My boss My Love

Disc: Masashi Kishimoto

ItafemNaru

Rate T


Di kantor, Itachi sedang memeriksa sesuatu di laptopnya. Itachi sudah memanggil Sai ke kantornya dan Sai pun datang. "Sudah waktunya pulang, kau tidak pulang? Ayo kita main bola basket" kata Sai sembari berjalan menuju sofa dan duduk

"Bagaimana tentang penjualan dan penggunaan aplikasi The Life's di kalangan konsumen?" tanya Itachi sambil bersandar

"Sangat bagus, diterima dengan baik oleh para konsumen. Dalam hal penjualan dan kepuasan konsumen di kalangan bisnis, aplikasi ini menempati peringkat ke 5 se-nasional. Ini juga sudah mencapai 300 juta pengguna" kata Sai

"Lalu kenapa status penggunaan aplikasi itu cukup rendah diantara pegawai Perusahaan Klan Uchiha?" tanya Itachi

"Itu tidak mungkin. Semua orang sudah mendaftar. Ini adalah prosedur wajib ketika bergabung ke perusahaan" kata Sai

"Hanya mendaftar dan tidak menggunakan, apakah itu sudah memenuhi kewajiban prosedur perusahaan?" tanya Itachi

"Ada apa denganmu? Kau mempunyai masalah dengan aplikasinya?" tanya Sai heran

"Mendaftar tapi tidak menggunakan aplikasinya, ada dua alasan yang mungkin untuk hal itu. Yang pertama, dia mempunyai komitmen yang kurang terhadap perusahaan dan yang kedua, karyawan tersebut tidak begitu paham dengan aplikasinya" kata Itachi

"Kepedulianmu itu berlebihan, memangnya siapa kau maksud ini?" tanya Sai curiga, kenapa Itachi tiba-tiba peduli dengan masalah itu? Siapa yang jarang menggunakan aplikasi itu sampai membuat Itachi bersikap seperti ini?

Dia mencoba melirik laptopnya Itachi, tapi Itachi cepat-cepat menutup laptopnya. "Aku tidak akan memberitahumu siapa namanya. Tapi ini sudah di akhir tahun, karyawan perlu diadakan sebuah evaluasi. Aplikasi kita memang berada dalam tingkat penjualan yang baik, tapi tetap harus ada ulasan kembali. Bagaimanapun juga" kata Itachi

Sai mengkerutkan keningnya, "Jadi maksud dari perkataanmu itu ada departemen yang marah padamu?" tanya Itachi

"Tidak juga. Aku hanya berpikir tentang penutupan di akhir tahun ini berdasarkan prosedur yang ada. Hanya itu" kata Itachi.

Sai tertawa kecil, "Tenanglah Itachi-sama, setiap tahun semua departemen yang kau maksud itu selalu melakukan evaluasi terhadap semua produk yang dikirim ke pasaran. Tentu saja aplikasi ini juga ikut termasuk" kata Sai

Itachi tersenyum. "Baguslah, terimakasih" kata Itachi. Sai senang mendengarnya lalu berbalik pergi. Tapi Sai berbalik badan lagi

"Jika memang softwarenya itu bermasalah, kita bisa memperbaikinya. Jika memang komitmen karyawan kurang, kita bisa memecatnya. Tapi kau harus memberitahuku dulu siapa orangnya" kata Sai

Wajah Itachi lumayan sedikit gelisah dan sedikit tidak rela. "Aku hanya memberikan sebuah contoh saja. Kurangnya komitmen dari karyawan menunjukkan kecacatan dalam kepemimpinan perusahaan" kata Itachi

"Tentu saja. Hanya saja kenapa masalah kecil ini membuat bos besar kita menjadi khawatir?. Tidak perlu khawatir, aku pasti akan menemukan siapa karyawan ini" kata Sai

"Apa kau meragukan komitmenku?" kata Itachi sedikit kesal

"Aku pergi" kata Sai kabur


Sai menyuruh sekretarisnya untuk mendata status penggunaan aplikasi itu diantara para pegawai dan mendapati nama Naruto sebagai pegawai yang paling jarang menggunakan aplikasi itu.

