A Regret
Cast :
# Cho Kyuhyun
# Choi Siwon
# Shim Changmin
#Lee Donghae
Wonkyu ~ Changkyu
.
.
Chapter 6 is up !
.
.
Happy Reading ~~
.
.
PLAK !
Satu tamparan telak mendarat di pipi tirus namja tinggi yang tengah duduk dipinggir ranjang tidur tempat Kyuhyun dirawat. Changmin terdiam. Spontan tangannya menyentuh pipinya yang terasa panas. Ini adalah tamparan pertama yang diterimanya. Seumur hidupnya ia tak pernah ditampar bahkan oleh kedua orangtuanya sekalipun. Kedua obs hitam milik Changminpun tertuju pada namja manis yang tengah duduk dihadapannya. Heran. Apakah dia melakukan kesalahan? Hal yang baru saja ia lakukan hanyalah mencium Kyuhyun. Itupun hanya ciuman lembut, tanpa napsu. Hanya penyaluran kasih sayang dan rasa rindu luar biasa. Hey, ayolah Changmin hanya mencium bibir kekasihnya. Bukankah itu hal yang wajar dilakukan sepasang kekasih?
Tubuh Kyuhyun bergetar. Namja yang masih berbalut pakaian rumah sakit itu membalas tatapan Changmin dengan mata sayu. Tangan kanan yang baru saja ia gunakan untuk menampar namja yang masih menyandang status sebagai kekasihnya itupun tampak turut bergetar. Kedua pasang mata itu pun saling bertemu. Pandangan Changmin seolah mengintimidasi. Meminta jawaban yang logis, mengapa Kyuhyun melakukan tindakan seperti itu?
Kyuhyun mengalihkan pandangan matanya. Takut. Ya Kyuhyun takut. Tubuhnya tampak semakin bergetar.
Changmin sadar ada yang berbeda dari tatapan itu. Tatapan itu bukan lagi tatapan lembut yang biasa diberikan Kyuhyun kepadanya. Tatapan itu bukan lagi tatapan hangat. Tatapan itu penuh ketakutan. Rasa putus asa dan…..…kesakitan.
Changmin mengalihkan pandangannya pada tangan kanan Kyuhyun yang bergetar. Sedikit mengernyitkan dahinya. "Kyu~" ujar Changmin lembut. Menggerakkan tangannya untuk menggapai tangan Kyuhyun yang bergetar. Ia tak bermaksud apa-apa. Sungguh. Hanya ingin menenangkan Kyuhyun yang seolah ketakutan.
Kyuhyun menepis tangan Changmin kasar. Kemudian menggerakkan tubuhnya cepat. Menyudutkan diri di sudut ranjang tempatnya duduk. Changmin menautkan kedua alisnya. Heran. Tingkah Kyuhyun tak seperti biasanya.
"Kyu, apa yang terjadi denganmu?" Tanya Changmin lembut.
Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Changmin. Dengan tubuh yang bergetar ia menekuk kedua kakinya dan memeluk lututnya dengan tangan. Meringkuk.
"Kyuhyun~ apa aku menyakitimu?" kembali Changmin bertanya.
Namun Kyuhyun hanya membalasnya dengan menenggelamkan wajahnya pada lututnya –yang dipeluk oleh tangannya. Takut? Ya, Kyuhyun takut. Takut pada siapa? Takut pada apa? Bukankah laki-laki yang baru saja menciumnya adalah kekasihnya? Lantas, mengapa ia harus merasakan ketakutan luar biasa seperti ini?
"Kyuhyun jawab aku" Changmin kembali bersuara. Kali ini ia menggerakkan tubuhnya. Berusaha menjangkau Kyuhyun. Namja yang tengah meringkuk itu sadar dengan pergerakkan Changmin. Ia mengangkat wajahnya kemudian menatap Changmin seolah berkata,
Aku mohon jangan mendekat!
Namun Changmin sama sekali tak mengerti arti dari tatapan itu. Ia tersenyum lembut melihat Kyuhyun yang menatapnya. Namun tak menghentikan pergerakannya untuk mendekati namja yang masih terlihat memeluk lututnya itu.
"Kyuhyun, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Changmin. Tubuh Kyuhyun semakin bergetar.
Tuhan tolong aku.
