My boss My Love
Disc: Masashi Kishimoto
ItafemNaru
Rate T
Naruto sedang tidur nyenyak di kamarnya. Kemudian Naruto tiba-tiba terbangun oleh suara ponselnya, tangan Naruto segera menyelip ke bawah bantal. "Halo...?" kata Naruto dalam suara mengantuknya.
"Halo, apa Anda Nona Naruto Uzumaki?"
"Iya saya sendiri, Anda siapa?" tanya Naruto sambil menyenderkan kepalanya ke tembok.
"Saya menelpon dari Rumah Sakit Frosta, tolong datanglah ke bagian poli kandungan sekarang juga. Saya sudah menyiapkan taksi yang telah sampai di depan rumah Anda" Naruto asal mengiyakan lalu komunikasi tertutup. Naruto kembali tiduran lagi.
"Tunggu dulu" Naruto tiba-tiba mendapatkan sesuatu yang aneh dalam pikirannya. "Kenapa aku tiba-tiba di panggil ke sana?. Ayah dan Ibu ada di desa dan aku ada di kota. Siapa yang di rumah sakit?" Kebingungan Naruto membuat tubuhnya bergerak pergi ke rumah sakit.
Dalam keadaan yang masih mengantuk, Naruto langsung cepat-cepat berlari ke luar rumah dimana sudah ada mobil yang menjemputnya ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, Naruto kebingungan oleh seorang penjaga berjas hitam yang langsung menghampirinya. "Apa Anda nona Naruto?" tanya penjaga tersebut. Naruto menganggukan kepala. "Mohon ikuti saya" lanjut penjaga tersebut
Naruto dibawa masuk ke dalam rumah sakit. "Nona Naruto Uzumaki telah sampai" kata penjaga tersebut saat sampai di bagian poli kandungan, kebingungan Naruto semakin meningkat. Naruto tiba-tiba di datangi oleh seorang pria asing yang terlihat sangat panik dan langsung mencengkram tangannya erat-erat.
"Nona Naruto Uzumaki, Anda harus menyelamatkan istri saya. Andalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan istri saya hari ini. Tolong...tolong selamatkan istri saya!" kata pria asing tersebut memohon-mhon.
"Ta-tanganku sakit, mohon lepaskan..." kata Naruto merasakan sakit di lengannya
"Saya mohon Nona Naruto..!" kata pria asing tersebut
"Shisui, lepaskan tangannya" tiba-tiba pria kedua datang. Shisui melepaskan tangan Naruto tapi tetap mengatakan permohonan supaya Naruto membantu istrinya. Pria kedua tersebut berjalan dan berhenti di depan Naruto. "Naruto Uzumaki?" tanya pria tersebut.
"Iya" kata Naruto sambil sedikit anggukan kepala
"Golongan darah B Rhesus Negatif?" tanya pria kedua itu. Naruto menganggukan kepalanya. "Adikku mempunyai golongan darah yang memiliki Rhesus langka seperti dirimu. Dia baru saja masuk ke ruang operasi karena sedang melahirkan. Persediaan darah di sini tidak mencukupi untuk di donorkan kepada adikku. Aku harap kau bersedia untuk mendonorkan darahmu" kata pria kedua tersebut
"Aku sangat bersedia untuk mendonorkan darahku, tapi...bolehkah aku bertanya..?" kata Naruto.
"Tentu. Katakanlah" kata pria kedua tersebut
"Bagaimana kau tau...jika aku mempunyai golongan darah B Rhesus Negatif? Dan...kau itu siapa?" tanya Naruto
Pria ketiga kemudian datang lagi "Nona Uzumaki, kau adalah salah satu karyawan di perusahaan Klan Uchiha bukan?" kata Sai. Naruto tetap bingung. "Saat masa pengenalan, jangan bilang kau tidak membaca informasi tentang perusahaan Klan Uchiha dan kau belum membuka website perusahaan" kata Sai.
Naruto menelan ludahnya. Hal yang dikatakan pria ketiga memang benar, Naruto tidak terlalu memperdulikan informasi tentang perusahaan Uchiha.
"Kalau begitu, akan kuperkenalkan. Pria yang berdiri di depanmu ini adalah pemilik perusahaan Klan Uchiha, Itachi Uchiha" kata Sai.
"Itachi Uchiha..?" kata Naruto seolah berpikiran lamban. Tarikan napas Naruto yang berbunyi beserta dengan wajah terkejutnya terlihat jelas oleh Itachi. "Bos besar..." kata Naruto. Naruto buru-buru membungkuk hormat dan mengucapkan salam. "Ha-halo bos besar!"
"Lalu aku adalah Sai, Direktur departemen penelitian dan pengembangan. Apa kau pernah mendengarnya?" tanya Sai. Naruto mengaggukan kepala dengan wajah sumringah karena Naruto untuk pertamakalinya bertemu dengan atasan yang menjadi pangeran impian di perusahaan.
"Dan yang terakhir, berasal dari departemen Investasi, Manager Umum Shishui Uchiha. Dia adalah suami dari adik bos besar kita" kata Sai. Naruto membungkuk hormat dan memberikan salam. "Halo" kata Naruto
Kemudian suster datang, "Siapa yang akan mendonorkan darah?" kata suster tersebut.
"Aku! Aku!" kata Naruto bersemangat sambil mengangkat tangannya.
"Kalau begitu, ikuti saya" kata suster tersebut
"Haa'i" kata Naruto. Naruto memberikan senyuman girangnya kepada Itachi dan Sai sambil pergi meninggalkan tempat.
