BRAK!
Para anggota SenBasa joget ria di atas panggung dalam kamar Yukimura. Ada yang nge-harem(?), ada yang goyang itik, ada yang goyang sesar(?), bahkan ada yang gak goyang.
Oke author salah narasi.
.
.
"YUKIMURA-KUUUUUU!"
Masamune memeluk Yukimura tanpa perlu aba-aba lagi, setelah mengebrak pintu kamar Yukimura dengan bejat sampai daun pintunya jebol. Wajah Masamune pucat. Bibirnya gemetaran. Peluh membasahi seluruh tubuhnya. Dan yang paling penting, Masamune akan berlebai ria setelah ini.
"OWWWWW MY SWEETY TIGER LOPE LOPE ADUHAI ADUH SEKSINYA, NYARIS SAJA AKU DITUNANGIN SAMA WARIA BERMUKA BELAAAANGGGG!"
"M-Masamune-dono?"
Yukimura yang wajahnya penuh sirat keheranan, cuma bisa diam mendengarkan histeris naga picek yang volume suaranya bahkan mengalahkan jeritan wanita yang ngeliat kecoa dalam bak mandinya.
"Aku hampir dijodohin sama Hanuman. Sumpah, wajahnya nyeremin. Gue yang lari-lari gaje, jadi lari beneran!" cerita Masamune sedih, masih memeluk Yukimura lekat.
PLAK!
"Mana ada Hanuman di Jepang!" bantah Yukimura setelah sukses mendaratkan ciuman mesra di pipi Masamune-ralat, tamparan mesra-ralat lagi, tamparan keras maksudnya. Wajah Yukimura tambah horor, melebihi horor sehabis muntah sampai ember Motochika bolong-bolong saking tidak bisa menahan asam lambung Yukimura.
"KAN ISTILAAAAAHHH!" teriak Masamune yang hanya bisa ngelus-ngelus pipinya yang membekas dengan bentuk telapak tangan Yukimura.
Motonari dan Motochika bertampang takut melihat adegan dua bocah tersebut yang mulai berantem, langsung berpelukan. Sebenarnya bukan takut apa, hanya kan diluar juga lagi ada keributan. Ya, keributan sejenis kucing dan anjing adu cakar-cakaran.
Sosok lelaki berambut silver yang tengah menjambak rambut lawannya dengan bejat diluar pintu, langsung teriak,
"WOI YANG BROTHER COMPLEX JANGAN RIBUT!"
'Kan dia teriak,' batin kedua moto-moto. Mereka berdua langsung fokus ngeliat dua sosok yang tengah berantem di luar kamar Yukimura sambil masih berpelukan. Siapa lagi jika bukan Mitsunari sama Ieyasu.
"MAU APA LU IEYASU!? SETELAH MALU-MALUIN BOKAP GUE, SEKARANG MENJEBAK GUE DENGAN BILANG GUE BABU LU!?"
"GUE KAGAK BILANG LU BABU GUE! SI MASAMUNE TUH YANG BILAAAANG!"
"TAPI LU TERLIBAT DI DALAMNYA! DEMI MORGAN SM*SH YANG GAK BAKALAN KAWIN SAMA GUE GEGARA DIA MASIH WARAS, GUE JADI TAMBAH BENCI SAMA ELUUUU TAUUUU!" saking stressnya Mitsunari sampai umbar aib dia fanboy(?) sama Morgan. Pepohonan kehilangan daunnya karena tiba-tiba daun-daun pohon berguguran bersama-sama sampai mengakibatkan hujan. Burung-burung yang bertengger damai langsung terbang menjauh. Ular-ular sawah yang awalnya gak ada di sana tambah gak ada, seperti 0 jadi -0. Oke -0 itu gak ada. Author lagi stress kumat.
Mereka berdua ribut kenapa sih? Let's cekidot! Kita liat rekaman sebelum perkelahian dimulai.
"AAAA!"
Masamune dan Ieyasu berteriak sepanjang trotoar jalan. Tidak ada waktu berhenti bagi mereka, atau bakal mendapat tanduk cinta dari sang penjaga warnet yang ada dibelakang mereka, yang kini sedang mengejar.
