Makasih Minnaaaa buat Reviewnya.. Ini Kira udah lanjut! Tapiiii... Semoga suka dengan Lanjutannya.. karena,jujur Kira ga PE-DE dengan Fic ini #garuk-garuk kepala

Oke.. selamat membaca!^^

Disclaimer : om Masashi

Pair : SasuNaru slight KakaIru

Rate : T+ (untuk sekarang)

Gendre : Romance,Drama

Warning : YAOI,ANEH,GAJE,TYPOS,DLL

...

Suara alunan musik mengalun ditengah riuh lautan manusia yang sedang meliuk-liukan tubuhnya semakin liar dan panas. Seorang pemuda tampan nampak memasang ekspresi jengah ditengah aliran panas diskotik itu. Suara bising itu sungguh membuat sepasang telinga seorang pemuda bersurai raven itu menjadi tidak nyaman,dan pemandangan panas didepannya sungguh membuat matanya sakit. Sungguh ia sangat amat tidak menyukai keramaian! Apalagi yang namanya diskotik!

Lantas kenapa dia berada ditempat seperti itu?

Jawabannya hanya satu.

Naruto Namikaze.

Setelah melihat perselingkuhan kekasihnya dan sahabantnya sendiri a.k.a Hinata dan Kiba di Handphone Sasuke,Naruto pada waktu itu langsung melesat meninggalkan Sasuke ditempat tanpa berbicara satu patah katapun. Tentu saja,Sasuke langsung mengejarnya. Dan berakhirlah Naruto yang berada didiskotik ini.

"Cukup Dobe! Kau mabuk!" Hardik Sasuke keras seraya menjauhkan Naruto dari benda laknat yang bernama alkohol itu. Naruto menggeram,matanya berkilat marah memandang Sasuke dengan pandangan benci. Sementara Sasuke membalasnya tak kalah sengit.

"Teme hik! Pedopil Bastard hik! Enyah dari hadapanku! Kau hik mengganggu sekali hik! Dasar Pantat Bebek cacat hik !" Hina Naruto habis-habisan dengan suara mabuknya.

CTAK!

Kedutan kesal muncul didahi mulus Sang Uchiha. Kalau saja yang mengatakan itu bukan calon Uke tercinta yang menjadi obsesinya selama ini,maka dapat dipastikan esok hari pemuda itu menjadi seonggok daging tanpa nyawa. Tapi..

"Berhenti kubilang! Kau sudah menghabiskan 3 botol wine Dobe!" Bentak Sasuke menghiraukan hinaan nista pujaan hatinya. Ia menatap Naruto kesal seraya terus menjauhkan botol-botol dari jangkauan Naruto.

'Chk.. Apa hanya karena wanita jelek itu si Dobe jadi frustasi begini? Si Dobe benar-benar mencintai wanita jelek itu?' batin Sasuke bertanya kesal sembari menghina Hinata jelek. Padahal,jelas-jelas Hinata itu Miss Jepang tahun ini,otomatis cantik adalah hal mutlak yang ia punya. Namun,mungkin karena menurutnya tidak ada orang yang lebih Cantik dari Naruto.

Cinta memang membuat orang buta!

Bibir Naruto mengerucut lucu,tanda ia sedang bad mood. "Bukan Urusanmu hik Boss menyebalkan!" Serunya seraya menunjuk tak sopan wajah Sasuke dengan telujuknya,didekatkannya wajahnya dan Sasuke. "Kau itu hik bukan siapa-siapa," lanjutnya dengan seringai puas diwajahnya setelah mengatakan itu.

Glup!

Sasuke menelan ludahnya. Saat ini,Ia berusaha sekuat agar tidak 'menyerang' Naruto. Bagaimana tidak? Dengan jarak sedekat ini,ia dapat melihat dengan jelas wajah memerah Naruto,dengan mata yang sayu karena mabuk. Ditambah bibir merah basah dan hembusan nafas Naruto yang menerpa wajahnya.

Panas! Ia merasakan tubuhnya memanas.

Sesak! Ia merasakan celananya sesak,sesuatu telah membengkak diselangkangannya.

'Sial!' Sasuke mengumpat dalam hati.

"Dobe.." Desisnya tajam. Onyxnya menyorot nafsu kearah Naruto. Baiklah,Ia sudah tidak tahan sekarang.

Lalu?

"Kita pulang!" Putusnya seenak jidat. Tanpa aba-aba Sasuke menyeret Naruto sekuat tenaga. Tentu saja Naruto memberontak kuat,namun tetap saja dirinya diseret,karena cengkraman kuat dan tenaga Sasuke jauh lebih kuat darinya,ditambah Naruto dalam keadaan yang mabuk.

