Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

.

Previous Chapter

"Astaga….Sungmin! Tuan Han! Tuan HAAANN!" Leetteuk membelalak melihat kondisi Sungmin, tapi setelahnya ia berlari cepat ke bawah…memanggil Pak Han untuk mempersiapkan mobil, Ia tau….Putranya tengah kontraksi saat ini.

.

.

"Sa—kit…Arkkh…Hiks."

"Sshh…gwaenchana, bertahanlah Ming"

.

.

.

Bacanya malam2 ya

(MPREG...ingat genrenya MPREG)

.

.

.

Chapter 14

A Winter Story

.

.


"Ah! Aarrghh...Sa—kith! Ahss" Rintih Sungmin seraya meremas kuat-kuat lengan Kyuhyun, berulang kali Ia menggelinjang nyeri, tak peduli namja yang tengah menggendongnya bridal tampak kewalahan karenanya.

Kyuhyun sama sekali tak berkomentar apapun, melihat Sungmin seperti ini….semua ini lebih dari cukup membungkam telak dirinya dengan semua perasaan panik dan kalut itu.

Ketuban merembas hingga sebagian depan kemejanya, bahkan hingga tercecer di lantainya….tentu itu bukanlah sesuatu yang baik. Terlebih, Sungminpun tak pernah berhenti menjerit dan menggeliat kesakitan dalam rengkuhannya.

"A—ahh! Kyuuh!" Jerit Sungmin lagi, Ia menggeleng dan makin histeris, tak mampu menahan rasa perih yang kian meradang di bagian selatan tubuhnya. Ah! Sungguh…ini lebih terasa seperti sesuatu seperti mencabik perut dan rektumnya dari dalam.

"Ku mohon bertahanlah Ming" Ujar Kyuhyun pelan, seraya mencium bertubi-tubi puncak kepala Sungmin. Masih dengan mengeratkan dekapannya pada tubuh mungil itu, Ia makin melangkahkan kakinya lebih cepat bahkan nyaris berlari demi menemukan mobil yang dipersiapkan untuknya.

"Ini sa—kith! Ukhh" Sungmin makin melonjak, dan mencakar-cakar Kyuhyun….berusaha melampiaskan semua rasa ngilu itu pada suaminya.

Leetteuk semakin dibuat kebas melihatnya. Ia benar-benar panik bukan kepalang karna semua ini. Persalinan macam apa yang kelak akan di hadapi Sungmin, sementara anak itu seorang namja. Oh sungguh! Leetteuk benar-benar tak bisa membayangkan apapun akan hal itu, melihat Sungmin kesakitan seperti ini saja….sudah membuat hatinya teriiris ngilu, seolah dirinya turut merasakan hal yang sama.

"Minnie… ini Eomma sayang, kau masih mendengarnya?" Ujar Leetteuk, begitu membantu Kyuhyun memasuki mobil mercy tersebut.

"Eomh—Ahh! Unnn~ hh…hh." Jawab Sungmin tersendat-sendat, dengan kepala menengadah ke atas. Meski demikian, namja cantik itu masih berusaha keras memegang penuh atas kesadarannya.

"Johta! Tarik nafas Minnie" Bujuk Leetteuk sambil menggenggam erat-erat tangan Putra kecilnya.

Sungmin sempat menggigit bibir kuat-kuat dengan kepala semakin melesak ke dalam pelukan Kyuhyun, tapi setelahnya Ia mencoba untuk tenang dan menarik nafas dalam-dalam, meski nyatanya…Ia cukup tersendat saat melakukannya.

"Hembuskan secara perlahan….Ya, benar seperti itu Chaggiya" Leetteuk kembali berucap menggebu, berharap Putranya….benar-benar mendengarnya dengan baik, apapun itu, Leetteuk speenuhnya tau…..sakit yang dirasakan Sungmin tentu bukan main lagi, Sungmin namja…tentu saja, kontraksi itu menyisakan perih yang lebih hebat dibandingkan dengan yeojja manapun.

Kyuhyun makin mencelos getir melihatnya, oh sungguh setiap rintihan, dan cengkeraman tangan Sungmin benar-benar menunjukkan betapa menyakitkan apa yang dirasakan namja mungilnya saat ini. Ia tak mampu melakukan apapun selain, menggenggam erat tangan lentik itu….berusaha memberinya kekuatan melalui remasan hangatnya.

"Sa—kith…Kyuuh…uhh! Arght~"

"Sssh.." Desis Kyuhyun menenangkan seraya menarik tubuh mungil itu, makin masuk ke dalam dekapannya. Berulang kali pula Kyuhyun menyeka keringat dingin di kening Sungmin,berharap itu bisa sedikit memberinya ketenangan.

"Lebih cepat Pak Han!" Seru Kyuhyun seraya melirik arlojinya, rasa paniknya kian menjadi-jadi saja, kala menyadari ketuban Sungmin makin banyak merembas…bahkan bercak darahpun turut berbaur dengannya.

.

.

.

.


Beberapa saat kemudian

"Hhhah!...Ah!..Nnnnn~." Sungmin menggeleng kasar, seraya memeluk kuat-kuat leher Kyuhyun…begitu namja tampan itu mennangkatnya bridal, keluar dari mobil. Beberapa tenaga medis, terlihat menunggu di sisinya….mereka bergerak begitu cekatan membantu Kyuhyun, memposisikan tubuh namja mungil itu di atas troli.

"Hhh!..aah~ NNGHH!." Reflek Sungmin menengadahkan kepalanya ke atas, begitu sesuatu serasa…makin hebat merobek bagian bawah tubuhnya. Ia terisak tak mampu menahan denyut perih itu.

"Buka matamu Dear….gwaenchana, bertahanlah untukku" Kyuhyun masih menggenggam erat tangan Sungmin, meski dirinya kini tengah berlari cepat mengimbangi laju troli itu. Kyuhyun tentu cemas bukan main,melihat istri mungilnya mengejan hebat…terlebih, darah pun makin banyak merembas dari selimut putihnya.

.

.

.

