Di kediaman Akashi atau lebih tepatnya kamar tidur Akashi…

Akashi sedang bermain shogi sendirian dengan tenang tapi ketenangan itu tak berlangsung lama dikarenakan ada suara ketokan pintu kamarnya.

"Onii-chan! Apakah kau ada didalam?" Teriak seseorang yang ada di depan pintu kamar Akashi.

Akashi menghela nafas dan dia membalas teriakan tersebut.

"Masuklah!" Ucap Akashi.

Krieeett… *Suara deritan pintu yang dibuka*

"Apa mau mu Akari?" Tanya Akashi yang pandangannya masih tertuju pada permainan shogi nya sementara Akari masih diam menutup pintu kamar onii-chan nya itu.

"…Onii-chan ada sesuatu hal yang ingin kubicarakan padamu…" Ucap Akari sambil duduk di kursi sebelah Akashi.

Akashi masih tetap memainkan shogi nya tampa melihat Akari yang ada di sebelahnya ataupun menjawabnya.

"Ini soal tim basket kita…"

Kali ini Akashi pandangannya tak ke permainan shogi nya lagi melainkan kearah Akari dan Akashi masih tetap diam menunggu lanjutan kalimat akan yang dilontarkan Akari padanya.

"Hari ini aku sudah melihat anggota tim basket onii-chan…Dan salah satu dari mereka ada yang membuatku masih kepikiran…"

"Siapa?" Tanya Akashi.

"Tetsuya-kun…Atau lebih tepatnya Kuroko Tetsuya…"

"…Apa yang membuatmu kepikiran dengannya?"

"Dia…" Ucap Akari memberi jeda.

Akashi tetap menatap Akari dengan diam sambil menunggu Akari menyelesaikan kalimatnya.

"Dia sangat mirip dengan seseorang dari tim ku…Hawa keberadaan mereka sama-sama tipis…"

"Siapa orang yang kau maksud itu, Akari?"

"Dia…Ah, lebih baik onii-chan mengetahuinya besok saja…" Ucap Akari sambil bangkit berdiri dan mulai berjalan kearah pintu kamar Akashi.

Akashi hanya diam sambil menatap punggung Akari.

"Besok dia pasti sudah berangkat lagi…Nanti aku perkenalkan dia padamu onii-chan…" Ucap Akari sambil membuka pintu kamar Akashi.

Brakkk! *Suara pintu ditutup*

"…" Akashi masih diam menatap pintu kamarnya.

'Sepertinya besok akan ada hal yang menarik…' Batin Akashi menyeringai sambil kembali bermain shogi nya yang tadi sempat tertunda.

Team Kiseki no Sedai And Team Densetsu Day

.

Fujimaki Tadatoshi is the rightful owner of Kuroko no Basuke
This story is owned by me
Rated: T
Pairing: Generation Miracle X OC
Genre: Humor, Romance

.
Enjoy It!

.

Chapter 3 : Densetsu Phantom.

Akashi tengah lagi menatap bosan kearah kedepan yang disana ada guru nya lagi menerangi pelajaran.

Akashi menghela nafas lalu dia pun menatap kearah jendela disebelahnya itu.

''Ini adalah waktu yang paling terlama di hidupku…' Batin Akashi sambil masih menatap jendela dengan bosan… Eh? Matte… Perasaan kalimat ini pernah dilontarkan oleh seseorang yang ada di fandom sebelah yang bersurai coklat madu yang kalau tidak salah namanya Raito I'm a gay…(Raito: NAMAKU BUKAN RAITO I'M A GAY TAPI RAITO YAGAMI! BAKA! *Melempar author dengan buku Death Note*).

Teng! Teng! Teng! *Suara bel sekolah Teiko*

"Yak, pelajarannya sampai disini saja…Kalian boleh pulang…" Ucap sang guru sebelum meninggalkan kelas.

Setelah mendengar ucapan sang guru, Akashi segera membereskan buku dengan cepat dan segera beranjak dari sana.

"Akashi…" Panggil seseorang.

Akashi berhenti berjalan dan dia berbalik dan menatap orang yang tadi memanggilnya itu.

"Ada apa, Shintarou?" Tanya Akashi.

Midorima yang sebagai orang yang tadi memanggil Akashi hanya menatap Akashi dengan heran.

"Ada apa denganmu Akashi? B-Bukan berarti aku memperdulikanmu loh! Hanya saja kau terlihat tak seperti biasanya, nanodayo…"

"Apa maksudmu?"

"Biasanya kau terlihat tenang-tenang saja tapi sekarang kau terlihat sedang terburu-buru, apa ada sesuatu, nanodayo?"

"Tidak hanya saja…" Ucap Akashi yang langsung dipotong oleh sebuah teriakan.

"KYAAAA~!" Teriak seseorang perempuan dengan rambut pink panjang.

Akashi dan Midorima langsung kaget dengan teriakan tersebut dan mereka pun berbalik secara bersama-samaan dan melihat 5 orang dengan rambut warna-warni yang sangat mencolok sekali, Yap! Siapa lagi kalau bukan Momoi, Kise, Aomine, Murasakibara, dan Kuroko.

"Oi, Satsuki! Jangan teriak-teriak didekatku!" Ucap Aomine sambil menggorek-gorek telinga sebelah kiri nya yang entah ada kotorannya atau apa… Tapi Momoi sama sekali tak menghiraukannya

"Ternyata apa yang dikatakan Akari-chan benar!" Ucap Momoi riang.

"Apa maksudmu Sa-chin?" Tanya Murasakibara sambil masih setia memakan maiubou nya.

"Ah, Mukkun kemarin tidak ikut sama kami sih! Padahal kemarin ada banyak hal yang menarik, lho!" Ucap Momoi.

"Ehhhh~? Memang apa yang menarik dari kejadian kemarin?" Tanya Murasakibara.

"Jadi kemarin Aku, Momo, Akari-chan, Saaya-chan, Tetsu-kun, dan Akashi-kun begini…Bla…Bla…Bla…" Cerita Momoi yang sangat panjang lebar sementara Murasakibara pun mendadak menjadi pendengar yang baik.

"MOMOI-CHI!" Teriak Kise tapi tak dihiraukan oleh Momoi karena dia masih asyik bercerita tentang kejadian kemarin pada Murasakibara sementara Murasakibara hanya mangut-mangut sambil memakan popcorn yang tadi dia beli.

'Huwaaa! Padahal aku tak mau mengungkit masalah itu lagi, tsu…' Batin Kise sambil nangis tiba-tiba.

"O-Oi, Kise kenapa kau tiba-tiba menangis?" Tanya Aomine kaget melihat Kise nangis tiba-tiba dan dia sudah siap hp nya untuk menelpon rumah sakit jiwa jika seandainya Kise nangis tanpa sebab.

"A-Aomine-chi…A-Aku…TAK MAU MENIKAH DENGANNYA! HUWAAAAAA!" Ucap Kise yang diiringi oleh tangisan yang makin membesar.

"Hah? Apa maksudmu Kise? Oi, Tetsu! Bisakah kau jelaskan apa maksudnya?" Tanya Aomine sambil menunjuk Kise yang lagi asyik nangis sambil berguling-guling ditanah yang membuat orang-orang yang ada disana pada sweatdrop.

"Aomine-kun… Masih ingat sms yang kukirim padamu? Itulah yang jadi masalahnya Kise-kun…" Ucap Kuroko sambil meminum Vanilla Milkshake nya yang entah sejak kapan dia sudah belI.

"Oh, yang itu ya…" Ucap Aomine sambil mencoba mengingat-ngingat sms yang kemarin dikirim oleh Kuroko.

"Bla… Bla… Bla… Jadi begitu ceritanya!" Ucap Momoi yang sudah selesai bercerita.

"Souka…Kalau gitu…Selamat ya Kise-chin atas pernikahannya dan juga jangan lupa untuk mentraktirku makanan ya!" Ucap Murasakibara.

"Benar juga! Aku belum memberi ucapan selamat padamu ya! Selamat atas pernikahanmu ya Kise!" Ucap Aomine.

