Naruto : Blast To The Past

Author : Namikaze Kyoshi

Disclaimer : Naruto milik om Mashasi, saya cuman minjem aja, cerita ini murni ide saya

Genre : Adventure & Romance

Rate : M

Pairing : Naruto x Harem, Sasuke x MiniHarem

Warning : Godlike Naruto, Godlike Sasuke, Strong Sakura, Good Sasuke, OOC, Typo, Abal, Gaje, Time-Travel

.

.

.

.

.

Summary:

Naruto yang bertarung melawan Kaguya saat perang dunia shinobi ke 4 mengalami kesulitan meskipun telah mendapatkan mata sharingan milik kakashi dan dibantu oleh sahabatnya Sasuke Uciha, hingga suatu ketika jurus teleportasi milik Sasuke dan Hiraishin milik Naruto berbenturan dengan Teknik Perpindahan Dimensi milik Kaguya...

.

.

.

.

Previous Chapter:

Saat ini tim 7 dan tim 8 sudah berada di rumah Tazuna. Mereka tengah berkumpul untuk membahas hal mengenai Zabuza dan komplotannya.

"Sepertinya pertemuan kita selanjutnya dengan Zabuza akan semakin sulit. Dua orang yang datang membantu Zabuza tadi, mereka cukup berbahaya. Aku tidak bisa merasakan keberadaan mereka saat bertarung melawan Zabuza tadi" ucap Kakashi

"Aku juga setuju denganmu. Tapi melihat dari luka yang dialami Zabuza, sepertinya butuh waktu seminggu untuk benar benar sembuh. Maka dari itu kita harus melatih Genin kita agar siap menghadapi mereka" jawab Kurenai

"Yah aku tahu itu. Baiklah kalian semua mulai besok akan berlatih dengan keras. Kita hanya punya waktu satu minggu untuk menghadapi Zabuza dan rekannya, jadi aku ingin kalian berlatih dengan sungguh sungguh. Kalian mengerti?" tanya Kakashi

"Hai Sensei"

.

.

.

.

.

Chapter 5

Saat ini tim 7 dan tim 8 berada di hutan belakang rumah Tazuna. Mereka saat ini akan berlatih selama satu minggu sebagai persiapan untuk menghadapi Zabuza dan kawan kawan.

"Baiklah mulai hari ini sampai satu minggu ke depan kita akan berlatih dengan keras. Aku dan Kurenai akan meningkatkan chakra kontrol kalian dan juga kerja sama kalian. Tapi aku ingin bertanya di tim 8 siapa yang sudah bisa Tree Climbing dan Water Walking Chakra Exercise?" tanya Kakashi

Sementara di antara tim 8 hanya Hinata saja yang mengangkat tangannya sedangkan Shino dan Kiba hanya menggelengkan kepalanya.

"Hmm, baiklah karena hanya kalian berdua yang belum bisa maka Kurenai yang akan mengajari kalian. Sementara untuk Hinata kau akan berlatih dengan tim 7 sampai teman temanmu menyelesaikan latihannya dan melatih kerja sama tim kalian" jelas Kakashi

Dengan itu mereka semua berpisah untuk melakukan latihannya masing masing.

At Tim 7

"Baiklah kalian semua aku ingin Sasuke dan Sakura lanjutkan latihan kalian kemarin yang tertunda. Dan untuk Naruto dan Hinata kalian akan melakukan sparing karena aku belum tahu kemampuan Hinata dan apa saja yang sudah ia perlajari" jelas Kakashi

"Kalian boleh mengeluarkan semua kemampuan kalian, dan Hinata jangan takut karena ada Sakura yang akan mengobati siapapun yang terluka jadi kau bisa serius... Mengerti?" tanya Kakashi

Mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya

Mereka berdua segera memasang kuda kuda Taijutsunya masing masing. Hinata dengan Jukennya sedangkan Naruto dengan Harikennya.

"Baiklah... MULAI!" ucap Kakashi

Dengan itu mereka berdua melesat untuk melakukan serangan. Hinata yang awalnya sedikit ragu mulai sedikit percaya diri saat melihat Naruto menganggukkan kepalanya. Hinata menyerang dulu dengan pukulan pukulan yang cepat dan akurat ke arah Naruto, tapi Naruto dengan kecepatan dan refleknya berhasil menghindari setiap serangannya. Hinata terus menyerang Naruto sampai dia mulai kelelahan, Naruto yang melihat kesempatanpun segera melakukan serangan balik. Memang Naruto tidak mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya, dia hanya ingin menguji kemampuan Hinata saja. Dan dilihat dari observasinya Taijutsu Hinata sudah cukup bagus hanya saja dia kurang memiliki kecepatan dan stamina, membuatnya mudah kelelahan dan kehilangan fokus. Naruto terus menyerang Hinata dengan kecepatan yang luar biasa mulai dari pukulan dan tendangan tapi Hinata masih bisa menahan serangannya.

"Baiklah sudah cukup. Kalian boleh istirahat sebentar" perintah Kakashi

Mendengar perintah dari gurunya, Naruto dan Hinata segera mengistirahatkan tubuhnya. Hinata yang kelelahan memilih untuk beristirahat di bawah pohon yang rindang. Naruto yang melihat Hinata kelelahan berjalan menuju sungai untuk mengambil air. Mengisinya dalam botol, Naruto berjalan ke arah Hinata dan memberikan minumannya.

"Ini minumlah Hinata-chan. Kau terlihat kelelahan" ucap Naruto

"T-te-r-ima k-ka-si-h N-Na-ru-to-kun" balas Hinata gagap

Minuman itu langsung disambar oleh Hinata, diminumnya air itu hingga habis.

"Kau sangat haus ternyata" canda Naruto

Sementara Hinata jangan ditanya lagi, dia malu sekali terhadap Naruto dan hanya menundukkan kepalanya.

