"Hime, hari ini aku akan pergi Kyoto" Kata Naruto dengan wajah memelas.

"Eh? Benarkah terus kenapa?" Kata Hinata acuh.

"Tapi itu berarti aku akan meninggalkanmu hingga dua sampai tiga hari, bisa-bisanya aku lupa" Kata Naruto sambil mengacak-acak rambutnya yang memang telah berantakan sehabis bangun tidur.

"Eh?Kau akan menginap?"

~0~

Naruto ©Masashi Kisimoto

Amnesia ©msconan

Rate : T+

Warning : AU,OOC, Typo berserakan dimana2, EYD tidak jelas dll

Don't like, press the back button!

Happy reading ^^/

Present:

Amnesia chap 11

~0~

.

.

"Nii san apa rencana mu hari ini?" Kata Hinata saat mereka sarapan.

"aku akan melihat-lihat beberapa apartemen untukku dan Hanabi" Jawab Neji.

"Oh begitu" Kata Hinata sambil memasukkan beberapa potongan sandwich kedalam mulutnya.

"Kau kenapa Naruto?" Tanya Neji pada Naruto, pemuda itu penasaran dengan tingkah laku pemuda kuning yang biasanya tidak bisa diam ini, karena sejak tadi dia melihat Naruto tampak makan dengan tenang, belum ada berbicara sepatah kata pun.

"Eh, tidak apa-apa, aku hanya kepikiran jika harus meninggalkan Hinata untuk keluar kota dalam beberapa hari ini" Jawab Naruto.

"Oh, kau akan pergi?" Tanya Neji lagi.

"Yah, begitulah sebentar lagi Sasuke Teme akan datang" Jawab Naruto lagi.

"senangnya, tidak ada yang mengganggu dalam beberapa hari" Batin Hinata senang.

"Ne, Hime aku pasti akan merindukanmu" Kata Naruto dengan wajah memelas pada Hinata.

Kalau mereka hanya dalam kondisi makan berdua, mungkin Hinata akan menjawab dengan ketus atau menutup mulut Naruto dengan beberapa potong sandwich yang ada di piringnya, karena ada Neji terpaksa dia harus berakting layaknya seperti sepasang pengantin baru.

"Kau kan hanya menginap dua hari Naruto kun" Jawab Hinata sambil memasang senyum palsunya.

"Aku akan selesaikan dan pulang cepat" Balas Naruto.

"Ehem, aku akan menginap disini untuk menemani Hinata kau tidak perlu khawatir Naruto" Kata Neji memecahkan kemesraan kedua pengantin baru di depannya tersebut.

"Ehehee,,arigatou Neji nii" Kata Naruto nyengir.

'Tinn,,Tinn,,,'

Sebuah suara klakson mobil terdengar dari arah luar rumah Naruto, sesaat menghentikan acara sarapan Naruto.

"aissh, sepertinya Sasuke Teme sudah datang?" Kata Naruto bersungut-sungut.

"aku akan membukakan pintu" Kata Hinata berdiri dari duduknya, sementara itu Naruto dengan segera melahap potongan sandwich terakhirnya.

"yo dobe, kau sudah siap?" Kata Sasuke menghampiri Naruto di meja makan.

"Uchiha san sebaiknya anda bergabung dengan kami" Kata Hinata menawarkan sarapan pada Sasuke.

"Terima kasih, tapi aku sudah sarapan dirumah" Jawab Sasuke "Dobe ayo!"

"Twme, kewnapwa kawmu cpat sewkwli?" Kata Naruto berbicara dengan mulut yang dipenuhi oleh potongan roti sandwich.

Dengan malas Naruto bangkit dari duduknya.

"Dasar teme menyebalkan!" Kata Naruto menggerutu.

Hinata menghampiri Naruto di ruang depan, membawakan jas serta tas berisi beberapa pakaian untuk Naruto selama menginap diluar, sepertinya kali ini dia mencoba berperan sebagai istri yang baik, yah untuk apa lagi kalau bukan untuk mengelabui Neji yang mulai merasakan keganjilan antara Hinata dan Naruto.

"Naruto kun, hati-hati ya" Kata Hinata sambil memakai kan jas berwarna biru tua untuk Naruto.

"Heh?"

Naruto mengangkat sebelah alisnya, bingung dengan perlakuan Hinata yang berbeda.

"Ada apa nih?" Batin Naruto bingung.

"Jaga kesehatan, jangan terlalu lelah,hm?" Kata Hinata lagi dengan manis.

