Title: Military.
Author: Kyungsoodll.
Genre: Romance.
Cast: Do Kyung Soo, Kim Jong In.
Other Cast: Other EXO Member.
Rating: PG 15+
Length: Chaptered.
Note: Gender Switch for Uke,, KaiSoo Focus. Bagian tembak-tembakan itu terinspirasi dari drama To The Beautiful You.
.
.
.
+++MILITARY+++
.
.
.
Previous
"Berbaliklah Noona." Perintah Jongin.
"Apa?" Tanya Kyungsoo.
"Berbaliklah atau kau ingin melihat diriku telanjang?" Tanya Jongin Langsung yang membuat Kyungsoo terlonjak kaget.
"Hei Kim Jongin!"
.
"Banyak omong sekali kau Do Kyungsoo. Apa salahnya kau berbalik?" Tukas Jongin yang jengkel karena menurutnya Kyungsoo sangat berlebihan.
"Apa kau bilang? Banyak omong? Dasar kau lelaki mesum sialan! Kau tidak tahu jika kau 'menumpang ' di kamar ini, aku adalah pemil-HEI." Kata-kata Kyungsoo pun terpotong karena baru saja melihat Jongin yang merentangkan handuknya yang menutupi area pinggul hingga lutut belakangnya. Nampak punggung tegak berwarna tan yang sangat maskulin itu. Apakah Kyungsoo kuat?
Sementara Kyungsoo yang masih saja memaki-maki Jongin, Jongin hanya asik melakukan 'kegiatan' bersiulnya disela-sela mengeringkan tubuhnya.
"Argghh dasar Kim Jongin si manusia otak mesum keparat tingkat jendral! Atas bumi apa aku harus berurusan bahkan sekamar dengannya?" Maki Kyungsoo lalu dia beranjak pergi dari kamarnya sambil…
BANGGG...
Membanting pintu.
"Noona? Apa yang kau lakukan dengan Kim Jongin." Tiba-tiba terdengar suara yang tidak diragukan lagi itu adalah.
"Park Chanyeol?!" Ujar Kyungsoo yang kaget akan kehadiran Chanyeol yang 'tak diundang' itu.
Apakah pertanyaan itu tidak terlalu mengarah ke ade3gan intim?
Jangan lupakan bahwa Kyungsoo masih memakai baju tadi malam; Croptee yang hampir transparan dan hampir memperlihatkan perutnya yang putih mulus itu, dan celana selututnya yang tergulung hingga setengah paha. Lengkap sudah surga duniawi seorang Park Chanyeol.
Kyungsoo yang sadar sedang diperhatikan oleh Chanyeol, langsung menyadari keadaannya sekarang. Berbeda dengan Chanyeol yang merasa malaikat sedang turun, Sebaliknya Kyungsoo merasa malaikat pencabut nyawa sudah menunggu dirinya dibelakang Chanyeol dan memberi senyum'kematiannya'.
Untuk informasi saja, dorm Jongin dan Kyungsoo sangat jauh dari kelompok dorm yang lain. Ini karena dulu Kyungsoo adalah anak dari salah satu Jendral besar disana, jadi Kyungsoo lebih di 'spesialkan'.
"Ah maafkan aku Noona ehm maksudku Kyungsoo Sunbaenim, aku hanya sedang berjalan-jalan pagi dan tidak sengaja kemari dan mendengar teriakanmu dan Jongin?" Jelas Chanyeol yang diakhiri nada bertanya. Sebenarnya Chanyeol bukannya 'tidak sengaja' datang ke wilayah dorm Jongin dan Kyungsoo, itu hanya kebiasaan paginya. Kebiasaan pagi melihat sunbaenim yang bisa membuat jantungnya melemah seketika.
"Chanyeol-ah." Panggil Kyungsoo pelan tapi jelas.
"Ha? I-iya?" Jawab Chanyeol bingung, karena ini pertama kalinya Kyungsoo memanggil seseorang dengan sebutan yang tidak memakai embel-embel Sshi, Sunbae maupun Hoobae.
