Title;
Don't Go
Main Cast;
Kim Jongin – Oh Sehoon
Main Pair;
Jongin!Seme Sehun!Uke
[Kaihun]
Genre;
Romance story, Yaoi, typo (s), abal
Rated;
T
Summary;
Ia berjuang untuk hidup kembali dengan meminta bantuan kepada seseorang yang menempati apartemen miliknya. Bisakah sosok itu membantunya bahkan menyelamatkannya?
-oOo-
"Hantu? YAAAA HANTUUUU!"
"Hantu? Mana mana?"
"YAAAAAA!"
"AAAAAAAAA!"
CREATED BY NAMI LAU
=Don't_Go=
Chapter II
"Aku tak percaya"
Ia kembali memejamkan matannya sambil menikmati semilir angin yang kini menyapa kulit eksotis miliknya. Satu demi satu pertanyaan itu kembali menghampiri hatinya. Pertanyaan yang sama yang sukses membuat dirinya tak begitu konsentrasi terhadap hari ini. Bahkan, ia sempat dihukum oleh guru Fisika ketika ia melamun sepanjang pelajaran. Ayolah .. ini bukanlah dirinya. Ia tak mungkin mengabaikan pelajaran kesukaannya itu kalau saja ia tidak memikirkan hal itu.
Memikirkan hal itu lagi –lagi membuat kepalanya pusing. Ia tak percaya – hanya saja kejadian itu sungguh menarik dirinya untuk mencari tahu. Tapi –
Sudahlah.
Lupakan.
Itu tidak penting.
Ia menghela nafasnya sambil memperhatikan ke luar jendela kelasnya. Hujan masih saja setia mengguyur bumi. Padahalkan ia ingin segera pulang dan tidur. Ah, ia juga begitu lapar. Hujan –hujan begini enaknya makan ramen ditemani oleh soju. Hahah .. memikirkannya saja sudah membuat perutnya berbunyi.
Ia tersenyum tipis, lalu memasukkan beberapa buku tugas miliknya ke dalam tas. Ia melirik ke samping kanan, dimana ada teman satu meja –nya Tao yang masih mengerjakan tugas matematika. Ia mengedikkan bahu tak peduli.
Siapa suruh tadi menggosip terus, bathinnya.
Ia berdiri, lalu melenggangkan kakinya keluar kelas. Meninggalkan Tao yang memandangnya dengan tatapan datarnya. Tao –teman semeja –nya dari kelas 1 sampai kini kelas 3 tahu betul siapa Kim Jongin. Manusia satu itu adalah tipe orang yang tidak begitu peduli dengan keadaan sekitar. Jadi, yah .. dimaklum saja jika Jongin tidak membantunya.
Jongin membuka payung yang sengaja ia tinggal didalam lokernya. Ia tahu kalau payung bewarna biru langit itu akan berguna suatu hari nanti. Dan, hari inilah ia memerlukannya. Dimana, hujan masih tak menandakan akan reda.
Ia menerobos hujan dengan langkah santainya. Beberapa siswi menatapnya dengan tatapan memelas hendak ikut. Ada beberapa siswi yang terang –terangan memohon padanya untuk ikut sampai ke halte bus. Bukan Jongin namanya jika menyetujui permintaan bodoh itu.
Ia jelas saja tak mau. Memang siapa suruh tidak membawa payung? Tidakkah mereka lihat ramalan cuaca tadi pagi?, pikirnya sambil memandang rendah siswi –siswi tersebut.
Ia tak peduli –
Dan ialah Kim Jongin.
Pemuda tampan yang tak begitu suka akan kehadiran oranglain dalam hidupnya. Selama ia bisa melakukannya sendiri, ia tidak akan sudi meminta bantuan oranglain. 'Maaf' dan 'Terimakasih' adalah kata –kata yang termasuk ke dalam kamus yang tidak boleh diucapkannya.
=Don't_Go=
Sehun mengacak rambutnya frustasi. Matanya tak lepas dari sebuah vase bunga cantik diatas meja kaca diruang tamu apartemennya.
"Aiish, kenapa aku sama sekali tidak bisa menyentuhnya?" geramnya sambil menatap benda tak berdosa itu dengan tatapan yang mematikan. Untung saja ia tak dianugerahi mata penghancur, jika tidak.. aku yakin vase bunga malang itu sudah hancur dari 5 jam yang lalu.
Ia memajukan bibirnya dan menggembungkan pipinya –ekspresi kesal yang malah terlihat sangat menggemaskan. Ia menyilangkan tangan didepan dadanya, lalu beberapa detik kemudian tubuhnya menghilang.
Pagi –pagi sekali ia sudah kembali ke apartemennya. Tidak memperdulikan pemuda hitam itu yang sibuk mencari sepatunya yang secara tidak sengaja ia memindahkannya dari atas sofa ke bawah meja. Ia lebih memfokuskan dirinya untuk menyentuh segala benda didalam apartemennya. Mengingat sebelumnya, tidak ada yang bisa ia sentuh kecuali tempat tidurnya dan ranjang rumah sakit. Dan sebuah keajaiban muncul ketika kemarin –setelah kedatangan si hitam itu ke apartemennya ia bisa menyentuh bahkan memindahkan sepatu dan memeluk Pinku –Pinku.
"Aahh, apa –apaan pemuda hitam itu! Se enaknya saja memindahkan semua barang –barangku?". Ia memperhatikan dengan tatapan sedih dan murka secara bersamaan ke arah sudut kamarnya. Dimana disana ada sebuah kerdus yang tidak layak pakai –menurutnya – tempat menyimpan boneka –boneka miliknya yang begitu lucu –lucu dan semua aksesoris miliknya.
