MAGIC HIGH
AUTHOR: PINKYGIRL
RATE: T
GENRE: FANTASI, ROMANCE, SCHOOL LIFE, TEENAGER LIFE, FRIENDSHIP
WARNING: YAOI/ BOY X BOY/ SHOUNEN AI/ BOYS LOVE
A MAGIC STORY
.
.
.
\^-^/
.
.
.
CAST:
Kris Wu: manusia es
Chanyeol Park: poenix
Sehun Oh: vampire
Kai Kim: wolf
Zitao Huang: Prince devil (King devil's son)
Luhan: Flairy (peri tanpa sayap)
Baekhyun Byun: cat (manusia kucing)
Suho Kim: putra Poseidon (dewa laut)
Lay Zhang: unicorn
Kyungsoo Do (Dio): manusia biasa (lol)
Chen Kim: manusia petir
Xiumin Kim: cat (manusia kucing)
Seokjin kim: manusia listrik
Namjoon Kim: penyihir
Yoongi Min: vampire
Hoseok Jung: ghost (hantu)
Jimin Park: wolf
Taehyung Kim: tiger (manusia harimau)
Jungkook Jeon: bunny (manusia kelinci/ kelinci kecil)
Magic High merupakan sekolah yang penuh keajaiban, persahabatan dan cinta.
Semua di sekolah ini penuh keajaiban, sihir, makhluk ajaib, mantra, ramuan, monster, ataupun hantu. Tidak ada yang normal, semuanya berbeda. Tapi perbedaan itu membuat semuanya menjadi indah.
.
.
Are you ready?
.
.
.
Chapter 2
.
.
.
Jimin menjilat bibirnya beberapa kali, tidak! Dia tidak mencoba bertingkah sok sexy atau apa...
Ia hanya tergoda melihat kelinci kecil yang di gendong oleh Sehun, tangan Sehun juga tak hentinya mengusap bulu-bulu putih kelinci itu.
Sangat lezat! Pasti dagingnya lembut dan gurih... (oke, author gak pernah makan daging kelinci, gak tau rasanya gimana -_- )
Mereka sedang berunding di dalam kelas, seluruh isi kelas bersama kepala sekolah Choi seorang centaur (manusia setengah kuda), juga Kim.
"Jimin.. hentikan.." bisik Taehyung, ia hanya merasa jengah dengan kelakuan Jimin. Jimin tak hentinya memandangi si kelinci bernama Jungkook itu dengan ekspresi kelaparan, Taehyung tau Jungkook sangat lezat, tapi ayolah! Dia tidak boleh di makan.
"Dia lezat Tae..."
"Aku tau.. tapi berhentilah bodoh.."
Sedang ada diskusi tentang siapa yang akan menjadi teman sekamar Jungkook, Jungkook ini bisa di bilang masih bayi, umurnya enambelas hari! Hari!
Dia polos dan tidak mengerti apapun, tentu saja harus ada yang menjaganya.
"Biar aku saja Mr Choi! Dia sangat imut!"
"Tidak! Aku saja!"
"Aku suka kelinci! Biar aku!"
Beberapa gadis berrebut mendapatkan si kelinci, maklum saja, para gadis pasti suka seekor kelinci kecil nan imut ini! Apalagi dia.. ehem, tampan.
"Tenanglah anak-anak! Dia ini laki-laki, jadi teman sekamarnya harus laki-laki juga" Mr Choi menginterupsi, akhirnya para gadis diam setelah mendapat senyuman maut dari sang kepala sekolah yang tampan rupawan.
"Dia terlihat nyaman bersama Sehun" ucap Hoseok, dia hanya mengeluarkan pendapatnya, dan dia benar! Jungkook terlihat sangat menikmati perlakuan Sehun pada tubuh kelincinya.
"Biar dia bersamaku!"
Semua menoleh pada Jimin.
"Srigala lapar! Ayolah.. besok kita tidak akan melihat dia lagi jika sekamar denganmu, kau dan teman wolfmu akan menyantapnya bersama" kata Yoongi sinis, tapi sebenarnya Yoongi benar.
Dan salah juga, karena mungkin Jimin akan menyantap Jungkook bersama Taehyung.
"Yoongi... jangan menyulut pertengkaran" desis Lay
"Dia duluan" Yoongi tidak ingin di salahkan, lagipula Yoongi kan benar, ia sendiri bisa melihat jika Jimin terus menatap lapar pada Jungkook.
"Siapa yang setuju Jungkook bersama Sehun?" Suho, sang ketua murid memberi pilihan yang... yah, semua juga tau jawabannya apa jika itu Sehun.
Semua menyukai Sehun, ingat?
Semua gadis, Hoseok, Tao dan Chen mengangkat tangan tanda setuju.
Sehun mendekatkan tubuh kelinci itu dekat wajah tampannya lalu tersenyum manis "kau mau sekamar denganku?"
Kepala kelinci itu mengangguk senang, Sehun kembali mendekapnya kelinci putih itu lalu mengusap bulunya dengan sayang.
"Beri dia makan wortel Sehun, pasti dia suka" usul Tao, dia turut mengusap kepala penuh bulu si kelinci.
"Dan susu! Jungkook pasti menyukainya" Chanyeol ikut memberi usul, lalu ikut mengusap bulu kelinci itu juga.