"I,iya hime" Jawab Naruto dengan ragu.

Naruto masih menatap Hinata yang memasang senyum manis di wajahnya.

"apa jangan-jangan ingatannya sudah kembali?" Batin Naruto lagi, keningnya Nampak berkerut menandakan kebingungannya.

Tunggu dulu!

Ah, sekarang Naruto sudah tau apa penyebab Hinata berubah 180 derajat lagi pagi ini, disisi lain Naruto bisa melihat Neji berdiri didekat mereka, mungkin ini alasannya.

Bibir Naruto mengembangkan senyum menawannya. Dengan suara pelan di berkata pada Hinata "Kau harus berakting lebih bagus dari ini jika ingin menipu Nejii nii, Hime" Kata Naruto sambil masih mempertahankan senyumnya.

"HEh?" Hinata tampak bingung dengan perkataan Naruto, dia masih bisa melihat Naruto berdiri di depannya tanpa melepas senyum di wajah tannya tersebut.

"Apa?" Tanya Hinata akhirnya, karena Naruto tidak juga pergi.

"Kau tidak melupakan sesuatu hm? Suamimu kan akan pergi?" Kata Naruto lagi, senyum simpulnya masih setia melekat di wajah tampannya.

"Aku sudah menyiapkan semua barang-barang mu" Jawab Hinata.

"Bukan, ini hal penting yang biasanya di lakukan seorang istri jika suaminya akan pergi kerja" Jelas Naruto.

"Apa itu?" Kata Hinata polos.

Mata shappire Naruto sekilas melirik Neji yang masih setia berdiri di tempatnya.

"Hah, sepertiya di jelaskan pun kau tidak akan mengerti, baiklah aku akan melakukannya dengan cepat" Kata Naruto.

Naruto membelai pipi Hinata dengan lembut, menatap tajam bola mata Amesthys di depannya, perlahan dia memajukan wajahnya mengeliminasi jarak dengan Hinata.

Cup.

Bibir Naruto menyapu lembut bibir mungil Hinata.

Hinata bukan main terkejutnya dengan perlakuan Naruto.

Hei! Berani sekali Pria ini menciumnya. LAGI!

1 detik, 2 detik, 3 detik,,,

"hei kenapa pria bodoh ini belum juga melepaskan bibirnya!" Batin Hinata menjerit.

Naruto tak peduli jika mereka di tatap oleh Neji, karena dia akan meninggalkan Hinata, meninggalkan kesan sebelum pergi mungkin hal yang bagus.

Wajah Hinata memerah layaknya tomat yang telah matang, Neji yang melihatnya pun sedikit terkejut, Naruto benar-benar tidak memperdulikan kehadirannya.

"Kurasa dengan begini Neji nii kecurigaan Neji nii akan sedikit berkurang" Bisik Naruto di depan wajah Hinata yang merona setelah dia melepaskan kecupannya.

"Kau!" Kata Hinata geram, tentu saja Hinata tidak bisa melampiaskan kekesalannya karena mengingat Neji masih melihat mereka.

' '

Suara kelakson mobil Sasuke terdengar lagi, sepertinya Naruto harus segera beranjak sebelum Sasuke turun dari mobil dan menyeretnya.

"Aku berangkat dulu ya Hime" Kata Naruto sambil mengusap pucak kepala Hinata.

"I,iya" Balas Hinata, rona merah di wajahnya belum juga Hilang.

"Neji nii, tolong jaga Hinata untukku ya" Kata Naruto pada Neji.

"Hn" Balas Neji singkat.

"Baiklah, aku usahakan pulang secepatnya" Kata Naruto pada Hinata.

Naruto mengecup kening Hinata dengan sekilas, sepertinya dia benar-benar ingin memanfaatkan kesempatan yang ada. Hinata berjengit kaget, pemuda ini benar-benar mengambil kesempatan dalam kesempitan.

"Ittekimasu!" Kata Naruto mengdipkan sebelah mataya nakal kemudian disusul dengan cengirannya sebelum Hinata mengeluarkan suaranya.

"Ero jis san! Aku akan menunggumu pulang!" Batin Hinata jengkel.

~0~

"Akh, lain kali aku tidak akan lengah!" Kata Hinata Frustasi, ia melampiaskan kekesalannya tersebut pada bantal yang kini dia cengkram erat-erat, membayangkan kalau bantal tersebut adalah Naruto. mengingat kejadian tadi pagi membuatnya naik pitam.

