"Naru-nii, Nani-huaaaaa" jerit Sakura kaget karena bertubrukan dengan pria jangkung yang tak ia kenal.

"Awas!"

SET.

Sasuke memegang pinggang Sakura menahannya agar tidak terjatuh.

Mata Onyx dan Emerald itu saling bertukar pandang dan muncul semburat merah di pipi mereka.

"Sasu- eh?"

143

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

RATED : T

WARNING: AU, OOC, TYPO(S)

SasuSaku [as a couple] and NaruSaku [as a family]

This Story © Mochizuka Kei

.

.

.

.

.

.

.

Sakura dan Sasuke memalingkan muka kearah suara baritone itu.

1

2

3

4

5

"SASUKE! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU HAH?!" Jerit Naruto yang kaget melihat adiknya tengah –dipeluk- oleh Sasuke.

Otomatis Sasuke melepaskan tangannya dari pinggang Sakura.

"E-eh.. N-na-Naru-nii jangan salah paham dulu, t-tadi o-orang ini hanya menahanku a-agar tidak jatuh," Jelas Sakura gugup sedangkan Sasuke hanya memalingkan mukanya kearah yang berlawanan.

"Yokatta, aku pikir Sasuke akan menciummu," Ceplos Naruto sambil mengusap dada bidangnya

"Mana mungkin aku mencium gadis yang tidak aku kenal, bodoh." Sasuke memandang Naruto dengan sinis

"Lagipula siapa juga yang mau dicium!" tegas Sakura

"Eish.. sudah. Sasuke ayo kita balik ngerjain naskah lagu itu, biarkan saja adikku disini," ujar Naruto lalu berjalan mendahului Sasuke. Sasuke menyusul Naruto tetapi ia sempat menengok ke arah belakang dan onyx miliknya bertemu lagi dengan emerald milik Sakura.

Naruto dan Sasuke mulai berkutat dengan gitar, kertas dan pulpen mereka. Sedangkan Sakura kembali sibuk membersihkan adonan yang sempat tumpah tadi dan membuat adonan yang baru.

"Kenapa kau bisa ada disana, Sasuke?" Naruto menatap Sasuke penasaran sambil memegang gitar cokelat kesayangannya.

"Hn? Tidak." Sasuke lalu mengambil gitarnya dan mengeluarkan sebuah kertas

"Kau berbohong ya? kenapa bisa sih?"

"Kau itu kepo sekali sih. Sudahlah tak usah dibahas. Sudah aku bilang aku tidak berniat menciumnya!"

"Huh? Baiklah, kemarin baru sampai "It's gonna be fantastic" bukan?"

Sasuke lalu memulai permainan gitarnya begitu juga dengan Naruto. Ternyata mereka sedang menyusun sebuah lagu baru.

Sedangkan Sakura kini sedang menuangkan adonan cupcakes pada wadahnya, lalu memberi beberapa hiasan diatas cupcakes buatannya tersebut.

Selang beberapa lama cupcakes buatannya sudah jadi dan rasanya benar-benar enak. Padahal ini adalah kali pertama Sakura membuat cupcakes.

"Yokatta! Rasanya pas! Ah, lebih baik aku hidangkan sebagai cemilan untuk Naru-nii dan p-pria…yang tadi." Gumam Sakura yang puas akan hasil kerjanya itu. Lalu muncul semburat merah di pipinya mengingat pria yang tadi sempat menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

Sakura lalu menata cupcakes buatannya diatas piring dan melepas celemek merah muda miliknya. Lalu berjalan kearah ruang tengah dengan piring cupcakes tadi.

Sasuke menghentikan permainan gitarnya saat ekor matanya melihat Sakura yang berjalan dari arah dapur lalu Sasuke terdiam dan terus memandang Sakura.

Naruto yang menyadari Sasuke menghentikan permainan gitarnya menoleh ke arah Sasuke "Oi!" serunya, tetapi Sasuke mengabaikan itu.

Naruto lalu melihat arah pandangan Sasuke, ternyata menuju ke arah adiknya yang kini sudah berjarak sekitar 2 meter darinya.

Naruto lalu menepuk pundak Sasuke "Oi! Bengong aja. Adik aku cantik yah? Hahahahah," goda Naruto.

Sasuke lalu memalingkan muka ke arah lain dengan niat menyembunyikan mukanya yang memerah.

