Sasuke terus memperpendek jarak antara dirinya dan Sakura, tentu Sakura mencoba untuk menghindar dan ia hampir terjungkal ke belakang.
HUP
Sasuke menangkap pinggang Sakura dan kini habis sudah jarak diantara mereka.
Lagi-lagi onyx dan emerlald itu bertemu.
Sasuke mempererat pelukannya dan membisikan sesuatu...
143
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
RATED : T
WARNING: AU, OOC, TYPO(S)
SasuSaku [as a couple] and NaruSaku [as a family]
This Story © Mochizuka Kei
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading!
.
.
.
.
ENJOY!
.
.
"143 Dear..."
Sasuke lalu mulai melonggarkan pelukannya, sedangkan Sakura hanya berdiri dengan wajah kebingungan dan memberi kesan imut. Sasuke hanya tersenyum simpul disertai seringaian andalannya.
"ng..."
Otak Sakura mulai memproses apa yang Sasuke katakan tadi, sungguh ia tidak mengerti sedikitpun apa maksud Sasuke mengatakan itu.
"Itu... apa.. artinya? Sasuke-kun?" tanya Sakura dengan penuh kepolosan.
JACKPOT!
Inilah yang Sasuke tunggu dari Sakura. Yup, memang sudah rencana Sasuke untuk membuat Sakura penasaran. Sasuke lalu mengusap kepala merah jambu Sakura.
"Cari tahu sendiri.. someday you'll know what is that, baby.."
"Sasuke-kun! Aku penasaran nih..."
"Hn"
Sasuke lalu kembali ke tempat duduknya lagi dan melanjutkan melahap makanannya. Sedangkan kini Sakura menggembungkan pipinya sambil menatap kesal ke arah Sasuke. Merasa diperhatikan Sasuke menegakan kepalanya dan menumpu dagunya itu dengan tangan kanannya.
"Mou... apa artinya?"
"Do you hear me? Someday you will know it.."
"When?"
"Someday, kau akan tahu pada waktunya."
"Hah... baiklah.."
Sakura memutuskan untuk menurut pada Sasuke meskipun itu artinya ia harus bersabar untuk menunggu jawaban-lebih tepatnya arti- dari kata "143" tersebut. Melihat tingkah Sakura tadi membuat Sasuke tersenyum tipis nyaris tak terlihat. Dan akhirnya merekapun menghabiskan makan malam mereka sambil menikmati pemandangan yang sangat indah dari atas bukit itu.
Tak terasa sudah lebih dari tiga jam mereka lalui bersama.
Ddrrtttt...ddddrtttt...
Ponsel milik Sasuke bergetar dari saku celananya dan dengan segera ia merogoh sakunya.
"Dobe Calling.."
Sasuke hanya menautkan kedua alisnya lalu menggeser tanda hijau pada layar ponselnya.
"Hall-"
"TEME! KAU SEDANG DIMANA SEKARANG HAH! MANA SAKURA? KAU LIHAT INI SUDAH JAM BERAPA HAH! CEPAT KEMBALIKAN SAKURA SEKARANG ATAU AKU TAK AKAN MEMBIARKANMU MENGAJAKNYA KENCAN LAGI!"
Suara yang lantang-sangat lantang- itu membuat Sasuke refleks menjauhkan ponsel hitam itu dari telinganya.
"Oi..Oi.. jangan berteriak. Sakura masih ada disampingku, sebentar lagi kami akan pulang kok. Kau tena-"
"MANA MUNGKIN AKU BISA TENANG, BODOH! MANA SAKURA? AKU INGIN BICARA DENGANNYA!"
Sasuke hanya mendengus dan menyerahkan ponselnya pada Sakura dan memberi kode bahwa itu adalah telpon dari Naruto.
"Iya, Naru-"
"KENAPA TELPON DARIKU TIDAK AKU ANGKAT DARI TADI? CEPAT PULANG, BAKA! INI SUDAH LARUT MALAM."
"A-ah, Gomen. Ponselku ada di dalam tas. Ha'i, aku akan segera pulang."
