memastikan, memang berulang kali Ryeowook menjelaskannya dengan lugas. Tapi entahlah...Kyuhyun selalu ingin menanyakannya terus menerus hingga ia terpuaskan dan merasa lebih tenang.
"Tsk! Jangan meragukanku." Dengus Ryeowook seraya menyandarkan tubuh di kursi kerja Kyuhyun lalu memutarnya pelan.
"Bagaimana dengan kandungannya?"
Sesaat Ryeowook berhenti berputar dan menantap namja tinggi di hadapannya lebih lekat. "Kupastikan benturan itu tak berpengaruh pada kandungannya. Tapi ada baiknya jika kau membawanya ke dokter kandungan saja. Lagi pula tak lama lagi kalian akan pergi ke Venice bukan? Pastikan semuanya baik-baik saja sebelum keberangkatan kalian." Lanjutnya kemudian.
Kyuhyun hanya berdehem pelan menanggapinya, hingga tiba-tiba saja ia tersentak begitu mendengar lenguhan kecil dari Namja cantiknya. Cepat-cepat Kyuhyun melepas genggamannya lalu beralih duduk menyilang seraya memasang raut sedingin mungkin.
Sontak saja Dokter muda di seberangnya tampak mengernyit heran melihat Kyuhyun tiba-tiba saja berlaku seaneh itu.
.
.
"Nghh~" Sungmin mengernyit tak nyaman sembari memegangi pelipisnya, berulang kali ia mengerjapkan mata...merasa asing dengan aroma dan suasana di seklilingnya. Ini bukan jalan... Sungmin ingat betul, sebuah mobil nyaris menabraknya...seharusnya dirinya terkapar di jalanan, bukan ruangan hangat penuh dengan aroma maskulin seperti ini.
Aroma maskulin?
Ah! itu aroma tubuh Kyuhyun!...Ya! Sungmin sangat mengenalnya melebihi siapapun. Mungkinkah Kyuhyun yang telah menyelamatkannya? Sungmin bangkit dan tersenyum riang, meski terkadang ia sedikit mengernyit karena kepala yang pening.
"Kyunnie!." Panggilnya manja, begitu melihat siluet Kyuhyun duduk tepat di seberangnya. Cepat-cepat Sungmin berdiri dan berjalan terhuyung-hyung hendak memeluk kekasihnya itu.
"Kyuu~ aku takut, mobil itu hampir menabrakku." Adu Sungmin sembari menggesekkan kepalanya di dada Kyuhyun, sesekali pula ia mengecupi leher namja tampan itu, berharap mendapat perhatian dan belaian lembut darinya. Tanpa menyadari seseorang yang lain, sebenarnya berada di ruangan yang sama dengannya.
Namun...semua itu tak berbalas. Kyuhyun begitu dingin...Jangankan menyahutnya...menatap padanya saja tidak. Terlebih tak ada belaian hangat di punggungnya, seperti yang kerap ia rasakan saat memeluk namja tampan itu. Kyuhyun tak membalas pelukannya...kedua lengan kokoh itu tetap bergeming di kedua sisi tubuhnya.
"K—kyu?." Panggil Sungmin takut-takut seraya menatap ke atas, apa ia sedang bermimpi? Mana mungkin Kyuhyun-nya yang hangat bisa menjadi sedingin ini? Ya! Ia pasti sedang bermimpi...atau mungkin karena pingsan yang lama membuat dirinya berhalusinasi seperti ini. Kyuhyun tak pernah menunjukkan wajah stoic itu lagi padanya, Kyuhyun begitu lembut dan mencintainya...Sungmin tau itu.
"Kyu? Waeyo?" Tanya Sungmin cemas, kali ini ia mulai meremas kuat kemeja Kyuhyun. Tak berharap apa yang dilihatnya saat ini benar-benar nyata. Oh Sungguh...Sungmin takut melihat raut dingin itu. apa yang sebenarnya terjadi? Berapa kalipun ia memanggil Kyuhyun...namja tampan itu sama sekali tak meresponnya. Bahkan tatapannya pun kian menusuk.
"Wae irrae Kyuu~(Kenapa Kyuu)?." Sungmin mengguncang pelan tubuh Kyuhyun, tapi tetap saja tak ada respon apapun. Wajah tampan itu sepenuhnya datar dan dingin.
"Kyunnie—"
Ucapan Sungmin terhenti mendadak, begitu Kyuhyun melepas cengkeramannya secara perlahan...samar-samar ia mendengar Kyuhyun berdecak. Tidak! Mungkinkah Kyuhyun kesal padanya? ataukah marah? Tapi karena apa? Sungmin sama sekali tak berharap Kyuhyun berubah sikap padanya detik ini. andai Sungmin bisa lakukan...ia ingin kembali pingsan, dan saat tersadar semuanya telah kembali seperti semula...Hanya Kyuhyun yang hangat dan memanjakannya, ya! Hanya itu yang Sungmin inginkan.
Sementara...seorang Dokter muda di seberang keduanya tampak menggeleng sembari mengulum tawa. Perubahan sikap Kyuhyun yang sedemikian kontrasnya, mungkin tak bisa dibilang sebagai lelucon belaka... Ryeowook paham betul Kyuhyun ingin merencanakan sesuatu pada calon istrinya itu. Semua tentu tak lepas dari kejadian di siang ini, Ya...Kyuhyun tak ingin mengulang untuk kedua kalinya.
"Ah! Sebaiknya aku pulang saja." Selanya, seraya bangkit dari meja kerja Kyuhyun.
"W—wookkie Hyung." Pekik Sungmin seketika, sungguh...ia baru menyadari keberadaan Ryeowwok di ruangan itu. Berulang kali Sungmin menatap Kyuhyun dan Wookkie bergantian, tapi rasanya percuma...bukannya mendapat jawaban melainkan hati yang mencelos sakit melihat Kyuhyun semakin mengabaikannya.
"Minnie...Mianhae, sepertinya...aku tak bisa membantumu untuk menyelamatkan hubungan kalian. Aku hanya berharap Kyuhyun tak serius mengambil keputusan itu, aku pergi...Bye." Tukas Ryeowook seraya memasang wajah sesedih mungkin... seolah, ia kecewa dengan ketidakberdayaaannya. Diam-diam namja manis itu mengedipkan sebelah matanya, sebelum benar-benar meninggalkan ruang kerja Kyuhyun.
Tanpa sepengetahuan Sungmin pula...Kyuhyun membalas kedipan tersirat itu. Tentu saja ia sangat terbantu dengan sandiwara yang Ryeowook lakukan, setidaknya itu bisa membangun spekulasi tersendiri dalam benak Sungmin.
"Keputusan? Keputusan apa?! Kumohon katakan sesuatu Kyu!."
