"kau harus diberi hukuman Hime"

Ukh! Hinata tiba-tiba teringat perkataan Naruto, apa yang akan dilakukan pemuda itu padanya nanti?

Huhft, rasanya Hinata tidak ingin pulang saja.

.

.

Naruto ©Masashi Kisimoto

Amnesia ©msconan

Rate : T+

Warning : AU,OOC, Typo berserakan dimana2, EYD tidak jelas dll

Don't like, press the back button!

Happy reading ^^/

Present:

Amnesia chap 7

~0~

.

.

"Hah~,,"

Hinata mengehela nafas sejenak, sekarang saat nya pulang, pikirnya.

Pulang berarti akan bertemu Naruto, "ya sudah lah pasrah saja" Batin Hinata.

Setelah berganti baju, Hinata bergegas menuju pintu keluar untuk pulang.

"Hime!"

Naruto tiba-tiba muncul dari luar pintu ketika Hinata hendak keluar dari café tersebut.

"Ka,,sedang apa disini?" Kata Hinata, dia sungguh sangat terkejut melihat sosok Naruto yang tiba-tiba muncul, orang ini baru saja di bicarakan sudah muncul.

"Menunggumu, menjemputmu" Kata Naruto enteng.

"Ha,,hah?" Hinata cengo.

Sekarang jantungnya sudah menaikkan ritme detakkannya.

Padahal Hinata sudah mempersiapkan hatinya untuk bertemu dengan Naruto dirumah, tapi tidak disangka-sangka bahwa pemuda itu malah menjemputnya.

"Memangnya kamu tidak kerja apa?" Tanya Hinata pada Naruto.

"Kerja, tapi aku bisa pulang sesuka hatiku" Jawab Naruto.

"dasar" Kata Hinata, sebenarnya dia berniat mengusir Naruto.

"Ayo pulang" Kata Naruto sambil tersenyum dan menggandeng tangan Hinata.

"Hei, tunggu!" Kata Hinata, tubuhnya dengan paksa ikut bergerak karena Naruto menariknya.

Dalam perjalan pulang Hinata tampak diam, sibuk dengan pikirannya sendiri, ya sibuk memikirkan apa yang yang sedang dipikirkirka oleh pria yang berjalan disampingnya ini.

Sesekali Hinata melirik Naruto yang tampak menyunggingkan senyum, sepertinya dia senang sekali.

"Apa aku begitu tampan" Kata Naruto tiba-tiba, sepertinya dia sadar kalau Hinata meliriknya.

"Eh!" Kata Hinata terkejut, wajahnya merona malu karena telah tertangkap basah menatap Naruto.

"Jangan melirikku seperti itu, kau bisa menatap ku langsung kalau kau mau" Kata Naruto menoleh pada Hinata dan tersenyum simpul.

"Jangan kepedean" Kata Hinata, padahal jelas-jelas dia kelah telak.

"Kenapa, aku tidak keberatan, kau bisa menatpku, dan aku menatapmu" Kata Naruto lagi.

Hinata hanya diam, ukh wajahnya mungkin sudah panas mendengar perkataan Naruto, dasar tukang gombal.

"Hentikan" Kata Hinata mencoba membalas Naruto.

Naruto menoleh lagi pada Hinata dan tersenyum manis.

"Apa sih?" Batin Hinata.

"Apa itu?" Tanya Hinata ketika sadar bahwa Naruto membawa sebuah tas di salah satu tangannya.

"Hm? Ini?" Kata Naruto sambil mengangkat tas itu.

Naruto tidak langsung menjawabnya, jangankan menjawab dia malah lagi-lagi menyunggingkan senyum pada Hinata.

"Kenapa kau tersenyum terus sih" Kata Hinata penasaran karena sejak tadi pria itu selalu tersenyum.

"Kenapa? Tidak boleh?" Kata Naruto.

"Kau terlihat seperti orang stress tau" Kata Hinata pada Naruto lagi.

"Biar saja!" Kata Naruto. "Oh ya jangan lupa soal hukuman ya" Naruto melanjutkan perkataannya, lagi-lagi dia memperlihatkan senyum lucifernya.

"Akh, dia ingat ternyata!" Batin Hinata berteriak. Sepertinya Hinata tau apa yang membuat Naruto dari tadi terus tersenyum. "Perasaanku tidak enak" Pikir Hinata.

~0~

"Apa ini!" Tanya Hinata, dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Kau tidak bisa melihatnya?" Kata Naruto pada Hinata.

