Ketika Kunoichi datang ke ruang tamu Istana Ueda bersama Zhao Yun, Jiang Wei, dan Guan Suo, dia beserta ketiga penjaga pintu istana itu segera menghampiri Raja Masayuki untuk menunjukkan sepatu kaca yang tertinggal sejak kejadian tersebut. Kemudian, Pangeran Nobyuki dan Pangeran Yukimura datang setelah dipanggil oleh ayah mereka.
"Ada apa, Ayah?" sahut mereka berdua.
"Kunoichi bersama para penjaga pintu telah menemukan sesuatu," balas Raja Masayuki, "Jika kalian ingin tahu lebih lanjut tentang ini, tanyakan saja kepada mereka."
"A-anu … ada apa di luar istana?" tanya Pangeran Yukimura.
"Pasti Ina!" tukas Pangeran Nobuyuki.
"Sayangnya, perempuan bernama Ina itu telah meninggalkan istana ini sejak jam dua belas malam," jawab Zhao Yun, "Satu-satunya bukti dari kejadian tersebut adalah sepatu kaca bagian kanan ini. Kami menemukannya di depan pintu istana."
"Terus, menurut Gong Ji dan Xing Ba yang tengah menjaga gerbang utama, perempuan tersebut kabur menuju kereta kudanya untuk segera pulang ke rumah dengan meninggalkan sepatu kanan tersebut," lanjut Jiang Wei sambil memberikan sepatu tersebut kepada Raja Masayuki.
"Pada intinya, dia meninggalkan wilayah Istana Ueda dengan terburu-buru pada jam dua belas malam," jelas Guan Suo.
Lalu, Raja Masayuki melihat sepatu kaca tersebut dengan baik. Kemudian, dia memanggil Shingen, Zhuge Liang, dan Yue Ying untuk segera datang ke ruang tamu.
"Oyakata-sama, Kong Ming-dono, Yue Ying-sama, kita menemukan sebuah bukti!" ujar Raja Masayuki.
"Apa itu? Bukankah perempuan itu sudah …," tukas Shingen.
"Sepatu kaca ini entah milik siapa, Takeda-sama," potong Zhao Yun.
Mendengar hal itu, Shingen, Zhuge Liang, dan Yue Ying berpikir sejenak. Begitu juga dengan Raja Masayuki, Pangeran Nobuyuki, Pangeran Yukimura, Zhao Yun, Jiang Wei, Guan Suo, dan Kunoichi. Tak lama kemudian, ada sesuatu yang mulai tampak dalam salah satu dari benak mereka.
"Baiklah, ada ide?" Zhuge Liang segera memulai diskusi tentang sepatu kaca itu.
"Bagaimana kalau begini saja?" usul Pangeran Yukimura, "Besok, kita harus mengelilingi masyarakat untuk mencari pemilik yang sebenarnya dari sepatu kaca ini."
"Ide bagus, Yukimura! Pemilik sepatu kaca tersebut harus segera menikahi kakakmu dan menjadi bagian dari kerajaan ini!" ujar Raja Masayuki.
"Kebetulan sekali," tutur Pangeran Nobuyuki, "Seandainya sepatu kaca ini ada pemiliknya, aku akan menikahi pemilik yang sebenarnya. Ngomong-ngomong, sepatu kaca pasti dipakai oleh para perempuan, tidak mungkin dipakai untuk laki-laki."
"Sepatu kaca ini kan, model yang dibuat untuk perempuan …," Yue Ying tertawa kecil, "Masa dipakai buat laki-laki, sih …?"
Tak lama kemudian, mereka tertawa bersama. Setelah itu, mereka lanjut berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan untuk keesokan harinya. Kemudian, Guo Jia, Cao Ren, Gan Ning, dan Ling Tong datang.
"Ada apa, Yang Mulia?" sambut Guo Jia, "Pasti sebuah kejadian di mana sang perempuan pergi meninggalkan istana dalam keadaan terburu-buru sekali."
"Benar sekali," balas Raja Masayuki, "Walaupun aku tak meminta kalian untuk mengikuti diskusi semacam ini, besok kalian juga harus datang ke setiap rumah penduduk sekitar sini."
"Hah, datang ke setiap rumah penduduk? Buat apa kita ke sana?" tanya Cao Ren dengan penasaran.
"Untuk menemukan sang pemilik sepatu kaca yang sebenarnya," jawab Pangeran Nobuyuki.
"Kakak benar, Cao Ren-sama," jelas Pangeran Yukimura, "Besok, kita akan berkeliling ke seluruh rumah penduduk untuk menemukan pemilik sepatu kaca ini."