"Ya…Semoga kau berbahagia bersama laki-laki itu Kise…B-Bukan berarti aku mendoakanmu lho! I-Ini hanya ucapan selamat saja kok…Nanodayo." Ucap Midorima sambil menaikkan megane nya.

"AKU TAK PERLU UCAPAN SELAMAT KALIAN, TSU!" Teriak Kise sambil nunjuk-nunjuk Murasakibara, Aomine, dan Midorima.

Dan setelah itu Kise kembali melanjutkan tangisannya lagi dan orang-orang kembali sweatdrop melihatnya.

"Oh ya! Selain itu kita juga harus memberi selamat pada pasangan baru kita selain Ki-chan!" Ucap Momoi.

"Pasangan baru? Siapa?" Tanya Aomine.

"Iya! Pasangan baru tersebut…Tentu saja siapa lagi kalau bukan Akashi-kun dengan Midorin!" Ucap Momoi riang sambil menunjuk Akashi dan Midorima secara bergantian.

"A-Apa!? Aku dan Akashi, nanodayo!?" Ucap Midorima sambil menunjuk dirinya sendiri dan Akashi secara bergantian.

"IYA!" Ucap Momoi riang.

"Lalu apa buktinya kalau aku dan Shintarou itu berpacaran?" Tanya Akashi.

"Buktinya Akashi-kun menyimpan foto Midorin seperti yang dikatakan Akari-chan! Dan Midorin tadi sangat perhatian sama Akashi-kun!" Ucap Momoi.

.

.

Tik…Tik…Tik… *Suara detik jam*

.

.

"A-Akashi…A-Apa itu benar kau… M-Menyimpan fotoku? Nanodayo."

"Tidak Shintarou! Itu tidak benar!"

"Kalau gitu…Apa kau bisa menjelaskan ini, Akashi-kun?" Tanya Kuroko sambil memperlihatkan sebuah album foto yang isinya hanya foto Midorima dan Akashi.

"Tetsuya darimana kau mendapat foto tersebut!?"

"Akari-san yang tadi pagi memberikan padaku…" Ucap Kuroko.

'Akari…Kau akan kubunuh!' Batin Akashi mengeluarkan aura gelapnya.

Sementara di sekolah Densetsu…

"Akari-chan! Yuk, kita ke sekolah kakakmu! Yang lain juga sudah menunggu didepan gerbang sekolah!" Ucap Saaya.

"Iy- Itte!" Ucap Akari.

"Ada apa Akari-chan?" Tanya Saaya.

"Lidahku kegigit…"

"Hm… Menurut buku kalau lidah kita kegigit sendiri… Berarti ada orang yang sangat menyayangimu!" Ucap Shiro yang sangat ngaco sekali.

"Tapi entah kenapa rasanya orang tersebut bukan mau menyayangiku tapi ingin membunuhku, ya? Huh! Tapi siapapun orang yang ingin membunuhku… Aku akan membunuhnya duluan sebelum dia membunuhku…" Ucap Akari sambil memainkan pisau miliknya yang membuat Saaya dan Shiro hanya gemetaran karena takut.

Balik lagi ke Kuroko dkk…

"Jadi, bagaimana kau akan menjelaskan ini, Akashi-kun?" Tanya Kuroko sambil masih memasang raut wajah datar walaupun dalamnya dia tengah lagi menyeringai seram.

Akashi hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi, dia merasa terpojok.

'Ukh, apa yang harus kulakukan? Ini memang bukan sifat seorang Akashi kalau tak bisa menjawab… Sial! Satu-satunya cara aku harus lari tapi seorang Akashi tak boleh lari dari permasalahan atau nama baik Akashi akan hancur dan dicap sebagai seorang pengecut…' Batin Akashi gelisah.

"A-Akashi…Kau bisakan menjelaskan ini semua, kan? Nanodayo."

"Oi, Akashi! Cepat jawab!"

"Akashi-kun~Ayo jawab~"

"Aka-chin jawab…"

"Akashi-kun jawablah…"

"Hiks…Hiks…Hiks…Aku akan menikah…Tsu…" (Princess:"Yang ini diabaikan saja…" Kise:" HIDOOOIIIII, TSUUUUU!" *Merengek tak jelas*).

'Bagaimana ini? Apakah aku harus lari? Tidak! Pasti ada cara lain selain lari…Oh! Mereka… Sebentar lagi mereka akan datang…' Batin Akashi.

"ONII-CHAN!"

'Tepat pada waktunya…'

"Akari…" Ucap Akashi sambil menyeringai tipis.

"Are? Onee-chan ada apa ini? Kok kalian pada mengelilingi Akashi-kun?" Tanya Momo.

"Oh, in-" Ucap Momoi tapi dia tiba-tiba terdiam waktu dia melihat Akashi tengah men death glare dia.

"Hm?"

"T-Tidak jadi…"

Momo hanya menatap onee-chan nya itu dengan tatapan bingung. 'Aneh…' Batin Momo.

"Akari ikut aku!" Ucap Akashi menarik tangan Akari agar menjauh dari Kiseki no sedai dan Densetsu sementara yang lain hanya menatap Akashi dan Akari dengan bingung.

"Ada apa, onii-chan?"

"Akari…Apa kau yang memberi Tetsuya buku album milikku?"

"Iya… Memang kenapa?"

"Kau mau kubunuh, ya?"

"Justru aku yang harus bilang begitu! Haahhh…Sudahlah ini sangat memalukan sekali jika kita bertengkar disini… Ngomong-ngomong aku akan memperkenalkan bayangan dari tim Densetsu." Ucap Akari.

Akashi hanya terdiam, dia melihat di tim Densetsu tapi semua anggotanya hanya ada Kagami, Shinji, Rei, Momo, Saaya, Shiro, dan Akari.

'Semua anggota itu sudah aku kenali tapi Akari bilang masih ada satu anggota lagi yang merupakan sang bayangan dari tim tersebut…Apa sang bayangan itu berada diantara mereka tapi karena hawa keberadaannya yang tipis membuatku tak bisa melihatnya?' Batin Akashi.

'Coba kulihat sekali lagi dengan pelan-pelan…' Batin Akashi lagi dan dia melihat sekali lagi anggota tim Densetsu.

Pertama Akashi melihat Kagami yang tengah heboh dengan sesuatu.

"Minna! Lihat ini! Pr mat ku dapat nilai 15 lho!" Ucap Kagami dengan heboh nya seolah-olah dia mendapat nilai 100.

"Err…Memang biasa kau dapat berapa nilainya?" Tanya Momoi sambil sweatdrop melihat Kagami heboh dengan nilai nya yang masih bisa dibilang dibawah standar nilai rata-rata.

"Biasanya aku dapat… Umm …Oh ya! 14!" Ucap Kagami.

Krik.

"Makasih ya Aomine!" Ucap Kagami.

"Ya, tak masalah…" Ucap Aomine dengan bangga dia bisa dapat nilai diatas Kagami walaupun selisihnya cuma satu angka.

'Benar-benar pasangan Aho dan Baka…' Batin semua (minus Aomine dan Kagami).

Akashi hanya menghela nafas lalu dia melihat kearah Shinji yang tengah berbincang sesuatu pada Midorima.

"Baka aniki! Sudah kubilang jangan membawa benda murahan itu! Kau melanggar janjinya!" Ucap Shinji kesal karena Midorima melanggar janjinya.

"Apa boleh buat baka ototou… Hari ini aku merasa kalau akan datang hujan jadi aku membawa payung katak ini untuk benda lucky item hari ini sekalian untuk berjaga-jaga, nanodayo." Ucap Midorima.

"Kalau gitu aku simpan dulu payungnya agar kau bisa menepati janjinya… Walaupun sebenarnya aku tak suka membawa payung aneh ini dan hari ini tak akan hujan karena hari ini cuacanya cerah." Ucap Shinji.

"Ya sudah…Tapi jangan dibuang ya? Nanodayo." Ucap Midorima sambil memberikan payung kataknya pada Shinji.

