Title: Military.
Author: Kyungsoodll.
Genre: Romance.
Cast: Do Kyung Soo, Kim Jong In.
Other Cast: Other EXO Member.
Rating: PG 15+
Length: Chaptered.
Note: Gender Switch for Uke,, KaiSoo Focus. Bagian tembak-tembakan itu terinspirasi dari drama To The Beautiful You.
.
.
.
+++MILITARY+++
Previous.
Kyungsoo pun masuk kedalam dorm nya bersama Jongin, setelah 'kencan' yang bersama Chanyeol tadi, dia merasa yakin akan jawabannya.
"Kau darimana saja?" Tanya Jongin dari balik selimutnya.
"Aku? Apa pedulimu?" Jawab Kyungsoo dingin. Sebenarnya dia tidak ingin bersikap seperti itu kepada Jongin, hanya saja, dia ingin memastikan bahwa dia suka Jongin, atau tiidak.
"Baiklah, aku akan kembali tidur." Balas Jongin lalu menarik selimutnya.
"Selamat malam Jongin." Ucap Kyungsoo.
"Dan maaf karena aku menembakimu tadi." Lanjut Kyungsoo.
Karena tidak ada balasan dari yang dijak bicara, Kyungsoopun membuka sweater yang dia kenakan saat berkencan dengan Chanyeol tadi. Dan menyisakan tank top ungu. Tak lupa dia membuka rok selututnya hingga menyisakan hotpants putihnya. Kyungsoo pasti mengira Jongin sudah tidur. Tapi…
Tiba-tiba disekitar pinggang Kyungsoo terasa hangat
"Jo-jongin…"
"Ini, nyaman…"
.
.
.
+++ MILITARY+++
"Hei! Kim Jongin ." Bentak Kyungsoo lagi tapi tetap dengan nada yang pelan. Sedangkan pria yang dibentak itu tidak menjawabnya sama sekali.
"Jongin-Sshi! Apa yang-oh." Kyungsoo pun menghentikan ucapannya saat melihat sisi kiri bahunya. Terdapat seorang pria tampan yang tertidur di bahu kecilnya itu. Walaupun Kyungsoo hanya melihat rambut Jongin yang masih basah seusai mandi tadi. Dia tahu bahwa Jongin tidur lewat dengkuran halus yang ditumbulkannya.
"Apa kau mabuk Jongin-Sshi?" Tanya Kyungsoo. Walaupun dia tahu bahwa Jongin sedang tertidur, dia masih ingin memastikannya dengan mengajaknya berbicara. Mungkin saja Jongin bangun atau sadar.
Kyungsoo pun melihat sekeliling ruangan yang sudah dia tempati bersama Jongin selama hampir seminggu itu. Tidak ada yang aneh. Hanya ada sebotol soju yang tergeletak disamping tempat tidur Jongin. Ya, Jongin mabuk.
"Apakah dia terlalu lelah sampai meminum satu botol?" Gumam Kyungsoo penasaran.
-Flashback-
Kim Jongin keluar,dia ditembak oleh Do Kyungsoo.
"Apa?" Teriak Jongin lalu memutar badannya dan terlihatlah sesosok wanita yang sedang memegang gun itu.
"Aku tidak bisa membuat diriku telanjang Kim Jongin." Ucap Do Kyungsoo sambil meniup ujung gunnya.
Jongin pun pasrah dan memegang cat yang mengenai lengan kanannya itu. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus ntuk melihat Kyungsoo telanjang. Tapi apa daya, lengan kanannya sudah terkena cat berwarna merah itu.
"Bukankah ini hebat Noona?" Tanya Chanyeol kepada Kyungsoo dengan ekspresi bahagianya.
Jongin pun melihat kearah dua orang yang sedang berbincang itu. Dengan alibi membersihkan cat yang ada di tangan kanannya. Padahal cat tersebut tidak mudah dibersihkan dengan tangan.
"Jika bukan karena aku, kau sudah tertembak tahu." Jawab Kyungsoo sambil membenarkan topinya.
"Yayaya terserah saja, ingat kau berhutang padaku Noona." Ucap Chanyeol mengingatkan.
"Iya, tenang saja, jadi aku harus melakukan apa?" Tanya Kyungsoo lalu menatap Chanyeol.
"Berkencanlah denganku malam ini." Ajak Chanyeol terus terang.
