Naruto : Blast To The Past
Author : Namikaze Kyoshi
Disclaimer : Naruto milik om Mashasi, saya cuman minjem aja, cerita ini murni ide saya
Genre : Adventure & Romance
Rate : M
Pairing : Naruto x Harem, Sasuke x MiniHarem
Warning : Godlike Naruto, Godlike Sasuke, Strong Sakura, Good Sasuke, OC, OOC, Typo, Abal, Gaje, Time-Travel
.
.
.
.
.
Summary:
Naruto yang bertarung melawan Kaguya saat perang dunia shinobi ke 4 mengalami kesulitan meskipun telah mendapatkan mata sharingan milik kakashi dan dibantu oleh sahabatnya Sasuke Uciha, hingga suatu ketika jurus teleportasi milik Sasuke dan Hiraishin milik Naruto berbenturan dengan Teknik Perpindahan Dimensi milik Kaguya...
.
.
.
.
Previous Chapter:
Naruto segera mundur dan mengeluarkan sebuah gulungan dari gulungan penyimpanan. Membuka gulungan dan segera mempersiapkan sebuah Fūinjutsu, itulah yang akan dilakukan Naruto. Sementara Sasuke dan Sakura yang mengetahui apa yang akan dilakukan Naruto segera melesat ke arah Kakashi untuk membuatnya sibuk. Kakashi yang sedang melihat Naruto teralihkan perhatiannya saat melihat Sasuke dan Sakura menuju ke arahnya. Sakura jadi yang pertama melawan Kakashi dengan Taijutsu. Mereka berdua saling serang hingga Sakura melompat menghindar karena Sasuke akan menggunakan jutsunya
"Katon: Gōkakyū no Jutsu!"
Sasuke dan Sakura melihat ke arah ledakan dan melihat sebuah dinding tanah yang kokoh. Sasuke dan Sakura segera melihat ke arah Naruto yang telah menyelesaikan Fuinjutsunya dan melompat menghindar agar tak terkena efek dari Fūinjutsu Naruto. Sementara Kakashi saat ini tidak menyadari jika Naruto telah melakukan sesuatu padanya.
"Fūinjutsu: Kī jigoku!"
.
.
.
.
.
Chapter 4
Terkejut.. Ya itulah perasaan yang saat ini Kakashi rasakan saat ia melihat area pertarungan tempatnya berdiri tiba tiba bersinar diikuti dengan munculnya susunan aksara Fuin. Kakashi yang masih terkejut kemudian merasakan bahwa tubuhnya kaku dan mati rasa, ia tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Jangankan menggerakkan anggota tubuhnya, melihat ke arah muridnya berdiri saja ia tak bias melakukannya. Selain itu aliran cakhranya juga seperti berhenti, seperti ada sesuatu yang menahan atau…
'Menyegel?'
Naruto yang melihat Fuinjutsunya berhasil hanya tersenyum menyeringai. Rencananya untuk menjebak Kakashi dalam Fuinjutsunya berhasil dengan sempurna. Diapun mulai mendekati Kakashi dan saat sudah berada di depannya Naruto mengambil lonceng yang ada pada Kakashi namun..
POFT!
'Apa? Bunshin.. Sejak kapan ia membuatnya? Sial Kakashi Sensei memang bukan lawan yang bisa diremehkan' Pikir Naruto yang terkejut
Tak jauh dari sana Sasuke dan Sakura juga terkejut melihat kalau yang terkena Fuinjutsu Naruto hanyalah bunshin dari Kakashi. Mereka bahkan tak melihat Kakashi membuat bunshin.
"Harus kuakui kalian memang luar biasa dan kerjasama kalian juga sempurna. Kalian juga menunjukkan kemampuan jauh diatas Genin pada umumnya, harus kuakui kalian bahkan bisa mengalahkan Cunin yang sudah berpengalaman" ucap Kakashi yang tiba tiba muncul di belakang mereka
"Aku juga sangat terkejut melihat salah satu dari kalian memiliki kemampuan Fuinjutsu yang sangat kompeten. Bisakah aku tau dari mana kau mempelajarinya Naruto? Karena setahuku Fuinjutsu tadi sangat rumit bahkan aku sendiri tak yakin bisa melakukannya" lanjut Kakashi jujur
"Aku belajar dari perpusatakaan, bukankah disana banyak buku tentang Fuinjutsu?" jawab Naruto
"Begitu ya? Lalu 'Fūinjutsu: Kī jigoku' ... Aku belum pernah mendengar jenis Fuinjutsu ini, dari mana kau mempelajarinya?" tanya Kakashi
"Aku yang menciptakannya sendiri, aku mendapatkan ide untuk membuat Fuin ini saat aku melihat sarang laba laba. Dimana disana aku melihat beberapa serangga yang terperangkap dalam sarang laba laba, mereka tidak bisa bergerak dan melakukan perlawanan saaat si laba laba datang dan memakan mereka. Saat itulah aku mendapatkan ide untuk membuat Fuinjutsu ini. Karena jika bisa mengunci pergerakan lawan dalam pertarungan tentu saja itu akan menjadi keuntungan bagi kita. Fuinjutsu ini selain mampu mengunci pergerakan lawan juga mampu menyegel chakra, membuat mereka tak berdaya" jelas Naruto
"Tapi tetap saja setiap jutsu pasti memiliki kelemahan begitupun Fuinjutsu ini.. Fuinjutsu ini selain membutuhkan waktu persiapan yang cukup lama, aku juga harus fokus membuatnya karena jika ada kesalahan sedikit saja dalam penulisan aksara Fuin maka efeknya akan fatal. Selain itu aku juga tidak bisa bertarung jika sedang melakukan persiapan untuk Fuinjutsu ini, membuatku akan menjadi incaran musuh. Jadi aku perlu seseorang untuk melindungiku, selain itu area yang terkena efek dari Fuinjutsu ini juga tergolong pendek.. Hanya sekitar 8 meter, diluar itu maka tak akan memberikan efek" lanjut Naruto
Sementara Kakashi saat ini hanya menganga dan membulatkan matanya karena shock akan penjelasan dari Naruto, bagaimana mungkin seorang Genin yang baru lulus bisa menciptakan Fuinjutsu serumit itu yang bahkan dia sendiri tak mampu membuatnya.
