"Uwooohh~! Hoeeekkk!"
"Maksa sih."
"Maksa banget."
Motochika dan Motonari secara kurang ajar, CUMA berdiam duduk sembari melipat tangan mereka ketika Yukimura keenakan melantunkan lagu (baca:teriak) namun tiba-tiba muntah lagi.
Di kamar Yukimura, kamar dengan no. 16, Yukimura tengah bangkit dari futon-nya dengan disebelahnya kini ember ungu yang masih kinclong berlumuran noda-noda yang dengan terpaksa author ucapkan 'u don't say' karena author sendiri menjaga perasaan si empunya ember. Eh ini bukan salah author loh kalau ember yang dimaksud bukan kinclong, tapi menjijikkan (eh keceplosan deh). Ini cuma sesuai penglihatan author saat mendeskripsikan suatu ember Motochika yang biasanya jadi wadah mancing ikan, pake kacamata besi.
"Ya ampun kalian ini kawan atau bukan sih?" Yukimura menghentikan aksi nyanyinya dan marah, ketika sudah muntah pelangi yang ke-10 kalinya. Bukan, bukan muntah pelangi ala orang habis liat adegan H.
"Kami sudah diamanatkan hanya menjagamu kok," jawab Motochika cuek.
"Kami dilarang menyentuhmu oleh Date," sambung Motonari. Mereka kalau sudah menyangkut tidak tahu diri, kompakan banget ya? Authornya sampai mangap-mangap kayak ikan di air antara pengen ngomel karena ketidaksetiaan mereka berdua, tapi gak jadi jika lawannya adalah dua perjaka kurang hormon estrogen. Tunggu, itu hormon wanita cuk!
Ah pasti author bakal dicibir telak sama anak IPA nanti. Oke, siapkan mental~
.
Kok jadi curhat gini? Ayo kembali ke adegan sebelumnya!
"Hei Mouri, kasi topik bagus dong!" pinta Motochika kesambet alay ala Cherrybel**.
"Misalnya fakta-fakta gitu kek," sambung Motochika.
Motonari mingkem. Yukimura masih asyik melakukan ritual pelepasan bakteri jahat. Eh maksudnya, pelepasan emm... author kurang bisa biologi nih...
"Ayolah~" pinta Motochika dengan urat kepala udah putus karena katanya digigit tikus gede punya Mitsunari, saat mereka berantem di halaman Dormitory dahulu kala. Kaget juga tetangga Yukimura sama Motonari punya tikus. Matanya merah tubuhnya merah jambu, alias tikus jadi-jadian yang cuma bisa digambarkan dalam otak ababil ala author.
Motonari kepaksa manggut, daripada jadi stress gegara liat muka Motochika udah mesum dengan bibir dower.
"Kalian tahu kenapa ada fujoshi, ada penggemar incest, dan lainnya? Cerita ini dimulai ketika seekor anjing yang membawa tulang putih besar menatap pantulan dirinya di k- eh tunggu, kenapa aku mendongeng!?" heran Motonari menyadari teksnya ternyata salah dikasi author. Teksnya adalah tugas bahasa inggris yang disodor author yang lagi mojok gegara mencret habis liat tugas bahasa inggris, untuk membuat cerita lain dari cerita yang didongengin Motonari dengan sama versi. Author kira Motonari itu brilian, ternyata milyader. Dan author salah ngasi fakta lagi.
"Oh aku tau, yang ceritanya si anjing melihat refleksi pantulan dirinya di cermin kan? Tunggu, udah refleksi, mantul lagi," Motochika yang mau nyambung malah ngoreksi apa yang ia lontarkan tadi.
"Dengarkan, Motochika!" sahut Motonari sebal... sebal banget dah.
"Ampun ndoro~!"
"Ndoro ndasmu!" sahut Motonari dengan intelek jawa akibat pengaruh Motochika. Habis ini pasti author bakal dinasehati ala miss Cinta Laur* oleh author lain hanya karena meng-OOC-kan tokoh idola mereka.
Mari kita tinggalkan mereka sejauh yang kita bisa. Kalau bisa, kita terbang ke bulan bareng yuk? Oke ngaco.
Nah saat itu Ieyasu dan Masamune malah asyik singgah ke warnet. Author heran deh, rasanya mereka berdua punya laptop masing-masing di kamar mereka. Eh kok ke warnet ya?