Di departemen keuangan, salah satu rekan Naruto mendapatkan sebuah telpon. "Halo, dengan departemen keuangan di sini. Naruto? Dia tidak ada di sini sekarang. Baik! Akan segera saya beritahu dia sekarang juga" komunikasi tertutup.

Naruto kembali ke kantornya. Wajahnya terlihat sangat lelah, sepertinya Naruto sudah disuruh ini itu oleh banyak orang. "Naruto, tadi sekertaris direktur departemen penelitian dan pengembangan menelpon. Dia bilang Sai-san ingin bertemu denganmu dan memintamu untuk datang ke kantornya" kata rekannya tersebut dengan senang

Naruto yang senderan lelah di bangku, menjadi tegap dan terkejut. Begitupun juga dengan rekan Naruto yang lainnya. "Sai-san? Mencariku?" kata Naruto terkejut tapi senang

-"Naruto...apa kau membantu Sai-san lagi?"

-"Kau pasti sedang mendapatkan berkah Tuhan"

'Sai-san memintaku untuk kencan? Akhirnya pangeran idaman telah datang!. Sudah kuduga, aku orang yang menarik secara diam-diam' Naruto makin sumringah wajahnya. Senyum senyum di wajahnya tidak bisa dihapus oleh Naruto. Seolah-olah berbagai macam bunga cerah sedang mengitari sekitar wajah Naruto

'Yaampun, jika memang dia mau mengajak kencan, harusnya bilang saja langsung. Tidak perlu menggunakan sekertarisnya itu' pikiran Naruto semakin melayang indah menuju angkasa

-"Dia katanya mencarimu karena sedang mengevaluasi produk"

"Ha? Evaluasi produk?" kata Naruto yang bayangan indahnya terganggu total. "Bukankah seharusnya dia bertanya kepada pelanggan? Kenapa harus aku?" kata Naruto heran

"Itu aku tidak tahu. Katanya kau pergi langsung ke ruangannya baru nanti kau diantar ke kantor Sai-san" kata rekannya tersebut

Naruto masih terheran-heran. 'Yasudahlah. Setidaknya aku bisa kabur dari kotak makan siang tersebut. Sai-san memang penyelamat hidupku' pikir Naruto semakin senang berbunga-bunga

"Semuanya aku pergi yaaa!" kata Naruto dengan bahagianya

"Selamat berjuang Narutooo!" kompak seluruh rekannya. Naruto berjalan menuju kantor Sai dengan cara jalan yang sangat bahagia. Bahkan Naruto pun bersenandung ria.

Kantor Sai berbentuk seperti sebuah dindin kaca dan pintu kaca. Bisa dibilang transparan. Naruto Sedikit mengetuk pintu, melihat Naruto sudah datang Sai langsung memanggilnya dengan mengibas-ngibaskan tangannya.

"Sai-san, apa kau mencariku?" tanya Naruto dengan wajah cerianya. Sai tersenyum dan mempersilahkan Naruto duduk.

Naruto melihat sekeliling, hanya ada Sai dan dirinya. Naruto mulai malu-malu dan memerah pipinya. 'Hanya berdua, ini akan menjadi lebih baik jika berada di luar' pikir Naruto. Dalam kepalanya yang tertunduk malu, Naruto tersenyum dan girang sendiri.

"Kau pasti tau The Life's kan?" tanya Sai

"Tentu saja aku tau itu!" kata Naruto dengan ekspresi yang ceria

"Tapi kau tidak terlihat jika kau sering menggunakan aplikasi itu?" kata Sai.

"Ya?"