"Cih, dia pikir aku mati apa?" omelan demi omelan terus saja keluar dari bibir mungilnya. Ia berjalan dengan menghentak –hentakkan kakinya menuju kardus berukuran besar tersebut. Lantas, menengok ke dalam kardus tersebut.
"Ah, kalian sangat malang sekali"
Ia menggenggam tangannya. Ia ingin sekali menyelamatkan boneka –bonekanya itu. Lihatlah, ada debu –debu jahat yang menempel dikepala boneka beruangnya. Ia mengeram kesal,
"Aku benar –benar membencimu hitam!". Lalu, satu wajah melintas dibenaknya. Ia kembali mengerucutkan bibirnya lucu.
"Dan kau Suho, akan ku bunuh jika aku sudah kembali hidup!" ucapnya dengan kilatan api kemarahan dari sorot matanya. Ia sungguh –sungguh benci dengan kakak laki –lakinya itu. Bahkan, ia sudah melupakan emberl –embel 'Hyung' kepada SUho. Jika Suho tidak menyewakan apartemennya hal ini tidak akan terjadi.
Dan ah –
Semua foto dirinya juga menghilang. Astagaaa~~~ ini kiamat!
"Ah, dimana foto –fotoku yang begitu cantik dan tampan?"
"Foto –fotoku yang lucu, kau dimana?"
"Hey, jawab aku?"
Ia berkeliling didalam kamarnya, mencoba mencari dimana letak foto –fotonya.
"Tidak ada? Tidak ada …!"
Kenapa ia baru ingat sekarang. Ia mengepalkan tangannya kuat sambil memandang horror ke arah foto pemuda yang terletak diatas meja belajar. Ia menghampirinya dengan cepat, meraihnya dengan kasar. Ia meremas kuat pigura foto tersebut.
"Kau manusia hitam! Dimana kau menyimpan semua foto ku huuh?". Jari telunjuk lentiknya, menunjuk –nunjuk wajah pemuda hitam itu dengan kasar. Bayangannya sih, ia ingin sekali menunjuk –nunjuk bahkan meninju wajah si hitam yang sok tampan itu. Ah … membayangkannya saja ia sudah ingin sekali memukulnya.
"Dasar manusia hitam bodoh! Kau pikir aku mati huh? Kau dengan lancang memindahkan semua barangku ke dalam kerdus jelek seperti itu. Apa ini suruhan Suho huuh?". Ia benar –benar jengkel dengan dua orang itu. aarghhh …. Pokoknya ia sangat –sangat kesal dengan manusia yang ingin sekali ia cekik itu. Ia tak suka dan benci ketika ada orang yang menyentuh barang –barang di apartemennya apalagi memindahkannya dengan tidak lembut (?). Termasuk si Suho. Kakak satu –satunya yang tergila –gila pada salah satu muridnya. Yeah – Suho adalah seorang guru muda di salah satu Sekolahan Swasta.
Ia memandangi wajah si hitam itu dengan satu pandangan lurus. Lama –kelamaan wajah si hitam itu tampan juga kalau diperhatikan. Jari lentiknya menelusuri wajah sempurna itu.
Eh, tunggu?
Ia baru menyadari satu hal.
Kedua tangan yang meremas kuat pigura itu bergetar kuat. Bibirnya melengkung ke atas. Kilatan api tadi kini menghilang, tergantikan sorot mata bahagia yang begitu indah.
"A –aku, bisa menyentuh benda baru lagi! Yeheeetttt !"
Ia melompat –lompat kesenangan. Tentu saja. Bearti ia mempunyai kesempatan untuk hidup lagi. Ia sangat yakin. Ia sudah memikirkan hal ini matang –matang. Jika ia semakin bisa menyentuh benda –benda lain, tidak menutup kemungkinan jika nanti akan ada orang yang bisa melihatnya. Mungkin saja itu Suho! Jadi ia bisa minta tolong kepada Suho untuk mencarikan siapa pelaku penabrakan dirinya.
Rasa optimis didalam hatinya semakin meningkat. Ia melempar begitu saja pigura foto tersebut ke atas ranjang miliknya yang tentu saja sudah diganti seprainya. Uh~~ padahalkan Micky Mouse lebih bagus daripada gari –garis begitu.
Matanya berbinar, tangannya secara perlahan mencoba menyentuh lemari pakaiannya. Siapa tahu saja ada foto dirinya tersembunyi didalam sana. Sekaligus memastikan, apa ia semakin banyak bisa menyentuh barang (?)
Perlahan – lahan,
Sedikit lagi –
Dan
"Yeeheeeetttttt ~~~". Teriaknya lagi sambil melompat –lompat kecil tanpa menjauhkan tangannya dari pintu lemarinya.
"Omo .. omo .. aku bisa menyentuhnya …."
Kemudian ia masih melanjutkan perjuangannya untuk bisa membuka lemari tersebut. Masih dengan misi yang sama –
Mencari dimana foto –foto tampan miliknya.
Kriiieeeettt ~~
Pintu lemari terbuka bersamaan dengan mulut mungil miliknya yang menganga semakin lebar. Mata kecil itu membulat tak percaya saat ia benar –benar bisa menyentuh benda lain. Persetan dengan vase bunga sialan itu.
Ia segera menunduk mencari dimana foto –fotonya. Ia sedih ketika ia tak bisa menyentuh pakaian –pakaiannya, hanya beberapa yang bisa ia sentuh. Tapi yang membuat dirinya aneh.
Kenapa ia bisa menyentuh semua milik si hitam itu. Dari baju, celana, jaket dan underwear.
