Theme 3: Diary

Character: Mikasa

Setting: Setelah duel Eren vs Annie di dekat Wall Sina, so fanon.

Summary: Mikasa menemukan buku harian milik Annie. Dia pun membacanya untuk mengetahui apa yang ada dalam pikiran gadis pirang itu, mengenai manusia, misinya sebagai shifter, dan... Eren.


Daily Lives of Recon Corps

A Shingeki no Kyojin fanfic

SnK ©Isayama Hajime

Theme 3: Diary


Hari itu adalah hari yang tak biasa bagi Polisi Militer (PM).

Mereka sibuk! Padahal biasanya mereka bermalas-malasan, mangkir dari pekerjaan mereka, saking tenangnya suasana distrik dalam Wall Maria. Tapi tidak hari itu.

Ini semua karena kemunculan tiba-tiba Titan di Distrik Stohess. "Tiba-tiba", karena PM cuek terhadap perkembangan berita di luar wilayah kerja mereka.

Yang terjadi sebenarnya, adalah eksekusi rencana Erwin Smith yang gemilang, yaitu rencana penangkapan salah satu personel pemula PM, Annie Leonhardt alias Female Titan. Dia adalah seorang shifter, julukan yang diberikan Hange Zoe pada manusia yang bisa bertransformasi menjadi Titan.

Penyelidikan Erwin dengan menggunakan testimoni dari Armin Arlert menyimpulkan, bahwa Annie adalah Female Titan yang mengacaukan ekspedisi ke-57 Korps Survey.

Rencana yang... tidak terlalu sukses. Meskipun Eren Yeager, seorang shifter yang tergabung dalam Korps Survey, berhasil memojokkannya, Annie mengurung diri dalam penjara kristalnya yang tak bisa diapa-apakan.

Tapi paling tidak, Female Titan sudah tertangkap.

Setelah Erwin mengurus segala sesuatu mengenai penyegelan kristal yang menyimpan Annie, anggota Korps Survey yang ikut terlibat dalam misi itu pun bisa beristirahat.

Di tengah kesibukan di markas MP dengan segala urusan mengenai kerusakan kota dan korban jiwa dalam misi itu, sang pahlawan tertidur dengan tenang. Tentunya ditemani sang heroine... berdua saja, di kamar perawatan.

Wajah sang heroine memerah menyadari fakta itu, tapi dia segera menghela napas.

"Fuu..."

Mikasa, di balik sifat tenangnya, berulangkali mendapat serangan panik tiba-tiba jika mengingat kalau dia hanya berdua saja dengan Eren dalam kamar itu.

Ini semua salah Armin. Kenapa anak itu tiba-tiba meninggalkannya?

Terlepas dari itu, sebenarnya Mikasa senang bisa berada di sana. Saat ini, dialah yang paling dibutuhkan Eren yang kepayahan secara fisik dan mental itu.

Fisik, karena dia harus berduel dengan Female Titan dalam wujud Titan-nya. Menurut senior Hanji, saat itu durasi transformasi Eren lebih lama dari biasanya. Belum lagi memaksa regenerasi luka-luka yang dideritanya. Jadi, dia mungkin tak akan bangun selama berhari-hari.

Mental, karena... sebenarnya Eren ragu dalam misi tadi. Dia sepertinya tidak ingin mempercayai faktas bahwa Annie adalah Female Titan. Bahkan amarahnya pada sang titan yang menghabisi teman-temannya dari pasukan elit Korporal Levi seolah dilupakannya begitu saja.

Karena mengingat itulah, terutama faktor kedua, Mikasa bisa menenangkan diri lagi. Atau, lebih tepatnya, sedikit panik dan melupakan rasa malunya tadi.

Pikiran Mikasa terfokus pada satu hal.

Apa yang terjadi sebenarnya di antara Eren dan Annie?

Kenapa... Eren ragu untuk menyerang Annie?

Apa dia tak ingin menyakitinya? Dengan kata lain, memiliki perasaan tertentu pada si pirang?

Mikasa sudah menanyakan, tapi Eren bisa mengelak dengan mudah memanfaatkan kekacauan situasi. Tapi, yah, masih banyak waktu untuk menanyakan ini padanya... setelah dia sadar.

