Team Kiseki No Sedai And Team Densetsu Day
.
.
Fujimaki Tadatoshi is the rightful owner of Kuroko No Basuke
This story is owned by me
Rated: T
Pairing: Generation Miracle x OC
Genre: Humor, Romance
.
.
Enjoy It!
.
Chapter 2 : Kencan Dan Stalker !?
Ditaman bermain Happy Land….
Terlihatlah Kise dengan muka cemberut tengah digandeng oleh Rei.
"Hei idolaku! Sekarang kita mau kemana?" Tanya Rei dengan ceria kepada Kise.
"Terserah…" Jawab Kise masih dengan muka cemberut.
"Hei! Idolaku! Jangan mukanya cemberut begitu! Ayo tersenyum! Lagipula hari ini aku kan yang telah mengajak dan membeli tiket masuk kita berdua dengan uangku tambah aku tadi sudah 1 jam 5 menit 47 detik menunggu antrian loket taman bermain ini, juga aku akan mentraktir apa saja yang kau mau jadinya kau harus tersenyum senang!" Ucap Rei panjang kali lebar.
'Bukan itu masalahnya tau! Tsu.' Batin Kise kesal.
"Iya! Iya! Tsu…" Ucap Kise pasrah.
"Nah, bagus! Sekarang kita kesana!" Ucap Rei menunjuk roller coaster.
"Hah!?" Ucap Kise sambil menatap roller coaster itu dengan tatapan horror.
"Ayo, idolaku!" Ucap Rei semangat sambil menarik tangan Kise dengan paksa.
"TIDAAAAAAKKKKK!" Teriak Kise.
Sementara itu di beberapa meter dibelakang Kise dan Rei terlihatlah 6 orang yang tengah mengikuti Kise dan Rei.
"Ano…" Celetuk Kuroko.
"Hm? Kenapa Kuroko-san?" Tanya Saaya.
"Umm…Kenapa aku juga harus mengikuti Kise-kun bersama pacar barunya seperti kalian lakukan sekarang ini? Bukankah ini tidak baik?"
"Ehehehe….Tapi Bukankah ini menyenangkan, Kuroko-san?"
"Uh…Tapi mengikuti orang lagi kencan kan gak baik apalagi kalau sesama teman sangat tak baik…"
"Mou! Tetsu-kun jangan berkata seperti itu! Walaupun tak baik tapi ini sangat menyenangkan!" Ucap Momoi dengan mulut yang dikerucutin.
Kuroko hanya menghela nafas.
"Ngomong-ngomong siapa yang mengusulkan ide ini?" Tanya Kuroko.
"Aku…" Ucap Akari.
"Eh? Akari-san yang mengusulkan ide ini?" Ucap Kuroko tak percaya.
"Ya! Habisnya ini sangat menyenangkan! Apalagi kalau yaoi!" Ucap Akari semangat.
"Eh? Jangan-jangan kalian ini…." Ucap Kuroko.
"Yap! Kami…" Ucap Akari.
"Ini…" Ucap Momo.
"Sebenarnya…" Ucap Momoi.
"Adalah…" Ucap Saaya.
"FUJOSHI!" Teriak Akari, Momo, Momoi, Saaya serempak.
"Sudah kuduga…" Ucap Kuroko sambil menghela nafas.
Sementara Akashi yang sedari tadi diam hanya menghela nafas.
"Mitte! Mitte! Kami sudah membuat komik yaoi nya loh! Kalau kau mau beli silakan hubungin nomor ini dan nanti akan kami antar pesanannya secara langsung dan cepat atau kau bisa membelinya di kami langsung! Selain itu ada komik-komik yaoi lainnya, juga kalau kau membeli 10 komik yaoi ini nanti bonus 1 jepretan foto yaoi yang kami ambil diam-diam! Kalau kau berminat buruan belinya sebelum kehabisan karena komik ini sangat laku loh!" Ucap Momo sambil mempromosiin komik buatan dirinya berserta buatan Akari, Momoi, dan Saaya.
'Aku tidak menyangka kalau ada banyak orang yang suka dengan komik seperti ini…' Batin Kuroko sambil sweat drop melihat komik yaoi yang sedang di promosiin oleh Momo.
Dan tiba-tiba Kuroko membelalakkan matanya dan…Dan…Dan…(Reader:"Woi cepetan dong!" Princess:"Penasaran? Mau bayar berapa?" *Ditendang Reader*)
"T-Tidak mungkin….I-I-Ini kan…" Ucap Kuroko terbata-bata.
"Apa yang kau lihat Tetsuya?" Tanya Akashi sambil mendekat kearah Kuroko karena penasaran.
"Eh? S-Sebaiknya Akashi-kun jangan melihat ini." Ucap Kuroko sambil menutup buku komik yang sedang dia baca.
"Berikan buku itu!" Perintah Akashi.
"Tapi ini…" Ucap Kuroko yang langsung dipotong oleh Akashi.
"Kubilang….Berikan buku itu Tetsuya!" Ucap Akashi sambil mengeluarkan gunting dari saku nya.
Ckriss! Ckriss!
Deg!
"B-Baiklah ini, Akashi-kun…" Ucap Kuroko sambil memberikan buku itu pada Akashi.
Dan Akashi menerima buku tersebut lalu membuka buku itu dan….
Jreng! Jreng! Jreng!
Akashi membelalakkan matanya tak percaya.
Kuroko menghela nafas pasrah.
Akari hanya cengengesan.
Momo tersenyum miris.
Momoi berdoa komat kamit.
Saaya tersenyum paksa.
"Akari…" ucap Akashi dengan nada yang mengerikan beserta dengan aura gelap nya dan semua yang berada didekat Akashi pun mundur 10 langkah (Minus Akari).
"Ya?" Jawab Akari seolah-olah gak berbuat salah.
"Apa maksudnya ini?" Ucap Akashi sambil menunjuk gambar dirinya yang sedang berciuman dengan Midorima yang berada dikomik tersebut.
"Ah, itu…Komik doujinshi yang aku buat minggu lalu…" Ucap Akari sambil menjentikkan jarinya.
"Yang kutanya bukan kapan kau membuatnya tapi kenapa kau membuat aku dan Shintarou sedang berciuman disini?" Ucap Akashi sambil menatap tajam kearah Akari.
"Oh, itu karena waktu itu aku melihat buku album onii-chan dan foto disana kebanyakkan onii-chan bersama laki-laki yang mirip Shinji-kun itu atau lebih tepatnya kakaknya Shinji-kun jadi kupikir onii-chan berpacaran dengan nya jadinya aku membuat komik doujinshi tentang onii-chan bersama pacar onii-chan, bagaimana? Apakah onii-chan menyukainya?" Ucap Akari panjang lebar dengan wajah tampa dosa.