"Naru-nii, ini cupcakes buatanku. Dicoba yah." Sakura lalu meletakan piring berisi cupcakes itu di meja dan duduk disamping Naruto.

"Ah, Oke. Sankyu." Saat Naruto ingin mengambil cupcakes tersebut Sakura menepis tangan Naruto

"Ish, kau ini. Harusnya tamu dulu dong!" Sakura sedikit melirik Sasuke, lagi-lagi semburat merah muncul di wajahnya. Naruto hanya mendengus kecil.

Sakura lalu mengambil cupcakes dengan hiasan bunga-bunga kecil berwarna merah muda dan memberikannya kepada Sasuke.

Sasuke sempat tersentak, lalu ia mengambil cupcakes yang disodorkan Sakura lalu menggigitnya.

"Enak…." Gumam Sasuke pelan, tetapi masih bisa terdengar oleh Sakura.

"Hontou? Yokatta!" Sakura menjerit kecil karena saking senangnya.

"Benar, ini sangat enak!" sambung Naruto yang ternyata sudah mengabisakan setengah cupcakes yang entah kapan dia ambil.

"Ah iya, Sakura. Kenalkan ini Sasuke dia teman satu kampusku. Dan Sasuke kenalkan ini Sakura Adikku," Ujar Naruto.

"Aku Sakura, Yoroshiku." Sakura mengulurkan tangannya

"Sasuke. Uchiha Sasuke." Sasuke membalas uluran itu.

Mata mereka saling menatap tanpa melepas pegangan tangan mereka. Melupakan kehadiran Naruto yang berada ditengah-tengah mereka.

Tik Tok Tik Tok Tik Tok

"Lama banget sih salamannya." Sindir Naruto

BLUSH

"E-eh."

Sontak mereka melepaskan genggaman tangan mereka dan muncul semburat merah di pipi mereka berdua.

Sakura menundukan kepalanya sedangkan Sasuke memalingkan mukanya lagi.

"Oi..Oi.. kalian ini ada apa sih?" Naruto mulai kebingungan melihat tingkah adik dan sahabatnya itu.

"Jangan-jangan….." Naruto menggantung obrolannya Sakura dan Sasuke langsung memandang Naruto.

"KALIAN SALING SUKA YAH!" Seru Naruto dan itu sukses membuat wajah Sakura dan Sasuke merah bagaikan kepiting rebus.

"I-i-ihhh.. A-aap-apaan sihhh. Engga tau!" sergah Sakura

"Baka!"

"BWAHAHAHAHAH! Wajah kalian memerah begitu. Ayolah kalian tidak bisa membohongiku." Naruto terus menggoda keduanya.

"Aaaa… Naru-nii, onegai…" Sakura menggembungkan pipinya, sedangkan Naruto masih sibuk menertawakan mereka-Sasuke dan Sakura- yang blushing.

"Hahahahahaha haha hah hah hah.. aduh.. hahah… iya deh iya hahah… maaf yah. Habis kalian lucu sih." Naruto menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya. Rupanya ia tertawa terlalu banyak.

"Ga lucu tau!" Sasuke dan Sakura berbicara bersamaan padahal tidak direncanakan.

"Eh?" lagi-lagi berbarengan

"Tuh kan! HAHAHAHAHA!" Tawa Naruto semakin keras

"BERISIK!" Sentak Sasuke dan Sakura dengan bersamaan lagi.

"HAHAHAHA! Cieee yang jatuh cinta cieee…."

Sasuke kembali memalingkan mukanya dengan wajah yang sangat merah begitu juga dengan Sakura.

Beberapa detik kemudian Naruto berhenti tertawa lalu memegang perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.

Naruto lalu memandang Sasuke dan Sakura secara bergantian tanpa mereka berdua sadari.

'Mereka cocok juga.' Pikir Naruto lalu senyuman manis mengembang di wajah rupawannya.

"A-aku permisi dulu." Pamit Sakura karena tidak kuasa menahan malu. Ia lalu bergegas pergi menuju lantai atas. Sasuke dan Naruto hanya bisa memandang Sakura yang berlari karena tergesa-gesa.

Sejak Sakura meninggalkan ruang tengah keadaan hening sesaat.

Lalu Naruto memandangi Sasuke dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Apa kau lihat-lihat?" Ujar Sasuke ketus

"Kau…" Naruto memperdalam tatapannya "Benar-benar menyukai adikku yah?"