Jungkook senang sekali mereka menyayanginya, kecuali wolf dan tiger itu... Jungkook harus menjauhi mereka.
"Baiklah Sehun, jaga dia baik-baik" kata Mr Choi, Sehun mengangguk "Baik kepala sekolah..."
"Baekhyun... bukankah Sehun sangat manis?" bisik Luhan tepat di telinga kiri Baekhyun "kau benar Lu.. miaw~"
"Aku juga ingin merawat Jungkook" ucap Seokjin cemberut, tadi dia juga ingin menggendong Jungkook tapi semua melarangnya.
"Kau bisa membunuhnya Princess..." desis Kris.
Seokjin menunduk sedih, semuanya tidak adil. Seokjin tidak boleh menyentuh siapapun karena listriknya.
Tapi tunggu! Kenapa Namjoon bisa menciumnya ya?
Maksudnya... kenapa tidak tersengat listrik? Bukankah itu cukup aneh?
Seokjin menoleh di mana Namjoon berada, ia sedang bicara dengan Chen. Namjoon terlihat sangat tampan dengan senyum manisnya, manis...
Ia teringat kembali dengan ciumannya bersama Namjoon, rona merah kembali muncul di pipinya. Ciumannya sangat lembut sekaligus sangat bergairah.
Astaga! Kau bisa gila Seokjin! Berhenti memikirkan Namjoon!
"Princess?" panggil Kris, ia hanya merasa Seokjin aneh saja. "Eh? i.. iya Kris?"
"Jangan bilang kau memikirkan first kissmu"
Perkiraan Kris tepat sasaran! Seokjin menunduk malu
"Kau ingin tau pendapatku?" Seokjin kembali mendongak menatap Kris dengan tatapan bingungnya "apa?"
"Namjoon sepertinya menyukaimu"
"Eh? Kau.. tau darimana? Dan.. bagaimana bisa?"
"Kau hanya terlalu polos Princess.."
Kris kembali membuat Seokjin bingung, ia tidak mengerti apa maksud Kris.
.
.
Magic
.
High
.
.
Jungkook mengedarkan pandangannya pada ruangan besar penuh warna merah, Hitam, dan putih itu. Kamar Sehun.
Kamar Sehun bahkan lebih luas dari ruang kelas, ada banyak benda antik juga di sini, dan semuanya masih mengkilap seperti baru. Sepertinya Sehun rajin membersihkannya.
Aroma manis yang menyenangkan masuk indra penciuman Jungkook, dan Jungkook sangat yakin jika itu adalah aroma dari minuman favoritnya.
Susu.
"Hyung membuatkan susu untukmu, kau suka?" benar saja, Sehun datang dari dapur sambil membawa segelas besar susu untuk Jungkook, susunya juga masih hangat.
Sehun tersenyum geli melihat mata anak kelinci itu berbinar-binar, dan lagi senyuman lucunya... astaga! Rasanya Sehun sudah menyayangi Jungkook, dan bahkan dia telah berpikir akan mengadopsi Jungkook, dia kan tidak punya keluarga..
Jungkook mengingatkan Sehun pada kelinci peliharaannya sekitar dua ratus tahun yang lalu.
"Ne Hyung~" Jungkook menerima susunya dengan senang hati lalu segera meminumnya hingga kandas. Sehun meraih gelas susu itu lalu meletakkannya di nakas sebelah ranjang besar yang mereka duduki, tentu saja ranjang Sehun.
"Hyung? Apa itu hyung?" tiba-tiba Hoseok datang melayang di sekitar mereka berdua, entah apa yang lucu tapi itu membuat Jungkook terkikik geli.
"kakak laki-laki dalam bahasa Korea" jawab Sehun, ia tersenyum geli melihat betapa lucunya Jungkook jika terkikik seperti itu, mungkin ekspresi penasaran Hoseok terlihat begitu lucu di mata Jungkook.
Hoseok menangguk-anggukkan kepalanya, tapi masih terlihat jika dia belum puas dengan jawaban Sehun.
"Korea? Exo? Bts?" tanya Hoseok lagi, mendengar Korea ia jadi ingat Chanyeol dan Chen yang sering membicarakan Exo dan Bts, dua makhluk itu juga sering mengenalkan berbagai lagu dari Exo atau Bts pada Hoseok juga Sehun, maklum saja.. mereka kan suka musik. Meski tidak mengerti bahasanya ia sangat menikmati lagu mereka.
Lagipula manusia biasa sangat membingungkan! Mereka memiliki banyak bahasa! (dunia magic memiliki bahasa sendiri yang sedikit bercampur dengan English, untuk tulisan, mereka menggunakan tulisan latin) dan itu sangat membingungkan.
"Mereka boyband Korea Hoseok... Korea sendiri adalah sebuah negara yang terbagi menjadi dua, selatan dan utara. Mereka menggunakan bahasa sendiri, Korea, hangul. Aku sudah menjelaskan padamu kan.."
Lagi-lagi Hoseok mengangguk masih dengan raut bingung yang jelas terlihat.
"Lalu? Kenapa kau bisa bahasa Korea? Dan Jungkook? Dia bisa juga?"