Kemudian, kenapa... Annie ingin menangkap Eren?

Untuk Annie, ceritanya lain. Dia sudah menjadi kristal yang tak bisa ditembus, entah kapan akan tersadar kembali.

Saat memikirkan itu, Mikasa teringat sesuatu. Dia lalu merogoh saku di rompi seragamnya, untuk mengeluarkan sebuah buku. Bersampul coklat yang tidak mencolok, dan bertuliskan "Nikki" sebagai titelnya. Buku itu ditemukannya waktu dia membantu PM menggeledah kamar Annie setelah penangkapan. Tersembunyi di balik bantal, cukup mengherankan kenapa hanya dia yang bisa menemukannya.

"'Nikki'..." gumam Mikasa, sekali lagi membaca judul buku yang ditulis dengan huruf-huruf asing itu. Dia tak tahu kenapa dia bisa membaca dan mengerti artinya. "Artinya buku harian."

Buku harian seorang shifter tentu adalah sebuah petunjuk amat penting, kalau saja isinya ditulis dengan huruf yang normal. Tapi, isi buku itu juga ditulis dengan huruf asing seperti di judul. Mereka akan membutuhkan seorang penerjemah bahasa asing kalau ingin menyelidikinya, dan sampai saat itu, buku itu akan disita.

Mikasa tidak bisa membiarkannya. Dia... merasa harus membaca buku itu.

"Aku... ingin tahu apa yang dipikirkan Annie selama ini. Mengenai teman-teman, mengenai misinya sebagai shifter... dan Eren," gumamnya, mengulang apa yang mendasari keputusannya mengambil barang bukti.

Buku itu pasti menyimpan semua jawaban pertanyaannya.

Jadi tanpa berpikir lagi, Mikasa membukanya pelan-pelan. Yang pertama dia temukan adalah tulisan Annie yang sangat rapi, lalu catatan yang ditulis tidak rutin. Kadang seminggu tiap hari ada, kadang cuma tiga hari sekali... bahkan ada yang berbulan-bulan kosong.

Mengabaikan hal-hal tadi, Mikasa mulai membacanya. Dimulai dari catatan pertama yang menunjukkan tahun 844, enam tahun lalu.

...

12 Juli 844

Ini pertama kalinya aku menulis buku harian.

Aku menulis ini karena ayah tiba-tiba mulai berbicara aneh.

Dia minta maaf padaku dan memintaku menganggap seluruh dunia adalah musuh.

Berarti, aku harus menganggapnya sebagai musuh juga?

Tapi, dia berjanji akan terus bersamaku.

Musuh yang terus bersamaku... aku tidak mengerti.

...

19 Januari 845

Sekarang aku ada dalam Wall Rose, dengan hanya membawa pakaian dan buku ini.

Hal terakhir yang kuingat adalah saat rumah kami diserbu Titan.

Sekarang ayah tidak ada bersamaku, sepertinya dia... dimakan Titan. Dia melanggar satu-satunya janji yang dia buat.

Tapi, aku tidak merasakan apapun.

...

10 Maret 845

Aku memutuskan bergabung dengan militer. Paling tidak, aku akan mendapatkan makanan dan tempat untuk tidur. Belum lagi, kesempatan bergabung dengan Polisi Militer dan menjalani hidup enak dalam Wall Sina.

Aku bisa menghadapi latihan keras di sini, tapi instruktor botak itu... menyebalkan. Shadis, sesuai sifatnya.

...

13 Maret 845

Aku bertemu lagi dengan Reiner dan Bert. Rupanya mereka berhasil meloloskan diri dari serangan Titan di desa kami... walaupun untuk itu Berik harus mati dimakan.

Aku... tidak merasakan apapun.

...

21 Maret 845

Aku melihat anak itu untuk pertama kali, dia berkoar-koar saat kami tengah makan. Sesama kadet, tapi matanya menunjukkan ketangguhan layaknya prajurit veteran. Atau mungkin mata seseorang yang telah mengalami suatu tragedi.

... dia anak yang berisik.

...