"Iya!" Ucap Shinji sambil menyimpan payung katak tersebut di tas nya.

Akashi memutar bola matanya dengan bosan dan kali ini dia melihat kearah Rei yang tengah menggoda Kise.

"Ayolah idolaku…Kamu mau kan ke rumahku? Lagipula kita kan sebentar lagi akan menikah~" Tanya Rei dengan nada merengek.

"Tidak dan tak akan pernah, tsu!" Ucap Kise.

"Kalau gitu aku yang kerumahmu ya?" Tanya Rei dengan kedipan blink blink nya.

"SAMA SAJA, TSU!" Teriak Kise kesal.

Karena Akashi malas melihat pasangan baru yang tengah lagi mesra itu (Kise:"APANYA YANG MESRA!?") maka Akashi berganti melirik Momo yang tengah membisikkan sesuatu bersama Momoi, Saaya, dan Akari.

"Jadi kalian sudah membuatnya?" Bisik Momo.

"Ya! Kali ini aku membuatnya dengan pairing ReiKise!" Bisik Saaya.

"Kalau aku akan membuatnya dengan pairing AoKaga, bagaimana?" Bisik Akari.

"Wah! Menarik! Nanti kalau sudah selesai membuatnya, kasih ke aku ya? Aku ingin membaca nya~" Bisik Momoi.

"OK." Bisik Saaya dan Akari bersamaan.

Dan mereka berempat pun tertawa bersama-sama dengan laknatnya dan tak berperi kemanuasiaan sama sekali.

Akashi hanya menatap malas kepada 4 makhluk penggila doujinshi tersebut dan dia beralih kepada Shiro yang tengah mengancam sesuatu pada Murasakibara.

"Pokoknya besok kau harus menemaniku berbelanja!" Paksa Shiro.

"Ehhh? Tapi itu terlalu merepotkan Yukki-chin…" Ucap Murasakibara dengan malas.

"Kau harus menemaniku! Atau… Kau-mau-snack-mu-itu-kubuang?" Tanya Shiro dengan senyum mengerikannya.

DEG!

"B-Baiklah Yukki-chin…" Ucap Murasakibara dengan takut.

"Bagus…" Ucap Shiro mengembalikan senyumnya seperti biasa lagi.

Murasakibara hanya menghela nafas.

Karena Akashi tak menemukan sesuatu yang aneh dari mereka semua maka Akashi beralih ke rekan tim nya yang belum dia perhatikan tadi yaitu Kuroko yang tengah berbincang dengan seseorang… Matte! Orang tersebut yang sedang berbicara dengan Kuroko itu sejak kapan sudah ada disana?

Akashi memincingkan matanya untuk melihat jelas orang yang sedang berbicara dengan Kuroko dan Akashi mulai mendekati mereka…

"Kau sudah tak apa-apa kan?" Tanya Kuroko.

"Ya…Aku sudah sehat lagi kok…" Ucap orang misterius tersebut.

"Maaf mengganggu pembicaraan kalian…Tapi kau siapa?" Tanya Akashi.

"Akashi-kun!?" Ucap Kuroko kaget karena Akashi sudah ada disebelahnya walaupun nada dan wajahnya tetap sedatar papan triplek.

"Eh?" Ucap orang misterius tersebut.

"Ah! Aku hampir lupa! Onii-chan ini orang yang kubicarakan kemarin…Dia adalah sang bayangan dari Densetsu…Tetsuna-chan tolong perkenalkan dirimu pada yang lain." Ucap Akari yang seenaknya ikut nimbrung pembicaraan orang lain.

"Baik…Boku wa Kuroko Tetsuna desu, yoroshiku!" Ucap Tetsuna sambil membungkukkan badannya dengan sopan.

"Jadi inikah orang yang kau maksud itu, Akari?" Tanya Akashi.

"Ya." Jawab Akari yang kelewatan singkatnya.

"Hei, Aomine-chi…" Bisik Kise sambil menyenggol lengan Aomine.

"Apa?" Tanya Aomine.

"Dia mirip kaya Kuroko-chi, tsu!" Ucap Kise sambil nunjuk-nunjuk Tetsuna.

"Iya…Tapi dia terlihat seperti Tetsu versi ceweknya, deh."

"Benar juga ya, tsu."

"Nii-san…Apakah mereka teman-temanmu?" Tanya Tetsuna.

"Ya…Mereka adalah teman-temanku." Ucap Kuroko sambil tersenyum tipis.

"Nah, kalau gitu siapa yang mau memperkenalkan diri pada Tetsuna-chan?" Tanya Momo tiba-tiba.

"Aku! Aku! Aku! Tsu." Ucap Kise sambil tunjuk tangan layaknya seperti anak SD yang lagi kepingin menjawab pertanyaan dari gurunya.

"Baiklah Ki-chan silakan kau memperkenalkan diri." Ujar Momo sambil tersenyum.

"Yosh! Ore wa Kise Ryouta desu! Dan kurasa semua orang juga sudah tau kalau aku adalah seorang model! Nah, terimalah ini sebagai hadiah perkenalannya, tsu" Ucap Kise sambil memberi Tetsuna sebuah foto Kise beserta tanda tangannya.

"Ariga-" Ucap Tetsuna tapi Kuroko menyelanya.

"Maaf Kise-kun tapi Tetsuna tak perlu benda tak berguna itu." Ucap Kuroko.

"HIDOIII NA KUROKO-CHIIIIIII!" Teriak Kise merengek sambil mengeluarkan air mata buaya nya.

"Idolaku janganlah menangis… Kalau si Vanilla Lover (Note: Vanilla lover adalah panggilan Rei untuk Tetsuna) itu tak mau menerimanya aku akan bersedia menerima benda itu dengan suka hati." Ucap Rei.

"TAK AKAN KUBERIKAN PADAMU, TSU!" Teriak Kise kesal lagi.

"Ehem! Baiklah siapa yang mau berkenalan lagi dengan Tetsuna-chan?" Tanya Momo.

"AKU! Tetsuna-chan perkenalkan namaku Momoi Satsuki aku adalah kembarannya Momo! Kuharap kita bisa jadi teman!" Ucap Momoi sambil tersenyum dengan riang.

"Salam kenal Momoi-san dan tentu saja kita pasti bisa jadi teman…" Ucap Tetsuna sambil tersenyum dengan manisnya.

"K-Kawaii…" Gumam para Kiseki no sedai (Minus Kuroko).

"Yak! Siapa yang mau berkenalan lagi Tetsuna-chan?" Tanya Momo.

"Aku…Ore wa Midorima Shintarou desu, yoroshiku…Dan ngomong-ngomong kapan kau berulang tahun, nanodayo?" Ucap Midorima.

"Eh? Aku berulang tahun pada tanggal 31 Januari seperti nii-san…" Ucap Tetsuna.

"Menurut Oha-Mnnppp!" Ucap Midorima yang tiba-tiba mulutnya dibekep oleh Shinji.

"Mnnp mnnnpp mnp mnnp mnp mmnnnpp!? (Baka otouto apa yang kau lakukan!?)" Ucap Midorima gak jelas karena masih dibekep sama Shinji.

"Baka aniki apakah kau sudah lupa kalau kau masih dalam waktu penghukumanmu?" Bisik Shinji sambil melepas bekapan tangannya.

"Hahhh… Aku masih ingat…Tapi cuma mengatakan Oha-Asa saja kenapa tidak boleh, nanodayo?" Tanya Midorima.

"Tentu saja tidak boleh… Karena aku tak mau mendengar kata Aho-Asa itu…" Bisik Shinji.

"Sudah kubilang bukan Aho-Asa! Tapi Oha-Asa! Nanodayo…" Ucap Midorima.

"Terserah kaulah baka aniki…" Ucap Shinji malas.

"Berikutnya siapa?" Tanya Momo.

"Aku~ Ore wa Murasakibara Atsushi desu, ngomong-ngomong Tetsuna-chin mau maiubou?" Tanya Murasakibara sambil menawarkan maiubou nya.