"Terimakasih banyak! Terimakasih banyak Nona Uzumaki!" kata Shisui lega
Donor darahpun selesai. Naruto tiduran di ranjang rumah sakit. Bagian daerah nadi Naruto dipegangi. "Anda harus istirahat selama dua jam. Jika semuanya baik-baik saja, baru Anda diperbolehkan untuk pulang" kata suster
"Haa'i, arigatou gonzaimaasu" kata Naruto. Naruto dan suster saling menanggukan kepala hormat lalu suster itu pergi meninggalkan tempat. Lalu Sai datang. "Di tengah malam ini kau masih terjaga. Aku rasa kantukmu itu semakin tidak tertahankan ya" kata Sai. "Bagaimana? Apa terasa sakit?" kata Sai
"Tidak, aku baik-baik saja" kata Naruto ramah
"Besok kau boleh tidak masuk. Perusahaan memberikanmu waktu libur selama sehari. Malam ini jika kau memang terasa sangat lelah, kau bisa tidur di sini" kata Sai
"Tapi tempat ini terlihat sangat mahal, aku tidak sanggup membayarnya" kata Naruto
"Jangan khawatirkan masalah itu. Kau telah mendonorkan banyak darah, lagipula bagaimana mungkin Klan Uchiha tidak membalas kemurahan hatimu" kata Sai memuji. Naruto tersenyum-senyum senang. "Istirahatlah, apa kau mau aku turunkan suhu ACnya?" kata Sai
"Tidak perlu, terimakasih" kata Naruto tidak berhenti tersenyum
"Kalau begitu aku pergi" kata Sai tersenyum. Naruto menganggukan kepalanya. Setelah menunggu dua jam, Naruto tidak merasakan apa-apa. Semuanya baik-baik saja. Lalu, Naruto segera bersiap kembali untuk pulang
Namun sebelum pulang, Naruto mengunjungi Shisui untuk mengetahui kondisi istrinya. Melihat kedatangan Naruto, Shisui sangat senang dan berterimakasih. "Nona Uzumaki, terimakasih banyak! Terimakasih banyak! Berkat dirimu istri dan anakku selamat" kata Shisui menjabat tangan Naruto
"Iya sama-sama, mendengar berita ini aku sangat senang. Selamat ya Tuan" kata Naruto ikutan senang
"Aku tidak tau bagaimana nasib keluargaku jika tanpa bantuan darimu" kata Shisui
"Aah tidak apa-apa, aku sangat senang membantu Tuan hehe" kata Naruto. "Oh iya, aku ingin memberikan ini kepada istri Tuan" kata Naruto. Naruto mencopot sebuah gantungan kunci dari tasnya. "Orang-orang memiliki Rhesus negatif seperti kami merupakan orang yang sangat istimewa. Karena itulah orang istimewa selalu diberkahi oleh benda istimewa. Gantungan ini hadiah dari gereja ketika aku berumur 7 tahun" kata Naruto
"Yaampun kau sangat baik hati..Aku tidak bisa menerima benda berhargamu ini" kata Shisui
"Tidak apa-apa! Aku mempunyai satu lagi di rumah, ambilah" kata Naruto
"Tidak tidak, terimakasih" kata Shisui
"Ayolaaah, ambilah ambil. Tidak apa-apa Tuan" kata Naruto
"Tidak tidak, terimakasih Nona" kata Shisui. Naruto memaksa Shisui untuk menerima benda berharga tersebut. Dan akhirnya Shisui menerima benda tersebut. "Aku menjadi tidak enak, terimakasih banyak Nona" kata Shisui. Naruto memberikan senyumannya
Lalu Itachi datang. "Sasuke mencarimu" kata Itachi.
"Nona, sekali lagi terimakasih banyak!" kata Shisui sambil membungkuk hormat lalu pergi menemui istrinya. "Nona Uzumaki, terimakasih banyak" kata Itachi
"Iya sama-sama" kata Naruto senang
"Apa ada lagi yang kau inginkan?" tanya Itachi dengan dinginnya
"Tidak. Ti-tidak ada. Kalau begitu aku pergi" kata Naruto. Dengan kecanggungan Naruto, Naruto membungkuk hormat lalu pergi meninggalkan tempat.
Setiba di luar rumah sakit, Naruto tidak menemukan taksi yang mengantarnya seperti tadi. "Dasar! Sebelum donor darah aku diperlakukan istimewa, setelah donor darah aku diperlakukan seperti barang tidak terpakai! Cih!" kata Naruto mengomel. Tanpa Naruto sadari, Sai dan Itachi berdiri di belakang Naruto. "Ini seperti makan ramen. Ketika kau datang, kau diperlakukan istimewa. Tapi saat kau lupa membawa dompetmu, kau diperlakukan bagaikan pengutang. Cuci mangkuk sendiri!" kata Naruto terus mendumel mengomel kesal.
Sampai di rumah, Naruto duduk di sofa. Naruto masih takjub dengan bos besarnya yang dia temui tadi. 'Itachi Uchiha... Dia adalah bos besar. Bos besar ini terlalu tampan. Apa dia pria yang tertampan dan terkaya dalam sejarah?.
Awalnya, aku pikir bos besar itu adalah seorang pria tua yang serius. Setelah masuk ke perusahaan ini aku benar-benar tidak tau bagaimana wujud bos besarku. Tanpa di duga, aku bertemu dengannya di rumah sakit dengan situasi yang aneh.
Dilihat dari wajah dan sikapnya yang dingin tersebut, pasti dia itu sangat sulit untuk didekati. Yasudahlah..tidak masalah. Aku juga tidak akan bertemu dengannya lagi' pikir Naruto. Kemudian Naruto tertidur di sofa.