"Iihhh …" teriaknya dan melemparkan celana dalam bewarna hitam ke sembarang arah. Ia bisa merasakan degupan jantungnya ketika melihat celana dalam milik orang lain. Ini adalah pengalaman pertama yang begitu tidak mengasyikan.
Kenapa tidak celana dalam milik Siwon Super Junior idolanya? Itukan anugerah? Tidak seperti ini. Melihat celana dalam milik si hitam itu adalah musibaaahhh !
Ia segera mengeluarkan foto –foto miliknya yang cukup banyak. Mengingat ia adalah orang yang begitu percaya diri didepan kamera. Dan satu yang harus kalian tahu –
Hampir seluruh temannya disekolah mempunyai foto –fotonya. Bukan karna teman –temannya itu yang meminta. Itu tidak mungkin. Ia sengaja meminjam ponsel teman –temannya dan melakukan selca. Dan mengancam kepada teman –temannya jika ia menghapus fotonya maka kejadian buruk akan menimpanya.
Ya Tuhan –
Ia segera berlari menuju kerdus penyimpanan bonekanya. Ia nyaris saja tersungkur karna kakinya terkait oleh celana dalam si hitam itu. Nah –kan, musibahh!
Ia tak ragu lagi untuk menyentuh kerdus tersebut. Dan – yeah – ia bisa menyentuh kerdus tersebut dan mengeluarkan boneka –boneka kesayangannya. Senyum manis terkembang dibibir mungilnya.
"Ahh, aku merindukanmu sayang", ucapnya dengan nada haru sambil memeluk dua boneka larva bewarna merah dan kuning. Dua boneka kecil yang selalu menemaninya saat mandi. Karna ia gampang sekali bosan. Setidaknya hadirnya dua benda itu mampu membuat si aktif Sehun tidak merasa kesepian. Meski, dua benda lucu itu tidak akan pernah menyahut perkataannya.
Ia terdiam sesaat selama beberapa menit. Tiba –tiba seringaian kecil terbentuk dengan indah dibibir mungilnya. Ia menjentikkan jari lentiknya, "hahaha, akan ku buat kau tidak betah disini hitam!"ucapnya penuh dengan keyakinan. Kemudian, dengan cepat ia mengembalikkan boneka –boneka tadi ke dalam kerdus. Tak lupa memberikan satu persatu kecupan diwajah bonekanya sebelum akhirnya harus ditutup kembali didalam kerdus. Lantas, ia dengan sigap membereskan foto –foto miliknya ke tempat semula.
"Kau akan keluar dari tempat ini hahaahah"
Ia mendengar pintu kamarnya akan terbuka, dan akan menampakkan sosok yang begitu ia benci. Bisa ia lihat wajah lelah si hitam itu. Apalagi keringat atau mungkin air hujan yang membasahi wajahnya. Dduh, kok dimata Sehun, si hitam kelihatan sexy ya?
"Hey, kau seharusnya melepas pakaian dan sepatumu sebelum tiduran seperti itu bodoh!". Ia menasehati yang tentu saja tidak didengar oleh Jongin yang sedang menutup matanya. Lama ia dalam posisi seperti itu. Sebelum akhirnya ia bangun, dan mulai melepas seragam sekolahnya. Namun, sebelum ia membuka kancing baju sekolahnya, matanya menangkap satu benda diatas tempat tidur.
Keningnya berkerut sekilas. Siapa yang memindahkan foto miliknya? Seingatnya ia meletakkan diatas meja belajar. Apa jangan –jangan?
"Hahahah, kau ketakutan huh?"
Jongin bangkit dan meletakkan kembali fotonya diatas meja belajar. Ia merasakan bulu kuduknya merinding. Kenapa ia merasa ada makhluk lain dikamar ini? Jongin tersenyum tipis. Ia tidak mempan. Ia berani. Ia tidak akan takut karna hal bodoh seperti ini. Sebaiknya mengisi perut adalah hal yang tepat sekarang. Daripada memikirkan tentang kejadian aneh di apartemen ini?
"YAAA! SEPATUMU HAMPIR MENGENAIKU BODOH!". Teriak Sehun keras ketika sebuah sepatu melayang hampir mengenai wajah manisnya.
BLAM
Pintu kamar tertutup dengan begitu keras. Dan teriakan menakutkan dari bibir Sehun kembali terdengar.
"Omoonaa … pintuku sayang. Apa kau sakit?" ucapnya sambil mengelus –elus badan pintu tersebut. Eh?
"Kyaaa …. Aku bisa menyentuh lagi … yeheeettttt!". Ungkapnya sambil berteriak –teriak ala pemandu sorak dan jangan lupakan goyangan pinggul aneh miliknya. Tunggu? Ia berhenti melakukan gerakan konyol tersebut dan kembali berjongkok dan mengelus –elus badan pintu kamarnya. Tak lupa ia memeluknya sambil membisikan kata –kata.
"Tenang, aku akan balaskan dendammu pada si hitam itu"
Ia bangkit, lalu menatap satu persatu semua benda didalam kamarnya. Seringaian setan tercetak dibibir mungilnya.
