Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun
Other Cast :Yewook,Yong Guk, Himchan, Zelo (BAP), Leetuk
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...
.
.
.
Previous Chapter
"Ngh~"
Kyuhyun membuka kedua matanya, begitu mendengar igauan lirih di belakangnya, cepat-cepat Ia memutar tubuh namun seketika itu pula, jantungnya serasa berhenti berdetak.
"M-ming!...SUNGMIN!"
.
.
.
Chapter 15
A Winter Story
.
.
.
Tangannya begitu gemetar menangkup wajah pasi itu, merasa tak sabar dan kalut dalam waktu yang bersamaan. Entahlah...igauan dan pergerakan jemari lentik Sungmin, mungkinkah suatu yang baik atau justru sebaliknya. Sungguh...Kyuhyun benar-benar tak sabar, ingin melihat binar indah dari kedua manik foxy itu.
"Ku mohon...buka matamu Ming" Kyuhyun beralih meraih tangan Sungmin dan digenggamnya seerat mungkin. Tapi layaknya manekin porselen...Sungmin hanya diam dengan wajah pasinya. Kemana perginya gumaman samar itu? Mungkinkah apa yang didengar dan dilihatnya beberapa saat lalu hanyalah sebuah ilusi.
"MING!" Seru Kyuhyun lagi, membuat seorang suster menghambur cepat ke dalam ruangan VVIP tersebut.
"T-tuan Cho—
"Sungmin sadar! Aku yakin Dia sadar!" Sergah Kyuhyun kalap, seraya menggenggam lebih erat tangan dingin itu.
Sejenak...suster itu terlihat tertegun, merasa sanksi dengan apa yang diucapkan Kyuhyun detik ini. Hingga gertakkan keras Kyuhyun menyentak sadarnya, dan membuatnya berlari tergesa...melakukan apa yang harus dilakukannya.
"Bicaralah...aku tau kau mendengarnya Dear" Racau Kyuhyun lagi, masih dengan meremas kuat-kuat jemari Sungmin, berharap merasakan sedikit respon darinya.
Dan tiba-tiba saja seorang Dokter muda memasuki ruangan tersebut lalu memeriksa kondisi Sungmin, memastikan apa yang diyakini Kyuhyun memang benar adanya. Namun sesaat menunggu, Dokter itu tampak menghela nafas dan memandang Kyuhyun dengan tatapan redupnya.
"Sungmin siuman, apa yang kukatakan benar bukan?" Tanya Kyuhyun menggebu-gebu, berharap keyakinannya bukanlah harapan kosong semata.
Tapi harapannya seolah pupus begitu saja kala melihat Yunho hanya menghela nafas dan menggeleng dengan berat hati. Tak terpungkiri lagi, sesuatu dalam dadanya kembali retak menyadari semua kenyataan yang kembali tercecap pahit. Meski mengelak dirinya tengah berhalusinasi...tapi itu tak kan menepis apapun. Sungmin tetap terbaring lemah di hadapannya, membuatnya makin ciut dan tersudut dengan harapan semu itu...entahlah, hingga kapan Ia meregang batin seperti ini.
"Aku mengerti perasaanmu, bersabarlah..." Ujar Yunho pelan, berusaha semampu mungkin menjaga hati Kyuhyun.
.".."
Kyuhyun sama sekali tak bersua apapun, tetap terdiam dengan tangan yang tak pernah berhenti memainkan jemari lentik dalam genggamannya itu...masih menunggu Sungmin balas memberinya respon.
"Kuatkan dirimu" Yunho kembali berujar pelan.
Dan Kyuhyun masih terpaku pada sosok mungil di hadapannya, bahkan hingga Dokter muda itu menepuk bahunya dan melangkah keluar dari ruangan itu, Kyuhyun tetap bergeming dalam posisinya.
Kyuhyun menundukkan kepala, menumpukan segala kelemahannya pada sosok ringkih yang terbaring di hadapannya.
"Ming" Panggilnya pelan, sembari memejamkan kedua matanya, meresapi semilir dingin yang perlahan menyeka wajahnya. Salju memang tak turun hari ini, tapi entahlah segalanya terasa hampa dan dingin. Bahkan bias mentaripun rasanya turut membeku tanpa Sungmin di sisinya untuk memberinya pelukan dan senyuman hangat itu. Ya...segalanya begitu rapuh untuknya.
Kyuhyun tau, perasaan rindu itu kian meradang tiap detiknya. Hingga hanya dengan memejamkan mata pun, bayangan Sungmin begitu mudahnya memenuhi benaknya. Bahkan walau menghitung dengan kedua tanganpun tak akan cukup memunculkan tentang namja cantiknya...ya, hanya Lee Sungmin miliknya.
"Gwaenchana...aku bisa menahannya, aku akan terus menunggumu" Kyuhyun tersenyum getir, kala memainkan jemari lentik itu. sesekali pula Ia melirik baby chubby di sisi Sungmin, lalu terkekeh pelan begitu baby mungil itu semakin menggeliat mencari kehangatan tubuh Ibunya.
"Kau harus melihatnya...Dia menginginkan sentuhanmu Dear"
"..."
Hening
Membuat Kyuhyun memalingkan wajah cepat ke arah jendela, berusaha menepis perasaan sesak itu dengan bias mentari di luar sana.
"Mianhae...Aku tak bisa mengatakan sebuah lelucon untukmu" Kyuhyun mulai memandangi langit. Seolah benar-benar terpesona melihat langit yang berbeda di hari ini, meski nyatanya tatapan nanar itu tetap tak tersamarkan dari kedua obsidiannya.
"Mengapa kau membiarkanku sendiri seperti ini. Aku pikir aku gila karena merindukanmu" Lanjutnya lagi, sembari membelai pipi Sungmin dengan perlahan
"Bisakah kau menghentikanku mengucapkan kata-kata bodoh ini?" Namja tampan itu mulai mengusap wajah lelahnya, merasa lekang dengan kesendiriannya saat ini.
Hingga tiba-tiba saja hembusan angin sepoi kian menyibak tirai dan meruam dingin dalam ruangan tersebut.
Berasamaan dengan itu pula, apa yang menjadi sisi lemahnya tertepis sudah...kala kelopak mata indah itu terbuka secara perlahan.
"Hhh..." Desah Sungmin lirih.
Sontak saja Kyuhyun memalingkan wajah cepat ke arahnya, memastikan apa yang di dengarnya benar-benar bukan sekedar ilusi.
Kyuhyun begitu berdebar, dengan apa yang dilihatnya saat ini. Kedua obsidiannya pun makin menatap tak tentu...bahkan nyaris terlihat rembasan tipis dipelupuk matanya, kala menangkup pipi sosok mungil itu.
"..."
Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya, segalanya terasa kelu dan membuatnya tergagap dalam waktu singkat. Kyuhyun hanya menatap lekat-lekat wajah pasi itu dan menyentuhnya dengan gemetar, seolah ingin menyentak Sungmin agar tetap terjaga, namun juga ingin merengkuh sosok ringkih itu dengan perlindungan penuh.
Oh sungguh! Kyuhyun benar-benar tak berharap dirinya tengah menggila karna perasaan rindunya, jikapun Ia tengah bermimpi ...biarlah tetap seperti ini, asal rasa pedih yang kian menyeruak tiap harinya tertepis dengan binar kedua manic foxy itu.
Begitu indah...begitu mempesona, dan Ia tak akan terbangun sebelum Sungmin benar-benar menyentak kesadarannya.
"K-kyu~"
DEG
Kyuhyun terperanjat hebat begitu tangan dingin itu menyentuh tangannya.
Mengapa mimpi ini terasa semakin indah...ia benar-benar tak ingin terbangun. Tetap berharap Sungmin menatap dan menyentuhnya seperti ini. Hingga tanpa si sadarinya, satu bulir air mata lolos dari mata tegasnya. Tak satupun tau, Ia tersiksa dengan semua ini, bertahan dengan ketakutannya saat detik-detik Sungmin nyaris meregang nyawa dan menantinya terbangun dengan harapan semu itu.
Ya...tak satupun tau, hatinya kini mati rasa dengan perasaan rindu itu.
"Gwaenchana...ini mimpi terindah yang kau—
"Kyuh"
Kyuhyun masih mengerjap tak percaya, meski Sungmin telah memanggil dirinya untuk kedua kalinya. Bahkan hingga Sungmin berusaha sekuat tenaga meraih wajahnya, Ia tetap bergeming dengan tatapan kosongnya.
"Kyu—hyunh" Ucap Sungmin lagi, tak kuat menyentuh wajah Kyuhyun dan hanya berakhir menggenggam kedua tangan namja tampan itu yang masih menangkup pipinya.
Namun apa yang dilakukannya, sontak membuat Kyuhyun tersentak sadar...dan makin merunduk mendekatinya.
"D-Dear?" Panggil Kyuhyun memastikan.
Sungmin kembali menggerakan kelopak matanya secara perlahan, lalu tersenyum tipis berusaha memegang penuh atas kesadarannya.
Tak terpungkiri lagi, Kyuhyun makin menggila akan rasa senang itu, tidakkah Tuhan benar-benar berbaik hati padanya kali ini...dan Ia tak tau harus dengan apa mengulas semua perasaan syukur itu.
" Kau kembali..." Kedua tangannya kembali menangkup pipi Sungmin, membelainya sesaat sebelum akhirnya semakin mengikis jarak dengan wajah pasi itu. "Kau kembali padaku Ming...terima kasih" Lanjutnya lagi seraya mengecupi seluruh wajah Sungmin hingga Ia benar-benar terpuaskan untuk penantiannya selama ini.
"K-kyu.." Panggil Sungmin lemas, pasrah Kyuhyun mengecupi setiap jengkal garis leher dan dadanya. Ah! Apa yang terjadi pada suaminya hari ini? Bukankah Ia hanya tidur sehari...tapi bagaimana mungkin namja itu bisa berlebihan seperti lama tak bertemu saja. Tak taukah Kyuhyun? Kepalanya benar-benar serasa hampir pecah saat ini. Pikir Sungmin
Kyuhyun menegakkan kepala begitu mendengar panggilan lirih tersebut, dan menatap wajah baby face itu lekat-lekat. Terlalu antusias menunggu Sungmin kembali berbicara padanya. Bahkan Namja tampan itu beralih menambah satu bantal lagi untuk menyangga tubuh Sungmin, hingga di rasa ...istri mungilnya itu benar-benar bersandar nyaman saat berbicara dengannya
"Ya? Apa kau merasa tak nyaman? Atau adakah sesuatu yang kau inginkan?" Tanyanya antusias seraya menggenggam jemari lentik Sungmin, berusaha mengalirkan perasaan hangat yang berdesir dalam dirinya.
Sungmin menggeleng pelan, dan hanya menggerakkan tangan kanannya untuk membelai pipi Kyuhyun. Membuat namja tampan itu cepat-cepat meraihnya dan makin menekannya untuk lebih menyentuh wajahnya. Bahkan tak henti-hentinya pula Kyuhyun menghirup jemari mungil itu dengan mata terpejam. "Aku sangat merindukanmu" Bisiknya masih terus menciumi jemari Sungmin.
Seharusnya Ia lekas menghubungi Yunho, dengan tersadarnya Sungmin saat ini. Namun rasa senangnya memaksanya untuk menguasai detik berharga ini seorang diri. Ya..biarlah seperti ini. Ia hanya ingin berdua saja dengan namja cantiknya tanpa seorang pun yang mengusik atau bahkan mencuri kebersamaan keduanya.
Namja cantik itu tetap bergeming, menatap Kyuhyun dalam diam tanpa sekecap katapun. Ia masih belum mencerna apapun sejak membuka mata dan melihat Kyuhyun begitu antusias memperlakukannya seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi?
apa Ia terlelap terlalu lama? Hingga membuat Kyuhyun begitu kacau seperti ini? Tak hanya ucapan dan bahasa tubuhnya yang berubah. Bahkan penampilannya pun sedikit banyak telah bertolak jauh dari pribadi Kyuhyun yang sebenarnya.
Oh lihat itu...rambut yang memanjang dan terlihat acak-acakkan. Begitu jelas...Kyuhyun tak merawat dirinya sendiri. Kemana perginya kharisma yang selalu lekat dalam diri Presdir Cho yang sempurna itu?
"Brandal" Lirih Sungmin saat menyentuh surai coklat itu, membuat Kyuhyun mengernyit terkejut...tapi setelahnya terkekeh pelan begitu melihat senyum manis namja cantiknya. Ah! Betapa besar angannya untuk melumat belahan tipis itu.
"Hn...kau tau, aku bukan apa-apa tanpa dirimu" Ujar Kyuhyun seraya menatap dalam-dalam kedua manik foxy itu.