Naruto adalah seorang pegawai baru di Perusahaan Klan Uchiha dan masih dalam masa percobaan. Dengan kemampuannya yang biasa-biasa saja, Naruto sempat mengira kalau dia tidak akan diterima bekerja apalagi di perusahaan besar di Tokyo. Tapi secara mengejutkan ternyata dia diterima bekerja di Perusahaan Klan Uchiha, perusahaan besar yang biasanya hanya menerima lulusan universitas ternama. Naruto berharap suatu saat nanti dia bisa menjadi manager, tapi sayang dengan kemampuannya yang biasa-biasa saja, dia lebih banyak bekerja sebagai pesuruh dan menginput data saja.
"Naruto, input ini ya" kata seniornya menaruh banyak sekali map buku dokumen di meja Naruto
"Narutooo, ini adalah buku accounting, tolong cek semuanya dan berikan pada Genma ya, terimakasiiih" kata senior yang lain menaruh banyak sekali buku map dokumen di meja Naruto. Naruto melongo, begitu banyaknya tugas yang diberikan.
'Aku harus mengerjakan ini dalam satu hari?!' pikir Naruto mendumal kesal.
Sakura yang baru bangun, meregangkan otot-ototnya. Lalu Sakura keluar kamar untuk mengambil minum. Ketika Sakura akan meneguk gelas, Sakura melihat Naruto tergeletak di sofanya. "Hey! Hey! Hey!" kata Sakura memukul-mukul Naruto untuk bangun. "Sudah pagi, ayo bangun!" kata Sakura. Namun Naruto tidak mau bangun. "Ayo bangun! Yaampun.." Sakura menarik tubuh Naruto untuk bangun.
"Hngghhh...!"
"Ini bukan kasur..kasur itu ada di sebelah sana..Hanya beberapa langkah dari sini, tidak bisakah kau merangkak ke sana? Meskipun kau merangkak kau masih bisa tidur di kasur" kata Sakura. Naruto malah menyenderkan kepalanya di tangan sofa. "Sebenarnya sampai jam berapa kau lembur tadi malam?" tanya Sakura
"Hnngg...sebentar lagi..izinkan aku tidur sebentar lagi..." kata Naruto mengantuk
"Hey hey hey, lihat kopermu itu. Sudah lebih dari sebulan kau belum memberesi pakaianmu! Jika kau masih tidak ingin memberesinya, rumahku akan berantakan! Kau itu masih menjadi seorang pembantu, kapan kau kan menjadi seorang manager! Sampai akan aku harus menunggu?!" kata Sakura mulai kesal. "Ayolaaah!" kata Sakura menarik tubuh Naruto untuk bangun.
Naruto cemberut. "Memangnya apa yang kau tau?! Yang berantakan hanyalah barang, bukan pikiran!" kata Naruto sebal sambil berdiri menghindari Sakura. "Sakura, daripada kau menggunakan waktumu untuk mengomeliku, lebih baik kau bereskan saja mejamu sendiri!" kata Naruto menunjuk meja Sakura yang sebelas dua belas dengan koper Naruto
"Mejaku? Uh..ini..adalah gayaku. Kau tau, gaya dari artis yang tekenal" kata Sakura, tidak mau disalahkan juga
"Ha. Artis darimana" kata Naruto meledek. "Seharusnya, kelemahanku dalam membereskan pakaian itu perlu dipertimbangkan. Kau tau, seperti 'usaha untuk tetap tenang dalam kondisi yang membahayakan'. tapi jika memang aku akan gagal dalam masa percobaan, aku akan pergi ke kaki gunung Fuji" kata Naruto mulai putus asa
"Yaampun, rasa percaya dirimu kenapa menjadi rendah. Kau itu hanya perlu bangun dan menghadapi kenyataan. Kuingatkan kau, ketika orangtuamu mengirimmu ke Tokyo, mereka menaruh harapan banyak padamu dan pasti memberikanmu sebuah bakat. Kau harus bekerja keras dan membuat mereka bangga.
Kau tau, aku berdoa siang malam di gereja supaya kau datang untuk tinggal bersamaku. Jadi, kau tidak diizinkan untuk pergi kemanapun. Bahkan ketika kau menikah, kau tidak boleh meninggalkan aku! Kau mengerti?" kata Sakura
"Jika bukan karena kau, bagaimana mungkin aku bisa menghadapi wawancara saat aku melamar di perusahaan Klan Uchiha" kata Naruto senang. Naruto berjalan mendekati Sakura "Tapi..bagaimana kau akan selalu untuk menemaniku di waktu kerjaku yang semakin padaaaat~?" tanya Naruto kemudian, memasang wajah melas polosnya sambil menggoyang-goyangkan Sakura
"Memangnya kau butuh apalagi? Aku sudah menyiapkan tempatmu untuk tidur, aku makan bersamamu, aku tidur bersamamu, aku tersenyum bersamamu, aku pergi jalan bersamamu! Aku ini sudah menjadi bagian dari hidupmu!" kata Sakura
"Bukankah kau sudah digaji bulan ini?" kata Naruto memasang wajah memelasnya. Naruto lalu memegang perutnya.
