WRONG REVENGE
Chapter 3
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Tragedy, Hurt/Comfort, Crime
Warning : Typo(s), mungkin ga kerasa tragedy-nya, OOC, alur cepat.
Pair : MinaKushi (always!)
A/N : Ternyata saya dapat umpan balik(?) positif dari readers, jadi terharu #plakk, Hontouni arigato for :
Masika 3
Aggee
kagamine 15
Guest
Mounstha chan
Yang Mei Lin
#Maaf kalau ada penulisan yang salah untuk pen-name.
Chapter 3 . RnR ! Don't Like, DON'T READ ! Enjoy!
Minato POV-
Sepertinya Kushina benar-benar membenciku yang ia ketahui adalah seorang ketua geng Zanpakuto, aku kembali bersandar sambil mendesah, menatap langit langit kelas.
'apa yang harus kulakukan...sensei?'
"Namikaze-san...!" teriakan menggelegar dari seoarang guru berambut putih jabrik, Jiraiya-'ero'sensei.
Aku tersentak dan membuatku hampir jatuh dari kursiku, ughh...aku jadi bahan tertawaan kelas, beraninya mereka menertawakan Ketua OSIS... (yak...Minato mulai OOC #dibogem Minato)
"m-maaf sensei..." aku membetulkan posisi dudukku.
"ayo kerjakan soal dipapan tulis!" Jiraiya memeberiku hukuman,
Aku melihatnya menyeringai, apa yang sedang ia pikirkan?
Saat aku maju dan berdiri didepan papan tulis, aku sedikit melongo melihat soal didepanku, dengan cepat aku mengerjakan soal dan menjawabnya dengan tepat. berganti Jiraiya yang melongo, ia terlihat kalang kabut lihat aku yang dengan mudah menjawab soal itu. tanpa ba-bi-bu lagi aku segera duduk dan melamun lagi, 'habanero...ya?'
Flashback-
1 setengah tahun lalu, aku pergi ke Uzushiogakure bersama sensei-ku. diam-diam kami memperhatikan seorang gadis yang sedang berkelahi dengan 5 orang preman. rambut merahnya berkibar indah saat ia memukuli preman-preman itu, dan aku terpana melihat kecantikan dan kekuatannya.
"namanya Kushina Uzumaki, ia mendapatkan julukan Akai Chishio no Habanero, Si Habanero yang menakutkan. Saat kecil, ia sudah sering berkelahi dengan anak lelaki yang lebih tua darinya, akhirnya ia dapat julukan itu, dan karena itu juga Kushina sering dimarahi ayah. sepertinya...dari sorot matmu, kau sepertinya tertarik padanya, kan?" Kata sensei-ku tiba tiba, sontak membuat wajahku memerah tipis.
"t..tidak juga sensei..." aku menggaruk belakang rambutku yang tidak gatal.
Aku kembali memperhatikan gadis Uzumaki itu, dia selalu berhasil merebut perhatianku. Tunggu tadi sensei bilang, Kushina Uzumaki, bukankah...itu-
"baru sadar heh? iya, itu adikku yang sering kuceritakan kepadamu, Kushina Uzumaki, dia gadis yang menarik bukan? aku berani bertaruh, kau memang tertarik padanya, kau tak bisa membohongiku, Minato..." Ughh... mau tak mau wajahku jadi merah seperti ini.
Uzumaki Taka, dia adalah sensei-ku, ia sangat suka menggodaku. Aku sudah mengenalnya sejak 3 tahun lalu, saat ia menyelamatkanku dari hajaran preman yang meminta paksa uangku. setelah mengusir preman itu, sensei mengobati lukaku dan segera pergi.
Tetapi, mulai saat itu aku mengikutinya terus, sampai 2 hari aku tidak masuk sekolah.
Dan suatu hari aku kepergok di depan kedai Ichiraku Ramen. Tiba-tiba...
"apa kau tak lelah mengikutiku terus? aku bisa mendengar suara perutmu dengan jelas..." ia sudah berada disampingku.
Aku langsung tertawa aneh, "ehehe...maaf, pasti mengganggu anda. aku...hanya mau berterima kasih tentang hal kemarin lusa..." ujarku sambil membungkuk sopan.
"ya ya ya... sama-sama bocah-"
"aku bukan bocah !" sangkalku dengan cepat. Saat itu aku masih berumur 14 tahun.
