"Ada sesuatu yang terjadi pada Hinata kan?"
Seketika Naruto menoleh pada Sasuke, sungguh terkejut dengan perkataan Sasuke, apakah dia sudah tau?
"Jelaskan pada kami juga Naruto!"
Tiba-tiba Sakura dan Ino datang.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Batin Naruto.
.
.
Naruto ©Masashi Kisimoto
Amnesia ©msconan
Rate : T+
Warning : AU,OOC, Typo berserakan dimana2, EYD tidak jelas dll
Don't like, press the back button!
Happy reading ^^/
Present:
Amnesia chap 5
~0~
.
.
Oh tidak, keadaan Naruto saat ini sangat tidak menguntungkan, ketiga sahabatnya tengah memandang nya dengan tajam, seperti polisi yang ingin mengintrogasi seorang tersangka penggelapan uang.
"Kenapa harus secepat ini, aku belum siap!" Batin Naruto, dia tau apa yang di inginkan oleh ketiga sahabatnya itu,
Apakah aku harus melarikan diri, sejenak pikiran bodoh itu terlintas di benak Naruto, tapi kalau itu dilakukan tentu dia akan seperti orang yang lepas tanggung jawab, dan benar-benar seperti seorang tersangka penggelapan uang triliunan yen, walaupun di bisa lolos sekarang, esok atau lusa pasti dia akan tertangkap.
Naruto, mengangkat wajahnya, mencoba membalas pandangan mengintimidasi dari ketiga sahabatnya itu, membuat nyali nya ciut, yah mungkin dia memang tidak bisa kabur sekarang.
"A,apa maksud kalian" Kata Naruto, jelas terdengar gugup.
"Ck, sudah lah Naruto, kau tidak perlu berpura-pura" Kata Ino menyerang Naruto.
Benar, sepertnya mereka sudah tau. Ya sudahlah.
Naruto menghela nafas, menatap satu persatu ketiga sahabatnya itu, mulai darimana dia akan bercerita?
Ino dan Sakura menarik paksa kedua tangan Naruto, memaksanya mengikuti langkah mereka menuju taman Rumah Sakit.
"Ba,,baiklah, mungkin sebaiknya kita cari tempat yang cocok" Kata Naruto nyengir, tubuhnya masih saja dengan paksa mengikuti kedua wanita itu.
Memang benar, sekarang mereka berempat masih berdiri di loby rumah sakit. Naruto diseret keluar menuju bangku panjang yang berada di taman rumah sakit itu, di ikuti oleh Sasuke yang berjalan di belakangnya.
"Hei, aku jadi terlihat seperti tersangka yang akan di Introgasi" Kata Naruto sambil mengusap-usap pergelangan tangannya yang ditarik Ino dan Sakura.
"Memang kami akan mengintrogasi mu Naruto" Kata Ino berkacak pinggang di depan Naruto dengan pandangan menyelidik.
"Hah, Baiklah! Apa yang ingin kalian ketahui?" Kata Naruto ketika sudah duduk di bangku panjang itu,
"Semuanya" Sakura menjawab.
Berpikir sejenak, Naruto berusaha menyusun kata-kata yang tepat untuk menggambarkan situasi yang di alami oleh Hinata.
"Baiklah" Naruto menghela nafas kemudian malanjutkan kata-katanya "Sebenarnya Hinata, dia,, lupa ingatan" Kata Naruto tanpa memandang ke arah sahabat-sahabatnya, ya sungguh kenyataan pahit.
"APA!" Teriak ino dan sakura, sedangkan Sasuke sedikit terkejut, walaupun sebenarnya dia sudah tau jika ada yang salah pada Hinata, tapi dia tidak tau jika separah itu. Tentu saja otak Sasuke bisa langsung menerka, tidak seperti dengan Sakura dan Ino yang berpikir lambat.
"Benar ternyata" Kata Sasuke mencoba merileks kan badannya dan bersandar pada badan kursi kayu itu.
Sontak Sakura dan Ino menatap Sasuke dengan tanda tanya.
"Yah, walaupun aku tidak tau jika dia amnesia, dokter hanya mengatakan jika bagian kepala Hinata mengalami gangguan" Kata sasuke menjawab tatapan dua wanita di depannya.
"Begitu kah" Kata Naruto yang akhirnya bersuara.
"Bagaimana bisa Naruto?" Tanya Ino pada Naruto.