"Hah... Baiklah karena kalian menunjukkan skill dan juga kerjasama tim yang sempurna maka tidak ada alasan bagiku untuk tak meluluskan kalian.. Selamat kalian resmi menjadi Genin Konoha dan anggota tim 7" ucap Kakashi memberi selamat
Sementara Naruto, Sasuke dan Sakura tersenyum senang, walaupun mereka tahu jika mereka pasti lulus tapi perasaan senang yang mereka rasakan saat mendengar Kakashi meluluskan mereka tentu tak bisa mereka hilangkan. Mereka juga bertekat akan terus mempertahankan kebahagiaan ini dan menjaganya.
"Baiklah karena sekarang akan masuk jam makan siang, bagaimana kalau kita pergi mencari tempat untuk makan siang.. Ada ide kita akan makan di mana?" tanya Kakashi
"RAMEN!" teriak Naruto girang
Sementara yang lain hanya bisa sweetdrop melihat kelakuan antik dari Naruto.. Dengan itupun mereka pergi ke kedai Ichiraku.
At Hokage Office
Saat ini beberapa Jonin tengah berkumpul untuk member laporan apakah calon Genin di tim mereka lulus atau tidak dalam tes yang dilakukan oleh Jonin pembimbing.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul silahkan berikan laporan kalian" ucap Hokage ketiga
"Tim 1 gagal"
"Tim 2 gagal"
.
.
"Tim 7 lulus"
Terjadi keheningan untuk beberapa saat sebelum terdengar teriakan dari semua orang di sana minus Kakashi dan Hokage ketiga
APA!
"Aku tak menyangka kau akan meluluskan tim Kakashi, ini jadi kali pertama kau melakukannya" ucap Kurenai
"Ya akupun cukup terkejut kau mau melatih sebuah tim Kakashi, karena setahuku kau adalah orang yang cukup malas jika itu menyangkut sebuah tim" ucap Asuma
"Ya awalnya aku ingin menggagalkan mereka tapi mereka menunjukkan sesuatu yang tidak pernah aku temui selama aku mengetes para calon Genin, dan aku yakin mereka akan jadi Legenda dalam beberapa tahun lagi.. Aku yakin Hokage-sama juga sependapat denganku, bukan begitu" jawab dan tanya Kakashi pada Hokage ketiga
"Hhmm, kau memang benar, aku sudah melihat kemampuan mereka dan harus kuakui aku sangat terkejut melihat kemampuan mereka saati ini" jawab Hokage ketiga
"Baiklah kita akan bahas ini nanti.. selanjutnya tim 8.." ucap Hokage ketiga
"Tim 8 lulus"
"Tim 10 lulus"
"Baiklah dengan begini maka tim Genin yang baru resmi dibentuk dan akan melakukan kegiatan aktif mulai besok… Sekarang kalian boleh bubar.." perintah Hokage ketiga
Keesokan harinya
Saat ini Naruto cs sedang berkumpul di Training Ground 7 untuk melakukan latihan dan yang paling mengejutkan adalah Kakashi tidak telat satu detikpun dia bahkan tiba 10 menit lebih awal.
"Baiklah aku tahu kalian terkejut melihat aku tepat waktu tapi mulai sekarang aku akan melatih kalian dengan serius dan jangan harap aku akan lembek pada kalian.. Aku akan melatih kalian sampai batas maksimal kalian dan membuat kalian menjadi ninja yang sebenarnya" ucap Kakashi..
"Maka dari itu akan akan bertanya kepada kalian materi apa saja yang sudah kalian kuasai agar aku bisa memberikan latihan yang tepat untuk kalian" lanjut Kakashi
"Kami tahu beberapa jutsu akademi dan juga Taijutsu akademi, Aku cukup menguasai Ninjutsu elemen angin sementara Sasuke Api dan Petir karena memang itu elemen kami. Lalu Sakura cukup handal dalam Ninjutsu medis. Kami bertiga juga memiliki chakra kontrol yang cukup baik, kami bisa memanjat pohon dan berjalan di atas air dengan chakra. Sasuke sudah membangkitkan Sharingganya dan aku memiliki cukup pengetahuan tentang Fuinjutsu, sementara Sakura cukup handal dalam Genjutsu. Kurasa itu saja kemampuan kami" jelas Naruto
Sementara Kakashi hanya terbengong mendengar penjelasan Naruto, bagaiman mungkin Genin yang baru lulus sudah mengetahui hal yang seharusnya diketahui oleh Chunin yang baru promosi. Jika hanya Sasuke mungkin Kakashi bisa maklum mengingat dia dari Klan Uciha yang merupakan klan terkuat dan terpandang di Konoha. Tapi Naruto dan Sakura.. Itu lain lagi ceritanya.