"hoo, begitu ya? kalau begitu buktikan kalau kau bukan bocah, traktir aku di ichiraku, sebagai imbalan hal kemarin lusa, dan setelah itu, aku anggap impas..." setelah itu, ia langsung masuk ke ichiraku dan menghabiskan 10 mangkok ramen asin jumbo size. Sial, ia menguras dompetku hanya dengan waktu 2 jam.
Aku langsung tertawa sendiri saat mengingat kejadian itu, dan setelah itu, aku dan ia menjadi sangat akrab, bagaikan saudaraku sendiri, ingin aku memanggilnya, aniki. tapi rasanya tidak sopan, jadi aku memanggilnya sensei, karena ia telah mengajariku karate.
Tapi, suatu pagi, sensei terlihat sangat serius, padahal latihan yang lain tidak pernah seserius ini.
"aku akan memberimu hal yang berharga..."
Flashback end-
Normal POV-
Tak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi. Kushina segera menuju tempat 'pertemuan' dengan Minato. Tangan Kushina sudah gatal, ia ingin segera memukul wajah 'tampan'nya.
"akan kubuat wajahnya jadi tak berbentuk, dattebane!"
Namikaze Minato berjalan terburu buru melewati koridor sekolah, Fugaku yang mengikutinya mau tak mau berjalan cepat juga.
"kau ingin segera menemuinya atau ingin kabur darinya, Danchou?" Fugaku agak sedikit mengejek di kata terakhir tadi.
"kau tidak lihat aku sedang berjalan kearah mana? kupikir kau yang akan kabur darinya. Bukankah kau yang langsung merengek ke Mikoto setelah di tonjoknya kemarin?" Minato melirik Fugaku dari sudut matanya.
Kushina menyilangkan tangan didepan dadanya, sambil mendengus kesal, ia melirik jam tangannya. 'terlambat 20 menit' batinnya.
"Kushina-chan. kau menunggu siapa? bukankah ini sudah jam pulang sekolah?"
"Mikoto! apa yang kau lakukan disini? pulang saja sana!"
"aku juga sedang menunggu seseorang kok."
"siapa?"
"Fugaku Uchiha"
"ha? lelaki dengan buntut ayam itu?" Kushina langsung mengingat rambut Fugaku.
"yah, memang rambutnya agak seperti buntut ayam sih. aku menunggunya karena kemarin ia habis ditinju sama seseorang, jadi aku mau merawat lukanya lagi."
Kushina hanya meringis, 'yah,andai saja kau tau. aku yang meninjunya ,Mikoto'
Kushina dan Mikoto terdiam, Kushina bersandar pada tiang lampu.
Suara langkah mendekat. Kushina langsung berdiri tegak.
Wajah Namikaze Minato mulai terlihat.
'osoi ne...' Kushina mendengus kesal.
Fugaku kaget melihat Mikoto bersama dengan Kushina.
"apa yang kau lakukan dengan dia, Mikoto?" Fugaku mendelik.
"mou...Fuga-kun lama sekali, aku menunggumu daritadi ! untung saja Kushina mau menemaniku."
'siapa yang menemanimu?' Kushina tambah kesal.
"Kushina..." suara tegas Minato membuat Kushina marah.
Kushina langsung melesat maju dan menyerang Minato. Dengan refleks yang bagus, Minato bisa mengelak dari tinjuan Kushina.
"kau menarik sekali, Kushina-chan..." Kushina sangat kesal, Minato memanggilnya dengan suffix 'chan' dengan seenaknya.
"dasar durian..." Kushina tak henti-hentinya melancarkan tinjuannya. Dan Minato bisa mengelak dengan mudahnya.
"kenapa tak melawanku durian? hanya bisa mengelak heh?" Kushina mencibir.
Minato hanya tersenyum.
Fugaku hanya diam sambil memasang kuda-kuda waspada. Wanita barbar itu bisa menyerangnya kapan saja.
Sudah lewat 30 menit Kushina menyerang Minato tanpa henti, Minato hanya mengelak terus.
"hebat sekali Kushina, kau tak kelelahan meski menyerang selama 30 menit non-stop. hoo, aku lupa, darah Uzumaki mengalir ditubuhmu. dan mungkin... Kekuatan Uzumaki Taka sudah melekat di raga mu..." nada Minato terdengar mengejek di kalimat terakhir.