"Hmm? Apa perutmu itu lapaaaar?" tanya Sakura. Naruto mengangguk-angguk iya bagaikan anak kecil. "Baiklah! Kita makan!" kata Sakura
"Makan! Makan! Makan!" kata Naruto senang mengangat kedua tangannya sambil lompat lompat ceria
Di ruang rawat, Itachi tengah serius mengamati gantungan yang Naruto berikan kemarin malam. "Kak, kenapa kau melihatnya begitu serius? Itu kan hanya sebuah gantungan kunci" kata Sasuke
"Aku juga tidak tau. Aku merasa gantungan ini meskipun terlihat sangat sederhana, tapi memiliki sesuatu yang istimewa di dalamnya" kata Itachi
"Mungkin itu efek dari pemberian gereja?" kata Mikoto
"Mungkin" kata Itachi. Gantungan kunci itu tidak lepas dari genggaman dan pengamatan Itachi.
"Itachi, aku dengar dari Shisui jika Naruto itu memiliki sifat yang ceria dan hati yang bersih serta polos. Dia sangat banyak membantu kita, bagaimana kita memberikan rasa terimakasih kepadanya?" tanya Mikoto
"Akan kuberikan cek" kata Itachi
"Yaampun kau ini! Yasudahlah tidak usah dipikirkan, biar ibu saja yang akan melakukannya" kata Mikoto. Itachi terlalu dingin kepada orang lain. Semenjak ayahnya meninggal karena sebuah pembunuhan, Itachi menjadi sosok yang sangat dingin kepada orang lain.
Naruto dan Sakura telah kembali. Di tangan mereka masing-masing, penuh membawa paper bag yang berisi barang belanjaan. "Sakura, aku kecewa padamu. Bukankah aku sudah bilang kita akan pergi makan, bukannya belanja! Dalam pikiranku itu hanyalah makan, tidur, makan tidur, makan tidur. Tapi sekarang aku pergi belanja bersamamu. Aku ini sahabat yang setia bukan?" kata Naruto membanggakan dirinya
"Hey, justru akulah yang pergi belanja bersamamu. Kau akan kembali bekerja besok, makanya aku belanja hari ini. Kau itu harus berpakaian yang anggun sekali-kali" kata Sakura. "Lihatlah dirimu itu, sudah bagaikan wanita kuper" kata Sakura
"Kau itu salah, aku itu adalah wanita terhormat. Aku kan sudah terlahir cantik natural. Tanpa pakaian anggun maupun make up" kata Naruto sambil merogoh saku jaketnya. Dia mengambil ponselnya. Ternyata ibunya memanggil
"Naruto?"
"Iya bu kenapa?"
"Apa kau belakangan ini sibuk?"
"Beberapa hari yang lalu aku sibuk, tapi sekarang sudah tidak terlalu sibuk seperti kemarin. Aku sedang berlibur hari ini" kata Naruto
"Hinata mencarimu. Dia mungkin akan tinggal di tempatmu untuk sementara ini" kata Kushina
"Huh?" Naruto kaget mendengar ucapan ibunya.
"Naruto ini bibi! Kau tau Naruto, sepupumu Hinata mendapatkan sesuatu yang sangat bagus!. Dia juga menemukan pekerjaan di Tokyo! Ini terlalu tiba-tiba, jadi dia belum sempat mencari tempat tinggal. Lalu aku bilang saja untuk tinggal bersamamu. Kalian kan sudah bersama sejak kecil, jadi kalian pasti bisa hidup bersama!" kata bibinya yang tiba-tiba mengambil alih pembicaraan Kushina
"Tunggu dulu bibi, anu...aku tinggal di rumah Sakura sekarang.. Dan rumah itu kecil.." kata Naruto mulai merasa tidak enak kepada Sakura
"Itu tidak masalah! Dia sudah berangkat pagi ini, dan mungkin dia sudah tiba di sana sekarang. Ini sangat bagus bukan, kalian berdua sama-sama tinggal di Tokyo. Terimakasih banyak ya Naruto! Terimakasih banyaak!" Komunikasi pun tertutup.
"Ada apa?" tanya Sakura, melihat wajah Naruto penuh dengan keterkejutan
"Hinata" kata Naruto
"Ada apa dengan Hinata?" tanya Sakura
"Dia di sini! Lain kali kita harus pulang lebih awal!" kata Naruto langsung berlari dengan panik tanpa menyadari kalau dia sedang melewati lapangan basket dimana Itachi dan Sai sedang bermain basket. Itachi tidak melepaskan pandangannya ke arah Naruto
"Ada apa?" tanya Sai
"Wanita itu, kau tidak mengenalinya?" kata Itachi. Sai melihat arah pandangan Itachi.
"Bukankah itu Naruto?" kata Sai.
"Sedang apa dia di sini?" tanya Itachi
"Aku lihat biodatanya, sepertinya memang dia tinggal di sekitar sini" kata Sai
"Kenapa harus tempat ini?" tanya Itachi
"Ini tempat pinggiran kota, penyewaan pasti murah. Dia pasti bisa membayarnya. Tunggu, apa jangan-jangan kau berpikir dia sedang menstalkermu?" kata Sai asal tuduh
"Kau ini bicara apa" tanya kata Itachi. Sai memasang wajah curiga pada Itachi. Untuk pertamakalinya Itachi memperhatikan seseorang selain adik dan ibunya.
Sesampainya di rumah, Naruto mendapati Hinata sudah menunggunya di depan pintu."Hinata!" kata Naruto. Hinata diam saja dalam perasaannya yang tidak enak terhadap Naruto.
"Hinata, kenapa kau pergi ke tempat ini?!" tanya Sakura yang datang. Hinata tidak enak pada mereka berdua tapi dia terpaksa, gara-gara ibunya yang memaksanya untuk bekerja di Tokyo seperti Naruto. Mereka berdua duduk di sofa.
