Hermione terdiam menatap lautan yang menawan, sementara Draco duduk disampingnya mengambil sekaling diet coke dan meminumnya. Setelah ciuman itu terlihat jelas bahwa Hermione sedikit mengacuhkan pria itu.

Sementara Draco nyaman dengan kesendiriannya.

...

Hi, I'm Your Killer.

Author – C.O.N.S

Rated - T semi M.

Harpot Characters- J.K Rowling

Romance, Hurt/comfort, Supranatural.

Warning inside.

Don't Like Don't Read

...

Hari sudah semakin larut dan apa yang membuat Hermione duduk terdiam memandangi lautan dan entah keberapa kalinya Draco membuka diet coke.

Draco berpikir jika karena ciuman Hermione menjadi betah di lautan, seharusnya ia tak melakukannya dilautan melainkan dikamarnya.

Dan tololnya Draco sudah nyaris menghabiskan semua makanan, lima kaleng diet coke dan kalau saja ia tak memiliki tubuh sempurna, mungkin ia sudah menangis karena memikirkan kalorinya.

Draco tak berani membuka suara, ia masih terdiam berusaha untuk asyik dengan apa yang sedang dilakukannya dan Hermione yang diam seperti gadis yang baru saja kehilangan keperawanannya.

"Hey, Hermione." akhirnya ia berani untuk bersuara.

"Hn," Hermione mencuekinya, rasanya hanya karena sebuah ciuman itu bisa mengubah wanita yang liar menjadi pasif.

"Mau sampai kapan kita disini? Aku sudah menghabiskan semua makanan yang kau buatkan?" ucap Draco, tetapi reaksi yang didapati dari Hermione malah membuatnya semakin terkejut.

"Habis!" seru Hermione, ia menatap kotak-kotak yang kosong, ia segera berdiri dari tempat duduknya, sepertinya ia terkejut dengan ucapan pria itu. "Kau masih lapar? Ayo kita beli beberapa makanan," ucap Hermione dan segera membungkus kotak-kotak itu.

Draco berpikir untuk sekuat mungkin tidak lagi mencium wanita itu. "Hermione tenanglah, aku tidak lapar? Apa yang terjadi denganmu? Apakah karena ciuman itu kau menjadi seperti ini?"

Hermione tertegun atas ucapan pria itu. Apakah Draco mengkhawatirkannya? Apakah ia tak salah dengar? Apa ciuman itu membuat otaknya sedikit terguncang?

Ciuman? Ah, kata-kata yang kurang tepat untuk diucapkan sekarang. Hermione merapikan semuanya, memasukkannya kedalam kotak dan segera pergi. Sementara Draco hanya diam mengikuti.

Well, Hermione sedang dalam keadaan buruk dan Draco semakin membuatnya bertambah buruk.

...

Selama perjalanan Hermione tak berkata apapun, bahkan ia sempat membanting pintu kamarnya, kemudian ia keluar dengan kaos kebesaran dan celana pendek.

Sementara Draco membanting tubuhnya disofa dan mengambil beberapa buah segar dari kulkas. Rasanya perjalanan ini sedikit mengubahnya, bukan sedikit melainkan banyak. Draco mulai menerima dirinya dan bergerak seperti pria normal pada umumnya.

Cuek dan tak peduli, bahkan ia bisa menyalakan televisi dan menikmati acaranya sementara Hermione membereskan semuanya, sesekali matanya menatap Draco kemudian mencuci lagi.

Cukup lama Draco menyalakan televisi, lalu mematikannya. Berjalan mendekati Hermione.

"Apa yang membuatmu buruk Hermione? Kau baru dicampakkan?" ucapnya dengan nada bercanda tetapi Hermione hanya mendengus kecil dan acuh terhadap Draco.

"Baiklah Hermione, kau marah kepadaku?"

"Tidak,"

Singkat sekali, pikir Draco. Ia duduk pada salah satu kursi makan dan sedikit memikirkan kata-kata yang bagus untuk menaikkan mood Hermione.

Draco mengambil beberapa kaleng minuman non akohol dari kulkas, tetapi ia juga mengambil satu minuman berakohol dan pergi menuju ruang keluarga. Hermione tak peduli dengan apa yang dilakukan Draco, setelah membersihkan semua kekacauan.