"Sparing tadi cukup menyenangkan ya Hinata-chan. Lain kali kita harus melakukannya lagi" ucap Naruto

"T-ten-tu N-Na-ru-to-kun" balas Hinata

"Baiklah istirahatnya cukup sampai disini, kalian kemarilah" ucap Kakashi

Sementara Naruto dan Hinata segera berlari ke arah Kakashi

"Baiklah aku sdah melihat kalian tadi. Dan untukmu Hinata, kau memiliki Taijutsu yang cukup bagus hanya saja kecepatan dan juga staminamu masih kurang. Aku akan memperbaikinya, Pertama tama aku akan melatih fisikmu dan meningkatkan kecepatan serta staminamu. Dan untukmu Naruto, aku ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan jadi bisakah kita berbicara berdua?" tanya Kakashi

'Ah sial, aku lupa dengan hal itu. Kakashi sensei pasti akan menginterogasiku' pikir Naruto

Hinata sendiri sudah pergi untuk melakukan latihan fisik yang diberikan oleh Kakashi

"Naruto aku ingin bertanya.. Apa kau benar benar menguasai Hiarishin?" tanya Kakashi

GULP

"He-he-he.. K-ke-na-pa Se-n-se-i bertanya begitu? Aku tidak tahu apa itu Hiraishin.. Apa itu semacam makanan?" balas Naruto gugup

"Kau tahu Naruto, kau tidak pandai dalam berbohong. Jadi sebaiknya segera kau katakan yang sebenarnya" balas Kakashi

'Hah sepertinya memang sudah ketauan.. Yah mau bagaimana lagi' pikir Naruto

"Hah, itu memang benar sensei. Aku sudah menguasai Hiraishin no Jutsu" jawab Naruto

"Begitu ya. Apa kau baru menguasainya? Karena setahuku saat Survival tes dulu kau tidak menggunakan Hiraishin" balas Kakashi

"Yah begitulah. Aku baru menguasainya sekitar dua minggu yang lalu. Jadi aku masih belum terlalu terbiasa saat menggunakannya. Dan bisakah sensei merahasiakannya dari semua orang? Aku tidak ingin orang lain tahu jika aku menguasai jutsu ini" jawab Naruto dengan sedikit kebohongan tentunya

Menganggukkan kepalanya Kakashi segera menyuruh Naruto untuk bergabung dengan Sasuke dan Sakura untuk melatih kerja sama tim mereka.

.

.

Saat ini tim 7 dan tim 8 telah menyelesaikan latihannya hari ini dan kembali ke rumah Tazuna untuk makan malam dan beristirahat.

"Hah.. Latihan hari ini benar benar melelahkan, bukan begitu Shino" kata Kiba

Sementara Shino hanya menganggukkan kepalanya

"Hei Kiba, bagaimana latihan kalian?" tanya Naruto

"Ya aku sedikit frustasi dengan latiahan kali ini karena sangat susah, aku baru sampai setengah saja. Tapi Shino sudah hampir menyelesaikannya. Hah.. sepertinya besok menjadi semakin berat" keluh Kiba

Yang lain hanya terkikik geli saat melihat Kiba frustasi dengan latihannya

"Nah Hinata, bagaimana dengan latihanmu tadi?" tanya Kurenai

"L-la-ti-han-ku be-r-ja-lan de-ngan lan-car se-n-sei" jawab Hinata

"Baiklah semuanya sebaiknya kita semua ke meja makan untuk makan malam karena semuanya sudah siap" ucap Tsunami

Menganggukkan kepalanya tim 7 dan tim 8 segera menuju ke meja makan untuk makan malam. Hingga tiba tiba..

CKLEK

"Ahh.. Inari, kau sudah pulang. Ayo kita makan bersama, semuanya sudah menunggu" ucap Tsunami

"Siapa kalian?" tanya Inari

"Kami adalah ninja dari Konoha yang sedang bertugas menjaga Tazuna-san" jawab Kurenai

"Percuma saja kalian melawan Gato... Karena pada akhirnya kalian akan mati dan berhentilah bertindak seolah kalian adalah PAHLAWAN! KALIAN TIDAK TAHU APA ITU RASA SAKIT!" bentak Inari

"LALU KENAPA?! Kau hanyalah bocah cengeng yang tak tahu arti pahlawan yang sebenarnya. Kau melampiaskan kesedihanmu dengan menyalahkan orang lain. DAN KAULAH YANG TIDAK TAHU APA ITU RASA SAKIT!" balas Naruto sengit

"Maaf sepertinya aku kehilangan nafsu makan... Aku akan keluar untuk mencar angin dan kalian tak usah mencariku, aku bisa menjaga diri" lanjut Naruto

Sementara yang lain hanya terdiam akan kepergian Naruto dan Inari segera berlari menuju kamarnya

'Naruto-kun..' batin Hinata

"Tenang saja Hinata, Naruto orang yang kuat. Dia akan baik baik saja, saat ini dia butuh waktu untuk sendiri" ucap Sasuke

"Maafkan atas ketidaknyamanan ini, Inari memang begitu sejak kematian Kaiza. Sosok lelaki yang dianggap ayah oleh Inari. Dia mati karena membela desa ini dan Gato membuat kematiannya terlihat menyedihkan. Kami menyebut Kaiza pahlawan desa tapi tidak dengan Inari, dia menjadi pendiam dan menganggap pahlawan hanyalah omong kosong" jelas Tazuna

"Yah kami mengerti akan semua itu" balas Kakashi

Dan akhirnya malam mereka melanjutkan makan malamnya

.

.

Saat ini Inari sedang menyendiri di belakanr rumahnya, saat ini ia sedang merenungi perkataan dari Naruto hingga tiba tiba seseorang datang. Orang itu Kakashi

"Kulihat kau belum tidur Inari" ucap Kakashi

Tidak ada jawaban dari Inari. Kakashi berinisiatif untuk memulai percakapan

"Kau tahu.. Naruto bukanlah seorang anak yang biasa, dia anak yang sangat luar biasa. Dari dia lahir dia sudah tak memiliki orang tua..." ucap Kakashi

Sementara Inari langsung menegang mendengarkan penuturan Kakashi

"Sejak kecil dia selalu tinggal di panti asuhan, dia tidak pernah meiliki teman. Karena alasan sesuatu dia dibenci oleh hampir seluruh penduduk desa. Saat dipanti asuhan dia selalu disiksa, ditindas dan tak memiliki teman. Dia juga sangat kurus karena pihak panti asuhan memberinya makan 2 hari sekali. Dan pada puncaknya saat ia berumur 5 tahun dia diusir dari panti asuhan" jelas Kakashi

Ekspresi Inari saat ini tak terlihat karena kepalanya yang menunduk. Tapi bisa terlihat saat ini badannya bergetar dan terdengar isakan tangis dari Inari.

"Setelah ia diusir dari panti asuhan, Naruto yang tidak tahu apa apa akhirnya bisa bernafas lega saat Hokage ketiga memberikan apartemen untuknya. Tapi semua itu tidak berjalan dengan baik. Warga Konoha yang sebagian besar membencinya justru membuatnya semakin tertekan. Dia tidak bisa membeli kebutuhan sehari hari karena setiap dia memasuki toko dia akan segera diusir jika tidak maka mereka akan menaikkan harga barang itu dan membuat Naruto tak sanggup membelinya. Para warga juga sering menyiksanya, memukul, menendang dan bahkan ada beberapa ninja yang berniat membunuhnya dengan melempar kunai dan menggunakan jutsu. Setiap ulang tahunnya Naruto selalu berada di rumah dan para warga akan melempari apartemennya dengan batu, tak jarang batu itu mengenai kepalanya dan membuatnya terluka" lanjut Kakashi

Inari saat ini yang sudah tidak bisa menahan kesedihannya hanya menangis dalam diam karena mengetahui Naruto jauh.. jauh lebih menderita dari pada dirinya.

