Hinata memeriksa semua kantong mantel tersebut namun hasilnya nihil. Ia ingat betul kalau dia menaruh cincin itu di saku mantelnya, kemana?

Cincinnya hilang!

"Naruto kun" Kata Hinata lirih.

"Ya?"

"Aku tidak menemukan cincinnya"

"Hah!?"

.

.

Naruto ©Masashi Kisimoto

Amnesia ©msconan

Rate : T+

Warning : AU,OOC, Typo berserakan dimana2, EYD tidak jelas dll

Don't like, press the back button!

Happy reading ^^/

Present:

Amnesia chap 9

~0~

.

.

"jangan bercanda Hinata" Kata Naruto terkejut.

"aku tidak bercanda" jawa Hinata.

"coba cari sekali lagi" Kata Naruto.

Hinata sekali lagi memeriksa saku mantelnya, tapi hasilnya tetap saja Nihil, cincin tersebut tetap tidak ditemukan.

"Tidak ada" Kata Hinata pada Naruto.

"kau yakin menyimpanya di mantelmu?" Tanya Naruto.

"iya aku yakin seklali" jawab Hinata.

"kenapa kau menyimpan barang berharga di tempat seperti itu?" Tanya Naruto, sungguh Hinata ceroboh sekali.

"Karena aku buru-buru, lagi pula aku kan hanya melepasnya sebentar" Jawab Hinata lagi, biar bagaimana pun dia merasa sangat bersalah sekali.

Naruto hanya diam, memikirkan bagaimana mereka bisa keluar dari masalah ini.

"mungkin itu hukuman untukmu karena sudah berbuat seenaknya" Kata Hinata.

"heh? Kenapa bisa? Lagipula kenapa aku?" Kata Naruto bingung, memangnya dia salah apa?

"pokoknya ini salahmu, dan kau jangan lupa kesalahanmu yang lainnya!" Kata Hinata lagi.

Naruto sama sekali tidak mengerti maksud Hinata.

"maksudmu?" Tanya Naruto akhirnya.

Wajah Hinata memerah, ah pemuda di sampingnya ini sama sekali tidak peka, tentu saja masalah ciuman itu.

"Bodoh! Cari tau sendiri" Kata Hinata.

"Hei, kenapa kau jadi marah?" Kata Naruto melihat Hinata, namun dia bertanya dengan wajah tersenyum.

"Loh, aku memang sudah marah dari tadi" Jawab Hinata kesal.

Naruto tersenyum melihat tingkah Hinata, gadis itu terlihat merona, seperti dia tau apa penyebabnya.

Set.

Tangan Naruto tiba-tiba menggamit tangan Hinata.

"Hei!" Kata Hinata terkejut karena tindakan Naruto.

"Neji nii akan datang, kita sudah tidak punya waktu lagi untuk mencari cincin mu, sementara kita pegangan tangan saja, jadi dia tidak bisa liat" Jelas Naruto.

"tidak mau!" Kata Hinata.

"Kau mau Neji nii bertanya macam-macam?" Kata Naruto pada Hinata

Sejenak Hinata berpikir, perkataan Naruto ada benarnya juga.

Kenapa Hinata setuju dengan Naruto untuk menyembunyikan bahwa dirinya lupa ingatan? Tentu saja dia punya alasan. Alasannya adalah karena pertama dia ingin Naruto membantunya mengembalikan ingatannya, menurutnya Naruto bisa, dan setelah beberapa hari ini dia cukup percaya pada Naruto, yah salah satunya yang membuatnya percaya bahwa Naruto adalah suaminya karena dirumah mereka ia melihat photo pernikahnnya dengan Naruto, itu bukti yang kuat. Lagi pula kalau saja Neji atau ayahnya tau pasti bakalan ada masalah, biarkan lah seperti ini.

"Tunggu dulu" Kata Hinata, berhenti saat mereka akan masuk kedalam bus.

"apa?" Kata Naruto menoleh pada Hinata.