Sakura hanya mengerjap-ngerjapkan matanya dan memberikan kembali ponsel milik Sasuke.
"Jadi?"
"Jadi apanya?"
"Kita pulang? Kau tak ngin dimarahi kakakmu yang idiot itu kan?"
"Iya sih... tapi Naru-nii enggak idiot kok..."
"Hn, ayo."
Sasuke langsung meraih tangan Sakura dan menggenggamnya lalu kembali ke mobilnya dan bergegas pulang sebelum amukan Naruto semakin besar. Diperjalanan pulang Sakura hanya memandang pemandangan jalanan dari jendela dan sekilas Sasuke melihat ekspresi Sakura yang tengah tersenyum manis itu dan tanpa ia sadari kini terukir seulas senyuman lembut di wajah tampannya.
Perlahan tapi pasti Sasuke menggerakan tangan kirinya yang bebas itu menggenggam tangan kanan Sakura, merasa ada yang menyentuh tangannya membuat Sakura melirik dan melihat bahwa kini Sasuke tengah menatap jalan dengan senyuman tipis di bibirnya. Dan tanpa perintah, Sakurapun membalas genggaman tangan Sasuke.
Tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan, selama perjalanan terasa hening hanya suara deru mobil dari sekitar saja yang terdengar. Tanpa mereka sadari, kini mobil milik Sasuke tengah berhenti tepat di depan rumah milik Sakura. Sasuke turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Sakura. "Ayo." ujar Sasuke, sedangkan Sakura hanya tersenyum diperlakukan manis oleh salah satu keturunan Uchiha itu.
Tepat setelah mereka berdua turun dari mobil, Naruto sudah menatap mereka dengan tatapan tajam dari arah pintu masuk.
"TEME!" seru Naruto yang langsung berlari kecil menuju kearah Sasuke dan Sakura, "Kau apakan saja adikku ini, hah?!"
"Aku hanya mengajaknya makan malam saja." jawab Sasuke enteng. Mendengar jawaban Sasuke yang terkesan tanpa dosa Naruto yang khawatir berlebih malah semakin kesal
"Ini sudah lebih dari pukul sepuluh malam, kau tahu?!"
"Yang penting Sakura tidak kenapa-kenapa bukan?"
"Kau!"
Sakura yang sedari tadi melihat "pertengkaran" antara kakak dan orang yang baru saja membuat ia tersipu itu mulai angkat bicara, "Mou... sudahlah. Sasuke-kun tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepadaku kok, Naru-nii."
"Benarkah? Awas saja jika kau sampai melakukan sesuatu yang aneh pada adikku. Akan ku hajar kau!"
"Naru-nii... sudahlah. Sasuke- kun, terimakasih atas makan malammnya." ucap Sakura yang kini membungkukkan badannya ke arah Sasuke.
"Hn."
"Huh! Sakura, masuk! kau bisa masuk angin bila terlalu lama di luar." Titah Naruto pada Sakura, melihat bahwa adiknya hanya berbalut dress pendek.
Mendengar ucapan Naruto yang bernada tinggi membuat Sakura mengangguk dan mengikuti perintah kakaknya itu. Selepas Sakura pergi, Naruto kini menatap sahabat karibnya itu.
"Sasuke, kau benar-benar menyukainya kan?" tanya Naruto dengan nada yang serius
"Menurutmu?"
"Syukurlah, aku harap kau bisa menjaganya seperti aku menjaganya, sobat." Naruto menepuk pundak Sasuke pelan
"Tenang saja, kau bisa mengandalkan aku."
"Baiklah. Terimakasih sudah mengantarkan Sakura, pulang sana!"
"Tanpa kau suruh pun aku akan pulang sendiri, baka!"
Kedua pemuda itu lalu menyeringai dan melakukan highfive khas mereka sebelum Sasuke pulang.