"Dan kau tahu apa yang membuatnya terlihat makin menyedihkan? Setiap ia pulang ia selalu bilang "Aku pulang!" dan selalu berharap akan ada yang membalasnya "Selamat datang!". Sejak saat itu ia bercita cita untuk menjadi Hokage dan berharap warga Konoha akan melihatnya sebagai Naruto Uzumaki dan mengakuinya sebagai pelindung Konoha... Bukan sebagai orang yang mereka benci. Jadi aku harap kau bisa maklum jika ia sangat sensitif jika menyangkut rasa sakit, karena jujur.. Aku sendiri tidak yakin bisa kuat menjalani kehidupanku jika aku yang jadi Naruto" lanjut Kakashi

"Baiklah sepertinya hanya itu saja yang ingin aku katakan. Kuharap kau bisa mengerti" dengan itu Kakashi segera memasuki rumah untuk beristirahat

Inari mulai menagis dengan kencang, dia mulai melampiaskan emosinya yang sudah lama ia pendam. Sementara tak jauh disana ada seorang gadis yang sedang menangis terisak dalam diam sambi menutupi mulutnya tapi tidak dengan ari matanya yang mengalir deras.

'Hiks.. Hiks... Hiks... Naruto-kun.. Aku tak menyangka kehidupanmu begitu sulit, aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi dirimu.. Dan kau bahkan masih bisa tersenyum saat semua orang membencimu, sementara aku menangis hanya karena Ayahku tidak mengakuiku' batin Hinata

'Aku ingin menjadi kuat sepertimu Naruto-kun. Aku ingin berjalan bersamamu dan mendampingimu dalam setiap langkahmu. Aku akan berjuang demi diriku dan juga dirimu' lanjut Hinata

Dan sejak hari itu muncullah tekad yang kuat dari Hinata untuk terus maju dan menjadi kuat untuk dirinya dan 'Narutonya'.

.

.

Keesokan harinya

Naruto saat ini tertidur di dekat hutan karena semalam ia yang kesal akhirnya berlatih sampai kelelahan dan akirnya ketiduran. Tiba tiba dia merasa ada yang membangunkannya dan akhirnya ia membuka matanya. Yang ia lihat adalah seseorang yang asing. Seorang gadis yang cantik dengan warna rambut coklat dan juga warna mata yang senada dengan rambutnya.

'Aneh.. Bukankah seharusnya yang membangunkanku Haku' batin Naruto

"Ano.. Maaf tuan aku mengganggu acara tidurmu tapi apa yang anda lakukan disini?" tanya gadis itu

"Ahh, maaf semalam aku latihan disini sampai kelelahan dan akhirnya tertidur di sini. Lalu sedang apa gadis cantik seperti anda berada disini?" tanya Naruto

Sementara sang gadis wajahnya sedikit merona karena dipuji cantik

"Aku ke sini karena sedang mencari obat. Ayahku sedang terluka dan kakakku saat ini sedang merawatnya" jawab gadis itu

"Dan sepertinya anda ninja dari desa Konoha bukan? Lalu kenapa anda berlatih lagi? Bukankah anda sudah kuat?" tanya gadis itu

"Aku berlatih karena aku ingin melindungi orang yang berharga bagiku. Aku sudah pernah gagal dan aku tak ingin kejadian itu terulang lagi untuk yang kedua kalinya" jawab Naruto sambil mengingat kematian orang orang yang berharga baginya dulu

"Begitukah.. Kau tahu kakakku selalu berkata kita akan menjadi semakin kuat jika kita bertarung untuk orang orang yang berharga bagi kita. Dan kurasa anda adalah orang yang kuat. Ano.. Perkenlakan namaku Asuna. Nama anda siapa?" balas Asuna sambil mengulurkan tangannya

"Ahh dimana sopan santunku.. Perkenalkan namaku Uzumaki Naruto, senang berkenalan denganmu Asuna-san" jawab Naruto sambil menjabat tangan Asuna

"Oh iya ucapan kakakmu sama seperti temanku dulu. Dia juga yang mengajarkanku jika kita bertarung untuk melindungi orang orang yang berharga untuk kita akan membuat kita menjadi kuat" lanjutnya

"Oh iya kau sedangmencari obatkan? Bagaimana kalau aku membantumu?" ucap Naruto

"Apa tidak merepotkan?" tanya Asuna

"tenang saja, tidak merepotkan kok" jawab Naruto

Dengan itu mereka mulai mengumpulkan tanaman obat unutk Asune diselingi dengan canda dan tawa. Hingga tak terasa hari sudah siang dan tanaman obatnya sudah terkumpul.

"Terima kasih Naruto-san untuk bantuannya. Dengan ini maka aku bisa menyembuhkan ayahku. Sekalilagi terima kasih" ucap Asuna sambil membungkukkan badannya

"Tak masalah, lagipula membantumu mengumpulkan obat cukup menyenangkan" balas Naruo sambil mengeluarkan senyuman andalannya

Sementara Asuna hanya mampu merona melihat senyuman secerah matahari tersebut. Dirinya merasakan suatu perasaan yang aneh yang belum pernah ia rasakan dan itu terasa hangat dan menyenangkan.

"Baiklah Naruto-kun... Sudah saatnya aku pulang dan semoga kita bisa bertemu lagi" ucap Asuna yang tanpa sadar memanggil Naruto-kun

"Ya... Hati hati dijalan ya Asuna-san dan sampai bertemu lagi"

.

.

Time Skip

Sudah satu minggu tim 7 dan tim 8 berada di Nami no Kuni melakukan misi menjaga Tazuna. Dan hari ini adalah hari dimana mereka akan menghadapi Zabuza. Saat ini mereka sedang berada di rumah Tazuna untuk mengatur strategi menjaga Tazuna.