"Arigatou…" Ucap Tetsuna sambil menerima maiubou milik Murasakibara.

"Nah, siapa berikutnya?" Tanya Momo.

"Aku…Boku wa Akashi Seijuurou desu, yoroshiku…" Ucap Akashi.

"Salam kenal Akashi-kun…" Ucap Tetsuna yang lagi-lagi tersenyum manis sementara Akashi hanya tetap stay cool.

"Siapa lagi sekarang?" Tanya Momo.

"Aku…Ore wa Aomine Daiki desu, yoroshiku…" Ucap Aomine.

"Salam kenal Aomine-kun…" Ucap Tetsuna sambil tersenyum manis lagi.

'D-Dia benar-benar kawaii bahkan hampir menyaingi Mai-chan!' Batin Aomine berapi-api.

"Aomine-kun?" Panggil Tetsuna tapi tak dijawab oleh Aomine karena Aomine masih lagi didunia pikirannya sendiri.

'D-Dan terlebihnya lagi dia…Memanggilku dengan suffix kun!?' Batin Aomine nista lagi.

Cut!

'Gawat aku mimisan lagi…' Batin Aomine.

"Aomine-kun!? K-Kau mimisan! Apa kau sakit!?" Tanya Tetsuna khawatir.

"Tidak aku tidak sakit kok, problem a not is…" Ucap Aomine sambil melap darah yang keluar dari hidungnya.

Dan semua yang ada disana (Minus Aomine) pada sweatdrop mendengar bahasa inggrisnya Aomine yang terbalik kalimatnya.

"Err… Dai-chan cara pengucapan bahasa inggrismu itu salah seharusnya is not a problem bukan problem a not is…" Ucap Momoi sambil masih sweatdrop.

"Daiki… Soal bahasa inggrismu ini harus dibicarakan pada Karoku sensei kalau bisa aku ingin menganjurkan agar nilai bahasa inggrismu dikurangi (Note: Karoku sensei adalah guru bahasa inggris di sekolah Teiko)." Ucap Akashi.

"NOOOOOOO! AKASHI PLEASE DON'T HATE KAROKU-SENSEI AND BULLYING KAROKU-SENSEI!" Teriak Aomine dengan penuh dengan kengacoan (Note: Sebenarnya Aomine ingin mengatakan "TIIIIIDAAAAKKKK! AKASHI JANGAN MEMBERITAHUKAN INI PADA KAROKU-SENSEI DAN MENYURUH KAROKU-SENSEI MENGURANGI NILAIKU!" Tapi karena Aomine tak terlalu bisa bahasa inggrisnya jadinya begitulah).

Semua tambah sweatdrop.

"Daiki… Aku harus benar-benar memberitahukan ini pada Karoku-sensei…" Ucap Akashi.

"AKASHIIIII! PLEASE DON'T SUCK AND LICK MEEEEEEEEE~!" Teriak Aomine dengan kengacoan level 1000%.

Krik…Krik…Krik…

"Daiki, besok aku akan memberitahukan ini pada Karoku-sensei kalau bisa nanti aku menganjurkan padanya agar nilai bahasa inggrismu menjadi 0 saja…" Ucap Akashi dengan kejamnya.

"NOOOOOOOOOOO~!" Teriak Aomine dengan latar belakang Aomine sedang terjatuh dari tebing sambil menjambak rambutnya.

"D-Dai-chan jadi dia… Dia… Sama Akashi-kun…" Ucap Momo dengan muka memerah sambil membayangkan hal yang tidak-tidak.

JEBLUSH!

"Ahhh~" Momo mendesah dan pingsan dengan muka sangat memerah seperti kepiting rebus.

"MOMO-CHAN!" Teriak Momoi sambil menangkap Momo yang terjatuh pingsan.

"MOMO! OI, AOMINE! LIHAT APA YANG KAU PERBUAT! KAU MEMBUAT MOMO PINGSAN DENGAN KATA-KATA YANG TIDAK-TIDAK ITU! B-BUKAN BERARTI AKU MENGAWATIRKANNYA! H-Hanya saja aku…" Teriak Shinji disertai dengan pipi yang sedikit memerah.

Semua hanya menatap Shinji sambil berbatin hal yang sama 'Tsundere…'.

Sementara Aomine hanya terdiam sambil kembali mengingat bagaimana Momo mendesah.

"Ahhh~"

CROOOTTT!

BRUUKKK!

Aomine jatuh terhempas kebelakang dengan berlinangan darah yang keluar dari lubang hidungnya.

"DAI-CHAN! MOMO-CHAN!" Teriak Momoi panik.

Skip Time…

'Are? Dimana aku?' Batin Momo yang kesadarannya belum sempurna.

Momo mulai membuka matanya perlahan-lahan dan dia dapat melihat berbagai warna pelangi dan putih yang samar-samar.

'Eh? A-Apa ini… Surga?' Batin Momo yang masih kesadarannya belum sempurna.

"MOMO-CHAN!" Teriak Momoi sambil memeluk Momo.

'Suara ini… Onee-chan?' Batin Momo.

"Yokatta… Onee-chan sangat mengawatirkanmu…" Ucap Momoi sambil menangis dengan bahagia.

"Eh? Onee-chan… I-Ini…Dimana?" Tanya Momo yang sekarang kesadarannya sudah pulih kembali.

"Ini diruang UKS." Ucap Momoi sambil melepas pelukkannya.

"Eh? Kenapa aku bisa disini?" Tanya Momo.

"Kau tadi pingsan dan kami membawamu kesini, dasar membuat repot saja." Ucap Shinji sambil mengibaskan poninya.

"Souka…Arigatou minna…Dan gomen kalau sudah membuat kalian semua repot…" Ucap Momo sambil mengubah posisinya menjadi duduk.

"Tak apa-apa kok." Ucap semuanya (Minus Momo dan Aomine).

"Ah! Dimana Dai-chan?" Tanya Momo sambil celingak-celinguk untuk mencari keberadaan makhluk bersurai Navy Blue itu.

"Tuh! Ada disana." Ucap Momoi sambil menunjuk Aomine dengan dagu nya.

"Hm? Aku ada dimana?" Ucap Aomine yang baru bangun sambil menggaruk rambutnya yang kemungkinan 50% ada kutu disana.

"DAI-CHAN!" Ucap Momoi.

"Ah, Satsuki… Hei, apa aku pingsan lagi?" Tanya Aomine.

"Iya." Ucap Momoi.

"Yokkata! Momo-chi dan Aomine-chi sudah sadar! Tsu." Ucap Kise.

"Kalau kalian sudah sadar…Ayo, kita pulang." Ucap Akashi sambil berbalik mengarah ke pintu UKS.

"Baik!" Ucap semuanya kompak layaknya seorang tentara.

Saat semuanya sudah keluar dari UKS tiba-tiba Kuroko seperti teringat dengan sesuatu dan dia pun celingak-celinguk dengan gelisah.

"Hm? Ada apa Kuro-chin? Kok mukamu terlihat gelisah?" Tanya Murasakibara.

Dan semuanya langsung membalikkan badannya mengarah ke Kuroko.

"Ada apa Kuroko-chi? Kau sedang cari apa, tsu?" Tanya Kise.

"Dimana dia?" Tanya Kuroko gelisah.

"Siapa yang kau maksud, Tetsuya?" Tanya Akashi.

"Tetsuna…" Ucap Kuroko masih celingak-celinguk.

"Eh? Bukankah Tetsuna-chan tadi masih sama kita?" Tanya Shiro.

"Iya, perasaan tadi dia sama kita, deh…" Ucap Saaya.

"Hahh…Si Vanilla Lover itu lagi-lagi menghilang…" Ucap Rei sambil menghela nafas.

"Dia kan adikmu Kuroko kurasa tak heran kalau dia mempunyai hawa keberadaan yang tipis sepertimu, nanodayo…" Ucap Midorima sambil menaikkan meganenya.

"Memang begitu…Tapi sekarang aku tak bisa menyadari keberadaannya… Padahal biasanya kami bisa saling menyadari keberadaan kami walaupun sangat tipis…" Ucap Kuroko menundukkan kepalanya.

