"Ini ada apa sih?" gumamnya masih dengan tatapan bingung ke arah gerombolan yang berjarak sekitar 5 meter darinya itu.

"Permisi yah.. Permisi.." lalu keluarlah seorang pria dengan model rambut emo.

Sakura merasa sangat familiar dengan pria jangkung yang baru saja lolos dari gerombolan itu.

"E-eh.. i-itu kan…." Mata Sakura membelalak.

Pria itu kini berjalan ke arah Sakura. Tentu itu membuat beberapa siswi disekitarnya berbisik-bisik tetapi Sakura mengabaikannya dan masih tertegun dengan siapa pria jangkung yang tadi dikerubungi siswi-siswi sekolahnya itu.

"Hai." Sapa pria itu dengan cool-nya

"E-eh…."

143

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

RATED : T

WARNING: AU, OOC, TYPO(S)

SasuSaku [as a couple] and NaruSaku [as a family]

This Story © Mochizuka Kei

.

.

.

.

.

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

.

.

.

.

HAPPY READING MINNA-SAN!

.

.

.

.

Pria jangkung itu kini sudah dihadapan Sakura yang mematung sedari tadi.

"Ayo aku antar pulang."

Suara terdengar lembut dan sexy ditelinga Sakura. Tanpa Ba-Bi-Bu lagi Sasuke menarik tangan Sakura dan secara otomatis gerombolan yang tadi sempat menghalangi jalan Sasuke sudah menyingkir dan memberikan akses jalan untuk Sasuke dan Sakura layaknya pangeran dan tuan putri.

"Sakura beruntung sekali yah…" bisik para siswi yang ada digerombolan itu.

Sakura hanya menundukan kepala karena tak kuasa menahan malu, sedangkan Sasuke mengacuhkan bisikan-bisikan itu dan terus menarik Sakura keluar menuju parkiran.

"Ayo masuk," titah Sasuke seraya membuka pintu mobil dibagian sebelah pengemudi.

Sakura masih tertegun, tidak percaya dengan apa yang sedang ia hadapi saat ini.

"Kenapa? Ayo cepat. Aku antar kau pulang."

"E-eh? I-iya."

Sakura lalu buru-buru memasuki mobil sport milik Sasuke tersebut. Terlihat sebuah senyuman tipis dibibir Sasuke.

Mobil melaju dengan kecepatan normal, keadaan canggung membuat Sakura tetap menundukan kepala dan sibuk dengan semua hal yang ada dipikirannya sekarang.

"Nanti malam pukul delapan aku jemput," ujar Sasuke tiba-tiba.

"Ah, iya. Tapi… kita akan pergi kemana?" Sakura memberanikan diri menengok ke arah Sasuke, menatap wajah rupawannya yang sedang fokus melihat lurus kedepan.

"Lihat nanti saja," jawab Sasuke enteng. Sakura hanya mengembungkan pipinya lalu memalingkan mukanya.

Lebih dari satu jam Sakura menghabiskan waktunya hanya untuk berdandan, dan inilah sosok seorang Sakura yang kian manis dengan sedikit polesan lipsgloss di bibirnya dan bedak tipis. Ditambah dengan dress selutut berwarna biru yang membalut tubuh mungil Sakura, tentu saja itu menambah kesan manis terhadapnya.

Sedangkan Sasuke yang hanya memakai celana jeans dengan atasan kemeja berwarna putih

"You're so beautiful." Ujar Sasuke saat melihat Sakura yang melangkah ke arahnya dengan malu-malu.

"Thanks, Sasuke-kun juga terlihat tampan." Semburat merah muncul di pipi tembem Sakura.

"Hn. Ayo berangkat." Sasuke membukakan pintu mobilnya.

30 menit berlalu

"Sasuke-kun, sebenarnya kita akan kemana?" tanya Sakura. Sasuke hanya menyeringai dan tentu itu membuat Sakura yang kelewat polos menjadi takut dan berpikiran yang tidak-tidak.

"Kau... tidak akan macam-macam kan?"

Sasuke tertawa kecil dan mobil sport hitam itu tiba-tiba berhenti. Sasuke lalu menatap intens Sakura dengan seringaian andalannya.

Pikiran buruk terus menguasai otak Sakura, jarak antara dirinya dan Sasuke semakin dekat dan refleks Sakura memejamkan matanya.

Sasuke mendengus kecil "Sudah sampai, ayo turun."

Sakura membuka matanya dan melihat Sasuke yang sedang membuka pintu mobil tersenyum tipis.

"Haahh..." Sakura menghembuskan napasnya lega. Tanpa Sakura sadari kini Sasuke sudah membukakan pintu mobil penumpang

"Mau berapa lama kau terdiam disana, Sakura? Ayo turun." Sasuke mengulurkan tangannya. Dengan ragu Sakura membalas uluran itu.

"Tenang, aku tidak akan macam-macam padamu." Mendengar itu Sakura hanya mengangguk dan tiba-tiba

BLUSH

Sakura terpana dengan pemandangan yang ada didepannya.

"Kirei…" gumam Sakura dengan mata yang berbinar-binar berjalan mendahului Sasuke untuk melihat pemandangan itu lebih jelas.