"Bolehkah aku meminta bantuan?" Tanya Kyungsoo dengan wajah yang menatap Chanyeol intens.
"Mungkin selama ini hubungan kita tidak baik, karena aku sering menghukum-mu. Tapi untuk kali ini bolehkah aku meminta bantuan?" Lanjut Kyungsoo penuh harap.
"Aku hhh-aku akan memberikan bahkan melaksanakan apa yang kau minta Chanyeol-ah. Aku hanya ingin pertolonganmu, bolehkah?" Tanya Kyungsoo sekali lagi.
"Apa saja?" Tanya Chanyeol sambil berusaha menahan senyum nistanya. Oh ayolah Park Chanyeol, seorang lelaki normal yang satu ini sudah membayangkan semuanya, mulai dari kencan malam dilanjutkan ciuman hangat yang panas dan untuk penutup ialah berakhir diranjang. Mungkin ini akan menjadi kesempatan satu-satunya jika Chanyeol memanfaatkannya baik-baik.
"Apa saja, ya tapi, kau tahu, aku tak akan memberikan kehormatanku." Dan tentu saja kata-kata Kyungsoo yang ini membuyarkan 'aksi penutup' yang di bayangkan Chanyeol. Tapi, bukankah masih ada kesempatan untuk merasakan bibir Kyungsoo? Tentu, asal tidak terdahului oleh Kim Jongin, yang sedang berganti pakaian.
"Ah iya, aku tahu tenang saja." Jawab Chanyeol dengan senyum anehnya.
"Baiklah, apa permintaan mu Noona? Maksudku Kyungsoo Sunbae-nim?" Tanya Chanyeol yang sedikit penasaran karena tiba-tiba Kyungsoo meminta pertolongannya.
"Rahasiakan semuanya yang terjadi pagi ini." Jawab Kyungsoo cepat.
"Apa?" Chanyeol tidak mengerti apa yang harus dirahasiakan, apakah Kyungsoo menceritakan sesuatu?
"Rahasiakan apa yang kau lihat dan dengar. Ku mohon." Jelas Kyungsoo.
"Ba-baiklah." Jawab Chanyeol.
"Terimakasih Chanyeol-ah." Balas Kyunsoo dengan menggenggam kedua tangan Chanyeol. Oh Chanyeol ingin mati saja. Tapi apakah Kyungsoo lupa, akan Baekhyun?
Jongin yang melihat Kyungsoo dan Chanyeol berpegangan tangan itupun hanya tersenyuum pahit. Oh apakah Jongin cemburu? Kenapa tidak masuk saja dalam adegan tersebut? Menjadi perusak moment Chanyeol dan Kyungsoo? Apakah kau masih belum yakin akan perasaan mu? Apakah kau butuh foto Krystal?
"Oh apa yang sedang kalian lakukan disini? Kukira aku sedang menonton drama percintaan episode terakhir." Ucap Jongin dengan nada yang sangat menjengkelkan jika didengar yang merusak moment Chanyeol dan Kyungsoo tersebut.
"Kau sudah selesai?" Tanya Kyungsoo dengan nada ketus.
"Sudah, bahkan daritadi aku tidak ingin mengganti channel ini kau tahu." Jawab Jongin dan Jongin pun langsung pergi dari tempat dia berdiri yang mengakibatkan Kyungsoo dan Chanyeol harus mundur satu langkah untuk memberikan celah untuk Jongin yang ingin lewat.
+++ MILITARY+++
Jongin pun pergi ke lapangan untuk mencari Sehun, ya sahabat karibnya dari kecil itu, dia ingin membicarakan sesuatu aneh yang terjadi beberapa menit yang lalu.
"Hei Oh Sehun!" Teriak Jongin yang membuat nama yang merasa dipanggil itu menoleh.
"Hei, jangan teriak bodoh." Balas Sehun dengan ketus. Wajar saja Sehun ketus kepada Jongin. Karena Jongin berteriak seperti dihutan.
"Hehe maafkan aku." Jawab Jongin dengan senyum nistanya.
"Apa yang kau mau hitam." Tanya Sehun masih dengan nada datarnya.