Tiinggg….
Hening….
Tak ada yang bicara seolah-olah waktu dunia berhenti.
.
,
"EHHH? AKASHI-KUN BERPACARAN DENGAN MIDORIN?!" Teriak Momoi beserta dengan hujan lokalnya.
'Wah, ternyata Akashi-kun itu homo! Hehe…Mulai sekarang aku harus mendekatinya agar aku bisa membuat komik doujinshi darinya!' Batin Momoi.
"Aku tak menyangka kalau Akashi-kun itu berpacaran dengan Midorima-kun…" Ucap Kuroko sambil memandang Akashi dengan tatapan datar nya.
'Mulai sekarang aku harus menjauhi Akashi-kun agar aku tak tertular virus homo nya!' Batin Kuroko.
Sementara di kediaman Midorima….
Midorima tengah lagi bersin-bersin.
"Ada apa baka aniki? Kenapa kau bersin-bersin seperti itu? B-Bukan berarti aku memperdulikanmu loh! H-Hanya saja aku cuma heran." Ucap Shinji yang ke tsundere an nya mulai kumat lagi.
"Entalah…Tapi sepertinya ada yang sedang membicarakan aku dengan Akashi sedang berciuman, nanodayo." Ucap Midorima sambil menggosok hidungnya."
Dan setelah itu di kediaman Midorima pun terdengar suara ledakan tawa yang membahana.
Balik lagi ke taman bermain Happy Land…
"Dengar Akari….Onii-chan mu ini tidak berpacaran dengan orang yang ada difoto album itu atau biasa kupanggil Shintarou, kami hanya sebatas TEMAN saja bukan lebih dari itu." Ucap Akashi yang sengaja diberi penekanan pada kata teman.
"Heee…Sejak kapan onii-chan jadi tsundere seperti Shinji-kun? Ayolah, onii-chan…Ngaku saja kalau kau memang berpacaran dengannya tak perlu ditutupi lagi…" Ucap Akari.
Sementara di kediaman Midorima lagi….
Shinji yang tangah asyik menertawakan aniki nya, tiba-tiba bersin-bersin seperti apa yang dialami aniki nya tadi.
"Ada apa baka ototou? Kenapa kau bersin-bersin seperti itu? B-Bukan berarti aku memperdulikanmu loh! H-Hanya saja aku cuma heran, nanodayo." Ucap Midorima yang sama persis seperti apa yang dikatakan Shinji tadi.
"Tidak apa-apa kok baka aniki…Hanya saja aku merasa ada yang membicarakan ke tsundere an ku…T-Tapi b-bukan berarti aku tsundere loh!" Ucap Shinji yang lagi-lagi ke tsundere an nya kumat.
Sementara Midorima hanya tertawa kecil melihat adiknya yang sama tsundere kaya dia sendiri (Princess:"Akhirnya Shintarou-san sadar juga kalau kau itu tsundere." Midorima:"URUSAI!" *melempar author ke dalam ring basket*).
Balik lagi ke taman bermain Happy Land….
"Sudah kubilang aku tidak berpacaran dengan Shintarou!"
"Tidak pasti onii-chan berpacaran dengannya!"
Dan Akashi dan Akari pun mulai berdebat.
"Huff…Lagi-lagi Akari-chan bertengkar dengan Akashi-kun…" Ucap Momoi sambil menatap Akari dan Akashi yang lagi bertengkar.
"Dan lagi sekarang kita sudah ditinggal oleh Ki-chan dan Kiri-chan (Note: Momo selalu memanggil Rei dengan sebutan Kiri-chan dari kata KIRIshima)…Huh!" Ucap Momo sambil mendengus kesal.
"Umm…Kalau gitu bagaimana kita bujuk mereka untuk diam? Kalau mereka gak mau, kita tinggal saja mereka, bagaimana?" Usul Saaya.
"Ide yang bagus tapi siapa yang mau ngebujuk mereka?" Tanya Kuroko.
.
.
Hening….
.
.
Yang terdengar hanyalah suara debatan Akashi dan Akari atau orang lain.
.
.
"M-Momo kau saja ya?" Ucap Momoi sambil menunjuk Momo.
"Ehh? T-Tapi aku tak pintar dalam ngebujuk orang!" Ucap Momo.
'Alasan….' Batin Momoi, Saaya, dan Kuroko secara bersamaan.
"Kalau gitu Hime-chan kau saja ya?" Ucap Momoi sambil menunjuk Saaya.
"Eh!? A-Aku juga tak bisa…B-Bagaimana kalau Kuroko-san saja? Lagipula Kuroko-san kan laki-laki jadi laki-laki harus mengalah sama perempuan" Ucap Saaya sambil menunjuk Kuroko.
Kuroko hanya menghela nafas.
"Baiklah…" Ucap Kuroko pasrah.
Dan terlihatlah Momoi, Momo, dan Saaya tengah berteriak hore. Sementara Kuroko pun berjalan pelan-pelan ke Akashi dan Akari yang tengah berdebat.
"Ano…Akashi-kun…Akari-san…" Celetuk Kuroko ditengah perdebatan Akashi dan Akari.
Akashi dan Akari pun menoleh dengan pandangan maut andalan mereka yang membuat orang disekitarnya langsung bergidik ngeri walaupun begitu Kuroko tetap masih memasang wajah datarnya seolah-olah dia tak takut.
"Akashi-kun dan Akari-san sebaiknya kalian berdua berhenti bertengkar…Kise-kun bersama pacarnya sudah meninggalkan kita loh…" Ucap Kuroko.
.
.
"EHHH!? REI-KUN SUDAH MENINGGALKAN KITA?! " Teriak Akari dan Kuroko hanya menggangukkan kepalanya.
"Ukh, ini gara-gara onii-chan sih!" Ucap Akari sambil mendengus kesal.
"Apa? Kau bilang ini salahku? Tidak bukan aku…Tapi kau Akari! Kaulah yang salah! Aku ini selalu menang jadi aku selalu benar…" Ucap Akashi.
"Heh, menang? Tadi saja kau baru saja kalah onii-chan…Apanya yang selalu menang?" Ucap Akari dengan nada mengejek.
"Akari…" Ucap Akashi menggeram dan hampir saja Akashi mau melempar gunting merah kesayangannya itu ke Akari tapi untunglah disana ada Kuroko yang menghentikannya.
"Akashi-kun sudahlah…Disini banyak orang yang lewat jadi jangan buat keributan ditengah kerumunan orang seperti ini…" Ucap Kuroko.
