Ternyata ia memutuskan untuk menyimpan nomornya.
Sasuke lalu mengubah posisinya menjadi duduk, masih sambil menatap layar ponsel yang menunjukan contact Sakura.
"Arrrghhh…" Sasuke kini mengacak-ngacak rambutnya yang masih basah karena sehabis mandi tadi.
"Telpon jangan yah…." Gumamnya sambil menggigit bibir bawahnya ragu.
"Kalau aku telpon apa yang harus aku katakan nanti? Sungguh ia gadis pertama yang membuatku hampir gila!"
143
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
RATED : T
WARNING: AU, OOC, TYPO(S)
SasuSaku [as a couple] and NaruSaku [as a family]
This Story © Mochizuka Kei
.
.
.
.
.
.
.
Sasuke lalu melihat jam dinding yang berada tepat diseberangnya,
"Masih pukul 7 malam. Kira-kira dia sudah tidur atau belum yah? Pasti belum sih…" pikirnya.
Sasuke terus menatap layar ponselnya sambil menggumamkan 'Telpon..jangan.. telpon..jangan.. telpon..jangan..' dan terkadang ia mengacak-ngacak rambutnya.
5 menit berlalu
Sasuke masih tetap diposisinya dan melakukan hal yang sama terus menerus.
"Arrghh.. si pinky itu benar-benar bisa membuat aku gila! Lebih baik aku mengerjakan tugas saja!" ujarnya dengan nada yang sedikit frustasi lalu melemparkan ponselnya ke sofa dan bergegas menuju kamar tidurnya.
Sakura baru saja selesai memasak untuk makan malam dan Naruto membantunya untuk menyajikan makanan itu di atas meja makan.
Setelah semuanya selesai Sakura duduk di kursi yang biasa ia tempati begitu juga dengan Naruto, dan posisi mereka adalah berhadapan.
"Ini enak, Sakura. Kau memang pandai memasak," puji Naruto lalu memasukan beberapa potongan daging ke dalam mulutnya lagi.
"Eh? Heheheh. Naru -nii bisa saja. Ini kali pertama aku membuat steak lho," Sakura lalu mengambil gelas yang berisi air putih lalu meminumnya
"Ohiya, ngomong-ngomong kau suka pada Sasuke yah?" Tanya Naruto to the point.
"Uh? Uhuk..Uhuk..Uhuk.." pertanyaan tersebut sontak membuat Sakura tersedak. Tentu itu membuat Naruto kaget dan berkesiap membantu menepuk-nepuk punggung Sakura.
"Naru -nii…uhuk..apa maksudnya.. uhuk."
"Eh? Tidak.. Tidak.. aku hanya bertanya kok, kau juga sih pake acara tersedak. Dadamu pasti terasa sakit kan?" Naruto masih mengelus punggung Sakura, sedangkan Sakura hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah merasa baikan Sakura dan Naruto melanjutkan acara makan malam mereka, tentu kali ini dengan tenang dan tidak ada yang berbicara.
Waktu terus bergulir dan kini sudah pukul sembilan malam, Sasuke masih berkutat dengan laptop putih kesayangannya itu, jari-jarinya dengan lihai menekan tombol-tombol yang terdiri dari huruf,angka,tanda baca dan beberapa tombol fungsi itu.
Meskipun begitu, ternyata pikiran Sasuke masih tertuju pada gadis bersurai merah muda yang ia temui di rumah Naruto tadi, siapa lagi kalau bukan Sakura.
"Kenapa aku terus memikirkannya? Ya Tuhan…. Ada apa denganku?" Sasuke lalu menghentikan kegiatan mengetiknya lalu terdiam sebentar dan mengacak-ngacak rambutnya lagi
Tak lama ia pun berjalan ke ruang tengah untuk mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu.
"Masih pukul 9, aku harap dia belum tidur," gumamnya
KLIK
Sasuke lalu mendekatkan ponselnya ketelinga kanannya.