"Bukan, maksudku, ini?" Kata Hinata lagi.

Kenapa Hinata terkejut? Ternyata isi dari tas yang di bawa Naruto tadi adalah sesuatu yang akan di berikan untuknya.

Kostum maid.

"Bukannya kau suka memakainya?"Tanya Naruto pada Hinata denga wajah berpura-pura polos.

"Eh, ti,tidak" Kata Hinata menyangkal.

"Trus, apa yang kau lakukan di café maid itu? Kau tidak mungkin kekurangan uang kan?" Tanya Naruto balik.

"Kau marah?" Hinata dengan berhati-hati bertanya pada Naruto.

"Tidak!" Kata Naruto, tapi wajahnya menunjukan kalau dia sedang marah.

"Iya, kau marah ya?" Tanya Hinata lagi memastikan.

"Sudah kubilang tidak, lagipula memangnya kenapa kalau marah" Jawab Naruto.

Iya juga ya? Kenapa Hinata tidak mau Naruto marah padanya? Aneh.

"Benarkah?" Tanya Hinata memastikan.

"Iya,,iya,, sedikit marah!" Kata Naruto "aku tidak suka kalau para maniak itu menatap mu dengan tatapan aneh" Kata Naruto akhirnya.

"Cepat pakai" Kata Naruto lagi.

"Hah?"

"Itu hukuman buatmu, bisa-bisanya kau jadi pelayan ditempat itu" Kata Naruto pada Hinata.

"Tidak mau" jawab Hinata menolak langsung.

"Pakai"

"Tidak!"

"Pakai!"

"TIDAK!"

"Kalau tidak mau memakainya, aku yang akan memakaikan untukmu" Kata Naruto pada Hinata dengan senyum rubah terpampang di wajah tampannya.

"Hah! Coba saja kalau bisa!" Kata Hinata sambil menyipitkan matanya pada Naruto.

"Haha, kenapa tidak" Kata Naruto yakin.

Mata lavender Hinata membulat tak percaya ketika melihat pergerakan Naruto yang mendekat kearahnya, "Apa,apa, yang akan dilakukannya?"Batin Hinata waspada.

"STOP!"

Hinata berteriak tepat di depan Naruto, posisi tangannya menyilang di depan dadanya.

Karena mendengar teriakan Hinata alhasil Naruto menghentikan langkahnya, padahal dia hanya berniat iseng pada Hinata, tidak disangka kalau Hinata benar-benar percaya kalau dia yang akan memakaikan baju padanya. Tentu saja itu hanya gertakan. Naruto tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika dia yang benar-benar melakukannya.

"Jadi?" Tanya Naruto.

"Sebenarnya untuk apa sih kau memaksaku memakai ini?" Tanya Hinata.

"Hukuman" Jawab Naruto enteng.

"kenapa harus ini, tidak bisa kah yang lain?" Kata Hinata lagi mencoba menawar.

"Oh, kau mau aku memeberikan hukuman lain? " Kata Naruto menyeringai.

"Hmm,? tidak jadi" Kata Hinata, melihat senyum rubah Naruto, Hinata bisa membaca apa yang akan Naruto lakukan padanya, sepertinya lebih berbahaya daripada ini, batin Hinata.

"Kalau begitu pakailah" Kata Naruto.

"Ukh!" Hinata berbalik kesal, dia menuju kamar atas untuk menggati pakaiannya.

Sebenarnya baju maid yang diberian Naruto sangat manis, lebih manis dibandingkan dengan yang dia pakai saat di café maid tersebut, hiasan dan rendanya lebih detail dan warna ungu muda dan putih membuat kostum tersebut tampak sangat cantik.

Gadis lavender tersebut memandangi pantulan dirinya yang sudah mengenakkan kostum tersebut, Naruto pintar sekali memlih warna, costum tersebut sepadan sekali dengan Hinata.

"Kawai" Kata Hinata senang melihat tampilan dirinya.

Hinata sudah memakai kostum tersebut beserta denga aksesorisnya, dia keluar dari kamar dan menuju ketempat Naruto berada.

Deg,deg,deg,,

"Kenapa aku gugup?" Batin Hinata, seperti ingin memperlihatkan gaun pengantin pada calon suami saja.

"Aku sudah memakainya" Kata Hinata pada Naruto yang kini duduk di sofa menonton tv.

Malu sekali, pipi Hinata kini merona, dia menundukkan wajahnya tak berani melihat kedepan.

Naruto mengalihkan pandangannya pada Hinata.