"Biarkan aku masuk! Aku suaminya!" Sentak Kyuhyun cepat, begitu seorang tenaga medis menahan dadanya. Sontak saja, perawat namja itu mengangguk mengerti, secepat mungkin Ia meraih perlengkapan medis untuk Kyuhyun dan mempersilakannya masuk.

Leetteuk mengulas senyum lembut , entahlah….melihat Kyuhyun seperti ini benar-benar menunjukkan Kyuhyun menaruh empati dan cinta yang besar untuk putra kecilnya. Ia beralih duduk, mencoba menghubungi Yong Guk dan rekan Kyuhyun yang lain. Meski nyatanya rasa cemas dan takut itu…masih melekat pekat dalam benaknya.

.

.

.

.


"NNNHH! hhh..hh..KYUH! AHHNN~"

Kyuhyun melangkah cepat mendekati Sungmin, kemudian menyibak surai basahnya ke atas. "Aku di sini Ming" Ucapnya pelan seraya meraih tangan kanan Sungmin lalu menciumnya lama.

"Sa—kit! Uhh…uhnnnn…NNH!" Rintih Sungmin lagi, kali ini dengan meraih leher Kyuhyun dan menariknya kuat-kuat, begitu merasakan kontraksi hebat dalam perutnya,

Seperti inikah apa yang dirasakan seorang ibu? Sangat Sakit!...bahkan rasa-rasanya Sungmin ingin dokter membuatnya hilang kesadaran secepat mungkin.

"Kyu—uhh! AHNNNN!" Sungmin mengejan, membuat pelukannya di leher Kyuhyun terlepas, kedua tangannya bergerak turun ingin meremas perutnya sendiri,…..namun dengan cepat Kyuhyun menghalaunya dan menggenggamnya kembali.

.

.

"Kyu"

Kyuhyun memalingkan wajah cepat, begitu seorang dokter menepuk lengannya, lengkap dengan kostum medis dan beberapa perawat di belakangnya.

"Kondisi Sungmin cukup stabil, itu memungkinkan persalinannya berjalan secara normal, ku harap kau bisa sedikit mengendalikan emosinya, saat—

"Apa maksudmu 'normal'? Kau tak melihat Istriku sangat kesakitan? Lakukan Caessar saja!" Kyuhyun tiba-tiba saja beranjak berdiri, dan menatap tak terima pada pernyataan Dokter Jung itu, yang benar saja berjalan normal, Sungmin namja….mustahil harus melewati persalinan itu sebagaimana mestinya seorang yeojja.

Yunho beralih menurunkan maskernya, dan menghela nafas pelan. Ini memang….bukan hal yang terdengar lazim untuk umum, tapi Ia pernah menangani kasus semacam ini beberapa kali. Memang sulit melugaskannya pada Kyuhyun, persalinan dengan operasi adalah jalan alternatif jika sesuatu yang tak diharapkan terjadi, sementara kondisi Sungmin cukup stabil. Persalinan secara normal adalah pilihan yang memungkinkan dan terbaik untuk Sungmin.

"Trombosit Sungmin rendah, bius epidural sangat beresiko untuknya…kemungkinan besar akan terjadi abrupsio plasenta karna anestasi yang kami berikan. Kau tau? Itu membahayakan Sungmin dan bayinya"

Kyuhyun berdecak keras mendengarnya, namun sesaat kemudian Ia meraih tangan dingin Sungmin. "Lakukan apapun yang terbaik" Ujarnya, tanpa melepas genggaman tangannya pada namja mungil yang masih terbaring lemas itu.

Yunho mengangguk mengerti, Ia mendekati Sungmin dan memperlebar kaki namja cantik itu yang telah me,buka kakinya dengan perlahan. Mata musangnya kian menajam begitu melihat rembasan darah dari jalan lahir bayinya Sungmin. Ia menggerakkan jari telunjuknya, memberi isyarat pada salah satu perawatnya untuk mendekat. Dengan cekatan Jung Uissangnim , mengambil beberapa potong kapas….dari perawat namja itu.

"Uhn~ ANHHH!"

"Tarik nafas fan hembuskan dengan perlahan Min" Ujar Yunho begitu mendengar Sungmin kembali mengejan, membuat rektum yang merah karna darah itu, semakin terbuka lebih lebar. Ia beralih mengangkat junior dan twinsball Sungmin ke atas, demi memudahkannya menyeka darah dari rektum tersebut.

"Uh! Uh! MMHHH…AHH"

"Benar….seperti itu, kau bisa melakukannya" Ujar Yunho lagi, masih membersihkan jalan lahir itu dengan seksama….bahkan tak terhitung berapa banyak potongan kapas bernoda darah yang terbuang di atas nampan perawatnya.

Kyuhyun sempat menghela nafas tak suka, ada sebentuk rasa tak rela, dokter itu menyentuh genital istrinya hingga demikian! Oh shit! itu miliknya.

Tapi Kyuhyun hanya diam dan memendamnya hingga terasa panas di dalam dadanya. Bagaimanapun….itu memang lazim dilakukan dokter seperti Jung Yunho .

"AH! Arghhh~ NNNNHH!"

Namun tiba-tiba saja, ia tersentak begitu erangan Sungmin menyentak lamunannya, membuatnya kembali menggenggam tangan namja mungil itu yang tak pernah berhenti menggeleng ke sakitan.

"Lakukan sekali lagi" Titah Yunho, sembari sedikit menekan perut Sungmin kebawah

Lama….Kyuhyun menatap lekat wajah sayu penuh dengan linangan air mata itu, oh sungguh! Ia benar-benar benci melihat Sungmin begitu tersakiti seperti ini. Andai setiap genggaman tangan dan kecupan lembutnya mampu meredakan rasa sakit itu, tentu akan Kyuhyun lakukan sebanyak mungkin hingga dapat menyeka rintihan dan tangisan namja cantiknya.

.

.

"UH! AHHNNNNN~~ Nghh…hhh" Sungmin menggigit bibir bawahnya kuat begitu merasa lelah mengejan.

"Kau bisa melakukannya Dear, saranghae"

Namun bisikkan cinta dan kecupan-kecupan lembut di keningnya, membuatnya bertahan dan kembali mengerang sekuat tenaga.