Ia memilih untuk duduk di salah satu kursi, mengambil minuman akohol itu dan membukanya, menenguknya sebentar lalu mendengus kecil, memandang kaleng itu dan mengoyang-goyangkannya.

Draco masuk kedalam ruangan itu mengambil gelas dan seolah meracik sesuatu dengan gelas itu. Ia merebut kaleng akohol milik Hermione, "Hey, apa yang kau lakukan!" bentak Hermione.

"Kau tak akan nyaman kalau hanya meminum itu, cobalah. Minuman yang sudah kuracik untukmu," seru Draco, menaruh dua gelas minuman dengan warna biru muda, pink, serta putih yang mempesona bahkan ia juga menambahkan hiasan potongan lemon tipis yang mempesona. "Aku tak tahu kalau kau bisa membuat minuman seperti ini,"

"Well, aku pernah menjadi seorang bartender pada sebuah bar ketika aku berumur 16 tahun, tentu hal-hal seperti ini bukanlah sesuatu yang susah untukku. Nikmatilah, kulihat kau lebih membutuhkannya daripadaku."

Huh, darimana ia menghafal kata-kata itu? Ucapannya semakin manis dan menakutkan saja.

Rasa pertama yang berada dalam indra pengecapnya adalah menakjubkan. Hermione tak tahu bahwa hanya sebuah minuman mampu menggambarkan bermacam ekspresi. Rasanya manis dan sedikit asam dan jangan lupakan akohol yang menyerang begitu kau merasakannya.

"Apa namanya? Mungkin aku harus memesannya juga ketika aku di bar," ucap Hermione berusaha untuk memuji atau melucu?

"A call from heaven, bagaimana bagus bukan?"

Hermione menyeritkan alisnya, "A call from heaven? Kau gila?"

"Tidak, aku baru pertama membuatnya. Tak ada yang tahu resepnya selain aku Hermione," ucapnya dengan nada bangga.

"Oh, yeah, kau yang terbaik," puji Hermione, ia sedikit malas menanggapi perkataan Draco.

"Apa yang membuatmu seperti ini Hermione?" tanya Draco perlahan, bahkan ia juga menyetel lagu jazz, breathless entah itu untuk membuat Hermione nyaman atau semakin membuka aibnya.

"Tidak, ada Mr. Malfoy. Aku baik," akunya dengan sedikit melantur. Hermione lelah dan ia sedikit kesal dengan pikirannya.

"Ceritakan apa yang membuatmu resah Hermione, mungkin aku bisa membantumu."

Hermione menenguk minumannya, sedikit tertawa, menengak minumannya lagi dan semakin membuatnya terbuai dalam akohol.

"Yah, kau tentu bisa membantuku! Atau aku harus berterimakasih kepadamu."

"Kau tahu umurku sekarang 27 tahun, kalau kau tak membunuh kekasihku mungkin saja sekarang aku menjadi seorang ibu rumah tangga dan tak peduli dengan berbagai kritis! Tapi kau membuatku gagal menjadi seorang pengantin! Kau mengancurkan segalanya!" Hermione membentaknya, meninum akoholnya lagi, sepertinya Hermione sudah tak menyadari apa yang diucapkannya.

"Ah, percuma aku menjelaskan ini kepadamu. Karena kau tak bisa mengingat ingatanmu dan setelah kau ingat kurasa kau tak akan bisa mengingat apa yang aku ucapkan kepadamu. Jadi dengarkan aku Draco!"

Draco hanya menganguk setuju.

"Anak pintar, kau benar-benar manis kalau patuh tapi kau seperti anak manja yang menyebalkan! Aku tak tahu apakah aku harus memaafkanmu, membencimu atau apa? Kenapa kau membuatnya semakin runyam?"

Draco sedikit bingung dengan ucapan Hermione, tetapi berusaha untuk mendengar semua celotehan wanita itu.

"Kenapa kau menciumku? Aku tahu bahwa kau maupun aku tentu sudah pernah berciuman bukan?"

Hanya anggukan dan Hermione semakin terkekeh. "Kenapa kau begitu manis? Kau tahu, aku bisa suka padamu bodoh!"