Dia terpaku.

"Cantik"

Naruto tertegun melihat penampilan Hinata, lebih cantik dibandingkan ketika di café.

"Jangan mengejekku" Kata Hinata, dirinya masih menundukkan wajahnya.

Naruto melihat Hinata yang masih tertunduk, kenapa gadis itu malu. Kalau melihat Hinata yang tampak bertingkah malu-malu seperti itu mengingatkan pada Naruto pada Hinata yang dulu. Saat sebagian ingatannya belum hilang. Mungkin dia sedikit rindu.

"Jangan menatapku seperti itu" Kata Hinata, akhirnya dia memberanikan mengangkat wajahnya.

Naruto tersadar dari lamunannya, kini didepannya Hinata sudah kembali pada sifat 180 derajatnya.

"Kenapa? Aku suka melihatmu" Kata Naruto menggoda Hinata.

"Bodoh! Sudah aku pakai kan? Aku akan melepasnya" Kata Hinata, segera membalikkan badannya.

"Eit" Naruto menarik pergelangan tangan Hinata, mencegahnya agar tidak pergi.

"Siapa bilang kau boleh pergi?" Kata Naruto menggulum senyumnya, tangannya masih memegang pergelangan tangan Hinata.

"Eh? A,,apa lagi?" Kata Hinata gugup.

"kau sangat manis Hime" Kata Naruto memandang Hinata.

"Hentikan, kalau sudah aku akan melepaskannya" Kata Hinata, walapaun tau Naruto suka sekali menggodanya tapi pipinya tetap saja terasa panas, mungkin karena jantungnya terlalu kuat memompa sehingga darahnya malah naik kepipinya. #plakk XD

"hehe,, buat apa aku susah-susah membuatmu memakainya kalau hanya sebentar" Kata Naruto pada Hinata.

"Eh?" Hinata terkejut dengan perkataan Naruto "oh, apa lagi sekarang? " batin Hinata.

"Aku belum puas melihatmu memakainya ketika di café" kata Naruto "lagi pula, kau juga harus berperan sebagai maid" Kata Naruto lagi.

"APA!"

Naruto, kau bisa memuat gadis ini jantungan jika terus mebuatnya terkejut, ckck

"Kenapa harus begitu" Tanya Hinata, wajahnya cemberut kesal sekali.

"Tentu saja, tadi kau melayani para pelanggan maniak disana, emangnya aku tidak cemburu apa?" Kali ini Naruto yang memasang wajah yang pura-pura kesal.

"Tapi kan aku berkerja disana" Kata Hinata membela diri.

"Lalu sekarang kau harus bekerja untukku, suamimu" Kata Naruto membalas perkataan Hinata.

"Kalau aku tidak mau" Kata Hinata lagi.

Set.

Dengan cepat Naruto menarik pergelangan tangan Hinata, yang sedari tadi masih di pengangnya.

Kyaaa!

Tubuh Hinata yang kehilangan keseimbangan terjatuh dipangkuan Naruto.

"Kalau kau tidak mau, aku tidak akan melepaskanmu" kata Naruto, wajahnya dekat sekali dengan Hinata.

"Lepaskan!" Kata Hinata meronta.

Bukannya melepaskan, Naruto bahkan sama sekali tidak merenggangkan rangkulan tangannya di pinggang Hinata.

"Bagaimana?" kata Naruto, oh Lucifer bangkit lagi.

Hinata hanya diam, tentu saja dia tidak mau, tapi.

"Oh, mungkin kau lebih suka berada di posisi seperti ini, tidak apa sih, aku juga tidak keberatan" Kata Naruto sambil tersenyum tepat di depan wajag Hinata.

"ukh! Baiklah, lepaskan aku!" Kata Hinata mencoba melepaskan dirinya dari Naruto.

Kau menang lagi Naruto.

"Baguslah, kau sangat penurut" Kata Naruto sambil memperlihatkan senyum manisnya, tapi bagi Hinata itu lebih terlihat seperti senyuman iblis.

"Apa mau mu?" Tanya Hinata yang kini telah berdiri dari pangkuan Naruto.

"Apa ya? Banyak sih" Kata Naruto sambil berpikir.

"Cepatlah, kau kira aku betah memakai pakaian ini" Kata Hinata tak sabaran karena Naruto.

"Kau harus benar-benar berperan sebagai maid" Kata Naruto kemudian.

"ukh, kau menyebalkan" Kata Hinata.