"bukankah Neji nii ada dirumah, kenapa kau sudah menggandeng ku disini?" Kata Hinata menatap Naruto.

"hehe" Naruto nyegir "Kenapa? bukankah lebih cepat lebih baik?"

"heh?!"

Bukannya melepas genggaman tangannya pada Hinata, Naruto malah mengeratkan genggamannya tersebut dan menarik Hinata untuk masuk kedalam bus. Dasar palingan Naruto cari kesempatan dalam kesempitan. Pemuda itu, padahal sudah tau kalau Hinata sedang marah dengannya, tapi sepertinya Naruto tidak peduli.

~0~

"Kalian lama sekali" Kata Nejii dengan wajah tertekuk, jelas saja dia sudah lama berdiri di depan gerbang rumah adik dan dan adik iparnya tersebut.

"Hehe, maaf kami habis pergi kencan" Kata Naruto sambil menggaruk kepalanya.

Mendengar perkataan Naruto tersebut wajah Neji malah semakin tertekuk, dia tidak ikhlas sekali.

"Nii san!" Hinata melepaskan genggaman tanganya pada Naruto dan berlalari memeluk neji.

Bruk!

Hampir saja Neji terjatuh kebelakang jika saja dia tidak segera menyeimbangkan tubuhnya.

"Hinata?" Kata Neji heran dalam pelukan Hinata.

"Aku merindukanmu Nii san" Kata Hinata lagi.

"heh?" Neji cengo, dia sangat heran sekali melihat tindakan adiknya tersebut.

Tentu saja, Hinata adalah anak yang pendiam, sopan dan feminim, juga dewasa sedangkan saat ini adik tersyangnya ini berlari ke arahnya dan menubruknya dengan memberikan pelukan.

"Hei Hinata, kau tidak apa-apa?" tanya Neji khawatir, keningnya mengerut.

"Eh, kenapa? Aku baik-baik saja" Kata Hinata tersenyum manis pada Neiji.

Apanya yang tidak apa-apa? Jelas-jelas Hinata aneh. Neiji memandang Naruto, memberinya tatapan tajam pasti ada apa-apanya dengan Hinata.

Naruto berdiri kaku di depan kakak beradik tersebut, mendapat tatapan tajam dari Neji membuat bulu kuduknya berdiri, pasti dia bakalan ditanya macam-macam oleh Neji yang sangat protektif pada Hinata, Naruto lupa memperingatkan Hinata rupanya, hah, sepertinya Naruto harus berpikir keras agar menemukan sebuah alasan untuk mengecoh Neji.

"Se, sebaiknya kita masuk kedalam" Kata Naruto mencoba mengalihkan pandangan Neji, dia kemudian membuka kunci gerbang rumahnya.

Oh, Neji sampai lupa kalau dia dari tadi menunggu Hinata dan Naruto, berdiri membuat kakinya sedikit pegal.

"Bawa ini!" Kata Neji pada Naruto menunjuk sebuah tas pakaian. Dia ingin melampisaakan rasa kesalnya pada Naruto.

"Heh? Untuk apa Neji nii membawa tas sebesar ini?" Tanya Naruto.

"Tentu saja aku akan menginap sementara disini, kau tidak keberatan bukan?" Kata Neji pada Naruto.

"APA!"batin Naruto terkejut dan berteriak "Te,,tentu saja Nii san" Kata Naruto tersenyum kaku.

Neji kemudian berjalan masuk meninggalkan Naruto dengan tasnya dengan ekspresi ingin menangis. (TT^TT)

"Kamisama lindungi aku!" Batin Naruto memohon.

~0~

Mereka bertiga kini sudah berada di dalam rumah, Neji duduk di ruang tamu sendirian karena kedua pasangan pengantin baru tersebut meninggalkannya. Tidak sopan sekali.