"Huh! Kau benar Tetsuya…Akari kita tunda dulu pertarungannya nanti dirumah kita lanjutkan…" Ucap Akashi sambil memasukkan gunting merahnya itu.
"Terserah apa kata onii-chan…Yang jelas sekarang ayo kita ikuti Rei-kun! Ayo kita ke roller coaster!" Ucap Akari semangat dan menyeret Akashi yang diikuti oleh Kuroko, Momoi, Momo, dan Saaya.
Ditempat Kise dan Rei…
Kise dan Rei sekarang sudah duduk ditempat duduk roller coaster tersebut
Kise tengah menatap rintangan roller coaster yang ada didepannya dan bisa dibilang sangat ekstrim sekali.
'Aku akan mati, tsu…' Batin Kise sambil menatap horror rintangan roller coaster itu.
"Ada apa idolaku? Dari tadi kau diam terus apa ada masalah?" Tanya Rei.
"A-" Ucap Kise yang tapi terpotong dengan perkataan Rei.
"Oh! Roller coaster nya sudah jalan!" Ucap Rei girang.
"TIDAAAAAKKK! AKU AKAN MATI KARENA SAKIT JANTUNGAN! KIRA TOLONG HIDUPKAN AKU DENGAN LIFE NOTE! BUKAN DEATH NOTE! TSU!" Teriak Kise.
Sementara Rei hanya menatap Kise dengan tatapan kebingungan.
"Kira? Life Note? Death Note? Apaan tuh? T-Tunggu jangan-jangan Kira itu…KIRA ITU PACARMU!? TIDAAAAAKKKKK!" Teriak Rei frustrasi sambil memegang kepalanya.
Sementara di fandom sebelah…
Raito Yagami yang tengah lagi santai menulis nama-nama penjahat dibuku Death Note nya tiba-tiba dia bersin-bersin.
"Ada apa Raito? Kok kamu bersin-bersin?" Tanya Ryuk kepo.
"Ada seseorang yang sedang membicarakan kegantenganku dan juga sekaligus ada yang membicarakan kalau aku berpacaran dengan seseorang dengan rambut pirang!" Ucap Raito sambil mencak-mencak sekalian juga narsis.
Sementara Ryuk yang mendengar itu tertawa sambil berguling-guling tak jelas hasilnya dia malah keselek sama apel yang dia makan sendiri.
Balik ke fandom semula…
Rei masih tetap bingung dengan kata-kata absurd dari Kise tadi sampai-sampai dia tidak menyadari kalau orang yang duduk disebelahnya (Baca: Kise) yang sudah sekarat dan mau pingsan.
*Yak, mari kita doakan nasib Kise yang tengah melewati rintangan roller coaster yang super ekstrim itu dan seseorang tolong beritahu Rei apa yang dimaksud Kira, Life Note, dan Death Note.*
Sementara itu…Para stalker Kise dan Rei…
"Uwooo…Sepertinya mereka terlihat sedang bersenang-senang…" Ucap Saaya sambil memperhatikan Kise dan Rei dengan teropong yang entah dari mana asalnya.
"Eh? Hime-chan dari mana kau mendapatkan teropong itu?" Tanya Momoi.
"Oh, ini teropong ini tadi kupinjam dari Kuroko-san…" Ucap Saaya.
"Eh? Tetsu-kun? Loh, memang sejak kapan kau bawa teropong, Tetsu-kun?" Tanya Momoi.
"Ah, itu aku pinjam dari lelaki yang ada disana…" Ucap Kuroko sambil menunjuk seseorang laki-laki yang terlihat seperti mencari sesuatu.
"TIDAK! KEMANA TEROPONGKU!? KENAPA BISA MENGHILANG!?" Teriak laki-laki itu sambil mencari-cari teropongnya yang menghilang.
"Err…Tetsu-kun sepertinya waktu kau meminjam teropongnya dia tak melihatmu karena kau menggunakan misdirection mu…" Ucap Momoi sweatdrop melihat laki-laki itu sedang mencari teropong miliknya yang padahal sekarang ada ditangan Saaya.
"Sepertinya begitu…" Ucap Kuroko.
"Lain kali jangan pakai misdirection mu waktu sedang meminjam barang pada orang lain, Tetsuya…" Ucap Akashi.
"Kalau gitu kau harus meminta maaf padanya walaupun kau sudah bilang meminjamnya, Tetsu-kun…Eh, bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan seperti onee-chan?" Ucap Momo.
Kuroko hanya mengganguk dan dia pun berjalan mengarah laki-laki itu yang sedang mencari teropongnya dan waktu Kuroko memanggilnya, laki-laki itu kaget seperti orang lagi melihat hantu karena tadi dia tak merasa ada seseorang berdiri didepannya.
"HUWAAA! S-S-SEJAK KAPAN KAU ADA DISANA!?" Teriak laki-laki itu.
"Aku baru ada disini kok…" Ucap Kuroko.
"L-Lalu kau mau apa?" Tanya laki-laki itu takut-takut didepannya ini adalah hantu.
Dan Kuroko pun langsung meminta maaf karena sudah mengambil teropong milik laki-laki tersebut (Walaupun Kuroko sudah bilang mau meminjamnya tadi) tapi akhirnya dia dimaafkan dan diperbolehkan untuk meminjamnya.
Sementara Akari tengah diam menatap Kuroko dengan intens dan memikirkan sesuatu.
'Ternyata benar dugaanku…Dia mirip sekali dengannya…Aku tak percaya kalau onii-chan memiliki anggota yang bisa mirip dengan salah satu anggota timku… Kalau begini timku dan tim onii-chan bisa seimbang…' Batin Akari.
"Akari-chan!" Teriak Saaya menyadari Akari dari pemikirannya.
"Ya?" Ucap Akari.
"Apa yang kau pikirkan, sih?"
"Tidak apa-apa kok… Bukan hal yang penting…"
Saaya hanya menaikkan satu alisnya dan menatap Akari dengan pandangan menyelidik tapi sia-sia ia melakukannya karena dari manapun dia melihat Akari dia tak dapat mengerti apa yang dipikirkan oleh gadis bersurai merah itu. Saaya hanya menghela nafas.
"Ya, sudah…Ngomong-ngomong Kiri-kun (Note: Saaya selalu memanggil Rei dengan Kiri-kun yang berasal dari yah, sama deh penjelasnya kaya Momo, aku malas buat nulisnya lagi *Diracuni para reader*) dan pacarnya sudah turun dari roller coasternya loh!" Ucap Saaya.