Naruto sama sekali tak mengubris Hinata, dia hanya tersenyum, mengerjai Hinata sungguh menyenangkan.

"Lakukan, dan jangan memasang tampak cemberut!" perintah Naruto.

Sungguh Naruto menyebalkan sekali, Hinata menghelah nafas untuk mengurangi rasa kesalnya, dia cepat-cepat ingin mengakhiri ini. "Iya,iya" kata Hinata jengkel.

"Selamat datang oji sama" Kata Hinata membungkuk dan tersenyum manis yang di buat-buat

Lumayan, Naruto tersenyum karena melihat Hinata menuruti perintahnya, sepertinya permainan 'maid café' telah dimulai.

Eh?,,,,tunggu dulu!

Oji sama?

"Hei, kenapa kau memanggilku oji sama?" Kata Naruto sadar akan perkataan Hinata.

"Hmm? Kenapa? Aku tidak salah" Kata Hinata, kini dia yang tersenyum, sepertinya dia tidak mau habis-habisan dikerjai oleh Naruto.

"Tentu saja salah, aku tidak mau dipanggil seperti itu" Kata Naruto protes.

"Lalu apa? Jiji sama?" Kata Hinata, kini dia berusaha menahan tawanya.

"Hah! Hei, aku ini masih muda" Balas Naruto cemberut "Harusnya kau bilang 'okaerinasai gojoshi sama'" Kata Naruto mengajari "kemarin kau memanggil mereka seperti itu kan" Kata Naruto lagi.

"Cerewet" Kata Hinata.

"okaerinasai gojoshi sama" Kali ini Hinata memperagakannya dengan sangat baik.

Naruto hanya tersenyum melihat Hinata menuruti perkataannya.

"Ada yang bisa saya bantu?" Kata Hinata lagi.

"Ah, aku haus, ingin orange Juice" Kata Naruto sambil tersenyum lima jari pada Hinata.

"baiklah tolong tunggu sebentar tuan" Kata Hinata membungku lalu berbalik meninggalkan Naruto.

Hinata berjalan menuju dapur dengan langkah yang di hentak-hentakkan kesal sekali. Naruto hanya terkekeh melihat kelakukan Hinata.

"huaaaa,,,menyebalkan sekali! Kenapa aku harus melakukan hal ini?" Hinata benar-benar mengelurkan rasa kesalnya saat sudah berada di dapur.

Tak lama kemudian Hinata datang membawa satu gelas orange juice di nampannya, kemudian menyerahkan pada Naruto.

"Nih, sudah selesai aku akan mengganti baju ini" Kata Hinata setelah memberikan Naruto orange juice tadi.

"Heh, siapa bilang, sekarang aku lapar, aku mau ramen" Kata Naruto sambil memgangi perutnya.

"Kenapa kamu meyuruh-nyuruh aku sih?" Kata Hinata tak terima.

"Kenapa? Itu hukuman buatmu" Kata Naruto menjawab perkataan Hinata.

"Apa-apaan! darimana aku bisa dapatkan ramen?" Kata Hinata kesal.

"entahlah" Kata Naruto mengedikkan bahunya.

Ctik.

Pelipis Hinata berkedut sangking kesalnya, kalau saja Hinata tidak ingin meminta tolong agar memberikannya ijin untuk ke café itu kembali besok mungkin dia akan membentak-bentak Naruto.

Hinata berbalik dengan kesal lagi kemudian berjalan menuju dapur untuk membuat ramen.

"bagaimana caranya aku membuta ramen" Kata Hinata sambil membuka kulkas dengan kasar, untung saja kulkas mereka itu masih baru kalau tidak mungkin daun pintu kulkas itu aka terlepas.

Ah! ternyata di kulkas ada beberapa persiapan cup ramen, dia tinggal menambahkan bahan yang lain, untunglah.

Tentu saja Naruto tau kalau di kulkas sudah ada persediaan ramen, dia bukan orang yang begitu tega melihat Hinata kesusahan.

Tak lama kemudian Hinata kembali dengan membawa satu mangkuk ramen yang sudah jadi.

"Ini!" Kata Hinata menyodorkan ramen tersebut, Naruto mengambil ramen tersebut dari tangan Hinata.

"Sudah kan?" Hinata bertanya pada Naruto.

"Tunggu! Setelah aku selesai makan ada hal lain yang kau harus lakukan" Kata Naruto pada Hinata.

"Ukh, apa lagi?" Kata Hinata memelas.

"Ini yang terakhir tunggu saja" Kata Naruto tersenyum pada Hinata.