Sesekali Neji memperhatikan rumah tempat Naruto dan Hinata tinggal, memang karena Neji baru sekali ini datang kerumah mereka. yah rumah yang tidak besar tetapi juga tidak kecil, dia selalu ingat bahwa adiknya tersebut adalah seseorang yang sangat sederhana. Padahal Naruto adalah seorang Arsitek muda yang cukup terkenal, tentu saja dia bisa membuat rumah yang megah pasti ini adalah merupakan permintaan Hinata.

Tetapi walaupun rumah ini tidak megah, tetapi desainnya sama sekali unik, untuk ukuran rumah yang tidak cukup besar rumah ini malah terlihat luas, padahal perabotannya juga tidak sedikit, bagaimana Naruto merancang rumah ini? Rumah yang sedrhana seperti ini, terlihat berkelas tetapi tidak begitu glamour. Sedikit tidak percaya juga bahwa orang seperti Naruto bisa membuat rumah seperti ini, kemampuan pemuda tersebut memang tidak perlu diragukan, mungkin suatu saat nanti Neji juga akan membutuhkan kemampuan Naruto tersebut. Cukup beruntung juga Hinata mendapatkan suami seperti Naruto, yah walaupun Neji masih tidak ikhlas.

Tapi dimana kah pasangan suami istri tersebut?

Mereka sedang berada di belakang ya tepatnya di dapur, ketika Hinata ingin membuatkan Neji minum Naruto juga ikut kebelakang dengan dalih ingin membantu Hinata padahal hanya minuman saja tidak perlu banyak orang kan? dan kenapa hanya membuat minuman saja membuthkan waktu yang selama ini.

"Hinata, kenapa kau tadi melepaskan genggaman tanganmu!" Kata Naruto dengan suara pelan, takut Neji akan mendengar.

"Heh, aku lupa" Kata Hinata innocent.

"Apa? Ya ampun" Kata Naruto, cukup geregetan juga dengan sikap Hinata.

"Sepertinya kau harus menahan diri" Kata Naruto lagi.

"Kenapa?" Tanya Hinata sambil menuangkan orange juice kedalam gelas.

"ehm itu" Naruto tampak bingung menjelaskannya "err, karena yang Neji nii tau kau itu pendiam" Kata Naruto mencoba menjelaskan.

"Hah? Masa sih?" Tanya Hinata lagi.

"sudahlah percaya pada ku" Kata Naruto, dia capek menjelaskan panjang lebar.

"ya sudah terserah" Kata Hinata lagi.

"dan jangan lupa kalau kita harus bergandengan tangan" Kata Naruto sambil tersenyum.

"Bagaimana caranya bergandengan kalau aku membawa nampan?"

"Kita bawa berdua" Kata Naruto nyengir.

"ck, dasar gila" Kata Hinata.

Lagi-lagi Niat Naruto ingin menggoda Hinata terbesit di otaknya, tapi,,

"Sebenarnya kalian buat minuman apa sih?" Neji tiba-tiba muncul dan kini berdiri di ambang pintu. Sepertinya dia sudah tidak sabar menunggu kedua pasangan ini membuat minuman.

"Nii san!" Kata Hinata terkejut dengan kedatangan Neji, begitu pula dengan Naruto. padahal tadi dia ingin menggoda Hinata tapi kedatangan Neji menggagalkan rencananya. XD

"Memangnya kalian sedang meramu obat ya, buat minuman hampir setangah jam" Kata Neji masuk kedalam dapur dan mengambil gelas, sepertinya tenggorokannya benar-benar kering.

"Neji nii, baru saja kami mau keluar" Kata Naruto pada Neji yang sedang meneguk satu gelas air putih yang dia ambil sendiri.

"Memangnya kalian sedang apa?" Tanya Neji sambil memandang kedua pasang suami istri tersebut.

"tentu saja membuat minuman untuk Nii san" Jawab Hinata.

"Ya, sudah ayo kita keluar" Kata Neji kemudian, sepertinya dia cukup malas mendengarkan kata-kata selanjutnya.

~0~

"Jadi Nii san akan menginap disini beberapa hari?" Tanya Hinata pada Neji, mereka kini tengah duduk di ruang tamu.