"Makanya dengerin!" tukas Gan Ning dan Ling Tong di hadapan Cao Ren.
"Aku tahu!" balas Cao Ren.
Keesokan harinya, rencana itu mulai dilaksanakan. Sebelum itu, Raja Masayuki memerintahkan sebagian dari pasukannya untuk menyebarkan surat edaran kepada rakyatnya tentang keberadaan sepatu kaca bagian kanan tersebut. Di dalam surat edaran itu, tertulis bahwa pemilik yang sebenarnya akan menikahi Pangeran Nobuyuki.
Sementara di rumah, Ina masih melayani Zhen Ji, Kai, dan Hayakawa. Setelah itu, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil mengobrol dengan Ieyasu. Tak lama setelah itu, ada suara ketukan pintu yang terdengar.
"Permisi … apakah di rumah ada orang?" sambut Cao Ren.
Lalu, pintu tersebut dibukakan oleh Ina. Ternyata, Cao Ren datang bersama Guo Jia, Zhao Yun, Jiang Wei, Guan Suo, Kunoichi, dan Pangeran Yukimura. Selain itu, Shingen, Zhuge Liang, dan Yue Ying juga datang ke rumah.
"Silakan masuk, kalian semua …," sahut Ina kemudian.
"Terima kasih," balas Guo Jia, "Semuanya, mari masuk."
Seaat setelah mereka memasuki rumah, Zhen Ji langsung memanggil Kai dan Hayakawa untuk segera datang kemari menuju ruang tamu. Ternyata, para pengawal kerajaan dan penjaga pintu Istana Ueda datang ke rumah untuk mencari pemilik dari sepatu kaca yang mereka temukan sejak jam dua belas malam.
"Maafkan kami jika mengganggu kenyamanan kalian," Zhuge Liang langsung membuka pembicaraan itu, "Kami telah menemukan sebuah sepatu kaca bagian kanan yang tertinggal sejak jam dua belas malam."
"Oleh karena itu, kami akan mencari siapa pemilik dari sepatu kaca ini. Jika ukuran kakinya pas dengan sepatu ini, maka dialah pemiliknya," jelas Shingen, "Pemilik dari sepatu kaca ini akan menikah dengan Pangeran Nobuyuki."
"Baiklah, kami mengerti," balas Ieyasu.
"Lalu, izinkan kedua putriku untuk mencoba sepatu kaca itu terlebih dahulu," pinta Zhen Ji kemudian.
Sesaat kemudian, Kai dan Hayakawa mencoba sepatu kaca itu secara bergantian. Ternyata, ukuran kaki mereka tidak pas dengan sepatu kaca yang mereka coba. Lalu, Ina segera memberanikan dirinya untuk mencoba sepatu kaca yang sudah dicoba oleh kedua kakak tirinya.
"Ina, tunjukkan kepercayaan dirimu dan cobalah sepatu itu," tukas Ieyasu di hadapan Ina, "Siapa tahu, kamu adalah pemilik dari sepatu kaca itu."
"Baik, Ieyasu-dono," ujar Ina.
Ketika Ina datang, dia terlihat ingin mencoba sepatu itu. Tiba-tiba, dia dicegat oleh Zhen Ji.
"Ina, jangan mencoba sepatu kaca itu!" ujarnya.
"K-kenapa …?" Ina tersentak kaget.
"Biar mereka saja yang akan bergabung dalam kerajaan," balas Zhen Ji dengan sinis, "Perempuan sejelek kamu tidak berhak untuk menikahi sang pangeran, mengerti!?"
"Hahaha … kamu memang tidak pantas mendekati sang pangeran!" ejek Kai.
"Aku ingin mencoba sepatu kaca itu, Zhen Ji-sama!" protes Ina dengan tegas.
"Tidak akan kami biarkan untuk mencoba sepatu kaca itu!" balas Hayakawa dengan luapan amarahnya.
"Kumohon, berilah aku …," ujar Ina.
Tiba-tiba, perkataan Ina terpotong oleh Kunoichi dan Guo Jia yang datang untuk melerai mereka
"Sudah, sudah! Mengapa kalian malah bertengkar!?" ujar mereka berdua.
"Eh, Shinobi! Jangan ikut campur! Ini kan, pertengkaran kakak-adik!" seru Hayakawa di hadapan Kunoichi.
"Cowok genit, jangan ikut campur dalam urusan kakak-adik ini!" omel Kai di hadapan Guo Jia.
"Di balik itu, kalian harus mengalah karena ukuran sepatu yang kita temukan ini tidak pas dengan kaki kanan kalian!" ujar Yue Ying dengan niat untuk membantu Kunoichi dan Guo Jia.
