WRONG REVENGE
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance, Tragedy, Hurt/Comfort, Crime
Warning : Typo(s), mungkin ga kerasa tragedy-nya, OOC, alur cepat.
Pair : MinaKushi (always!)
Chapter 2 . RnR ! Don't Like, DON'T READ ! Enjoy!
.
.
"Membunuh Minato Namikaze…"
Kushina POV-
Seringai kecil muncul dibibirku, yap, inilah alasan keluargaku menentang kepergianku ke Konoha, keluargaku menentangku yang ingin membalaskan dendam, karena ketua Zanpakuto telah membunuh kakakku, Uzumaki Taka.
Normal POV-
"aku tak ada urusan dengan kalian, urusanku hanya dengan ketua sialan kalian…" Kushina mendesis.
setelah mengatakan hal itu, anak buah Minato langsung menyerang Kushina.
Dengan lihai Kushina menghindar dari semua serangan anak buah Minato, dan dengan cepat Kushina langsung menyerang balik, 1 pukulan untuk satu orang sudah cukup membuat mereka terpental ke segala arah, sekarang hanya Kushina dan Minato yang berdiri tegak.
Kushina hendak melayangkan tinjuan mautnya, tapi ia mendengar suara…
Jangan gegabah, Kushina…
Sontak Kushina menghentikan gerakannya, 'aniki…" batin Kushina
Jika kau melakukannya sekarang, kau akan dikeluarkan dari sekolah Kushina, aku tak mau melihatmu dimarahi ayah dan ibu,
Kushina menunduk, dengan cepat mengambil earphone dan handphone di meja, sambil memberikan deathglare tingkat dewa pada Minato.
Kushina tak berkata apa-apa, ia langsung keluar dari ruangan, dan menutup pintu dengan keras.
Di lorong depan ruangan itu sangat sepi, "Mikoto sudah pulang, baguslah…" Kushina pun bergegas pulang.
Disinilah tempat tinggal Kushina, apartemen sederhana dan sangat rapi ini adalah milik mendiang Uzumaki Taka, mata Kushina sayu, ia sangat lelah hari ini, terutama lengannya yang mengeluarkan banyak darah, rasa sakitnya menjalar keseluruh tubuhnya.
Setelah membersihkan badan dan makan, Kushina segera beranjak ke meja belajarnya. disana terpajang foto dengan bingkai ungu.
Tampak seorang laki-laki berambut merah jabrik dengan bekas luka dipipi kirinya, sedang memegang pundak seorang gadis kecil berambut merah juga.
"aniki…" Kushina membelai foto itu,
"aku kangen aniki lho…"
Disaat seperti ini, Kushina ingat masa kecilnya,
Kushina POV-
"Nee, Kushina! kamu jaga rumah ya!"
"aniki mau kemana? Kushina ikut aniki ya…?"
"jangan…aku mau berpatroli keliling desa! aku mau menjaga desa dari orang jahat! dan tugasmu menjaga rumah ya!"
"apa dengan begini aku membantu aniki?"
"tentu! nah, jaga rumah ya, Kushina!"
Kenangan ini saat aku berusia 8 tahun, dan aniki berumur 13 tahun.
Ia sangat baik dan perhatian padaku, meski ia sering juga jahil padaku, tapi malah hal itu yang membuatku lebih sayang pada aniki.
Keluargaku adalah keluarga yang menguasai ilmu bela diri, dari kecil aku dan aniki sudah dilatih Naginata, ilmu bela diri yang hanya diketahui oleh Clan Uzumaki. aku sering menghabiskan waktu untuk berlatih Naginata bersama aniki.
Tapi, kenangan itu berakhir keesokan harinya, aniki terlibat tawuran dengan Konohagakure, dan ia diusir dari rumah, memang sudah 1 tahun belakang ini, hubungan aniki dengan orang tuaku memburuk, karena aniki sering terlibat tawuran, setelah itu, aku tak pernah bertemu dengan aniki lagi. Saat aku bertanya mengapa aniki pergi, ayah selalu bilang, "ia sudah menyalahgunakan Naginata ke hal yang negative, jangan sampai kau seperti itu, Kushina"
Dan sekarang aku sudah berumur 17 tahun, aku sempat kaget, aniki tiba-tiba mengirimiku surat, namun tidak dicantumkan alamat jelasnya, hanya ia bilang, ia berada di konoha.
Aku langsung pergi ke Konoha, tapi tak mudah mencari aniki di kota besar seperti ini, karena saat itu liburan musim panas, jadi aku sering pergi mencari aniki, butuh waktu 1 bulan mencarinya, dan suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang familiar, Yuta-san! ia sahabat dekat aniki dulu, tapi, kenapa ia ada disini?
"kushina-chan! bagaimana bisa kau disini?!" Yuta-san kaget melihatku,
"dimana aniki?" tanyaku to-the-point, wajah Yuta-san langsung muram,
"sebaiknya ikut aku Kushina,"
aku sudah mengenal dengan baik sosok Yuta-san, ia juga bagaikan aniki kedua ku, jadi aku percaya padanya,
-木の葉 ノ 病院 Konoha Hospital-
Aku kaget, kenapa Yuta-san membawaku kesini, kupikir ada kerabatnya yang sakit, jadi aku hanya diam saja.
Tapi aku kembali dikagetkan olehnya, saat kami berada didepan ruang mayat.
"jangan marah Kushina" tanganku digenggam erat olehnya, seketika itu aku punya firasat buruk, keringat dingin keluar dari pelipisku.
Didepan sebuah kasur putih tertera tulisan, -Uzumaki Taka, meninggal : kemarin, jam 9 malam-
Kepalaku terasa kosong, "ini bohong kan…" suaraku bergetar.
