Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

Previous Chapter

Kedua mata bulatnya kembali mengerjap cepat, begitu Kyuhyun menunjukkan sebuah remote kecil berkabel di tangannya.

"Itu ap—

'KLIK'

"A—AHH!...Ahnnn….AH!...AHH!"

.

.

Chapter 13


A Winter Story


.

.

.

WARNING! HARD NC!

.

.


Hanya dalam sekali sentuh, tubuh mungil itu jatuh sepenuhnya dalam kendalinya. Seringai itu pun makin tersungging tajam di bibir merahnya, mengulaskan Ia benar-benar puas dengan apa yang dilihatnya saat ini.

"Sssh~" Tenangnya seraya mengelus kepala Sungmin, sedikit tersenyum naif tanpa menghentikan gerakan tangannya, meremas-remas dengan lembut genital berukuran mungil milik istrinya itu. Berulang kali kedua obsidian itu melirik sebuah benda tepat di belakangnya, satu-satunya benda yang akan merekam setiap hal yang terjadi di malam yang panas ini.

Sungmin menggelinjang liar…Ia benar-benar tak tahan dengan semua sentuhan Kyuhyun. Oh sungguh! Ini terlalu berlebih membuat tubuhnya mengejang di luar kendailnya. Dan lagi…bagaimana mungkin Kyuhyun tersenyum tenang tanpa beban seperti itu saat mengerjai tubuhnya hingga seperti ini.

"Nikmat eum?" Bisik Kyuhyun seraya menjilat nipple Sungmin bergantian hingga sepenuhnya basah.

"Akh!"

Sungmin menggeleng dengan tangan mencengkeram kuat-kuat cover bednya, berusaha menepis pertanyaan Kyuhyun…..meski nyatanya tubuhnya memang menerima dengan baik, setiap rangsangan namja tampan itu.

"Tck...belum cukup hm?" Kyuhyun beralih menarik dua buah bantal di sisinya,lalu Ia letakkan di bawah pinggul Sungmin, membuat rektum merah itu makin terkespose sempurna.

"AKH! G—geumanh~ Kyuuh…Nghh"

Namja tampan itu hanya menyeringai mendengarnya, dan lebih memilih menaikkan kedua kaki Sungmin di atas bahunya, membuatnya benar-benar dalam posisi tepat mencumbu lubang kecil yang kian berkedut hebat itu.

"Sssh….bagaimana bisa kau belum terpuaskan dengan semua ini? Like a slutty Mingh." Desis Kyuhyun tepat di depan bibir rektum Sungmin, dan menjilatnya dengan perlahan.

'Slurp'

Tak ayal, namja cantik itu makin membelalak lebar karenanya. Darahnya berdesir hebat, Sungmin benar-benar merasakan…..saliva Kyuhyun bercampur pekat dengan cairan lubrikasinya.

"AHH!...N—nnh…..nghhh!."

Berulang kali Sungmin memaksa untuk berontak, namun lengan Kyuhyun yang merengkuh kaki dan pinggulnya benar-benar sulit untuk di sentak, terlebih benda asing di dalam rektumnya pun….makin intens bergetar. Seolah…benar-benar ingin meleburkan isi perutnya dari dalam.

"C—cukuph…ssh..ah!..aaahh!"

Tubuh mungil itu kembali mengejang dengan kepala bergerak resah ke kanan dan kiri. Rasa paniknya kian menjadi-jadi kala menyadari sesuatu yang bening turut merembas deras dari lubang urethranya. Tidak! Ini bukanlah suatu yang baik untuknya. Meski benar, Ia terangsang hebat…tapi Sungmin tak ingin dirangsang tanpa sentuhan seperti ini.

Tubuh Kyuhyun saja lebih dari cukup untuknya, bukan benda-benda mengerikan itu!

.

.

.

"Henti—kan mmh! Akkh~ Hentikan Kyuh!" Seru Sungmin kesal, seraya merambati tepian ranjang, berniat untuk bangkit. Namun sayang…..Kyuhyun lebih cepat meraih kedua tangannya, dan mengikatnya dengan sebuah dasi di atas kepalanya.

"Ukh~ apa yangh…ssh! Nnnnhh~"

Sungmin menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, saat merasakan perutnya mengeras hebat. Sekali sentuhan lain saja, mungkin….sesuatu yang telah berdesakkan di dalam….akan menyembur keluar.

"Nikmati saja Dear." Bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin, sesekali Ia menyeringai tajam….terlalu takjub dengan respon namja cantik itu. Hanya dengan vibrator berukuran minim seperti itu saja…..tubuhnya begitu terangsang hingga demikian.

Tangan kanannya bergerak perlahan, meraba perut buncit yang terkespose itu…..sedikit meruamnya hingga membuat Sungmin memekik nikmat karenannya.

Namja tampan itu makin tak sabar melihat Sungmin mencapai klimaksnya, Ia beralih beringsut turun mendekati genital yang telah menegang itu, dan menjilatnya perlahan dari pangkal hingga ujungnya yang penuh dengan lelehan percum.

"NNNH~ Ahhhhh"

Seringaiannnya makin tajam terulas begitu mendengar lengkingan menggoda namja cantiknya, dan itu merangsangnya untuk berbuat lebih dari semua ini.

Kyuhyun mencengkeram kuat pangkal genital tersebut, dan melahap penuh ujungnya hingga tak bersisa. Sontak saja…..tubuh mungil itu makin menggelinjang liar saat Ia menghisap kuat cairan percumnya tanpa jeda.

"K—Kyuhh! AHH…..NNNH! AAAAHH!"

Sungmin mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya, kala cairan kental itu menyentak kuat dari ujung genitalnya. Segalanya terasa memudar…..Sungmin tak bisa merasakan apapun selain temaram putih dan perasaan lega di sekujur tubuhnya, seolah ratusan kupu-kupu kecil tengah menggelitik setiap jengkal tubuh sensitifnya.

Gulp

Namja tampan itu mengulas seringai tajam begitu meneguk sperma Sungmin tanpa sisa, bersamaan dengan itu, kedua tangannya tampak sedikit menyibak rektum Sungmin dan mengeluarkan benda seukuran jari itu dengan perlahan.

"Uhnnnn~ ah" Rintih Sungmin dengan mengernyitkan kening saat vibrator tersebut tertarik keluar, apapun itu….tubuhnya benar-benar merasa kehilangan.

"Lebih banyak dari biasanya eum?" Desis Kyuhyun seraya menyeka lelehan sperma di sudut bibirnya. Sesaat kemudian, Ia membuka lilitan dasi yang menjerat tangan Sungmin.

'Blush'

Sungmin merona, cepat-cepat Ia menutup wajah dengan kesepuluh jarinya. "K-kau…yang membuatnya! Aku membencimu!" seru Sungmin gusar.

Kyuhyun hanya terkekeh pelan melihatnya, perlahan namun pasti Ia merangkak ke atas dan memenjarakan tubuh mungil itu.

"Benarkah kau membenciku?" 'Chupp'

Ucapnya sambil mengecup punggung tangan Sungmin.

"…"

Hening.

Sungmin masih begitu erat, menutup wajah dengan kedua tangannya. Bagaimanapun….Ia tak bisa menahan perasaan yang berbaur dalam hatinya, Sungmin memang kesal karna suaminya menggunakan vibrator itu, tapi ia pun tak bisa memungkiri hatinya sebenarnya berdebar cepat. Entahlah….itu karna tubuhnya menikmati atau memang karna Kyuhyun yang melakukannya.

"Ming…"

"…"

"Kau tak ingin melanjutkannya?" Bisik Kyuhyun lembut, sembari membuka kedua tangan lentik itu dengan perlahan.

"…"

"Geurrae…diam berarti 'Ya'!" Tukas Kyuhyun santai seraya kembali merentangkan kedua tangan Sungmin, hingga mustahil bagi namja cantik itu untuk bergerak lebih.

"M—mwo? Apa maksudmu…unhh~ le—pash Kyuuh." Sungmin begitu tergagap mengakhiri kalimatnya, tubuhnya meremang hebat kala lidah kenyal itu kembali melumuri garis lehernya dengan saliva hangat.

