Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun and other Support cast

Rated : T

Warning : Yaoi, MPREG, typos, abal, EYD tidak sesuai, penulisan tingkat bawah.

Disclaimer : sampai kapanpun kalian pasti tahu Kyumin milik siapa, tapi kali ini izinkan saya mengaku bahwa Sungmin milik saya.


Flashback 1 year ago

"kau yakin akan pergi selama 3 bulan kyu? Tidak kah itu terlalu lama kyu?" Sungmin terlihat sibuk memberesi perlengkapan yang akan dibawa suaminya pergi ke Jepang selama 3 bulan.
"makanya aku menyuruhmu untuk ikut bersamaku sayang, aku tidak bisa tenang disana sementara istriku disini, aku mohon ikutlah bersamaku ne?" Kyuhyun menghampiri Sungmin kemudian memeluknya.
"kau tau sendiri masalahnya kyu, eomma dan appa mu tidak menyukaiku kyu, seandainya aku ikut denganmu kamu pasti tahu sendirikan apa yang akan terjadi dengan appamu? Aku tidak mau penyakit jantungnya kambuh kerena aku tinggal bersama kalian. Ini demi kebahagian kita kyu, aku tidak mau appa dan eomma semakin menentang hubungan kita kyu" Sungmin melepas pelukan Kyuhyun kemudian memasangkan dasi yang sedari tadi ada digengaman tangannya di leher Kyuhyun
"aku akan berusaha mebuat mereka menyukaimu sayang, kamu yang sabar disini ne? kalau ada apa-apa kau harus langsung menghubungiku ne?" Kyuhyun mengenggem tangan Sungmin yang sedang memasangkan dasinya kemudian meletakkan telapak tangan yang lembut itu ke pipinya, dapat Kyuhyun rasakan tangan yang menempel dipipi kirinya itu bergetar menandakan bahwa pemilik tangan sedang menahan tangisnya.

"semua akan baik-baik saja sayang, kamu hanya perlu menungguku pulang"

Cup

Kyuhyun mencium kening Sungmin

Cup ~~~ Cup

Kyuhyun mencium kedua mata Sungmin yang sudah mulai mengeluarkan air mata

Cuuup

Dan berakahir dibibir Sungmin. Kyuhyun langsung menenggelamkan Sungmin kedalam pelukannya

"jam berapa kamu akan berangkat ke jepang kyu?" Tanya Sungmin sambil mempererat pelukannya, sungguh dia tidak mau berpisah dari Kyuhyunnya walaupun hanya 3 bulan. Walaupun ini demi masa depan mereka juga.

"jam 1 siang nanti sayang, pagi ini aku harus kekantor dulu mengambil beberapa berkas dan menyerahkan tanggung jawap disini pada Yesung hyung" jawab Kyuhyun sambil mengelus surai pirang istrinya

"berarti kau berangkat sebelum hasil labnya keluar ne kyu? Apa tidak apa-apa?" Tanya Sungmin lagi dengan wajah khawatir
"tidak apa-apa sayang, setela hasilnya keluar kamu harus segera memberi tahuku ne? sampaikan juga salamku pada Kibum hyung" Kyuhyun mengecup kepala Sungmin beberapa kali

"ne kyu… hati-hati disana kyu… jangan lupa makan dan jangan main mata ne" Sungmin menatap tajam Kyuhyun. Kyuhyun hanya terkekeh dipandangi dengan mata imut yang sama sekali tidak menakutkan
"mudah-mudahan hasilnya bagus ne supaya disini cepat terisi baby. Nanti siang aku akan menjemputmu untuk mengantarku kebandara ne?" Kyuhyun mengelus perut sungmin
"ne kyu" jawab Sungmin.

.

.

.

"apa keadaan Han ahjusshi sudah lebih baik kyu?" Tanya Siwon. Saat ini Siwon sedang mengunjungi sepupunya itu dikantornya.

"belum hyung, keadaan appa semakin memburuk. Siang ini aku akan kejepang hyung, kasihan eomma sendiri disana dan juga keadaan perusahaan disana sedang dalam keadaan tidak baik hyung" Kyuhyun tertunduk lesu saat memikirkan bagaimana nasip orangtuanya di jepang.

"berapa lama kamu akan pergi kyu?" Siwon hanya bisa menghela nafas bagaimanapun dia tidak bisa menghibur seseorang

"mungkin 3 bulan hyung, atau mungkin lebih, tergantung keadaan di sana"

"apa Sungmin juga ikut kyu?"

"tidak hyung, kau tahu sendiri keadaan disana hyung,itulah yang membuatku tak tenang hyung"

"kau tenang saja kyu, aku dan bummie akan menjaga Sungmin selama kau pergi"

"ne, gomawo hyung" Kyuhyun tersenyum kepada Siwon

.

.

.

" sudah siap sayang?aku akan menjemputmu sekarang ne?" Kyuhyun berjalan pelan menuju mobil nya sambil menggenggam handphone ditelinga kanannya menandakan dia sedang menelpon seseorang

setelah menelpon kyuhyun langsung masuk kemobilnya dan segera menjemput 'istrinya' dirumah. Ya yang ditelpon kyuhyun tadi adalah istrinya Sungmin. Tidak sampai lima belas menit kemudian akhirnya Kyuhyun sampai juga di kediamannya bersama sang istri, tak ingin membuang waktu akhirnya Kyuhyun langsung menemui istrinya yang sedang berada dikamar sibuk dengan koper Kyuhyun dan jangan lupakan air matanya yang tidak berhenti mengalir dari kedua mata indahnya. Kyuhyun yang melihat itu langsung memeluk Sungmin.
"lebih baik kau ikut saja ya?aku tidak tega meninggalkanmu seperti ini sayang" Kyuhyun mencium kepala Sungmin menenang Sungmin malah makin terisak.
"tidak kyu, tidak saat appa sedang sakit keberadaanku disana hanya akan memperburuk keadaannya" Sungmin makin erat memeluk Kyuhyun. Sungguh dia tidak mau berpisah dari Kyuhyun walaupun bagi sebagian orang tiga bulan itu sebentar tapi bagi Sungmin itu bukanlah waktu yang singkat. Sejak panti tempat tinggalnya ditutup karena ketua pengurus panti tersebut tidak mempunyai biaya lagi untuk mengurus panti tersebut sehingga panti asuhan tersebut digusur. Sungmin yang waktu itu menduduki tahun ke duanya di junior high school itu harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan mencari tempat tinggal seorang diri jadi dia tahu arti kesepian itu bagaimana. Itulah sebabnya Sungmin tidak ingin berpisah dengan Kyuhyun walaupun itu hanya tiga bulan. Tidak Sungmin bukan salah satu anak yang kurang beruntung yang tidak dapat orang tua yang ingin mengadopsinya. Dengan wajah yang imut yang keterlaluan itu sungguh sangat banyak orang tua asuh yang ingin merawatnya, tapi salahkan otak polosnya yang mengingat janji eommanya yang akan menjemputnya.

tidak terasa sudah sepuluh menit mereka berpelukan. Tangisan Sungmin sudah mulai berhenti. Walaupun dia sangat ingin ikut suaminya pergi kejepang tapi dengan keadaan appa Kyuhyun yang sedang terima kasih, Sungmin masih ingat saat pertama kali Kyuhyun memperkenalkan Sungmin sebagai pacarnya appa Kyuhyun langsung dilarikan kerumah sakit karena serangan jantung jadi kalau sekarang Sungmin kesana yang ada appa Kyuhyun akan langsung dilarikan ke akhirat.

.

Kyuhyun mengenggam tangan Sungmin saat mereka sampai di bandara. Pesawat Kyuhyun akan berangkat 30 menit lagi.
"berjanjilah akan menelponku ketika sampai disana kyu"Sungmin menggenggam telapak tangan Kyuhyun dan meletakannya di pipinya
"iya sayang. Aku akan menyuruh Kibum hyung dan Wookie hyung untuk sering-sering mengunjungimu dirumah supaya kau tidak kesepian sayang" Kyuhyun mengelus kedua pipi Sungmin yang selembut kulit bayi itu
"kyu kalau terjadi seseuatu segera hubungi aku ne?"

"seharusnya aku yang mengatakan itu sayang, apa tak sebaiknya kamu tinggal dirumah Kibum hyung dan siwon hyung huh?aku tak tega membiarkanmu di apatermen sendiri sayang"Kyuhyun mengelus rambut Sungmin
"aku tidak mau mengganggu kyunnie, mereka baru saja memperoleh baby twins masa aku jadi penganggu disana" Sungmin langsung memeluk Kyuhyun
"kenapa jadi manja begini eoh? setelah ini mau ke rumah sakit atau pulang dulu hmm?" Tanya Kyuhyun sambil memeluk Sungmin erat
"kerumah sakit dulu Kyunnie aku penasaran mau lihat hasil tesnya"Sungmin menghirup aroma badan Kyuhyun yang membuatnya nyaman. Beberapa pasang mata yang lewat menatap mereka dengan iri.

"baiklah, kang ahjusshi yang akan mengantarmu ne?"Sungmin hanya mengangguk dan kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kyuhyun
"berjanjilah sayang, apapun yang terjadi segeralah menghubungiku. Meninggalkanmu di sini adalah siksaan terberat bagiku" Kyuhyun mencium rambut Sungmin. Mereka sudah seperti bintang sinetron kesukaan author yang tayang subuh – lupakan
.

.

.

"kang ahjusshi tunggu di sini saja ne? aku hanya sebentar" Sungmin menatap rumah sakit yang sudah berada di hadapannya, SEOUL INTERNATIONAL HOSPITAL begitulah yang tertera disana. Rumah sakit yang paling terkenal dikorea ini berisikan dokter-dokter yang sangat ahli dibidangnya dan juga di dukung perawat-perawat dengan lulusan terbaik sekorea. Disinilah istri dari kakak sepupu kyuhyun –Kibum yang juga sahabat Sungmin bekerja sebagai dokter kandungan.
'mudah-mudahan hasilnya bagus' batin Sungmin dan mulai memasuki gerbang rumah sakit.
setelah mendapatkan informasi dimeja resebsionis bahwa hasil tes yang dilakukannya beberapa hari yang lalu bersama sang suami sudah keluar. Setelah mendengar itu sungmin segera menuju ruangan Kibum sahabatnya. Sampainya diruangan Kibum yang tumben tidak ada pasien yang mengantri untuk diperiksa Sungmin melihat Kibum sedang mengendong batita yang berumur satu tahun yang merasakan ada seseorang yang masuk akhirnya menoleh dan melihat Sungmin sedang duduk dihadapannya.
"hyung sudah sampai? Kyuhyun sudah berangkat kejepang?" Kibum bertanya sambil menenangkan anaknya yang sedang dalam keadaan rewel itu
"ne bummie ini saja aku baru pulang dari bandara, hari ini kamu mengajak Youngmin ya?"Sungmin mengelus pipi tembem bayi yang ada di gendongan Kibum itu.
"ini Kwangmin hyung, Youngmin sedang ikut bersama appanya" Kibum menimang anaknya yang mulai mengantuk itu, mungkin kerena kebanyakan menangis jadi kelelahan dan mengantuk
"he he, aku belum bisa membedakan mereka bummie. Tumben tidak ada pasien yang mengantri untuk diperiksa bummie?" Sungmin langsung mengambil Kwangmin dari gendongan Kibum
"dari tadi Kwangmin rewel terus mungkin kangen hyungnya makanya kusuruh Yuri menggantikan tugasku" Kibum kelihatan tidak suka saat menyebutkan nama Yuri
"enak ya jadi istri yang punya rumah sakit" sindir Sungmin. Ya Sungmin sangat tahu Kibum sangat membenci Yuri
"biarkan saja hyung daripada dia menggoda woonie terus" Kibum melihat Kwangmin yang terkikik geli karena di goda Sungmin pun langsung menghampirinya
"hasil tesnya sudah keluarkan bummie?" Sungmin terlihat sibuk memainkan jarinya yang di genggam tangan mungil Kwangmin
"ne hyung aku sudah menyuru Yoona untuk mengambilnya. Baby senang bertemu Sungmin ahjumma ne" Kibum mengambil Kwangmin yang mulai terlelap dan meletakkannya diranjang bayi yang memang ada diruangannya itu
"uissa-nim ini hasilnya" Yoona memberikan Kibum dua buah amplop coklat besar.
"ne Yoona kau boleh pergi" Kibum membuka satu buah amplop
"ini hasil tes punya Kyuhyun, setelah di ronsen dan di tes dinyatakan bahwa sel sperma dan testis Kyuhyun sehat dan berfungsi dengan baik" Kibum terlihat melihat hasil tes itu dengan seksama dan Sungmin mendengarkan dengan baik
"untuk keseluruhan hasil tes Kyuhyun sangat baik hyung" Kibum mulai membuka amplop yang satunya lagi
"syukurlah ne? kalau punyaku bagaimana bummie?"Sungmin terlihat tidak sabar mendengar hasil dari tesnya. Sedikit khawatir melihat raut cemas dari wajah Kibum
"sepertinya ada yang salah hyung, tunggu sebentar ne?" Kibum segera menekan salah satu tombol di telepon yang berada di atas mejanya
"Yoona ke ruanganku sekarang" Kibum menaikan suaranya sampai Sungmin yang berada diruangan itu kaget. Apa lagi Yoona yang mendengarnya tadi.
"ada apa uissa-nim?" Yoona masuk dengan gelagapan. Nada bicara Kibum yang seperti tadi hanya kalau namja cantik dengan senyuman es itu sedang marah bahkan sang suami tak akan berani mendekatinya
"hasil tes siapa yang kau bawa ini eoh?bukannya kusuruh mengambil hasil tes Sungmin hyung!"
"i..itu memang ha~hasil tes nona Sungmin" Yoona menjawab dengan gelagapan. Seandainya keadaannya tidak seperti ini Sungmin pasti sudah memarahi Yoona karena mamanggilnya nona, tapi untuk sekarang tidak terima kasih tapi ingatkan Sungmin memarahi Yoona nanti. Mendengar itu Kibum langsung menelpon bagian ronsen dan CT scan
"apa kalian yakin tidak ada yang melakukan tes pada hari yang sama?" Kibum tampak tertunduk lesu
"hyung sepertinya ada yang salah berbaringlah di sana aku akan segera memeriksamu"Sungmin yang tak mengerti hanya menuruti apa yang diperintahkan Kibum. Setelah Sungmin berbaring Kibum langsung mengangkat baju yang dipakai Sungmin mengusapkan gel di perutnya dan menekan perut Sungmin dengan keras.
"kenapa bummie? Apa ada yang aneh?" Sungmin menatap Kibum dengan cemas Sungmin segera mengambil amplop yang ada ditangan Yoona dan membaca deretan huruf disana. Perlahan air matanya menetes setelah membacanya
"ini tidak benarkan bummie? Ini tidak mungkin. Aku tidak memiliki rahim?" sesudah mengucapkan kalimat itu Sungmin langsung pinsan

'apa yang akan terjadi padaku nanti, Kyuhyun akan menceraikanku? Apa yang harus kulakukan?'

"

ngghh" Sungmin mendengung ketika merasakan retina matanya merasakan cahaya. Beberapa kali dia mengedipkan matanya karena merasa silau dengan cahaya
"kau sudah bangun hyung?" Kibum yang melihat Sungmin bangun lansung memberikan air putih yang berada di atas mejanya
"sudah berapa lama aku pinsan bummie?" Sungmin memegang kepalanya yang masih terasa sedikit pusing
"sekitar lima belas menit hyung, dari tadi aku menepon Kyuhyun tapi tidak bisa mungkin pesawatnya sudah berangkat" Kibum meletakan kembali handphone nya di saku jas dokternya
"tidak, jangan katakan kau sudah memberitahu kyunnie bummie" Sungmin kembali terisak
"dia wajib tahu hyung, dia suamimu dan aku rasa kalian bisa membicarakan ini baik-baik" Kibum berusaha menenangkan Sungmin
"aku tahu bummie tapi tidak sekarang, aku tidak mau menambah pikiran Kyuhyun, appanya sedang dirawat dirumah sakit. Dan kau tahu sendiri Kyuhyun begitu menginginkan baby" kibum memandang Sungmin dengan rasa iba. Memang dizaman sekarang namja yang bisa hamil bukan hal yang aneh lagi.
"kau tahu hyung, ini bukan akhir dari segalanya, aku tahu kalian sangat ingin memiliki baby tapi masih banyak hal yang bisa kalian lakukan, jadi jangan pernah berputus asa hyung"

.
Sungmin terduduk lesu di tempat tidurnya
'disaat seperti ini aku sangat ingin kau berada disini kyu,aku tidak sanggup menanggung ini sendiri kyu, apakah dengan keadaanku sekarang kau akan meninggalkanku kyu?dari awal eomma dan appamu menentang hubungan kita dan sekarang aku tidak akan bisa memberimu keturunan apa kamu akan mencari penggantiku kyu?'

S

ungmin menidurkan dirinya di kasur yang lembut itu. Air mata masih terus menetes dari matanya. Dilihatnya jam yang berada di meja nakas di samping tempat tidurnya. Sudah jam 10 malam tapi Kyuhyun belum menghubunginya.
perlahan Sungmin duduk ketika mendengar dering ponselnya di atas meja nakas. Terlihat id call yang menelponnya adalah suaminya, segera Sungmin mengangkat telpon tersebut.

"kyu, kau sudah sampai ne?bagaimana keadaan appa?" Sungmin berusaha menetralkan suaranya

"appa masih kritis sayang, bagaimana hasil tesnya? Semua hasilnya bagus kan?"

"n..ne kyu semua baik-baik saja"

"syukurlah, sekarang tidur ya sayang, ini sudah malam"

"ne kyu kamu juga jangan terlalu memaksakan diri"

"siap sayang, saranghae"

"Nado saranghae kyunnie"

'maaf kyu aku membohongimu'

Flashback end

"Yuri eonnie"yeoja cantik yang mengangkat kardus berisikan tumpukan berkas itu menoleh karena namanya di panggil
"Vicky-ah" Victoria langsung menghampiri yeoja yang dipanggilnya tadi

"eonnie terlihat sedang sibuk ne" Victoria melihat kardus yang dibawah Yuri

"iya ini berkas-berkas pasien-pasien Kibum, kemarin dia menyuruku untuk memeriksanya, tahu sendirilah mentang-mentang istri Siwon oppa, oh ya ada apa kamu kesini?" Victoria hanya tersenyum menanggapiucapan Yuri

"temanku ada yang dirawat eonnie jadi sekalian aja mau melihat eonnie, eonnie mau ku bantu?"

"boleh Vicky, kamu bawa ini ya? Eon mau mengambil satu kardus lagi di ruangan eon" Yuri menyerahkan kardus yang dari tadi dibawahnya ke tangan Victoria tapi sayangnya Victoria menganggap kardus itu ringan sehingga kardus itu terjatuh sehingga isi kardus itu berserahkan.

"mianhae eon, eon jemput saja kardusnya ne biar aku yang membereskan ini" viktoria berusaha mengumpulkan berkas-berkas yang berserakan.

"tolong ya Vicky" Yuripun kembali ke rungannya untuk mengambil satu kardus lagi dan Victoria masih mengumpulkan berkas-berkas itu tapi terhenti ketika melihat nama yang tertera pada salah satu map itu. karena penasaran akhirnya Victoria membuka map itu

"cho Sungmin?" Victoriapun membaca yang tertera di kertas itu

"ini tidak mungkin kan? Bukannya dia sedang hamil?"

tbc

sumpah chap ini sangat aneeh bin ajaib, sempet kesel nggak bisa update lantaran ffn di blokir, jadi beginilah jadinya,,,

review please...