"Ah tingkahmu seperti anak anjing itu benar-benar menggemaskan," ucap Hermione mengambil minuman Draco yang baru diminumnya sedikit dan meminumnya.

"Hermione kurasa kau kebanyakan minum?"

"Kau pikir aku mabuk? Tentu saja tidak! Sudah lama aku tak minum sebanyak ini, kau harus minum bersamaku! Ayo kita bersenang-senang!" serunya histeris, melingkarkan tangannya pada leher Draco dan memaksa Draco untuk berdiri.

"Musiknya benar-benar pas, ayo kita menari!" ucap Hermione tertawa lebar dan Draco hanya menurutinya.

Hermione melingkarkan tangannya pada leher Draco sementara Draco melingkarkan tangannya pada pinggul Hermione. Hermione tertawa dan Draco merasa sedikit bersalah. Walaupun ia tak tahu apa yang dikatakan Hermione.

Hermione bersandar pada bahu Draco dan sedikit tertawa, "Ah sudah lama aku tak berdansa seperti ini. Sangat lama!"

"Bahkan aku tak tahu apa namanya sebuah lelucon dengan cinta serius? Aku selalu memuji pria itu, bagaimana tubuh mereka, atau permainan mereka tetapi aku tetap tidak puas."

Draco nyaris menyerah, membawa Hermione ke tempat tidur adalah yang terbaik.

"Sudah lama aku tak berdansa dengan pria yang kukenal. Bukan sebagai mata-mata atau selingkuhan agar aku bisa mendapatkan kelemahannya. Aku ingin berdansa! Aku ingin menikmati masa-masa seperti aku masih dicintai!" seru Hermione, ia memukul dada Draco perlahan.

"Apa salahku? Kenapa kau membunuhnya? Kalau saja kau tak membunuhnya mungkin aku bisa hidup bahagia sekarang! Jam berapa sekarang?"

"Jam?" ucap Draco, melirik sekilas pada jam modern yang berada diatas kulkas. "jam 10.00."

"Haha, kau benar-benar polos. Kemana Draco yang brengsek itu? Aku ingin bersamanya, aku ingin menyumpahinya atas segala yang sudah dilakukannya kepadaku,"

"Hermione aku tak tahu apa yang kau bicarakan? Tetapi aku disini?"

Hermione perlahan mulai bersandar, bahkan mulai melepaskan pelukannya dari Draco. Tubuhnya kini duduk manis pada lantai yang dingin. Perlahan ia mulai menangis.

"Seharusnya aku dicintai! Seharusnya aku menikah dan memiliki dua anak yang manis! Seharusnya jam segini aku menunggu suamiku pulang, meminum wine bersama dan saling bercerita bersama! Tetapi apa yang kudapatkan?"

"Yah, kau benar! Aku wanita jalang yang hebat, aku cantik dan tentu saja banyak pria yang mencintaiku." Hermione memuji dirinya dan merebahkan tubuhnya pada lantai.

"Lantai ini mengapa begitu nyaman? Dan kau tampan, kenapa kau disitu? Seharusnya kau tidur bersamaku. Kemarilah," ucap Hermione dan melambaikan tangannya, Draco tahu bahwa wanita itu mabuk dan berkeluh kesah kepadanya.

Walaupun ia tak mengerti tetapi sepertinya ia yang harus disalahkan dalam hal ini semua.

Draco berbaring dan Hermione mendekatkan tubuhnya kepada Draco. "Well tampan, temani aku sampai aku tidur!"

"Tentu cantik," ucap Draco ditengah keputusasaannya dan Hermione tersenyum mendengarnya.

"Kau benar aku cantik!" ucapnya dengan sedikit tertawa.

Ingatkan Draco jangan pernah mencampurkan akohol, dan lemon serta bahan-bahan lainnya kedalam minuman wanita ini.

...

Hermione terbangun, ketika ia merasakan sebuah benda hangat yang semakin memeluknya erat. Ia segera bangun dari tidurnya dan duduk tegap, memengang kepalanya yang pusing karena minuman semalam. Ia tak bisa mengingat apa yang terjadi dengannya atau, ia masih mengingat dirinya berbaring dilantai.

Tapi sekarang ia berbaring di kasur yang empuk dan nyaman?

