My Lovely Girl

Disclamer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate :

Pairing : Sasuke Uchiha x Sakura Haruno

Warning : Au,ooc,typo,gaje

Chapter : 2. Flashback.

~**o**~

.

.

.

.

.

~28 Maret 1998. The wedding~

Pagi yang cerah dengan sinar mentari sempurna. Ini memasuki musim semi dimana semua warga jepang pasti akan sangat menantinya. Berkumpul dengan keluarga, berjalan - jalan di festival dan sekedar menikmati bermekarnya bunga Sakura.

Pagi hari dikediaman Haruno di meja makan dengan tersedia sarapan roti panggang dan susu. Anak lelaki sedang memakan sarapannya dengan tenang. Sesekali matanya melirik gadis di depannya. Ia tersenyum dan kembali memasukan sarapan yang telah di siapkan ibunya ke mulutnya dengan lahap.

"Aku selesai." Suara cempreng gadis yang sudah menghabiskan sarapannya, membuat lelaki diseberangnya menatapnya heran. Cepat sekali pikirnya. Sasori heran adiknya memakai dress yang sangat cantik, mungkin ia ingin memakainya karena ini hari ulang tahunnya.

"Ne, Onii-chan!" Ia berkata sambil mengelap mulutnya. "Antar Saku ke taman ya!" Pinta sang gadis yang bernama Sakura yang tak lain Haruno Sakura adik Haruno Sasori.

"Oke." jawab Sasori dan langsung minum susunya hingga tandas. "Ayo." kata Sasori langsung melangkah keluar di ikuti oleh Sakura.

.

.

.

.

.

.

TINNN-TINNN ...

Suara klakson membuat Sasori dan Sakura menoleh. Mobil itu masuk setelah gerbang dibuka. Pintu mobil terbuka dan turun-lah dua orang pemuda yang sangat mereka kenali.

"Yo Sasori, Saku-chan ohayou!" sapa anak lelaki yang memiliki mata onyx, rambut hitam panjang dan diikat yaitu Uchiha Itachi.

"Ohayou Ita-nii, Sasu-kun." jawab Sakura yang tersenyum hingga membuat matanya menyipit dan terlihat menggemaskan.

"Hn, ada apa pagi-pagi kalian kemari?" tanya Sasori yang heran dengan kedatangan duo Uchiha ke rumahnya.

"Ahh, aku mengantarkan Sasu-chan. Katanya ingin ke taman bersama Saku-chan." Jawab Itachi sambil tersenyum cerah dan tangannya menepuk-nepuk kepala adiknya. Dan tidak menghiraukan decihan dan delikan sebal dari adiknya.

"Hn." jawab yang sedari tadi terlihat bosan. " Ayo Saku !" ajakan Sasuke kepada Sakura.

"Tunggu Sasu-kun sepedaku ban-nya kemps." jelas Sakura pada Sasuke sambil menunjuk sepedanya di bagasi.

"Aku bawa, ada di mobil!"

"Yeayyy ayo ..." seru Sakura berlari menggandeng tangan Sasuke untuk mengambil sepeda yang di maksud Sasuke.

"SASO-NII, ITA-NII AYOO!" teriak Sakura kepada dua kakak yang berada jauh darinya.

.

.

.

.

.

.

.

~**o**~

Tama Konoha pagi ini suasana sangat ramai. Guguran bunga sakura berterbangan memukau mata yang memandangnya. Di bawah pohon sakura seorang pendeta sedang menunggu sepasang pengantin yang sedang berjalan menuju altar dimana sang pendeta sedang menunggu.

Pengantin laki-laki memakai baju formal dengan dasi kupu-kupu sedangkan sang mempelai wanita memakai dress pink pendek tanpa lengan dengan mahkota terbuat dari bunga sakura. Seorang lelaki dibelakang mereka mengiringi langkah kedua mempelai dengan menaburkan bunga sakura.

Berdehem sang pendeta berucap. "Ayo ucapkan janji kalian!" perintahnya pada kedua mempelai.

"Aku Sasuke Uchiha bersumpah akan menjadikan Sakura menjadi Uchiha dan setia senang susah bersama sampai akhirat." janji Sasuke dengan tegas sambil memegang tangan Sakura.

