MY VALENTINE CHOCOLATE
By : Ylsttmm (red:yelestem)
Rate : Teen^^
Genre : Romance/Fluff,
Warn : YAOI,OOC GJ,TYPOS, dan tidak sesuai EYD
Pagi yang indah menandakan bahwa aktivitas manusia bumi segera di mulai, matahari mulai naik untuk menduduki tahtanya sebagai raja. Seorang namja cantik menarik jaket tebalnya yang sedikit tersingkap, angin musim dingin sangat menusuk pagi ini, namja cantik ini berjalan menuju toko cokelat tempatnya bekerja, ia bekerja sebagai pelayan pada toko sekaligus cafe itu. Sudah sekitar 3 tahun ia bekerja di toko ini, bekerja disini sangan menyenangkan bagi namja ini.
"Selamat Pagi Jaejoongie!.." sapa Kim Junsu si namja imut itu pada sahabatnya ini, ya Kim Jaejoong adalah namja yang kita bicarakan sedari tadi.
"Pagi Suie.." balasnya dengan senyum merekah.
Semua pegawai di toko Tyhee Chocolate Store&Cafè memulai tugasnya setelah briefing. Loh untuk apa? Ini adalah kebiasaan mereka pada saat menjelang Valentine, dimana akan ada persiapan promosi dan dan diskon pada toko ini saat Valentine tiba.
Yap semua mulai bekerja dengan tugasnya masing-masing untuk meraup keuntungan sebesar mungkin!
·
·
·
·
·
Sementara itu seorang namja tampan yang sangat mempesona ini memijit pelipisnya sekedar meringankan beban pikirannya yang dirundung pekerjaan yang berbelit, Jung Yunho, pemimpin perusahan terbesar se-Asia YHJ Incorporation itu sedang dirundung masalah yang sedikit berat, bagaimana tidak berat perusahan yang akan bekerja sama dengannya tiba-tiba me-refuse agenda kerja sama mereka, lalu pabrik pemasok barang untuk supermarketnya harus hangus terbakar, untunglah masih ada 4 pemasok barang lagi. Itu sedikit membuatnya pusing akan pekerjaannya sendiri, dan juga masih banyak masalah intrik lainnya.
"Yunnn, kau ini eomma mengetuk sedari tadi kau tak menyahut sama sekali dasar anak durhaka!" decakan kesal keluar dari mulut yang tak lain adalah ibu dari pemimpin YHJ Inc.
"Mianhae eomma, ada apa?"
"Kau tahu! Valentine segera datang Yun! Eomma ingin kau promosikan ini pada teman-temanmu ne? Toko eomma akan melakukan promosi, tolong yaa"
"T-tapi eomma..."
yang sangat mempesona itu lalu pergi begitu saja, tanpa mendengarkan omongan Yunho. Yunho tahu bahwa eommanya itu memang menggilai Valentine, karena berbau pink dan merah yang notabene adalah warna kesukaanya. maka dari itu ia sampai membuat toko cokelat sendiri karena saking gilanya ia dengan Valentine.
"Tck kenapa harus aku? Bagaimana cara mempromosikannya?" sedetik kemudian Yunho mencoba menghubungi sekertarisnya Yoochun
"Yoochun-ah, tolong kau promosikan toko cokelat milik ibuku, oh yah serahkan saja pada Changmin, ia ada pada bagian pemasarankan?"
"Ne Sajangnim.." balas Yoochun di sebrang sana.
"Hmm, gomawo.."
"Ne, Cheonmanaeyo Hyung.." putus Yoochun
"Hhhh, aku rasa aku memang sedikit durhaka, 4 tahun sudah toko eomma buka, aku bahkan belum menginjakkan kakiku disana, tck, kurasa aku harus kesana kapan-kapan.."
Ya kau memang jahat toko ibumu adalah yang terbaik tapi kau tak pernah datang, anak macam apa kau ini? (Yunppa: oi oi...)