Iapun semakin menyudutkan tubuhnya disudut ranjang. Berusaha menghindari Changmin. "Kyu apa yang terjadi padamu? Mengapa kau menghindariku?" Tanya Changmin tak habis pikir. Jelas saja ia tak habis pikir dengan sikap kekasihnya ini. Apa salahnya?
"Kyu, aku tak berniat untuk menyakitimu. Bicaralah~ apa yang salah?"
Kembali Kyuhyun menatap Changmin dengan tatapan memohon. ia berpikir keras apa yang harus dia lakukan agar Changmin mengerti apa yang ingin ia sampaikan. Pandangannya menyusuri sekeliling ruangan. Berusaha mencari sesuatu. Dan berhenti pada satu tempat. Ya, tentu saja Siwon meletakkannya di sana. Di atas meja nakas di samping ranjang.
Ponsel.
Kyuhyunpun memaksakan dirinya untuk bergerak menggapai ponsel yang ia cari dengan cepat.
Kemudian memainkan jemarinya yang masih tampak sedikit bergetar di atas layar sentuh ponsel tersebut. Changmin terdiam. Mengamati apa yang Kyuhyun lakukan. Ia masih duduk pada jarak yang masih terbilang aman –bagi Kyuhyun.
Kemudian menyerahkan ponsel tersebut kepada Changmin –seolah menyuruh Changmin membaca pesan yang ia ketik disana. Tanpa berpikir panjang, Changmin mengambil ponsel tersebut dan membaca isi pesan yang diketik Kyuhyun.
"Maaf aku hanya kaget. Bisakah kau keluar? Aku ingin sendiri."
Changmin membaca seksama rentetan kalimat yang ditulis Kyuhyun. Menghembuskan napas kasar. "Mengapa kau tak bicara Kyu? Kenapa harus mengetiknya diponsel?"
Kyuhyun menarik kedua ujung bibirnya perlahan. Tersenyum. Sedikit dipaksakan. Kemudian berusaha mengambil kembali ponsel tersebut dari tangan Changmin
"Tidak apa-apa, tenggorokanku sakit Changmin~ah. Maafkan aku sudah membuatmu khawatir."
"Kau tak perlu meminta maaf padaku Kyu~ Bolehkah aku disini saja menemanimu?" Pinta Changmin.
"Tapi aku sedang ingin sendiri. Tolonglah."
Kemudian menatap Changmin dengan tatapan memohon. Changmin menghembuskan napas kasar. "Tapi aku tak bisa meninggalkanmu sendirian disini Kyu. Lagipula aku merindukanmu. Kau tidak merindukanku huh?"
Hening.
Kyuhyun terdiam. Menggigit bibir bawahnya pelan. Apa yang harus ia jawab? Bagaimana ia bisa merindukan Changmin jika di benaknya hanya ada Siwon saat ini?
"Kyu~" melihat Kyu yang tak bergeming, Changmin kembali memanggil namanya. Changmin tampak terdiam sejenak sebelum pada akhirnya menggerakkan tangannya. Mencoba menggapai tangan Kyuhyun yang tengah menggenggam erat sebuah ponsel.
SLASH
Kyuhyun menepis kasar tangan Changmin. Changmin kembali terpekur. Dilihatnya kedua orbs milik Kyuhyun yang seolah ingin menangis. Sakit. Ya entah kenapa penolakan ini terasa sakit.
"Aku hanya ingin menenangkanmu Kyu, mengapa kau menolakku?" Tanya changmin lembut. Menautkan kedua alisnya. Menatap Kyuhyun tajam. Dengan tangan yang bergetar Kyuhyun kembali mengetikkan sesuatu di ponselnya
Please…
Changmin tak merespon. Tatapannya seolah kosong. Melihat Changmin yang hanya terpaku ditempatnya, Kyuhyun menggerakkan tubuhnya menggapai sesuatu di atas meja nakas.
Maafkan aku Chwang~
PRANG !
Suara pecahan gelas seketika membuyarkan Changmin dari lamunannya. Kedua manik indahnya menatap tak percaya melihat Kyuhyun yang tiba-tiba saja melempar gelas dari atas meja nakas. "Oh God! Apa yang kau lakukan Kyu?" Changmin tak tinggal diam, ia benar-benar mendekati Kyuhyun. Menggenggam tangannya. Kyuhyun meronta. Dengan tubuh yang bergetar hebat. Tubuhnya menolak. Sentuhan Changmin sungguh membuatnya tersiksa. Ia sudah tak tahan. Segumpal air terlihat menggenang dipelupuk matanya.
