No silent readers!

After fav please review!

No plagiat!

Warning typo!

Happy Reading ^^

Chapter 2/ Last chapter

Di apartemen Chanyeol

Sebelum pulang tadi, Chanyeol meminta data pribadi siswa dari Leeteuk Ssaem. Dia mulai membaca satu persatu data itu dan berhenti di data Luhan. Di sana terdapat foto Luhan juga, dia tersenyum melihat foto Luhan. " Kau gadis yang manis " gumam Chanyeol. Tiba-tiba bel apartemen Chanyeol berbunyi, Chanyeol segera membuka pintu.

" HYUNG..! " ucap seorang namja bertubuh kecil di hadapan Chanyeol.

" Wasseo? Masuklah.. " jawab Chanyeol. Namja itu adalah Kyungsoo, namdongsaeng Chanyeol. Usia mereka terpaut 3 tahun, saat ini Kyungsoo kuliah di Kyunghee University.

" Hyung, kenapa kau tak pernah mengangkat telepon ku? Padahal aku sangat merindukan mu.. " kata Kyungsoo sambil memeluk Chanyeol.

"Aku sibuk, Kyungsoo-yah " Chanyeol berusaha melepaskan pelukan Kyungsoo.

" Aish.. Ah! Apa kau sudah bertemu dengan ZiTao noona? " tanya Kyungsoo.

" Eoh.. Wae? " .

" Dia akan bertunangan bulan depan " jawab Kyungsoo.

" Benarkah? Apa dengan namja tinggi itu? " tanya Chanyeol. Kyungsoo hanya mengangguk, matanya melihat sesuatu di meja kerja Chanyeol.

" Nuguya? Wahh.. Yeppeonda~ " ucap Kyungsoo saat melihat foto Luhan di buku itu. Chanyeol segera merebut buku itu lalu menyimpannya di laci meja. " Dia siapa,hyung? Murid mu? Cantik sekali.. Kenalkan aku padanya.. " kata Kyungsoo dengan mata berbinar-binar.

" Aish.. ".

Esok paginya

Luhan dan Sehun sudah tiba di sekolah. Sehun sedang bermain basket ditemani Luhan. Walaupun Luhan sudah melarangnya bermain basket, Sehun tetap bermain. Luhan khawatir karena tangan dan kaki Sehun masih sakit. Mata Luhan terus menatap Sehun,

" Kenapa dia terlihat tampan saat bermain basket.. " batin Luhan. Tak lama Sulli datang dan duduk di samping Luhan.

" Ya! Kenapa tangan dan kaki Sehun di perban? " tanya Sulli.

" Dia terjatuh kemarin " jawab Luhan.

" Mwo?! Kenapa kau membiarkan dia bermain basket?! " bentak Sulli lalu berlari menuju Sehun dan berusaha membuat Sehun berhenti bermain. " Sehun-ah! Berhentilah.. Tangan dan kaki mu sedang sakit kan? " kata Sulli.

" Minggirlah! " bentak Sehun.

" Shirreo! Sehun-ah, berhentilah bermain.. Jebal.. " kata Sulli. Akhirnya Sehun berhenti memainkan basket, lalu pergi menuju Luhan.

" Ya! Sehun-ah..! " teriak Sulli yang merasa tidak dihiraukan Sehun.

" Sehun-ah.. Jangan memperlakukan Sulli seperti itu, dia menyukai mu.. " kata Luhan sambil mengelap keringat Sehun dengan handuk yang dibawanya.

" Lalu? Aku harus menyukainya juga? " tanya Sehun dengan sinis.

" Dia tulus menyukai mu.. Apa salahnya kau mencoba membuka hatimu untuknya.. " jawab Luhan. Sehun menghela nafasnya

" Apa kau tahu? Ada yeoja yang ku sukai selama ini " kata Sehun pelan.

" Mwo? Nugu? Kenapa kau tak pernah menceritakannya padaku? " tanya Luhan. Sehun diam sebentar, matanya menatap tajam pada Luhan.

" Aku tidak mungkin menceritakannya padamu.. " jawab Sehun lalu pergi meninggalkan Luhan yang masih bingung.

Saat pulang sekolah

" Sehun-ah.. kau pulang duluan, ne? Aku pulang dengan Chanyeol Ssaem.. " kata Luhan dan pergi meninggalkan Sehun.

" Hufft.. " Sehun menghela nafas lalu mengayuh sepedanya sendirian dan pulang.

Chanyeol mengajak Luhan ke sebuah taman, sekarang mereka duduk di bangku sambil memakan ice cream.

" Luhan-ah.. Apa kau sudah punya namja chingu? " tanya Chanyeol tiba-tiba.

" N-ne? Hahaha.. Eobsseo.. Hehehe.. " jawab Luhan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Hmm.. Apa kau tahu aku menyukai seorang yeoja saat ini? " tanya Chanyeol lagi.

" Geurraeyo? Ha-Hahaha.. Nu-nuguseyo? ".

" Neo.. " jawab Chanyeol singkat yang membuat Luhan membelalakan matanya.

" Ch-Chanyeol Ssaem.. Jangan bercanda.. " kata Luhan.

" Apa menurut mu aku bercanda? " tanya Chanyeol meyakinkan Luhan.

" Ta-Tapi.. " belum selesai Luhan meneruskan kalimatnya, Chanyeol menyahutnya " Kita baru kenal? Tapi aku merasa kita sudah lama saling mengenal.. Eottae? " tanya Chanyeol. Wajah Luhan memerah karena ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

" Saranghae Luhan.. " kata Chanyeol sambil memegang kedua tangan Luhan.

" Na-nado.. Chanyeol Ssaem.. " jawab Luhan.

" Ya! Jangan memanggil ku Chanyeol Ssaem lagi, kau harus memanggil ku Oppa.. " kata Chanyeol.

" Ne, Chanyeol oppa.. ". Chanyeol memeluk Luhan dan mengusap rambutnya lembut. " Gomawo.. " ucap Chanyeol. Luhan merasa nyaman berada di pelukan Chanyeol.