Oh pantas, habis liat brosur. Tulisannya gini:
AYO MAIN DI SINI! KAU YANG MAIN, CUCUMU YANG BAYAR!
.
Mereka adalah calon kakek yang menyesatkan cucunya.
Masamune saat itu bingung mau ngapain di depan komputer. Dia udah buka yout**e, tapi tontonan Henta* hari ini tidak seru, soalnya soal itu dia sudah update nonton di laptopnya. Lalu buka email, eh sepi bener...
Jadilah dia intip Ieyasu di sebelahnya. Ieyasu ketawa cekikikan dari tadi kayak kesambet kuntilanak. Masamune ngintip, dan terlihat di layar Ieyasu dia buka facebo*k.
Masamune manggut-manggut. Dia pikir, 'mungkin seru juga buka itu'.
Dia buka akun facebo*knya yang udah berjamur seabad dikali 0 ditambah 22 kurang 30 tambah 8 1/4. Notifnya banyak banget dah, sampai 1 ditambah 3 ditambah 7 ditambah 20 dikurang 22 dikali 100 dibagi 10 ditambah 9. Oke dah authornya pusing matematika. Tolong jangan dihitung ya.
Satu hal menarik perhatian si naga picek setelah melihat semua pemberitahuannya sangat membosankan. Sekitar baru satu detik yang lalu dikali- eh, nggak kok. Author ndak kasih hitungan hehe.
Author ulang lagi.
Sekitar baru sedetik yang lalu, Masamune ditag note dari Ieyasu dengan nama 'Yasu marah Bogem'.
Dalam catatan itu, Ieyasu menjawab note-nya yang sudah dikasi pertanyaan lalu ditag kembali pada yang tag dan memberi korban baru yang akan ditag (yo dawg). Masamune yang jadi satu dari sepersekian orang-orang yang ditag Ieyasu pun juga harus menjawab dan mentag.
"Ah malasnya ngetik," kata Masamune. Tapi mau tidak mau, Masamune ikut main deh.
Gini jawaban Masamune dari sepersekian banyaknya pertanyaan gaje nan gak jelas (udah disebutin woi!).
1) Hallo!
:Hai.
2) Lagi apa?
:Lagi ngupil.
3) Wah kayaknya asyik tuh! Boleh ikutan gak?
:Boleh saja. Aku suka kalau kita saling membantu kok.
4) Gak jadi deh.
:Beraninya PHP-in orang. Tak benjolin kepalamu nanti.
5) Kalo boleh tahu, kau itu orang apa?
:Orang keren lah cuk! Si pemikat kaum Eve yang tiada bandingnya! Hah! You see?
6) Oh gitu... Oh ya, bisik-bisik sedikit tentang kamu dong!
:Aku suka kuda daripada cewek. Aku ganteng. Aku sering dipaksa ikut klub drama buat jadi pangeran. Aku pernah gagal menjadi pianis karena demam panggung sampai-sampai pipis di panggung saat kecil. Aku suka Yukimura yang seperti teddy bear. Aku cinta Yukimura. Aku benci Kojuurou yang suka ngasi sayuran tiap berkunjung di apartemenku. Aku.. Okay that's enough!
7) Kalau boleh tahu, ada orang yang kamu suka gak? Hayo ngaku!
:Rasanya sudah kukatakan di nomor 6 tadi. Cari tau sendiri!
8) Dia kayak apa?
:Lihat sendiri saja. Yang jelas, dia imut menurutku.
9) Kenapa pilih dia?
:Karena dia selalu mengirimiku dango saat aku ngidam cemilan.
10) Aku kepo banget ya?
:Banget. Ngeselin.
11) Aku gak bakalan nanya gini tanpa alasan khusus loh! Aku suka sama kamu sebenarnya.
:Hah? Anjrit! Gue gak yaoi woi!
12) Bercanda!
:...Pernah ngerasa dilempar ke angkasa gak?
13) Oh ya, pernah melakuin hal memalukan tidak? Kalau iya, yang paling memalukan apa?
14) Buah kesukaanmu apa?
:Pisang. Ambigu? Yeah.
15) Ambigu amat.
:Sebenarnya gegara udah baca nomor ini makanya aku tulis pisang. Memang, ambigu.
16) Suka gak ngomong sama aku? Pasti suka, hehe~
:Narsis amat. Kau orang pertama di facebook yang bikin aku mau nonjok monitor.
17) Kapan-kapan main lagi ya? Kayaknya waktunya udah habis!
:Baguslah. Aku lupa ka- ASTAGA YUKIMURA!
18) Eh kapan-kapan kita nyolong kolor bokapmu yuk!
:BUSET DAH ORANG MAU BALIK KE KAMAR MALAH DIAJAKIN NYOLONG!
19) Maaf bercanda doang! Sampai jumpa!
:Njiirr! Kalau ketemu, kupilin kau.
20) Eit tunggu dulu! Pelukan perpisahannya mana?
:SANA KAU, MAHO!
Mari kita lihat komentar-komentar orang yang ditagnya.
Tokugawa Ieyasu
Cepet amat lu! Baru gua ketik 10 menit dibagi 0!
Takenaka Hanbei
Jiah. Suka sama Yukimura toh. Tapi gak diterima ya?
Date Masamune
Hell! Dia cuma perlu waktu untuk memikirkan mau terima aku atau tidak.
Takenaka Hanbei
Truk aja gandengan, masa' lu kagak.
Date Masamune
Mitsunari aja gandengan sama kuntilanak, masa' lu kagak.
Takenaka Hanbei
Kuda lu aja kawin sama kucing gue, masa' lu kagak.
Date Masamune
Hideyoshi aja humuan sama Keiji, masa' lu kagak.
Chousokabe Motochika
Gue aja gandengan sama Motonari, masa lu semua kagak.
Date Masamune
DIEM LU CUK!
Chousokabe Motochika
Ups! Sorry men! Woi Yukimura sekarat kalian malah asyik ke warnet.
Mati anak orang nih!
Date Masamune
Oke oke.
Tokugawa Ieyasu
Aku baru aja mau komentar udah habis perangnya. Ya sudahlah.
Masamune dan Ieyasu pun keluar berbarengan dari warnet.
"Eit mau kemana paman?" tegur penjaga warnet dengan menampakkan tubuh kekar coklat mengkilap kayak habis di lap Cl*ng. Masamune dan Ieyasu langsung ketakutan. Ketakutan tiba-tiba tuh orang jadi banci, trus minta dikawinin.
"K-kan katanya cucu kami bayar?" kata Ieyasu.
"Iya memang."
"Nah, tunggu kami punya cucu dulu. Biar cucu kami yang bayar."
"Bukan tagihan sekarang kok. Tagihan kakek kalian yang kesini beberapa puluh tahun yang lalu," terang pria berotot tersebut sambil menyodorkan tagihan makan plus main warnet sama tiduran sama wanita janda (anjir dah) dari kakek mereka berdua.
Keduanya langsung pucat, dan beberapa detik kemudian kita bisa dengar suara teriakan "KABOORR!" menghiasi trotoar jalan diselingi gema derap kaki.
xXx
A/N: I'm back, minna!
Huhu, udah nulis panjang (mananya?) tapi scene nyembuhin Yukimura aja belum nyampe! Ajegile dah~
Wah langsung disambut ramah disini! Aku senang sekali~
Jadi bisa kenalan sama author yang kukagumi sejak bulan lalu! Apalagi yang review pertama adalah author yang paling kukagumi sekali sejak baca fanfic Sakon. Sejak aku buka di mamah(?) pixiv, aku jadi fangirlingan sama Sakon loh (tapi tidak mengalahkan Kagamine Len)! Apalagi katanya dia bawa dadu kan? Ahh ya ampun karakter basara bagus semua~!
Oh ya, panggil aja aku Mari. Namaku bukan manggis loh. xD
Huhh :'(
Tapi aku sedih waktu baca di RU bbm katanya ada satu author kita yang bakal hiatus karena sekarang tidak punya waktu luang. Thor, yang tabah ya~
Btw makasih udah ngasih tau apa itu Drabble dll, jadi ngerti deh.
Oh ya maaf senpai Runa, aku gak terlalu suka yaoi. Aku suka twincest seperti LenxRin aja, trus brother complex, dan yang tokoh cewek cowok pokoknya. :'( dan itu jujur dan jujur banget, aku ndak mahir soal romance huiks~!
Soal update, jangan pada marah jika lama ya? Aku punya kerjaan berat di RL yuhu~Ya ampun, nulis ff genre humor lancar kayak pake wi-fi deh! Bayangin nulis fandom sebelah butuh dua minggu, yang ini dua hari aja selesai. Jadi kagum sama author penulis genre non humor deh!