"Sepertinya kalian sudah mengetahui hal hal yang seharusnya belum kalian ketahui.. Tapi itu bukan masalah, justru menjadi keuntungan dalam latihan kalian. Aku akan melihat kemampuan Taijutsu kalian dan akan mengajarkan beberapa jutsu untuk kalian. Selain itu kita akan meningkatkan chakra kontrol kalian dan jangan lupakan kerjasama kalian… Itu saja sepertinya, ada pertanyaan?" jelas Kakashi
Naruto cs hanya menggelengkan kepalanya
"Dan untuk jadwal kita sehari hari mulai dari jam 7 sampai jam 12 kita akan latihan dan istirahat 1 jam, 1 jam kemudian kita akan melakukan sparing dan sorenya kita akan melakukan misi" lanjut Kakashi
.
.
Hari ini tim7 sudah selesai melakukan jadwal latihannya dan saat ini mereka sedang pulang menuju ke rumah masing masing.
"Dobe kapan kita akan memberitahu Hokage ketiga dan Kakashi kalau kita berasal dari masa depan?" tanya Sasuke
"Kalau Jiji hari ini kita akan memberitahukannya dan untuk Kakashi Sensei, mungkin lebih baik jika ia tak mengetahuinya dulu. Biarkan waktu yang menjawab, setidaknya sekarang bukan waktu yang tepat" ucap Naruto
"Baiklah sebaiknya kita segera ke Kantor Hokage" ucap Naruto
.
.
Saat ini tim 7 sedang berhadapan dengan Hokage ketiga. Mereka berniat menceritakan asal mereka sebenarnya.
"Halo Jiji.. Bagaimana kabarmu hari ini?" sapa Naruto
"Ahh, kalian bertiga rupanya.. Aku baik baik saja, terima kasih sudah bertanya" ucap Hokage ketiga
"Jadi apa yang ingin kalian katakan padaku? Aku yakin kalian bukan datang hanya sekedar untuk menyapa bukan?" Tanya Hokage ketiga
"Kami ke sini karena ingin menceritakan sesuatu yang seharusnya sudah kami ceritakan dua tahun yang lalu.. Tapi sebelum itu.." ucap Naruto lalu kemudian segerai membuat handseal dan memasang kekai kedap suara
"Kami sebenarnya bukan dari masa ini, tapi kami dari masa depan" lanjutnya
"Mungkin akan lebih mudah jika anda melihat mata saya.. Genjutsu Sharingan" ucap Sasuke sambil melakukan Genjutsunya
Hiruzen diberikan pengelihatan sama seperti saat Sasuke melakukannya kepada Shisui dan Itachi mulai dari pembantaian Clan Uciha, invasi Orochimaru, Pertarunganya melawan Itachi, Perang Dunia Shinobi ke 4 melawan Obito dan Madara, hingga pertarungannya melawa Kaguya. Setelah beberapa saat Hokage ketiga hanya memejamkan matanya untuk mencerna semua informasi yang ia terima.
'Hah aku sudah terlalu tua untuk menerima semua ini' pikir Hokage ketiga pasrah
"Baiklah terima kasih karena kalian sudah membertahuku dan mempercayaiku, walaupun aku sudah tahu jika kalian bukan dari masa ini. Tapi tetap saja, melihat langsung ke masa depan bukanlah hal yang mudah dicerna oleh pemikiranku" ucap Hokage ketiga
Sementara Naruto cs terkejut karena Hokage ketiga bilang beliau tahu jika mereka berasal dari masa depan... Sementara Hokage ketiga yang melihat ekspresi mereka hanya tertawa halus karena berhasil mengerjai mereka.
"Hei kalian pikir aku bodoh? Aku mendapat gelar 'The Professor' bukan tanpa alasan, aku sudah tahu jika kalian dari masa depan sejak dua tahun yang lalu" ucap Hokage ketiga bangga
"T-ta-tapi da-dari m-mana Jiji tahu?" Tanya Naruto terbata
"Begini.. sebenarnya aku selalu mengawasi kalian melalui bola Kristal ini" jelasnya
Flashback
Saat ini Hiruzen Sarutobi atau yang lebih dikenal dengan Hokage ketiga tengah berperang melawan 'musuhnya'. Entah sudah berapa sumpah serapah yang diucapkannya karena ketika pekerjaannya akan selesai selalu saja bertambah lagi dan lagi. Mendesah itulah yang dilakukannya, dia penasaran apa yang dulu dilakukan Minato saat menjadi Hokage hingga ia bisa menyelesaikan kertas kertas laknat ini dengan cepat. Tiba tiba saja ia teringat akan kejadian seminggu yang lalu saat Naruto cs keluar dari rumah sakit setelah pingsan selama seharian karena acara 'lomba panjat pohon' yang menurutnya alasan paling bodoh yang pernah ia dengar.
'Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh Naruto-kun sekarang' pikir Hiruzen
Mengambil sebuah bola Kristal yang ada di sudut mejanya, Hiruzen segera berkonsentrasi untuk melacak keberadaan Naruto. Setelah beberapa saat munculah Naruto tapi saat ini dia sedang bebicara dengan seseorang yang ia kenal…
'Siapa yang sedang diajak Naruto-kun bicara… I-itu kan.. Shisui? Apa yang ia lakukan dengan Naruto… Dan bukankah itu Itachi, Sasuke dan Sakura?' pikir Hiruzen
Hiruzen yang sedang melihat Naruto dan Shisui dan mencoba mendengar apa yang mereka bicarakan
.
