Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

*Note: Bayangin Sungmin di FF ini, kaya Sungmin di variety show Super Junior Mini Drama. Rambut Sungmin waktu itu sepanjang bahu ^^

.

.

.

Previous Chapter

"Ku pastikan kalian akan menikmatinya...Presdir Cho."

.

.

.

.

"Kyu...benda-benda apa ini?"

"Oh Shit!."

.

.

.

Chapter 12


A Winter Story


.

.

.

"Hanya kita berdua?"

Tanya Sungmin tiba-tiba, dengan kedua mata mengerjap polos.

Sementara, namja yang tengah memakaikan syal soft blue untuknya hanya tersenyum tipis mendengarnya. Ia menatap manic rubah itu sejenak, lalu beralih meraih sesuatu dari balik saku mantelnya.

"Kyuu….kau tak menjawab—

Sungmin terdiam, saat tiba-tiba saja Kyuhyun menyentuh dagunya….. Menekannya ke bawah hingga bibir cherry itu sedikit terbuka.

"Ya….hanya kita berdua." Ujar Kyuhyun seraya mengulaskan lip balm di bibir cherry Sungmin secara penuh. Sesekali Ia terkekeh pelan melihat namja mungil itu tampak mengerjapkan mata karna perlakuannya

Sungmin menyentuh bibir bawahnya begitu Kyuhyun usai memakaikan benda misterius tersebut. sedikit aneh memang…..tapi itu terasa dingin dan lembut. Sungmin menyukai sensasinya.

"Apa yang kau pakaikan?" Tanya Sungmin lagi, masih dengan menyentuh permukaan bibirnya yang lembab.

Kyuhyun berdecak. "Jangan menghapusnya." Ucapnya kemudian seraya menghentikan jemari mungil itu dengan menggenggamnya.

Kyuhyun memang sengaja memakaikan lipbalm yang baru dibelinya kemarin untuk Sungmin. Oh ayolah udara hari ini sangatlah dingin dan tentu Kyuhyun ingin namja mungilnya tampak selalu manis dan fresh hingga keduanya tiba di bandara.

"Tapi ini—

'Chup'

"Pemanis bibirmu" Sergah Kyuhyun setelah mengecup kilat bibir soft pink itu.

Sungmin terdiam, sadar perlakuan Kyuhyun semakin spesial terhadapnya. Terkesan berlebihan memang untuk namja sepertinya, Tapi Sungmin benar-benar merasa berharga dengan semua perlakuan lembut Kyuhyun. Dan Ia menyukainya lebih dari apapun itu. Hanya Kyuhyun…..ya, hanya namja tampan itu yang membuatnya merasa bahagia seperti ini.

Namun tiba-tiba saja Ia tersentak dari lamunannya, begitu menyadari Kyuhyun telah merunduk di depan perutnya dan mengecupnya bertubi-tubi.

"K—kyu."

"Berjanjilah….Kau dan Dia akan selalu baik-baik saja untukku." Ucap Kyuhyun masih dengan menatap lekat perut yang telah sedikit membuncit itu. Seolah yakin….Ia benar-benar melihat buah hatinya menggeliat kecil di dalam sana.

Sungmin terkikik, dan mulai membelai surai coklat Kyuhyun dengan lembut. "Tentu Kyunnie." Lirihnya.

Kyuhyun menggenggam erat jemari mungil itu….menariknya lembut untuk bangkit dan membimbingnya keluar menuju mobil. Cukup untuk mengulaskan kesempuraan di pagi Ia benar-benar tak sabar…menatap binar indah dari manik foxy itu begitu Sungmin menyadari apa yang saat ini dipersembahkannya.

.

.

"K—kyu….di mana Eomma dan Taemin." Sungmin sedikit memberatkan langkahnya, merasa ganjal….sedari Ia membuka mata hingga saat ini,tak melihat sosok Ibu dan Dongsaeng kecilnnya itu.

"Eomma menemui sahabat lamanya pagi ini, Taemin bersamanya."

"S—sepagi ini?"

"Hn…." Singkat Kyuhyun seraya menarik lengan Sungmin, memaksanya kembali melangkah. "Kajja…kau tak ingin mengulur waktu tiba di bandara bukan?."

Sungmin menggeleng pelan, tentu saja Ia tak ingin menyiakan kesempatan di hari ini. Sungmin sangatlah mendambakan kota itu….Venice, satu-satunya kota impian masa kecilnya bersama Kangin.

Namun, satu yang memberatkan hatinya…..Leeteuk dan Taemin tak ikut serta bersamanya. Meski semalam Sungmin berusaha keras membujuk Leetteuk untuk pergi, tapi Yeojja cantik itu tetap saja menolaknya dengan berbagai alasan random itu.

Sungmin berdecak. "Seharusnya Eomma menungguku Kyu, bukan menghilang seperti ini"

Kyuhyun hanya terkekeh pelan melihat raut kesal namja cantik itu, Ia sepenuhnya tau…..Sungmin sangat ingin berpamitan dengan Ibunya. Tanpa tau…kejutan besar tengah Leetteuk persiapkan untuknya.

"Kita bisa menelfonnya nanti" Tenang Kyuhyun, lalu kembali merengkuh pundak sempit Sungmin, membimbingnya masuk ke dalam mobil.

.

.

.

.

"Tck! Bagaiamana bisa seperti ini." Gumam Sungmin begitu menatap pantulan wajahnya dari sebuah cermin kecil yang diletakkannya di atas dashboard mobil. Berulang kali Sungmin menangkup kedua pipiinya, mencubitnya bahkan menariknya berlawanan. Namja cantik itu terus-menerus menggerutu kesal dengan penampilannya yang semakin chubby, tanpa tau….sosok tampan di sisinya tampak mengulum senyum geli….melihatnya begitu antusias dengan cermin yang selalu dibawanya itu.

"Hei..." Panggil Kyuhyun lirih

"Ini bukan seperti diriku." Namun tetap saja, namja cantik itu masih terhipnotis dengan pantulan dirinya, lebih tepatnya pada masalah wajahnya yang membengkak. Itu menurut Sungmin.

"Dear."

"Ah! Eottohkae….aku—'Chup'

Sungmin berhenti menggerutu seorang diri, begitu sebuah kecupan lembut mendarat di pipi kanannya.

"Berhenti berbicara dengan cermin itu." Ujar Kyuhyun tiba-tiba, seraya menutup benda persegi itu dan menyimpannya ke dalam dashboard mobilnya.

"Kyu tapi itu—

"Tatap mataku." Sergah Kyuhyun sembari memegang kedua bahu Sungmin untuk menghadapnya.

Namja tampan itu mengulas senyum tipis, melihat Sungmin begitu patuh terhadapnya. "Sekarang apa yang kau lihat?"

Sungmin mengerjapkan mata tak mengerti. Apa yang Ia lihat dari mata Kyuhyun? Tak ada apapun selain tatapan tegas dan bayangan dirinya.

Tunggu! Bayangan dirinya?

Ya….Sungmin dapat melihat bayangan dirinya dari mata Kyuhyun. Mungkinkah itu maksud Kyuhyun sebenarnya?

"Aku?" Gumam Sungmin masih dengan menatap lekat kedua obsidian itu.

"Hn, benar. Mudah bukan? Kau cukup melihat mataku jika ingin bercermin. Mataku tak pernah berbohong Dear." Kyuhyun mengangkat sebelah tangannya, dan membelai pipi chubby itu dengan lembut.

" Yeppeoh." Bisik Kyuhyun lagi seraya mencium tangan lentik Sungmin dalam genggamannya.

Sungmin menggigit bibir bawahnya dan menunduk tersipu, ini terlalu berlebih…rasanya semua ucapan dan perlakuan manis Presdir Cho itu akan membuatnya melayang entah kemana. Dan Sungguh….Ia tak ingin dijatuhkan detik itu juga.

"Siap untuk perjalanan kita hari ini?."

Sungmin mendadak terkesiap mendengar pertanyaan tersebut. Entahlah berapa kali Ia terbuai di pagi ini, karna kekasih tampannya itu.

"Uhm…Ne Kyu."

.

.

.

.


Sementara itu di tempat lain.

Venice

.

"Ahhh….lelahnya."

'BRUGH'

Donghae menghempas ringan tubuhnya ke ranjang, begitu membuka pintu hotel dan merangsak masuk ke dalamnya. Sementara itu seorang namja manis yang sedari tadi mendampinginya hanya tersenyum tipis melihatnya.

"Hyukkie….kemarilah." Gumam Donghae setelahnya, dengan kedua mata terpejam. Menikmati aroma lembut dari ruangan mewah tersebut.

Eunhyuk sedikit mencibir, dan lebih memilih mendekati jendela besar di seberang ranjang keduanya. Kedua matanya berbinar cepat begitu menatap keluar, dengan tidak sabaran Eunhyuk membuka lebih lebar jendela itu….membuat semilir angin menghempas surai metalik miliknya.

"Yeppeonaa~." Gumamnya riang. Eunhyuk begitu antusias memandang canal dengan perahu-perahu kecil di sekelilingnya….semua terlihat mempesona. Terlebih lambungan burung camar di atasnya semakin memikat pandangannya, untuk berlama-lama berdiri di jendela itu. Dan, Eunhyuk yakin….ini kejutan terindah yang Kyuhyun berikan untuk kekasihnya.

GREB

"H—hae!." Eunhyuk memekik terkejut begitu sepasang lengan kokoh melingkar erat di perutnya.

