"fuck it. Why Ariana-nee make a contract with an ayakashi ? I know she woke up in the red moon and her blood give power to anyone who drinks it or whatever. Why does she make the decision without asking me first ?! I know I can protect her , I'm a god after all! The…..Unknown One." Dengan perasaan campur-aduk aku mengelilingi sebuah tempat sepi sambile mengumamkan kata-kata.

"haaah….. apa aku salah ya ? kenapa aku jadi posesiv begini ?" gumamku , rambut hitam sebahu yang ku-style setengah ku ikat –seperti Mikaze Ai- tertiup angin , fedora tan-ku masih menetap diatas kepalaku.

'onee-chan~' sebuah suara dengan nada bermain muncul dibelakangku , menunjukkan seorang anak kecil laki-laki dengan mata biru-kuning dan rambut putih.

"S-Shiro ?" aku coba memanggil namanya , dia muncul didepanku dan mejulurkan lidahnya seakan sedang mengejek. Aku tersenyum padanya.

'Daijobu~' dia mengucapkan tanpa suara , lalu memeluk pinggangku. Awalnya aku kaget , tapi aku memeluknya kembali.

"Arigato… Shiro." Gumamku , dia tersenyum manis menghiburku.

'matta aeru~ onee-chan~' dia melambai padaku , berubah transparan.

"C-C-CHOTTO , S-SHIRO!" saat tanganku meyentuh kepalanya dia menghilang.

"Shiro…." Lirihku , Shiro adalah adikku. Bukan , dia adalah kekuatanku. Dia selalu membuatku tenang.

"sou…. Arigato , ne.. Shiro. Jaa na.. matta aeru." Aku berjalan meninggalkan area itu dengan senyuman.

"tch…. Apa-apaan adiknya Tatsuya itu. Pake nitip Burger dunia ini segala… ini mah ngeborong , bego!" ucapku kesal , masa, Kagami Taiga , adik tidak sedarahnya Himuro, minta dibeliin Burger sebanyak 30 bungkus.

Dengan kesal kubawa Burger segunung itu ke rumahnya Ariana-nee.

"Tadaima…. " aku masuk kedalam , Momoi yang sedang memasak mengucapkan 'Okaeri'

"aah… Momoi. Gimana keadaan Ariana-nee ?" tanyaku , Momoi keluar dari dapur dan memberiku semangkuk Ramen , dan segelas Air mineral.

"ooh… gak apa-apa ko , Ryouta-sama. keadaannya sudah mulai membaik." Jawabnya dengan suara lembutnya.

"sou….ja. Ittadakimasu." Dengan lahap , kuhabiskan ramennya.

"oishii ?" tanyanya dengan mata yang berbinar-binar.

"aa.." ucapku tersenyum padanya , wajahnya memerah.

"arigato.." aku meninggalkannya dan menuju kamar Ariana-nee. Tentu saja membawa Burger segunung itu.

"Ariana-nee…- Omaera…nanda koko ni ?" ucapku kesal , para Youkai Sialan ada di dalam Kamar Ariana-nee , mana lagi Kaoru sama Tatsuya ?!

"TATSUYA , KAORU. WHERE THE FUCK ARE YOU ?" aku mengatakan kata-kata itu Kalem.

"Hai , Ryouta-sama!" mereka muncul dari pintu dengan muka gugup.

"omaera baka! What if these creatures touch my Ariana-nee ?! OR MAYBE THEY'LL RAPE HER ?! wait—no.. they're already dead before they even dare to do it."aku menceramahi mereka.

"SUMIMSASEN , RYOUTA-SAMA!" mereka bersujud , saking takutnya.

"hmmmm…" aku menatap mereka , lalu menghela nafas.

"Tatsuya , hn." Aku ngasih tumpukan burger kepadanya.

"for you and Taiga." Kubilang , dia mengucapkan 'Doitashimasu'.

"Ikuzo , Kaoru , Tatsuya." Aku menarik mereka masuk.

Aku mendekati ranjangnya Ariana-nee , dan secara tidak sengaja aku membuat Yukibito yang menduduki ranjangny , jatuh.

"eeh ? ada Yukibito-san ya ? Sumimasen." Ucapku menyeringai , Himuro mengetahui kelakuanku yang mirip seseorang merinding sendiri.

Lalu aku menempelkan dahiku diatas dahi Ariana-nee , lalu kulihat matany terbuka pelan-pelan.

"R-ryouta ?" lirih Ariana-nee , mukanya masih terlihat sedikit merah.

"Yokatta , aku khawatir sekali. Apalagi tadi , ada yang berani menyentuh Ariana-nee selain aku. Tenang saja , aku belum membunuhnya….belum." diam-diam, aku menyeringai , seketika suhu derajat ruangannya menurun.

"Ariana-nee , istirahat ya.." kutepuk pelan kepalanya. Kumainkan rambut halus panjang miliknya , dan hanya aku yang boleh memegangnya.

\"Aku bingung dengan kalian… kenapa kalian , Youkai kuat seperti kalian ingin melayani Manusia ini ?" tanya Oni , bingung. Tiba-tiba , pintunya terbuka memperlihatkan Momoi.