"maafkan aku, Kushina" tangan Yuta-san memegang pundakku,
"KAU BERBOHONG !" langsung kupegang tangan Yuta-san dan kubanting tubuhnya hingga terbentur tembok, ia terdiam meski telah kubanting, mungkin ia mengerti perasaanku sekarang.
Kubuka kain putih yang menyelimuti wajah mayat itu, aku akan membuktikan kalau mayat itu bukan aniki-ku…
Tapi tanganku langsung terasa lemas, mayat itu berambut merah jabrik, dan memiliki bekas luka di pipi kirinya, "aniki…tidak…tidak mungkin!" jeritku, lalu aku merasakan pukulan dileherku, seketika itu aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya.
Saat aku terbangun, aku sudah berada diruangan yang memiliki bau khas milik seseorang, aku langsung tau ini kamar aniki. temboknya berwarna cokelat, dengan lemari besar berwarna coklat tua,
Semua kenyataan yang baru terjadi, semuanya seolah tak bisa kuterima, aku belum bertemu aniki,dan ia sudah meninggalkanku, aku benamkan wajahku dibantalnya, aromanya membuatku selalu teringat padanya, air mata mulai menetes dibantal itu.
"ia dibunuh…" mataku membulat mendengar perkataan Yuta-san, kami sedang berada diruang tamu.
"oleh siapa?" gigiku menggertak,
"ketua geng Zanpakuto, geng terkuat di Konoha. Kushina, Taka adalah orang yang baik, Taka ingin menghentikan perselisihan antar geng disini, ia mendapat julukan The Eagle Shadow, ia bertarung bagaikan bayangan dan cara bertarungnya bagaikan seni yang menakjubkan tapi mematikan, matanya yang tajam bagaikan elang. Taka sudah menundukkan beberapa geng di Konoha, dan suatu hari, ia di tantang oleh Ketua geng Zanpakuto, setelah pertarungan yang sengit, kakakmu tidak terselamatkan. ia cukup terluka parah, Ketua Zanpakuto melakukan kecurangan, ia membawa senjata api, dan ia membunuh anikimu."
Rahangku mengeras, "tak akan kumaafkan…"
Keesokan harinya, aku dan Yuta-san membawa aniki pulang dan dimakamkan di pemakaman keluarga Uzumaki, ibuku histeris, ayah juga tak percaya kalau anaknya sudah tiada, ia menyesal andaikan ia tidak megusir aniki waktu itu, aniki pasti masih hidup.
Setelah pemakaman, Yuta-san menceritakan semuanya kepadaku, dan kepada keluargaku, langsung setelah itu, aku segera mengemasi barangku,
"mau kemana kau Kushina!" ayahku menghentikan tanganku yang sedang berkemas.
"mencari pembunuh aniki,"
"aku hanya akan memberinya pelajaran, kalau tidak karenanya, aniki pasti masih hidup…" aku mulai menggeram, ayah tau sifatku seperti apa, tapi ia masih tetap pada pendiriannya,
"tidak, kau tak boleh pergi, Kushina"
Kulepas pegangan tangannya, "maaf, aku tak bisa menuruti ayah kali ini…"
Dengan cepat, aku keluar dari rumah dengan menyeret Yuta-san.
dan itu terakhir kalinya aku bertemu dengan orang tuaku.
Itulah mengapa aku bisa dirumah aniki, aku tinggal disini, karena Yuta-san telah memiliki istri, jadi tak akan nyaman bila serumah dengannya.
Bercerita sekian panjang membuatku tertidur dimeja belajar, dan aku terbangun tengah malam, kulirik jam, rupanya sekarang sudah jam 04.15
Segera aku bangun, membersihkan rumah, mandi, sarapan dan pergi kesekolah.
Ditengah jalan aku merasa dibuntuti, tentu saja, anak buah Minato yang kuhajar kemarin berjalan dibelakangku. Cih, ternyata ada yang menjadi stalkerku sekarang.
Sesampai disekolah, aku melihat Fugaku, si wakil OSIS, matanya lebam sebelah, oh aku ingat aku meninju matanya kemarin, Fugaku melihatku ia segera berjalan kepadaku, aku menyeringai, aku mengangkat tanganku, "ayo maju, wakil sialan…"
Tapi tiba-tiba Minato berdiri didepanku, "kau Kush-"
Duakk…
"ups…maaf, tanganku kepeleset…." ujarku sambil berlalu, meninggalkan Minato dengan bibirnya yang berdarah,
"Hei…!" Minato meraung, aku hanya diam dan berbalik,
"aku berkata baik-baik dan kau seenaknya meninjuku dan berlalu begitu saja!" Minato mulai 'berceloteh', aku hanya diam memperhatikan, "temui aku sepulang sekolah, kalau kau bukan pengecut…" Minato berkata lagi.
Darahku serasa mendidih, andaikan saat ini bukan disekolah, akan langsung kuhajar durian ini.
"baiklah, aku akan menemuimu,"
"aku hanya ingin berbicara denganmu…" jawab Minato.
"hanya berbicara? aku bertaruh nanti kau akan berdarah…"
Aku langsung pergi kekelas, aku tak sabar menghajar wajahnya nanti...
.
.
.
TBC…
A/N : yak, cerita gaje mulai memenuhi kepala saya, termasuk fic yang ini, entah apakah Fic ini ada yang suka atau malah banyak yang gak suka, karena ide fic ini tiba-tiba muncul, jujur aja susah nulis bagian terakhirnya T.T . jadi berikan komentar kalian di review, arigato sudah membaca fic ini, jangan lupa tinggalkan beberapa kalimat direview ya!
~ハナミ