"A-apa?" Tanya Kyungsoo tidak percaya, bagaimana jika Baekhyun mengetahui ini?
"Tapi…"
"Ayolah, ingat, kau berhutang padaku." Balas Chanyeol. Chanyeol harus memanfaatkan 'permintaan' Kyungsoo sebaik-baiknya.
"Baiklah." Jawab Kyungsoo sambil senyum.
"Baiklah aku harus pergi dulu, sampai jumpa nanti malam Noona." Ucap Chanyeol sambil melambaikan tangannya.
"O-oke." Jawab Kyungsoo sambil membalas lambaian tangan Chanyeol ragu-ragu. Kyungsoo tidak menyadari jika disana ada Jongin dengan tatapan tajamnya. Dia pun merapikan rompinya dan bergegas pergi.
"Apa kah kau ingin berkencan?" Tanya Jongin dengan tampang yang bisa disebutkan cemburu itu.
"Apa urusanmu?" Tanya Kyungsoo balik dengan dingin.
"Cih, kukira kau adalah tentara teladan di Negara ini." Ejek Jongin dengan memiringkan kepalanya empat puluh lima derajat.
"Kenapa kau seperti itu? " Tanya Kyungsoo tidak mengerti. Apa salahnya berkencan dengan Chanyeol? Dia orang baik, walaupun sedikit aneh. Dan jika saja Kyungsoo mengetahui rencana pemanfaatan waktu yang dipikirkan Chanyeol. Kyungsoo pasti akan menganggap semua pria sama saja.
"Tidak perlu bertanya." Jawab Jongin dingin lalu meninggalkan Kyungsoo sendirian.
Jujur didalam hati yang terdalam, Jongin sangat iri. Iri karena Chanyeol dapat mengencani seseorang, dan iri karena seseorang itu adalah penyebab hati Jongin berdegup sangan kencang karenanya.
Hari pun sudah semakin senja dan waktunya waktu bebas bagi para tentara. Ada yang sedang bermain sepak bola, berlatih, dan lain-lain. Tapi disisi lain, terlihat pria tan itu sibuk mencari Sehun. Hati dan otaknya benar-benar butuh sesuatu.
"Ah, halo Baekhyun Sunbae-nim apa kau melihat Sehun?" Tanya Jongin dengan sopan karena kebetulan melihat Baekhyun ditengah jalan.
"Oh bukan kah dia ada di ruang pengobatan? Mungkin dia sudah mulai pulih, akan tetapi harus banyak istirahat." Jawab Baekhyun ramah.
"Err ruang pengobatan ada dimana?" Tanya Jongin yang memang belum mengenal seluk beluk di barak tentara ini.
"Baiklah akan kuantarkan." Tawar Baekhyun ramah.
Baekhyun pun mengantar Jongin ke tempat Sehun istirahat sekarang. Selama itu pula mereka membicarakan banyak hal.
TOK TOK TOK…
.
Di ruang pengobatan itu hanya ada Sehun dan Luhan, entah mengapa Luhan ingin sekali menemani Sehun yang masih dibilang belum terlalu pulih ini.
"Sehun –Sshi bagaimana kepalamu?" Tanya Luhan sambil memegang kepala Hoobaenya tersebut.
"Luhan Sunbae-nim, ini sudah kesepuluh kalinya kau bertanya dalam lima menit, apakah kau tidak lelah?" Jawab Sehun. Dia merasa sangat jengkel karena dia tidak bisa beristirahat karena Luhan menanyainya terus, padal Luhan memerintahkannya untuk istirahat.
"Aku hanya khawatir." Jawab wanita bermata rusa itu pelan yang membuat Sehun merasa bersalah.
"Maafkan aku sunbae-nim, aku bukan-"
"Tidak apa-apa, terkadang aku memang sanagat cerewet kepada orang yang kusayang." Pernyataan tersebut sontak membuat Sehun terkejut. Begitu pula Luhan yang tidak percaya jika dia baru saja mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya, bukan otaknya.
Keadaan pun menjadi hening sementara karena pernyataan secara tiba-tiba Luhan kepada Sehun. Sehun yang mencoba untuk tidur, sementara Luhan yang mencoba untuk berdiri dan mendekati meja untuk dokter yang bertugas di barak tersebut.