"APA!? Kalau gitu, ayo kita ikuti mereka lagi!" Ucap Akari kembali semangat sementara yang lain hanya mengikuti Akari dan Kuroko sudah mengembalikan teropong itu ke pemiliknya dan berterima kasih setelah itu baru dia menyusul yang lain.
Sementara Kise dan Rei…
"Ukh…Rasanya aku mual…Tsu…" Ucap Kise yang tengah berjalan sempoyongan.
"Bertahanlah idolaku! Aku akan segera membelikanmu air! Kau duduk disini saja!" Ucap Rei sambil membantu Kise unutk duduk dibangku yang panjang dan segera berlari ke stand minuman terdekat dari dirinya.
'Lain kali aku tak akan naik roller coaster lagi, dan sekarang terlebihnya lagi… Batin Kise.
Lalu Kise langsung celingak-celinguk.
'Aku merasa ada yang mengawasiku atau itu hanya perasaanku saja ya, tsu…' Batin Kise sambil merasa was-was.
"Idolaku ini minumannya!" Ucap Rei sambil menyodorkan minuman air mineral itu ke Kise.
"Arigatou, tsu…" Ucap Kise menerima minuman tersebut dan segera menegaknya hingga tinggal setengah sementara Rei hanya tersenyum tipis.
"Bagaimana sudah merasa baikan?" Tanya Rei.
"Ya, sedikit, tsu…" Ucap Kise.
"Kau masih bisa berjalan kan?"
"Ya…"
"Kalau gitu, ayo kita jalan kembali."
Kise hanya menggaguk dan dia kembali berjalan kembali bersama Rei.
Sementara para stalker Kise dan Rei…
"KYAAA! KIRI-CHAN SUNGGUH ROMANTIS SEKALI!" Teriak Momoi histeris.
"BENAR! Seorang seme membantu seorang uke waktu sang uke lagi kesusahan! ADUH ROMANTIS BANGET!" Ucap Momo.
"KYAAA! BENAR-BENAR ROMANTIS!" Teriak Momoi dan Momo bersamaan dan Akashi bersama Kuroko hanya sweat drop melihatnya.
'Apanya yang romantis?' Batin Akashi dan Kuroko bersamaan tak mengerti jalan pemikiran Momoi dan Momo.
Sementara Akari dan Saaya…
"Wah, sepertinya ini bisa buat bahan doujinshi kita, Akari-chan!" Bisik Saaya.
"Benar! Mulai sekarang aku akan membuat doujinshi tentang Rei-kun dangan pacarnya itu!" Bisik Akari balik.
Dan mereka pun tertawa cekikikan dan membuat Akashi dan Kuroko kembali sweatdrop.
"Aku tak menyangka kalau adikmu Akashi-kun bisa segila begitu dengan hal begituan sampai-sampai dia jadi terlihat aneh…" Ucap Kuroko datar dan perkataan itu hanya membuat Akashi diam tak bisa menjawab apa-apa dan ini adalah pertama kalinya ia kalah berdebat dengan Kuroko padahal biasanya ia pasti selalu menang dalam debat apapun dan Akashi mulai berpikir hari ini dia terus kalah, tadi kalah dalam bermain basket melawan tim Densetsu, sekarang ia kalah dengan Kuroko dalam perdebatan, apakah dewi fortuna sedang tak berpihak padanya? Apakah ini karena dia sering melempar gunting jadinya dewi fortuna sedang menghukumnya, kah?
'Akari kau baru saja mempermalukan keluarga Akashi terhadap orang lain…Ayah pasti akan marah kalau sampai tau ini…' Batin Akashi facepalm.
Sementara itu dikuburan, kakek moyang keluarga Akashi sedang menungging tak jelas di dekat kuburannya sambil memasang wajah kesal.
Oke balik lagi ke taman Happy Land…
"Idolaku, bagaimana kalau kita istirahat dulu dan makan di Maji Burger itu?"
"Ide yang bagus, tsu!" Ucap Kise semangat waktu mendengar kata makan.
"Kalau gitu, ayo kita masuk!" Ucap Rei sambil menarik tangan Kise.
Kise hanya pasrah tangannya ditarik oleh Rei.
"Ah! Mereka masuk ke Maji Burger!" Ucap Saaya.
"Kalau gitu, ayo kita masuk juga!" Ucap Akari.
Momoi, Momo, Saaya, dan Kuroko langsung mengganguk sementara Akashi hanya pasrah saja seperti Kise.
Didalam Maji Burger…
"Wah, idolaku ternyata kita punya selera yang sama! Apakah ini takdir?" Ucap Rei dengan mata bilnk blink karena Kise memakan burger yang sama sepertinya.
Sementara Kise hanya memakan burger nya sambil mengacuhkan apa yang dikatakan Rei. Kise pun memutar bola matanya dengan malas mengarah ke jendela yang ada disebelahnya (Note: Rei dan Kise duduk di posisi tempat duduknya dekat dengan jendela dan paling pojok.).
Dan saat Kise lagi mengunyah burger nya tiba-tiba dia membelalakkan matanya tak percaya dengan hal yang dilihatnya dia langsung mengucek mata, dan setelah dia mengucek matanya dia kembali melihat kearah jendela lagi dan orang yang membuatnya kaget sudah tak ada lagi disana.
"Ada apa idolaku?"
"Tak apa-apa, tsu."
'T-Tadi barusan aku melihat Kuroko-chi t-tapi mana mungkin Kuroko-chi ada disini, sih…Pasti hanya perasaanku saja, tsu…' Batin Kise sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara dimeja tempat duduk para stalker Kise dan Rei…
"APAAA!? TADI KAU HAMPIR KETAHUAN SAMA KI-CHAN!?" Teriak Momoi.
"Ya…Makanya aku menggunakan misdirection ku, dan untungnya Kise-kun tak curiga." Ucap Kuroko sambil menyesap Vanilla Milkshake yang entah sejak kapan sudah dibeli.
"Syukurlah tak ketahuan…" Ucap Momoi sambil menghela nafas lega.
"Ah, mereka mulai bergerak dan…MEREKA KEARAH SINI!? I-INI GAWAT!" Ucap Saaya.
"Momo-chan kau bawa benda itu, kan?" Tanya Akari dengan cepat.
"Ya!"
"Cepat keluarkan!"
"Baik!" Ucap Momo mengerti dan segera mengambil sesuatu di tasnya.
.
.
"Make up dan wig rambut?" Tanya Kuroko.
"Ya! Ini buat penyamaran!" Ucap Momo.
"Kuroko-san kau tak perlu berdandan, sekarang kau cukup memakai misdirection mu agar tak terlihat oleh Kiri-kun! Cepat!" Ucap Saaya.