"Sa—kith ! …NNNNHHH~ AH!." Sungmin menjerit keras, berusaha mendorong keluar makhluk mungil dalam perutnya. Namun lagi-lagi, ia merintih tak mampu dan menghempaskan kepalanya kembali ke bantal. Tangisannya kian menjadi-jadi, Sungmin takut…..terlalu takut tak mampu melahirkan buah hatinya, dan tetap bertahan seperti ini.

"Rileks…, cha….tarik nafas dalam-dalam lalu dorong lebih kuat, kau bisa melakukannya Min" Ujar Yunho menenangkan, meski nyatanya Ia cukup panik dengan apa yang terjadi saat ini. Banyak waktu yang terlewat, namun kepala bayi itu belum juga terdorong keluar. Jika terus menerus seperti ini, tentu akan sangat beresiko untuk Sungmin.

"Ku mohon lakukanlah untukku, kau mencintaiku bukan?"

Sungmin mengangguk, meski rintihan dan isakkan ngilu itu masih saja mengalun dari bibirnya. Berulang kali namja cantik itu merutuk diri, tak seharusnya Ia lemah dan menyerah . Di saat Kyuhyun selalu di sisinya, menggenggam erat tangannya seperti ini.

Dengan tertatih Ia mencoba, mengangkat tangan kanannya…bermaksud meraih Kyuhyun.

Namja tampan itu, menyambutnya cepat…membiarkan namja cantiknya, merangkulnya dan menyembunyikan wajah pasi itu ke dalam ceruk lehernya.

"K—kyuh~….ah!...AH!...NNNNNNN~AHHH." Sungmin kembai melunglai setelah mengejan hebat, tidak! Ini sama sekali tak membuahkan hasil apapun. Perutnya masih saja membuncit, dan Ia yakin….bayinya masih tertahan di sana. Sungmin makin tergugu, meratap pada kondisi tubuhnya yang seperti ini. Tenaganya telah terkuras habis, mustahil Ia kembali mengejan kuat. Jangankan menarik nafas….untuk sekedar membuka mata saja, rasanya terlalu berat untuknya.

Kyuhyun berjengit terkejut, melihat istri mungilnya tiba-tiba jatuh melunglai dalam dekapannya. Apa yang terjadi? Oh Sungguh! Ia benar-benar akan membunuh Dokter itu jika terjadi sesuatu yang buruk pada Sungmin.

"M—ming? kau mendengarku?" Panggil Kyuhyun kalut, seraya menepuk pelan pipi Sungmin. Namja cantik itu memang masih meresponnya, namun hanya rintihan lirih dan mata tertutup rapat.

"Uissangnim…detak jantungnya melemah" Ujar seorang perawat.

"Apa yang terjadi pada Sungmin? Bagaimana bisa seperti ini Hah?!" Geram Kyuhyun, seraya menatap Yunho dengan pandangan menghunus tajam.

"Tenangkan dirimu. Sungmin kehabisan tenaga….ku mohon, kembalikan semangatnya. Jika Sungmin tak segera melahirkan bayi kalian,ini akan menjadi hal yang fatal Kyu" Ucap Yunho penuh penekanan. Iapun cukup panik melihat kondisi Sungmin tiba-tiba saja turun sedrastis ini. Ia kembali memberi isyarat pada asistennya untuk menyerahkan beberapa peralatan medisnya. Dan ditanggapi cukup cekatan oleh perawat tersebut.

Tak ada jalan lain.

Rektum Sungmin terlalu rapuh dan kecil, itu memang benar-benar menyulitkan persalinannya. Yunho beralih menyuntikkan bius lokal berkadar rendah di rektum Sungmin. Membuat namja cantik itu terlonjak dan meringis kesakitan. Sesaat kemudian, Dokter Jung itu meraih pisau bedahnya….lalu sedikit menyayat lubang Sungmin. Hingga terbuka sedikit lebih lebar…meski menyisakan darah segar yang merembas dari pusat sayatan itu.

Apa yang dilakukannya hanya sekedar operasi kecil demi memperlebar jalan lahir itu…dan memudahkan Sungmin mendorong bayinya keluar.

Beruntung, bius itu bekerja dengan baik….Sungmin sama sekali tak menjerit kesakitan dengan operasi kecil itu. Walau hanya bersifat lokal dan bertahan hanya beberapa menit saja…setidakknya bius sementara tersebut akan meringankan usaha namja mungil itu.

"Ku mohon, lakukan sekali lagi Ming. Baby menunggumu…aku dan baby membutuhkanmu" Bisik Kyuhyun lagi, namun masih di dengar dengan baik oleh Sungmin.

Perlahan tapi pasti….Sungmin mulai membuka kedua matanya. Ia sedikit menggigit bibir bawahnya begitu genggaman hangat Kyuhyun kembali menarik kesadarannya.

"Hhh…hh..hh" Sungmin begitu terengah, saat Kyuhyun sedikit mengangkat tubuhnya hingga setengah terduduk dan menyandarkan dengan nyaman di dada bidang namja tampan itu.

"K—Kyuuhh, nghh…hh..hh" Sengal Sungmin, seraya mencari-cari tangan Kyuhyun. Dan secepat mungkin Kyuhyun meraihnya untuk digenggamnya dengan erat.

"Aku di sini Dear" Ucapnya seraya mengeratkan genggaman tangannya. Posisinya yang kini duduk dibelakang, menopang tubuh mungil itu…memudahkannya memberi kecupan demi kecupan lembut di tengkuk Sungmin.

Namja cantik itu menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya makin menyadarkan tubuhnya di dada Kyuhyun dan…

"Ah! NNNNNNNHHH~Ahh…hh..hh"

"Bagus, lakukan lagi Min" Yunho….begitu menggebu, kala melihat kepala baby itu berhasil keluar. Ia mengulas senyum tipis dari balik maskernya saat melihat bibir merah bayi itu tampak bergerak kecil, hanya menunggu detik-detik tangisan makhluk mungil itu pecah di ruangan ini.

"Hiks" Sungmin tersedak isakannya, dan berulang kali menggeleng tak mampu. Tubuhnya serasa melemas….terlebih denyut perih di bagian rektumnya benar-benar terasa begitu tajam dan menyiksa.