"Kau ketus sekali disaat sahabatmu ingin bercerita." Rengek jongin yang membuat sehun ingin muntah.
"Kau menjijikan sekali Kim Jongin. Kenapa aku ingin berteman denganmu dulu?" Ujar Sehun dengan wajahnya yang seakan-akan ingin muntah itu.
"Aku ingin bertanya sesuatu. Ini tentang Wanita." Balas Jongin mulai serius.
"Tanyakan saja pada dokter Oh." Jawab Sehun dengan datar.
"Untuk para Tentara dipersilahkan ke lapangan segera dalam lima menit." Terdengar suara pengumuman dari senior untuk para tentara yang membuat Jongin kecewa karena tidak bisa melanjutkannya.
"Baiklah kau berhutang cerita padaku saat makan siang." Ujar Sehun lalu meninggalkan Jongin yang sedang termenung itu.
"Haruskah aku menceritakannya?" Gumam Jongin sambil mengetukkan telunjuknya ke meja.
+++ MILITARY+++
Semua tentara sudah berada di lapangan sekarang. Mereka akan dilatih memakai senjata hingga sore nanti.
"Baiklah apa semua sudah bersiap?" Tanya Jendral Park.
"Siap!" Jawab semua tentara kompak.
"Baiklah sekarang untuk para senior silahkan pimpin pemanasan dan sekitar jam setengah delapan, kita mulai latihan kita."
"Siap!" Jawab para senior tidak kalah kompak.
"Ingat semua, kita latihan untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu kita diserang orang Negara sebelah. Apa kalian siap?" Tanya Jendral Park sekali lagi.
"Siap!" Jawab semua tentara sekali lagi.
"Baiklah Prajurit Lee pimpin sekarang hingga sore nanti." Perintah Jendral Park.
"Siap Jendral." Balas Prajurit Lee.
"Dan untuk Sunbae Pria latihlah para Hoobae kalian mengerti!?" Lanjut Jendral Park.
"Siap Jendral!" Jawab para Prajurit senior itu.
"Dan untuk tentara Wanita kalian tau tugas kalian bukan?" Tanya Jendral Park memastikan.
"Kami siap Jendral." Jawab para Prajurit Wanita tak kalah tegas dan kompak.
"Khusus buat Prajurit Wanita Do Kyungsoo, Lu Han, dan Baek Hyun." Jendral Park menggantung kalimatnya.
"Kalian ikut berlatih perang dengan para tentara wajib militer lainnya." Lanjut Jenrdal Park.
"Siap Jendral!" Jawab ketiga Prajurit Wanita kompak.
"Baiklah saya kira sudah cukup, ingatlah anggap latihan kali ini seperti perang sesungguhnya. Mengerti!?" Tanya Jendral Park.
"Siap! Mengerti!" Jawab semua tentara. Jendral Park pun menyelesaikan kata-katanya dan beranjak pergi diikuti ke empat prajurit lain dibelakangnya.
"Baiklah sekarang ambil posisi. Segera!" Perintah Prajurit Lee.
"Choi Minho-Sshi, pimpin senam kali ini, ah aku tahu panggil dua orang untuk senam bersama-mu." Perintah Prajurit Lee kepada salah satu teman sekamarnya.
"Baiklah yang namanya Kim Jongin-Sshi maju." Perintah prajurit Choi yang membuat salah satu Prajurit wanita itu terkekeh.
"Sa-saya?" Tanya Jongin heran. Untuk apa seniornya itu memanggil dirinya?.
"Iya kamu, cepat kedepan jangan banyak bertanya." Perintah Prajurit Wu –Yifan- yang kebetulan ada di samping Prajurit Choi.
"Apa yang harus saya lakukan?" Tanya Jongin selagi melangkahkan kakinya ke depan. Sementara Kyungsoo sedang menahan tawanya setengah mati, Kyungsoo tahu apa yang akan direncanakan Prajurit Choi,Lee, dan Wu, karena mereka terkenal sering menjahili peserta wajib militer.
