Theme 4: Epithet

Characters: Eren

Setting: setelah identitas Colossal & Armored Titan terbongkar

Summary: Eren ingin nama julukan yang keren untuk wujud Titan-nya


Daily Lives of Recon Corps

A Shingeki no Kyojin fanfic

SnK ©Isayama Hajime

Theme 4: Epithet


Semua bermula setelah pertempuran melawan Titan berkelakuan aneh di dekat Wall Rose. Pertarungan berhasil diselesaikan tanpa jatuh korban berlebihan berkat Eren dan Ymir. Ymir terluka dan sedang dirawat, sedangkan prajurit lainnya kini berpatroli di atas kuda.

"... aku ingin nama julukan."

Tiba-tiba Eren berceletuk.

Ini mengundang kawan-kawannya dari Pasukan Survey menolehinya dengan wajah kaget. Jean dan Hange bahkan tertawa.

"Memangnya umurmu berapa, Yeager, sepuluh tahun?!" komentar Kapten Levi, sinis.

"K-kenapa kamu tiba-tiba berpikir seperti itu, Eren?" tanya Armin, mencoba mendinginkan suasana dengan pertanyaan netralnya... walaupun wajah terhiburnya mengkhianati maksudnya.

"Mungkin dia terlalu banyak bertransformasi?" Connie memakai kepala botaknya itu untuk memikirkan alasan Eren.

"Connie benar, apa kepalamu baik-baik saja?" Krista memandangnya dengan khawatir.

"Eren... adalah Eren," Mikasa di luar dugaan tidak memelototi Krista dan berkomentar demikian.

"ARRRGH!" Eren berteriak kesal. "Kenapa reaksi kalian begitu?"

Jean dan yang lain saling memandang, lalu mengangkat bahu mereka dengan kompak. Armin mencoba menenangkan Eren, dan Mikasa memiringkan kepalanya dengan manis.

Eren meraung lagi, "Aku berkata, aku ingin nama julukan!"

Itu berhasil membuat semua orang terdiam. Aah, seorang shifter dengan masalah emosi. Bisa gawat kalau dia bertransformasi di tengah-tengah formasi! Jadi, apa boleh buat, mereka harus meladeninya... lagipula, ekspresi frustasi Eren bisa menjadi hiburan tersendiri di tengah kebosanan tugas mereka.

"Julukan! Nama julukan! Kalian tahu, yang biasanya diberikan pemerintah pada senjata rahasia dan semacamnya!" teriak Eren dengan gerakan tangan yang berlebihan.

Paduan suara "oooh" menyambut penjelasan Eren itu, membuatnya makin kesal. Tapi lagi-lagi Armin berusaha menenangkan suasana.

"B-benar juga! Nama julukan! Eren sudah sangat membantu dengan kemampuan transformasinya, jadi kupikir kita bisa memberinya nama yang keren sebagai tanda terimakasih!"

"Hm... ide bagus seperti biasa, Arlert. Ini juga untuk mempermudah perencanaan karena nama julukan juga bisa digunakan sebagai nama kode," Hange mengangguk-angguk setuju.

"Intinya ada di wujud Titan-nya... kita bisa memberinya nama sesuai penampilan atau kemampuan khusus Titan tersebut," kata Krista. "Contohnya R-"

"Pengkhianat berotot," Eren memotong perkataan anak pirang itu sebelum dia mengucapkan nama terkutuk yang bisa membuat lidahnya membusuk.

"Um, maksudku, Armored Titan. Ciri-cirinya adalah... dia pakai armor," Krista memandang Jean, meminta anak itu melanjutkan.

"Wujud manusianya berotot tebal seperti baju besi?"

Semua orang mengangguk. Sepertinya mereka dapat ide. Eren pun melanjutkan pancingannya.

"... pengkhianat jangkung."

"Colossal Titan karena dia besar?"

"Ya, wujud manusianya juga tinggi."

"Annie Leonhardt?"

"Female Titan karena wujud Titan-nya benar-benar cewek. Maksudku, lihat bokongnya!" jawab Jean, terlalu bersemangat. Menyadari tatapan teman-temannya, dia langsung mengalihkan pandangan.

Sementara itu, Mikasa diam saja dengan pandangan yandere karena Eren memanggil nama Annie, berbeda dengan kedua pengkhianat itu.

"Jean benar! Wujud Titan itu mirip dengan wujud aslinya... jadi, uh. Kau tahu. Dada Female Titan cukup besar untuk ukuran makhluk sepertinya, jadi sebenarnya Annie juga-" sekarang Connie yang berfantasi aneh.

Tapi Eren segera menghentikannya dengan tegas.

"... Annie akan membunuhmu."

Walaupun dia menyebut Annie, aura yang muncul di sekitarnya mengatakan kalau dialah yang akan melakukan ancaman itu. Saat Eren merasa puas karena Connie langsung menciut, dia merasakan aura pembunuh yang lebih pekat lagi... dari Mikasa.

Untuk mengalihkan perhatian cewek dengan syal merah itu, Eren berbicara lagi. "Uh... dan yang kalian lihat kemarin, Beast Titan."

Krista dan Connie langsung bergidik mengingat itu. Kastil Utgard dan serbuan Titan yang hampir membunuh mereka semua...

"Itu julukan sementara dari kami," kata Hange, bangga. "Karena, yah secara fisik, dia memang hewan buas."

"Dia mirip kera. Kau tahu kera? Saudara kembarmu, yang dikatakan sebagai nenek moyang umat manusia," komentar Kapten Levi.

Semua orang tertawa walaupun si pelempar guyonan diam saja. Eren semakin kesal.

"Pokoknya aku ingin julukan yang keren! Aku sudah banyak beraksi... seperti kata Armin, paling nggak pikirkan nama yang keren buatku sebagai bayarannya!" Eren menggerutu.

"Hei, kalau kamu bicara begitu, lihat Ymir! Dia juga nggak punya julukan dan santai saja!" kata Connie.

Yah, gadis yang bersangkutan masih tak sadarkan diri, tentunya dia tenang-tenang saja... tapi mereka lupa kalau ada juru bicara Ymir di sini.

"Eh? Ymir? Dia 'kan... Dancing Titan?" komentar Krista.

"... permisi?"

"Dancing Titan. Karena gerakannya paling cepat dibandingkan shifter lain, seolah-olah dia menari dengan indah..." Krista menjelaskannya dengan wajah bersemu merah.

"Aah, aku lebih suka menyebutnya Chibi Titan..." komentar Hange.

Krista tertawa kecil, lalu menjawab, "Itu terlalu imut, Ymir tidak akan mau."

"Aaaarghhhh! Bahkan Ymir yang pemula bisa dapat julukan! Kenapa aku tidaaaak?!"

"Ymir bukan pemula! Gerakannya adalah gerakan seorang yang sudah sangat berpengalaman, beda denganmu!"

Oh... kalau sudah berurusan dengan Ymir, bahkan Krista pun bisa berkomentar tajam. Eren langsung tak bisa berbicara menanggapi sang petite angel yang seolah-olah menghukum umatnya yang nakal itu. Bukan hanya Armin, Jean dan Connie; bahkan Kapten Levi saat itu melongo melihatnya... karena ngantuk.

"Oke, oke... melanjutkan yang tadi, kalau kita bicara julukan kita bicara tentang ciri khas," Hange mengalihkan pembicaraan. "Nah, untuk R-"

"Pengkhianat berotot," Eren memotong Hange, membuat wanita itu geleng-geleng.

"Ya, dia dan shifter lain punya ciri masing-masing. Nah, Eren, APA ciri khasmu? Setelah kamu menemukannya, barulah kita bisa memberikan julukan yang cocok."

Semua orang langsung meletakkan jari di dagu mereka, berpikir. Orang pertama yang berkomentar justru dia yang tampak paling tidak peduli.

"... dia sering kalah. Loser Titan?" komentar Levi.

"Kapten, kau-" Eren menggeram.

"Mukanya seperti kadal, dan bisa menumbuhkan bagian tubuh yang putus... Lizard Titan," jawab Connie.

"Semua Titan juga bisa begitu. Dan wajah kadal? Paling nggak aku bisa menumbuhkan rambut! Ditolak."

"Sering meledak-ledak waktu transformasi. Angry Titan."

"... mirip nama permainan. Ditolak."

"Eren tidak mudah menyerah... Stubborn Titan?"

"Aneh."

Setelah itu tidak ada yang berbicara lagi, sepertinya mereka semua sudah kehabisan ide.

"Jadi, apa?!" teriakan Eren memecah keheningan.

Tapi tidak ada lagi yang berbicara... sampai Mikasa akhirnya menjawab, "Eren tetaplah Eren bagaimanapun wujudnya. Jadi... aku akan tetap memanggilmu Eren."

Sambil menyembunyikan wajah di balik syal merahnya. Jean mengumpat, Armin dan Krista tersenyum memahami, sedangkan yang lain cuma mengangkat bahu.

"Ya, aku juga."

"Setuju!"

"Bah! Kebagusan kalau kau dapat julukan segala."

"Sebelum kau membunuh Titan sebanyak aku, akan tetap kupanggil bocah."

"Hm... apa Ymir juga lebih senang kalau aku panggil nama aslinya?"

Sepertinya yang lain setuju.

"Eh eh, apa kalian tidak mau dengar ideku dulu?"

"Tidak, senior Hange!" jawab prajurit baru lain, ingat akan kebiasaan sang senpai untuk memperlakukan Titan seperti hewan peliharaan.

Eren memandang kawan-kawannya dengan heran. Memperlakukan dirinya yang seorang shifter sebagai bahan guyonan, berebut memberinya nama-nama yang konyol... bahkan atasannya, melupakan kegagalannya seolah itu cuma kesalahan pemula.

Saat itu dia berpikir, kemanusiaan adalah hal yang lebih berharga dari kemampuan transformasinya. Pulang? Ksatria? Misi demi umat manusia? Persetan dengan semua itu! Senyuman kawan-kawannya jauh lebih bagus.

Eren menutup matanya dan tersenyum.

"... yah, terserah kalian."

- End -


A/N

Yep. Penasaran, apa julukan yang pantas buat Eren?

Di forum luar, Eren dijuluki Rogue Titan, dan Ymir adalah Dancing Titan sesuai judul chapter kemunculannya. So...