"Kau milikku Ming" Desah Kyuhyun tepat di bibir Sungmin, sesekali ia memberi jilatan pelan, membuat namja mungil itu menahan nafas gugup .

"Milikku seutuhnya" Desahya lagi, dengan kedua manik obsidian menghunus tajam, tak ayal…Sungmin kembali dibuat panik melihatnya. Ini tak biasanya Kyuhyun bersikap seperti ini, terlebih sorot mata itu-

Ah! Kyuhyun benar-benar berbeda. Dan sungguh, Ia tak berharap suaminya menjadi sosok yang buas di malam ini. Terdengar berlebihan mungkin…..tapi itu memang yang kini di rasakan Sungmin sebenarnya.

"J—jangan seperti ini, Kita bisa melakukannya dengan~ ahnnn! Akhh" Tubuhnya menghempas begitu saja, kala Kyuhyun menyergap cepat nipple kanannya. Sial! dengan kondisi tangan bertaut erat seperti ini, tentu mustahil baginya menyentak tenaga Kyuhyun.

"A—apa yang terjadi denganmu, kau~eumpfthhh"

Sungmin kembali mendongak ke atas, mengikuti pagutan kasar namja tampan itu…hingga rasanya sulit baginya untuk bernafas dengan benar. Ciuman Kyuhyun terlalu menuntut…..dan Ia tak sanggup mengimbangi setiap gigitan dan hisapan kuat itu.

.

.

"Nnggghhh….hhh…hhh" Engah Sungmin begitu ciuman paksa itu terlepas, bibir cherrynya kian membengkak merah, membuat namja tampan di atasnya makin tak sabaran ingin kembali melumat belahan lembut tersebut.

"Eummh~ T—tunggu Kyu." Elak Sungmin sembari menangkup rahang Kyuhyun dan mendorongnya menjauh, begitu namja tampan itu ingin menciumnya.

Kyuhyun mencoba menahan diri dengan menghirup dalam-dalam tangan mungil yang menyentuh wajahnya. Sesaat Ia mendesis lirih…mencoba menetralisir nafsu yang tiba-tiba mengalir kala menatap bibir merah merekah di bawahnya.

Ah! Apa yang sebenarnya dilakukannya saat ini? Demi apapun itu Ia benar-benar tak tahan untuk segera memenuhi hasratnya mengerjai tubuh berisi itu.

Tanpa peringatan, Kyuhyun menarik tubuh Sungmin menjadi setengah terduduk di kepala ranjangnya, bibir merahnya tak pernah luput mengulas seringaian tajam saat melihat istri mungilnya tampak begitu ketakutan dengan perlakuannya.

"K—kyu….apa—

"Ssshh…malam ini aku ingin menikmati apa yang telah menjadi milikku" Desis Kyuhyun, seraya menyentuh bibir Sungmin dengan telunjuknya.

"Dan kau tak berhak mengatakan sepatah katapun….selain aku yang memerintahkannya…. Mengerti?" Lanjut Kyuhyun lagi, kali ini dengan membuka kaki Sungmin dengan perlahan hingga mengangkang lebar.

Sungmin membulatkan mata lebar, Ia benar-benar merasakan firasat buruk dari gerak-gerik suaminya. Dan makin terlonjak terkejut, begitu Kyuhyun kembali mengikat kedua tangannya ke atas dengan mudahnya.

"Kyuuu~uhmph! Ackhh!"

Belum sempat Sungmin berontak tak terima, pekikkannya tiba-tiba saja pecah…begitu sesuatu yang asing serasa menggigit nipple kirinya. Itu benar-benar terasa perih.

Kedua manik foxynya seketika membelalak lebih lebar, ketika menatap ke bawah tepat pada dadanya. Sungmin benar-benar tak percaya dengan apa yang menyiksa dirinya saat ini. Sebuah lempeng besi berkabel menjepit erat ujung niplenya di sana. Ya Tuhan! Apa yang sebenarnya di lakukan Kyuhyun?! Jangan katakan namja itu akan mencoba semua alat mengerikan yang Ia temukan di dalam kopernya beberapa saat lalu.

"Siapa yang memintmu berbicara Ming? Seharusnya kau mendengar perintahku bukan? Kau tak berhak mengatakan sepatah katapun Dear selain aku yang memerintahmu." Tekan Kyuhyun, sambil sedikit menarik kabel itu hingga membuat lapisan nipple Sungmin turut tertarik karenannya.

"Ahnn~ Uhk" Rintih Sungmin kesakitan.

Kyuhyun menyeringai lebar, cukup takjub dengan semua sex toys milik Eunhyuk dan Donghae yang kini berceceran di sekitarnya. Sejujurnya cukup lama…..Ia ingin melakukan semua ini pada Sungmin. Dan kesempatan sepertinya memang memihak padanya.

'Tak sia-sia membawa manusia sepertimu Hae' Gumam Kyuhyun dalam hati, sembari menimang-nimang sebuah benda tube di tangannya.

"Uhnn~ K—kyu lepashh" Pinta Sungmin, menatap pias pada sosok tampan di hadapannya.

Namun Kyuhyun hanya mengulas smirk melihatnya, Ia kembali mendekati Sungmin dan menjilat bibir cherrynya dengan seduktif.

"Mpfthh~aaahh!"

Pekik Sungmin tiba-tiba, saat Kyuhyun menambah clasp lainnya di nipple kanannya. Air matanya mengalir begitu saja dari pelupuknya, tak tahan dengan rasa perih dan panas yang ditinggalkannya

"Panggil aku Master….Dear" Bisik Kyuhyun sambil mengulum daun telinga Sungmin, tak hanya itu….tangan kanannya pun mulai merayap turun dan menekan-nekan lubang urethra Sungmin. Membuat namja mungil itu makin menggigil penuh nikmat di bawah kuasanya.

"Uhhnn~ nnh! M—masterhh"

Meski pias, namun Sungmin tetap mencoba menatap wajah tampan di hadapannya. Semestinya Ia tak menggerakkan kepalanya, untuk mengangguk patuh, Tapi entahlah…rasanya tubuhnya tak sejalan dengan pikirannya. Kyuhyun terlampau telak membuatnya bertekuk lutut, meski tubuhnya disiksa sekalipun.

"Good Boy" Kyuhyun mengecup cepat bibir bergetar di depannya, tanpa sedikitpun menghentikan remasan lembutnya pada genital mungil itu. Bahkan, tanpa sepengetahuan Sungmin, Ia mulai menekan sebuah tombol. Membuat dua clasp di nipple Sungmin bergetar maksimum.

"Akkk~ ! Nnh~aaah!" Sungmin memekik keras. Ia benar-benar tak bisa mendiskripsikan apa yang tengah Ia rasakan saat ini, perih dan nikmat karna getaran itu membaur menjadi satu. Secara reflek pula kedua kakinya terbuka lebih lebar ….memperlihatkan rektum panas yang makin berkedut, menandakan ia benar-benar terangsang hebat.

"Kau akan menikmatinya dan Kupastikan tubuhmu akan benar-benar terpuaskan malam ini Dear." Gumam Kyuhyun sembari menggengam genital Sungmin, sedikit menarik turun lapisan luarnya…hingga memperjelas letak lubang urethra di ujungnya. Sesaat Kyuhyun mengulas smirk sebelum akhirnya menekan lebih intens ujung junior Sungmin.

Tak ayal…..namja cantik itu, menjerit histeris karenanya. Oh sungguh! Apa yang menjadi fantasy suaminya sebenarnya? Ia benar-benar tak tahan dengan rasa ngilu itu.

"AAARGHHHTT! AHH~ S—STOOP!"

'Chup'

"Ini sama sekali tak membahayakan kandunganmu, percayalah." Ucap Kyuhyun setelah mengecup bibir Sungmin.

"NN~ T—TIDAKHH! Ssshh~ henti—khannn!" Jerit Sungmin lagi.

Akan tetapi, namja tampan itu tak sedikitpun menghiraukannya…..dan tetap merangsang dan meruam genital mungil itu dengan jemarinya.

"Panggil aku Master Dear."