"Hinata terjatuh, mungkin kepalanya terbentur, saat aku menemukannya darah sudah mengalir dikepalanya" Kata Naruto, mengingat kembali malam yang seharusnya menjadi malam paling bahagia baginya dan Hinata, tetapi malah menjadi petaka.
Ino dan Sakura tampak sangat prihatin mendengar cerita Naruto, tak disangka jika sahabatnya mengalami hal seperti itu.
"Saat sadar, dia tidak mengingat apapun, dia bahkan melupakanku" Kata Naruto kemudian "Tapi, baa chan bilang dia tidak apa-apa dan,, ingatannya bisa kembali" Naruto mencoba tersenyum.
"Naruto, apakah orang tua kalian sudah tau?" Tanya Sasuke pada Naruto.
"Belum, kalian adalah yang pertama?"
"Kenapa kau menutupinya?" Tanya Sakura
"Karena, aku akan bertanggung jawab, aku akan mengembalikan ingatan Hinata secepatnya!" Kata Naruto mantap. "Lagi pula, aku tak ingin orang tua kami ikut campur" Kata Naruto lagi,
Ino dan Sakura tersenyum maklum, mereka tau seperti apa Naruto, keras kepala. Lagi pula jika ayah Hinata tau, entah apa yang akan terjadi pada pemuda pirang itu.
"Kami akan membantu kalian" Kata Sakura kemudian. Naruto memandang ketiga sahabatnya yang tengah tersenyum padanya.
"Arigatou, seharusya aku lebih cepat memberi tau kalian" Kata Naruto tersenyum pada ketiga sahabatnya.
Bletak!
"Ittai" Naruto memegangi kepalanya yang di pukul Sasuke.
"Bodoh! Seharusnya member tau kami, Baka Dobe!"
"Gomen" Kata Naruto mengusap kepalanya yang masih sakit.
"Lalu, kenapa Hinata bisa berada disini dan kenapa kalian juga?" Kata Naruto lagi.
"Aku bertemu dengannya yang duduk sendirian di taman" Jawab Ino "ketika aku menghampirinya Hinata hanya diam, seperti tidak mengenali aku" Kata Ino lagi
Naruto Hanya mengangguk-anggukan kepalanya, mungkin Hinata terlalu memaksakan berpikir tentang Ino hingga kepalanya sakit.
"Sebaiknya Kita menemui Hinata" Kata Ino kemudian.
~0~
Perempuan bersurai Indigo itu perlahan membuka kedua kelopak matanya, memperlihatkan kedua manic matanya yang Nampak seperti cahaya bulan.
Ah, bau ini, lagi-lagi aku berada di tempat ini.
Hinata pelahan-lahan mengumpulkan kesadarannya, sakit kepalanya sudah hilang! Ia melihat pergelangan tangan kirinya yang terpasang selang infus, "kenapa aku kembali ketempat seperti ini lagi?" Batin Hinata.
Hinata berusaha bangkit dari tidurnya, mencoba bersandar pada ranjang tempat dia tidur, tak lama pintu ruangan tempat dia terbaring itu diketuk kemudian terbuka menampakkan rambut kuning yang menyembul dari luar, ah Hinata bisa menebak siapa pemilik rambut itu.
"Hinata chan, kau sudah sadar?" Kata Naruto tersenyum melihat Hinata yang duduk bersandar pada ranjangnya.
"Begitulah" Jawab Hinata "Sebenarnya kau beli minuman dimana sih? Meninggalkaknku sendirian, ini semua salah mu" Kata Hinata ngambek.
"Gomen" Kata Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kau tau aku-" Hinata ingin melanjutkan kata-katanya, tetapi dia melihat kalau Naruto ternyata tidak datang sendiri, "eh?"
"Kau sudah sadar Hinata, apakah masih Sakit?"
Hinata melihat tiga orang yang berdiri di belakang Naruto, Sakura, Sasuke dan Wanita berambut pirang yang dia temui di taman tadi.
"Kau sungguh tak mengingatku Hinata?" Kata Ino berjalan mendekati Hinata.
"Eh,, itu,,gomen" Jawab Hinata.
Loh, kenapa dia tau? Hinata melemparkan tatapan penuh tanya pada Naruto.
"Yah, mereka sudah tau" Kata Naruto menjawab tatapan penuh tanya yang di arahkan padanya.