"LEPASKAN BRENGSEK!" Teriak Naruto benar-benar marah. Namun,Sasuke tak menyahut sedikitpun. Malah,semakin mempercepat jalannya menghiraukan pandangan kaget orang-orang yang baru menyadari Naruto Namikaze sang artis idola mereka, berada disana.

Dan?

"GYAAAAA! ITU NARUTOOOOOO!" Koor mereka bersamaan seraya mengejar Sang Namikaze. Sasuke mendesah,Ia segera berlari menghindar dari para NaruHolic itu. Tidak diperdulikannya Naruto yang berlari terseok-seok dibelakangnya yang mulai merasakan pusing dan mual.

"Ugh!" Lenguh Naruto.

"Cepat Dobe!" Sasuke berseru agak panik setelah melihat kearah kerumunan manusia dibelakang mereka yang semakin banyak dan memanggil-manggil Naruto. Sasuke terus menyeret lari Naruto kearah parkiran semakin cepat. Wajah Naruto semakin memucat,kepalanya bedenyut pusing efek dari mabuknya,ia bahkan tidak menyadari situasinya sekarang yang semakin gawat.

Sasuke melihat mobilnya sudah dekat dengannya. Ia segera mengambil kunci yang ia simpan didalam saku celananya. Sementara,tangan satunya masih menggenggam erat tangan Naruto. Ia kembali menoleh kearah belakang,kerumunan masih mengejarnya. Dalam hati ia berhitung sampai 5,untuk sampai kedalam mobilnya.

1

2

3

4

5

CKLEK!

BRAKK!

Sasuke mendorong Naruto kedalam mobil kemudian menutupnya keras,tidak menghiraukan Naruto yang mengaduh kesakitan,akibat tingkah serampangannya. Kemudian, Ia berlari secepat ia bisa untuk mencapai pintu stir.

Dan?

"Selamat," desahnya saat melihat kerumunan manusia yang kebingungan mencari mereka,tepatnya mencari Naruto.

"Hah.. Hah.. Hah.. Brengsek hik!" Naruto terengah kecapean seraya mengumpat kepada Sasuke atas rasa sakit dibokongnya akibat sikap Sasuke yang kasar. Wajahnya semakin memerah dan sayu. Ia menoleh kearah Sasuke yang sedang mengatur nafasnya sama,namun lebih tenang. Mual tiba-tiba menyerangnya lagi,tenggorokannya terasa penuh serasa sesuatu memberontak ingin keluar. Naruto mencoba menahan desakan untuk muntah disela-sela kesadarannya yang semakin menipis. Dia berhasil,nyaris saja.

"Emmmh.. engh..Temeeh.. Ugh!" Naruto tak melanjutkan bicaranya. Ia melenguh sakit ketika rasa pening kembali menyerangnya.

Tapi?

SERRR!

Sasuke menoleh cepat kearah Naruto,darahnya berdesir keseluruh tubuh. Entah kenapa suara Naruto seperti sebuah desahan erotis ditelingannya. Chk,Sial! Sesuatu diantara selangkangannya kembali menegang,padahal nyaris saja dia lupa tadi.

"Jangan menggodaku Dobe," suara berat Sasuke terdengar sedikit bergetar. Ia menahan nafas saat melihat kondisi Naruto saat ini. Semenatara,Naruto terus melenguh kecil karena rasa pusing dan mualnya.

'Tahan! Tahan! Tahaan!'

Sasuke terus menahan diri agar tidak menyerang Naruto yang tengah tak berdaya saat ini.

Karena..

"Akan lebih baik kita bercinta dalam kesadaran penuh bukan Naru-chan~?" katanya edan dengan seringai mesum dibibir pucat seksinya. Tangannya membelai pipi gembil Naruto dengan lembut,mata onyx nya terus menyusuri setiap lekuk garis wajah sempurna sang Namikaze,kemudian tangannya turun membelai bibir merah basah Naruto dengan sensual. Ia membayangkan bagaimana bibir ini akan mendesahkan namanya dengan nada seksi diatas ranjang. Ah! membayangkannya saja membuat dia merasa gila.

Ia menjilat bibirnya sendiri.

'Sedikit saja' pikirnya sedeng. Sasuke mulai mendekatkan wajahnya kearah Naruto yang sepertinya sudah kehilangan akal sehatnya akibat alkohol. Matanya memandang lurus shapphire yang telah menjeratnya dalam pandangan pertama itu,ia mulai bisa merasakan deru nafas Naruto yang menerpa wajahnya,panas.