Sehun menggelengkan kepala, dia maklum sih... Hoseok jika sudah penasaran dia akan banyak bertanya, mungkin itu juga yang membuat Hoseok mudah mempelajari sesuatu.
"Jungkook itu created (ciptaan) dan penciptanya sepertinya dari dunia manusia, Korea, kau mungkin tidak tau... tapi aku tau jika Jungkook bisa ke dunia magic melalui akses rahasia, yang bisa menghubungkan dunia biasa dengan dunia magic. Ku rasa tidak jauh dari sini"
Jelas Sehun, Hoseok terlihat terkejut "Apa jika aku masuk akses itu aku bisa masuk ke Korea?" Sehun mengangguk "tepat"
"Dan ku rasa... meski pencipta itu berada di dunia manusia dia bukan manusia biasa... buktinya dia tau Magic High" tambah Sehun, kini Sehun terlihat berpikir keras.
Hoseok terdiam, lalu memandang Sehun dan Jungkook bergantian. Sehun tentu bisa bahasa Korea atau bahasa-bahasa manusia lainnya, dia kan hidup sudah beratus-ratus tahun... umurnya saja sudah enambelas ribu (1600) tahun, dia mungkin tahu segalanya.
Dan Jungkook... siapapun yang menciptakan Jungkook, dia hebat!
"Dia juga mengajarkan bahasa kita pada Jungkook..." gumam Sehun, dia masih berpikir entah apa.
Meninggalkan Sehun, Hoseok mulai fokus pada Jungkook yang mengutak-atik gadget milik Sehun. "Jungkook sedang apa?" tanya Hoseok lembut, ia melayang lalu duduk di sebelah Jungkook.
"Foto! Hyung, Tiger ini.. siapa hyung?" Hoseok melihat gambar yang di tunjuk Jungkook, sepertinya Sehun sebelum ini membuka akun instagramnya. Di sana terlihat foto selca milik Taehyung yang baru di upload.
"Taehyung.. namanya Taehyung, kenapa?"
Jungkook menatap Hoseok dengan raut bingung yang lucu "Tae? Namanya Tae?" Jungkook malah balik bertanya. Hoseok tertawa, Jungkook sangat lucu, kemudian mengangguk mengiyakan. "Eum, namanya Tae"
"Dia ingin memakanku..." Jungkook menunduk sedih sekaligus ketakutan, Hoseok tertawa lebih keras "Jungkook tenanglah... dia tidak akan memakanmu jika kau tidak berubah jadi kelinci"
Jungkook mendongak, menatap Hoseok kesal "bagaimana mungkin? Aku memang kelinci..."
Dziing Ddzziiingg
"Miaw~"
Mereka bertiga menoleh pada pintu masuk kamar Sehun, terlihat sebuah makhluk kecil terbang dengan kerlap-kerlip indah di sekitar tubuhnya, lalu kucing putih kecil menggemaskan dengan mata sipit.
Sehun menatap Hoseok sengit "Kau kan bisa menembus pintunya... tak perlu di buka Hoseok Jung!" Hoseok hanya nyengir lebar, ini memang salahnya.
Pufff
"Ya! Memangnya kenapa kalau kami masuk?" tanya Luhan kesal, dia sudah kembali dalam ukuran normal.
Puufff
Baekhyun juga ikut menatap Sehun kesal dengan bibir di poutkan lucu "Diam-diam Sehun ternyata jahat"
Sehun menghembuskan nafas pelan, dia harus sabar menghadapi dua makhluk cantik kekanankan ini. "Bukan begitu... tidak sopan jika kalian langsung masuk, aku jadi tidak ada persiapan kan..." elak Sehun. Luhan dan Baekhyun sudah tidak kesal, tapi beda dengan otak Hoseok yang terus berjalan dan penuh dengan kekepoan.
"Persiapan apa? Lalu jika aku yang datang kau tidak perlu bersiap-siap?" tuh kan, dia mulai tanya...
"Persiapan mental.." desis Sehun.
Tapi Luhan dan Baekhyun tidak mendengarnya, mereka sudah fokus pada Jungkook, lagipula mereka kemari juga untuk mengunjungi Jungkook dan... ehem, rahasia.
Oh, okay, aku beritahu...
Sekalian mengintip si tampan ehem Sehun ehem.
Maklum, Luhan dan Baekhyun kan memang agak genit... hehe.
"Jungkookie~ anyeonghaseyo~ hehe, aku sedikit tau tentang Korea..." kata Baekhyun sambil mencubit gemas pipi Jungkook.
"Ne, anyeong..." jawab Jungkook.
"KYAA! Kau imut sekali! Kau mau apa? Aku bisa memberikan apapun untukmu karena aku flairy!"
Mata Jungkook kembali berbinar mendengar kata 'apapun'
"Jeongmalyo hyung?" tanya Jungkook semangat.
Senyum Luhan dan Baekhyun luntur seketika, masalahnya... Jungkook tadi bicara apa? Luhan melirik Sehun "sedikit bantuan... kumohon?"
Sehun berdehem, sebenarnya menyamarkan senyum gelinya, Jungkook juga kenapa memakai bahasa itu? Sedikit tau bukan berarti benar-benar tau kan... sudahlah, kau tidak bisa menyalahkan anak bayi..