"Tidak apa-apa. Kau bisa tinggal di sini" kata Naruto
"Ini memalukan... aku janji aku akan menemukan tempat tinggal secepatnya" kata Hinata
"Apa yang kau katakan. Rumah ini sudah dibeli oleh orang tua Sakura, dia juga adalah sudah seperti kakakmu dari SD kan. Kau selalu mengatakan hal yang tida perlu " kata Naruto mencolek Hinata untuk bercanda. Hinata tersenyum senang.
"Naruto bagaimana denganmu? Apa pekerjaanmu baik-baik saja?" tanya Hinata
"Hmmm...aku masih dalam maca percobaan. Kau tau kan, aku tidak sepintar dirimu, aku tidak semampu dirimu, aku juga tidak secantik dirimu, tapi aku akan berusaha keras! Aku tidak akan kalah dengan orang-orang kota di sini!" kata Naruto dengan semangat
"Kalau begitu ayo kita bekerja keras dan mendapatkan kesuksesan di pekerjaan kita di kota ini" kata Hinata
"Kembali ke rumah setelah kita sukses dan mencari harapan yang bagus di masa depan!" kata Hinata dan Naruto kompak
"Semangat!" kata Sakura ikut-ikutan
"Semangat!" kompak Naruto dan Hinata
Itachi mendadak ingin membeli sebuah perusahaan software game online setelah melihat iklan gamenya di jalan, lalu memerintahkan Sai untuk segera menghubungi perusahaan software game online itu dan meminta mereka untuk datang ke Perusahaan Klan Uchiha dan meeting siang ini.
Semua pegawai langsung sibuk melakukan berbagai persiapan, termasuk departemen keuangan yang diperintahkan untuk menyelidiki kondisi finansial perusahaan game itu, bahkan Naruto pun ikut sibuk memfotokopi berbagai dokumen.
Sai sedang menunggu lift untuk terbuka. Saat terbuka, banyak sekali karyawan wanita yang berada dalam lift. "Ramainya di sini, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Sai sambil berjalan masuk.
Wanita-wanita dalam lift girang sendiri melihat Sai dari dekat. Sai terkenal dengan sikap yang ramah dan murah senyum. Maka dari itu, banyak sekali yang mengagumi Sai dan menyukai Sai. "Lantai berapa yang Anda tuju?" tanya salah satu wanita dalam lift
"Lantai 21. Terimakasih" kata Sai dengan ramahnya.
"Tidak apa-apa" kata wanita tersebut. Lalu para wanita tersebut mulai merapatkan diri ke tubuh Sai.
"Sai-san, hari ini kan ada meeting dengan para petingggi perusahaan, ini pasti akan sangat sibuk dan kau tidak akan sempat makan siang. Aku membelikanmu makan siang, di dalamnya juga terdapat Sandwich dan kopi" kata wanita yang lain memberikan sebuah paper bag
"Kau baik sekali. Ini terlihat lezat. Terimakasih ya" kata Sai
"Tidak apa-apa Tidak apa-apa!" kata wanita tersebut malu tersipu sendiri. Lalu lift terbuka lagi dan Naruto bersama rekan kerjanya langsung menyeruduk masuk ke dalam. Melihat Sai, Naruto senang tersenyum lagi. Begitupun juga dengan Sai yang senang melihat Naruto.
"Kalian berdua membawa banyak sekali file, mau diberikan kepada siapa memangnya?" tanya Sai
"File-file ini akan diberikan kepada manajer Kisame" kata Naruto
"Berikan saja padaku. Kebetulan aku akan bertemu dengannya. Sini" kata Sai mengambil file Naruto dan rekannya tersebut.
"Terimakasih banyak" kata Naruto
"Ini sekalian kok" kata Sai. "Kau taruh saja ini di mejaku ya" kata Sai memberikan paper bag pemberian wanita tadi kepada Naruto
"Tidak masalah!" kata Naruto dengan senang hati
"Terimakasih" kata Sai tersenyum. Naruto sangat girang dalam hati, dapat membantu Sai seperti ini. Lantai tujuan Sai sudah tiba. "Aku duluan ya" kata Sai kepada semua wanita di lift.
"Haa'i!" kompak semua wanita tersebut. Kedekatan Naruto dan Sai itu langsung menarik perhatian semua pegawai perempuan yang juga menyukai Sai. Naruto menjadi diam seribu kata karena mendapat death glare yang menegangkan.
Saat meeting sedang berlangsung, manager departemen keuangan tiba-tiba memarahi anak buahnya karena di surat kontrak yang mereka serahkan pada bos mereka, ternyata ada kesalahan ketik dalam jumlah angka harga pembelian perusahaan game itu. Pegawai di departemen lain tidak ada yang mau bertanggung jawab, maka solusi terbaik saat ini adalah menyela meeting itu.
"Naruto! Kau kan dekat dengan Sai, cepat hubungi dia" kata salah satu seniornya
"Iya benar itu! Ayo cepat hubungi Naruto!" kata seniornya yang lain
"Tidak, aku tidak sedekat itu!" kata Naruto mengelak
"Dalam situasi kritis ini bagaimana bisa kau bertindak seperti ini?!" kata seniornya lagi
"Kondisi departemen keuangan sekarang ada di tangamu! Kita bisa-bisa tamat jika kau tidak segera menghubungi Sai!" kata pimpinannya
"Baiklah baiklah!" kata Naruto terpaksa. Naruto mencoba untuk menguhubungi Sai, tapi..."Tidak diangkat.." kata Naruto
"Kalau begitu cepat keruangannya sekarang!" kata pimpinannya. Naruto akhirnya terpaksa menuruti perintah mereka. Tapi usahanya mencari Sai ternyata tidak berjalan mulus, berbagai pegawai dari departemen yang lain mencoba membantunya dengan memberikan ID tag mereka supaya Naruto punya akses bertemu dengan Sai, tapi alhasil dia malah berlarian mondar mandir disuruh ke departemen ini-disuruh ke departemen itu.
