Title: Military.

Author: Kyungsoodll.

Genre: Romance.

Cast: Do Kyung Soo, Kim Jong In.

Other Cast: Other EXO Member.

Rating: PG 17+

Length: Chaptered.

Note: Gender Switch for Uke, KaiSoo Focus. Untuk Chapter ini rating ditambah 2 tahun/? Karena ada adegan atau gambaran -yang mungkin- dewasa.

.

.

.

+++MILITARY+++

.

.

.

Previous

Kyungsoo tidak menjawab, dia hanya menangis dan tangisannya semakin lama semakin menghilang, sekarang dia menangis dalam diam. Jongin yang tidak tahu harus bagaimana hanya bisa meninggalkan Kyungsoo. Diapun mengambil selimut dan menaruhnya diatas bahu Kyungsoo, dia mengerti bahwa malam ini dingin, dan sebagai lelaki sejati dia harus membuat Kyungsoo hangat.

Kyungsoo sontak terkejut dengan perlakuan Jongin, diapun memutar balikan tubuhnya. Terlihat seorang pria tan itu sedang memakai kaos putih polos dan mengambil selimut tak lupa bantalnya.

"Tidurlah Sunbae, Aku akan tidur di kantin." Ucap Jongin dan dia pun pergi meninggalkan Kyungsoo yang sedang menatap sedih pintu kayu tersebut.

.

.

.

+++MILITARY+++

.

.

.

Kyungsoo tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia sangat bingung. Kenap Jongin meninggalkan Kyungsoo seperti itu? Apa Jongin marah?

"Aku menangis bukan karena aku benci kepadamu Jongin. Hiks"

"Aku menangis karena…"

"Karena aku harus melepaskan cinta pertamaku…"

"Dan mulai menerimamu sebagai…"

"Pengganti Jongdae Oppa…"

"Walaupun kau bukan ciuman pertamaku…"

"Karena ciuman pertamaku adalah Chanyeol Oppa…"

"Setidaknya aku ingin…"

"Kau akan menjadi yang terakhir di dalam hidupku."

"Karena aku..."

"Mencintaimu Kim Jongin." Kyungsoopun ber-monolog sambil menangis dengan selimut yang diberikan oleh Jongin tadi didekapannya. Dia sangat menyesali perbuatannya yang –menurut Kyungsoo- membuat Jongin salah paham.

Kyungsoopun mengakhiri tangisannya, dan dia melirik jam yang ada di atas meja dekat tempat tidurnya yang membatasi antara ranjangnya dan ranjang Jongin.

Setelah itu diapun melirik ranjang Jongin dengan tatapan yang masih mengeluarkan bulir-bulir Kristal dari matanya tersebut.

Tak ada lagi punggung gagah yang terbaluti selimut itu. Ya walaupun Jongin sering mengira jika Kyungsoo tidur lebih cepat, kenyataannya adalah bahwa Kyungsoo diam-diam mengamati gerak-gerik yang mencurigakan dari Jongin. Walaupun pada awalnya hanya untuk berjaga-jaga, akan tetapi, itu menjadi kebiasaan bagi Kyungsoo yang diam-diam mulai menyingkirkan nama Kim Jongdae tersebut.

Setelah merenung beberapa menit, akhirnya Kyungsoo pun mengambil cardigan panjang beserta celana tentara dari lemarinya, dan pergi keluar dari kamarnya.

+++MILITARY+++

Setelah kejadian Kyungsoo mendadak menangis, Jongin pun keluar dari kamar tersebut dengan membawa selimut dan bantal di tangan kanan dan kirinya.

"Kenapa dia menangis?"

"Apakah dia merasa dilecehkan karena aku memeluknya?"

"Oh ayolah aku tidak mengerti." Monolog Jongin yang frustasi karena kejadian tadi. Jujur saja Jongin juga tidak mengerti apa yang dia lakukan, dia hanya mengikuti apa yang diinginkan hatinya, bukan otaknya.

"Hei pantas saja Sehun memanggilku bodoh, kau memang bodoh Jongin." Ucapnya sambil memukul kepalanya sendiri.

"Dan kau. Kau memang benar-benar keparat." Lanjutnya sambil meninju perutnya sendiri.