Malamnya

Sehun membantu Kris di kedai ramyeon, namun pikirannya tertuju pada Luhan.

" Sehun-ah.. Wae? Kau lemas sekali hari ini? " tanya Kris yang melihat adiknya melamun dari tadi.

" Ani, hyung.. " jawab Sehun.

" Karena Luhan? Apa kau sudah mengatakan perasaan mu padanya? " tanya Kris.

" Tidak ada yang harus dikatakan pada Luhan, hyung. Dia hanya menganggap ku sebagai sahabatnya " jawab Sehun dengan tatapan kosong.

" Ya! Kau belum mencobanya, siapa tahu dia juga punya perasaan yang sama dengan mu. " Kris memberi semangat pada Sehun.

" Dia menyukai Chanyeol Ssaem " jawab Sehun lagi.

" Mungkin saja dia hanya membuat mu cemburu karena kau tidak pernah menunjukkan perasaan suka mu padanya. Katakan padanya, agar dia tahu bagaimana perasaan mu selama ini! " kata Kris. Sehun mencerna kata-kata Hyungnya, dia memang tidak pernah menunjukkan kalau dia suka pada Luhan. Tiba-tiba ponsel Sehun bordering, tanda ada pesan masuk.

From : Luhan

Sehun-ah.. Eodi? Ada yang ingin ku ceritakan padamu ^^

" Pesan dari siapa? " tanya Kris yang berdiri di belakang Sehun.

" Luhan, dia menyuruh ku menemuinya " jawab Sehun.

" Itu kesempatan mu untuk mengutarakan isi hati mu, kajja! Kesempatan tidak datang kedua kalinya.. " Kris terus menyemangati Sehun. Akhirnya Sehun pun bertekad mengutarakan isi hatinya pada Luhan malam ini. Dia segera mengambil sepedanya dan mengayuhnya menuju rumah Luhan.

Sampai di depan rumah Luhan, jantung Sehun berdegup sangat kencang. Akhirnya setelah mengumpulkan keberanian, Sehun masuk ke dalam rumah Luhan.

" Oh.. Sehunnie, wasseo? Kau mencari Luhan? Dia ada di kamarnya " kata Eomma Luhan ketika melihat Sehun datang. Sehun pun segera menuju ke kamar Luhan.

" Sehun-ah.. Kau datang juga.. " kata Luhan dengan mata berbinar-binar. Luhan menarik tangan Sehun agar mengikutinya duduk di tepi ranjang. " Ada yang ingin ku katakan padamu.. Tapi.. Aku malu.. " kata Luhan sambil menutup wajahnya.

" Aku juga, ingin mengatakan sesuatu padamu.. " kata Sehun malu-malu.

" Benarkah? Kita main gunting batu kertas untuk memilih siapa yang bicara duluan, geol? " tawar Luhan.

" Oke, geol.. " jawab Sehun.

" Kawi bai bo! " kata mereka serempak.

" Aku duluan..! " teriak Luhan karena tangannya membentuk kertas sedangkan Sehun batu.

" Baiklah, kau duluan.. " kata Sehun.

" Ehem.. ehem.. Aku.. dan Chanyeol ssaem.. resmi berpacaran..! " pekik Luhan dengan wajah bahagia, berbeda dengan Sehun yang mendadak wajahnya menjadi sedih.

" Ka-kalian.. Berpacaran? " tanya Sehun.

" Eoh.. Ternyata perasaan ku tidak bertepuk tangan Sehun-ah.. Dia bla bla bla.. " Sehun tidak mendengarkan lagi cerita Luhan. Hatinya benar-benar hancur berkeping-keping. Rencana ingin mengutarakan perasaannya pada Luhan pun dia kubur dalam-dalam. " Sehun-ah, sekarang giliran mu.. " kata Luhan membuyarkan lamunan Sehun.

" Oh? Ah.. Aku.. Aku lupa apa yang akan ku katakan.. Hmm.. Lu, aku harus pulang. Kris hyung menunggu ku. " pamit Sehun dan segera keluar rumah Luhan. Sehun tidak segera pulang, dia diam sebentar di depan rumah Luhan. Kepalanya menunduk dan air mata mulai menetes di pipi Sehun.

Sehun mengayuh sepedanya dengan kencang, sesekali dia menyeka air matanya dengan sebelah tangan. Sampai di rumah, Sehun menaruh sepedanya dengan asal dan langsung masuk ke kamarnya lalu menutup pintunya. Kris melihat Sehun yang masuk ke kamar,

" Sehun-ah.. Eottae? Apa kau berhasil ? " tanya Kris di balik pintu kamar Sehun. Tidak ada jawaban apapun dari dalam, Kris khawatir " Sehun-ah.. Gwaenchana? " tanya Kris lagi. Sehun terduduk di pintu kamarnya sambil menangis, " Ya! Kau menangis? Wae geurrae? " Kris masih bertanya karena khawatir.

" Luhan sudah menjadi kekasih Chanyeol Ssaem, hyung.. Aku.. Aku terlambat.. " isak Sehun. Kris terkejut mendengar pernyataan Sehun dari dalam kamar. " Dia sudah menjadi milik orang lain.. Cinta ku sudah kandas, hyung.. Padahal.. Aku.. Sangat mencintainya.. " kata Sehun lagi. Kris mengerti bagaimana persaan Sehun sekarang. Pasti sakit sekali mendengar seseorang yang kau cintai menjadi milik orang lain.

" Mianhae Sehun-ah.. " gumam Kris lalu pergi dari depan kamar Sehun.

Esok paginya

Luhan keluar dari rumahnya, tapi hari ini dia tidak melihat Sehun di depan rumahnya. " Kemana dia? " tanya Luhan dia melihat ke sekelilingnya namun tidak menemukan sosok Sehun. Luhan mengambil ponselnya dari dalam tas hendak menelepon Sehun namun tiba-tiba mobil Chanyeol muncul di hadapannya. " Chanyeol Ssaem? " panggil Luhan.

" Ya! Sudah berapa kali ku bilang, kau hanya boleh memanggil ku Chanyeol Ssaem di sekolah " jawab Chanyeol sambil keluar dari mobil.