Cup!

Sasuke mencium bibirnya mesra. Ia bisa melihat tatapan sayu dari dua bola mata Naruto saat ini. Hal itu membuatnya semakin bergairah dan memperdalam ciumannya dengan ganas,mencicipi rasa manis dari mulut seseorang yang telah menjadi obsesinya selama ini. Erangan terdengar dari mulut Naruto saat sasuke melesakkan lidahnya kedalam mulut Naruto dan menghisap kuat lidah Naruto dengan bernafsu. Membuat sensasi menggelitik dan efek strum ditubuh Sasuke yang baru pertama kali mengecap mulut manis Naruto,walaupun dia juga masih merasakan sisa rasa wine didalam mulut Naruto. Ia merengkuh kepala Naruto lebih dekat dengannya,Narutopun mengalungkan tangan kelehernya secara refleks. Sasuke memiringkan kepalanya memperdalam cumbuannya dan mulai menjelajah rongga mulut naruto dengan kasar,menjilat,memelintir,dan menghisap lidah Naruto. Ciuman itupun semakin panas,sasuke terus menjelajahi setiap inci dalam rongga mulut Naruto yang membuatnya gila,hingga tetesan saliva _entah milik siapa_ menetes diatara dagu mereka. Membuat Naruto mengerang keras.

"Mmmmh... Mmmh! Engh..!"

Hingga rontaan kecil Naruto menghentikan ciuman panas itu. Sasuke mengerti akan kebutuhan oksigen mereka.

"Hah..hah..haah" Nafas mereka memburu.

Seringai mesum Sasuke menghiasi wajahnya. Demi Tuhan! Itu adalah ciuman ternikmat dan terbaik yang pernah dialami seumur hidupnya. Ia merasakan keinginan untuk melakukannya terus.

Gawat!

Ia mulai kecanduan. Bibir Naruto bagai efek heroinebaginya.

"Ugh.. Apa aku lakukan sekarang?" bisiknya seraya menahan sesak dibawah celananya.

Sudah diputuskan! Sasuke akan me-rape Naruto sekarang juga!

Sasuke mulai membuka syal yang dipakai Naruto. Dibuangnya syal itu sembarang. Dan..

Leher jenjang nan seksi Naruto terekspos jelas didepan Sasuke. Kulit tan yang kelihatan mengkilat efek dari keringat membuat Naruto semakin menggairahkan. Lagi-lagi,Sasuke hanya bisa menelan ludah.

Ia mencondongkan kepalanya kearah leher jenjang Naruto.

Dekat..

Dekat..

Dekat..

De-

"HOEEEKKKK!"

"..."

"AAAAAAARRRRRGGHHHH! NAMIKAZE NARUTOOOO! KUBUNUH KAUUU!"

"..."

Hening..

Hening..

"MA-MAKSUDKU.. KUPERKOSA KAUUU!"

Haah.. Dasar plin plan!

.

AAAAAA

.

Iruka mondar-mandir gelisah bak setrikaan diruang tamu Appartement Naruto. Sesekali dilihatnya jam yang bertengger ditangan kecoklatannya. Waktu sudah menunjukan pukul satu malam,tapi Naruto belum pulang juga. Ia khawatir sekali karena sedari tadi ia menghubungi Naruto,tapi Handphonenya tak aktif. Ia takut terjadi apa-apa dengan Naruto. Ia juga sudah menanyakan kepada Kakashi untuk menghubungi Bossnya,menanyakan apa ia sedang bersama Naruto atau tidak? Dan ternyata Sasuke sama tak bisa dihubungi. Setahunya,tadi Naruto berpamitan kepadanya untuk menemui Sasuke.

Tapi..

Tak biasanya Naruto seperti ini. Biasanya Naruto tak perlu lama untuk makan malam bersama Sasuke. Apalagi ia baru selesai Konser,pastilah cape. Dan ia selalu tahu,Sasuke tak pernah membiarkan artisnya itu kelelahan.

"Ya Tuhan.. Naruto dimana kau?" suaranya terdengar frustasi. Sebenarnya bukan Narutonya saja yang ia khawatirkan,tetapi..

"Minato-san sangat menakutkan jika dia marah,ba-bagaimana ini?"

Nasib dirinya juga ditangan sang kepala Namikaze yang terkenal overprotektif itu.