Apa ini? Sesuatu yang perih terasa menyusup ke dalam hatinya kala melihat Kyuhyun seperti ini. Bahkan sesuatu yang mustahil, benar-benar Ia lihat dari raut Kyuhyun. Kedua mata yang memerah itu seolah melugaskan perasaan Kyuhyun sebenarnya. Sesakit itukah?
"Mian-hae" Sungmin tersenyum getir sembari mengusap wajah lelah Kyuhyun. Ingin rasanya bangkit dan memeluk tubuh kokoh Kyuhyun, tapi rasanya terlalu mustahil dengan tubuh seringkih itu.
"Jangan melakukan apapun...berbaringlah, aku selalu menjagamu di sini"
Terlalu menggetarkan, apapun yang terucap dari namja tampan itu benar-benar membuatnya merasa lebih baik. Sungmin menganngguk pelan, dan memandang Kyuhyun penuh antusias... walau diam, tapi Ia mendengarkan dengan seksama setiap kata yang terucap dari bibir merah itu, bahkan kerap kali Ia menyimpul senyum saat Kyuhyun mengatakan gurauan untuknya. Ya...Namja tampan itu,tak pernah berhenti mengajaknya bicara, menggenggamnya hangat bahkan mencium tangannya berkali-kali. Meski nyatanya Ia tak mampu membalas lebih selain anggukan kepala dan senyuman tipisnya. Tapi setidaknya...Kyuhyun memahami kondisinya saat ini.
.
.
.
Hingga tiba-tiba saja Sungmin tersentak begitu menyadari sesuatu terasa hilang dari dirinya, Perutnya tak lagi membuncit...Ia benar-benar terbaring dengan perut datarnya.
"B-baby" Panik Sungmin, berniat ingin bangkit namun dengan cepat Kyuhyun menahannya dan membuatnya kembali berbaring di ranjangnya.
"A-apa yang terjadi? Di mana Dia?" Sungmin makin panik kala Kyuhyun menahannya seperti ini, dan hanya membelai kepalanya berulang-ulang...seolah tengah menyiratkannya untuk tetap tenang. Masih lekat dalam benaknya, bagaimana Ia menjerit dan menangis kesakitan saat semua darah terasa merembas hebat dari dalam tubuhnya. Mungkinkah detik itu pula...Ia kehilangan bayinya?
Tidak!
Sungmin tak akan pernah bisa menerimanya. Ia tak mungkin kehilangan buah cintanya bersama Kyuhyun. Dengan kalut...Sungmin kembali berontak untuk bangkit, namun lagi-lagi Kyuhyun menahannya...dan Ia tak mampu mengelak dengan kondisi selemah itu.
"Sssh... tenanglah" Bisik Kyuhyun sembari mengulas senyum terkembangnya. "Kau tak mengingatnya?" Ucapnya lagi, begitu melihat bulir bening itu nyaris merembas dari pelupuknya.
Sungmin menggigit bibir bawahnya... benar-benar tak ingat apapun pasca mengejan hebat itu. Tapi melihat senyum cerah suaminya, sepertinya tak menyiratkan sesuatu yang buruk untuk didengarnya
Namja cantik itu hanya mengerjap dan menggelengkan kepala dengan pelan, membuat sesuatu dalam dirinya kian berdesir hebat melihat ekspresi tu. Tetap sama...hingga detik ini pun, Sungmin tetap menawan hatinya dengan paras indah itu. betapa Ia menggilai apapun yang ada pada diri Sungmin.
Sesaat namja tampan itu meraih tangan kanan Sungmin dan menciumnya lama. "Pejamkan matamu" Ujarnya kemudian.
Ia kembali tertawa pelan melihat istri mungilnya itu begitu patuh menutup rapat kedua matanya, bahkan terlihat begitu gelisah dengan bibir yang selalu digigit kuat.
Perlahan dan penuh hati-hati Ia kembali membaringkan tubuh Sungmin di ranjangnya, membuat namja cantik itu makin mengulas raut resah karenannya.
Namun tanpa Sungmin sadari, tangannya tergerak menggelitik Putra kecilnya hingga baby mungil itu menggeliat kecil karna terusik.
"K-kyu...di mana—
"Dengarkan baik-baik" Sergah Kyuhyun cepat.
Sungmin tak ingin mengelak, tubuhnya benar-benar terasa lemas dan Ia hanya diam mematuhi apapun yang diinginkan suami tampannya itu. Hingga tiba-tiba saja terdengar isakan bayi...dan lambat laun isakan itu pecah menjadi tangisan memekakkan.
"Kyu!" Sontak Sungmin membuka cepat kedua matanya, dan memalingkan kepala kacau...mencari sumber tangisan itu.
"Yeogi (Di sini) " Ucap Kyuhyun pelan, seraya menimang putra kecilnya dan membuatnya benar-benar berada dalam rengkuhan Sungmin dengan aman.
Sungmin menatap baby mungil itu begitu lekat bahkan bibirnya pun tampak bergetar kala menyentuh jemari kecilnya. Hingga tanpa sadar...air matapun lolos cepat dari manic foxynya.
Demi apapun itu...Sungmin benar-benar tak menyesalkan apapun. Semua rasa sakit atau bahkan masa-masa kelam yang mungkin dilaluinya, benar-benar tertebus dengan merengkuh mutiara kecilnya saat ini.
"Yeppeo~da" Lirih Sungmin masih dengan memainkan jemari mungil itu.
Kyuhyun mengulas senyum hangat melihatnya, dan beralih memposisikan posisi namja cantik itu hingga benar-benar bersandar di dadanya dengan nyaman. "Hn...seperti dirimu"
"A-apa kau telah memberi nama untuknya?" Sungmin beralih menatap Kyuhyun, seketika itu pula Presdir muda itu beralih mengecup lembut keningnya.
"Ajik (Belum)" Singkat Kyuhyun setelahnya.
Sungmin mengernyit dan mendelik kesal mendengarnya. Bagaimana mungkin Kyuhyun terlihat tenang dan terkesan mengabaikan hal seperti ini. Oh sungguh! Nama untuk Putra pertama tentunya sangat penting bukan?
Mengerti akan perubahan raut itu, membuat Kyuhyun meraih menggenggam tangan Sungmin dan menatapnya begitu teduh.
"Yya...aku memiliki alasan tersendiri" Ujar Kyuhyun cepat, sebelum istri mungilnya itu menuntut jawaban emosi.
"Tentunya...aku menunggumu untuk hal ini" Lanjut Kyuhyun lagi.
Sungmin tertegun, dan makin mencelos melihat senyuman getir itu. "J-jeongmalyo?" Lirihnya. Tanpa bertanya pun...Ia tau alasan yang tersirat dari tatapan kedua manic obsidian itu. Bahkan Iapun tau, Kyuhyun tengah berpura-pura menegarkan dirinya saat ini. sebelah tangannya tampak tergerak perlahan membelai wajah Kyuhyun, seolah benar-benar meresapi perasaan rindu namja tampan itu.
"G-geurrae...akan lebih mengesankan...j-jika Ayahnya yang mem-beri na—ma untuknya" Ujar Sungmin terbata.
Namja tampan itu kembali mengulas senyum dan balas menatap Sungmin lebih intens. "Benarkah?" Tanyanya kemudian.
Sungmin mengangguk menyetujuinya, lebih dari apapun itu...saat-saat seperti ini benar-benar hal yang begitu didambanya. Begitu hangat dan menenangkan ketika menimang Putra kecilnya bersama suami tampannya itu.
Sesaat Kyuhyun menatap Sungmin lalu beralih memandangi baby mungil dalam rengkuhan Sungmin. Dan terkekeh pelan saat memainkan jemari mungilnya.
"Cho Sandeul" Ungkap Kyuhyun tiba-tiba.
"S-sandeul?" Ulang Sungmin sembari mengerjapkan mata.
"Hn...Sandeul...berarti Angin yang berhembus" Kyuhyun semakin menggenggam erat jemari Sungmin dengan kedua tangannya. "Angin itu yang membawa cintaku kembali dan menyentuh sesuatu yang beku di dalam sini hingga terasa hangat " Lanjut Kyuhyun lagi seraya meletakkan tangan Sungmin di dada kirinya. Memastikan namja cantik itu benar-benar merasakan debaran di dalamnya.
Sungmin terperangah dalam rasa tegunnya. Dan tak mampu mengucapkan sepatah katapun selain mengerjapkan mata berulang-ulang. Benarkah ini Kyuhyun? Sejak kapan suaminya memiliki sisi melankolis seperti ini?
Kyuhyun terkekeh pelan memandangnya dan lebih memilih merapikan helaian rambut Sungmin yang menjuntai di pipi halusnya. "Otteyo?" Tanyanya kemudian.
Kyuhyun ingat betul detik-detik Sungmin membuka kedua matanya. Tidakkah Saat itu sepoi angin berbaur dengan bias mentari dan berhembus lembut ke dalam ruangannya? Kyuhyun tak pernah menduga...hembusan hangat itu membawa keajaiban datang padanya.
"Apa kau menyukainya?" Kyuhyun mulai membuka suara.
"N-nde...kau memberinya nama yang indah. Dan a-aku...Sssh...nghh—" Sungmin tiba-tiba memegangi kepalanya dan merintih pening, bahkan bibirnyapun semakin digigit kuat karna tak tahan.
"W-wae? Apa kau merasa pusing?"
Sungmin hanya mengangguk lemah, dan itu cukup membuat Kyuhyun panik mengambil alih baby mungil itu lalu membaringkan Sungmin di ranjangnya dengan gelisah, takut sesuatu yang buruk terjadi pada namja cantiknya. Apa yang sebenarnya terjadi hingga tiba-tiba saja Sungmin mengeluh pening seperti itu.
CKLEK
Namun detik itu pula, seseorang membuka pintu...dan semua buah yang di bawanya terjatuh begitu saja dari tangannya . Nyatakah ini? Ia melihat Sungmin benar-benar membuka kedua matanya. Ah sungguh! Rasa senangnya bukan kepalang lagi.
"N-nae adeul (Putraku)" Seru Leetteuk tergagap, Ia berlari kacau ke dalam dan menangkup pipi Sungmin dengan tawa penuh harunya. Akan tetapi, senyum sumringah itu berangsur lenyap begitu saha saat menyadari sesuatu yang salah dengan diri putranya. Sungmi tak pernah berhanti merintih dan memegangi kepalanya sendiri.
"K-kyu... wae irrae? (Kenapa seperti ini?). Tanya Leetteuk panik, sembari membelai kepala Sungmin.
Namja tampan itu hanya menghela nafas pelan, sejujurnya Ia pun lebih panik melihat Sungmin seperti ini. Bukankah pasca siuman beberapa saat lalu, Sungmin terlihat baik-baik saja...bahkan banyak bicara dan menggerutu padanya.
"Yunho akan segera datang Eommo~nim" Ujarnya setelah menekan tombol emergency di sisinya.
Dan benar saja, tak berselang lama...seorang Dokter muda melangkah masuk ke dalam ruangan VVIP tersebut. Respon yang sama...Yunho terlihat begitu terkejut melihat Sungmin siuman.
"Apa yang terjadi Uisangnim? Mengapa Putraku merasa pusing? Ku mohon...lakukan sesuatu. Putraku baru terbangun...aku tak ingin terjadi yang buruk. Ku mohon Uissangnim." Belum sampai Dokter muda itu mencapai ranjang Sungmin, Leteuk lebih dulu menghambur padanya dan meracau begitu panik.
"Gwaenchana...hal ini biasa terjadi pada seseorang yang terbangun dari comanya...seharusnya anda memanggil Dokter sesaat setelah Sungmin siuman" Ujar Yunho saat memeriksa dengan seksama kondisi Sungmin. Sesaat kemudian Ia beralih menatap Leeteuk dan Kyuhyun bergantian. "Terlebih Sungmin pun memiliki anemia, tapi tak perlu mencemaskannya...kondisinya akan segera stabil setelah ini." Lanjutnya lagi seraya mengintruksi suster di sisinya untuk menyuntikkan cairan khusus ke dalam tabung infus Sungmin.
"Ah Ye...algeseumnida(Saya mengerti)" Leeteuk tersenyum penuh syukur, dan kembali membelai kepala Sungmin berulang-ulang.
Yunho menatap lekat keduanya, dan berdecak kagum dengan apa yang dilihatnya saat ini. Sungguh Ia tak pernah munduga, Kajaiban itu akan benar-benar datang. Mengingat hasli rekap medis Sungmin dan juga prediksinya, memperkirakan sedikit kemungkinan namja mungil itu akan terbangun dari comanya.
Yunho beralih mendekati sosok tinggi yang masih menimang putra pertamanya. "Aku turut bahagia melihat Sungmin kembali padamu...meskipun terlambat tapi selamat telah menjadi seorang Ayah ...Tuan Cho. Jaga mereka sepenuhnya" Ucapnya sembari menepuk pelan bahu Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, dan berdehem seadanya...sebagai tanda terima kasihnya. Merasa tak perlu berlebih mengulas perasaan bahagianya saat ini.