"Huang-sama, kita benar-benar ingin bertemu dengan pangeran!" protes Kai.
"Kai benar, Nona Yue Ying. Anak-anak saya ingin bertemu dengan sang pangeran kerajaan," jelas Zhen Ji dengan niat untuk membela Kai dan Hayakawa.
"Mau bagaimana lagi, Nona Zhen Ji!? Ukuran sepatunya tidak cukup, tahu!" protes Yue Ying.
"STOP!" seru Shingen, sehingga mereka terhenti, "Untuk mencapai keadilan dalam perkara ini, "Lebih baik, beri mereka satu kesempatan terakhir. Kemudian, sepatu kaca itu akan dicoba oleh putri anda yang lain, Zhen Ji-sama."
"Oyakata-sama benar," jelas Pangeran Yukimura, "Ngomong-ngomong, untuk saudari Kai dan saudari Hayakawa … gunakan kesempatan terakhir itu dengan baik."
Tak lama kemudian, Kai dan Hayakawa mempergunakan kesempatan terakhir itu untuk mencoba sepatu kaca itu secara bergantian. Sementara Ina, dia terlihat pasrah melihat kedua kakak tirinya.
"Ina, jika kamu masih saja membantah kedua kakak tirimu, aku akan membawamu ke kamarmu dan menguncimu di dalamnya!" omel Zhen Ji di hadapan Ina.
"B-baiklah, Zhen Ji-sama, tetapi … aku benar-benar ingin mencoba sepatu kaca itu!" protes Ina.
"Aku tahu itu, Ina. Tetapi, aku tetap tidak mengizinkanmu untuk memakai sepatu kaca yang semalam ditemukan!" ujar Zhen Ji dengan penuh kemarahan, "Kalau begitu … ikut aku, sekarang!"
Sesaat kemudian, Zhen Ji langsung mengantar Ina ke kamar tidurnya. Lalu, Ina segera memasuki kamarnya dan duduk di atas kasur.
"Sekarang, tetaplah di sini dan jangan pernah keluar untuk mencoba sepatu itu!" seru Zhen Ji.
"Zhen Ji-sama, kumohon!" ujar Ina setelah pintu kamarnya ditutup oleh Zhen Ji.
Lalu, Zhen Ji membuka pintu itu sambil berkata, "Tidak ada kata 'kumohon' lagi! Sekarang, tetaplah di sini dan jangan keluar ke mana-mana, titik!"
Setelah itu, Zhen Ji menutup pintunya dengan kencang. Kemudian, dia mengunci pintu kamar tersebut dan menyimpan kuncinya di dalam saku pakaiannya. Sementara Ina, dia hanya bisa menangis di atas kasur sambil meratapi nasibnya selama ini.
Tak terasa, Ina menangis sejadi-jadinya dalam waktu yang lama sambil berbaring di atas kasurnya. Dia teringat tentang semua masa lalu yang dia rindukan selama ini, bahkan saat-saat terakhir bersama ayahnya; Tadakatsu. Seandainya Tadakatsu masih ada di dunia ini, dia pasti terbebas dari penderitaan terberat yang mematahkan hatinya.
"Ibu … Ayah … seandainya kalian masih berada di sampingku, aku pasti tak akan mengalami penderitaan yang seberat ini …," rintihnya.
Sementara di ruang tamu, Zhen Ji dan Pangeran Yukimura mulai berdebat panjang tentang keadaan Ina yang diharuskan untuk mencoba sepatu kaca yang ditemukan pihak kerajaan sejak jam dua belas malam. Lalu, debat panjang tersebut langsung dihentikan oleh Ieyasu yang tengah berusaha untuk menjunjung tinggi keadilan antara Ina dan seluruh keluarga tirinya; Zhen Ji, Kai, serta Hayakawa.
"Ieyasu-dono, cari dia!" tukas Pangeran Yukimura.
"Baik, Pangeran Yukimura," balas Ieyasu, "Tetapi, bagaimana aku akan menemuinya? Pintu kamarnya dikunci oleh Zhen Ji, tahu!"
Lalu, Zhuge Liang datang menghampiri mereka
"Serahkan saja padaku," tuturnya dengan sopan, "Aku akan berbicara baik-baik dengan Nona Zhen Ji mengenai kunci kamar tersebut."
"Ah, terima kasih …," balas Ieyasu.
Dua menit kemudian, setelah Zhuge Liang berbicara baik-baik di hadapan Zhen Ji tentang keadaan Ina, akhirnya Zhen Ji mengalah dan memberikan kunci kamar tidur Ina kepada Ieyasu.