"Setidaknya dia tidak akan mengganggu ku untuk beberapa hari ini" Kata Hinata menenagkan dirinya.

Dengan semangat Hinata kemudian bangkit dari tidurnya "yuhuu! Aku akan melakukan hal yang aku inginkan" Kata Hinata lagi bersemangat.

Gadis lavender dengan rambut lurus tersebut melangkahkan kakinya dengan semangat menuju ruang depan, sepertinya kepergian Naruto membuatnya begitu bersemangat.

"Hinata"Panggi Neji saat melihat Hinata menuruni tangga.

"Nii san, ada apa?" Kata Hinata.

"Aku akan pergi sebentar, kau jangan kemana-mana, oke!" Kata Neji pada Hinata.

"Loh, Nii san mau pergi kemana?" Tanya Hinata.

"Tadi pagi aku bilang akan mencari apartemen bukan?" Kata Neji.

"oooh" Hinata ber oh ria.

"Ingat aku hanya pergi sebentar, jika kau ingin keluar tunggu aku" Kata Neji lagi, sepertinya sifat over protective nya pada Hinata belum juga hilang.

"hm,, iya Nii san" Kata HInata dengan senyum manisnya.

"Baiklah aku berangkat dulu" Kata Neji, setelah itu dia meninggalkan Hinata sendirian dirumah.

'Blam'

"Kata siapa aku akan berdiam diri dirumah, hehehe" Hinata berguman setelah melihat pintu depannya telah tertutup, kemudian dia berbalik berjalan menuju kamarnya.

"yup!"

Gadis yang masih merasa dirinya remaja yang berusia tujuh belas tahun tahun tersebut kini telah berganti pakaian, hari ini Hinata akan membebaskan dirinya padahal Naruto baru saja berangkat beberapa belum ada satu jam yang lalu.

~0~

"aku yakin Hinata pasti akan merindukan ku teme" Kata Naruto dengan yakin saat di dalam mobil Sasuke menuju ke Kyoto.

"Kau yakin kalau sekarang dia masih berada dirumah?" Kata Sasuke santai.

"Heh!" Naruto terlonjak dari kursi yang dia duduki disebalah Sasuke. Mengingat kejadian saat Hinata pergi ke café maid kali ini dia tidak yakin Hinata akan tinggal dirumah

"kau kenapa dobe?" Tanya Sasuke saat sadar akan tingkah laku aneh Naruto.

"Ahh. Kau benar! Seharusnya aku mengajaknya,teme!" Kata Naruto memelas.

Padahal tadinya Sasuke hanya asal bicara tentang Hinata, tak di sangka perkataannya tersebut malah membuat sahabat pirang yang duduk disampingya menjadi gelisah. Ternyata Hinata benar berubah 180 derajat.

"Tenang saja, Neji kan bersamanya" Kata Sasuke.

"Benar juga, dan semoga aja Hinata tidak ketahuan" Kata Naruto.

"Cepat selesaikan pekerjaan mu dan pulang, oh iya tadi malam aku di beri tau kalau nanti perwakilan dari pemilik resort ini kana datang, mungkin kalian bisa bertukr pendapat" Kata Sasuke lagi, kalau sahabatnya.

"yosh! Akan ku lakukan dengan cepat, teme!" Kata Naruto dengan berapi-api.

~0~

"Kyaa~ kawai aku akan membelinya" Kata Hinata histeris saat melihat sebuah baju terusan terpajang pada sebuah patung di sebuah toko.

"Lucu, aku punya satu lagi" Katanya dengan mata berbinar-binar melihat baju tersebut. Model baju tersebut tidak jauh beda dengan model maju terusan yang dipakainya saat Naruto tidur dikamar mereka hanya saja jika yang satu itu bergambar beruang, kali ini baju terusan yang dipakai untuk tidur tersebut bergambar panda. Entah kenapa sepertinya Hinata senang sekali mengoleksi baju tidur. Entah apa yang akan di lakukan Naruto jika tau Hinata membeli sebuah baju yang sama persis seperti yang Hinata pakai saat satu kamar dengannya. Mungkin dia tidak akan menyalahka beruang lagi, melainkan panda juga.

Sekilas dia teringat bahwa beberapa hari yang lalu Naruto pernah memberikannya sebuah kartu kredit, senyum mengembang diwajah putih Hinata, sepertinya dia akan benar-benar memanfaatkan pemberian Naruto yang satu itu.

"Okay!" Waktunya shopping" Kata Hinata bersemangat.

