MY VALENTINE CHOCOLATE

By : Ylsttmm (red:yelestem)

Rate : Teen^^

Genre : Romance/Humor,

Warn : YAOI,OOC GJ,TYPOS, dan tidak sesuai EYD

Note : ahh gila! Di chap kemarin banyak missing word dan typos T_T maafkan aku, ceritanya jadi makin GJ yah, makasih untuk yang me-review dan ingin moment Yunjae yang banyak, di chap ini aku masih belum kasih moment Yunjae yang banyak karena ini masih awal, hehehe semoga ga sesuai harapan biar tekejut kejut bacanya hehe..

Bacanya pelan-pelan aja ok?

·

·

Di Chap sebelumnya.

·

·

·

30 menit kemudian sebuah keranjang bingkisan yang berukuran cukup besar, sudah ada di hadapan Yunho.

"Ini tuan, kau mau menambahkan note di luarnya?"

"Ah tak perlu aku akan bilang langsung padanya.."

"Baiklah, semuanya 150.000 Won tuan, Selamat Hari Valentine, dan semoga cintamu abadi selamanya.." Kata Jaejoong dengan senyum sumringah, sambil mendorong bingkisan itu sedikit pada Yunho.

"Ya, Selamat Hari Valentine juga Jaejoongie, ini untukmu, semoga kau menerima cintaku!" Kata Yunho mendorong bingkisan itu pada Jaejoong, dan tersenyum lebar.

"Yu-yunho-ssi.."

"Jaejoong-ah, Maukah kau jadi kekasihku?"

DEGH!

Jantung Jaejoong serasa mau copot, bagaimana tidak, seorang Jung Yunho menyatakan cinta padanya! Astaga, mimpi apa ia semalam? Sampai bisa mendapat pernyataan cinta dari seorang Jung Yunho, tapi tunggu, Jaejoong belum menjawab pernyataan Yunho.

"Aku.. Aku..."

·

·

·

·

·

·

·

·

"Joongie! Aku butuh bantuanmuu.." suara lumba lumba itu menginterupsi moment 'Yunho menyatakan cinta pada Jaejoong'

"Maaf aku harus pergi.."

"Jaejoong-ah... Yaaa..."

Jaejoong melesat pergi ke belakang dapur dengan wajah yang sudah seperti tomat, ia malu sekali, disana ada banyak pelanggan yang melihat dan bersorak-sorai supaya Jaejoong menerima cinta Yunho, ia bukannya tak mau hanya saja, ia baru bertemu dengan Yunho kemarin dan lagi ia adalah anak pemilik tempat ia bekerja, ia mengerti bahwa sebaik-baiknya Eomma Jung ia pasti ingin anaknya bersanding dengan yang lebih pantas. Jaejoong hanya seorang namja biasa yang pas-pasan tidak lahir dari keluarga kaya seperti Yunho, mana mungkin ia mau menerima Yunho yang notabene adalah namja dan sangat istimewa, ia yakin bahwa masih banyak yeoja cantik di luar sana yang mau menerima cintanya.

"Taesung-ah, tolong jaga stand toko, aku mau jaga kasir saja.."

"Wae geuraeyo Hyung?"

"Terlalu banyak yang membeli kepalaku pusing.."

"Hmm, baiklah.."

Eun Taesungpun pergi dari meja kasir dan langsung menggantikan posisi Jaejoong. Eiitss, bagaimana dengan Yunho? Sementara itu Yunho, hanya mampu menekuk wajahnya dan pergi membawa bingkisan itu, rasanya ia bodoh sekali, apa yang sudah ia pikirkan, padahal ia hanya ingin membeli coklat saja tidak lebih, kenapa malah menyatakan cinta?