"NGHH! MAS—TERHH….AACKKHH!" Sungmin begitu frustasi membusungkan dadanya, apapun itu…tekanan jari-jari Kyuhyun, benar-benar membuat genitalnya terasa panas.

Kyuhyun kembali meyimpul seringai puas di sudut bibirnya, begitu melihat junior Sungmin telah menegang sempurna. Sungmin memang tak berhenti merintih dan memintanya untuk menghentikan semuanya, tapi itu sama sekali tak membuatnya luruh, malah Ia ingin melakukan yang lebih dari ini.

Perlahan namun pasti, Kyuhyun kembali merebahkan tubuh tak berdaya itu di ranjangnya. Tentunya dengan sex toys yang kini bertaut erat di setiap titik sensitifnya.

"K—kyuuhh~" Panggil Sungmin lirih, dengan tubuh menggigil menahan rasa perih dan nikmat di sekujur tubuhnya.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan diri. Ini belum berakhir….belum waktunya Ia menyantap menu utama di malam ini. Tidakkah…..ini akan menjadi malam tak terlupakan bagi keduanya. Ya kyuhyun yakin…Sungmin akan menikmati setiap detik yang akan berlangsung setelah ini.

Dengan perlahan Ia menekuk kedua kaki Sungmin, dan membentangkannya lebih lebar.

"Nnnhh~ j—jangannhh ahhk" Pinta Sungmin payah, saat Kyuhyun berusaha menekan-nekan sesuatu yang keras di bibir rektumnya.

Seolah hanya mendengar igauan kecil, Kyuhyun kembali tak menghiraukannya….kedua obsidian itu begitu fokus mencari posisi terbaik….ia bisa menusukkan vibrator panjang itu…tepat mengenai prostat istrinya.

'Bleshh'

"NN~AAHH!"

Gotcha! sepertinya Ia berhasil menemukan sweet spot namja mungil itu, smirk di wajah stoicnya makin menajam saja…kala melihat Sungmin melengking keras dengan dada membusung tinggi-tinggi.

.

.

.

"Ahhh! Nghhaahh! M—masterhh! Akh! Akh! Ahh!" Sungmin makin tak terkendali menggerak-gerakkan pinggulnya ke atas dengan kaki terbuka lebar, kala vibrator yang tertanam dalam rektumnya pun turut bergetar. Tak teralalu keras….dan itu cukup membuatnya frustasi. Sungmin menginginkan yang lebih dari ini untuk membuatnya mencapai orgasme.

"Kau bicara apa Dear?" Desis Kyuhyun menggoda, seraya menjilat dan menggigiti perpotongan leher Sungmin.

"F—fasterhh Mas—terhh! Mmh! Aaaahh! F—FASTERHH!" Jerit Sungmin frustasi. Kyuhyun terlalu menyiksanya dengan getaran selemah itu. Sekali lagi, Ia menginginkan getaran yang lebih cepat dan kuat dari semua ini.

Kyuhyun hanya mengulum senyum puas melihatnya.

Damn! Ini satu-satunya hal terhebat yang pernah Ia lihat dan lakukan selama ini.

Tanpa sedikitpun berniat memenuhi permohonan istrinya, Kyuhyun beralih bergerak ke atas mendekati wajah sayu istrinya. Ia mengecup pelan bibir penuh dengan lelehan saliva itu. Dan menekan dagunya ke bawah hingga belahan cherry tersebut benar-benar tebuka lebih lebar.

"Ahannggh~ nnngghh." Lenguh Sungmin tertahan, begitu Kyuhyun membelit lidah dan memainkan saliva keduanya di dalam mulutnya. Semua begitu memabukkan, dan Ia benar-benar ingin jatuh tak sadarkan diri detik itu juga. Apa yang dilakukan Kyuhyun pada benar-benar serasa membuat tubuhnya meledak entah kemana. Semua rasa sakit dan nikmat melebur menjadi satu dalam dirinya. Bahkan Sungmin rela…..namja tampan itu menyiksanya lebih dari ini hingga Ia benar-benar pingsan saat mendapat klimaksnya.

.

.

.

"Nnnh~ Hngggh….aanggh." Sungmin berusaha keras mengatur nafasnya, kala namja tampan itu menarik keluar lidahnya dan mengulumnya bringas, tak tanggung-tanggung saliva keduanya yang telah bercampur mulai menetes keluar dar sudut bibirnya. Sungmin mengggeram tertahan, ia benar-benar ingin memeluk Kyuhyun seeratnya. Tapi sial! Kedua tangannya masih terjerat kuat dengan ikatan dasi itu.

"Mmphhaah….hhah…hahh" Sengal Sungmin, begitu Kyuhyun mengakhiri pagutan basah keduanya.

Kyuhyun tersenyum hangat melihatnya, dan mulai menyeka saliva yang meleleh di sudut bibir Sungmin.

"Saranghae" Bisiknya seraya mengecup lembut pipi kanan Sungmin.

"NNN~ AHHNN!." Namun tiba-tiba saja, Sungmin mengejang hebat dengan kepala bergerak ke kanan dan ke kiri.

"Pleashhh~~ AHNN! C—CUMHH! AH!" Jeritnya histeris, sesuatu dalam perutnya makin menggila ingin menyeruak keluar. Namun tertahan….dengan jari Kyuhyun yang menutup jalan keluarnya, dan hanya merembas sedikit demi sedikit dari celah yang tersisa. Oh sungguh! Ia tak tahan lagi! Tubuhnya telah klimaks….tapi bagaimana mungkin Kyuhyun menyumbat jalan keluarnya. Itu benar-benar sangar sakit!

Kyuhyun makin tersulut birahi melihatnya, rasanya tak akan cukup dengan hanya menyiksa Sungmin seperti ini. Merasa tertantang…untuk melihat yang lebih hebat dari ini, Ia mulai bergerak turun kebawah….dan memandang takjub pada genital mungil yang sepenuhnya telah mengeras itu.

Kyuhyun meraih cepat, genital mungil itu…menjilat dan menghisap-hisap organ vital Sungmin dengan seduktif. Membuat Sungmin makin berteriak keras, namun juga mengerang nikmat.

"L—lepashh! Akkhh! B—biarkan aku~ AHH! Keluarhhh….NNNH." Pinta Sungmin, berharap besar….suaminya bersedia melepas memnuhi keinginannyat. Getaran vibrator dalam rektumnya makin memperparah keadaan. Rasanya….benda itu benar-benar memerah semua sari dalam tubuhnya. Sangat sakit…terlalu sakit malah.

'KLIK'

"AHNN~ Aaaahhh."

Sungmin mendesah kecewa, begitu getaran dalam rektumnya tiba-tiba saja terhenti. Klimaksnya benar-benar tertahan jika seperti ini. Berulang kali Ia menatap Kyuhyun penuh harap…..

Namun lagi-lagi, Kyuhyun menarik ulur hasrat tertahannya.

"Kyuuhmpfth—Chupp

"A…A, panggil aku Master" Tegas Kyuhyun, begitu mengecup cepat bibir bergetar di bawahnya.

"M—masterh….hhh..hh, b—biarkan aku k—keluar nnhh…hh" Ucap Sungmin terengah-engah.

"Kau ingin Klimaksmu hm?" tawar Kyuhyun setengah terkekeh, seraya mengendus perpotongan leher Sungmin.

"Ukkhh~ A—appo…nngh." Sungmin mengangguk dengan merintih sakit.

"Tsk! Tak semudah itu Dear….akan ku izinkan, setelah kau memuaskanku." Kyuhyun bergerak sigap menarik tubuh Sungmin hingga terduduk, membuat namja cantik itu mengernyit ngilu karna sesuatu dalam rektumnya semakin terdorong ke dalam.

"Perlahan Dear" Ucap Kyuhyun, begitu memposisikan tubuh mungil itu merangkak di atasnya, hingga rektum Sungmin benar-benar berada tepat di atas wajahnya.

"M—masterhh" Lirih Sungmin gugup, tak biasa dengan posisi seperti ini. Oh! Sungguh…ini pertama kali baginya, menghadap kejantanan besar Kyuhyun dengan begitu frontalnya. Dan Ia tak pernah menduga…benda sebesar ini, yang berkali-kali menerobos dalam tubuhnya.