Menangis.
Ya Kyuhyun menangis disertai isakan yang tak dapat didengar. "What the hell is wrong with u Kyu?!" Changmin membentak dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan Kyuhyun.
Siwon… Siwon….. Siwon….
Kyuhyun berucap. Meskipun ia tahu ia tak bisa mengeluarkan suara. Namun ia tak henti memanggil nama Siwon. Berulang kali, tanpa henti. Hanya nama Siwon yang terlintas di benaknya kini. Dimana Siwon? Changmin memfokuskan pandangannya pada bibir plum Kyuhyun –yang tampak berkomat kamit. Hingga pada akhirnya ia bisa menangkap apa yang diucapkan Kyuhyun melalui gerak bibirnya. Siwon.
"Siwon?"
Kyuhyun berhenti meronta. Tubuhnya seolah melemah. Menatap Changmin sendu dengan bulir air yang terlihat membasahi kedua pipinya. Wajahnya memerah.
"Kau mau aku memanggil Siwon?" Tanya Chamgmin menegaskan. Kyuhyun kembali meronta. Dilepasnya genggaman tangan Changmin yang terasa melemah. Kembali ia menyudutkan dirinya disudut ranjang. Changmin beranjak dari posisinya, "Aku akan memanggil suster ke sini untuk menenangkanmu."
Siwon Siwon Siwon Siwon….
Hanya nama itu yang Kyuhyun ucapkan –meski tanpa suara. Changmin membeku ditempatnya. "A—aku akan mencarinya, berhentilah menangis Kyu~" ucap Changmin lemah. Kemudian melangkahkan kakinya. Keluar ruangan.
Kyuhyun menekuk kedua lututnya. Dingin. Ya atmosfer disekitarnya terasa dingin. Ia butuh Siwon.
Kyuhyun takut.
.
.
A Regret
.
.
"Siwon!" suara itu seolah membangunkan seorang pria tampan dengan postur tubuh tingginya itu dari lamunannya. Pria berbalut kaos putih dan celana jeans panjang itu terlihat tengah menyenderkan tubuhnya pada dinding koridor rumah sakit tak jauh dari kamar Kyuhyun dirawat. Siwon menoleh, mendapati Changmin yang sedang berjalan terburu ke arahnya.
Alisnya tertaut. "Ada apa?" tanyanya datar.
Changmin tampak memburu napasnya. Terimakasih pada kedua kaki jenjangnya sehingga ia tak butuh waktu lama untuk menghampiri Siwon. "Kyu…..Kyuhyun.."
Siwon terdiam. Melihat Changmin dengan tatapan menyelidik.
"Kyu….Dia membutuhkanmu!" Changmin melanjutkan ucapannya.
"Apa maksudmu?" Siwon masih tak mengerti arah pembicaraan Changmin.
"Kyu… Dia menangis. Aku tak tahu apa yang terjadi padanya. Dia terus saja memanggil namamu!" Changmin menjelaskan. Menatap kedua manik elang milik Siwon tajam.
"Shit! Apa yang kau lakukan padanya Changmin-ah? Kau membuatnya menangis?" Tanya Siwon dengan tingkat oktaf suara ditinggikan. Tangannya menarik kerah baju Changmin kuat.
"Aku tidak melakukan apa-apa!" jawab Changmin membela diri.
"Jangan berbohong! Kau menciumnya! Aku melihatnya tadi!"
Changmin gerang. Mengapa Siwon membentaknya? Bukankah itu hal yang wajar dilakukannya mengingat ia masih menyandang status sebagai kekasih Kyuhyun?
"Fuck you Siwon! Dia kekasihku! Aku berhak menciumnya!" jawab Changmin kasar. Mencoba melepaskan cengkeraman tangan Siwon pada kerah bajunya.
"Tapi dia ISTRIKU!" ucap Siwon tak kalah kasar. "Aku yang berhak atas dirinya, bukan KAU!" lanjutnya sarkastik. Changmin terdiam. Hembusan napasnya dengan napas Siwon seolah beradu. Saling memburu. Marah. Siwon tak sedikitpun melepaskan cengkeraman tangannya pada kerah bajhu Changmin. Ya mereka sama-sama diliputi kemarahan luar biasa. Siapa yang benar? Dan siapa yang patut dipersalahkan?