23 Agustus 845

Hari ini ada latihan pertarungan dasar.

Aku tidak mengerti untuk apa latihan ini. Musuh kita adalah raksasa puluhan meter, bukan para pemabuk di bar setempat.

Aku hendak kabur, tapi Reiner dan... anak itu mendatangiku untuk menantangku latih tanding. Dia ngotot dan Reiner juga berisik, jadi kuladeni.

Hanya dalam semenit, dia sudah terkapar di tanah.

Herannya, dia memandangku dengan mata hijaunya yang bercahaya, seolah anak kecil yang menemukan mainan baru. Dia lalu mengajakku berkenalan, karena selama ini dia tak pernah bertemu langsung dariku, dan hanya mendengar tentangku dr Reiner.

Namanya Eren , nama yang tak asing... kupikir.

Latihan hari ini kuakhiri dengan membuat Reiner terjengkang.

Ini karena kau menghalangiku kabur dan menceritakan aku pada Eren.

...

30 Agustus 845

Latihan pertarungan dasar lagi.

Anak itu menantangku lagi... dan dia kalah lagi. Dengan cara dan akhir yang sama.

Di balik semua omongan besarnya, dia anak yang lemah. Fisiknya boleh, tapi tekniknya sangat kurang. Dia juga terlalu tidak sabaran, tipe orang yang cepat mati.

Waktu aku memikirkan itu, dia bangkit lagi untuk melancarkan serangan tiba-tiba... yang gagal dengan indah, membuatnya menatap langit lagi karena kubanting.

... aku terlalu banyak menggunakan kata 'lagi' pada catatan hari ini.

...

7 November 845

Setelah kupikir lagi, sejak latihan pertarungan dasar dimulai, hanya itulah yang kutulis dalam buku ini. Dan, itu wajar, karena hal yang menarik hanya terjadi pada latihan ini.

Hal yang berhubungan dengan seorang masochist bermata hijau, Eren.

Seperti hari ini. Latih tanding dengannya seolah menjadi rutinitas mingguan.

Dia memang tidak bertambah jago. Hasilnya selalu sama, dia terbaring menghadap langit. Atau kalau suasana hatiku sedang jelek, kubuat dia mencium tanah air tercinta.

Tapi hari ini ada yang berbeda.

Dia... memujiku.

"Kamu luar biasa!" katanya.

Mungkin baginya ini sama seperti memuji Reiner yang kuat atau Armin yang pintar, tanpa ada maksud lain, tapi...

Baru pertama kali aku dipuji orang selain ayah, dan itu terasa aneh.

Aneh... tapi menyenangkan, kurasa.

Eren meneruskan bertanya tentang teknikku, dan di luar kebiasaanku, kujelaskan singkat kalau ayahku mengajar bela diri. Pembicaraan kami hari itu berakhir dengan permintaan Eren untuk melatihnya bela diri.

Aku menyanggupinya. Karena, aku bisa melampiaskan stres padanya dengan alasan demonstrasi teknik baru.

...

6 Maret 846

Hari ini di luar kebiasaan, aku menanyakan sesuatu pada orang lain. Lebih tepatnya, aku menanyakan alasan Eren berlatih padaku.

Aku ingin tahu. Apakah dia seperti anak-anak cowok lain yang ingin bertambah kuat hanya untuk pamer? Atau dia memang masochist dan ingin kuhajar setiap hari?

Tapi, jawabannya di luar dugaanku.

"Aku ingin bertambah kuat. Melebihi Mikasa, jadi dia nggak perlu melindungiku lagi."

Ternyata dia ingin terbebas dari cewek posesif itu.

Aku... menyukai alasannya.

...

13 Maret 846

Hari ini, aku bertindak di luar kebiasaan lagi.

Sebelum Eren mendatangiku, aku sudah menyeretnya. Dia tampak keheranan, bahkan Reiner dan Bert bertingkah seolah-olah Wall Sina akan runtuh. Nggak sopan.

Setelah menghajar Reiner, aku menyeret Eren ke tempat biasanya, di pinggir lapangan. Dia curiga padaku yang menyeretnya, tapi setelah kukatakan kalau aku cuma ingin sparring seperti biasa, ekspresinya yang biasa muncul lagi.