"Yunhoo, nan jeongmal pabbo! Jeongmal pabbo-yaaa!" katanya sambil berjalan ke parkiran. Seharusnya aku mendekati Jaejoong dulu baru menyatakan cinta, lalu siapa yang akan memakan cokelat ini? Sudahlah kau bisa memberikanya pada Jaejoong besok, ingat! Sebagai permintaan pertemanan bukan Cinta! Ok?! Ya itulah ocehan dalam hati Jung junior ini untuk menekan rasa malunya.

Sebenarnya sih tak perlu malu, karena Jaejoong tak meolaknya mentah mentah, ahh sudalah jangan di pikirkan, yang terpenting besok ia harus datang dan minta maaf pada Jaejoong!

·

·

·

·

·

Seperti yang sudah di diskusikan oleh otak Jung Yunho hari ini ia melesat ke Tyhee Chocolate Café&Shop untuk meminta maaf pada Jaejoong atas insiden Valentine kemarin

"Selamat datang.. Ini brown bread jenis Pain de campagne anda, silahkan pilih tempat yang anda suka.."

"Mana Jaejoong?" gumamnya yang merasa tak mendapatkan si cantik dimanapun, Yunho memutuskan untuk naik ke rooftop café, otak cerdasnya mengingat bahwa pertama kali ia bertemu Jaejoong adalah di rooftop. Mata musang itu menyapu seluruh sisi rooftop hanya untuk menemukan Jaejoong, sayangnya ia juga tak mendapatkan Jaejoong,

'apa Jaejoong marah? Makanya ia tak mau bertemu denganku? Atau ia membenciku karena menyatakannya di depan umum? Maka dari itu ia tak pergi bekerja karena ia tau aku akan datang? Dia membenciku..'

Batin Yunho mengira-ngira mengapa Jaejoong tak bekerja hari ini.

'ya dia membencimu Tuan Jung! Kau ini gila atau apa? Mana ada orang yang mau menerima cinta dari orang yang baru kau kenal selama 27 jam, itu sangat gila!'

Yunho mengumpat dirinya sendiri karena bertindak konyol hari itu yang menyebabkan ia tak mampu bertemu dengan Jaejoongnya. Ia memutuskan untuk pergi dari café, mungkin ini pertanda bahwa ia harus melanjutkan hidupnya tanpa didampingi oleh Jaejoong.

"Ah, semoga harimu menyenangkan tuan.." kata seorang pelayan yang melihat Yunho beranjak pergi dari café.

"Tunggu" cegah Yunho pada pelayan itu, ia ingat bahwa dia adalah teman Jaejoong yang kelihatannya cukup akrab dengan Jaejoong.

"Oh ya ada apa tuan? Apa ada yang kau butuhkan?"

"Mana Jaejoong?"

"Jaejoong Hyung tidak masuk hari ini, Hyungie bilang dia sedikit tak enak badan, ada apa?"

"Bolehkah.. Mmhh.. Aku boleh.."

"Hhaaaaa, kau ini mempesona tetapi malu-malu yah! Aku sedikit kecewa, bicarlah.."

"Boleh tidak aku mendapatkan alamat tempat tinggalnya"

"Untuk apa?"

"Aku ada sedikit urusan dengannya.."

"Ohh baiklah tunggu sebentar akan ku tuliskan, aku ambil sticky note dulu.."

Oh, Junsu ini sangat polos ya! Bagaimana bisa kau memberi alamat pada sembarang orang, kau bahkan tak tau siapa dia, tck, sudahlah biarkan saja, lagi pula yang Yunho inginkan hanya bertemu dengan Jaejoong dan minta maaf.

"Ini, rumahnya sedikit membingungkan karena kau harus masuk gang dua kali, dan sedikit naik ke atas.."

"Junsu-ssi, bagaimana kalau kau temani aku saja.."

"Eh? Mana bisa aku harus kembali bekerja, kalau kau bingung hubungi saja aku sudah mencatat nomor ponselnya"

"Hhhh, baiklah gomawo Junsu-ssi nan jeongmal gomawo, annyeong.."