Hinata pasrah saja dengan perkataan Naruto, ia kemudian duduk di samping Naruto dan menunggunya selesai makan ramen.

"Yatta, aku kenyang" Kata Naruto ketika telah menghabiskan satu porsi mangkuk ramen.

Akhirnya Naruto selesai, tidak lama juga Hinata menunggu Naruto menyelesaikan makanya, sepertinya pria itu memang lapar.

"Hua,, setelah kenyang, aku jadi merasa ngantuk" Kata Naruto sambil menyadarkan tubuhnya pada badan sofa.

"cepat sebutkan apa yang harus kulakukan" Kata Hinata tak sabaran

"Hinata chan, memangnya kamu tidak lelah dari tadi memasang tampang cemberut" Kata Naruto pada Hinata.

"aku lebih lelah mengikuti perintahmu tau, cepat katakana!" Balas Hinata.

"Temani aku tidur" Kata Naruto innocent.

Hinata diam, mecerna perkataan Naruto, tidak salah nih?

"A,,apa?" Tanya Hinata, tak percaya dengan pendengarannya.

Naruto melihat reaksi Hinata, kemudian tersenyum.

"Jangan minta yang aneh-aneh, dasar mesum" Kata Hinata pada Naruto

"haha,,Jangan berpikir yang macam-macam Hime" Kata Naruto tertawa geli mendengar perkataan Hinata.

"Memangnya siapa yang berpikir aneh-aneh" Balas Hinata.

"kau cukup duduk diam disitu" Kata Naruto menjelaskan pada Hinata.

"untuk apa?" Tanya Hinata.

"Turuti saja, lagi pula aku kan tamu 'istimewa mu', jadi tidak apa dong kalau aku minta yang aneh-aneh" Kata Naruto dengan senyumnya.

"Hei di café maid tidak ada yang seperti itu" protes Hinata

Naruto sama sekali tak menghiraukan Hinata. Dia kemudian membaringkan tubuhnya.

Untuk sepersekian kalinya Hinata terkejut, tindakan Naruto kali ini membuat jantungnya hampir melompat dari rongga dadanya.

Naruto meletakkan kepalanya di dipangkuan Hinata, memposisikan tubuhnya dengan senyaman mungkin untuk tidur.

"Hei, apa yang kau lakukan!" Kata Hinata melihat tindakan Naruto.

Lagi-lagi Naruto mengacuhkan Hinata, bahkan ia memejamkan matanya.

"hei, menyingkirlah!" Kata Hinata, mencoba menggerakkan kakinya agar Naruto mau bangun dari posisi tidurnya.

Namun hasilnya nihil, Naruto tak bergeming sedikit pun.

"Bangun!" Kali Hinata mengguncang tubuh Naruto "Kalau kau tidak bangun aku akan mendorongmu hingga jatuh" Kata Hinata mengancam Naruto.

Bukan Naruto namanya kalau kalah dengan ancaman Hinata, dia bisa berbuat apapun.

Sekarang lagi-lagi Naruto membuat Hinata tak berkutik, salah satu tangannya bergerak melingkari bagian pinggang Hinata,

"Eh!" Hinata sangat terkejut dengan tindakan pria tersebut.

"Kalau begini aku tidak akan jatuh kan" Kata Naruto dengan tersenyum namun matanya masih terpejam "Biarkan begini untuk beberapa menit" Kata Naruto lagi.

Kenapa?

Itulah pertanyaan yang kini terbesit di pikiran Hinata, sekarang Hinata sama sekali tidak mengajukan protes atau apapun, dia diam, membiarkan Naruto melakukan hal yang di inginkan.

Hinata terdiam sambil memandangi wajah Naruto yang memejamkan kedua matanya, menyembunyikan kedua iris biru yang selalu saja membuat perasaan Hinata tak karuan. Kenapa dia sama sekali tak keberatan dengan perlakuan Naruto, tubuhnya selalu saja bereaksi di luar logikanya ketika berhadapan dengan Naruto. seperti saat ini, otak Hinata ingin sekali membuat pemuda itu menyingkir, tapi tubuhnya tidak bertindak seperti apa yang dia pikirkan, kenapa tubuhnya bertolak belakang dengan apa yang dipikirkannya, apa kah tubuhnya sudah tidak bekerja sesuai perintah dengan otak?