"Aku Sakura Haruno bersumpah akan menjadi Uchiha dan setia senang susah bersama sampai akhirat.'' janji Sakura pun dengan sungguh dan senyum yang mengembang.

"Kalian resmi jadi uchiha." ucap pendeta dengan suara yang tidak rela mengucapkannya juga.

"Ayo Saku Uchiha." kata Sasuke yang menggandeng Sakura menuju sepedanya.'' Naiklah!'' perintah Sasuke pada Sakura untuk naik sepeda dengannya.

"Woahh ...seru Sasu-kun !" seru Sakura naik dengan posisi berdiri di belakang Sasuke dengan berpegangan mengalungkan lengan pada leher Sasuke.

Yang melihatnya pasti iri, gemas dan tersipu. Adegan romantis setelah menikah menaiki sepeda menikmati guguran bunga sakura. Mereka tertawa tersenyum bahagia.

.

.

.

.

.

.

.

Pendeta tadi melihat dua sejoli itu dengan pandangan nanar. Membayangkan kelak dan kesal. Ia sungguh tidak mau jika ini terjadi dengan begitu cepat. Sampai kapan pun ia tidak akan sanggup melepas kesayangannya.

"Tak-ku sangka yang menikahkan adikmu itu kau sendiri Sasori!" kata Itachi sambil terkekeh geli.

"Cih aku tidak sudi!" dengus Sasori

"Kenapa kau ini? Bukan-kah bagus jika Sakura jadi Uchiha jadi kau tidak usah khawatir." sela Itachi yang melihat sahabatnya dengan tatapan heran. "Apalagi nanti langsung punya kembar empat." tawa Itachi membahana membayangkan ia mempunyai keponakan empat yang akan meramaikan rumah keluarganya nanti.

"AKU TIDAK MAU!" Amuk Sasori pada Itachi. Merelakan-nya saja ia tidak mau apalagi membayangkan-nya. Cih demi boneka Sakura ia tidak mau jauh dari adiknya.

"KENAPA SIH KAU INI. LIHATLAH MEREKA SANGAT BAHAGIA!"

"BAHAGIA APANYA KITA SAJA MASIH KECIL ITACHI, APALAGI MEREKA YANG MASIH ENAM TAHUN. DAN AKU TIDAK MAU DIA JAUH DARIKU!"

"DASAR KAU BEBAL. KU BILANGKAN NANTI BUKAN SEKARANG!''

Adegan teriakan itu mengundang orang untuk melihatnya. Tapi mereka hanya tersenyum dasar anak - anak pikirnya. Mereka sibuk dengan pendapat masing - masing antara keponakan dan tidak.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Nii-san/Onii-chan!" panggil adik mereka yang datang dengan bergandengan tangan. Mereka heran dengan kakak mereka yang sangat akrab hingga saling berpelukan (tarik menarik baju. Mereka lihat itu seperti pelukan).

"Hn...ada apa Saku?" tanya Sasori yang sudah melepas aksinya dengan Itachi.

"Aku mau menginap nanti di rumah Sasu-kun. Kata Baa-san ia sudah membuatkan kue untukku," ijin Sakura pada Sasori dengan puppy eyes-nya.

"Bukan-kah besok kau mau berenang dengan Nii-chan?" jelas Sasori akan rencana liburannya besok.

"Nanti besok pagi Saku pulang kok. Saku kangen Baa-san !" Jelas Sakura memohon.

"Besok sekalian nanti kita huni muun." Sasuke menambahkan dan langsung menggandeng Sakura berjalan untuk pulang dengan sepeda ditinggal begitu saja.

.

.

.

.

.

.

KRIKKK ...KRIKKK ... KRIKKK

Kedua anak laki -laki yang terbengong dengan kata - kata Sasuke tadi mulai tersadar. Dari mana Sasuke mendapatkan kata 'honey moon'. Sasori dan Itachi bergegas menyusul adik mereka.

"SAKU TUNGGU! HEYYY ANAK AYAM JANGAN KAU NODAI KEPOLOSAN ADIK-KU!" teriak Sasori dan siap berlari untuk mengejar. Tapi ada yang menahan dengan tarikan kaosnya.

"APA MAU-MU?" teriak Sasori pada Itachi.

"ADIK-KU BUKAN AYAM!" Itachi tidak terima adiknya di katai anak ayam.

"MEMANG!"

"KAU ..."