Sedangkan Sakura, yang kini tengah berbaring di kasur kamarnya tengah ber-blushing ria. Mengingat Sasuke sangat memperilakukannya dengan manis malam ini, sungguh malam yang tak akan Sakura lupakan. Setelah itu, ia langsung berganti baju dan mencuci mukanya seperti biasa lalu bergegas tidur mengingat bahwa besok ia harus kembali ke sekolah dan tak ingin bangun kesiangan.
Selang beberapa lama, Naruto masuk ke kamarnya. Melihat sang adik telah tertidur lelap dengan ekspresi yang sangat polos, Naruto menghampirinya dan membelai rambut Sakura lalu membisikan "Oyasumi, cepatlah tumbuh dewasa." Lalu bergegas keluar dari kamar Sakura takut-takut ia akan membangunkan adiknya.
Mentari pagi berhasil membuat gadis bermanik emerald itu terbangun dari dunia kapuknya, kini ia tengah menguap seraya merenggangkan otot tangannya. Tanpa ia sadari kini terukir sebuah senyuman manis di bibirnya kala teringat memori semalam tadi.
Ugh, sepertinya ia benar-benar jatuh hati pada pemuda dengan marga Uchiha itu.
Setelah siap dengan seragam yang membalut tubuhnya, Sakura langsung bergegas menuju ke lantai bawah untuk sarapan bersama dengan kakaknya.
Naruto yang melihat senyuman terukir manis di wajah Sakura, sifat jahilnya pun muncul kembali.
"Cieeee, yang lagi jatuh cinta~ iya deh keliatan bedanya," goda Naruto setengah mengejek.
"Ih! Naru-nii apaan sih. Enggak tau!" elak Sakura dengan semburat merah yang muncul di kedua pipinya.
"Mau aku titipkan salam buat Sasuke-kun?" ujar Naruto dengan penekanan pada kata 'Sasuke-kuní' yang sukses membuat Sakura semakin salah tingkah.
Kesal karena terus digoda oleh kakaknya Sakura yang malu sekaligus ngambek memukul Naruto pelan dengan tas gendongnya.
"Hahahahah ampun, ampun."
"Naru-nii sih! Ngegodain terus! Bilangin ke Hinata-nee baru tau!"
"Iya, iya. Ampun. Jangan dong~"
Sakura yang tadinya menggembungkan pipinya itu kini tertawa lepas begitu juga dengan Naruto. Setelah selesai sarapan, tepat saat mereka membuka pintu utama berdirilah sesosok pemuda dengan celana jeans hitam dan sweaterberwarna abu-abu berdiri di depan pintu rumah mereka.
"Loh? Sasuke, kok disini?" tanya Naruto dengan polosnya
"Aku ingin mengantarkan Sakura ke sekolahnya, bolehkan?" jawab Sasuke to the point
"Eeeehhhh? Sasuke? Ini Sasuke Uchiha kan?" tanya Naruto yang seolah kaget, sedangkan Sasuke hanya mengangguk dengan ekspresi datar.
'Engga biasanya kayak gini.' gumam Naruto pelan.
"Eng... Sasuke-kun, memangnya tidak keberatan?" tanya Sakura yang mulai angkat bicara dan Sasuke membalasnya dengan senyuman serta gelengan kecil, menandakan bahwa ia tidak keberatan sama sekali
"Yaudah. Sakura, kamu hari ini diantar Sasuke. Aku juga mau jemput Hinata-chan ah~" ujar Naruto yang kini mulai memutar-mutar kunci motornya dengan telunjuknya.
"Kalau begitu, Hati-hati. Jangan dibawa ngebut. Jaa!" lanjutnya lalu bergegas menuju garasi rumahnya untuk mengambil motor kesayangannya.
Sedangkan Sasuke kini hanya menyeringai.
-TO BE CONTINUE-
A/N:
HAAAAAIIIIIIII MINNNAAAA~~~!
Akhirnya bisa update ff ini juga T^T maafkan Kei yang jarang update 143 ini yaaah~~~
Maafkan jika alurnya kecepetan dan agak labil gini. semoga Readers masih suka yahhh.
Kei masih butuh kritikan dan saran dari kalian xoxoxo
Mind to Review?
Regards,
Mochizuka Kei