" Hehe.. Mianhae oppa.. " kata Luhan.

" Kajja.. " ajak Chanyeol sambil membukakan pintu mobilnya untuk Luhan.

" Tapi.. Sehun.. " sebelum meneruskan kalimatnya Chanyeol sudah menyeret Luhan agar masuk ke dalam mobilnya. Di kejauhan terlihat Sehun menatap Chanyeol dan Luhan dengan tajam. Dia menunggu mobil Chanyeol berangkat duluan.

Di sekolah

Luhan tidak melihat sepeda Sehun di tempat parkir, " Apa dia tidak masuk? " gumam Luhan.

" Luhan..! " panggil Sulli yang melihat Luhan di tempat parkir. " Mana Sehun? " tanya Sulli karena tidak melihat Sehun bersama Luhan,

" Molla.. Aku tidak berangkat bersama dia " jawab Luhan.

" Geurrae? Apa dia sakit? Oh.. Itu dia, Sehun-ah..! " Sulli meninggalkan Luhan karena melihat Sehun yang baru saja datang. Luhan juga ikut menghampiri Sehun,

" Ya! Sehun-ah, wae kau tidak menjemput ku? " tanya Luhan dengan sinis. Sehun tidak menjawab, dia menaruh sepedanya di tempat parkir lalu masuk ke dalam sekolah diikuti Sulli di belakangnya. Luhan berlari menyusul Sehun dan menahan tangan Sehun. " Ya! Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku?! " bentak Luhan.

" Ya! Jangan membentak Sehun ku! " Sulli melepas pegangan Luhan pada Sehun.

" Bukankah kau sudah dijemput oleh namja chingu mu? " kata Sehun lalu masuk ke dalam kelas, Sulli kembali mengikuti Sehun. Luhan tidak bisa menyangkal lagi, dia pun masuk ke dalam kelas juga. Sehun langsung tidur di bangkunya,

" Sehun-ah.. Aku membelikan mu Choco Bubble Tea kesukaan mu.. Minumlah.. " kata Sulli sambil menyerahkan Bubble Tea pada Sehun.

" Gomawo.. " jawab Sehun tanpa membuka matanya. Sulli menaruh minuman itu di meja Sehun,

" Kau mau tidur? Baiklah aku tidak akan mengganggu mu.. Aku masuk ke kelas dulu, ne? Annyeong.. " pamit Sulli lalu keluar kelas. Luhan perlahan duduk di bangkunya, entah kenapa dia tidak suka dengan keberadaan Sulli di dekat Sehun. Luhan memperhatikan Sehun yang tidur.

" Aku suka melihat wajah polosnya ketika tidur.. " kata Luhan dalam hati.

Saat ini, pelajaran telah dimulai. Chanyeol tengah mengajar di kelas Luhan. Sedari tadi pandangan Luhan tidak lepas dari Chanyeol yang kini sudah menjadi namja chingunya. Luhan kagum dengan sosok Chanyeol yang pintar, meskipun masih muda dia sudah menjadi seorang guru. Chanyeol sadar bahwa dari tadi Luhan tidak memperhatikan pelajarannya.

" Ya! Lu Han kerjakan soal di depan sekarang! " perintah Chanyeol membuat Luhan sadar dari lamunannya.

" M-Mwo? Ah.. N-ne.. " jawab Luhan lalu berdiri dan maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal itu. Luhan benar-benar lemah dengan bahasa Inggris, dia tidak mengerti dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Dia mencoba melirik ke Chanyeol

" Eotteokhae? " gumamnya pada Chanyeol.

" Molla.. " jawab Chanyeol tanpa mengeluarkan suara.

" Aish! " Luhan kesal dengan Chanyeol yang mengerjainya. " Apa kau tidak bisa mengerjakannya? Keluar sekarang! " bentak Chanyeol. Luhan pun berjalan keluar dengan kepala menunduk. Tiba-tiba Sehun berdiri dari duduknya lalu ikut keluar kelas.

" Oh Sehun, mau kemana kau? " tanya Chanyeol.

" Pelajaran mu membosankan.. Aku mengantuk.. " jawab Sehun santai lalu keluar kelas. " Aish, anak itu! Kenapa dia selalu mengikuti Luhan keluar ketika aku mengusir Luhan? " kata Chanyeol dalam hati, dia mulai curiga.

" Ya! Sehun? Kenapa kau keluar? " tanya Luhan bingung.

" Aku bosan dengan pelajarannya, aku ingin tidur " jawab Sehun. Dia berjalan menuju loteng sekolah seperti biasa, diikuti Luhan di belakangnya. Sehun duduk di tepi balkon dan Luhan duduk di sampingnya.

" Sehun-ah.. Mianhae aku sudah meninggalkan mu tadi pagi. Aku benar-benar tidak tahu kalau Chanyeol Ssaem akan datang menjemputku. Aku-" belum sempat Luhan meneruskan ceritanya Sehun tertidur di pundaknya. Luhan pelan-pelan melihat Sehun yang tengah tertidur pulas. Tanpa sadar, jantung Luhan berdegup kencang dan merasa udara sekitarnya menjadi panas.

" Lu.. Jangan bergerak terus.. Aku mau tidur.. " kata Sehun sambil memejamkan matanya.

" Eo-Eoh.. " jawab Luhan gugup. Sehun pun meneruskan tidurnya, samar-samar tercetak senyum di bibirnya. Dia merasakan kenyamanan tidur di pundak Luhan, Sehun berharap dia bisa menghentikan waktu. Perlahan Luhan pun menguap, dia tertidur dengan kepala menyender di dinding balkon. Tapi tak lama kepala Luhan menyender di kepala Sehun, mereka tertidur pulas.

Bel istirahat berbunyi, Chanyeol mencari Luhan untuk meminta maaf karena telah mengusirnya. Chanyeol mencari Luhan di kantin, di perpustakaan, di lapangan basket namun tetap tidak menemukan Luhan. Akhirnya dia bertanya pada salah satu murid yeoja " Apa kau melihat Lu Han? " tanya Chanyeol.