"Ieyasu-sama, ini kuncinya! Kamu boleh membebaskan Ina!" tukas Zhen Ji dengan ketus saat memberikan kunci tersebut.
"B-baik!" Ieyasu segera berjalan ke kamar tidur Ina.
Sementara Ina, dia masih menangis sambil membaringkan badannya di atas kasur. Tak lama kemudian, dia mulai mendengar suara ketukan dari seseorang yang telah berhasil membuka pintu kamarnya dengan kunci; Ieyasu.
"Dono …," Ina segera menghapus air matanya dan membuka pintu kamar.
"Ina, kamu boleh datang ke ruang tamu. Ada segenap petugas kerajaan yang mendatangi rumah ini," tutur Ieyasu, "Kalau begitu, akan kutemani …"
"Benarkah?" ujar Ina, "Kalau begitu, terima kasih …"
Lalu, Ieyasu langsung menemani Ina menuju ruang tamu. Sesampainya di sana, Ina disambut dengan judes oleh Kai dan Hayakawa.
"Oh … jadi ini yang namanya Ina …?" ujar Guan Suo ketika melihat kedatangan Ina yang ditemani oleh Ieyasu.
"Benar, aku Ina, penasihat Tokugawa dan putri dari Honda Tadakatsu," balas Ina, "Ngomong-ngomong, izinkan aku untuk mencoba sepatu kaca itu."
"Wah … akhirnya kamu datang juga …," sambut Guo Jia, "Jangan dengarkan perkataan kakak tirimu yang jahat itu, coba saja sepatunya."
"Masa kamu malu sama putri kerajaan?" Cao Ren tertawa kecil, "Ayo, cobalah sepatunya tanpa menghiraukan ibu dan kakak tirimu …"
Lalu, Zhao Yun dan Jiang Wei datang dengan membawa sepatu kaca bagian kanan itu. Ketika Ina segera maju ke depan untuk mencoba sepatu itu, Zhen Ji langsung menghadang Jiang Wei hingga kakinya tersandung. Tiba-tiba, sepatu tersebut terjatuh.
"Bo Yue, kamu tidak apa-apa?!" ujar Zhao Yun yang tengah berlari ke arah di mana sepatu kaca itu jatuh.
"I-iya, aku tidak apa-apa, Zi Long-senpai …," rintih Jiang Wei yang merasa kesakitan pada kakinya.
"Apa yang terjadi?" ujar Ina.
Ternyata, sepatu kaca tersebut pecah setelah Zhao Yun menemukannya di belakang sofa. Kejadian itulah yang begitu mengecewakan Shingen, Zhuge Liang, dan Yue Ying beserta seluruh petugas kerajaan lainnya.
"Aduh! Kita harus bagaimana lagi, nih!?" Guo Jia menempelkan tangan kiri pada keningnya.
"Sepatunya sudah pecah!" ujar Cao Ren.
"Iya, kita jadi kecewa dengan hal ini, tetapi …," ujar Pangeran Yukimura, "Ke mana gadis itu?"
Lalu, Ina bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu. Kemudian, dia datang dengan sesuatu yang dia pegang.
"Jangan khawatir, kalian semua …," Ina tertawa kecil, "Aku masih mempunyai bagian kiri dari sepatu kaca itu."
Mendengar hal itu, seisi rumah terkejut
"Eh, masa sih!?" tukas Zhao Yun dan Jiang Wei serempak.
"Yang benar?" ujar Guan Suo.
"Ya, aku menyimpan ini di kamarku setelah tiba di sini," jelas Ina kemudian.
"Hore! Akhirnya kita menemukan pemilik sepatu kaca yang sebenarnya!" Shingen bersorak girang, "Kong Ming-dono, Yue Ying-sama, lihat apa yang dia tunjukkan!"
Lalu, Zhuge Liang dan Yue Ying datang
"Sekarang, apakah sepatu yang kamu pegang ukurannya cocok?" tanya Zhuge Liang, disusul oleh anggukan Ina yang baru saja mencoba sepatu kaca bagian kiri yang dia pegang.
"Tentu saja, suamiku …," Yue Ying tertawa kecil setelah melihat Ina, "Sudah kami putuskan bahwa Ina, putri Honda Tadakatsu sekaligus putri angkat Tokugawa Ieyasu-sama adalah pemilik dari sepatu ini."
Akhirnya, pihak kerajaan mulai memutuskan bahwa Ina akan menikah dengan Pangeran Nobuyuki karena dialah pemilik sepatu kaca yang sebenarnya.