Tuuuutt… Tuuuutt… Tuuuutt… Tuuuutt…
"Glek. Tersambung…" pikirnya.
Sasuke menelan ludahnya, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.
'Moshi-Moshi?'
"Ah, Apa ini dengan Sakura?" Sasuke menepuk jidatnya 'bodoh, kenapa malah aku tanya begitu? Sudah jelas-jelas ini suaranya' pikirnya
"Ya, benar ini denganku. Ini siapa yah?" Tanya suara lembut diseberang sana
"Ini aku, Sasuke. Masih ingat?'
"Ah, Sasuke-senpai? Tentu saja aku masih ingat, hehehe."
"Jangan panggil aku dengan suffix senpai, panggil Sasuke saja."
"Eh, tapi itu kan tidak sopan, kau kan lebih tua dari aku."
"Tak apa lagi pula aku yang memintanya bukan?"
"Eh iya yah, yaudah deh. Ngomong-ngomong tau nomorku dari siapa?"
"Nemu dari uang 1000¥," Canda Sasuke
"APA? BENARKAH? KAU MENEMUKANNYA DIMANA?" Sasuke sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya karena kaget mendengar teriakan Sakura dari seberang sana.
"Heish.. kau ini. Aku hanya bercanda! Dan jangan berteriak seperti itu membuatku kaget saja."
"Heheheh… gomen gomen, habis aku kaget masa iya nomorku ada di uang 1000¥."
"Kau polos sekali, Sakura"
"Eh? Hehehehe.."
"Aku mendapatkannya dari Naruto. Kau sedang apa?"
"Oh… Naru-nii, hah? Aku? Aku sedang tiduran. Kalau Sasuke-kun?" saat mendengar Sakura memanggilnya dengan suffix –kun Sasuke terdiam sebentar, matanya membelalak dan muncul semburat merah dipipinya.
"Hallo? Kau masih disana kan?"
"Ah, iya. Maaf. Aku? Aku sedang mengerjakan makalahku."
"Eh? Kalau begitu aku ganggu dong?"
"Tidak kok, lagipula aku yang duluan menelfon kan."
"Oh iya.. hehehehe."
"Ng… Sakura….. weekend nanti kau ada acara atau tidak?"
"Weekend? Hm…. Sepertinya tidak. Ada apa?"
"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan."
"Hm… boleh deh. Tapi harus dapat izin dari Naru-nii dulu.."
"Ah, souka…"
"Besok biar aku yang bilang deh, hehehe."
"Baiklah, Lekas tidur Sakura, ini sudah malam. Tak baik anak kecil sepertimu tidur larut malam."
"Hey! Aku bukan akan kecil lagi tau.. tapi, baiklah aku akan segera tidur."
"Hahahah.. oke."
"Oyasumi, Sasuke-kun."
"Hn."
PIP
"Haaahhhh….." Sasuke menghela nafas lega
"Suaranya… lembut sekali…" gumamnya lalu seulas senyuman menawan tercipta di wajah rupawannya.
"Baiklah, lebih baik aku siapkan planning untuk weekend nanti." Sasuke mengepalkan jarinya lalu membentuk gerakan seperti yes kecil dan berjalan kembali ke kamarnya. Nampaknya ia akan tidur nyenyak malam ini.
Sakura lalu memandang ponselnya dengan tatapan tidak menyangka.
"Dia… Dia…. Dia barusan menelponku!"
"Yatta! Yatta! Yatta!" Sakura lalu melompat-lompat kecil diatas kasurnya sambil menjerit kegirangan.
Ceklek
"Oi! Kau kenapa? Berisik Sekali." Ternyata Naruto datang dan langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu, otomatis Sakura menhentikan gerakannya dan menjatuhkan tubuh kecilnya diatas kasur queen size nya dan terduduk.
Naruto lalu mendekati adiknya yang terlihat lain dari biasanya lalu duduk disisi ranjang.
"Ada apa sih? Tidak biasanya kau rusuh seperti ini. Hayooo ada yang kau sembunyikan yah?"