"Dia bilang 'benarkah?' kau hanya perlu menjawab 'iya' " Luhan tersenyum senang lalu mengangguk.
"Tentu Jungkookie~ kau mau apa?"
"Jungkook mau boneka yang banyak!"
"As you wish..."
Criiingg
.
.
Magic
.
High
.
.
BRUK
"Ah, maaf~"
Seokjin segera memungut buku milik seseorang yang ia tabrak. Sebenarnya Seokjin sedang berada di depan kamarnya, ingin masuk kamar, karena tidak fokus akhirnya ia menabrak seseorang yang kebetulan lewat membawa buku.
"Ini bukumu... eh? Namjoon?"
Namjoon hanya tersenyum melihat raut bingung di wajah Seokjin, ia tau Seokjin sedang tidak fokus dari tadi.
"Maafkan aku.." kata Seokjin lagi, "Tidak apa, apa kau baik-baik saja?"
Seokjin terdiam mendengarnya, apa ia terlihat tidak baik? Atau Namjoon terlalu memperhatikannya?
Bodoh! Mungkin karena Seokjin terlihat berjalan sambil melamun kan?
"Aku.. eum.. baik. Ingin mampir dulu? Aku akan memasak untukmu, kemarin kau sudah memperlihatkanku serangga itu dan... aku suka" Seokjin menunduk, tidak berani memandang mata Namjoon, saat ia membicarakan tentang serangga kemarin, ia ingat lagi dare dari Kris.. menyebalkan.
"Aku senang jika kau menyukainya, boleh juga, kebetulan aku lapar, hehe"
"Ayo masuk"
Namjoon takjub melihat isi kamar Seokjin. Selain penuh dengan peralatan listrik, kamar itu juga penuh warna pink dan.. boneka super mario, kalian tau permainan super mario kan?
"Duduklah di manapun kau mau" kata Seokjin, dia sudah duduk di ranjangnya. Kemudian Namjoon duduk di sebelahnya. "Kamarmu lucu sekali, Princess"
DEG
Princess?
Seokjin biasa saja jika teman-temannya memanggilnya princess, tapi jika itu Namjoon? Ah, rasanya aneh sekali, kenapa juga ia jadi berdebar-debar? Aneh sekali kan?
"Hey, kenapa?" Namjoon meraih dagu Seokjin saat Seokjin hanya menunduk dengan wajahnya yang memerah.
"aku.. aku... aku..."
Melihat mata Namjoon sedekat ini debaran itu semakin kencang, sebenarnya apa yang terjadi pada Seokjin? Kenapa pipinya memanas? Kenapa ia jadi malu? Kenapa ia seperti ingin meledak saja? Kenapa?
Lagi, mata jernih dan polos itu menyihir Namjoon. Padahal Seokjin bukan penyihir sepertinya, tapi kenapa?
Bibir itu... masih sangat terasa manis saat ia mencium bibir plum itu.
Namjoon menggumamkan sebuah mantra sebelum mendekatkan wajahnya pada wajah cantik di depannya. Namjoon benar-benar tersihir oleh pesona sang princess. Ia bahkan rela menghapal mantra aneh hanya agar ia tak bisa tersengat listrik yang keluar dari tubuh si manusia listrik.
Seokjin refleks menutup kedua matanya saat bibir mereka bertaut untuk kedua kalinya.
Manis.
"my princess"
Gumam Namjoon sebelum akhirnya melumat bibir plum itu dengan lembut. Ia bergerak semakin liar saat di rasanya Seokjin membalas ciumannya, ia tau Seokjin juga menginginkan ini.
'i got you princess'
Seokjin menggeliat seiring usapan tangan Namjoon pada tubuhnya di balik kemeja yang ia kenakan.
Ia menyukainya, ia menikmatinya.
Pergerakan Namjoon sangat lembut sekaligus liar dan seduktif, membuat ia menginginkan lagi dan lagi... ia tidak tau apa nanti ia akan jatuh pada Namjoon atau sekarang ia sudah jatuh padanya?
Dan soal pertanyaan Yoongi tempo hari tentang wet dream... sangat ajaib! Itu dengan Namjoon. Seokjin juga tidak mengerti bagaimana ia bisa mendapatkannya?
Tapi ia mengerti jika ia pada posisi bottom, menyebalkan bukan? Makanya ia malu untuk jujur pada teman-temannya, dan kemudian lebih memilih dare yang ternyata sama berbahayanya.
"eummhh"
Lenguhan kecil itu terasa begitu menyengat Namjoon, membangkitkan nafsu yang telah mati-matian ia tahan. Kembali ia raup bibir plum yang terlihat begitu menggiurkan itu dengan penuh nafsu. Membuat desahan-desahan kecil kembali terdengar di pendengarannya.
So sexy~
Bruk
Ia baringkan tubuh itu di bawahnya tanpa melepaskan tautan mereka sementara tangannya sibuk membuka satu persatu kancing kemeja yang Seokjin gunakan. Ia benar-benar di penuhi nafsu sekarang.
"Aaahh Namjoon..."
Berhentilah mendesah atau nafsu Namjoon semakin menggila, princess.
.
.
Magic
.
High
.
.