Secepat kilat Yunho langsung berlari menuju alamat yang ada di tangannya sedikit kewalahan juga karena ia pergi membawa bingkisan cokelat yang ia beli kemarin saat menyatakan cinta pada Jaejoong, saat sedang berjalan menyusuri gang yang ada, ia menangkap sesosok yang ia cari, yap itu Jaejoong, ia pasti habis dari minimarket, terbukti dari bungkusan yang ia bawa. Ingin sekali Yunho menghampirinya tapi rasa malunya mengalahkannya, ia hanya mempu mengikuti Jaejoong sampai pada sebuah rumah yang cukup besar, dengan halaman yang juga luas, astaga rumah siapa ini? Ini terlalu besar untuk ukuran seorang namja seperti Jaejoong, atau mungkin ini rumah orang tuanya? Bagaimana mungkin ia bekerja sementara orang tuanya cukup kaya. Ah sudahlah Tuan Jung kau ini banyak tanya sudah sana masuk dan minta maaf! (Yunppa: anak durhaka!)

Yunho akhirnya memutuskan untuk memencet bel rumah itu.

DING DONG

Tak ada tanda tanda akan terbukanya pintu.

DING DONG

Lagi

DING DONG DING DONG DING DONG

Ya sifat kurang sabaran milik tuan Jung muncul disaat ia akan minta maaf, sungguh ironis.

CEKLEK

Pintu kerajaan milik Jaejoong terbuka, dan muncullah seorang yang sangat ia rindukan.

"Jaejoong-ah, tunggu aku.." cegahnya saat Jaejoong hendak menutup pintu pagar itu, bukan, bukan marah atau benci, Jaejoong malah merasa bersalah karena menolak pernyataan Yunho di hadapan semua pengunjung, walau tidak secara langsung, ia tetap merasa bersalah.

"Sajangnim.."

"Mianhaeseo Jaejoong-ah, aku.. aku benar-benar minta maaf padamu, aku benar-benar merasa bersalah.."

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, ia malah makin merasa bersalah melihat atasannya memohon begitu.

"Sajangnim, ayo bangun, kau tak perlu merasa bersalah, seharusnya akulah yang minta maaf.."

"Jaejoong-ah terimalah ini sebagai tanda memaafku.."

"Sajangnim.. Hhhhh, baiklah aku memaafkanmu, tapi kau harus memaafkan aku juga..."

"Benarkah? Kau benar-benar memaafkanku?"

"Tentu saja.."

Baru saja bermaafan, Yunho langsung menyambar tubuh Jaejoong memeluknya erat sekali tak ingin kehilangannya lagi, wangi yang sangat menenangkan, wanginya seperti bayi, lembut dan sangat menenangkan.

"S-sajangnim.."

Suara Jaejoong menarik Yunho dari kekagumannya akan wangi tubuh Jaejoong

"Jaejoong-ah mian, aku rasa aku terlalj bahagia ah ya tolong, panggil aku Yunho saja, kau bekerja pada eommaku bukan padaku, jadi panggil aku dengan nama saja ok?"

"T-tapi sajangnimkan.."

"Yunho, aku ingin kau panggil aku begitu.."

Senyum itu lagi, senyuman Yunho benar-benar merupakan sebuah dosa! Jaejoong akui itu, ia sangat terpesona akan senyuman Yunho.

"Sa.. Ehm, maksudku Yunho-ah, masuklah dulu, aku rasa Hujan akan segera turun, aku harus mengambil jemuran, kau masuklah aku.."

"Biar ku bantu, ayo, tunjukkan dimana kau menjemurnya.."

"Ah, tidak tidak usah nanti kau repot Yunho-ah.."

"Kajja.."

Jadilah dua sejoli ini berada di halaman belakang, pakaian yang Jaejoong jemur lumayan banyak hari ini, bagaimana tidak, ia lupa untuk mencuci bajunya yang sudah menjadi gunung.