Kecepatan normal mereka hanya 28 km/jam. Lalu naik jadi 40 km/jam. Lalu naik lagi jadi 80 km/jam. Bila tidak bisa imajinasikan lari mereka gimana, silakan tonton adegan seorang remaja kabur ketika dikejar ibu-ibu pemilik rumah dalam movie Kungfu Hustle. Author bukan promosi, cuma memang suka sama movienya!
"Jangan kabur loe!" teriak preman yang larinya ternyata laju juga.
Saat itu, ada lelaki berambut silver pendek sedang berbelanja di suatu kios buah. Di dalam kantong coklatnya, tersimpan berbagai macam buah-buahan seperti apel, pir, sampai timun pun ada. Jangan tanya kenapa ada timun disana. Soalnya timunnya habis dikasi sama penjaga kiosnya sebagai upah membeli buahnya banyak. Biarlah dikasi bonus yang bukan termasuk apa yang dijual pedagangnya, asal yang namanya 'bonus' benar-benar ada.
"I-itu Mitsunari kan!?" seru Masamune.
"I-iya tuh!" jawab Ieyasu. "Ayo kita teriak kompakan."
"Ayok!"
"One..."
"Ndak usah pake hitungan! Kita kecapekan lari tau!"
"Ah alright."
"MITSUNARI TOLONG KAMIII!"
"SILVER HOORRRNNNNN!"
Pria tersebut menengok Masamune dan Ieyasu yang masih berlari. Naasnya nasib Mitsunari bertemu dua pria yang sangat dibencinya. Si Masamune yang sering membakar bajunya yang tengah dijemur di bawah terik sinar matahari sambil teriak "WAYOLO! WAYOLO!" kemudian nari samba, dan Ieyasu yang sering nyolong kolor Mitsunari buat dipamerin pada seluruh anggota dormitory sambil teriak, "LO BELUM NYOBA SKILL KANCUUTTT BETEBARAN DARI GUE BUKAN!?" dengan nada ancaman yang sangat bersemangat. Jangan ditanya tujuan mereka berdua melakukan hal bejat pada Mitsunari kenapa. Mereka bakal ngancam ngaduin ke senpai Runa lalu aku kembali diceramahin ala pidato SBY mengeluh karena gajinya kurang.
"Kalian? Ada apa?"
"BAYARIN HUTANG KITE-KITE YA!" teriak mereka kompakan. "BANG! NI YANG BAKAL MAU KAWIN SAMA ANAK ABANG KOK!"
"HAH!?"
"Hah!? Ngapain gue meluk elo!?" jerit Motonari yang nyadar dia melakukan hal menjijikan bersama rivalnya, yaitu meluk dengan mesranya.
"Bentar aja gapapa keles," omel Motochika yang keenakan modus. "Btw Mouri, tumben bahasanya gaul."
"Loh biasanya aku juga ngomong ala gini kok," sergah Motonari.
"Tadi kau bilang 'gue elo'."
"Gak kok! Paling salah dengar kamu!"
"Beneran!"
"Gak mungkin!"
"Beneran!"
"Gak mungkin ah!"
"Kau ini kubilangin beneran ya beneran!"
"Kita putus!"
"Yank! Maafin aku yank!"
Gak sadar, obrolan Motochika sama Motonari udah melenceng jadi ala omongan iklan kartu provider jaman bahulak.
"MATI KAU-"
"IKATAAAAAAANNNNN!"
"IEYAASUUUUUUU!"
Teriakan tadi membuat keempat perjaka yang asyik ribut bareng rivalnya masing-masing, menghentikan aksi mereka.
"OYAKATA-SUAMMUUAAAAAA!" teriak Yukimura. Masamune spontan melepas peluknya demi menutup telinganya. Takut-takut telinganya langsung budeg dan dia tidak mau menyusahkan 'yuki-nya' akibat harus membayar asuransi kesehatan Masamune.
Lebih tepatnya bukan takut menyusahkan, tapi takut sama author yang bakal nangis gaje lalu bikin kisah Masamune menjadi lebih dan lebih buruk. Entah masuk penjara gegara nyolong kolor orang lah, mati gegara saat boker eeknya (maaf) langsung jadi dinamit lah, atau saat masak air tiba-tiba air masakannya tumpah dan Masamune tergelincir hingga nyungsep ke jendela.