"Tidak apa, ah! Bagaimana jika kita bekenalan lagi?" Kata Ino sambil tersenyum pada Hinata.
"Aku ino, Yamanaka Ino" Kata ino memperkenalkan dirinya.
"Aku Sakura, sekarang sudah menjadi Uchiha Sakura" Kata Sakura setelah ino "Kami berdua sahabat mu ketika di univesitas" Kata Sakura menambahkan.
"Dan ini Tem, ah maksudku Sasuke Uchiha dia sahabat serta partner kerja ku" Kata Naruto memperihatkan senyuman lima jarinya.
"Salam kenal" Kata Hinata.
"hihihi lucu ya,,kita seperti bernostalgia pada waktu masih semester satu dulu" Kata Ino tertawa di depan Hinata.
"Jahat sekali kau melupakan kami Hinata" Kata Sakura lagi.
"Heh, jangankan kalian, dia bahkan melupakanku yang menjadi suaminya" Kata Naruto kekanak kanakan "Buruknya lagi dia memanggilku dengan sebutan 'ji san'" Kata Naruto dengan wajah cemberut.
"Pfttt,,Hahahahahahahah"
Mendengar hal itu Sakura dan Ino tertawa terbahak-bahak sampai cairan bening tampak di pelupuk mata mereka berdua, bahkan Sasuke mati-matian menahan agar tawanya tidak meledak untuk menjaga image uchiha tentu nya , wajahnya saja sudah memerah, poor Naruto.
"Jahat sekali kalian menertawakanku sampai segitunya" Kata Naruto kesal melihat dirinya ditertawakan. Lagipula kenapa juga dia mengatakan hal itu.
Hinata pun tersenyum melihat sekelilingnya, tak disangka ternyata dia mempunyai teman-teman yang sangat menyayangiya.
"Kenapa kau tersenyum Hime, kau menertawakan aku juga?" Kata Naruto kemudian duduk di samping Hinata.
"Mungkin juga" Kata Hinata masih tersenyum.
Naruto tiba-tiba merangkul bahu Hinata, membuat Hinata segera menoleh.
"Apa yang-"
"Liat Saja, aku tidak akan membuat mu memanggilku denga panggilan itu lagi" Kata Naruto menyeringai.
"Ah, sepertinya Hinata perlu diberitahu sesuatu Ino" Kata Sakura tersenyum pada Ino.
"Hinata chan, Hati-hati Naruto itu ME-SUM loh" Kata Ino tertawa jahil sambil melihat Naruto yang raut wajahnya langsung berubah.
"Eh!" Wajah Hinata memanas, dengan cepat dia melepaskan rangkulan Naruto di bahunya dan menggeser tubuhnya.
"Hei, jangan percaya perkataan mereka" Kata Naruto membela diri.
"Ah, kau pasti tidak ingat waktu kalian pacaran dulu" Kata Ino menambahkan lagi.
Sakura dan Ino terus tertawa melihat tingkah Hinata.
"Ne, memangnya kau tidak merasa Hinata chan?" Kata Sakura dengan eksperesi terkejut yang di buat-buat..
"I,,iya sih" Kata Hinata ragu, memang sih kalau di ingat-ingat Naruto selama ini sering sekali menggodanya, yang menurutnya itu mesum.
"Heh, memangnya apa yang sudah dilakukan Naruto?" Kata Sakura terkejut dengan perkataan Hinata.
"Hei,hei kalian cukup" Kata Naruto, loh? kenapa sekarang dia jadi ikutan malu?
"Ne, apakah Kalian sudah,,?" Kata Ino menggantungkan kalimatnya.
"Eh!" pikiran Hinata melayang entah kemana.
"Ck, kalian sudah lah" Kata Naruto menghentikan Ino dan Sakura. Kalau sudah begini kenapa mereka jadi kompak sekali. Padahal biasanya bertengkar.
Sedangkan Hinata wajahnya semerah tomat, akh! Dia lupa, walaupun dia masih belum sepenuhnya percaya dengan perkataan Naruto, Dia kan sudah berstatus sebagai istri, jangan-jangan dia dan Naruto sudah,,,
Dengan wajah horror Hinata menatap Naruto disebelahnya.