"Apa yang kau lihat hm?" Tanya Donghae seraya mengendus tengkuk namja manis itu.

"Presdir Cho….benar-benar mempersiapkan semua kejutan indah ini untuk Sungmin." Eunhyuk bergumam lirih, masih dengan memandang lekat keluar.

"Hm ya….akupun tak pernah menduga Kyuhyun akan seperti ini, kau tau bukan Dia—

"Membuatku iri." Sergah Eunhyuk cepat, dan sukses membuat kedua mata Donghae membulat lebar.

"Y—yaa…..bagaimana bisa kau berbicara seperti itu. Ketahuilah…aku lebih romatis dibandingkan bocah sepertinya!."

" Aku rasa kau tak akan berpikir hingga sejauh ini Tuan Lee."

"Hanya kejutan Venice bukan?! Aku bisa melakukannya untukmu bahkan lebih hebat dari kota ini!." Aku Donghae seraya mengeratkan dekapannya.

"Seluruh Asia? Eropa? Ameri—

"Orang Tuamu." Sela Eunhyuk cepat.

"M—mwo?"

"Bawa aku untuk menemui kedua orang tuamu. Apa kau sangup?"

Donghae membisu….jauh dalam benaknya, Ia tengah menerka isi hati namja manis itu. Mungkinkah kekasihnya jenuh dengan hubungan keduanya saat ini?'

"Seperti dugaanku. Kau tak akan sanggup melakukannya Hae….aku tetaplah sisi hitam dalam hidupmu." Lirih Eunhyuk kecewa seraya memaksa melepas rengkuhan Donghae.

"Ku mohon tetaplah seperti ini."

Pria berambut brunette itu makin mengeratkan lengannya, tak menginginkan tubuh ramping itu beranjak sedikitpun dari dekapannya.

Memperkenalkan Hyukkie pada kedua orang tuanya? Donghae rasa Ia belum siap. Karna…suda pasti mereka akan murka jika mengetahui hubungan yang tengah Ia jalani saat ini. Kekasihnya seorang namja, sementara keluarganya begitu mendambakan menantu Yeojja dari keluarga baik-baik. Memang tak mengapa, tapi bagaimana jika keluarganya menyakiti Eunhyuk setelah mengetahui fakta itu? Sungguh hanya itu yang menjadi ketakutannya saat ini.

"Jawab aku…."

"H—hyukkie, kau lihat perahu kecil di bawah sana…..aku rasa akan sangat menyenangkan jika kita manaiki salah satunya."

"Jangan mengalihkan pembicaraan Hae…ini sudah lebih dari 7 tahun. Aku butuh kepastian darimu. A—aku, tidak hanya sekedar partner sexmu bukan?"

"Partner Sex? Tidak! Kau kekasihku! Oh ayolah Hyukkie…jangan membahas ini lagi."

"Kekasih?...Benarkah kau mencintaiku? Bahkan ..Aku selalu merasa kau hanya bersenang-senang dengan hubungan ini. Tanpa ada kesungguhan untuk mengikatku. Itu membuatku takut Hae….jika memang—

"Baik! Baik!...Aku akan menikahimu. Cepat atau lambat itu akan terjadi. Ku mohon mengertilah dan beri waktu untuk membuat kedua orang tuaku menerima hubungan kita Chaggiya." Yakin Donghae seraya menatap dalam-dalam kedua manik indah di hadapannya. Sejak lama, Ia tau keinginan terbesar namja cantik itu….ingin menikah, Begitu pula dengannya. Dan melihat rencana pernikahan yang dibuat Kyuhyun untuk Sungmin, tentu terlalu menekan batinnya saat ini.

"Onje?" (Kapan)

"Bersabarlah untuk saat itu, percayalah kita akan menikah"

"Jika itu karna keturunan, kita bisa mengusahakannya. Bukankah Kyuhyun dan Sungmin bisa. Sungmin namja….tapi malaikat kecil itu di dalam perutnya Hae. Aku pasti juga bisa memberimu baby."

Donghae menatap redup, menyadari Eunhyuk begitu tersakiti dengan keinginannya.

"Tentu….Hyukkie."Tukas Donghae lirih,meski tak yakin dengan ucapannya tersebut. Eunhyuk bukanlah Sungmin. Dan tidakkah selama ini, keduanya kerap melakukan hubungan intim itu…bahkan tiap malam tak luput darinya. Tapi hingga saat ini, tak ada tanda-tanda Eunhyuk akan hamil. Sekali lagi….Eunhyuk bukanlah Sungmin. Dia berbeda dengan anak itu.

.

CKLEK

"YACK! Bagaimana bisa koper Kyuhyun dan Sungmin masih di sini hah?!"

Pintu terbuka…..dan seketika itu pula lengkingan nyaring, menyentak sadar sepasang kekasih di ruangan itu.

Kim Ryeowook…..kian bersungut kesal seruannya di abaikan. Lihat saja! Dua makhluk di dekat jendela itu malah…berpelukan mesra seperti itu. Segalanya harus berjalan sempurna. Ia tak ingin ada cacat sedikitpun pada rencana hari ini dan pernikahan esok hari.

Cepat-cepat Eunhyuk melepas dekapan Donghae, dan menyeka rembasan bening di pelupuknya.

"Hyukkie—

"Gwaenchana Hae." Tukas Eunhyuk cepat,lalu beralih mendekati Ryeowook yang tampak kesulitan membawa koper besar tersebut.

"Biar aku membantumu Wookie—ah."

"Aissh! Ini tetap saja berat Hyukkie!" Gerutu Ryeowook.

Donghae hanya menghela nafas pelan, melihat dua namja kurus itu begitu kepayahan dengan usahanya. Merasa geli sekaligus tak tega, ia putuskan untuk mendekat…dan mengambil alih koper-koper tersebut.

"Biar aku yang membawanya."

"Kenapa tidak dari tadi saja Hae?! Kyuhyun dan Sungmin akan tiba dua jam lagi ! Cepat bawa koper-koper ini ke dalam kamarnya!" sentak Ryeowook.

"Tck! Arrasseo!"

"Tidak ada racun yang kau masukkan di dalamnya bukan?!"

"YACK! Kau pikir aku kriminal?!."

"Dari tampangmu memang seperti itu."

"Aisshh! Michindeee!"

.

.

.


Sungmin tampak begitu gelisah memutar tubuhnya,ke kanan dan ke kiri, semua terasa tak nyaman. Bahkan tak jarang pula ia melirik ke luar jendela pesawat. Mencoba sedikit meluruhkan rasa jengahnya,tapi tetap saja percuma. Alih-alih terhibur dengan pemandangan di luar,Sungmin malah mempoutkan bibir melihatnya. Entahlah…Ia merasa benar-benar tak sabar ingin segera mendarat sekarang ini juga.

"Kyu…apa masih lama?" Tanyanya seraya mengguncang lengan kemeja Kyuhyun.

Namja tampan itu mengulas senyum tipis, lalu beralih melirik arlojinya."Tidak… bersabarlah Dear."

Sungmin kembali mempoutkan bibir, ingin kembali bertanya….tapi rasanya cukup saja. Bukankah Kyuhyun baru saja mengatakan 'tidak', pasti tak akan sampai 1 jam lebih. Pikir Sungmin dalam hati.

"Tidurlah…itu akan membuatmu tenang." Ucap Kyuhyun seraya menyandarkan kepala Sungmin di dadanya. Sesekali Ia mengecup puncak kepala namja cantik itu, lalu menepuk-nepuk pundaknya dengan lembut.

.

.

"Kyu..."

"Hn..."

Sungmin tiba-tiba, memaksa merenggangkan pelukan Kyuhyun.

Begitu berhasil melakukannya, Ia menarik kerah Kyuhyun hingga namja tampan itu semakin merunduk mendekatinya.

"Wae Ming?"

"Bagaimana penampilanku saat ini?" Tanyanya sambil menatap lebih lekat ke dalam manik obsidian itu. Seperti yang dikatakan Kyuhyun bukan? Ia bisa bercermin dengan mata tegas itu.

Kyuhyun terkekeh pelan melihatnya,rasanya tak pernah habis….Sungmin membuatnya tersenyum dengan ekspresi polos itu. Dengan gemas, Kyuhyun menangkup pipi chubby itu dan menggigit kecil puncak hidung Sungmin tanpa sungkan sedikitpun.

"Kyu!" Pekik Sungmin lirih seraya memalingkan wajah ke kanan. Tentu kedua pipi halus itu merona hebat,diperlakukan demikan di hadapan penumpang lainnya.

"Kyeopta ." Puji Kyuhyun membuat namja cantik yang masih memalingkan wajah itu perlahan namun pasti mulai menoleh dan kembali menatapnya.

"Jinjjayo?"

"Hn…."Gumam Kyuhyun sambil merengkuh pinggang Sungmin mendekat.

Kedua mata bulatnya makin mengerjap cepat, dengan kedua bahu bergerak naik turun bergantian. Tentu….Sungmin tak bisa menahan senyum manisnya, jika Kyuhyun sudah memujinya demikian.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, sungguh Ia gemas bukan main dengan ekspresi Sungmin saat ini. Bahkan sesuatu di bawah sana dalam kondisi hard hanya dengan melihat tingkah Sungmin seperti itu. Oh sungguh! Ini bukanlah suatu yang baik jika matanya dibiarkan berlama-lama menatapnya dan makin membuatnya terangsang.

Tak ingin berakibat fatal, Kyuhyun bergerak cepat merangkul pundak namja mungil itu. Memaksa Sungmin berhenti menggerakkan bahunya seperti itu.