"Kau tau apa yang harus kau lakukan dengan posisi ini bukan?" Tanya Kyuhyun seraya menjilat belahan rektum Sungmin yang terisi penuh dengan vibrator itu.

"Uhnnnh~" Sungmin berjengit, dan sedikit menoleh kebelakang, semburat merah terulas kilat di kedua pipinya kala melihat….suaminya begitu menikmati kegiatan mencumbu bagian selatan tubuhnya.

"Cepat lakukan." Titah Kyuhyun, sembari melirik ke atas.

Sungmin meneguk ludah payah, dan kembali menghadap ke depan…tepat pada organ besar yang telah berdiri tegak itu.

"Ahh….Nnhh." Masih dengan menahan desahan karna gerakan lidah Kyuhyun, kedua tangan mungilnya tampak begitu gemetar meraih pangkal kejantanan tersebut, dan menjilat ujungnya dengan perlahan.

"Mmhh….mmm"

"Hisap Ming."

Sungmin sedikit tersentak mendengarnya, Ia mengangguk patuh dan mulai memasukkan kepala penis itu ke dalam mulutnya secara hati-hati. Namun Sungmin begitu kesulitan melakukannya…..kejantanan itu terlalu besar untuk bibirnya yang mungil, hingga hanya seperempatnya yang berhasil masuk.

"Urmmhh…uhngg…mmhh." Sungmin begitu berusaha keras, mengalihkan konsentrasinya pada genital besar itu, meski sebenarnya tubuhnya kerap berjengit dan menggigil nikmat, karna rangsangan lidah Kyuhyun di bawah sana.

Slurp

"Lebih dalam Ming" Ucap Kyuhyun di tengah-tengah hisapannya pada rektum yang telah basah itu.

"Uhnn~ Ahh…ahhh." Sungmin mendesah hingga kuluman penis besar itu terlepas dari bibirnya. Berkali-kali Ia merintih saat menyandarkkan kepalanya di paha Kyuhyun mana bisa Ia berkonsentrasi dengan blow jobnya jika….Kyuhyun tak pernah berhenti, membuat menggelinjang dan mendesah dengan hisapan liar di lubang senggamanya seperti itu.

Kyuhyun menyeringai puas melihat istrinya begitu kepayahan mengimbangi rangsangannya. Tanpa peringatan Ia kembali menekan tombol vibrator…dan membuat namja mungil kembali melengking keras dengan tubuh menggigil hebat.

"Aaahh!...akhh….nnn~aahh! Ti—daakh"

"Ini hukuman yang akan kau terima jika kau tak mematuhiku…Dear." Kekeh Kyuhyun seraya menahan tubuh Sungmin agar tetap menungging di atas tubuhnya.

"Hiks…..Ahh! Nghh! Geu—manhh….ACKKKH!" Sungmin menggeleng kasar, Ia tak mampu bertahan lebih dari ini, bahkan air matanya telah lolos begitu saja dari pelupuknya. Sunggguh ...Ia benar-benar ingin klimaks hebat saat ini, tapi suaminya terlalu kejam menyiksanya dengan menahannya seperti ini.

Kyuhyun sedikit berdecak, melihat namja mungilnya tampak begitu liar mengguncang tubuhnya. Jika dibiarkan seperti ini tentu itu akan membahayakan kandungannya. Ia beralih memutar posisi tubuh keduanya, dan memeluk tubuh penuh peluh itu dengan sehangat mungkin..

"Akkh~ AH!...S—sakith!" rintih Sungmin, sambil meremas kuat-kuat cover bednya….begitu suami tampannya kembali membaringkan tubuhnya dengan benar di ranjang. Tentunya tanpa menghentikan getaran vibrator itu.

Kyuhyun hanya terkekeh dan menyesap pelan linangan air mata di pelupuk Sungmin.

"Di mana yang sakit eum?" Tanyanya setengah menggoda, Ia begitu terpana menatap paras pasrah di bawahnya. Begitu cantik dan menggoda.

Bagaikan seorang yang terperdaya, Sungmin meremas-remas genitalnya dengan tatapan nyalang. Berusaha menunjukkan pada Kyuhyun…bagian itu benar-benar sakit, seakan-akan membuatnya gila.

"Hnnh~ Ahh!...Ahhh! sa—kithh…Mas—terhhh" Rengek Sungmin lagi, semakin meremas kasar juniornya, berusaha mencapai klimaksnya sendiri.

Kyuhyun menggenggam cepat tangan Sungmin, sebelum jemari lentik melakukan lebih yang tak diharapkannya

"Siapa yang memintamu meremasnya eum?" Desis Kyuhyun sembari membelai kepala Sungmin, sesekali Ia mengecup belahan manis yang memerah karna terlalu sering di gigit itu. Membuat Sungmin makin kebas menahan orgasmenya, bukan ini yang diharapkannya….Sungmin begitu menginginkan suaminya menyetubuhinya 'sekasar mungkin. Bukan hanya sekedar sentuhan ringan seperti ini, sementara….semua alat yang tertanam di tubuhnya semakin menggila membuatnya tak berdaya.

Namja tampan itu beralih, membelai genital Sungmin…..mengurutnya secara perlahan dari pangkal hingga ujungnya, membuat sari kental itu merembas lebih banyak dari lubang kecil tersebut. Tak ayal….Sungmin makin merintih penuh nikmat karenanya.

"Ahnn~ ahhh….B—biarkan k—keluar Kyuuuhh! Hiks….ahh…hhhh" Sungmin menatap penuh ratap. Berharap namja tampannya mengerti dan membebaskannya dari permainan gila ini.

"Terasa sakitkah? Saat sesuatu di dalam sini tak kunjung dikeluarkan?" Ucap Kyuhyun sambil mengecupi ujung junior Sungmin.

"Baiklah… biar aku yang mengeluarkannya" Ucap Kyuhyun santai.

Sungmin makin menggeleng panik. "T—Tidak… jebalh…henti—AAARGGHHTTTT."

Tapi sayang, jeritannya pecah begitu saja….saat Kyuhyun menghisap kuat-kuat lubang genitalnya. Tubuhnya mengglepar liar….Sungmin benar-benar menangis keras kala Kyuhyun makin beringas menyedot spermanya tanpa jeda. Tidak! Bukan cara ini yang diinginkannya…..apa yang dilakukan Kyuhyun benar-benar membuatnya merasakan ngilu luar biasa.

.

.

.

"Uhnnn~ Hhhahh…..nghhh" Hanya rintihan rintihan lemah yang mengalun dari bibir mungilnya, Sungmin tak lagi memiliki tenaga lebih untuk menjerit, bahkan untuk sekedar membuka matanyapun Ia tak sanggup. Sementara…namja tampan di bawah sana, masih begitu bernafsu menghisap cairan cintanya hingga tak bersisa.

"Mmh…hhh…Eumpfth" Sungmin berjengit, begitu tiba-tiba saja…Kyuhyun menciumnya, membagi setengah dari spermanya sendiri.

.

.

.

"Kau menikmatinya?" Ucap Kyuhyun seraya menyeka lelehan sperma di sudut bibir Sungmin.

Namja cantik itu hanya memalingkan wajah ke kanan. Apa yang dilakukan Kyuhyun pada tubuhnya memang terasa sangat menyakitkan. Tapi Sungmin tak mengingkari….jika itu benar-benar memberinya kepuasan tersendiri. Sekali lagi…semua karna Kyuhyun yang melakukannya.

"U—uhm…..nnh." Sungmin mengangguk lemah sambil meraih tengkuk Kyuhyun dan dipeluknya seerat mungkin.

"B—bagaimana mu—ngkin, aku t-tak menikmatinya…Jika itu d—denganmu, aku s—sangat menik—matinya ukh" Ucap Sungmin terbata-bata, dengan air mata kembali lolos dari pelupuknya.

Namja tampan itu mengulas senyum hangat, Tau….Ia telah berbuat terlalu jauh pada namja mungilnya hingga membuatnya menangis.

"Mianhae…Dear." Bisik Kyuhyun dengan menyeka air mata Sungmin dan mencium lama keningnya.