Changmin tersenyum meremehkan. Mendecih pelan. "Dia istrimu tapi dia tidak mencintaimu! Dia membencimu! Kau harus ingat itu Choi Siwon!"
Siwon terdiam. Menatap Changmin tajam. Matanya memerah. Apa yang baru saja diucapkan Changmin memang benar.
Cho Kyuhyun memang menyandang status sebagai istrinya, tapi Kyuhyun sama sekali tak mencintainya.
Miris. Ya Siwon merasa kalah telak. Merasakan cengkeraman tangan Siwon pada kerah bajunya melemah, Changminpun meronta. Menepis kasar tangan tersebut. Membuat Siwon sedikit terdorong kebelakang. Menabrak dinding di belakangnya.
"Kau tak bisa menjawabnya huh? Aku benar kan?" Changmin tersenyum. Merasa menang melawan Choi Siwon.
Changmin memang terlahir menjadi sepupu seorang Choi Siwon. Selama ini ia selalu mematuhi apapun perintah Siwon karena merasa berhutang budi padanya. Keluarga Choi mempunyai andil yang sangat besar terhadap kemajuan perusahaan Ayahnya, Tuan Shim. Siwonpun selalu menawarkan diri membantu Changmin jika ia sedang berada dimasa sulit. Namun sekarang, Changmin tak bisa terus-menerus berada dibawah naungan Siwon. Siwon tak berhak untuk mengatur hidupnya lagi. Ia punya hak atas hidupnya. Bukankah Siwon orang pertama yang memaksanya untuk berpura-pura mencintai Kyuhyun dan menjaganya? Bukankah Siwon yang menyuruhnya untuk selalu berada disisi Kyuhyun? Lantas mengapa seolah Siwon menyalahkan Changmin atas segalanya?
"Damn you Changmin! Dia memang tak mencintaiku sekarang , tapi akan aku pastikan ia akan mencintaiku setelah ini."
"Setelah ini?" Changmin mengerutkan dahinya.
"Ya, setelah ini."
"Tsk, Bukankah kau bilang kau akan menceraikannya?"
"For the God's sake, aku tak akan pernah menceraikannya!"
"Tapi kau yang menyuruhku untuk mencintainya! Menjaganya! Berada disisinya!"
"Itu dulu! Aku tarik kembali ucapanku! Serahkan Kyuhyun padaku, aku yang akan menjaganya!" ucap Siwon lantang. Hey ayolah, Siwon telah dinyatakan sembuh total dari penyakitnya. Dan ia sangat mencintai Kyuhyun. Lantas apa yang salah jika ia ingin mengambil alih posisi Changmin dihati Kyuhyun?
"Apa?" Changmin berucap, menatap Siwon tak percaya. "Kau benar-benar egois Choi Siwon!"
Egois?
Ya Siwon sadar dirinya memang egois jika menyangkut Cho Kyuhyun. Ani, Choi Kyuhyun. Bukankah selama ini ia sudah menderita? Bukankah ia sudah cukup tersiksa? Ya, Siwon memang egois, egois untuk mengambil alih penyakit yang diderita Kyuhyun. Egois untuk menderita sendirian. Siwon memang egois, egois memikirkan kebahagiaan Kyuhyun. Ya, ia memang egois.
Kini giliran Siwon yang mendecih pelan, "Mulai saat ini aku yang akan menjaganya! Tugasmu sudah selesai Changmin."
"Kau….."
Ucapan Changmin terhenti saat seorang suster datang menghampiri mereka. Dengan napas yang memburu, suster yang Nampak tak asing bagi Siwon itu berkata, "Tuan Choi, istri anda mengalamai panic attacked . Bisakah Anda ikut saya ke kamarnya?"
Kedua namja berpostur tubuh tinggi itu sama-sama membeku ditempatnya.
"Mwo? Panic attacked?"
"Tadi dokter Lee datang ke kamar Nyonya Choi, mau memeriksa keadaannya karena sebelumnya Tuan Shim melaporkan keadaan Nyonya Choi yang terus saja menangis. Namun saat dokter Lee menghampirinya, Nyonya Choi melempari dokter Lee dengan apapun yang ada didekatnya sambil menangis kencang."