"PAAARTTTYYYYYYYY!"
Loh? Kok Masamune jadi ikutan teriak? Depresi gegara cerita author tadi ya?
"NICHIRIIIIIIIINNNN!"
Tiba-tiba Motonari ikutan juga. Oke, author diem aja cermati apa yang mereka lakukan.
"GAAAAAAAYYYYYYY!"
Semua yang di dalam kamar, menatap Motochika dengan tatapan, 'tadi-kami-tidak-salah-dengar-kan?'. Yang diluar gak tau deh.
"Kenapa? Kayak baru tau aja bahasa 'gay'," oceh Motochika.
"Bukan itu Motochika-dono," sahut Yukimura. "Tapi artinya..."
"Gay itu artinya cowok homo. Dia suka pake kaos pinky pinky sweety tapi kekar. Dia itu gak tertarik sama cewek," jelas Motochika.
'Bukan itu maksudnya, Motochika-dono,' protes Yukimura dalam hati sambil bergidik. 'Kasihan Motonari-dono.'
'Sepertinya aku harus hati-hati dengan manusia satu ini,' pikir Masamune. 'Sialnya aku sering boncengan sama dia ke kampus pula.'
'Malangnya nasibku harus punya rival yang dengan bangganya menyatakan dirinya 'gay',' pikir Motonari pasrah.
"Motonari-dono, Masamune-dono," panggil Yukimura setelah keheningan tercipta beberapa lama. Kedua orang yang dipanggil manggut-manggut, lalu bersamaan menatap Motochika yang lagi berkhayal udah nyampe langit ke tujuh bersama bidadari berpenis, dan kalian bisa memikirkan apa khayalan Motochika ala mad dog, biar greget.
Motonari mengeluarkan suntikan dari kantong bajunya. Author lupa promosi jika kantong ajaib doraemon udah dijual bebas pada anak-anak kuliahan dengan berbagai macam versi. Mau yang bundar boleh, segitiga boleh, bahkan seukuran mikroba juga boleh. Semuanya sama harganya, cuma sumbang air susu dari nenek-nenek berumur 70-an satu ember cat gede saja. Ah ngaco.
"Eh?" Motochika yang udah buyar khayalannya fokus melihat suntikan yang dibawa Motonari. "I-itu apa?"
"Suntikan bius," jawab Motonari singkat dengan sorot mata fokus menatap Motochika. Aura sebagai dokter karena dia masuk jurusan dokter sangat membantu pemirsah.
"Huaaa! Tell me jika ini sudah berakhir!" tangis Masamune yang nangis di pundak Yukimura secara keras. Ia memukul-mukul pundak Yukimura dengan keras.
"Kau mamaknya?" heran Yukimura. "Cuma dibawa ke klinik tong seng aja kok."
"He... DIA TUKANG OJEKKU! KALAU DIA MATI, GUE SUSAH NYARI TUMPANGAN KE KAMPUS KALAU TELAT!" curhat Masamune dengan nangis banjir darah.
"OH JADI ALASAN LU NAEK MOTOR GUE DULUAN SAAT PAGI TANPA GUE AJAK, KARENA ITU TOH!?" sahut Motochika masih ketakutan sama Motonari.
"IH NGAPAIN JUGA! MOTOR LU KAMSEUPAY IYUUUHHH GITU!" protes Masamine.
"TERUS KENAPA KALO MOTOR GUE KAMSEUPAY? MASALAH BUAT LOOO? MOTOR JUGA GUE YANG MAKE! SIAPA ELOOOO? MATI AJA SANA!" nyolot Motochika.
"Mulai mabok," tegur Motonari. "Kalau gini sih, tidak ada cara lain lagi."
Motonari langsung bidik dengan suntikannya setelah memastikan Motochika bakal dan bakal terus diam di tempatnya. Ia lesatkan suntikannya seperti bermain dalam suatu wahana jika terkena bidikan maka mendapat boneka lucu, dan...
JLEB!
Jarum suntik menancap tepat pada selangkangan Motochika. Mari kita hitung mundur dalam hitungan...