Akhirnya karena merasa sudah durhaka pada eommanya akhirnya Yunho beranjak dari tempat duduknya dan memutuskan untuk mengunjungi toko milik sang ibunda, ia penasaran juga bagaimana isi toko itu sampai jadi toko yang cukup terkenal.
Sesampainya disana Yunho cukup tercengang, toko ini cukup besar juga ia tak tahu bahwa tempat ini bukan hanya toko tapi juga café, seingatnya dulu, tempat ini hanya sebuah toko bukan café. Tck, benar-benar keterlaluan Jung junior ini ia bahkan tak tahu bahwa tempat ini mengalami perbesaran 2 tahun yang lalu, ia bahkan yang menandatangani proposal kerja samanya dengan sang eomma, astaga sungguh durhaka (Yunppa: oi oi..)
"Huwahh, ramai sekali hari ini" gumam Yunho sambil berjalan ke arah pintu.
"Selamat datang.." teguran ramah pelayan ini mengagetkan Yunho dari kekagumannya akan design toko ini.
"Ahh, ne.."
"Silahkan pilih tempat anda.." kata pelayan tersebut sambil memberikan sebuah roti cokelat pada Yunho, Café ini memang memiliki pelayanan yang unik, setiap pengunjung yang datang di pintu Café akan langsung di berikan roti cokelat dan di persilahkan memilih tempat yang diinginkan.
"Ah, gumapsseumnida.."
Yunho berjalan menuju tempat yang dia inginkan, yaitu pada rooftop Café ini. Tak sampai 10 menit seorang pelayan datang menghampiri Yunho yang tak kunjung memesan.
"Anda sudah menentukan pilihan? Mau pesan apa?" katanya ramah sambil tersenyun indah, wow, itu merupakan senyum yang sangat tulus dan indah yang pernah Yunho lihat, astaga ia pasti malaikat!
"Tuan?" kata pelayan itu lagi, sangat cantik, ia seperti melihat sayap keluar dari punggung kecilnya ya tentu saja itu terjadi dalam khayalan Yunho tentunya.
"Ah baiklah kalau begitu, anda bisa langsung memanggilku jika anda akan memesan, permisi.." katanya lagi dan langsung meninggalkan Yunho.
"Ah tunggu.." cegah Yunho yang merasa sang malaikat akan pergi.
"Ne?" pelayan itu berbalik dan menghampiri Yunho kembali. "Anda sudah memutuskan? Mau pesan apa tuan?" katanya sambil tersenyum lebar, lagi!
"A-ah, aku aku ingin, ice cold chocolate, dan oh ya dark chocolate pancake, ah yah tolong low sugar.."
"Hmm, ada lagi?"
"Ah tidak, itu saja..""
"Baiklah, 1 ice cold chocolate dan 1 dark chocolate pancake low sugar, jangan lupa membeli cokelat Valentinemu pada toko kami yaa, trimakasih.." pelayan itu pergi setelah menebar senyuman indah miliknya pada Yunho. Tak butuh waktu lama sang pelayan cantik datang membawa pesanan Yunho, awalnya ia tak yakin si cantik akan membawakan pesanannya tapi ternyata ia salah yang datang justru si cantik, dengan tanpa melepas senyumnya ia sampai di meja Yunho.
"Ini honey sweet tea dan pancakemu tuan, selamat menikmati" katanya tersenyum manis hendak meninggalkan tempat Yunho.
"Ahh tunggu" cegah Yunho lagi!
"Masih ada lagi?"
"Duduk dan temani aku.." katanya dengan sedikit angkuh, bagaimana dengan si pelayan, oh tenang saja ia sudah sangat biasa dengan pelanggan yang seperti ini, ia sadar bahwa banyak orang yang kesepian, tak ada salahnya ia menemani sebentar. Tanpa pikir panjang sang pelayan cantik itu duduk berhadapan dengan Yunho.
"Kim Jaejoong-imnida.." kata pelayan cantik yang tak lain adalah Jaejoong itu memulai percakapan.