"Kami telah selesai mengevaluasi produk. Semenjak kau bergabung ke perusahaan dan kau mendaftar ke dalamnya, kau belum menggunakan aplikasi itu" kata Sai

'Mati aku' pikir Naruto. 'Aku lupa jika Sai-san itu adalah orang yang paling bertanggung jawab pada aplikasi itu. Aku bahkan tidak pernah memainkan aplikasi yang dia buat!' pikir Naruto mulai was was, tegang, panik dan berkeringat dingin.

"Apa kau tidak menyukai aplikasinya?" tanya Sai

"Tidak kok tidak! Bukan begitu! Aku suka kok! Aku juga menggunakannya" kata Naruto tertawa canggung. "Kadang-kadang aku mengakses aplikasi itu untuk melihat pengumuman perusahaan. Aku hanya tidak suka menyebarkan informasi pribadiku saja" kaat Naruto sambil tersenyum-senyum dengan alasannya.

Sai tertawa kecil dan tidak bisa berhenti tersenyum unjuk giginya. Kepalanya mengangguk-angguk seolah mengerti alasan Naruto. "Tapi poinmu itu tidak sampai di batas 1%, dengan kata lain kau belum pernah menggunakannya sekalipun. Cara kau menggunakannya itu tidak mempengaruhi poinnya" kata Sai

Naruto diam seribu kata. Kecewa. Malu. Jiwa Naruto bagaikan hilang dibawa oleh Shinigami.

"The Life's itu adalah produk aplikasi terkenal di perusahaan ini. Bisakan kau memberitahuku kenapa kau tidak menggunakannya?" tanya Sai

'Mati aku. Mungkinkah maksudnya dalam masa percobaan ini aku sangat payah? Aku saja belum paham benar bagaimana cara menggunakan aplikasi itu. Dan juga, kinerjaku masih belum cukup bagus. Apa hari ini adalah hari terakhirku bekerjaa..?' pikir Naruto mulai frustasi dan putus asa


Pada saat yang bersamaan Itachi baru keluar dari kantornya, dia melihat kotak makan siang Naruto masih belum diantarkan. Rin memberitahunya bahwa Naruto saat ini sedang meeting bersama Sai jadi dia akan mengirimkan kotak itu nanti saja.

Penasaran, Itachi memutuskan untuk turun ke lantai departemen penelitian dan pengembangan untuk menguping meetingnya Sai dan Naruto.

"Tolong jangan salah paham Sai-san!. The Life's itu aplikasi yang sangat bagus! Desainnya itu sangat elegan dan juga sangat keren! Halaman berandanya juga sangat luar biasa! Ini bagaikan sebuah karunia yang sangat luar biasa, maka dari itu yang membuatnya sangatlah jenius! Siapapun yang menggunakannya pasti akan sangat senang! Tapi..aku kan baru bekerja di sini, jadi aku masih belum menggunakan aplikasi itu.." kata Naruto.

"Haha" Sai tertawa karena Naruto sangatlah lucu dan menarik di matanya. Baru kali ini ada karyawan yang sikapnya sangat manis dan menghibur. "Jika ini memang sangat luar biasa seperti katamu, harusnya kau bisa menggunakannya dengan mudah kan?" kata Sai

"Tentu saja! Ini sangat mudah dilakukan..aku tidak menggunakan aplikasi itu karena...karena..." Naruto sangat malu mengucapkannya.

"Sudahlah. Tidak perlu khawatir" kata Sai masih tersisa bekas tawanya. "Aku hanya ingin pendapatmu saja" kata Sai

"Pendapatku?"