"Lebih baik kau berhati-hati Kim." Gumam Kyungsoo. Sambil berusaha menahan posisi berdirinya kini.
Jongin sudah berada di depan semua tentara lainnya dia hanya bias menggunakan wajah kebingungan dengan mencari SOS ke Sehun. Tapi Sehun tidak mengerti apa yang dimaksud Jongin.
"Buka bajumu." Perintah Senior Wu. Yang sontak membuat Jongin membulatkan matanya.
"Apa?" Tanya Jongin kebingungan. Apa yang akan dilakukan Sunbae-sunbaenya kali ini? Apakah dia akan digagahi? Apakah Seniornya tidak pernah bertemu wanita setelah memasuki Academy ini? Atau mereka sakit hati karena ditolak Do Kyungsoo yang cantik itu? Apa? Cantik?. Sementara Wanita yang bernama Do Kyungsoo tersebut hanya menyeringai tanpa suara di samping Baekhyun.
"Hei? Apa kau kira kami tidak normal? Buka saja bajumu. Kau memimpin senam dengan bertelanjang dada." Jelas Lee Sunbae yang membuat Jongin menghembuskan napas setelah itu menahannya lagi.
Buka baju dan memimpin senam? Apa kalian gila?- Pikir Jongin.
"Tu-tunggu dulu Kim Jongin-sshi, apa kau kenal Lee Taemin?" Tanya Choi Sunbae yang membuat semua orang mengarah kepadanya.
"Kau sangat mirip dengan dia." Lanjut Choi Sunbae.
"Aku, sepupunya." Jawab Jongin sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Ya, Lee Taemin adalah sepupu Jongin yang paling dekat, lebih dekat daripada kakaknya sendiri, Jongdae dan Jonghyun.
"Apa? Baiklah kembali ke tempatmu Kim Jongin-Sshi." Balas Choi Sunbae sambil menepuk-nepuk pundaknya.
"Jika kau pulang atau bertemu dengannya, katakan padanya aku mencintainya dan tunggu aku." Lanjut Choi Sunbae yang membuat Jongin membelalakan matanya.
"Jadi? Kau? Minho hyung?" Tanya Jongin dengan suara yang tidak bias dibilang kecil itu.
Sementara Kyungsoo hanya menjilat ujung gigi atasnya kecewa. Dia kira dia akan melihat punggunng atletis itu lagi. Ternyata tidak.
Tunggu dulu. Apa?
"Hei Kim Jongin! Jangan berteriak seperti dihutan! Dan kau Choi Minho kembali kemari." Perintah Wu Sunbae yang langsung dituruti oleh keduanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi Minho-Sshi." Tanya Wu sunbae yang penasaran kenapa 'sasarannya' itu tiba-tiba diselamatkan oleh manusia jangkung bermata bulat yang bernama Choi Minho ini.
"Dia sepupu kekasihku Wu, kau tahu jika aku melakukan kesalahan padanya, bias saja kekasihku menjauhi ku." Jelas Minho panjang lebar.
"Kau tahu selagi kami temanmu kau bebas." Balas Lee Sunbae lalu memutar bola matanya malas.
"Terimakasih kawan." Balas Choi Sunbae sambil menyunggingkan senyumnya.
Pemanasan pagipun dilanjutkan selama setengah jam setelah kejadian –pertemuan mengharukan antara calon ipar- yang terdengar terlalu drama dan menggelikan bagi sebagian orang.
Setelah selesai pemanasan, para tentara pun sudah berbaris rapi lagi dan para tentara wanita sudah memberikan peralatan perang masing-masing.
"Apa kau berkeringat?" Tanya seorang tentara manis kepada pemuda putih jangkung itu.
"Ya Luhan Sunbae-nim." Jawab Pemuda itu sambil terus mengambil napas dalam-dalam.
"Jika tidak kuat, beristirahatlah jangan dipaksakan." Tawar Luhan yang merasa kasihan karena melihat muka Sehun yang pucat itu.
"Ah tidak usah Sunbae aku akan mencobanya terlebih dahulu." Balas Sehun yang sedang meniupkan dahinya itu.
