Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

.

.

Previous Chapter

"Sungmin pulang ...cepat bereskan semua ini!." Seru Kyuhyun seraya berlari gusar meraup apapun yang bisa di sambarnya di lantai itu.

"Ommo! Apa yang sedang kalian lakukan?"

"M—ming."

.

.

.

Chapter 11


A Winter Story


.

.

.

"Kau tau? Dengan menambahkan ini...kedalam sini, semua kepuasan itu hanya milikmu Kyu." Ujar Donghae antusias, seraya memasukkan serbuk putih ke dalam segelas minuman dingin di hadapannya, Namun sayang...Kyuhyun sama sekali tak mendengarkannya, bahkan melihatpun tidak. namja tampan itu lebih memilih membaca hasil laporan pemasaran yang dibawa Yesung, sembari memainkan pena di tangannya.

"Hei Kyu...kau tak mendengar semua kata-kataku? Lihatkah kemari!."

"Hmm." Sahut Kyuhyun seadanya, tanpa sedikitpun menatap padanya.

Sementara Ryeowook yang sedari tadi memang masih menatapnya sengit hanya memutar bola mata jengah. Tak bisakah namja ikan itu diam walau sedetik saja? Pikirnya dalam hati.

"Konyol." Sindirnya seraya mencibir.

Donghae terkekeh mendengarnya, ia beralih beringsut mendekati Ryeowook dan berbisik lirih. "Aku rasa kau juga ingin mencobanya, tapi harga dirimu terlalu tinggi untuk mengakuinya Kim Uissangnim."

"M-mwoo?"

"Kau kesulitan memuaskannya bukan? Tak ada salahnya kau mencoba semua benda menakjubkan ini." Ucap Donghae santai seraya mengerlingkan matanya.

"YACK! Jangan menatapku dengan mata ikanmu itu Hae! tanpa semua alat bodohmu itu! aku 1000 kali lebi sexy di bandingkan Eunhyuk! Kemari kau!"

"C—chaggi...sudahlah, ku mohon jangan seperti ini."

Dan Yah...lengkingan jengkel Ryeowook tetap saja menggema di dalam rumahnya. Sementara Yesung hanya bisa terhuyung-huyung menahan kekasih manisnya agar tidak menjambak Donghae membabi buta detik itu juga.

.

"Yesung Hyung...bisakah kau menghentikan mereka berdua?." Kyuhyun mulai membuka suara dan menatap jengah tiga namja di hadapannya.

"A—ku sedang mencobanya Kyu...aishh Wookiie ku mohon—

"Kyuuuu~."

Ketiganya seketika mematung mendengar teriakan tersebut. Tidak! ini bukanlah sesuatu yang baik jika semua sex toys tersebar di lantai, belum lagi semua buku agenda dan design yang masih berceceran di mejanya.

"Sungmin pulang ...cepat bereskan semua ini!." Seru Kyuhyun seraya berlari gusar meraup apapun yang bisa di sambarnya di lantai itu.

.

.

.

"Ommo! Apa yang sedang kalian lakukan?"

"M—ming."

.

.

.

"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?." Tanya Sungmin penuh selidik begitu melihat gerak-gerik tak biasa dari Kyuhyun, terlebih namja tampan itu pun terlihat merahasiakan sesuatu di balik punggungnya.

"Eobbseo...bagaimana hasil pemriksaan hari ini? Aku yakin baby sehat bukan?." Jawabnya setenang mungkin, mencoba mengalihkan pembicaraan seraya berjalan kebelakang tepat pada Donghae yang masih duduk di belakangnya.

"Uhm ne...seharusnya kau yang menemaniku ...bukan Eomma Kyu." Sungmin mengerucutkan bibir dan membuang asal syal yang melilit di lehernya.

Kyuhyun tersenyum kikuk. "B-benarkah?." Ucapnya seraya mengisyaratkan tiga namja di belakangnya untuk memunguti satu persatu sex toys itu dari balik punggungnya. Dan di respon dengan sangat baik oleh ketiganya.

"Ppali...ppali" Desis Kyuhyun, membuat tiga namja di belakangnya begitu kalang kabut meraup semua benda-benda itu. Hingga melupakan segelas jus hasil demonstrasi Donghae sebagai pelengkap sex toys miliknya. Ya...segelas jus berisi campuran viagra di dalamnya.

"Kyu...Kyuhyun!." Bisik Donghae sambil menarik-narik ujung baju Kyuhyun.

"Wae?." Sahut Kyuhyun setengah berbisik tanpa mengalihkan pandangan dari namja cantiknya.

"S—singkirkan jus di sampingmu." Bisik Donghae lagi, tapi tak cukup jelas di dengar Kyuhyun.

"Mwoo?."

"Aisshh...Kyu minumans itu—

"Kyu! Kau tak mendengarku!." Seru Sungmin kala menyadari Kyuhyun nampaknya tak fokus dan selalu menoleh ke belakang berulang-ulang. Membuatnya yakin sesuatu tengah disembunyikan darinya. Ia merengut dan menghampiri Kyuhyun dengan bibir terpout kesal.

"Kyuumphfth~ Chup

"Apa yang pernah kusembunyikan darimu eum?" Ucap Kyuhyun setelah mengecup cepat bibir namja mungilnya, ia merengkuh bahu Sungmin dan dibawanya untuk duduk di sebelah ketiga temannya.

"Kau aneh sekali hari ini."

"Mungkin karena terlalu merindukanmu." Sahut Kyuhyun cepat, membuat Sungmin menghela nafas pelan namun tak cukup lekat menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.

"Tsk! Kau mulai merayu—

Ucapan Sungmin terhenti begitu matanya tanpa sengaja melirik tiga namja yang duduk di sisinya. Sungmin tau siapa biang di sini, sampai-sampai Kyuhyunpun tertular gelagat anehnya.

"Ada apa dengan kalian?." Seru Sungmin seraya bangkit dari duduknya dengan mata membulat lebar.

"M-mwo?." Donghae menatap Sungmin bingung.

"Yang di perut kalian itu apa?." Gusar Sungmin lagi, berulang kali ia menunjuk-nunjuk perut ketiganya yang terlihat membuncit tak beraturan.

Benar saja ketiganya menunduk bersamaan...sesaat Yesung dan Donghae diam karena memang tak merasa ada yang aneh denganya. Hingga desisan 'Pabbo' dari Ryeowook berhasil menyentak keduanya.

Kyuhyun mengusap wajah jengah, ia pikir masalah tentang sex toys akan selesai di tangan tiga namja dewasa itu. tapi alih-alih selesai...ketiganya malah menyulut masalah baru dengan tindakan bodohnya menyembunyikan semua benda terkutuk itu di dalam kemejanya.

Sia-sia...ia berusaha menyembunyikan benda-benda itu dari calon istrinya. Ah! apa yang akan dikatakan Sungmin jika ia melihat semua sex toys itu. Sungguh... Kyuhyun sama sekali tak menginginkan Sungmin menyebutnya seorang 'maniac'. Itu bukanlah suatu yang baik untuk didengarnya. Walau nyatanya ...dulu ia memang pernah menggunakannya sekali untuk Sungmin...tapi itu dulu...saat semuanya terasa kelam untuknya. Kini berbeda...Kyuhyun benar-benar telah jatuh mencinta...menjadikan namja mungil itu hanya satu-satunya miliknya yang berharga melebihi apapun.

"I—ini semacam simulasi kehamilan." Celetuk Donghae, membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Tapi sukses membuat Sungmin makin membulatkan mata tak mengerti.

"Y-ya...kami sedang berlatih...k-kalau-kalau suatu hari nanti kau melahirkan Sungminnie, jadi kami tidak akan panik s-saat waktu itu tiba." Imbuh Ryeowook seraya mengelus perut tak beraturannya dengan kikuk.

"Karna kau namja...itu spesial! Bukankah benar Kyuhyun~ah?." Yesung membuka suara, terkesan aneh begitu direktur muda itu tampak menaik turunkan alisnya berulang-ulang.

Sungmin makin mengernyit tak mengerti, semengerikan itukah kehamilannya hingga dibutuhkan simulasi? Sungmin tau...sebagai namja, kehamilannya memang bukanlah suatu yang lazim. Tapi tak perlu melakukan hal serepot itu hanya untuk dirinya.

"Kalian membuatku haus." Ucap Sungmin setelahnya. Menjalani pemriksaan di hari ini saja sudah membuatnya lesu, lebih-lebih melihat gelagat semua namja itu...hanya akan semakin membuat kerongkongannya terasa tercekik.

Tapi sepertinya keberuntungan tengah memihaknya, tak perlu mengerahkan tenaga berlebih...segelas jus segar rupanya telah tersedia di hadapannya, setiap embun yang melekat di setiap sisinya...benar-benar memikat. Sungmin tentu tak menyiakannya, secepat kilat ia menyambar minuman tersebut dan menegaknya tanpa pertimbangan apapun.