"A,,apa? Kata Naruto yang ditatap seperti itu oleh Hinata "Jangan percaya pada mereka"
"hihihihihii" Ino dan Sakura tertawa geli melihat dua pasangan yang sedang mereka kerjai itu. Tak disangka Hinata benar-benar termakan omongan mereka.
"Hei, kalian sana pulang!" Naruto berdiri dan mengibaskan tangannya tanda mengusir ketiga sahabatnya itu.
"Wah,wah,wah sudah ingin berduaan ya?" Kata Sakura masih dengan tawa jahilnya.
"Bu,bukan itu" Kata Naruto, rona merah sepertinya betah menghiasi pipi dengan tiga garis itu.
"Kalian berisik, Hinata chan jadi tidak bisa istirahat" Naruto mencoba mencari jawaban yang tepat. Naruto mendorong Sakura dan Ino menuju pintu keluar.
"Heh, kenapa kau menyuruh mereka pulang?" Kata Hinata membuka suaranya, ah, dia tidak ingin ditinggal berdua dengan Naruto.
"kami akan pulang Hinata chan" Kata Sakura kemudian.
"Iya, cepat sehat ya, nanti kami akan menemuimu dirumah" Kata Ino
"Bye" Kata Ino dan Sakura bersamaan.
BLam!
Sunyi.
Sekarang tinggal Naruto dan Hinata yang tampak, canggung.
"Sekarang kau sudah bisa istirahat" Kata Naruto memecah kesunyian.
"kapan aku bisa pulang?" Tanya Hinata mencoba mengontrol detak jantungnya.
"kau yakin sudah baikan?" Tanya Naruto balik
"Eh, yah tentu saja" Jawab Hinata"Aku nggak suka berlama-lama ditempat seperti ini lagi"
"oh, ya ka,Kalau begitu aku akan bicara pada dokter dulu, kau istirahatlah" Kata Naruto dengan cepat
Hinata menganggukkan kepalanya, setelah itu Naruto keluar dari ruangan Hinata.
"Sial, kenapa ini?" Kata Naruto yang masih berdiri dibalik pintu bagian luar kamar Hinata. Dia memegangai dada sebelah kirinya, tempat dimana jantungnya berada yang saat ini berdetak sangat cepat. "Ini gara-gara Sakura dan Ino mengatakan hal yang tidak-tidak" Kata Naruto berguman sendiri.
Setelah itu Naruto menarik nafas, berharap jantungnya berdetak secara normal lagi.
Hinata meletakkan tubuhnya diatas kasur empuk rumah sakit, mencoba istirahat tetapi sepertinya tidak bisa. Kata-kata Ino dan Sakura terngiang-ngiang di otaknya, jantung nya belum bisa di ajak kompromi, seolah-olah saraf motoriknya bekerja tanpa perintah dari otak. apalagi pada saat hanya tinggal dengan Naruto, jangan-jangan Naruto bisa mendengar bunyi detak jantungnya lagi? oh tidak! Hinata menutup wajahnya dengan selimut.'
Pikiran Hinata semakin lama semakin tenggelam.
HINATA POV'S
Huft, kalau dipikir-pikir aku sama sekali tidak mengenal Naruto, siapa dia? Harus kah percaya semua perkataannya kalau kami sudah menikah? Dia tiba-tiba muncul disamping ku saat aku tersadar dan berbaring dirumah sakit, tapi? Benarkah kami sudah menikah? ah, entah lah memikirkannya membuat pikiran ku tambah kacau, mungkin memang dia satu-satunya orang yang berhubungan dengan ingatan ku yang hilang.
NORMAL POV'S
.
.
Sedangkan ditempat Sakura, Ino dan Sasuke.
"Sudahlah Sakura, perutku sakit karena tertawa terus nih" Kata Ino pada Sakura.
"ahaha,, iya,iya" Kata Sakura sambil menyeka pelupuk matanya yang tergenang air.
"Habisnya mereka lucu sekali" Kata Sakura lagi.
"Iya sih, apa lagi Hinata" Kata Ino
"Sepertinya sifat Hinata berubah total" Kata Sasuke yang dari tadi diam.
"Ehm, sepertinya, dia lebih banyak menunjukkan ekspesi wajahnya" Kata Sakura.
"Benar, lebih terlihat seperti anak 17 an tahun ya?" Kata Ino menambahkan.
"ah! Menarik sekali, sepertinya Naruto akan menjalani hari-hari yang tak biasa" Kata sakura lagi.