"Hei Luhan-Sshi teruslah bergerak!" Teriak Baekhyun yang melihat Luhan lama sekali dengan Sehun.
"Baiklah Sehun-Sshi." Jawab Luhan sambil bergerak ke samping untuk memberikan alat perang latihan lainnya.
.
"Kyungsoo kenapa kau juga ikut latihan berperang? Kau kan wanita." Tanya Baekhyun yang sedang merapikan pakaian perang Kyungsoo, percis seperti istri yang sedang merapikan baju suaminya yang ingin pergi berangkat kerja.
"Tidak apa-apa." Jawab Kyungsoo Singkat sambil mengusap-unsap rompi perangnya itu
"Jawaban apa itu Do Kyungsoo." Balas Baekhyun cemberut sambil mem-poutkan bibirnya.
"Aku tak tahu alasan pastinya Baekhyun, yang pasti ayahku selalu bilang bahwa aku harus menjadi wanita yang kuat." Jawab Kyungsoo sambil menyunggingkan ujung bibirnya.
"Kau jangan seperti itu Baek, kau tahu, kau seperti seorang wanita yang baru saja mendengar pacarnya ingin meminta izin wajib militer." Goda Kyungsoo yang membuat baekhyun tersenyum.
"Yaudah sana pergi yeobo." Usir Baekhyun dengan menahan tawanya setelah mengucapkan kata-kata yang seharusnya untuk sepasang kekasih itu. Apa ini efek samping dari Chanyeol yang tidak peka?
"Kau menjijikan." Balas Kyungsoo dengan meninju bahu Baekhyun pelan.
"Baiklah semua bersiap." Terdengar Suara dari Tentara Cho –Kyunhyun- yang menjadi pelatih kali ini. Karena dia sebentar lagi akan dipromosikan ke tingkat yang lebihtinggi.
"Berusahalah saling melindungi antar sesame anggota. Jika salah satu tertembak, maka dia gugur. Mengerti!" Jelas Cho Sunbae untuk peraturan pelatihan persenjataan kali ini.
Lalu semua tentara pun pergi ke tempat bersembunyinya masing-masing. Tujuan dari pelatihan ini adalah kekompakkan, kerjasama, dan rasa saling peduli kepada teman dan Negara. Karena sewaktu-waktu jika Negara Korea Selatan terancam bahaya, mereka dengan latar belakang yang sudah pernah memegang senjata api ini pun akan sangat bermanfaat.
#note: Chansoo=1 tim, Kaihun=1 tim.
DOR DOR DOR…
Peluit pun sudah berbunyi yang menandakan permainan atau pelatihan sudah dimulai dengan 3 kali tembakan udara.
Jongin yang tadinya bersembunyi dibalik semak-semak segera berdiri dan mencari target atau musuhnya untuk di tembak. Dan terlihat salah satu peserta wajib militer dari tim lain yang diketahui bernama Lee Seunghyun –Seungri Bigbang-, tanpa ragu langsung dia tembak peserta tersebut dan membuat Seungri kaget akan kecepatan dan lihainya kedua panca indra milik Kim Jongin itu.
Lee Seunghyun keluar, dia ditembak oleh Kim Jongin. Terdengar sebuah pengumuman lewat earphone yang dipakai oleh semua peserta pelatihan.
"Apa? Seunghyun keluar?" Tanya seorang peserta Wajib Militer, Nickhun -2PM-.
"Kau cepat sekali." Gerutu Seungri sambil memegang bagian perut bawah kanannya yang terkena cat pertanda.
"Padahal aku baru menembaki satu orang." Lanjut Seungri sambil mengelus Gun-nya.
"Haha maafkan aku hyung. Tuntutan pekerjaan." Jawab Jongin dngan senyum andalannya.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya tersisa dua pemain dari masing masing tim. Park Chanyeol dan Do kyungsoo dari tim 1, Kim Jongin dan Oh Sehun dari tim 2. Pertarungan semakin sengit karena kedua tim ini belum saling menampakkan diri, karena mencari titik kelemahan yang pas.