"Kalian semua harus bersabar. Aku akan membuat pemuda hitam itu keluar dari apartemen ini. Aku akan membuat dirinya bertekuk lutut, menangis dan pipis dicelana". Ia tertawa membayangkannya. Bahkan sampai –sampai ia memegangi perutnya karna tertawa begitu keras. Pipis dicelana? Ooh, semoga saja jika itu terjadi ia sudah bisa memegang ponsel dan menyebarkan di media social. Itu pasti jadi trending topic. Hahah
"Dan, dan aku akan –"
Prang*
Terdengar suara pecahan kaca yang begitu menganggu orasi Sehun. Padahalkan ia lagi semangat –semangatnya. Bahkan mengalahkan semangat Jokowi dan Prabowo! Ia ingin mengabaikannya, namun hatinya menyuruhnya untuk menengok apa yang terjadi didapur tercintanya. HAH? DAPUR? JANGAN –JANGAAANN ….
=Don't_Go=
Jongin memandang malas ke arah gelas yang tadi tak sengaja tersenggol oleh tangannya dan jatuh mengenaskan diatas lantai. Ia mengabaikannya. Ia tak peduli. Toh gelas itu bukan miliknya. Lebih baik ia melanjutkan makannya yang tertunda.
Ia dengan lahap menyantap mie ramen dengan ditemani kopi hangat. Ia ingin sekali meminum soju, tapi ia lupa kalau ternyata ia belum membeli salah satu minuman favorite –nya itu. Tiba –tiba ponselnya berdring. Ia ingin kembali mengabaikannya, kalau saja ia tidak melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.
"Yeoboseyo? Ada apa huh?"
"AARGGHH…. GELAS CANTIKKU .. APA YANG TERJADI PADA DIRIMU?". Sehun menatap nanar gelas cantik berbentuk anjing yang kini sudah hancur lebur. Air mata Sehun sudah tidak terbendung lagi. Ia benar –benar benci dengan sosok hitam yang kini asyik makan sambil bertelpon ria. Tanpa memperdulikan gelas yang Sehun yakini itu ulah si hitam.
Sehun berjalan menghampiri Jongin dengan air mata yang terus mengalir. Ia menatap Jongin dengan tatapan membunuhnya. Ia tak tahu lagi harus berkata apa. Dengan cepat ia meraih gelas berisi kopi hangat tersebut dan menyiramkannya ke arah Jongin, tepat diwajahnya. Dan setelah itu tubuhnya menghilang.
'Jongin –ah, ada apa? Kau kenapa? Kenapa kau berteriak?'
Mata Jongin terbelalak tak percaya. Ia bisa merasakan degupan jantungnya yang begitu cepat dan tak normal. Ia juga bisa merasakan buliran peluh mulai keluar disetiap pori –pori kulitnya.
"Apa yang terjadi sebenarnya?"
Pandangannya tak lepas dari segelas kopi yang sudah kosong. Kopi yang sempat menyiram wajah tampannya. Ah .. lihatlah wajahnya tambah hitam.
Raut ketakutan dan keraguan terpampang jelas diwajahnya. Ia meremas ponselnya yang kuat, tanpa menjawab pertanyaan dari seseorang diseberang sana.
Ia dengan cepat menyapukan pandangannya ke sekitar dapur. Ia yakin kalau sebelumnya memang ada makhluk jahil bersamanya. Tapi saat ini, ia sama sekali tidak merasakannya.
Sepertinya –
"Apa benar di apartemen ini ada hantunya?"
Ia mulai percaya …
=Don't_Go=
Dokter Jung menepuk pelan pundak Suho. Membuat pemuda tampan itu menolehkan wajahnya ke samping. Ia tersenyum sedih,
"Apa benar yang dikatakan perawat yang menjaga Sehun tadi malam, Dokter?"
Dokter mengangguk membenarkan. Lantas, matanya menatap ke layar monitor yang menunjukkan garis –garis yang begitu lemah. Garis –garis yang menunjukkan detak jantung milik Sehun. Terlihat tak ada sedikitpun kemajuan selama ini. Bahkan, boleh dikatakan keadaan Sehun semakin buruk.
"Perawat Kim sempat melihat kalau garis dimonitor itu menghilang. Yah, tapi beberapa detik kemudian setelah itu garis –garis kehidupan Sehun kembali terlihat meski, labil"
Suho memijat pelan keningnya yang terasa pusing. Apa yang harus ia katakan kepada orangtua mereka yang saat ini sedang bekerja di China sebagai karyawan di sebuah pabrik. Ia benar –benar tidak becus menjadi seorang kakak. Ia ingin sekali terus melanjutkan perawatan Sehun, tapi –
Biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Bahkan, ia sudah menghabiskan seluruh tabungannya. Ia juga kerja pada malam hari untuk mencari tambahan. Ingat, ia tidak hanya mencari uang untuk Sehun. Tapi untuk dirinya juga Junhao. Sebenarnya, Junhao adalah anak kakak perempuannya yang sudah meninggal saat Junhao lahir. Dan ayah Junhao memilih kabur dengan wanita lain. Mengingat itu, ingin rasanya Suho memaki –maki kakak iparnya itu. Tapi ya sudahlah. Junhao akan lebih baik tinggal bersamanya. Dan ia akan menitipkan Junhao pada Bibi Wang, tetangganya jika ia sedang dalam berpergian.
"Suho –ssi, apa kau mendengar perkataanku?"
"Ya Dokter Jung. Aku mengerti maksudmu". Suho membalikkan tubuhnya, lantas membungkuk hormat pada Dokter Jung yang selama ini membantunya. "Berikan waktu dua minggu lagi Dok. Jika Sehun tidak menunjukkan adanya kehidupan. Aku menyerah. Aku akan menyerahkan semuanya pada Dokter. Aku akan mengikuti saranmu, Dok"
Dokter Jung menepuk pelan pundak Suho. Membuat Suho tersenyum meski itu kecil sekali. Apa caranya ini benar? Namun, ia hidup tidak hanya memikirkan Sehun. Tapi hidupnya, orangtuanya yang mati –matian bekerja untuk hidup mereka dan juga untuk Junhao.