Kaki-kaki mungil Hinata dengan lincah melangkah, memasuki beberapa pertokoan, ,mulai dari baju, tas, sandal dan sepatu semua ia masuki dan keluar dari toko tersebut dia tidak dengan tangan kosong, kedua tangannya penuh dengan berbagai macam tas dari berbagai macam label.

"Pasti menyenangkan kalau aku tidak sendiri" Kata Hinata berguman.

Sepertinya gadis itu mulai merasa kesepian, sebab ia tidak tau dimana teman-teman sewaktu masih di SMA, karena dia lupa ingatan menyebabkan dia jadi tidak begitu mengenal sahabatnya sewaktu di universitas.

"Kalau ada Naruto sepertinya lebih seru" Batin Hinata.

Loh?

"kenapa aku harus mengingat dia sih!" Kata Hinata lagi sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian dia melanjutkan kembali acara belanjanya, sudah bisa dipastikan mungkin tagihan kartu kredit Naruto akan membengkak untuk bulan ini.

~0~

"Kita sudah sampai, turunlah" Kata Sasuke saat mobil mereka sudah berhenti di tempat tujuan.

Naruto melangkahkan kakinya keluar dari mobil berwarna blue dark Sasuke.

"Bagaimana? Kau sudah siap untuk bekerja" Tanya Sasuke saat dia telah keluar dari mobilnya.

"Bagaimana kalau kita berkeliling dulu?" Tawar Naruto, sesaat dia telah melihat tempat yang akan di sulapnya menjadi resort tersebut.

"Kurasa tempat ini lumayan bagus" Kata Sasuke sambil mengedarkan pandangannya keseliling daerah tersebut.

"ya, aku jadi ingin tinggal di tempat seperti ini" Kata Naruto sambil nyengir kepada Sasuke.

"Heh, kurasa kau bisa saja menyulap tempat tinggal mu jadi sebuah resort pribadi" Kata Sasuke lagi.

"Ingin aku lakukan, tapi kau tau sendiri kan Hinata tidak ingin yang macam-macam" Kata Naruto lagi "Akh, aku jadi merindukannya"

"Kalau begitu cepat selesaikan tugasmu"

"kurasa, aku tidak akan bisa diganggu setelah ini"

Naruto dan Sasuke terus berjalan menyusuri tempat yang akan di bangun sebuah karya Naruto selanjutnya, Naruto tampak mamaparkan pandangannya, mungkin sekarang otak cerdasnya sedang bekerja, membuat beberapa imaginasi yang akan ia tuang kan nanti.

"Loh? Naruto kun?"

Pikiran Naruto buyar seketika mendengar seseorang memanggil namanya, Sontak Naruto dan Sasuke pun menoleh secara bersamaan.

Seorang gadis dengan rambut kuning pucat yang di biarkan tergerai menatap kedua pemuda yang kini membalikkan badan menghadap dirinya dengan tersenyum.

"Shion Chan?"

~0~

"Huaaaah,,melelahkan sekali" acara memanjakan diri Hinata telah usai, kini gadis tersebut ingin memasuki rumah dan mengistirahatkan tubuhnya, belanja membuatnya cukup lelah juga. Ia juga harus segera pulang sebelum Neji pulang, bisa gawat kalau Neji tau dia pergi keluar rumah.

"Loh Hinata, kau dari mana?"

Hinata ingin membuka gerbang rumahnya, sampai sebuah suara yang memanggilnya membuatnya menoleh kebelakang.

"Nii san!"

Neji menatap kedua tangan Hinata yang menenteng banyak tas belanjaan.

"Kau Keluar?" Tanya Neji lagi.

"Eh, eto,," kali ini otak Hinata harus berpikir cepat dan keras untuk bisa mengelak dari pertanyaan Neji. "A,,aku bosan dirumah Nii san, jadi aku berjalan-jalan keluar" Kata Hinata dengan cepat. Namun nada suaranya yang gugup tidak bisa meipu Neji.

"Setauku kau tidak terlalu suka berbelanja" Kata Neji sambil mengisyaratkan pandangan matanya pada kedua tangan Hinata yang menjinjing beberapa tas.

"Heh? Eh,,loh Nii san kenapa cepat sekali kembali?" Tanya Hinata mencoba mengalihkan pembicaraan.

"ada sesuatu yang tertinggal" Jawab Neji.

"Oh, kalau begitu, ayo masuk" Kata Hinata.

Neji pun mengikuti Hinata dan masuk kedalam rumah, tampaknya Hinata berhasil mengalihkan pertanyaan Neji tadi.