"Benar, pendapat aslimu. Bagaimana perasaanmu pada aplikasi ini" kata Sai

"Baiklah! Tapi..Sai-san, aku mau memberitahumu sesuatu dulu. Aku itu orang yang sangat bodoh yang kerja otakku tidak terlalu bagus. Jadi kemampuanku untuk menggunakan The Life's adalah masalahku sendiri. Ini bukan salah aplikasinya" kata Naruto penuh dengan ekspresif. Sai tidak bisa berhenti tersenyum senang melihat betapa ekspresif Naruto

"Baiklah, aku mengerti. Lanjutkan" kata Sai

"Aku masih baru di Tokyo. Aku juga baru dapat pekerjaan dan jarang keluar rumah ditambah lagi aku tidak suka menghambur-hamburkan uang. Semakin banyak kau menghamburkan uang, semakin tinggi poin yang kau dapatkan. Semakin sedikit kau menghamburkan uang, semakin rendah poin yang kau dapatkan. Jadi aku tidak mau melihat poinku yang begitu rendah.." kata Naruto. Sai tertawa kecil

"Tapi aplikasi itu tidak tergantung pada uang" kata Sai

"Tidak, itu sudah pasti tergantung!" kata Naruto protes sampai dia berdiri. "Kau tidak bisa belanja tanpa uang, kau tidak bisa makan tanpa uang, kau tidak bisa naik bis tanpa uang, bahkan pacaranpun harus memakai uang. Jika kau tidak melakukan hal itu, berarti kau tidak memikirkan bagaimana kau akan bertahan hidup!" kata Naruto penuh penekanan. Itachi dan Sai takjub dengan kata-kata Naruto. Naruto baru sadar jika orang yang dihadapinya adalah atasannya.

"Ma-maaf. Aku berbicara terlalu blak-blakan" kata Naruto menjadi gugup dan kembali duduk. Sai tersenyum.

"Tidak apa-apa, itu hal yang bagus" kata Sai. Lalu Sai bangkit dari duduknya dan duduk di meja untuk lebih dekat dengan Naruto. "Bisakah kau memberitahuku, apa cita-citamu?" tanya Sai

"Cita-citaku?" kata Naruto. Sai menganggukan kepala dengan senyuman. Sesaat Naruto cukup bingung, tapi kemudian dengan polosnya dia menjawab

"Lulus dari masa percobaan!" kata Naruto ekspresif. Itachi yang melihat semuanya tertawa kecil, begitupun juga dengan Sai

"Baiklah, kau jangan khawatir. Ini semua tidak ada hubungannya dengan masa percobaanmu. Ini adalah sebuah permintaan pribadi dariku untukmu" kata Sai

"Permintaan pribadi?" kata Naruto berbunga-bunga

"Kau mau membantuku?" kata Sai. Naruto menganggukan kepala dengan senang hati. "Katakan padaku, bagaimana kau ingin menggunakan aplikasi The Life's?" tanya Sai

"Aku ingin seperti merencanakan kehidupan, uang dan pekerjaan bersama dengan pacar tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. Seperti misalnya, menghemat uang dengan cara makan bersama di rumah daripada di restoran dan setiap bulan menabung uang yang nantinya bisa aku gunakan untuk liburan berdua ke luar negeri" kata Naruto sambil membayangkan betapa indahnya jika itu bisa dilakukan

"Waah..." kata Sai kagum.

"Jangan salah paham! Aku hanya membicarakan tentang bagaimana membelanjakan uang dan memikirkan penggunaan aplikasi The Life's. Itu hanyalah sebuah pendapat dariku. Aku tidak menggunakan uang dengan cara seperti itu sebenarnya, aku juga tidak pernah pergi ke luar negri" kata Naruto

"Bagus, idemu itu sangat bagus. Pacarmu pasti sangat beruntung dan diberkahi, iya kan?" kata Sai

"Tidak tidak tidak! Aku saja baru di Tokyo, bagaimana mungkin aku mempunyai seorang pacar" kata Naruto buru-buru menjelaskan

"Berarti dengan kata Lain, seharusnya The Life's itu aplikasi untuk menabung, iya kan?" kata Sai

"Itu benar!. Kau tidak harus membuang uang dengan percuma dalam hidupmu. Coba saja lihat bos besar kita. Dia sangat kaya, tapi dia selalu membawa makan siang setiap hari. Makan siangnya itu buatan rumah, bergizi dan sehat. Iya kan?" kata Naruto