"Baik." Ucap Kuroko sambil menggunakan misdirection nya dan dia pun menghilang.
Dan Saaya dan Momoi, dan Momo langsung mengambil alat make up dan wig rambut tersebut dan segera menyamar. Sementara Akari dia mengeluarkan 2 topi dan sebuah 2 penutup mata dari tasnya. Akari langsung memakai salah satu dari 2 topi tersebut dan 2 penutup mata tersebut dengan cepat dan dia menggerai rambutnya (Note: Akari selama ini selalu menguncir rambutnya, kalau kalian penasaran seperti apa tampang Akari, kalian cari aja di Google tentang Kurosaki Mea dari Anime To Love Ru, seperti itulah Akari… Tapi matanya Heterochrome, sebelah kanannya warna matanya kuning dan sebelah kirinya warnanya merah, yah warnanya kebalikkan dari Akashi, deh.).
Setelah Akari selesai dengan penyamarannya dia melihat kearah onii-chan nya yang duduk disebelahnya dan dia terkejut waktu melihat onii-chan nya masih santai-santai saja sambil meminum minumannya dengan tenang tampa melakukan penyamaran atau bersembunyi, padahal Kise sama Rei sudah mau mendekat kearah mereka jarak Kise dan Rei dengan Akashi dkk tinggal 5 meja lagi.
"Onii-chan, kenapa kau masih santai-santai saja?"
"…Buat apa aku harus berdandan seperti itu? Itu hanya akan membuat harga diri seorang Akashi Seijuurou hancur." Ucap Akashi sambil masih tenang.
Akari hanya mendengus kesal dan dia pun melihat kebelakang dan Kise sudah melewati meja ketiga dari barisan meja yang sedang didudukinya.
Akari menghela nafas. "Maaf onii-chan…"
"Ap-!?"
Akari langsung segera menarik tangan Akashi sebelum Akashi menyelesaikan ucapannya dan segera membedakkin muka Akashi tampa izin pemilik muka tersebut.
"Uhuk! Aka-Uhuk! Ri henti-Uhuk! Uhuk! Kan!" Ucap Akashi yang perkataannya tak begitu jelas karena dia berbicara disela batukkannya tapi Akari sama sekali tak mengubrisnya, dia masih serius mendandani onii-chan nya.
Setelah dia selesai mendandani onii-chan nya dia segera memakaikan wig rambut berwarna merah yang panjangnya sama seperti rambut Akari, topi dan penutup mata yang tadi dibawanya, penutup mata itu dipakaikan pada mata kuning nya Akashi seperti Akari, jadinya kini Akari dan Akashi terlihat sama seperti anak perempuan yang kembar. Akashi pun langsung melempar death glare kearah Akari tetapi Akari hanya memasang muka tampa dosa.
Kise dan Rei melewati meja Kuroko dkk begitu saja…
Momoi, Momo, Saaya, dan Akari hanya menghela nafas lega.
Tapi tiba-tiba Kise berhenti berjalan dan berbalik lagi dan berhenti ditempat Kuroko dkk.
"Ada apa idolaku?" Tanya Rei sambil mendekati Kise.
"Tidak, hanya saja aku kok merasakan aura nya Akashi-chi dari sini, ya? Tsu."
DEG!
"Tapi tak mungkin Akashi-chi ada disini ya? Habis yang duduk disinikan perempuan semua lagipula mana mungkin Akashi-chi mau berdandan jadi perempuan, ya? Haha…" Ucap Kise sambil tertawa kecil.
Dan sekali lagi, Momoi, Momo, Saaya, dan Akari hanya menghela nafas lega.
"Tapi kok dia pakai baju laki-laki ya?" Tanya Kise dengan polos sambil menunjuk Akashi.
Tinggg…
.
.
"Err… Dia ini… sedang lagi cosplay, ya! Dia lagi sedang cosplay! Hahaha…" Ucap Momo sambil tertawa hambar.
"Oh, ya sudah kalau gitu aku minta maaf ya, kalau tidak sopan dan maaf sudah mengganggu, ya…Tsu" Ucap Kise.
"I-Iya tak apa-apa kok…" Ucap Akashi yang suaranya agak difeminin gitu.
Setelah itu, Kise dan Rei pun keluar dari Maji Burger.
Dan Akashi dkk langsung segera menghapus make up mereka dan melepas alat penyamaran mereka dan setelah mereka membereskan barang-barang make up dan wig rambut milik Momo dan topi dan penutup mata milik Akari, mereka segera menyusul Kise dan Rei dengan cepat.
"Nah, sekarang kita kesitu!" Ucap Rei sambil menunjuk wahana permainan rumah hantu.
"NAAAANIIIII!?" Teriak Kise sambil memegang kepalanya.
"Ayo idolaku~" Ucap Rei sambil menarik tangan Kise.
"TIDAAAAAAKKKKK! KIRA TOLONG TULISKAN NAMAKU DIBUKU LUCKY NOTE! (Mana ada aho… -_-)" Teriak Kise yang tengah diseret oleh Rei.
Sementara di fandom sebelah lagi…
"Saya L." Ucap seseorang laki-laki bersurai hitam yang berantakan yang ada dibelakang Raito.
'Ma-Mana mungkin…Orang ini ngomong apa sih?! L tidak mungkin mengaku seperti ini…Aku sudah menduga kalau dia memang aneh, tapi apa ini tidak berlebihan?' Batin Raito.
DRR…
'Ga-Gawat! Jangan gemetaran! Kalau dia benar-benar L…. Yang penting, aku harus bersikap wajar sebagai Raito I'm a gay, eh, salah maksudku Raito Yagami, anak Soichiro I'm a g- Eh, Yagami…' Batin Raito.
Dan Raito pun membalikkan badannya agar bisa berhadapan dengan L.
"Kalau itu benar, berarti kau or-HUATSYIMM!" Ucap Raito yang tapi tiba-tiba bersin.
"Ada apa Yagami-kun? Apakah kau gugup karena bertemu dengan saya? Sampai-sampai kau bersin?" tanya L kepo.
"T-Tidak ak-" Ucap Raito tapi langsung terpotong dengan perkataan L.
"Maaf Yagami-kun kalau ini tiba-tiba…Tapi sebenarnya saya curiga kalau Yagami-kun…" Ucap L memberi jeda.
'Apa? Dia curiga apa? Apakah dia curiga aku ini GANTENG?' Batin Raito narsis tambah ngaco.
"Mungkin adalah Kira…" Lanjut L.
'L KUSO!' Batin Raito.
"Ahaha…Aku Kira?" Tanya Raito.