"Geumanhae (Hentikan)." Bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin.

Sontak saja Sungmin mengerjap tak mengerti mendengarnya? Ia salah apa…hingga Kyuhyun berucap demikian. "Waee Kyu?"

Kyuhyun menghela nafas pelan, Namun matanya tak berhenti melirik awas ke sekitar….memastikan kondisi aman. Beruntung banyak passenger yang terlelap saat ini. Ia beralih menggenggam tangan kanan Sungmin dan membimbingnya untuk menyentuh miliknya di bawah sana.

"Ommo!"

Tepat dugaannya Sungmin akan membelalak histeris setelah ini.

Namja cantik itu cepat-cepat menarik tangan kanannya,dan menutup bibirnya. Ya Tuhan! 'Benda' itu benar-benar sangat keras.

"Kau tau artinya bukan?jadi hentikan." Ucap Kyuhyun seraya menyentuh dagu Sungmin.

Namja mungil itu menatap Kyuhyun sesaat lalu beralih memejamkan mata, membiarkan Kyuhyun memeluk hangat tubuhnya. Tentu saja Sungmin tau….. dan tak ingin Kyuhyun menerkammnya mendadak di tempat seperti ini. Tapi bukankah ia hanya melakukan aegyonya, mengapa Kyuhyun bisa terangsang seperti itu?

.

.

"Tunjukkan padaku saat kita tiba di hotel nanti….Dear." Bisik Kyuhyun lagi, dan hanya ditanggapi dengan dengungan lirih dari namja yang nyaris terlelap itu.

.

.

.


Skip Time

.

.

"Kyu kemarilah. Ppali… Ppaliii." Pekik Sungmin seraya mengangkat kedua tangannya, membiarkan merpati-merpati itu mematuk makanan kecil di telapaknya

Kyuhyun terkekeh pelan mendengar panggilan riang itu. Senyum menawannya kian terkembang begitu saja, melihat Sungmin benar-benar antusias bermain dengan ribuan merpati di sekelilingya. Baru beberapa saat yang lalu…keduanya check in. Tapi Sungmin sudah merengek ingin segera menapakkan kaki keluar….menyusuri kota indah itu.

.

.

Piazza San Marco….ya, salah satu landmark tempat berpijaknya saat ini. Menara penuh artistik menjulang tinggi di sekelilingnya dengan iringan musik klasik yang terdengar di berbagai penjuru, benar-benar membuat tempat itu semakin mempesona. Tak salah….Ia memilih kota ini untuk namja cantiknya.

'FUSH'

"Y—ya! Ming…." Seru Kyuhyun terkejut ketika tiba-tiba saja, Sungmin menghempaskan remahan cookies kering ke arahnya. Membuat seluruh remahan itu melekat di mantelnya. Rasa paniknya kian menjadi-jadi, menyadari ribuan merpati itu, beralih menyerbu dirinya.

.

.

"M—ming! Aishh."

Sungmin tertawa lepas melihat Kyuhyun begitu panik menutupi wajah dan mengusir pergi merpati-merpati tersebut. Meski nyatanya percuma, semua burung itu tetap saja mengerumuninya tanpa celah. Jika seperti ini, rasanya kesan sempurna yang selalu disebut-sebut orang selama ini pada sang Presdir Cho, melebur sudah. Mungkin memang benar, Kyuhyun bisa mengendalikan siapapun dengan kuasanya. Tapi dengan merpati-merpati itu sepertinya meragukan. Lihat saja, Ia begitu kewalahan menghadapi semua makhluk ramah itu.

"Tenanglah Kyu~….mereka semua baik padamu." Seru Sungmin sembari bertepuk riuh. Terlalu geli melihat raut jenaka pemuda tampan itu.

"Tidak! Ishh….jauhkan binatang-binatang ini!" Racau Kyuhyun masih terus mengibas kedua tangannya,berusaha keras menghalau merpati yang datang ke arahnya.

Sungmin tersenyum manis,sedikit menaikkan syal di lehernya. Lalu berlari kecil menghampiri namja yang masih beranggapan tengah di serang merpati-merpati itu.

Satu gerakan cepat, jemari mungilnya menarik tengkuk Kyuhyun hingga merunduk. Sedikit berjinjit dan…

'Chupp'

Kecupan lembut itu mendarat manis di bibir merahnya. Kyuhyun sempat membelalakan mata lebar karna ciuman mendadak itu. Tapi setelahnya ia mengulas senyum tipis dan menyusupkan kedua tangan di pinggang Sungmin. Mencoba memperdalam ciuman manis keduanya di tengah kepakan sayap merpati-merpati kelabu itu.

.

.

Ciuman itu terus berlanjut, bahkan tak sedikit dari pengunjung lain berhenti untuk menatap keduanya. Oh ayolah! Bagi mereka melihat sepasang kekasih berciuman dengan ribuah merpati yang mengelilinginya, menjadi pemuas hati tersendiri. Dua pemuda asia itu terlihat benar-benar bergairah dan saling memiliki. Itu Pikir mereka.

"Sei grande!" (Kalian hebat!)

"così cool!" (kereeen)

Seru beberapa pengunjung di tempat itu bersahut-sahutan.

.

.

"Mmmh~"

"Saranghae.."

"Nado…Kyuhmpfth—"

.

.


Di tempat yang sama

Terlihat 6 sosok tengah mengawasi gerak-gerik Kyuhyun dan Sungmin dari sebuah taman. Tapi sebenarnya merka cukup menikmati suasana di sekitarnya, tak banyak hiruk pikuk….hanya melodi indah yang terlantun di sepanjang jalan. Dan kepakan merpati yang berbaur dengan burung gereja. Terasa begitu dramatic.

Mereka memang tiba lebih awal di kota indah itu, tentunya semua demi persiapan pernikahan Presdir Cho. Sejauh ini memang rencana berjalan tanpa hambatan,Ya..setiap kejutan masih tersimpan apik, bahkan Sungmin tak menyadari kehadiran mereka dan Ibunya di tempat itu.

"Aishhh apa mereka tak kenal tempat eohh?" Gerutu Ryeowook saat melihat pemandangan mengesankan jauh di hadapannya.

"Taeminnie….kau tak boleh melihatnya! Hyungmu memang keterlaluan." Gerutunya lagi seraya menutup mata baby dalam gendongan Yesung.

"Ssh! Jangan terlalu mencolok….Sungmin bisa melihat kita." Desis Yesung sambil melirik namja yang lebih pendek di sisinya.

Ryeowook menggerutu kesal, Ia berjalan menghentak kaki menjauhi Yesung dan lebih memilih mendekati Donghae dan Eunhyuk yang tengah berselfie ria dengan para burung pemakan biji itu.

.

.

Sementara itu…Leetteuk yang tengah duduk di sebuah kursi taman, hanya mengulas senyum lembut saat melihat jauh ke depan.

Putranya yang dulu begitu rapuh, bahkan tak pernah lepas dari perlindungannya…kini benar-benar bahagia bersama seseorang. Cho Kyuhyun….Ya! hanya pemuda itu yang memilikinya. Pernikahan keduanya pun hanya tinggal menunggu detik.

Leeteuk menatap langit, berbisik lirih...menyuarakan sesak dalam hatinya saat menyadari tak ada seseorang yang mendampinginya menyaksikan hari bahagia Sungmin. Tak ada Kangin di sisinya.

Meski demikian…dengan melihat senyum dan tawa Sungmin saat ini. Lebih dari cukup mengukir rasa harunya. Dan yakin….Kangin melihat kebahagiaan putra kecilnya dari sana.

"Uri aegya…telah menemukan kebahagiaannya Yeobo. Aku tau kau melihatnya." Lirih Leeteuk, mencoba menegarkan dirinya.

Namun tiba-tiba saja Yeojja cantik itu berjengit, saat sehelai syal dililitkan di lehernya. Ia melirik ke atas cepat, dan detik itu pula senyumnya terulas lembut.

"Wookie." Panggilnya kemudian.

"Udara di sini sangat dingin Ahjjuma…Kau harus menjaga kesehatanmu untuk pernikahan dua anak itu. Sebaiknya kita lekas kembali ke hotel saja. Sungmin aman bersama Kyuhyun….tenanglah." Ujar Ryeowook seraya membimbing Leeteuk untuk bangkit.

Yeojja cantik itu hanya mengacak surai hitam Ryeowook dan mengangguk menyetujuinya.

"Kau benar Wookie."

.

.

.


****KyuMIn****

Hari semakin senja…namun tak cukup menyurutkan antusias Sungmin di kota indah itu. Banyak tempat memikat telah Ia kunjungi… dari Piazza hingga Palazzo tak luput dari jamahannya. Dan cukup bersyukur….Kyuhyun selalu mendampinginya kemanapun Ia mau. Sungmin tau….namja tampan itu tampak kelelahan kerenannya, tapi Kyuhyun tetap memberinya tatapan dan senyuman lembut itu.

Satu kalimat yang paling Ia sukai dari Kyuhyun

"Apapun untukmu Dear."

Seperti saat ini, Kyuhyun kembali memeluknya dan mengucapkan kalimat itu untuknya.

.

.

.

"Yeppeonaa~." Gumam Sungmin, memandang takjub peda temaram cahaya di sepanjang Canal itu. Saat keduanya menaiki sebuah gondola…semacam perahu klasik di venice.

"Kau menyukainya?" Bisik Kyuhyun seraya merengkuh pinggang Sungmin, mengantisipasi namja cantik itu tak terlalu mendekati air.