TENG TONG

Suara bel membuat Iruka setidaknya merasa lega. Pria berumur 30 tahun itu segera bergegas membuka pintu. Ia tahu Narutolah yang ada dibalik pintu itu,karena : memangnya siapa yang akan bertamu tengah malam begini?.Dalam hati ia berjanji , akan langsung 'menyemprot ' Naruto.

Ceklek!

"Aku berjanji takkan memeberimu jatah Ramen selama se- SASUKE-SAMA?!" omelan yang dimaksudkan untuk Naruto dari Iruka itu terpotong dengan kekagetan Iruka saat melihat Sasuke tengah menggendong Naruto ala bridal Style yang sepertinya sedang tak sadarkan diri,dengan wajah yang terlihat kacau dan tertekuk.

"ASTAGAAA! APA YANG TERJADI?" pekik pria berambut cokelat itu semakin panik saat melihat jas yang dipakai Sasuke penuh dengan muntahan.

Tanpa berkata apa-apa Sasuke berjalan melewati Iruka yang tengah berwajah cengok.

Tap

Tap

Langkah Sasuke terhenti "Dimana kamar Naruto?" suara dingin Sasuke mengagetkan Iruka yang berdiri mematung dibelakang.

"A-ano.. Dilantai dua sebelah Kiri ruang bersantai" jawab Iruka sedikit kikuk,karena ia masih tidak percaya boss besarnya berada disini ,dihadapannya malam-malam,ditambah menggendong Naruto pula.

'Apa benar itu Presdir atau jangan-jangan hantu?' Iruka mulai membatin eror.

"Hn"

Dengan ringan Sasuke menaiki satu persatu tangganya,seakan tubuh Naruto yang digendongnya tidak berat sama sekali. Dalam satu kali pandang saja Sasuke langsung yakin bahwa pintu didepannya adalah kamar Naruto. Kenapa? Karena pintunya berwarna oranye. Seluruh jepang juga tahu,Namikaze Naruto adalah pencinta warna cerah yang satu itu.

Satu langkah saat memasuki kamar Naruto,Sasuke langsung dihidangkan aroma khas Naruto yang membuat pikirannya rileks dan tenang. Ah! Betapa Sasuke sangat menyukai aroma mint citrus khas Naruto itu,membuatnya kecanduan. Dengan telaten,ia membaringkan Naruto diatas ranjang king sizenya.

"Eng.. Kalian berdua tega mengkhianatiku," suara igauan lirih Naruto tak sengaja didengar Sasuke. Dengan datar ia memandangi Naruto,menanti kata-kata selanjutnya yang keluar dari Naruto.

"Hiks.. Hinata-chan.." lanjut Naruto memanggil kekasihnya dengan air mata yang mulai turun dari matanya yang terpejam.

What the hell?!

Mata Sasuke melotot marah saat nama terlarang itu keluar dari mulut Naruto ,sambil menangis pula?

' Apa-apaan dia itu! Menangis hanya karena wanita tidak jelas seperti Hyuuga?'Sasuke mendumel dalam hati.

"Kenapa kau berselingkuh dengan sahabatku sendiri?"

'Cih! Sebenarnya dia sakit hati karena siapa? Hyuuga atau Inuzuka?'

"Kiba.. Kiba.. Kiba..engh.. Aku sedih sekali padahal aku sangat me- engh"

Deg!

Jantung Sasuke seakan berhenti berdetak saat memikirkan kelanjutan kalimat Naruto. Ia mulai parno sendiri.

Me-nyukaimu?

Me-ncintaimu?

Me-nyayangimu?

Gila! Kalau salah satu kalimat yang keluar dari mulut Naruto adalah seperti yang dipikirkannya. Sasuke berjanji akan segera menyewa pembunuh bayaran untuk Kiba. What the hell? Jadi selama ini Naruto diam-diam menyukai pria lain? Jadi,berpacaran dengan Hinata adalah sandiwara untuk menutupi hubungan mereka?

Sasuke mulai gila sendiri dengan pemikiran-pemikiran kurang wajarnya.

"Padahal aku mempercayaimu Kiba. Engh.. hiks.. Jika kau menyukai Hinata aku rela.. Hiks.. Tapi jangan bermain dibelakangku dong!" Racau Naruto tak sadar seraya menunjuk-nunjuk langit-langit kamarnya. Mungkin,dalam mimpinya ia sedang berbicara langsung dengan Kiba.

Sasuke?

Dia cengok sendiri. Jadinya menyesal sudah marah-marah dan kesal tak jelas. Jadi siapa yang salah?