DOR…
Suara tembakkan pun terdengar. Pertanda bahwa salah satu dari kedua tim tersebut ada yang menembak sisi lainnya.
Pria yang ditembak itu jatuh pingsan dan membuat pria yang menembak itu menjatuhkan gunnya.
Oh Sehun keluar, dia ditembak oleh Park Chanyeol.
"Hei yang disana tolong aku, disini Park Chanyeol, ada yang pingsan setelah aku tembak, bagaimana ini?" Panggil Chanyeol kepada tentara yang ada di barak lewat mic yang terpasang di bajunya.
"Chanyeol si bodoh, bagaimana bias seseorang pingsan hanya karena cat?" Komentar Baekhyun saat mendengar laporan Chanyeol.
"Bailah kami akan kesana, untuk saat ini tidurkan dia di tempat yang tidak banyak serangganya, dan kalian yang masih ada di tempat sana, bawa Oh Sehun ke barak segera." Perintah Cho Sunbae kepada peserta yang masih ada dilapangan.
"Apa? Sehun pingsan?" Tanya Luhan yang baru mendengar kejadian -pingsannya- Sehun dari Baekhyun.
"Iya, dan aku yakin Kyungsoo tidak akan bertahan lama." Jawab Baekhyun.
Tanpa disadari Jongin ada di belakang Chanyeol dan langsung menembak punggung Chanyeol.
Kim Jongin keluar,dia ditembak oleh Do Kyungsoo.
"Apa?" Teriak Jongin lalu memutar badannya dan terlihatlah sesosok wanita yang sedang memegang gun itu.
"Aku tidak bisa membuat diriku telanjang Kim Jongin." Ucap Do Kyungsoo sambil meniup ujung gunnya.
"HOREE!" Teriak Luhan dan Baekhyun kegirangan saat mendengar tim Kyungsoo yang menang.
"Bisakah kalian diam?" Gerutu Sehun yang masih baru setengah sadar dari pingsannya tadi.
"Kau sih keras kepala, liat apa yang terjadi." Omel Luhan sambil menekan bagian kepala Sehun saat Luhan membersihkan keringat yang membanjiri kepala Sehun yang pucat itu.
"Setidaknya aku tak perlu bertelanjang dada bukan?" Balas Sehun ternyum.
"Yeeesss…. Aaargghhh." Teriak Chanyeol penuh kemenangan saat mengetahui timnya menang.
"Bukankah ini hebat Noona?" Tanya Chanyeol kepada Kyungsoo dengan ekspresi bahagianya.
"Jika bukan karena aku, kau sudah tertembak tahu." Jawab Kyungsoo sambil membenarkan topinya.
"Yayaya terserah saja, ingat kau berhutang padaku Noona." Ucap Chanyeol mengingatkan.
"Iya, tenang saja, jadi aku harus melakukan apa?" Tanya Kyungsoo lalu menatap Chanyeol.
"Berkencanlah denganku mala mini." Ajak Chanyeol terus terang.
"A-apa?" Tanya Kyungsoo tidak percaya, bagaimana jika Baekhyun mengetahui ini?
"Tapi…"
"Ayolah, ingat, kau berhutang padaku." Balas Chanyeol. Chanyeol harus memanfaatkan 'permintaan' Kyungsoo sebaik-baiknya.
"Baiklah." Jawab Kyungsoo sambil senyum.
+++MILITARY+++
Malam pun sudah menyelimuti Negara gingseng tersebut, sesuai janji Kyungsoo yang akan menepati permintaan Chanyeol agar 'tutup mulut. Mereka pun berkencan mala mini. Tentu bukan berkencan seperti yang lainnya. Ke restoran mewah atau taman wisata, tetapi mereka pergi ke kantin tempat biasanya para tentara makan, karena disana sepi.
"Karena kita tentara, kita tidak bisa keluar dari tempat ini." Ujar Chanyeol memecah keheningan.
"Ya, aku tahu, ini kencan pertamaku." Balas Kyungsoo yang membuat Chanyeol hamper saja terloncat kebelakang karena mendengar pernyataan sang pujaan hati.