TOK TOK TOK…
Terdengar suara ketukan pintu dari luar hingga Luhan pun membukakannya.
"Sehun!" Teriak Jongin lalu masuk secara tiba-tiba dan menghampiri Sehun yang sedang pura-pura tertidur itu.
"Kim Jongin jangan berisik!" Teriak ketiga orang yang dengan kompaknya meneriaki Jongin tersebut.
"Ah maaf, halo Luhan Sunbae-nim maaf aku tidak menyapamu terlebih dahulu." Ucap permintaan maaf Jongin kepada Luhan dengan membungkukkan badannya Sembilan puluh derajat. Sementara Luhan yang tidak nyaman dengan tindakan jongin hanya menyuruhnya untuk berdiri.
"Baiklah baiklah tidak perlu membungkukkan badan Jongin-Sshi." Balas Luhan yang tidak nyaman melihat Jongin yang seperti ini kepadanya.
"Apa yang ingin kau bicarakan Jongin?" Tanya Sehun masih dengan mata yang masih tertutup itu.
"Err…" balas Jongin dengan menatap kearah Luhan dan Baekhyun.
"Baiklah kami mengerti, mari Luhan kita biarkan pangeranmu berbincang dengan orang hitam ini." Jawab Baekhyun sambil mendorong punggung Luhan.
"Hei dia bukan pangeranku." Balas Luhan dngan semburat merah di pipinya.
"Dan aku tidak hitam." Balas Jongin dengan menatap Baekhyun tajam.
Luhan dan Baekhyun pun akhirnya keluar meninggalkan Sehun dan Jongin sendirian. Sementara di ruangan ini terjadi keheningan selama lima menit lamanya.
"Jika kau tidak ingin mengatakan apa-apa keluarlah." Ucap Sehun memecahkan keheningan. Sehun sangat penasaran apa yang ingin dikatakan oleh Jongin, tetapi dia tidak menyangka harus membuang lima menit berharganya yang tidak menghasilkan sepatah katapun yang keluar dari bibir seksi Jongin itu.
"Aku bingung harus mulai dari mana." Balas Jongin sambil menatap langit-langit.
"Intinya saja, maka aku akan bisa membaca semuanya." Jawab Sehun sambil menaruh pergelangan tangannya ke atas wajahnya yang tampan itu.
"Ada seseorang wanita dan dia-"
"Kau jatuh cinta dank au cemburu benar? Siapa wanita beruntung itu" balas Sehun dengan memotong kalimat Jongin.
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Jongin yang tidak percaya akan kejeniusan temannya, Sehun. Padahal bisa dibilang Jongin belum menceritakan apa-apa.
"Aku tahu Jongin, Aku tahu." Jawab Sehun dengan memindahkan lengan kanannya.
.
Jongin pun kembali ke dorm tempat dia menetap dengan Sunbaenya, Kyungsoo tersebut. Setelah bercerita dengan Sehun, dia tahu apa yang harus dia lakukan, dan dia akan melaksanakannya sesuai perintah sehun.
Jongin pun membuka seragamnya dan bergegas ke kamar mandi. Setelah balik dari kamar mandi, diapun hanya memakai celana selutut dan langsung mengambil sebotol minuman beralcohol dan memabukkan dirinya malam itu.
Dia sangat bingung dan hanya minum lah jalan keluarnya.
-Flashback end-
+++ MILITARY+++
Malam pun sudah menyelimuti Negara gingseng tersebut, sesuai janji Kyungsoo yang akan menepati permintaan Chanyeol agar 'tutup mulut'. Mereka pun berkencan malam ini. Tentu bukan berkencan seperti yang lainnya. Ke restoran mewah atau taman wisata, tetapi mereka pergi ke kantin tempat biasanya para tentara makan, karena disana sepi.
"Karena kita tentara, kita tidak bisa keluar dari tempat ini." Ujar Chanyeol memecah keheningan.
"Ya, aku tahu, ini kencan pertamaku." Balas Kyungsoo yang membuat Chanyeol hamper saja terloncat kebelakang karena mendengar pernyataan sang pujaan hati.
Pertama kali? Apa aku pria yang pertama kali mengajakmu kencan?
"Ngomong-ngomong berapa usiamu Chanyeol-ah?" Tanya Kyungsoo. Kyungsoo setengah mati mencari topik untuk dibicarakan malam ini, hingga kalimat aneh itu pun keluar.