"Aargghhh…" Ringis Jongin sambil memgan bekas perutnya yang tertinju oleh dirinya sendiri, dan menyebabkan bantal dan selimutnya jatuh ke jalan..

Sial kau Jongin si keparat.

Deg…

"Kyungsoo Noona?" Tanya Jongin saat mendengar suara yang dia kenal betul selama beberapa bulan ini. Ya suara seorang wanita yang sangat hobi menyumpah-serapahi si pria tampan Kim Jongin, dengan kalimat atau kata-kata yang kurang baik untuk diucapkan atau didengar.

Jongin pun melirik sisi kiri dan kanannya, tidak ada siapa-siapa. Hanya ada pepohonan dan suara angina yang berhembus kencang.

"Sunbae?" Tanya Jongin lagi.

"Apa aku se-keparat itu?" Tanya Jongin dan langsung mengambil selimut dan bantalnya yang jatuh di jalan tadi.

.

Bugbugbug…

"Akh sial kenapa pintu kantin tidak bisa terbuka?" Ucap Jongin saat tidak bisa membuka kantin barak tersebut.

Jongin pun mendekatkan kepalanya ke arah pintu kaca tersebut dan menerawang kedalamnya. Tidak ada siapa-siapa, kecuali dirinya sendiri yang sedang memegang selimut dan bantal.

"Sudah jam satu ternyata." Desah Jongin saat melihat arlojinya yang ada di tangan kanannya.

"Baiklah aku harus menemukan tempat tidur untuk hari ini." Gumam Jongin dan langsung berjalan meninggalkan tempat itu.

Saat sedang berjalan menyusuri jalan setapak itu. Tak sengaja Jongin bertemu dengan seorang pria yang sangat ia kenal.

"Kau ingin kemana?" Tanya pria itu.

"Kemanapun yang penting aku bisa tidur hyung." Jawab Jongin.

"Bukannya kau sudah memiliki kamar? Dengan Kyungsoo kan?" Tanya Pria itu lagi.

"Sepertinya dia akan risih jika wanita dan pria tidur satu ruangan. Lagi pula dia wanita bukan?" Jawab Jongin dengan yakin. Ya setidaknya itu yang dia pikirkan saat bingung kenapa Kyungsoo sangat membencinya.

"Ya, bisa jadi." Jawab pria itu singkat.

"Senang bisa bertemu denganmu lagi Jongdae Hyung." Ucap jongin dan merekapun berpelukan.

"Kapan kau datang?" Tanya Jongin lagi dan melepaskan pelukannya.

"Sekitar dua jam yang lalu." Jawab Jongdae sambil menepukkan tangannya di pundak Jongin.

"Apa perut Hyung sudah membaik?" Tanya Jongin sangat perhatian kepada Hyungnya itu.

"Ya luka bekas latihan tembakkan senjata itu memang membuat para dokter bekerja keras untuk mengeluarkan peluru itu. Aku sangat berterimakasih kepada mereka." Jawab Jongdae saat mengingat kejadian satu bulan yang lalu.

-Flashback-

Saat latihan bersenjata di kawasan hutan yang sangat minim penduduk, sekitar sepuluh kepala keluarga. Jongdae yang sedang bersembunyi di balik semak-semak itu, tiba-tiba terkena tembakkan dari penduduk lokal yang ternyata adalah penjahat bersenjata api yang sudah diincar polisi selama empat tahun.

Jongdae pun terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit terdekat karena darah yang tidak berhenti mengalir.

+Rumah sakit+

Sementara Minseok menangis disudut ruangan, di temani oleh Kyungsoo yang selalu memberikan kalimat yang menyatakan bahwa Jongdae pasti akan baik-baik saja.

"Bagaimana ini Kyungsoo bagaimana? Hiks" Tangis Minseok yang memecah saat Jongdae diketahui dibawa ke rumah sakit.

"Tenanglah Unnie, semua akan baik-baik saja, Dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk…"'

"Jongdae Oppa." Ucap Kyungsoo dengan senyum yang dipaksakan. Memang sakit jika kalian berada di posisi Kyungsoo. Nyawa orang yang kalian cintai sedang diujung tanduk sedangkan kalian hanya bisa menenangkan kekasih orang yang kalian cintai itu.