Lihat...seperti dugaannya bukan, namja cantiknya semakin meracau panik dan mungkin mulai berpikir yang tidak-tidak. Meski demikian...Kyuhyun akan tetap bertahan dengan sikapnya, bagaimanapun Sungmin harus menyadari kesalahan apa yang diperbuatnya di hari ini.
"Kita pulang saja."
Sungmin kembali membulatkan mata lebar, Kyuhyunnya memang membuka suara...tapi sangatlah dingin. Dan itu bukan cara Kyuhyun berbicara dengannya.
"C—Chankkaman." Sungmin menahan dada Kyuhyun, mencegahnya bangkit. "Jangan mengabaikanku...ku mohon." Pinta Sungmin kemudian.
"..."
Tak ada respon lagi, Kyuhyun hanya memalingkan wajah seraya menopang dagu di sandaran sofa, namun sebenarnya ia tengah mengulum senyum.
"Kyuu~."
"..."
"Jjeongmal ireoda na jukgesseo (Aku benar-benar akan mati jika kau seperti ini)." Lirih Sungmin sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun.
Kyuhyun berdehem pelan, sesungguhnya hatinya berdenyut sakit mendengar Sungmin berkata demikian. Tanpa kata...Kyuhyun menjauhkan tubuh Sungmin dan mengangkatnya bridal secara tiba-tiba.
"Pulang saja." Ucap Kyuhyun masih dengan aksen dinginnya. Membuat namja cantik dalam gendongannya hanya menunduk menahan tangis. Memang bukan apa-apa...tapi tidak di saat ia sedang mengandung seperti ini. Dirinya menjadi berlipat-lipat kali lebih sensitif dibandingkan dengan Yeojja manapun.
.
.
.
Cho's House
"Aigoo Minnie!." Leetteuk setengah berlari menghampiri pintu utama, begitu melihat Kyuhyun berhasil membawa pulang Putra sulungnya. Tapi detik itu pula...Kyuhyun menurunkan Sungmin dan mencium kening Leeteuk, mengulas senyum sesaat lalu melenggang pergi tanpa sedikitpun menoleh Sungmin.
Tentu saja...Sungmin membulatkan mata tak percaya melihatnya, dengan dirinya saja begitu dingin, tapi bagaimana mungkin sikapnya bisa selembut itu jika dengan ibunya. Itu tidak adil!
.
.
"Kyuhyun Hyuung!."
"Hmm Wae Minnie? Kau merindukan Hyung?." Kyuhyun menangkap Taemin yang menghambur ke arahnya, menggendongnya dan membawanya berlari layaknya pesawat terbang...tak ayal baby mungil itu tertawa lepas karenanya.
Namun di sisi lain, Sungmin tampak menggigit kuat melihat perlakuan Kyuhyun pada dongsaeng kecilnya itu. Sangat kontras saat dengannya beberapa saat lalu, oh sungguh... Ini lebih seperti ...Kyuhyun pilih kasih namanya. Dia kekasihnya, Seharusnya dirinya yang diperlakukan lembut dan dimanja seperti itu. Bukan bocah ingusan seperti Taemin. Gusar Sungmin dalam hati.
"Megacold Hyuung." Pekik Taemin tiba-tiba begitu melihat tayangan dalam Tvnya.
"Megazord? Ah...kau menginginkannya? Arra...Aku akan membelikannya untukmu besok." Ujar Kyuhyun seraya mengangkat tinggi-tinggi tubuh Taemin, membuat pekikkan antusias Baby menggemaskan itu kembali pecah.
.
"Hiks...E—eomma." Sungmin merajuk, menyembunyikan wajah sembabnya dalam pelukan Leetteuk. Yeojja cantik itupun berulang kali mengerjapkan mata tak mengerti. Tapi ia cukup tau ada hal yang ganjal di sini.
"Ssshh...apa yang terjadi eum?." Bisik Leeteuk seraya menepuk pelan bahu Sungmin. Pandangannya tak pernah lepas pada sosok tinggi yang masih melambungkan Putra bungsunya, mencoba menerka apa yang tengah disembunyikan Kyuhyun sebenarnya.
"M—molla...Eomma." Isak Sungmin sambil menggeleng pelan.
Leeteuk hanya menghela nafas melihatnya, mungkin sesuatu yang pelik tengah terjadi di antara dua anak itu. karena mustahil sekali Kyuhyun sampai hati membuat Sungmin menangis seperti ini.
"Kyuhyun mungkin sedang suntuk, sebaiknya kau lekas mandi Chaggi, itu akan membuatmu rileks dan Kyuhyun pasti kembali seperti semula"
"Jjeongmalyo?."
"Tentu saja...percayalah pada Eomma."
Sungmin mengangguk patuh dan berjalan menuju kamarnya, samar- samar ia menyeka rembasan kristal bening di sudut matanya, begitu melirik Kyuhyun masih larut bercanda bersama Taemin.
.
.
.
"Kyunnie...apa terjadi sesuatu dengan kalian?." Tanya Leeteuk seraya mengusap pelan kepala baby dalam pangkuan Kyuhyun.
Namja tampan itu terkekeh mendengarnya, ia beralih melonggarkan dasinya dan menatap Leeteuk masih dengan senyum terkembang.
"Aku memang sengaja melakukannya." Jelas Kyuhyun kemudian.
Leeteuk masih mengernyit tak mengerti, alasan apa yang sebenarnya mendasari Kyuhyun hingga bersikap demikian, itu jelas-jelas menekan Sungmin.
"Aku hanya ingin Sungmin berhenti bertindak sesuka hati dan membahayakan dirinya sendiri." Ucap Kyuhyun lagi, begitu melihat Leeteuk sepertinya tampak tak terima dengan statementnya beberapa saat lalu.
Leeteuk hanya mengangguk seadanya ia memang tau Putranya akhir-akhir ini sangat keras kepala dan kerap melakukan hal diluar kendalinya...dan itu memang membahayakannya. meski di larang sekeras apapun...bukannya luruh, Sungmin akan merasa semakin tertantang untuk melakukannya.
"Mungkinkah terjadi sesuatu saat di kantor?."
"Hn...lebih tepatnya di jalan...Sungmin nyaris tertabrak mobil siang ini."
DEG
Yeojja itu terperangah, nafasnya benar-benar tercekat mendengar penuturan Kyuhyun. Ibu mana yang hatinya tak berdenyut getir seperti ini, jika mendengar Putranya menghadapi bahaya seorang diri. Berulang kali Leeteuk merutuk diri, jika saja ia tak lalai...mungkin Sungmin tak akan celaka.
"Ya Tuhan...Sungmin—
"Tenanglah, tak terjadi apapun yang buruk pada Sungmin...hanya saja, aku ingin membuatnya jera dan menyesali salahnya." Kyuhyun menahan tangan Leeteuk sebelum Yeojja itu berlari menemui Sungmin.