"Baiklah hari ini adalah hari dimana kita akan menghadapi Zabuza. Maka dari itu kita akan membagi tim dan menjaga Tazuna serta keluarganya. Tim 7 akan mengawal Tazuna ke jembatan sementara tim 8 akan melindungi Tsunami dan Inari karena aku punya firasat jika Gato akan mengirim anak buahnya kesini. Kalian mengerti?" jelas Kakashi

"Apa tidak apa apa Kakashi? Jika seandainya Zabuza dan rekannya muncul apa kalian bisa menghadapinya? Jika kau melawan Zabuza aku yakin kau mampu mengatasinya, tapi bagaimana dengan rekannya?"tanya Kurenai

"Tenang saja Kurenai, geninku bukanlah genin sembarangan. Mereka sudah kulatih dengan instensif dan aku yakin kau sendiri akan terkejut jika melihat kemampuan mereka dan aku yakin mereka bisa mengatasi rekan dari Zabuza" jawab Kakashi

"Baiklah kalu begitu... Tapi jika kondisi di sini sudah aman kami akan segera menyusul kalian" balas Kurenai

Menganggukkan kepalanya tim 7 segera bergegas pergi ke jembatan untuk mengawal Tazuna.

.

Saat ini Tim 7 berada di jembatan untuk mengawal Tazuna dan tiba tiba saja muncul kabut yang menghalangi pandangan mereka. Tim 7 segera bersiaga dan mengelilingi Tazuna.

"Khukhukhu.. Kakashi no Sharingan kita bertemu lagi. Dan kali ini akan menjadi ajalmu, karena aku sudah membawa rekanku" ucap Zabuza angkuh

"Begitukah? Aku tidak akan seyakin itu jika jadi kau. Jangan pernah meremehkan lawanmu walau mereka genin sekalipun, karena geninpun bisa mengalahkan jonin jika mereka bekerja sama dengan baik" balas Kakashi

"Hhmm,cukup basa basinya..Kalian akan segera menemui ajal kalian jadi bersiaplah" ucap Zabuza dan segera menuju ke arah tim 7

Sedangkan tim 7 atau tepatnya Naruto segera membuat single handseal

"Fūton: Daitoppa!"

Angin yang cukup kencang berhasil menghilangkan kabut milik Zabuza dan terlihatlah Zabuza bersama kedua rekan rekannya

"Naruto, Sasuke kalian hadapi rekan Zabuza, biar aku yang menghadapi Zabuza sendiri. Dan Sakura kau jaga Tazuna" perintah Kakashi

Dengan itupun mereka segera berlari ke arah lawan masing masing

.

.

At Sasuke

Saat ini Sasuke berhadapan dengan salah satu Hunter-Nin rekan dari Zabuza. Mereka tengah bertarung hanya dengan taijutsu. Sasuke yang menggunakan Taijutusu khas Klan Uciha menyerang lawannya. Sasuke melompat dan melakukan tendangan memutar di udara, tapi lawannya berhasil menahannya dengan menyilangkan kedua tangannya. Melihat serangannya gagal, Sasuke segera melompat menggunakan tangan lawannya sebagai penopang dan mengambil beberapa shuriken dari kantongnya. Saat masih di udara Sasuke segera memutar tubuhnya sambil melempar shuriken yang dipegangnya ke arah lawannya dan membuat handseal

"Shuriken Kage Bunshin no Jutsu!"

Shuriken yang dilempar Sasuke berlipat ganda menjadi puluhan dan melesat kearah lawannya. Sementara sang lawan tetap tenang dan merapal handseal satu tangan

"Hyōton: Hyōgan Dōmu!"

Muncul kubah es yang mengelilingi Hunter-Nin itu dan melindunginya dari serangan Sasuke. Saat shuriken shuriken itu seudah berhenti si Hunter-Nin langsung membuat handseal

"Suiton: Sensatsu Suishō!"

Muncul ribuan jarum dari air yang mengarah ke arah Sasuke. Sasuke yang tidak ingin terkena segera mengaktifkan sharingannya dan menghindari serangan lawannya. Beruntung karena sharingannya Sasuke mampu memprediksi arah serangan dari lawannya. Sesudah jarum jarum itu berhenti Sasuke segera menerjang ke arah lawannya dan melakukan pertarungan taijutsu. Sasuke dengan sharingan yang aktif membuatnya memiliki kecepatan yang luar biasa. Sasuke segera melakukan tendangan menyamping, mengincar pinggang lawannya. Hunter-Nin yang tidak memiliki kecepatan yang cukup tidak mampu menahan serangan Sasuke dan merasakan sakit di pinggangnya membuatnya terlempar.

'Sial, kenapa kecepatannya tiba tiba meningkat drastis sejak aku menggunakan jutsuku tadi' pikir Hunter-Nin itu

Hunter-Nin tersebut berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan segera mendarat dengan sempurna sambil mengamati dia terkejut saat melihat ke arah mata Sasuke.

'APA?! SHARINGAN?! Jadi dia dari Klan Uciha? Sial sepertinya aku harus menggunakan itu untuk mengalahkanya' lanjutnya

"Sepertinya kau lemah jika dalam pertarngan taijutsu. Kau memang cepat tapi tubumu tidak cukup kuat untuk menahan seranganku dan juga kau mudah kelelahan jika bertarung Taijutsu terlalu lama.. Apa benar?" tanya Sasuke

Sementara yang ditanya hanya diam saja dan segera merapal handseal dan menyebutkan nama jutsunya

"Hyōton: Hissatsu Hyōsō!"

Tiba tiba dari dalam tanah muncul duri duri raksasa yang terbuat dari es dan menuju kearah Sasuke. Sasuke sedikit membulatkan matanya namun kembali fokus. Dia memusatkan chakra di kakinya dan melompat tinggi untuk menghindari duri duri tersebut. Sasuke yang masih berada di udara segera membuat handseal dan mengucap nama jutsunya

"Katon: Zukokku!"

Bola api kecil keluar dari mulut Sasuke dan turun ke bawah dengan lambat membuat lawannya bingung.

'Apa yang ia lakukan? Apa dia meremehkanku mengeluarkan jutsu api sekecil itu untuk melawan jutsuku?" pikir Hunter-Nin

Dan saat bola api itu menyentuh tanah..

BOOM!

Ledakan api yang besar segera meyebar ke segala arah dan menghancurkan duri duri es yang mengelilinginya. Lawan Sasuke yang tadi meremehkannya pun langsung tersapu oleh jutsu api milik Sasuke membuat beberapa bagian pakaiannya terbakar. Sasuke yang tidak menyianyiakan kesempatan langsung melesat ke arah lawannya dan memukulnya tepat pada bagian wajahnya membuat topengnya retak. Hunter-Nin yang terlempar itupun segera melompat menghindar dan mendarat dengan sempurna.

'Sial aku terlalu gegabah.. Sepertinya sudah tidak ada cara lain.. Aku harus segera menyelesaikannya dan membantu Zabuza-sama' batin Hunter-Nin

Diapun langsung merapal handseal dan mnyebutkan nama jutsunya

"Hyōton Hijutsu: Makyō Hyōshō!"