Mendengar nama Uzumaki Taka, darahnya langsung mendidih, wajahnya merah padam karena amarah. Dan tak terasa air matanya juga ikut mengalir di pipinya.
"jangan kau menyebut namanya seolah kau mengenalnya, Namikaze...kau...pasti kau yang membunuh aniki..." dengan suara yang agak serak, Kushina berjalan pelan kearah Minato.
"bukan aku, Kushina..." jawab Minato tegas.
"bukan aku yang membunuhnya...ia...meninggal dalam kecelakaan, Kushina" Minato membuat perkataannya dapat dipercaya.
"bohong...pembohong sepertimu tak usah banyak bicara..." nada kushina berubah menjadi suram, kemana nada seraknya tadi. Ia sudah dipenuhi kemarahan dan kebencian, juga kesedihan yang mendalam.
"kau salah paham Kushina..." Minato kembali meyakinkan Kushina.
BUK BUK BUK!
Tiga serangan bertubi-tubi sukses membuat Minato tersungkur. Perut , rahang bawah dan pipi kanan menjadi tempat tinjuan Kushina tadi.
Minato merintih sambil memegangi perutnya yang berdenyut sakit.
'cepat sekali gerakannya...' Minato mecoba berdiri lagi.
BUK...!
Satu pukulan telak dikepala, membuat Minato kembali tersungkur.
'Cih, ini pasti yang dirasakan 5 preman dahulu itu...' Minato meludah darah, bibirnya terasa perih.
"bukankah aku sudah bilang, aku berani bertaruh kalau kau akan berdarah..." Kushina masih berdiri tegak.
Minato tak menyerah, ia kembali bangkit dengan tertatih.
Ia memasang kuda-kuda yang sama dengan Kushina. Kushina kaget dengan berubahnya kuda-kuda Minato.
Kushina kembali melawan, tapi-
TAP..!
Pukulannya berhasil ditahan dan ditangkis oleh Minato.
Mata Kushina membulat, "b-bagaimana bisa...? Naginata..."
"kutebak kau kaget nona Uzumaki..." dengan santai Minato mengelap bibirnya yang terus berdarah.
"kau bukan dari klan Uzumaki, bagaimana bisa kau mengetahui teknik ini ?!" Kushina kembali menyerang, tapi dengan mudah Minato menangkisnya. Dan balik menyerang, dengan teknik yang sama, Naginata.
"aku tau teknik ini. Naginata hanya bisa ditangkis atau dilawan balik dengan Naginata itu sendiri. teknik ini memang sulit, tapi...aku bisa menguasainya dengan cepat..."
Minato mendekat ke Kushina.
"bagaimana bisa..." Kushina masih tercengang.
"karena ada seseorang yang mengajariku, nona Uzumaki."
"siapa? Uzumaki tak akan mengajarkan Naginata kepada orang lain, selain klan Uzumaki. Tak ada orang luar yang bisa teknik ini..."
"tapi, buktinya aku bisa melakukan teknik ini, meskipun aku bukan dari klan Uzumaki..."
Minato lebih mendekat.
"karena, Uzumaki Taka telah mengajariku teknik ini, Kushina..."
'Aniki...?!'
.
.
.
To Be Continue
A/N : Gomennasai...! #bungkuk
aku lama sekali updatenya. Yah karena banyak kerjaan juga, dan juga aku hampir kena WB. Tapi untungnya ingat lagi alur ceritanya #yokatta.
Btw, kemarin aku baru dapet Flame di ff-ku yang lain, haha, ternyata gini rasanya dapet Flame. nyesek juga sih, aku dibanding-bandingkan sama Author yang senior, masa nggak tau kalo aku ini Author baru, masih belum pengalaman. kan wajar aja kalo masih abal dan jelek, aku juga lagi belajar kok. aku nggak mungkin langsung bisa bikin ff yang bagus kayak Author senior. Haish...cukup curcolnya.
Mungkin, ff ini masih banyak kekurangan ya #lirik fic sendiri. Genre Romance sepertinya masih belum kerasa sampai di chapter ini, tapi kemarin aku tulis Romance di genre 2 chapter sebelumnya, #dasarbaka
yaudah, terima kasih sudah menyempatkan baca fic ini. jangan lupa tinggalkan beberapa kalimat di review ya! kritik dan saran diterima, flame juga kok, tapi jangan atas nama 'Guest' cantumkan nama juga ya!
~ハナミ