"A—AHH! Andwaeee!." Teriak Donghae tiba-tiba seraya menggapai-gapai Sungmin, sontak beberapa pasang mata di dalam ruangan itu menatap terkejut padanya.

"Wae Hyung?" Sungmin mengerjap polos dengan setengah sisa dalam gelasnya. Berulang kali pula ia menatap Donghae dan gelas itu bergantian.

"I—itu...Aisshhh Min kenapa kau meminumnya?!."

Sementara Kyuhyun makin menatapnya tajam, seolah-olah sorot obsidian itu tengah menyuarakan 'apa yang kau masukkan di dalamnya'

Donghae makin tersudut, rupanya Kyuhyun benar-benar tak mendengarkan ocehannya beberapa saat yang lalu. Dan tentu mustahil ia mengatakan dalam minuman itu telah dibubuhi perangsang dosis tinggi. Bisa mati dirinya di tangan Kyuhyun dan mungkin juga Ryeowook di sisinya.

"I—itu...itu, m-minumanku...b—bekas bibirku, kau baru saja berciuman t-tak langsung denganku, jangan meminumnya lagi...a—arraseo? Cha...letakkan di meja lagi" Ucapnya tergagap seraya memandang ciut Kyuhyun di seberangnya, entahlah terdengar logis atau tidak...setidaknya ia yakin, Sungmin tak akan menghabiskan sisa jus itu setelah mendengar alasannya.

Namun alih-alih mendengar bahkan mematuhinya, Sungmin hanya mengendikkan bahu dan kembali mengak isi gelas tersebut hingga tak bersisa.

"Ahh...mashitta!." Pekikknya riang lalu kembali beringsut masuk kedalam pelukan Kyuhyun, tanpa peduli namja di sisinya kini tengah menarik surai brunettenya frustasi.

"K—kyu, aku...aku sebaiknya pulang." Ujar Donghae tiba-tiba seraya bangkit dan meringis kikuk, tentunya masih dengan memeluk perut buncit penuh dengan sex toys miliknya.

Kyuhyun menyipitkan mata, memandang namja brunette itu penuh curiga. Kyuhyun tau...ada yang salah dengan minuman Sungmin.

"Tunggu—

"Ah Kyu...Hyukkie sudah menelfonku, kau akan menikmati malammu setelah ini...percayalah, aku pulang...bye." Ujar Donghae cepat, lalu berniat melesat pergi dari ruangan mewah itu, namun naas...langkahnya nyaris terjerembab begitu Ryeowook mencekal kuat lengan kanannya.

"Kupastikan peralatan medisku membuat tubuhmu berceceran, jika kau melarikan diri Tuan Lee." Desis Ryeowook tajam, membuat namja tampan yang dicengkeramnya tampak meneguk ludah payah. Wajah manis rupanya tak cukup menjamin pencitraan Ryeowook yang sebenarnya.

"M—mianhae." Panik Donghae.

.

.

.

"Kyu apa yang terjadi dengan mereka hari ini?" Tanya Sungmin sembari mengerjapkan mata.

Masih menutup wajah dengan sebelah tangannya, Kyuhyun menggeleng pelan...terlalu jengah menghadapi semua orang di hari ini. Ia beralih merengkuh pinggang Sungmin mendekat dan berbisik lirih di telinganya.

"Mereka memang sedikit bermasalah...tak perlu menanggapinya, apa ada hal lain yang kau inginkan Dear?."

Meski masih menyimpan banyak tanya, namun Sungmin hanya terpaku pada Kyuhyun dan tersenyum manis begitu namja tampannya itu memainkan jemari mungilnya.

Sungmin menggeleng pelan, seraya menatap lebih serius. "Bisakah kita ke dalam kamar?." Ucapnya kemudian.

Kyuhyun berdehem menyanggupinya, dan beralih menatap ketiga namja lainnya. "Hyung—

"Aku tau...lagipula, kami akan makan malam bersama setelah ini." Sahut Yesung cepat sebelum Kyuhyun mengakhiri ucapannya.

"Aku juga." Timpal Donghae.

"Aku tidak mengajakmu!." Ryeowook kembali menatapnya lebih sengit. Dokter muda itu bangkit sembari memeluk bawah perutnya, menahan semua benda yang masih terselip di dalam kemejanya. "Kajja Hyung! Kyuhyun...Sungmin kami pulang!." Ajaknya seraya menggenggam tangan Yesung tanpa sedikitpun menoleh pada Donghae.

Sontak saja Donghae panik melihatnya, dan turut bangkit mengikuti langkah sepasang kekasih itu. "Yya! bagaimana dengan benda-benda ini?" Bisik Donghae seraya mncondongkan perut ke depan bermaksud menunjukkan semua sextoys yang disembunyikan di dalam bajunya.

"Pabboya Lee Donghae! Ini salahmu! Apa sebaiknya aku menjatuhkan semua benda ini di sini saja?!." Gerutu Ryeowook jengkel masih dengan menyeret Yesung keluar dari kediaman mewah itu.

Donghae hanya menggigit bibir dan mengekor langkah keduanya dengan tatapan 'jangan menyudutkanku' miliknya.

Tiba-tiba saja Leeteuk muncul lengkap dengan minuman dan makanan kecil di atas nampanya. Kedua alisnya bertaut heran melihat namja muda di hadapannya tampak berlaku tak biasa dengan sesuatu yang menggembung di dalam perutnya. Dan berjalan cukup tergesa-gesa.

Ryeowook meringis panik, dan melesat cepat menghindari Leeteuk, karna bisa kacau jika Yeojja itu tau apa yang kini di bawanya.

"Yyaa...kalian ingin pergi kemana? Makan malamlah terlebih dahulu di sini." Seru Leeteuk.

"Mianhae Ahjjuma...kami tidak tahan! Mianhae! YACK! PPALI HAE!." Sahut Ryeowook kalut di balik pintu utama.

Sementara Leeteuk makin mengerjap tak mengerti mendengarnya. 'Mungkinkah terjadi sesuatu dengan sistem pencernaanya?' Gumamnya dalam hati.

"Apa mereka sakit?" Tanyanya kemudian. Dan ditanggapi kekehan pelan dari Kyuhyun.

"Molla Eomma...kata Kyuhyun 'mereka memang sedikit bermasalah' ." Ujar Sungmin menirukan ucapan Kyuhyun beberapa saat lalu.

"Ming."

"Wae? Kau yang mengatakan seperti itu padaku."

Kyuhyun mengulum senyum mendengarnya dan hanya mengusap pelan surai hitam Sungmin.

"Ah! aku benar-benar tak mengerti dengan kalian semua." Gerutu Leeteuk seraya melenggang kembali ke dalam dapurnya.

Tak banyak tanggapan...Kyuhyun lebih memilih kembali menapaki anak tangga...membimbing namja cantiknya memasuki kamar keduanya.

.

.

.


"Kita sudah di kamar." Ujar Kyuhyun saat mengunci pintu kamarnya. "Jadi apa yang ingin kau katakan padaku?" Lanjutnya seraya berjalan mendekati ranjang dan merangkak naik, memenjarakan namja yang telentang di atas kasurnya.

"Kyu..."

"Hn..."

"Hari ini aku menemui Jung Uissangnim, dan berbicara banyak dengannya."

Kyuhyun terkekeh mendengarnya, tentu saja ia tau semua itu karna memang hari ini waktu bagi Sungmin untuk memeriksakan kandungannya. Meski sebenarnya ia cukup menyesal tak turut mendampingi namja cantik itu.

"Lalu...?" Gumamnya kemudian.

"..."

Sungmin diam dan hanya memainkan kancing baju Kyuhyun dengan bibir mengerucut lucu.

"Tak ada hal buruk mengenai penjelasan Dokter bukan?" Tanya Kyuhyun cemas.

Sungmin menggelengkan kepala cepat, tentu saja tak ada hal buruk apapun. Baby sangat sehat seperti dirinya! Tapi satu hal yang membuatnya tak tenang, bahkan terasa semakin mengusik seiring dengan perkembangan janin dalam perutnya. Ya...Sungmin takut meski sebenarnya ia begitu menginginkan kelahiran buah hatinya.

"Kau malu dengan pandangan semua orang di rumah sakit itu?" Tebak Kyuhyun dengan senyum terkembang, terlihat menenangkan meski hanya sekilas.

"Ani..." Jawab Sungmin sembari menggelengkan kepala lagi, membuat helaian panjang di dahinya turut terkibas. "Banyak dari mereka mengiraku Yeojja...dan memujiku—

Sungmin beralih menatap lekat manik obsidian di atasnya. "Cantik" Lanjutnya kemudian.

"Sangat cantik ...dan yang paling cantik." Puji Kyuhyun sambil menyingkirkan rambut di kening Sungmin lalu mengecupnya lama.

Sungmin memejamkan mata, mencoba menikmati sentuhan lembut dari namja tampannya itu. Dan tersenyum tipis begitu Kyuhyun menjauhkan bibirnya dari keningnya.