Puluhan cermin yang terbuat dari es segera mengelilingi Sasuke, sementara Sasuke sendiri hanya diam saja. Beberapa saat kemudian Sasuke dikelilingi oleh dua puluh satu cermin es dan memperlihatkan lawannya yang berada di setaip cermin.

'Hmm.. Sepertinya sudah saatnya aku berhenti bermain main dengannya' pikir Sasuke

Hunter-Nin tersebut segera mengeluarkan senbon dari sakunya dan meleparkannya ke arah Sasuke dengan kecepatan yang luar biasa. Beruntungnya Sasuke dengan Sharingannya mampu menghindarinya serangan lawannya dengan mudah. Sudah beberapawaktu tapi semua serangan dari Hunter-Nin tersebut masih bisa dihindari oleh Sasuke.

'Sial, siapa dia sebenarnya?! Kenapa bisa menghindari semua seranganku? Jika hanya Genin biasa maka tidak mungkin ia bisa menghindarinya.. Sharingan memang benar benar mengerikan' batin Hunter-Nin

Sasuke yang melihat lawannya berhenti menyerangnya hnya menyeringai dan segera membuat handseal dan menambahkan chakra dalam jumlah besar ke dalam jutsunya

"Katon: Gōryūka no Jutsu!"

Bola api berjumlah 3 buah keluar dari mulut Sasuke dan berbentuk kepala naga. Bola api milik Sasuke menabrak cermin kaca dan menciptakan ledakan

BOOM!

Asap mulai menutupi area pertarungan. Saat menghilang memperlihatkan Hunter-Nin tersebut yang telah pingsan dengan kondisi terluka cukup parah tapi tidak sampai mati. Sasuke yang melihatnya segera membawa Hunter-Nin itu menuju ke arah Sakura untuk diobati.

.

.

At Naruto

Saat ini Naruto sedang berhadapan dengan salah satu rekan dari Zabuza. Mereka hanya saling pandang untuk beberapa saat hingga...

"Kau bisa membuka topengmu Asuna-san... Aku lebih senang melihat wajah orang yang aku hadapi" ucap Naruto

Sementara Hunter-Nin itu membulatkan matanya dan badannya menegang.

'Bagaiman ia bisa mengetahuinya?' batin Asuna

"Sepertinya kau sudah mengetahuinya Naruto-san, dan aku cukup terkejut kau bisa mengenaliku" balas Asuna

"Yah tidaklah terlalu sulit mengenalimu, selain karena warna rambutmu.. Aku bisa dengan mudah mengenali seseorang dari chakranya" jawab Naruto

"aku cukup terkesan dengan kemampuanmu Naruto-san... Baiklah, apa bisa kita mulai pertarungannya?" tanya Asuna

"Dengan senang hati Asuna-san" balas Naruto dengan senyum andalannya

Asuna sedikit merona saat melihat senyuman dari Naruto, tapi segera kembali fokus dan segera mengeluarkan pedangnya. Asuna melesat ke arah Naruto sambil mengacungkan senjatanya. Naruto segera menangkisnya dengan kunai biasa.

TRANK! TRANK! TRANK!

Kedua senjata tersebutsaling bergesekan dan menimbulkan percikan api. Keduanya bertarung dengan kecepatan yang bahakn akan membuat low Chunin kesulitan mengikutinya. Asuna menggunakan pedang yang cukup aneh,karena selain berbentuk runcing seperti jarum pedang itupun tidah memiliki sisi yang tajam di sekitarnya. Karena sisi yang tajam hanyalah ujungnya saja membuat serangannya bertmpu pada tusukan saja. Sementara Naruto.. Kenapa ia tak menggunakan kunai Hiraishin? Jawabannya simpel, ia tak ingin ketahuan lagi. Tapi ia tetap menggunakan chakra angin pada kunainya untuk membuatnya lebih kuat dan tajam.

Bosan dengan pertarungan jarak dekat Asuna segera mundur, membuat handseal dan menghirup udara

"Fūton: Kaze Taihō!"

Puluru peluru udara dengan jumlah puluhan meluncur ke arah Naruto yang berusaha menghindarinya. Naruto terus melompat menghindar dari peluru udara milik Asuna. Saat sudah menghindari semuanya Naruto segera megambil kunai dari saku ninjanya dan mlapisinya dengan elemen angin. Segera saja ia lemparkan kunai itu ke arah Asuna sambil merapal handseal

"Kunai Kage Bunshin no Jutsu!"

Muncul puluhan kunai yang melesat ke arah Asuna. Tapi bukannya menghindar Asuna justru menyeringai dan menyiapkan kuda kudanya

"Hogo Rakuen!"

Seteah mengucap nama tekniknya Asuna langsung menancapkan pedangnya ketanah. Tiba tiba muncul semacam barier berwarna keemasan yang melndungi Asuna membuat kunai kunai milik Narto yang menyentuhnya langsung berjatuhan di sekitarnya. Asuna yang melihat serangan milik Naruto sudah berhenti segera menghilangkan pelindungnya dan melihat ke arah Naruto.

"Serangan yang hebat Naruto-san. Tapi serangan seperti itu saja tak akan mampu mengalahkanku" ucap Asuna

"Yah harus kuakui aku sangat terkesan dengan teknik berpedangmu, karena aku belum pernah melihatnya seumur hidupku, tapi... Aku tidak akan seyaki itu tanpa melihat sekitarku" balas Naruto sambil membuat segel tangan

Asuna yang mendengar ucapan Naruto hanya memandangnya bingung samapi ia membulatkan matnya saat melihat Naruto membuat sebuah handseal. Asuna langsung melihat kearah kunai dsekitarnya.

'Ah, sial. Aku lengah' batin Asuna

BOOM! BOOM! BOOM!

Naruto melihat kearah ledaka dengan diam. Dia melihat Asuna seperti melakukan sesuatu tadi

'Apa yang akan kau lakukan Asuna' pikir Naruto

Asap dari ledakan mulai menghilang dan Naruto bisa melihat balok kayu berada di sanan dalam keadaan hangus terbakar. Sedetik kemudian Naruto merasakan keberadaan Asuna di belakangnya dan berhasil menahan tusukan yang akan dilakukannya. Sementara Asuna hanya mendecih tak suka melihat serangan dadakannya gagal.

"Hmm, kau memang hebat Asuna-san.. Bagaimana jika kita naikkan kecepatannya?" ucap Naruto

Dengan itu Naruto menghilang dari hadapan Asuna dan muncul di depannya bersiap melakukan pukulan. Asuna yang terkejut melihat kecepatan Naruto gagal menahan seranganya dan terpental ke belakang saat menerima serangan Naruto. Naruto yang tak ingin memberikan kesempatan segera menghilang lagi dan muncul beberapa meter di belakang Asuna bersiap untuk melakukan serangan lanjutan. Asuna yang tidak ingin merasakan serangan Naruto langsung melakukan gerakan memutar dan mendarat dengan sempurna. Langsung saja ia membuat handseal dan menyebut nama jutsunya

"Hyōton: Hissatsu Hyōsō!"