" Biasanya dia berada di loteng sekolah bersama Sehun, Ssaem " jawab murid itu. Chanyeol pun segera menuju loteng sekolah, ternyata benar Luhan berada di sana bersama Sehun. Chanyeol mengepalkan tangannya ketika melihat Luhan dan Sehun tertidur.

" Ehem.. " Chanyeol pura-pura batuk untuk membangunkan Luhan. Akhirnya Luhan pun terbangun dan terkejut melihat Chanyeol sudah berada di depannya.

" Op-Oppa.. Kau di sini? " Luhan terlihat gugup dan berusaha membangunkan Sehun. " Sehun-ah.. Palli ireona.. " Luhan menjauhkan kepala Sehun dari pundaknya. Sehun bangun dengan malas dan melihat Chanyeol di depannya. Chanyeol menatap tajam Sehun, tanpa mengeluarkan suara Chanyeol menarik tangan Luhan untuk mengajaknya pergi. Sehun segera berdiri dan menahan tangan Luhan yang lain. Chanyeol dan Sehun saling bertatapan,

" Lepaskan.. " kata Chanyeol.

" Shirreo! " jawab Sehun. Luhan bingung dengan kelakuan Chanyeol dan Sehun, Luhan merasakan sakit di pergelangan tangannya karena Chanyeol dan Sehun memegang tangannya dengan kuat.

" Appo.. " rintih Luhan, Sehun yang mendengar rintihan Luhan langsung melepas pegangan tangannya berbeda dengan Chanyeol yang masih memegang tangan Luhan.

" Gwaenchana? " tanya Sehun khawatir.

" Kajja! " Chanyeol menarik tangan Luhan dan mengajaknya pergi dari hadapan Sehun.

Chanyeol mengajak Mirae ke belakang sekolah. Luhan melepaskan pegangan Chanyeol " Appo! " bentak Luhan.

" Mianhae.. " ucap Chanyeol menyesal. Dengan gerakan cepat Chanyeol menahan tubuh Luhan di dinding. " Ya! Kenapa kau bisa berada di loteng dengan Sehun?! Dan juga, kenapa kalian bisa tidur bersama?! " bentak Chanyeol.

" Ti-tidur bersama? Heol! Ya! Oppa, jika ada yang mendengar kata-kata mu tadi pasti mereka akan berpikiran yang tidak-tidak! " bentak Luhan tak kalah keras.

" Apa kau menyukai Sehun? " tanya Chanyeol tiba-tiba yang membuat Luhan membelalakan matanya.

" M-Mwo? Ya! Oppa, Sehun hanya sahabat ku dari kecil. Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu? " jawab Luhan.

" Aku merasa dia menyukai mu " kata Chanyeol sambil menghela nafas.

" Ti-tidak mungkin.. Sudahlah oppa, jangan berpikiran aneh tentang Sehun " Luhan menenangkan Chanyeol. " Baiklah.. " Chanyeol menarik tubuh Luhan ke pelukannya.

Malamnya

Luhan berada di kedai Sehun untuk membantu. " Luhan-ah.. Bisakah kau membelikan ku obat sakit kepala? Aku merasa pusing sekali " kata Kris sambil memegangi kepalanya.

" Oh.. Ne, oppa.. " jawab Luhan.

" Kajja, ku antar kau " Sehun mendorong tubuh Luhan dari belakang. Sehun mengambil sepedanya, " Naiklah.. " kata Sehun. Seperti biasa, Luhan naik di belakang namun kali ini Sehun mencegahnya. " Ya! Naiklah di depan " suruh Sehun, Luhan bingung dengan permintaan Sehun.

" Eo-Eotteokkae? " tanya Luhan.

" Aish, kau bodoh sekali.. Duduklah di sini " suruh Sehun. Luhan pun menuruti perintah Sehun dan duduk di depan. " Kajja! " seru Sehun bersemangat.

Dalam perjalanan Sehun merasa senang sekali, dia mengayuh sepedanya pelan. " Sehun-ah,palli..! Kris oppa sudah menunggu kita " kata Luhan.

" Ya! Kau sangat berat, aku tidak bisa mengayuh sepeda ku dengan kencang " kata Sehun berbohong.

" M-Mwo?! Berat?! Ya! Kau-" Luhan tidak meneruskan kalimatnya karena dia melihat sosok yang sangat dia kenal di seberang jalan. " Sehun-ah.. Berhenti.. " Sehun pun menghentikan sepedanya.

" Wae? " tanya Sehun.

" Chanyeol oppa.. Bersama siapa dia? " Luhan melihat Chanyeol bersama seorang yeoja di seberang jalan. Luhan mencoba memperjelas siapa yeoja yang bersama dengan Chanyeol, ternyata itu adalah Huang Zi Tao. Chanyeol terlihat sedang duduk di halte bersama Tao, yang membuat Luhan merasa tidak senang Chanyeol memegang tangan Tao. Tiba-tiba Chanyeol memeluk Tao, Luhan membelalakan matanya.

" Ke-kenapa Chanyeol oppa memeluk Tao eonni? " batin Luhan. Sehun menghampiri Luhan,

" Luhan, wae? " tanya Sehun masih bingung. Lalu matanya menangkap Chanyeol yang bersama seorang yeoja di seberang sana. Sehun melihat Luhan yang mulai menitikan air mata, " Lu, gwaenchana? " tanya Sehun.

" Sehun-ah, kajja kita beli obat dan segera pulang " ajak Luhan sambil menyeka air matanya.

Sementara itu

" Noona, uljimma.. " kata Chanyeol mencoba menenangkan Tao yang tengah menangis di pelukannya.

" Aku sangat mencintainya, Chanyeol-ah.. Tapi.. Kenapa Appa ku tidak menyetujui hubungan kami.. " jawab Tao.

" Arraseo.. Berusahalah meyakinkan Abeonim bahwa dia namja yang tepat untuk mu dan kalian saling mencintai.. Aku akan membantu mu, noona.. " kata Chanyeol. Appa Tao tidak setuju dengan hubungan Tao dan namja chingunya. Padahal Tao sudah berniat akan menikah dengan namja chingunya itu, alasan Appa Tao tidak menyetujui hubungan mereka karena namja chingu Tao sudah yatim piatu dan hanya penjual ramyeon.