"Jung Yunho.." kata Yunho sibuk dengan pancakenya.
"Wah margamu sama dengan Eomma Jung.."
"Eh? Eomma?"
"Ne, CEO tempat ini, semua memanggilnya begitu, ia merasa sangat tua dan jelek kalau di panggil 'Nyonya' ia lebih memilih di panggil begitu agar lebih akrab dengan pegawainya, haha, andai saja banyak perusahaan yang begitu, aku pasti betah.." celoteh Jaejoong, Yunho hanya mampu memperhatikan Jaejoong dengan seksama, karena cara ia bercerita sangat lucu, sesekali ia tersenyum dan tertawa dengan ceritanya, membuat Yunho gemas melihatnya.
"Dan, yah Eomma Jung sangat perhatian pada kami, sampai... Eh? Yunho-sshi, Mianhaseo, aku harus kembali bekerja, ah permisi.. Ah ya Semoga harimu menyenangkan Tuan.."
Kata Jaejoong lalu pergi begitu saja, meninggalkan Yunho yang sudah jatuh pada Love at firs sight pada Jaejoong, setelah ia tak melihat punggung Jaejoong ia mulai menghabiskan pesananya, dan turun kebawah untuk membayar, ahh tuan Jung kenapa kau tak ambil bill saja? Sengaja yah? (Yunppa: oi oi.. Ku pecat kau jadi anak!)
"Ah ini pesananku.."
"Eoh? Kenapa tak minta bill saja tuan?" kata Jaejoong sambil menatap layar komputernya "semuanya 35.000 Won. Tuan.." kata Jaejoong sambil menerima kartu milik Yunho, astaga itu blackcard, ia pasti sangat kaya sehingga memiliki sesuatu seperti ini.
"Ini strucknya silahkan tanda tangan disini, dan ini hadiah kami tuan.."
Yunho meraih pulpen pada kantung Jasnya dan menandatanganinya dan mengambil cokelat kecil berbentuk beruang.
"Terimakasih dan semoga harimu menyenangkan.."
Yunho lalu pergi dari tempat itu dan langsung meluncur ke kantornya, sepanjang perjalanan ia hanya memikirkan Jaejoong,Jaejoong,Jaejoong dan Jaejoong saja. Ia benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Astagaaaa! Senyumu itu Jaejoong-ah aku ingin melihatnya lagi!" kata Yunho sambil mengacak rambutnya pelan.
"Yuuuuunnnnnn!" yap Nyonya Jung tercinta datang.
"Eomma, jangan berteriak begitu!"
"Kau ke tempat eomma tadi?"
"Ah? T-tidak! Kata siapa?"
"Jaejoongie memberitahu Eomma bahwa tadi ada seorang namja yang datang Namanya Jung Yunho!" Nyonya Jung memperlihatkan struck kartu kredit milik Yunho.
"Aku hanya mampir untuk makan siang.."
"Bagaimana makanannya enak? Bagaimana dengan pelayananya? Bagaimana tempatnya?"
"Eommaaaa! Tck, semua sama seperti eomma,."
"Eh? Maksudmu? Cerewet? Tua? Jelek?"
"Sempurna.." kata Yunho sambil tersenyum manis dan mengecup pipi sang eomma sekilas.
"Eehhh, kau menggombal Yun.."
"Tidak, tentu saja aku tidak menggombal aku serius eomma"
"Baguslah kalau kau begitu, seringlah datang eomma sudah bilang pada Jaejoong kalau kau datang tak perlu membayar.."
"Eomma, jangan begitu.."
"Ah, sudah yah Yun Appamu tak suka menunggu, sampai jumpa saat makan malam anakku.."
"Hati-hati di jalan Eomma.. Jangan berlari dengan heelsmu!"
"Ne.. Ne.."
Yunho mendudukan tubuhnya di kursi nyaman miliknya ia memulai pekerjaannya yang tertunda karena sang eomma, mencoba berkonsentrasi walau senyum Jaejoong mengganggu.