Meski masih berdebar resah, tapi Leeteuk tetap tersenyum dan mengangguk menyetujuinya. Ya...ia tak ingin Sungmin kembali berulah seperti siang ini, anak itu tak akan pernah tau dan mengerti bahaya macam apa yang kelak akan menimpanya jika terus bersikap keras kepala dan bertindak sesuai kehendaknya sendiri. Kyuhyun benar...Sungmin memang harus dikendalikan. Karena semua memang untuk kebaikannya sendiri.
"Hari ini aku tak bisa menjaganya dengan baik...aku mempercayakan semuanya padamu Kyunnie, lakukan apapun yang terbaik untuknya." Tukas Leeteuk pasrah. Tak ada Kangin di sini...siapa lagi yang bisa ia andalkan selain Kyuhyun. Ya hanya namja itu yang bisa mencintai dan melindungi keluarganya seutuhnya.
"Aku tau...tenangkan dirimu." Kyuhyun menggenggam tangan Leeteuk, mencoba meyakinkan Yeojja itu bahwa semua memang baik-baik saja.
.
.
.
Beberapa jam kemudian
"Eomma!."
Leeteuk berjengit terkejut, saat tiba-tiba saja Sungmin muncul tepat di sisinya.
"Jangan mengejutkan Eomma seperti itu!." Ujar Leeteuk setengah membentak, tapi setelahnya kedua alisnya bertaut heran ketika melihat Sungmin tampak begitu antusias berkutat dengan racikan di tangannya.
"Kau sudah mandi eum?" Tanya Leeteuk setelahnya.
"Uhm." Jawab Sungmin sembari menganggukkan kepala.
"Apa yang ingin kau buat Chaggi?."
"Teh herbal untuk Kyuhyun...selesai! aku pergi Eomma." Pekik Sungmin penuh semangat seraya membawa secangkir teh herbal yang berhasil dibuatnya. Dan Leeteuk hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum melihatnya.
.
.
.
"Kyuu~." Panggil Sungmin begitu tiba di ambang pintu ruang kerja Kyuhyun, sesekali ia meniup kepulan asap dari minuman yang dibawanya. Secangkir teh herbal di sore ini, bukankah itu bagus untuk Kyuhyun.
"Hn..." jawab Kyuhyun seadanya, tanpa mengalihkan pandangan dari dokumennya.
Sungmin tersenyum manis , ia berjalan riang mendekati meja kerja Kyuhyun dan mengecup cepat pipi kanannya.
"Aku membuatkanmu teh herbal...minumlah, ini akan membuat—
Sungmin membulatkan mata lebar, begitu melihat Kyuhyun tiba-tiba saja meraih cangkirnya dan mengak teh herbal itu tanpa mendengarkannya terlebih dahulu.
"Gomawo." Singkat Kyuhyun seraya kembali meletakkan cangkir kosongnya di meja.
Sungmin meneguk ludah payah melihatnya, masih saja...sikap Kyuhyun tetap dingin, sangat dingin malah.
Tapi sedetik kemudian ia menggeleng kasar, yakin Kyuhyun pasti tengah suntuk karena pekerjaannya, ia beralih ke sisi belakang Kyuhyun dan meletakkan tangannya di kedua bahu kokoh namja tampan itu.
"Aku akan memijitmu...otteyo?." Tanya Sungmin dengan nada lembutnya.
"Tak perlu...keluarlah, aku ingin menyelesaikan semua pekerjaan ini." Ketus Kyuhyun.
"K—kyu kau memarahiku?."
"Aniya...jangan berpikiran yang macam-macam."
"Tapi cara bicaramu mengapa seperti itu? kau tak mencintaiku lagi?." Sungmin mulai merajuk...berulang kali ia menghentak kaki, tak terima dengan sikap Kyuhyun.
"Pekerjaanku tak akan selesai jika kau mengganggu seperti ini."
Sungmin terdiam...sejak kapan Kyuhyun menganggapnya sebagai pengganggu. Sungguh...Sungmin paham betul, Kyuhyun tak pernah berkata demikian meskipun ia selalu bertingkah menjengkelkan. Apa yang sebenarnya terjadi saat ini...mengapa Kyuhyun tiba-tiba saja berubah sikap tanpa alasan?
"K—kyu...apa yang terjadi? Bagaimana mungkin kau bersikap seperti ini?."
"..." tak ada jawaban, Kyuhyun lebih memilih menyibukkan diri dengan semua berkas-berkas di hadapannya.
"Kyuuu~."
."..."
Sungmin memoutkan bibir kesal, lalu memutuskan itu meninggalkan ruangan itu dengan menghentak kaki. Sementara Kyuhyun yang melihatnya hanya terkekeh geli dibuatnya...sebenarnya cukup menyenangkan menggoda Sungmin dan mendapat berbagai ekspresi menggemaskan dari namja cantik itu.
.
.
.
Sungmin tersenyum manis begitu melihat seseorang yang di nantinya tiba di ruang makan, cepat-cepat ia menggeser kursi dan mempersilakan namja tampan itu mendudukinya dengan nyaman.
"Apa semua berkasmu sudah selesai?." Tanyanya seraya memijat pelan tengkuk dan bahu Kyuhyun. Bagaimanapun ia harus bersikap semanis mungkin, agar Kyuhyun terkesan dengannya.
"Hn..."
Mengapa Kyuhyun masih sedingin ini? Ah! tak apa...setidaknya ia masih memiliki jurus jitu lainnya untuk meluruhkan sikap Kyuhyun.
"Kyunnie...Aku membuatkan bimbimbap untukmu...kau pasti akan menyukainya." Ucap Sungmin semangat, seraya mengambil hidangan itu dengan antusias.
Kyuhyun hanya diam tanpa mengulas raut apapun...tapi sejujurnya hatinya cukup berbunga melihat calon istrinya bersikap tak biasa seperti ini, melakukan semuanya hanya untuknya...oh! itu sangatlah manis. Tapi belum waktunya membuncah rasa senangnya, ia masih harus melanjutkan sandiwara untuk tetap bersikap dingin dan arogan di hadapan Sungmin.
Tanpa suara Kyuhyun mulai mengambil satu suapan, meski belum mencicipinya sekalipun Kyuhyun tau...masakan Sungmin memang sangatlah lezat.
"AAAAA!."
Tiba-tiba saja Taemin menarik-narik ujung kemejanya, dan menjerit keras dengan bibir terbuka lebar. Sontak Kyuhyun urung melahap suapannya...dan mengernyit heran melihat Taemin seperti itu.
"Kau ingin ini?." Tanya Kyuhyun seraya menunjuk bimbimbap buatan Sungmin. Dan Taemin mengangguk cepat tanpa menutup bibirnya, membuat namja tampan itu terkekeh pelan melihatnya.
"Kyu! Itu untukmu...mengapa kau memberikannya pada Taemin!." Pekik Sungmin tak terima, dan menatap tajam pada Dongsaeng kecilnya yang begitu lahap menerima suapan dari Kyuhyun.