Latihan hari ini lebih santai dari biasanya. Kubiarkan dia memasukkan beberapa serangan... tapi dasar cowok, dia langsung terlalu percaya diri karenanya. Jadi kubanting lagi dia untuk menjernihkan kepalanya.

Setelah itu, aku... ya, aku mengajaknya ngobrol.

Ini suatu langkah maju, menurutku.

...

14 Agustus 846

Tanpa aku sadari, sudah hampir setahun aku melakukan rutinitas yang sama dengan Eren. Sparring dan berbicara untuk menghabiskan waktu latihan. Selama itu juga harus harus kuakui,sparring dengan Eren menjadi acara yang paling kutunggu tiap minggunya.

Kupikir dia juga menantikan itu, karena dia selalu datang padaku dengan wajah berseri dan membawa cerita baru, walaupun kebanyakan tentang kebodohan para cowok.

Bandingkan dgku yang hanya bisa berkomentar pendek...

Maaf ya, sifatku memang seperti ini.

...

7 November 846

Kalau aku tak salah ingat, tepat hari ini, setahun sudah aku melatih Eren.

Dia sudah sedikit jago sekarang... kuulangi, sedikit.

Gerak tipuannya jadi semakin bagus karena dia sudah bisa memendam keinginan agresifnya, tapi dia tak pernah benar-benar memukulku.

Jadi, kutantang dia. Kalau dia berhasil membuatku terlentang, akan kuajari jurus baru.

... dan dia berhasil. Entah karena aku lengah atau tanpa sadar sudah meremehkannya.

Tendangannya di mata kaki sudah cukup untuk membuatku jatuh.

Dia... mengalahkanku dengan teknikku sendiri!

Diapun duduk di atasku dengan wajah amat bangga... walaupun sedetik kemudian keadaan berbalik.

Aku menjepitnya dengan kedua kakiku dan kubanting dia. Tentu saja dia marah karena tak sempat menikmati kemenangannya... selama itu dia tak menyadari kalau jantungku berdegup amat keras.

Aku... perasaanku campur aduk.

Di satu sisi, sebagai guru latihannya aku harus bangga karena hasil latihannya terwujud. Di sisi lain, kalau dia sudah bisa mengalahkanku, berarti latihan bersamanya harus kuakhiri...

Jadi, aku bertanya apa kita perlu melanjutkan ini... dan dengan entengnya dia bilang bahwa aku sudah berjanji untuk mengajarinya teknik baru. Dengan kata lain, kita akan terus berlatih.

Aku senang.

...

14 November 846

Hari ini dia tampak lebih semangat dari biasanya. Alasannya jelas karena aku akhirnya mengajari dia teknik baru. Walaupun untuk itu Bert yang iseng menonton latihan harus rela jadi percontohan.

Setelah itu, aku iseng menanyakan sesuatu yang cukup ramai dibicarakan para kadet cewek selama beberapa minggu ini.

Mikasa Ackerman.

Eren dan dia memiliki nama keluarga yang berbeda, tapi menurut gosipnya, sudah tinggal serumah sejak kecil. Pertanyaannya: apa mereka adalah teman masa kecilnya... atau saudara angkat?

Bukannya menjawab pertanyaan, Eren malah menceritakan masa kecil mereka.

Rupanya Eren menyelamatkan Mikasa dari penculik yang membunuh keluarganya, lalu ayahnya mengajaknya tinggal bersama keluarga Yeager.

Dari cerita sepanjang itu, aku hanya mengingat bahwa Eren membunuh 2 penculik pada usia 8 tahun. Itu... kupikir itu cukup keren.

Sejak saat itu, aku mengubah pandanganku ke Eren.

Lucu. Hanya perlu setahun untuk Eren bisa membuatku seperti ini. Bandingkan dengan duo idiot itu yang berusaha mendekatiku sejak kecil...

...

12 April 848

Hari ini hari yang menyakitkan.

Aku sparring dengan Eren seperti biasa, tapi entah kenapa saat itu aku memutuskan untuk berlama-lama menindihnya, menunjukkan supremasiku.