Siwon menghembuskan napas kasar. "Menangis? Kyuhyun tak berhenti menangis? Damn you Changmin! Mengapa kau meninggalkannya sendirian?!" tukas Siwon kasar kemudian melangkahkan kakinya cepat menuju kamar Kyuhyun.
"Aku meninggalkannya untuk mencarimu, Stupid!" jawab Changmin dibelakangnya. Kesal. Ya jelas saja Changmin kesal jika terus disalahkan. Siwon tak menghiraukan ucapan Changmin. Tak ada gunanya berdebat ditengah situasi genting seperti ini. Mengacak kasar surai hitamnya. Frustasi.
Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Kyu
.
.
A Regret
.
.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA SEORANG PASIEN?" suara setengah berteriak itu terdengar keras. Membuat beberapa suster yang sedang menggenggam erat tangan Kyuhyun yang sedang meronta menolehkan wajah ke asal suara. Siwon tampak semakin murka saat dilihatnya kedua mata Kyuhyun yang tampak terkatup erat dengan air mata yang mengalir dikedua sisi pipinya.
"Tuan Choi." Ucap seorang dokter dengan balutan jas putih gading. Dokter Lee.
Siwon menatap Dokter Lee tajam kemudian melangkahkan kakinya ke arah ranjang tempat Kyuhyun terbaring dengan beberapa tangan suster yang tampak mencengkeram tangannya kuat. "Lepaskan tangan kalian! Jadi ini yang kalian lakukan pada seorang pasien huh? Menyakiti pasien?" ujarnya kasar. Kemudian berusaha menepis genggaman tangan suster pada tangan Kyuhyun. Mendengar suara Siwon, Kyuhyun berhenti meronta. Terdiam. Kemudian perlahan membuka matanya. Dilihatnya Siwon yang tengah menatap nyalang para suster yang sebenarnya hanya menjalani tugasnya.
Siwon…
Ucap Kyuhyun meski tanpa suara. Kyuhyun beranjak dari posisi tidurnya kemudian memeluk Siwon erat. Kembali menangis sejadi-jadinya.
"Sssshhh~ Kyunnie tenanglah~ Apa yang mereka lakukan padamu, eoh?" Tanya Siwon seraya mengelus lembut punggung Kyuhyun. Kyuhyun masih menangis. Siwon dapat merasakan tubuh Kyuhyun bergetar. Kedua manik elang miliknya menyusuri ke seluruh penjuru ruangan. Dilihatnya ruangan yang tampak berantakan dengan serpihan beling di atas lantai, bantai yang terlempar disudut ruangan, serta meja nakas yang berpindah beberapa sentimeter dari tempatnya.
"Ssshhh tenanglah sayang, kau kenapa hm?" kembali Siwon bertanya. Tanpa menghentikan pergerakan tangannya. Mengelus lembut pungggung Kyuhyun.
Seolah mendapat angin segar, Kyuhyun berhasil mengatur napasnya. Menstabilkan detak jantungya. Ia sendiripun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Yang ia tahu, perasaan takut menyelimutinya. Tubuhnya yang tadinya bergetar, perlahan tampak tenang.
Namja dengan surai brunette sedikit berantakan itu tampak menenggelamkan wajahnya diceruk leher Siwon. Menghirup aroma alami tubuh Siwon yang terasa begitu menenangkan dirinya.
"Maafkan aku Kyu~ semua ini salahku. Seharusnya aku tak meninggalkanmu sendirian."
Kyuhyun menggeleng lemah sebagai respon.
"Jangan menangis lagi sayang, aku janji tak akan pergi kemana-mana. Aku janji akan menjagamu. Maafkan aku~"
Kyuhyun semakin menenggelamkan wajahnya pada perpotangan leher Siwon. Seolah tak ingin melepaskannya lagi.
"Istri Anda mengalami panic attacked Tuan Choi." Ucap Dokter Lee sesaat setelah menyuruh para suster keluar ruangan. Termasuk Changmin. Ia tak diijinkan untuk berada di dalam ruangan.
"Mengapa bisa seperti ini Dok? Dan Hell, apa yang kalian lakukan padanya tadi? Bukankah itu terlalu kasar? Istri saya bukan pasien rumah sakit jiwa!"
"Kami hanya berusaha untuk menenangkannya!" dokter Lee memposisikan dirinya berdiri di seberang ranjang, sehingga Siwon dapat menatapnya –dengan posisi Kyuhyun yang membelakangi Dokter Lee.