"Dia sudah berjanji untuk menikahiku saat keluar dari wajib militer. Aku takut Kyungsoo jika Jongdae kenapa-napa. dan tidak bisa menjalankan janjinya." Ucap Minseok lagi yang sangat sedih melihat Jongdae yang sedang berada di ruang operasi tersebut.

"Jongdae akan menikahimu unnie, aku janji dia akan menikahimu." Balas Kyungsoo dengan tetesan air mata yang mengiringi kalimat tersebut.

"K-kau menangis?" Tanya Minseok saat melihat mata Kyungsoo yang berair.

"Ah? Apa? T-tidak. Aku? Mataku berkeringat. Oh Unnie disini sangat panas sekali." Jawab Kyungsoo berbohong lalu menggerakkan kerahnya seperti sedang kegerahan. Bagaimana bisa dia jujur soal perasaannya disaat kondisi yang tidak tepat ini.

TAP…

Dan setelah itu terdengarlah suara hentakkan sepatu dari ujung lorong rumah sakit tersebut bersamaan dengan keluarnya Dokter dari ruang operasi.

"Siapa yang disini keluarganya?" Tanya Dokter tersebut.

"Saya." Jawab pria yang sedang mengatur nafasnya dikarenakan lari yang dia lakukan tadi.

"Siapa nama anda?" Tanya Dokter itu.

"Kim,…" Pria itu mengatur nafasnya

"Kim Jongin." Jawab pria itu.

-Flashback end-

"Sebaiknya kau berhati-hati Hyung, kau tahu, kulihat Minseok Noona sangat sedih, untung saja ada temannya yang menghiburnya." Balas Jongin sambil mengingat-ingat wajah calon kakak iparnya tersebut.

"Temannya?" Tanya Jongdae.

"Kyungsoo maksudmu?" Tanya Jongdae sekali lagi.

"Oohhh dia Kyungsoo Noona." Balas Jongin dengan ekspresi wajah yang dia buat-buat.

"Kau tahu? Dulu dia, Kyungsoo menyukai Hyung." Jelas Jongdae yang membuat Jongin…

Deggg…

"Apa?" Tanya Jongin tidak percaya.

"Iya, walaupun aku hanya mendengar desas-desusnya saja, tapi Hyung lebih memilih Minseok Noona." Jawab Jongdae bangga.

"Kenapa? Bukankah Kyungsoo Noona lebih cantik? Dia juga pemberani? Beda dari yang lain? Juga dia lebih muda darimu. Kenapa kau memilih Minseok yang jelas-jelas umurnya sama seperti Jonghyun Hyung!?" Tanya Jongin yang membuat Jongdae tersenyum penuh arti.

"Hei cinta tidak pandang umur kau tahu? Tiga puluh Sembilan hari lagi aku akan resmi menyelesaikan wajib militerku, dan Minseok Noona akan berhenti menjadi tentara tiga bulan lagi, dan kami akan menikah." Jawab Jongdae bahagia akan fantasinya

"Lagipula sepertinya Kyungsoo lebih cocok dengan adikku yang satu ini." Goda Jongdae sambil mengelus-elus kepala adiknya yang jauh lebih tinggi dari dirinya tersebut.

"Hei apa yang kau maksud? Aku? Dengan wanita bernama Do Kyungsoo? Apa kau gila?" Tanya Jongin tidak percaya dengan ucapan kakaknya tadi.

"Sudahlah aku ingin tidur." Balas Jongdae lalu pergi meninggalkan Jongin.

"Bisakah aku tidur di barakmu Hyung?" Tanya Jongin berharap Jongdae akan memberikan jawaban.

"Tidur saja di gudang." Jawab Jongdae meninggalkan Jongin sambil ketawa.

"Sial." Gumam Jongin kesal.

.

"Setidaknya aku bisa tidur disini."Gumam Jongin bangga atas usahanya mencari tempat untuk beristirahatnya malam ini. Ditemani barang-barang yang tua dan usang juga pengap, sepertinya Jongin harus beradaptasi malam ini.

"Koran-koran dan kayu-kayu bekas ini bisa dijadikan tempat tidur."