"Uhm Kyu." Sungmin mengangguk cepat, dan beralih menyandarkan kepala di dada Kyuhyun. Menikmati nuansa canal air dengan iringan seriosa romantic dari pendayung gondola itu. Sungmin tak pernah menduga Kyuhyun akan membawanya ke tampat istimewa ini….Rialto Bridge.

Dan Ia benar-benar tak sabar ingin segera melihat jembatan itu. Tentu saja Sungmin tau mitos di kota ini. Siapapun yang berciuman saat melalui jembatan tersebut. Maka cinta sepasang kekasih itu akan abadi. Sedikit terasa berlebih memang…..tapi Sungmin mempercayainya.

"Kyu…lihat itu Rialto Bridge." Ucap Sungmin seraya menunjuk jauh ke depan.

"Hm ya…"Gumam Kyuhyun seraya memainkan jemari mungil Sungmin.

"Apa kau tau mitos di sini?." Tanyanya antusias.

"Tidak."

Sungmin mempoutkan bibir mendengarnya,hanya satu kata itu yang terucap? Sungmin tau….Kyuhyun memang sosok yang dingin, Tapi haruskah di suasana seromantis ini Ia bersikap demikian? Seharusnya Kyuhyun bisa berbalik bertanya 'Apa mitos itu?'. Bukan hanya kata ' tidak' saja. Ah! itu benar-benar merusak suasana hatinya. Dan tak yakin….Kyuhyun akan menciumnya saat melalui jembatan itu.

Sungmin beralih melepas rengkuhan Kyuhyun, dan lebih memilih menyandarkan kepala di tepi gondola sembari memainkan air.

Membuat Kyuhyun terkekeh pelan melihat Sungmin menahan kesal karenannya. Tentu saja Ia tau tentang mitos tersebut dan bersikap tak peka dengan namja cantik itu.

'Sensitif sekali' Gumam Kyuhyun dalam hati.

Sementara Sungmin memainkan air sebagai lampiasan rasa kesalnya, Kyuhyun diam-diam merogoh sesuatu dari balik saku mantelnya. Dan tersenyum tipis begitu melihat kilau indah dari benda tersebut.

"Ming…" Panggilnya kemudian.

Sungmin menggeleng, dan kembali memainkan air itu seorang diri.

Merasa geli, Kyuhyun beralih menggenggam tangan kanan Sungmin dan mengecupnya lama.

"Kau marah?."

"Kau bersikap dingin padaku! Aku benci itu." Gerutu Sungmin, masih tetap membelakangi Kyuhyun.

Kyuhyun tak pernah bisa menahan senyum jika melihat sikap kekanakan ini, baginya Sungmin seperti ini benar-benar manis.

"Mianhae…."

"Seharusnya kau tak menjawab sesingkat itu."

Mulai lagi, namja cantiknya kembali mencari-cari masalah sepele. Dan itu memang sifat khas Sungmin semenjak kehamilannya. Tak pernah ingin disalahkan, dan selalu ingin semua perhatian tercurah padanya. Merasa diabaikan sedikit saja…sudah pasti emosinya akan meledak-ledak.

"Kau tak memaafkanku?."

"…"

"Aku akan melompat ke air jika kau tak memberiku maaf."

Sungmin mulai mengerjap gelisah, tentu saja Ia tak menginginkan Kyuhyun benar-benar melakukan hal itu. Ingin berbalik….tapi egonya terlalu tinggi, Ia sedang marah saat ini. Tapi bagaimana jika Kyuhyun serius dengan ucapannya?

"Baiklah….aku lompat"

BYUURRRR

Kedua matanya membelalak lebar. Tidak! Kyuhyun benar-benar melakukannya. Sungmin panik bukan main, jika seperti ini, sungguh demi apapun itu Ia sangat menyesal.

Dengan kalut Sungmin memutar tubuh dan berteriak keras.

"KYUU—MPFTHH" 'Chupp'

Tapi teriakannya terbungkam telak,begitu sebuah kecupan mendarat cepat di bibirnya. Tentu saja kedua mata rubah itu kembali membulat lebar, menyadari Kyuhyun tetap utuh di hadapannya dan menciumnya seperti ini.

"Gotcha." Bisik Kyuhyun setelah menjauhkan bibirnya

"Kau—

Sungmin urung bertanya, setelah Kyuhyun menunjuk balok kayu yang terapung-apung di air.

"Benda itu cukup meyakinkan bukan?"

Sungmin memalingkan wajah ke kanan, berusaha menyembunyikan rembasan tipis di pelupuknya. Rasa takutnya bukan untuk dipermainkan seperti ini.

"Jangan mempermainkanku." Lirihnya

"Kau yang tak memberiku maaf."

"A—aku hanya tak ingin kau mengacuhkanku, d-dan aku tak ingin kehilanganmu" Ungkap Sungmin bergetar.

"Tentu….selamanya aku akan di sisimu, dan memberi perhatian penuh untukmu Dear." Kyuhyun menyentuh dagu Sungmin untuk menatapnya, sejenak Ia memandang jauh ke dalam manik rubah itu sebelum akhirnya meraih tangan kiri Sungmin dan menyematkan cincin bermata ruby di jari manisnya.

"K—kyuhyun….apa, Kau…i—ini, cincin…K-Kyuuu?." Ucap Sungmin kacau seraya menutup bibir dengan sebelah tangannya, namun tak cukup menyamarkan rembasan bahagia sekaligus terkejut dari manik foxynya. Sungmin memang belum tau….apa maksud Kyuhyun dengan cincin itu, tapi Ia merasa ada sebentuk niatan tulus dibalik benda berkilau itu.

Kyuhyun mengulas senyum tipis, lalu kembali meraih kedua tangan Sungmin untuk diciumnya dengan lama.

"Will You marry me?" Ucapnya kemudian.

Tak bisa dicegah, bulir bening itu mengalir cepat dari pelupuknya. Sungmin tak bisa mengulaskan betapa bahagia Ia mendengar Kyuhyun mengucapkan kata-kata itu.

Namja cantik itu masih menutup bibir dengan punggung tangannya dan menatap tak tentu arah. Terlalu berdebar dengan apa yang baru saja didengarnya. Hingga genggaman namja tampan itu berhasil menyadarkannya dan membuatnya mengangguk cepat.

"I—will." Jawab Sungmin sambil menggigit bibir bawahnya, tak menginginkan tangis bahagianya pecah detik ini juga. Ia memang namja, tapi jika semua menyangkut tentang perasaan terdalamnya. Apapun akan terasa melemahkannya.

Kyuhyun kembali mengulas senyum, sembari menautkan kedua tangan mereka. Ia mencondongkan tubuh mendekati Sungmin, sedikit memiringkan wajahnya dan memberi lumatan lembut untuk namja cantik itu.

"Mmmh~."

Mata sayu itu terpejam secara perlahan, mencoba menikmati pagutan lembut yang mencumbunya. Sungmin tau inilah saatnya, Kyuhyun menciumnya tepat saat melalui Rialto Bridge.

Mitos ataupun tidak….tapi itu menjadi gambaran nyata untuknya. Ya…..Kyuhyun memang mencintainya melebihi apapun itu. Dan untuk selamanya….

.

.

.

.


Beberapa Jam Kemudian

.

"Mmm~ Kyu." Gumam Sungmin,begitu Kyuhyun membaringkan tubuhnya dengan nyaman di atas ranjang King Size itu.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis melihatnya. Baru beberapa saat lalu keduanya makan malam. Dan Sungmin jatuh tertidur dengan mudahnya saat perjalanan menuju hotel. Sejak di awal, Kyuhyun memang sudah menduganya, namja cantik itu akan kelelahan….karna sikapnya yang begitu aktif di hari ini.

Ia beralih membuka ikatan rambut Sungmin, membuat surai yang telah memanjang sebatas bahu itu tergerai bebas.

Kedua tangannya begitu cekatan melepas satu persatu pakaian tebal Sungmin, hingga hanya menyisakan selapis kain yang menutupi genitalnya.

Kyuhyun sempat meneguk ludah payah melihatnya, oh sungguh! Tubuh berisi itu benar-benar membuatnya bergairah untuk segera menjamahnya. Namun Kyuhyun menahannya….dan lebih memendam nafsu dengan meraih air hangat yang telah disiapkan roomboy beberapa saat lalu.

Kyuhyun memang berniat menyeka tubuh mungil itu dengan air hangat tersebut. Semua karna Sungmin terlelap begitu saja tanpa sempat mandi setelah melalui hari yang panjang ini. Itu akan membuat Sungmin tak nyaman dan terjaga dalam tidurnya, tentu Ia tak menginginkan itu terjadi, karna….sekali Sungmin terbangun, maka akan sulit tertidur kembali. Dan lebih parahnya…..namja cantik itu akan merengek hal-hal yang tak lazim padanya.

Namja tampan itu mengecup kening Sungmin sekilas, lalu menyeka tubuh polos itu secara perlahan. Mengantisipasi Sungmin tak terbangun karna terusik.

Gerakannya tangannya semakin melembut begitu menyentuh perut Sungmin yang tampak sedikit membuncit . Kyuhyun reflek merunduk dan mengecupi seluruh permukaan perut itu. Mencoba mengalirkan rasa hangatnya untuk darah dagingnya. Entahlah…..Kyuhyun merasa tak sabar ingin segera melihat makhluk mungil itu terlahir ke dunia

.

.

.

"Beri aku senyum manis….saat aku menyambut tanganmu di altar Dear."Bisik Kyuhyun lirih begitu usai mengenakan piyama soft pink di tubuh mungil itu.