SSSSSAAAAHHHHH

Hujan turun begitu saja dan sangat deras, Yunho dan Jaejoong berlari masuk ke dalam rumah, baju yang Jaejoong kenakan benar benar basah, dan ya ehm, sedikit mengekspos tubuh indahnya, kemeja putih yang ia kenakan benar benar memperlihatkan tubuh indahnya.

GLUP

Dan itu benar-benar menggoda seorang Jung Yunho, yang hanya berdiri di ambang pintu.

"Ah mianhae Yunho-ah karena aku kau jadi basah begitu, bersihkanlah dirimu oh ya di kamar itu sepertinya ada baju seukuranmu, kau bisa memakainya.." kata Jaejoong berlalu pergi dari hadapan Yunho yang hanya terdiam mengaggumi tubuh Jaejoong, dan pada akhirnya ia tersadar juga, Yunho pergi ke kamar yang di tunjuk oleh Jaejoong, ia masuk ke dalam kamar itu, lalu ia pergi untuk membersihkan diri, selesai membersihkan tubuhnya Yunho berjalan menuju sebuah lemari yang cukup besar, ia membuka lemari itu, ia cukup tercengang melihat isi dari lemari itu, didalamnya ada banyak baju, tak hanya baju pria tapi ada juga gaun dan baju wanita.

"Baju siapa ini?" kata Yunho yang heran akan baju-baju ini, ini benar-benar ukuran wanita dewasa. Apa ini milik kekasih Jaejoong? Ah ya Jaejoong seorang straight, pasti ini milik kekasihnya! Dengan asal Yunho mengambil kaos putih yang sudah ia genggam dan langsung mengenakannya, Yunho berjalan keluar dan melihat Jaejoong duduk dan meminum segelas susu cokelat hangat, dan setoples Valrhona yang Yunho belikan untuk Jaejoong, seulas senyum tipis terukir di wajah tampan milik Yunho.

"Yunho-ah gomawo untuk cokelatnya, 3 tahun bekerja disana aku belum bisa membeli ini, hehe.."

"Ah aku senang kalau kau suka, habiskanlah kalau kau menyukainya.."

"Aku suka sekali ini, sekali lagi gomawo Yunho-ah.."

"Ne.. Cheonmanaeyo.."

Saking gemasnya Yunho dengan namja di depannya ia mengacak rambut Jaejoong lembut, ia benar benar ingin memakan Jaejoong sekarang, Jaejoong lebih menggoda ternyata dari pada cokelat mahal yang Yunho beli.

"Aa! Apa yang kau lakukan? Rambutkh jadi berantakan!"

"Rambutmu belum kau tata!"

"Tetap sajaa!"

"Oh ya, Kau tinggal sendiri?"

"Geez, Seperti yang kau lihat"

"Hmmm, kalau aku boleh tahu, baju siapa ini?" kata Yunho menunjuk baju yang ia kenakan.

"Ahh itu, itu baju milik Appaku.."

"Hah? Kau yakin, ini sangat pas di tubuhku, berapa usia Appamu?"

"Tiga puluh sembilan.."

"Ohh.. Tiga puluh sembil..HEEE?!"

"Aissh, kau tak perlu berteriak.."

"bagaimana bisa? Jangan jangan.."

"Apa?! Jangan berpikiran aneh begitu! Daddyku menikah saat usianya masih muda, 16 tahun, ibuku melahirkanku 5 tahun setelah kakaku.."

"Tunggu, berapa usiamu?"

"Bulan kemarin aku baru selesai meniup lilin angka 20.."

"HAAHHH?" kesal karena Yunho terus berteriak padanya, Jaejoong menyumpal mulut Yunho dengan cokelat Valrhona ditangannya.

"Kau ini! Berisik sekali!"

"Miamhe" (Mianhae)

"Dan kau, berapa usiamu?"

"Du-duapuluh.."

"Wah, ternyata kita seumuran.."

"Tujuh.."

"HEEEEEEEE?" kini giliran Yunho yang menyumpal mulut Jaejoong dengan Valrhona.

"Kau tak perlu terkejut, dan jangan menertawaiku!"

"Bwahahaha, aku terkejut sekali, kau memiliki wajah yang awet muda!"

KRIIING KRIIIING

"Ah maaf ada telpon masuk.."

Yunho beranjak dari sofa milik Jaejoong, setelah ia selesai dengan panggilanya ia menghampiri Jaejoong, yang asyik dengan Valrhonanya.

"Jaejoong-ah, apa dah hal yang kau suka?"

"Hal yang aku suka?"

"Ya, hal yang kau suka?"

"Gajahhh!" pekik Jaejoong heboh

"Hmm, kau serius?"

"Ya tentu, aku sangat menyukai Gajah!"

"Kau yakin?"

"Heeee? Kenapa memangnyaa?"

"Baiklah, ah Jaejoong-ah maaf aku tak bisa berlama-lama disini dan ku rasa hujan sudah berhenti jadi aku bisa berjalan mengambil mobilku, oh ya ku tinggalkan bajuku disini, aku pinjam baju ini dulu sebentar, aku harus kembali ke kantor, sampai jumpa.."

"Ah, ya hati-hati Yunho-ah," Jaejoong mengantar Yunho sampai pintu depan rumahnya "dasar orang aneh, kau yakin akan memakai kaos besar dan celana tiga perempat itu ke kantor megahmu? Namja aneh.." gumam Jaejoong setelah Yunho pergi

Setelah perbincangan yang cukup tak jelas itu akhirnya Yunho pergi meninggalkan Jaejoong, dan kembali ke kantornya, dan Jaejoong kembali ke Valrhona lezat miliknya, masih ada 2 toples lagi, ia sempat berfikir bahwa Yunho pasti belum merasakan betapa lezatnya Valrhona ini sehingga ia malah memberikannya pada Jaejoong, tapi apa pedulinya, yang penting ia punya cemilan untuk dimakan.

·

·

·

·

·

Hari ini adalah hari minggu, sebagian orang ada yang masih bergelung di bawah selimutnya, dan sebagian lagi ada yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.

Salah satu yang masih bergelung di dalam selimutnya adalah Jaejoong, namja cantik ini terlalu malas untuk bangun, lagi pula ini hari minggu, ia tak memiliki shift sampai nanti sore, jadi ia bisa sedikit bermalas-malasan hari ini, namun naas, ada suara yang sangat kencang dan begitu familiar berasal dari halaman belakangnya.

HUUUWRRRRR

Kencang sekali, mimpi apa Jaejoong sampai bisa mendengar suara itu, wah rasanya seperti di hutan, ya begitulah celoteh Jaejoong

HWUUUURRRR

Lagi lagi suara itu terdengar, baiklah kali ini ia rasa mimpi ini sangat mengganggu, ia mencoba untuk bangun dan perlahan manik hitam Jaejoong terlihat.

"Hyuh, suara itu hilang.."

DING DONG DING DONG DING DONG

Ada yang bertamu pagi ini, tumben sekali, sangat tak mungkin kalau Hako-chan gadis kecil itu tetangga Jaejoong itu datang hari ini, Hakoru Megumi memang senang datang ke rumah Jaejoong, karena pasti ia akan memasak sesuatu untuk gadis manis itu, cita-cita Hako adalah menjadi istri Jaejoong, maka dari itu ia sering datang dan minta diajari masak supaya bisa menjadi istri yang baik! Ah ya kita malah membahasa Hako! Hako tak mungkin datang kalaupun ia datang pasti akan memberitahu Jaejoong dulu untuk itu.

"Tck, aku datang.." kata Jaejoong yang merasa sang tamu sangat tak sabaran sekali, terbukti sang tamu memencet bel dengan sangat tak sabar.

CKLEK

Walaaa, namja cantik ini terkejut akan pemandangan yang ia dapat, sebuah kandang besar berisikan binatang besar kesukaannya, namun kali ini yang ada didalam kandang itu seekor bayi, ya bayi Gajah! Astaga siapa yang mengirimkannya pada Jaejoong, pantas saja, ia mendengar suara itu di mimpinya, oh bukan, itu bukan mimpi! Itu nyata dan lagi Gajah itu meniupkan trompetnya.

HWUUUUUURRRRR

Ia baru kali ini geram akan binatang kesukaanya ini, ingin rasanya membunuh siapapun yang mengirimkan ini padanya, oh ayolah bagaimana bisa seekor Gajah masuk halaman belakangnya! Butuh satu helikopter untuk itu!

"Selamat siang nona, ini kiriman dari YHJ Incorporation, Baby Black Elephant Afrika, silahkan tanda tangan di sini, dan kami akan serahkan sertifikatnya pada anda"

"Tu-tunggu! Apa maksudmu! Apa-apaan ini? Kau gila atau apa? Kapan aku memesan Gajah? Untuk apa? Bawa Gajah ini pergi! Mana mungkin aku merawatnya, walaupun ia binatang kesukaanku, bukan berarti aku mau memeliharanya!"

"T-tapi nona ini dari.."

"Dan lagi! Aku ini namja bukan yeoja, kau tidak lihat hah?

"A-ah ya t-tuan.."

"Siapa yang mengirim ini? Apa Daddy yang mengirimkannya? Mana mungkin! Daddy bukan peneliti mamalia ia peneliti serangga, kalaupun ia mau memberi aku peliharaan itu pasti Monster Laba-laba Hiitam Amazon! Bukan Gajah"

"Ini kiriman dari YHJ Inc. No-eh tuan.."

"Arghh! Siapa yang memesan ini? Memangnya legal membeli sebuah binatang yang dilindungi? Dia pasti gila, ahh lihat dia sudah merusak tanaman-tanamanku! Bawa Gajah lucu ini pergiiiii!"

"Ta-tapi nona, eh maksudku tuan, helikopter kami sudah pergi, butuh 2 jam untuk kemari, karena ia baru mendarat.."

"Lihat wajahku! Apa aku peduli dengan perkataanmu! Tentu tidak, beritahu aku siapa yang mengirim ini padaku! Oh Tuhan aku bisa mati berdiri sekarang juga!"

"Saya tak tahu tuan, pada surat ini hanya ada atas nama YHJ Incorporation.."

"Kau! Mana pawang Gajah itu?!"

"Aku-aku pawangnya tuan."

"Tunggui dia, dan bilang padanya jangan makan bunga lily putihku!"

Geram,kesal,dongkol, itu yang Jaejoong rasakan sekarang, bagaimana tidak? Ia baru saja bangun dari bunga tidurnya dan langsung mendapatkan sebuah kejutan besar, meski binatang terbesar di dunia itu masih bayi, tapi Jaejoong tau ia akan tumbuh menjadi sangat besar, meski ia sangat menyukai Gajah, namun yang ia maksud bukan binatangnya tapi lebih seperti aksesoris atau apapun itu, yang jelas bukan untuk memeliharanya!

Jaejoong harus menemukan siapa pengirim Gajah imut ini, ia tak mungkin merawatnya, bisa habis gaji Jaejoong hanya untuk jatah makan sehari si Gajah.

Dengan sigap Jaejoong mengambil iPhone 4S berwarna putih itu dari meja dan mulai menyentuh layar itu mengetikan suatu kata di kolom mesin pencari terbesar di dunia, yap Google, ternyata Jaejoong sedang mencari YHJ Inc. di Wikipedia dan menemukan hal sebagai berikut

Name : YHJ Incorporation

Type : Public

Produk :

Realestate

Property

Food and Drink

Fashion and Industri

(For JHY Inc. Subsidiaries)

Internet

Computer software

Telecoms equipment

Founded : South Korea,Seoul. ( August 8, 1998)

Key People : Yunho Jung,Ilwoo Jung

Kantor pusat YHJ Inc., South Korea,Seoul

Area Served : Worldwide

Subsidiary : JL Inc.