"Gwaenchana….kau hebat Min, lakukan sekali—

"Shirreo! Nghh~…hhh" Racau Sungmin menyela ucapan Yunho. " Appoo Kyuu…" Lanjutnya dengan menengadah. Berulang kali Ia menggeleng seraya meremas tangan Kyuhyun. Berharap, suaminya menutup mulut dokter itu. Rasa sakitnya bukan main lagi….dan Sungmin benar-benar benci seseorang memerintahnya demikian. Tak taukah Yunho Uissangnim….itu benar-benar sangat sakit. Bagaimana bisa dengan mudahnya Ia memerintahnya sesuka hati.

"Ssshh….bisakah kau melakukannya lagi?" Bisik Kyuhyun pelan, seraya menyeka peluh di leher Sungmin. Sesekali Ia mengelus dan memijit lembut perut Sungmin, membuat namja cantik itu sedikit menenang dalam rengkuhannya.

Sungmin menggelang dengan terisak. "A—ppo Kyuu" rengeknya lagi, masih berharap suaminya mengerti akan kondisinya saat ini.

Namja tampan itu menghela nafas mendengarnya, Ia sepenuhnya tau…ini sangatlah berat untuk Sungmin. Tapi, apa yang dihadapinya memanglah suatu yang mutlak terjadi…dan Sungmin mau tak mau harus melalui semua ini.

Kyuhyun memegang kedua bahu Sungmin dan sedikit membuatnya tegak,demi menyamankan posisi bersandar tubuh mungil itu di dadanya. Genggaman tangan keduanya masih bertaut erat…menandakan Kyuhyun benar-benar ingin menggenggam kesadaran Sungmin seutuhnya.

"Jebal….lakukan demi uri baby, kau ingin melihatnya bukan? Begitupun dengan diriku….Dear. Bisakah kau bayangkan saat kita menggenggam jemari mungilnya? Ah….sangat menyenangkan sekali, terlebih saat mendengarmu tertawa dengannya….aku sangat menginginkannya Ming" Kyuhun berujar pelan, bahkan nyaris seperti bisikan. Membuat namja cantik yang masih menegadahkan kepala itu, begitu tertegun. Sungguh! Sungmin dapat mendengar dan melihat dengan jelas, bagaimana Kyuhyun begitu mendambakan semua tutur katanya.

"Ku mohon Ming…aku—

"AHNNNNH!...hhaahh…hh..NNNNNHHH" Tiba-tiba saja , Sungmin mencengkeram tangan Kyuhyun dan kembali mengejan sekuatnya, meski nyatanya….namja cantik itu kerap kali menjerit dan menangis kesakitan.

"M—ming?" Kyuhyun membelalak lebar, Semestinya ia menghela nafas lega melihat Sungmmin kembali mengejan seperti ini. Tidakkah itu seperti, namja mungil itu kembali mendapatkan semangatnya? Tapi Sungmin terlihat begitu memaksakan dirinya, sungguh…ini bukanlah yang diinginkan. Dengan panik Kyuhyun menenangkan namja cantik itu, terus menerus membelai dan berbisik….untuk melakukannnya dengan perlahan. Tapi Sungmin sepertinya tak mendengar….dan tetap berusaha mengerang sekuatnya, hingga wajah penuh peluh itu sepenuhnya memerah padam.

"Tarik nafas secara perlahan—

"AGH! Ba—byy…hhh…hhh..NNNNNNHHH!" Sungmin menjerit seraya menggelengkan kepalanya kasar, sama sekali tak mendengar semua penuturan Dokter muda di bawahnya. Apapun itu…Ia benar-benar tak ingin mendengar titah apapun dari orang lain. Semua Sungmin lakukan demi Kyuhyun, biarlah tubuhnya menahan rasa sakit yang meradang….asal itu bisa membuat Kyuhyun melihat bayi mereka.

"Sungmin~ah….Berhenti mengejan. Kau perlu jeda untuk—

"DIAM KAU!" Bentak Sungmin tiba-tiba, dengan tatapan menyalak geram. Membuat Yunho yang tengah menarik nafas bermaksud membimbingnya itu nyaris tersedak, karna terlalu terkejut.

Sesaat kemudian, Sungmin kembali mengejan kuat….tak peduli perubahan raut dokter muda di bawahnya. Sekali lagi, Sungmin benci seseorang memerintahnya demikian. Tubuhnya yang merasakan sakit, mengerang dan menangis menahan denyut ngilu itu seorang diri. Dirinya yang melahirkan! Bukan Kyuhyun! Bukan Dokter itu juga, Jadi tak ada siapaun yang berhak memberinya titah, kecuali atas kehendaknya sendiri.

Yunho tak berkomentar apapun, Ia sepenuhnya memahami perubahan emosi namja cantik itu, di saat-saat yang dapat dikatakan begitu memprihatinkan. Dan sungguh, Dokter muda itu begitu cemas melihatnya, jika kondisi Sungmin terus menerus sperti ini, bukan tidak mungkin akan berakibat fatal pada tekanan darahnya.

Ia beralih sigap memanggil salah seorang perawat untuk mendekat. Kedua tangannya begitu terlatih, bergerak sesuai isyarat. Memberi instruksi pada perawat tersebut untuk menyuntikka obat penenang berkadar rendah untuk Sungmin.

"NNHH!...ahh…hhhah….NNNNN~AAAHHH!"

Namun tiba-tiba saja, Sungmin mengerang dan menjerit keras, membuat setiap pasang mata di ruangan itu berejangit terkejut terlebih untuk Kyuhyun. Ia panik bukan main menyadari istri mungilnya…jatuh melunglai dalam dekapannya. Dan tak lama berselang….tangisan bayipun, pecah memenuhi ruangan tersebut.

"M—ming, buka matamu Dear?" Ujar Kyuhyun, seraya mengguncang pelan…tubuh Sungmin. Tapi nihil…tak ada respon apapun dari namja mungil itu, Ia tetap…melemas dengan mata tertutup erat. Bahkan rintihan yang sebelumnya mengalun dari bibirnya, kini sama sekali tak terdengar.

'Piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip~

Kyuhyun makin membelalak nanar, kala mendengar suara digital itu….firasatnya kian memburuk. Dan sungguh, Ia tak berharap sesuatu yang buruk menimpa Sungmin.

"U—Uissangnim…..jantungnya—

"APA YANG TERJADI?! BUAT SUNGMINKU MEMBUKA MATANYA! CEPAT!" Geram Kyuhyun seketika, membuat perawat yang tengah mengamati pendeteksi jantung Sungmin terlonjak dan menjatuhkan beberapa peralatan medis di tangannya.

"T—tapi Tuan, Istri anda—

"TUTUP MULUTMU BRENGSEK! BENDA ITU TAK BERARTI APAPUN! SEKALI LAGI KAU BICARA OMONG KOSONG! KU BUNUH KAU!" Kyuhyun makin tersulut geram dan begitu kalap, meski perawat itu tak mengusaikan kalimatnya, tapi Ia sepenuhnya tau kemana arah tutur kata tersebut…persetan dengan semua itu, ia tak kan meyakininya sedikitpun. Sungmin masih bersamanya! Selamnya akan tetap di sisinya.

Begitu salah seorang perawatnya….mendekap bayi merah itu. Yunho bangkit, dan memberi arahan pada Kyuhyun untuk membaringkan Sungmin di ranjangnya.

"Siapkan Defribilator" Titah Yunho, pada salah seorang perawat lainnya. Sesaat kemudian Ia menyibak baju operasi Sungmin dan mengoleskan gel bening di dada namja cantik itu. Sebelum akhirnya, mengambil alat pengejut dari tangan asistennya.

"200 joule, all clear?" Yunho memberi aba-aba.

"Clear!" Jawab para perawat serentak, pertanda tak ada seorangpun yang menyentuh Sungmin. Kedua bilah alat pengejut itu pun ditempelkan di dada Sungmin. Sontak saja tubuh mungil itu terlonjak dari ranjangnya, Sungmin kejang sejenak lalu kembali lunglai.

Kyuhyun panik melihatnya, ini bukanlah yang di harapkannya…berulang kali Ia bergerak kalut seraya mengacak kasar surai coklatnya. Demi apapun itu Kyuhyun benar-benar merasa tertikam melihat Sungmin masih saja diam bergeming. Bahkan…terlihat jelas, rembasan bening di sudut matanya…tak kuasa membayangkan hal buruk itu terjadi pada namja cantiknya.

Tidak! Ia sama sekali tak ingin kehilangan Sungmin! Hanya Sungmin satu-satunya miliknya yang berharga. Dan Sungguh! Ia tak kan mempu berdiri tanpa Sungmin di sisinya.

"Ku mohon Dear….ku mohon." Lirih Kyuhyun, masih terus menatap lekat wajah pasi dii hadapannya. Berharap Tuhan masih bersedia berbaik hati, mengembalikan Sungmin padanya.

"Lakukan apapun! Kembalikan Sungmin!"

"Tenang Tuan,kami akan melakunan yang terbaik untuk sitri anda" Salah seorang berusaha menahan tubuh Kyhyun, ketika namja tampan itu memaksa mendekati Sungmin.

Yunho sempat melirik sesaat, lalu kembali melanjutkan resusitasinya. "360 joule, all clear?"

"Clear!"

Sungmin kembali dikejutkan untuk kedua kalinya. Dan setelahnya, semua diam…menatap ke dalam monitor.

Tapi semua nihil…

Tak ada perubahan apapun, garis lurus itu masih tetap melintang di layar monitor.

Kyuhyun melemas,Ia menghambur cepat dan menangkup pipi Sungmin….untuk pertama kalinya, air matanya jatuh dari kedua obsidian itu. Kyuhyun benar-benar tak sanggup meyakini, semua harapannya pupus begitu cepat.

Tidak! Ini tidak mungkin!

Ia tak mungkin kehilangan Sungmin! Semua omong kosong!

"BRENGSEK! KEMBALIKAN SUNGMIN-KU!" kyuhyun memutar tubuh, lalu menerjang dan mencengkeram kerah Yunho. Berulang kali namja tampan itu mengguncang Yunho…merasa tak terima dengan semua yang terjadi pada Sungmin.

"Kyu…Sungmin telah—

"PERSETAN DENGAN UCAPANMU! SUNGMIN TETAP DI SISIKU! KEMBALIKAN DETAK JANTUNGNYA! DOKTER MACAM APA KAU!"

Yunho hanya diam, membiarkan namja tinggi itu melampiaskan apapun pada dirinya. Semua telah terjadi, mustahil baginya merombak takdir. Dan Kyuhyun harus menerima kenyataan itu ….merelakan Sungmin untuk selama-lamanya.

"SHIT! LAKUKAN SESUATU BRENGSEK!" Geram Kyuhyun lagi semakin menggila, meski demikian itu sama sekali tak menyamarkan kepedihan dari dalam manik obsidiannya. Kyuhyun benar-benar merasa hilang akal dengan semua ini.

"Itu diluar kemampuanku, kau telah kehilangan—

Beeep…..Beep…Beep

Seisi ruangan membulatkan mata tercengang, begitu mendengar suara digital itu, seiring dengannya….garis datar yang melintang di monitor berubah pola, menunjukkan aktivitas jantung Sungmin. Tak ada satupun yang bergerak bahkan membuka suara sedikitpun. Kecuali Kyuhyun. Ia berlari cepat demi mendekap Sungmin dan mengecup tangan lentik itu penuh syukur. Kyuhyun tau….Tuhan begitu berbaik hati, mengembalikan separuh hidupnya padanya kali ini.

"Detak jantungnya kembalki normal…Uissangnim" Seru sorang perawat setelahnya.

Kyuhyun makin mencium lama tangan Sungmin, menghirup dalam-dalam aroma lembut itu dari sela jemari kali ini saja…Ia merasa setakut ini,dan cukup hanya satu kali ini saja, Sungmin meregang nyawa karna buah hatinya. Ia tak akan membiarkan hal mengerikan ini terulang kembali. Tidak untuk rasa sakitnya dan tidak pula untuk kepedihannya nyaris kehilangan namja cantik itu.