Pertama kali? Apa aku pria yang pertama kali mengajakmu kencan?
"Ngomong-ngomong berapa usiamu Chanyeol-ah?" Tanya Kyungsoo. Kyungsoo setengah mati mencari topik untuk dibicarakan malam ini, hingga kalimat aneh itu pun keluar.
"Err 22 kenapa Nun?" Jawab Chanyeol sambil meminum air putih didepannya. Ya, kencan pertama bagi Do Kyungsoo yang hanya ditemani dua gelas air putih dan dua buah roti rasa moca.
"Lalu, kenapa kau manggil aku 'Noona' kau lebih tua dariku." Jelas Kyungsoo yang membuat Chanyeol terbatuk.
"A-apa?" Tanya Chanyeol yang merasa sangat bodoh karena memanggil Kyungsoo dengan sebutan 'Noona', padahal Kyungsoo yang lebih muda.
"Ma-maaf Kyungsoo." Ucap chanyeol dengan membuang mukanya kebawah. Dia merasa sangat malu sekarang untuk bertatap muka dengan Kyungsoo.
"Tidak apa-apa err Oppa." Balas Kyungsoo yang membuat Chanyeol melihat Kyungsoo lekat-lekat.
.
"Apakah kau menyukaiku Kyungsoo?" Tanya Chanyeol untuk memecahkan keheningan.
"Aku?" Tanya Kyungsoo balik. Sebenarnya Kyungsoo tak tahu jawabannya, karena ada seseorang berkulit tan yang selalu membuat Kyungsoo termenung sendiri.
"Iya, jika iya jadilah pacarku, jika tidak, kita bias berteman asalkan kau memberikanku alasan yang masuk akal." Jelas Chanyeol yang membuat Kyungsoo terbelalak.
"Sebenarnya…"
+++MILITARY+++
Kyungsoo pun masuk kedalam dorm nya bersama Jongin, setelah 'kencan' yang bersama Chanyeol tadi, dia merasa yakin akan jawabannya.
"Kau darimana saja?" Tanya Jongin dari balik selimutnya.
"Aku? Apa pedulimu?" Jawab Kyungsoo dingin. Sebenarnya dia tidak ingin bersikap seperti itu kepada Jongin, hanya saja, dia ingin memastikan bahwa dia suka Jongin, atau tiidak.
"Baiklah, aku akan kembali tidur." Balas Jongin lalu menarik selimutnya.
"Selamat malam Jongin." Ucap Kyungsoo.
"Dan maaf karena aku menembakimu tadi." Lanjut Kyungsoo.
Karena tidak ada balasan dari yang dijak bicara, Kyungsoopun membuka sweater yang dia kenakan saat berkencan dengan Chanyeol tadi. Dan menyisakan tank top ungu. Tak lupa dia membuka rok selututnya hingga menyisakan hotpants putihnya. Kyungsoo pasti mengira Jongin sudah tidur. Tapi…
Tiba-tiba disekitar pinggang Kyungsoo terasa hangat
"Jo-jongin…"
"Ini, nyaman…"
ABJ.
#AuthorNote
-Ini. Adalah. Chapter. Terpanjang. Yang. Pernah. Gua. Buat.
-Fansnya Kris mana suaranya?
-Fansnya Luhan mana suaranya?
-EXO-L sedang diguncang hebat tahun ini.
-Kris adalah pria pertama yang bikin gua nangis.
-Luhan yang kedua.
-Sorry for typo etc
-gatau lagi mau nulis apa.
-BIG THANKS FOR:
me1214| kimhyera96| 1004baekie| diva| luchen 379| dkyngswfy| kyungiNoru| Insooie baby| exindira| SyiSehun| younlaycious88| ShinJiWoo920202| Lady SooJong| 1004baekie| Clarissa Zee| cahayaanjanie| zoldyk| Afi2112| BellaKyungSoo| didinsoo| ruixi| springboynyet| buat review follow fav dan silent reader tengkyuu...
-Last word
-Review juseyooo
-Bye~~~