"Kita pulang saja ya?" rengek Tao untuk yang entah keberapa kalinya dalam satu jam ini, tangannya juga tak bisa lepas dari lengan Chen. Chen saat ini di landa kebingungan dengan tingkah sang prince evil.
Tao tidak ingin di tinggal sendirian di kamarnya saat Chen bilang akan meninggalkannya untuk memeriksa sekitar Magic High bersama Suho, Kris dan Xiumin. Tapi sekarang.. Tao malah merengek ingin kembali.
Chen galau.
"Sedikit lagi kita pulang Tao, sabar ya.." jawab Chen. Itu jawaban yang sama dengan yang Chen ucapkan satu jam yang lalu, reaksi Tao juga sama... ia mengangguk mengerti dengan raut wajah masih khawatir dan takut..
Astaga, Tao lucu sekali kan?
Haruskah dia punya gelar evil sekarang?
"Kita tidak masuk hutan kan? Di sana seram.." kali ini rengekan Tao beda lagi, Suho terkikik geli, sementara Kris dan Xiumin memasang wajah malasnya, Chen sendiri hanya tersenyum.
"Kita periksa hutan dulu, baru pulang. Ini tidak lama Tao.." Chen masih saja menjawab dengan sabar dan senyuman manisnya. Semua juga tau betapa baiknya si Chen ini, padahal dia bukan bangsa peri.
"Aku monster, kau tidak takut padaku?" tanya Kris dengan wajah datarnya, Tao menggeleng "tidak, kau tampan.. aku hanya takut pada yang seram.."
Hell! Tao ini polos atau polos?
"Cih, kau blushing?" ledek Xiumin, kemudian kucing berpipi chubby itu terkekeh pelan, tidak menghiraukan tatapan membunuh yang Kris layangkan padanya.
KREK
Kekehan Xiumin berhenti saat patahan ranting itu terdengar jelas, mereka baru memasuki area hutan. Ranting itu terinjak seseorang, siapa yang berkeliaran di hutan malam-malam?
Bukannya di larang, hanya saja itu aneh.. biasanya siswa maupun siswi lebih memilih asrama masing-masing dari pada hutan, untuk apa juga berkeliaran di hutan?
"Siapa di sana?" tanya Suho sambil mengarahkan lampu senternya pada asal suara.
Kali ini terdengar suara dedaunan kering yang diinjak oleh seseorang, dia bersembunyi. "Siapa?" kembali Suho bertanya, tapi tak ada sahutan sama sekali.
Aneh.
"A – apa itu hantu?" pegangan tangan Tao semakin erat saja pada lengan Chen. "Untuk apa Hoseok berkeliaran di hutan?"
Tao merasa aneh dengan pertanyaan Chen barusan... tapi kalau di pikir-pikir... iya juga, Hoseok kan hantu ya? Haha.
"Aku mau pulang..."
Kris memutar bola matanya malas, pangeran satu ini sangat manja dan penakut. Serius dia anak King devil?
"Sudahlah, ayo ku antar pulang!" ajak Kris, Tao mengangguk cepat lalu berjalan mengikuti Kris. "Tunggu aku!"
Sementara Suho, Xiumin dan Chen belum menyerah dengan seseorang misterius yang bersembunyi dari mereka.
"Aku cari di sebelah sana, sementara kalian kesana, okay?" perintah Suho. Xiumin dan Chen segera mencari menuju arah yang Suho tunjuk, sementara Suho mencari di arah yang lain.
Mungkin saja ada Jungkook kedua yang tersesat di hutan kan?
.
.
Magic
.
High
.
.
Saat yang paling menyebalkan adalah...
Kau berjalan bersama seorang yang cerewet tapi kau sendiri suka ketenangan, kedua... seorang itu cantik hingga kau tak mungkin menolaknya, ketiga... seseorang itu sebenarnya cukup menyenangkan dan kau menyukainya.
Dan itulah yang terjadi pada Sehun, ia kini berjalan bersama Luhan.
"Kau tau Jungkook itu sangat imut? Uuuu~ aku gemas sekali dengannya! Aku ingin mencubitnya tapi nanti dia kesakitan... oh, kau sangat beruntung bisa sekamar denganya Sehun. Ku rasa Jungkook menyukaimu, dia terlihat nyaman bersamamu, haha kau bisa jadi ayahnya! Eh, ku dengar kau mau mengadopsinya ya? Woah~ kau bisa jadi daddy~ dan... ehem, aku akan jadi mommynya~"
Tunggu!
Sehun menoleh pada Luhan.
Wink!
Oh my god!
Sehun berdehem sebelum kembali memasang poker face lalu berjalan kembali dengan santai. Luhan juga kemudian kembali berceloteh.
"eh, sebentar lagi kita melewati kamar Princess! Bisakah kita mampir dulu? Biasanya dia memasak jam segini, eumh~ masakannya selalu enak! Haha dan lagipula aku rindu padanya... hehe, padahal baru juga dua jam kita berpisah, hehe"
Ah, setidaknya Sehun tidak bersama Baekhyun, bisa lebih parah dari ini nanti...
Oh iya! Sehun dan Luhan sedang perjalanan menuju super market terdekat untuk membeli susu untuk Jungkook. Harusnya agar lebih mudah Luhan menyihirnya saja dengan kekuatan flairynya.. tapi jawaban Luhan..