Hinata dan Naruto duduk berdampingan, Naruto duduk sedekat mungkin dengan Hinata, yah untuk berjaga-jaga kalau saja Hinata melakukan tindakan ceroboh lagi.

"Iya, begitulah" Jawab Neji singkat.

"Memangnya Neji nii sedang ada urusan?" Tanya Naruto yang penasaran.

"Iya, kenapa kau keberatan?" Tanya Neji sinis. Ah sepertinya dia masih belum rela jika adik kesayangannya ini telah menjadi milik pemuda ini.

"Ti,tidak! Haha kenapa aku mesti keberatan?" Kata Naruto canggung.

"Baguslah" Jawab Neji cuek.

"Aku senang kalau Nii san tinggal disini" Kata Hinata tersenyum lebar.

Ah, Neji kini semakin yakin ada yang tidak beres dengan imouto tersayangnya ini.

"Hinata, apa kau baik-baik saja?" tanya Neji pada Hinta.

"Tentu saja Nii san aku baik, kenapa Nii san menanyakan hal yang sama?" jawab Hinata sambil tersenyum, sepertinya dia tidak sadar dengan kecurigaan Neji, tidak dengan Naruto yang mulai panik.

"Baiklah kalau begitu" Kata Neji ragu "Aku ingin beristirahat, boleh kah?" Kata Neji kemudian.

"Eh!" Naruto tersentak kaget mendengar perkataan Neji, tentu saja karena kamar untuk tamu adalah kamar yang biasa dia pakai, dan beberapa barangnya masih terdapat disitu.

"tunggu sebentar Neji nii, kami akan mempersiapkan kamar untukmu" Kata Naruto berdiri "Hime, ayo kalau berdua akan lebih cepat" Kata Naruto menarik tangan Hinata.

Ya ampun, tingkah mereka berdua sangat aneh sekali, semenjak Neji datang Naruto sama sekali tidak pernah menjauh dari Hinata, selalu ada disampingnya, apa memang setiap hari mereka selalu seperti itu? Dasar pengantin baru, pikir Neji.

"Naruto kun,memangya dimana Nii san akan tidur?" Tanya Hinata pada Naruto.

"aku sedang memikirkannya" Jawab Naruto.

Kedua sudut bibir Naruto mengembang menciptakan senyuman, wajahnya tiba-tiba jadi berseri-seri, sepertinya dia sudah mendapatkan ide, dan yang pasti ide tersebut adalah sesuatu yang sangat menyenangkan untuknya.

"Aku puny aide Hinata chan" Kata Naruto pada Hinata,kini senyum lebarnya berubah menjadi sebuah seringaian pada Hinata.

Hinata bergidik melihat perubahan pada Naruto, ah pasti pemuda itu merencanakan sesuatu.

"A,apa?" Tanya Hinata.

"Kau tau? spertinya kita akan sedikit beres-beres" Kata Naruto pada Hinata.

"Apa sih?" Tanya Hinata lagi, Naruto sungguh tidak jelas.

"Hehe, malam ini aku akan kembali kekamar ku" Kata Naruto senang, dia memperlihatkan cengiran nya pada Hinata.

"Heh?!kenapa bisa" Kata Hinata terkejut.

"Tentu saja, karna kamar tamu akan di pakai untuk Neji nii, dan tidak mungkin kita tidur terspisah, hehehe, Neji ni akan curiga bukan?" Jawab Naruto sambil terus tersenyum lebar.

"Hei, tunggu dulu" Kata Hinata, dia berusaha mencari jalan lain asalkan tidak tidur sekamar dengan Naruto, tapi pemuda itu dengan semangatnya meninggalkan Hinata menuju kamar tamu untuk membereskan beberapa barang-barangnya.

Sambil bersenandung ria Naruto mengambil beberapa barang-barangnya sedangkan Hinata mengganti seprai dan melihat Naruto yang tampak sanagt aneh, sebegitu senangnya kah dia?

Dengan wajah yang masih berseri-seri Naruto datang menghampiri Neji yang duduk di di kursi tamu.