"Taemin menyukainya, biarkan saja...aku akan memakan masakan Eomma."
"Tapi aku membuatkannya untukmu Kyuu!." Ucap Sungmin kesal, tentu saja ia begitu berat hati melihatnya...Bimbimbap itu dibuatnya dengan sepenuh hati, bagaimana mungkin Kyuhyun sama sekali tak peka dengan perasaannya.
"Minnie...kau bisa membuatnya lagi nanti...jangan membuat Dongsaengmu menangis hanya karena hal kecil seperti ini. Lagi pula itu Hanya makanan...sshh kajja makan." Ucap Leeteuk yang baru saja hadir, dan meletakkan hidangan penutup di atas meja.
.
"Taemin!...Hyung marah denganmu!." Pekik sungmin seraya menatap sengit baby mungil yang masih menempel di pangkuan Kyuhyun.
Seolah mengerti Sungmin sedang mengajaknya perang, Taemin mencibir...tapi sesaat kemudian...baby cantik itu menarik kuat tengkuk Kyuhyun secara tiba-tiba dan mencuri sebuah kecupan di bibir merahnya.
'Chupp'
"TAEMIN! KYUHYUN MILIKKU!"
Tak ayal...Sungmin semakin menggila melihatnya! Bagaimana mungkin Taemin bisa bersikap sejauh itu? dan lagi...Kyuhyun hanya terkekeh dan mengacak rambut Taemin gemas. Apa-apaan itu!.
"Minnie!...apa yang kau lakukan? turun! Jangan bersikap seperti ini di meja makan!." Pekik Leeteuk seraya menepuk kaki kanan Sungmin yang bertengger di meja makan, sebelum semakin memanjat naik dan merangkak hanya untuk menangkap dongsaengnya.
"Eomma! Taemin merebut Kyuhyun dariku!." Adu Sungmin masih terus menunjuk-nunjuk Taemin di seberangnya.
"Turun Eomma bilang!."
Sungmin bersungut...mau tak mau ia tatap mematuhi gertakan tersebut, menurunkan sebelah kakinya dan duduk di kursi sebagaimana mestinya...tapi tetap saja, tatapanya masih menghunus tajam. Dan Kyuhyun hanya mengulum senyum geli melihatnya.
.
.
"Kyuu~ kau hanya milikku...arraseo?." Sungmin tiba-tiba menyela di tengah kegiatan makan malam tersebut. Sementara namja yang menjadi pusat pikirannya, hanya menatapnya sekilas dan kembali melahap makanan tanpa menyisakan jawaban apapun untuknya.
"Kyuu." Sungmin menunduk lesu, sepertinya ia memang tak memiliki cara apapun lagi untuk meluruhkan hati Kyuhyun.
"Minnie jangan banyak bicara, cepat habiskan makan malammu." Tukas Leeteuk.
Sungmin mempoutkan bibir mendapat teguran itu, tapi setelahnya ia tersenyum manis saat melihat Kyuhyun.
"Kyu aku ingin kau menyuapiku." Ujarnya seraya mendorong piringnya ke arah Kyuhyun. Alih-alih menerimanya, namja tampan itu malah balik mendorongnya.
"Makanlah sendiri, kau sudah besar."
Sungmin kembali menunduk dalam, jika Kyuhyun sudah berkata demikian apa lagi yang bisa diperbuatnya selain menghela nafas pasrah. Kyuhyun memang telah berubah...dan ia benar-benar sakit hati jika seperti ini.
"A—arrasseo."
.
.
.
Beberapa saat kemudian
"Kau seharusnya mengikat rambutmu seperti ini Minnie." Ujar Leeteuk sambil mengikat surai hitam Sungmin ke belakang, namun sebagian terlihat menjuntai di kening dan pipinya karena tak turut terikat. Leeteuk benar-benar tak habis pikir, bagaimana mungkin Putranya yang modis ini bisa membiarkan rambutnya acak-acakan seperti itu. Dan lihat saja...Sungmin sama sekali tak menyahut tapi hanya mempoutkan bibirnya saja.
"Yya~ kau tak mendengarkan Eomma eum?."
Sungmin mendelik kesal tapi setelahnya ia melipat kedua lengannya di atas meja makan dan menyembunyikan wajahnya di sana.
"Kyuhyun ...Eomma." Rengeknya seraya menghentak kaki. Apa Leeteuk benar-benar tak peka? Dengan hal yang mengganggu perasaannya. Seharusnya ibunya membantu menyelesaikannya bukan bersikap pasif seperti ini, bahkan Leeteuk sama sekali tak menyinggung perubahan sikap Kyuhyun terhadapnya.
"Kyuhyun apa eum? Kau hanya berpikir yang tidak-tidak...Cha minum cokelatnya selagi hangat Chaggi, ini akan membuatmu tenang." Leeteuk menahan senyum seraya menyodorkan secangkir cokelat yang dibuatnya untuk namja mungil itu.
Tapi Sungmin hanya berdengus enggan dan lebih memilih menoleh ke belakang, tepat pada seorang namja tampan yang tengah duduk di depan TV itu.
"Eomma melihatnya bukan? Kyuhyun berbeda jika denganku."
"Tidak Chaggi—
"Kyuhyun sangat dingin Eomma...W—wokkie hyung juga mengatakan, Dia tak bisa lagi menyelamatkan hubungan kami. Aku takut jika itu—Ah! molla Eomma." Sergah Sungmin, kekeuh dengan keyakinannya. Apa yang dikatakannya memang benar adanya...Kyuhyun sedikit bicara, bahkan hari ini pun namja tampan itu tak memberinya pelukan dan ciuman hangat. Terlebih ucapan Ryeowook hari ini, semakin memperkeruh suasana hatinya. Dan sungguh...ia tak berani menerka apa maksud di balik tutur kata itu.
Leeteuk tersenyum dan menyentuh dagu Sungmin agar menatapnya. "Benarkah? Sekarang coba pikirkan...apa yang telah kau lakukan di hari ini Chaggi." Tukas Leeteuk setelahnya. Ia mencium lama dahi Sungmin sebelum akhirnya mendekati Taemin yang tertidur di pangkuan Kyuhyun.
Sungmin hanya mengerjapkan mata, mencoba meresapi apa maksud Leeteuk. Bahkan hingga Yeojja itu mengangkat dan memindahkan Taemin ke kamarnyapun Sungmin masih mengerjapkan mata tak mengerti.
.
.
Suasana seketika hening, hanya Kyuhyun dan dirinya yang kini dalam satu garis pandang. Ya...Sungmin memang masih di ruang makan dan Kyuhyun di sofa ruang keluarganya, tapi hanya dengan satu lirikkan saja keduanya bisa saling menangkap siluet masing-masing.