Hinata terus memandangi wajah Naruto, garis wajahnya yang tegas, hidungnya yang mancung serta bibirnya, oh ya wajah Hinata merona dibagian ini. Menurutnya kali ini Naruto sangat, tampan. Perasaan hangat menjalar di dada Hinata tanpa sebab, Hinata merasa sangat nyaman, dia merasa sangat familiar dengan saat-saat seperti ini.

Hening untuk beberapa saat antara Naruto dan Hinata.

"apa dia tidur" Batin Hinata.

"Naruto kun" Kata Hinata pelan.

"Hm?"

Ah ternyata dia belum tidur, tapi matanya masih terpejam.

"ano,,eto" Kata Hinata, ah dia bingung sekali merangkai kata-kata.

"Bicaralah" Kata Naruto lagi.

"Bolehkah besok aku kembali ke café itu" Kata Hinata hati-hati.

Mendengar perkataan Hinata, Naruto membuka kedua mataya.

"Kenapa?" tanya Naruto, menatap wajah Hinata.

"I,,itu karena kejadian kemarin aku jadi merasa tidak enak dengan pak pemilik makanya besok aku berniat untuk membantunya" Kata Hinata menjelaskan "Cuma satu hari saja, aku janji" Kata Hinata lagi.

Tentu saja Naruto tidak ingin Hinata kembali ketempat itu, tapi dia berpikir lagi kalau kejadian kemarin juga karena ulahnya.

"Cuma satu hari?" Tanya Naruto.

"Iya" kata Hinata tersenyum canggung.

"Boleh, tapi dengan satu syarat" Kata Naruto.

"Eh,,a,,apa?"

"aku akan mengawasimu di café itu" Kata Naruto, kemudian dia memejamkan matanya lagi.

"eh,,jangan!" Kata Hinata, tapi dia mendengar suara dengkuran halus dari Naruto.

"Tidur?" Batin Hinata.

"Hei bangun!" Hinata mengguncangkan tubuh Naruto, tapi pemuda tersebut sama sekali tak bergeming rupanya ia sudah tertidur pulas.

"Apa lagi yang akan dilakukannya?" Batin Hinata

.

.

To be continue :D

.

.

Yuhuuuu~~~ aku kembali

Khuhukhu,,, :3 untuk sekarang aku datang dengan cepat wkkwkwk :v

Bagaimana? Chap ini full dengan adegan Naruhina nya kan,,wkwkwk pokoknya dari awal sampe akhir pipi Hinata ga berubah-ubah tuh warnanya,,merah terus wkwkwk XD #author gila

Perasaan Naruto suka banget ya meluk2 Hinata wkwkwkwk XD

Eh buat chap Naruto mau ngapain hayo?ada yang bisa tebak? aku kasi bocoran,, Naruto bakalin melakukan hal tak terduga loh Khekhekhe,,,, #author menyeringai :D

Untuk alur cerita ini aku ga mau ambil pusing, ngikuti alur aja hehehe,, biar readers juga g terlalu berat bacanya,, kan fic ini Cuma buat senang-senag,,mungkin banyak yang merasa humornya kurang, tapi karena ini dibarengi dengan ceita romance aku buatnya kalian g sampe ngakak gtu ya paling Cuma sampe senyum-senyum doang sampe 3 hari #plakk.

Lalu untuk masalah wordsnya saya benar-benar minta maaf nih, karena standar saya nulis fic yaa emang segini banyaknya, g bisa di tambah *dikurangi bisa XD* readers ku yang baik hati harap maklum ya :D (^3^)

Gyahahaha,,, karena aku sdah update cepat boleh minta review yang banyak ga? XD XD #plakdilempar sandal sama readers *kemaren telatnya minta ampun (_ _)7

Yang log in silahkan intip PM kalian :D

Thanks to :

Guest: sipppp XD

Dragon warior, utsukushi hana-chan, blue-senpai, nagato no Rinnegan, amu B, rienaldisjah, tiwie Okaza, Lotus-mein319, tigasetangkai, Bunshi Anugrah ET, Akinari Fukumatsu

Durara: gimana, chap ini full NaruHina puas ga :D khekhekhe

meong chan: khekhe makasih meong :3, nama kamu juga lucu XD wkwk,,nih sdh aku update hehe

yui kazu: ya ampun nih anak, bener2 XD jangan2 kamu disuruh Naruto ya? Wkwkw.

uzumaki zhufar: haha,,maksih ya semoga ga ngbosenin ampe tamat XD\

*makasih juga buat silent readers, jika ada :D

*buat yang sudah nge fav or nge follow :D/

Seperti biasa silahkan RIVIEW ^^

msconan

.