"Neji nii, kamarmu sudah siaaap!"

"Kau kenapa Naruto?" Kata Neji heran melihat wajah Naruto yang tampak berbeda, padahal dari tadi sebelumnya Neji melihat raut wajah Naruto sangat suram kenapa sekarang dia kelihatan senang.

"Kenapa? Aku hanya senang kau menginap disini hehe?" Kata Naruto dengan cengiran lima jarinya.

"Benarkah?" Tanya Neji bingung, padahal tadi Naruto tampak tidak ikhlas.

"Tentu saja, sini aku bawakan tas mu Neji nii, ayo aku antar kekamar" Kata Naruto masih dengan senyuman di wajahnya.

begitu senangnya mungkin saat ini Naruto bisa memeluk Neji, kalau tadi dia sangat keberatan jika Neji tinggal disini tapi sekarang dia sangat senang, karena berkat kakak iparnya itu dia bisa kembali kekamarnya, yeah! Malam ini dia tidak akan tidur sendirian, rasanya dia ingin melompat-lompat sekarang, seperti habis mendapatkan hadiah.

"Aku sayang padamu Neji nii!" Batin Naruto senang.

Sedangkan Neji agak merasa ngeri melihat tingkah laku Naruto yang berubah 180 derajat karena kedatangannya. Bocah itu, apa jangan-jangan kepalanya habis terbentur sesuatu ya? Pikir Neji.

"Neji nii ini kamarmu" Kata Naruto sambil menunjukan sebuah kamar tamu untuk Neji. Neji bisa melihat kalau Hinata juga sudah berada disana.

"Kau boleh menginap sesuka mu" Kata Naruto lagi, tidak lupa dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya.

"Dasar aneh" Kata Neji pada Naruto.

"Selamat beristirahat Nii san" Kata Hinata pada Neji nii.

"iya, terimakasih Hinata chan" jawab Neji.

Hinata dan Naruto pun meninggalkan Neji, agar bisa beristirahat.

~0~

"hwaa, aku merindukan kamar ini!" Kata Naruto setalah meletakkan beberapa barang-barangnya di tempatnya. Naruto merebahkan tubuhnya ke atas ranjang berukuran King size tersebut, cukup besar memang jika hanya Hinata yang memakainya.

Naruto berguling-guling di atas kasur layaknya anak kecil, dia bisa menghirup aroma tubuh Hinata, nyaman sekali rasanya. Terakhir kali dia bisa merasakan kasur ini adalah saat malam pertamanya yang gagal.

"Hei, siapa bilang kau akan tidur di disitu" Kata Hinata membuyarkan kesenangan Naruto.

"Eh?!"

"Kau akan tidur di situ" Kata Hinata sambil menunjuk sebuah sofa berwarna merah marun yang terletak di kamar tersebut.

"Jahatnya, aku tidak mau" Kata Naruto menolak.

"Tidak bisa, pokoknya kau harus tidur disitu nanti malam" Kata Hinata memaksa.

"Apa kau tidak kasihan, sofa itu tidak akan muat untuk ku tidur, nanti pasti badan ku akan sakit kalau tidur di sofa kecil seperti itu" Kata Naruto masih menolak.

"Biar saja, kau harus tetap tidur disitu" Kata Hinata tetap pada pendiriannya.

"Aku tidak mau, memangnya kenapa kalau aku tidur disini, eh?" Tanya Naruto, kini posisi tidurnya sudah terlentang. Senyum mengembang di wajah tampannya, tentu saja dia tidak akan kalah pada Hinata.

"I,itu, pokoknya tidak boleh, ka,kalau berdua pasti sempit" Kata Hinata mencoba mencari alasan. Pertanyaan Naruto membuat pipinya terasa memanas.

"Heh? Kau tidak melihat ranjang ini ukurannya sangat besar" Kata Naruto pada Hinata.

"Te,tetap saja tidak akan muat, tubuhmu itu besar sekali" Kata Hinata, ah kenapa sekarang dia gugup sekali.