"Ah...tentu saja menantuku akan menjaga Sungmin dan cucuku dengan sangat baik Uissangnim...jjeongmal kamshahamnida" sahut Leeteuk penuh antusias.
Dokter muda itu tertawa pelan mendengarnya, apapun itu Ia benar-benar turut menikmati kehangatan di pagi ini.
"Geurom" Yunho beralih membungkukkan badan lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut, diikuti beberapa seorang suster di belakangnya.
.
.
"Cha...kembalilah beristirahat Chaggiya" Ucap Leeteuk riang, sembari merapikan selimut Sungmin. Dan hanya ditanggapi anggukan lemah namja mungil itu.
.
.
.
Dua hari Kemudian...
"Yya...jangan terlalu banyak bergerak seperti itu" Kyuhyun berjalan tergesa menghampiri namja yang begitu kekeuh bangkit dari ranjangnya itu.
Sungmin berdengus kesal dan tetap memaksa bangkit untuk duduk, meski sebenarnya dengan bantuan Kyuhyun.
"Tubuhmu masih terlalu lemah, jadi—
"Ani...lihat, aku baik-baik saja" Sergah Sungmi seraya menepuk keras dadanya.
Kyuhyun hanya menghela nafas dan tersenyum melihatnya, Sungmin tetaplah namjanya yang dulu...begitu keras kepala tak peduli dalam kondisi apapun.
"Kyu" Panggil Sungmin tiba-tiba.
"Hn.."
"Aku ingin melihatnya" Bisik Sungmin hati-hati. Takut kalau-kalau Yeojja yang masih terlelap di sofa itu terbangun. Dan melarangnya menimang Putra kecilnya seperti beberapa saat lalu, hanya karna alasan tak menginginkannya kelelahan. Alasan macam apa itu? Gerutu Sungmin dalam hati
Sesaat Kyuhyun tampak menatapnya lekat, tapi kemudian beralih meraih hidangan yang dipersiapkan di meja nakas.
"Geurrae...makanlah terlebih dulu" Ucap Kyuhyun sembari, mengambil satu suapan untuk Sungmin.
"Tck! Shirreoyo...aku ingin melihatnya"
"Kau belum makan apapun semenjak kemarin, tubuhmu butuh asupan Ming"
Sungmin kembali berdecak mendengarnya. Tidakkah itu terlalu berlebihan? Hanya sekedar menggendong bayinya...apa butuh energi berlebih?
Tanpa suara Sungmin, menyibak selimut dan memaksa menuruni ranjangnya seorang diri. Namun secepat itu pula Kyuhyun menahannya, dan kembali mendorongnya hingga bersandar di kepala ranjang.
"Makan" Titah Kyuhyun
"..." Sungmin mendelik, dan kembali bersi keras bangkit dari ranjangnya.
"Ming"
"Aishh...aku ingin melihatnya!" Kekeuh Sungmin lagi.
Kyuhyun menghela nafas berat, jika keinginannya sudah besar seperti ini...tentu mustahil baginya menahan namja cantik itu. Dan Ia tak ingin mengekangnya lebih-lebih melukai batinnya, meski sebenarnya apa yang dilakukannya semata untuk kebaikan Sungmin sendiri.
"Baiklah...tapi aku tetap menyuapimu arrasseo?"
Sungmin mengangguk dan tersenyum mendengarnya, hingga tanpa terduga Ia tersentak begitu Kyuhyun mengecup bibirnya dengan tiba-tiba.
'Chup'
"Selama di rumah sakit, jauhkan wajah itu dariku...kau tak tau seberapa besar rinduku untuk memangsamu bukan?" Desis Kyuhyun tepat di telinga Sungmin. Membuat namja cantik itu memalingkan wajah cepat, dan beringsut-ingsut kebawah demi menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.
"Yya...tetaplah berbaring di ranjangmu. Biar aku membawa baby—Aissh! Ming" Belum sempat mengusaikan kalimatnya, Kyuhyun kembali dibuat gusar begitu melihat Sungmin tetap keras kepala menuruni ranjang dan berjalan tertatih ingin mendekati bayinya.
Mau tak mau Ia bergerak cepat meraih tabung infus Sungmin, sebelum namja cantik itu membuat jarum yang menancap di tangannya terlepas.
.
.
"Baby~ya" Pekik Sungmin riang, kala membelai pipi Putranya yang masih terlelap dalam box bayi itu.
"Sssh" Desis Kyuhyun tiba-tiba, seraya mengarahkan satu suapan tepat di depan bibirnya.
"Kyu aku—
"Aaa.." Sela Kyuhyun, sambil memberi isyarat agar Sungmin membuka bibirnya.
Sungmin terlihat ingin mengelak, namun menciut seketika kala melihat tatapan tajam itu. Dengan takut-takut Ia mulai membuka bibir dan melahap suapan itu dengan perlahan.
"Ige mwoya? Rasanya sangat buruk" gerutu Sungmin dengan pipi menggembung.
"Makan saja, setelah keluar dari sini...aku akan membuat makanan yang lezat untukmu" Tenang Kyuhyun sembari mengarahkan suapan berikutnya.
Sungmin hanya berdengus dan mengunyah makanan itu dengan berat hati, bahkan sesekali terlihat tersedak ingin memuntahkannya.
.
.
.
"Aku ingin merengkuhnya...bolehkah?"
"Aniya...kau belum cukup mampu melakukannya" Larang Kyuhyun masih terus menyuapi Sungmin. Ia tau istri mungilnya tentu akan menggerutu kesal bahkan mungkin mengamuk. Tapi tak apa...bagaimanapun itu, Ia tetap pendengar yang baik untuk Sungmin.
"Dia sangat kecil...aku mampu melakukannya" Kekeuh Sungmin seraya mendorong menjauh suapan Kyuhyun.
"Dengarkan kataku Dear"
Sungmin menggeleng, dan tetap bersi kukuh mengulurkan kedua tangannya ingin meraih baby mungil itu. "Cha kemarilah...Mommy di—
HUP
Namun belum sempat Ia meraih baby menggemaskan itu, tubuhnya lebih dahulu terangkat dan terduduk di atas meja tanpa perlawanan.
"Kyu!"
Sontak Sungmin memekik gusar, sembari mengayunkan kaki ingin turun...namun gagal saat kakinya sama sekali tak berhasil memijak lantai...dan makin gagal begitu Kyuhyun mengunci gerakannya dengan membuka kedua kakinya dan membuatnya memeluk perut namja tampan itu.
"Habiskan makanan ini"
"Yya...jangan memperlakukanku seperti ini. Aku bukan anak kecil"
"Jika tidak mau... Jangan membuatku memperlakukanmu seperti anak kecil. Diam dan dengarkan apa kataku" Tegas Kyuhyun penuh penekanan, membuat namja cantik itu menunduk dan meremas-remas ujung piyamanya sendiri karna kesal.
Kyuhyun menghela nafas pelan melihat Sungmin terdiam seperti ini, Ia beralih menyentuh dagu Sungmin...memaksa namja mungil itu agar menatap matanya.
"Aku tak bermaksud melukai hatimu...dan aku tau kau sangat menginginkannya. Tapi mengertilah...semua ini hanya untuk kebaikanmu Ming" Jelas Kyuhyun, semakin menatap teduh kedua manic foxy itu.
Sungmin terlihat meluruh dan mengangguk mengerti. Membuatnya berdecak...dan kembali mengambil suapan untuk namja cantik itu. Kerap kali Ia mengulum senyum di bibir merahnya, kala melihat raut Sungmin. Tidakah ini sama halnya Ia memiliki seorang bayi besar? Sangat sulit diatur bahkan berlaku sesuka hatinya sendiri seperti ini.
.
.
"Mi—num" Gumam Sungmin di tengah-tengah kunyahannya. Membuat Kyuhyun bergerak sigap ingin mengambil segelas air mineral di sisinya, namun dengan cepat Sungmin menahannnya dan menggeleng tak suka.
"Aku ingin sesuatu yang panas" Pinta Sungmin antusias.
"C-coklat panas?" Lanjutnya lagi
"Mwo?" Kyuhyun menatap heran.
"Ssh...udara sangat dingin, aisshh ini benar-benar dingin Kyuuu" Rengek Sungmin seraya memeluk dirinya sendiri. Dan membuatnya seolah benar-benar menggigil kedinginan.
"Jika kedinginan, aku hanya cukup memelukmu seperti ini saja bukan? Minumlah air putih itu lebih-
"Tck! " Sungmin berdecak seraya mendelik Kyuhyun tajam, sontak saja Kyuhyun melepaskan pelukan hangat itu dan makin mengikis jarak dengan wajah baby face itu, berniat ingin menggoda.
"Wae?" Kyuhyun menjitak pelan kening Sungmin. Namun tetap saja namja mungil itu masih menatap tajam padanya.
Hingga tiba-tiba saja, Sungmin beringsut-ingsut semakin kebelakang hingga menjatuhkan beberapa buah segar di meja itu, lalu meringkuk memeluk dirinya sendiri. "Di—ngin" Rintihnya lagi sembari menggigil, dan menatap penuh ratap. Meski nyatanya itu benar-benar terlihat sangat dipaksakan. Dan Kyuhyun tau sandiwara kecil itu.
"Tsk... kau ini benar-benar" Decak Kyuhyun sambil meletakkan mangkuk di tangannya.
"Tunggulah di sini. Jangan melakukan apapun, sebelum aku kembali arrachi?" Pesan Kyuhyun sambil menangkup pipi Sungmin. Dan menggelengkannya ke kanan dan ke kiri.
"Uhm...jangan membelinya di rumah sakit. A-aku tak menyukainya...kau harus membelikanku satu yang sangat lezat"
"Hn...ada lagi yang lain?" Tawar Kyuhyun sembari mengenakan jaket tebalnya
"saranghae~mpftth"
Chup
Kyuhyun mengecup bibir pouty itu, sebelum akhirnya melangkah keluar dari ruangan VVIP tersebut. Membuat Sungmin terkikik senang begitu melihat punggung lebar itu semakin menajuh dari pandangannya.
Ah! Sungguh Sungmin benar-benar tak menduga rencananya akan membuahkan hasil seperti ini. Lihat...Kyuhyun terkecoh hanya dengan alasan minuman itu bukan?
Tanpa hambatan Ia mulai melompat turun, dan berjalan mengendap-endap mendekati box bayinya. Mengantisipasi Leeteuk terbangun karna dirinya.
"Aishh jinjja...ada apa dengan mereka sebenarnya? Sangat berlebihan sekali bukan? Uhum...Mommy tau, kau yang paling mengerti Mommy." Monolog Sungmin sambil mengulurkan tangan ke dalam dan mengangkat tubuh mungil itu dengan perlahan.
"Chaam Kyeoptaaa (Imutnya)" Pekik Sungmin saat menimang baby mungil itu dan di bawanya keluar dari ruangan VVIP itu. Begitu melihat pemandangan yang memikat di luar sana. Sekedar menghirup udara segar dan menikmati bias mentari di bawah pohon sakura itu...tak masalah bukan. Pikir Sungmin
Sungmin semakin melangkah riang tanpa beban, mengambil sebuah jalan alternatif di ujung koridor itu. Tabung infuspun dipegangnya tanpa kesulitan sedikitpun. Meski dirinya kini tengah merengkuh Sandeul dalam gendongannya. Apalah itu...bagi Sungmin, apapun akan terasa mudah bahkan rasa sakit sepertinya tak akan terasa. Jika mendekap Putra kecilnya seperti ini.
"Areummdapda..." Sungmin memekik riuh karna takjub, begitu melihat, taburan bunga sakura dari balik tralis jendela di sisinya. Ia tersenyenyum lebar dan makin antusias menyusuri koridor senyap itu...merasa tak sabaran ingin menuju ke bawah.
Hingga tiba-tiba saja Sungmin mendadak berhenti di tengah-tengah koridor rumah sakit itu. Dan membelalak lebar...saat melihat tangan kirinya.
"Pi! (Darah)" Sungmin stagnan begitu melihat selang infus yang tertancap di tangannya. Satu detik Ia mengerjap, selang infus yang tadinya bening itu kini berangsur-angsur berubah merah pekat. Dua detik Sungmin menggigit bibir karna panik, tiga detik Ia gemetar dan...
"P-PIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!" Jeritannya berubah histeris...begitu menyadari darah itu benar-benar semakin naik ke atas, hingga nyaris memenuhi setengah selang infusnya. Bahkan karna terlalu panik, membuatnya menghentak kaki kacau... tak ayal baby mungil dalam gendongannya terbangun dan menangis sejadi-jadinya.