Dan tangan siapa ini memeluknya dengan erat, ia menoleh mendapati rambut pirang yang sedang tidur pulas disampingnya.

Ia masih belum sepenuhnya sadar. Bahkan ia sempat mengira bahwa ia mengalami one night stand. Kalau iya dengan siapa?

Hermione melepaskan pelukan pria itu dengan perlahan, tetapi tangan kuat itu semakin mendorongnya dan menariknya memaksanya untuk tidur. Hermione sempat meringis, sangat melihat mata kelabu itu menatapnya sayu. "Kau mau kemana?"

"Draco? Kau! Bagaimana bisa kau disini?"

"Disini? Kau merayuku, melepaskan pakaianmu walaupun aku sudah bilang bahwa aku tak ingin melihatmu,"

Hermione menatapnya dengan pandangan tak percaya, "Kau serius?" ia tahu bahwa dirinya adalah peminum yang buruk dan kebodohannya adalah minum bersama Draco.

"Yah, kau mau diulang?" tanya Draco dengan nada manis. Ia merapatkan tubuhnya dan semakin memeluk Hermione, "ternyata tubuhmu hangat juga ya," candanya.

"Persetan dengamu Draco, katakan yang sebenarnya apa yang terjadi?!" seru Hermione berusaha melepaskan pelukannya dari Draco, tetapi Draco menekan tubuhnya dan membuat Hermione tak bisa lepas.

"Kurasa aku harus melakukannya lagi denganmu ketika kau masih sadar Hermione,"

"Eh?"

Draco bangun dari tidurnya, tubuhnya yang sedikit kurus namun berbentuk menyeringai puas ketika melihat Hermione memperhatikan tubuhnya. Melihat jam sebentar lalu memeluk Hermione lagi, mengecup keningnya.

"Kau gila! Kau sinting! Lepaskan aku Draco! Aku mabuk dan kurasa aku—"

"Yah, katakan Hermione. Kemarin kau bilang kau sangat menikmati permainanku,"

"Kau serius Draco? Kau memperkosaku?! Bloody Hell Draco, bagaimana ini bisa terjadi!" ucap Hermione setengah sinting.

Draco memeluk pungung wanita itu, mengecup lehernya dan ia menyeringai puas. "Aku tak memperkosamu, kau yang mengiklaskan dirimu Hermione,"

Hermione melepaskan tubuhnya dari pelukan Draco, "Cih, lupa ingatan atau tidak, kau tak ada bedanya. Tetap brengsek!"

"Bukankah kau yang bilang kemarin? Kau ingin dicintai dan aku disini mencintaimu. Kau bilang juga kau ingin memiliki anak bukan? Kuharap sembilan bulan lagi kau bisa melihat anakmu dan anakku," ucap Draco puas, sementara Hermione nyaris pingsan mendengar ucapan Draco.

"Draco kau bercanda bukan? Kau tak serius? Aku tahu kau lupa ingatan bukan?"

"Yah, aku memang lupa ingatan. Tetapi kabar bagusnya kau membuat memori yang baik untukku," ucap Draco riang.

Hermione tak mampu berkata-kata, bingung dengan apa yang sedang dialaminya.

Melihat itu Draco hanya tertawa, "tenanglah Hermione aku menggunakan pengaman, jadi kau tak hamil. Aku membutuhkan persetujuanmu dulu kalau aku mau menghamilimu."

"Bukan itu yang kuharapkan Draco,"

"Lalu apa? kau kecewa karena aku mengenakan pengaman?"

"Kau! Pria gila, aku tak tahu mengapa aku harus bersamamu! Aku tak kuat lagi!"

Draco tertawa melihat reaksi Hermione yang sedikit berlebihan, bahkan ia sampai berguling-guling di kasur saking lucunya.

"Hermione, kau bilang bahwa kau pembunuh bayaran. Bahkan kau juga bilang kau bisa bercinta dengan bermacam pria lalu membunuhnya. Lalu mengapa kau panik saat aku bercinta denganmu?"

"Kau! Aku menyerah, kau benar. Aku tahu bahwa aku jalang!" ucap Hermione melemah.