"Oi, oi, kalau begitu berarti…" Ucap Kagami.

.

.

"TETSUNA-CHI MENGHILANG!" Teriak Kise panik.

"Tunggu! Kau sudah mencoba untuk menelpon nya?" Tanya Shinji.

"Um, biar kucoba…" Ucap Kuroko sambil menekan-nekan tombol dihape nya.

Trrrrr… Nomor yang anda panggil sedang sibuk, cobalah sekali lagi- Tut… Tut… Tut …

Kuroko menatap hp nya dengan kesal *Walaupun masih tetap datar* bukannya adiknya yang menjawab tapi malah mbah operator yang menjawab dan serasa Kuroko ingin membanting hp nya sampai hancur berkeping-keping tapi ia kurungkan niatnya karena dia masih sayang hp nya.

Kuroko menghela nafas. "Tak dijawab…"

"Semuanya! Cepat kita cari Tetsuna/ Tetsuna-chan!" Perintah Akashi dan Akari secara bersama-samaan.

"BAIK!" Ucap semuanya dengan kompak lagi.

Dan mereka semua mulai melakukan aksi untuk mencari Tetsuna, nah, mari kita lihat bagaimana mereka mencari Tetsuna…

"TETSUNA!"

"TETSUNA-CHI! DIMANA KAU, TSU!?"

"OI, VANILLA LOVER! DIMANA KAU!?"

"KELUARLAH TETSUNA-CHAN!"

"TETSUNA…KALAU KAU TAK KELUAR MAKA… AKU AKAN MEMBUNUHMU!"

"AKASHI-KUN! JANGAN BILANG BEGITU PADA ADIKKU!"

"Terserah kaulah, Tetsuya…"

"TETSUNA-CHAN! AYOLAH, KELUAR!"

"TETSUNA! BERHENTILAH UNTUK TERUS BERSEMBUNYI, NANODAYO!"

"TETSUNA-CHAN! AYOLAH KELUARLAH! KAMI MENYERAH, DEH!"

"MOMO-CHAN! KITA BUKAN SEDANG BERMAIN PETAK UMPET!"

"Eh? Benar juga ya…Hahaha…Maaf."

"TETSUNA! AKU INGIN *Piiiip* *Sensor* KAMU-Eh, maksudku… KAMU DIMANA?"

"AOMINE-CHI! KAU MEMANG MESUM, TSU!"

"Daiki…Besok aku akan memberitahukan ini pada semuanya…"

"NOOOOOO!"

"TETSU-CHIN~ KAU DIMANA?"

"TETSUNA-CHAN KAU DIMANA, SIH!?"

"Ahhh~"

"Ummm~"

"Hyaaahh~"

"Oh!"

"Ah!"

"L-Lebih cepat lagi…Ah!"

"KAMPRET! NGAPAIN ADA SUARA MESUM DISINI?!"

"WOI, TADI SIAPA YANG BERSUARA MESUM ITU!?"

"CEPAT NGAKU!"

"Dai-chan…"

"B-BUKAN AKU!"

"KALAU BUKAN KAU SIAPA YANG MELAKUKANNYA!?"

"Aku…"

Dan semuanya langsung menengok kearah sumber suara tersebut dan orang tersebut adalah…

"K-KIRISHIMA-CHI!?" Ucap Kise tak percaya.

"KAU SEDANG HORNY YA, KIRI-KUN?" Tanya Saaya dengan muka memerah.

"KIRISHIMA! NGAPAIN KAU MENYUARAKAN SUARA MESUM TERSEBUT!?" Tanya Kagami dengan mengeluarkan hujan lokal nya.

"Aku tak menyuarakannya tapi video ini yang menyuarakannya…" Ucap Rei sambil menunjuk Hp nya yang lagi menyiarkan video yaoi.

Dan Momo, Momoi, Akari, dan Saaya langsung melompat kedepan hp milik Rei dengan mata berbinar-binar sementara yang bukan penggemar yaoi langsung merasa mual seketika.

"K-Kiri-chan…Bolehkah aku membluetooth video ini ke hp ku?" Tanya Momoi dengan mata berbinar-binar.

"Iya aku juga mau~Onegai, Kiri-chan~" Ucap Momo dengan nada seperti anak kecil lagi memohon pada orang tua nya untuk dibelikan permen.

"Iya~ Ini juga untuk bahan doujinshiku~" Ucap Saaya manja.

"Rei-kun…Biarkan aku memiliki video itu atau…" Ucap Akari sambil memberi tanda menebas di lehernya.

Baik…Baik…Ini videonya…Silahkan kalian membluetooth sepuas-puasnya…" Ucap Rei memberikan hp nya kepada 4 gadis penggemar doujinshi yaoi itu.

"HORE!" Teriak 4 gadis tersebut layaknya anak kecil habis dibelikan permen sama orang tua nya.

Dan setelah mereka berempat sudah selesai melakukan kegiatan membluetooth ke hp mereka masing-masing, mereka memulai mencari Tetsuna lagi yang sempat tertunda.

"Semuanya kita mencari Tetsuna berpencar saja…Kita buat kelompok dan masing-masing kelompok harus ada dua orang…Dan aku yang akan memilihnya…" Ucap Akashi mutlak.

"B-Baik" Ucap semua (Minus Akashi, Akari dan Tetsuna) pasrah saja.

"Pertama, kelompok 1 adalah aku dan Akari!" Ucap Akashi.

Sementara Akari tak peduli dia masih berkutik dengan hp nya.

"Berikutnya, kelompok 2 adalah Shintarou dan Shinji!" Ucap Akashi.

Midorima hanya menaikkan meganenya sementara Shinji hanya mendengus kesal.

"Berikutnya, kelompok 3 adalah Tetsuya dan Saaya!" Ucap Akashi.

Tetsuya hanya mengganguk terima-terima saja sementara Saaya lagi menonton video yaoi yang diberikan oleh Rei dengan muka yang sangat merah seperti tomat.

"Berikutnya, kelompok 4 adalah Satsuki dan Momo!" Ucap Akashi.

Momoi bersama Momo hanya bilang "Baik!" dan setelah itu mereka langsung kembali menonton video yaoi yang diberikan oleh Rei.

"Berikutnya, kelompok 5 adalah Daiki dan Taiga!" Ucap Akashi.

Aomine hanya menguap lebar semantara Kagami hanya menghela nafas.

"Berikutnya, kelompok 6 adalah Atsushi dan Shiro!" Ucap Akashi.

Murasakibara hanya mengganguk sambil melahap snack biskuitnya sampai bungkusannya pun juga dia makan (?) Sementara Shiro sedang menelpon ibu nya kalau dia akan pulang terlambat karena mencari temannya yang menghilang *contoh anak yang baik*.

"Terakhir, kelompok 7 adalah Ryouta dan Rei!" Ucap Akashi.

"Ah! Kita sekelompok idolaku!" Ucap Rei senang.

"TIDDDAAAKKKK! AKASHI-CHI! KENAPA AKU HARUS SAMA DIA SIH, TSU!?" Protes Kise tak terima.

"Kaliankan pasangan jadi aku memasangkan kalian untuk sekelompok…" Ucap Akashi dengan entengnya.

"KAMI BUKAN PASANGAN, TSU!" Teriak Kise.

"Tidak! Kami ini pasangan… Lagipula kita ini sudah berciuman jadi kita ini adalah pasangan…" Ucap Rei.

"Eh? berciuman? SEJAK KAPAN KITA BERCIUMAN, TSU!?" Teriak Kise kaget.

"Oh, itu kemarin waktu aku menganteri kau pulang, aku melihat kau tertidur…Jadi tanpa segan-segan aku menciummu!" Ucap Rei dengan muka tampa dosa.

.

.

"TIDDAAAKKK! BIBIR PERAWANKU!" Teriak Kise yang membuat orang-orang disana budek seketika.

'Pulang nanti aku akan membilas bibirku sampai 100x *Memangnya bisa!?* ,tsu.' Batin Kise.