Seringaian terbentuk di dibibir Naruto, sepertinya lagi-lagi dia bisa membaca apa isi kepala istrinya tersebut.

"Kalau begitu, kemarilah kita liat apa kasur ini cocok untuk berdua" Kata Naruto memanggil Hinata, di menggeser tubuhnya memberikan sebuah tempat kosong di samping tubuhnya yang masih berbaring.

"Heh?" Pipi Hinata merona, Karena Naruto menyuruhnya itu tidur disampingnya.

"dilihat saja sudah tau kan?" Kata Hinata mencoba mencari alasan untuk menolak.

"Kesini! tampaknya kau tidak yakin" perintah Naruto, senyum simpulnya tidak lepas dari bibirnya, menggoda Hinata sangat menyenagkan sekali.

"Tidak usah tidak perlu" Kata Hinata lagi.

"Kenapa? jangan takut aku tidak akan menggigit mu" Kata Naruto bercanda.

Tapi sepertinya candaan Naruto malah membuat wajah Hinata semakin memerah.

"Baiklah, kalau begitu kita sudah sepakat" Kata Naruto bangun dan duduk di atas ranjang tersebut.

"Sepakat apa? Aku tidak mengatakan apa pun" Kata Hinata pada Naruto.

"Kau tadi bilang tidak perlu mencobanya kan, berarti kau tidak keberatan" Kata Naruto.

"kan aku sudah bilang sempit" Kata Hinata lagi.

"Masa sih, kau begitu keras kepala rupanya" Kata Naruto,

Kalau di teruskan perdebatan ini tidak akan ada akhirnya, Naruto akhirnya menarik tangan Hinata sehingga membuat gadis tersebut kehilangan keseimbangan

Blug.

Tubunya terjatuh di atas kasur empuk ukuran King Size tesebut. Dan Naruto tiba-tiba berbaring di sampingnya.

"Nah, muat kan?" kata Naruto pada Hinata.

"Ti,tidak ini sempit" Kata Hinata menyangkal.

"Eh, benarkah?" Kata Naruto, padahal jelas-jelas dia melihat kalau masih ada sedikit ruang kosong di atas kasur tersebut.

"Kalau Begini kurasa sudah tidak sempit lagi" Kata Naruto, dia menggeser tubuhnya mendekat ke arah Hinata.

Wajah gadis itu sudah memerah bak saus tomat, posisinya sangat dekat sekali dengan Naruto membuat kulitnya dapat bersentuhan dengan kulit pemuda tan tersebut.

"Kalau masih sempit juga aku,,"

"hyaa,,ku,kurasa sudah cukup" Kata Hinata tiba-tiba, nafasnya tersengal-sengal, dia tidak sanggup membayangkan apa yang akan Naruto lakukan lagi.

"Heh? Benarkah?" kata Naruto, seringaian jelas Nampak pada wajahnya, tentu saja dia akan menang lagi.

"wah kau baik sekali, hime!" Kata Naruto, dia memiringkan posisi tidur nya menghadap Hinata, tangannya menyangga kepala Kuningnya agar sedikit terangkat, jelas sekali Naruto bisa melihat wajah merah gadis tersebut. Hinata tampak diam, wajahnya masih saja memerah sepertinya dia berusaha meredam detak jantungnya, dan sibuk mencari cara untuk melawan Naruto.

Tidak sadar dengan perubahan posisi Naruto yang menghadap ke arahnya, Naruto terus memandang Hinata, lucu sekali melihat Hinata yang sepertinya gadis tersebut tidak sadar dengan posisi mereka. Naruto terus memandangi Hinata, Hinata sangat manis sekali, sepertinya sudah lama dia tidak memandangi gadisnya dengan cukup lama seperti ini. Pandangan Naruto beralih ke bibir Hinata, mengingatkannya kejadian tadi siang saat di cafe, sepertinya dia sekarang malah menjadi penasaran dengan bibir mungil tesebut, kalau di memajukan wajahnya Hinata pasti tidak akan sadar.