" Gomawo, Chanyeol-ah.. " jawab Tao lalu menyeka air matanya.

Di rumah Luhan

Sehun menemani Luhan di kamarnya, saat ini Luhan sedang menangis. Luhan mengira Chanyeol telah berselingkuh.

" Lu.. Uljimma.. Kau terlihat jelek saat menangis.. " kata Sehun.

" Biar.. Aku memang jelek, maka dari itu Chanyeol oppa berselingkuh.. " jawab Luhan.

" Apa kau tahu kalau mereka memang berselingkuh? Mungkin saja yeoja itu hanya temannya.. " Sehun menghibur Luhan.

" Diamlah Oh Sehun.. Jangan membelanya! Kau tidak tahu bagaimana rasanya sakit hati, kan? " bentak Luhan.

" Kau salah Luhan.. Aku sering merasakan sakit hati.. " jawab Sehun pelan. " Aku sering merasakan sakit hati karena mu.. Aku sakit hati melihat mu bersama Chanyeol Ssaem.. Aku sakit hati menerima kenyataan bahwa kau sudah memiliki kekasih.. " kata Sehun, Luhan berhenti menangis.

" Mw-mworago? " tanya Luhan tidak mengerti.

" Mianhae.. Saranghae.. " ucap Sehun akhirnya.

Luhan membelalakan matanya dan terus memandang Sehun. " A-apa maksudmu, Sehun-ah.. Jangan becanda.. " kata Luhan gugup. Sehun mendekati Luhan dan memegang tangan Luhan erat namun Luhan berusaha melepaskannya.

" Luhan.. Ijinkan aku mengatakan sesuatu yang selama ini aku pendam.. Aku tahu mungkin ini sudah terlambat, tapi aku pikir tidak salah untuk mengungkapkannya sekarang.. " kata Sehun yang membuat Luhan semakin gugup. " Nan johae, Luhan.. Aku sudah lama memendam perasaan ku ini padamu, tapi aku terlalu takut untuk mengatakannya.. " Sehun mengakui semua perasaannya selama ini, Luhan masih bungkam dia bingung harus bagaimana. " Kau pasti bingung dan kecewa dengan ku.. Mianhae.. Anggap saja.. Aku tak pernah mengatakan ini padamu, jangan merasa bingung dengan ku.. Baiklah, aku pulang dulu.. " pamit Sehun, Luhan hendak mencegah kepergian Sehun namun Sehun sudah keluar dari kamar Luhan.

" Sehun-ah.. Sebenarnya.. Aku juga menyukaimu.. Dari dulu.. " gumam Luhan, air matanya mulai turun kembali mengingat kata-kata Sehun untuk melupakan pernyataan Sehun tadi. Perasaan Luhan pada Sehun juga sama, namun Luhan menyangka Sehun hanya menganggapnya sahabat. Maka dari itu, semenjak Chanyeol datang Luhan berusaha melupakan perasaannya pada Sehun.

Sehun belum pulang dari rumah Luhan, dia diam di depan rumah. Jantungnya berdebar kencang, dia tidak menyangka akan menyatakan perasaannya pada Luhan sekarang. Tapi dia sadar Luhan sudah bersama Chanyeol, dia tidak mungkin menyakiti perasaan orang lain. Sehun menghela nafas panjang, lalu akhirnya dia pulang.

Keesokan paginya

Luhan dan Sehun berada di kelas, Sehun sedang tidur dan Luhan sibuk dengan ponselnya. Diam-diam Luhan mengarahkan ponselnya pada Sehun, dia memotret Sehun yang sedang tidur dengan ponselnya. Luhan tersenyum sendiri melihat hasil fotonya, " Ya! Kenapa kau tertawa sendiri? " tanya Sehun tiba-tiba membuat Luhan kaget.

" A-ani.. Teruskan saja tidurmu, aku akan keluar sebentar " Luhan buru-buru keluar dari kelas dan tanpa sengaja menabrak seorang namja.

BRUKKK..!

" Ah! Appo..! " rintih Luhan yang terjatuh karena menabrak namja itu.

" Mianhaeyo agasshi.. " kata namja itu sambil mengulurkan tangannya untuk menolong Luhan.

" Gwaenchanayo.. "jawab Luhan berusaha berdiri sendiri. Namja itu melihat Luhan dari kepala hingga kaki,

" Kau Lu Han, kan? " tanya namja itu.

" Ne.. Bagaimana kau bisa tahu nama ku? " Luhan heran karena dia merasa tidak mengenal namja itu.

" Aku Kyungsoo, namdongsaeng Chanyeol.. " jawab namja itu yang ternyata adalah Kyungsoo.

" Chanyeol Ssaem punya namdongsaeng? " tanya Luhan yang baru menyadari Chanyeol mempunyai namdongsaeng.

" Tentu saja, apa dia tidak pernah menceritakannya padamu? " Luhan hanya menggeleng menjawab pertanyaan Kyungsoo.

" Aish.. Hmm.. Kau tahu dimana hyung ku? " tanya Kyungsoo lagi.

" Molla.. " jawab Luhan lalu hendak pergi meninggalkan Kyungsoo namun Kyungsoo menahannya.

" Antar aku ke ruang guru, ne? Dia pasti di sana " ajak Kyungsoo sambil menarik tangan Luhan. Kyungsoo bercerita bahwa kemarin malam Chanyeol bertemu dengan Tao.

" Ne.. Aku tahu.. " jawab Luhan setelah mendengar cerita Kyungsoo.

" Kau tahu? Jadi kau juga tahu cerita tentang Tao noona? Kasihan dia, appanya tidak setuju dengan namja pilihannya. Semalam dia terus menangis di apartemen Chanyeol hyung. " kata Kyungsoo. Luhan berhenti mendengar cerita Kyungsoo.

" Jakkaman.. Tao eonnie sudah mempunyai namja chingu? " tanya Luhan.

" Tentu saja, dia hampir bertunangan dengan namja chingunya itu " jawab Kyungsoo.