"NII-SAN/ONII-CHAN!" teriakan adik mereka menghentikan kembali api yang sudah berkobar.

Sasori berlari menyusul mereka. Sedangkan Itachi berjalan sambil membawa sepeda adiknya. Ia tersenyum dan terkekeh mengingat kembali bayangannya. ''Kembar empat.''

.

.

.

.

.

.

~**o**~

~September 2005.

Autum in love~

Guguran daun yang sangat indah dengan corak khas musim gugur berterbangan tertiup angin sore. Jalanan taman dipenuhi dedaunan sehingga seperti karpet yang membentang untuk dilewati. Sasuke mengayuh sepedanya melintasi jalanan taman yang sisi - sisinya terdapat pohon-pohon sedang berguguran. Ia mulai mengayuh dengan kencang. Saat jalan menurun ia berkata. "Sakura ayo!" ajak Sasuke yang melepaskan kemudian dan merentangkan tangannya.

Sakura yang naik dibelakang dengan posisi berdiri ikut merentangkan tangannya. Ia memejamkan mata. "AKU SUKA, SASUKE-KUN!" teriak Sakura yang menutup matanya tersenyum bahagia merasakan angin menerpa wajahnya sehingga menerbangkan rambutnya dan terlihat sangat mengagumkan.

Sasuke yang mendengarnya tersenyum dan bergumam. "Semoga kau benar suka padaku." saat ia mengalihkan pandangannya kedepan ia terbelalak ada seekor kelinci di depannya. Ia membanting ke kiri dan..

BRUKK ...

"Aww ..." rintih Sakura dengan punggung membentur tanah. Ia membuka matanya dan ia merona dengan posisinya saat ini. Dengan Sasuke di atas menindih tubuh kecilnya. Mata mereka bertemu, Sakura memejamkan matanya gugup. Karena lama hanya menutup mata Sakura membuka mata-nya dan ia tersipu Sasuke masih menatapnya dengan menahan tawa. Ia mengeryitkan alis heran.

"Pffftttt ... Ha...ha ...ha ..." tawa Sasuke dan "Rasakan ini!" Ia mengambil dedaunan dan meleparkan kepada muka Sakura. Ia berdiri mengambil sepedanya dan langsung berlari.

Tersadar Sakura bangkit dan mengejar Sasuke. "SASUKE-KUN TUNGGU! AKU BENCI KAU !" teriak Sakura sambil berlari.

"AKU MENCINTAIMU." Ujarnya tanpa menoleh hanya melambaikan tangan.

~23 juli 2006. Otanjobi and goodbye ~

Waktu menunjukan pukul 00.00 menadakan telah berganti hari. Seorang anak lelaki dengan rambut mencuat di atas bantal dengan dengkuran halus terdengar dari helaan napasnya. Dengan langkah hati-hati mereka mendekat kepada anak yang sedang terbuai dalam mimpinya.

"Stttt ... Jangan berisik pelan-pelan!" bisik Sakura kepada dua laki-laki yang sedang mengendap bersamanya. Itachi sedang membawa kue dengan lilin berjumlah empat belas.

"Saku-chan kamu saja yang mengejutkan-nya!" perintah Itachi dengan berbisik.

Sakura mendekat ke sisi ranjang Sasuke. Ia mulai merunduk mendekat pada telinga Sasuke. "Sasu ini aku tomat datang," ucap Sakura dengan berbisik.

"Hmmm..." gumam Sasuke yang masih sangat mengantuk dan ia tarik lengan mungil itu langsung menjatuhkan Sakura di atas tubuhnya dan memeluknya.

Melihat itu Sasori langsung menarik Sakura dalam pelukan anak ayam sialan menurutnya. Ia langsung menghadiahi Sasuke sebuah jitakan. "Dasar mesum!" dengunya.

"Apa-apaan kau merah!" sewot Sasuke sambil memegang kepalanya terasa nyeri karena jitakan tadi.

"Ha...ha..ha.. Otanjobi omedetou Otoutou-chan." ucapan Itachi mengalihkan Sasuke untuk melihat ke samping. Kakak-nya tersenyum membawa cake dengan lilin yang menyala. Mereka duduk mengelilingi Sasuke. Itachi di samping kanan, Sakura disamping kiri dan Sasori menempel dikiri Sakura untuk berjaga-jaga.