"tadi tou san menelpon, katanya ada barang yang dititipkan untukku ya?" tanya Neji pada Hinata saat mereka berada di dalam rumah.

"Heh? Barang?" Kata Hinata bingung.

"Iya, kau lupa? sewaktu upacara pernikahan mu selesai kan aku langsung pergi keluar negeri jadi ayah bilang akan menitipkan barang itu padamu"

"eh, itu,,," Hinata mencoba mengingat-ingat sesuatu, tapi sdikitpun ia tak ingat.

"aku yakin kau pasti ingat, itu kan barang penting" Kata Neji lagi.

"Gawat! Aku sama sekali tidak ingat" Batin Hinata

"Ada apa? Bisa kah kau mengambilkannya Hinata chan, aku harus segera kembali" Kata Neji lagi.

"Heh I,iya" Kata Hinata kemudian dengan segera dia pergi kelantai atas mencari barang yang dimaksud oleh Neji, tapi apa itu?

"duh, aku sama sekali tak ingat, bagaimana ini?"

Hinata terus mencari barang tersebut, mungkin nanti dia akan ingat sesuatu.

"Kenapa lama sekali?" Kata Neji yang tiba-tiba muncul dari belakang Hinata.

"Maaf aku lupa menaruhnya Nii san" Kata Hinata.

Neji hanya diam tanpa ikut membantu Hinata mencari.

"apa mungkin Naruto kun yang menyimpanya ya? Aku akan menelponnya" tanya Hinata lagi.

"Tidak perlu" Kata Neji berbicara yang sedari tadi diam.

"Heh, kenapa Nii san sudah menemukannya?" Kata Hinata pada Neji.

"Karena barang yang kumaksud tersebut sebenarnya tidak ada" Jawab Neji menatap Hinata lurus.

Deg!

"Heh?"

"Hinata, sebaiknya kali ini kau jujur padaku"

"A,,apa maksud Nii san?" Kata Hinata.

"sudahlah, kau kira aku ini siapa Hinata chan?"

Hinata tampak diam, sungguh saat ini dia sudah terpojok, dia tau apa maksud dari Nii san nya tersebut.

"Kau tau, aku ini sangat mengenal bagaimana sifat mu, dan beberapa hari ini kulihat kau sediki berubah, bukan, bukan sedikit tapi banyak" Kata Neji panjang lebar.

"Eh, itu,," Hinata sangat bingung kali ini, apa dia harus berkata jujur? Tapi untuk mengelak pun dia sudah kehabisan akal.

"Hinata chan, kau tau kan kamu paling tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari ku?" Kata Neji lagi.

Memang benar, seingat Hinata dari kecil Hinata sama sekali tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari Neji, karena sejak Kecil ayah mereka sangat sibuk maka Neji lah orang terdekat Hinata, menggantikan sosok ayah bagi nya.

"Maafkan aku Nii san" Kata Hinata membuka suaranya yang sejak tadi terkunci.

Mungkin ini saatnya Neji tau yang sebenarnya, Hinata yakin kalau Nii san nya tersebut adalah orang yang sangat dia percayai, dia berhak tau yang sebenarnya.

Neji hanya diam, menunggu Hinata untuk berbicara lagi.

"Sebenarnya, setelah hari pernikahan itu aku kehilangan ingatan ku" Kata Hinata akhirnya dengan sangat hati-hati.

Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Neji sangat terkejut dengan perkataan yang meluncur dari adik kesayangannya tersebut.

"Hei, jangan bercanda Hinata chan" Kata Neji, raut wajahnya mengeras.

"Aku sama sekali tidak bercanda, kurasa Nii san berhak tau akan hal ini" Kata Hinata.

"Bagaimana bisa hal itu terjadi?" Kata Neji mencoba mencari penjelasan dari Hinata.

"Aku tidak ingat, saat itu begitu aku sadar aku sudah berada di rumah sakit dengan Naruto kun" Jelas Hinata, kini dia melihat kedua sorot mata Neji menajam "Tapi, Nii san tak perlu khawatir karena aku baik-baik saja" Kata Hinata lagi.

"Apa nya yang baik-baik saja?!" Kata Neji.

Hinata hanya diam tak sanggup menjawab perkataan kakaknya tersebut.

"Sial! Bocah itu tak bisa menjagamu" Kata Neji geram.

"Kurasa ini bukan salah Naruto kun, Nii san" Kata Hinata.

"Jelas ini salahnya tak bisa menjagamu dengan baik hingga kau seperti ini" Kata Neji lagi.