"Aku ingin melihat perkembangan mereka" Kata Ino sambil tersenyum pada Sakura.
"Aku juga" Kata Sakura.
Sedangkan Sasuke hanya tersenyum, entah apa yang ada didalam pikirannya.
~0~
"Kau turun kerja hari ini Dobe?" Kata Sasuke melihat Naruto yang baru saja datang.
"Yah, begitulah" Kata Naruto.
Naruto hari ini berniat untuk turun kerja, padahal waktu libur nya belum habis, sepertinya dia ingin menghindari Hinata, entahlah. Lagi pula pekerjaan nya juga sudah banyak menumpuk.
"Kenapa? Bukankah pengantin baru lebih suka berlibur lama-lama" Kata Sasuke sambil tersenyum.
"Ck, sialan teme, kau mengejek ku heh?"
"Heh, jarang-jarang kamu rajin dobe"
"Masih banyak kerjaan yang menumpuk, aku tak mau menunda nya" Kata Naruto pada Sasuke.
"Lalu istri mu, bukankah dia sakit?" Tanya Sasuke.
"Tidak, dia sudah sembuh total" Jawab Naruto.
"Kau yakin, dia baru saja keluar rumah sakit"
"Heh, aku yakin sekali" Jawab Naruto.
Mengingat kejadian tadi pagi, ketika lagi-lagi Naruto menggoda Hinata sewaktu dia mengambil pakaian kerjanya di kamar mereka, Naruto di hujani dengan berbagai benda yang dilemparkan ke arahnya, tentu saja karena dia hanya bertelanjang dada pada saat keluar dari kamar mandi. Hinata yang melihatnya langsung shock.
"heh" Naruto tersenyum sendiri mengingat kejadian pagi ini.
"Dari raut wajahmu sepertinya telah terjadi sesuatu pagi ini" Tebak Sasuke.
"Yah, begitulah" Kata Naruto kemudian meninggalkan Sasuke.
"Jangan lupa, setelah ini kita akan bertemu klien" Kata Sasuke saat Naruto akan masuk keruangannya.
"Yo, jam makan siang nanti kan?" Tanya Naruto.
"Begitulah, kurasa klien kita kali ini agak unik, sebaiknya kau jangan cari masalah dobe" Kata Sasuke memperingatkan Naruto.
"Benarkah? Aku tidak janji ya" Kata Naruto kemudian masuk kedalam ruangannya.
.
.
"Teme, kau yakin disini tempatnya?" Bisik Naruto pada Sasuke.
"Hn, tentu saja" Jawab Sasuke sambil membaca beberapa menu makan siang.
"Kurasa tempat ini tidak cocok" Bisik Naruto lagi.
"Bukankah tadi sudah kukatakan bahwa klien kita kali ini orangnya unik" Kata Sasuke lagi.
"Tapi, tempat ini tidak cocok untuk membicarakan bisnis" Bisik Naruto lagi.
"Diamlah dobe" Kata Sasuke, merasa risih karena Naruto yang terus-terusan berbisik padanya.
Sebenarnya mereka ada dimana? Yah memang benar apa yang dikatakan Naruto, tempat seperti ini bukan tempat untuk membicarakan bisnis, melainkan tempat untuk bersantai, mungkin juga bersenang-senang.
"Aku pesan coffe latte, kau Naruto?"
"Aku Orange juice" jawab Naruto.
Kemudian Sasuke mengembalikan menu makan siang kepada seorang pelayan yang mengenakkan pakaian maid, Tunggu,,
Loh? Maid?
Benar! mereka sekarang sedang menunggu seorang klien unik yang dikatakan Sasuke tadi di sebuah caffe Maid. Dengan para pelayan wanita yang mengenakan baju maid melayani para pelanggannya, memang bukan tempat yang cocok untuk membicarakan bisnis.
"Kurasa klien kita kali ini seorang maniak Teme" bisik Naruto lagi, sambil melihat beberapa pelayan yang menggunakan kostum maid dimana-mana.
"heh, entahlah" Kata Sasuke
Setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya klien yang membuat janji dengan mereka itu datang.
"Maaf, apakah kalian menunggu lama?" Kata klien tersebut.
Kalau dilihat-lihat orang yang membuat janji dengan mereka itu adalah seorang lelaki yang lebih tua dari Sasuke dan Naruto.