Sai tidak bisa tertawa kecil melihat betapa polos dan ekspresifnya nya Naruto

"Itu karena kau tidak mengetahui sesuatu" kata Sai, "Orang yang memasakkan makan siang bos itu bukan orang sembarang. Dia tidak bisa dibandingkan dengan siapapun, bahkan dengan membayar tinnggi pun itu tidaklah cukup" kata Sai

"Berarti, itu seperti kau dan bos yang bermain bola basket? Membuat badan sehat tanpa menggunakan sedikitpun uang? Itu bagus sekali!" kata Naruto mengacungkan jempolnya

"Ssstt! Ini rahasia. Jangan katakan siapapun jika kau melihatku dan bos bermain basket bersama. Mengerti?" bisik Sai

"Hm hm!" kata Naruto menganggukan kepala antusias.


Di lapangan basket, seperti biasa Sai dan Itachi bermain basket. Tapi Itachi permainan Itachi berbeda dari biasanya. "Sepertinya kau sedang tidak dalam moodmu, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Sai sambil melempar bola basket pada Itachi

"Tidak ada" kata Itachi sambil mendribble lalu melakukan shoot

"Oh iya, aku lupa memberitahumu. Tadi aku dan Naruto berbicara cukup lama di kantorku" kata Sai. Tapi Itachi cuek. Sai langsung pura-pura memanggil Naruto. "Naruto!" kata Sai. Tipuan kecilnya sukses membuat Itachi langsung menoleh mencari Naruto tapi tentu saja tidak ada siapa-siapa.

"Kau punya perasaan padanya ya?" tanya Sai

"Apa yang kau bicarakan" kata Itachi masih dalam emosinya yang tenang

"Baiklah, teruslah berpura-pura. Aku sudah mengenalmu lebih dari 18 tahun, kau pikir aku masih tidak paham jalan pikiranmu itu?. Katakanlah dengan jujur, kau menyukainya kan?" tanya Sai. Itachi tetap sibuk memainkan bola basket. "Baiklah jika kau memang tidak mau mengakuinya. Asal kau tau, hari ini aku dan Naruto mengobrol sangat lama dan aku tau semua rahasianya. Apa kau mau tau?"

"Tidak" kata Itachi, terlalu tenang wajah Itachi

Lalu Itachi dan Sai mengambil istrirahat. Mereka sama-sama meneguk sebotol air minum. "Ayolah, akui saja. Menurutmu Naruto itu bagaimana? Apa kau menyukainya?" tanya Sai, Itachi memilih diam tenang. "Kalau menurutku, Naruto itu sangat baik hati, lucu dan juga manis. Dia mempunyai visi masa depannya sendiri. Tapi yang terpenting, dia itu tidak mempunyai seorang pacar" kata Sai

"Kau membuat dia terdengar sangat menarik. Kenapa bukan kau menyukainya?" kata Itachi

"Apa aku pernah bilang jika aku tidak menyukai Naruto?" kata Sai. Itachi tetap memandangnya dalam ketenangan. Lalu menghadap depan lagi. Sai tertawa kecil, "Tentu saja jika kau memang menyukainya, maka aku tidak akan membiarkanmu memilikinya" kata Sai

"Menurutmu dia itu barang? Lagipula, siapapun dan apapun, jika memang aku menginginkannya, aku pasti akan mengatakannya" kata Itachi

"Hmm, benar juga. Kau kan Itachi-sama, apapun yang kau inginkan, kau akan selalu mengatakannya dan berusaha untuk mendapatkannya. Sebagai teman sekaligus saudaramu, aku akan selalu membantu. Tapi, jika masalah hati aku tidak bisa diam saja. Kau tadi bilang, tidak menyukainya kan? baiklah, Aku akan mendekatinya. Bagaimana menurutmu?" kata Sai

"Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan" kata Itachi tetap tenang

"Baiklah, jika memang itu katamu" kata Sai. Sebenarnya, apa yang dilihat bukanlah sebuah kebenaran. Dibalik ketenangan dan kedinginan mata Itachi, terdapat sebuah rasa was was terhadap perkataan Sai.