"Ryouta-sama , mau - hah ? siapa kalian ?" tanya Momoi bingung.

"heh ? ada gadis cantik disini ? mau bermain dengan ku ? ayo-" sebelum Kitsune sialan itu menyentuh Momoi , tanganku menahannya.

"apa yang kau lakukan , kitsune ? ingin menjadi pertama yang ku bunuh ?" kuucapkan dengan ekspresi manis. Si Kitsune terus menyeringai mesum.

"eeeeh ? Ryouta cemburu ~?" ejeknya.

"hey , tengu…. Urusi kawan mesummu ini. Juga Yukibito itu , dan Oni itu. Jangan sampai mereka membuatku marah. Nah.. skarang~ Himuro , you're going with me. Kaoru , kamu jagain Ariana-nee dan Momoi ya~ aku tak mau mahluk sialan itu menyentuh apa yang milikku."

" , Tatsuya." Kugenggam tangannya , keluar dari Kamar Ariana-nee

"haaaah…. What the hell ?! " aku mengumpat saat membuka pintu depan , ada 8 Youkai rendahan yang berpakaian gelap. Apa yang ingin mereka lakukan ?!

"Sumimasen , Kisama …. Dare ?" aku mengucapkan kata-kata sopan.

"Minggir kau , Manusia ! Aku Ingin Meminum Darah harum ini!" salah satu dari mereka bentak. Heh… ternyata mereka mengincar darahnya Ariana-nee ya ..

"Maaf , saya tidak bisa membiarkan kalian , youkai rendahan. Untuk menyentuh apa yang milik saya. Jadi , kalian bisa meninggalkan tempat ini sekarang dan jangan pernah kembali." Himuro yang dari tadi diam , mulai sedikit menjauh dariku. Aura yandere-ku keluar lagi.

"heh! Kamu pikir kau siapa , anak muda !?" teriak seorang youkai Wanita , hmm… tadi aku tidak melihatnya.

"tch .. I'm done with this shit.." gumamku , melemparkan fedora-ku pada Himuro.

"keep this.."

"hai , Ryouta-sama."

"Lihat! Anak muda ini sombong sekali ternyata! Dia pikir manusia lemah seperti dia bisa mengalahkan kami?" Salah satu Youkai rendahan itu mengejek.

Aku menarik nafas ku dalam –dalam dan mengubah wujudku menjadi Kami form, Rambut hitamku berubah menjadi putih-ungu , dan mata merahku menjadi heterochromia. Baju tshirt bersama sweater yang kugunakan sudah berganti menjadi Yukata Biru tua dengan berlian dan bunga sebagai hiasannya.

Dan tak lupa.. ada fedora permanen dikepalaku. Walaupun dia hilang atau rusak. Dia akan selalu diatas kepalaku. Aku punya banyak fedora ^^

Melihatku berubah mereka kaget seketika , hmm ? nande ?

"Saa , Ikuzo." Mereka membeku melihat wujud Kami form ku.

"heh… ternyata dia seorang Youkai juga ? hmmm.. kamu kalah angka dengan kami , Youkai junior~" Youkai cewek itu mengejekku.

Hmmmm…

"boku ? Boku wa Youkai janai~ demo … boku wa K-A-M-I ~ yoroshiku." Aura yandereku mepekat.

"Apa maksud kau Youkai Junior-" sebelum cewek Youkai itu menyelesaikan kata-katanya , dia sudah hancur. Cincangan daging dan otaknya yang bercampur darah mengenai Anggota yang lainnya kecuali Aku dan Himuro yang mengintip dari dalam tertinggal dari Youkai itu hanyalah pakaiannya yang sudah dipenuhi darahnya.

" KARIN!" teriak Youkai pria yang mebentakku sebelumnya. Heh , wajah yang menyedihkan..

"aaaah…. ~ sayang sekali~ dia cepat matinya… padahal, aku ingin bermain sebentar dengannya.." aku mengatakan dengan nada ejek.

"Kau….BERANI-BERANINYA KAU MEMBUNUH KARIN! AKAN KUBUNUH KAU !" maaf , Youkai-san.

"kau tak bisa , bodoh… I've been dead 201 years ago…." Aku tersenyum sedih , menyilangkan tanganku didepan dada. Mereka semua sepertinya tidak mengerti apa yang kukatakan , namun , terkejut melihat senyumanku.

"hhmmm…~ tapi aku masih punya 7 boneka lainnya~" aku menunjukkan 7 boneka kainku sambil menyeringai sadis. Muka mereka berubah horror.

"SAA , ODORIMASHOU~"

"HAH! They're weak , Tatsuya! " dengan kesal ku lempar Fedora Kami-ku ke udara. Dan fedoranya menempel kembali pada kepalaku. Aku masih didalam Kami form-ku.

"Sou…. But. How are we gonna clean this bloody mess , Ryouta-sama ?" Himuro bilang dengan nada khawatir sambil memainkan Fedoraku yang kutitipkan padanya diatas kepalanya. Sepertinya dia takut diomelin Momoi.

"tenang saja.. gak bakal—"

"Ryouta-sama , Himuro.."

SHIMATTA!