Koridor rumah sakit yang semestinya senyap dan tenang itupun, kini dipenuhi pekikkan memekakan dari keduanya dan menggema di setiap sudutnya.
.
.
.
Sementara itu di tempat lain.
"Kau akan menyukainya Ming" Gumam Kyuhyun sembari menghirup aroma kakao dalam genggamannya. Sesekali Ia terlihat tersenyum geli kala mengingat tingkah tak biasa namja cantiknya beberapa saat lalu.
'PIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!'
Kyuhyun mengernyit dan menghentikan langkahnya begitu mendengar jeritan yang sama sekali tak asing untuknya. Sesaat Ia menerka-nerka... jeritan itu makin terdengar jelas dan rusuh. Ah! Sial...suara tenor itu benar-benar milik Sungmin. Ulah apa lagi yang diperbuat istri mungilnya itu. Dan Ia benar-benar akan gila jika sesuatu yang buruk terjadi pada namja cantik itu.
'AHH! PIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!'
.
.
"P-pi?" Gumam Kyuhyun panik masih terus berlari kacau mencari sumber suara itu. dan makin kalut bukan kepalang kala jeritan Sungmin dan tangisan bayi makin terdengar memekakkan. Siapa yang melukai keduanya? Hingga Sungmin berteriak 'Darah' seperti itu? Itu yang kini berputar dalam benak Kyuhyun
.
.
.
"E-eotohkkae! AHH! Jangan naik ke atas! Y-yack! Berhenti sampai di situ!" Bentak Sungmin gusar pada darahnya sendiri. Berulang kali pula Ia mengangkat tinggi-tinggi tangan kirinya, meski nyatanya cairan merah dalam selang itu tetap saja merayap semakin ke atas. Dan semakin fatal...dengan Sandeul yang makin terkunci dalam tangisannya.
"M-ming" Kyuhyun menahan nafas kala melihat sosok mungil itu kini berada tak jauh di depannya. Namun rasa panik itu berubah tepukan keras di jidatnya begitu melihat istri mungilnya tampak rusuh dengan tabung infusnya sendiri.
"Tsk...Apa lagi sekarang?" Gumam Kyuhyun sembari melangkah cepat mendekati Sungmin.
.
.
.
"B-berhenti! Atau ku buang kau! Yack—
"Apa yang kau lakukan di sini hm?"
Sungmin bungkam, dan memutar tubuhnya dengan cepat. Detik itu pula kedua manik foxynya makin berkaca-kaca begitu melihat Kyuhyun di hadapannya. Seolah mencari simpati dn perlindungan dari sosok kokoh itu.
"K-kyu~...naik! darah ini tak mau turun, Eottohkkae?" Adu Sungmin kacau seraya menunjukkan selang infus yang telah didominasi warna merah itu.
Kyuhyun mendadak pening mendengarnya. Sesaat Ia memijit pelipisnya lalu menatap Sungmin dengan tatapan tak habis pikirnya.
"Ini yang akan kau dapatkan jika kau keras kepala dan berlaku sesuka hatimu sendiri. Lagipula... bagaimana bisa darahnya turun jika tanganmu lebih tinggi dari tabung infusnya" Tukas Kyuhyun sembari mengambil alih tabung infus di tangan Sungmin dan memegangnya sebagaimana mestinya.
Sungmin hanya menunduk mendengarnya dan makin membisu begitu Kyuhyun mengambil Sandeul dari rengkuhannya, menggeggam tangannya lalu menariknya kembali menuju ruang inapnya.
.
.
.
Beberapa Saat Kemudian
"Aku tak mau melihatnya! Ah Kyu! Lihat itu semakin naik...bagaimana jika seluruh darahku masuk ke tabung itu? aku tak ingin—
"Sssssh..." Desis Kyuhyun, seraya menutup cepat bibir Sungmin dengan ibu jarinya. "Bisakah kau tenang sesaat saja?" Ucapnya lagi, sembari kembali memposisikan tabung infus Sungmin hingga terpasang dengan benar.
Begitu usai melakukannya, Kyuhyun beralih menatap tajam namja mungil itu sembari menyilangkan kedua lengan di dadanya, seolah tengah menuntut jawab akan ulah Sungmin beberapa saat lalu.
"Kau ingin melarikan diri?" Tanyanya dingin.
Sungmin mengerjap, dan memandang Kyuhyun takut-takut. "A-aniya...aku hanya ingin membawa sandeul keluar. K-kau tau? Di dalam seperti penjara...dan aku benar-benar suntuk Kyu~" Ucap Sungmin, berusaha membela diri.
Tapi Kyuhyun sama sekali tak terlihat luruh, bahkan rasa-rasanya tatapan namja itu kian menusuk saja...membuatnya berulang kali merekmas-remas ujung piyamanya hingga kusut total.
"Apa kau tau? Tindakanmu ini bisa membahayakan Sandeul dan dirimu?"
"..."
Lagi ...Sungmin hanya menunduk, tak menggerutu apapun seperti biasanya...jika namja tampan itu sudah semarah ini padanya.
Kyuhyun memejamkan mata begitu melihat sikap ciut itu. Oh sungguh! Apa yang akan terjadi pada Sungmin jika dirinya tak mengambil jalan di koridor itu, tempat itu hanya jalan alternatif...tentu sangat sedikit lalu lalang di sekitarnya, lebih-lebih mendengar jeritan Sungmin.
"Dokter belum mengizinkanmu melakukan banyak gerakan. Tapi kau sudah berkeliaran seperti itu"
"A-aku hanya ingin membawa Sandeul ke taman" Lirih Sungmin masih dengan meremas absurd ujung piyamanya.
"Tak bisakah kau menungguku? Dan berhenti bertindak sesuka hatimu sendiri?"
"..."
Sungmin kembali membisu, sesekali pula Ia melirik ke sekitarnya...tak ada siapapun di ruangan ini. Ah! Sial...mengapa Ibunya membawa Sandeul pergi dan meninggalkannya sendiri. Demi apapun itu Ia benar-benar benci tersudut dan terjebak dalam situasi seperti ini.
"Mianhae..." lirih Sungmin,bahkan nyaris seperti bisikkan.
"Aku hanya mencemaskanmu" Nada bicaranya tak lagi meninggi, meski memang terlihat memendam emosi...namun jauh di dalamnya, Ia merasa cukup bersalah melihat Sungmin seperti ini. Oh ayolah...Sungmin baru kemarin terbangun dari komanya. Tak seharusnya Ia mengabaikan perasaannya dan mengekangnya seperti ini bukan.
Kyuhyun beralih berdiri tepat di hadapan Sungmin, dan memeluknya hangat...hingga namja cantik itu benar-benar mendengar debaran dalam dadanya. "Setelah kau benar-benar pulih...apapun yang kau inginkan, akan kuberikan...Dear" Bisik Kyuhyun seraya mencium puncak kepala Sungmin.
"P-PIII (Darah)!"
Namun tiba-tiba saja Sungmin berteriak histeris begitu melihat darah yang semula turun, kini kembali merayap naik memenuhi selang infusnya. Sontak saja namja yang tengah memeluknya itu terlonjak dan berdecak kesal.
"Aissh Jinjja!...sudah kukatakan jangan terlalu banyak bergerak" Kyuhyun memegang kedua bahu Sungmin lalu mendorongnya hingga benar-benar terbaring di ranjangnya.
"Tidur...itu akan membuatmu lebih baik"
Tapi Sungmin mengelak, dan tetap memaksa ingin bangkit dari ranjangnya. Bagaimanapun Ia tak bisa terpejam begitu saja dengan kondisi tangan mengerikan seperti itu.
"Tapi aku—
"Tidur Ming" Sergah Kyuhyun sembari mendorong jidat Sungmin dengan telun juknya, membuat namja mungil itu kembali terbaring tanpa bisa berkutik.
Sungmin menggigit bibir gelisah, dan makin panik saja kala melihat ke samping...tepat pada selang infusnya. Tak taukah Kyuhyun? Ia benar-benar ketakutan saat ini...bagaimana jika terjadi sesuatu yang salah dengan infusnya. Dengan panik Sungmin mencengkeram ujung kemeja Kyuhyun dan menatap penuh harap padanya.
"I-ini mengerikan! Darahnya semakin naik. P-panggil Yunho Uissangni—mppfthhh...mmm"
Sungmin membelalak lebar, begitu Kyuhyun dengan tiba-tiba saja menyambar bibirnya. Dan melumatnya intens bahkan hingga membuat dirinya mendongak, mengikuti pagutan namja tampan itu.
"Nnh...aanghh" Lenguh Sungmin saat, Kyuhyun menekan dagunya ke bawah dan menyusupkan lidahnya begitu mendapat akses untuk menjamah bibir manis itu. Berulang kali Sungmin terlihat menghentak tubuh, kala lidah basah itu menggelitik langit-langit mulutnya. Dan makin merintih nikmat begitu namja tampan itu turut menyesap salivanya. Namun tanpa Sungmin sadari, Kyuhyun dengan perlahan menggenggam tangan kiri Sungmin dan membuatnya sedikit menjuntai di tepian ranjang . Hingga dipastikan darah itu turun dengan sendirinya. Kyuhyun mulai menyeringai di sela-sela pagutannya, menyadari Sungmin tampakknya terlalu terbuai dengan cumbuan basahnya.
.
.
"Mm—nnhh" Sungmin memejamkan mata erat, saat namja tampan itu menarik lidahnya dan mengulumnya sensual di luar mulutnya. Tak dipungkiri, tubuhnya semakin panas menerima hisapan demi hisapan lembut namja tampan itu.
"Darahnya sudah turun" Ucap Kyuhyun tiba-tiba.
Membuat Sungmin membuka mata cepat, masih dengan lidah sedikit terjulur layaknya kucing kecil. Sontak Kyuhyun terkekeh pelan melihat ekspresi menggemaskan itu.
"Wae? Kau sangat menikmati ini eum?" Ucap Kyuhyun seduktif, sembari menjilati lidah Sungmin.
"Yyya!" cepat-cepat Sungmin mendorong Kyuhyun menjauh, dan menutup bibir dengan kedua tangannya.
"Tsk...darahmu akan kembali naik, jika kau bergerak seperti itu"
Sungmin membulatkan mata lebar mendengarnya, lalu secepat mungkin menurunkan tangannya di ranjang. "Siltagoyo! (Tidak mau, ku bilang)!" Pekiknya, seraya mengelus tangan kirinya. Mengantisipasi dirinya tak melakukan banyak gerakan dan membuat darahnya kembali merembas naik memenuhi selang infus itu.
Kyuhyun hanya mengulum senyum dan mengacak surai hitam Sungmin, tak habis pikir...namja yang memiliki tabiat seperti bocah itu telah memiliki seorang putra dengannya. Ya...satu-satunya namja miliknya. Dan Kyuhyun pun mencintainya melebihi apapun.
"Saranghae..." Ucapnya saat memberikan kecupan lembut di pipi Sungmin. Membuat Sungmin meremas selimut dan menggunakan untuk menutupi wajah memerahnya.
"J-jangan menggodaku!"
Kyuhyun terkekeh geli, dan makin menggelitiknya untuk menggoda istri mungilnya itu. "Saranghae..." Ucapnya lagi, membuat Sungmin makin salah tingkah menutup kedua telinganya dari balik selimut.
"Cham Yeppeoyo (Sangat cantik)" Goda Kyuhyun lagi, kali ini dengan menarik-narik ujung selimut Sungmin. Tak ayal namja cantik itu makin berteriak-teriak rusuh karenanya.
"Aissh jinjja! Berhenti mengatakan hal menggelikan...bagaimana jika ada yang mendengarnya!" Gusar Sungmin, meski demikian terlihat jelas kedua pipi itu kian merona hebat.
"Hn...Wae? bahkan aku baru saja mencium istriku di sini" Kyuhyun menyibak selimut Sungmin, dan membawa wajahnya cukup dekat dengan namja mungil itu.
"Niga piryohae (I Need You)." Ucapnya lagi sambil mengecup ujung hidung Sungmin.
Sungmin makin kewalahan menahan wajahnya yang memanas. Ah sungguh! Apapun yang dikatakan Kyuhyun benar-benar terasa manis. Terlebih cara namja itu menggodanya seperti ini. Bahkan saking manisnya rasa-rasanya hingga membuat sesuatu dalam dadanya kian meletup-letup tak karuan.
"Berhenti menciumku!" Seru Sungmin salah tingkah seraya mendorong wajah Kyuhyun. Meski demikan...Sungmin tak mampu menahan senyum tersipunya. Membuatnya bergerak gelisah ke kanan dan kekiri, tak ingin namja tampan itu melihat semburat merah di kedua pipinya. Hingga tiba-tiba saja...