.
"Kami bisa menjelaskannya Itachi-san, Shisui-san. Kami sebernarnya bukan dari masa ini" jelas Naruto
"A-apa ma-maksud dari ucapanmu itu Naruto-san?" tanya Shisui dengan nada tak percaya
"Maksud dari Naruto adalah kami tidak berasal dari masa ini, tapi kami dari masa depan. Kami mengalami sedikit kecelakaan dan akhirnya terlempar ke masa lalu" jelas Sakura
"Hn, akan lebih mudah jika menggunakan Sharingan. Nii-san, Shisui-san lihat mataku.. Genjutsu Sharingan"
.
Hiruzen bias melihat kalau saat ini mereka semua sedang terdiam, hingga beberapa saat kemudian mereka terlojak kaget
.
.
"Knapa kalian menceritakan yang sebenarnya kepada kami? Apa kalian sudah menceritakannya kepada Hokage-sama?" Tanya Shisui
"Alasan kami menceritakannya kepada kalian karena kami percaya kepada kalian. Karena sekuat apapun kami dan sekeras apapun kami berusaha untuk merubah masa depan, kami tak kan bisa melakukanya sendiri.. Kami membutuhkan bantuan dari orang lain.. Lagipula menurut Teme kalian orang yang tepat. Dan untuk Hokage-jiji, aku akan menceritakannya saat kami sudah menjadi Genin dan berada dalam satu tim" jelas Naruto panjang lebar.
Menganggukan kepalanya Shisui dan Itachi mengerti dengan keadaan mereka bertiga. Keheningan tercipta sebelum Shisui berkata "Pantas saja saat aku membuka scroll yang kau berikan, aku merasa mengenalinya. Katakan padaku Naruto-san apakah benar isi dari scroll itu adalah chakra dari Kyubi?"
.
.
.
Saat ini Hiruzen hanya mampu menganga dengan mata melotot.. Bagaimana tidak? Saat ini ia baru saja mendengar jika Naruto yang sudah dianggap cucunya sendiri itu ternyata berasal dari masa depan. Pantas saja ia merasa ada yang aneh dengan mereka bertiga saat menemui mereka, Naruto yang dulu selalu berisik sekarang menjadi orang yang lebih tenang mirip dengan Minato dulu. Menenangkan pikirannya... Hiruzen sepertinya memiliki ide untuk menjahili mereka bertiga
"Baiklah Naruto-kun, aku akan mengikuti permainanmu. Kita tunggu saja apa yang akan terjadi 2 tahun lagi.. Hahahahaha" ucap Hokage ketiga dengan tawa horornya
.
.
Flashback End
"Jadi selama ini Jiji selalu menguntit kami ya?" ucap Naruto dengan nada horor
"Apa jangan jangan Hokage-sama juga menggunakan bola kristal itu untuk mengintip aku mandi ataupun mengintip wanita di pemandian air panas?" tambah Sakura dengan senyum manisnya
GULP
"Ah-ha a-haha ti-tidak kok, te-tentu saja a-aku tidak selalu menguntit kalian. Dan mana mungkin aku melakukan hal serendah itu Sakura-chan, aku bukanlah orang yang mesum seperti Jiraiya" bela Hokage ketiga gugup
"Tidak selalu? Berarti sudah berkali kali kan, Hokage-sama?" tambah Sasuke
"Ti-tidak te-tentu s-saj bukan itu maksudku Sasuke-kun, aku aku aku... Ehm hanya mengkhawatirkan kalian saja" jawab Hokage ketiga gagap
Mereka bertiga yang mendengar penjelasan Hokage ketiga hanya melotot tajam melihati Hokage ketiga yang berkeringat dingin.
"Hah.. baiklah kami percaya padamu Jiji, lagipula lebih bagus jika kau sudah mengetahuinya" ucap Naruto
"Hn...Dengan begini kita bisa menyusun rencana untuk invasi Orochimaru selanjutnya' jelas Sasuke
"Itu benar, dan untuk anda Hokage-sama sebaiknya anda mempersiapkan diri anda. Tapi tenang saja, kami bertiga akan membantu anda" tambah Sakura
"Baiklah sepertinya aku juga harus melatih tubuhku yang sudah tua ini, dan untuk kalian apa Kakashi sudah mengetahuinya?" tanya Hokage ketiga
"Belum Hokage-sama, kami belum memberitahukannya kepada Kakashi Sensei karena sepertinya waktunya masih belum tepat" jelas Sakura
"Begitu ya, akupun juga berpikiran begitu... Akan lebih baik jika hanya sedikit orang yang mengetahui tentang kalian, semakin banyak yang tahu maka kemungkinan kejadian di masa depan akan berubah banyak"ucap Hokage ketiga
"Baiklah apa ada yang ingin kalian sampaikan lagi?" lanjutnya
Melihat mereka semua menggelengkan kepalanya Hokage ketiga segera menyuruh mereka untuk pulang
.
.
.
Time Skip
Sudah satu bulan tim 7 melakukan kegiatannya, mulai dari latihan dan juga misi. Dan benar apa yang dikatakan Kakashi, latihan yang mereka jalani benar benar keras. Untuk Taijutsu mereka semua sudah lebih baik lagi, dan Naruto sedang dalam proses membuat Taijutsu Stylenya sendiri. Sementara Sasuke dengan Taijutsu khas Ucihanya dan Sakura dia masih tetap menggunakan Taijutsu Style yang dulu diajarkan Tsunade. Taijutsu Style dari Naruto bernama Hariken, sebuah Taijutsu Style yang mengandalkan kecepatan, reflek, dan juga manipulasi elemen angin. Selain itu chakra kontrol mereka bertiga juga sudah sangat baik. Naruto dan Sasuke sudah bisa menggunakan Jutsu Class C dengan hanya satu tangan untuk membuat Handsdeal.