Dengan perlahan Ia melepas clasp di kedua niple Sungmin, tatapannya seketika meredup…melihat bekas merah bahkan nyaris membiru di kedua nipple tersebut. Ah! Iblis apa yang baru saja merasukinya…hingga berlaku keterlaluan seperti ini?

Kyuhyun mengecup dan menjilat pelan nipple itu bergantian, memberi sentuhan lembut sebagai permintaan maafnya.

"Mmh…ah~." Desah Sungmin, sembari membusungkan dadanya. Meminta namja tampannya menghisap lebih dalam lapisan lembut itu.

Kyuhyun mengulas senyum tipis melihatnya, ia kembali membawa lidahnya ke bawah menyusuri perut buncit itu….dan sedikit mengorek lubang kecil di atasnya. Berulang kali Kyuhyun menggelitik pusar itu dengan lidah basahnya, membuat Sungmin merintih dan menggeliat keenakan.

Sementara…..Ia mencumbu perut Sungmin, tangan kanannya tampak bergerak ke bawah meraba rektum namja cantik itu. Perlahan namun pasti…..Kyuhyun menarik vibrator yang tertanam di dalamnya, membuat desahan nikmat bercampur nyeri itu mengalun begitu saja dari bibir Sungmin.

"A—ahh, ah!"

"Ssshh….gwaencahana" tenangnya begitu menarik secara keseluruhan benda sekuran jari tersebut. Dan terakhir, Kyuhyun mulai menggesek ujung kepala genital Sungmin.

'splish'

"N—NNN….ACKKHH! AHHH!"

Namun bersamaan dengan terlepasnya jari Kyuhyun, sperma Sungmin menyembur dengan kuatnya. Terlalu banyak…hingga meleleh turun membasahi rektumnya….dan menciprat di perut dan dada Kyuhyun.

"M—mianhaehh…nnghh…hh." Gumam Sungmin dengan mendesah….menikmati kedutan hebat yang masih tersisa di seluruh genitalnya. Karena orgasme yang tertahan itu.

Kyuhyun hanya terkekeh pelan, dan beralih memenjarakan tubuh menggigil karna baru saja mendapat klimaksnya itu.

"Kau benar-benar hebat Dear" Bisik Kyuhyun tepat di telinga kanan Sungmin.

Kedua tangannya bergerak sigap, membuka kaki Sungmin….dan meletakkannya di atas pundaknya.

"Ahh~…mmhh" Desah Sungmin sambil menggigit bibir bawahnya, begitu Kyuhyun menggesek rektumnya dengan ibu jarinya….melumasi lubang senggama itu dengan cairan kentalnya sendiri.

.

.

.

"Aku akan memasukkannya." Bisik Kyuhyun sembari menekan-nekan kepala penisnya di bibir rektum yang telah berkedut minta diisi itu.

"Uhmmh…Mmh! M—masukkhan…ahh."

Kyuhyun menggeram tertahan mendengarnya, ia beralih menyuspkan tangan kirinya di punggung Sungmin, sedikit mengangkatnya…..dan memagut bibir mungil itu sedalam mungkin.

Sementara itu, sebelah tangan kannnya, tampak begitu hati-hati membimbing kejantanannya menusuk rektum Sungmin.

'BLESH'

"URMPH! MMMMH! MMMM!"

Sungmin menjerit tertahan, begitu penetrasi itu melesak hanya dalam sekali hentakan. Air matanya semakin banyak mengalir, namun itu tak cukup menghentikannya untuk meminta Kyuhyun memagut bibirnya lebih dalam dan lebih kasar.

.

.

.

"Ahh!...Nghhh!...Kyuhh! T—there! AHHH!" Sungmin mencakar punggung Kyuhyun, saat namja tampan itu menggerakkan penisnya keluar masuk, menumbuk telak prostatnya. Meski pelan….tapi sungguh, setiap hujamannya terlalu kuat dan memabukkan. Hingga Ia benar-benar menginginkan gerakan lebih kasar dari ini.

.

.

Kyuhyun sedikit mengernyit, menyadari rektum Sungmin semakin mengetat…dan menjepit kuat kejantanannya di dalam sana. Itu benar-benar membuatnya begitu kesulitan menggerakkan pinggulnya keluar masuk. Ia beralih mengangkat sebelah kaki Sungmin ke atas, dan kembali menghujamkan penisnya lebih kuat. Tak hanya itu, sebelah tangannya pun turut meremas-remas twinballs Sungmin dengan cepat.

Hingga Sungmin semakin menjerit histeris dibuatnya, berulang kali tubuhnya ingin bergerak berlawanan, demi mendapat tusukan lebih hebat dari ini. Namun gagal ia lakukan…begitu Kyuhyun menahan pinggulnya agar tetap diam di ranjangnya.

"AHH!...Fas—terrhh!...Akh! Ahh! Nggaaahh!"

Jemari lentik itu makin memutih pasi, kala mencengkeram kuat-kuat kepala ranjangnya. Tak terhitung seberapa banyak peluh dan nafas keduanya yang saling bercampur di ruangan ini. Segalanya membuatnya melayang dan Ia benar-benar merasakan Kyuhyun begitu hebat memenuhi dirinya. Terlalu nikmat….hingga membuatnya lupa, bagaimana cara bernafas dengan benar.

"Tu—buhmu nik—math Minghh! Ouchh….sshh." Lenguh Kyuhyun nikmat, masih dengan menghujam penisnya keluar masuk, semakin kuat dan brutal. Tak peduli….namja cantik di bawahnya makin mendongak dengan kedua bola mata makin memutih.

"AH!...ANGHH! AHH! KYUH! ACKKKK!... KYU—HYUNNHH!"

Pelukan kaki Sungmin semakin mengerat, mendorong pinggul Kyuhyun untuk membenamkan penisnya lebih jauh ke dalam tubuhnya. Begitu Ia kembali mendapat klimaks.

Pandangannya seketika memudar, Ia benar-benar lelah dan lemas….namun tetap saja, tubuhnya masih terhentak-hentak kuat. Mengimbangi hujaman Kyuhyun.

"AHH! MINGH!"

Hingga tiba-tiba saja, kelopak mata yang tertutup itu kembali terbuka dan membelalak lebar….kala menyadari sesuatu yang panas menyembur kuat di dalam perutnya.

"U—uhnnnh." Rintih Sungmin, dengan kepala menggeleng lemah. Tak sanggup menerima letupan benih Kyuhyun di dalam tubuhnya. Itu benar-benar membuatnya merasa penuh dan tak nyaman.

.

.

.

"A—ah! Aaaah!...kkh! T—tunggu! Akh! Aaahhh!"

Belum usai….Sungmin menyesuaikan tubuhnya untuk bernafas dengan benar. Lengkingan panjangnya kembali menggema…..kala Kyuhyun merengkuh tubuhnya dan mengulang hujaman penisnya, lebih beringas dari sebelumnya.

Sungmin makin menggila meremas surai panjangnya, bibirnya terbuka lebar dengan saliva meleleh dari sudut bibirnya. Ia benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana kondisi rektum dan perutnya saat ini, bahkan Sungmin yakin….perutnya semakin membuncit karena dipenuhi sperma Kyuhyun di dalamnya.

.

.

.

"Ahh! AHH!...AKK~ CUMMHH!"

"Ber—sama Dear! SSHHH"

Keduanya bepelukan erat saat cairan cinta itu menyembur dengan hebatnya dari tubuh masing-masing. Tanpa menyiakan kesempatan, Kyuhyun menyambar cepat bibir cherry yang terbuka itu dan menghisap saliva di dalamnya dengan rakus.

Membuat Sungmin makin merintih tak berdaya di bawah kuasanya. Apapun itu…Kyuhyun benar-benar buas menyetubuhinya malam ini.

.

.

.

"Saranghae….Cho Sungmin"

"Nnnhh~."

.

.

.

.


Esoknya

Sungmin mengernyit silau…begitu bias mentari menerobos masuk dari tirai jendelanya. Sesekali ia mengerjap dan menguap kecil….lalu kembali mengeratkan selimut dan meringkuk nyaman di bawahnya. Ah! Tak biasanya Ia benci mentari di pagi hari….tapi entahlah, rasanya sinar itu benar-benar mengusikknya. Dan Sungmin hanya ingin tidur lebih lama lagi.