"Apa kau akan selalu seperti ini padaku?."

Kyuhyun sedikit mengernyit mendengarnya, meski samar tapi ia bisa melihat dengan jelas...tampak keraguan tersirat dari tatapan foxy eyes itu.

"Ya...tentu saja akan selalu seperti ini."

"Bahkan hingga Baby lahir?." Tanya Sungmin lagi.

Namja tampan itu beralih menyusupkan kedua tangannya di tengkuk Sungmin, membuat Sungmin menengadah hingga memudahkannya menatap lebih lekat, manik rubah itu. "Hn...selalu dan selamanya." Singkatnya...namun terdengar mutlak dan penuh kepastian.

Sungmin terkikik kecil, terlalu senang melihat Kyuhyun seperti ini...wajah itu memang terlihat dingin, tapi tidak dengan tatapannya... terasa begitu teduh bahkan menenangkan. Dan Sungmin benar-benar menyukainya.

"Mendekatlah" Ucap Sungmin tiba-tiba seraya menarik leher Kyuhyun hingga menunduk ke arahnya.

'Chupp'

Kyuhyun reflek memejamkan matanya begitu namja cantik itu mencium kelopak mata kanannya, awalnya memang hanya kecupan lembut...tapi tiba-tiba saja terasa panas kala Sungmin mulai menyesapnya bahkan menggigitinya. Membuatnya mengerang...dan menjauhkan matanya dari bibir Sungmin.

"Ming?"

Sungmin menggigit bibir bawahnya sensual, entahlah tiba-tiba saja ia merasa dalam kondisi bergairah malam ini.

"Apa kau tak tergoda?." Desahnya seraya menjilat bibirnya memutar.

"M—mwo?" Kyuhyun mengerjapkan mata cepat, terlalu terkejut melihat namja cantiknya bisa bersikap seliar ini.

"Kau tak menginginkanya?" Desah Sungmin lagi seraya membuka 3 kancing kemejanya dan menariknya turun secara perlahan, membuat nipple dan bahu kanannya mulai terekspose. Sesekali ia menggeliat dengan nafas terengah-engah mencoba menyulut birahi namja di atasnya. "Kyuhh~."

Kyuhyun terdiam...menahan nafas beratnya dalam diam. Sial! Sungmin benar-benar kelewat panas malam ini. Tapi ada yang berbeda di sini, mustahil Sungmin bersikap seagresif ini, lebih-lebih jika itu mengenai sex. Sungmin sangatlah pasif dalam hal demikian, dan ia tau benar tentang itu.

Sesaat Kyuhyun memejamkan mata dan beralih menggenggam kedua tangan Sungmin di atas kepalanya. "Jangan membuatku lepas kendali...kita tak bisa melakukan—

"Ahnn~ Panash...Kyuuh."

Kyuhyun kembali meneguk ludah payah, begitu namja dalam kungkungannya itu makin menjadi-jadi...terus menerus menggeliat liar, bahkan mulai berani menggesekan lutut di sela selangkangannya.

"M—ming, apa yang terjadi?." Cemas Kyuhyun, meski tak sepenuhnya meyakini...tapi Kyuhyun merasa...reaksi Sungmin ada kaitannya dengan jus yang beberapa saat lalu diminumnya.

"Ngh~ panash...pa—nash Kyuuh." Sungmin mulai panik dengan rasa gerah yang berbeda itu, seolah-olah darah di sekujur tubuhnya terasa mendidih dan berkumpul di pusat genitalnya. Sungmin tak tahan dengan kondisi seperti ini, berulang kali ia menarik-narik kemeja dan pengait celanaya bersamaan, meski nyatanya Sungmin tak mampu melakukannya, sungguh demi apapun itu...Sungmin ingin segera membuang jauh-jauh setiap helai kain yang melekat di tubuhnya, karena itu benar-benar menyiksa.

"Chaggiya..."

"Ahngg~ lep—pash...ukh~ unhhh."

Kyuhyun mendesah berat, tak ada pilihan lain selain melepas kemeja dan celana Sungmin, Jika namja cantik itu terus menerus merengek dan menggeliat tak nyaman karena gerah, bahkan Sungmin nyaris menangis.

"Cukup...jangan melukai dirimu, aku sudah melepasnya Ming." Ucap Kyuhyun panik, Semua pakaian Sungmin telah tertanggal dari tubuhnya kecuali sepotong kain yang menutupi bagian privatnya, tapi tetap saja Sungmin masih mencakar-cakar dada dan sekitar lehernya hingga meninggalkan guratan merah kontras di kulit susunya.

"Nnhh...sshh...A—Ahnn...Kyuuhh." Sungmin kembali menggeleng ke kanan dan ke kiri, tak tahan dengan semua sensasi panas berbaur gatal di setiap titik-titik sensitifnya, apa yang terjadi dengan tubuhnya? birahi yang berbeda itu kian manjadi-jadi jika tubuhnya tak segera disentuh.

"Sentuh...uhnn~ Jebalhh." Rengek Sungmin seraya membawa tangan Kyuhyun untuk menjamah niplenya. Namun namja tampan itu hanya menyentuhnya saja tak melakukan gerakan apapun yang merangsang. Karena memang, Kyuhyun masih menerka apa yang terjadi pada tubuh namja cantiknya. Jika memang itu karena minuman Donghae, tapi perangsang macam apa yang ditambahkannya. Hingga membuat Sungmin lepas kendali seperti ini, bahkan reaksinya melebihi obat perangsang yang diberikan Top saat menawan Sungmin beberapa waktu lalu.

"Hiks...Kyuu~." Sungmin terisak dan begitu frustasi meremas-remas kedua dadanya sendiri. Berharap Kyuhyun tau...dirinya benar-benar tersiksa saat ini. Namun lambat laun remasannya berubah bahkan Sungmin tak segan-segan mencengkeram dan menarik kasar kedua dadanya. Tentu saja, kyuhyun berseru panik, jika itu di biarkan...Sungmin akan membuat sekujur tubuhnya memar.

"Ming...hentikan!." Kyuhyun memaksa menahan tangan lentik itu di kedua sisi tubuh Sungmin. Dan menghela nafas getir kala menatap foxy eyes penuh dengan rembasan air mata itu. Terlebih...tubuh mungilnyapun tak pernah berhenti menggigil dan menggeliat resah di bawah rengkuhannya.

"Sa—kit...nnh." Rintih Sungmin sambil mengangkat berulang-ulang pinggulnya, sungguh...rasa ngilu itu makin menyebar di sekitar pinggul hingga ujung genitalnya.

Kyuhyun kembali mencelos getir menatap wajah pias itu, ia beralih menyusupkan tangan di bawah tengkuk Sungmin sedikit mengangkatnya hingga benar-benar dalam kondisi nyaman.

"Sakit Kyuu~ nghh."

"Aku tau..." Bisik Kyuhyun seraya mencium lama kening Sungmin, sesekali ia meremas jemari mungil dalam genggamannya...berharap itu bisa sedikit menenangkan Sungmin.

Sungmin kembali mengerang frustasi, ia tak tahann jika hanya sentuhan seperti ini. sesuatu dalam perutnya terasa kian berdesakkan minta dilepaskan, Sungmin beralih memeluk cepat tengkuk Kyuhyun dan melumat belahan merah itu dengan kasar.

"Uhmph...mmhh...mmm." Lenguhnya nikmat, meski tak cukup menyamarkan rasa panas itu, tapi setidaknya bibir Kyuhyun bisa mengalihkan konsentrasinya. Berulang kali pula Sungmin mengangkat pinggulnya, menggesekkannya tepat di tengah selangkangan Kyuhyun, membuat namja tampan itu turut terlarut dalam libidonya.

.

Kyuhyun menyeringai di sela-sela pagutannya, ada sensasi tersendiri jika melihat Sungmin seganas ini. Dan ia semakin yakin...Donghae sepertinya telah menambahkan perangsang dalam minuman itu, Tapi tak buruk...ini malah menguntungkan baginya, meski nyatanya Kyuhyun tetap harus mengendalikan nafsunya. Sungmin tengah hamil muda...tentu itu memaksanya membatasi diri untuk tak bergerak brutal.

.

.

"Lagi...Nnhh." Rengek Sungmin tak sabaran, meminta Kyuhyun lebih kuat menghisap niple kanannya. Itu benar-benar tak membantu apapun, alih-alih mereda... sentuhan lembut itu hanya membuat rasa ngilu itu semakin parah saja.

Sungmin mendorong kuat dada Kyuhyun, hingga membuat cumbuan di nipple itu terlepas. Kyuhyun mengernyit dan menatap penuh heran pada namja cantiknya...namun belum sempat ia melontarkan pertanyaan, namja cantik itu telah lebih dulu memaksa merangkak naik dan menduduki pahanya dengan gelisah.