" Chanyeol Ssaem dan Tao eonni tidak.. " Luhan tidak meneruskan kalimatnya,

" Apa? Mereka hanya berteman.. Namja chingu Tao noona bernama Kris, dia pemilik kedai ramyeon ". Luhan semakin kaget dengan jawaban Kyungsoo.

" Kr-Kris? Kris oppa namja chingu Tao eonnie?! " teriak Luhan tidak percaya.

" Kau mengenalnya? Wah.. Kebetulan sekali, dunia memang sempit.. " jawab Kyungsoo. Mereka pun sampai di ruang guru, terlihat Chanyeol sedang mengerjakan sesuatu di sana. Kyungsoo masuk ke ruang guru duluan, Luhan masih ragu untuk mengikuti Kyungsoo.

" Hyung.. " sapa Kyungsoo, Chanyeol menoleh pada Kyungsoo yang berdiri di belakangnya.

" Wasseo? " tanya Chanyeol.

" Eoh.. Aku bersama Luhan " jawab Kyungsoo sambil menunjuk Luhan yang berada di depan ruang guru. Chanyeol langung menghampiri Luhan,

" Ya! Kenapa kau?! Kenapa kau tidak menjawab telepon ku?! Dan kenapa kau berangkat duluan?! " bentak Chanyeol. "

Mianhae.. " jawab Luhan datar.

" Baiklah.. Apa kau tadi berangkat bersama Sehun? " tanya Chanyeol.

" Ne.. " jawab Luhan singkat. Chanyeol menghela nafas, sebenarnya dia tidak suka melihat kedekatan Luhan dengan Sehun namun dia tidak bisa melarangnya.

Pulang sekolah Chanyeol langsung menghampiri Luhan yang tengah berjalan bersama Sehun menuju tempat parkir. " Luhan.. " panggil Chanyeol.

" Oppa? Eh.. Chanyeol Ssaem? Waeyo? " tanya Luhan.

" Pulanglah bersama ku.. " jawab Chanyeol. Sehun menatap tajam Chanyeol saat Chanyeol mengajak Luhan pulang bersama.

" Tidak bisa Ssaem.. Luhan akan pulang bersama dengan ku " kata Sehun sambil menarik tangan Luhan agar menjauh dari Chanyeol.

" Ya! Sehun-ah.. Apa salahnya Luhan pulang bersama ku? Kau tahu kan bagaimana hubungan ku dengan Luhan? Kau hanya sebatas sahabatnya, kau tak pantas mengatur Luhan! Arra?! " bisik Chanyeol agar Luhan tidak mendengarnya. Sehun mengepalkan tangannya menahan kemarahannya,

" Lu.. Pulanglah dengan Chanyeol Ssaem.. " kata Sehun akhirnya.

" M-mwo? Wae? " Luhan tidak mengerti kenapa Sehun berubah pikiran. Sehun bingung mencari alasan dan kebetulan Sulli menghampiri Sehun.

" Sehun-ah..! " panggil Sulli.

" Oh, aku akan pulang bersama Sulli. Kajja.. " Sehun langsung menarik tangan Sulli dan mengajaknya berjalan menuju tempat parkir. Sulli senang karena Sehun memegang tangannya untuk yang pertama kali. Luhan kesal dengan sikap Sehun yang mengajak pulang Sulli.

" Kajja.. " ajak Chanyeol, Luhan pun mengikuti Chanyeol pergi. Luhan melihat Sehun yang membonceng Sulli, dia benar-benar tidak suka melihat yeoja lain naik di atas sepeda Sehun. " Lu.. Wae? " tanya Chanyeol yang melihat Luhan melamun.

" Ne? Ah.. Ani.. Hehehehe.. " jawab Luhan.

Dari kejauhan Sehun melihat Luhan yang naik ke mobil Chanyeol, hatinya terasa sakit. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. " Sehun-ah.. Aku senang sekali kau mengajak ku pulang bersama " kata Sulli yang telah naik di sepeda Sehun.

" Turunlah.. " kata Sehun.

" M-mwo? " Sulli bingung dengan kalimat Sehun.

" Turunlah! " bentak Sehun, akhirnya perlahan Sulli turun dari sepeda Sehun dan Sehun mengayuh sepedanya meninggalkan Sulli.

Chanyeol mengajak Luhan ke apartemennya. " Masuklah.. " ajak Chanyeol saat berada di depan pintu. Dengan malu-malu, Luhan masuk ke dalam apartemen Chanyeol. Ini pertama kalinya Luhan masuk ke dalam apartemen seorang namja. " Hwaa~ Rapi sekali~ " puji Luhan saat melihat kamar apartemen Chanyeol.

" Duduklah, aku akan membuatkan mu minuman " kata Chanyeol sambil menuju dapur. Luhan duduk di sofa dan melihat-lihat album foto yang berada di atas meja. Di sana ada foto Chanyeol saat masih bayi,

" Kyeopta~ " ucap Luhan.

" Nugu? " tanya Chanyeol yang tiba-tiba berada di sampingnya.

" Ige.. Oppa kau lucu sekali saat masih bayi " jawab Luhan.

" Jinjja? Sampai sekarang aku juga lucu, kan? " tanya Chanyeol memamerkan puppy eyes nya. Luhan mencubit pipi Chanyeol karena gemas.

" Ini, hanya ada sedikit kue di sini.. Mianhae aku tidak bisa memberi mu makanan, kau pasti lapar " kata Chanyeol.

" Gwaenchana.. " jawab Luhan lalu mengambil sepotong kue dan memakannya. Luhan tidak sadar ada sisa kue di sekitar mulutnya, Chanyeol tersenyum melihat kepolosan Luhan. Perlahan tangan Chanyeol mengusap mulut Luhan untuk membersihkan sisa kue itu. Luhan kaget dengan perlakuan Chanyeol, tanpa sadar mata mereka berdua bertemu. Chanyeol semakin mendekat pada Luhan hingga akhirnya

CHU~.