Sungmin masih setia meremas-remas jemarinya di atas meja, meski sesekali ia pun turut memainkan cangkir keramik di hadapannya, berusaha menciptakan suara sekecil apapun asal itu bisa memancing Kyuhyun agar melihatnya. Tapi nyatanya...Namja tampan itu tak sekaipun melihatnya dan begitu terpaku dengan acara TV yang disaksikannya. Itu benar-benar membuatnya gusar bukan kepalang.
Merasa tak tahan, Sungmin dengan sengaja menumpahkan coklat dalam cangkirnya hingga mengenai dada dan pahanya. namun tanpa di sadarinya...Kyuhyun sebenarnya tau apa yang sedang diperbuatnya di meja makan itu.
"Akh! Panas!." Pekik Sungmin, seraya menghentakkan kaki seolah ia benar-benar kesakitan. Berulang kali Sungmin melirik Kyuhyun, tapi namja tampan itu tetap tak merespon bahkan terkesan menghiraukannya.
Sungmin merengut, ia tak ingin Kyuhyun terus menerus bersikap dingin seperti itu. "Kyuu~ Coklat ini tumpah...panas Kyuu." Rajuk Sungmin lagi, berusaha menarik perhatian namja tampannya.
"Pergi ke kamar, lalu ganti bajumu dengan yang bersih." Tegas Kyuhyun tanpa sedikitpun menatap Sungmin.
Tentu saja namja cantik itu kembali lemas mendengarnya, Kyuhyun benar-benar berubah...sudah tak menyayanginya lagi. merasa hatinya berkeping-keping, Sungmin mulai menyeret langkahnya...bukan ke kamar seperti yang Kyuhyun arahkan melainkan duduk menekuk kaki di samping kulkas...berharap besar Kyuhyun iba dan kembali memperhatikannya lagi.
"Kyuu~." Panggil Sungmin
"..."
"Di sini sangat dingin." Rengek Sungmin lagi, masih berharap menarik perhatian Kyuhyun. bahkan jika mungkin...ia sangat ingin Kyuhyun mendekapnya sehangat mungkin.
"Jika dingin, untuk apa di sana. Kau bisa pergi ke kamar sendiri." Desis Kyuhyun masih tanpa menatap namja cantik itu.
Sungmin menggeleng lemah, dan lebih memilih menenggelamkan wajahnya di balik dekapan lengannya. Sesekali ia melirik Kyuhyun...tapi sepertinya percuma. Kyuhyun memang tak akan memperhatikannya lagi.
Kyuhyun kembali mencuri pandang, sebenarnya hatinya cukup mencelos getir melihat Sungmin berusaha melakukan apapun hanya untuk menarik perhatiannya, terlebih melihatnya meringkuk menahan tangis seperti itu benar-benar menyesakkan dadanya. Tapi Kyuhyun tetap berpegang pada keteguhannya, tak akan berhenti sebelum Sungmin menyadari kesalahannya.
.
"Kyunnie... "
"Cho Kyuhyun..."
"Nae Sarang."
Sungmin terus memanggil-manggil lirih...meski ia tau. Mustahil Kyuhyun mengambil langkah untuk memeluknya jika mendengar semua panggilan itu. Lihat saja...Pemuda tampan itu tetap membiarkan dirinya meringkuk bulat di samping lemari pendingin.
Air mata yang sempat di tahannya lolos begitu saja, Sungmin cukup lama bertahan meringkuk dengan kondisi basah karena coklat. Tapi Kyuhyun sama sekali tak berniat untuk peduli... Apa sebenarnya salah yang telah ia perbuat hingga Kyuhyun bersikap acuh tak acuh seperti itu. sungguh Sungmin benar-benar tersakiti karenannya.
"Sekarang coba pikirkan...apa yang telah kau lakukan di hari ini Chaggi"
Ucapan Eommanya kembali terngiang, dan Sungmin cukup tersentak jika mengingatnya. Hari ini...apa yang telah ia perbuat? Tidak ada yang salah bukan? Sungmin hanya pergi diam-diam meninggalkan rumah, ingin menemui Kyuhyun dan di jalan ... Dan sebuah mobil—
Sungmin membelalak lebar,Dan ia baru saja menyadari kecerobohan macam apa yang telah ia lakukan hari ini. Tentu...Bukan hanya dirinya yang akan terbunuh tapi juga buah cintanya dengan Kyuhyun. mungkinkah yang dimaksud Leeteuk adalah kecelakaan yang hampir menimpanya hingga membuat Kyuhyun semarah itu?
Tapi jika melihat sikap Kyuhyun, tentu tak ada sebab lain lagi selain insiden di siang ini. Kyuhyun marah karena dirinya yang ceroboh dan keras kepala...Ya, Sungmin yakin pasti itu penyebabnya.
"K—kyu." Sungmin beralih berdiri dan menatap Kyuhyun lekat-lekat.
Perlahan namun pasti ia melangkah mendekat, meski masih menahan isakan karena Kyuhyun yang tak kunjung memperdulikannya.
.
.
Sungmin merangkak perlahan, semakin dekat dan semakin melekatkan diri di tubuh Kyuhyun. Dengan takut-takut ia melingkarkan kedua tangannya di lengan Kyuhyun dan memeluknya erat. Masih saja...namja tampan itu mengabaikannya, dan lebih memilih mengganti Chanel TV berulang-ulang dengan remotenya.
Tapi Sungmin tak menyerah, ia makin mengeratkan pelukannya di lengan kokoh itu dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun. "Kyuu~ Mianhae." Lirihnya, berulang kali Sungmin menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan isakan itu. ia benar-benar tak tahan melihat Kyuhyun seperti ini.
"Hari ini aku pergi tanpa izin darimu dan Eomma, a—aku hanya ingin memberimu kejutan Kyu. Aku tak tau jika mobil itu benar-benar ingin menabrakku." Sungmin menatap ke atas, memandang pias rahang tegas Kyuhyun, dan berharap besar namja tampan itu bersedia mendengarkannya.
"Aku telah menyusahkan semua orang, membuat Eomma sedih dan membuatmu marah. Aku menyesal Kyu~...aku tak akan mengulanginya lagi, mianhae...jangan marah...j-jangan menngabaikanku lagi nee?." Isak Sungmin seraya menyusupkan wajahnya semakin dalam di dada Kyuhyun, biarlah air matanya membasahi baju Kyuhyun. Sungmin hanya ingin mencari kehangatan dari tubuh Kyuhyun, meski nyatanya namja tampan itu tetap diam seribu bashasa, bahkan membalas pelukannyapun tidak.
"Kyuu~ Mianhae." Ucap Sungmin lagi, apa semua pengakuan itu tak cukup? Salah apa yang sebenarnya ia lakukan hingga Kyuhyuh masih saja bersikap sedingin ini.