"aku yakin ini bukan salah Naruto kun" Kata Hinata lagi, entah kenapa kali ini dia mat- matian akan membela Naruto.

"tidak! Aku harus memberikan pelajaran pada boah sialan itu" kata Neji geram, dan pergi meninggalkan Hinata.

"Nii san! Apa yang akan Nii san lakukan?" Kata Hinata mencoba mengikuti Neji.

"Aku akan pergi menyusulnya ke Kyoto" Jawab Neji masih dengan emosi yang memuncak.

"Tunggu dulu Nii san,,"

Neji sama sekali tak mengubris Hinata yang ingin mecegahnya pergi.

Hinata segera mengambil handphone yang berada di saku celananya. Menyentuh satu nomor pada layarnya sebagai panggilan cepat. "Naruto kun, cepat angkat!" beberapa kali Hinata menelpon Naruto tapi tetap tidak ada jawaban dari panggilannya.

"Bagaimana ini Naruto kun sama sekali tak bisa di hubungin" Kata Hinata gusar menatap layar ponselnya.

Neji kini telah bersiap siap pergi menuju mobilnya, melihat hal tersebut Hinata segera menghentikan aktifitas menghubungi Naruto yang sama sekali tak di angkat.

"Nii san tunggu dulu dengarjan aku!" Kata Hinata mencoba mengikuti Neji.

"Jangan halangi aku Hinata!" Kata Neji, amarahnya sama sekali belum redah sedikit pun.

Hinata tak meyangka bahwa Neji akan semarah ini, tapi melihat sikap sayangnya Neji pada dirinya mungkin ini adalah hal yang wajar.

"Apa yang akan Nii san lakukan?"

"Mungkin menghajar bocah sialan tersebut tidak akan cukup" Jawab Neji dan terus berjalan.

"Nii san tunggu dulu,," Nampaknya Hinata hanya buang energi, karena Neji sama sekali tak mengubrisnya.

"Satu lagi" Kata Neji tiba-tiba mengehtikan langkahnya, "kurasa ayah juga harus tau" Kata Neji memandang Hinata denga tajam.

"HEH?!"

.

.

To be continue :D

.

.

Aaaaakkkk,,,, maafkan akuuu T^T

Kurasa para readers hampir AMNESIA denga fic ku ini hiks #nangis dibawah kolong ranjang.

Baiklah saya siap menerima caci maki dari kalian TT_TT

Maaf kan aku, karena tidak bisa menepati janjii huaaaa,,,dan kurasa chap ini juga kurang banyak,,hiks hiks,,,

Euhm,, mungkin mulai sekarang aku akan mulai memunculkan beberapa karakter yang menemani NaruHina solanya kalau mereka berdua jadinya sepi,,hehehe

Maaf ya kalau ceritanya terlalu berbelit dan tidak to the point, karena aku buat fic hanya untuk hiburan semata, itu bagi readers yang merasa terhibur sih,,hehe bagi yang nunggu Hinata balik ingatan sabar yaaa,,hahaha #author labil

Happy reading (0^,^0)/, doakan semoga bisa update cepat yaa untuk chap selanjutnya,, arigatou gozaimasu yang setia menunggu walau hampir lumutan dan jenggotan #plakkk XD peluk readers satu-satu :*

Thanks to :

, AnnisaIP, Hyuuzumaki Shadowink NHL, UNGUlavender, marukocan, Namikaze Rezpector, Chimunk-NHL, ranggagian67, betmenpengangguran, Miryoku Arifu, Amu B, Bunshin Anugrah ET, 7th ChocoLava, Setsuna f seiei-Kun, 34, koga-san, Dragon warior, utsukushi hana-chan, Blue-senpai, Fii san, Guest, .37017794, DarkYami Kugamawa, Hyuuzumaki Shadowink NHL, Durara, .9, TanteiFath yang gak tau caranya bikin akun, Karizta-chan, , Yui Kazu unyu2, vinara 28, Hani chan1, Guest, Gues, Tiwie Okaza, Van Skiepher, shiro19uzumaki, Durara, Restyviolet, Nagato no Rinnegan, nina, SunshineSunset,

aku tidak menyangka kalau banyak sekali yang memberi riview,,huee arigatou T^T dan aku mohon maaf yang sebesar besarnya karena kali ini tidak bisa membalas riview kalian satu persatu,,duh lagi buru-buru..

sekali lagi arigatou Minna,,,JAA~

Please RIVIEW ^^/

msconan