Saat akhirnya dia menemukan ruang meetingnya, semuanya sudah terlambat. Meetingnya sudah selesai dan semua orang sudah pergi... kecuali Itachi yang menyambut kedatangannya dengan tatapan tajam dan wajah masam.
"Bo-bos besar.." kata Naruto dengan rasa gugup dan tegangnya. 'Tamat sudah!. Aku akan berubah posisi dari penyelamat hidup keluarga Uchiha menjadi pembuat dosa keluarga Uchiha!' pikir panik Naruto
Itachi hanya diam dalam tatapan tajamnya.
"Itu...itu...itu.." Naruto menjadi semakin gugup dan gelisah. "Kontraknya..kontraknya belum ditanda tangani kan..?" kata Naruto dalam suaranya yang hati-hati. "Anda pasti belum menandatangai kontrak yang salah ketik itu kan..?" kata Naruto lagi
Itachi masih diam dalam tatapan tajamnya itu
"I-ini yang aslinya! Itu...itu.." Naruto makin panik karena tatapan Itachi semakin menakutkan. "Ma-maafkan saya! Maafkan saya! Maafkan saya!" kata Naruto sambil membungkuk dalam-dalam
"Kontrak sudah ditanda tangani" kata Itachi dengan dingin dan tajam
Mendengar ucapan Itachi, Naruto langsung syok. 'Tamat sudah! Hidupku tamat! Ini sudah berakhir! Tamaaat!' pikir Naruto panik. "Maafkan saya! Maafkan saya! Ini salah saya, saya telah membuat kesialan ini. Maafkan saya! Maafkan saya!" Naruto sangat menyesal sambil membungkuk dalam-dalam tiada hentinya.
"Maafkan saya! Maafkan saya! Maafkan saya! Maafkan saya! Maafkan saya! Maafkan saya! Bos besar, Maafkan saya! Maafkan saya!"
Lalu Itachi berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri Naruto yang terus membungkuk meminta maaf. "Maafkan saya! Maafkan saya! Maafkan saya! Maafkan saya!" Kata Naruto tiada henti.
Jemari Itachi lalu mengangkat kepala Naruto dengan menyentuh keningnya, untuk membuat Naruto berhenti. "Kau belum menyebabkan kesialan bagi perusahaan" kata Itachi
'Apa? Apa maksud perkataannya? Apa aku dimaafkan?! Arrghh! Aku seharusnya mendonorkan daran 1000cc jika aku sudah tau hal ini lebih awal!" pikir Naruto
Sai datang kemudian bersama sekertaris Itachi. Itachi lalu mengambil semua ID tag yang Naruto pegang lalu pergi tanpa memberi Naruto penjelasan. Setelah kepergian Itachi, Naruto langsung terjatuh ke lantai. Sai buru-buru menompang tubuh Naruto untuk tidak menyentuh lantai.
"Mati aku, aku akan dipecaaaaaat!" kata Naruto frustasi
"Jangan khawatir, uangnya baik-baik saja" kata Sai menenangkan Naruto
"He?" Naruto reflek menoleh ke arah Sai
"Kau pikir Bos besar itu tidak tau? Bos besar itu mempunyai penglihatan yang sangat jeli dan tajam. Dia telah mengetahuinya lebih awal dan menggantinya sebelum ditanda tangani. Karena itulah jumlah sudah tepat sekarang" kata Sai
"Haah...syukurlah..." kata Naruto lega. "Ini melegakan haha" sambung Naruto kemudian. Sai tersenyum senang melihat frustasi Naruto sudah hilang dari wajahnya.
Walaupun proses akusisinya berjalan lancar, tapi Itachi tetap marah dengan insiden kesalahan ketik ini. "Panggil seluruh manajer di departemen penelitian dan pengembangan, departemen keuangan dan departemen layanan umum untuk segera berkumpul" kata Itachi tegas langsung memerintahkan sekretarisnya dan segera memberikan ID tag mereka untuk menghadap Itachi.
Di bagian departemen keuangan, seluruh karyawan gelisah dan takut karena seluruh manajer sedang dipanggil. Saat manager bagian keuangan kembali setelah menghadap Itachi, dia langsung berbicara dengan Naruto.
"Bos besar bilang, jika ini terjadi lagi maka aku akan segera digantikan olehnya" katanya dengan tajam. Naruto merasa bersalah, wajah manisnya mengeluarkan ekspresi bersalah.
"Maafkan saya.." kata Naruto hampir bergumam
"Kau tidak menggunakan strategi untuk menjalankan tugasmu!" kata manajer tersebut berteriak di depan Naruto. Naruto sangat terkejut dan langsung berdiri. "Kau malah muter-muter di sepanjang departemen pelayan umum, bukannya langsung ke tempat tujuan! Apa ini caramu menyelesaikan sebuah krisis!" kata manajer itu semakin meninggi nadanya
Karyawan lain ada yang ikutan merasakan perasaan takut Naruto dan ada juga yang tersenyum menari di atas penderitaan Naruto.
"Padahal aku sudah memilih orang lain untuk menempati posisi ini tapi pihak HRD malah memilih orang tidak berguna seperti dirimu" kata manajer bagian keuangan tersebut secara terang-terangan
"Manajer...apa maksud pembicaraan Anda?" tanya Naruto
"Kau itu tidak bisa diandalkan! Kau bagaikan orang yang tidak berguna! Bahkan kau tidak masuk dalam kriteria! Seharusnya orang yang terpilih itu bukan kau tau! Kau itu hanyalah mendapat sebuah keuntungan di sini!" kata manajer. Naruto sangat terluka mendengarnya.