Tiba tiba dari dalam tanah muncul duri duri raksasa yang terbuat dari es dan menuju kearah Naruto. Naruto menajamkan matanya melihat jutsu milik Asuna menuju kearahnya. Naruto langsung membuat handseal

"Fūton: Takashio!"

Gelombang angin besar tiba tiba muncul dan menghancurkan duri duri es yang menuju kearah Naruto. Angin tersebut terus melaju menghancurkan duri duri es milik Asuna dan menuju ke arahnya. Asuna yang merasakan bahaya segera melompat bisa melihat serangan milik Naruto terus melaju ke arah hutan dan menghancurkan pepohonan yang ada disana.

'Benar benar jutsu yang mengerikan, siapa sebenarnya kau Naruto-san?' batin Asuna

Setelah beberapa saat jutsu milik Naruto akhirnya berhenti. Asuna segera menyiapkan pedangnya dan melesat ke arah Naruto. Naruto sendiri juga sudah bersiap saat melihat Asuna mendekat ke arahnya. Asuna mencoba menebas Naruto dari arah kanan, tapi Naruto berhasilmenangkisnya dengan kunai. Mencoba membalas dengan tendangan menyamping Asuna segera melompat ke belakang sambil melempar senbon ke arah Naruto. Naruto sekali lagi mampu menghalaunya dengan kunai yang dipegangnya. Melihat Asuna baru mendarat Naruto segera melesat untk melakukan serangan balik.

Naruto mencoba menebas Asuna dengan kunai tapi dapat ditangkis dengan pedangnya. Menggunakan kakinya, Naruto melakukan tendangan salto dan berhasil menendang dagu Asuna mumbuatnya melayang diudara. Naruto segera menyiapkan salah satu teknik dari Hariken.

"Tanken Uzumaki!"

Naruto segera menghilang dari pandangan dan tiba tiba muncul di belakang Asuna. Naruto melakukan serangkain gerakan tendang dari berbagai arah. Mulai dari depan, samping, belakang, atas dan bawah. Kecepatan kakinya bernar benar luar biasa yang mana tidak akan terlihat jika kita tidak memiliki Sharingan. Saking cepatnya sampai terlihat jika yang menyerang Asuna ada beberapa Naruto, padahal yang sebenarnya adalah saking cepatnya sampai meninggalkan bayangan Naruto. Naruto menyelesaikan serangannya dengan melakukan tendangan dari atas, Naruto melakukan gerakan memutar dengan kaki kanannya digunakan sebagai ujung tombak serangannya. Serangan itu terlihat seperti bor dan berhasil mengenai Asuna. Mereka berdua turun ke bawah dengan cepat dan..

BBOOOOMM!

Terjadi ledakan yang cukup besar. Saat asap menghilang terlihatah kawah yang cukup lebar dimana Asuna yang pingsan dengan dengan keadaan terluka dan Naruto berdiri di sampingnya.

'Hah, padalah aku sudah menekan daya hancur dari seranganku, tapi tetap saja akibatnya fatal' batin Naruto

'Maafkan aku Asuna-san, hanya ini cara yang terbaik untuk menyelamatkanmu, Haku dan juga Zabuza' lanjutnya

.

.

At Kakashi

Kakashi saat ini sedang berhadapan dengan Zabuza. Zabuza dengan pedangnya sementara Kakashi dengan kunainya. Zabuza mengayunkan pedangnya ke arah depan dan Kakashi menahannya dengan kunainya. Mencoba mencari celah Kakashi melakukan gerakan menyamping, membuat pedang Zabuza melewatinya sementara Kakashi langsung melakukan tendangan ke arah perut Zabuza membuatya terpental. Zabuza segera menyeimbangkan tubuhnya, ia langsung membuat handseal dan diikuti oleh Kakashi.

"Suiton: Suiryūdan no Jutsu!"

"Suiton: Suiryūdan no Jutsu!"

Muncul dua ekor naga air dari arah danau. Kedua naga tersebut saling serang hingga akhirnya mereka berdua menghilang karena seimbang. Zabuza yang melihat Kakashi meniru jutsunya hanya mendecih tak senang dan segera melesat ke arah Kakashi..

TRANK! TRANK! TRANK!

Bunyi dari gesekan logam antara pedang Zabuza dan kunai Kakashi. Mereka melakukan pertarungan dengan cepat, walaupun pedang dari Zabuza berat tapi ia masih bisa mengayunkan pedangnya seolah olah itu hanyalah balok kayu yang ringan. Saat Zabuza akan mengayunkan pedangnya dari samping, Kakashi selalu berhasil melompat menghindar. Begitupun juga sebaliknya saat Kakashi menemukan celah untuk melakukan serangan balik Zabuza selalu bisa menahannya dengan pedangnya.

BOOM!

Mereka berdua mendengar suara ledakan dari arah seberang danau. Bisa dilihat darisana terdapat ledakan yang cukup besar.

"Kenapa Kakashi? Apa kau khawatir dengan Geninmu? Tenang saja Haku dan juga Asuna akan menghabisi mereka dengan cepat dan tepat" ucap Zabuza

"Aku tak akan seyakin itu jika menjadi kau. Mereka sudah berlatih keras selama seminggu ini, jadi mereka sudah bertambah kuat" balas Kakashi

'Yah.. Walaupun sebenarnya mereka sudah sangat kuat' batin Kakashi

"Justru kau yang harusnya tak seyakin itu. Haku dan Asuna bukanlah bocah biasa, mereka adalah anggota salah satu klan ternama di Kirigakure yaitu Klan Yuki. Mereka adalah klan spesialis Kekei Genkai Elemen Es. Kau tahu, kemampuan mereka saat ini sudah melampauiku. Mereka bisa mengalahkan dengan kerja sama yang baik dan juga kemampuan individu mereka yang luar biasa. Haku selain memiliki kecepatan yang luar biasa dia juga memiliki kemampuan untuk membuat jutsu hanya dengan satu handseal. Sementara Asuna, selain dia mahir menggunakan Kekei Genkainya. Ia juga merupakan Master Kenjutsu yang bahkan gaya berpedangnya sangat unik dan aku belum pernah melihatnya. Aku yakin ia akan menjadi ahli pedang terbaik di dunia" jelas Zabuza panjang lebar

Kakashi yang mendengar penjelasan dari Zabuza sedikit terkejut, pasalnya yang dilawan oleh Sasuke dan Naruto adalah pengguna Kekei Genkai Elemen Es. Dia tahu jika Sasuke dan Naruto itu kuat tapi tetap saja melawan seorang pengguna Kekei Genkai bukanlah hal yang mudah dan kini ia mulai khawatir dengan keadaan Anak didiknya.