"kalau dengan sihir nanti tidak enak! Aku ingin yang terbaik untuk Jungkookie~ aku kan calom mommy yang baik..." lalu kemudian berakhir dengan pertengkaran antara Luhan dan Baekhyun dalam menentukan siapa yang akan jadi mommynya. Hoseok yang kesalpun akhirnya kembali ke kamarnya.
Dan kini Jungkook di jaga Baekhyun dan Yoongi.
"Eh? Kok kamar Princess sedikit terbuka begiini? Tumben dia lupa menutup pintu?" monolog Luhan itu membuyarkan lamunan singkat Sehun. Mereka sudah berada di depan kamar Seokjin ternyata.
"Periksalah" akhirnya Sehun bicara juga setelah sekian lama jadi pendengar yang baik. Luhan menurut lalu memasuki kamar Seokjin dengan langkah pelan, diikuti Sehun dibelakanganya.
"Princess? Kau di dalam? Seokjin~"
Luhan langsung berjalan menuju dapur, tempat biasanya Seokjin berada. Tapi ternyata di sana kosong tuh.
"Lho? Princess kemana?" tanya Luhan khawatir, meski khawatir begitu dia tetap saja berjalan santai lalu membuka lemari es, memeriksa isinya lalu mencomot satu apel. Sehun hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya, Luhan lucu sekali...
"Aaaahh~ aaahhh~"
Luhan tidak jadi menggigit apelnya, lalu segera berjalan cepat mendekati Sehun. "Hun... it.. itu?" Luhan terlihat shock sekaligus ketakutan, kini ia mencengkeran lengan Sehun erat.
Sehun sendiri panas dingin mendengarnya.
Desahan itu sangat sexy~
Gulp
"Lu... sebaiknya kita –"
"menolong Princess!"
Apa?
"Tapi..."
Luhan segera menyeret Sehun menuju tempat kejadian perkara, kamar Seokjin!
Sehun melebarkan matanya tidak percaya, Luhan ini apa-apaan sih..
Tuh kan...
Di sana!
Di atas ranjang itu...
"Namjoon?" itu suara Luhan yang heran dengan pemandangan di depannya.
Mana pernah ia berpikir jika Seokjin akan berada di atas ranjang dengan Namjoon! Topless... tanpa pakaian atas! Dan dalam keadaan yang...
Aww!
Seokjin segera meraih selimut untuk menyembunyikan tubuh polosnya.
"Luhan? Sehun?"
"KAU! DASAR MESUM! APA YANG KAU LAKUKAN PADA PRINCESS!?"
.
.
Magic
.
High
.
.
"Jungkookie!" "Dia berlari sangat cepat! Miaw~"
Yoongi dan Baekhyun sedang dilanda kebingungan mencari si kelinci kecil yang hilang. Ceritanya... Jungkook sedang menginginkan permen dan di dalam kamar besar milik Sehun tak ada satupun permen, sedangkan Yoongi dan Baekhyun sama-sama tak bisa menyihir sebuah permen seperti Luhan. Jadinya mereka berdua berniat mengajak Jungkook menemui Sulli, Sulli suka sekali makanan manis, jadi dia pasti punya permen untuk Jungkook.
Tapi sayangnya.. tanpa sepengetahuan Yoongi maupun Baekhyun, di perjalanan Jungkook melihat seseorang memegang banyak lollypop, segera saja Jungkook berlari ke arah orang itu dengan tubuh kelincinya. Tentu saja Jungkook berlari sangat cepat.
Berbagai pikiran buruk berkelebat di pikiran mereka berdua, bagaimana jika Sehun tau jika Jungkook hilang? Bagaimana jika Jungkook di makan srigala? (oh ini pikiran Yoongi) bagaimana jika mereka berdua di marahi Sehun nanti? TIDAK!
"Baek, kita berpencar sekarang! Kau cari Jungkook disana dan aku di sana, okay?" Yoongi menunjuk dua arah berbeda, lalu Baekhyun pergi menuju lorong kanan, dan Yoongi lorong kiri.
"Bodoh, aku tidak pernah ke lorong ini sebelumnya, bagaimana jika malah aku nanti yang tersesat?" guman Yoongi sambil mengedarkan pandangannya pada sekitar.
"Jungkook? Kau dimana?" panggil Yoongi, lorong tetap sepi. Jangan-jangan tidak ada siapapun selain Yoongi di sini. "Jungkookie~ kau di mana?"
Tidak menyerah, Yoongi terus saja menyusuri lorong yang cukup lebar itu.
Semua pintu kamar di lorong ini tertutup rapat, memang tidak banyak siswa maupun siswi yang mau menempati lorong ini. Jungkook tidak mungkin ada di sini kan?
"Jungkook?"
Hampir saja Yoongi menyerah mencari Jungkook di lorong ini, tapi membayangkan Sehun akan marah besar membuatnya kembali semangat meneruskan pencariannya. Lagipula kan kasihan Jungkook jika dibiarkan lama-lama tersesat, bisa-bisa ada srigala yang...
Oh, okay Yoongi berhentilah berpikiran buruk!
Eh? Ada sebuah pintu kamar yang terbuka! Penasaran, Yoongi mendekati pintu itu perlahan lalu melongok ke dalam.