Siapa yang tidak terpana melihat pemandangan kota Konoha dimalam hari dari atas bukit, cahaya-cahaya lampu yang berasal dari beberapa bangunan dan perumahan terlihat seperti hamparan bintang dilangit. Ditambah dengan hamparan cahaya yang bergerak kesana kemari, menambah kesan 'Kawaii'

"Kau suka?" Tanya Sasuke yang mulai mendekati Sakura. Sakura membalikkan badannya "Ng! Daisuki!" jeritnya girang dengan senyuman manis diwajahnya.

"Hn. Ikut aku." Sasuke menggenggam tangan Sakura dan menuntunnya untuk mengikuti langkahnya.

Sakura hanya bisa mengikuti langkah Sasuke dengan wajah yang kebingungan. Tak lama kemudian jalanan disekitar bukit itu terhiasi oleh cahaya lampu-lampu kecil yang membentuk sebuah garis lurus menuju sebuah joglo yang berhiaskan pita dan kain yang bernuansaromantis dengan sebuah meja makan yang diatasnya terdapat sebuah lilin manis berwarna merah.

Sasuke masih menggenggam tanggan Sakura yang terkagum melihat suasana romantis itu.

"Silahkan duduk." Sasuke memperlakukan Sakura layaknya seorang putri.

Dan inilah mereka, duduk berdua saling berhadapan.

Onyx bertemu dengan emerald.

Sang pemilik mata onyx tidak ada hentinya memandangi permata emerald yang ada didepannya sehingga membuat pemilik emerald itu tersipu malu.

"Sasuke-kun, berhenti memandangiku seperti itu..." pinta Sakura sambil sedikit memalingkan mukanya kearah lain.

"Mukamu merah." Goda Sasuke

"T-Tidak! Tidak memerah kok!" Sakura menjawab masih dengan semburat merah yang ada dipipinya.

'Dasar Tsundere..' pikir Sasuke.

Tak lama kemudian datanglah seorang pelayan sambil membawakan nampan yang berisi beberapa makanan dan minuman.

"Sesuai pesanan anda, Tuan muda." Ujar pelayan pria itu sambil memindahkan makanan itu dari nampan ke atas meja.

"Saya permisi, Tuan, Nyonya. Selamat menikmati." Pelayan itupun meninggalkan Sasuke dan Sakura berduaan-lagi-

"Sesuai kesukaanmu, Sakura." Ujar Sasuke.

"Bagaimana kau bisa tahu? HA! Kau menguntit yah? Kau meng-stalk aku yah? Hayo ngaku!" jerit Sakura yang ternyata masih curiga kepada Sasuke.

"Oi, Oi. Aku bukan seorang penguntit!" Sakura lalu masih melayangkan tatapan curiga kepada Sasuke.

Sasuke hanya memutar bola matanya. Lalu berdiri dan mendekati Sakura.

.

.

'Apa Sakura baik-baik saja yah? Awas saja kalau Sasuke berbuat macam-macam padanya' pikir Naruto dengan serius.

"Naruto-kun? Daijoubu?" tanya gadis bermata indigo sambil memandangi kekasihnya yang sedaritadi menggerutu dan melamun.

"Ah, iie. Daijoubu."

"Sakura-chan yah?" Naruto hanya mengangguk pelan.

"Kau jangan terlalu mengkhawatirkannya, lagipula Sakura-chan kan sudah besar aku yakin dia bisa jaga diri kok." Hinata-gadis bermata indigo- mencoba menenangkan Naruto.

"Ah, ha'i. Kau benar.."

.

.

.

.

Sasuke terus memperpendek jarak antara dirinya dan Sakura, tentu Sakura mencoba untuk menghindar dan ia hampir terjungkal ke belakang.

HUP

Sasuke menangkap pinggang Sakura dan kini habis sudah jarak diantara mereka.

Lagi-lagi onyx dan emerlald itu bertemu.

Sasuke mempererat pelukannya dan membisikan sesuatu...

-TO BE CONTINUE-


A.N/

Hai Hai Haiiiii~

Maaf banget jarang update T^T

Dikarenakan sibuk sekolah dan urusan real-life yang bisa dibilang banyak kegiatan -"

Gomenasaaiii^^

Maaf bgt klo ceritanya makin gaje dan alur udah ngelantur /

Terimakasih kepada semuanya yang sudah mereview:')

Saya terharu loh :')

Arigatou ne Readers-san ^^

Untuk chap5 saya tidak tahu akan update kapan-" jadi mohon bersabar dan tunggulah *hope*

Maaf juga ada beberapa review yang belum saya jawab.

Saya malah jadi curhat yah -_-

Semoga Readers semua akan senang yah:')

Saya masih berharap banyak kritikan dan saran dari kalian:D onegai~

Sekali lagi Maaf dan Terimakasih Banyak^^

Mind To Read And Review?


P.S

Saya ucapkan Terimakasih banyak kepada MASASHI KISHIMOTO, yang telah membuat manga Naruto ini:')

15 tahun Naruto ada di dunia per-animanga-an dan saya sebagai salah satu dari penggemar animanga ini sangat senang dan berterimakasih.

Cant wait for Naruto The Last Movie!

Sekali lagi...

TERIMAKASIH BANYAK MASASHI-SENSEI! ^^

*maaf saya tidak bisa memberi apa-apa untuk membalas jasa anda:')*

Regards-.

-Mochizuka Kei-