"M—ming?." Kyuhyun terkejut bukan main kala melihat namja cantiknya membuka kasar pengait dan zipper celana jeansnya, terlebih Sungmin pun berani menyusupkan tangan ke dalam underwear Kyuhyun demi mencari kejantanan besar milik kekasihnya itu. Karena Sungmin yakin memang hanya organ itu saja yang bisa membebaskannya dari siksaan birahi tersebut.

"Lepassh! Ah...Le—phas Kyuuuh!" Jerit Sungmin kalut ketika ia kesulitan menarik turun under wear miliknya sendiri, dan makin tak sabaran begitu melihat kejantanan besar Kyuhyun sudah mencuat keluar di hadapannya. sial! Hanya tinggal selangkah lagi...ia bisa memenuhi hasratnya, namun celana dalam itu rasanya semakin ketat saja...Ya Tuhaan nafsu itu terlalu berlebih melumpuhkan pikirannya, hingga semua terasa sulit baginya.

Kyuhyun terkekeh pelan walau sebenarnya ia cukup tak tega melihat namja cantiknya begitu payah mengendalikan hasrat yang tak diinginkannya, ia beralih menangkup pipi Sungmin dan mencium cepat bibir namja yang masih berusaha keras melepas underwearnya.

"Jangan panik...biar aku yang melakukannya." Kyuhyun menggenggam cepat kedua tangan Sungmin, dan mulai menarik turun underwear tersebut secara perlahan, membuat Sungmin merintih karna gerakan lambat itu.

.

.

"Nghh~...ahh...P—palii, m—masukkan! Mmh." Racau Sungmin kacau, kedua tangannya menyusup kebawah dan membentangkan buttnya sendiri memperlihatkan rektum merah yang telah berkedut sedari tadi.

Kyuhyun sempat menggeram melihatnya, tak habis pikir perangsang milik Donghae bisa membuat namja cantiknya segresif ini.

"M—mianhae...Nghh...masukkan je—bal...ahnngg." Sungmin kembali menggeleng resah, sungguh ia sama sekali tak mengerti bagaimana mungkin tubuhnya bisa di luar kendalinya seperti ini.

"Bukan salamu Ming." Bisik Kyuhyun ketika merebahkan tubuh mungil itu dan membuat kedua kaki Sungmin semakin terbuka lebar. Sedikit menggesek rektum panas itu dan mulai menusuk-nusuknya tak beraturan.

"Ahhss~...ngh! T—tidak! milikmu Kyuuh~ Ackkhh." Sungmin menggeleng kasar, dengan menahan tangan kanan Kyuhyun...sama sekali tak menginginkan foreplay apapun. Sungmin hanya ingin masuk ke permainan inti saja.

"Itu akan menyakitimu jika—

"PPALIHH!." Jerit Sungmin frustasi, tak bisakah Kyuhyun mengerti kondisinya saat ini? Persetan dengan rasa sakit...tubuhnya jauh lebih tersiksa jika tak segera dirasukki.

Kyuhyun menghela nafas pelan dan beralih memposisikan penisnya tepat di bibir rektum Sungmin. "Katakan jika sakit Dear." Ucapnya pelan, karena bagaimanapun ia sepenuhnya memahami tubuh Sungmin, melebihi namja cantik itu sendiri.

"A—Arkhh...Hhh...hhh." Erang Sungmin begitu kejantanan besar itu menusuk tubuhnya secara perlahan.

"Ming—

"J—jangan ber—hentih Arght!." Serunya gusar kala menyadari Kyuhyun menghentikan gerakannya. Ia tau Kyuhyun memang mencemaskannya. Tapi segala bentuk perhatian tak akan membantunya di sini. Tubuhnya hanya membutuhkan sentakkan kuat untuk mengakhiri siksaan hasrat terkutuk itu.

Tak ada pilihan lain lagi, selain memenuhi keinginan namja cantik itu. Ya...dibandingkan sungmin terus menerus meledak kesal, lebih baik mendengarnya mengerang liar di bawah kuasanya.

Tanpa peringatan, namja tampan itu menghentak masuk miliknya dengan sekali gerakan, Membuat Sungmin membelalak lebar karena rasa perih yang tajam memenuhi tubuhnya hanya dalam hitungan detik.

"Arght! Akhhh~...Kyuhh! AARRGHTT."

Sungmin menjerit keras begitu Kyuhyun menghentak kuat miliknya, menggesek kasar dinding rektum yang masih terasa kering. Berulang kali pula ia menengadahkan kepala dengan linangan air mata di pipinya, namun Sungmin tak merintih sakit...karena memang hujaman kasar ini yang diinginkannya.

"L—lebih...Arghh...mmmhahhh! Arrhhh." Pekik Sungmin seraya menggerakkan pinggulnya berlawanan, mencoba meraup tusukkan lebih dalam lagi dari organ keras itu.

Namun Kyuhyun mengabaikannya, tak menghujamkan miliknya kasar seperti yang diinginkan Sungmin, Ia memang dalam kondisi bergairah, namun Kyuhyun masih memegang utuh logikanya...untuk tak menyetubuhi namja mungil itu secara brutal...semua memang demi buah cinta keduanya.

"Ahhh...angh..ah! Ah! Kyuuu~" Rengek Sungmin hampir terisak begitu namja tampan itu tak kunjung memenuhi keinginannya. Rasanya semua denyut nyeri itu makin berkumpul di bawah perutnya jika tak segera mencapai klimaks.

"Engh~...Minghh." Kyuhyun beralih membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya, tanpa menghentikkan sentakkannya...ia membekap penuh bibir cherry itu dengan ciumannya, kedua tangannyapun tak tinggal diam...terus menerus meremas dua bongkahan kenyal itu dengan gerakan memutar. Namun seolah tak cukup dan memang merasa tak puas, Sungmin kembali menggerakkan tubuhnya berlawanan, bahkan begitu tak terkendali.

"Diam Ming." Ujar Kyuhyun setengah membentak sambil menahan pinggul Sungmin agar berhenti mengguncang tubuhnya. tak ingatkah namja cantik itu...dirinya tengah hamil muda? Tentu akan berakibat fatal, jika Sungmin terus melakukan gerakan sekasar itu dan tetap keras kepala.

"Ahh...Kyuuuh!." Desah Sungmin kecewa.

Memang, Kyuhyun bisa saja melakukan hujaman lebih kasar dari semua itu, tapi Kyuhyun berusaha keras untuk tak melakukannya, ia tau itu hanya akan memuaskan dirinya sendiri dan membahayakan Sungmin. Tentu saja, Kyuhyun sangat menyayangi Sungmin dan buah hatinya melebihi apapun itu.

"Tenanglah...kau hanya akan menyakiti dirimu snediri jika seperti ini!" Ucap Kyuhyun keras, namun setelahnya ia membelai surai hitam Sungmin dan memainkan setiap helaiannya dengan lembut.

"Hhh...hhh, sa—kith." Rintih Sungmin dengan mata terpejam, namja cantik itu sudah tak tau dengan cara apa lagi untuk membujuk Kyuhyun agar membuatnya mencapai klimaks lebih cepat, Sungmin sepenuhnya tau...kandungannya yang menjadi batas semua itu, Tak ada yang dapat dilakukannya lagi...selain menggigit bibir bawahnya kuat-kuat demi menahan gejolak panas yang berbeda di dalam tubuhnya.

Kyuhyun mendesah nafas berat, terlalu iba melihat namja cantiknya menahan hasrat seperti ini. Berulang kali pula ia merutuk geram pada seorang namja biang dari smeua ini, tak seharusnya Donghae membawa minuman yang begitu membahayakan bagi orang hamil seperti ini.

"Nghh~ E—ettohkkae...Hhh..hh." Cicit Sungmin dengan menggeliat resah, tubuhnya makin terasa tak nyaman. Terlebih pada bagian genital serta rektumnya, terus menerus berkedut dan panas, hingga terlihat benar-benar merah meradang.

"Percayalah padaku" Bisik Kyuhyun menenangkan, bukan bermaksud menyiksa Sungmin dengan bergerak penuh hati-hati seperti ini. Kyuhyun hanya ingin menjaga Sungmin dan semua sikap kerasnya saat menentang keinginan Sungmin, hanyalah salah satu bentuk kasih sayangnya untuk namja mungil itu.

Sebelah tangannya beralih menggenggam junior mungil Sungmin, mengocoknya perlahan dan meremasnya kuat begitu sampai di ujungnya yang kemerahan, membuat namja cantik itu mulai merintih bahkan melengking keenakan.

Kyuhyun mengulas smirk tipis begitu melihat reaksi tersebut, dan yakin ini akan membantu Sungmin mencapai orgasmenya lebih cepat.

Masih dengan merangsang genital mungil itu, Kyuhyun kembali menggerakkan penisnya keluar masuk, dengan perlahan namun kuat. "Otte? Sshh." Desisnya kemudian.