3
"DENGARKAN DULU MITSUNARI! INI CUMA SALAH PAHAM! THOR! KENAPA SOROT KAMERA KE KITE-KITE SIH SAAT NGITUNG!?"
2
"JADI INIKAH ALASANMU SUBUR-eh, IEYASU!?"
1
"DE-MI-TU-HAAANNNN!"
BRUUKK! PRANG! DUAR! BRAK! NGIUNG! NGIUNG! MEONG!(?) CIT!(?) GUKGUK!(?)
Berbagai macam sfx langsung diketik author saking ngakak sama wajah Arya Wiguna-salah, Ishida Mitsunari yang udah ngos-ngosan nebarin berbagai macam material di dekatnya. Untung cocok sfx-nya sama material yang dilempar Mitsunari.
"COCOK MANANYA WOI!"
...Oke, maafkan author yang lebai ini Ieyasu ganteng.
Mitsunari yang berhasil membobol daun pintu kamarnya, melempar daun pintu tersebut pada Ieyasu sekaligus tersungkurnya Motochika karena jatuh terbius.
"Berhasil! Hore!" sorak Yukimura ngikut gaya ala Dora the x-sensor ngeliat Motochika mendarat dengan selangkangan di atas kayak kayang. Loh ni anak malah gembira banget kayaknya.
Tapi gak papa. Papa Yuki imut kya kya! Apalagi saat bersorak kyaaaa!
Sudahlah. Author insaf fangirlingan.
"Kenapa kau tega sih, Mitsunari? Kenapa yank?" tanya Ieyasu yang berhasil menahan daun pintu sebelum mendarat pada wajahnya ternyata pemirsa-pemirsa! Jangan salahkan author kenapa mentang-mentang suka Ieyasu jadinya ga tega nistain dia.
"Kau tahu kenapa?" tanya balik Mitsunari. "Sms gak dibalas! Nelpon gak pernah! Eh maksudnya, kau sudah MENGKOSONG LOMPONGKAN TABUNGANKU YANG BEJIBUN KUSIMPAN UNTUK KEHIDUPAN KELAK!"
"Tapi salahkan penjaganya kenapa dia mau-maunya tertipu saat kami bilang kamu yang bakal bayarin kami!" sergah Ieyasu. Oh itu toh alasan mereka berantem dari tadi. Wajar sih mempermasalahkan harta untuk jaminan hidup masa depan.
"Itu salah kau yang menjodoh-jodohkan orang seenak jidat lebarmu!"
"Loh daripada uangmu habis mending kawin suri kan?"
"Ogah! Jijik! Gue masih 2 semester lagi kemudian lulus dengan gelar Dr tau! Gue sebentar lagi bakal jadi PNS, lalu jadi bupati, lalu gue bakal ngasi kebijakan jika tidak boleh bergaul dengan Tokugawa Ieyasu!"
"Kuliah sambil menjadi ibu rumah-salah, papak rumah tangga gak salah kale!"
Mitsunari yang sudah marah maksimal, langsung teriak.
"KAU HARUS GANTIKAN PEKERJAANKU SEBULAN INI! GAK MAU TAU POKOKNYA!"
"Kerja a-apa sih!?" Ieyasu bergidik ngeri sama wajah Mitsunari yang mirip sama tokoh-tokoh seram di manga 'Jigoku Shoujo'. Ini kenapa dari tadi author promosi!?
"Kerja... Menjadi..." Mitsunari tertawa lepas seketika, membuat Ieyasu semakin bergidik merinding. Ieyasu langsung pingsan dengan wajah pucat seperti anemia tiba-tiba ketika mendengar ucapan Mitsunari yang terakhir dimana cetar membahana horor banget lah.
"Tukang ganti popok bayi yang habis boker. Fufufufu~!"
Omake:
Sementara itu, Motonari bersama Masamune (Yukimura mau ikut tapi dicegah Masamune karena muntabernya belum sembuh. Ah co cweet deh Masamune) yang ternyata sudah menggotong mayat(?) Motochika ke klinik tong seng tiba-tiba diwawancarai salah satu reporter numpang lewat. Dimulai dari pertanyaan "Siapa yang butuh perawatan ke sana?", "Bagaimana mereka merawatnya?", "Apa saja pesan yang mereka berikan?" dan lain-lain ditujukan pada Masamune dan Motonari. Tentu saja jawabnya bergantian, kalo gak, ketahuan nanti mereka habis bius kawan mereka secara ilegal jika saja keceplosan akibat berebutan pengen numpang kerekam kamera.