BLUSH

Pipi Sasuke kembali memerah "Apaan sih, engga!" mendengar jawaban Sasuke yang terkesan Tsundere itu Naruto tertawa lagi.

"Udah dong! Ini kapan lagunya bisa selesai hah!" sentak Sasuke. Naruto menghentikan tawanya "Baiklah, kita lanjutkan lagunya."

Sedangkan Sakura yang sedari tadi menyenderkan tubuhnya ditembok kamarnya sambil memegang dadanya yang terasa berdebar, berdebar dengan kencang.

'Astaga.. ada apa ini? A-aku… aku baru kali ini merasakannya…' pikir Sakura.

"Aaaaaaa… tau ah pusing! Lebih baik aku tidur."

Sakura lalu menuju kasur dengan ukuran queen size nya yang dibalut oleh bedcover berwarna pink dan tak lama ia pun sudah berada di Dreamland.

Tidak terasa waktu terus berlalu, cahaya matahari kini sudah mulai meredup dan siap digantikan oleh cahaya rembulan.

"Aku pulang dulu." Pamit Sasuke sambil membereskan beberapa lembar kertas yang berserakan dihadapannya, lalu ia menatap piring kosong yang tadinya berisi cupcakes buatan Sakura dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Baiklah, ng? Sasuke? Ada apa? Mau cupcakes lagi?"

"Ah, Tidak." Sasuke lalu memasukan kertas tersebut kedalam tas gitarnya. Lalu berjalan menuju pintu keluar.

Saat melakukan highfive andalannya dengan Naruto, pria berambut jabrik itu memberikan secarik kertas yang terdiri dari beberapa angka. Tentu itu membuat Sasuke bingung dan bertanya-tanya dalam pikirannya.

"Itu nomor adikku, jadi kau bisa meneleponnya malam nanti." Naruto mengeluarkan cengiran khasnya.

"Ah, ya…" gumam Sasuke sambil menatap kertas tersebut. "Terimakasih…"

"Hah? Tadi kau bilang apa?"

"Ng? Tidak. Kalau begitu aku pulang." Sasuke lalu berlalu dan segera meninggalkan halaman rumah Naruto dengan motor ninja hitam miliknya.

Saat sudah sampai di apartemen pribadinya Sasuke langsung mandi dan merebahkan dirinya di sofa.

Ya, Sasuke memang tinggal sendiri semenjak masuk kuliah, ia melakukannya bukan karena tidak akur dengan keluarganya tetapi ia memang ingin belajar hidup mandiri dan juga ia bisa focus mengerjakan tugas-tugas dan segala hal yang menurutnya pribadi tanpa adanya gangguan dari kakaknya-Uchiha Itachi-

Sasuke lalu mengambil kertas yang bertuliskan nomor Sakura tadi dan terus menerus melihat kertas tersebut sambil tangan kanannya memegang smartphone hitam kesayangannya.

Sasuke lalu mengetikan nomor tersebut di smartphone-nya.

Sakura

08xxxxxxxxxx

Ternyata ia memutuskan untuk menyimpan nomornya.

Sasuke lalu mengubah posisinya menjadi duduk, masih sambil menatap layar ponsel yang menunjukan contact Sakura.

"Arrrghhh…" Sasuke kini mengacak-ngacak rambutnya yang masih basah karena sehabis mandi tadi.

"Telpon jangan yah…." Gumamnya sambil menggigit bibir bawahnya ragu.

"Kalau aku telpon apa yang harus aku katakan nanti? Sungguh ia gadis pertama yang membuatku hampir gila!"

-TO BE CONTINUE-


A/N:

HAAIII!

Akhirnya bisa update juga chapter 2 ini..

Maaf lama yah.. mood sering berubah-rubah jadi gini nih T^T gomenasai...

Terimakasih banyak buat readers yang udh mau baca...

Makasih juga buat yang udah review di chap 1 kemarin^^

Makasih banyak yaaaahhhh *kecup satu-satu* #HEH

untuk arti 143 sendiri nanti akan ada penjelasannya kok dichapter mendatang ^^ *gatau itu chapter 3 atau 4 atau berapa*

Jika ada hal-hal yang salah mohon dimaafkan yah :')

Mohon Kritikan dan Sarannya ya :D heheh

Mind to Read and Review? ^^

Arigatou~

-Mochizuka Kei-