Sesaat ia membelai pipi halus Sungmin, lalu mencuri ciuman di bibir Cherrynya….sebelum akhirnya benar-benar jatuh terlelap dengan memeluk namja mungil itu.

.

.

.


Esoknya

Sungmin mengerjap silau begitu bias mentari perlahan menelusup masuk dari tirai jendela yang sudah tersibak itu.

Ia berguling ke kanan, mencoba mencari siluet Kyuhyun di sisi itu. Namun tiba-tiba saja kedua matanya membulat lebar, begitu menyadari Ia tak melihat Kyuhyun di manapun.

Sungmin bangkit dari posisi berbaringnya, dan tertegun melihat piyama yang membalut tubuhnya saat ini. Sungmin yakin….Kyuhyun pasti yang mengganti pakaiannya semalam. Tapi kemana perginya Kyuhyun saat ini?

Dengan kalut Ia beranjak dari ranjang dan berseru keras. "Kyuuu!"

'Ding! Dong!'

"Kyunnie?"

Sungmin mendadak menghentikan langkahnya, begitu mendengar seseorang menekan bel. Mungkin saja itu Kyuhyun.

Namja cantik itu beralih haluan mendekati pintu,dan membukanya dengan antusias.

"Kyu—

"Morning!….kau sudah bangun Sweetheart? Cha….cepat mandi, kajja…kajja."

Sungmin membulatkan mata lebar begitu melihat bukan Kyuhyun yang datang. Melainkan Ryeowook dengan rentetan kalimatnya itu.

"H—hyung, bagaimana bisa kau d-di tempat ini?"

"A...A! Tak ada waktu untuk bertanya Minnie. Kajja cepat mandi sayang. Semua orang menunggumu." Ryeowook semakin merangsak masuk, melilitkan handuk di leher Sungmin dan mendorong namja mungil itu masuk ke dalam kamar mandinya. Tapi tetap saja, Sungmin yang kelewat penasaran…..kembali menyembulkan kepalanya keluar.

"Menungguku? Tapi untuk apa aku—

"Ssssshhhh!" Desis Ryeowook panjang. "Mandi….dan buat tubuhmu sesegar mungkin di hari ini." Lanjutnya lagi, seraya menutup rapat pintu kamar mandi tersebut.

Namja manis itu menyandarkan tubuh di dinding dengan kaki menyilang. Sesekali ia bersenandung lirih sambil memainkan kuku-kuku lentiknya demi mengurangi rasa jenuh saat menunggu Sungmin.

.

.

.

Beberapa menit kemudian.

'CKLEK'

"Hyung." Panggil Sungmin

"Oh Geez…..kau mandi lama sekali Minnie."Racau Ryeowook sembari berjalan mendekat, dan menarik lengan namja cantik itu untuk mengikutinya.

"Y—ya! Lilitan handukku hampir lepas…..pelan Hyung!" Gerutu Sungmin, sambil mencengkeram erat handuknya.

"Akan lebih baik kau melepasnya saja,jika kain itu membuatmu lamban Minnie."

"Ahs! Shirreoo!" pekik Sungmin tak terima.

.

.

.

.

"Na—ah! Kau harus terlihat sempurna di hari ini Minnie. Lihat! Tidakkah kau merasa ini sangat sesuai untukmu?"

Sungmin mengerjapkan mata cepat,begitu Ryeowook menunjukkan satu stel pakaian untuknya.

"Hyung ini—

"Ya…seperti yang kau lihat tuxedo menawan milikmu." Ryeowook begitu cekatan membimbing namja mungil itu mengenakan tuxedo putih itu dan mengancingkan satu persatu kancingnya.

Sementara Sungmin masih mengerjap tak mengerti dan pasrah Dokter muda itu memperlakukan dirinya seperti boneka manekin di pagi ini.

Ia tak sedang melakukan peraga busana bukan? Untuk apa Ryeowook memberinya tuxedo mewah ini?

Dan satu yang menjadi pertanyaan besarnya. Kemana perginya Kyuhyun sebenarnya? Mengapa namja itu lenyap begitu saja? Ah! Ini benar-benar membuatnya kesal. Sungmin benar-benar pening terjebak satu ruangan dengan Ryeowook dan mendengar semua ocehan tanpa sela dari Hyung manisnya itu. Bahkan kini Ryeowook mulai antusias menjamah wajah dan rambutnya dengan semua peralatan rias mengerikan itu.

.

.

"H—hyung hentikan!."

"Tck! Diam Minnie…..biar aku menata rambutmu dan membuat semua orang terpana saat melihatmu."

Sungmin kembali menggerutu dan menggeliat menghindari tangan Ryeowook. Menata apanya? Dokter itu hanya mengacak-acak rambutnya hingga tak berbentuk seperti ini. Dan lagi? Orang mana yang akan melihatnya…..Ryeowook benar-benar aneh, datang tanpa di undang dan bersikap tak lazim seperti ini.

.

.

"Aku tak suka rambut berdiri seperti ini! Hentikan Hyung!" Seru Sungmin histeris begitu melihat pantulan dirinya di cermin. Demi apa…bagaimana bisa semua rambutnya berdiri kaku dan mengerikan seperti itu. Ya Tuhan….tidakkah ini seperti,Dirinya baru saja tersambar petir.

Seorang Dokter memang lihai menangani pasiennya,tapi untuk urusan rias merias seperti ini. Dia benar-benar mengerikan

"Aisshh….itu karna kau selalu bergerak-gerak. Jika kau diam….tentu tak akan menjadi seperti ini" Ujar Ryeowook masih terus menyemprotkan hairspray itu di rambutnya.

"Tidak! Jangan melakukan apapun lagi! Jauhkan semua benda itu Hyung!"

CKLEK

Tiba-tiba saja pintu terbuka, dan seorang Yeojja cantik melangkah masuk dengan senyum anggunnya. Namun senyuman itu tak berlangsung lama, begitu melihat penampilan Putranya saat ini.

"Astaga Minnie!." Pekik Leeteuk seraya menutup bibirnya.

"E—Eommaa?." Sungmin terkejut bukan main, melihat kehadiran Yeoojja cantik itu dari pantulan cerminnya. Bukankah Ibunya berada di Korea? Tapi bagaimana kini bisa berada tepat di hadapannya…..Leeteuk tak sedang melakukan magic bukan?

Semua terasa aneh….dan ini benar-benar mencurigakan!

"Ohh! Tteukkie Ahjumaa…kau memang Dewi penyelamatku. Sungmin tak pernah bisa diam saat aku menata rambutnya. Aku tau kau bisa menangani anak ini." Ucap Ryeowook sembari memutar kursi Sungmin menghadap Ibunya.

"B—bagaimana bisa, Eomma di sini?"

Letteuk tersenyum lembut mendengarnya, Ia beralih memegang kedua bahu Sungmin. Sedikit meremasnya…dan memutar tubuh mungil itu kembali menghadap cermin.

"Eomma di sini….karena dirimu sayang." Jawab Leetteuk, sembari bergerak lihai memperbaiki tatanan rambut dan make up Sungmin. Tak terlalu berlebih…..hanya ulasan natural, tapi cukup membuat namja mungil itu makin manis dan mempesona.

"Ya….begitu pula dengan kami." Tiba-tiba seorang namja brunette menyembulkan diri dari balik pintu, lengkap dengan seorang namja ramping di sisinya.

"Mobilmu telah siap di bawah….Sungminnie." Lanjutnya lagi

Sungmin terperanjat dan mengerjap makin tak mengerti dengan kehadiran orang-orang itu. Semua begitu mendadak….dan sepertinya memang hanya dirinya yang tak tau apapun di sini.

"A—apa yang sebenarnya terjadi? Aku—

"Sssh…lihat Eomma."

Ucapan Sungmin terhenti, begitu Ibunya menengadahkan wajahnya menatap Yeojja cantik itu. Dan sedikit mengernyit begitu Leetteuk mengulaskan blush on tipis di kedua pipinya. "Kau harus tampil mengesankan….di hari bahagiamu Chaggi." Ucap Leeteuk kemudian.

"Hari bahagia?"

"Tck! Anak ini masih saja lamban." Ryeowook mencubit pelan pipi chubby Sungmin. "Kau akan menikah dengannya Minnie. Cho Kyu—Hyun….bocah yang berlagak seperti Pangeran Es itu" Lanjutnya sambil mencibir.

"M—mwo? Menikah? Dengan Kyuhyun? Hari ini juga?"

Sungmin membulatkan mata lebar…..Ini benar-benar mengejutkan. Bukankah kemarin Kyuhyun baru saja melamarnya? Dan kini Ia benar-benar akan menikah dengan namja tampannya? Secepat itukah? Bahkan hanya dalam hitungan jam saja.

Ya Tuhan….kapan Kyuhyun mempersiapkan semua ini. Sungmin yakin pernikahan ini….tak hanya dipersiapkan 1 atau 2 hari saja. Terlebih itu dilakukan di luar negri…tentu waktu dan biaya yang Kyuhyun keluarkan bukan main-main lagi. Mungkinkah namja tampan itu mempersiapkan kejutan indah ini hanya untuknya?

"K—kyu." Lirihnya seraya meremas kuat-kuat tepian meja rias itu,Sungmin tak sanggup menahan air mata bahagianya. Dan Ia mendadak sangat merindukan kekasih tampannya itu.