"Nik—math...Hhh! Ackk~...Akhh! Arkk~ AHH!." Pekik Sungmin kepalanya ke kanan dan ke kiri, kedua matanya memejam dan membuka seriring dengan hentakkan Kyuhyun. Ini lebih baik...jemari panjang Kyuhyun benar-benar memanjakannya dan terasa memabukkan.

.

.

.

Lenguhan nikmat dan kecipak tautan tubuh keduanya, makin intens terdengar memenuhi ruangan kedap suara itu. Segalanya terasa seperti candu, terlebih untuk Sungmin, berulang kali namja cantik itu merengek lagi dan lagi dengan dada membusung tinggi.

Hingga tiba-tiba saja, seringaian tajam itu terulas...begitu kedua obsidiannya menatap ke arah meja nakas. Tepat pada gelas berisi setengah cairan merah ranum di dalamnya. Ya!...sisa wine yang diminumnya sore tadi.

.

.

.

"AHH! K—KYUHYUNN! AACKKHH." Sungmin menjerit keras, begitu Kyuhyun menarik turun lapisan genitalnya, membuat bagian ujung kepalanya yang memerah semakin menyeruak keluar.

"ARGHT! APA YANGH...KAU—! HIIAAAAHH." Jeritannya makin terdengar histeris kala tiba-tiba saja, Kyuhyun meneteskan sesuatu di lubang urethranya dan berlanjut melumuri seluruh bagian juniornya dengan cairan asing itu. Tak tanggung-tanggung, percum makin mengucur deras karenanya.

"Hmm...hanya sedikit wine...Dear."

Sungmin menggeleng kasar dan tak henti-hentinya berteriak ngilu. Cairan fermentasi itu benar-benar serasa membuat genitalnya terbakar, namun cukup ampuh memaksa keluar sesuatu yang sedari tadi berdesakan dalam perutnya.

"Uhnnn~~ ACKKHH! C—CUMMMMHH!"

Kyuhyun menyeringai puas, kala melihat namja cantiknya orgasme dengan hebatnya, berulang kali Sungmin mengglepar dengan pinggul terangkat tinggi-tinggi bahkan hingga kejantanan Kyuhyun terlepas dari rektumnnya.

"Nikmat eum?." Bisik Kyuhyun lirih seraya mencium bibir yang terbuka akibat terengah itu. Sungmin hanya mengangguk dalam diam, kedua tangannya mengalung erat di tengkuk Kyuhyun, meminta namja tampan itu memperdalam pagutan basahnya.

.

.

.

"K—kyuhh...hhh..hh Na—napeun." Ucap Sungmin tersenggal-senggal. Dan hanya ditanggapi kekehan pelan namja tampan itu.

Kyuhyun beralih mengelus lembut kepala Sungmin dan menatap lekat-lekat manik foxynya. "Tapi ini lebih baik bukan?." Ujarnya kemudian.

Sungmin tak merespon apapun selain mendesis lirih akibat sensasi yang masih tertinggal di ujung juniornya. Terasa pedih namun begitu nikmat...dan sejujurnya Sungmin sangat menyukainya.

Namun tiba-tiba saja ia memekik dan melonjak terkejut begitu sesuatu yang basah melingkupi ujung juniornya, membuat organ mungil itu semakin terasa panas.

"Ahng~...Ah! Ahhss! Kyuuhh." Kedua maniknya seketika membulat lebar begitu melihat kebawah dan menyadri Kyuhyun tengah mengulum penuh miliknya. Berkali-kali tubuh mungilnya menggigil hebat kala lidah panas itu menggelitik lubang kecil di ujung juniornya.

Kyuhyun itu menggeram pelan seraya memjamkan kedua matanya, mencoba menikmati sisa wine yang telah bercampur dengan sperma Sungmin. Bagaikan nektar yang tercecap begitu manis.

"Melanjutkannya lagi...tak masalah bukan?." Ucap Kyuhyun di sela-sela jilatannya.

Seharusnya tubuhnya melunglai lemas paska orgasme, tapi entahlah apa yang terjadi dengan perubahannya, Sungmin sempat mengira ini karna baby...dan malam ini ia benar-benar dalam kondisi bergairah melayani Kyuhyun hingga pagi sekalipun. "Ah!..Anh! N—nee.".

.

"Naughty Mingh...ssssh."

"Ahh!...Ahhahh! K—kyuuhh...Sarang—AACKKHH! AH!."

.

.

.


Sementara itu di tempat lain...

"Jadi kau sudah melupakan Sungmin?."

Yong Guk berdengus jengah, dan kembali menggeser kursi menjauhi bocah ulzzang itu.

"Yya! Ahhjushii...jawab pertanyaanku!."

"TCK! Apa kau tak memiliki urusan lain selain menggangguku?."

"Kurasa tidak." Jawab Himchan santai.

Membuat Yong Guk makin mengacak surai spikenya frustasi, lebih dari 6 jam lamanya namja ulzzang itu berkeliaran di rumahnya. Tak pernah berhenti mengekor dan mengoceh rusuh.

"Pulanglah...ini sudah malam, Hyungmu pasti mencarimu."

"Yesung Hyung sudah tau aku di sini."

"Siwon Hyung juga tau aku di sini! Ahjushii...bisakah kau mengambilkan handuk untukku? Ppalii aku kedinginan." Timpal Zelo tiba-tiba dari celah pintu kamar mandi.

Yong Guk menepuk keras jidatnya, satu lagi bocah perusuh berkeliaran di dalam rumahnya, malam ini akan menjadi petaka besar jika kedua makhluk itu tak segera enyah dari kediamannya.

"Kau! ambilkan handuk itu untuknya." Titah Yong Guk pada Himchan seraya menunjuk tumpukan bathrobe dan handuk di sisi kamar mandinya.

"Biarkan saja dia bugil." Celetuk Himchan tanpa mengalihkan pandangan dari layar gadget putihnya, bahkan sesekali ia berseru antusias begitu animasi dalam gamenya berhasil mengalahkan lawannya.

'CTAK'

Satu jitakkan keras mendarat sempurna di jidatnya.

"A—AHJUSSHII!." Teriak Himchan tak terima seraya menggosok kasar jidatnya yang memerah, bahkan mungkin sebentar lagi akan membengkak.

"Ambilkan handuk untuknya!" Ulang Yong Guk.

"Ahs! Shirreo...mengapa bukan kau saja yang mengambilkan untuknya?!"."

"Ini Rumahku! Jadi kau harus mematuhi semua perintahku, itu mutlak!."

"Kau seharusnya mengalah dengan yang lebih muda... Ahjusshii!" Himchan mulai berkelit.

.

.

"Tck! Kekanakan sekali." Gerutu Zelo masih di balik pintu kamar mandi, dua namja itu benar-benar tak membantu apapun sementara dirinya kini tengah menggigil kedinginan. Sial! air panas di kamar mandi inipun tiba-tiba mati. Tak ada opsi lain selain keluar dan mengambil handuk itu seorang diri.

"Aishh ini memalukan." Guammnya lagi saat berjalan mengendap-endap seraya menangkup sesuatu di tengah selangkangannya, sesekali ia menoleh ke belakang, mengantisipasi dua namja yang tengah sibuk berseteru itu tak menyadari pergerakannya.

Nafasnya berhembus lega begitu berhasil meraih handuk putih itu, Zelo membentangkan kain tebal tersebut di belakang pinggulnya...dan beniat melilitkannya, namun tiba-tiba saja...

'CKLEK'

"Ketua aku membawa berkas kasus hari—

Zelo mematung di posisinya, saat seorang namja tiba-tiba saja menerobos masuk, segalanya terasa berputar detik itu juga, bahkan kedua tangannya pun masih membentangkan handuk di belakang pinggulnya...belum sempat melilit rapat bagian privat miliknya.

Kedua mata itu makin terjerat pandang, tak ada satupun yang membuka suara...seolah terlalu sulit mencerna situasi yang terjadi saat ini. Hingga tiba-tiba saja Zelo membulatkan mata lebar, begitu menyadari kemana arah pandang namja itu sebenarnya.

"HYAAACKK! BRENGSEK! MESUM!." Teriak Zelo histeris, sambil melilitkan cepat handuk di tubuhnya lalu berjongkok. Membekap rapat-rapat 'miliknya' yang baru saja menjadi korban asusila tak langsung. Itu menurut Zelo.

Namja asing itu hanya terkekeh pelan mendengarnya, lalu berjalan mendekat, turut berjongkok dan mengacak lembut surai Zelo.

"Sepertinya...tak lama lagi, kau akan menjadi tahananku...manis." Bisiknya tepat di telinga Zelo.

"MWORRAGOO?!." Wajahnya yang mengeras makin dipenuhi semburat merah, terkesan sangat manis meski nyatanya Zelo selalu berteriak geram.

.

.

"Yya! Jong...jangan menggoda bocah itu! Berisik." Tegur Yong Guk searaya menutup kedua telinganya dari suara rusuh Zelo.

