MY VALENTINE CHOCOLATE
By : Ylsttmm (red:yelestem)
Rate : Teen^^
Genre : Romance/Humor,
Warn : YAOI,OOC GJ,TYPOS, dan tidak sesuai EYD
Chapter 3 Cast
Kim Jaejoong (20 y.o)
Jung Yunho (27 y.o)
Kim Junsu (19 y.o)
Kim Hyun Joong as Jung Aiden (30 y.o)
Note : aku seneng banget baca review dari readers semua bikin yeles tambah semangat hehe.. Maaf kalau makin GJ T_T aku usahain deh sekarang enggak terlalu GJ, teruslah mereview yahh, satu kata akan sangat berarti bagi yeles^^ happy reading..
Bacanya pelan-pelan aja resapi ok?
·
·
·
Di Chap Sebelumnya
·
·
·
"Hiyyy, Hyung! Kau benar-benar terlihat menyeramkan!"
Jaejoong hanya mampu menoleh ke arah Junsu lalu memalingkan wajahnya tanpa menjawab pernyataan Junsu.
"Kau sakit Hyung?" Namja cantik itu menggelengkan kepalanya.
"Hyung jawab akuuuu, kau seperti mayat hidup kau tahu!"
"Suie.."
"Ne,Hyung?"
"Aku mau jus jeruk.." Lirih Jaejoong lemas lalu pergi meninggalkan Junsu.
Masih ingat dengan insiden bayi Gajah? Jaejoong benar-benar tak bisa tidur malam itu, ia sangat tersiksa selama 2 hari, sampai akhirnya...
FLASHBACK
*Phone ringing*
*Now I'm FourFiveSeconds from wildin'
And we got three more days 'til Friday
I'm just tryna make it back home by Monday, mornin'
I swear I wish somebody would tell me
Ooh thats all I want*
Pagi itu setelah tak mampu tertidur di malam hari Jaejoong yang baru tertidur selama 2 jam harus terganggu karena suara ponselnya sendiri
*Now I'm FourFiveSeconds from wildin'
And we got three more days 'til Friday
I'm just tryna make it back home by Monday, mornin'
I swear I wish somebody would tell me
Ooh thats all I want*
Lagi-lagi ponsel milik namja cantik ini tak mau berhenti bordering, membuat sang empunya menyerah padanya. *author lebay*
"Aaarghh, siall!" umpatan kecil keluar dari bibir manisnya, dengan terpaksa ia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu.
"Hmmm.." jawabnya dengan malas.
'Annyeong Jaejoong-ah?'
"Nugguseo?"
'Ah, Jung Yunho imnida.."
"Ohh Jung Yun AAAAHHH!"
'Eh? Ada apa?, oo! Jaejoong-ah bagaimana? Kau suka hadiah yang ku kirim? Apa kau sudah memberikan nama baru padanya?'
"Ha..ha..ha.. Kau harus tau betapa aku ingin melemparkanmu ke dalam kandangnya, dan melihat kau mati terinjak olehnya ha..ha..ha..ha.."
'Wah, kau terdengar menyukainya! Aku senang kalau kau suka!'
"Tidak! Aku tidak menyukainya! Kau ini terlalu cerdas atau apa? Aku tak punya cukup uang untuk merawatnya! Aku mau kau angkut dia dari halaman belakangku sekarang juga! Cepatt!"
'Eh? Oh baiklah akan ku kirim pawang dan makanannya sekarang juga tunggu sebentar'
"Grrr, Yunho-ah tak perlu repot kau hanya perlu mengembalikannya ke habitat yang seharusnya, cepat! Kalau tidak kau bisa di dakwa karena telah ikut mendukung kepunahan Gajah afrika!"
'Kenapa begitu?'
"Sudahlah angkut sajaaa!"
'Baik, baik, tunggu sebentar..
KLIK
Dengan sepihak Jaejoong mematikan sambungan telpon mereka, ia langsung berlari keluar saat mendengar bel berbunyi.
"That was fast" gumamnya
"Selamat pagi tuan, kami akan mengangkut Baisy sekarang, mohon maaf atas keributan selama proses pengangkutan Baisy.."
"Ahh, tunggu! Bolehkah aku mengucapkan kata perpisahan padanya?"
"Tentu.. Helikopter kami akan datang 10 menit lagi jadi anda bisa bermain sebentar dengan Baisy.."