"KYAAAA~! KIRI-KUN/KIRI-CHAN/REI-KUN SANGAT ROMANTIS!" Teriak Saaya, Momoi, Momo, dan Akari secara bersama-samaan.

'APANYA YANG ROMANTIS!?' Batin para anti Yaoi galau.

"Ano, minna…Kapan kita akan mencari Tetsuna?" Tanya Kuroko.

"Ah! Benar juga kita kan harus mencari Tetsuna-chan! Ayo, kita berpencar dan cari Tetsuna-chan!" Ucap Momoi.

"Baik!" Ucap semuanya mulai berpencar.

Nah, mari kita lihat kelompok 1 dulu…

"Onii-chan…Kita harus mencari Tetsuna-chan dimana dulu?" Tanya Akari sambil berlari.

"Kita cari di kelas dulu…" Ucap Akashi sambil berlari.

"Baiklah! Kita periksa kelas itu dulu saja!" Ucap Akari sambil menunjuk kelas 7B sementara Akashi hanya mengganguk.

Dan mereka mulai memeriksa kelas 7B dan kelas lainnya.

Yak, mari kita beralih ke kelompok 2…

"Baka aniki! Kita cari dimana, nih?" Tanya Shinji.

"Kita cari di taman sekolah saja dulu…Nanodayo." Ucap Midorima.

"Baiklah…" Ucap Shinji.

Dan mereka berdua mulai berlari mengarah taman sekolah.

Sementara kelompok 3...

"Kuroko-san kita harus cari Tetsuna-chan dimana, nih?" Tanya Saaya.

"Umm…Tetsuna suka membaca buku sepertiku jadi kita cari di perpustakaan saja…" Ucap Kuroko.

"Umm…Baiklah!" Ucap Saaya.

Dan mereka langsung berlari mengarah ke perpustakaan sekolah Teiko.

Sementara kelompok 4...

"Onee-chan! Apakah kita harus mencari ke ruang lab?" Tanya Momo ngaco.

"Umm…Kurasa iya…Mungkin dia sedang melakukan eksperimen disana seperti Hime-chan… Kita cari saja disitu dulu!" Ucap Momoi mulai ngaco juga.

Dan mereka langsung berlari mengarah ke ruang lab.

Sementara kelompok 5...

"Oi, apakah kau punya ide kita harus cari dimana?" Tanya Kagami.

"Entalah… Hei! Kita tanya saja pada Murasakibara dan err… Namanya siapa ya dia?" Tanya Aomine sambil nunjuk-nunjuk Shiro.

Kagami menghela nafas."Yukki Shiro…".

"Ah, ya! Yukki!" Ucap Aomine.

Dan Aomine dan Kagami pun bertanya pada Murasakibara dan Shiro darimana mereka harus mencari.

"Eh? Tanya pada Yukki-chin saja~" Ucap Murasakibara.

"Hmm… Kalian cari diselokan saja barangkali ketemu…" Ucap Shiro sangat ngaco sekali.

"HAHH!? KOK KAMI HARUS CARI DISELOKAN!?" Teriak Aomine dan Kagami bersama-samaan.

"Tidak aku hanya…" Ucap Shiro tapi dipotong oleh Aomine dan Kagami.

"Yah, sudah kita coba cari diselokan saja…" Ucap Aomine yang otaknya rada-rada konslet.

"Ok…" Ucap Kagami mulai konslet juga.

Dan mereka berlari dengan cepatnya mengarah selokan sekolah.

"Eh! M-Matte aku hanya bercanda!" Ucap Shiro tapi sayang Aomine dan Kagami tak mendengarnya.

"Are? Apa benar Mine-chin dan Kaga-chin akan mencari Tetsu-chin diselokan?" Tanya Murasakibara.

"Entahlah… Sudahlah kita biarkan mereka saja *contoh orang tak bertanggung jawab*…Kita cari Tetsuna-chan dulu di gedung olah raga." Ucap Shiro dan Murasakibara hanya mengganguk.

'Aku tak percaya bahwa mereka segitu Aho dan Baka kah sampai-sampai menganggap itu serius? Benar-benar Aho dan Baka…' Batin Shiro sambil geleng-geleng kepala.

Sementara kelompok 7...

"Idolaku, bagaimana kalau kita cari si Vanilla Lover itu di ruang klub disekolahmu." Ucap Rei.

"Err… Baiklah, tsu." Ucap Kise.

Skip time…

Terlihatlah tim Kiseki no Sedai dan tim Densetsu yang tengah ngos-ngosan dengan menyedihkannya.

"Hosh…Hosh… Mou! Tetsuna-chan dimana, sih!?" Ucap Momo putus asa seperti di iklan obat nyamuk, yang teman-temannya putus asa karena tak bisa menemukan satu temannya yang lagi bersembunyi di bawah meja sampai-sampai temannya yang lagi sembunyi itu tidur cantik.

"Kami sudah mencari di semua kelas tapi dia tak ada." Ucap Akashi.

"Kami juga sudah mencari di taman sekolah tapi tak menemukannya, nanodayo." Ucap Midorima.

"Kami juga sudah mencari di perpustakaan tapi dia tak ada disana juga." Ucap Saaya.

"Kami juga sudah mencari di lab tapi Tetsuna-chan gak ada…" Ucap Momoi yang membuat Kuroko menatap Momoi dengan bingung.

"Lab? Kenapa kalian mencari Tetsuna di lab?" Tanya Kuroko.

"Iya! Barangkali Tetsuna-chan itu mempunyai hobi bereksperimen yang sama dengan Hime-chan jadi kami mencarinya di lab!" Celetuk Momo sambil membayangkan Tetsuna dengan baju lab dan sedang mencampuri ramuan A dengan ramuan B.

"Tetsuna tak punya hobi seperti itu…" Ucap Kuroko sweatdrop.

"S-Souka." Ucap Momoi dan Momo.

"Kami sudah mencari di selokan tapi tak ada." Ucap Aomine yang membuat Kuroko melotot ke arah Aomine.

"Aomine-kun… Apakah kau pikir Tetsuna adalah tikus got? Atau kau yang kehabisan ide untuk mencari Tetsuna dimana dan akhirnya mencari di selokan?" Tanya Kuroko.

"Tapi Shiro yang mengatakan kalau kita harus mencari di selokan." Ucap Kagami dan Kuroko menatap Shiro.

Dan Shiro mulai menjelaskan kalau ia hanya bercanda kepada Aomine dan Kagami, dan setelah mereka telah mendengar penjelasan Shiro, Aomine bersama Kagami ingin menjadi butiran debu dan ditiup angin hingga menghilang karena menanggung rasa malu, shock, dan terhina dalam diri mereka.

"Atsushi, bagaimana dengan pencariannya?" Tanya Akashi.

"Kami tak menemukan Tetsu-chin." Ucap Murasakibara sambil melahap 1 box Maiubou sekaligus *Ini manusia atau vacuum cleaner?*.

"Huff… Kami juga belum menemukan Tetsuna-chi, tsu." Ucap Kise.

"… Ini sudah malam, sebaiknya kita pulang saja… Orang tua kita pasti khawatir dengan kita karena kita pulang telat, nanodayo." Ucap Midorima dengan bijaknya tak lupa dengan latar belakang tulisan "orang paling terbijak sedunia" dan ditambah ada cahaya yang menyinarinya yang entah cahaya itu muncul darimana.

"Eh? Tapi-" Ucap Kuroko tapi disela oleh Akashi.

"Sudahlah Tetsuya… Ini sudah malam lagipula sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup, kita juga sudah mencari adikmu di seluruh sekolahmu tapi dia tak ada, mungkin kita harus melapor ini ke polisi biar polisi yang mencarinya." Ucap Akashi.

"Baiklah…" Ucap Kuroko pasrah.

"C-Chotto matte! Aku ingin ke toilet dulu! Kalian duluan saja nanti aku susul!" Ucap Aomine sambil berlari ke toilet sekolah Teiko tapi ditahan oleh Momoi.