Cukup lama Sungmin dalam posisinya, memeluk lengan Kyuhyun dan bersandar di dada bidangnya. Tak pernah berhenti memanggil namanya...bahkan berulang kali pula kata sesal dan maaf itu terucap, namun masih saja tak menggugah hati Kyuhyun untuk menghiraukannya. Namja tampan itu tetaplah menjadi sosok yang dingin. Mungkinkah sikap kekanakannya selama ini yang membuat Kyuhyun seperti ini? Ia memang tak pernah berhenti besikap manja dan merengek tanpa mengenal waktu dan tempat. Itukah yang membuat Kyuhyun berubah?. Demi apapun.. Sungmin takut Kyuhyun jenuh...dan berujung dengan kata pisah. Tidak! Ia tak akan sanggup jika itu terjadi...Sungmin benar-benar mencintai namja tampannya. Hingga ia lebih memilih mati saja jika Kyuhyun pergi meninggalkannya.
"Hiks...Kyuu~ Mianhae." Isak Sungmin masih terus memohon.
Kyuhyun memejamkan mata erat, terlalu getir melihat dan mendengar namja cantiknya seperti ini. Hatinyapun terasa nyeri...tak sampai hati membiarkan isakan itu terus menerus mengalun dari bibir mungilnya, ia pun tau...namja cantik itu pasti tengah menyimpulkan spekulasi yang menyakiti batinnya. Sungguh Kyuhyun begitu ingin memeluk Sungmin dan menciumnya detik ini. tapi sedikit lagi...ya ia harus menahannya sedikit lagi saja.
.
.
"Jangan meninggalkanku...mian~ mhh."
Gumaman itu tiba-tiba terhenti, tergantikan dengan nafas yang berhembus teratur. Kepala Sungmin yang sebelumnya bersandar di dadanyapun perlahan semakin merosot ke perutnya. Kyuhyun terkekeh pelan melihatnya...Ya, Sungmin rupanya terlelap begitu saja saat menangis.
Dengan penuh hati-hati Kyuhyun beralih merubah posisi tidur Sungmin dengan merebahkannya di atas pahanya.
"Aku tak pernah meninggalkanmu Chaggi." Kyuhyun mengusap linangan air mata di pipi Sungmin dengan ibu jarinya. Menatapnya lekat lalu beralih melepas ikatan di rambut Sungmin dan membiarkannya tergerai...berulang kali jemarinya membelai surai hitam itu dengan lembut, begitu besar perasaan terdalamnya untuk Sungmin...setiap hal yang Kyuhyun lakukan, semata ...hanya untuk kebaikan namja cantik itu.
"Dan aku tak ingin kehilanganmu Ming...Mianhae." Bisiknya seraya menekan dagu Sungmin, membuat bibir cherrynya sedikit membuka. Kyuhyun merunduk mendekati paras baby face itu dan menyesap bibirnya selembut mungkin. Selalu saja...ia akan terbuai jika menciumnya seperti ini. Bibir Sungmin terlalu memabukkan meski hanya sekali sesap saja.
.
.
.
Esoknya.
"Ngh~." Sungmin melenguh seraya menguap kecil, begitu bias mentari pagi menyeruak dan mengusik tidurnya. Ia mengerjap berkali-kali sebelum membuka matanya secara perlahan. Namun ada yang berbeda...bangun di pagi ini sudah tak sehangat kemarin. Tak ada pelukan...dan tak ada ciuman manis dari sosok yang dicintainya. Kyuhyun telah berubah...
Sungmin mengernyit heran begitu melihat piayama yang dikenakannya, ini lebih bersih... bukan piyama penuh dengan tumpahan cokelat seperti semalam. Ah! pasti Eomma yang menggantinya. Dan lagi dirinyapun tertidur di kamar Kyuhyun...itu pasti juga Leeteuk yang memapahnya kemari. Karena mustahil jika Kyuhyun yang melakukan semua itu untuknya, sekali lagi...Kyuhyun telah berubah.
Namja cantik itu mengedarkan pandangan ke sekitar, Tak ada siapapun di kamar ini...Kyuhyun mungkin telah berangkat ke kantor, atau mungkin Dia tidur di suatu tempat karena tak ingin sekamar dengannya.
Sungmin menggigit bibir bawahnya, ia mendekap tubuhnya sendiri dan menangis tergugu. Terlalu sesak dan sakit jika mengingat sikap Kyuhyun terhadapnya.
.
.
Namun tiba-tiba saja sebuah lengan melingkar pas di perutnya, Sungmin membulatkan mata lebar...ingin menoleh kebelakang tapi tangan itu menahannya agar tetap di posisinya.
"Sssh...kau menangis eum? Wae irrae?."
Sungmin tau, Kyuhyunlah yang memeluknya saat ini. tapi Sungguh ucapan itu benar-benar lembut seperti Kyuhyun yang dulu, bahkan Sungmin tak percaya mendengarnya.
"K—kyu, benarkah ini kau?." Tanya Sungmin ragu-ragu, berulang kali meremas lengan kokoh yang memeluknya dari belakang, ini aroma tubuh Kyuhyun dan ini juga hangat tubuhnya, mungkinkah Kyuhyunnya telah kembali?
"Hn...tentu saja ini aku, apa kau tak mempercayainya? Berbaliklah...dan lihat diriku."
Sungmin begitu berbinar mendengarnya, sesuai perintah...ia memutar tubuhnya...dan begitu melihat Kyuhyun, Sungmin memeluk cepat leher namja tampan itu. Seolah tak rela sosok yang dilihatnya pagi ini pergi meninggalkannya dan berubah menjadi sosok dingin yang meyebalkan itu.
Kyuhyun terkekeh pelan, mendapat reaksi mengejutkan dari namja cantiknya. Berulang kali ia membelai punggung sempit Sungmin, dan membisikkan kata-kata menenangkan untuknya. Namun samar-samar Kyuhyun merasa lehernya terasa basah, ia tau...Sungmin menangis dalam diam.
"J—jangan mendiamkanku...aku sa—kit Kyuu~." Lirih Sungmin dalam isakannya, berulang kali ia menggelengkan kepala seraya menguatkan rangkulannya, bahkan kini hingga memutar posisi menjadi menindih Kyuhyun.
Namja tampan itu memejamkan mata getir mendengarnya, terlalu sesak menyadari Sungmin serapuh ini karena dirinya. Perlahan ia menyusupkan tangannya di kedua lipatan lengan Sungmin, dan sedikit mengangkatnya demi menatap lebih lekat wajah pias itu.
Meski berhenti terisak, namun air mata itu tetap berjatuhan hingga membasahi pipi Kyuhyun. Dan sungguh...hatinya begitu berdenyut ngilu melihatnya
'Chupp'
"Ulljimaa." Ucapnya setelah mengecup bibir Sungmin yang bergetar. "Berjanjilah...kau tak akan melakukannya lagi." Lanjutnya kemudian.