BBOOOOMM!

Ledakan yang lebih besar mulai terdengar membuat perhatian dari dua orang itu teralihkan ke sumber ledakan. Kakashi samar samar dapat merasakan chakra dari Naruto dan Sasuke, dia hanya berharap agar mereka berdua baik baik saja. Kakashi yang akan melakukan serangan kepada Zabuza terpaksa berhenti saat ia mendengar suara seseorang.

"Khu..Khu..Khu.. Jadi Zabuza dan anak buahnya sudah dikalahkan ya... Sungguh rugi aku menyewamu dengan mahal jika hal begini saja kau tak mampu melakukannya. Lebih baik aku membayar mereka semua untuk menghabisi kalian" ucap seseorang sambil menunjuk ke arah belakangnya

Zabuza yang melihat orang itu menggeram kesal karena telah dikhianati

"BRENGSEK KAU GATO!... Orang sepertimu tak pantas untuk menghinaku. Aku akan menghabisimu" ucap Zabuza murka

"Kakashi sepertinya cukup sampai di sini saja pertarungan kita. Aku memiliki urusan yang lebih penting lagi. Tapi ingat aku akan menantangmu lagi untuk mengetahui siapa yang lebih hebat diantara kita" lanjut Zabuza

"Baiklah, aku juga tidak punya alasan lagi untuk menghadapimu. Jadi silahkan kau selesaikan urusanmu" ucap Kakashi

Menganggukan kepalanya Zabuza menyiapkan pedangnya sebelum ia mendengar suara dari belakangnya

"Tunggu dulu Zabuza-san, anda sebaiknya istirahat saja bersama Hakudan juga Asuna. Biar mereka kami yang urus" ucap Naruto yang tiba tiba muncul bersama Sasuke

Membulatkan matanya. Zabuza benar benar tak percaya saat melihat lawan Haku dan juga Asuna berhasil mengalahkan mereka dan tak terluka sedikitpun. Kemudian ia segera sadar dari rasa terkejutnya.

"Apa maksudmu bocah? Dia adalah targetku dan jangan coba coba menghalangi jalanku" ucap Zabuza

"Tenang saja, serahkan pada kami. Kau sebaiknya segera melihat keadaan Haku dan juga Asuna. Mereka lebih membutuhkanmu" balas Naruto

"Hhmm... Baiklah kalau bergitu bocah" ucap Zabuza

"Kau siap Teme" ucap Naruto

"Hn" balas Sasuke yang anehnya diblas senyuman oleh Naruto

Mereka berdua segera merapal handseal yang berbeda

"Fūton: Atsugai!"

"Katon: Zukokku!"

"Fūton-Katon: Hakei gōka!"

Bola api milik Sasuke bergabung dengan jutsu angin penghancur milik Naruto membuat sebuah gelombang api raksasa yang melesat kearah gerombolan bandit sewaan Gato dan membunuh mereka. Sementara Kakashi dan Zabuza hanya memperhatikan itu semua denganmata melotot dan mulut menganga. Intensitas jutsu milik Naruto dan Sasuke benar benar luar biasa. Kakashi saat ini melihat mereka berdua dengan perasaan curiga. Dia tidak menduga jika mereka berdua bisa sekuat ini. Selain itu Naruto yang telah menguasai Hiraishin membuatnya semakin mencurigakan. Apakah mereka menyembunyikan kekuatan mereka selama ini. Mungkin ia akan menanyakan itu semua setelah misi ini selesai.

Setelah api padam tidak ada lagi tanda tanda kehidupan disana. Semua bandit itu tewas terbakar, bahkan tidak menyisakan apa apa selain abu.

"Baiklah dengan ini semuanya sudah selesai. Seaiknya kita segea ketempat Asuna dan Haku. Mereka saat ini sedang diobati oleh Sakura-chan" ucap Naruto

Dengan itu mereka berempat menuju ke arah Sakura berada

.

.

Saat ini Asuna dan juga Haku sudah sadar, mereka bedua sedang berbicara dengan Zabuza.

"Zabuza-sama, maafkan kami karena tidak bisa melindungi anda" ucap Haku

"Maafkan aku Tou-san, aku aku gagal untuk menjalankan perintahmu" ucap Asuna

"Sudahlah kalian berdua, jangan meminta maaf. Yang terpenting kalian selamat itu sudah lebih dari cukup" balas Zabuza

"Jadi, apa yang akan kau lakukan setelah ini Zabuza" tanya Kakashi

"Hmm, aku juga tidak yakin.. Tapi sepertinya kami akan kembali ke Kirigakure saja. Kudengar disana perang saudara telah berakhir dan pihak pemberontak yang menang. Mungkin pemipin mereka mau menerima kami" jawab Zabuza

"Begitu ya.. Kurasa itu memang yang terbaik" balas Kakashi

"Hey teman teman!" teriak seseorang yang ternyata adalah Kiba yang baru datang bersama dengan tim 8

"Kakashi.. Kenapa Zabuza bersama kalian?" tanya Kurenai

"Tenanglah Kurenai, mereka bukan musuh. Saat ini kita tidak perlu bertarung dengannya" jawab Kakashi

Lalu Kakashi menceritakan kejadian tadi kepada tim 8

"NARUTO-NIICHAN!" Teriak seseorang yaitu Inari

"Ohh Inari.. Kenapa kau membawa semua warga?" tanya Naruto

"Yah tentu saja untuk membantumu.. Tapi sepertinya itu sudah tidak perlu ya" jawab Inari lesu karena ia tadi sempat berfikir bisa menjadi pahlawan dengan membantu Naruto dkk

"Heheheh.. Tak papa, kau tahu.. Kau sudah jadi pemberani dan bisa mengajak warga desa ini bersama sama mengalahkan penjahat. Kau bernar benar seorang pahlawan" balas Naruto dengan senyumnya

Sementara yang dipuji hanya menyengir memperlihatkan giginya

"Baiklah.. Sepertinya masih ada waktu untuk memperbaiki jembatan ini.. Bagaimana kalau kita melanjutkan pembangunan jembatan ini?" tanya Tazuna

Mereka semua menganggukkan kepaanya dan segera membantu Tazuna membangun jembatan

.

.

Sudah lima hari tim 7, tim 8 dan tim Zabuza berada di Nami no Kuni untuk membantu pembanguna jembatan. Dan saat ini mereka berada di jembatan untuk pulang ke desa mereka masing masing. Selain itu sat ini seluruh warga desa juga ikut mengantar mereka.