"Dobe.. kau membuatku merasa aneh," desis Sasuke seraya menjambak rambunya sendiri frustasi. Ia jadi heran sendiri dengan tingkahnya.

Chk.. Padahal,dari awal juga tingkahnya memang diluar angka normal bukan?

Sasuke mulai bangkit dari ranjang Naruto,tangannya mulai melucuti pakaiannya yang kotor. Dibuangnya sembarang pakaiannya,hingga tersisa kaos oblong putih dan boxer nya saja. Lalu,ia menoleh kearah Naruto. Tiba-tiba seringai iblis terpatri diwajahnya.

Tapi...

Tok Tok Tok!

Suara ketukan pintu membuat niat suci(?) Sasuke langsung hancur.

"Masuk!" dengan malas Sasuke menjawab. Tak lama Iruka masuk kedalam kamar Naruto yang tak terkunci itu. Iruka sempat terkejut saat melihat tubuh setengah telanjang Sasuke,wajahnya memerah malu sekaligus mengagumi tubuh indah nan sixpack Boss besarnya itu. Entah Iruka sedang beruntung atau sial mendapati tubuh setengah telanjang Sasuke.

'Kakashi.. kalah jauh!' Iruka mulai membandingkan dengan tubuh kekasihnya.

"Ada apa?" kata Sasuke bertanya datar,raut wajahnya sama sekali tidak menampakan suatu emosi. Berbading terbalik dengan hatinya yang sedang dongkol.

"A-Ano.. Saya akan mengganti pakaian Naruto dengan piyama," Nada suara Iruka terdengar ragu saat mengatakannya.

"Hn," gumamnya sambil beranjak. "Malam ini aku tidur disini," lanjutnya dengan nada yang tak ingin dibantah. Iruka hanya bisa mengangguk kaku,dan dalam hati berdoa: semoga keponakan kesayangannya selamat.

Sasuke pun beranjak kekamar mandi dan Iruka yang mulai mengganti pakaian Naruto.

...

Sinar matahari pagi mulai terlihat dicelah-celah gorden yang terbuka. Namun,sepasang insan masih setia berbaring tidur diatas ranjang hangat nan empuk mereka. Saling berpelukan,membagi kehangatan masing-masing bak sepasang suami istri.

Tunggu!

Sepertinya yang sedang tidur hanyalah salah satunya. Karena,pemuda yang lainnya telah tebangun dengan senyuman hangat diwajahnya seraya memandang penuh khikmat kearah pemuda yang tengah berbaring nyenyak dalam pelukannya. Pemuda yang terbangun yang ternyata adalah Sasuke itu,menikmati setiap detik yang berjalan saat ini.

Ini adalah mimpinya selama ini.

Ini adalah bayangnya selama ini.

Ini adalah obsesinya selama ini.

Yaitu,tidur dan bangun tidur, seranjang dengan Naruto. Haaah! Indahnya hidup ini!

"Engh...," suara lenguhan kecil terdengar dari mulut mungil Naruto. Matanya mulai mengerjap-ngerjap lucu berusaha mengembalikan nyawanya yang belum terkumpul. Tatapan khas bangun tidur sayunya memandang lurus kearah wajah tampan Sasuke yang tengah tersenyum manis kepadanya.

"Ohayou sayang~" Sapa Sasuke benar-benar lembut penuh penghayatan seraya mengecup dahi sang Namikaze.

"Ohayou" balas Naruto dengan suara seraknya,"Engh.. kepalaku pusing" keluhnya belum tersadar sepenuhnya.

Senyuman Sasuke semakin lebar saat tidak mendapati penolakan dari Naruto,sehingga ia tidak terlihat seperti seorang Uchiha. "Mau kupijat Istriku?" tawar Sasuke sinting,merasa bahwa dirinya sudah menjadi seorang suami dan memperlakukan Naruto layaknya istri yang sedang sakit. Lantas,presdir muda itupun memijat kepala Naruto pelan. Sehingga,membuat sang empu keenakan.

"Bagaimana enak tidak, Naru-koi?"

"Hmmm," Naruto hanya menggumam sebagai balasan yang berarti 'iya'. Sasuke dengan senang hati meneruskan pijatannya.

Pijat

Pijat

Pi-

Tunggu!

Mata Naruto terbelalak saat ia baru menyadari sesuatu 'Sepertinya ada yang salah,'batinnya bodoh. Dengan gerakan patah-patah ia menoleh kearah pemuda tampan disampingnya. Lalu?