Banyak hal yang terjadi selama satu bulan ini mulai dari melakukan berbagai misi Rank D seperti membantu membersihkan kebun, memberi makan ternak, mengantarkan pesanan obat, dan yang paling menyebalkan menangkap Tora kucing milik istri Daimyo.. Dan saat ini tim 7 berada di di Kantor Hokage untuk melaporkan misi mereka yang telah selesai yaitu menangkap Tora.
"Oh Tora sayang, kenapa kau lari lagi? Untuk saja mereka bisa menemukanmu" ucap Istri Daimyo sambil menggencet..ehem maksudnya memeluk Tora
'Entah kenapa aku merasa kasihan pada Tora' pikir Naruto
"Baiklah kalian sudah menyelesaikan misi Rank D kalian untuk yang ke 15 kali, selanjutnya ada misi untuk membantu membersihkan kebun atau.." ucapan Hokage ketiga terpostong oleh Naruto
"Apakah tidak ada misi yang lain Jiji, aku ingin Rank C atau B. Aku sudah bosan melakukan misi Rank D" ucap Naruto
"Apa mereka sudah siap Kakashi?" tanya Hokage ketiga
"Saya yakin 100% Hokage-sama, mereka sudah lebih dari siap untuk misi Rank C" jawab Kakashi
"Baiklah ini ada misi Rank C membasmi sekelompok bandit yang meresahkan warga..." ucapan Hokage ketiga kembali terpotong saat tiba tiba ada seseorang yang mendobrak pintu
"Hokage-sama! Gawat, kami baru menerima kabar kalau tim 8 yang melakukan misi ke Nami no Kuni mengalami masalah, misi yang seharusnya Rank C berubah karena mereka melawan Missing-Nin dari Kirigakure. Selain itu menurut informasi dari Missing-Nin yang berhasil dikalahkan tim 8, lawan mereka selanjutnya kemungkinan besar adalah Momochi Zabuza, Missing-Nin Class A" jelas sekretaris Hokage ketiga
Sementara itu Naruto cs membulatkan matanya, karena seharusnya mereka yang mengambil misi itu, lalu kenapa justru tim 8 yang mengambilnya. Apa jangan jangan masa depan telah berubah karena mereka telah merubah masa lalu.
"Hmm, begitu ya. Baiklah, Kakashi bawa tim mu dan kalian bantu tim 8. Segera berangkat karena aku memiliki firasat yang buruk mengenai ini" ucap Hokage ketiga
"Baiklah, kalian bertiga segera persiapkan barang barang kalian, kita berkumpul di gerbang 15 menit lagi" perintah Kakashi
Menganggukan kepalanya, mereka bertiga segera menghilang untuk mempersiapkan keperluan mereka.
.
.
Time Skip
Saat ini tim 7 dalam perjalanan menuju ke arah Nami no Kuni. Mereka melaju dengan cepat agar bisa menyusul tim 8 sebelm terlambat. Tapi diantara mereka semua Narutolah yang terlihat paling khawatir dan itu terlihat oleh Sasuke.
"Tenang saja Dobe, dia akan baik baik saja. Kita harus tetap fokus dan jangan sampai kau kehilangan konsentrasi' ucap Sasuke
"Aku tahu itu, hanya saja aku sangat khawatir padanya" jawab Naruto
'Aku mohon bertahanlah sebantar.. Aku akan segera menyelamatkanmu.. Hinata-chan' batin Naruto
.
.
Saat ini tim 8 tengah bertarung melawan Momochi Zabuza, atau lebih tepatnya Kurenai yang bertarung sementara para Genin melindungi klien mereka.
Kurenai hanya mengutuk keadaan karena harus melawan Zabuza. Situasi ini benar benar diluar dugaannya. Saat pertama kali ia dan timnya mengambi misi ini, mereka hanya berfikir ini akan menjadi misi yang tidak terlalu sulit karena mereka kemungkinan hanya akan melawan para bandit. Tapi itu semua berubah saat mereka memasuki daerah Nami no Kuni dimana mereka bertemu dengan Missing-Nin dari Kirigakure 'Demon Brothers'. Dua bersaudara mantan Chunin dari Kirigakure menyamar menjadi genangan air di cuaca yang panas danlangsung saja diketahui oleh tim 8 yang merupakan tim pelacak. Merekapun berhasil mengalahkan mereka dan berhasil mendapati informasi bahwa mereka dibayar oleh Gato untuk membunuh Tazuna untuk menggagalkan rencananya membangun jembatan yang mana jembatan itu untuk menyelamatkan warga Nami no Kuni dari jeratan Gato. Tim 8 pun mendapat informasi jika Gato menyewa Missing-Nin lain yaitu Momochi Zabuza, Missing-Nin Class A pemegang pedang Kubikiribōchō dan mantan anggota Kiri no Shinobigatana Shichinin Shū. Mendapati informasi tersebut Kurenai bertanya pada timnya untuk melanjutkan atau tidak yang berakhir dengan dilanjutkannya misi ii, tapi Kurenai segera megirim pesan ke Konoha untuk mengirimkan banruan.
Dan disinilah ia sekarang tengah bertarung dengan Zabuza sementara timnya melindungi Tazuna.