"Selamat tidur…"

"Kyungsoo Noona." Dan Jongin menarik selimut keatas kepalanya.

+++MILITARY+++

Terlihat seorang wanita muda dengan kaki mungilnya melangkah secepat mungkin. Melawan dinginnya angin malam.

Wanita itu terus saja mengeratkan cardigan yang menutupi tubuh mungilnya. Dia terlihat kedinginan, dan sesekali bersin.

HATCHII…

Dan itu adalah bersinnya yang ke tiga puluh kali.

Bugbugbug…

"Tidak ada orang kah didalam?" Tanya wanita itu saat menerawang kedalam ruangan yang ditutupi pintu kaca.

"Jika tidak ketemu, aku akan mati kedinginan disini." Monolog wanita itu.

HATCHII…

Grepp…

"Kau harus kedalam ruangan nona." Ucap seorang pria.

"Oppa?"

"Apa itu kau?" Tanya Kyungsoo tidak percaya, karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat didepannya.

"Hmm bisa jadi, bagaimana kabar Minseok Noona?" Tanya pria itu.

"Dia terlalu sibuk di indoor sementara aku di outdoor, jadi kami jarang bertemu." Jawab Kyungsoo.

"Baiklah aku akan pergi jika kau ingin mencari Jongin, sepertinya dia akan tidur digudang malam ini." Balas pria itu yang membuat Kyungsoo membelalakan matanya.

"Gu-gudang?" Tanya Kyungsoo balik.

"Iya, kau tahu kan jika di kamarku sudah ada enam orang, ditambah satu orang yang bernama Oh, Oh Se…" jawab pria itu sambil mengingat-ingat sebuah nama.

"Hun? Oh Se Hun?" Jawab Kyungsoo.

"Ya, benar." Balas pria itu singkat.

"Baiklah aku harus pergi, terimakasih Kyungsoo untuk segalanya." Ucap pria lalu mengacak rambut Kyungsoo.

"Kau tahu, maaf aku tak bisa membalas persaanmu." Lanjut pria itu dan langsung memeluk tubuh mungil Kyungsoo.

"Jo-jongdae… Oppa?" Balas Kyungsoo terkejut karena aksi dadakan Jongdae.

"Carilah pria lain Kyungsoo." Pinta Jongdae dan mengeratkan pelukanya lalu melepaskannya.

"A-aku sudah menemukannya." Jawab Kyungsoo malu-malu.

"Baguslah, mungkin kau harus membawanya kepadaku suatu hari nanti, anggaplah aku Oppa mu sendiri Kyungsoo." Balas Jongdae lalu mengusap sayang kepala Kyungsoo bagaikan adiknya sendiri.

"B-baiklah Oppa." Jawab Kyungsoo ragu-ragu.

Setelah itu Jongdae melangkah pergi meninggalkan Kyungsoo yang sedang termenung.

"Kau tahu Oppa?"

"Seseorang yang namanya hampir sama denganmu itu baru saja mencuri hatiku." Batin Kyungsoo lalu tersenyum.

"Astaga! Gudang!" Pekik Kyungsoo lalu bergegas ke gudang.

.

TOKTOKTOK…

5 menit kemudian.

TOKTOKTOK…

"Aahh siapa-oh." Terlihat pria yang setengah sadar itu terkejut.

"Hai Jongin." Sapa wanita yang mengetuk pintu tadi.

"Apa yang kau inginkan Kyungsoo Noona?" Balas Jongin dingin.

"Tidurlah di kamar Jongin." Ajak Kyungsoo dengan menahan emosinya akibat sikap Jongin yang tidak dia harapkan itu.

"Untuk apa jika akan membuatmu menangis lagi? Seperti orang yang hilang akal." Balas Jongin masih setia dengan ekspresi dinginnya.

"Dengar aku minta maaf Jongin-sshi, kau tahu aksimu tadi sangat tiba-tiba, itu bisa saja dianggap sebagai aksi pelecehan." Terang Kyungsoo yang mulai emosi karena sifat Jongin yang keras kepala itu.