·
·
·
·
·
Sementara itu Jaejoong tengah bersiap untuk kembali pulang ke rumahnya, agak terkejut juga mengetahui bahwa tadi siang ia sempat menemani anak tertua Eomma Jung yang tak lain adalah Pemimpin YHJ Incorporation.
"Sampai jumpa besok Joongie.. Aku pulang dengan Yoochun kali ini.. Annyeong.."
"Hati-hati di jalan Suie.."
"Ne..."
Jaejoong tak butuh kendaraan untuk sampai ke rumah karena jaraknya hanya butuh lima menit untuk sampai kesana,jadi ia hanya perlu berjalan hitung-hitung berhemat. Kerlap-kerlip lampu kota Seoul benar-benar indah di tutupi sedikit salju yang ada, juga udara dingin yang menusuk, segelas cokelat panas cocok sekali untuk suasana seperti ini, itulah yang terpikirkan oleh anak manusia ini, Jaejoong berlari kecil ke mesin minuman otomatis untuk membeli cokelat panas.
"Ehh? Ada dua? Wahahaha luckyyy yay!"
Saat sedang merasa sedikit bahagia, seseorang menginterupsi kebahagiaan kecil milik Jaejoong.
"Ehh itu kopiku.."
"Haahh.. Enak saja aku yang menemukannya dulu..."
Kata-kata Jaejoong terputus begitu ia melihat siapa yang tengah berbicara padanya.
"E-eh.. J-jwosonghamnida s-sajangmin.."
"J-jaejoong-ssi? Kau baru pulang?"
"A-ah, y-ye sajangnim.."
"Panggil Yunho saja, kau tak perlu seformal itu haha.."
Waahh tawa renyah itu sangat indah, keindahan Yunho benar-benar sebuah dosa bagi siapapun yang melihatnya!
"He..he..he.."
"Haha, ah ya ke arah mana kau akan pulang?"
"Ehh? Ah itu.. aku.. aku pulang ke arah sana.."
"Oh begitu, kebetulan sekali kita searah, mari ku antar.."
"A-ah t-tak perlu repot sajangnim rumahku sudah sangat dekat, sayang besinmu terbuang percuma! Hehe, ah kalau begitu aku permisi sajangnim, annyeong.."
"A-ah Jaejoong-ah...!"
Dengan kecepat secepat cahaya Jaejoong pergi meninggalkan Yunho begitu saja, ya tentu saja ia berlari mana mungkin ia mau membiarkan sang boss mengantarnya, ya walau hanya kebetulan, rasanya tetap aneh. Naas bagi Yunho, sudah seharian ini ia memikirkan Jaejoong, tapi saat bertemu dan hampir saja bisa berduaan dengannya ia malah pergi, tck, apa yang kau pikirkan Yunho, baru kenal saja kau sudah pervert begitu ckckck.. (Yunppa: oi..oi..) dengan sangat berat hati ia masuk ke mobilnya dan menstater mobil mewah itu menuju rumahnya, ya mungkin bukan keberuntunganmu nak.
·
·
·
·
·
Valentine tibaaa, yay! Seperti biasa Cafe Tyhee Shop, penuh sekali dengan pasangan cinta yang merayakan Hari Kasih Sayang, bukan cuma pasangan straight banyak juga pasangan homoseksual. Semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Jaejoong berada di stand Toko, melayani siapapun yang membeli cokelat, di toko itu. Sangat ramai sampai Jaejoong kewalahan, Tyhee Chocolate Shop memang salah satu yang terbaik di Korea, cokelat yang di jual bukan cokelat sembarangan, cokelat yang di produksi di toko ini adalah cokelat nomor satu di negara penghasilnya, berkualitas dan ya tentu saja mahal, akan tetapi harga dengan rasa yang di berika toko ini benar-benar setimpal, juga pelayanan yang mereka berikan sangat baik.
Sementara itu seorang pria yang tampannya di atas rata-rata itu menghampiri antrian pembeli.