"Hmm, harus kuakui kau cukup kuat untuk seorang master Genjutsu. Kau bisa mengimbangiku dalam pertarungan jarak dekat, Tapi... Sampai berapa lama kau bisa bertahan?" ucap Zabuza
'Sial, serangannya sangat kuat dan cepat. Aku juga bukan tipe petarung jarak dekat, selain itu staminaku juga semakin menipis. Jika begin terus bisa bisa... Hah disaat seperti ini aku hanya berharap kalau bantuin dari Konoha segera datang' pikir Kurenai frustasi
"Saatnya mengakhiri ini semua" ucap Zabuza
Zabuza segera melompat mundur dan membat Handseal dan mengucap jutsu favoritnya
"Kirigakure no Jutsu!"
Tiba tiba kabut meyelimuti mereka. Kabut yang diselimuti oleh Chakra yang mana Byakugan maupun Sharingan tak mampu melihat keberadaan penggunanya.
"Aku akan memberikan kalian pilihan. Kalian akan mati dengan cepat atau haruskah aku menyiksa kalian dulu?" ucap Zabuza ditambah dengan KI yang cukup besar
Sementara Kurenai samakin bersiaga, Genin tim 8 saat ini tengah bergetar ketakutan karena mereka belum pernah merasakan KI sebesar ini
"Kalian tidak mau menjawab? Baiklah sepertinya aku sendiri yang akan memilih.. MATI!" ucap Zabuza yang tiba tiba berada di tengah tengah tim 8
Sementara Kurenai yang berada di depan mereka terlambat menyadarinya, Kurenai hanya bisa melihat saat Zabuza mengayunkan pedangnya ke arah Hinata yang saat ini hanya membulatkan matanya dengan air mata yang menetes. Hinata sendiri saat ini benar benar terkejut karena lawannya sudah berada di belakangnya, Terlambat untuk menghindar Hinata saat ini hanya bisa menutuo matanya pasrah...
'Naruto-kun.. Maaf..' batin Hinata
TRANK!
.
.
Beberapa saat yang lalu
Saat ini tim 7 hampir sampai di perbatasan Nami no Kuni. Mereka hanya diam selama perjalanan hingga Kakashi memulai pembicaraan.
"Saat kita sudah sampai nanti, kalian jangan berbuat gegabah. Ikuti perintahku karena lawan kita adalah Momochi Zabuza, dia berada di level yang berbeda dengan kalian jadi jangan lakukan tindakan yang bodoh. Kalian mengerti?" tanya Kakashi
"Hai Sensei" jawab Sasuke dan Sakura sementara Naruto hanya menganggukan kepalanya saja
Beberapa saat kemudian mereka melihat kabut yang tidak biasa, Kakashi lagnsung membuka Hitai atenya dan emperihatkan Sharingan yang menyala. Sementara Sasuke juga langsung mengaktifkan Sharinganya. Naruto sendiri aat ini tengah berbicara dengan Kurama
"Kurama, apau bisa merasakan keberadaan Hinata-chan?" tanya Naruto
"Ya, aku merasakannya dan sepertinya dia tidak dalam kondisi yang baik baik saja, saat ini aku merasakan emosi ketakutan yang cukup kuat darinya dan teman temannya. Sebaiknya kau bergegas Naruto sebelum semuanya terlambat" ucap Kurama
Naruto yangmendengar penuturan Kurama hanya membulatkan matanya. Mengeluarkan Kunai Hiraishin dari kantongnya Naruto segera melempar Kunainya ke arah yang telah ditunjukkan oleh Kurama. Detik berikutnya Naruto sudah meghilang diikuti leh kilatan kuning membuat Kakashi terkejut dibbuatnya.
'Hiraishin?! Damn, Naruto berhutang banyak penjelasan padaku' batin Kakashi yang segera menyusul Naruto diikuti oleh yang lain
TRANK!
Bunyi Kunai Naruto yang berbenturan dengan berbenturan dengan pedang Zabuza. Yah, Naruto yang menggunakan Hiraishin segera menghilang dan ternyata muncul tepat waktu untuk menahan pedang Zabuza yang mengarah padanya atau lebih tepatnya Hinata yang ada dibelakangnya.
"Tak akan kubiarkan kau menyakiti Hinata-cahan" ucap Naruto
Sementara tim 8 terkejut dengan kedatangan Naruto yan tiba tiba. Mereka tidak melihat bagaimana Naruto bisa tiba tiba ada di depannya, beruntunglah karena kabut yang cukup tebal ini membuat mereka tak melihat kilatan kuning efek dari Hiraishin. Hinata jadi orang yang paling terkejut. Orang yang disukainya tiba tiba muncul dihadapannya saat ia pasrah menerima ajalnya, dan lagi ia datang untuk menyelamatkannya. Membayangkannya saja sudah membuat wajahnya memerah karena teringat cerita Ibunya dulu tentang seorang tuan putri yang diselamatkan oleh pangeran berkuda yang tampan.
"N-Na-rut-ruto-kun" ucap Hinata gagap
"Kau tak papa kan Hinata-chan?" tanya Naruto
Hinata yang tidak tahu harus mengucapkan apa hanya menganggukan kepalanya saja
"Syukurlah.. Baiklah aku harus segera mengalahkan orang ini dulu" ucap Naruto
"Hem, seperti kau bisa saja bocah" tantang Zabuza
'Darimana bocah ini datang, aku benar benar tidak dapat merasakan keberadaanya, dan lahi kenapa Haku tidak membereskan para pengganggu ini' pikir Zabuza
'Tapi harus kuakui dia cukup kuat, dia mampu menahan ayunan pedangku.. Heh sepertinya bocah ini cukup menarik' lanjutnya
Zabuza segera melompat mundur saat ia melihat beberap kunai menuju ke arahnya. Lalu terlihatlah anggota tim 7. Kurenai yang melihat kedatangan Kakashi segera menghembusakan nafas lega karena bala bantuan sudah datang.