Apa ia egois?
"Semoga Sehun akan kembali pada kita"
"Yah. Aku slalu berdoa untuk itu"
Dokter Jung keluar dari ruangan itu ketika seorang perawat memanggilnya. Tertinggal Suho yang masih berdiri ditempatnya. Ia masih tak berani melihat ke arah Sehun. Ia merasa takut dan bersalah.
Apa ia seperti seorang pembunuh? Menghentikan perawatan Sehun karna ia sama sekali tidak mempunyai uang lebih?
Ya Tuhan .. apa cara yang ia tempuh benar?
Ia melangkahkan kakinya menghampiri ranjang sang adik. Ketika ia bisa mengumpulkan keberaniannya. Tangannya terulur, menyentuh kening sang adik dan mengusapnya lembut. Perlahan, air mata yang sedari tadi ditahan jatuh juga. Tangan lainnya ia genggam untuk menggenggam tangan Sehun yang masih saja di infuse.
"Hunna …", ia menarik tangan Sehun dan dikecupnya punggung tangan yang begitu lemah itu. "Maafkan Hyung … maafkan Hyung" ucapnya berulang kali sambil diselingi air mata.
"Hyung harus pulang. Junhao menunggu Hyung. Hyung slalu menunggumu. Hyung mencintaimu" satu kecupan panjang ia berikan tepat dikening dan dipipi adik tercintanya itu. Tanpa disadari oleh Suho. Setetes air mata yang begitu jernih seperti krystal bergulir begitu saja diatas pipi mulus Sehun.
=Don't_Go=
Suara tangisan masih saja terdengar didalam ruangan yang sudah dipastikan kamar milik Sehun yang saat ini ditempati oleh Jongin.
"Hikks. Hiksss …"
Sehun memeluk gulingnya sambil merebahkan tubuhnya secara perlahan. Ia masih kesal dan marah pada si hitam yang memecahkan gelas cantik itu. Gelas pemberian Chanyeol –sahabat dekatnya. Gelas itu adalah gelas satu –satunya yang diproduksi di China. Chanyeol mendapatkan itu dengan mudah mengingat sang Ayah adalah salah satu orang penting di Negara tirai bamboo itu. Bukan hanya karna gelas cantik itu hanya satu –satunya di dunia. Tepat dibawah gelas itu terdapat tanda tangan dari Siwon Super Junior. Ayolah … ia harus berdesak –desakkan dengan gadis –gadis genit saat acara fansign. Untung saja saat itu Chanyeol rela menemaninya, jika tidak? Bisa –bisa ia sudah terpelanting entah kemana karna tubuh kurusnya kalah bersaing dengan gadis –gadis gemuk itu.
"Hitam bodoh hikkks .. hitam jelek hikks"
Ia masih saja menangis sambil membayangkan wajah si hitam yang sangat menyebalkan itu. Entah kenapa dua hari ini wajah si hitam itu slalu muncul. Bahkan saat ia tidak melihat si hitam itu, ia masih saja teringat. Astaga .. apa yang terjadi dengannya?
Sungguh. Tubuhnya terasa lemas. Ia ingin sekali melihat raganya. Melihat perkembangannya. Namun ia sama sekali tidak bersemangat. Ini di akibatkan oleh si hitam itu.
"Arrgghhhhhhh ….!" Sehun meremas guling itu kuat. Seakan –akan ia sedang meremas wajah si hitam itu sambil memberi makian kejamnya.
"Hikksss .. hikkss" ia bangun, dan mengusap pelan pipinya yang kini sudah basah akibat air mata. Ia mengepalkan kuat tangannya. Ia harus membalas tingkah si hitam itu yang begitu menyebalkan dan memuakkan. Pokoknya, si hitam itu harus keluar dari apartemennya mala mini juga. Ia tidak sanggup jika melihat keadaan apartemennya akan lebih parah daripada ini.
Ia tak sanggupppp ~~
Sehun bangkit dan menghilang. Mencoba mencari tahu sedang apa Jongin saat ini ~~~
Ia tersenyum sinis, sambil mengusap kasar air matanya. Bisa ia lihat saat ini si hitam itu sedang asyik menonton drama korea yang begitu alay dimata Sehun. Ah … si hitam itu sudah berganti baju rupanya. Dan sepertinya si hitam itu sama sekali tidak takut akan peristiwa tadi.
Sehun berjalan menuju dapur, dimana sudah tidak ada pecahan gelas cantiknya. Mungkin sudah dibuang.
Tiba –tiba ia merasakan air matanya akan tumpah lagi. Namun dengan cepat ia menahannya. Hey, ia tidak mau ya dipanggil cengeng. Meski ia memang cengeng sih .
Seringaian setan itu kembali terlihat. Bisa dilihat ada dua buah tanduk muncul disisi kepalanya. Rupanya Sehun si roh cantik ini sudah bertransformasi menjadi setan. Kkk
"Kita lihat, sampai berapa jam kau akan bertahan hitam"
Dan dimulailah aksi menakuti –nakuti Jongin ala Sehun. Mulai dari mematikan lampu secara tiba -tiba kemudian menyalakannya. Atau menghidupkan TV ketika malam tiba dan menaikan suhu AC hingga maksimal. Semua gagal. Jongin sama sekali tidak takut. Bahkan … ia sudah menyusun kembali semua boneka –boneka dan memasang semua foto –foto dirinya dinding. Tapi si hitam itu malah terlihat tak peduli. Contohnya saja sekarang. Si hitam itu malah tertidur dengan pulas sambil memeluk salah satu boneka beruang miliknya. Astagaa …. Hitam itu penuh kuman dan bakteri yang mematikan.