"Chaggiya…wae irrae?" Letteuk menyeka cepat rembasan tipis di pelupuk mata Sungmin, Ia benar-benar terkejut Putranya hampir menangis seperti ini.

"Aku ingin bertemu dengan Kyuhyun Eomma."

Letteuk tersenyum mendengarnya, Ia mengangguk pelan….dan mencium lama kening Sungmin. "Tentu Chaggi…Ulljima…kau hanya akan merusak make upmu jika seperti ini."

.

.

"Kajja Sungmin…jangan biarkan Presdir Cho,menekuk wajahnya di pagi ini. Karna menunggu mempelainya."

"Uhm….Ne. Hae Hyung."

.

.

.

.

.


Kedua manik rubah Sungmin kian berbinar begitu Ia menapakkan kaki ….tepat di pintu utama gereja megah itu.

Dentang lonceng…..dengan alunan instrumen klasik , seolah menjadi pengiring tunggal untuknya berdiri pasti di hari bahagianya.

Sejenak Ia menghirup nafas panjang, hingga tiba-tiba saja seorang pria membimbing tangannya untuk melingkar di lengan kokoh pria tampan itu,

Sungmin menatap lekat pria itu. Dan siluet Kangin mulai terbayang pada sosok pria tersebut. Kedua foxy eyes itu makin berkaca-kaca….nyatakah ini? Kangin yang mendampinginya? Berulang kali hatinya memanggil-manggil sosok ayahnya…berharap Ia tak sedang bermimpi saat ini.

"Kau siap Sungmin?"

Tapi bukan…..

Itu bukan Kangin…bukan Ayahnya yang mendampinginya. Sungmin menunduk lemah…berusaha menyembunyikan raut terpukulnya. Sungguh demi apapun itu….Ia sangat mengharapkan Kangin berada di sisinya, mendampinginya di hari bahagia ini.

'Appa…kau tak datang?' Ratap Sungmin dalam hati.

Sungmin menghela nafas lebih dalam, lalu menatap Yesung dengan senyum terkembang.

"Ne…Hyung." Jawabnya pasti.

.

.

.

Denting melodi indah semakin lekat terdengar di setiap penjuru gereja….menyambut langkah ringannya di pagi yang cerah itu

Sungmin berjalan perlahan memasuki gereja. selangkah demi selangah…..begitu pasti menyusuri karpet merah dengan taburan kelopak mawar di atasnya, dan pilar-pilar tinggi dengan hiasan lili calla di setiap sudutnya.

Tak pelak, semua mata tertuju pada dirinya. Semua berdecak kagum…..dan begitu terpana dengan penampilan Sungmin saat ini. Bahkan banyak dari tamu undangan itu tak yakin Sungmin seorang namja.

"H—hyung….aku gugup." Lirih Sungmin, takut melihat tatapan semua mata di gereja itu.

"Gwaenchana….kau sangat mempesona hari ini Min." Tenang Yesung, sembari memantabkan langkah….membimbing namja cantik itu mendekati altar.

.

.

Paras cantik itu kian merona, begitu menatap ke atas altar. Dan di sanalah namja tampan itu berdiri tegap dengan senyum menawannya.

Sungmin menunduk tersipu….terlebih jika mengingat semua yang di lakukan Kyuhyun hanya untuknya. Membuat sesuatu dalam dadanya makin berbunga-bunga.

.

.

DEG

Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, begitu jemari panjang Kyuhyun meraihnya dan menggenggamnya dengan erat. Rasanya wajahnya benar-benar memanas saat ini. Sementara namja tinggi di sisinya hanya terkekeh pelan, melihat semburat merah di kedua pipi Sungmin. Ia tau…..Sungmin benar-benar gugup saat ini.

"Apa kau mencoba membunuhku dengan senyuman itu? ….Neomu Yeppeoh" Bisik Kyuhyun tepat di telinga namja cantik itu.

Dan Sungmin makin menunduk tersipu mendengarnya.

"Cho Kyuhyun, Since it is your intention to marry, join your right hands and declare your consent. Do you take Lee Sungmin to be your lawful wedded wife to have and behold from this day on, for better or for worse, for richer or for poorer, in sickness and in health, as long as you both shall live?"

"I Do…" Jawab Kyuhyun tegas. Kemudian tersenyum saat menatap namja mungil di sisinya.

Pastor paruh baya itu tersenyum mendengarnya, dan beralih memutar tubuh menghadap Sungmin.

"Do you take Cho Kyuhyun to be your lawful wedded husband, to have and behold from this day on, for better or for worse, for richer or for poorer, in sickness and in health, as long as you both shall live?"

Namja cantik itu memang masih menahan gugup, namun genggaman hangat tangan Kyuhyun berhasil menenangkannya detik itu juga.

"I do.." Jawab Sungmin, seraya membalas senyuman Kyuhyun lebih manis lagi.

"The wedding ring symbolizes unity, a circle unbroken, without beginning or end. And today Lee Sungmin and Cho Kyuhyun exchange these rings as confirmation of their vows to join their lives, to work at all times to create a life that is complete and unbroken and to love each other unconditionally. May the Lord bless these rings which you give to each other as the symbol of your love and fidelity." Ujar Pastor itu lantang, hingga menggema di setiap sudut gereja.

Ia beralih menghadap Kyuhyun. "Take this ring and place it on your bride's finger, and state your pledge to him, repeating after me." Lanjut sang Pastor.

Kyuhyun mengikuti ucapan ikrar dari sang pastor. Kemudian menatap jauh ke dalam manik foxy itu sebelum akhirnya Ia meraih tangan Sungmin dan menyematkan cincin permata di jari manisnya dengan hati-hati.

Pastor Pierro kembali tersenyum begitu menatap Sungmin. "Take this ring and place it on your groom's finger, and state your pledge to him, repeating after me."

Pastor paruh baya itu membimbing Sungmin mengikuti ucapan ikrarnya. Dan mengangguk penuh arti melihat Sungmin menyematkan cincin permata itu di jari Kyuhyun.

"Cho Kyuhyun and Lee Sungmin you have given and pledged your promises to each other, and have declared your everlasting love by exchanging the rings. Your vows may have been spoken in minutes, but your promises to each other will last until your last breath. As they have pledged themselves to meet sorrow and happiness as one family before God and this community of friends, I now pronounce them husband and wife"

Layaknya rapalan mantra…..Pastor Pierro begitu pasti mengucapkan kalimat-kalimat panjang penuh makna itu. Ia menyentuh bahu Kyuhyun dan Sungmin bersamaan, membuat keduanya saling mendekatkan diri.

"You may kiss your wife." Ucapnya lagi pada Kyuhyun.

Sungmin kembali mengerjapkan matanya,begitu melihat Kyuhyun semakin mencondongkan tubuh mendekatinya. Dan mengikis sekat bibir keduanya.

Sungguh! Jantungnya berdebar hebat saat Kyuhyun memegang tengkuknya dan makin menggila, kala nafas namja tampan itu berhembus hangat di sekitar pipi dan bibirnya. Ini memang bukan kali pertama dirinya berciuman dengan Kyuhyun. Bahkan sering dan lebih dari sekedar memagut bibir. Tapi ciuman ini berbeda…..

Karna Ciuman ini lebih sebagai bentuk cendera dari ikrar yang telah terucap di hadapan Tuhan dan semua mata yang menyaksikannya. Itu benar-benar membuatnya gugup bukan main.

"Rileks Dear." Bisik Kyuhyun tepat di bibir Sungmin.

Sungmin berdehem pelan menyanggupinya, dan mulai memejamkan matanya secera perlahan, begitu Kyuhyun makin mengikis jarak. Membuat bibir keduanya saling bertaut basah. Pasrah….namja tampan itu mengklaim belahan bibir ranumnya.

"Mmh~."

Memang hanya lumatan ringan, namun cukup berkesan dan menggetarkan hati siapapun yang melihatnya. Tak pelak…riuh tepuk dan seru bahagia dari rekan tamu undangan menjadi pengiring istimewa bagi pagutan bibir itu.

..


Sementara itu di baris pertama kursi tamu undangan. Seorang namja garang tampak menekuk wajah kusut dengan tangan meremas-remas kesepuluh jarinya dengan gemas sekaligus kesal. Ada bagian dalam dadanya yang memanas saat melihat prosesi ciuman itu. Bahkan Ia sempat merutuk Kyuhyun dan kesialannya sendiri. Seharusnya Ia yang menjadi suami Sungmin, seperti impiannya dulu.

"Aissh! Jangan lakukan itu Sungmin~ah!" Lirih Yong Guk harap-harap cemas.

"Bicara apa kau?! Kau cemburu?" Sentak seorang namja ulzzang di sisinya. Kedua matanya tampak menatap tajam…..tak suka dengan ekspresi memelas Yong Guk saat ini.

"A—aniya, hanya saja aku sedikit—Mpfthh"

Polisi muda itu membelalak lebar, begitu Himchan bangkit berdiri dan mencium bibirnya tanpa peringatan. Yong Guk tak bisa berbuat apapun jika namja ulzzangnya sudah seperti ini, Ia tau Himchan lebih cemburu darinya. Yong Guk hanya menghela nafas pasrah dan membiarkan namja cilik itu melumat bibirnya sesuka hatinya. Membuat beberapa Yeojja paruh baya di sisinya tampak berjengit hebat melihatnya. Apa yang sedang dilakukan anak kecil dan pemuda kekar itu? Mungkinkah mereka terlalu larut dalam suasana….hingga turut melakuan ciuman seperti ini? Pikir mereka bertanya-tanya.