"Yo Kurenai, maaf kami terlambat. Tadi ada kucing hitam yang menghadang jalan kami jadi untuk menghindari sial kami harus memutar jalan dan akhirnya tersesat di jalan bernama kehidupan" jelas Kakashi
Sementara yang lain hanya sweetdrop
"Hmm, jadi Kakashi no Sharingan yang akan menjadi lawanku? Itu lebih baik dari pada harus melawan ahli Genjutsu itu" ucap Zabuza
"Kalian sebaiknya menjaga klien dan obati yang terluka, biar aku dan Kurenai yang menghadapinya" perintah Kakashi
"Kami mengerti, tapi sebelum itu..." ucap Naruto dan dibarengi dengan membentuk handseal satu tangan
"Fūton: Daitoppa!"
Dengan itu keluar hembusan angin yang cukup besar dari Naruto dan menghilangkan kabut yang menutupi area pertarungan.
"Terima kasih Naruto.. Baiklah selanjutnya serahkan pada kami berdua" dengan itupun Kakashi menuju ke arah Zabuza
.
.
At Kakashi & Kurenai vs Zabuza
Saat ini Kakashi tengah bertarung melawan Zabuza dengan dibantu oleh Kurenai. Sementara Zabuza hanya mendecih tak suka saat kualahan menghadapi mereka berdua, menggunakan 'Kirigakure no Jutsu' lagi bukanlah rencana ang tepat mengingat salah satu dari Genin itu bisa menghilangkannya dengan Jutsu Anginnya. Satu satunya jalan adalah bertarung dengan kemampuan berpedangnya.
"Harus kuakui aku sangat beruntung bisa bertarung melawanmu Kakashi no Sharingan. Kepalamu berharga cukup mahal, dan aku akan mendapatkannya" ucap Zabuza
"Menyerahlah Zabuza, kau takkan mampu mengalahkan kami semua. Kau tahu itu kan?" balas Kakashi
Sementara Zabuza yang diejek oleh Kakashi segera melesat menyerangnya. Pertarungan mereka sangat cepat, yang terlihat hanya bayangan hitam dan juga percikan api saat kedua senjata masing masing saling bergesekan. Sementara Kurenai saat ini mengamati dari jarak yang cukup jauh dan akan membantu Kakashi jika memang diperlukan. Merasa bosan dengan pertarungan jarak dekat, Zabuza segera melompat ke belakang dan membuat Handseal dan menyebut nama jutsunya
"Suiton: Suiryūdan no Jutsu!"
Muncul Naga air dari danau yang ada di belakang Zabuza. Naga air itu menuju ke arah Kakashi, sementara Kakashi yang melihat naga air itu menuju ke arahnya segera membuat handseal
"Doton: Doryūheki!"
Sebuah dinding tanah yang kokoh tiba tiba muncul dan menghalau naga air dari Zabuza. Terjadi ledakan saat kedua jutsu itu bertabrakan. Beberapa saat kemudian terlihatlah dinding tanah milik Kakashi masih terlihat kokoh. Kurenai yang melihat kesempatan segera menyerang Zabuza dengan Genjutsunya
"Magen: Jubaku satsu!"
Tiba tiba saja dari bawah tubuh Zabuza muncul pohon yang mana cabangnya mulai memanjang dan mengikatnya. Membuatnya tak bisa bergerak. Sementara Kakashi yang melihat Zabuza sudah terjebak dalam Genjutsu Kurenai segera membuat Handseal dan menyebut nama jutsunya
"Suiton: Suiryūdan no Jutsu!"
Muncul naga air dari danau yang ada di sebelah Kakashi dan langsung menuju ke arah Zabuza. Zabuza baru bisa terlepas dari Genjutsu Kurenai tidak sempat menghindar dan akgirnya terseret oleh jutsu Kakashi hingga menabrak pohon dan menghancurkannya. Kakashi yang tidak ingin membuang waktu segera melesat ke arah Zabuza dan menyiapkan kunainya berniat untuk menghabisinya. Namun keinginannya terhalang saat ia melihat beberapa kunai melesat kearahnya. Kakashi berhasil menghindar dan melihat dua orang yang memakai topeng Hunter-Nin Kiri berada di depan Zabuza.
"Siapa kalian?" tanya Kakashi
"Hmm.. Pertunjukkan yang menarik, tapi maaf aku tak bisa membiarkan kaliang membunuh Zabuza" ucap Hunter-Nin yang pertama
"Maaf kami akan membawa Zabuza bersama kami. Dan sampai bertemu lagi Ninja Konoha" lanjut Hunter-Nin yang satunya
Dengan itupun mereka pergi dari sana dengan membawa Zabuza.
"Apa kita perlu mengejar mereka Kakashi?" tanya Kurenai
"Tidak, kita sudah kelelahan. Lagipula aku juga sudah cukup lama menggunakan Sharingan, chakraku sudah menipis. Sebaiknya kita segera mengantarkan klien kita" jawab Kakashi sambil memasang kembali Hitai atenya menutupi ata Sharingannya
.