Sungmin mengangkat wajah dan mengerjapkan mata cepat. "Pergi diam-diam dari rumah?." Tanyanya.
"Uhum."
"Berjalan seorang diri untuk menemuimu?."
"Uhm ya." Kyuhyun kembali mengangguk mengiyakan.
"Bertengkar dengan Taemin?"
"Hn...itu juga Ya." Ucap Kyuhyun seraya memutar posisi, membuat namja cantik itu yang kini di bawahnya. Sebelah tangannya tergerak untuk membelai pipi kanan Sungmin dan berakhir di dagunya, sedikit mengangkatnya dan melumat bibir kissable itu dengan perlahan.
.
.
"Mmh~ akh!" Sungmin memekik kecil begitu Kyuhyun menyesap kuat sudut bibirnya, dan namja tampan itu hanya terkekeh pelan seraya mengecupi bibirnya sebagai permintaan maaf.
"Aku takut kau berubah sikap seperti kemarin, jangan marah padaku lagi Kyuu~."
Kyuhyun tersenyum tipis. "Dan aku lebih takut kehilanganmu, berhentilah bersikap keras kepala bahkan hingga membahayakanmu. Itu benar-benar membuatku marah." Ujarnya tegas, seraya menatap Sungmin dalam-dalam...mencoba menautkan kesungguhan di balik manik foxy itu.
Sungmin mengusap kasar rembasan yang tersisa di sudut matanya, dan mengangguk cepat dengan senyum terkembang...entahlah, ia merasa penuh dengan semua sikap Kyuhyun. ya...Kyuhyun yang menjaganya dan Kyuhyun yang mencintainya hingga kapan pun itu.
.
.
.
"Kyuu~ berhenti melakukan itu." Rengek Sungmin seraya membelai surai ikal Kyuhyun yang masih terlarut dalam kegiatan mencumbunya.
"Wae? Aku hanya ingin menyapa Baby di pagi ini." Kyuhyun menyeringai, dan kembali menyapukan lidahnya tepat pada lubang kecil di perut Sungmin.
Namja cantik itu hanya mempoutkan bibir, dan membiarkan kekasihya melakukan apapun yang disukainya. Ya...karena memang ia tak pernah bisa menolak keinginan Kyuhyun. Apapun itu...
.
.
.
"Uhm... Kyu, bagaimana bisa kau datang tepat waktu Ahn~?" Tanya Sungmin tiba-tiba.
Namja yang masih mengecupi perutnya itu berhenti sesaat untuk menerka maksud Sungmin. tapi setelahnya ia menyeringai begitu menangkap maksud dari ucapan tersebut. "Bukan aku yang menyelamatkanmu." Tukasnya sambil membawa lidahnya kembali menyusuri garis perut yang sedikit berisi itu.
"Mmm~nah...ah! apa maksud—mu Kyuhh?." Ucap Sungmin terbata-bata, berusaha menahan desahan akibat pergerakan basah di sekitar pusarnya.
"Hn...seorang namja yang menyelamatkanmu." Gumam Kyuhyun di tengah jilatannya, sesekali ia menggigit dan menyesap permukaan mulus itu membuat Sungmin makin menggelinjang keenakan.
"Ann~ Mwohh?."
"Dan Dia juga yang hampir memakanmu."
"Mwoo?." Sungmin memaksa bangkit dan menatap Kyuhyun dengan mata membulat lebar. Memakannya? Apa maksudnya itu...Kyuhyun aneh sekali. Ah! jika saja kemarin dirinya tak pingsan...tentu ia tak kan melewatkan apa yang sebenarnyaterjadi di saat itu. siapa yang menyelamatkannya jika bukan Kyuhyun?
"Jangan mengungkitnya...Tsk! kau membuatku kesal Chaggi." Kyuhyun tiba-tiba menghempas tubuh Sungmin dan kembali memenjarakannya, tanpa peringatan ia membekap penuh bibir Sungmin dengan ciumannya, membuat namja cantik itu berjengit dan meronta panik.
"Ahmp~ Mmh! Kyuu—eumpfthh."
Sesak! Kyuhyun sama sekalitak memberinya sekat untuk bernafas dengan benar...berulang kali ia mendorong dada Kyuhyun, namun berbuah percuma...sepertinya Kyuhyun benar-benar kesal...dan sungguh Sungmin menyesal telah menanyakannnya.
.
.
"Uhmfth~ k—kau tidak ke kantor?." Sela Sungmin begitu mendapat kesempatan untuk bernafas, tapi sebenarnya ia tengah mengulur waktu dengan mengalihkan pembicaraan.
"Ani...aku mengambil cuti lebih awal, untuk menjaga kelinci liar sepertimu."
"M—mwo~Eumphh...mmh! Kyuhmph!."
.
.
.
.
3 Hari kemudian
"Ah! aku rasa ini cocok untuknya!." Pekik seorang namja manis begitu menunjuk sebuah design pilihannya.
"Yya!...itu terlalu mencolok, tidak sesuai dengan kepribadiannya yang lembut." Sangkal seorang yang lain.
"Aisssh! Kau tak tau apapun Yesungie...jangan ikut campur!."
Namja tampan berkaca mata itu membulatkan mata lebar mendengarnya. "Wookie Baby! Aku juga memiliki andil besar dalam rencana ini."
"Tck! Seleramu sangat rendah...lebih baik kau diam jangan menggangguku! Kyu serahkan padaku ...biar aku saja yang memilih Tuxedo untuk Sungmin."
"Tidak Kyu! Pernikahanmu akan menjadi mimpi buruk jika kau menyerahkannya pada Anak ini." Sergah Yesung cepat, membuat namja manis di sisinya bangkit berdiri dan menatapnya tajam dengan kedua tangan berkacak pinggang.
"Mworragooo? Yack! kau menjatuhkan kekasihmu sendiri?!"
Sementara sang Tuan rumah hanya memijit pelipisnya pening melihat sepasang kekasih itu saling beradu mulut. Mereka sama sekali tak membantu apapun. Rasanya benar-benar tak yakin melibatkan dua namja itu dalam persiapan pernikahannya.
"Aigooo...untuk apa kalian berdebat hanya karena masalah seperti itu. kekanakan sekali eohh? Kyu lebih baik kau ikuti pilihanku saja...ku pastikan kau akan sangat menyukainya." Kali ini Donghae mulai menyela, sembari menyengir lebar.
Kyuhyun menyipitkan mata mendengarnya, jika di lihat-lihat...mungkin hanya Donghae yang bisa membantunya. Ia beralih menegakkan tubuh dan menatap namja brunette itu dengan seksama.
"Pilih ini saja...kau akan lebih mudah membukanya saat nafsumu sudah di ujung tanduk, bahkan kau bisa merobeknya dengan sekali tarik saja." Tukas Donghae pasti seraya menunjuk sebuah gaun dengan potongan minim dan belahan di mana-mana. Namun beberapa saat kemudian, Donghae mengeluarkan semua benda-benda misterius yang memang sengaja dibawanya untuk Kyuhyun.