(Np : jadi si Tyhee itu posisi tokonya kaya di antique bakery, jadi kaya warunglah, tapi di dalamnya masih ada banyak jadi pelanggan bisa beli diluar atau masuk, terus si cafe itu ada di dalam satu gedung dan sekatnya itu meja kasir, jadi meja kasir itu di antara toko sama cafe, ya gitulah. Kalau gak ngerti maaf yah)
Ia mungkin gila tapi ini hal yang harus ia lakukan, menyerobot para pelanggan untuk membeli cokelat ya tentu saja untuk membeli cokelat, namun di samping itu ada hal yang harus ia lakukan.
"Hey! Kau antri!"
"Bukan hanya kau yang mau membeli! Antrilah anak muda!"
"Dasar tak tau diri! Antri!"
Ya begitulah ocehan atau lebih tepatnya umpatan orang-orang sekitar pada Yunho yang dengan seenaknya saja menyerobot barisan hingga akhirnya ia sampai di barisan depan, tinggal satu orang lagi di depannya, dan yap selesai, astaga ia melihatnya lagi! Ia melihat Jaejoongnya menertawakan temannya, manis dan cantik sekali.
"Selamat siang Tuan, silahkan pilih pesanan anda, kami mohon untuk sedikit cepat karena antrian semakin panjang.." suara Jaejoong mengintrupsi Yunho yang ternyata belum maju dari posisinya, dan akhirnya ia terpaksa maju ke posisinya dan memesan untuknya.
"A-ah aku.. Mhhh.."
"Hari ini cokelat Valrhona, sangat laris tuan.. Bagaimana? Atau mau jenis cokelat yang lain? Atau, Lindt&Sprungli? Couverture Chocolate juga menjadi favorite disini.. Compound Chocolate?"
Saking pusing dengan jenis cokelat yang Jaejoong sebutkan dan umpatan orang orang sekitar, dan panasnya matahari akhirnya Yunho memutuskan.
"Semuanya saja, tolong paket spesial Valentine Limited Edition.."
"Baik Tuan, oh ya silahkan minggir anda bisa masuk untuk membayarnya, mohon maaf atas kelancangan kami.."
"Ah tidak aku menunggu saja.."
"Maaf Tuan, pesanan anda akan sedikit lama jadi saya mohon untuk anda masuk ke dalam dulu.."
"..." Yunho tak menjawab, karena percuma baginya melawan.
Jaejoong mulai pusing akan kelakuan Yunho, akhirnya ia terpaksa menyuruh Yunho bergeser kesebelah saja, kalau memang ia tak mau menunggu di dalam, bagi Yunho hitung-hitung ia mampu melihat Jaejoong melayani pelanggan dengan senyumannya.
30 menit kemudian sebuah keranjang bingkisan yang berukuran cukup besar, sudah ada di hadapan Yunho.
"Ini tuan, kau mau menambahkan note di luarnya?"
"Ah tak perlu aku akan bilang langsung padanya.."
"Baiklah, semuanya 250.000 Won tuan, Selamat Hari Valentine, dan semoga cintamu abadi selamanya.." Kata Jaejoong dengan senyum sumringah, sambil mendorong bingkisan itu sedikit pada Yunho.
"Ya, Selamat Hari Valentine juga Jaejoongie, ini untukmu, semoga kau menerima cintaku!" Kata Yunho mendorong bingkisan itu pada Jaejoong, dan tersenyum lebar.
"Yu-yunho-ssi.."
"Jaejoong-ah, Maukah kau jadi kekasihku?"
DEGH!
Jantung Jaejoong serasa mau copot, bagaimana tidak, seorang Jung Yunho menyatakan cinta padanya! Astaga, mimpi apa ia semalam? Sampai bisa mendapat pernyataan cinta dari seorang Jung Yunho, tapi tunggu, Jaejoong belum menjawab pernyataan Yunho.
"Aku.. Aku..."
·
·
·
·
·
To Be Continued
Bandung 8 Juni 2015
ylstmm