Sakura lalu memeluk boneka panda miliknya lalu menatap Naruto dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Biar ku tebak. Sasuke menelfonmu, hm?"
JACKPOT! Tebakan Naruto 100% benar!
"Dari mana kau tahu?" Sakura mengerjap ngerjapkan matanya dengan mulut berbentuk huruf O.
"Apa sih yang tidak aku ketahui? Dia bilang apa saja?"
"Hm… hanya bertanya sedang apa dan juga dia bertanya apa weekend ini aku ada acara atau tidak."
"Lalu lalu?"
"Katanya sih weekend nanti dia mau mengajakku jalan-jalan, kau mengizinkannya kan?" Sakura bertanya penuh harap
"Hmmm…"
"Ohh… ayolah… aku mohon.. ya ya ya izinkan yaahhh…" Pinta Sakura dengan jurus puppy eyes andalannya. Naruto lalu memandang adiknya
"Baiklah, aku izinkan. Lagipula aku juga akan mengajak Hinata kencan ah~"
"Yatta! Arigatou Naru-nii!" Sakura lalu berhambur memeluk kakaknya itu.
Naruto lalu membalas pelukan adik merah mudanya itu, "Ha'i, douita imouto."
"Lebih baik sekarang kau tidur, besok kau sekolah bukan?" ujar Naruto seraya melepas pelukannya.
"Baiklah, Naru-nii juga yah!"
"Tidak, aku masih mau mengerjakan naskah lagu buatanku dulu, lagipula besok aku tidak ada jadwal kuliah."
"ah,souka…" Sakura lalu membaringkan tubuhnya dan Naruto beranjak berdiri lalu menyelimuti Sakura dengan bedcover pink milik Sakura itu.
"Oyasuminasai, cepatlah besar kau selalu terlihat tenggelam jika sedang memakai jaket milikku," canda Naruto dengan juluran lidahnya
"Ish, Naru -nii!" Sakura mencoba untuk mencubit kakaknya itu tetapi ia kalah cepat karena Naruto terlebih dahulu menghindar dan berlari menuju pintu.
"Heheh… oh iya! Jangan lupa mimpikan Sasuke-kun yah," goda Naruto seraya menekan kata "Sasuke-kun" dan dengan secepat kilat ia menutup pintu kamar Sakura sebelum sebuah bantal kecil milik Sakura mendarat di wajah mulusnya.
"Naru -nii memang menyebalkan!" gumam Sakura dengan semburat merah di kedua pipi tembemnya.
Menit demi menit….
Jam demi jam…
Hari demi hari terlah berlalu..
Tak terasa waktu berputar begitu cepat dan hari ini adalah hari Sabtu, dimana bel tanda jam pelajaran telah usai akan terdengar lebih cepat dari biasanya, dimana orang-orang akan lebih santai dari biasanya.
Dddrrttt…. Dddrrttt…..
Gadis bermata emerald yang baru saja selesai membereskan buku-buku miliknya itu langsung merogoh saku roknya karena ponsel dengan casing berwarna birunya itu bergetar tanda ada sms masuk.
'Hari ini aku ada acara dengan Hinata, mungkin aku akan pulang sedikit telat. Kau juga ada acara dengan Sasuke bukan? Jika nanti kau akan pergi jangan lupa kunci pintunya yah.
Jangan memakai pakaian yang minim, itu bisa membuatmu kedinginan. Jangan lupa membawa jaket dan satu lagi, jangan lupa makan. Aku menyanyangimu.
-Naruto, kakakmu yang paling tampan"
Sakura langsung sweetdrop saat membaca pesan singkat-yang sebenarnya tidak singkat- dari Naruto. Tak lama jari-jari lentik Sakura dengan lihai mengetikan pesan balasan untuk kakaknya itu,
"Baiklah, kau bawa kunci cadangan kan? Sampaikan salamku pada Hinata-nee yah. Aku juga menyayangimu."