"Dai-chan… Nanti di toilet hati-hati ya, soalnya Mi-chan pernah bilang ke aku kalau disana tepatnya di toilet laki-laki ada hantunya dan waktu itu ada salah seorang senpai kita yang pernah melihat hantunya! Katanya hantu tersebut seperti bayangan hitam yang berlari secepat kilat." Bisik Momoi.

"Hantu? Huh! Aku tak peduli… Yang penting sekarang aku harus ke toilet dulu!" Ucap Aomine sambil ngacir ke toilet Teiko.

"Mou! Dai-chan!" Rengek Momoi sambil menggembungkan pipinya.

Di toilet Teiko…

"Ah~ Leganya~" Ucap Aomine sambil menaikkan resleting celananya.

"Ah~ Leganya~"

"Hah?" Ucap Aomine bingung.

Aomine membalikkan badannya tapi tak ada seorang pun disana kecuali dirinya. Oke, sekarang Aomine sangat terlihat begitu menyedihkan sekali karena dia mulai gemetaran.

'T-Tadi aku mendengar seseorang terlihat mengulang kalimat yang tadi aku ucapkan tapi aku tak melihat seseorang pun disini… T-Tak mungkin kan cerita horror toilet berhantu di sekolah Teiko yang tadi diceritakan Satsuki itu beneran.' Batin Aomine merinding.

Aomine membeku ditempat sampai tiba-tiba dia melihat bayangan dan menyentuh bahunya.

"GYAAAAA!" Teriak Aomine sampai bergema-gema tujuh tahunan (?).

Di luar gerbang sekolah Teiko…

"Are? Tadi aku mendengar suara teriakan Aomine-chi, tsu?" Ucap Kise sambil menengok kearah bangunan sekolah Teiko.

"Iya tadi aku juga mendengar seperti suara teriakan Dai-chan." Ucap Momoi.

"M-Mungkin ada sesuatu yang terjadi kepada Dai-chan! Kita harus segera menolongnya!" Ucap Momo dan yang lain hanya menggangguk setuju dan segera berlari kembali ke dalam sekolah Teiko.

Di toilet Teiko lagi…

"T-Tidak! Jangan bunuh aku!" Ucap Aomine sambil masih gemetaran dan tak berani menatap ke belakangnya.

"Are? Aomine-kun?"

"Eh? T-Tetsuna? Sedang apa kau disini? Semua pada mencarimu! N-Ngomong disini kau melihat hantu seperti bayangan tidak?" Ucap Aomine sambil berbalik ke belakang.

"Sumimasen Aomine-kun, aku disini karena aku sedang merasa mual dan aku tidak melihat apa-apa selain kau disini." Ucap Tetsuna.

"Eh? Jangan-jangan kau adalah… Hantunya!?"

"Hantu? Aku tak mengerti maksudmu-Ummmph!"

"O-Oi! Bertahanlah! Kau jangan muntah disini! Eh! Matte! Kau kan perempuan kenapa malah ada di toilet laki-laki!?"

"Demo… Boku wa otoko desu…"

Krik.

"Err… Tetsuna, aku tak tau kalau kau punya rasa humor yang bagus."

"Tapi aku serius, aku tak bercanda."

"NAAAANNNNIIII!?" Teriak Aomine tak percaya.

"KAU BOHONG KAN!?" Ucap Aomine sambil menyudutkan Tetsuna di dinding toilet dengan posisi yang ehemehem *If you know what I mean*

BRAKK! *Suara pintu yang didobrak*

"Eh?" Ucap Aomine kaget sambil melihat di dekat pintu toilet telah berdirilah makhluk warna-warni gaje *Author dilempar ke ring basket*.

"AOMINE-CHI APA YANG KAU LAKUKAN PADA TETSUNA-CHI!?" Teriak Kise shock.

"Jadi begitu… Aomine menculik Tetsuna lalu menyembunyikannya di toilet yang luput dari pandangan kita lalu setelah kita mulai lelah dan ingin pulang, dia beralasan ingin ke toilet dan setelah itu ia akan mem Piiiip *Sensor* pada Tetsuna, nanodayo." Ucap Midorima sambil menaikkan megane nya.

"Dai-chan! Apa yang kau lakukan pada temanku!?" Teriak Momoi marah atau cemburu (?).

"Mine-chin memang echii~" Ucap Murasakibara masih berkutat dengan maiubou tersayangnya.

"Daiki, besok berita ini akan kuberitakan pada semuanya bahwa kau mem Piiiip *Sensor lagi* seorang murid dari sekolah Densetsu." Ucap Akashi sambil menatap tajam Aomine.

"Daiki-kun… Beraninya kau mencemari Tetsuna-chan dengan tangan kotormu!" Ucap Akari dengan mode Devil Akari.

"Jadi ini sifat aslimu ya, Aomine." Ucap Kagami.

Dai-chan! Kau sungguh tega sekali mencampakkan onee-chan!" Ucap Momo sambil menunjuk Aomine dengan dramatisnya.

"Momo… Ini bukan drama jadi hentikanlah itu." Ucap Shinji.

"Eh? I-Iya." Ucap Momo gelagapan.

"Ummph! A-Aku mual…" Ucap Tetsuna sambil menutup mulutnya seperti lagi menahan mualannya.

"APA MUAL!?" Ucap semuanya (Minus Tetsuna dan Aomine).

"Jangan-Jangan kau telah mehamili Tetsuna!?" Ucap Saaya yang mukanya sudah sangat merah total tambah otaknya mulai berpikir hal-hal yang aneh.

"G-Gawat kita harus membawanya ke rumah sakit!" Ucap Rei panik tambah otaknya mulai tak beres juga seperti Saaya.

"Saaya-chan… Kirishima-kun… Apa otak kalian sudah mulai konslet karena kebanyakan nonton video laknat itu?" Ucap Shiro sambil menunjuk-nunjuk hp milik Rei yang sedang menayangkan video yaoi.

"Sampai-sampai kalian lupa bahwa kalau Tetsuna-chan adalah laki-laki?" Lanjut Shiro.

"Eh?"

.

Semua mulai mencerna apa yang dikatakan Shiro tadi.

.

Otak berhasil mencerna kata-kata Shiro.

.

Semua terdiam mulai mencari kata-kata apa yang bagus untuk diucapkan disaat keadaan seperti ini.

.

Semua sudah dapat apa yang harus dikatakan dan mulai bersiap melontarkan kalimat.

.

"NAAAAAAANNNIII!? KAU SEORANG LAKI-LAKI, TSU!?" Teriak Kise.

"Ah, benar juga ya Tetsuna-chan kan laki-laki… Aku hampir lupa." Ucap Saaya dan Rei pun kembali mengingatnya lagi.

Midorima hanya terdiam dan Shinji yang menyadarinya mulai memanggilnya.

"Oi! Baka aniki! Kau kenapa?"

Ctrak!

"Eh?"

Prangg!

"Huwwaa! M-Megane mu… Pecah! Baka aniki!"

Dan Midorima tetap tak begeming sama sekali mungkin karena terlalu shock mendengar bahwa Tetsuna adalah laki-laki.

"Tak mungkin! Bagaimana bisa dia adalah seorang laki-laki? Padahal dia lebih manis dari Mai-chan!" Ucap Aomine sambil menjambak rambutnya sendiri.

"Tetsuya… Apakah dia benar-benar seorang laki-laki?" Tanya Akashi memastikan.

"Ya… Dia seorang laki-laki."

Dan ini baru pertama kalinya Akashi tak bisa menebak gender seseorang dan membuatnya tak begitu absolut.

"Eh~? Tetsu-chin seorang laki-laki? Kalau gitu kenapa Tetsu-chin memakai rok?" Tanya Murasakibara.

"Orang tua kami ingin mempunyai anak perempuan tapi karena Tetsuna adalah laki-laki jadi mereka membuatnya seperti perempuan, jadi begitulah… Seperti kalian lihat sendiri." Jelas Kuroko.

"…" Semua hanya terdiam tak tau harus berbicara apa.