"GYAAAAAAAAAAA!"

.

GUBRAKKK!

.

"KENAPA KAU MENDORONGKU IDIOT!"

Baiklah.. Sepertinya pagi ini Appartement itu akan diwarnai pertengkaran kecil 'suami istri' (?).

.

.

Setelah beberapa saat kekacauan yang lalu...

"Kau! Enyahlah dari hadapanku pedopil…," ujar Naruto,keras,"Dasar Gila" lanjutnya, dengan tatapan horror. Saat ini,mereka tengah berada diruang tamu ditemani Iruka yang masih kewalahan akibat memisahkan pertengkaran beberapa saat lalu.

Plok.. Plok.. Plok…!

Sasuke bertepuk tangan.

"Jadi begitukah sikapmu kepada orang yang telah menolongmu setelah kau memuntahinya?" tanya Uchiha bungsu, mengejek Naruto. "Apakah Namikaze Naruto adalah seorang yang tidak tahu terimakasih? " lanjutnya sarkastik, dengan dengusan kecil. Mata Naruto terbelalak mendengar kalimat pedas yang terlontar dari mulut Sasuke.

'A-Aku benar-benar me-muntahinya?'

"Jangan bercanda!" Naruto mulai mengelak,ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan orang gila macam Uchiha Sasuke didepannya. Ia menatap Sasuke dengan sengit.

Sasuke mengedikan bahunya terserah "Jika kau tak percaya bisa kau tanyakan pada managermu," ia mengerling kearah Iruka yang sedang duduk diantara pemuda-pemuda yang sedang bersitegang itu (Naruto- Iruka- Sasuke). Lantas,Naruto menoleh kearah Iruka dengan pandangan –Apa –benar – yang-dikatakannya?.

Iruka mengangguk.

Naruto mangap-mangap tidak jelas bak ikan koi. Sementara,sang Uchiha tersenyum iblis penuh kemenangan.

"Jadi,bisakah aku meminta imbalannya?" Imbuh Sasuke dengan senyuman iblis yang bertengger terus diwajahnya.

Dengan bibir yang melengkung kebawah Naruto menjawab "Apa maumu? " Nada suara ketus itu menyiratkan rasa tak enak dari sang empu.

'Chk.. Dasar tidak tulus!' Naruto terus mendumel sedari tadi dalam hati.

"Mudah!" jawab Sasuke ekspresif, " seperti yang sudah kukatakan dari tadi, kau cukup menjadi kekasihku saja,"katanya melanjutkan.

"Kau! Aaaarrrgh!".

.

.

Seorang wanita cantik berambutindigo tengah duduk cantik disebuah sofa berwarna putih disuatu ruangan. Didepannya,seorang pemuda dengan wajah yang mirip dengannya berdiri menghadap jendela. Dalam keheningan,salah satunya memulai pembicaraan.

"Aku sudah membicarakan soal ini dengan paman Hiashi"

"Apa tidak terlalu cepat Nii-san?" sahut gadis bernama Hinata itu sedikit agak ragu.

"Tidak,kita semua telah membicarakannya dengan matang. Kurasa kau juga tidak keberatan bukan Hime,jika bertunangan dengan Naruto?"

Blush!

Wajah memerah Hinata cukup membuat Neji merasa yakin dengan ucapannya sendiri. Keputusannya sudah bulat,hari ini ia akan membicarakannya dengan Naruto,kalau bisa dengan Minato sekalian.

'Dengan begitu Hyuuga Corp,akan lebih mudah dan cepat mencapai kejayaan. Apapun yang terjadi pertunangan ini harus terjadi! Karena... Ini juga satu-satunya cara untuk menghancurkanmu ,Uchiha'

.

.

TBC..

Ups.. Maaf Gaje. Heheh.. pasti ngecewain ya? Maaf Maaf Maaf.. Habisnya Kira keabisan ide..

Yah.. kalo fic gaje Ini banyak yang Kecewa mungkin ga akan Kira lanjut. Kira akan melanjutkan Fic yang belum kelar yang lainnya..

Tapi..

Kalo ada yang masih MINAT dan Suka,Kira akan pertimbangin deh..

Bukannya apa-apa.. Suer! Kira takut reader kecewa,soalnya Fic ini paling buanyak responnya,sementara ide Kira malah tumpul n' mentok. Jadinya,ga pede gituuuuu...

Aah.. Gitu deh! Kalo bisa Kira minta Sarannya..

Enaknya fic ini digimanain?

Akhir kata...

Review Minnaaa.. ;)