BLAAMM…

"YAK KAU KIM JONGIN APA YANG KAU LAKUKAN?! AKU KESINI DENGAN BAIK-BAIK KENAPA KAU MEMBALASNYA SEPERTI ITU?!" Geram Kyungsoo saat melihat Jongin yang lmembanting pintu tepat di depannya.

"Pergilah Noona." Balas Jongin pelan tapi masih terdengar jelas di kuping Kyungsoo.

"BAIKLAH TIDUR SAJA DI GUDANG ITU! JANGAN PERNAH KEMBALI!" Teriak Kyungsoo dan langsung pergi meninggalkan guadang tua itu.

+++MILITARY+++

Sudah sekitar satu bulan dan Jongin masih setia di kamar barunya yang penuh barang-barang bekas. Jongin sudah meminta izin kepada Jendral Park dan Lee Sunbae untuk menggunakan ruangan itu sampai kakaknya, Kim Jongdae menyelesaikan wajib militernya dan dia bisa tidur di kamar bekas kakaknya bersama para Sunbae dan Oh sehun pastinya. Walaupun Jongin tidur gudang, dia masih pergi ke dorm tempat dia dan Kyungsoo dulu tidur untuk mengambil entah itu baju atau peralatan yang ia butuhkan. Dan selama itu pula mereka tidak pernah berkomunikasi lagi.

"Jongin, sekarang kau bisa memakai ranjangku, kau tidak perlu tidur di gudang lagi." Pesan pria yang sedang memegang bahu Jongin.

"Sepertinya gudang itu sudah sehati denganku Hyung." Jawab Jongin asal.

"Aku tak percaya jika kau langsung pergi ke gudang saat pembicaraan kita waktu itu." Balas Jongdae terkekeh.

"Aku sudah putus asa." Kata Jongin dengan ketawa garingnya.

"Baiklah setelah aku keluar daari sini, aku akan bekerja di China dan membawa Minseok Noona segera, dan kita akan menikah saat kau menyelesaikan tugasmu." Balas Jongdae sambil tersenyum.

"Kenapa harus membawa Minseok Noona jika kalian akan menikah tahun depan?" Tanya jongin yang tak mengerti apa yang Jongdae katakan.

"Orang tuanya tinggal disana Jongin, setidaknya Minseok Noona harus belajar menjadi istri yang baaik di China." Jelas Jongdae yang membuat Jongin manggut-manggut paham.

"Baiklah aku pergi dulu, berbicaralah sepatah kata padanya Jongin, kalian sudah tidak berkomunikasi lagi setelah satu bulan lebih." Pesan Jongdae dan hanya dibalas tatapan kearah bawah oleh Jongin.

Jongdae pun akhirnya pergi meninggalkan Jongin yang masih mematung mendengar pesan Jongdae yang ingin dia dan Kyungsoo berkomunikasi lagi.

Seperti sebelum-sebelumnya.

"Apa sudah selama itu?" Gumam Jongin.

.

"Akhirnya si tuan berkulit hitam ini tidur di ranjang juga setelah sekian lama." Ejek pemuda putih susu yang ada di didepan Jongin.

"Diam kau Sehun." Balas Jongin yang tidak berselera untuk membalas ejekan Sehun.

"Kau tahu, jika aku menjadi kau, aku tak akan pernah mau meninggalkan kamar itu, ya asal dengan Luhan Noona."

"Ups." Ucap Sehun yang sadar bahwa dia baru saja mengeluarkan sepatah nama yang membuat Jongin senyum jahat kepadanya.

"Oohh Oh Sehun menyukai Sunbaenya sendiri." Ejek Jongin yang membuat sehun meninju lengan kanan Jongin.

"Aw, Shhh." Ringis Jongin kesakitan.

"Kau tahu Jongin, biasanya akan ada artis yang bakal berkunjung ke barak tentara ini." Jelas Sehun dengan nada semangat.

"Siapa?" Tanya Jongin.

"Siapanya yang siapa?" Tanya Sehun bingung.

"Siapa yang akan datang?" Jawab Jongin kesal karena Sehun yang lambat.

"Biasanya anggota Girlband." Terang Sehun semangat karena akan melihat makhluk hawa lagi setelah sekian lama.

"Ooh." Jawab Jongin datar.