Luhan membelalakan matanya, akhirnya Chanyeol merebut first kissnya. Wajah Luhan merah padam dan terasa panas. Chanyeol melepaskan ciumannya dan tersenyum. " Saranghae, Luhan.. " ucapnya. " Nado.. " jawab Luhan dan mereka pun berpelukan.

Malamnya Chanyeol mengantar Luhan pulang. Sampai di depan rumah Luhan, Chanyeol membukakan pintu mobilnya untuk Luhan. " Oppa.. Kau tidak masuk dulu? " tanya Luhan.

" Hmm.. Sudah malam, sampaikan saja salam ku untuk orang tua mu.. " jawab Chanyeol.

" Baiklah.. Aku masuk dulu.. " kata Luhan namun Chanyeol mencegahnya. Chanyeol mencium bibir Luhan lagi, tanpa mereka sadari Sehun melihatnya dari kejauhan. Sehun terdiam melihat pemandangan yang sangat menyakitkan baginya, dia pun membalikan badannya dan berlari pulang.

Esoknya

Hari ini adalah hari Minggu, Sehun berencana mengajak Luhan untuk pergi ke Lotte World. Dia tengah bersiap-siap sambil berkaca di depan cermin. Sehun mengambil sebuah kotak kecil dari dalam lacinya dan membukanya. Terdapat sebuah cincin manis di dalamnya.

" Luhan-ah.. Ini hadiah untuk mu.. " kata Sehun sambil menghadap ke cermin, dia belajar bicara di hadapan Luhan. " Luhan-ah.. Meskipun aku tidak mungkin bisa memiliki mu.. Tapi, ijinkan aku tetap mencintai mu.. " kata Sehun lagi. Dia pun yakin dengan ucapannya lagi dan bergegas pergi untuk menjemput Luhan.

Luhan sudah menunggu Sehun di depan rumahnya. Sehun semakin gugup saat melihat Luhan,

" Sehun-ah.. Palli.. " kata Luhan. Sehun pun mengayuh sepedanya menghampiri Luhan.

" Naiklah.. " kata Sehun. Tanpa disuruh lagi, Luhan naik di depan Sehun.

" Kajja.. " kata Luhan. Sehun mulai mengayuh sepedanya, mereka memang naik sepeda menuju Lotte World. Jalanan cukup ramai, banyak mobil yang lalu lalang di sana. Tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju cukup kencang di depan mereka. Sehun berusaha menghindari mobil itu, namun terlambat mobil itu sudah berada tepat di depan Luhan dan Sehun. Hingga..

BRAAAKKKK!

Tabrakan pun tidak dapat terhindarkan lagi. Luhan dan Sehun terjatuh dari sepeda, darah banyak keluar dari mereka berdua. Kotak kecil yang berada di saku Sehun pun keluar, kotak itu hancur namun tidak dengan cincinnya.

Luhan dan Sehun segera dilarikan ke rumah sakit. Orang tua Luhan, Chanyeol dan Kris sudah berada di sana juga. Luhan dan Sehun masuk ke ruang ICU untuk segera ditangani. Eomma Mirae tidak berhenti menangis, Appa Luhan berusaha menenangkannya. Chanyeol terus melihat ke ruang ICU, dia benar-benar khawatir dengan keadaan Luhan. Kris terus berdoa demi keselamatan adiknya, Tao juga datang untuk menemani Kris. Akhirnya ruang ICU terbuka, Eomma Luhan menghampiri dokter yang keluar dari ruang itu.

" Uisa.. Bagaiman keadaan anak saya? " tanya Eomma.

" Anak perempuan anda tidak apa-apa, hanya ada pecahan kaca yang menancap tepat di retina matanya. Sehingga kemungkinan dia akan buta.. " jawab dokter yang membuat Eomma kembali menangis.

" Lalu bagaimana dengan anak kami yang laki-laki? " tanya Appa.

" Hingga sekarang dia masih kritis, luka di kepalanya sangat parah. Kami akan berusaha semampu kami.. " jawab dokter itu lagi. Kris yang mendengar jawaban dokter pun menangis, Tao memeluk Kris untuk menenangkannya.

Beberapa jam kemudian, Luhan sudah di pindahkan di kamar rawat inap. Chanyeol menunggu hingga Luhan sadar. Tak lama, Luhan membuka matanya. " Luhan-ah.. Kau sudah sadar? " tanya Chanyeol.

" Op-Oppa? Ke-kenapa gelap sekali? Apa lampunya tidak dinyalakan? " tanya Luhan sambil meraba-raba. Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Luhan, dia menahan air matanya.

" Oppa? Kau diamana? Aku tidak bisa melihat mu.. Nyalakan lampunya " kata Luhan. Chanyeol langsung memeluk Luhan sambil menangis.

" Luhan-ah.. Mianhae.. " ucap Chanyeol.

" Wae? Oppa wae? " tanya Luhan.

" Kau tidak bisa melihat Luhan.. " jawab Chanyeol.

" Ka-kau bercanda kan oppa? Ini tidak mungkin kan? Kau bercanda kan?! " teriak Luhan.

" Luhan.. Tenanglah.. Aku berjanji akan berusaha sampai mata mu bisa melihat lagi " Chanyeol menenangkan Luhan.

" Oppa.. Bagaimana dengan Sehun? Apa dia baik-baik saja? " tanya Luhan yang teringat dengan Sehun.

" Di-dia baik-baik saja.. Tenanglah.. " Chanyeol terpaksa berbohong agar tidak membuat Luhan khawatir.

Akhirnya setelah beberapa hari dirawat, Luhan mendapatkan donor untuk matanya. Luhanmenjalani operasi mata. Orang tuanya dan Chanyeol menunggu di depan ruang operasi. Setelah beberapa jam akhirnya operasi pun selesai. Dokter membuka perban yang menutup matanya, Luhan pun perlahan membuka matanya. " Eomma.. Appa.. " panggil Luhan. Orang tua Luhan lega akhirnya Luhan bisa melihat lagi. Chanyeol juga bersyukur, Luhan bisa melihat.

" Dimana Sehun? " tanya Luhan. Orang tua Luhan tidak bisa menjawabnya, Chanyeol pun memberikan sepucuk surat untuk Luhan. " Ige mwoya? " tanya Luhan.