"Aku tau, kau satu-satunya takdirku di dunia ini" Lirih Kyuhyun penuh haru. Ia tersenyum bahagia, meski bulir bening itu masih merembas tipis di sudut matanya. Berulang kali, Kyuhyun membelai surai basah namja cantik itu, lalu melumat bibir mungilnya dengan lembut dan penuh hati-hati.

Yunho hanya menghela nafas lega, dan mengulas senyum takjub melihat apa yang terjadi saat ini. Tak dipungkiri lagi, Sungmin memang benar-benar istimewa.

Sesaat kemudian, Yunho mulai menginstruksi perawat untuk menginjeksikan obat ke dalam selang infus. Lalu beralih….menangani, bekas persalinan Sungmin. Menyeka darah…dan menjahit luka yang menganga, dari jalan bayi itu, hingga….semuanya benar-benar di bawah kendalinya saat ini.

.

.

.


Beberapa saat kemudian.

"Kyu.."

Kyuhyun hanya melirik sesaat, saat Yunho menepuk bahunya…lalu kembali mencium lama tangan Sungmin. Membuat namja bermata musang itu, terkekeh melihat betapa besar perasaan Kyuhyun terhadap istrinya bahkan hingga melupakan,Putranya baru saja terlahir.

"Kau tak ingin melihat putramu?" Ujar Yunho, sedikit memancing respon Kyuhyun. benar saja, namja tampan itu tampak menegakkan tubuh dan berhenti menciumi tangan istrinya.

Kyuhyun mengusap kasar wajahnya, merutuk pada dirinya…bagaimana bisa Ia melupakan kehadiran buah hatinya yang telah terlahir, bahkan belum menyentuhnya, lebih-lebih mengetahui jenis kelaminnya.

'putramu'

Tunggu! Yunho baru saja….menyebutnya demikian bukan. Jadi, Ia memiliki seorang putra?

Ah! Demi apapun itu….rasa bahagianya, benar-benar serasa membuncah memenuhi dadanya. Cepat-cepat Ia bangkit berdiri dan menatap Yunho dengan senyum tipis yang terkembang.

"N—namja?" Tanya Kyuhyun, masih berusaha meyakini apa yang baru saja di dengarnya

"Benar Tuan, bayi anda namja"

Kyuhyun semakin berbinar, kala seorang perawat….menyerahkan baby mungil itu ke dalam dekapannya. Apapun itu…hatinya benar-benara terasa berdesir hangat melihat dan menyentuh putra kecilnya seperti ini.

Tawa bahagianya pun mengalun lepas, begitu baby mungilnya tak pernah berhenti menggerak-gerakan bibirnya, dengan jemari mungil menggapai-gapai ke atas seolah ingin meraih dirinya.

"Buka matamu Dear….lihat, baby benar-benar seperti dirimu" Ucap Kyuhyun antusias, seraya menimang Putranya dan menunjukkannya pada Sungmin. Tapi tak ada respon berarti, namja cantik itu masih saja diam terpejam, membuatnya hanya mampu mengulas senyum getir.

Biarlah seperti ini, setidaknya….Sungmin tetap bernafas, dan masih dapat digenggamnya dengan erat.

Kyuhyun beralih, membaringkan baby mungilnya di sisi Sungmin, membiarkan putranya menggeliat kecil mencari-cari kehangatan Ibunya. Ia menyimpul senyum pedih, begitu membayangkan….tawa riang Sungmin saat memeluk putra kecilnya. "Ku mohon…buka matamu, dan tertawalah bersamaku Ming" Ungkapnya parau, Kyuhyun tau…apa yang dilakukannya memanglah percuma.

Ia beralih mendekati wajah Sungmin, dan membelai pelan pipi kanannya. "Berjanjilah….hanya untuk hari ini saja kau tidur seperti ini" Kyuhyun sedikit menunduk dan mengecup berkali-kali bibir pucat di bawahnya.

.

.

.

.


3 Hari kemudian

Kedua obsidian itu makin meredup sayu, kala memandang jauh rintik hujan diluar kamar itu. Setiap gemriciknya terasa begitu mencekiknya, segalanya begitu hening…..sehening relung hatinya saat ini.

3 hari telah berlalu….namun hingga saat ini, rasa sesak itu masih melingkupi dirinya. Apa yang semestinya Ia lakukan dengan semua ini? Rasanya air mata kasat itu tak akan pernah habis mengalir dalam batinnya, melihat Sungmin masih terbaring lemah seperti ini.

Mimpi buruk itu memang telah berlalu, saat di mana detak jantung Sungmin membuat ketakutan dalam dirinya sirna, dan hanya satu-satunya debaran yang paling berharga dalam hidupnya. Meski demikian, masih dapatkah Ia tersenyum? Jika kondisi Sungmin belum juga menunjukkan tanda-tanda akan membuka matanya?

Ia akan semakin rapuh…tanpa mendengar celoteh dan rengekan Sungmin bahkan melihat kedua mata rubah namja cantik itu.

Sesaat,Kyuhyun menarik selimut Sungmi hingga batas lehernya lalu….mencium keningnya lama. "Hari ini bukan salju yang turun…apa kau tak menyukainya?" Bisiknya seraya memaninkan jemari Sungmin dalam genggamannya.

Kyuhyun tersenyum kecut. Menyadari…tak ada respon apapun dari paras pasi itu. Membuatnya kembali memendam dalam-dalam keinginannya untuk bercanda kembali dengan namja cantiknya.

"Yya…irreona…kau malas sekali eum?" Canda Kyuhyun lebih untuk menghibur dirinya. Berulang kali Ia mencubit pelan pipi Sungmin dan berpura-pura terkekeh geli, kala membayangkan wajah Sungmin akan terpout kesal tiap kali Ia melakukan seperti ini.

"Lihat, apa yang telah kau lakukan karna semalas ini. Aku tak bisa melakukan apapun bukan?" Lanjut Kyuhyun ,makin terdengar serak….namun Kyuhyun tetap berusaha membuatnya terdengar seperti sebuah candaan. Berharap Sungmin mendengarnya, meski kedua matanya masih terpejam seperti itu.