"Selamat tambah tua kau anak ayam!" Ucap Sasori menyeringai senang dengan mendapatkan muka sebal Sasuke.

"Otanjobi omedetou Sasu-kun!" ucap Sakura dengan tersenyum dan menghadiahkan sebuah kecupan singkat pada pipi Sasuke.

"Hn. Arigatou." kata Sasuke dan 'Cup' ia mencium sekilas bibir mungil di samping kirinya. Dan ia di terjang dengan cake yang Sasori rampas setengah dari Itachi.

"KYAAA .. NII-CHAN!" Teriak Sakura melihat aksi kakaknya menghadiahi muka Sasuke dengan cake.

"MERAHHHH!"

"ANAK AYAM!"

"HA...HA...HA...AKU MAU!" teriak Sakura menghentikan aksi keduanya dan sekarang mereka tersenyum melihat tawa gadis itu.

"Ha...ha...ha.." tawa mereka bersama - sama.

.

.

.

.

.

.

.

Sekarang mereka sedang tertidur di ruang keluarga. Dengan televisi masih menyala makanan ringan berserakan dan dibawah dua orang laki - laki tertidur pulas. Di atas sofa Sasuke duduk yang menyender dan Sakura yang tertidur dengan bantalan pahanya. Ia sangat senang, apalagi kemarin sore ingatan-nya saat di pantai. Ia tersenyum dan mengelus surai merah muda yang ada di pangkuannya. Tiba-tiba tatapannya menjadi sendu. Ia ingat besok sore ia akan berangkat ke London dengan kakaknya. Memejamkan mata ia mencoba terlelap dengan tangan masih setia mengelus surai di pangkuannya.

.

.

.

.

.

.

Sakura pov.

Aku berjanji akan menyusul Sasuke-kun setelah mengantar Nii-chan ke stasiun. Karena Nii-chan akan pindah sekolah di suna. "Apa aku terlambat? Kami sama semoga Sasuke-kun belum berangkat. Lima belas menit lagi, tapi kenapa macet sekali' eluhku dalam hati. Syukurlah sekarang mobil sudah berjalan. aku merutuiki diri sendiri yang lupa membawa ponselku. Pasti Sasuke-kun menghubungiku.

"Pak bisa di percepat! Saya sangat terburu-buru." kata Sakura kepada supir taxi yang ditumpanginya.

"Baik nona. Semoga kita tepat waktu." ucap supir itu sambil tersenyum.

"Tunggu-lah aku Sasuke kun." ucapku dalam hati.

Sakura pov end.

Tetapi saat di persimpangan menuju bandara dari arah berlawanan ada truk yang oleng melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan kepanikan Sakura berteriak. " AWAS ... KYAAAA..." dan 'DUAAKKK' benturan sangat keras menghantam taxi bagian samping belakang tempat Sakura. Taxi terguling beberapa kali dan terlempar hampir sepuluh meter dari tempat semula.

Keadaan taxi sangat parah. Dengan kedua korban yang terluka parah. Sang supir mungkin tidak separah penumpangnya karena ia memakai selt belt. Tetapi sang penumpang yang tak lain adalah Sakura sangat mengenaskan. Dengan luka di sekujur tubuh dan darah yang terus mengalir dari kepalanya. sayup-sayup Sakura mendengar suara riuh orang dan mobil ambulance. Ia berharap semoga ia bisa bertemu Sasuke. Dengan muka penuh darah Sakura menangis dan tangan yang lemah ia menggenggam kalung yang ia pakai. Ia berkata lirih. " Sa-su-ke-kun ai-s-shi-t-te-ru." dengan napas terengah dan perlahan mata emerald yang indah dan kini terhalang oleh darah meutup.

.

.

.

.

Tbc

~**o**~

Ini menceritakan masa lalu dan kejadian kecelakaan Sakura.

Mohon maaf jika kurang bagus... Ini fict pertama dengan bimbingan semangat dan bantuan teman-teman juga.

Harapan selalu semoga archive sasusasu ramai dan mereka canon nanti di anime/manga/harus #maksa :-D

Mohon maaf awal tidak tertulis chapternya. Tadinya ingin FIN cuma ngersa gantung :'(

Mohon bantuan-nya minna :-D

Review nya jika berkenan^^

Salam

Kirei_apple

Yuki

BKS