"Apa tidak ada cara lain selain cara kasar seperti itu huh?" Tanya Siwon. Masih tersirat nada kesal dalam kalimat yang diucapkannya. Bagaimana ia tidak kesal jika melihat istri yang amat dicintainya diperlakukan seperti itu? Bahkan hingga meninggalkan bekas berwarna biru dipergelangan tangan Kyuhyun. Bukankah itu berlebihan?
"Tak ada lagi yang dapat kami lakukan, istri Anda terus saja melempari benda-benda disekitarnya. Kami hanya ingin memeriksa keadaannya."
"Tapi bukan dengan cara seperti itu Dokter!" Siwon tetap pada pendiriannya. Dokter Lee hanya mampu menghela napas. Kemudia tersenyum lembut. "Kami akan bersikap lebih baik kedepannya, Tuan. Sekarang, istri Anda perlu istirahat." Tukas Dokter Lee membuat Siwon menganggukkan kepalanya.
"Aku akan menjaganya, Dok. Terimakasih."
"Saya akan meminta Suster untuk kembali mengantarkan beberapa obat penenang untuk Nyonya Choi." Ucap Dokter Lee dengan senyuman hangatnya.
Kembali? Oh ya, jelas saja tadi para suster datang membawa beberapa obat penenang, namun Kyuhyun menepisnya hingga obat tersebut berserakan di atas lantai.
Siwon membalas senyum dokter Lee, "Baik Dok, maaf jika saya bersikap tidak sopan."
"Tidak apa-apa Tuan Choi, saya mengerti. Baiklah, saya permisi."
Dokter Lee berlalu. Meninggalkan kedua pasangan suami istri yang mash tetap pada posisinya semula. Keheningan menyelimuti keduanya.
Siwon tersenyum lembut. Mendapati Kyuhyun yang memeluk tubuhnya erat membuatnya berharap. Ya, berharap Kyuhyun akan mencintainya. Atau mungkin Kyuhyun sudah mencintainya?
"Kyu~ kau sudah membaik?"
Kyuhyun mengangguk lemah.
"Kalau begitu kau sudah memafkan aku kan?"
Kali ini Kyuhyun menggeleng.
"Hey, kau marah padaku huh?"
Kyuhyun melepaskan pelukannya. Membuat Siwon kecewa sesaat. Kemudian menatap Siwon dengan kedua mata yang tampak lebam –akibat terlalu banyak menangis.
Aku membencimu Choi Siwon bodoh!
Ucapnya. Tentu saja membuat Siwon bingung. Ia tak mengerti apa yang baru saja diucapkan Kyuhyun. Jelas saja, Kyuhyun hanya menggerakkan mulutnya, tak mengeluarkan suara.
"A—aku tak mengerti apa yang baru saja kau katakana Kyu.."
Kyuhyun tersenyum. Hey, akhirnya namja bersurai brunette itu tersenyum. Siwon tak dapat menahan keinginannya. Mengacak surai berantakan milik Kyuhyun.
"Istriku terlihat lebih cantik kalau tersenyum! Cha! Istirahatlah Kyu~ kau pasti lelah."
Kyuhyun menggeleng keras.
"Hey hey, apa kau tidak lelah huh?" Siwon mencubit pelan hidung Kyuhyun. Membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya lucu.
"Jangan mempoutkan bibirmu seperti itu! Aku tidak tahan melihatnya." Siwon menggerakkan tangannya menutup mulut Kyuhyun yang langsung saja ditepis oleh Kyu. Lembut.
Lemah.
Ya, Siwon akui dia sangat lemah jika melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya seperti itu. Membuatnya tak tahan untuk meraup bibir plum indah itu.
Namun Kyuhyun tak berhenti mengerecutkan bibirnya. Bahkan ia menatap Siwon dengan tatapan polos. Membuat Siwon frustasi.
"Aish anak ini ! kau baru saja menangis, dan sekarang malah menggodaku." Siwon menyilangkan kedua lengannya didepan dada. Berpura-pura kesal.