Dia tidak tampak keberatan... dasar maso.

Kemudian Reiner jatuh dari langit.

Bukan jatuh, tapi Ackerman melemparnya. Sepertinya ini deklarasi perang darinya.

Apa dia tidak terima keluarga satu-satunya diperlakukan buruk? Atau... ya, setelah kupikir lagi, wajah waktu itu adalah wajah cemburu.

Hal ini membuat seluruh latihan terhenti. Bahkan Shadis yang biasanya sok melerai, juga ikut menonton. Dia memaksa Eren jadi juri karena menurutnya, ini semua terjadi gara-gara dia.

Setelah pertarungan dimulai, aku tak bisa mengingat apapun.

Yang kuingat adalah aku tersadar di ruang klinik dengan sekujur badan sakit, Mikasa di ranjang seberangku, dan Eren yang gugup menunggu di tengah kami. Sepertinya dia dipaksa Shadis mendampingi kami sampai sadar, walaupun dia bilang secara jujur kalau dia khawatir.

Saat aku menulis ini aku baru sadar kalau aku tidak menanyakan siapa pemenang duel tadi ke Eren... aku penasaran.

Karena, benar kata Shadis, ini semua gara-gara dia.

...

Setelah membaca tulisan mengenai duel mereka yang legendaris (di angkatan 104) itu, Mikasa menutup buku. Sepertinya dia harus berhenti sejenak karen kepalanya tak bisa mengatasi banyak informasi yang masuk sekaligus.

Masa lalu Annie yang tak jelas, keputusannya bergabung dalam militer, dan yang paling penting... hubungannya dengan Eren.

Dia menggigit bibirnya, rasa sakit di sana menjadi pelarian atas pemikirannya saat itu.

"Jadi, tujuan Eren berlatih dengan Annie adalah untuk melepaskan diri dariku? Kenapa...? Aku hanya ingin terus bersamanya... kenapa dia selalu bertingkah sok kuat dan menolakku?"
Yang menyakitkan, meskipun Eren menolak perhatiannya, dia beralih ke Annie. Gadis berambut pirang itu juga menanggapinya dengan enteng, dilihat dari penyebutan nama Eren yang semakin sering setelah mereka mulai berlatih bersama.

Badan Mikasa bergetar.

"Kupikir itu cuma cerita kami berdua saja..." pikirnya, merujuk pada Eren yang menceritakan masa kecil mereka pada Annie.

Serius. Kenapa dia tak pernah menyadari kedekatan kedua orang itu? Bahkan, dia cuma sekali mengkonfrontasi Annie... itupun setelah dia melihat Eren dibanting di depan matanya.

Sudah sejauh mana hubungan mereka...?

Mikasa langsung merasakan keengganan untuk terus membaca.

... tapi dia tak boleh berhenti di sini. Informasi yang dia dapatkan masih sangat kurang.

Jadi Mikasa mempersiapkan mentalnya dan mulai membaca lagi. Kali ini dia melompati beberapa tulisan, langsung ke tahun terakhir Annie di akademi militer... alias, tulisannya di tahun ini.

...

10 Februari 850

Aku lulus sebagai peringkat keempat terbaik pada angkatan 104.

Itu bukan suatu hal yang membanggakan. Kalau orang sepertiku saja bisa mencapai posisi setinggi ini, kupikir pada akhirnya, militer tidak ada apa-apanya.

Yang mengejutkan, Ackerman bisa mengalahkan Reiner dan Bert. Dasar, sepertinya mereka jadi lembek. Ksatria macam apa itu?

Lalu, Eren ada di posisi 5, tepat di bawahku. Cukup mengejutkan... menurutku dia lebih pantas ada di posisiku. Perkembangannya selama 3 tahun ini impresif.

Aku sebagai guru... dan teman, cukup bangga karenanya.

Teman. Istilah itu cukup aneh waktu kuucapkan... tapi yang jelas, anak bermulut besar yang menyebalkan itu akhirnya bisa mencapai tahap ini.

Ya, benar-benar impresif.

...