+++MILITARY+++

"Baiklah sekarang kita akan berlatih dengan senjata api yang asli, setelah satu bulan lebih kalian berlatih, sekarang kita akan mempraktekkannya." Ujar Jendral Shim –Changmin-.

"Kita akan melakukannya di daerah perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara, disana kalian akan menghadapi musuh yang nyata, disana banyak penjahat bersenjata. Jadi, kalian harus berwaspada. Walaupun ini hanya latihan hingga lima bulan kedepan. Apakah kalian siap?!" Jelas Jendral Shim.

"Siap!" Jawab para tentara kompak.

"Baiklah, saya berpesan agar kalian berhati-hati dan saling menjaga, dan jangan terlalu melewati batas Negara, karena bisa saja para penjahat itu menculik kalian." Lanjut Jendral Shim.

"Baiklah sekarang bersiaplah untuk pergi kesana." Pinta Jendral Shim.

.

Para peserta wajib militer sudah berada di kawasan perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara bersama dengan senior-senior yang lainnya. Tempat ini memang sangat rawan akan bahaya. Tetapi, karena mereka adalah tentara. Mau tidak mau mereka harus melindungi Negara dengan segenap jiwa raga mereka.

"Kyungsoo apakah kau baik-baik saja?" Tanya Baekhyun yang khawatir akan keadaan Kyungsoo sementara orang yang di khawatirkan itu tidak menjawab.

"Akhir-akhir ini kau sepertinya murung, apakah kau sakit?" Tanya Baekhyun yang tidak kalah khawatir.

"Minseok Unnie." Panggil Luhan kepada wanita yang baru saja berjalan melewati mereka bertiga.

"Iya? Ada apa Luhan?" Tanya Minseok yang langsung berlari mendekati Luhan.

"Sepertinya Kyungsoo tidak sehat." Jawab Baekhyun yang sangat khawatir.

"Kalau begitu, Kyungsoo kau harus beristirahat." Pinta Minseok setelah memegang dahi Kyungsoo yang memang sedikit panas.

"Tidak, tidak Unnie, kita harus berlatih." Jawab Kyungsoo memaksakan diri, walaupun dia tahu jika suhu badannya memang tidak stabil.

"Jangan keras kepala Do Kyungsoo! Kau bisa jatuh pingsan dan atau diculik!" Geram Minseok karena Kyungsoo sangaat keras kepala. Dan Kyungsoo hanya pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Baekhyun, Luhan, sebisa mungkin awasi dia, takut hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi." Pinta Minseok kepada kedua prajurit wanita tersebut.

"Ba-baiklah Unnie." Jawab Luhan dan Baekhyun terbata-bata.

.

Pelatihan sudah dimulai selama sepuluh menit. Walaupun mereka dibagi menjadi dua tim, dan harus menyerang satu sama lain. Tidak bisa dipungkiri mereka harus menjaga satu sama lain disaat yang bersamaan jika saja ada bahaya datang. Agar kejadian beberapa saat lalu tidak terulang lagi. Yaitu kejadian saat prajurit Kim Jongdae tertembak.

-Flashback-

Saat itu Jongdae yang sedang berkejar-kejaran dengan salah satu peserta wajib militer lainnya, Choi Sahyun. Sahyun yang sedang mengejar-ngejar Jongdae dan tidak sadar sudah memasuki kedalam perhutanan yang membatasi Korea Selatan dengan Korea Utara dan tidak sedikit para penjahat bersenjata bermukim disana.

DORRR…

Terdengar suara tembakan yang ternyata berasal dari salah satu penjahat bersenjata yang sedang menembaki Jongdae di balik semak-semak. Sahyun yang melihat kejadian itu hanya berlari meninggalkan Jongdae dan baru menghubungi para tentara lainnya setelah sepuluh menit berlari. Jika saja para tentara telat lima menit saja. Mungkin tubuh Jongdae sudah diculik dan dihabisi oleh para penjahat bersenjata tersebut.

Saat ditanya mengapa Sahyun tidak menolong Jongdae kala itu. Dia menjawab.

"Jongdae adalah tim lawan." Dengan jujur serta kegugupannya.