Website : .com

"Yunho Jung? Ohh maksudmu Jung Yunho, jadi namja aneh itu yang mengirimkan Gajah besar di luar sana? Dia gila! Dia benar-benar gila! ia memang kaya sangat kaya tapi ini berlebihan, aarrghh bodohnya aku yang tanpa berfikir, langsung memilih Gajah! Dan lagi wikipedia tidak memberi nomor kantor namja aneh itu! Aaahhhh! Daddy aku benar-benar lebih memilih Monster Laba-laba Hitam Amazonmu dari pada Gajah itu! Aku tinggal melempar Jung Yunho pada kandang Laba-laba itu sebagai makanannya! Hueeeee Daddy!"

Baru saja ia memaafkan Yunho kemarin, namja itu malah berulah lagi pada Jaejoong, Jaejoong berlari ke halaman belakang dimana ada si pawang dan Gajah sedang bermain, ingin sekali memang Jaejoong memiliki Gajah itu akan tetapi ia yakin pasti bahwa kantongnya tak cukup untuk satu suap makanan Gajah itu.

"Oiiii!" panggil Jaejoong pada pawang itu. "Kau! Jaga Gajah itu aku harus pergi sebentar ke tempat ini!"

"Ba-baik, no-ehh tu-tuan.."

Secepat kilat Jaejoong pergi melesat ke kantor Yunho, setelah membaca Wikipedia, Jaejoong yakin kantor itu tak akan sulit di dapatkan jika memang berada di tengah kota, Jaejoong menyambar scooter coklat miliknya menuju kantor terbesar se-Asia itu, 45 menit kemudia ia sudah sampai di tengah perempatan kota Seoul, ada 4 tower di depan matanya, astaga apa yang mana kantor Yunho!

"Ah, kenapa ada banyak sih? Tck, mungkin di sebelah sana!" Jaejoong mulai menstater Scooternya dan memarkirkannya di depan tower pertama.

"Habis kau Jung Yunho!" desisnya, sambil berjalan masuk ke dalam kantor nan megah itu.

Jaejoong menghela nafasnya, ia tak boleh emosi seperti ini, bisa bisa ia di usir karena bertindak anarkis.

"Apa bisa aku bertemu dengan Jung Sajangnim?"

"Tuan Jung? Ah maaf nona, siapa yang anda maksud?"

"Tck! Atasan anehmu! Jung Yunho!"

"Ju-Jung Yunho? Ah maaf nona, sepertinya anda salah tempat, ini JL Inc. Bukan YHJ Inc. arsitekturnya memang telihat sama, tapi ini JL Inc. Anak Perusahaan YHJ..bla...bla..bla" Oh crap, You got Jaejoong pisses off by that explaination man!

"Baik, baikk, aku sudah cukup mendengarnya, lalu dimana kantornya?!"

"Di depan nona.." kata receptionist itu, Jaejoong sudah benar-benar muak! Ayolah apa ia harus bertelanjang agar semua melihat bahwa ia ini adalah Namja!

"Kau tahu nona! Aku ini NAMJA! NAMJA! Jadi jangan panggil aku nona nona lagi! You really pissed me off!"

"Eh.."

Jaejoong pergi meninggalkan tower JL Inc. dan langsung memarkirkan scooternya di depan tower besar yang ada di depannya, Jung Yunho benar-benar kaya!, celetuk Jaejoong sambil berjalan masuk ke kantor itu.

"Nona, maaf anda tidak bisa masuk, tolong daftar disini terlebih dahulu.."

"Tck, sudahlah! Pertemukan saja aku dengan sang mulia!"

"Sang.. Mulia?"

"Jung Yunho!"