'Chup'

Namun, tiba-tiba saja sesuatu yang lembut dan hangat menyentuh bibirnya. Dengan malas, Sungmin membuka sebelah matanya….kemudian mempoutkan bibir, begitu melihat siapa yang baru saja menciumnya.

"Irreona." Ujar Kyuhyun lembut seraya menarik kedua tangan Sungmin untuk bangkit.

"Mmh…Biarkan aku tidur" Sungmin melepas pegangan Kyuhyun dengan perlahan kemudian memutar tubuh membelakangi namja tampan itu. Sungguh! Ia benar-benar mengantuk hari ini.

Kyuhyun terkekeh pelan melihatnya, Ia beralih berjalan mendekati jendela….dan menyibak tirai itu lebih lebar. Hingga bias mentari benar-benar menerpa tubuh Sungmin secara keseluruhan.

Tak ayal…Sungmin memekik kesal karenannya.

"Aisshh jinjja!" Gusarnya, seraya menutup wajah dengan selimut tebal….berusaha menghalau silau.

"Sejak kapan kau menjadi pemalas seperti ini eum? Bangun Dear." Ucap Kyuhyun sambil merangkak ke atas ranjang, mendekati namja cantik itu dan memeluknya dari belakang.

"Kau yang membuatku seperti ini! Kau lupa apa yang kau lakukan padaku semalam? Jadi biarkan aku tidur, aku lelah." Ketus Sungmin masih dengan memejamkan matanya.

Tapi Kyuhyun tak menyerah begitu saja, ia sedikit menyibak kerah kemeja Sungmin hingga mengkespose pundak mulusnya dan mengecupinya bertubi-tubi.

"Hn….wajar bukan, itu malam pertama kita" Gumamnya.

Sungmin mendelik. "Tak ada malam pertama dengan permainan Master - Slave seperti itu!"

Kyuhyun kembali terkekeh pelan mendengarnya, Ia beralih menarik selimut Sungmin dan membuat namja cantik itu telentang di bawahnya.

"Bukankah kau menikmatinya." Ujarnya seraya menyentuh dagu Sungmin.

"Tidak….sama sekali tak menikmatinya!" Elak Sungmin.

"Kau sendiri yang mengatakannya….langsung dari bibir ini." Kyuhyun mengetuk-ngetuk bibir bawah Sungmin, lalu mengecupnya lembut.

'Blush'

Rona merah itu kembali terulas cepat di wajahnya, Sungmin tak pernah bisa mengendalikan detak jantungnya setiap Kyuhyun memperlakukannya selembut ini.

Namun secepat mungkin Ia menggeleng, dan kembali menatap Kyuhyun lebih tajam.

"Shikkeuro! Aku tak pernah mengatakannya!" Kekeuh Sungmin lagi.

"Benarkah? Ah….sepertinya aku perlu memutar ulang malam bercinta kita, dengan ini"

Ujar Kyuhyun santai seaya mengayun-ayunkan sekeping DVD di tangannya tepat di hadapan wajah Sungmin.

Sontak saja namja cantik itu membelalak lebar dan bangkit terduduk.

"K—kau merekamnya?"

Kyuhyun menyeringai. "Menurutmu?"

"Yya! Buang benda itu! Untuk apa kau merekamnya?!"

"Sesuatu yang hebat harus diabadikan bukan? Kau akan melihat betapa menggairahkannya tubuhmu semalam, dalam rekaman ini Dear"

Wajah Sungmin memerah padam, Ah! Ia benar-benar malu jika seperti ini!.

Meski demikian, hatinya cukup berdebar senang. Tidakkah…..semakin hari, Kyuhyun semakin banyak bicara dan bersikap sesuka hati terhadapnya. Presdir Cho….tak lagi bersikap dingin dengan kalimat minimnya. Rasanya….Dia benar-benar berubah menjadi sosok yang hangat bahkan begitu vokal dan berisik.

"K—kau menyebalkan" Gerutu Sungmin sambil memalingkan wajahnya ke samping, tapi sesungguhnya Ia benar-benar tak bisa menahan senyum terkulumnya.

"Jjeongmal? Bagaimana jika seperti ini?" Kekeh Kyuhyun seraya menggelitik cepat perut Sungmin, membuat namja cantik itu menggeliat dan tak bisa menahan tawa gelinya.

"Ah~ Ahahaha…hentikan Kyu! Yack! Stoop ah! Jangan menyakiti Baby ahaha! Kyunnie!"

Alih—alih berhenti , Kyuhyun malah semakin gemas menggelitik tubuh mungil itu. "Siapa bilang menyakiti Baby, aku rasa Baby cukup senang….karna Ayahnya datang berkunjung semalam." Tukas Kyuhyun tanpa sedikitpun menghentikan gerakan tangannya.

"K—kyuuh! Ahhaha! Stoop!"

.

.

.


Beberapa Bulan Kemudian

Sorot matanya begitu teduh….menatap jauh hamparan salju di luar. Rasanya musim dingin berlangsung lebih lama dari tahun-tahun kemarin, tapi Ia cukup senang melihatnya. Karna baginya, tak ada yang lebih baik dari musim itu …hanya musim dingin yang membawa semua angan untuknya, Mengukir dengan apik semua kenangannya. Saat-saat….Ia menangis bahkan tersenyum bahagia, hanya tergambar dari setiap butiran salju itu.

"Apa yang sedang kau lihat hm?"

Tiba-tiba saja seseorang merengkuh tubuhnya, dan melilitkan sebuah selimut hangat di pundaknya.

"Kyunnie….kau pulang?"

"Tsk…kau terlalu lama memandang keluar, hingga tak menyadari kehadiran suamimu sendiri." Gerutu Kyuhyun seraya merangkul tubuh mungil itu dari belalkang, sesaat kemudian ia menyentuh perut Sungmin…dan mengelusnya dengan lembut.

"Mianh." Kikik Sungmin riang.

"Aku merindukan kalian." Ucap Kyuhyun tiba-tiba, masih dengan membelai perut buncit namja cantiknya.

Sungmin terkekeh mendengarnya, dan mengangkat sebelah tangan untuk mengusap wajah Kyuhyun.

"Kau berlebihan" Ucapnya kemudian. Dan dibalas dengan kecupan ringan di puncak kepalanya.

Tak ada pembicaraan ringan lain, Kyuhyun lebih memilih memeluk tubuh Sungmin dari belakang dan menghirup dalam-dalam tengkuknya, mencoba menikmati aroma tubuh yang begitu menenangkan dari namja mungil itu.

.

.

'CKLEK'

Tiba-tiba saja pintu terbuka, dan di sanalah seorang Yeojja cantik tampak menahan kesal pada putra sulungnya.

"Minnie" Panggilnya seraya melepas syal yang melilit di lehernya dengan gusar. Leeteuk kesal bukan main menyadari Sungmin kembali melarikan diri dari mobil, saat Ia membawanya untuk memeriksakan kandungannya.

"E—eommaa." Cepat-cepat Sungmin memutar tubuh memeluk Kyuhyun, dan menyembunyikan wajahnya dalam dekapan namja tampan itu. Bermaksud mencari perlindungan.

"Apa yang terjadi?" Tanya Kyuhyun tak mengerti sembari menatap Sungmin dan Leetteuk bergantian.

"Hhh…Eomma pikir kau menghilang. Eomma takut terjadi sesuatu yang buruk padamu Minnie. Tak taukah kau…Eomma dan Pak Han mencarimu kemanapun, dan kau rupanya di sini. Eomma benar-benar lelah Chaggiiyaa" Leeteuk menghela nafas pelan, dan berjalan mendudukkan diri di sofa. Kepalanya benar-benar pening karna ulah sungmin beberapa saat lalu.

Kyuhyun mengernyit….lalu beralih menatap tajam Sungmin.

"Apa kau melarikan diri lagi?" Tanya Kyuhyun penuh selidik.