"Jangan mengharapkan Sungmin lagi! Karna aku yang akan menjadi istrimu nanti, Ingat itu." Cerca Himchan usai melepas pagutannya.

"Arrasseo…..arrasseo." Ucap Yong Guk seraya mengacak gemas surai hitam kekasih kecilnya.

Namun tiba-tiba saja Ia mengernyit, begitu Zelo memanggil-manggilnya seraya mengguncang lengannya dari belakang.

"H—Hyung."

"Wae...?" Jawabnya seraya menoleh ke belakang.

"Antarkan aku….ppali-ppali."

"Antarkan kemana?Aishh jangan membuat ulah di tempat umum seperti ini Zelo!"

Zelo menggeleng kasar. Dan makin erat membekap sesuatu di tengah selangkangannya. "T—tidak! Tidak Hyung…aku ingin—

Zelo urung melanjutkan kalimatnya begitu melirik ke samping, rupanya banyak Yeojja di sisi kanan dan kirinya. Akan sangat memalukan jika Ia berkata jujur jika Ia ingin buang air kecil.

"Kajja Hyung….antarkan aku!" Rengek Zelo panik, dengan sebelah tangan mengguncang lengan Yong Guk sementara tangan lainnya masih membekap erat genitalnya.

"Tck! Antar kemana? Katakan saja di sini"

Zelo menghentak kaki gusar, Polisi itu bodoh atau memang tak peka dengan kondisi limitnya saat ini?

Dengan kalut ia mengedarkan pandangan gusar, berusaha menemukan toilet dalam gereja itu. Tapi Zelo buta bahasa italy, dan itu tak akan membantu apapun.

Merasa percuma, Zelo beralih haluan mencari Hyung kandungnya…..Choi Siwon.

Tapi sial! Siwon berada di baris bersebrangan jauh dari posisinya. Dan untuk mencapai tempat Hyungnya….Ia harus melewati tamu undangan yang jumlahnya lebih dari 30 orang , tentu itu akan membuang banyak waktu.

Oh Shit! Ia benar-benar dalam kondisi limit saat ini.

"SIWON HYUUUUNG!" Teriaknya lantang….tak peduli semua mata di sisi nya memandang terkejut padanya. Tapi Siwon sepertinya tak mendengar, dan lebih menikmati bercengkerama dengan kekasihnya.

Zelo makin menggila,begitu merasakan air seninya sedikit keluar di ujung genitalnya. Tak ada pilihan lain! Namja manis itu berdiri….dan melompati setiap kursi di hadapannya, merangsak siapapun yang menghalangi langkah brutalnya. Bahkan tak sedikit dari tamu undangan itu yang jatuh tersungkur karenannya.

"SIWON HYUUUUNG!" Jeritnya lagi, masih terus membekap genitalnya. Zelo begitu berusaha keras memerdekakan diri di tengah-tengah lautan manusia itu, layaknya seorang pejuang tangguh…hanya demi mencapai tempat Hyungnya.

Berbagai teriakan kesal dan geram ia terima karena ulah tak sopannya itu, tapi Zelo tetap tak gentar. Bahkan semakin bersemangat…..menjejak kepala siapapun yang di laluinya begitu hampir berhasil mendekati Siwon.

.

.

"Ini benar-benar mengesankan Wonnie." Gumam Kibum, masih dengan menatap dua mempelai di atas altar.

"Ya….dan aku berharap pernikahan kita kelak akan seperti—

"H-hyung"

Siwon tersentak hebat begitu dongaseng kecilnya tiba-tiba saja muncul di hadapannya dengan penampilan tak lazim.

Rambut acak-acakan, mata sembab dan….kedua tangan membekap sesuatu di tengah selangkangnya. Ada apa dengan anak itu?

"Zelo~ah….Waee?" Siwon yang cemas, sontak bangkit berdiri dan mendekati dongsaeng manisnya.

"Pee—pee Hyung!" Isak Zelo seraya menghentak kaki.

Siwon membulatkan mata mendengarnya. "Kau ingin buang air kecil?."

Zelo mengangguk cepat, dan makin panik menarik tangan Siwon untuk segera mengantarnya menuju toilet. Demi menuntaskan hasratnya.

"Ppaliiii Hyu~ Aaa—AHH!" Zelo mendadak stagnan dalam posisinya, begitu air misterius merembas deras dari selangkangannya, hingga menggenang di lantai gereja.

"Aissh! Bagaimana bisa anak sebesar dirimu. Mengompol di celana Zeloo!." Sentak Siwon kesal, seraya menyeret lengan Zelo untuk pergi dari ruangan tersebut, tentu Ia malu bukan main, dengan tatapan semua tamu undangan. Karna ulah dongsaeng kecilnya itu.

.

.

.


Beberapa Jam kemudian

Sungmin mengerjap beberapa kali saat mematut diri di depan cermin besar dalam kamar mandi itu. Sesekali Ia tersenyum dan terkikik kecil, begitu mengingat betapa merona wajahnya….ketika Kyuhyun menyematkan cincin permata di jarinya. Bahkan masih terbayang lekat….bagaimana lembutnya Kyuhyun kala memagut bibirnya di hadapan Ibunya, dan semua pasang mata di gereja itu.

Ah! Kyuhyun benar-benar penuh dengan kejutan.

GREB

Sungmin reflek mengangkat wajah ketika tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang. Senyumnya kembali terulas manis….begitu menatap ke cermin dan melihat sosok tampan itu kini tengah mengendus tengkuknya.

"Kau mandi sangat lama Dear."

Sungmin terkikik kecil, Ia memang sengaja berlama-lama di kamar mandi. Membiarkan namja…yang kini telah menjadi suaminya itu, menunggu di dalam kamar. Entahlah…Sungminpun tak mengerti, rasa berdebar saat di atas altar terbawa hingga saat ini.

Sungmin beralih memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun, dan menatap suami tampannya itu dengan malu-malu.

"Waee?" Tanya Kyuhyun seraya menyentuh dagu Sungmin.

Lagi…sesuatu dalam dadanya kembali berdebar kencang karena Kyuhyun. Dan itu benar-benar membuatnya sulit mengatur nafasnya. Tak ada yang Sungmin lakukan selain menggeleng pelan dengan senyum terkulum itu.

Kyuhyun terkekeh pelan melihatnya, dengan gemas, Ia mengecup bibir Sungmin dan sedikit menyesap bibir atasnya.

"Kau semakin manis Ming." Bisik Kyuhyun kemudian.

Semakin parah…

Rasanya jantungnya akan benar-benar melompat keluar karena mendengar pujian itu. Ya Tuhan, bagaimana mungkin dirinya mendadak seperti ini?

Tidakkah ini seperti dirinya semakin jatuh cinta berlipat-lipat kali lebih besar pada Presdir Cho itu?

"Um..." Dengung Sungmin seraya memainkan simpul bathrobenya.

Kyuhyun memang sedikit heran dengan sikap Sungmin yang berubah menjadi pemalu seperti ini, tapi sungguh itu benar-benar membuatnya semakin menggemaskan.

"Lekas ganti bathrobemu Dear, aku tak ingin kau jatuh sakit karna udara malam ini." Tukas Kyuhyun sembari mengeringkan rambut Sungmin dengan sebuah handuk kecil

Sungmin mengangguk, dan begitu patuh saat Kyuhyun membimbingnya…kembali ke dalam kamar keduanya.

.

.

.

"Gomawo Kyunnie…." Lirih Sungmin tiba-tiba, membuat namja tampan itu mengernyit mendengarnya.

"Untuk?"

"Semua yang telah kau lakukan untukku."

Kyuhyun tersenyum lembut. "Apapun untukmu Dear."

Pipinya kembali merona. Demi apapun itu…..Sungmin benar-benar menyukai Kyuhyun mengucapkan kalimat itu.

Sungmin beralih menangkup pipi namja yang tengah duduk di ranjang itu. Dan…

'Chuupp'

Kecupan manis mendarat tepat di belahan merah itu.

Sungmin menggigit bibir. "Aku akan mengganti pakaianku." Ucapnya kemudian, lalu berlari kecil mendekati almari dengan semburat merah di kedua pipinya.

Kyuhyun mengerjapkan mata melihatnya, tapi setelahnya ia terkekeh pelan. Mungkinkah….Sungmin semakin salah tingkah dengannya?

Menggemaskan sekali.

.

.

.

"Kyuu~…..aku tak menemukan piyamaku di almari." Seru Sungmin, masih dengan menelisik isi lemari besar itu.

Kyuhyun menghentikan kegiatan membacanya, mencoba mengingat-ingat di mana Ia meletakkan piyama Sungmin yang lain.

Seingatnya…..Ia membawa lebih dari satu piyama namja cantiknya.

"Sepertinya masih di dalam koper yang dibawa Donghae. Biar aku yang mengambilnya."

"Aku bisa mengambilnya sendiri Kyu." Sergah Sungmin seraya melesat cepat ke sisi pintu, demi meraih koper miliknya.

Dengan penuh antusias, Sungmin membuka cepat kotak besar itu…..dan begitu berbinar kala melihat piyama-piyama kesayangannya terlipat rapi di dalamnya.

Namun tiba-tiba saja…keningnya bertaut heran, saat melihat beberapa benda aneh yang terselip di antara piyamanya.

"Piyamamu ada di dalam bukan?."Tanya Kyuhyun, seraya berjalan mendekat.

"Kyu…benda-benda apa ini?."

Kyuhyun terbelalak lebar, begitu melihat semua benda di tangan Sungmin saat ini. Bagaimana bisa benda-benda itu di tempat ini, dan lagi….Sungmin melihatnya.