"Jangan lupa membawanya, ini aman digunakan untuk seorang yang hamil...percayalah malam kalian akan—PLAKKKK
"Apa hanya itu isi dalam kepala ikanmu?!." Gertak Ryeowook setelah memukul kepala Donghae dengan buku tebal di sisinya. Tak peduli namja tampan itu tampak meraung kesakitan.
"Aisshh waee? ini antara aku dan Kyuhyun, mengapa kau yang semarah itu padaku?." Sungut Donghae sembari mendekap semua sex toys miliknya, dan beringsut ke belakang Yesung...mencari perlindungan.
"Yya! mengapa kekasihmu mengerikan sekali eohh? Aku tak habis pikir kau bisa tahan dengannya." Bisik Donghae diam-diam.
"Ck...lebih baik kau tak mencari mati dengan orang yang sensitif hari ini." Jawab Yesung turut berbisik.
"Apa yang kalian bicarakan?!." Wookie kembali menyentak lebih keras.
"Eobbsseo!." Jawab Yesung dan Donghae bersamaaan.
Kyuhyun sedari tadi hanya diam mengamati, tingkah 3 namja di hadapannya...saling berteriak dan menyentak tanpa satupun ada yang mengalah. Benar-benar namja dewasa yang tak mengenal umur.
Kyuhyun beralih melirik arlojinya dan berdecak begitu menyadari Sungmin dan Leeteuk tak lama lagi akan tiba di rumahnya.
"Bisakah kalian berhenti dan membereskan semua ini?!." Seru Kyuhyun gusar seraya memunguti satu persatu sex toys yang tersebar akibat perdebatan tiga namja di hadapannya. Oh sungguh...tak akan menjadi lelucon jika Sungmin datang dan melihat semua kekacauan ini, terlebih mengetahui kejutan rencana pernikahan keduanya.
.
.
"YACK! Jangan menatapku dengan mata ikanmu itu! tanpa semua alat bodohmu itu! aku 1000 kali lebi sexy di bandingkan Eunhyuk! Kemari kau!"
"C—chaggi...sudahlah, ku mohon jangan seperti ini."
Dan Yah...lengkingan jengkel Ryeowook tetap saja menggema di dalam rumahnya. Sementara Yesung hanya bisa terhuyung-huyung menahan kekasih manisnya agar tidak menjambak Donghae membabi buta detik itu juga.
.
"Yesung Hyung...bisakah kau menghentikan mereka berdua?." Kyuhyun mulai membuaka suara dan menatap jengah tiga namja di hadapannya.
"A—ku sedang mencobanya Kyu...aishh Wookiie ku mohon—
"Kyuuuu~."
Ketiganya seketika mematung mendengar teriakan tersebut. Tidak! ini bukanlah sesuatu yang baik jika semua sex toys tersebar di lantai, belum lagi semua buku agenda dan design yang masih berceceran di mejanya.
"Sungmin pulang ...cepat bereskan semua ini!." Seru Kyuhyun seraya berlari gusar meraup apapun yang bisa di sambarnya di lantai itu.
.
.
"Ah...Apa yang sedang kalian lakukan?"
"M—ming"
.
.
.
.
.
TBC
Chaaa...AWS chap 10 hadiiir...
*Near Dark Season II chap 2 nya udah update chinguuu
*miahae BAP munculnya di chap depan aj ya...
*Ming tetp slmt kok hehe...
*Ceritanya g ky sinetron kok :*
*Kalau tentang hiatus, ah itu...klo dah saatnya...author bkal bilang kok Chingu...^^
Seperti biasa author update nya sesuai respon ff mana yang diminta terlebih dahulu sama Chinguu readers...
Dan untuk:
Cho Na Na, Ria, Michelle BunnyKyu , pumpkinsparkyumin , KYUMINTS , RithaGaemGyu137, kyuminsaranghae , WineShipper , WineMing , Yuuhee , Park Heeni , arvita kim, JoyELF , Kang Dong Jae , Minge-ni , dessykyumin, kimteechul, Zen Liu , myFridayyy, cho hyo woon, Alefiction, farla 23, Shin Neul Ra, UnyKMHH , cloudsKMS , SesiPujiasti , sider imnida , Zebri JOY, AlmiraAzhari , zaAra evilkyu, Adekyumin joyer , Tiemackh Charvoet, bunnyblack FLK 136 , sungmin dudut, sissy, thiafumings, bebek, granialav, Bunbunchan, younchanzai dvjewelselfsuju, mita sarang-MIN, GaemGyu137 , Voice 13Star, Ddeokbokkii, Kyumin joyer ,Cho MeiHwa , minnie kyumin, ChoKyunnie, KikyWP16 , Sparkyu , Kim Yong Neul , KyuMinformELF, kyuminlove , Princess Kyumin137 , sitara1083, Eggyuming, Glows Kyumin Angel , nova137 , hwangpark106, Lilin Sarang Kyumin , ReikiAkishima28, ShinJiWoo920202 , vey900128, sary nayolla, namnam15, dhian930715ELF, Liaohuan, KyuMin ELF, Shim Chaeri, ChanMoody, nonifitriJOY, Mei Hyun15, Gyumina, Mayu ChoLee , Ristinok137 , sha nakanishi, pyolipops, stawberry rae , reaRelf , mYesungie Wife, Kitukie, dJOYers, angelicKYUMIN , Myst-girl , danactebh , AndrieneEgrika , Cho channie , wyda joyer ,teukiangle , AreynaSyndrome, ceicoung, juju137 , bonika , Phia89, Cho Min Hwa , JOYmin137 , dirakyu , nanakim , rizkyamel63, winecouple, hye jin park, rizkaendahagustin , Mingriew-chan, stevani, Sparkyuminmin, aliensparkdobi , S ELF137 , airi tokieda , Zebri JOY, samirankyumin, cholee kyumin, mingstares, NaizhuAmakusa, kyumin pu , hyejeong342 , imtwins, lee sunri hyun, lee minji elf, lia aprillia 779, Reva KyuMinElf II , 143 is 137, Yefah, may moon 581 , keykyu, aprilbunny9 , liu13769, aey raa kms, kimpichi adjah , Indah Mirahati137 , ckhislsm137 , andhyrhyiza nadzhyfa, chindrella cindy, stalkyumin, Chlie hanariunnse , lemonade, abilhikmah, AmyKyuMinElf , annisayusuf3, fariny, oushi kyu , Cywelf, dan Para Guest
Gomawoooooooo sudah mereview dan mendukung FF ini
Mohon Reviewnya untuk Chapter ini...
Annyeooong
Kamshaeeee
SARANGHAAAEEEEEEEEEE