"Tidak juga" Jawab Sasuke.
"Lagi pula tempat ini tidak terlihat membosankan bukan?" Kata Klien tersebut sambil menatap beberapa maid yang sedang melayani pelanggan.
"Dasar maniak" Batin Naruto.
Walaupun Naruto suka menggoda Hinata dengan hal-hal yang kadang berbau mesum tapi dia bukan seorang mata keranjang, apalagi maniak. Mungkin hanya pada Hinata dia berbuat seperti itu, lagian Hinata kan Istrinya mesum pun tak apa. Plakk. XD
"Apakah kalian sudah memesan sesuatu?" tanya klien tersebut sok akrab.
"Yah, kami sudah" Jawab Sasuke.
"Baiklah, aku akan memesan sesuatu"
Kemudian klien tersebut mengangkat tangannya untu memanggil salah satu maid yang ada disana.
"Bukankah pelayan itu sangat manis" Kata klien tersebut sambil tersenyum-senyum.
Yah, biar bagaimana pun Naruto adalah lelaki normal, penasaran dengan wajah pelayan yang dikatakan manis itu Naruto menolehkan wajahnya.
Mata biru Naruto membulat, terkejut dengan penglihatannya. Bukan karena pelayan itu sangat manis. Eh, memang manis sih. Melainkan karena,,
"Hinata!" Guman Naruto
.
.
To be continue :D
.
.
Yuhuuuuu,,, ^^/ gyahahahahaa
Bagaimana apakah aku sukses membuat kalian penasaran? *narsissss XD
Hahaa,,kemana sudah arah fanfic ini? Apakah aneh?wkwkwk saya sendiri tak mengerti kemana alur ceritanya :v #plakk apalagi chap ini,,,wkwkw
ayo-ayo siapa yang mau baca chap selanjutnya?XD kenapa hinata bisa ada di café itu? Pake baju maid lagi :v kenapa,kenapa? Hahahahaa,,,,
Bagaimana?apakah kurang panjang,,aku baca review ada beberapa readers yang minta words nya diatambah,, agak susah sih, soalnya rata-rata otak saya langsung berhenti kalau words nya sdh nyampe 1k+ #alibi. :v
Sedikit pengen curhat nih XD
Aku senang banget ada yang menunggu fic ini buat publish,,makasih semuanya *ngelap air mata. Review kalian ajaib loh, bisa merubah mood ku yang tadinya ancur banget pengen nonjok orang, begitu baca review dari kalian entah kenapa aku langsung jadi senyum2 gtu, mungkin kalau di komik2 bakalan ada background bunganya wkwkwk,, pernah sekali aku ditegur gara senyum2 sendiri malah dikira aku lagi jatuh cinta or lagi smsan ama seseorang,,wkwkwk makanya aku bilang review kalian ajaib hahahahaaa,,,
Menurut kalian ada yang kurang kah dari adegan diatas :D ayo yang mau nambah2 ato ngasih2 saran jangan malu2,silahkan ketik REG spasi *plakk,,eh, maksudnya silahkan beri saran ^^ mungkin bisa saya jadikan inspirasi,,khekhekhe ^^
Untuk selanjutnya ga janji bakalan update cepat yaaa XD #kaburr naik gamabunta
Thanks to :
uchiha sabai, amu-b, LotuS-Mein319, AnnisaIP, Karizta-chan, Blue-senpai, utsukushi hana-chan, putchy-chan, Kukit(hehee,,bingung juga mau ngasih genre apa XD), TigaSetangkai, namikaze immah-chan sapphire, bala-san dewa hikikomori, Bunshin Anugrah ET, Yui Kazu (aaa,,modus :3 kayaknya yui chan ketularan naruto nih XD wkwkwk…jangan teriak dari atas genteng, mending benerin genteng yang bocor #plakk XD), Restyviolet, Tiwie Okaza, Sabaku no Yuki ( huuu,,cerewet :p ikhlas g muji nya tuh :D,,hahaha,,,ntar aku panjangin kaya kereta api :v)
*untuk silent readers juga, jika ada :D :*
*makasih juga buat yang sudah nge FAV and Nge Follow XD #banzai
Makasih semuanya sudah mau baca \XD/
.
.
Seperti biasaaaaaaaaa…
Silahkan tinggalkan jejak di kotak RIVIEW ^0^
msconan