15 Februari 850

Besok setelah shift siang, kadet harus sudah pergi ke markas pasukan pilihannya masing-masing. Jadi, bisa dibilang hari ini adalah hari terakhir angkatan 104 bisa bersama-sama.

Seperti biasanya, aku tidak merasa sedih atas perpisahan yang akan terjadi, toh aku memang tidak pernah bersosialisasi dengan anak-anak.

Eren tiba-tiba membisikiku waktu jam makan pagi. Dia ingin berbicara serius, sebelum kita berpisah.

Waktu itu hanya Krista yang melihat tindakan Eren itu, meskipun dia atas kesadarannya sendiri menjamin bahwa mulutnya tertutup. Kalau tidak seisi akademi bisa heboh oleh gosip tidak jelas. Tapi, sebelum aku pergi, Krista memberiku tatapan yang mengatakan, "semoga sukses".

Oke, gara-gara itu aku jadi sedikit grogi. Sedikit.

Apalagi setelah aku berada di depan Eren.

Melihat pandangannya yang amat serius, aku mulai berpikir kalau dia benar-benar akan menyatakan sesuatu padaku. Sesuatu yang akan menghancurkan hubungan kita sebagai guru-murid dan teman seangkatan...

Tapi, tentu saja... dia tidak berniat melakukan hal sia-sia seperti cuma ingin sparring terakhir dgnku sebelum berpisah.

Kali ini, dia benar-benar serius, berani menyerangku tidak seperti latihan biasanya. Tapi, gerakannya masih terlalu mudah dibaca... walaupunsemua itu disengaja dan akhirnya dia bisa mengecohku dengan teknik kaki yang biasa kugunakan.

Luar biasa, kataku jujur waktu dia membantuku berdiri. Dia menjawab kalau ini karena latihanku, dan... tersenyum padaku.

Senyuman yang berbeda dari yang biasa dia tunjukkan waktu dia berbicara denganku, atau bahkan teman-teman dekatnya. Bahkan berbeda dari yang dia tunjukkan ke Mikasa. Senyum yang menyaingi teriknya matahari.

Aku membalas senyumannya.

Dia lalu mengucapkan terimakasih padaku... atas latihan, teknik, dan aku yang menemaninya tiap selesai latihan. Aku jawab dengan sarkastik kalau itu lebih baik diucapkan di akhir perang saat aku bisa menyelamatkannya di saat-saat terakhir, tapi dia memaksa.

Semua ini terjadi tanpa tangan kami terlepas dari tautan.

Aku tahu kalau sebenarnya dia ingin berbicara lebih banyak lagi, dia matanya mengatakan kalau masih banyak yang dia simpan.

Tapi akhirnya dia tak mengatakan apa itu dan mengakhiri pembicaraan.

...

16 Februari 850

Si jangkung itu menyerang tembok tanpa peringatan... walaupun sebenarnya itu waktu yang tepat karena para kadet masih belum terbiasa.

Tapi terserah, toh aku takkan mati di sini.

Aku ditugaskan di garis depan bersama Bert, dan reguku kehilangan 3 orang karen dimakan Titan. Aku tidak kenal mereka, jadi tidak merasakan apapun.

Tapi, Eren... dia juga mati.

Seharusnya aku tak merasakan apa-apa saat mendengarnya langsung dari Arlert, tapi entah kenapa... ada "sesuatu" yang terasa hilang. Suatu... sensasi yang hangat saat aku bersama dia. Hatiku langsung terasa dingin, tidak komplet.

Tapi semua perasaan aneh itu buyar saat aku melihat Eren keluar dari tengkuk Titan.

Dia... seorang shifter sepertiku!

Bertambah lagi alasan kenapa aku tak bisa membenci anak menyebalkan itu.

...

15 Maret 850

Aku bergabung dengan PM seperti keinginanku.

Di saat yang sama, aku mendengar bahwa Eren dibebaskan secara bersyarat asal dia bergabung dengan Pasukan Survey. Jadi impiannya juga terwujud, walaupun harus berputar-putar dulu.

Aku ingin bertemu dengannya sebelum dia berangkat keluar Wall Rose.

...

21 Juni 850

Ini tiba-tiba, tapi aku memutuskan... aku harus menangkap Eren.