"Err Dua puluh dua kenapa Nun?" Jawab Chanyeol sambil meminum air putih didepannya. Ya, kencan pertama bagi Do Kyungsoo yang hanya ditemani dua gelas air putih dan dua buah roti rasa moca.
"Lalu, kenapa kau manggil aku 'Noona' kau lebih tua dariku." Jelas Kyungsoo yang membuat Chanyeol terbatuk.
"A-apa?" Tanya Chanyeol yang merasa sangat bodoh karena memanggil Kyungsoo dengan sebutan 'Noona', padahal Kyungsoo yang lebih muda.
"Ma-maaf Kyungsoo." Ucap chanyeol dengan membuang mukanya kebawah. Dia merasa sangat malu sekarang untuk bertatap muka dengan Kyungsoo.
"Tidak apa-apa err Oppa." Balas Kyungsoo yang membuat Chanyeol melihat Kyungsoo lekat-lekat.
.
"Apakah kau menyukaiku Kyungsoo?" Tanya Chanyeol untuk memecahkan keheningan.
"Aku?" Tanya Kyungsoo balik. Sebenarnya Kyungsoo tak tahu jawabannya, karena ada seseorang berkulit tan yang selalu membuat Kyungsoo termenung sendiri.
"Iya, jika iya jadilah pacarku, jika tidak, kita bias berteman asalkan kau memberikanku alasan yang masuk akal." Jelas Chanyeol yang membuat Kyungsoo terbelalak.
"Sebenarnya…"
"Sebenarnya?" Tanya Chanyeol penasaran dan memegang tangkai cangkir kopi kuat-kuat.
"Aku sedang menunggu seseorang." Jawab Kyungsoo hati-hati. Takut hati Chanyeol akan terluka jika Kyungsoo terlalu berterus-terang.
Chanyeol pun hanya melihat ke arah meja dia tidak tahu harus membalas apa. Sudah jelas bahwa Kyungsoo tidak menyukainya, dan sudah jelas dia di tolak.
"Ah aku tidak tahu harus bagaimana ha ha." Balas Chanyeol dengan tawa garingnya.
"Setidaknya pernyataan jujur jauh lebih melegakan daripada kau harus memaksakannya." Lanjut Chanyeol lagi, dan meminum kopi yang ada di cangkirnya.
"Apa kah kau terluka?" Tanya Kyungsoo dengan hati-hati.
"Iya, tapi, aku lega jika kau jujur." Jawab Chanyeol dengan menampakkan senyumnya.
"Sebenarnya ada yang menunggu mu juga Oppa." Balas Kyungsoo dilanjuta menggigit selembar roti itu.
"Siapa?" Tanya Chanyeol penasaran.
"Kau harus mencarinya, dia sudah memberikan sinyalnya kau hanya harus mencarinya dan jika kau tersesat, aku akan menolongmu." Jawab Kyungsoo yang sangat tidak dimengerti oleh Chanyeol itu.
"Tapi, walaupun kita tidak pacaran, bolehkah aku mendapatkan ciuman darimu?" Tanya Chanyeol langsung dan tepat sasaran sehingga membuat Kyungsoo membelalakan matanya.
"Apa?" Tanya Kyungsoo tidak percaya.
"Jika tidak mau tidak-" Bibir Chanyeol pun terkunci oleh bibir Kyungsoo yang mencium hangat pria tinggi itu. Ciuman itu tidak dipenuhi nafsu. Hanyalah ciuman hangat yang diberikan Kyungsoo pada malam yang dingin ini.
"Kyung?" Tanya Chanyeol heran. Dia merasa terkejut karena Kyungsoo tiba-tiba menciumya.
"Itu ciuman pertamaku Oppa." Jawab Kyungsoo sambil menyembunyikan rasa malunya.
"Dan aku berharap kita bisa menjadi sahabat." Lanjut Kyungsoo dan menamilkan senyuman tulusnya.
"Ku harap kau mendapatkan ciuman terakhir dari jodoh mu kelak Kyungsoo." Balas Chanyeol lalu tersenyum.
.
Setelah kencan beberapa menit yang lalu itu, Chanyeol terus memikirkan siapa seseorang yang sedang menunggunya yang diucapkan oleh Kyungsoo tadi. Chanyeol dilanda penasaran yang sangat besar akibat jawaban ambigu dari Kyungsoo tadi.