Jaejoong mulai menghampiri bayi Gajah itu dan mengelus kepalanya dengan sayang, ya mau bagaimanapun juga binatang ini adalah binatang kesukaanya, Kalaupun Jaejoong merupakan orang kaya ia pasti takkan melepaskan Baisy, hanya saja ia tak mungkin memelihara Baisy, halaman rumahnya tidak seluas hutan Afrika, maka dari itu ia berfikir untuk mengembalikan Baisy.
"Baisy-ah, mianhaeseo, aku bukanya membencimu tapi aku tak bisa merawatmu, ahh,kau pasti merindukan ibumukan? Aku tau itu, maka dari itu aku tak tega memeliharamu, hmmm, suatu hari nanti kalau aku sudah menjadi orang yang sukses, aku akan mengunjungimu, otte? Dangsin? Hehehe.."
10 menit kemudian Helikopter milik YHJ Inc. itu datang dan langsung mengangkut Baisy pergi dari halaman belakang Jaejoong. Yap Baisy pergi setelah beberapa hari menginap di rumah Jaejoong.
FLASHBACK END
"Kau tau Suie, kau benar-benar menyelamatkanku! Kalau kau tak memanggilku saat itu, mungkin sekarang aku sudah terpaksa menjadi kekasih CEO Bodoh itu!"
"Ehm.. Apa maksudmu Hyung?"
"Gomawo ne Suie baby!"
"Hyung! Kenapa kau menitihkan air mata begitu?"
·
·
·
·
·
Tak terasa Matahari telah masuk ke dalam persembunyianya, itu artinya saatnya pulang ke rumah bagi Jaejoong, mengistirahatkan tubuhnya setelah sekian lama bekerja, ingin rasanya merasakan air hangat menyiram tubuhnya, dan juga nyamanya sebuah tempat tidur.
"Haaaah, aku lelah.." gumamnya, sambil berjalan menuju mesin minuman otomatis, sedarti tadi siang ia ingin sekali minum jus jeruk, ia tak bisa mewujudkan cita-cita itu karena banyak sekali pengujung yang datang hari ini.
"Aa! Jaejoong-ah!" merasa terpanggil, Jaejoong berusaha mencari sumber suara itu, suara yang baru ia kenal beberapa hari ini, dan merupakan sumber penderitaanya, ya kau tau siapa dia.
"Yunho.." lirihnya lemas
"Jaejoong-ah!" kata Yunho sambil berlari menghampiri Jaejoong, rindunya sudah tak bisa terbendung lagi.
"Sajangnim.."
"Ah, sepertinya kau memutuskan untuk memanggilku begitu Jaejoong-ah.."
Jaejoong tak menjawab, dongkol sekali rasanya bagi Jaejoong, manusia macam apa Yunho ini? Sudah membuat hidupnya menderita ia bahkan tak berusaha untuk meminta maaf.
"Ahmm, Jaejoong-ah bagaimana kalau ku antar kau pulang?"
"Huuft.. Sajangnim, hari ini aku benar-benar ingin sendiri, bisa tidak kau pulang saja "
"Eh? Wae geuraeyo Jaejoong-ah?
"Aniyeo, keunde, aku masih ada tugas kuliah jadi aku harus pergi sekarang sampai jumpa.."
Jaejoong berdalih karena ia kesal sekali melihat wajah Yunho, apa Yunho tak menyadari kesalahanya sedikitpun? Atau dia memang benar-benar terlalu cerdas? Entahlah, Jaejoong malas memikirkannya sekarang, lebih baik ia sedikit menjauh dari Yunho, kalau ia terus dekat-dekat dengan Yunho bisa-bisa ia selalu mendapatkan penderitaan.
"Jaejoong-ah..." panggil Yunho yang mencoba menyusul Jaejoong dengan sedikit berlari kecil.
"Sajangnim, anda pulang saja sudah waktunya makan malam.."
"Biarkan aku mengantarmu sampai rumah.."
"Sajangnim, aku bukanlah seorang gadis perawan yang tak bisa berjalan pulang sendiri di malam hari.."
"hmmm,apa kau marah padaku? Jaejoong-a Aku bertanya padamu apa yang kau suka hari itu, kau langsung memutuskan menyukai Gajah, maka dari itu aku langsung membelikanmu Gajah, aku kira kau akan menyu-..."