"Aku—

"Ming! Berhenti bersikap kekanakan…kami peduli padamu,tapi bagaimana mungkin kau mempermainkan Eomma? Jika memang kau tak ingin memeriksakan kandunganmu, kau bisa berbicara baik-baik…. bukan melarikan diri seperti itu. Kau bukan anak kecil lagi!"

Sungmin menunduk…sejujurnya ia memang menyesal atas apa yang dilakukannya. Tapi mau bagaimana lagi…..Leetteuk terlalu keras kepala memaksanya, sementara ia hanya ingin Kyuhyun yang menemaninya menemui Yunho Uissangnim. Tak ada pilihan lain selain melarikan diri bukan, terlebih jalanan sedang terjebak macet….dan itu benar-benar melancarkan usahanya.

"Karna aku ingin Baby—

"Jangan menjadikan Baby sebagai alasanmu, berapa kali kau bersikap kekanakan seperti ini?"

Sungmin mengepalkan tangan kuat-kuat. "Mengapa kau marah padaku?!"

"Kau cukup tau, apa yang mebuatku marah padamu!"

"Cukup Kyu!"

"Aku tak akan berhenti! Jika kau selalu membahayakan dirimu sendiri seperti ini."

Sungmin melepas cepat pelukan Kyuhyun, memutar tubuh dan berjalan menghentak menuju kamarnya.

"Ming… Aku belum selesai bicara padamu"

Sungmin berdengus kesal, terus berjalan menghentak kaki meninggalkan Kyuhyun dengan kedua tangan menutup telinganya. Sama sekali tak berniat mendengar ucapan namja tampan itu.

Sementara itu,Kyuhyun tampak mengumpat lirih karenannya. Kyuhyun memang tau…perubahan emosi Sungmin yang kerap pasang surut semenjak kehamilannya. Tapi ini benar-benar keterlaluan. Apa yang sebenarnya Sungmin pikirkan hingga melarikan diri di tengah hujan salju yang lebat? Bagaimana jika anak itu kedinginan? Terjatuh? Seseorang mencelakainya? Atau bahkan Dia mengalami kontraksi detik itu juga, sementara tak ada siapapun di dekatnya? Ah! Jika memikirkannya saja sudah membuatnya pusing bukan kepalang.

Usia kandungannya sudah menginjak 9 bulan, tentu Sungmin tak bisa main-main dengan hal itu bukan?

.

.

.


"Peduli padaku? Tck! Kau sama sekali tak mengerti! Kau hanya peduli dengan semua pekerjaanmu Cho sajangnim!" Gerutu Sungmin sambil melempari dinding dengan semua bantal di sisinya.

"Kau pikir aku seperti Yeojja lemah yang butuh pengawasan berlebihan? Hanya melarikan diri bukan? Apa susahnya untuk namja sepertiku!…bahkan aku tetap baik-baik saja sampai di rumah! Kau menyebalkan!" Gerutunya lagi, kali ini dengan mengacak-acak cover bed. Dan membuangnya asal ke lantai.

'Cklek'

Sungmin menoleh cepat ke arah knop pintu yang diputar. Tapi setelahnya….ia berbaring dan memejamkan matanya.

"Ming"

"…"

Sungmin kembali berdengus, dan makin memejamkan erat kedua matanya, sama sekali tak berniat untuk menghiraukan suaminya.

Namja tampan itu menghela nafas pelan, sesaat kemudian ia melonggarkan dasinya dan berjalan untuk memungut satu persatu bantal yang tercecer di lantai….lalu meletakkannya di sisi Sungmin.

"Aku tak bermaksud berbicara keras padamu"

"…"

"Tapi, aku benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya kau inginkan"

"…"

Masih saja, Sungmin diam….membiarkan suami tampannya itu berceloteh seorang diri.

"Kau selalu melakukan apapun sesuka hatimu, setidaknya kau bisa berbicara atau meminta padaku….aku bisa memenuhinya dengan senang hati Dear."

Sungmin mulai membuka mata…dan mengerjap cepat. Sebenarnya ia ingin memutar tubuh dan menghadap Kyuhyun. Tapi tidak! Belum waktunya meluruh di depan Kyuhyun. Ia masih kesal dengan sikap Kyuhyun beberapa saat lalu.

"Seharusnya kau tau…seberapa besar aku mencintaimu. Ming…bisakah kau menatapku saat aku berbicara? Aku tau kau hanya berpura-pura tidur"

"Apa kau sudah selesai bicara? Jika 'Ya'….tinggalkan aku sendiri" Ketus Sungmin. Rasanya tak akan cukup….jika tak bersikap dingin pada Kyuhyun. Entahlah…rasa kesalnya membuat egonya melambung begitu saja.

Kyuhyun berdecak keras. Pekerjaannya di kantor sedikit banyak telah membuatnya lelah….dan lagi, Sungmin semakin menambah beban pikirannya dengan sikap kekanakan itu. Kesabarannya tentu ada batasnya….namun Kyuhyun tetap berusaha keras untuk menahan diri agar tak menyentak Sungmin saat itu juga.

Tanpa suara….pria tampan itu beranjak berdiri, lalu melangkahkan kaki keluar meninggalkan Sungmin seorang diri. Berharap…Ia bisa menenangkan dirinya di ruang kerjanya.

,

.

Sementara itu…Sungmin tampak menggigit bibir bawahnya, selepas kepergian Kyuhyun tanpa menyisakan kalimat apapun untuknya.

Ini tak biasanya…

Sungmin ingat betul….Kyuhyun akan begitu lembut membujuknya bahkan melakukan cara apapun untuk meluruhkan amarahnya. Tapi apa ini?

Tak ada pelukan hangat…bahkan ciuman yang kerap Kyuhyun berikan untuk meredam rasa kesalnya.

Hingga tanpa sadar….bulir bening merembas dari sudut matanya. Jika seperti ini….ia merasa terbuang dan tak diperhatikan lagi.

Dengan gusar, Ia bangkit dari ranjangnya….berjalan menghentak dan membuka pintu kamar dengan kasar.

.

'BRAK'

"Kau meninggalkanku!" Seru Sungmin tiba-tiba.

Kyuhyun yang baru berjalan beberapa langkah dari kamaranya, dibuat berjengit terkejut dan menoleh kebelakang dengan kening bertaut heran.

Namja cantik itu semakin kesal melihat Kyuhyun hanya diam, tanpa melakukan apapun. Setidaknya Dia bisa berjalan mendekat dan memeluknya untuk menenangkannya bukan?

"Mengapa kau selalu membuatku kesal!"

"Lalu harus bagaimana? Bukankah kau sendiri yang memintaku untuk keluar?"

"T—tapi! Kau tak harus melakukannya bukan!." Elak Sungmin, dengan tangan terkepal erat.

Kyuhyun memijit kening dan menghela nafas jengah. "Aku benar-benar tak mengerti dengan dirimu sebenarnya."

"Kau memang tak pernah mengerti apapun! Aku yang membutuhkanmu….kau tak akan pernah mengerti dengan itu!." Sentak Sungmin keras.

"M-ming…

"Dan kau tak pernah mengerti seberapa kacau diriku, saat kau meninggalkanku! Aku hanya ingin bersamamu! Bersama suamiku sendiri!"

Kyuhyun tercekat mendengar Sungmin tiba-tiba meracau demikian, apa yang salah? Ia tak pernah merasa meninggalkan Sungmin barang sedikitpun.

"Saat aku membuka mata….Kau telah pergi ke kantor untuk segudang urusan bisnis dengan Clientmu. Aku menunggumu di kamar ini! Tapi kau pulang terlalu larut….dan aku tertidur tanpa bisa melihat bahkan menyambutmu sebagaimana mestinya. Apa kau tau? Aku sangat kecewa !?"

"Dear—

"Jangan memanggilku seperti itu! Ucapanku belum selesai!" Sentak Sungmin, dengan nada makin meninggi. Tapi setelahnya Ia kembali meracau…mengeluarkan semua yang memang harus diungkapkannya.

"Setiap hal hanya ku lakukan dengan Eomma! Makan, bercanda, apapun itu bersama Eomma bahkan untuk memriksakan kandunganpun mengapa harus dengan Eomma?! Aku ingin suamiku! Aku ingin selalu bersamanya! Mengapa kau tak pernah mengerti dengan hal itu!." Racau Sungmin sambil menggelengkan kasar kepalanya, membuat surai panjangnya terkibas kacau.