Gelap.
Yoongi memutuskan masuk ke dalam dengan langkah pelan.
"Jungkook? Apa kau di sini?" panggil Yoongi, sebenarnya lebih seperti gumaman.
GREB
BRUK
"Gggrrrhh apa yang kau lakukan disini? Heum? Vampire manis~"
"Ji – jimin..."
Sebenarnya Yoongi sangat ketakutan sekaligus merasa aneh. Apalagi Yoongi berada di posisi bawah, dengan Jimin di atasnya yang tak berhenti menunjukkan smirk...
Eum...
Mesum?
Entahlah, tapi menurut Yoongi itu mesum...
Yoongi menggeliat berusaha melepaskan diri, tapi Jimin dengan kuat menahan tubuh Yoongi.
"Apa kau merindukanku?"
"No way! Lepaskan aku!"
Pergerakan Yoongi melemah ketika di rasanya lidah hangat Jimin menggelitiki telinga dan lehernya. "Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!"
Jimin meraih dagu Yoongi lebih mendekat padanya, Yoongi sangat manis. Refleks Yoongi menutup matanya saat wajah mereka semakin mendekat.
"Bagaimana jika aku memakanmu dulu? Kau selalu menarik bagiku.." kembali Yoongi membuka matanya, ia ingin protes saat Jimin sedikit memiringkan kepalanya.
Tapi hal yang terjadi berikutnya membuat Yoongi membelalakkan matanya tidak percaya.
Jimin menciumnya!
Seekor... err seorang srigala menciumnya! Demi tuhan, ini hal paling konyol di dunia!
Dan lebih konyolnya lagi...
Yoongi, sang vampire...
Tidak bisa menolak.
Kini Yoongi merutuki dirinya sendiri yang malah menikmati perlakukan wolf yang sebelum ini di bencinya setengah mati. Dan Yoongi ingin menenggelamkan tubuhnya di dasar lautan terdalam karena tubuhnya menghianatinya dan malah ikut membalas setiap lumatan memabukkan yang Jimin beri padanya.
Ini tidak benar!
"Euummhh.."
Dan bahkan ia juga mendesah! Dasar bodoh kau Yoongi!
.
.
.
Sementara Baekhyun di lorong kanan.
"Miaw~ Kookie? Miaw~"
Dengan tubuh kucingnya Baekhyun menelusuri lorong kanan dengan kepala menoleh kesana-kemari berusaha menemukan seekor kelinci kecil. Tapi sepanjang perjalanan yang dapat Baekhyun lihat hanya pintu-pintu kamar yang tertutup rapat.
"Miaw~"
Rasanya Baekhyun ingin menangis saja jika Jungkook tidak di temukan, Baekhyun hanya tidak bisa membayangkan anak yang baru berumur enam belas hari itu hilang untuk kedua kalinya. Kasihan Jungkook...
Puufff
BRUK
"Hey! Kalau berubah lihat-lihat ! apa kau tidak tau aku sedang terbang di sini?"
Terlihat seekor burung poenix merah terkapar di lantai sedang mengomeli Baekhyun. Tadinya Chanyeol terbang, tidak terlalu tinggi, ia tau jika di depannya ada Baekhyun dalam bentuk kucing.
Tapi tiba-tiba Baekhyun berubah tepat saat Chanyeol terbang di atasnya dan.. yah, Chanyeol terjatuh.
Puff
Chanyeol ikut berubah lalu berdiri sambil menepuk beberapa bagian bajunya yang kotor, mulutnya masih menggerutu tentang betapa bodohnya Baekhyun berubah di waktu yang tidak tepat.
GREB
"Chanyeol~"
Chanyeol membulatkan matanya yang sudah bulat itu saat tiba-tiba Baekhyun memeluknya erat sambil menangis menyedihkan. Chanyeol jadi tidak tega dengannya.
"Hiks Chanyeol, miaw~ hiks hiks Yeollie~"
"Kau – kau kenapa? Baek?"
Baekhyun terus saja menangis tersedu-sedu sambil menceritakan apa yang membuatnya bisa menangis seperti ini.
"Aku dan Yoongi sedang mencarikan permen untuk Jungkook, tapi tiba-tiba dia hilang.. bagaimana jika hal buruk terjadi padanya? Bagaimana jika Sehun kembali dan Jungkook belum ditemukan? Sehun akan memarahiku! Hiks hiks Chanyeol... miaw~ hiks"
Chanyeol mengusap lembut kepala Baekhyun untuk menenangkannya, dan berhasil, Baekhyun sedikit lebih tenang.
"Tenang.. kita akan menemukannya, aku akan mencarinya denganmu"
Baekhyun mendongak menatap Chanyeol dengan mata kucingnya yang berkaca-kaca "benarkah?" Chanyeol mengangguk mengiyakan.
"Sebelum terlambat, ayo kita cari bersama!" ajak Chanyeol, Baekhyun mengangguk semangat "ayo!"
.
.
Magic
.
High
.
.
Kresek
Kresek
Suara itu tidak jauh dari keberadaan Suho, di balik pohon oak besar itu. Dengan langkah pelan di dekatinya pohon itu.