Seorang ksatria memberitahuku kalau shifter pemula seperti Eren adalah jalan keluar dari tembok-tembok ini. Kalau aku membawanya, aku bisa pulang ke rumah.

Atau... itu hal yang terus kukatakan untuk membohongi diriku sendiri.

...

22 Juni 850

Aku mendapat info kalau besok Pasukan Survey akan memulai ekspedisi keluar Wall Maria. Itulah kesempatanku menangkap Eren.

Malam ini, aku terus memikirkan rencana untuk besok. Tapi aku tak bisa berkonsentrasi karena pikiranku juga dipenuhi hal lain yang tidak penting.

Alasan lain kenapa aku harus menangkap Eren. Alasan yang sejak kemarin selalu berusaha kupendam, alasan yang egois dan terlalu asing bagiku, seorang ksatria.

Aku... ingin bersama Eren saat pulang nanti.

...

23 Juni 850

Formasi Pasukan Survey benar-benar bagus, harus aku akui itu. Tapi aku bertemu dengan idiot berotot itu, dan dia memberitahuku lokasi Eren.

Aku lalu sampai di Hutan Pohon Raksasa.

Eren ada di situ, di tengah kelompok elit Levi. Dia tampak panik melihatku dan ingin bertransformasi... tapi entah kenapa dia mengurungkan niatnya setelah kawanannya mengoceh.

Penganggu.

Gara-gara terlalu memfokuskan diri pada Eren, aku terperangkap, di tengah tali baja dan pasukan inti yang dipimpin sang komandan. Ini... cukup gawat. Tapi kugunakan komandoku atas para Titan dan kabur.

Kemudian, sesuai keinginanku tadi, aku membunuh semua anggota kawanan Eren. Mereka cukup menyulitkan, tapi aku lebih berpengalaman sebagai Titan.

Eren segera bertransformasi dalam kemarahannya.

Tapi, Eren. Kenapa kau marah padaku? Manusia mati kalau mereka dibunuh, itu sudah kodrat alam.

Apalagi, ini sebenarnya salahmu sendiri.

Kamu punya kekuatan, tapi tidak memanfaatkannya. Kau termakan omongan manusia-manusia lemah dan jahat itu, melupakan ajaranku. Andai kau mengabaikan mereka dan langsung menghadapiku tadi, mereka tidak perlu mati.

... bukan berarti aku menyesal.

...

Ini dia, pikir Mikasa. Penyerangan Female Titan atas ekspedisi ke-57 Pasukan Survey. Ekspedisi gagal total yang berakibat penahanan Eren dan Komandan Erwin.

Semua salahnya.

Kalau saja Annie tidak mengacau saat itu, Eren takkan masuk dalam masa percobaan lagi. Pasukan elit Kapten Levi takkan mati. Komandan Erwin dan Pasukan Survey takkan kehilangan kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat...

Dan Annie tak perlu tertangkap.

Mikasa masih belum bisa memahami alasan Annie nekat menangkap Eren... shifter adalah jalan keluarnya dari tembok? Belum juga sebutan 'ksatria' yang sering muncul setelah Eren menunjukkan kemampuan transformasinya.

Satu hal yang dia pahami, "Annie ingin bersama Eren waktu dia pulang..."

Menggelengkan kepalanya untuk melupakan pemikiran barusan, Mikasa pun melanjutkan membaca halaman selanjutnya.

...

Kami menari di tengah hutan. Dalam wujud Titan kami, saling menyerang, saling tindih, agresif. Pada awalnya tak ada yang benar-benar unggul meskipun aku terluka dan Eren masih segar-bugar. Kemarahan membuat tumpul serangannya.

Hm... setelah dipikir lagi, dalam wujud Titan, kami telanjang. Bertarung dl keadaan seperti itu... apalagi waktu Eren menindihku dan meneriaki wajahku... itu seperti adegan sepasang kekasih yang tengah bercinta. Ya, itu terdengar cukup erotis...

Tapi cukup dengan fantasi kotorku.

Kuakhiri pertarungan itu dengan teknik terbaikku, tendangan ke arah kepala... saat dia shock melihat kuda-kudaku.