Naruto, perlahan memajukan wajahnya mendekatkan pada Hinata yang sibuk terus bepikir, dia ingin merasakan bibir itu lagi, konsekuensinya akan di pikirkan belakangan, wajah Naruto perlahan-lahan mendekat tapi gadis indigo tersebut masih juga belum sadar dan terus memandangi langit-langit dari kamar tersebut.

Tok tok tok.

"Hinata chan apa kau di dalam?" Terdenga rsuara Neji dari balik pintu kamar.

Naruto tersentak dan mengentikan aksinya, lagi-lagi Neji menggagalkan rencanaya, sedikit dongkol. Padahal tinggal sedikit lagi.

"Nii san!" Hinata keluar dari alam berpikirnya, begitu terkejutnya dia melihat posisinya dengan Naruto, dia bisa melihat wajah Naruto yang cukup dekat dengannya sedang tersenyum.

"Hwaa,, apa yang kau lakukan?!" Kata Hinata Kaget.

"baru sadar? aku sedang menatapmu" Kata Naruto Kata Naruto dengan senyum simpulnya. Bohong, Naruto tidak hanya menatap Hinata, nyaris meciumnya bahkan.

"Eh?!" wajah Hinata kini kembali memerah karena perkataan Naruto, karena asik berpikir dia jadi tidak sadar.

"heh, Aku jadi tidak sabar melihat wajah tidurmu" Kata Naruto bangkit dari posisi tidurnya sambil terkekeh.

Hinata tak bisa membalas perkataan Naruto, karena Neji yang menunggunya dari balik pintu. Dia kemudian berdiri dan membukakan pintu.

"Ada apa Nii san" Kata Hinata pada Neji. Neji masih meilhat kalau wajah Hinata sedikit merona.

Dan dari luar Neji melihat Naruto yang duduk di sisi kasur tersebut. Rupanya mereka berdua ada dikamar.

"kau punya selimut lagi?" Tanya Neji pada Hinata.

"Aku sudah menaruhnya di dalam lemari, Nii san tidak melihatnya"

"Oh, aku belum memeriksanya" Kata Neji.

"Ada apa Nii san?" Kata Naruto yang kini menghampiri Neji dan Hinata.

"Bukan apa-apa, satu lagi, kalian jangan lupa kalau aku ada disini" Kata Neji kemudian pergi meninggalkan Naruto dan Hinata yang berdiri di depan pintu. Hinata tidak mengerti dengan perkataan Neji tapi Naruto tau apa maksud dengan perkataan kakak iparnya tersebut.

"Dasar pengantin baru!" Batin Neji. Sepertinya dia datang di saat yang tidak tepat, pikirnya.

"hihihi,," Naruto berusaha menahan tawanya agar tidak terbahak-bahak.

"Kenapa kau tertawa?" Tanya Hinata melihat tingkah Naruto.

"Tidak apa-apa" Jawab Naruto, berusaha menghentikan tawanya.

"Dasar makhluk aneh!" Kata Hinata.

"Tapi makhluk aneh ini, adalah suami bukan?" Kata Naruto membalas perkataan Hinta.

Hinata kesal, kenapa dia selalu tidak bisa mebalas perkataan Naruto, menyebalkan.

"Nyonya Namikaze, tolong buatkan makan malam ya!" Kata Naruto meninggalkan Hinata yang masih Nampak jengkel.

"Menyebalkan!" Batin Hinata.

~0~

Srek,ting. Srek ting.

Terdenga suara alas sepatu yang nampaknya bergesekan dengan sebuah benda yang terbuat dari besi.

"Apa sih ini?" Kata empunya sepatu yang merasakan ada sesuatu di bawah kakinya.

Seorang pemuda yang nampaknya juga adalah pemilik sepatu tersebut memeriksa keganjilan dari alas kakinya tersebut.

"Sial, aku terinjak permen karet!" Katanya ketika melihat apa yang ada di bawah telapak sepatunya

Di mencoba melepaskan permen karet yang menempel di setaunya tersebut.