"Kau ini bodoh atau apa? Mana ada orang yang akan bahagia saat pagi-pagi sekali, di hari minggu yang seharusnya tenang dan damai, kau harus terbangun dan mendapati seekor Gajah meniupkan trompetnya dan membuat para tetangga menghinamu karena memelihara Gajah di pemukiman padat!" sambar Jaejoong memotong perkataan Yunho, well itu membuat Yunho sedikit tersulut karena di sebut bodoh oleh Jaejoong.
"Mungkin kau yang bodoh, karena memutuskan itu secara tiba-tiba, lagipula anggap saja aku sudah membawakan kebun binatang ke rumahmu.."
"Apa katamu?! Hei Yang Mulia Jung Yunho, kau ini pasti orang pintar karena sanggup membangun perusahaan sebesar itu! jadi saat seseorang berkata begitu seharusnya kau menyambungkannya dengan hal yang realistis bukan dengan hal yang bodoh begitu!"
"Tck, kau ini bodoh? Orang pintar sepertiku ini akan langsung menyambungkanya dengan 'Gajah yang benar' karena aku berfikir menggunakan logika
Logika macam apa itu? Kau ini memang bodoh! Terlalu bodoh sampai aku tak percaya kau merupakan CEO perusahaan besar macam itu, terkadang aku mulai merasa Tuhan tak adil!
Logika milikku! Dan apa hubunganya perdebatan ini dengan adil atau tidaknya Tuhan?
Dia tak adil karena membiarkan orang bodoh sepertimu memimpin perusahaan besar!
Lagi pula kau tak memberi tahu detailnya! Dasar bodoh!"
"Kau tak bertanya! Jadi kau yang bodoh!"
"Kau yang bodoh! Dasar bodoh!"
"Kau yang bodohhhh!"
"Kau!"
"Kau!"
"Tck, sudahlah.. beri tahu detailnya!"
"Apa?!"
"Gajah yang kau maksud?"
"Sesuatu yang realistis Yang Mulia Jung Yunho! Kau tau, seperti boneka,makanan,baju,peralatan masak,bedroom stuff yea somethin' like that!"
"baiklah aku mengerti…"
"Kita sudah sampai.. Sajangnim pulanglah keluargamu pasti mengkhawatirkanmu.."
"Usiaku 27 tahun, sangat lucu mereka mengkhawatirkan ku, lagipula.."
"Sudah sana,hush..hush.. aku lelah ingin beristirahat!"
"Ne,ne,ne, aku akan pulang sekarang." Kata Yunho sambil berbalik badan "Jaejoong ah.." panggil Yunho yang masih memunggungi Jaejoong.
"Apa?" kata Jaejoong menghentikan langkahnya yang hendak masuk kerumahnya, Yunho yang masih berdiri memunggungi Jaejoong membalikkan badannya dan berjalan ke arah Jaejoong dan tanpa aba-aba Yunho mengegenggam tangan Jaejoong dan menghimpitnya ke pintu gerbang dan mulai mengeleminasi jarak di antara mereka dan…
CUP
Bibir hati itu mendarat dengan sempuran di pipi putih milik Jaejoong, yuhuu, Yunho mengecup sekilas pipi putih itu dan tersenyum pada Jaejoong.
"Good night,thanks fo today, i'll see you tomorrow." Kata Yunho dengan sangat seductive dan langsung pergi meninggalkan Jaejoong yang entah marah atau tersipu wajahnya sudah memerah seperti Kepiting rebus.
"Sialan!" umpatnya sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya, pertengkarang tak jelas itu cukup menguras tenaga Jaejoong, satu hal yang ia inginkan sekarang, yaitu istirahat.
·
·
·
·
·
DING DONG
"Aku datang.."
Jaejoong melangkahkan kakinya untuk membuka pintu depan dan melihat siapa yang datang pagi ini.
CKLEK
Kiriman untuk anda tuan..
Eh? Tapi aku tak memesan apapun..
Oh ini paket dari tuan Jung Yunho, dan alamat yang tertera adalah rumah ini, silahkan tanda tangan di sini, di sini dan di sini.
Eh tapi.. aku..
Mohon maaf Tuan kami hanya melakukan pengiriman barang jika ada kesalahan atau hal semacamnya anda bisa menghubungi costumer service kami, jadi tanda tangani saja terlebih dahulu..
tck, baiklah .
Gumappseumnida Kim Jaejoong-ssi, BAWAKAN BARANGNYA!
eh? Bawakan barang? Barang apa?
Dengan sigap sekitar 5 pekerja pengangkut barang itu mengangkut sebuah lemari besar berbentuk Gajah lucu, juga sebuah tempat tidur besar yang berbentuk sama, dan juga sebuah lemari dapur berwarna biru dan bercorak Gajah kecil, dan sepasang peralatan masak yang juga bermotif sama, dan satu set celemek bermotif Gajah ,oh juga jangan lupa lemari besar yang awal tadi berisi aneka baju bermotif Gajah yang lucu, juga jangan lupakan keset berbentuk gajah, juga boneka Gajah yang tingginya hampir sama dengan orang dewasa,satu case iPhone berbentuk Gajah dan jangan lupakan aneka macam makanan dari brownis hingga cookies bahkan permen juga minuman yang berbentuk atau bermotif Gajah, (hyuuhh, Author cape nyebutinya) ya semua hal yang Jaejoong sebutkan tadi malam ada di dalam rumahnya sekarang, dan yap rumahnya bagaikan gudang sekarang, sempit sekali, rumah Jaejoong tidaklah besar, yang besar itu adalah halaman depan dan belakangnya jadi jangan salahkan siapapun jika ia tak sanggup menaruh semua barang ini.
Oh Tuhan, bunuh aku! lirih Jaejoong lemas melihat keadaan rumahnya yang begitu sempit itu.
Kami sudah mengangkut semuanya Tuan, kami permisi..
hei,hei tunggu! Angkut kembali barang ini! teriak Jaejoong yang memanggil para pengirim barang itu yang telah pergi dari rumah Jaejoong.
SIALAN! MATI KAU JUNG YUNHO!
·
·
Dengan secepat kilat Jaejoong menyambar helmnya dan langsung menstater scooter coklat miliknya, yap ini kedua kalinya ia benar-benar harus ke kantor Yunho, untunglah ia sudah menghubunginya tadi jadi kecil kemungkinan ia akan di usir seperti insiden Gajah kemarin.
Sesampainya disana Jaejoong langsung masuk tanpa menghiraukan si receptionist cantik yang memanggil-manggilnya, saat ia akan berjalan ke arah lift untunglah ia langsung bertemu dengan Yunho. Tanpa aba-aba Jaejoong langsung menarik kerah kemeja milik Yunho dan menyeretnya ke taman belakang.
"Jaejoong-ah apa yang, hey.. lepaskan aku..
Akan ku lepaskan kalau aku sudah melihatmu benar-benar mati!
Haaaa? Apa yang kau maksud hey, lepaskan akuu!
Sikeureo!
Sesampainya di taman Jaejoong melempar tubuh Yunho cukup keras ke sebuah pohon di tengah taman tersebut, menghimpit tubuh Yunho dan langsung mendeathglarenya.
Neo! "
Mwo?
BERHENTILAH MENGRIMIKU SESUATU! Kau harus mengeluarkan semuanya, bodoh! Rumahku jadi sempit karena barang-barang yang kau kirimkan! Sudahlah jangan kirimkan aku apapun lagi!
Wae? Kalau itu masalahmu aku akan mengirmkanmu Interior designer yang handal untuk mengatur itu semua, bagaimana?
Grrr, masalahnya bukan itu! Masalahnya adalah barang-barang itu tak ada gunanya aku..
Apa maksudmu dengan barang itu tak berguna? Sudah jelas semua itu barang yang berguna.. kau mulai lagi dengan otak bodohmu itu Jaejoong-ah..
argh bukan begitu aku sudah memiliknya, lemari dan yang lain aku sudah punya itu semua..
tapi kau belum punya yang bermotif dan berbentuk Gajah Jaejoong-ah hitung saja itu sebagai koleski..
grrr, memang percuma berbicara padamu ! sudahlah jangan kau kirim hal-hal aneh seperti itu, aku tak butuh..!"
lalu apa yang kau butuhkan? Kau bilang hal yang realistis dan Gajah..
"Grrrr! sesuatu yang belum aku punya! Sudahlah aku mau pulang, akan ku bakar semua barang itu!
Andawe Jaejoong-ah..
Sikkeureo!
Kesal,geram,dongkol itu yang di rasakan Jaejoong, sekarang ia ragu bahwa Yunho yang memimpin perusahaan ini, ia tak yakin otak bodoh Yunho mampu berjalan lancar memimpin perusahaan ini kalau hal semacam itu saja ia tak mampu berfikir minimalis.
Sial! Dasar bodoh tck, aku jual saja barang itu ke tetangga, sialan kau Jung Yun
BRUAGH
Sebuah tubuh besar menabrak Jaejoong begitu saja, cukup untuk mendorongnya hingga terjatuh di lantai dengan sedikit tak elit, tubuh mungil itu tersungkur di lantai.
uwahh..
Kau baik-baik saja? kata pria itu, suaranya lembut sekali.
shh,aku terluka kau harus membayar ganti rugi 1 juta won untukku! Tck, aku baik-baik saja..
haha, kau lucu sekali nona..
AKU NAMJA! Geezz.. sudahlah kau menghalangi jalanku..
haha, Jung Aiden-iminida..
Kim Jaejoong..
Mianhaeseo Jaejoong-ssi, kalau aku boleh tahu apa yang kau lakukan disini? Kau karyawan baru, aku baru melihatmu disini"
"Tidak,tidak aku bukan karyawan baru, aku kemari ada urusan dengan Jung Yunho, dia memberiku sesuatu yang aneh jadi aku memintanya untuk mengambilnya kembali..
"Hmm begitu, memangnya kau sudah mengenalnya berapa lama?"
"5 Hari.."
"Pfft 5 hari? Dan ia langsung menyukaimu begitu?"
Tak mungkin, dia terlalu bodoh untuk kriteria pendamping hidup!..
Dia menyukaimu Jaejoong-ah.. seseorang pasti akan berusaha memberikan apapun yang kekasih hatinya inginkan, iyakan?
Tck, tidak,tidak, dia itu hanya bingung dengan dirinya, makanya dia begitu, aku yakin dia akan berhenti setelah sadar kalau aku ini namja
Kau mau bukti?"
Bukti? Bukti apa?
" Ah baiklah kalau begitu kita lihat, kalau Yunho melakukan sesuatu padaku saat aku melakukannya, itu artinya ia menyukaimu.."
hee? apa maksudnya it.. perkataan Jaejoong terputus saat mendengar suara bass milik seseorang namja yang baru saja beradu mulut dengannya.
"Jung Aiden, apa yang kau lakukan di sini? ya itu Yunho
Air wajah Yunho berubah menjadi datar tanpa ekspresi, dingin namun memancarkan sekelebat dendam pada namja yang ia sebut Jung Aiden itu, Jaejoong yang notabene masih berdiri pada posisinya sedikit terkejut melihat Yang Mulai Jung Yunho yang ia ketahu memiliki sifat aneh dan selalu tersenyum itu mampu memancarkan rasa dendamnya hanya dari pancaran sinar matanya.
Ahh sebaiknya aku permisi, Sajangnim aku permisi..
SRRAAHH
uwaaa.. sebuah tangan besar yang dingin menarik pinggang Jaejoong kesamping tubuh besar itu, ya tubuh Aiden.
Lets, see what happen if I do this, lets prove it Jaejoong-ssi" kata Aiden sangat seductive, dan sedikit berbisik di telinga Jaejoong, yang membuatnya bergidik ngeri.
CUP
Bibir tebal nan seksi milik Aiden mendarat tepat di bibir cherry milik Jejoong, Yunho sangat terkejut melihat pemandangan yang ada di depanya,manik musangnya membesar melihat hal itu, apa maksud kaka tirinya tersebut? Kaka tiri? Ya Jung Aiden seorang Sutradara terkenal ini merupakan kaka tiri dari Yang Mulia Jung Yunho, Anak dari istri pertama Tuan Jung Il Woo, ia memang selalu merebut apa yang Yunho miliki. Percerain antara Nyonya Kim dan Tuan Jung berawal dari perselingkuhan Nyonya Kim dengan seorang produser Jepang, karena merasa terhianati ia menggugat cerai Nyonya Kim, hak asuh atas Aiden jatuh ke tangan Tuan Jung, setelah perceraian itu Aiden hanya tinggal sampai usianya 18 tahun dan langsung keluar dari rumah Tuan Jung dan menjadi sutradara. Bahkan setelah berpisah dari suaminya Nyonya Kim Jihyo masih selalu menggoda Tuan Jung, yang notabene sudah memiliki Nyonya Han Tae Hee sebagai pengganti Nyonya Jung yang baru. Ah kembali ke realita, setelah melihat apa yang terjadi di hadapannya Yunho langsung melayangkan pukulannya tepat pada perut milik Aiden, Aiden hanya mampu tersungkur sambil meringis kesakitan, kau tak boleh meremehkan Yang Mulia ini ia adalah athlete Karate, pukulan macam itu cukup untuk mengocok perutmu kawan.
Sajangnim! Apa yang kau lakukan! kata Jaejoong menghampiri Aiden, ia emosi dengan apa yang Yunho lakukan, Jaejoong sedikit memarahi Yunho karena melihat Aiden tersungkur kesakitan seperti itu, Yunho yang juga ikut emosi langsung menyambar tangan Jaejoong dan pergi meninggalkan Aiden yang masih tersungkur di lantai.
Ack! Lepaskan Sajangnim, sakit! Lepaskan aku! apa yang kau lakukan heii! Ack, sakit!
Begitulah keluh kesah Jaejoong selama berada di perjalan menuju ke parkiran, bagaimana tidak sakit, Yunho mencengkram tangan Jaejoong hingga buku jarinya memutih kekuningan. Kesal hati Yunho melihat apa yang baru saja terjadi,Jaejoong adalah milik Yunho, tak ada yang boleh menyentuhnya seujung jaripun siapapun itu, Karena Kim Jaejoong mutlak milik Jung Yunho titik! Ya begitulah klaim sepihak oleh Yunho.
Ack Sajangnim lepas! Hiks.. appoyo.. lirih Jaejoong.
Apa itu? Apa Jaejoong menangis? Apa aku membuatnya menangis? batin Yunho, ia menggelengkan kepalanya pelan berusaha melawan keegoisannya namun saying Yunho yang tingkat keegoisannya tinggi itu tak melepaskan Jaejoong sedikitpun dan langsung melemparkanya masuk ke dalam mobil sport milik Yunho, Jaejoong sangat terlihat ketakutan, baru kali ini ia melihat Sang Mulia yang Bodoh dan Periang itu bersikap kasar.
"Mau apa kau? kata Jaejoong sedikit ketakutan kentara sekali melihat matanya yang berair.
BRUGH
Dengan Reflex Yunho memeluk Jaejoong begitu saja, seemosi apapun ia tak akan bisa mengasari pujaan hatinya iya kan? Yang mampu ia lakukan adalah mengunci Jaejoong sekarang juga
Ku mohon Jaejoong-ah jangan jatuh cinta padanya, kau milikku, kau hanya milikku, kau tak boleh melihat siapapun Jaejoong-ah..
Grrr..
PLETAK
MEMANGNYA SIAPA YANG KAU BILANG MILIKMU HAH?!
Appo! Jaejoong-ah ..
Memangnya aku ini kekasihmu apa? Sehingga aku tak boleh melirik yang lain, kau ini memang benar-benar bodoh! Oh aku tau, kau pasti belum tau ya kalau aku ini Namja makanya kau terus mengincarku, asal kau tahu aku ini namja jadi..
aku tau..aku tau kau namja, dan aku tak peduli." kata Yunho sambil menghela nafasnya panjang untuk mengurangi rasa kesalnya, dan lalu ia melanjutkan perkataanya "oh ya apa yang Hyungku katakan padamu sehingga ia mampu menciumu?
eh? mendengar Yunho bertanya dan mengungkapkan itu hati Jaejoong berdetak kencang sekali, wajahnya juga menjadi sedikit merah karenanya, seperti pelaku perselingkuhan yang tertangkap basah. Oh tidak-tidak, ia tidak memiliki hubungan apapun jadi tak masalahkan mau berciuman dengan siapaun, eh? Tapi, kenapa terkesan seperti namja murahan ya?
"Jawab aku.." Tanya Yunho dingin dan menusuk tepat pada sasaran
T-tidak! dia tidak bilang apapun he..he..he.. aa! Sajangnim aku masih harus pergi ke kampus ah ya scooterku masih aku parkirkan di depan he..he..he.. aku harus pergi Sajangnim..
CKLIK
Belum merasa mendapatkan jawaban yang diinginkan Yunho mengunci mobilnya otomatis.
Apa yang dia bilang padamu?!" Tanya Yunho lagi sedikit menuntut dan ya memaksa Jaejoong untuk menjawabnya.
Aku bilang tidak ada, sudahlah aku mau pergi, scooterku masih disana, buka pintunya!
tck, baiklah ini hanya karena kau harus ke kampusmu..
Aku permisi Sajangnim, Annyeong.. dengan kecepatan super Jaejoong langsung keluar dari mobil mewah itu, berusaha menghindari Yunho.
"Jaejoong-ah aku akan ke rumahmu malam ini.. teriaknya dari dalam mobil mewah itu
Tck, mau apa dia datang? Biar sajalah aku tak peduli. Batin Jaejoong, Sang namja cantik langsung pergi dari kantor terbesar se-Asia itu, ia kan menjual semua barang yang Yunho berikan, namun ia akan memilih beberapa barang untuknya sendiri, mungkin ia hanya akan menjual barang yang besar saja, ya terkecuali boneka besar yang lucu itu, mungkin ia akan menyimpanya, dan juga aneka baju itu, ah peralatan dapur itu juga bagus, sudah saatnya ia mengganti dengan yang baru, dan.. eh, sepertinya Jaejoong akan sedikit kebingungan memilah barang apa yang akan ia jual nanti,karena semuanya adalah Gajah dan terlihat sangat lucu Ckckckckck
·
·
·
·
·
Lagi-lagi hari terasa begitu cepat bagi Yunho, saking sibuknya ia dengan pekerjaannya ia tak sadar bahwa Matahari sudah kembali ke perawakanya menandakan bahwa tugasnya sudah selesai hari ini, ya begitupun dengan Yunho ia harus kembali ke tempat bersarangnya.
Ia sangat kesal seminggu ini, bagaimana tidak, Yunho tidak bertemu dengan Jaejoong sama sekali, saat istirahat makan siang Yunho tidak menemukan Jaejoong di Café dan Yunho juga menunggu Jaejoong di rumahnya, dan tak menemukan Jaejoong kembali ke rumahnya, ia juga sudah menggedor rumah Jaejoong namun tak ada jawaban, ia juga berusaha menghubungi Jaejoong namun hasilnya nihil. Yunho tak tau lagi harus mencari kemana. Jaejoong seakan menghilang di telan bumi, padahal ia ingin sekali bertemu dengan Jaejoong.
Dan lagi, hari ini Yunho mengunjungi rumah Jaejoong. Ia terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang, Jaejoong hendak masuk ke dalam rumahnya beserta dengan seorang pria yang terlihat berbeda umur jauh dengan Jaejoong, si pria merangkul bahu Jaejoong dan sesekali mencubit pipinya, mereka juga sesekali bercanda. Membuat Yunho terbakar api cemburu karenanya,dengan sigap ia berlari ke arah Jaejoong.
"Jaejoong-ah! teriaknya, ia kesal melihat Jaejoong yang terkesan seperti namja murahan berdekatan dengan pria itu.
Eh Sajangnim.. lirihnya lemas, ini dia kesialan yang aku hindari.. batin Jaejoong menangis.
SRRRAHH
Jangan dekati dia dasar Ahjussi mesum!
Ahjussi mesum?
"Jaejoong milikku, pergi kau!
PLETAK
aah kenapa kau memukulku Jaejoong-ah? Aku sedang berusaha melindungimu kau tahu!
Setelah lama tak bertemu bukannya sebuah pelukan yang di dapat tapi sebuah jitakan maut yang Yunho dapat dari pujaan hatinya.
"Harus kau tahu yang kau panggil Ahjussi mesum itu adalah Ayahku.. Sajangnim.. ungkap Jaejoong sambil tersenyum cerah tanpa rasa bersalah pada Yunho.
A-ayah?
Ne, Sajangnim, Aa-yah..
a-ah.. ahahaha.. Aboeji mianhaeseo ne, aku belum mengenalmu jadi aku eh.. tidak melihat keberadaan Tuan Kim di sebelah Jaejoong Yunho menghentikan perkenalannya.
wahaha, banyak kunang-kunang disini Jaejoongie! suara Tuan Kim memanggil Jaejoong terdengar agak jauh.
Sejak kapan Aboejimu ada disana Jaejoong-ah? Kata Yunho yang heran melihat Ayah Jaejoong yang sudah berada di atas pohon 3 meter dari jarak mereka berdiri.
Daddy! Jangan memanjat pohon itu, kau bisa jatuh, cepat turun..
baiklah..baiklah.."
HUP
Ayah Jaejoong sudah mendarat di tanahsekarang dan sedang berjalan menuju kea rah Yunho dan Jaejoong. Beliau memang sedikit gila dengan serangga, ya tentu saja ia adalah seorang peneliti serangga di Universitas Leiden,Jerman. Kim Hangeng 42 tahun, pernah menikah di usia 16 tahun karena ingin bertanggung jawab atas wanita yang ia sukai karena istrinya di hamili orang lain. Setelah melahirkan Takahashi Haruhiko dan Kim Jaejoong, Istrinya harus meninggal saat perjalanan pulang ke Jepang (kecelakaan pesawat). Karena sang istri merupakan orang Jepang maka mereka menamai anak mereka berbeda tidak dengan nama Korea namun mereka menamainya dengan nama ala Jepang, karena pada dasarnya Takahashi bukanlah anak Kim Hangeng, maka dari itu ia berdalih mengatakan bahwa ia ingin memiliki keluarga yang unik dengan menamai kedua anaknya dengan nama yang berbeda. Takahashi sedang berada di Hokkaido sekarang dan ia sudah menikah. Kim Hanggeng baru saja menyelesaikan penelitianya dengan timnya di hutan Kalimantan, maka dari itu ia berniat mengunjungi anaknya yaitu Jaejoong, walau sebenarnya ia ingin sekali Takahashi ikut berkumpul dengannya. Walau bukan anak kandung Kim Hangeng sangat menyangi kedua anaknya tanpa membeda-bedakannya.
Kembali ke realita, di dalam rumah Jaejoong sudah tersedia makan malam ala korea yang khas,ada satu porsi kimchi, Miyeok Guk(Soup Rumput Laut),Soe-Galbijjim(Semur Iga sapi),Ttukbaegi Gyeranjjim(telur kukus) semua sudah tersedia untuk makan malam kali ini yang diisi oleh Jaejoong dan Ayahnya, juga Yang Mulia Jung Yunho.
Siksa haseyo Yunho-ah, jangan sungkan, masakan Jaejoong adalah yang terbaik, kau harus menghabiskannya..
Ne, Aboeji, ehm maafkan kelancanganku tadi Aboeji, aku tak bermaksud begitu..
Ahaha, tak perlu dipikirkan banyak yang menganggap kami begitu, karena Jejoong terlihat seperti wanita banyak yang mengira aku Ahjussi mesum kalau kami sedang menghabiskan waktu bersama.."
Sekali lagi aku minta maaf Aboeji..
ahaha tak perlu di pikirkan, oh ya, apa kau teman barunya Jaejoong..?"
Ah ya begitu..
Aniyeo Daddy-ah, dia atasanku hehe, oh ya kau kemari ingin mengambil berkas yang kemarin yah,ayo kemari ikut aku, sepertinya ada di kamarku Kajja Sajangnim, Daddy chakkamanyeo..
Eh, Jaejoongie makan dulu baru bekerja..
Jaejoong pergi meninggalkan Ayahnya sendiri di ruang makan, sambil menarik Yunho pergi dari sana, sebenarnya ia kesal padahal sudah beberapa hari ini ia berhasil menghindari Yunho sekarang Yunho malah muncul dan bahkan mengganggu quality time Jaejoong dan sang Ayah.
Apa yang kau lakukan disini hah?
Aku sedang berkunjung, kau tidak lihat?"
Berkunjung? Pada malam hari?
Jaejoong-ah, apa ini hanya perasaanku atau kau memang sedang menghindariku?
Menghindar? Darimu?
Kau tau aku selalu menunggumu kembali ke rumah tapi aku tak pernah melihatmu pulang ke rumah, juga kau tak pernah terlihat keluar dari café Eomma, atau berada di dalam café..
Ani, aniyeo, aku tidak menghindarimu, mungkin kau datang terlambat ke rumahku dan café, iya betul..
Bohong.. Kata Yunho sambil menarik tangan Jaejoong lalu memutar posisi mereka, Jaejoong terhimpit ke dinding kayu itu, Yunho mengleminasi jarak di antara mereka, lalu..
BRAKK
Pintu rumah Jaejoong terbuka begitu saja dan disana berdiri seorang yang sangat mengenal Jaejoong, sosok itu membeku melihat apa yang Jaejoong dan Yunho lakukan.
·
·
·
·
·
To Be Continued
ylstmm
Bandung, 13 June 2015
Note : yattaaa xD akhirnya selesai, maaf yah kalau endnya geje T_T yeles tuh gak pinter bikin end, sumimasen..
Yeles seneng banget bacain review yang bikin yeles semangat^^ yeles senennggggg banget, makasih yang sudah mereview, yeles truly appreciate it, karena ini ff yeles yang pertama, yeles jadi excited sendiri yeles terus mantengin notification email yeles biar tau kalau ada yang mereview ff yeles, huhuhu emang dasar yeles lebay T_T
Sekali lagi Minna, Arigatou ne^^, see you next chap^^ Review! kalo gak yeles gigit xD bai..bai.. v^^
Bandung, 13 June 2015