"Sepertinya ini saatnya kita berpisah. Semoga kita bisa bertemu lagi Zabuza" ucap Kakashi

"Yah sepertinya memang begitu, tapi aku punya firasat kita akan segera bertemu tak lama lagi" balas Zabuza

Keduanya hanya tertawa, sementara Kurenai hanya melihat saja

'Dasar para lelaki' batin Kurenai

"Sepertinya ita harus berpisah isini Asuna-san, Haku-san" ucap Naruto

"Yah sepertinya memang begitu. Aku dan juga Imōtoku yang imut ini harus kembali ke Kirigakure dan mengikuti Zabuza-sama" balas Haku

"Mou... Haku-Niisan. Berhentilah memanggilku imut, aku kan sudah dewasa" jawab Asuna sambil memanyunkan bibirnya

'KAWAI!' batin Naruto

Sementara yang lainnya haya tertawa melihat kejadian di depan mereka. Sementara Asuna sendiri langsung berjalan ke arah Naruto

"Naruto-kun kuharapkita bisa bertemu lagi. Dan untuk pertarungan berikutnya aku tak kan kalah.. Jadi kau harus terus berlatih. Kau mengerti?" tanya Asuna

"Tentu saja, aku akan menunggu sampai waktunya tiba dan kita akan bertanding sekali lagi" jawab Naruto

Asuna yang mendengarnya hanya tersenyum. Dengan sedikit keberanian ia mendekat ke arah NAruto dan sedkit berjinjit lalu..

CUP

Sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Naruto membuat Naruto dan teman temannya meloto karena kaget

'Ehmm... E-et-o a-ak-u.. i-it-u ha-ha-nya u-ucap-an se-la-mat ting-gal da-ri-ku sa-ja" jawab Asuna

Sementara tiba tiba saja mereka merasakan KI yang sangat besar dari dua arah. Yang satu berasal dari Zabuza yang mencak mencak karena putrinya yang polos dan imut telah ternodai oleh bocah duren montok itu. Sementara yang satu lagi berasal dari Hinata yang meng-Glare Asuna dengan mata Byakugannya. Kib dan Shino berusaha menenangkan Hinata yang sedang mengamuk, sementara Kakashi dan Sasuke memegangi Zabuza yang ingin menghajar Naruto.

Setelah semuanya tenang mereka bersiap siap pergi ke desanya masing masing.

"Baiklah kami pergi dulu Kakashi. Dan kau durian montok, jika kau ingin mendapatkan anakku yag imut ini, kau harus bisa mengalahkanku dulu.. Kau menerti?" tanya Zabuza

Sementara Naruto hanya meganggukkan kepalanya saja daripada menghadapi ayah yang overprotektif. Dan dengan itu mereka bertiga pergi meninggalkan ninja dari Konoha.

"Baiklah sepertinya kita juga harus pergi.. Baiklah minna kami pamit dulu ya" ucap Naruto

"Naruto-Niichan, berjanjilah jika kau lewat sini kau akan mampir" ucap Inari

"Yah tentu saja, dan kuharap saat kau kembali kau sudah menjadi kuat" balas Naruto

Menganggukkan kepalanya Inari segera menangis karena ditinggal oleh Naruto

"Dan jangan menangis.. Pria tidak boleh menangis, itu akan membuatnmu terlihat lemah"ucap Naruto

"Baiklah sepertinya sudah saatnya, kami pergi dulu semua" ucap Kakashi

Dengan itu semua mereka kembali menuju ke Konoha dan menyelesaikan misi mereka

.

.

"Mereka sudah pergi... Baiklah saatnya menamai jembatan ini. Menurut kalian nama apa ang cocok untuk jembatan ini?" tanya salah satu warga desa

"Jembatan ini mengingatkan kita kepada seorang bocah yang mampu merubah Inari dan Inari yang mampu merubah warga desa karena bocah itu,, Baiklah nama jembatan ini adalah Jembatan Besar Naruto!" ucap Tazuna

Dengan itu mereka semua menamai jembatan itu dengan nama Naruto.

.

.

.

.

.

.

And cut..

To be continue.. :D

Author Note:

Hai semua.. Maaf atas keterlambatannya ya.. ini dia Chapter 5 dari Naruto: Blast to The Past. Hehehe.. sekali lagi maaf bwt keterlambatan waktu update. Maklum beberapa hari ini kerjaan lagi numpuk bgt. Jadi agak kerepotan mw nglanjutin ceritanya. Dan khusus chapter ini, scene fightnya terpanjang yang pernah aku buat. Aku juga mesti beberapa kali edit biar hasilnya memuaskan. Sebenere bwt misi ke Nami no Kuni lebih panjang lagi dan bakalan selesai di chapter depan. Tapi tak pikir pikir kalo kelamaan di sini jadine malah bosen, akhirny aku cut ceritanya bias langsung selesai di chapter ini. Dan oh ya ketambahan OC tuh, Yuki Asuna (Yuuki Asuna SAO). Penampilannya kayak di SAO dan kemampuan pedangnya juga sama. cuman aku bikin ia dari klan Yuki sama kayak Haku. Dan Asuna disini adik angkat Haku dan anak angkat Zabuza. buat gimana ceritanya? Akan terjawa kalau mereka ketemu Naruto lagi, dan itu cukup lama.. Hehehe...

Oke segini aja ya.. Aku harap chapter 5 ini memuaskan... jangan lupa Review, kritik dan saranya ya.. :D

Balesan bwt Review kemaren:

Esya27BC:Terima kasih senpai, aku juga sukasama ceritanya senpai kok.. Bagus bgt, aku juga lg nunggu updatenya.. :D

Shin Kazumiya: terima kasih bgt bwt senapi yang udah setia baca fict aku ini. Dan maaf lagi lagi alurnya masih ikut Canon dikit. Tapi seperti yg aku bilang kemaren inisemua cuman di awal.. Nanti pas udah agak lama bakalan berubah

Reynatan-chan: Ketemu kok, dan disini Haku cowo sama seperti di Canon

Uzumaki Raito: oke, aku usahakan.. :D

Syabrina: hehehe, makasih ya... :D

Zaditha Uchiha: Anda memang selalu bisa menebak jalan pikiran saya... Hahahaha :D

X-Men: Buset banyak bener? kayaknya Harem Naruto bakalan maksimal 4 orang aja, kalo kebanyakan takutnya malah ngerusak alur nanti..

Firdaus Minato: oke makasih bwt sarannya ya.. Dan bwt Lemon? Aku pikir pikir duu ya, soalnya belm pernah bikin adegan yang begituan. Kalo baca sih udah cuman agak kurang yakin aja aku kalo bikin sendiri.. Tapi bakalan dicoba kok.. :D