Chanyeol pun terkejut saat melihat ada seseorang wanita didepannya yang sedang bersandar di salah satu arena latihan. Wanita itu masih memakai seragam lengkap dan sedang mengadahkan kepala ke langit.
"Kau sedang apa Baekhyun Sunbae-nim?" Tanya Chanyeol dan sontak membuat wanita yang diketahui Baekhyun itu terkejut.
"Oh apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Baekhyun balik.
"Aku? Hanya sebuah urusan yang tidak penting." Jawab Chanyeol dan ikut bergabung dengan menyenderkan tubuhnya ke samping Baekhyun.
"Apakah kau sering kemari? Aku tidak tahu jika pemandangan pada malam hari sangat indah." Tanya Chanyeol yang kagum akan ciptaan tuhan di atas sana.
"Ya, setiap hari, jika tentara lain sudah tidur." Jawab Baekhyun Singkat.
"Aku akan ketiduran disini makanya aku sudah memakai seragam." Lanjut Baekhyun
"Kenapa kau tidak tidur di dorm saja?" Tanya Chanyeol penasaran
"Entahlah." Jawab BAekhyun singkat. Chanyeol pun bangkit dari posisinya dan menarik tangan Baekhyun.
"Hei?! Apa yang kau lakukan Chanyeol-Sshi?" Tanya Baekhyun dan berusaha melepas genggaman Chanyeol.
"Kau harus tidur di dorm mu Baekhyun, jika tidak, kau akan sakit." Ajak Chanyeol lalu menarik lengan Baekhyun
+++ MILITARY+++
Kyungsoo pun berusaha membawa badan gagah itu ke ranjangnya sendiri, karena kebetulan ranjanganya sangat dekat dan dia bisa tidur diranjang Jongin bukan?
Karena posisi Jongin yang ada di belakang Kyungsoo, Kyungsoo pun merebahkan dirinya agar nanti dia bisa berdiri dan tidur diranjang jongin.
Akan tetapi rencana Kyungsoo gagal.
Setelah dia merebahkan dirinya di atas ranjangnya, Jongin makin mengeratkan pelukannya hingga membuat Kyungsoo terkejut karena ulah Jongin.
"Hei kau tidak tidur bukan?!" Bentak Kyungsoo seraya berusaha melepaskan dirinya dari pelukan si singa tersebut.
"Aaahhh Kau ugh jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan Jongin!" Teriak Kyungsoo dan masih berusaha melepaskannya, tetapi semakin Kyungsoo berusaha, semakin erat juga Jongin mengeratkan pelukannya.
Hiks… Hiks…
Jongin pun langsung terbangun saat mendengar suara tangisan, yang ternyata berasal dari Kyungsoo.
"Kau kenapa?" Tanya Jongin panic. Ini bukan pertama kalinya dia menangisi wanita, tapi ini pertama kalinya dia khawatir kepada wanita yang sedang menangis.
Kyungsoo tidak menjawab, dia hanya menangis dan tangisannya semakin lama semakin menghilang, sekarang dia menangis dalam diam. Jongin yang tidak tahu harus bagaimana hanya bisa meninggalkan Kyungsoo. Diapun mengambil selimut dan menaruhnya diatas bahu Kyungsoo, dia mengerti bahwa malam ini dingin, dan sebagai lelaki sejati dia harus membuat Kyungsoo hangat.
Kyungsoo sontak terkejut dengan perlakuan Jongin, diapun memutar balikan tubuhnya. Terlihat seorang pria tan itu sedang memakai kaos putih polos dan mengambil selimut tak lupa bantalnya.
"Tidurlah Sunbae, Aku akan tidur di kantin." Ucap Jongin dan dia pun pergi meninggalkan Kyungsoo yang sedang menatap sedih pintu kayu tersebut.
.
.
.
TBC
#Authornote
-MAKASIH YANG MAU REVIEW FOLLOW AND FAV I LOVE YOU MUACH!
-EXO MAU KAMBEK YA? 10 MEMBER? I'M NOT FINE AT ALL.
-GATAU LAGI MAU NGOMONG APA.
-LAST WORD.
-REVIEW JUSEYOOO
-BYE~