"Mmnnph! N-Nii-san apa kau bawa obat sakit mual nya?" Tanya Tetsuna sambil berusaha menahan rasa mualnya yang membuat orang tersadar dari segala pikiran alam sadar mereka.

"Ini…" Ucap Kuroko sambil memberikan Tetsuna obat mualnya dan Tetsuna segera meminumnya dan tak lupa diminum juga air mineral yang diberikan Kuroko yang entah darimana asal dapatnya.

"Tetsuna… Seharusnya kau tak perlu memaksakan dirimu untuk sekolah kalau kau belum sembuh." Ucap Kuroko.

"Sumimasen nii-san… Sumimasen minna… Kalau membuat kalian jadi repot." Ucap Tetsuna membungkuk dengan sopan.

"Tidak apa-apa kok!" Ucap Momoi.

"Ngomong-ngomong aku masih belum percaya kalau kau adalah laki-laki, Tetsuna." Ucap Aomine sambil menelusuri semua bentuk tubuh Tetsuna yang sangat mirip dengan wanita kecuali dadanya yang memang rata seperti pria.

"Jaa… Maukah aku buktikan?" Tanya Tetsuna.

"Eh?"

Dan Tetsuna mulai membuka kancing blazer sekolahnya dengan wajah datar.

WHAT THE!?

"GYAAAA!" Teriak Kise menutupi matanya dengan tangannya walaupun ada sedikit sela untuk mengintip *Hahh…Dasar.*

Midorima hanya terus terdiam.

"Baka aniki!"

Tak ada jawaban…

"Oi! Baka aniki!"

Tak ada jawaban lagi…

"BAKA ANIKI!"

Tak ada jawaban lagi…

Shinji mulai kesal karena daritadi dia panggilin Midorima tapi gak di sahut balik.

"Baka aniki! Kau dengar aku gak, sih!?" Tanya Shinji kesal sambil menepuk bahu Midorima.

Syuuut… BRUK!

"BAKA ANIKI KAU PINGSAN!?" Ucap Shinji panik sambil mengguncang-guncangkan tubuh Midorima yang sekarang sedang tiduran di lantai.

"UWAAA! A-Apa yang kau lakukan!?" Tanya Aomine yang pipinya mulai merona.

"Membuktikan genderku." Ucap Tetsuna yang telah berhasil melepas blazer sekolahnya.

"Eh?"

'A-Apa yang harus kulakukan? Ga-Gawat kalau terus begini aku bisa mimisan… Bagaimana ini? Ah! Benar juga aku pingsan saja seperti Midorima!' Batin Aomine.

Dan Aomine pun mencoba untuk pingsan dengan cara menampar pipinya sendiri tapi hasilnya nihil jadi diapun tidur-tiduran buat pura-pura pingsan dan siapa tau pingsan beneran *Mana mungkin!*, sungguh cara yang tak elit.

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Murasakibara batuk-batuk gaje seperti yang ada di iklan obat batuk .

"B-Bertahanlah Mura-kun!" Ucap Shiro sambil membantu menepuk-nepuk punggung Murasakibara yang sangat besar itu.

Akashi hanya speechless.

Kuroko sweatdrop dikarenakan melihat tingkah teman-teman setimnya yang sungguh wazzzaibb.

Sementara tim Densetsu (Minus Shinji dan Akari) hanya menggeleng kepalanya. 'Kebiasannya mulai kumat lagi...'

Akari menghela nafas sambil memijat pelipisnya untuk bersabar karena ulah anggota timnya yang rada-rada sedikit absurd seperti anggota tim Kiseki no Sedai *Author dikeroyok rame-rame sama tim Kiseki no Sedai dan tim Densetsu*.

"Cukup! Tetsuna-chan cepat pakai kembali bajumu!" Ucap Akari sambil menunjuk Tetsuna yang sedang membuka kancing shirt dalamnya.

"… Baiklah." Ucap Tetsuna sambil mengancingkan kembali bajunya dan memakai blazer sekolahnya kembali.

Yang lain menghela nafas lega tapi ada beberapa yang ada menghela nafas kecewa karena tak bisa melihat tubuh Tetsuna.

"Hari sudah malam… Sebaiknya kita sekarang pulang." Ucap Akashi.

"Benar lagipula Tetsuna sudah kita temukan jadi ayo kita pulang!" Ucap Shinji sambil membopong tubuh Midorima yang pingsan.

"Aku sudah lapar… Aku ingin cepat-cepat pulang, nih…" Ucap Kagami lemas.

"Aku juga~" Ucap Murasakibara.

"Heck!? Kau masih lapar!? Kau sudah menghabiskan banyak snack tadi dan sekarang kau masih bilang lapar!?" Ucap Shiro sambil melotot kearah Murasakibara.

"Iya~Sepertinya masih ada ruang sisa di perutku~" Ucap Murasakibara menepuk-nepuk perutnya.

"Sebenarnya kau makhluk alien rakus dari planet mana?" Ucap Shiro sweatdrop melihat Murasakibara.

"Uh, badanku sungguh bau sekali! Aku ingin cepat mandi!" Ucap Aomine mencium baju seragamnya yang baunya sungguh menakjubkan.

"Are? Tumben sekali Dai-chan mau mandi biasanya Dai-chan gak mau mandi sampai dakian begitu." Ucap Momoi dengan muka watados dan Momo hanya mengganguk setuju.

"SATSUKI TEME!" Teriak Aomine.

"Minna… Ayo kita pulang! Let's go!" Ucap Kise sok pake bahasa inggris.

"Kalau gitu, aku akan pulang ke rumah idolaku selain itu aku akan memanjakan idolaku ini~" Ucap Rei sambil memeluk Kise dengan mesra dan tak lupa dengan kedipan mautnya.

'Memanjakan?' Batin semua dengan pikiran aneh mereka.

"Tak akan, tsu!" Ucap Kise kesal sambil berusaha melepas pelukan Rei tapi malah Rei tambah mengencangkan pelukannya sampai membuat Kise sesak nafas dadakan.

Dan malam itu dihiaskan dengan suara mereka dengan penuh sukacita (Kise:"Apanya yang sukacita!?") tanpa mereka sadari besok akan ada banyak hal-hal yang mengejutkan yang akan menanti mereka.

.

.

.

Sementara itu di kediaman seseorang...

"Sepertinya besok akan ada hal yang menarik bukan, onii-chan?" Ucap seseorang perempuan yang tengah mengecek biodata semua pemain Teiko dan Densetsu dengan senyum mengerikannya .

"Ya... Aku sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengannya." Ucap seseorang laki-laki dengan smirk misteriusnya.

TBC

Author Note: Akhirnya selesai juga *Merenggangkan otot*. Haha… Apa-apaan ini kok jadi gaje begini ya? *Guling-guling di rel kereta api* Dan gomen kalau lama update nya ya soalnya ada banyak tugas yang menumpuk…Huhu sedihnya T^T. Ngomong2 jika kalian ingin mendaftarkan OC kalian, buruan ya soalnya batasnya sampai chapter 4 saja.

See you in next chapter! (^_^)/

Balasan Review:

AoKagaKuroLover: Haha… Makasih kalau kocak ^^. Kalau kemungkinan sepertinya iya Kise akan sama Rei tapi tergantung alur ceritanya berubah atau tidak.

CelestialxXxAngel: Thanks! Ini sudah lanjut.

Silvia-KI chan: Sudah Update nih! Bagaimana? Sudah tak penasaran lagi kan?

Special thanks to: AoKagaKuroLover, CelestialxXxAngel, Silvia-KI chan, dan bagi reader yang telah favorites dan Follow ini cerita.

Chapter berikutnya: New Members And New Rival.

"Ah, hishashiburi ne, Akari-san…"

"Are? Dia mirip sekali dengan Aka-chin."

"Aku ingin ikut klub basket kalian."

"Cih! Haizaki! Kali ini kau mau apa hah!?"

"APA!? KAU SAHABATNYA REI!? MUSTAHIL!"

Mind to review?