Kau baru menyadarinya sekarang, Eren? Aku kecewa.

Aku menang... tapi di saat yang sama, mengingat kekalahanku.

...

Itu adalah tulisan terakhir dari buku harian Annie. Dilihat dari bekas robekan di belakangnya, sepertinya dia berusaha menuliskan hal yang terjadi selanjutnya tapi tidak bisa karena frustasi. Ya... kejadian saat Mikasa dan Levi menyergapnya berdua untuk merebut kembali Eren darinya. Melakukan hal yang harusnya membutuhkan suatu pasukan khusus, hanya berdua. Seperti itulah batas kemampuan prajurit baru elit dan prajurit terkuat umat manusia... tidaklah salah jika Annie merasa frustasi. Bahkan menurut Kapten Levi, sang Female Titan menangisi kekalahannya saat itu.

Tapi itu semua tidak ada dalam pikiran Mikasa, yang kini menundukkan kepalanya di samping ranjang Eren. Kedua tangannya meremas buku harian yang baru selesai dibacanya itu, cukup keras tapi tidak sampai merusak. Hal yang patut mendapat pujian karena sejak tadi dia menahan amarahnya.

Marah.

"Ini alasan Eren ragu waktu akan berhadapan dengan Annie..."

Mikasa mendapat jawaban dari pertanyaan yang tidak terjawab pada misi tadi, tapi dia tidak merasa puas. Karena jika ada satu hal yang bisa disimpulkan setelah membaca, itu adalah keakraban Eren dengan seorang pengkhianat.

Alasan Eren ingin bertambah kuat dan Eren yang menceritakan masa lalunya. Eren yang memujinya. Eren yang tertarik.

Annie yang kehilangan semua sifat sinisnya di dunia nyata dalam tulisannya. Annie yang menunjukkan ketertarikan pada seseorang. Annie yang terobsesi. Annie yang menginginkan Eren.

Hal-hal itu membuat mereka jadi sangat akrab selama pelatihan akademi. Semua hanya dalam setahun. Dari guru dan murid dadakan menjadi... teman? Sahabat?

... atau hanya 2 orang yang saling mengerti?

Karena kedekatan mereka menimbulkan sesuatu yang berbeda, yang tak pernah muncul pada diri mereka sebelumnya.

...

Pada akhirnya, aku menyimpan baik-baik buku harian itu. Semua petunjuk mengenai shifter yang ada di sana tidaklah terlalu penting untuk diberikan kepada militer.

Ada yang lebih penting... jadi aku harus menyimpannya sampai saat itu tiba. Ya... saat Annie terbangun dari penjara kristalnya, aku bisa menggunakan buku sebagai senjata ini dalam konfrontasiku dengannya.

Armin sering bilang, tidak ada yang adil dalam pertempuran dan cinta.

Aku sangat setuju atas perkataannya, apalagi dalam kejadian di mana pertempuran dan cinta menyatu membentuk konflik...

Hahaha.

Aku tertawa. Mengabaikan kerongkonganku yang kering, aku tertawa. Ada yang membuatku geli, meskipun semua ini.

... perasaan apa ini?

Perasaan cemburu karena Eren diperhatikan gadis lain? Atau karena Eren sepertinya lebih tertarik pada gadis lain itu?

Bukan...

Ini perasaan berdebar karena... senang.

Akhirnya... aku dapat rival yang sepadan.

Aku memang menang start, sudah 6 tahun bersama Eren... tapi Annie, dia memiliki keunggulan dalam interaksi mereka di akademi. Hanya setahun, tapi penuh makna.

Ya, cepatlah bangun, Annie Leonhardt...

Aku terima tantanganmu.

- End -


A/N

Pada hari itu, kaum pria mendapat peringatan... bahwa rivalitas 2 orang wanita tidak ada batasannya.

Btw, untuk fic ini aku pakai beberapa istilah dari fandom SnK luar negeri...

Shifter, lengkapnya Titan Shifter contohnya, adalah sebutan fans buat karakter2 yang bisa menjadi Titan. Eren, Annie, "dancing titan", dan 2 ababil itu.