Ia terduduk lemas disudut kamarnya. Ia menarik lututnya dan menopangkan dagunya. Ia menatap kesal kea rah ranjangnya. Dimana ada si hitam itu tertidur. Ayolah … ia benar –benar kesal. Ini adalah hari ke -7 dirinya mengerjai dan menakut –nakuti si hitam itu agar keluar dari apartemennya. Ia merelakan waktu tidak menjenguk raganya agar bisa memaksimalkan pekerjaanya untuk membuat si hitam itu hengkang dari sini. Tapi semua yang ia lakukan gagal totaaaaal !
Bisa –bisanya si hitam itu tidak takut dan tidak peduli seperti itu. Sehunkan capek jadinyaaa!
Rencananya untuk mengusir si hitam itu dihari kedua malah sia –sia. Bahkan si hitam itu sudah tinggal lebih seminggu disini.
"Uh, menyebalkan. Dasar hitam menyebalkaaan! AKU MEMBENCIMU HITAAM JELEEEKKK!"
Jongin membuka matanya cepat ketika ia seperti mendengar teriakan didalam apartemen itu. Bulu kuduknya berdiri –merinding. Ini bukan lagi karna suhu AC yang tiba –tiba naik dengan sendirinya. Ia tahu itu ulah si hantu usil yang ia yakini tinggal di apartemen ini. Ia baru ingat. Kenapa ia tidak menayakan silsilah apartemen ini kepada seseorang yang menyewakan apartemen ini kepadanya.
Ia masih setia membuka matanya. Lampu dikamarnya tiba –tiba mati, kemudian menyala. Selalu seperti itu. Namun ia sudah terbiasa sejak 7 hari yang lalu. Dan ia sudah tidak memperdulikannya. Ia yakin kalau hantu itu hanya berniat menganggunya tanpa ingin menyakitinya. Tapi karna apa? Apa si hantu itu tidak ingin ia tinggal disini? Padahalkan ia tampan? Tapi kalau dipikir –pikir …
Ia melirik kea rah foto yang begitu besar, yang terpajang disisi ruangan. Sebuah foto yang menunjukkan seorang pemuda atau gadis, Jongin tidak tahu pasti. Yang pasti sosok itu begitu cantik dimatanya. Wajahnya yang begitu mulus dan putih. Dan hidung mancungnya. Apalagi sebuah lengkungan setengah bulan sabit akan terbentuk ketika sosok itu tersenyum.
Ah melihat senyum sosok itu saja sudah membuat hatinya tenang.
Eh?
Apa jangan –jangan hantu itu adalah sosok yang didalam foto itu? Sosok itu diperkosa lalu dibunuh. Dan mayatnya masih ada diapartemen ini? Iihhh …. Jongin tiba –tiba menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya. Bukan karna takut, tapi ia tak tega melihat wajah sosok itu yang matinya begitu tragis -_-
Sehun mendengus kesal ketika memperhatikan sebuah gundukkan besar ditengah –tengah ranjang. Ia harus melakukan sebuah cara agar si hitam itu pergi dari sini. Tapi apa? Ia juga beberapa kali mendorong tubuh Jongin dari tempat tidur, membuat tubuh tegap dan tinggi itu terjengkang ke bawah. Ia juga sering menyembunyikan seragam sekolah, sepatu dan buku –buku Jongin. Tapi sekali lagi –
Manusia hitam itu tidak peduli.
Apa ia harus melakukan cara yang kasar? Sebuah ide brilliant tiba –tiba melintas dibenaknya. Terimakasih pada makhluk kecil bewarna merah dan bertanduk yang baru saja mengirimkan ide cemerlang itu kepadanya.
Ia menyeringai lebar. Kaki jenjangnya berjalan pelan menuju ranjang. Lantas, menaiki perlahan ranjang tersebut. Kini ia menaiki tubuh Jongin yang terbalut oleh selimut tebal yang ia ketahui itu adalah miliknya. Ia heran, kenapa sih Jongin tidak bermodal ? apa –apa miliknya! Masa ia pernah mendapati Jongin pake celana dalam miliknya? Uh ~~~
"Kau akan mati hitam …"ucapnya sambil mengulurkan tangannya. Ia sudah mengambil ancang-ancang untuk mencekik Jongin. Namun tiba –tiba tubuh yang ia tindihi itu bergerak tak nyaman.
Jongin belum bisa tidur. Ia hanya memejamkan matanya. Dan tiba –tiba ia merasakan kalau ada beban diatas tubuhnya. Dan beban itu sekarang naik ke bagian perutnya dan itu membuat ia susah bernafas. Ia menggerakkan tubuhnya susah. Pertama karna beban yang cukup berat dan kedua, selimut yang menghalangi pergerakannya.
"Ahh"
Ia menyibakkan selimutnya begitu saja dengan cukup keras. Ia juga mendengar pekikan tertahan dari dalam kamar itu. Eh, bukankah hanya ada dirinya didalam kamar itu? Lalu tadi itu suara siapa?
"Aduuh, pantatku sakit sekali. Dasar hitam bodoh!"
Apa? Hitam? Dan –
Bodoh?
Jongin dengan cepat merubah posisinya menjadi duduk. Dan kini, dihadapannya telah tersaji sebuah pemandangan yang membuat bulu kuduknya merinding –lagi dan lagi –. Jongin menunjuk sosok itu dengan telunjuk tangannya yang bergetar. Menunjuk sosok itu yang mengenakan sebuah pakaian rumah sakit dengan wajah pucat seperti mayat –meski masih terlihat cantik. Dan wajah itu .. bukankah itu pemilik apartemen ini? Yang mati secara tragis itu?