Kyuhyun menghela nafas, dan mengulas senyuman hangat melihatnya. Jadi….Semua ini salahnya. Ya…Dan ia baru saja menyadarinya. Sejauh ini, Kyuhyun selalu merasa….ia telah mencurahkan segenap cintanya untuk Sungmin. Tapi ternyata Ia salah…Pekerjaannya rupanya terlalu menekan hati istri mungilnya itu.

'Ah…Cho Kyuhyun! Dia sedang hamil….bagaimana bisa kau mengabaikannya seperti ini' batin Kyuhyun.

Sungmin terus meracau kacau dengan kepala tertunduk….tanpa menyadari Kyuhyun tengah berjalan mendekatinya.

"Jika seperti ini! Untuk apa kau menikah denganku! Kau menyebalkan! Menyiksaku! Dan kau hanya~Eumpthhh—Chupp

Racauan Sungmin terhenti, begitu Kyuhyun mengecup cepat bibirnya, merengkuh tengkuknya dan melumat belahan manisnya selembut mungkin.

"Mianhae… ini memang salahku." Bisik Kyuhyun sembari memeluk tubuh mungil itu.

"K—kau memang bersalah! Sangat bersalah!"

.

"Uhum…berapa kali aku tak menemanimu mengunjungi Yunho Uissangnim?"

Sungmin mengerjap, tapi setelahnya wajahnya memerah padam. "I—itu."

"Berapa kali?" Ulang Kyuhyun lagi, seraya mengelus punggung sempit Sungmin.

"D-dua kali." Jawab Sungmin selirih mungkin.

"Hn, hanya dua kali bukan, dan terakhir di hari ini? Tapi kau sudah meledak-ledak hingga seperti itu"

Sungmin menunduk malu. "Tapi itu sama saja kau tetap tak menemaniku!."

Kyuhyun terkekeh, rasanya….dibandingkan dengan berlebihan, namja cantiknya jauh lebih menggemaskan jika marah lalu menciut seperti ini.

"Mengenai, aku yang selalu berangkat pagi saat kau masih tertidur dan pulang terlalu larut hingga kau tak bisa melihatku. Biskah kau jelaskan padaku, kapan hari itu? Ah~ mengapa aku menjadi pelupa seperti ini?" Ucap Kyuhyun sepelan mungkin, tapi sukses membuat Sungmin makin kebas … salah tingkah. Karna sebenarnya….Kyuhyun nyaris selalu ada di sisinya. Tapi entahlah, bagaimana bisa Ia meracau sekacau itu. Salahkan pada rasa kesalnya beberapa saat lalu.

"Dear?"

"I—itu terjadi kemarin." Lirih Sungmin.

"Kemarin… right? Ahh~ aku tak pernah menduga, begitu besarnya istriku mencintaiku, hingga marah dengan hebatnya saat aku meninggalkannya hanya sehari saja" Goda Kyuhyun sambil mengecup tengkuk Sungmin, ia benar-benar tak habis pikir dengan sikap unik Sungmin saat ini. Berspekulasi apapun sesuka hatinya, memang tak buruk…..itu malah membuatnya makin mencintainya.

"Meskipun hanya kemarin! Tapi sama saja kau tak bertanggung jawab! Kau meninggalkanku!" kekeuh Sungmin berusaha membela diri.

"Dengar, Jangan menyimpulkan apapun hingga membuatmu tertekan. Cukup katakan apa yang kau inginkan. Dan semua akan kupenuhi hanya untukmu. Jika kau menginginkanu selalu di sisimu, kau bisa memintanya dengan manis bukan?"

Sungmin berdengus, dan lebih memilih menenggelamkan wajahnya di dada Kyuhyun.

"Saranghae…" Bisik Kyuhyun seraya mengecup bertubi-tubi puncak kepala Sungmin.

.

.

"Uhn~ Krrh…K—kyuhh."

"Hn…?" Gumam Kyuhyun, masih terus mengecup puncak kepala namja cantik itu. Tanpa sadar, Sungmin semakin memucat pasi dalam pelukannya.

"K—kyuuh….arght!" Erang Sungmin, seraya memeluk erat bawah perutnya.

Sontak saja Kyuhyun terperanjat, mendengar Sungmin merintih kesakitan dan panik bukan kepalang menyadari sesuatu yang bening mengalir deras dari sela-sela paha namja cantik itu.

"EOMMAAA!" Panggil Kyuhyun keras, sambil berusaha mengangkat bridal tubuh Sungmin. Tak peduli air ketuban itu makin pekat…mengotori kemeja putihnya.

"Astaga….Sungmin! Tuan Han! Tuan HAAANN!" Leetteuk membelalak melihat kondisi Sungmin, tapi setelahnya ia berlari cepat ke bawah…memanggil Pak Han untuk mempersiapkan mobil, Ia tau….Putranya tengah mengalami kontraksi saat ini.

.

.

.

"Sa—kit…Arkkh…Hiks."

"Sshh…gwaenchana, bertahanlah Ming"

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Annyeoooong lama ta jumpa Chinguuya T_T

Cupid bwa...AWS chap 13 nya

Gmn NC nya? *_*

...

Chap ini spesial KyuMin...jd Cast lainnya g muncul dulu ^^

Update selanjutnya Breakable Heart, gmn Chingu?

Dan Untuk :

mita sarang-MIN, feby eby12, trytofindlieta , Ria, RithaGaemGyu137, cho kyuminiie , bebek, pumpkinsparkyumin , Voice 13Star, kyuminsaranghae , KYUMINTS , cho hyo woon , Minge-ni, kyunia137 , dessykyumin , Zefanya Amelia, Mayu ChoLee , GaemGyu137, kimteechul , Kyumin joyer, Mingriew-chan , gorjazsimba, BabyBuby, minako yoshida, balbal137, ChoKyunnie, ShinJiWoo920202 , imKM1004, Santiyani febby , vila13kyuvil , rizkyamel63, Phia89 , Bunbunchan , stawberry rae, snow drop 1272, krystalkim88, Indah Mirahati137, himkyu, lea137, JoyELF, reaRelf , Kang Dong Jae , Kim Yong Neul , sha nakanishi , anieJOYer , Ranny , Zen Liu ,minnie kyumin, minami Kz , kyuboss, danactebh, dJOYers , WineShipper , efi sepriyanti , babychoi137, Adekyumin joyer, Princess JOYELF137 , Imtwins , Byunchannie26 , Ncie gyuminglove, evilminnie14, Ristinok137, kyumin pu , Queenshi137, hwangpark106, Aey raa kms , coffeewie137 , ChanMoody, Sparkyuminmin , teukiangle, LittleMing137, myst-girl, bunnyblack FLK 136, chominhyun , stevani, Nuralrasyid , wulandari apple , liu13769, Gyumina , Park Heeni, cloudsKMS , kyukyu , Sparkyu, sary nayolla, Hizmikeyla, kyumin joyer ChoLee, chaerashin, ammyikmubmik, nova137 , Cho Adah Joyers , Cho MeiHwa, imAlfera, Lilin Sarang Kyumin , sjkms137 , wullancholee , winecouple, Ega EXOkpopers , dhian930715ELF , I a and JOYer, Hanna Kyumin, Harusuki Ginichi 137411, haniyamari , imSMl , imSMinL , hatake andrion junior , thiafumings , KyuMin ELF, anita ariestamaru, Qiqii , haniyamari , novapuspa sari 777 , dirakyu, sissy, tiyan , Okalee , chindrella cindy , sandrimayy88, farla 23, yuki, kyuminmi , abilhikmah, Cywelf, dan para Guest

Gomaaaaawooooooooooo sudah mereview di hap 12 kemarin

Sayang Author g? ^^ Pengen FF ini di lanjut sampe tamat atau tidak?

Kalau Iya...Reviiiieeeewnya neeee

Biar Author Smgt updatenya

Kamshaaaeeeeeeeeeeee

Saranghaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaeeeeeeeeeeeee