APAKAH ITU MIMPI

Disclaimers : bukan punya saya satupun, suer.

Genre :romance (mungkin), adventure.

Rated : T

Pairing : naruto uzumaki x amano yumma

Warning : OOC, typos, geje, alur kecepetan, abal, autor newbie.

Summary : naruto pulang ke desa konoha bertemu yumma yang berpindah dimensi akibat kematianya di DXD. Ingatanya hilang karena yumma meninggal di chapter akhir. bagaimana kisahnya, baca sendiri.

APAKAH ITU MIMPI

Chapter 3

….Serangan…

Keesokan harinya Naruto di antar Yumma dan Tsunade serta Sakura ke gerbang desa untuk melakukan latihanya di Gunung Myoboku, Gunung tersembunyi para Katak.

Yumma melihat kepergian Naruto yang menghilang di gantikan asap dengan sendu dan penuh harap. Berharap Naruto baik-baik saja, tak seperti latihanya sebelumnya yang berdampak buruk bagi tubuhnya.

Dia menengok ke Sakura, Sakura juga menengok ke arahnya. Seakan tau akan sahabatnya itu, Sakura berkata bahwa Naruto akan baik-baik saja.

Mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing.

Hari pertama yumma di tinggal Naruto ke Myoboku terasa hambar, seperti dia akan kehilangan sosok pria kuning yang selalu di sisinya itu selamanya. Dia segera menyingkirkan pikirang itu dari otaknya.

Padahal ini masih sehari dan pelatihan Naruto tak di ketahuinya sampai kapan.

Dia terus menunggu dan menunggu sampai 5 hari Naruto melakukan latihanya di Gunung Myoboku.

Dia bangun dari tidurnya, merasakan sinar matahari yang menerobos langsung tanpa permisi ke kamarnya. Dia berdoa, semoga Naruto hari ini selesai latihan dan pulang dengan senyuman yang di rindukannya.

Pagi itu awalnya pagi yang indah, yumma tak merasakan apapun firasat buruk di pagi itu. Dia memutuskan untuk berjalan-jalan di desa tempatnya sekarang tinggal. Yumma menyaksikan warga desa yang berjalan-jalan menyusuri desa seperti dirinya.

Bahagia ?, yah.. yumma sekarang bisa di katakan bahagia telah hidup di sini. Yumma berhenti di depan toko pakaian yang sering di kunjunginya dengan Naruto, di memegang bajunya dan dia bergumam. "aku senang, sangat senang bersama denganmu Naruto-kun"

Tidak terasa air matanya mengalir, menerobos dari sela-sela matanya yang indah. Segera dia usap air mata itu dengan kasar 'aku tak boleh menangis' batinya, dan dia kembali melanjutkan acaranya berjalan-jalan menyusuri desa.

Sekilas flash back mengingatkanya pada pria berambut kuningnya, dia saat itu Yumma menggandeng tangan Naruto dengan lembut di tempat ini ,tepat di depan toko pakaian yang baru saja mereka kunjungi.

Yumma tersenyum sendiri mengingat hal itu, dia tak menyangka hidupnya akan berubah begini, berubah menjadi berwarna saat pemuda kuning bernama Naruto datang dalam hidupnya.

Yah. Nama itulah yang spesial dalam hidupnya. Hidupnya yang baru.

Tapi dia teringat suatu kenyataan yang kurang mengenakkan. Kenyataan yang menjuruskan padanya jika dia dan Naruto bersama, kalian tau maksutku ?

Menikah, yah kata itulah yang mengganjal di hatinya.

Naruto akan terus tumbuh dan menjadi tua ,sedangkan dirinya akan tetap di usianya yang sekarang.

Dia juga tak sanggup menyaksikan Naruto mati. Dan hal itulah yang membuat Yumma sangat sedih, bahkan dia belum menceritakan siapa dia sebenarnya.

Dan takut akan keterlambatanya memberitahu semua itu pada Naruto.

.

.

.

.

.

Sedangkan dengan divisi pertahanan desa, mereka tampak sedang bercanda dan bermain kartu sampai anggota mereka yang tipe sensor menemukan adanya 1 penyusup yang masuk ke Konoha.

Tapi nyatanya yang masuk bukan 1 melainkan 6 orang berpakaian jubah hitam dengan motif awan merah. Para penduduk tentu saja langsung berhamburan menuju ke gua bawah tanah di tebing tempat monument para Hohage terdahulu tak terkecuali dengan Yumma, dia berharap Naruto datang dan menghajar mereka.

Yumma yang sekarang bukanlah yang dulu, entah mengapa kekuatannya seperti hilang, tertidur mungkin.

Yumma pernah mencoba kekuatanya tapi tidak bisa hanya sepasang sayap hitamnya yang bisa keluar dan tombak cahayanya. Daya tahan tubuhnya menurun drastis.

Para penduduk di giring oleh tim evakuasi ke tempat aman. Yumma berpikir bahwa apakah mereka yang telah membunuh Guru Naruto yang sering di sebut Ero-Sannin itu. Jika iya maka orang ini sangat kuat.

Dia tak memungkiri bahwa Naruto itu sangat unggul dari teman-temanya. tapi jika berhadapan dengan enam orang sekaligus dia meragikanya.

.

.

.

.

Pertempuran pun tak terelakan. Akatsuki yang menyerang merupakan Pain, beranggotakan 6 orang yang di kendalikan dari batangan besi di tubuhnya oleh Pain ke 7, Nagato Uzumaki.

Yang di lakukan Yumma saat ini hanya berdoa dalam kerumunan orang yang ikut mengungsi ke tempat aman. Yumma tak dapat berbuat apapun, yang dapat di lakukan adalah berdoa kepada tuhan supaya semua akan berakhir dengan damai.

Yah, satu kata itulah yang selama ini mengganjal di pikiranya, kata damai merupakan suatu kata yang ingin di wujudkan oleh semua orang termasuk dirinya.

Sedangkan di luar pengungsian desa sudah lumayan hancur dengan api dan asap yang menjulang tinggi di berbagai tempat. Terlihat di sana tepatnya di atas gedung Hokage, sang Hokage sendiri sedang berbicara dengan Pain Tendo, Pain terkuat di antara Pain yang lain.

"gunung Myoboku, desa tersembunyi para Katak, kalau begitu berlama-lama di sini tidak ada gunanya." Setelah Pain yang lain mengambil informasi dari Sizune dengan menarik ingatanya dari tubuhnya di ikuti dengan ruhnya yang keluar sehingga menyebabkan kematian, dia dapat mengetahui itu.

"da-darimana kau tau." Tsunade kaget, pasalnya belum ada satu orang pun yang memberikan informasi itu padanya. "mengapa kau..?" dia melanjutkan.

Tsunade berpikir kenapa Pain ini mengetahui Naruto ada di mana sekarang. Pikiranya sedang kacau sekarang, untuk menyelamatkan desa atas perbuatan orang ini, di tambah lagi cakranya yang makin lama makin menipis sejak melakukan pengobatan jarak jauh dengan media Katsuyu sebagai perantaranya.

Dan dia mengambil satu kesimpulan bahwa Pain akan pergi dari desa dan mencari Naruto.

"kita sebaiknya membiarkan mereka mundur untuk sementara ini dan memperkuat desa" ucap Tsunade yang pasrah akan Pain yang telah menemukan Naruto.

"bolehkan aku mengajukan satu pertanyaan terakir ?" Pain yang sudah berbalik untuk pergi, berbicara ingin mengajukan pertanyaan.

Dan hal itu membuat Tsunade kaget, pertanyaan macam apa yang akan di berikan ketua Akatsuki ini padanya.

"cakra di kaki kalian, apa itu untuk menangkal jutsuku…? rupanya kalian sudah menyadari kemampuan ku. Namun semua itu tidak ada gunanya saat menghadapi kekuatan yang maha dahsyat."

Tsunade mendengarkan dan memahami apa yang di katakan orang yang ada di hadapanya ini. Dia takan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa desa yang sedang di pimpinya. Dan perkataan itu menambah perasaan tidak enak di hatinya.

"kalian telah membuktikan bahwa Negara ini adalah Negara yang besar. Kalian berpikir memiliki peran utama di dunia ini dan tidak sempat berpikir, bagaimana rasanya kematian datang untuk ke dua kalinya. Semua terlena dengan kedamain. jika kalian membunuh seseorang maka kalian akan di bunuh."

Sebuah perkataan yang di lontarkan ketua dari kelompok yang paling di takuti ini memang memiliki makna yang sulit di pahami oleh orang biasa, sambil mengangkat tanganya paint melanjutkan.

"kebencian membawa sebab dan akibat."

"berhenti mengoceh seperti itu" Tsunade benar benar geram atas perkataan berbelit-belit yang di ucapkan Tendou.

Apa tujuan dan inti dari perka- ocehan itu ,bisakah dia mengatakanya dengan bahasa yang lebih simpel dan dapat di mengerti dengan cepat. Berbelit belit seperti Mario teguh, apa dia terinspirasi olehnya.

"dalam pertempuran, kedua pihak akan merasakan kematian, dan rasa sakit"

Oke,.. sekarang Tsunade benar-benar geram, dia menunjuk Tendo dengan jari telunjuk tangan kananya dan menaikan nada bicaranya sampai terdengar serak. Dan jangan lupakan matanya yang melotot. Sudah cukup dengan ocehan tentang rasa sakit yang di ucapkanya.

"dan kami, Negara-negara besar telah merasakan rasa sakit itu, berhentilah mencari-cari alasan untuk menutupi perbuatan bodohmu itu." Tsunade berharap dengan perkataan itu Pain akan pergi secepatnya dari Konoha agar Konoha dapat mempersiapkan serangan selanjutnya.

Memperkuat desa merupakan hal yang harus di lakukanya setelah ini ,setelah Pain pergi untuk mencari naruto ke gunung Myoboku yang tentunya mustahil di lakukan.

"sunggu menggelikan. seseorang yang tak memahami rasa sakit tidak dapat memahami perdamain" setelah mengucapkan itu Paint pun pergi.

Terbang dengan merentangkan tanganya meninggalkan Tsunade dengan 4 anbu. Meninggalkan maksud tersembunyi yang akan dilakukan olehnya.

"Pain, apa maksud semua ini ?" gumam Tsunade yang melihat kepergian Pain.

Tidak terlihat jelas, itulah yang di lihat Tsunade saat melihat kepergian Pain karena terhalang oleh matahari yang sedang terik.

"mereka berniat melakukan sesuatu, firasatku tidak enak,.."

"sesuatu.?" Ucap salah satu anbu perempuan

"aku tidak tau ,tapi sepertinya itu sesuatu yang besar" jawab Tsunade.

Dan dia menyadari sesuatu, Segera saja dia memperintah Katsuyu untuk melindungi semua orang. Dia pun melesat meloncati tiap-tiap rumah penduduk di ikuti dengan 4 andu yang berperan sebagai pengawal.

"sesuatu yang mengerikan akan terjadi" dengan nafasnya yang memburu dia berharap hal yang ada di pikiranya tidak terjadi.

'Kemana saja Naruto di saat begini, apa yang membuatnya tetap terjaga di sana'. Itulah yang di pikirkan tsunade saat ini. Dan dia tak tau bahwa Danzou lah penyebab Naruto tak kunjung datang.

Danzo yang telah membunuh Katak pemberi informasi yang akan memberi tahu semuanya kepada Tetua Katak. Tentu saja Naruto akan kembali dan itu tidak akan di lakukan oleh Danzou, "senjata itu tidak boleh di rebut oleh akatsuki" gumamnya.

,

.,

Sedangkan dengan Yumma yang berada di pengungsian sudah tak tahan lagi ingin keluar, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri para ninja konoha berjuang.

Dan dia beralasan ingin keluar buang air, awalnya para penjaga melarangnya.

tapi saat melihat tubuh yumma yang gemetar mereka mengizinkan yumma keluar.

dan saat Yumma akan keluar dia mendengar suara gumuruh yang sangat keras.

Saat dia sampai di luar, desa sudah hancur. Hatinya mulai tak tenang dan segera mengepakan sayapnya mencari seseorang yang di kenalnya dan dia menemukannya.

sesaat sebelum yumma keluar ada seekor katak yang tergesa-gesa menemui seekor katak membawa keranjang.

"Shima-sama anda di-" ucap seekor Katak yang di kirim melalui kolam teleportasi untuk memerintahkan pemanggilah Naruto ke Konoha yang belum selesai menyelesaikan katanya karena di sela.

"untuk memanggil mereka kan.?" sela seekor katak yang di panggil Shima-sama

Dan di atas langit terlihat Pain yang sedang melayang dengan merentangkan kedua tanganya, dan dia berucap.

"dunia ini akan merasakan rasa sakit.."

Sambil melihat kebawa, tepatnya desa Konoha dia mengeluarkan jurus Shinra Tensei dengan kekuatan maha dahsyat yang merupakan gabungan dari ke 6 pain, dan itu berefek memperpendek umurnya.

Dengan menarik nafas yang dalam dia mengucapkan jurusnya.

"SHINRA TENSEI"

Di lain tempat se ekor katak tengah merapal jurus dan menghentakannya ke tanah.

"KUCHIOSE NO JUTSU"

.

.

.

.

.

TBC…..

.

.

.

by dan ...

REVIEW

vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvv

vvvvvv

vvvv

vv

v