"Awalnya kecurigaan saya hanya 5% tapi karena Yagami-kun tadi gugup waktu aku berkenalan jadi kemungkinan kau Kira jadi bertambah menjadi 10%" Ucap L dengan seenaknya.
"T-Tadi aku tidak gugup dan aku bukan Kira!" Ucap Raito.
"Benarkah Yagami-kun? Tapi tadi kau bersin berarti itu pertanda kau sedang gugup" Ucap L yang rada-rada tak masuk akal. *Apa hubungannya kalau bersin bisa jadi pertanda gugup?*
"AKU TIDAK GUGUP!" Teriak Raito.
'L KUSO! KUSO! KUSO! DAN SIAPA YANG MEMBICARAKAN KEGANTENGANKU DISAAT YANG TIDAK TEPAT!? KUUUUUSSSOOOOOO!' Batin Raito yang masih sempat-sempatnya bisa narsis.
'Hehe…Manusia memang menarik!' Batin Ryuk.
Kembali ke fandom semula…
Terlihatlah Kise dengan muka yang terlihat seperti lagi nahan boker selama setahun *EMANGNYA ADA!?* ralat… Maksudnya muka yang terlihat kusut dan dia lagi melihat rumah yang terlihat sangat angker itu.
"Ada apa idolaku? Kok, mukamu terlihat kusut? Juga kenapa kakimu terlihat bergetar?"
"A-Aku…" Ucap Kise terbata-bata.
Dan tiba-tiba Rei menjentikkan jarinya dan dia berkata "Aku tau!"
Kise memandang Rei dengan bingung " Apa maksudmu, tsu?"
"Kau pasti lagi nahan boker kan?"
GUBRAAKKKK!
Kise pun terjatuh dengan tidak elitnya dan berbatin ' Emangnya gayaku kaya orang lagi nahan boker, tsu?'
"BUUUUUKAAAAANNNNN!" Teriak Kise.
"Ah, sudah giliran kita untuk masuk! Ayo idolaku!" Ucap Rei semangat sambil menyeret Kise.
"NOOOOOOOO! SOMEONE HELP ME!" Teriak Kise dengan bahasa inggris yang agak medhok dan orang yang menontonnya hanya sweatdrop termasuk Akashi, Kuroko, Akari, Saaya, Momoi, dan Momo.
"Semuanya…" Ucap Akari.
"Ya?" Ucap Akashi, Kuroko, Momoi, Momo, dan Saaya.
"Kita akan masuk ke rumah hantu itu juga…"
"Oh, masuk ke rumah hantu, ya?" Ucap Saaya.
.
.
"NAAAAANNNNOOODDDAAAYYYOOO! Eh, salah maksudnya NAAAAAAANNNNNIIIIII!?" Teriak Momoi, Momo, dan Saaya.
Sementara di kediaman Midorima...
"Huatsyimm!" Bersin Midorima.
"Baka aniki...Dari tadi kau terus bersin apa ada yang membicarakan mu lagi?" Tanya Shinji.
"Sepertinya begitu...Tapi kali ini aku merasa ada yang meniru-niru cara bicaraku, nanodayo..."
"Pffftt...Baka aniki...Mana ada orang yang akan meniru-niru kata nanodayo mu itu! Pffftt..." Ucap Shinji sambil menahan ketawa nya.
"URUSAI! Nanodayo..."
Balik lagi ke taman bermain Happy Land...
"Kenapa?" Tanya Akari.
"A-Aku tak bisa Akari-chan…" Ucap Saaya sambil gemetaran.
"A-Aku juga tak bisa…" Ucap Momoi sambil memasang muka horror.
"Aku takut!" Ucap Momo sambil memeluk Momoi.
"Tidak, kalian juga harus masuk!" Perintah Akashi dengan absolut.
"Eh? T-Tapi Aka-" Ucap Momoi tapi langsung dipotong oleh Akashi.
"Satsuki, Perintahku ini…" Ucap Akashi
Momoi menghela nafas dan berkata " Absolut…"
"Ingat itu baik-baik!" Ucap Akashi.
Sementara didalam rumah hantu…
Kise tengah gemetaran dan sedang memejamkan matanya dengan kuat karena takut, dia terus menggandeng lengan Rei yang kanan dengan erat.
Sementara Rei, dia sama sekali tak takut dengan hantu malah dia terlihat senang sekali karena keenakan lengannya dipegang oleh idola tercintanya itu *Ternyata dia modus*.
"Ada apa idolaku? Apakah kau takut? Sampai-sampai terus menggandeng lenganku…" Tanya Rei sambil terkekeh melihat Kise tengah ketakutan.
"Aku lebih takut padamu daripada hantu, tsu!" Ucap Kise dengan jujur dan dia segera cepat-cepat melepas lengan Rei dan memberi jarak antara dia dengan Rei.
"Haha…Leluconmu itu cukup lucu idolaku." Ucap Rei tertawa kecil.
'Ini bukan lelucon tau! Ini benar-benar FAKTA! Tsu.' Batin Kise.
Sementara Kuroko dkk…
"Onee-chan aku takut!" Ucap Momo sambil memeluk onee-chan nya dengan erat.
"Onee-chan juga takut!" Ucap Momoi sambil membalas memeluk Momo dengan erat.
Sementara Saaya hanya terus berjalan sambil gemetaran sampai tiba-tiba…
Tuk..Tuk..
Ada yang menyentuh bahunya…
DEG!
Saaya pun menoleh dengan gerakan patah-patah.
Dan…
"KYAAAAAAAAA!"
Saaya langsung ngibrit lari dari sana sambil menahan tangisannya.
"Loh? Kurohime-san? Kok lari?" Tanya Kuroko kebingungan.
"Ya, jelas dia akan lari Tetsuya-kun…Eh, itu namamu kan? Bolehkan aku panggilmu seperti itu?"
"Tentu saja…Ngomong-ngomong kenapa Kurohime-san lari? Aku kan hanya ingin memberinya lampu senter ini…" Ucap Kuroko sambil melihat kearah lampu senter yang tengah dia genggam dan entah sejak kapan sudah dia genggam.
"…Tentu saja dia takut…Kau memberikan lampu senter itu sambil Manyalakannya dan menyorot ke arah mukamu dari bawah, jelas dia takutlah…" Ucap Akari.
"Souka…Ngomong-ngomong Akashi-kun dimana?" Ucap Kuroko.
"Onii-chan ada disana, tuh!" Ucap Akari sambil menunjuk Akashi yang tengah memamerkan gunting merah itu kepada 2 hantu yang sangat bernasib sial itu.