"Hey, hey. Jangan murung seperti itu," ucap Draco berdiri dari kasurnya. Mengusap rambut Hermione, dan mencium keningnya. "Well aku hanya bercanda."

"Bercanda? Apa?"

"Semuanya. Aku bercanda Hermione, kau tak lihat aku masih mengenakan celana yang sama dengan kemarin? Dan kau masih menggunakan bajumu lengkap, tentu kalau aku menyentuhmu mana mungkin pakaian itu masih rapi pada tubuhmu." Ucap Draco entah ia serius atau bercanda.

Hermione menatap bajunya dan ucapan Draco benar, bahkan tak ada sesuatu yang lepas dari tubuhnya.

"Lalu kenapa kau menggodaku seperti itu?"

"Well, aku juga sedikit kesal denganmu yang menyalahkanku atas apapun. Bahkan ketika kau tidur dilantai, kau menyalahkanku karena lantai itu dingin dan minta dipindahkan. Kau pikir aku bisa merubah lantai yang dingin menjadi hangat? Tetapi kalau kita bercinta itu mungkin,"

"Hentikan semua ucapanmu Draco. Kau tahu aku nyaris terkena serangan jantung pagi ini," ucap Hermione berdiri, "aku akan membuatkanmu sarapan,"

"Pancake Hermione, aku menginginkannya." Ucap Draco riang.

Hermione berjalan menuju pintu, sedikit berpikir kemudian berbalik, "Baiklah, tapi kau serius bukan bahwa kau tak menyentuhku?"

"Ya, aku berani bersumpah Hermione kalau aku tak menyentuhmu. Tidak asyik jika hanya satu orang yang aktif sementara yang lain hanya diam menikmati. Bukankah lebih asyik kalau kita berdua sama-sama menikmati?"

"Kurasa air laut sudah meracunimu Draco. Ucapanmu melantur,"

"Hey. Aku serius!" ucap Draco mengikuti Hermione berjalan keluar dari kamar.

"Hari ini kau tidur dikamarku lagi?" tanya Draco.

"Tidak, kamarku masih nyaman." Ucap Hermione sedikit sinis.

"Benarkah, kurasa aku harus mencobanya. Hari ini aku tidur dikamarmu bolehkan?"

Hermione menoleh, bagaimana bisa pria berumur 26 tahun memelas seolah dirinya adalah anak kecil? "Draco kau tak cocok dengan tampang memelasmu itu!"

Draco hanya tertawa mendengarnya.

...

Hermione membuat adonan pancake, sementara Draco duduk santai menonton televisi. Hermione berusaha untuk menyakinkan dirinya bahwa Draco memang tak menyentuhnya, tetapi ia sedikit ragu dengan ucapan pria itu.

Ah, lelucon itu membuatnya kesal, walaupun ia mengetahui faktanya tetapi tetap saja itu membuatnya gila.

Hermione memanaskan taplon, menuangkan sedikit mentega dan mulai menuangkan adonan sampai berbentuk bulat. Hanya sebentar pancake sudah siap untuk disantap bersama dengan sirup maple dan potongan buah stawberry dan kismis coklat.

"Draco, pancakenya sudah siap!" ucap Hermione sedikit mejerit, dan beberapa menit kemudian Draco memasuki ruang makan dan duduk dengan manis.

Ia mengambil dua buah pancake, menuangkan sirup maple dan beberapa potongan stawberry. "terlihat enak Hermione, tapi aku tak tahu bagaimana rasanya."

Hermione hanya tersenyum kecut, dan mengambil beberapa buah pancake untuknya. Tetapi ponselnya berdering dengan keras dan membuatnya merutuk, siapa orang di pagi hari yang menelponnya.

"Theodore? Ada apa?" ucap Hermione berusaha untuk menurunkan suaranya yang sedikit kesal.

"Kau dan Draco harus kembali ke Mansion sekarang juga!"

-To be Continued-

A/N "Just Review and we can see what the next"

Big Thanks to : CallistaLia, Clary Cornell, Mrs. Alex Watson, Bunuuu, Wanda, Yellowers, narcisssy, guest, arinamour036, Hermione malfoy, Scorpyena, Macey Harris, Veni346, loading.

Thanks you so much, But i need your Review about this chapter :) i can't wait to see the review about this chapter :)