"Ah .. pantatku sakit sekali .." Sehun masih saja mengusap –usap pantatnya yang sungguh terasa sakit. Baru kali ini ia bisa merasakan sakit kembali setelah dua tahun. Huh. Ini semua gara –gara si hitam dekil ini. Ia menolehkan wajahnya tepat kea rah Jongin. Ia terkejut ketika jari telunjuk Jongin menunjuknya. Dan jangan lupakan wajah aneh Jongin.
Alis Sehun terangkat, "Apa –apaan dia? Berlagak jadi orang bodoh huh? Apa dia lagi mengigau?". Belum sempat Sehun mendekatkan langkahnya. Jongin lebih dahulu bangkit dan berusaha untuk menyentuhnya.
Dan –
Tembus. Astagaa …
Jongin memperhatikan tangannya yang sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh sosok itu. Dan, bayangan sosok itu sama sekali tidak ada di cermin. Apa ini artinya kalau ….
"Hantu? YAAAA HANTUUUU!"
"Hantu? Mana mana?"
"YAAAAAA!"
"AAAAAAAAA!"
Jongin berlari dengan cepat keluar dari kamar. Ia juga sempat terjatuh dan menabrak pintu kamar sebelum ia berhasil membuka pintu itu. Dan, sialnya ia juga tersungkur saat kakinya tersandung oleh karpet merah diruang tengah.
Sedangkan Sehun tidak jauh ia mondar –mandir didalam kamarnya untuk mencari tempat persembunyian.
…..?
Eh, tunggu.
Untuk apa?
Sehun membuka selimut yang membungkus dirinya. Kenapa dirinya ikut bersembunyi? Bukankah dirinya itu roh yang bergentayangan? Lalu untuk apa ia takut pada hantu? Dan ah –
Kenapa si hitam itu mengatakan ada hantu? Setahu Sehun didalam kamarnya bahkan apartemennya tidak ada hantu. Yang ada hanya dirinya dan tentu saja si hitam itu. Lalu, jika memang tidak ada hantu. Bearti kata 'hantu' tadi ditunjukkan untuk dirinya? Dengan kata lain si hitam itu bisa melihat dirinya?
Jongin mengatur nafasnya yang masih terengah –engah. Ia seperti akan mati saja. Ia mengintip dari balik dinding dapur. Apa tadi ia bermimpi atau berhalusinasi ya? Apa benar ia tadi melihat hantu? Ya Tuhan .. kenapa ia harus ditakdirkan bertemu dengan hantu yang mempunyai kisah yang begitu tragis.
"Tenang Jongin. Semua akan baik –"
"Haii hitam" sapa Sehun dengan senyum lima jari yang tentu saja membuat mata Jongin membulat. Bahkan Jongin berpikir jantungnya itu sudah melompat karna terlalu terkejut.
Senyum Sehun semakin lebar. Bahkan ia sudah menampilkan ekspresi menakutkannya dengan cara menggembungkan pipinya dan menarik kedua matanya. Membuat matanya itu hanya tinggal garis saja.
"Aaaarghhhhhhh"
Teriakan terdengar begitu menyakitkan telinga seorang –
Jongin. Yeah – apa kalian pikir Jongin takut pada hantu usil ini? Salah besar. Ia sama sekali tidak takut. Uhm, meski tadi agak terkejut sih.
"Uh, tsa –sakit hitam"
Jongin menarik kedua belah pipi Sehun dengan gemas, membuat si empunya pipi merintih kesakitan. Entah kenapa melihat ekspresi Sehun seperti itu membuatnya ingin tertawa. Sedangkan Sehun, kenapa ia melihat eskpresi menyebalkan seperti Jongin ingin sekali membunuhnya.
"Kau pikir kau bisa menakutiku, dasar hantu usil!". Jongin menarik kedua pipi Sehun lebih kuat, membuat si hantu usil itu berteriak kesakitan. Tentu saja Jongin tidak akan melepaskannya kalau saja Sehun tidak menarik hidungnya.
"Pe –seekk lepaskann. Sakitt tauu!"
Jongin mendengus kesal mendengar panggilan untuknya yang begitu membuat hatinya tersinggung. Tidakkah hantu itu memiliki perasaan yang peka terhadapnya.
Hitam?
Pesek?
"HITAM BODOH! PESEK SIALAN! AKAN KU BUAT KAU TIDAK BETAH ! ENYAHLAH KAU DARI APARTEMENKUU" teriak Sehun yang sangat –sangat jelas didengar oleh Jongin sekarang. Ia menghela nafasnya. Ternyata, hantu itu selain usil juga tidak punya sopan santun. Sembarangan sekali memanggil nama orang. Dan, juga pertanyaan hatinya sudah terjawab. Hantu itu hanya ingin menyuruh dirinya pergi dari apartemennya. Hantu itu tidak berniat menyakitinya. Tapi bukan Kim Jongin jika ia memperdulikannya. Lagipula, ini sepertinya akan menarik.
Mengerjai hantu? Oh .. hanya ia yang bisa.
Jongin membalikkan tubuhnya. Lalu menarik sedikit bibirnya untuk memberikan senyuman merendahkan untuk Sehun yang menatapnya tak percaya. Lihatlah gaya alay –nya. Menangkupkan kedua pipinya sambil membuka lebar mulutnya. Sangat lucu bukan?