'Snap'
Sungmin terlalu banyak melakukan gerakan, hingga tanpa sengaja menyentak jarum infus di tangannya. Tak ayal...jeritannyapun kembali pecah, melihat darah merembas bgitu banyaknya.
"AHHHHH! K-KYUUUU!" Teriaknya sembari mengibas-ngibaskan tangannya ke atas dengan gusar. Bahkan hingga meraih wajah Kyuhyun, dan meremas acak surai ikalnya karna panik
"Aisshh Jinjja! Cho Sungmin!"
.
.
.
.
.
Beberapa Hari kemudian
"Yya! Untuk apa kita kemari? Bukankah seharusnya ke rumah Presdir Cho? Sungmin akan pulang hari ini...dan aku tak sabar ingin melihat Sandeul" Gerutu Himchan, begitu kekasih garangnya itu tiba-tiba saja menepikan mobil hitamnya .
"Shh...tunggulah di sini sebentar, ada berkas yang harus kuambil hari ini" Jelas Yong Guk seraya mengacak surai hitam Himchan, lalu beringsut keluar dari mobilnya. Meninggalkan dirinya dan bocah yang masih terhanyut dengan psp di tangannya itu.
"Zelo...berikan benda itu padaku"
"Ssssshhhhhhh" Desisi Zelo panjang, tanpa mengalihkan tatapannya pada layar psp itu.
Himchan hanya berdengus, seraya membenturkan tubuhnya di jok mobil dan memejamkan mata dengan kesal.
Detik berganti menit...terus berlalu hingga 45 menit lebih lamanya, namun Polisi muda itu tak kunjung menampkakkan batang hidungnya. Apanya yang sebentar? Bahkan ini hampir 1 jam lama nya. Ah sungguh! Apa yang sebenarnya di lakukan Yong Guk di dalam sana...tak tau kah namja itu? dirinya serasa tercekik bosan, karna terlalu lama menunggu.
Himchan berdecak kesal, lalu beringsut keluar hendak mengikuti Yong Guk di dalam sana...namun tiba-tiba saja Ia terkesiap saat mendengar lengkingan minta tolong dari arah baratnya.
"Tolong...Hentikan wanita itu! Ah! Tolong! Dia mencurinya dariku!" Teriak Yeojja itu kepayahan.
Kedua matanya membulat lebar, melihat seorang Ahjjuma tampak kewalahan berlari mengejar wanita pirang. Dari apa yang disimpulkannya kini, Himchan yakin Ahjjuma itu tengah menjadi korban tindak kriminal.
"Hyung...apa yang terjadi?" Zelo mulai melongokkan kepalanya keluar jendela, mencari tau sumber keributan itu. namun detik itu pula...ia memekik kelabakan, begitu Himchan menarik sebelah kakinya hingga terseret keluar dari mobil.
"Kejar wanita blonde itu! dia pencuri...Zelo!" Tanpa pikir panjang, Himchan menyeret Zelo dan berlari secepat mungkin...tak peduli beberapa orang yang dirangsaknya terjengkang karna ulah keduanya. Bahkan Ahjjuma paruh baya yang sedari tadi mengejar wanita pirang itupun tak luput dari rangsakannya.
"YACKKK! BERHENTI... DI SANA!" Gertak Himchan.
" YA! ATAU KU PANGKAS RAMBUTMU!" sahut Zelo, masih terus berlari brutal layaknya atlit marathon. Hingga dalam sekali tarikan nafas Himchan melompat dan..
GREB
Himchan berhasil mencengkeram dress bagian bawahnya, dan membuat Yeojja itu tersungkur keras. Zelo memekik girang melihatnya, tanpa menyiakan kesempatan ia pun turut mencengkeram ujung yang lain
"Lepaskan aku!" Geram Yeojja itu, sembari menarik dressnya memaksa dua bocah kecil itu melepas tangannya, namun baik Himchan maupun Zelo mengelak dan tetap mencencengkeram terusan itu begitu kuat.
"Bocah tengik! Lepaskan aku!"
"Shirreo! Apa yang kau curi...nenek sihir!" Kekeuh Himchan, seraya menyentak ujung dress yang dicengkeramnya hingga membuat pakaian itu terkoyak, menyisakan robekan panjang sebatas paha.
SREEKKK
Keduanya stagnan, dengan kedua mata mengerjap cepat...merasa bergidik begitu melihat sesuatu yang tumbuh di sepanjang kaki Yeojja itu, begitu hitam...begitu lebat bahkan terlihat keriting.
"U-UWAAAHH BULU! KAU WANITA BERBULU!" jerit Zelo histeris. Dan melonjak kelabakan ke belakang karna geli. Tapi Zelo lupa...Ia masih mencengkeram sisa dress yang robek. Dan...
SREEK...SREEEEEEEKK.
Sobekan itu makin menjalar hingga belahan dadanya, membuat pakaian itu terkoyak hingga terlucut sepenuhnya dari tubuh Yeojja pirang itu. menyisakan sepotong underwear pink dan lengan dress yang masih tersangkut di pundaknya
Namun seketika itu pula, Himchan makin menggila dengan jeritannya...begitu melihat bulu juga tumbuh di seluruh dada Yeojja itu. tak pelak lengikngan keduanya, menyita perhatian lalu lalang di sekitar. Dan memicu jeritan histeris pengunjung di setiap sudut pusat perbelanjaan itu.
"Kau—
Dua namja kecil itu membungkam bibir begitu mendengar suara jantan dari sosok berambut pirang di hadapannya bahkan cara berdirinya kinipun terlihat tegap dan berotot.
"Namja?! Kau seorang namja?!" Seru Himchan sembari menunjuk-nunjuk ke depan. keyakinannyapun makin terbukti begitu melihat sesuatu yang menggembung di tengah selangkang sosok pirang itu. Dia manly! Tapi untuk apa pria itu memakai Dress? Bahkan lipstik merah benderang pun masih melekat di bibir tebalnya
"..."
Himchan dan Zelo menciut takut, dan beringsut-ingsut kebelakang saat sosok yang ternyata pria itu berjalan angkuh mendekatinya. Bahkan kini mulai mengangkat sebelah tangannya seolah ingin melayangkan hantaman. Membuatnya panik menutupi kepala dengan kedua tangan gemetar.
"Hiks..."
Keduanya mengerjap, dan mengangkat wajah begitu mendengar isakan misterius itu. dan betapa terkejutnya dua bocah itu, kala melihat pria berambut pirang di hadapannya menangis tersedu sembari menyilangkan kedua tangan menutupi nipplenya.
"Apa yang kalian lakukan padaku?" Ratapnya dengan suara mendayu-dayu, bahkan kerap kali kedua kakinya menghentak manja.
"Kalian jahat! Kalian menyakitiku! Sakit...sakiiiiiiiiit!" Ujarnya lagi seraya menepuk-nepuk dadanya seolah menunjukkan dirinya benar-benar teraniyaya.
Himchan dan zelo makin tergagap tak mengerti. Melihat Yeojja palsu itu semakin menangis sesenggukkan. Dan dibandingkan rasa takutnya, Ia lebih merasa bersalah. Tapi sungguh! Keduanya benar-benar tak tau di balik tubuh manly itu...bersemayam jiwa yang feminimseperti ini.
"Ahjjush...am m-maksudku Ahjjuma, mian—
"Wae usseo? (Apa kau tertawa?)" Serunya sembari mengangkat dagu centil dan menggerakkan jari kirinya selentik mungkin. Begitu menyadari Himchan berjalan mendekatinya.
"A-aniya...aku hanya—
"Ini!" Pria lentik itu tiba-tiba saja , meraih sebuah kotak berukuran sedang di sisinya. "Geurrae...kalian menginginkan ini bukan? Ini ...ambil semuanya!" Jeritnya seraya melempar kotak tersebut ke arah Himchan.
'BUAGHH'
Tapi naas, kotak berukuran itu...dilempar terlalu kuat hingga mengnai tepat, sesuatu di tengah selangkangan Himchan.
"Urggghhh..." Sontak namja ulzzang itu bersimpuh seraya menangkup genitalnya.
"Himchan Hyung...gwaenchana?" Zelo berlari panik, begitu melihat Himchan tampak berguling-guling kesakitan.
"Kalian jahat! Jahaaat! Ah...huhuuhuhu" isak sosok pirang berpawakan kekar itu lagi, Ia menggigit bibir bawahnya lalu berlari seanggun mungkin meninggalkan dua bocah di depannya, meski nyatanya apa yang dilakukannya benar-benar mengerikan untuk namja seukuran dirinya. Berlarian di tengah kota dengan hanya mengenakan under wear saja, tentunya dengan tubuh berbulu dan riasan kontras miliknya.
.
.
"ahh...syukurlah" seorang Ahjjuma yang menjadi korban pencurian itu, tiba-tiba saja mendekat. Dan dengan nafas terengah-engah Ia muai membuka kotak itu
"Benda ini kembali..." Ucapnya lagi, namun detik itu pula Zelo dan Himchan yang keskitan itu membulatkan mata lebar, begitu melihat sebuah bra muncul dari dalam kotak itu.
"B-Braaaaa?" Jerit Zelo tak percaya.
"Nde...ini milik Putriku, Aishh...Yeojja jadi-jadian itu yang mencurinya. Benda ini sangat mahal...ah! aku benar-benar berterima kasih pada kalian nak" Ujar Ahjjuma itu penuh antusias.
"J-jadi kami bertaruh nyawa hanya untuk BRAAAA?!" Teriak Zelo lagi, semakin menggila begitu Yeojja paruh baya itu hanya mengangguk girang. Seraya mendekap erat-erat benda pink bercup di tangannya.
"wae irrae? Yya! Apa yang terjadi pada Himchan hah?" Yong Guk tiba-tiba saja datang, dan mengambil alih tubuh kurus itu dari rengkuhan Zelo.
"A-ahjjushi...Himchan Hyung...i-itu—
"Apa?! Katakan yang jelas?!" Sentak Yong Guk keras, merasa panik bukan kepalang melihat kekasih kecilnya...merintih kesakitan seperti ini.
"Mengapa kau membentakku?! Yeojja berbulu itu yang membuatnya seperti ini"
"MWO?"
"Arghhtt! Apppoooo!" Himchan tiba-tiba memekik kesakitan, sambil membekap genitalnya. Tak ayal...namja garang itu pun, terbelalak terkejut melihatnya.
"W-wae? Ada apa dengan yang itu?" Gusar Yong Guk makin mendidih. Dirinya saja sebagai kekasih belum sama sekali menyentuhnya, tapi bisa-bisanya seorang 'yeojja berbulu' menyentuhnya bahkan hingga membuatnya kesakitan seperti ini.
Yong Guk meraih ponselnya, dan terlihat sedikit mengutak atik gadget hitam itu. Tapi sesaat kemudian, Ia beralih mengangkat bridal Himchan. "Tunggu di sini, tak lama lagi Jong Up akan menjemputmu" Pesannya pada Zelo, sebelum akhirnya berlari tergesa memasuki sebuah hotel di sebrangnya.
"A-Ahjjushi...kau meninggalkanku di sini? Yack! Kembali!" Jerit Zelo, tak terima dirinya ditelantarkan begitu saja. Merasa jengkel Ia beralih meraih ponsel dari dalam sakunya berniat menghubungi Hyungnya.
Namun belum sempat Ia mendial nomor Siwon, seorang namjatiba-tiba saja menarik tangannya dan menyeretnya masuk ke dalam sebuah mobil putih.
"Y-YACKK...Berani-beraninya ka—Mppppfthhh"
Chup
Zelo tercekat hebat begitu namja itu mencuri ciuman di bibirnya. Sontak saja kedua mata bulat itu makin menyipit sengit, meski nyatanya...wajahnya terlihat merah padam.
"Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama manis?"
CTACK
"Arght!~"
Tapi tiba-tiba saja Zelo meradang dan menjepret bibir atas namja tampan itu dengan sebuah karet gelang mainannya.
Tak ayal...bibir itu pun membengkak besar, membuat Zelo tertawa terpingkal melihat bentuk bibir tak singkron itu. "Sekali lagi kau menciumku! Aku tak akan segan-segan mengucir bibirmu itu!" Ancam Zelo pada polisi muda itu, meski sesekali terbahak geli.
"Bocah tengik" Gerutu Jong Up, sambil memegangi bibir bengkaknya. Hingga tiba-tiba saja kedua matanya memicing, lalu tanpa peringatan menyergap tubuh Zelo hingga terbanting keras di jok mobilnya.
"Oh ya? Bagaimana jika seperti ini?"
"M-mwommmpfthh! Mmph! URMMMMHH!"
PLAK...PLAK BUAGH
"Aissh YAHH! Bagaimana bisa kau memeprlakukan kekasihmu sekasar ini hah?" Seru Jong Up gusar, masih terus menghalau pukulan Zelo.
.
.
"Argh...ukh..sa—kit" rintih Himchan, begitu Yong Guk membaringkan tubuhnya di sebuah ranjang. berulang kali Ia menggeliat tak nyaman, membuat namja kekar itu cepat-cepat melepas pengait celananya.
"Tenanglah...biar aku melihatnya terlebih dahulu. Aissh apa yang sebenarnya terjadi padamu huh?" Ujar Yong Guk, masih berusaha melepas zipper celana Himchan.
"A-ndwaeh! Kau tak bisa me-melihat... Ahhh" Himchan menengadahkan kepala, saat namja kekar itu menarik turun seluruh celananya, hingga membebaskan genital mungil yang sedari tadi berkedut nyeri.
Yong Guk tampak meneguk ludah payah melihatnya, ingin menahan diripun rasanya teralalu mustahil jika sudah mencapai limitnya. Lihat saja, jantungnya makin menggila saat menyentuh genital Himchan, begitu lembut ...begitu panas, hingga rasa-rasanya membangunkan sesuatu dalam dirinya.
"Aku akan membuatmu merasa lebih baik" Bisik Yong Guk.
Awalnya Ia hanya sebelum akhirnya meraup organ mungil itu ke dalam mulutnya, menjilat dan mengulumnya dengan intens. Tak ayal...namja ulzzang itupun makin menjerit, tak tahan dengan rasa ngilu dan nikmat yang berbaur menjadi satu itu.
"Ahnn! Aaahhh...geuman—hae...nghhh!"
Yong Guk makin tersulut mendengar lengkingan sensual itu, dan Ia benar-benar tak bisa menahannya lagi. dengan nafas memburu, Ia mulai menanggalkan pakaian keduanya dengan tergesa dan memenjarakan namja Ulzzang itu di bawah rengkuhannya.
.
.
"Aku tak peduli kau siap atau tidak...tapi aku benar-benar menginginkanmu" Ujar Yong Guk, sembari menekuk kedua kaki Himchan, hingga membuat...rektum merah muda itu, terekspose sempurna.
Himchan menggeleng kasar,tak menginginkan kekasih garangnya itu...menyetubuhinya detik ini sungguh, apa yang sebenarnya terjadi pada Yong Guk, hingga menjadi sebuas ini. Bahkan terkesan begitu tergesa dan rakus.
"Aku di bawah umur! Jangan bo—doh!" Gagap Himchan, merasa ciut dengan seringai yang terkembang di sudut bibir Yong Guk.
Himchanmemekik panik, melihat Yong Guk semakin hilang kendali dan seolah bukan dirinya lagi. apapun itu, Ia menginginkan sentuhan yang manis di kali pertamanya, bukan penuh paksaan seperti ini.
"J-jangan memperkosaku!"
Tapi percuma...namja garang itu tetap mengarahkan genital besarnya tepat di bibir rektumnya, dan menggesekkannya seduktif. Membuatnya makin membelalak shock karenanya. Tak ada pelumas bahkan foreplay sekalipun...tentu itu akan sangat menyakitkan untuknya.
"Arghh! J-jangan... arghht! Ti-dak cu—kuuph...keluarkan! Arkk...AAARGGHT!"
"Himchannieh...Ssssh"
.
.
.
Sementara itu di tempat lain
"Whoaaa...daeebaak" Pekik Sungmin antusias, begitu melangkahkan kaki memasuki sebuah ruangan tepat di sisi kamarnya. Berbagai aksen cerah dan menggemaskan, tersemat di setiap sudut ruangan itu. benar-benar mengulaskan sebuah kamar yang nyaman untuk seorang baby.
"Kau menyukainya?" Kyuhyun melangkah mendekat dan memeluk perut Sungmin dari belakang. Membuat namja yang tengah merengkuh baby dalam dekapannya itu mengangguk cepat.
"Deullie akan senang bermain di sini Kyu" Sungmin beralih menatap Kyuhyun dan mengecup cepat pipi kanan namja tampan itu, sebagai ulasan rasa senangnya. Masih dengan mata memandang takjub, Sungmin kembali melangkah ke depan...mendekati sebuah box bayi besar berkelambu merah muda itu.
Tak dipungkiri lagi, hatinya kian berdesir hangat melihat semua ini...dan sungguh, Sungmin tak pernah menduga, Kyuhyun akan memberinya kejutan seindah ini, selepas dirinya diizinkan pulang dari rumah sakit.
"Kau yang mendesignnya sendiri?" Tanya Sungmin, sembari membaringkan Sandeul di box besar itu. Namja tampan itu hanya berdehem mengiyakan, membuatnya tersenyum manis dan makin tertawa gemas saat melihat baby mungilnya tampak menggumam dengan tangan menggapai-gapai ke atas. "Waee? Kau juga menyukainya baby? Umm...Daddy benar-benar hebat, geuraeyo?" Ujar Sungmin sambil menggerak-gerakkan kedua tangan Sandeul.
"Kemarilah..." Kyuhyun memegangi kedua bahu Sungmin, memaksa namja mungil itu lekas beralih padanya.
"W-wae?" Ucap Sungmin, dengan mata mengerjap tak mengerti.
Kyuhyun kembali mengulas senyum tipis, lalu beralih meraih kedua tangan Sungmin yang masih memainkan jemari Putra kecilnya itu. "Biarkan Sandeul tertidur di dalamnya" Bisiknya, begitu berhasil menggenggam tangan namja cantik itu.
"Tidur?"
"Hn...lihat saja" Jawab Kyuhyun pasti, sembari melirik baby mungilnya. Dan benar- saja...Sandeul terlihat semakin sayu akibat rasa kantuknya, hingga lambat laun...baby mungil itu terlelap dengan menyesap ibu jarinya.
"B-bagaimana bisa kau tau...Sandeul—
GREB
Kyuhyun merengkuh cepat pinggang Sungmin, menariknya kuat hingga perut keduanya benar-benar saling bersentuhan. "Tentu saja aku tau...Sandeul tak jauh berbeda dengan dirimu" Ucap Kyuhyun sembari menyatukan kening keduanya.
Sungmin mengulas senyum terkembang mendengarnya. "Gomawo..."lirih Sungmin. Membuat Kyuhyun menatapnya intens, dan makin memiringkan kepalanya ingin meraup bibir shape M itu.
"Apapun untukmu...Dear" Bisik Kyuhyun tepat di bibir Sungmin. Kedua tangannya pun tergerak secara perlahan meraba pinggang Sungmin, lalu merengkuhnya dengan pas.
Seolah terlena...Sungmin dengan perlahan memejamkan kedua matanya dan sedikit menengadah begitu Kyuhyun memagut lembut belahan ranumnya. Berulang kali Ia mendesah nikmat, terlalu terhanyut dan memabukkan hingga membuatnya pasif menerima hisapan demi hisapan suami tampannya itu.
"Mmmh~..."
.
.
.
.
Beberapa Bulan kemudian
.
.
"Bfuwah...bwuaa" satu persatu buah jatuh dan bergelindingan ke bawah, begitu Sandeul menarik-narik kain meja itu. Hingga lantai ruang makan di penuhi serakan mainan yang berbaur dengan berbagai jenis makanan itu. Tapi Sandeul tak cukup puas melihat, kekacauan yang Ia buat. Rasaya masih banyak lagi benda yang dapat dimainkannya di ruangan besar ini. Kedua mata bulatnya tampak mengerjap polos saat memandang ke sekitar, dan menepuk-nepuk pahanya begitu melihat sebuah ruangan berbiaskan cahaya terang.
"Bfuuuuah" Gumamnya seraya merangkak mendekati kamar mandi , dan makin terkikik antusias begitu melihat baby duck nya berada di dalam ruangan lembap itu. Ya...benda kesayangan yang kerap dimainkannya saat Mommy memandikannya.
.
.
.
"Baby...minum susunya sayang" panggil Sungmin seraya mengocok botol berisi susu formula di tangannya, sesekali Ia terlihat Ia berjalan terhuyung-huyung dengan memijit pelipisnya karna pening. Oh sungguh, kepalanya benar-benar serasa berputar hebat akibat tak tidur semalaman penuh. Sandeul kerap terbangun tengah malam, membuatnya terjaga sepenuh hati demi menenangkannya dan melelapkan putra kecilnya itu. meski Kyuhyun turut menemaninya bahkan membujuknya untuk lekas beristirahat, tapi Sungmin selalu menolak, bagaimanapun Ia tak akan tenang sebelum melihat buah hatinya itu benar-benar tertidur dengan pulas dan nyaman.
"Baby~ya" Panggil Sungmin lagi.
Tapi tak ada gumaman seperti yang kerap Ia dengar kala memanggil Sandeul seperti itu. begitu senyap dan tenang, sangat kontras sekali dengan hari-hari biasanya saat baby mungil itu terbangun. Karna sudah pasti Sandeul akan membuat kacau seisi rumah jika sudah dilepas begitu saja.
Dan semua memang seperti dugaannya, ruang makan tampak menyerupai kapal pecah dengan segala mainan dan makanan yang tersebar di manapun. Tapi satu yang membuat dadanya berdetak tak tenang saat ini, kemana perginya Sandeul? Mengapa tak terdengar gumaman bahkan kikikkan apapun darinya?
"Sandeul!" Panik Sungmin, seraya berjalan setengah berlari demi menelisik...setuap sudut ruang makan itu. meski nyatanya, Sungmin nyaris tersungkur akibat denyut pening di kepalanya.
"SANDEUL!" Panggilnya lebih keras, demi apapun itu...Ia benar-benar takut bukan kepalang jika sesuatu yang buruk terjadi pada putra kecilnya, terlebih tak ada satupun di rumah ini selain dirinya dan Sandeul.
Ini masih jam 4 sore, tentu Kyuhyun masih berada di kantornya karna agenda meeting. Sedang Leeteuk kini berada di Osaka demi menyelesaikan surat perceraiannya dengan Jungmo , dan baru dua hari lagi tiba di rumah. Siapa lagi yang bisa diandalkannya dalam kondisi seperti ini selain dirinya sendiri?
.
.
"Baby...di mana—
"Ppoo...fuuaha"
Pekikkan paniknya terhenti seketika begitu mendengar gumaman familiar, tak jauh darinya. Hingga sesaat kemudian Ia tersenyum dan bernafas lega, begitu melihat ke arah kamar mandi dan melihat baby berusia nyaris 7 bulan itu tampak antusias membentur-benturkan baby duck nya, di tepian bath up.
"Yyya...nappeun namja" Gumam Sungmin, ketika berjalan mendekati sandeul
"Jangan membuat Mommy setakut ini...sayang" Lirihnya lagi, sembari mendekap baby mungil itu, dengan perlindungan penuh...lalu dibawanya menuju kamarnya.
.
.
.
"Ssshh..." desis Sungmin, seraya menghentikan langkahnya begitu denyut pening itu kian menjadi-jadi. Membuatnya begitu terhuyung...memegangi dinding. Tak ingin dirinya limbung detik itu juga, bagaimanapun Sandeul masih bersamanya...dan Ia tak bisa selemah itu, sebelum Kyuhyun benar-benar pulang.
Dengan tertatih, Sungmin berusaha keras membuka pintunya...dan berjalan begitu kepayahan mencapai ranjang demi membaringkan Sandeul. Meski pasi...namun senyumnya masih terulas manis, saat melihat Sandeul begitu antusias menghisap susu dalam botol berukuran sedang itu.
"Pelan...Baby" Bisik Sungmin seraya membelai pipi bulat itu berulang-ulang
Sandeul hanya menggumam dan menggerak-gerakkan jemari mungilnya , terlalu antusias dengan susu formula itu. hingga lambat laun...gumamannya terdengar semakin halus bahkan kedua mata bulatnyapun kian meredup sayu, menandakan...Sandeul telah dibuai rasa lelapnya.
'Plop'
Sungmin terkekeh pelan, melihat botol susu itu tiba-tiba saja terlepas dari bibir Sandeul. Sungmin tau...Putranya benar-benar terlelap pulas saat ini. Namja cantik itu berniat bangkit untuk menarik selimut Sandeul, namun urung Ia lakukan, begitu pening dikepalanya kembali berdenyut hebat bahkan hembusan nafasnyapun terasa berat dan panas. Sungguh! Sungmin benar-benar tak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya? Tubuhnya benar-benar serasa lemas dan kedinginan. Tak ada yang bisa dilakukannya selain membaringkan tubuh di sisi Sandeul...dan meringkuk dengan tubuh menggigil.
..
.
.
.
"Dear...aku pulang"
Kyuhyun melangkah ringan memasuki kediaman mewahnya, sesekali pula terlihat senyuman menawan terukir di bibir merahnya. Kala membayangkan tawa kecil istri dan Putranya, oh sungguh Ia benar-benar tak sabar...keduanya menyambutnya dengan raut menggemaskan itu.
Namun...alisnya bertaut heran, begitu menyadari suasana rumah sangatlah senyap. Membuatnya mengambil langkah cepat, menuju kamar pribadinya. Yakin istri mungilnya memang berada di dalam ruangan itu.
Dan benar saja, Kyuhyun menghela nafas lega saat membuka pintu dan melihat dua sosok menggemaskan itu...rupanya terlelap di atas ranjangnya. Sesaat Ia melepas jas dan merenggangkan ikat dasi, lalu mendekati keduanya.
"Saatnya kembali ke kamarmu Deullie?" Bisik kyuhyun lirih seraya mengecupi pipi bulat Sandeul. Kemudian merengkuh Sandeul, untuk di bawanya menuju kamar baby mungil itu.
Pelan dan begitu berhati-hati Ia mengguncang tubuh Sandeul dalam boxnya, hingga dengungan kecil itu berangsur-angsur lenyap, begitu pemiliknya berguling ke kanan, telungkup dan menghisap-hisap ibu jarinya sendiri.
Membuat namja tampan yang masih bersenandung untuknya , terkekeh pelan kala melihat raut menggemaskan Putra kecilnya itu. Kyuhyun beralih menarik selimut sebatas punggung Sandeul, mencium lama pelipis baby mungil itu lalu melangkah keluar dari kamar tersebut begitu yakin Sandeul benar-benar pulas di dalamnya.
.
.
"Hhh..." Helanya saat kembali melangkah memasuki kamarnya. Kyuhyun sedikit memijit tengkuknya, sekedar menyentak pegal akibat aktivitas hari ini. Namun gerakannya terhenti, begitu sosok mungil yang terlelap di depannya...berhasil menarik simpul senyumnya.
Kyuhyun beralih beringsut mendekat, berniat menyamankan posisi tidur Sungmin yang masih meringkuk itu. Namun berapa terkejutnya Ia, begitu membelai pipi Sungmin dan suhu panas merambat cepat di ujung jemarinya.
"M-Ming" Panik Kyuhyun seraya mennyentuh dahi dan leher Sungmin bersamaan, membuat namja mungil itu menggeliat karna terusik.
"Emh...Kyu, kau pulang...jam berapa sekarang?" Sungmin sedikit tersentak saat membuka mata, dan melihat kyuhyun berada cukup dekat dengannya...bahkan terlihat kalut meraba-raba leher dan jidatnya.
"Apa kau sudah meminum obatmu?" Tanya Kyuhyun tiba-tiba.
Sungmin mengerjap tak mengerti. "Aku tidak sakit"
"Kau demam"
'Haaatchiuuwww'
"Dan juga Flu" lanjut Kyuhyun lagi, begitu Sungmin mendadak bersin. Dengan perlahan Ia menangkup pipi Sungmin lalu menyeka rembasan tipis di sudut matanya.
"A-aniya...aku hanya kurang tidur" Elak Sungmin sembari menggeliat ke kanan, menghindari tatapan lekat suaminya.
Kyuhyun menghela nafas pelan, Ia tau benar...Sungmin akan kekeuh dan begitu keras kepala jika sudah terpaut pada keyakinannya. Tanpa tau...itu akan menyiksa dirinya sendiri. Merasa cemas Kyuhyun beralih bangkit dan mengambil sesuatu yang benar-benar dibutuhkannya.
"Kyu...di mana Sandeul?" Gumam Sungmin lirih, masih dengan mata terpejam erat.
Namun tak sediktpun terdengar sahutan dari namja tampan itu, membuatnya berdecak dan makin mengeratkan pelukan di tubuhnya sendiri karna menggigil.
Hingga tiba-tiba saja Ia terlonjak terkejut, begitu Kyuhyun mengangkat tengkuknya dan menciumnya dengan tiba-tiba.
"Urmmmhh!" Sungmin memekik dan membelalak panik, saat menyadari sesuatu yang aneh dari ciuman Kyuhyun. Terasa pahit...bahkan Ia nyaris tersedak karna sesuatu yang mengalir intens ke dalam kerongkongannya. Dan yakin, itu sudah pasti bukan saliva Kyuhyun. Tapi apa yang tengah dilakukan namja tampannya itu sebenarnya?
"Ukhh..." Sedaknya, begitu lidah Kyuhyun semakin menyeruak ke dalam mulutnya...seolah tengah memaksanya untuk menelan sesuatu. Tapi Sungmin hanya mengerang, karna tak tahan dengan rasa basa itu.
"Telanlah" Ujar Kyuhyun sembari menaikkan dagu Sungmin, memastikan namja cantik itu benar-benar menelan obatnya.
"Apa yang kau lakukan?" Cicit Sungmin kesal, seraya menepis tangan Kyuhyun lalu memalingkan tubuh membelakangi namja tampan itu. detik itu pula Ia berdecak, melihat tablet obat di sisinya.
"Aku bisa meminumnya sendiri, tak perlu seperti itu" Dengus Sungmin lagi. meski nyatanya berulang kali namja mungil itu mendesis pening.
Kyuhyun terkekeh pelan, lalu meraih kedua tangan Sungmin untuk di bawanya ke setiap sisi kepala namja cantik itu.
"Ggeotjimal (Bohong)" Bisik Kyuhyun tepat di bibir Sungmin. Tatapannya pun kian meredup merasakan hembusan nafas namja mungil itu sangatlah panas.
Sungmin mendelik, tapi tiba-tiba saja Ia mendesis pening begitu denyut di kepalanya makin menjadi-jadi. "Mianh...aku tak bisa menyiapkan air hangat untukmu" Lirih Sungmin sembari menggigit bibir bawahnya.
Kyuhyun berdecak melihatnya, dalam kondisi selemah ini pun...Sungmin masih saja terlihat keras kepala, ya...walaupun tak sampai memaksakan kehendaknya. Ah sungguh! Ia benar-benar merasa tak becus karna lengah menjaga Sungmin...hingga membuat istri mungilnya itu terserang flu seperti ini.
Kyuhyun beralih, melepas satu persatu kancing piyama Sungmin masih terpejam dengan nafas berat itu.
Membuat namja mungil itu, menggeliat ingin berontak...tapi percuma Ia tak mampu melakukannya, tubuhnya terlalu lemas bahkan gemetar.
"Kau terlalu memaksakan dirimu di malam hari" Ujar Kyuhyun seraya menyibak piyama Sungmin hingga memperlihatkan tubuh mulus berisi itu. seringainya pun terulas tajam...begitu melihat dua nipple yang kian merah mencuat , seolah meminta ingin dijamah dan dihisapnya.
"Jika aku memintamu untuk tidur...dengarkanlah" Kyuhyun beralih mencium dan menghisap leher Sungmin...terus mencumbunya ke bawah hingga bagian dadanya, menciptakan ruaman-ruaman merah kontras di kulit putihnya .
"Ahnn~ Ah!" Pekik Sungmin tertahan, begitu Kyuhyun menghisap kuat nipple kanannya, hingga membuat lapisan lembut itu benar-benar membengkak merah.
"Geumanhae...Akkh~" Pinta Sungmin, seraya mendorong dada Kyuhyun agar melepas gigitannya yang beralih di nipple kirinya.
"Aku pun bisa menjaga dan menenangkan Sandeul...sama baiknya denganmu Dear" Gumam Kyuhyun lagi, seraya menjilat dan menekan-nekan nipple yang telah tegang itu dengan lidahnya. Membuat Sungmin makin menggelinjang payah karenanya . Bahkan rasa-rasanya suhu tubuhnyapun kian meninggi akibat rangsangan itu.
"Ahh...nnh~ K-kyuhh...apa yang ngh... kau lakukhan, ah!..aaahhh" Sungmin mendesah panjang seraya mendongakkan kepala, begitu Kyuhyun menjilati seluruh permukaan perutnya dan tak pernah berhenti memijit-mijit genital mungilnya dengan tangan besar itu.
"Menghangatkanmu" Singkat Kyuhyun, masih terhanyut dalam kegiatannya saat ini...menciptakan kiss mark sebanyak mungkin, di tubuh molek yang berbulan-bulan ini tak di jamahnya.
"Ahh! ...k-kau be-belum bisa...ahhhh! melaku-kannyah...uhnn, Kyuuh" Ronta Sungmin masih berusaha keras menahan Kyuhyun, bahkan kini Ia mati-matian menyilangkan kedua kakinya saat namja tampan itu mencoba untuk membukanya.
Tapi apa daya, tubuhnya yang lemas...memupuskan jerih payahnya. Namja tampan itu pun mencengkeram pahanya dan membentangkannya berlawanan arah dengan begitu mudahnya.
"Apa kau tak ingat? Ini hari terakhirku menahan diri...dan lagi, kau tak mungkin bertahan dengan kondisi seperti ini. Tubuhmu...menginginkanku Dear"
Slurrp...
"Hiyaah...Ah! Aaaahh" Sungmin makin menggelinjang liar, kala lidah panas itu menggelitik bekas jahitan kecil di rektumnya, dan memaksa menerobos masuk ke dalam lubang sempit yang telah berkedut hebat itu. Membuat Kyuhyun makin menyeringai puas, merasa tertantang untuk menikmati tubuh mungil itu lagi dan lagi.
"Manis...ssshh"
"Geuman! Akhh! T-tidakhh...jangan menghisap, ahhh...akkk~
.
.
.
"K—Kyuuhh!"
Kyuhyun menjilat bibir seduktif begitu puas merangsang rektum panas itu. Dan terkekeh pelan saat menyeka cipratan sperma Sungmin di wajahnya, Terlalu takkjub...namja cantik itu bisa secepat ini klimaks hanya dengan permainan lidahnya.
"Nikmat eum?" Bisik Kyuhyun, sembari menekuk kedua kaki Sungmin ke atas, hingga mustahil bagi namja cantik itu melakukan perlawanan berlebih. Selain menyerahkan rektum merah merekah miliknya, untuk suami tampannya itu.
"Hhh...hhh...b-bagaimana jika a-aku hamil?" Gumam Sungmin takut-takut dengan nafas tersengal-sengal.
Kyuhyun menyeringai tipis mendengarnya, lalu mencondongkan tubuh mendekat demi meraup bibir Sungmin, dan melumatnya sedikit lebih kuat hingga di pastikan bibir cherry itu benar-benar memerah menggoda.
"Kau hanya memiliki satu kesempatan untuk hamil Dear" Bisik Kyuhyun usai melepas pagutan bibir itu. Dan mengulas senyum tersirat, begitu mengingat penjelasan Yunho beberapa bulan silam
Sungmin terkesiap, tapi setelahnya mengerjap cepat. "N-Neo eottohkae arra?" (Bagaimana kau bisa tau?)
Kyuhyun makin menggigit bibir bawah tak tahan, melihat ekspresi polos itu. "Aku tau semua tentangmu Dear." tanpa peringatan Ia kembali memagut bibir merah merekah itu, bahkan terlihat rakus menghisap saliva namja mungil itu tanpa jeda...hingga membuat Sungmin begitu kepayahan bernafas karenanya.
"Uhmppfthh...Mmmh"
.
.
.
Sungmin memalingkan wajah ke kanan, dan mencengkeram cover bed di bawahnya kuat-kuat. Merasa gugup sekaligus panik, saat namja tampan di atasnya beralih menggesekkan ujung kepala genital besar itu di bibir rektumnya.
"Rileks Ming" Tenang Kyuhyun sambil memberikan kecupan-kecupan ringan di sudut bibir Sungmin.
Sungmin melenguh lirih, lalu kembali memalingkan wajah menhhadap Kyuhyun...memberanikan dirinya memagut bibir bawah namja tampan itu.
"Mhh..Kyuhmpfth"
Namun tanpa Sungmin sadari, Kyuhyun bergerak perlahan menekan kejantanannya. Hingga..
"URGHMMMHH!" Sungmin terlonjak hingga membuat ciuman itu terlepas, begitu setengah dari kejantanan besar itu menerobos lubang analnya. Berulang kali Sungmin menggeleng kesakitan,bahkan nyaris menangis tak menginginkan Kyuhyun kembali melesakkan sisa penis itu ke dalam tubuhnya.
"S-sakith..arghh...sakit Kyuh" Rintih Sungmin masih dengan menggigit bibir, berusaha menahan perih yang tajam di bagian selatan tubuhnya.
Kyuhyun menatap cemas melihatnya, meski tak dipungkiri Ia merasa takjub dengan lubang Sungmin yang begitu menjepit hebat miliknya di dalam sana. Tentu itu akan sangat memuaskan dirinya kelak bukan?
Namja tampan itu beralih menegakkan tubuhnya. Merasa heran bagaimana bisa Sungmin bisa sedemikannya merasa kesakitan, dan benar saja...Kyuhyun membulatkan mata terkejut begitu melihat darah merembas dari tautan tubuh keduanya, bahkan hingga meleleh ke pangkal penisnya.
Oh Sungguh! Apa jahitan itu yang membuat rektum istrinya menyempit ketat seperti ini? Sudah pasti Sungmin menjerit kesakitan, bahkan hingga membuat rektum ranum itu berdarah layaknya perawan saja. Pikir Kyuhyun.
Perlahan dan penuh hati-hati, Kyuhyun merengkuh tubuh mungil itu...menyibak surai basahnya ke belakang lalu mengecup tengkuk dan lehernya bertubi-tubi.
"I-ni sakith...ku mo-hon, hentikhan...nghh" Rintih Sungmin, membuat namja tampan itu mencelos getir melihatnya. Tapi tentu Ia tak bisa berhenti begitu saja...oh sungguh, ini sudah terlalu jauh untuknya.
Masih dengan mencumbu leher dan dada mulus itu, Kyuhyun beralih meraih genital mungil Sungmin membelainya lembut hingga lambat laun kocokkan itu menguat hingga percum bening itu menyeruak deras dari ujung genitalnya.
Tak ayal...namja mungil itu makin menggelinjang nikmat, bahkan nyaris teralihkan dari sesuatu yang makin terdorong kuat menembus lubang analnya.
"Ahn...ahh! Anghh...Kyuhh...mmmh"
"Nikmat eum?" Kyuhyun menyeringai puas, melihat namja mungil itu tampak terbuai dengan rangsangannya. Sebelah tangannya tampak begitu intens memeras percum dari genital mungil itu, sementara tangan yang lain berusaha mengangkat pinggul Sungmin, hingga...
'BLESH'
Sungmin membelalak lebar, dengan bibir terbuka...kala benda besar nan keras itu serasa membuat tubuhnya penuh dalam sekali hentak.
Sangat sakit...bahkan karna terlalu perih membuatnya tercekat tanpa suara, dan hanya membusungkan tubuh, hingga melengkung ke atas.
Kyuhyun beralih menggerakkan penisnya keluar masuk...begitu perlahan namun menghentak dengan kuatnya. Hingga lambat laun, rintihan sakit itu berubah menjadi pekikkan demi pekikkan sensual yang makin menyulut gairahnya.
.
.
.
"Annhh...Kyu—hyuunh...Mmmh.. M-more...AH! ...AHH!...AHHH!" Sungmin makin menjerit histeris, saat suaminya beralih mengangkat pinggulnya ke atas dan menghentak tubuhnya dengan brutal. Hingga membuatnya terlonjak-lonjak kasar.
Tak ayal percum bening yang merembas di ujung genital mungil itu pun, berangsur-angsur putih pekat. Membuat namja yang tengah menyetubuhinya itu makin tersulut libido...melihat Sungmin nyaris mencapai klimaksnya.
.
.
"Ah!... Nghh!...Ahahh!...Akhh...P-panash...Ah! AC...hidup-khan AC... AKKHH!" Racau Sungmin kepanasan, begitu peluh semakin hebat membanjiri tubuhnya. Meski demikian Kyuhyun tak sekalipun menghiraukannya, tetap menghentak tusukannya keluar masuk...bahkan kini beralih mengangkat sebelah kakinya ke atas, hingga hujaman penis itu semakin kuat dan dalam.
Kyuhyun kembali menyeringai melihat tubuh molek itu di penuhi kilap peluh, membuatnya semakin teragsang menghentak bringas tubuh mungil itu, hingga mengglepar liardi bawah kuasanya. "Gwaenchana...sshh...berkeringat akan meluruhkan demammu Dear..hhh"
.
.
.
"Ahh! K-kyumpfth...Nghh! AH...AHAAH! C-CUUMMHHH!"
Desahan demi desahan terus mengalun sensual dari kamar besar yang telah memanas itu. semakin terdengar erotis, begitu kecipak tautan tubuh turut menyertainya. Kyuhyun benar-benar terbuai dalam hasratnya...tetap menyetubuhi brutal tubuh mungil itu. Bahkan rintihan lemah Sungmin karna lemas dan perut yang penuh tumpahan sperma di dalamnya itu sama sekali tak dihiraukannya. Namja tampan itu bergerak menuntut nafsunya...hingga semen panasnya berkali-kali menyeruak keluar dan meleleh keluar bersama cairan rektum Sungmin.
.
.
"Uhnnn~...Cu—kuph...Kyuh"
Esoknya
"Kyuu...aissh lihat kau jadi sakit seperti ini" Sungmin begitu panik memeras kain hangat itu lalu meletakkannya dengan penuh hati-hati di kening Kyuhyun. Berulang kali Ia membelai kepala namja tampan itu dan mendesah berat menyadari suhu tubuh suaminya tak kunjung mereda.
Kyuhyun hanya terkekeh pelan melihat sikap panik itu, baginya...Sungmin benar-benar terlihat menggemaskan dengan raut bingung itu. "Memang itu yang kuharapan...kau akan lebih menyayangiku jika seperti ini" Gumam Kyuhyun santai
"Yack! Mussun marriya?" (Apa yang kau bicarakan?). Sungmin menatap Kyuhyun tajam, seolah tak rela suaminya mengucap semua kata itu, oh sungguh...sesuatu dalam dadanya terasa berdenyut nyeri melihat Kyuhyun terbaring sakit seperti ini. Terlebih sakit itu...bermula dari dirinya.
"Daaddda...bwaahh" sandeul yang sedari tadi antusias dengan mainan di tangannya, kini beralih merangak naik ke atas tubuh Kyuhyun. Dan menggapai-gapai wajah Ayahnya dengan antusias. Sontak Kyuhyun bangkit untuk duduk, lalu meraih tubuh gempal putra kecilnya.
"Yyaa...Untuk saat ini Daddy, tak bisa bermain denganmu" Ucap Kyuhyun, sembari mencubit pelan pipi chubby Sandeul. Membuat baby mungil itu terkikik dan menggenggam erat jemari ayahnya, bahkan hingga menggigitinya.
"Kyu! Apa aku tak pernah memeprhatikanmu selama ini?" Sungmin masih menatap tajam, menuntut jawab dari ucapan Kyuhyun beberapa saat lalu.
Namja tampan itu pun kembali terkekeh melihat raut kesal sekaligus sedih itu. Oh sungguh...Sungmin benar-benar terlihat makin menggoda jika seperti ini.
"Kemarilah.." Ujar Kyuhyun, sembari merengkuh punggung sempit Sungmin. Memintannya untuk beringsut masuk ke dalam dekapannya.
Sontak Sandeul mengguncang tubuh girang, melihat Sungmin bersandar di dada kiri Kyuhyun. Membuat baby mungil itu begitu antusias menirukannya...turut menyandarkan tubuh mungilnya di dada kanan Ayahnya, dan menggumam tak jelas.
"Tentu saja Kau memperhatikanku...melebihi siapapun itu" Jelas Kyuhyun seraya mengecup cepat kening Sungmin.
"Tapi Kau—Umppfthhh"
Racauan Sungmin terbungkam, begitu namja tampan itu meraup cepat bibir terbukanya. Tak terlalu menuntut...hanya sekdar lumatan-lumatan ringan, untuk mengulas debaran hangat di pagi ini.
Sesaat Sandeul tampak mengerjap melihat kedua orang tuanya tampak begitu menikmati saling hisap menghisap bibir seperti itu. Apa Daddy dan Mommynya tengah membagi makanan lezat? Pikir Baby mungil itu.
Berulang kali Sandeul menarik-narik kerah Kyuhyun, namun Ayahnya itu terlihat begitu asyik menghisap bibir Sungmin hingga sama seklai tak melihat ke arahnya. Merasa diabaikan...Sandeul beralih meringkuk, dan menghisap-hisap lengan Ayahnya seolah tengah menghisap dot kesayangannya, hingga tiba-tiba baby mungil itu jatuh terlelap begitu saja. Membuat namja tampan itu...tersenyum ditengah-tengah pagutannya.
.
.
"Ommo...Sandeul tidur?" pekik Sungmin terkejut, begitu Kyuhyun mengakhiri ciumannya dan ,elihat Sandeul sudah meringkuk bulat seperti itu.
Kyuhyun hanya terkekeh pelan mendengarnya, dan beralih membaringkan tubuh mungil itu di antara keduanya.
"Cepat sekali Baby tidur? Bukankah ini belum waktunya?" Takjub Sungmin lagi, seraya menusuk-nusuk pipi bulat baby mungil itu.
"Dia persis sepertimu"
Sungmin mengerjap cepat mendengarnya, tapi setelahnya Ia terkesiap begitu namja tampan itu menarik tengkuknya dan mencium lama keningnya.
"Saranghae..."Bisik Kyuhyun setelahnya.
Membuat Sungmin tersenyum tulus,dan mengangguk cepat. "Uhm nado Kyu" Ucapnya sembari menyandarkan kepala di lengan Kyuhyun.
Sesekali kedua obsidian itu tampak menerawang jendelanya. Dan tersenyum melihat taburan salju putih di luar sana. Ah! Pagi ini udara memang beku...tapi rasanya semakin hangat saja dengan memeluk Sungmin dan buah hatinya seperti ini.
.
.
'Air mata bahagiaku terbentuk saat menatap langit...'
'Mungkinkah taburan salju melihatnya?...'
'Ah...aku tau mereka memang melihatnya'
'Tak ada yang lebih membuatku bermimpi...selain mendekap cintaku seperti ini. Tidakkah Dia Begitu mempesona...bahkan lebih indah dari butiran salju di pagi ini.'
'Cho Sungmin...Tau kah kau? Cintaku datang mendekat secepat hujan di musim dingin.'
.
.
.
"Saranghae..."
.
.
.
END
Chaa...AWS chap 15 hadiiir Chinguya ^^
Satu Chap lagi...
atau end di chap ini? dan fokus untuk lanjutin 2 FF lainnya?
Review ya...G review, author hiatus lama ntar. ^^
Dan Untuk:
Cho Na Na , Minge-ni, myFridayyy, Mybluepearl, Ria , Ahn Ji Hyun , Princess JOYELF137 , dessykyumin, egidhiaa, zebri joy , mingie13, zefanyadw , asdfghjkyu , Sparkyu , kyumin joyer ChoLee c, RyanryanforeverYaoi , Ega EXOkpopers , anita ariestamaru, Gyumina, bunnylee137, kyumin pu ,kimteechul, kyuboss ,bunnylee137, ,chaerashin, Harusuki Ginichi - 137411, myangelicKYUMIN , hyakyuming , vey900128, marwahelf, fieeloving13, chindrella cindy , cho kyuminiie , Indah Mirahati137, reaRelf , sary nayolla , Byunchannie26, Baby's Kyumin , KYUMINTS , fenigista99 , Hanna Kyumin , henlicopter , RithaGaemGyu137 , stawberry rae , bebek, gyumin4ever , Ristinok137 , minnie kyumin , Cho Minhyun 137 , Prisna Sparkyu, wulandari. pple , lee minji elf , Yuuhee, teukiangle, hwangpark106 , lee sunri hyun , bunnylee137, Phia89, Kang Dong Jae , dhian930715ELF, anieJOYer, pumpkinsparkyumin ,may moon 581, Sparkyuminmin , minniekyu, danactebh, ShinJiWoo920202, KyuMin1307, Ncie gyuminglove, bunnyblack FLK 136, Kim Yong Neul ,chominhyun , joy , rheeming , Queenshi137 , cloudsKMS , L137A , abilhikmah , Voice 13Star , Mingriew-chan , Adekyumin joyer ,ceicoung , KyuMin ELF, sissy, ajeng kumala, asdfghjkyu, ChoKyunnie , kyuPuchan15 , GaemGyu137 , Zefanya Amelia , Arikashi, mingstares , Ncie gyuminglove, Keyla6384 , imKM1004 , dirakyu, Zen Liu , sjkms137, WineShipper , letstalkyu, emi mardi , , imAlfera, ammyikmubmik , evilminnie14 , bunnylee137 , cintakyumin137 , kyuminsaranghae , bunnylee137 , nana137 , sandrimayy88 , wullancholee , Cho Adah Joyers , 137 , nanaelf57 , rizkyamel63 , I a and JOYer, babychoi137 , BabyBuby , Okalee , Cywelf , Shin neul ra, .7 ,cho hyo woon, reiasia95 , Rheacho,Sitapumpkinelf, airi tokieda, Bunbunchan ,snow drop 1272 , , dJOYers, liu13769 , JoyELF , Yefah , nova137, ona lee umin , sha nakanishi, arvita kim, kyukyu , sry , Rahma Lau137, ChanMoody , LittleMing137 , dokbealamo, astia morichan , efi sepriyanti , mynamedhiendha,
dan Para Guest
Gomawooo sudah review di chap 14 kemarin.
Kamshaaaaeeeeee
Saranghaaaeeeeeeee...