"Apa anda sudah membuat janji?"

"Tentu saja aku sudah membuat janji makanya aku datang kemari!"

"Ohh tunggu sebentar aku akan hubungi sekertaris Jung Sajangnim.."

"Nona, aku harus bertemu tuan Jung, aku petugas dari layanan pengiriman.." jedanya "binatang illegal" bisiknya tak terdengar oleh sang receptionist

"Ah aku hanya perlu minta tanda tanganya saja di kertas ini.."

"Oh baiklah saya akan menandatanganinya.."

"Ah ini paket pribadi jadi harus tuan itu yang menandatanganinya.."

"Maaf nona, tuan Jung sedang ada meeting dengan para pemegang saham, ia tak akan bisa di jumpai sampai jam 5 sore nanti nona.."

"Tolonglah! Ku mohon! Aku harus bertemu dengannya, ini menyangkut kelangsungan kehidupan Gajah Afrika! Kau mau mereka punah karena aku tak bisa bertemu dengan yang mulia Jung Yunho?"

"No-nona.."

"Huwaaaaaa..."

"Nona tenangkan dirimu.. nona, tenanglah.."

"Ku mohon, berikan saja aku nomor ponsel pribadinya, ku mohon.."

"Ah maaf nona, kami tak bisa sembarang memberikannya pada orang lain.."

"Haaaaaaa.."

"Sekertaris Park!" panggil Yeoja itu pada seorang namja berpipi chubby itu.

"Ada apa Tifanny-ssi.."

"Nona ini memaksa untuk bertemu dengan Jung Sajangnim, ia menangis aku tak tahu harus apa? Mungkin kau bisa mempertemukan mereka.."

Yoochun memperhatikan sosok itu dengan seksama, ia seperti mengenal sosok di hadapannya yang sedang berjongkok dan menghadapkan wajahnya ke bawah.

"Jaejoong-ah?"

"Huh? Heeee? Yoochun-ah?Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku memang bekerja disini.. dan kau sendiri apa yang kau lakukan disini?"

"Aku..hiks..hiks..ingin bertemu Yunho.."

"Ah maaf Jaejoong-ah kau tak bisa bertemu dengannya sekarang, ia masih sibuk.."

"Yoochun-aaaaaaahhhh... Bantu aku! Namja aneh itu mengirimkanku seekor bayi Gajah! Kau tahukan aku ini miskin mana bisa merawat Gajah itu!"

"Jaejoong-ah maafkan aku... tapi aku tak bisa seenaknya merubah jadwalnya.."

Hari itu juga Jaejoong menangis meraung-raung pada Yoochun, bahkan saat di perjalanan pulang dengan scooternya Jaejoong tetap menangis, bagaimana ia bisa tidur malam ini dengan suara Gajah yang sangat bising di tengah malam mencari susu.

HWUUUUURRRR

"Aaaaaaaaaaaaaaa... Huweeeeeee aku ingin tidur, hiks...hiks...hiks.."

Ya malam itu juga Jaejoong tak mampu memejamkan matanya sedikitpun, karena suara Gajah itu, walau tubuh gajah itu kecil suaranya memang tak bisa di remehkan! Tck! poor Jaejoong.

"Hiks...Hiks..."

·

·

·

·

·

To Be Continued

Terimakasih untuk yang sudah me-review, aku rasa chap ini sangat GJ ._.v maafkan aku yah kawan-kawan aku hanya pemula yang ingin menyalurkan sesuatu yg ada di otak ku, maaf T_T maaf juga di Chap awal bener-bener miss wordnya banyak banget, kalau ada yang tau gimana cara benerinya, pm aja yaaa..

Well, terimakasih sekali lagi kawan-kawan, jangan lupa di review, satu kata saja sudah cukup bagiku, kritik dan saran apa lagi!

Terimakasih dan sampai jumpa di chap di depan yaaaa^^

Bandung 10 Juni 2015

ylstmm