"Kau mendapatkannya dari mana Ming?."

Sungmin mengerjap polos,sembari menunjuk ke dalam kopernya.

"Oh Shit!." Umpat Kyuhyun lirih, tak perlu di ungkapkanpun. Ia tau…Donghae dan Eunhyuklah yang memasukkan semua benda-benda itu ke dalam koper Sungmin. Jika seperti ini…..Ia tak yakin,akan bisa menahan nafsunya untuk tak menyerang namja mungil itu.

Sungmin semakin mengernyit tak mengerti dengan perubahan raut Kyuhyun. Merasa penasaran, Sungmin beralih mengamati lekat-lekat benda di tangannya itu.

"Sex—toys." Gumam Sungmin begitu mengeja rentetan huruf kecil yang tertera pada benda aneh tersebut

Sungmin mengerjap berkali-kali, mencoba mencerna apa yang baru saja di bacanya. Hingga detik berikutnya….Ia membelalak lebar, dan membuang cepat semua benda itu ke dalam kopernya.

Namja cantik itu bangkit berdiri, namun detik itu pula…..tubuhnya meremang hebat, begitu menyadari tatapan tak biasa dari suaminya. Oh sungguh! Sungmin merasakan firasat buruk dari tatapan tajam itu.

"A—aku akan mandi saja"

GREB

Tubuhnya tersentak, begitu sebelah tangan Kyuhyun terangkat, menahan tubuhnya di dinding hotel itu.

"Kau sudah mandi Dear." Bisik Kyuhyun, seraya menaikkan sebelah tangan yang lain. Hingga benar-benar memenjarakan tubuh mungil itu di dindingnya.

"K—kyu." Gagap Sungmin, seraya menahan dada Kyuhyun yang kini menghimpitnya tanpa sekat.

"Kau tak ingin melewatkan malam pertama kita bukan?" Ucap Kyuhyun seraya membawa telunjuk panjangnya, menyusuri hidung mancung Sungmin dan berakhir di bibir sintalnya.

Sungmin makin gugup di buatnya. Baginya…..raut stoic itu benar-benar terlihat mengerikan. Sungmin bisa merasakan nafsu yang cukup besar dari gerak-gerik namja tampan itu.

Sungmin tak mengerti Ia merasa setakut ini , tapi tatapan itu mengingatkannya…..pada sosok Kyuhyun yang begitu dingin dan kasar dulu.

"A—aku ingin t-tidur Kyu." Paniknya lagi, mencoba mencari celah untuk melarikan diri.

"Hn….sayangnya, aku tak menginginkannya Ming."

Hanya dengan satu gerakan, namja tampan itu mengangkat bridal tubuh Sungmin…..dan menghempasnya pelan ke ranjang King Size keduanya.

.

.

Sungmin menggeleng panik,begitu kedua tangan kokoh itu mulai membuka simpul bathrobenya secara perlahan, tubuhnya pun makin bergetar….saat jemari panjang itu tanpa sengaja menyentuh kulit sensitifnya.

Kyuhyun mengernyit melihat ekspresi itu, Ia menghentikan gerakan tangannya….dan beralih mencium lama kening Sungmin.

"Mengapa kau menjadi setakut ini eum?" Tanya Kyuhyun sembari mengulas senyum lembutnya.

"K—kau tak akan melakukannya dengan kasar bukan?"

Kyuhyun terkekeh, dan membelai surai hitam Sungmin dengan pelan. "Tentu saja tidak Dear….aku tak akan menyakitimu" bisiknya sembari menjilat seduktif nipple Sungmin yang mulai tersingkap.

"Nnh~…Kyuhh." Rintih Sungmin sambil memalingkan wajah ke kanan.

Masih dengan merangsang nipple kanan itu, Kyuhyun kembali melanjutkan gerakannya….membuka ikatan bathrobe itu, dan menyibaknya hingga seluruh tubuh polos itu terekspose sempurna.

.

.

"Ahnn~ Ah!." Sungmin makin membusungkan dada, meminta Kyuhyun menghisap lebih dalam lapisan penuh titik syaraf miliknya.

"Nikmat eum?." Bisik Kyuhyun di tengah-tengah jilatannya, membuat Sungmin makin menggigil karna hembusan nafas panas yang menerpa nipple basahnya.

"Eunghh….mmh…ahnn~."

Kyuhyun menyeringai tipis, melihat Sungmin begitu terbuai dengan cumbuannya. Sementara Sungmin melenguh nikmat. Tangan kanannya perlahan menyusup ke bawah….dan membentangkan kedua kaki namja cantik itu, demi memudahkannya menjamah rektum panasnya.

Kyuhyun beralih menggesek single hole itu dengan sebuah benda, sedikit menekan-nekannya. Hingga Sungmin memekik nyeri karenanya. Ia beralih cepat memagut bibir cherry itu, dan memberinya lumatan-lumatan basah, berusaha mengalihkan konsentrasi namja cantiknya.

"Mmh~ Kyuhmmph."

Seringaiannya kembali terulas, menyadari Sungmin benar-benar melemas karenannya. Masih dengan mencumbu bibir manis itu, Kyuhyun melesakkan benda di tangannya secara perlahan….masuk ke dalam rektum panas itu. Hingga sepenuhnya terbenam jauh.

"URRMMH~ Mmh!." Sungmin memekik tertahan, begitu menyadari sesuatu dipaksa masuk ke dalam tubuhnya. Memang terasa tak terlalu besar mungkin hanya seukuran jari, tapi itu cukup menyisakan rasa perih dan tak nyaman.

"K—kyu apa yang kau masukkan….mmh~?" Tanya Sungmin sembari memaksa bangkit, ingin melihat ke bawah. Namun namja yang masih berpakaian lengkap itu menggeleng dan memaksanya tetap berbaring.

"K—kau tak menggunakan benda-benda itu bukan?" Sungmin mulai membulatkan mata, panik jika dugaannya benar.

"Menurutmu apa yang kumasukkan eum?" Kyuhyun sedikit menyeringai, dan menatap mata rubah itu lebih lekat.

Sungmin mengerjap, berusaha menerka apa yang menusuk rektumnya. Benda itu tak terlalu besar….sudah pasti itu bukan sex toys yang beberapa saat lalu di pegangnya bukan?

"J—jarimu?"

Kyuhyun terkekeh. "Benarkah jariku?...bagaimana jika seperti ini?"

Kedua mata bulatnya kembali mengerjap cepat, begitu Kyuhyun menunjukkan sebuah remote kecil berkabel di tangannya.

"Itu ap—

'KLIK'

"A—AHH!...Ahnnn….AH!...AHH!"

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Annyeoooooong AWS Chap 12 Hadiiiiir.

Mian NCnya dipotong dulu ^^

* Jungmo masih ngumpet chingu...

* Update selanjutnya Breakable Heart, setuju g Chingu?

Dan Untuk:

Cho Na Na, Ria, cho kyuminiie , mita sarang-MIN, RithaGaemGyu137 , teras fanfiction , KYUMINTS , Himkyu, feby eby12 , pumpkinsparkyumin , Minge-ni , Kim Youngbin , ceicoung , ChanMoody, Princess Kyumin137, trytofindlieta , cho hyo woon, ChoLee KyuMinie, Adekyumin joyer,Kitukie, ButtCouple137 , mellovesj , Park Heeni , sandrimayy88 , balbal137 , Wullancholee137, cloudsKMS, bebek , kyuminloid, Byunchannie26, nana455 , kyuminsaranghae , bunnyblack FLK 136, Cho EonKyu , kimteechul , chindrella cindy, Zen Liu, GaemGyu137 , teukiangle , Bunbunchan, Kang Dong Jae , olviself161 Mayu ChoLee, Sparkyu , Ristinok137 , myFridayyy , Santiyani febby , stevani,mio, Kyumin joyer, mian the fujo, Gyumina, , Kim Youngbin , Kim Yong Neul, Sparkyuminmin , kyumin pu, JoyElf , dessykyumin, hwangpark106 , nova137, anita ariestamaru , winecouple, Voice 13Star, sitara1083, Riki Park, Phia89 , dhian930715ELF, danactebh, zagiya joyers, I a and JOYer, dirakyu , Aey raa kms, minami , rheeming, sjkms137 , reaRelf, Lilin Sarang Kyumin , Hanna Kyumin , nonifitriJOY , imKM1004, minnie kyumin , ShinJiWoo920202, Yefah, Niel Hill, airi tokieda , kyumin, kyuboss , WineShipper, dJOYers, may moon 581 , KyuMin ELF, AmyKyuMinElf, Rei Akisima, Cho MeiHwa , minnievil9ny tha, Reva KyuMinElf II, sary nayolla , chominhyun137, choimsyhan, Ega EXOkpopers , AegyaCho Dina LuvKyumin , Cho Min Hwa, younchanzai dvjewelselfsuju , rizkyamel63 , nanakats, lee minji elf, Ncie gyuminglove, zaAra evilkyu, Imtwins, sissy, SELF137 , imAlfera, chaerashin , sha nakanishi , ayyu annisa1, nur halimah 73550, mingstares, Queenshi137 , indah elfii , Riska Sparkyu, KikyWP16 , Cywelf, liu13769 , dan Para Guest ^^

Gomawooooooo sudah mereview di chap 11 kemarin

Mau FF ini di lanjut g? sayang author ga?

kalau iya...Review neeeee ^^

Saraaaaanghaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaeeee

Kamshaaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee