MY VALENTINE CHOCOLATE

By : Ylsttmm (red:yelestem)

Rate : Teen^^

Disclaimer : Ff ini banyak mengambil scene dari beberapa manga, jadi jika ada kesamaan tidak heran, tidak seluruhnya sama kok, hanya mengambil kejadiannya saja tidak full semua sama.

Genre : Romance/Humor,little bit Mistery di chap ini sama depan doang..

Warn : YAOI,OOC GJ,TYPOS, dan tidak sesuai EYD

Chapter 3 Cast

Kim Jaejoong (20 y.o)

Jung Yunho (27 y.o)

Kim Junsu (19 y.o)

Hakoru Nakamura (7 y.o)

Note : huhuhu T_T sumimasendeshita ternyata kutip di laptop yeles enggak bisa kebaca, yang bisa kebaca itu kutip yg di hp,jadi yeles edit lagi T_T maafkan aku yaa kawan-kawan. Oh ya, kemarin ada yg nanya, "Jaemma itu ada perasaan gak sih sama Yunppa?" duh yeles kasih tau gak yaa? Haha, enggak ah gak akan yeles kasih tau xD,oh ya makasih untuk yang sudah mereview, terimakasih sekali yaa^^

Direction :

("),(") percakapan

('),(') dalam hati

('),(") berbisik

Kenapa harus pake direction? Karena disini akan lebih banyak percakapan dari pada diksi gomen ne, dimohon menggunakan imajinasi penuh!250% ok?

Oh ya last one, Hako disini boleh kalian imagine-kan (?) sebagai siapapun, karena Hako disini adalah Karakter yang sengaja yeles bikin, so just imagine that Hako is you,me,she,or he, or other actress.

Bacanya pelan-pelan aja, resapi ok?

·

·

·

Di Chap sebelumnya

Siksa haseyo Yunho-ah, jangan sungkan, masakan Jaejoong adalah yang terbaik, kau harus menghabiskannya..

Ne, Aboeji, ehm maafkan kelancanganku tadi Aboeji, aku tak bermaksud begitu..

Ahaha, tak perlu dipikirkan banyak yang menganggap kami begitu, karena Jejoong terlihat seperti wanita banyak yang mengira aku Ahjussi mesum kalau kami sedang menghabiskan waktu bersama.."

Sekali lagi aku minta maaf Aboeji..

ahaha tak perlu di pikirkan, oh ya, apa kau teman barunya Jaejoong..?"

Ah ya begitu..

Aniyeo Daddy-ah, dia atasanku hehe, oh ya kau kemari ingin mengambil berkas yang kemarin yah,ayo kemari ikut aku, sepertinya ada di kamarku Kajja Sajangnim, Daddy chakkamanyeo..

Eh, Jaejoongie makan dulu baru bekerja..

Jaejoong pergi meninggalkan Ayahnya sendiri di ruang makan, sambil menarik Yunho pergi dari sana, sebenarnya ia kesal padahal sudah beberapa hari ini ia berhasil menghindari Yunho sekarang Yunho malah muncul dan bahkan mengganggu quality time Jaejoong dan sang Ayah.

Apa yang kau lakukan disini hah?

Aku sedang berkunjung, kau tidak lihat?"

Berkunjung? Pada malam hari?

Jaejoong-ah, apa ini hanya perasaanku atau kau memang sedang menghindariku?

Menghindar? Darimu?

Kau tau aku selalu menunggumu kembali ke rumah tapi aku tak pernah melihatmu pulang ke rumah, juga kau tak pernah terlihat keluar dari café Eomma, atau berada di dalam café..

Ani, aniyeo, aku tidak menghindarimu, mungkin kau datang terlambat ke rumahku dan café, iya betul..

Bohong.. Kata Yunho sambil menarik tangan Jaejoong lalu memutar posisi mereka, Jaejoong terhimpit ke dinding kayu itu, Yunho mengleminasi jarak di antara mereka, lalu..

BRAKK

Pintu rumah Jaejoong terbuka begitu saja dan disana berdiri seorang yang sangat mengenal Jaejoong, sosok itu membeku melihat apa yang Jaejoong dan Yunho lakukan.

·

·

·

·

·

Melihat kehadiran sosok itu Yunho melepaskan tanganya dari tangan Jaejoong, terkejut juga ia melihat sosok mungil itu mampu datang kemari pada jam makan malam dan sendiri, sosok kecil itu membeku dan langsung memberi glare gratis pada Yunho dan tanpa aba-... (Eh? Oyy hormati author! Belum selesai!"

TAP

TAP

TAP

TAP

TAP

Terdengar suara Geta dan lantai kayu itu beradu daann "TAKEREEEE!" sambar tubuh kecil itu berlari ke arah Yunho sambil menjulurkan tanganya dan..

BUGH

Tubuh Yunho terjatuh begitu menerima 'tackle' dari sosok itu, keras sekali sampai Yunho meringis kesakitan.

Hako NAKAMURA

Usia : 7 tahun

Jenis kelamin : Gadis kecil

Anak pemilik toko permen di sebrang jalan ini baru pindah ke kota Seoul setahun yang lalu, Hako, begitu ia sering di sapa berasal dari Pulau Gotō, Jepang, pulau tersebut masih sangat kental dengan daerah pedesaan, maka dari itu Hako masih terlihat seperti anak pedesaan Jepang karena ia masih memakai Geta kemanapun ia pergi. Hako anak yang periang dan sedikit unik,rambutnya berwarna coklat dan sedikit panjang maka dari itu ia mengikat sebagian rambutnya, kesan cantik terlihat sekali padanya. Oh ya cita-cita Hako adalah menjadi istri Jaejoong dan membuat Jaejoong menjadi 'pria' seutuhnya karena ia yakin bahwa suatu saat nanti Jaejoong akan menjadi pria yang tampan bukan cantik karena Dewa salah memberikan wajah pada Jaejoong, ya begitulah pikiran Hako.

"Sajangnim!" Jaejoong terkejut melihat Yunho tersungkur di lantai kayu itu, keras juga dorongan Hako.

"Hiuuff, aku biarkan dia hari ini.." kata Hako, sambil menghapus keringat di kepalanya, ya tubuh sekecil itu pasti mengeluarkan banyak tenaga untuk mendorong tubuh besar Yunho.

"Shh, kuat sekali.." kata Yunho mengelus bokongnya yang mencium lantai kayu itu duluan.

"Hako, nani yanttendayo?" (apa yang kau lakukan)

"Melindungimu! Dia pasti sedang mencoba untuk menyiksamu!"

"Tck,dari mana kau belajar berkata begitu?"

"Jejung-san! Oh tidak di kunci?" Sapa seseorang di ujung pintu rumah yang terbuka .

SHUUJI NAKAMURA

Usia : 27 tahun

Jenis kelamin : Pria

Paman dari Hako, ia adalah orang tua angkat Hako, karena orang tua Hako sudah tiada dan ia adalah Adik dari orang tua Hako maka dari itu ia mengangkat Hako sebagai anaknya, ia adalah pemilik toko permen di sebrang jalan. Usia Shuuji baru 27 tahun, ia sudah pernah menikah tetapi bercerai, belum ada alasan jelas kenapa ia bercerai, Shuuji merupakan seorang bad boy!

"Shuu-chan? ada apa kau kemari?" kata Jaejoong sambil berjalan ke arah Shuuji.

"Aku membawakanmu Konomon, ku dengar Hangeng-san sudah pulang.." jawab Shuuji lalu memberikan konomon yang ia bawa untuk Jaejoong

"Ah.. Arigatou ne.."

"Iie, Do Iteshimashite Jejung-san.."

"Ahh, ayo masuk Shuu-chan, kita makan malam bersama, kajja Hako.."

"Ayup.." pekik Hako.

Ke dua orang dewasa (red:Jaejoong&Shuuji) itu pergi menuju dapur untuk menyiapkan Konomon yang Shuuji berikan tadi, meninggalkan Yunho yang kebingungan atas apa yang terjadi.

"Tunggu,tunggu..." susul Yunho sambil berjalan di belakang Jaejoong dan Shuuji.

"Eh? Jejung-san, siapa ini?"

"Harusnya aku yang berkata begitu?!"

Saat akan memperjelas siapa ke dua anak adam ini, Yunho mendengar bisik-bisik tetangga di sebelah kursinya, itu Hako dan Hangeng yang sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang menyangkut dirinya.

'Jiichan, aku menangkap kumbang batu kemarin bagus sekali.."

'Hontou ni?"

'Un! Aku akan menangkap Hercules besok.."

'Uwah, aku lihat harganya bisa 20.000 yen satu buah.."

'O! Jiichan, berhati-hatilah dengan orang itu, dia itu pria mesum, tadi aku melihat dia akan mencium Jejung Oppa!"

'Eh? Mencium?"

'Un! Jiichan... Heeeee!" Hako yang sedang asyik bercerita pada Hangeng yang ia anggap kakek itu tiba-tiba merasakan tangan besar mengangkup kepalanya.

"Oi, Chibi-tan apa yang kau bicarakan dengan Ayah mertuaku haa?!" (boncel)

"Aaahh! Jiichan.." pekik Hako sambil memeluk Hangeng, membenamkan wajahnya setelah melihat death glare yang Yunho berikan.

"Sudah sudah, jangan bertengkar, Sajangnim duduk kembali di tempatmu, Hako kembalilah ketempatmu.." lerai Jaejoong pada kedua orang itu, sambil menaruh semangkuk besar Konomon.

"Hanaseyoo bakkaa!" teriak Hako saat Yunho mencekam lengannya.

"O?! kau mengatai orang dewasa!" jawab Yunho sambil menjitak dan mecubit pipi Hako.

"Hanaseyoo, bakka,bakkaa.." protes Hako akan perlakuan Yunho padanya. (Lepas! Bodoh)

"Hahaha, mereka lucu sekali Jaejoong-ah.."

"Tck Yunho itu terlihat seperti orang bodoh melawan anak kecil Daddy-ah, Sajangnim, lepaskanlah jangan seperti anak kecil.."

"Hanaseyoo bakkaaa.."

"Tck.."

Setelah Jaejoong melerai keduanya, akhirnya pertarungan sengit itu berakhir, namun Yunho dan Hako masih menebar deathglare, yang membuat Jaejoong ke heranan.

"Ah ya, Shuuji desu.." kata Shuuji memperkenalkan diri kepada Yunho

"Yunho desu.." balas Yunho sedikit angkuh.

Sudah setahun ini Shuuji menjadi tetangga Jaejoong, mereka sudah pernah bertemu Hangeng maka dari itu saat mendengar kepulangan Hangeng, keduanya langsung datang, jadi tak ada salahnyakan berkunjung ke rumah tetanggamu walau ini sudah larut malam?

"Jadi kau adalah tetangga Jaejoong?" ucap Yunho masih terus memasukan makanan ke dalam mulutnya.

"Un, Hako ayo beri salam pada Ojisan.."

"Hako desu.." jawab Hako menirukan suara Yunho saat berkenalan dengan Shuuji tadi.

Makan malam di keluarga Kim itu berlangsung dengan khidmat dan penuh keceriaan, pertengkaran Hako dan Yunho menjadi bumbu makan malam hari itu, membuat Yunho merasa jengkel juga dengan Hako yang selalu mengganggunya.

"Oppa, kami pulang dulu yaa, sampai jumpaa.."

"Jejung-san, kaeru yo, arigatou ne atas makan malamnya, Itekimasu.."

"Iterashai Hako-chan,Shuu-chan.." Hako dan Shuuji sudah pergi meninggalkan kediaman Jaejoong menuju rumah mereka di ujung jalan, tertinggallah Yunho yang sedang bersiap untuk pulang.

"Jaejoong-ah, gomawo, makan malam kali ini.. Benar-benar membuatku senang, Gomawo ne Jaejoong-ah.."

"Ne, Cheonmanaeyo Sajangnim.."

"Ah, baiklah, aku harus segera pulang sekarang, oh ya sampaikan salamku pada Appamu ne?"

"Ne, ki o tsukette ne Sajangnim.."

"Um! Aku pergi.."

Semua sudah kembali pada tempat bersarangnya, semua kembali untuk mempersiapkan tubuh mereka agar bisa beraktifitas pada pagi hari esok.

·

·

·

·

·

"Oppa-ya/Jaejoong-ah!"

"Hako? Eh Sajangnim?" Jaejoong terkejut dengan kehadiran dua sosok yang ia kenal di pagi hari ini, mungkin untuk Hako Jaejoong tidak begitu heran, hanya saja ada Yunho yang mengekori Hako, dan mereka berdua saling melempar deathglare seperti kemarin, sepertinya Yunho menyadari bahwa posisinya tidak aman, bagaimanapun Hako bisa saja mengambil hati Jaejoong, meski dia masih kecil tapi nanti ia akan tumbuh besar dan menjadi wanita yang dewasa dan bisa saja menarik hati Jaejoong. Ya begitulah pikiran gila milik Yunho.

"Hako-chan, gomene Oppa harus pergi bekerja sekarang, kembalilah saat Oppa pulang otte?"

"Biar aku antarkan Oppa sampai depan ne? Pegang tanganku Oppa" kata Hako sambil mengulurkan tangannya pada Jaejoong.

"Baiklah.." jawab Jaejoong menerima uluran tangan Hako.

Sepertinya keduanya tak menghiraukan kehadiran Yunho disana, Yunho hanya mampu mencibilkan bibirnya karena merasa tak di anggap. Pada akhirnya Jaejoong berjalan di depan dengan Hako, sedangkan Yunho mengekori di belakangnya.

"Jangan dekat-dekat dengan Jaejoongku!" protesnya sambil menjauhkan kepala Hako yang bergelayut manja di tangan Jaejoong.

"Aaa, Nani yantendayoo Bakkaaa!"

"Tck, Jaejoong-ah kau akan lebih aman bila bersama denganku!"

"Ahoka! Jaejoong Oppa akan aman bersamaku, bukan denganmu Yuno-sama!"

"Paboya! Kau ini anak kecil, mana bisa melindungi Jaejoong hah?"

"Bakka,bakka,bakka!"

"Pabooo, Jeongmal.."

PLETAK

"Urusai na omaera!" (Kalian! Diamlah!)

Kesal dengan adu mulut yang tak penting itu Jaejoong mengambil tindakan, ia melayangkan jitakan mautnya untuk dua anak manusia itu.

"Jaejoong-ah appoyo.."

"Oppa yaa itai desu.." (sakit)

Masih merasa kesal dengan keduanya akhirnya Jaejoong memutuskan akan berjalan bergandengan siapa.

"Nah, jika seperti inikan adil, terlihat seperti keluarga bukan?"

Yap posisi berjalan mereka sekarang menjadi 'Jaejoong Hako Yunho' benar-benar seperti keluarga, eh tunggu apa kata Jaejoong tadi? Sebuah keluarga? Secara tidak langsung Jaejoong menginginkan sebuah keluarga bukan? Dan ia mengatakannya di hadapan Yunho, apa ini artinya Jaejoong sudah sedikit menaruh perasaan pada Yunho? Entahlah hanya Jaejoong yang tahu.

Dan tanpa terasa mereka bertiga sudah sampai di ujung jalan, Tyhee Café sudah terlihat, tinggal sedikit lagi Jaejoong sampai ditempat kerjanya.

"Itekimasu ne.. Hako-chan, sampaikan salam pada Shuu-chan ok?" kata Jaejoong sambil mengelus puncak kepala milik Hako

"Hai, wakatta Oppa-ya, itterashai ne!" balas Hako sambil tersenyum sumringah dan melambaikan tangannya pada Jaejoong.

Jaejoong pergi dari hadapan Hako, diikuti Yunho yang mengekorinya di belakangnya.

"Sajangnim, sejajarkan jalanmu denganku, kau mau ku teriaki penguntit hah?"

Yunho yang mendengar itu hanya mampu menuruti perkataan Jaejoong, ia akhirnya berlari kecil untuk mensejajarkan jalannya dengan Yunho.

"Kenapa diam saja? Biasanya kau cerewet sekali saat bersama dengan-uwaahh.."

GREP

Lagi-lagi Yunho secara tiba-tiba memeluk Jaejoong, dan memasukkan wajahnya ke ceruk leher Jaejoong, meresap wangi tubuh Jaejoong.

"Apaa?! Hey, lepaskan aku!"

"I'm Jealous Jaejoongie.."

"What?! Dont say that! Tck, let go of me!"

"Baiklah.." jawab Yunho lemas dan terpaksa melepas pelukannya pada Jaejoong, ia hanya mampu memperhatikan gerak gerik Jaejoong yang sedang merapihkan bajunya, saking gemasnya, Yunho mencubit pipi Jaejoong dengan gemas, membuat Jaejoong meringis kesakitan, cubitan Yunho sakit juga ternyata.

"Aaa! Apa yang kau lakukan appoyoo.."

"Hahaha Jaejoong-ah neomu neomu neomu yeoppo!"

"Issshh aku namja!"

"Jaejoong-ah kawai desu, hontou ni Kawai desu!"

"Aku namjaa mana ada namja lucuu!"

"Hahaha.."

Saat sedang asyik-asyiknya bercanda, kedua anak Adam itu tak tahu bahwa disana ada seseorang yang memperhatikan mereka, dengan sekelebat benci ia menatap Jaejoong dan Yunho yang sedang asyik bercengkrama.

"Lihat saja nanti.." gumamnya penuh benci dan dengki.

·

·

·

Yunho sudah membereskan berkas semua berkasnya, dan langsung memakai kembali jas mahalnya, hari ini ia akan melakukan rutinitasnya, yap, mengantarkan Jaejoong pulang dengan jalan kaki, ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Jaejoong, tak sabar ingin melihat wajah cantiknya, segera saja ia berjalan dan sesekali berlari kecil menuju basement untuk mengambil motornya, motor? Ya beberapa hari ini ia senang sekali mengendarai motor Ducati Monsternya, itu semua karena Jaejoong tak sengaja berkata bahwa ia senang dengan motor sport, maka dari itu Yunho langsung membelinya ya ia beranggapan bahwa 'siapa tahu Jaejoong akan menyukainya' begitulah spekulasi Yunho.

BROOOOMMM

Yunho akhirnya sampai di café milik sang ibunda, saat ia sedang mengunci motornya dan hendak berjalan masuk alangkah terkejutnya ia mendapati pujaan hatinya berjalan keluar dengan musuh besarnya, yap Jaejoong berjalan bergandengan dengan Hako, dengan sigap Yunho berjalan kearah pasangan itu.

TAP

TAP

TAP

TAP

TAP

Srett

Dengan secepat kilat Yunho melepaskan genggaman tangan Jaejoong dengan Hako.

"Ehh? Doushite? Hah! YUNO-SAMA!" pekik Hako yang terkejut melihat siapa yang telah memisahkan tautan tangan mereka berdua.

"Nani yantendayoo bakka!"

"Neo! Jangan dekat dekat dengan Jaejoongku!"

"Terserah padaku! Jaejoong oppa akan menikah denganku, harusnya kau yang menjauh!"

"Kau yang menjauh, karena aku yang akan menikah dengannya!"

"Nanii? Aku yang akan menikahi Jaejoong Oppa terlebih dahulu!"

Grep

Hako memeluk lengan Jaejoong, badanya bergetar seperti seseorang yang sedang menangis, astaga jahat sekali Yunho tega membuat seorang gadis kecil menangis.

"Op..ppaa..huuuu.. Ini permintaan terakhirku..."

"Heee? Hei bocah jangan bicara seolah-olah kau akan mati!"

"Jauhi bakemono itu Oppa.."(Monster) lirih Hako lemas dan menggenggam lengan jaket Jaejoong dengan sangat kuat.

"Jangan berakting di depannya!"

"Aisshh, sudahlah! Sajangnim bagaimana bisa kau melawan anak kecil hah?"