"Jadi, apa kesan anda setelah mengantar kawan anda ke klink tong seng?" tanya sang reporter. Motonari langsung menarik mic dari reporter dan berdeham pelan.
"Dulu, kawan saya ini gay akut akibat cintanya ditolak mentah-mentah terus oleh saya. Dan setelah kawan saya berobat ke klinik Tong Seng, kawan saya jadi..."
"ADUH BAJUNYA BAGUS BINGIT! BOLEH PINJEM GAK!?"
Terlihat si pria bereyepatch yang menutupi mata kirinya alias Motochika, menarik-narik baju kekurangan bahan milik seorang waria yang numpang lewat di dekat mereka sambil histeris ala cewek. Sementara itu dari dekat, Masamune berusaha keras memperingati Motochika jika yang dihadapinya adalah orang kurang waras, sambil narik-narik Motochika kuat.
"Kawan saya jadi BajuWariaLovers (BWL) akut. Terima kasih klinik Tong Seng."
Setelah ia mengucapkan hal tersebut, Motonari bungkuk-bungkuk hormat di depan kamera lalu kabur narik Motochika sama Masamune pergi sejauh mungkin.
A/N: Pertama gak niat mau nerusin fanfic ini karena yang review sedikit (bahkan udah niatan off selamanya jadi penulis). Tapi saya sangat sangat berterima kasih sama senpai Runa yang sudah memotivasiku menulis lagi dengan sodoran fanfic humor yang super bikin aku ngakak dan sedikit nasehat tentang review (takkan kuungkit kok obrolan kita #slap). Gapapa fandom lain, yang penting ngakak. Tanpa senpai, fanfic ini takkan berlanjut~
Untuk author Meaaaa, benar sekali! Aku suka baca meme comic indonesia (MIC) waktu musim-musimnya ada mad dog, yo dawg, fuuuu, dll yang sempat bikin aku gak boleh log off lama demi bisa baca karya-karya mereka. Cuma ditutup karena sesuatu. Yaitu udah jadi sistem sindir-sindiran. Hiks sedih tau.
Maaf untuk I w bunga, aku ndak bisa wujudin rekues fanfic genre frienship. Soalnya saya kalo jujur juga kurang suka bergaul sama cowok, jadi kurang ngerti sistem 'friendship' mereka gimana. Saya benci mereka (cowok) :'^ *jadinya curcol*
Untuk senpai AlayChildren, nih sodorannya buahahaha!
Makasih atas kritik sarannya juga pujiannya ya! Saya senang sekali dapat berpartisipasi untuk fanfic ini. Cuma sekarang karena tugas sangat menumpuk, jadi susah deh beride-ide. Makanya untuk fanfic ini akan kucontreng 'complete'. Andai aja ada yang mau collab hiks. *stare someone* #digeplak
Dahulu jika boleh jujur, ini fanfic asalnya dari ff senpai Runa yang gak diaplod-aplod walau isi ceritanya beda sama versiku. Baca sketsanya aja mabok. Jika disini ceritanya Yukimura muntaber, di ff senpai Runa ceritanya Masamune dipulangkan ke rumahnya sampai yang lain maksain Masamune balik ke dormitory loh (jauh ya ceritanya?). Judulnya saja yang buat senpai (sampai diprotesin jika judulnya gak cocok sama isinya lol!). Pokoknya sketsa cerita senpai itu friendshipnya kerasa + hurt/comfort ada di chapter akhir. Tapi malah kujadiin gaje gini ceritanya gyahaha.
Boleh minta review walaupun cuma bisa saya baca tanpa balas? Yang reviewnya asik akan kujodohin sama papak Ieyasu loh. Jadi papak Yuki cuma untukkku! #heh
Btw Hanuman: monyet putih dalam cerita wayang. Dia protagonis loh walau jelek! /plak!