Namja bernama Jong Up itu hanya terkekeh pelan mendengarnya, ia beralih bangkit dan kembali berjalan mendekati Yong Guk di seberangnya.

"Hai Himchannie." Sapa Jong Up sembari mengulas senyum ramah, dan kembali terkekeh begitu bocah ulzzang itu membalasnya dengan mata mengerjap lucu.

"Siapa anak itu? Apa dia juga kekasihmu?." Bisik Jong Up sambil melirik Zelo yang masih meringkuk menahan malu itu.

"Ahjjusshi milikku!." Himchan merangkul cepat kepala Yong Guk dan di benamkan dalam-dalam di dadanya. Kedua mata indahnya tampak menghunus tajam, terlalu geram menatap pemuda di sisinya itu

Membuat Jong Up tertawa geli melihat ketuanya diperlakukan demikian oleh anak sekecil itu. Rasanya semua kesan garang yang melekat di diri Yong Guk, lebur seutuhnya saat bersama dengan Himchan.

"Ahhaha...ya ya aku tau Himchannie." Ujarnya sambil menepuk-nepuk kepala Himchan... gemas.

"Lepaskan aku! Mengapa kau selalu berlebihan Hahh!." Yong Guk memaksa melepas rangkulan tangan lentik itu di kepalanya.

"Kau milikku!."

"Aku bukan milikkmu! Pulang sana!."

"HIKS."

"Aishhh! Menangis saja sepuasmu!." Yong Guk memalingkan wajah dengan memijit keningnya pening. "Apa yang kau bawa?" Ujarnya kemudian pada pemuda yang masih mengulum senyum geli di hadapannya.

"Berkas yang kau minta kemarin." Ucap Jong Up seraya menyerahkan dokumen di tangannya. "Tapi sepertinya ini lebih menarik" Ucapnya lagi sambil meletakkan sebuah kertas undangan di atasnya.

"Apa ini?"

"Baca saja...baru pagi ini di letakkan di meja kerjamu."

Yong Guk makin mengernyit mendengarnya, hingga tiba-tiba saja kedua matanya membelalak nyaris melompat keluar begitu membaca dua nama yang tertera di dalamnya.

"A—andwae!...andwae! a-aku pasti bermimpi." Racaunya kalut, berulang kali ia meremas surai spikenya kasar.

Dan Jong Up hanya tersenyum maklum melihatnya, ia sepenuhnya tau atasan sekaligus sahabatnya itu tengah memendam perasaan mendalam untuk namja kecil di masa lalunya, dan kini harapan untuk memiliki itu nampaknya harus terpaksa kandas kala menerima pernyataan mutlak di tangannya, ya...sebuah undangan yang di dalamnya tersemat hari...di mana namja kecil itu akan mustahil untuk direngkuhnya lagi.

"Terima saja...kau sudah memiliki Himchan di sini." Ujar Jong Up seraya menepuk pelan bahu kanan Yong Guk.

"Y—ya! Tak semudah itu aku melakukannya...Sungmin—Aisshh! sejak dia kecil aku sudah mencinta—BUAGHH

"ARGHHT! YAACK! Apa yang kau lakukan hah!."

Yong Guk jatuh terjengkang ke belakang begitu sebuah pukulan keras menghantam rahang kirinya, dan berteriak geram saat melihat namja kecil yang memukulnya berdiri dengan wajah tertunduk di hadapannya.

"Kau mempermainkanku?." Desis Himchan masih dengan menundukkan wajah, namun samar-samar terlihat air mata terjatuh dari pelupuknya.

Yong Guk terperangah, sadar apa yang baru saja dilakukan dan diucapkannya kembali menguak luka di hati namja ulzzang itu.

"Himchannie—

"Ku pikir...kau memang telah melupakan Sungmin dan mulai menyukaiku, tapi sepertinya aku hanya terlalu banyak berharap."

"D—dengarkan aku bicara, ini tak seperti yang kau pikirkan...aku memang—

"Cukup, dan aku lelah...lanjutkan saja usahamu untuk mengejar Sungmin! aku pergi!."

Himchan melepas cepat kemeja besar milik Yong Guk, menghempaskannya di meja...dan berlari begitu saja dengan bertelanjang dada. Membuat tiga namja di dalam kamar itu membelalak lebar...terlebih untuk Yong Guk. Ia akui...dirinya memang melakukan hal fatal di hari ini, tapi ia tak pernah menduga Himchan akan semarah itu padanya.

"HIMCHAN! TUNGGU!" Teriak Yong Guk seraya berlari kalut demi mengejar namja kecil itu.

.

.

.

Jong Up menghela nafas miris melihatnya, namun senyumnya kembali terulas begitu menatap namja kecil yang meringkuk di ranjang Yong Guk dan terlelap di atasnya, bahkan ia pun tak tau sejak kapan namja manis itu mengenakan pakaiannya.

"Kyeopta" bisiknya begitu mendekati zelo dan menatap lekat-lekat wajah tidurnya, Oh sungguh! bibir merah itu terlihat begitu menggoda untuk dikecup.

Jong Up mengedarkan pandangan ke sekitar, mengantisipasi tak ada seorangpun di ruangan tersebut. Dan yah...suasana memang cukup hening...sepertinya niatnya akn berjalan cukup mulus.

Perlahan namun pasti ia makin mendekatkan wajahnya, setiap sekat yang terkikis turut membuat sesuatu dalam dadanya berdetak tak jelas. Semakin parah...begitu bibirnya nyaris menyentuh permukaan lembut itu, hanya dengan satu gerakan lagi ia bisa melumatnya...dan—

BUAGGHH! BRUGHHH

"Mmmhh...a—yam bodoh! Mati kauu hoaammh." Igau Zelo tiba-tiba begitu berhasil menjejak wajah Jong Up dengan kakinya. Dan membuat namja tampan itu terkapar di lantai.

"Argh! Shit!." Umpat Jong Up sembari menggosok kasar wajahnya yang memerah, saat tertidur saja kekuatannya sudah seganas ini...bagaimana jika bocah itu dalam kondisi sadar.

Polisi muda itu beralih bangkit dan kembali menatap Zelo lekat-lekat, dan terkekeh keras mendengar semua binatang ternak terucap dari bibir mungilnya,

"Berhentilah mengigau...seperti itu." Ujarnya seraya menarik selimut hingga batas dada Zelo. Wajah anak itu semakin dilihat semakin manis saja, Jong Up pun tak mengira akan terpikat seperti ini, bahkan hingga nyaris menciumnya.

"Yya...siapa namamu eum? Ku harap kau tak merubahku menjadi seorang gay." Ujarnya seraya menyentuh bibir Zelo dengan telunjuknya, meski ia tau...namja kecil itu tak mungkin meresponnya.

"AYAM SIALAN! Mmmhh."

"M—MWOOO?"

.

.

.

"Ayo masuk ke dalam! Jangan seperti ini!." Seru Yong Guk seraya menggenggam tangan lentik namja ulzzang itu, namun lagi-lagi Himchan menghempasnya dan berjalan lebih cepat menjauhinya.

"Jangan pedulikan diriku! K—kau hanya melihat Sungmin bukan?! Kejar anak itu hingga kau puas!."

Yong Guk berdecak keras mendengarnya, bukan masalah Sungmin...tapi karena ia benar-benar mencemaskan Himchan saat ini. Oh ayolah, salju di malam ini semakin lebat...dan ia tak ingin anak itu membeku kedinginan dengan bertelanjang dada seperti itu.

"Kau akan sakit jika seperti ini! ku mohon jangan keras kepala! Aku mencemaskan—aishhh! Aku menyayangimu Himchannie."

"Aku tidak takut sakit! Dan kau hanya mempermainkan—HAATCHIIUWW

"Ku bilang juga apa!." Seru Yong Guk kesal, dan menarik cepat tubuh kurus itu ke dalam dekapannya.

BUGH...BUGH

Yong Guk sedikit mengernyit nyeri, begitu namja kecil dalam pelukannya itu memukul keras dadanya, dan berlanjut dengan pukulan yang bertubi-tubi. tapi Yong Guk tetap diam dan membiarkan Himchan melampiaskan segalanya. Ia sepenuhnya tau...sepedih apa perasaan yang dialami Himchan saat ini. Dan ia cukup menyesal karenanya.

"Mianhae...aku memang tak bisa menjaga perasaanmu." Bisik Yong Guk setelah menyadari Himchan sedikit menenang, ia beralih menarik ke atas ziper jaketnya, membuat tubuh kurus itu bear-benar terselimut rapat dan menyatu dengan tubuhnya.

Himchan hanya diam sembari mengerjapkan cepat matanya, mendengarkan namja itu berbicara apapun.

"Tak mudah melupakan Sungmin, dan kau tau itu. Tapi aku memohon padamu untuk kesekian kalinya...jangan pernah meninggalkanku. Tetaplah disisiku Himchannie."