"T-tapi Jaejoong-ah.."

"Tck, sudahlah..kajja Hako kita pulang" Jaejoong lalu menarik lengan Hako dan pergi dari hadapan Yunho.

"Be_daaa!" (di jepang artinya : bweekkk) ejek Hako pada Yunho yang mengekori mereka dari belakang.

'Kali ini kau memang menang bocah, liat saja nanti!' batin Yunho.

·

·

·

Hari ini Yunho datang lebih pagi di hari minggu ke rumah Jaejoong, dan tentu saja membuat Jaejoong terpaksa bangun.

"Ini minumlah.., aku mandi dulu.."

"Gomawo Jaejoong-ah.."

Setelah Jaejoong pergi meninggalkan Yunho di halaman belakang, Yunho meraskan semak-semak yang menjulang tinggi dihadapannya itu bergerak-gerak seakan ada sesuatu disana, itu membuat Yunho bergidik ngeri, ia yakin ini masih siang jadi man mungkin ada hantukan? Semak-semak itu bergerak semakin keras semakin keras dan hap!

"YAHAA!" Muncullah sosok yang berada di semak-semak itu, mengejutkan Yunho yang sedari tadi memperhatikan semak-semak itu dengan serius, wajahnya memucat melihat Hako disana.

"Eh? Doushite, hah! Bakemonoo!" pekik Hako yang masih bertengger di pagar itu,kaget juga ia melihat Yunho ada disana,namun sayangnya Yunho tak menjawabnya sama sekali, Yunho membatu dihadapan Hako da..

BRUGH

Yunho ambruk dan pingsang begitu saja, karena terkejut dengan kehadiran Hako yang tiba-tiba.

·

·

1 Jam kemudian

Jaejoong yang mendengar keributan langsung berlari ke halam belakang dan terkejut melihat Yunho sudah jatuh pingsan di atas rerumputan, dengan susah payah Jaejoong mengangkut Yunho ke gazebo yang ada di halaman belakang tersebut, Jaejoong baru tahu kalau Yunho punya tatto di lengan atasnya itu membuat Hako sangat excited, sementara Jaejoong menyiapkan makan siang Hako hanya terus menggaruki lengan atas Yunho entahlah untuk apa, yang jelas ia sangat Excited dengan tatto milik Yunho, sampai akhirnya Yunho bangun dari pingsannya.

"ANDWEEEE! AACK!"

"UGOKANAIDE!" (Jangan bergerak!)

"Ack!,Kimo!,urh! Nani yantendayo?" (Menjijikan)

"Nanitte? Sudah jelas ini permainan 'Seberapa banyak cicada yang bisa aku taruh saat kau tidur.'"

"Itu tidak jelas!" ucap Yunho sambil menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya "Jadi itu mengapa kau mengumpulkan mereka!"

"Um! Tentu saja, kyou omoshirokata! Aku yakin ini akan sangat populer!"

"Tidak mungkin! Sarani,kenapa kau selalu datang kemari hah?" (lagi pula)

"Hako mau jadi istri yang baik untuk Jejung Oppa!"

"Siapa yang mengajarimu berkata begitu?"

"Papa..! Dia bilang aku harus tumbuh menjadi wanita cantik dan sexy agar banyak pria kaya yang melirikku.."

"Hah?!, Papa? Maksudmu pria yang kemarin?"

"Ayup! Aa! Niichan, apa makanannya sudah siap?

"Ne, sudah siap, Sajangnim kau sudah bangun? Ini sudah siang, saatnya makan siang..ayo.., Hako masukkan kembali Cicada itu.."

"Yuno-san kenapa kau selalu kemari?"

"Memangnya aku tak boleh datang kemari?"

"Pebebb" ucapnya lalu mendekat pada Yunho "Kalau kau datang kau selalu mengganggu quality timeku bersama Jaejoong Oppa.."

"Kau selalu mengatakan kata-kata yang kau pelajari tanpa mengerti artinya.."

"Itadakimasuu!"