" Bacalah.. "jawab Chanyeol. Orang tua Luhan mengajak Chanyeol untuk keluar, mereka memberikan kesempatan untuk Luhan agar membaca surat itu sendiri.

To : Lu Han

Annyeong Luhan-ah.. Saat ini pasti kau sudah melihat lagi kan? Chukkae ^^, mianhae aku tidak bisa menemui mu.. Mungkin saat kau membaca surat ini, kau tidak akan bertemu denganku lagi. Aku menyusul Eomma dan Appa ku yang sudah berada di sana.. Mianhae.. Aku tidak pamit padamu dulu.. Aku harap kau tidak sedih membaca surat ini, tenang saja.. Aku masih berada di dekat mu.. Mata yang kau gunakan sekarang adalah mata ku..jadi aku tetap bisa merasakan apa yang kau rasakan meskipun aku tidak berada di sampingmu.. Berjanjilah gunakan mata itu untuk melihat orang di sekitar mu bahagia karena mu, jangan gunakan mata itu untuk menangis. Kau tidak mau membuat ku menyesal telah memberikan mata ku untuk mu, kan? Selalu lah bahagia, Luhan..

Saranghae..

Sehun

Luhan mulai menangis setelah membaca surat itu. Dia tidak menyangka Sehun akan meninggalkannya secepat ini. " Sehun.. Kau jahat.. " Luhan menangis sejadi-jadinya.

*Flashback

Sehun masih terbaring lemah, dia koma. Sudah hampir 3 hari berada di rumah sakit dan Sehun belum sadar sama sekali. Chanyeol menjenguk Sehun, terlihat Kris setia menunggu adiknya. " Bagaimana keadaannya? " tanya Chanyeol.

" Masih sama.. Dia belum sadar.. " jawab Kris. Tak lama tiba-tiba Sehun membuka matanya perlahan.

" Se-Sehun-ah.. Kau sudah bangun? " kata Kris. Sehun berusaha menyampaikan sesuatu namun sepertinya sulit sekali. Kris dengan tanggap mencari kertas dan bolpoin, " Tulislah apa yang ingin kau katakan " kata Kris. Sehun berusaha menulis walaupun dia merasa tangannya sulit bergerak.

" BAGAIMANA KEADAAN MIRAE " itulah tulisan Sehun.

" Mirae baik-baik saja, hanya dia tidak bisa melihat lagi. Kami menunggu donor yang tepat untuk Mirae " jawab Chanyeol. Perlahan air mata Sehun menetes, dia berusaha menulis lagi.

" KALAU AKU PERGI, BERIKAN MATA KU INI UNTUK LUHAN" tulis Sehun yang membuat Kris dan Chanyeol terkejut. Sehun meminta pada Kris untuk memberikannya selembar kertas. Sehun menulis sesuatu di sana, lalu menyerahkannya pada Kris.

" Sehun-ah.. Apa maksud mu? Kau akan baik-baik saja, kau akan sembuh secepatnya " kata Kris. Sehun terlihat tersenyum lalu memegang tangan Kris yang sedari tadi menggenggam tangan Sehun.

" MIANHAE HYUNG " tulis Sehun lagi.

" Sehun-ah.. Kenapa kau minta maaf? " tanya Kris tidak mengerti. Lama-lama mata Sehun menutup dan pegangan tangan Sehun pada Kris terlepas. " Se-Sehun-ah.. Ya! Sehun-ah! Ireona.. Ya! Ireona! " teriak Kris yang melihat Sehun tidak bergerak sama sekali. Chanyeol pun segera memanggil dokter. Dokter memeriksa keadaan Sehun, " Jeongseohamnida.. Kami sudah berusaha semampu kami.. " ucap dokter, tangisan Kris pun pecah Chanyeol tak sadar ikut menangis juga.

*Flashback End

Sudah hampir 3 bulan semenjak kepergian Sehun. Luhan sudah bisa menerima kepergian Sehun, dia berusaha menjalankan janjinya agar tidak pernah bersedih. Saat ini Luhan berada di taman bersama Chanyeol. " Luhan.. 2 bulan lagi kau akan menerima pengumuman kelulusan.. Apa rencana mu? " tanya Chanyeol.

" Aku? Hmm.. Aku ingin meneruskan pendidikan ku, mungkin aku akan kuliah di Kyunghee University " jawab Luhan.

" Jinjja? Lalu? " tanya Chanyeol lagi.

" Hmm.. Aku belum memikirkannya " jawab Mirae. Chanyeol menjitak kepala Luhan, " Ya! Appo! " teriak Luhan.

" Apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana dengan hubungan kita?! " bentak Chanyeol. Luhan tersipu malu mendengar kalimat Chanyeol.

"Hu-hubungan kita? " tanya Luhan.

" Eoh.. Apa kau tidak ingin menikah? " Chanyeol mengedipkan sebelah matanya menggoda Luhan.

" Mo-molla.. " Luhan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Chanyeol menarik dagu Luhan agar menatap matanya, sebelah tangan Chanyeol mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak kecil berisi cincin " Will you marry me? " tanya Chanyeol yang membuat Luhan membelalakan matanya.

" Op-Oppa.. " Luhan masih terkejut dengan sikap Chanyeol yang tiba-tiba melamarnya.

" Jawab Luhan.. " kata Chanyeol. Luhan menghela nafas panjang,

" Ne.. " jawabnya. Chanyeol tersenyum senang mendengar jawaban Luhan, dia pun memasang cincin itu di jari manis Luhan. Chanyeol mencium bibir Luhan sekilas

" Saranghae, Luhan.. " ucap Chanyeol.

" Nado saranghae, oppa.. " jawab Luhan mereka pun berpelukan. " Sehun-ah.. apa kau juga bisa merasakan kebahagiaan ini? " tanya Luhan dalam hati.

END

Gomawo buat readers yang mau baca ff abal-abal ku ini. Yang udah review meskipun Cuma sedikit aku ucapkan terima kasih sudah menghargai tulisan ku ini. Sampai ketemu di ff selanjutnya~ *bow