Himchan memejamkan mata erat-erat, hanya untuk di sisinya bukan berarti Yong Guk mencintainya bukan? Ini masih terasa sangat menyakitkan. Kedua tangan mungilnya kembali tergerak untuk mendorong dada Yong Guk. Ingin melepaskan diri.

"Lepaskan a—

"Aku mencintaimu...sangat mencintaimu, dan aku milikmu Kim Himchan." Sergahnya cepat, sebelum namja ulzzang itu kembali berontak menjauhinya. Perasaan untuk Himchan memang masih terlihat samar, semua karna Sungmin yang menjadi bayang, namun perlahan segalanya tampak jelas...kala Himchan memutuskan untuk meninggalkannya. itu sangat menyakitinya, membayangkan namja ulzzang itu tak lagi berkeliaran dan mengusik harinya...benar-benar membuat dadanya terasa sesak, Dan mungkin benar...Himchan berhasil menawan hatinya saat ini.

Namja ulzzang itu masih membisu dan hanya menggesekkan hidungnya berulang-ulang di dada bidangnya.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Yong Guk heran.

"Mengusap ingusku! Ini semua karenamu...Ahjjushi bodoh!."

Yong Guk terkekeh pelan mendengarnya. Setidaknya hatinya tak lagi bergemuruh jika melihat Himchan kembali seperti ini.

"Lihat aku." Bisiknya

Himchan mengerjap, dan mulai mendongak ke atas. "Mwoo~Mppfthh—'Chupp'

"Chaggiya." Panggil Yong Guk setelahnya.

Himchan menunduk tersipu lalu menenggelamkan wajahnya di dada Yong Guk dalam-dalam, demi menyembunyikan semburat merah itu.

"Aku tak ingin kekasihku sakit. Jadi...Kembali ke dalam...arrachi?."

"Uhm...N—ne."

.

.

.


"AH!...AKKH! C—CUMMHH! Nghhh."

Tubuh Sungmin jatuh melunglai di atas tubuh Kokoh itu, begitu klimaks menyeruak untuk ke sekian kalinya. Sementara namja tampan yang sedari tadi mengocok genital Sungmin demi memuaskannya hanya mengulas senyum hangat melihatnya. Kyuhyun benar-benar takjub dengan Sungmin di malam ini, namja cantiknya mampu bertahan meski telah orgasme berkali-kali. Bahkan hingga dirinya kehabisan tenaga menyetubuhi namja mungil itu. Sungmin tetap merengek meminta lagi dan lagi...dan Kyuhyun putuskan untuk merangsangnya dengan tangannya sendiri.

"K—kyuhh...hhh...hhh" Panggil Sungmin tersengal-sengal.

"Hn.." Gumam Kyuhyun sembari mengangkat wajah Sungmin yang tertunduk dan menyeka rembasan kristal bening di pelupuk foxy eyes itu dengan ibu jarinya.

"Apa yang terjadi d—denganku hhh...hh?."

"Tak ada...kau benar-benar hebat malam ini." Jawabnya pelan seraya menatap dalam-dalam manik rubah itu. Kyuhyun beralih mengalungkan tangannya di leher Sungmin, sedikit menariknya kebawah dan melumat bibir cherrynya selembut mungkin. Membuat namja yang kini menduduki perutnya itu memejamkan mata dan melenguh tertahan.

Sungmin terkikik kecil begitu Kyuhyun menyudahi pagutannya, lalu tiba-tiba saja Sungmin menjulurkan lidahnya. Dan mengerang nikmat begitu namja tampan itu menyambutnya dengan mengisapnya kuat-kuat.

"Ahh~." Pekiknya saat Kyuhyun turut meremas-remas buttnya, berulang kali ia mendongak...membuat bibir bawahnya yang masih di hisap itu tertarik sensual.

"Kyuuuh~." Rengek Sungmin sambil menggelengkan kepala, meminta namja tampan itu agar menghentikan remasannya.

Kyuhyun terkekeh gemas melihatnya, ia membawa cepat tubuh mungil itu ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepalanya bertubi-tubi.

Sesaat keduanya terdiam, berusaha menstabilkan deru nafas masing-masing...hingga suara Sungmin mengalun lembut, memecah hening di kamar itu.

"Aku merasa aneh dengan tubuhku, ini tak seperti biasanya Kyu...dan aku yakin kau mengetahui sebabnya." Gumam Sungmin sembari memainkan jemari mungilnya di dada polos Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum tipis. "Ya...aku memang mengetahuinya."

"Apa?" Sergah Sungmin cepat.

Kyuhyun diam terpana melihat Sungmin, betapa menggemaskannya paras babyface itu saat menyimpan rasa ingin tau.

"Kau meminum jus berisi perangsang Ming."

"Mwooo?."

Kyuhyun kembali terkekeh pelan melihatnya. "Lain kali jangan ceroboh" Ujarnya kemudian sembari memutar tubuh menjadi memenjarakan Sungmin di bawahnya.

"Tapi tak ada salahnya jika mencobanya lagi Ming." Kyuhyun menarik wajah itu mendekat mulai berbisik lirih di telinganya. "Kau semakin sexy...dengan meminumnya."

"Kyuu!"

Namja tampan itu makin tergelak dalam tawanya, kala Sungmin tak henti-hentinya mengacak surai ikalnya dengan bibir terpout lucu.

.

.

"Kau ingin mandi?."

"Uhm ...tubuhku sangat lengket." Keluh Sungmin sambil menggerakkan tubuhnya tak nyaman.

HUPP

Kyuhyun mengangkat bridal tubuh mungil itu dengan sekali gerakan. Sesekali terdengar candaan ringan dan pekikkan kesal Sungmin begitu keduanya memasuki bath up besar di dalam kamar mandi tersebut.

.

.

.

"Hoaa... sepertinya baby tumbuh sehat. Lihat baru 3 bulan saja perutmu sudah sebesar ini." Ujar Kyuhyun saat mengusap perut buncit Sungmin dengan gerakan memutar, membalurkan busa lembut itu di atasnya.

"Wae? Memangnya kenapa jika perutku besar? Kau tak menyukainya?." Tanya Sungmin tanpa jeda.

"Aniyoo...kau sangat Sexy jika seperti ini, setelah aegya pertama kita lahir...aku menginginkan tiga atau lima baby lagi, Otteyo?" Ucap Kyuhyun ringan seraya menggerakkan alisnya naik turun.

"KYU!."

.

.

.

.


Beberapa hari kemudian

Sungmin berjinjit berusaha keras meraih kotak susu yang tersimpan di dalam sekat teratas almari dapur itu. berulang kali ia mengeluh pegal, namun tubuhnya yang mungil membuat kotak susu itu belum juga berhasil di gapainya.

"Seharusnya kau memanggilku untuk mengambilnya Dear." Seorang namja tiba-tiba saja meraih kotak susu itu untuknya dan memeluknya dari belakang, menahannya untuk tak lagi memaksakan diri seperti itu.

"Atau...biar aku saja yang membuatkannya untukmu" Ujar Kyuhyun ketika mengambil alih kotak susu tersebut.

"Kyu...itu berlebihan, biar aku—

Kyuhyun membimbing Sungmin ke meja makan dan mendudukkan tubuh mungil itu dikursinya, sesaat ia menyibak ke atas rambut Sungmin dan mendaratkan kecupan lembut di keningnya.

"Kau cukup duduk manis di sini saja." Ucapnya kemudian.

Sungmin tersenyum dan mengangguk patuh mendengarnya, kedua matanya tampak mengerjap dengan kedua kaki terayun di bawah meja, kala melihat Kyuhyun bergerak cukup cekatan.

Dalam diam, Sungmin benar-benar tertegun memandang Kyuhyun saat ini. namja tampan itu begitu tulus melakukan apapun hanya untuknya, seperti saat ini...Kyuhyun dengan senang hati mempersiapkan apapun yang dibutuhkannya demi segelas susu untuknya bahkan ia rela mengambil cuti hanya untuk menjaganya.

namun satu hal yang kini mengusik hatinya. Kyuhyun memang mencintainya melebihi apapun, tapi benarkah ia cukup pantas dan baik untuk namja tampan itu?. Sungmin tak memiliki apapun selain perasaan cintanya untuk Kyuhyun. Dan ia selalu merasa, Kyuhyun seharusnya berhak mendapatkan kebahagian lebih dari semua ini. Terlebih...tak sedikit orang yang melihatnya kini, memandangnya sebagai namja dengan aib besar di tubuhnya. Bukankah Kyuhyun juga semestinya beranggapan demikian, meski sekecil apapun itu.

"Apa yang sedang kau pikirkan eum?."

Sungmin sontak tersadar dari lamunannya, begitu Kyuhyun tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya di pangkuan namja tampan itu. Segelas susu hangat pun telah di letakkan tepat di hadapannya.

Alih-alih menjawabnya, Sungmin lebih memilih memeluk leher Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher namja tampan itu.

"Ming?."

"Aku takut, kau pergi meninggalkanku." Lirihnya seraya mengeratkan pelukannya.

Kyuhyun mengernyit mendengarnya, apa yang sebenarnya terjadi dengan Sungmin, Oh sungguh...sampai kapanpun bahkan selamanya ia tak akan pernah meninggalkan namja cantik itu, tapi bagaimana mungkin Sungmin bisa berpikir demikian.

"Aku tak mungkin melakukan itu, jangan pernah—

"Aku namja, dan aku memiliki rahim. Semua orang akan memandangmu rendah karena diriku. Seharusnya kau—

"Sshh...ya, benar kau namja dan aku sangat mencintaimu. Kau memiliki rahim...dan itu sempurna, kau melengkapi hidupku Ming."

Sungmin menggigit bibir, berusaha tak terisak detik itu juga. Selalu seperti ini...Kyuhyun lebih lembut dari apapun. Begitu sabar menghadapinya meski ia selalu mengungkit bahkan mencari-cari masalah sepele apapun itu.

"Tapi aku—

"Tak perlu memikirkan apapun, cukup aku, kau dan uri aegya...itu saja" Tukas Kyuhyun sembari mengelus punggung Sungmin lembut. Lalu beralih melepaskan pelukan kuat Sungmin secara perlahan demi menatap wajah pias itu lebih lekat.

Lama Kyuhyun menatap manik rubah Sungmin, terasa getir kala menyadari sorot gelisah dari dalamnya. Kyuhyun memang memahami diri Sungmin yang selalu mempermasalahkan dirinya sendiri seperti ini. entahlah...semenjak kehamilannya, emosi Sungmin kerap tak menentu, dan sikapnya yang sesensitif ini adalah salah satu darinya.

Kyuhyun mengambil susu itu, membimbing namja mungilnya untuk lekas meminumnya. Senyum menawannya makin terulas kala melihat Sungmin begitu patuh menegak cairan putih dalam diam.

Tanpa sepengetahuan namja cantik itu, Kyuhyun meraih sesuatu dari balik sakunya dan menunjukkannya tepat di depan Sungmin. Membuat Sungmin membulatkan mata lebar dan nyaris tersedak.

"Uhukk...Uhmmph."

"Pelan Ming."

"K—kyu ...ini—

"Hn, seperti yang kau lihat...dua tiket penerbangan ke itali." Tukasnya seraya membelai pipi halus itu dengan lembut

Sungmin begitu berbinar mendengarnya, mungkinkah Kyuhyun tengah berniat memanjakannya dengan berlibur ke eropa?

"Itali?" Seru Sungmin antusias.

Kyuhyun berdehem pelan menanggapinya, sedetik kemudian ia meraih jemari Sungmin, menggenggamnya dan menciumnya lama.

"Lebih tepatnya venice...apa kau menyukainya?" lanjutnya kemudian.

Sungmin tak mampu mengucapkan sepatah kata apapun selain mengangguk cepat dan kembali memeluk Kyuhyun. Sejak di awal Kyuhyun menyebut kata Itali...hatinya sudah merekah senang, terlebih mendengar kata venice. Tak terbendung lagi, betapa antusiasnya dirinya saat ini. venesia adalah impiannya semenjak kecil. Kangin pernah menjanjikan kota cantik penuh dengan sejarah seni itu untuk dikunjunginya...harapannya sempat pupus begitu Kangin pergi meninggalkannya. Tapi Kini dengan Kyuhyun...impian masa kecilnya kembali tersambut dalam romansa yang berbeda, ya...karna Kyuhyun yang menemaninya. Satu-satunya namja yang kini dicintainya sepenuh hati.

Kyuhyun benar-benar memberinya kejutan yang istimewa.

"Kamshaee." Lirih Sungmin sembari mengulas senyuman manis, lalu mengecup bibir merah itu bertubi tubi. Tanpa tau...masih ada kejutan yang lebih besar lagi yang telah direncanakan Kyuhyun untuknya.

Kyuhyun meraih cepat tubuh mungil itu untuk di dekapnya sehangat mungkin. "Apapun untukmu Dear." Bisiknya

.

.

.

.

Esoknya...

"Cepat bawa koper-koper itu ke dalam mobil Hae!." Seru Ryeowook dari luar, namja manis itu begitu sibuk mempersiapkan apapun yang akan dibawa Kyuhyun dan Sungmin untuk persiapan mereka di esok hari. Tentu saja...karena dua namja belia itu akan menikah. Tapi jangan lupakan...Sungmin belum mengetahui apapun tentang semua ini.

"Wookie~ah...kau akan kehilangan suaramu jika berteriak-teriak seperti itu."

Ryeowook hanya melengos malas mendengarnya, dan kembali dengan kegiatannya saat ini. Memastikan pernikahan di esok hari benar-benar perfect.

Sementara di dalam kediaman mewah itu, sepasang kekasih tengah merencanakan sesuatu. Ya...keduanya tak akan pernah diam jika itu menyangkut tentang hubungan sex, layaknya sepasang maniac.

"Apa ini juga?."

"Tentu saja Hae...masukkan semuanya, aku yakin Presdir Cho akan berterima kasih padamu karena benda-benda ini."

Donghae terkekeh keras, dan makin mengangguk mantab begitu mengingat waktu bersama Kyuhyun beberapa hari lalu. Presdir muda itu tak meledak geram kala mengetahui kekasihnya menegak minuman berisi perangsang miliknya, malah yang terjadi...Kyuhyun berkali-kali mengucapkan kata puas, dan takjub padanya.

"Tak menutup kemungkinan, kau bisa naik jabatan karna menyenangkan hati Kyuhyun bukan?." Ujar Hyukkie sambil mengerlingkan mata.

"Ahahaha...kau memang yang paling mengerti Hyukkie~ah." Gelak Donghae sembari memasukkan satu demi satu sex toys tersebut ke dalam koper pakaian milik Sungmin. Lalu setelahnya ia menyambar cepat bibir Eunhyuk dan melumatnya lembut.

"Ku pastikan kalian akan menikmatinya...Presdir Cho."

.

.

.

.

"Kyu...benda-benda apa ini?"

"Oh Shit!."

.

.

.

.

TBC

.

Chaaaa A winter Story Chap 11 Hadiiirrrr.

hari ini, author Update Near Dark season 2 jugaaa

Breakable heart kemungkinan kalau tidak senin y selasa nee

*Untuk Update selanjutnya silahkan request yg mana dulu yg ingin di update...^^

a) Breakable Heart

b) A winter story atau

c) Near Dark season 2

Author tidak akan Hiatus demi reader tercintaaa ^^

smg bsa up cepat

dan untuk:

Cho Na Na, stawberry rae , Ria, mita sarang-MIN , KYUMINTS, dhian930715ELF , pumpkinsparkyumin , Yuuhee, Michelle BunnyKyu , dessykyumin , ReikiAkishima28, Tiemackh Charvoet , teukiangle, kyuminsaranghae, cho hyo woon , imtwins, JOYmin137 , RithaGaemGyu137 , bebek , nova137, Bunbunchan , AngeLeeteuk , Princess Kyumin137 , cintakyumin137, Voice 13Star , Kang Dong Jae, Zen Liu , Byunchannie26, ChanMoody, hye jin park , Kim Yong Neul , Yefah , babybunnychanie, Eggyuming, Cho MeiHwa, HeePumpkin137 , cloudsKMS, imAlfera, Park Heeni, aliensparkdobi , imKM1004 , WineShipper, nonifitriJOY , ChoLee KyuMinie , farla 23, myFridayyy, ChoKyunnie , Lilin Sarang Kyumin , bunnyblack FLK 136, Phia89, reaRelf, Ristinok137, thiafumings ,stevani, kimteechul , Reva KyuMinElf II, Adekyumin joyer, dirakyu , sha nakanishi , S ELF137, sitara1083 , Kitukie, angelicKYUMIN, teras fanfiction , KyuMin ELF , myst-girl,sissy, Glows Kyumin Angel , Kyumin joyer, KikyWP16 , AmyKyuMinElf , kyumin pu, rizkyamel63 , chindrella cindy, may moon 581 , anita ariestamaru , Sparkyuminmin, Gyumina, ShinJiWoo920202 , hwangpark106, trytofindlieta , NaizhuAmakusa , danactebh, SesiPujiasti, , minniekyu, hye jin park , wullancholee ,airi tokieda , jihan , cywelf , Sparkyu, winecouple, EvilBunny Cho ,dJOYers , sary nayolla, , abilhikmah, lee minji elf, chu, nuralrasyid , Aey raa kms, Maximumelf, mingstares, Chlie hanariunnse, rheeming, Ega EXOkpopers , min, ckhislsm137, lee sunri hyun, lemonade, rizkaendahagustin, Nisa putri407, dan Para Guest

Gomaaawoooooooo sudah mereview di chap 10 kemarin

Untuk Chap ini mohon reviewnya Pleaseee

Annyeeoong

Saaaaaranghaaaaaaeee