"….."

Hening….

Namja tampan itu kembali menelan rasa kecewanya. Sekali lagi, ini bukanlah yang diinginkannya.

"Aku benar-benar tak bisa melakukan apapun tanpa dirimu Ming"

.

.

.

.

CKLEK

Pintu terbuka,dan bersamaan dengan itu seorang dokter dan Yeojja dengan baby mungil dalam dekapannya, melangkah masuk mendekati dirinya.

Tak ada sepatah katapun yang terucap dari dua sosok tersebut.

Yeojja itu….Leetteuk, hanya berdiri di sisi Kyuhyun. Dan tergugu lirih melihat Putranya belum juga terbangun dari tidurnya.

Sesaat Yunho menunduk, lalu kembali melangkah mendekat untuk memantau kondisi namja cantik di hadapannya. Ini semua di luar batas kemampuannya…beberapa hari yang lalu, Ia memang menyatakan Sungmin kembali bernafas. Namun….koma yang di alami namja mungil, sama sekali tak dapat diterkanya. Entah kapan, Sungmin akan terbangun dari tidurnya.

"Kapan Putraku akan membuka matanya Jung Uissangnim?" Ucap Leetteuk setengah terisak, hatinya benar-benar remuk melihat Sungmin serapuh ini. Berulang kali pula Ia merutuk diri, Ibu macam apa dirinya….tak bisa melindungi Putranya dari detik-detik menyakitkan itu.

Yunho menatap Leetteuk dan Kyuhyun bergantian, Yunho tau….dirinya hanya membuat dua sosok itu tenggelam dalam rasa sesaknya karna ketidakpastian yang Ia berikan. Tapi dirinya bisa apa? Mengetahui fakta, Sungmin kembali bernafas saja…sudah menjadi keajaiban luar biasa untuknya. Dan dengan Sungmin yang tak kunjung membuka matanya….membuatnya menghela nafas pasrah. Hanya menunggu Tuhan kembali memberikan keajaibannya.

"Aku belum bisa memastikannya, seharusnya anak ini siuman sejak kemarin. Bersabarlah Nyonya Lee...Sungmin telah banyak melalui masa beratnya. Percayalah….Sungminpun akan mampu melalui masa kritisnya" Tenang Yunho seraya mengulas senyum penuh kharisma.

Leetteuk hanya menunduk dan kembali menyeka rembasan bening di sudut mata indahnya,lagi….Dokter itu kembali memberinya kabar tak menentu. Meski terdengar menenangkan, tapi Leetteuk paham benar ada sebentuk keraguan terbesit dalam tutur kata tersebut.

"Chaggiya….kau mendengar Eomma? Lihat…lihat, Putramu mencarimu…Dia merindukanmu. Bangun nee?" Ucap Leetteuk seraya membawa Baby yang bahkan belum memiliki nama itu lebih dekat dengan Sungmin. Namun semua percuma…kedua kelopak mata itu tetaplah terpejam, memupuskan semua harapannya.

Kyuhyun hanya diam, memandang kosong pada sosok yang begitu dicintainya…namja tampan itu benar-benar tak tau harus melakukan apa untuk meluruhkan segalanya. Hanya Sungmin yang selalu menguatkannya selama ini. Semua akan terasa sulit….tanpa Sungmin di sisinya. Berulang kali Ia bertanya dan merutuk dalam hatinya…apakah dirinya yang membuat petaka ini menimpa Sungmin?

Sungguh demi apapun itu, Kyuhyun hanya mengharapkan kebahagiaan namja cantik itu. Merelakan setiap waktu dan kesabarannya hanya untuk melindungi dan mencintainya seutuhnya. Namun yang terjadi saat ini, seolah bertolak dengan apa yang telah dicurahkannya. Ataukah….memang, Ia tak bisa membahagiakan Sungmin dan memberinya kehidupan yang semestinya?

"Mianhae…" Lirih Kyuhyun, membuat Yeojja yang sedari tadi terisak itu mendadak menyeka cepat linangan air matanya.

Leetteuk begitu mencelos getir, melihat menantunya tampak terpuruk tanpa pertahanan seperti itu, semenjak 4 hari yang lalu Ia berlaku goyah seperti ini, bahkan hingga lupa mengurus diri.

Ia beralih mendekati Kyuhyun dan menepuk pelan bahunya. "Kyu….makanlah terlebih dahulu, biar Eomma yang menjaganya." Ucapnya sambil berusaha mengulas senyum.

Kyuhyun hanya menatapnya sesaat, lalu kembali memainkan jemari Putranya yang masih menggeliat di dada Sungmin. "Gwaenchana" gumamnya kemudian.

Leetteuk makin tersanjung, meski sebenarnya perasaan sesak itu lebih besar memenuhi dadanya, kala melihat Kyuhyun begitu menjaga penuh tanggung jawabnya. Ia kembali memegang pundak Kyuhyun dan membuatnya berpaling padanya.

"Cintamu yang akan membuatya kembali, percayalah semua akan baik-baik saja. Minnie akan segera membuka matanya Kyunnie" Ucapnya berusaha menegarkan Kyuhyun. Ia yang dewasa di sini, sudah semestinya dirinya tak turut larut dalam kepedihan itu, Kyuhyun dan Sungmin membutuhkannya untuk di sini.

Namja tampan itu masih terdiam, andai semua kalimat Leetteuk memang benar adanya. mungkin hatinya tak akan sesesak ini, untuk menunggu Sungmin terbangun dari komanya.

"Aku sangat merindukanmu"

.

.

.

.


Beberapa hari kemudian

Pagi ini seperti biasanya,namja tampan itu memijakkan kaki tepat di pintu utama kamar bertuliskan nomor 137. Kali ini Ia tak sendiri, sesosok baby mungil…terlelap nyaman dalam dekapannya.

"Kau merindukan Mommy, eum? Cha…kita sudah sampai baby" Gumam Kyuhyun seraya menciumi pipi bulat putra kecilnya. Lalu, menutup daun pintu itu dengan perlahan.