Saat istirahat, dua orang rekan Naruto menggosipkan Naruto di dapur. Mereka penasaran, apa latar belakang yang Naruto miliki sampai dia bisa dipekerjakan di Perusahaan Klan Uchiha? Apa karena dia temannya Sai-san? Pasti ada alasan kuat sampai orang yang kemampuannya biasa-biasa saja seperti Naruto bisa diterima di Perusahaan Klan Uchiha. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa ejekan mereka terhadap Naruto sebenarnya sedang didengar oleh Naruto yang hanya terdiam sedih mendengar ejekan mereka. Saat mereka menyadari kehadiran Naruto, mereka langsung pergi dengan cuek.
Beberapa saat kemudian, Naruto membuat minuman di dapur bersama temannya Tenten, sementara seorang pegawai bernama Kotetsu Hagane sedang memperbaiki dispenser. "Kotetsu, kau sudah menemukan tempat tinggal?" tanya Tenten
"Aku sudah menemukannya. Lumayan jauh dari perusahaan ini tapi tempat itu lumayan nyaman" kata Kotetsu sambil memperbaiki dispenser
"Baguslah kalau begitu" kata Tenten. Kemudian secara tidak sengaja Kotetsu tersetrum listrik.
"Aduh!" katanya sambil meniup niup telunjuknya. Tenten dan Naruto terkejut mendengar suara Kotetsu yang tersetrum listrik
"Kau tidak apa-apa?!" tanya Tenten khawatir
"Yeah, hanya sedikit tersentrum" kata Kotetsu
"Apa itu sakit?" tanya Naruto peduli dengan kecelakaan kecil Kotetsu
"Ah tidak apa-apa. Tidak usah khawatir" kata Kotetsu
"Kalian berdua sudah saling mengenal sejak lama ya" kata Naruto melihat kedekatan Kotetsu dengan Tenten
"Kita bertemu saat pelatihan 3 hari. Dia bekerja di bagian departemen pelayanan umum" kata Tenten. Mendengar pelatihan selama 3 hari, Naruto terkejut sekaligus bingung. "Dia lulus dari Universitas Kyoto" kata Tenten terlihat melebih-lebihkan
"Biasa saja, dia justru yang lebih hebat. Kau tau, dia lulus dari Universitas Tokyo!" kata Kotetsu berbalik melebih-lebihkan Tenten. Tapi Naruto tidak memperhatikan latar belakang mereka. Yanga ada di pikiran Naruto adalah pelatihan 3 hari tersebut
"Kalian saling mengenal saat pelatihan 3 hari..?" kata Naruto yang masih bingung dengan pelatihan tersebut
"Iya, saat akhir agustus, kami mempunyai waktu 3 hari untuk dilatih terlebih dahulu. Naruto seharusnya berada di grup yang sama dengan kita kan. Tapi kenapa aku tidak mengenalmu ya?" kata Tenten. Naruto semakin bingung. "Berapa nomormu waktu itu? Aku nomor dua" kata Tenten
Naruto melihat wajah Tenten yang sangat ingin tau jawaban Naruto. "Maaf...aku harus pergi.." kata Naruto tersenyum canggung lalu pergi.
"Pergi? Kau mau kemana? Naruto?!" Tenten memanggil Naruto yang melangkah pergi dengan sangat cepat.
Naruto cukup kaget mendengar tentang pelatihan 3 hari. Karena saat dia masuk ke perusahaan, dia tidak pernah menjalani pelatihan 3 hari itu. Bahkan baru kali ini Naruto mengetahui adanya pelatihan 3 hari bagi para pegawai baru.
Naruto berjalan sambil kebingungan sendiri. 'Kenapa aku tidak menjalani pelatihan itu? Sedangkan mereka semua menjalankan semua pelatihan 3 hari itu' pikir Naruto. Lalu kata-kata manajernya dan Itachi terulang kembali di ingatan Naruto
"Padahal aku sudah memilih orang lain untuk menempati posisi ini tapi pihak HRD malah memilih orang tidak berguna seperti dirimu"
"Adikku mempunyai golongan darah yang langka seperti dirimu. Dia baru saja masuk ke ruang operasi karena sedang melahirkan. Persediaan darah di sini tidak mencukupi untuk di donorkan kepada adikku. Aku harap kau bersedia untuk mendonorkan darahmu"
Naruto akhirnya menyadari kalau dia diterima di Perusahaan Klan Uchiha pasti bukan karena dia punya kemampuan tapi karena dia punya golongan darah langka yang sama dengan Sasuke. Di perusahaan ini dia dipekerjakan bukan sebagai asisten keuangan tapi hanya sebagai bank darah.
"Menyebalkan! Aku seolah-olah adalah tukang pendonor darah!" gumam kesal Naruto.
Dengan sedih sekaligus kecewa dan sebal, Naruto pergi menyendiri ke balkon lantai gedung paling atas. Sesampainya di sana dia melihat ada sebuah dinding kaca besar, Naruto mencoba melihat apa yang berada di balik dinding kaca itu tapi satu-satunya yang dia lihat hanya bayangannya sendiri. Yakin tidak ada orang di balkon itu, Naruto pun kembali merenungkan nasibnya dengan sedih.
"Jadi..aku telah memubuat sebuah kesalahan yang besar. Aku bukanlah bagian dari perusahaan ini dan juga kota ini. Dasar bodoh..Apa yang kau punya untuk meraih kesuksesanku...kesuksesanku hanyalah sebuah mimpi..."kata Naruto meratapi hidupnya sendiri
Tapi saat hujan salju tiba-tiba turun lebat, Naruto langsung tersenyum senang melihat hujan salju itu karena ini adalah hujan salju pertamanya sejak dia tiba di Tokyo. "Saljuuu! Hahahaaa! Akhirnya salju turun jugaa!" kata Naruto senang. Kedua tangannya direntangkan seolah menikmati turunnya salju.
Tanpa dia ketahui, dinding kaca di belakangnya itu sebenarnya adalah kaca 2 arah yang memisahkan antara balkon dan kantornya Itachi. Naruto tidak bisa melihat apa yang ada di balik dinding kaca itu. Tapi Itachi yang berada di dalam kantornya bisa melihat Naruto dengan sangat jelas.
Di kantornya Itachi, Sai berusaha meredakan emosi Itachi perihal kesalahan dalam pengetikan angka tadi. "Mereka sudah bekerja keras selama 4 jam. Hal ini seharusnya aku yang bertanggung jawab. Tolong jangan salahkan mereka. Mereka benar-benar tidak memiliki tempat dan alasan untuk disalahkan" kata Sai
"Mereka itu tidak ada yang mau bertanggung jawab, yang mereka lakukan hanya mencari kambing hitam untuk disalah-salahkan. Itulah hal yang membuatku sangat marah" kata Itachi dingin dan tajam tapi sambil terus memperhatikan Naruto di luar sana. Kemudian Itachi melangkah pergi sambil mengambil jaket berbulunya.
Itachi lalu keluar ke balkonnya dan dengan manisnya menyelimutkan jaketnya pada Naruto walaupun dia melakukannya dengan wajah yang dingin. Naruto langsung berbalik dengan rasa terkejutnya dan lebih mengejutkan lagi melihat Itachi dihadapannya.
Melihat sikap Itachi yang seperti ini, membuat Naruto kebingungan. Naruto seolah berada dalam sebuah cerita komik romantis. Dimana Itachi dan dirinya akan saling bergandengan tangan di bawah turunnya salju.
"Kau seharusnya tidak berada di sini" kata Itachi
"Ya?" kata Naruto
"Kau tidak boleh berada disini. Apa kau tidak dengar waktu training bahwa tempat ini adalah kantorku?" kata Itachi. Naruto lagi-lagi menundukan kepalanya, merasa dipojokan oleh bos besarnya.
"Aku...aku tidak menjalani hari pelatihan" kata Naruto yang berbicara seperti orang menggumam
"Bagaimana bisa?" tanya Itachi
"Aku juga tidak tahu. Aku tidak pergi ke pelatihan itu. Tapi kenapa aku diterima di sini?" tanya Naruto bingung. Itachi juga cukup terkejut mengetahui Naruto tidak pernah mendapat pelatihan seperti pegawai biasanya.
"Masalah itu kau tanyakan pada manajer departemenmu. Keputusan itu bukan aku yang membuatnya" kata Itachi dengan dinginnya dia berbicara
"Tapi waktu itu saat di rumah sakit, bagaimana kau tau jika aku memiliki golongan darah yang sama dengan adikmu?" tanya Naruto
"Aku mempunyai seluruh jalur akses informasi yang bekerja di perusahaan ini. Apa kau masih mempunyai pertanyaan yang lain?" kata Itachi. Naruto memilih diam. Wajah manis Naruto secara tidak sadar telah memikat perhatian hati Itachi yang sangat dingin
Naruto pun menggeleng-gelengkan kepala. Lalu Naruto mengembalikan jaket tersebut "Terimakasih banyak" kata Naruto, Lalu dia membungkuk hormat kemudian pergi.
Itachi dan Sai duduk di bangku yang berada di pinggiran lapangan basket. "Sai, apa posisi Naruto di departemen keuangan?" tanya Itachi
"Dia adalah asisten departemen keuangan tapi masalah performa kerja aku tidak tahu, lagipula tidak akan ada yang memberi mereka informasi masalah pegawai kecil seperti Naruto" kata Sai. "Memangnya kenapa?" lanjut Sai
"Tidak. Dia hanya darah bagi kita" kata Itachi
Sai tahu itu, pihak HRD sendiri yang memberitahunya bahwa mereka memilih Naruto hanya karena dia mempunyai golongan darah yang memiliki Rhesus yang sama dengan Sasuke. Perekrutan pegawai khusus ini sudah diterapkan sejak kepemimpinan presdir terdahulu, mendiang kakeknya Itachi.
"Tidak usah khawatir. Naruto itu sangat baik dan dia terlihat sangat senang hati mendonorkan darahnya. Keputusan yang dibuat kakekmu itu hanya bertujuan untuk melindungi cucuknya. Jika kau menghapus aturan khusus itu maka nantinya orang-orang yang mempunyai darah Rhesus negatif mungkin tidak akan mempunyai kesempatan diterima kerja, lagipula kalau aturan ini sampai dihapus mungkin saja Naruto akan dipecat" kata Sai
"Baiklah, kalau begitu tidak usah dibahas lagi" kata Itachi. Sai mengangguk-angguk setuju
TBC
yaampun, entahlah ini cerita bagaimana. saya juga bingung sebenarnya kenapa bisa muncul yang seperti ini. But anyway...review;)?
note: mohon maaf bila kurang berkenan, karena manusia tidak ada yang sempurna. Sorry if its not as perfect as you want *bow down*
Hasta La Vista ;)