"loh apa ini?" Matanya hazel pria tersebut menangkap benda lain selain permen karet yang lengket di sepatunya.

"cincin?" Katanya setelah permen karet tersebut terlepas dari sepatu maupun benda besi tersebut. Rupanya benda ini yang menghasilkan sebuah suara dentingan tadi.

"Punya siapa?" tanya nya sambil memandagi sebuah cincin perak dengan satu permata tersebut.

"mungkin punya salah satu guru di sekolah" Katanya lagi, kemudian dia memasukkan cincin tersebut kedalam saku jaketnya.

"Mungkin besok akan ada yang mencarinya" Kata pemuda tersebut, kemudian dia masuk kedalam apartemennya.

.

.

To be continue :D

.

.

Yuhuuu~~ I'm come back XD #naik gamabunta.

Heheee,,, kayakya sudah berapa abad nih aku ga muncul, hahaa,,maaf aku harus belajar mode sannin di gunung myouboku #plakk, mengkhayal lagi.

Maaf yaa,, soalnya aku sibuk banget XP trus g tau tiba-tiba feel aku ilang kemana gtu, padahal chap ini mau buat adegan fluffy hahahah :D

Sepertinya adegan Naruhina sekamar bakalan aku potong sampe chap depan :v , oh iya dan aku kasi tau ama readers yang mengharapkan Rate nya di rubah sepertinya itu tidak bisa :D jadi tidak akan adegan yang lebih dari rete T ya :D

Ngomong-ngomong, orang yang megang cincin Hinata ini akan masuk dalam kehidupan Naruhina :D ,, ayo tebak siapa orang itu? Wkwkw yah, biar ada pedas nya sedikitlah, habisnya dari kemarin manis manis hahah,,tapi jangan khawatir, aku bukan tipe orang yang bakalan kasi konflik buat Naruhina, soalnya ga tega hahaha,, kasian ama Naruto sudah dilupakan masa mau di kasi masalah lagi :v nnti aku bakalan di gebukin ama kagebunshinnya #plakk XD

Padahal awal pembuatan fic ini mau di tamatin ampe 10 chap, tapi ini sdh 10 chap malah belum ada kemajuan yah?gtu2 aja hahaha,,, gimana apa kalian sudah bosan? Kalau kalian sudah bosan saya akan cepat mengakhiri fic ini,,hehe,percuma kan di lanjutkan tapi ga ada yang baca hahaha :D tapi review chap sebelumnya lumayan banyak yaa XD

Baiklah, silahkan tuliskan pendapat kalian XD

Kurasa chap ini jadi pendek lagi hahaha,,maaf XDXD

Oke, saatnya membalas review :D

Yang log ini, intip PM kalian ya XD

Thanks to :

Guest : yeah! #tost, hidup Naruhina XD

Yui kazu : hwaaa,,, yui chan kalau aku update selalu di tabok -_-* ,, kyahahaha lumer yaa wkkwk :v gmana chap ini bikin lumer ga?

Mikuru12 : hehehe,,, keren bayangin Naruto jadi butler ya XD #nosebleed,,, tenang aja Naruto itu hobi banget jahil kehinata hahahaha :D

Fii san : hehehee,, semoga kamu penasaran terus supaya baca terus wkwwk :v

Durara : hahahaa,,kenapa durara san yang panik, ketularan Naruto nih kwkwk :v

Uzumaki 21, , utsukushi hana-chan, rienaldisjah, Blue-senpai, , , DarkYami Kugamawa, Amu B, reyvanrifqi, bala-san dewa hikikomori, 7th ChocoLava, mangetsuNaru, Me Yuki Hina, AnnisaIP, Bunshin Anugrah ET, hiramekarai, .9, Tiwie Okaza.

*makasih juga buat silent readers, jika ada :D

*buat yang sudah nge fav or nge follow :D/

Seperti biasa silahkan RIVIEW ^^

msconan