Senyum menawannya terkembang begitu saja, kala memandang sosok baby face di hadapannya. Meski pasi,namun sungguh….paras itu sangatlah mempesona di matanya.

"Ming…tebak siapa yang bersamaku kali ini?" Tanya Kyuhyun, bermonolog seorang diri, berusaha menghibur hatinya yang kosong selama lebih dari 1 minggu ini.

Ia tau, hatinya mungkin berdenyut perih menyadari tak ada kemajuan nyang berarti dari Sungmin. Tapi, satu yang diyakininya…Sungmin akan segera siuman, bukankah hingga detik ini namja cantik itu masih bersamanya? selamanyapun akan seperti itu.

"Cepatlah bangun, apa kau tak ingin memberinya nama hn?" Kyuhyun membelai pipi Sungmin dengan sebelah tangannya, sementara tangan yang lain Ia gunakan untuk membenarkan posisi baby mungil dalam dekapannya.

Sesaat Kyuhyun menatap Sungmin lekat, sebelum akhirnya memberi namja cantik itu kecupan selamat pagi di bibir poutynya.

"Temani Mommy tidur, arrachi?" Ujar Kyuhyun seraya membaringkan tubuh baby mungilnya di sisi tubuh Sungmin.

Seketika itu pula hatinya berdesir hangat, memandang dua sosok dengan wajah persis terbaring damai di atas ranjangnya. "Kau memang sepertinya" Bisik Kyuhyun sembari mengelus bibir baby yang terlelap itu denganjari telunjuknya.

Kyuhyun beralih bangkit, dan berjalan menuju ke arah seberangnya. Sekedar membuka tirai dan jendela kamar itu, sepertinya hari ini…mentari bersinar cukup cerah.

'BRAK'

Kyuhyun sedikit menyipitkan mata, begitu jendela terbuka dan semilir angin pagi menerpa wajahnya. Terasa dingin namun juga hangat dalam waktu yang bersamaan karna bias mentari yang menyertainya.

"Kau harus melihatnya Ming" Gumam Kyuhyun sembari memejamkan mata, demi menikmati tiap hembusan lembut di sekitarnya. Entahlah…sepoi angin itu seolah membuatnya melihat Sungmin dan putra kecilnya tertawa riang di hadapannya.

"Ngh~"

Kyuhyun membuka kedua matanya, begitu mendengar igauan lirih di belakangnya, cepat-cepat Ia memutar tubuh namun seketika itu pula, jantungnya serasa berhenti berdetak.

"M-ming!...SUNGMIN!"

.

.

.

.

tbc

.

.

Annyeooong Aws kembali ...iya g lama lagi tamat kok.

mian untuk chap yang kemarin, bikin kecewa...jjeongmal mianhaeyo, author hanya ingin membuat reader senang...g mnuntut balas apapun.

sy smpt down krn chap kmrn dan sebnrnya trauma melanjutkan ff ini, tp karna chingu reader yang selalu menyemangati, membuat author kembali membawa ff ini...dan bentar lagi memang akan

Near Dark + Breakable Heartnya bentar lagi yaaa ^^

dan Untuk:

Cho Na Na , Minge-ni, myFridayyy, Mybluepearl, Ria , Ahn Ji Hyun , Princess JOYELF137 , dessykyumin, egidhiaa, zebri joy , mingie13, zefanyadw , asdfghjkyu , Sparkyu , kyumin joyer ChoLee c, RyanryanforeverYaoi , Ega EXOkpopers , anita ariestamaru, Gyumina, bunnylee137, kyumin pu , kimteechul, kyuboss ,bunnylee137, ,chaerashin, Harusuki Ginichi - 137411, myangelicKYUMIN , hyakyuming , vey900128, marwahelf, fieeloving13, chindrella cindy , cho kyuminiie , Indah Mirahati137, reaRelf , sary nayolla , Byunchannie26, Baby's Kyumin , KYUMINTS , fenigista99 , Hanna Kyumin , henlicopter , RithaGaemGyu137 , stawberry rae , bebek, gyumin4ever , Ristinok137 , minnie kyumin , Cho Minhyun 137 , Prisna Sparkyu, wulandari. pple , lee minji elf , Yuuhee, teukiangle, hwangpark106 , lee sunri hyun , bunnylee137, Phia89, Kang Dong Jae , dhian930715ELF, anieJOYer, pumpkinsparkyumin ,may moon 581, Sparkyuminmin , minniekyu, danactebh, ShinJiWoo920202, KyuMin1307, Ncie gyuminglove, bunnyblack FLK 136, Kim Yong Neul ,chominhyun , joy , rheeming , Queenshi137 , cloudsKMS , L137A , abilhikmah , Voice 13Star , Mingriew-chan , Adekyumin joyer ,ceicoung , KyuMin ELF, sissy, ajeng kumala, asdfghjkyu, ChoKyunnie , kyuPuchan15 , GaemGyu137 , Zefanya Amelia , Arikashi, mingstares , Ncie gyuminglove, Keyla6384 , imKM1004 , dirakyu, Zen Liu , sjkms137, WineShipper , letstalkyu, emi mardi , , imAlfera, ammyikmubmik , evilminnie14 , bunnylee137 , cintakyumin137 , kyuminsaranghae , bunnylee137 , nana137 , sandrimayy88 , wullancholee , Cho Adah Joyers , 137 , nanaelf57 , rizkyamel63 , I a and JOYer, babychoi137 , BabyBuby , Okalee , Cywelf , Shin neul ra, .7 ,cho hyo woon, reiasia95 , Rheacho,Sitapumpkinelf, airi tokieda, Bunbunchan ,snow drop 1272 , , dJOYers, liu13769 , JoyELF , Yefah , nova137, ona lee umin , sha nakanishi, arvita kim, kyukyu , sry , Rahma Lau137, ChanMoody , LittleMing137 , dokbealamo, astia morichan , efi sepriyanti , mynamedhiendha,
dan Para Guest

Gomaaaawooo sudah mereview di chap 13 kemarin.

untk chap ini jngn lupa Review nee...kalau pengen ini cpt tamat dan Near Dark + Breakable Heart cepat di publish

Annyyeeoooong...

Kamshaaaaeee

Saranghaaaeeee