"…" Kuroko hanya sweatdrop tambah cengo sampai-sampai tak bisa berkata-kata melihat Akashi yang sedang memerintahkan sesuatu kepada 2 hantu malang tersebut sementara 2 hantu tersebut sedang sujud menyembah Akashi.*Ini mah terbalik harusnya hantu yang menakuti, yang ini malah hantunya dibuat takut, Akashi kau sungguh mengerikan…*.
Skip time…
"Hah…Hah…Hah…Akhirnya bisa keluar juga, tsu…" Ucap Kise yang tengah ngos-ngosan karena dia habis dikejar oleh hantu zombie jadi-jadian.
"Idolaku…Ada yang ingin kubicarakan padamu…" Ucap Rei dengan muka serius.
"Hah? Apa itu, tsu?"
"Sebenarnya…" Ucap Rei memberi jeda.
"Sebenarnya apa, tsu?"
"Aku mencintaimu…"
.
.
"Err…Bisakah kau ulangi lagi? Sepertinya tadi aku tak mendengarnya, tsu…" Ucap Kise sambil ragu-ragu akan hal yang tadi dia dengar.
"Aku mencintaimu…"
Hyusssh… *Suara angin lewat*
Semuanya terdiam bahkan Kise maupun Rei tak ada yang berbicara dan orang-orang yang awalnya melakukan kegiatan mereka masing-masing kini telah mengerumbungi Rei dan Kise, begitupun Kuroko dkk yang baru saja keluar dari rumah hantu.
"Idolaku…"
"Y-Ya?"
"Maukah kau menikah denganku? Aku sudah mengisi kertas formulir pernikahan kita tinggal kau tanda tangani saja." Ucap Rei sambil memperlihatkan kertas formulir pernikahan pada Kise.
"NANI!?" Teriak Kise tak percaya.
"UWWOOO! SELAMAT ATAS PERNIKAHAN KALIAN!" Teriak para orang-orang yang tengah mengerumbungi Rei dan Kise.
"Hiks…Ternyata Kise-kun sudah ada pacar…" Ucap salah satu fan girl Kise, sebut saja si A, dan terlihatlah A tengah merengek tak jelas.
"Benar…Apalagi pacarnya itu laki-laki lagi…Ternyata selama ini Kise-kun itu gay…HUWAAA! KISE-KUN JAHAT SEKALI DIRIMU ITU! PADAHAL AKU SUDAH MENCINTAIMU TAPI KAU TAK MEMBALAS CINTAKU INI! SAKITNYA TUH DISINI!" Ucap salah satu fangirl Kise lagi, sebut saja si B, dan terlihatlah B tengah berteriak-teriak gaje yang rada-rada lebay sambil menunjuk-nunjuk dada sebelah kiri nya.
"Kise-kun…Jadi selama ini kau menyukai seorang laki-laki? Huh! Sia-sia saja aku menyukai dirimu!" Ucap salah satu fangirl Kise lagi, sebut saja si C, dan terlihatlah C tengah mendengus kesal.
"Kise-kun ternyata seorang gay!" Ucap salah satu fangirl Kise lagi, sebut saja si D, dan terlihatlah D tengah menunjuk-nunjuk Kise dengan nada seperti seorang istri tengah memegorki suaminya yang tengah berselingkuh.
"T-Tidak ini semua salah paham! Tsu." Ucap Kise.
"BOHONG!" Ucap si A, B, C, dan D.
"Tidak ak-" Ucap Kise yang tapi dipotong oleh Rei.
"Asal kalian tau saja, bahwa idolaku ini sangat mencintaiku dan tidak mencintai kalian, mengerti? Jadi kalian tak perlu lagi menyukai idolaku ini!" Ucap Rei sambil menatap tajam para fans nya Kise. Sementara Kise yang mendengar itu dalam batinnya berkata 'APANYA YANG SANGAT MENCINTAIMU, TSU!?' .
"HIIIIII!" Ucap para fans Kise yang ketakutan dan mereka pun langsung ngibrit lari dari sana.
'TIDAAAAKKKKKK! HANCUR SUDAH SEMUANYA! SEKARANG AKU PASTI AKAN DICAP SEBAGAI MODEL GAY OLEH SEMUANYA! KAMI-SAMA TOLONG BANGUNKAN AKU KALAU INI ADALAH MIMPI! TSU!' Batin Kise sambil menarik rambutnya sendiri sanking frustrasi nya.
"Kyaaa! Ki-chan akhirnya punya pacar!" Ucap Momoi girang.
"Benar! Dan pacarnya itu Kiri-chan!" Ucap Momo girang juga.
"Hm! Akan kusebarkan kabar baik ini pada yang lain!" Ucap Akari sambil langsung mengetik sesuatu pada hp warna merahnya.
"Aku juga harus memberitahukan berita ini pada yang lain." Ucap Kuroko sambil mengetik sesuatu pada hp nya seperti Akari.
"KYAAA! Aku harus benar-benar membuat doujinshi tentang mereka!" Ucap Saaya semangat.
"Kasihan sekali dirimu, Ryouta…" Ucap Akashi…Eh, tunggu seorang Akashi Seijuurou mengatakan KASIHAN!? Apakah segitu mengerikannya Rei sampai-sampai seorang Akashi Seijuurou mengatakan kasihan? Entahlah… Hanya Kami-sama saja yang tau.
"Nah, sekarang cepat kau tanda tangani disini idolaku~" Ucap Rei sambil menunjuk tempat dimana seharusnya Kise tanda tangani.
"TIDAAAAAAKKKKK! INI MIMPI BURUK!" Teriak Kise sampai-sampai terdengar oleh seluruh angkasa (?) dan para penghuni Bumi maupun para alien pun langsung budek seketika yang dikarenakan oleh teriakan Kise yang awalnya sudah cempreng sekarang tambah cempreng lagi.
Sementara itu mari kita lihat bagaimana tanggapan para Kiseki no Sedai (Minus Akashi, Kuroko, Kise, dan Momoi) dan Densetsu (Minus Akari, Momo, Saaya, dan Rei) setelah mereka mendapat sms dari Akari dan Kuroko.
Di lapangan dekat rumah Aomine…
Kagami tengah lagi mengelap keringatnya dengan handuk yang diberikan Aomine.
"Oi, Kagami!" Panggil Aomine.
"Hm?" Tanya Kagami.
"Nih!" Ucap Aomine sambil melempar botol minuman air mineral pada Kagami.
"Sankyu!" Ucap Kagami menerima botol minuman air mineral yang diberikan Aomine.
Disaat mereka tengah lagi minum minuman mereka tiba-tiba suara ring tone dari hp mereka masing-masing berbunyi secara bersamaan.
"Hm? Siapa yang mengirim sms, sih?" Ucap Aomine sambil mengecek hp nya.