"Sajangnim, kenapa kau selalu menganggapnya musuh?" celetuk Jaejoong yang memperhatikan perbincangan Yunho dengan Hako.

"Tentu saja aku menganggapnya musuh, dia bisa merebutmu dari ku Jaejoong-ah!"

"Niichan, kapan kita bisa masak lagi?" intrupsi Hako, sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya.

"Kau bisa datang malam ini.." jawab Jaejoong pada Hako.

"Hontou ni?"

"Un, kau bisa datang, apa yang ingin kau masak?"

"Aku ingin masak apa yang Oppa masak hehe.."

"Baiklah.."

"Niichan, aku sudah selesai Gochisousamadeshita Niichan, jangan selingkuh ok? aku harus pulang Papa pasti menunggu, sampai jumpa Niichan! Yuno-san jangan ganggu Niichan! Bai-bai… Aa! Aku akan bawakan Champon buatan papa.."

"Ne,Ki otsukette ne Hako-chan.."

"Hai,hai, Haihup" jawab Hako sambil berjalan ke arah pagar dan memanjat kembali.

"Darimana asalnya anak itu?"

"Dari toko permen di ujung jalan,kau lupa? Dia yang memberimu 'tackle'.." seketika itu juga Yunho memutar kembali kenangan pertama kali ia bertemu dengan Hako.

'Bu-korosu!' batin Yunho,setelah menyadari bahwa bocah kecil itu yang membuatnya malu di hadapan ayah mertuanya. "Apa dia sering kemari?" lanjut Yunho.

"Ya begitulah, disini tak banyak anak seumuranya, jadi dia selalu kemari.."

"Hm begitu.."

"Sajangnim tolong cucikan ini, aku harus menerima telpon sebentar?"

"Hee?"

Pada akhirnya Yunho mencuci piring sendiri di dapur sementara Jaejoong asyik mengobrol dengan temannya di sebrang sana poor Yunho.

·

·

·

Malam telah tiba, Jaejoong tengah menyiapkan makan malam, agak sedikit kerepotan juga karena kehadiran Hako di rumahnya malam ini, Hako mengekori Jaejoong kesana kemari, mencari tahu bahan apa yang di pakai, bagaiamana cara memasaknya? Bagaimana cara memotongnya, harus diapakan sayuranya?, ya walaupun sedikit gemas dengan pertanyaan Hako Jaejoong tetap meladeninya dengan sabar dan lembut, Yunho yang sedari tadi berada disana,Loh kenapa ada Yunho? Ya ia benar-benar berkujung kesana sesuai dengan apa yang ia bilang tadi siang saat Jaejoong dating ke kantor Yunho.

"Niichan, biarkan aku memotongnya ne.."

"Ne, potongnya jangan terlalu besar ok?"

"Hai, Wakatta.."

"Hei bocah jangan ikuti dia terus kau mengganggu.."

"Yuno-san kau cerewet sekali.."

"Ada apa dengan kalian? Sepertinya kalian saling menyimpan dendam?"

"Tentu saja!" Jawab mereka serentak.

"Kenapa bisa begitu kalian ini baru beberapa kali bertemu, bagaimana bisa menyimpan dendam begitu?"

"Tentu saja bisa Niichan/Jaejoong-ah"

FLASHBACK

Matahari bersinar terik sekali hari ini, namun rasa panasnya tak mengalah semangat seorang lelaki kecil yang setia duduk di depan sebuah warung permen.

"Heeeiiiii rasshai,rasshai.." teriaknya, sepertinya ia sedang menjajakan sesuatu disana. Tak berapa lama seorang namja bertubuh tegap dan berkulit tan itu menghampiri sang pria yang bisa kita sebut Hako.

"Apa yang kau jual Hako?" tanya Yunho sambil berjongkok di depan stand milik Hako.

"O?! Yuno-sama!" pekik Hako senang.

"Yuno-sama?"

"Hum! Mulai sekarang aku akan memanggilmu begitu, mungkin suatu hari nanti perusahaanku bisa membangun kerja samanya dengan perusahaanmu Yuno-sama" jawab Hako menirukan suara Yunho saat berbicara sambil menyatukan jarinya yang kecil seperti Hinata saat gugup.

"Kau berbicara seakan kau mengerti arti dari kata-katamu, tck, baiklah apa yang kau jual Ojou-chan?"

Hako perlahan mengambil sebuah kerang lalu memberikannya pada tangan Yunho.

"Apa ini?" tak perlu menunggu lama, setelah Yunho bertanya, ada sesuatu berbentuk seperti siput keluar dari cangkang itu dengan cepat ke jari Yunho dan..

"AAAAAAAAAAA! KIMOCHI WARUIII!" (Menjijikan)

"Kau harusnya mengeluarkannya dengan tusuk gigi dan memakannya,ssluurrppp.." jawab Hako sambil menusuk kerang itu lalau memakannya.

"aaaaaa!"

"Aa! Srrp, aku juga menjual ini!" jawab pria kecil itu sambil mengambil kotak berisikan sesuatu.

TAK

"Apa itu?!" tanya Yunho masih merinding setelah diberi kerang yang menurutnya menjijikan itu, dengan penasaran Yunho memperhatikan Hako yang sedang membuka kotak itu seperti membuka koper berisikan uang, jangan lupakan evil smirk yang di tunjukan Hako membuat Yunho sedikit curiga.

TLAK

"Apa itu?!" tanya Yunho yang masih berjongkok di depan stand milik Hako.

Hako membalikan kotak itu dan sebuah benda yang berwarna merah keluar dari kotak itu, membuat Yunho sedikit mundur dari stand itu.

"A-apa i-itu?" katanya gemetaran.

"Kulit Cicada!, nah ini aku jual 20 sen!" katanya sambil menaruh kulit itu di tangan Yunho, dan tan..

"UW..UW..UWAAAAAAAAAAAAA MENJIJIKAN!" teriak Yunho lalu melemparkan kulit cicada itu ke sembarang arah yang ternyata mengenai seekor anjing German Shepherd yang langsung memberi Yunho deathglare dan lang...

"Yuno-samaaa! hashirou!" (ayo lari)

Tanpa disuruhpun Yunho sudah berlari sekencang mungkin menghindari anjing German Shepherd yang mengejarnya sekencang mungkin, ohh cepat larii Yunnpa!

Daaaaan tak perlu author jelaskan lagi apa penyebab Yunho menjadi tak suka dengan Hako, dan makin membencinya, well padahal itu bukan salah Hako.

FLASHBACK END

"Pfftt, j-jadi kau membencinya hanya karena itu?"

"Tentu! Kalau saja aku menghiraukannya pasti aku tak akan di kejar anjing German Sherpherd itu! Mana pemiliknya seram, uu Kowai.." (aku takut)

"Tck, konoyaro.." balas Hako

"Urusaiiii!"

"Sudah, sudah.."

Saat sedang asyik bersenda gurau, bel rumah Jaejoong berbunyi menandakan bahwa ada seorang tamu yang datang.

"Aku harus membukanya, tunggu sebentar.."

Jaejoong akhirnya memutuskan untuk membuka pintu cokelat itu.

"Eoh? Apa ini?"

Jaejoong menemukan sebuah catatan di atas pengesat kaki (red : keset) sebuah catatan kecil yang tak ia mengerti bahasa yang aneh, begitulah pikir Jaejoong, ia meremukan catatan itu dan langsung masuk kedalam.

Tanpa ia sadari ada sebuah mata yang menatapnya benci.

"Lihat saja nanti.." gumamnya penuh dengan kebencian.

·

·

·

·

·

Tbc

Wooohooo, apa yang akan terjadi? Well yeles juga gak tauu, makin gj? Oh tentu saja! Endingnya maksa! Uhh banget! Yeles bingung mau potong dimana karena yeles udah nulis sampe ch 8 jadi yaaa rada susah motongnya dimana, Setelah baca ef ef ini di harapkan ada sebuah penghinaan yang bermanfaat yang nyampe di kolom review! Okeylah kalau begitu, yeles masuk kandang dulu, jja neeee..

Bandung June 25, 2015