Setelah menekan tombol "Send" pada layar ponselnya Sakura langsung memasukan ponselnya ke dalam saku roknya lagi. Lalu berjalan keluar kelas.
"KYAAA! DIA TAMPAN!"
Sakura refleks menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya saat mendengar teriakan yang entah berasal darimana itu.
Saat mata Sakura tertuju kedepan terlihatlah beberapa gerombolan siswi yang mengerubungi sesuatu yang Sakurapun tak tahu apa itu.
"Ini ada apa sih?" gumamnya masih dengan tatapan bingung ke arah gerombolan yang berjarak sekitar 5 meter darinya itu.
"Permisi yah.. Permisi.." lalu keluarlah seorang pria dengan model rambut emo.
Sakura merasa sangat familiar dengan pria jangkung yang baru saja lolos dari gerombolan itu.
"E-eh.. i-itu kan…." Mata Sakura membelalak.
Pria itu kini berjalan ke arah Sakura. Tentu itu membuat beberapa siswi disekitarnya berbisik-bisik tetapi Sakura mengabaikannya dan masih tertegun dengan siapa pria jangkung yang tadi dikerubungi siswi-siswi sekolahnya itu.
"Hai." Sapa pria itu dengan cool-nya
"E-eh…."
-TO BE CONTINUE-
Mungkin ada baiknya aku membuat "kamus kecil" yah heheh soalnya aku banyak pake bahasa jepang ringan heheh
* Terimakasih sarannya Karikazuka-Senpai~ *
Arigatou = Terimakasih
Moshi-Moshi = biasanya dipakai untuk awal berbicara saat bertelephone (seperti Hallo)
Oyasumi/Oyasuminasai = Selamat Tidur.
Souka = Oh begitu…
Yatta = I did it (ungkapan saat senang, seperti setelah sukses mendapatkan sesuatu atau mendapat kesempatan bagus)
-Suffix- Kun = Biasanya digunakan ke orang-orang terdekat gitu, biasanya yang dipanggil dengan suffix kun itu cowo.
-Suffix- Nii = Kakak laki-laki (Panggilan hormat buat kakak gitu, kayak Naru-nii)
-Suffix- Nee = Kakak Perempuan.
-Suffix- Senpai = Kakak Kelas (ini merupakan panggilan hormat gitu kayak "Sasuke-Senpai" biasanya yang manggil itu umurnya dibawah orang yang dipanggil)
* Maaf jika ada terjemahan yang salah, itu menurut pengetahuanku hehehe… jika salah kalian boleh mengoreksinya atau jika kurang jelas bisa buka-buka kamus atau :'' hehehe*
KYAAAA~~~
Akhirnya bisa update juga^^
Maaf gabisa update kilat yah T^T
Kei udh mulai sekolah lagi dan dibanjiri oleh beberapa tugas.. maaf yah T^T #malahcurhat
Tapi fic ini masih berlanjut kok, cuma belum bisa update kilat aja :'') hehehe
Maafkan Kei jika ceritanya tidak begitu menarik hehehe
Semoga readers suka sama chap 3 ini yaah ^^
Untuk arti 143 sendiri, nanti akan ada artinya kok :3 heheh.
apa mungkin beberapa dari kalian udah tahu? hayooohhh xD heheheh
Sekali lagi mohon maaf jika banyak sekali typo dan alur kecepetan atau apapun itu, Kei harap kalian suka dan masih mau RnR hehehe #ngarep xD
Terimakasih juga buat hanazono yuri, karikazuka, Shirai Mikami, Himitsu, Adra, Eagle onyx, , Nirina-ne Bellanesia, MissAegyokyu31, Sozvezdiye, Piami-co, vanny-chan dan yang lainnya sudah mau Review fic aku ini ^^
Tidak lupa aku ucapkan terimakasih banyak kepada semua readers yang sudah mau membaca dan bahkan menunggu fic aku update #kepedean xD hehehe
One more,
Boleh minta kritikan dan sarannya? hehehe
Mind to Read and Review? ;;)
Arigatou~