Kyuhyun menggerakkan tangannya. Menangkupkan kedua tangannya dipipi Siwon. Siwon terpekur. Ditatapnya Kyuhyun yang tengah memandangnya dengan tatapan yang tak dapat ia artikan. Membuat jantungnya seolah berdegup dengan kencang. Semburat merah kini terlihat di kedua pipi tirusnya. Membuat Kyuhyun terkekeh.
"Jangan tertawa! Kau senang sekali menggodaku, huh?"
Aku tidak menggodamu, kau terlihat lucu
Jawab Kyuhyun. Namun tetap saja Siwon tak mengerti. Siwon mengacak surai hitamnya frustasi. "Aish, bisakah kau mengetikkan apa yang ingin kau ucapkan di ponsel?"
Kyuhyun menatap Siwon bingung. Ia benar-benar tidak ingat meletakkan Ponsel milik Siwon dimana. Koreksi, ia benar-benar tidak ingat sudah melempar ponsel Siwon kemana.
"Jangan bilang, kau melempar ponselku juga."
Kyuhyun mengangguk sebagai jawaban. Kemudian menundukkan wajahnya. Terlihat menyesal. Siwon menghembuskan napas kasar. "Tidak apa-apa, aku akan mencarinya nanti. Lebih baik sekarang kau istirahat dulu ya~" Siwon berusaha membaringkan tubuh Kyuhyun. Namun tangan Kyuhyun menghentikan pergerakannya.
Aku kedinginan
Ucapnya dengan mengeja huruf pelan. Hal itu ia lakukan agar Siwon dapat mengerti apa yang dia ucapkan. Namun Siwon hanya menatapnya bingung.
Choi Siwon, hangatkan aku!
"Mwo? Menghangatkanmu?"
Entah mendapatkan ilham dari mana, untuk kalimat yang satu itu, Siwon begitu cepat menelaahnya.
Kyuhyun mengangguk. Kemudian mendekati wajah Siwon. Tanpa berpikir panjang, ia mencium bibir Siwon yang tampak terbuka. Dilumatnya bibir bagian atas dengan lembut. Membuat Siwon terpaku tak berkutik ditempatnya. Matanya membulat. Namun instingnya berjalan begitu cepat. Ia membalas ciuman Kyuhyun. Selanjutnya, mereka saling memagut bibir satu sama lain. Tak perlu waktu lama hingga terdengar bunyi kecipak saliva. Ya, mereka bertukar saliva. Bermain lidah. Namun Siwon kini mendominasi ciuman dengan memasukkan lidahnya liar. Mengabsen satu persatu bagian didalam rongga mulut Kyuhyun.
Merasa dirinya kekurangan oksigen, Kyuhyun melepaskan ciumannya. Menciptakan satu garis lurus saliva yang terhubung diantara bibir keduanya.
"Kau….benar-benar good kisser Kyunnie~" tukas Siwon. Membuat Kyuhyun memukul lengannya pelan. Wajahnya memerah. Oh, tentu saja.
Sekarang, aku mau itu!
Mulut Kyuhyun terbuka. Mengucapkan satu kalimat. Matanya tertuju pada bagian…..
Pada bagian bawah Siwon. Siwon menatap Kyuhyun tak percaya "A—apa yang kau lihat?"
Hangatkan aku Siwon
Siwon masih tak mengerti. Dilihatnya Kyuhyun yang masih menatap….em…bagian bawahnya tajam.
"K-Kyu….."
Merasa gemas sekaligus kesal karena Siwon tak kunjung mengerti, Kyuhyun menggerakkan tangannya. Meletakannya tepat di atas bagian yang ia maksud.
SHIT!
.
.
TBC
A/n : Hey you pervert reader! Hahaha apa yang kalian pikirin hayo~ /kikik kikik/ duh gak kuat bikin Kyuhyun begitu. Kalau ada yang nanya kenapa kyuhyun bisa seagressive itu jangan Tanya saya ya.. saya juga ga tau..Tanya aja sendiri ke orangnya ^^ hahah.. abis nangis, malah kaya gitu /cubit pipi Kyu. Oya, maaf kalo banyak typos. Dan kalo ada pertanyaan, bisa PM saya. Makasih banyak buat yang udah reviews di chapter sebelumnya ^^ /ciumsatusatu. Review kalian beneran bkin aku semangat lanjutin cerita absurd nan gaje ini. Gimana chapter ini? Kurang puas? Wonkyu kurang memuaskan kalian? LoL.
Mind to gimme review?
Sign,
Cherry