"Coba saja kalau kau bisa" ucapnya acuh. Kemudian setelah itu Jongin melenggangkan kakinya menuju kamar. Ia sangat mengantuk. Untung saja besok hari minggu. Setidaknya ia bisa bersantai atau –
Malah mengurusi si hantu usil itu!
Oh entahlah. Awalnya ia memang takut. Tapi lama kelamaan ia malah merasa senang. Apa itu aneh? Apalagi saat ia melihat wajah si hantu itu. Begitu manis meski menyebalkan. Ah – lupakan. Gara –gara hantu itu tidurnya jadi terganggu.
Namun ia meyakini satu hal. Kalau setelah kejadian ini hidupnya tidak akan sama lagi.
Sehun menghentak –hentakkan kakinya kesal. Ia tak habis pikir kenapa ada manusia seperti si hitam itu! Dan kenapa ia tidak dari kemarin –kemarin membunuh si hitam itu!
Rencana pembunuhan gagal.
Baiklah ..
Ia menyerah ..
Payah!
Kini tubuhnya sudah berada diatas sofa. Memeluk bantal sambil menyenderkan punggungnya dibadan sofa. Ia memejamkan matanya sesaat. Ia tidak menyangka ternyata Tuhan masih mendengarkan do'anya. Kini ada orang yang akan menolongnya untuk mencari pelaku yang telah menabrak dirinya hingga koma. Meski itu si hitam sih. Padahal ia berharap itu Siwon -_-
"Ah .. sepertinya aku harus melupakan niatku untuk mengusirnya dari sini". Ia tersenyum sambil mengangguk –anggukan kepala. Lalu ia membuang begitu saja bantal yang tadi ia peluk ketika sebuah ide – lagi –lagi melintas dipikirannya.
"Aku akan mengajukan penawaran dengannya. Jika ia ingin tinggal disini maka ia harus membantuku mencari si penabrak itu. Nah, setelah itu rasa penasaranku akan hilang. Lalu masalahku beres deh. Aku bisa hidup kembali dan menendang si hitam itu hahahah" tentu saja hal terakhir tidak ia catat ke dalam perjanjian itu nanti. Kini dirinya tengah sibuk mencari kertas dan puplen untuk menuliskan beberapa perjanjian yang akan ia ajukan untuk Jongin besok pagi. Biarkanlah 'calon' pahlawannya beristirahat sejenak.
Semoga hari esok menyenangkan !
-T B C -
Huaaa chap 2 akhirnya selesai jugaa ~~
Gk nyangka kalau ff aku bakal diterima ama kalian semua … huhuhu …
Makasih banyak untuk kalian yang sudah menyempatkan baca ff abal kaya gini. Makasih yaa T_T
Saatnya balas review ! ^^
Kaihun: "Makasih yaa atas review-nya.. ff ini bakal happy ending kok –tenang aja ! ^^ "
Ika pervert eunhae ernis pabboya: "Hahah, makasihh yaaa sayangkuu – fans ku nomor satu :pp ..! sumpah gue lupa ama comment eluuu ! *ngek* "
Reza Unieq Clouds Whirlwinds: "Waah namanya panjang bangeet ~~ heheh . Mommy –mu bentar lagi akan bangun kok, tenang aja! Terus kelajutan hubungan merekaa .. lihat di chap selanjutnya yah. Ada kejutan kecil soalnya"
Tekitoki: "Whuahahahah …. Jongin emng songong kali yeee? Ini sudah lanjutt ..makasih yaa ! ^^"
Xxx: "aku tahu siapaa kamuu … hahahha! Iya sayang .. ini sudah lanjuutt dan semoga makin penasaran ama ff abal ini -_-"
LKCTJ94: "ciyeee yang sudah baca .. makasihh yaa ^^"
Fishylee142: "WOOYY PANJANG AMATT KOMENT LUU ! HAHAH, thanks yah tuyul …terus teruss, kyungsoo ntr bakal ada kok. Dan, dan … baekiii? Luuuuu gk pataaah hatiii kannnn? Lu masih hidup kaaaaan? Hahahah …. "
InfinitelyLove: "Hihihii ini sudah lanjut. Makasih udah RnR ^^!"
Ashley97chan: "Haii Ley, salam kenal yah ^^! Makasih udah menyukai ff ini … ditunggu aja kelanjutannya yaaaa ~~~"
Afranabilah19: "YEHEEEETT #KIBARBANNERSEHUNBOTTOM *EVILAUGH*"
Darkid Yehet: " …hati –hati dibelakangmu ada sesuatu"
Evilwu97: " Manis? Dduhhh gk bisa bikin moment yang manis –manisssss T_T"
izz'sweetcity: "ini sudah lanjutt izz makasih yaaa ^^ aku sehunbottom addict !"
HyuieYunnie: "Tuhoo –nya menyerahh … eottheokke? Thehunaaa huweeekkk … penabrak ituu ntr akan muncul dichap selanjutnyaa huweeee"
KaihunnieEXO: "YEAHH … LESTARIKAN SEHUNBOTTOM! Mommy akan bangun. Sabarlahh …"
dia'luhane: "ini sudah lanjuutt makasihhh ;AA;"
SehunBubbleTea1294: "Iyaaa … si kai bisa liat Sehunnaaa ~~~ hidup Sehunn akan makin kasihan nanti ;AAA;"
yura'zetiyanie: "apa ini lama?"
Sehunnoona: " hehhehe, makasih atas dukungannya"
SAYA SENANG JIKA KALIAN SENANG !
MARI LESTARIKAN FF SEHUN BOTTOM !
MIND RNR CHINGU –DEUL !
~(^, ^)~ ~(^ ,^)~