"Oh, aku juga dapat sms! Eh, ini kan dari Akari…Mau apa dia mengirim sms padaku?" Ucap Kagami sambil mengecek hp nya.
"Eh, ini kan dari Tetsu…Tumben sekali Tetsu mau mengirim sms padaku…" Ucap Aomine sambil mengecek apa isi sms dari Kuroko.
Dan beginilah tulisan sms dari Kuroko dan Akari…
Minna-san, ada berita yang harus kalian ketahui yaitu, hari ini Kise-kun/Ryouta-kun sedang kencan dengan Kirishima-kun/Rei-kun di taman bermain Happy Land, dan sekarang Kirishima-kun/Rei-kun sedang melamar Kise-kun/Ryouta-kun untuk menikah dengannya. Itu saja yang bisa aku beritakan kepada kalian semua…Kuharap kalian besok jangan lupa untuk memberi ucapan selamat pada mereka berdua.
"Hah? Kise sekarang sedang berkencan dan dilamar oleh Kirishima-kun? Siapa Kirishima-kun? Oi, Kagami kau kenal Kirishima-kun?" Tanya Aomine.
"Ya, dia salah satu anggota klub basket kami, namanya Kirishima Rei…Dia itu yang rambutnya biru sepertimu dan dia memakai kacamata warna merah, dia yang selalu bersama dengan anggota tim mu yang rambutnya blonde itu." Ucap Kagami.
"Oh, dia…" Ucap Aomine yang sudah ingat.
Lalu Kagami pun melihat sms dari Akari lagi.
"Ngomong-ngomong siapa Ryouta-kun itu?" Tanya Kagami setelah dia melihat isi sms dari Akari.
"Dia yang kau bilang rambutnya blonde itu, namanya Kise Ryouta." Ucap Aomine.
"Souka…" Ucap Kagami.
"Kagami untuk hari ini sampai disini saja, besok baru kita bermain one-on-one lagi!" Ucap Aomine.
"Baiklah, kalau gitu aku harus pulang." Ucap Kagami sambil membereskan tas nya.
"Ya…" Ucap Aomine.
Dan Kagami pun pulang ke rumahnya dan Aomine langsung masuk kerumahnya yang sangat dekat dengan lapangan basket itu.
Sementara Midorima dan Shinji…
Midorima dan Shinji yang lagi makan malam dengan tenang tiba-tiba hp mereka berbunyi yang menghancurkan suasana ketenangan tersebut, dan karena mereka kaget hampir saja mereka tadi keselek dengan makanan mereka sendiri.
"Siapa sih yang sms sore-sore begini!?" Ucap Shinji agak kesal karena tadi dia hampir keselek dengan makanan yang tadi dia makan dan itu semua dikarenakan oleh suara ring tone hp nya sendiri.
"Hm? Dari Kuroko? Tumben sekali dia mengirim sms…Apa ada hal yang penting? Nanodayo." Ucap Midorima.
"Ah, dari Akari…Mau apa dia mengirim sms padaku?" Tanya Shinji sambil mengecek isi sms dari Akari.
Setelah Midorima dan Shinji membaca sms tersebut mereka terdiam membeku ditempat mereka masing-masing dengan berbatin hal yang sama 'Temanku seorang gay!?'.
Sementara Murasakibara dan Shiro…
Murasakibara yang sedang memakan persediaan snack milik Shiro tiba-tiba dia mendengar suara ring tone hp nya berbunyi begitu pun dengan Shiro.
"Are? Dari Kuro-chin…" Ucap Murasakibara sambil mengecek isi sms dari Kuroko dari hp nya.
"Oh, ini dari Akari-chan…" Ucap Shiro sambil mengecek isi sms dari Akari dari hp nya.
Setelah Murasakibara dan Shiro membaca sms dari Kuroko dan Akari…
"Hee…Apa Kise-chin akan mengudangku ke pesta pernikahannya dan memberiku makanan? Ne, Yukki-chin?" Tanya Murasakibara.
"M-Mana kutahu…Lagipula aku tak menyangka ada juga laki-laki yang mau sama Shima-kun (Note: Shiro selalu memanggil Rei dengan sebutan Shima-kun yang berasal dari kata KiriSHIMA)…Hahhh…Zaman semakin edan saja…" Ucap Shiro sambil menghela nafas.
Balik lagi ke taman bermain Happy Land…
"Hancur sudah hidupku, tsu…" Ucap Kise putus asa sambil terjatuh terduduk.
Lalu dilangit sore ditaman bermain Happy Land, lewatlah seekor burung gagak yang entah terpisah dari kawan-kawannya atau lagi kesasar.
"Aho…Aho…Aho…" Ucap burung gagak tersebut dan lewat bagitu saja bagaikan angin yang berhembus begitu saja.
TBC
Author's Note: Yap! Akhirnya chapter 2 selesai juga! Gomen jika seandainya ceritanya gaje T^T , dan juga jika kalian ingin menanyakan tentang profile OC ku tanyalah lewat PM atau dari review juga bisa, dan sekarang aku sedang membutuhkan OC lain! Nah, sebutkan nama OC nya, ciri-cirinya, hal yang disukai, hal yang dibenci, dan juga hal atau hobinya yang aneh dan menarik dari OC mu! Sehingga bisa menjadi ciri khas nanti di fic ini!
Contohnya: Kurohime Saaya adalah OC. Ciri-ciri nya: Jenis kelaminnya perempuan dan memiliki surai warna oranye ke kuningan, panjang rambutnya sepinggang, dan memiliki mata Golden. Hal yang disukainya: Doujinshi. Hal yang dibencinya: Hantu dan serangga. Hobinya melakukan experimen yang aneh dan membuat penemuan yang tak berguna *Ditendang Saaya*. Dan tempatkan sekolah OC mu, pilihannya antara Teiko atau Densetsu.
Batasnya sampai chapter 4.
See you in next chapter! (^_^)/
Balasan review:
Silvia-KI chan: Ini udah lanjut kok.
AoKagaKuroLover: Makasih, Ada kok yaoi nya contohnya Rei X Kise, kalau pairing lainnya tunggu di chapter depan ya!
CelestialxXxAngel: Yosh! Makasih!
Special thanks to: Silvia-KI chan, AoKagaKuroLover, and CelestialxXxAngel.
Chapter berikutnya: Densetsu Phantom.
"Jadi inikah orang yang kau maksud itu, Akari?"
"Dia mirip kaya Kuroko-chi, tsu!"
"K-Kawaii…"
"Demo…Boku wa otoko desu…"
"NAAAAANNNNIIII!?"
Mind to review?