Srak
"KYAA! hmmph"
Seorang anak laki-laki, mungkin sekitar enambelas tahun, bersembunyi di balik pohon itu. Suho segera membekapnya sebelum semua mendengar teriakan yang akan membangunkan seisi Magic High.
"Tenanglah, aku tidak berbahaya! Apa yang kau lakukan di sini? Kau siapa?" tanya Suho bertubi-tubi, kini ia berjongkok di depan anak laki-laki itu. Anak laki-laki ini imut sekali, dia memiliki mata bulat yang lucu, bibirnya juga unik dengan bentuk hati. Membuat Suho refleks menarik bibirnya untuk tersenyum.
"Aku.. aku .. Kyungsoo, Dio.." jawabnya, masih dengan nada ketakutan.
"Dio? Jadi namamu Dio?" ulang Suho memastikan. Dio mengangguk lucu.
"Apa yang kau lakukan di sini Dio? Sepertinya aku tidak pernah melihatmu, kau tersesat?" tanya Suho, lagi-lagi Dio mengangguk.
"sebentar ya, aku hubungi temanku dulu" yang bisa Dio lakukan hanya mengangguk, tapi dalam hati ia berharap jika seorang di depannya yang sedang mengutak-atik benda layar datar itu bisa menolongnya.
"Sehun, ada manusia tersesat dan sepertinya dia dari Korea. Dia masuk lewat akses yang terbuka untuk Jungkook, mungkin dia datang bersama Jungkook"
Dio membelakakkan mata bulatnya, seorang di depannya berbicara dengan bahasa yang tidak ia mengerti, padahal sebelumnya ia berbicara bahasa Korea dengannya. Apa Dio tersesat terlalu jauh?
Apa mungkin ia sudah berada di luar Korea?
Tapi itu mustahil bukan?
"AWOOO~"
Suara srigala lagi, tidak jauh dari tempat Dio berada. Dio menolehkan kepalanya kesana-kemari mencari suara srigala itu.
"neukdae?"
Tapi tidak ada srigala, yang ada hanya Suho yang belum selesai dengan telfonnya, dan seorang namja tampan yang berjalan santai ke arah mereka.
Suho menoleh pada namja itu "Kai?"
"Hai Suho, aku mencium bau manusia, apa dia...?"
Suho mengangguk "ya, dia manusia. Jangan macam-macam dengannya atau..."
Oh tidak... mereka semua berbicara dengan bahasa yang aneh.
Sebenarnya Dio sedang berada di mana? Apa di luar Korea?
.
.
Magic
.
High
.
.
Taehyung berjalan dengan santai menuju kamarnya sambil memakan sebuah lollypop, sementara di tangannya yang lain ia membawa beberapa lollypop warna-warni. Oke, Taehyung suka lollypop... selain daging.
Ia tau seseorang mengikutinya, entah itu siapa... tapi ia tetap santai berjalan seolah tidak tau apapun. Toh apa yang harus ia takutkan?
Taehyung terus berjalan sampai ia merasa kakinya menabrak sesuatu yang berbulu dan lembut di bawah sana, ia berhenti seketika.
Puff
"Aduh! Tae pelan-pelan jalannya!"
Seekor.. okay, sekarang jadi seorang.. seorang anak laki-laki imut sedang duduk di bawah lantai sambil merajuk dengan bibir di poutkan imut, dia terlihat kesal sekali dengan mata menatap sengit pada Taehyung.
Jungkook?
Si kelinci itu?
Bagaimana ia bisa mengikuti Taehyung?
"pokoknya sekarang Tae tanggung jawab!" teriak Jungkook lagi saat Taehyung belum membalas dan malah bengong di tempatnya.
"Ca – caranya?"
Glek
Astaga, ternyata Taehyung bengong karena membayangkan daging kelinci panggang, makanan favoritenya, ia tadi juga membicarakan hal itu dengan Jimin.
Tapi ingat Taehyung! Jungkook bukan untuk di makan!
"Berikan aku permen itu! Lima!"
Eh? Permen? Serius?
Pandangan taehyung kini beralih pada lollypop yang ia bawa, lalu lollypop yang ia makan.
Aha!
Taehyung berjalan mendekati Jungkook yang masih duduk di bawah. Merasa di dekati raut wajah Jungkook berubah panik, ia masih sangat mengingat tentang Taehyung dan Jimin yang berusaha memakannya.
"Tae.. mau apa?"
"Kau ingin permen kan?" refleks Jungkook mengangguk.
"Aku akan berikan permenmu..."
.
.
.
.
.
TBC
Hai! Sebenernya voting yang paling banyak itu Vkook, eh tapi malah dikit lol, maaf ya :D tapi tenang aja, kan masih ada chapter selanjutnya. Di sini Lay juga malah ga ada maaf...
Semoga kalian suka chapter ini ya, hehe :D
Maaf kalo jelek aku tau aku gak begitu bakat nulis :'(
Makasih yang udah review chapter kemarin, aku seneng banget :D tapi maaf kalo request couplenya belum di buatin, kan masih ada next chap :p
Aku sih maunya FF ini gak terikat, jadi mereka bisa sama siapa aja, namanya juga high school, pasti ada putus nyambung dong ya lol XD
Udah deh gitu aja, semoga kalian suka :D jangan lupa review again ;)
Anyeong~