.
Saat ini tim 7 dan tim 8 sedang menaiki perahu untuk menuju ke arah rumah Tazuna. Sakura sedang mengobati Kiba dan Akamaru serta Shino yang mengalami luka saat berhadapan dengan Zabuza. Sementara Sasuke sedang mengawasi keadaan sekitar. Naruto saat ini hanya duduk di sebelah Hinata sambil melihat kearahnya. Hinata sendiri yang ditatap secara intens oleh Naruto hanya menundukkan kepalanya karena sangat malu.
"Apa kau benar benar tak papa Hinata-chan? Apa kau terluka?" tanya Naruto khawatir
"A-ak-u ta-k pa-pa N-Na-ru-to-kun, a-ak-u ba-ik ba-ik sa-ja" jawab Hinata gagap dan tak berani menatap Naruto
"Benarkah? Syukurlah kalau begitu, aku sangat khawatir padamu. Aku takut kau akan terluka tadi" balas Naruto dengan senyum andalannya
Sementara Hinata jangan ditanya lagi, wajahnya semakin memerah karena Naruto mengkhawatirkannya..
'Naruto-kun mengkhawatirkanku? Oh Tuhan aku harap ini bukan mimpi' batin Hinata
"Te-ter-i-ma ka-si-h su-dah me-nye-la-mat-kan-ku N-Na-ru-to-kun" ucap Hinata
"Tak usah dipikirkan, aku akan selalu melindungi orang orang yang berharga untukku" jawab Naruto sambil mengusap kepala Hinata
Hinata yang merasakan usapan lembut di kepalanya mendongak untuk melihat siapa yang melakukannya, dan melihat Naruto yang melakukannya sambil tersenyum. Hinata yang sudah tidak kuatpun akhirnya pingsan.
"Hinata-chan, ya ampun kenapa kau pingsan? Sakura-chan tolong kau periksa Hinata-chan" kata Naruto panik
Sementara yang lain hanya terkikik geli melihat kejadian di depan mereka.
.
.
Saat ini tim 7 dan tim 8 sudah berada di rumah Tazuna. Mereka tengah berkumpul untuk membahas hal mengenai Zabuza dan komplotannya.
"Sepertinya pertemuan kita selanjutnya dengan Zabuza akan semakin sulit. Dua orang yang datang membantu Zabuza tadi, mereka cukup berbahaya. Aku tidak bisa merasakan keberadaan mereka saat bertarung melawan Zabuza tadi" ucap Kakashi
"Aku juga setuju denganmu. Tapi melihat dari luka yang dialami Zabuza, sepertinya butuh waktu seminggu untuk benar benar sembuh. Maka dari itu kita harus melatih Genin kita agar siap menghadapi mereka" jawab Kurenai
"Yah aku tahu itu. Baiklah kalian semua mulai besok akan berlatih dengan keras. Kita hanya punya waktu satu minggu untuk menghadapi Zabuza dan rekannya, jadi aku ingin kalian berlatih dengan sungguh sungguh. Kalian mengerti?" tanya Kakashi
"Hai Sensei"
.
.
.
.
.
.
And cut..
To be continue.. :D
Author Note:
Hey semua balik lagi dengan Namikaze Kyoshi di Chapter 4 dari 'Blast To The Past'. Maaf bwt senpai dan reader yang udah nunggu, maklum pas mw nulis chapter 4 ini tiba tiba idenya ilang, trus keinget inget dikit. Jadi maaf ya kalo chapter 4 ini kurang maksimal. Dan bwt momen NaruHina nya udah mulai muncul. Tapi gak bakalan aku bikin Naruto sama Hinata langsung pacaran, mungkin kalo udah masuk Shipuden baru mereka bakalan pacaran. Oh ya satu lagi, bwt Harem Naruto jg munculnya pas masuk Shipuden jadi bwt skrg akan fokus ke Actionnya dulu begitupun dengan Sasuke. Kalo bwt Romancenya mungkin agak lama, karena jujur aja Aku lebih seneng Fic ke arah Action ketimbang Romance. Oke gitu aja kayaknya, jangan lupa Reviewnya ya.. Biar semangat ngelanjutin chpater 5 nya... Sampai jumpa di chapter 5... :D
Balesan bwt Review kemaren
Zadita Uchiha: Iya makasih senpai bwt Reviewnya. Pertanyaanya senpai udah terjawab di chapter ini. Jangan lupa review lagi ya..
Shinn Kazumiya: wakaka, emang itu tujuan saya.. Iya makasih bwt senpai yang udah setia ngasih review trus, dan bwt alurnya awalnya aja yang aku bikin sama nanti lama kelamaan bakalan berubah. Kan Naruto dkk udah merubah beberapa hal, jadi nanti bkalan beda sama yang aslinya. Oke, jangan bosen bosen ngasih reviewnya yah.. :D
.792: terima kasih bwt reviewnya. Dan bwt pair Naruto yang udah jelas Hinata. Tapi kalau bwt yag lain.. Biarkan jadi misteri, hahahah...:D
Zaldy844: gak ada, cuman Naruto, Sasuke Sakura aja
Dragfilia hasnah: biarkan itu jadi misteri, hahaha..:D
reyvanrifqi: Samui & Shion? Hmm, mungkin bisa, mungkin jg enggak... hehehe:D, biarkan waktu yang menjawab
naruto amikaze: Haku? Kita liat aja di chapter selanjutnya
Qnantazefanya: heheheh, emang sengaja ok.. biar penasaran