Akhirnya Sahyun diberi hukuman karena tidak bisa menjaga sesama tentara walaupun Jongdae adalah tim lawan, padahal ini hanya latihan. Tapi karena Jongdae merasa itu bukan salah Sahyun, karena jika bukan karena Sahyun memberitahu tentara lainnya, Jongdae tidak akan selamat. Maka dari itu Jongdae sangat berterimakasih kepada Sahyun dan membuat hukuman Sahyun diringankan dan dipindahkan ke bagian angkatan udara. Akan tetapi Sahyun meninggal saat hari kepindahannya akibat hukuman yang sangat berat dan membuat Jongdae sangat bersalah dan berterimakasih banyaknya kepadanya.

-Flashback end-

Terlihat Kyungsoo yang berlari dengan terpontang-panting. Kyungsoo merasa tubuhnya sangat berat ditambah kepalanya yang sangat pusing. Sebenarnya dia tidak tahan lagi. Akan tetapi, dia tetap memaksakannya karena ini adalah tugasnya. Agar mendiang ayah Kyungsoo tersenyum di surga sana.

"Akhhh…" Pekik Kyungsoo saat berlutut memgangi kepalanya. Demi apapun dunia berasa berputar saat ini.

.

Jongin yang sedang mengelilingi kawasan hutan tesebut tak sengaja melihat siluet seorang wanita yang ia kenal. Wanita itu terlihat berlari terpontang-panting dan berlutut. Dengan yakin Jongin berlari kearah wanita itu.

"Akhh…" Pekik wanita itu karena rasa pusing luar biasa yang ia rasakan saat ini.

"Kyungsoo Noona? Kau kenapa?" Tanya Jongin sambil menahan kepala Kyungsoo yang langsung terjatuh di atas lengan kekar Jongin.

"J-Jongin?" Ucap Kyungsoo terbata sambil memegang pipi Jongin dengan tangannya yang mungil itu.

"S-sakit." Lanjutnya lalu pingsan seketika.

"Noona! Noona?! Kyung-erghh." Jongin yang awalnya ingin menyadarkan Kyungsoo tiba-tiba di tembakki peluru bius oleh sekelompok orang.

"Bawa mereka, dan jangan sampai ketahuan oleh tentara yang lain." Perintah pria yang diduga adalah ketua kelompok tersebut.

.

"Apa?! Prajurit Do Kyungsoo dan peserta Kim Jongin menghilang?" Pekik Jendral Park –Jungsoo-

"Iya Jendral, kami mendapat informasi ini dari beberapa tentara yang berada di lapangan, mereka mengatakan bahwa sudah dua jam ke dua tentara itu tidak terlihat." Jelas Prajurit Kim –Myungsoo-.

"Teruslah mencari mereka berdua, bisa gawat jika mereka diculik para penjahat disana." Pinta Jendral Park dan langsung memerintahkan semua tentara untuk mencari sampai kedalam hutan dimanapun mereka berada.

.

"Apa?! Kyungsoo dan Jongin diculik?!" Pekik Luhan, Baekhyun,dan Minseok bersamaan saat mengetahui berita hilangnya Kyungsoo dan Jongin dari Sehun dan Chanyeol.

"Hosh, iya, hosh," Balas Sehun yang daritadi berlari untuk mencari Jongin.

"Tadi aku mendengarnya dari Nickhun Hyung hosh,." Tambah Chanyeol.

"Bagaimana ini? Aku tidak mau sesuatu terjadi pada mereka." Ucap Baekhyun yang diiringi oleh bulir-bulir Kristal yang tidak dapat dibendung.

"Padahal dia sedang sakit." Ujar Luhan lirih.

"Sakit apa?" Tanya Chanyeol.

"Tadi badannya panas tapi dia tetap memaksakan ingin ikut pelatihan." Jelas Minseok dengan tatapan yang terus menatap ke bawah.

"Kita harus mencari mereka." Ucap Sehun.

+++MILITARY+++

Jari-jari kaki itu mulai bergerak tetapi pria itu merasakan adanya hambatan saat ingin menggerakkan kakinya. Pria itu mulai membuka matanya perlahan dan terkejut saat melihat tubuhnya diikat oleh tali yang sangat kencang. Ditambah lagi tanpa memakai busana kecuali boxer hitam yang menjadi pelindung bagian pribadinya.

"Ergh ergh arrgghhh…" Teriak Jongin yang ingin melepaskan diri dari ikatan tersebut.

Setelah itu Jongin melhat ke sekelilingnya mulai dari sebelah kirinya, banyak koran-koran dan kayu-kayu beserta barang tua yang usang. Jongin masih melihat ke sekelilingnya hingga terperanjat kaget saat melihat ke sebelah kanannya.

Jongin tidak menyadari jika makhluk indah itu sedang tertidur dipundaknya. Oh tunggu dulu, wanita itu juga tidak memakai sehelai pakaian pun. Hanya ada pakaian dalam yang menyelimuti tubuh indah itu. Tak dipungkiri jika dua buah milik Kyungsoo terpampang jelas didepan mata Jongin.

"Astaga apakah mereka gila?!" Teriak Jongin saat dia menyadari keadaannya sekarang.

Seperti yang terlihat sekarang. Sepertinya para penjahat itu telah melucuti pakaian Jongin dan Kyungsoo

"Eumhh…" Gumam Kyungsoo dan terbangun dari pingsannya.

"J-jonginh, khita dimhanha?" Tanya Kyungsoo yang sepertinya kehabisan nafas karena keringat yang terus mengalir keluar.

"Kenapa kau tidak memakai bajumu?" Tanya Kyungsoo lagi.

"Kau juga tidak memakai bajumu." Jawab Jongin tapi tidak menatap Kyungsoo karena sedang menyembunyikan semburat di pipinya.

"Apa?! Apa yang terjadi?" Pekik Kyungsoo yang Shock melihat dirinya dan Jongin yang di ikat dan hanya memakai pakaian dalam saja.

.

"Sudah mendapat informasi tentang Do Kyungsoo dan Kim Jongin?" Tanya Jendral Park panik.

"Belum pak, kami masih mencari jejak-jejak mereka. Tetapi menurut informasi yang kami dapat, prajurit Do Kyungsoo sedang sakit, kemungkinan besar dia pingsan dan diculik oleh kawanan penjahat tersebut." Jelas prajurit Kim –Taehyun-.

"Jika seperti itu kerahkan seluruh pasukan! Cek setiap sudut hutan! Kita tidak bisa membuat kesalahann yang kedua!" Perintah Jendral Park.

"Siap pak."

"Tenanglah Do Yunho -Ayah Kyungsoo-."

"Kami akan menemukannya."

.

"Selamat datang." Terdengar sebuah suara yang menggema diruangan itu.

"Siapa kau?!" Bentak Jongin.

"Sepertinya hari ini panas mari kita nyalakan pendingin ruangannya." Lanjut suara itu lagi.

"Yak siapa disana?! Dasar kau bajingan!" Umpat Kyungsoo dan menangis.

"Ohh tenang gadis manis, kami tidak akan melakukan apa-apa." Ucap suara itu lagi.

"Kami hanya akan memainkan kalian seperti boneka..."

"Dan membunuh kalian perlahan-lahan." Akhir suara itu.

Dan tiba-tiba saja ke lima pendingin ruangan yang ada di gudang itu menyala, hingga membuat hawa di ruangan itu sangat dingin, ditambah cuaca malam hari yang ingin memasuki musim dingin.

"J-jonginhh-sshihh…" Sahut Kyungsoo kepada Jongin.

"I-iya?" Jawab Jongin.

"De-dingin." Balas Kyungsoo.

.

.

.

TBC


#AuthorNote

-Main cast hari ini adalah Kim Jongin yeeyyy…

-Jongdae epriwan!.

-Ide mentoq permisah.

-Jujur sekarang aku sekarang susah banget bayangin Kyungsoo GS, gatau kenapa kayaknya Kyungsoo makin kesini makin manly aja. Baekhyun juga.

-Kenapa kalo aku baca ff pasti bagian dialog Xiumin selalu "Kau berhutang cerita padaku." Apakah pada janjian? /oke skip/

-MAKASIH YANG MAU RIPIW SAMA FAV TERUS POLLOW AILAPYAH :***

-Last word

-Review Juseyooo…

~Bye