Akibat meetingnya tadi, Naruto akhirnya memutuskan untuk lebih aktif memakai aplikasi itu. Dia mengajak Sakura makan malam di luar lalu memotret makan malamnya dan menguploadnya ke akun The Life's. Naruto melakukan ini demi Sai yang tadi menghabiskan waktu hanya untuk mendengarkan pendapatnya yang nantinya akan Sai gunakan untuk membuat aplikasi The Life's versi 2.

"Hey hey hey, ini sangat spesialkan? Iya kan?" kata Naruto sangat senang

"Huh? Mata bulatmu itu bersinar-sinar begitu? Kau jangan-jangan..." Sakura mencondongkan tubuhnya untuk lebih melihat wajah Naruto. Naruto malah girang sendiri dan semakin sumringah. "Naruto, kau tidak berpikir jika Sai itu sedang mendekatimu kan?" kata Sakura. Naruto malah senyum senyum sendiri

"Astaga...Hey gunakan otakmu. Orang seperti dia, jika dia sedang mendekati seseorang, setidaknya dia akan membawa gadisnya itu ke kafe yang berkelas tentunya. Bukannya malah memanggilmu ke kantor hanya untuk membicarakan sebuah aplikasi" kata Sakura

Naruto yang sedang mengunyah berhenti. "Itu benar" kata Naruto, berpikir ada benarnya juga ucapan Sakura. Sakura menghela napasnya yang lelah.

"Kau itu hanyalah terlalu terbawa perasaanmu yang berdebar-debar, sehingga kau berpikir jika direktur itu menyukaimu" kata Sakura

"Aku tidak pernah bilang aku menyukainya! Aku hanya mengaguminya. Ramenlah cinta sejatiku" kata Naruto kembali makan ramennya dengan lahap.


Keesokan harinya saat Naruto sedang bersiap-siap ke kantor, dia mengalami kesulitan mengancingkan celananya dan kaget menemukan ada sebuah jerawat di dahinya. "Yah, kenapa aku ada jerawat?!" kata Naruto terkejut. "Haah...ini pasti aku terlalu banyak makan berlemak" kata Naruto.

Di kantor, Naruto sangat tidak bersemangat. Jam sebentar lagi akan menunjukan angka 12. Kriingg, telpon kabel milik Naruto berbunyi. Ketika Naruto angkat, suara yang terdengar adalah suara Rin. "Halo Nona Rin, mau mengantarkan kotak makan siangku ya" kata Naruto lesu. Kemudian mata Naruto membulat lebar, "Apa? Nona Konan yang langsung mengantarkannya?!" kata Naruto

"Naruto?" suara Konan terdengar kemudian. Naruto menoleh dengan rasa panik dan gugupnya. "Nona Konan, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" kata Naruto mengajak Konan menjauh dari ruangan kantornya.

"Nona..aku ingin mengatakan bahwa aku sangat berterimakasih pada perusahaan ini dan juga bos besar yang sudah berbaik hati memberikanku kotak makan siang setiap hari. Tapi, meskipun aku tidak menerima kotak makan siang ini, aku akan tetap melangkah maju melewati air dan api, atau bahkan harus mengorbankan darahku!" kata Naruto kembali ekspresif, Konan rasa ingin tertawa geli melihat betapa lucunya Naruto. "Jadi, mulai besok tolong jangan mengantarkan kotak makan siang ini, kumohon.." kata Naruto memasang wajah polos nan lucu

Konan benar-benar tidak kuat lagi untuk menahan tawanya. 'Mau mau mau mau! Kumohon bantu aku Nona sekertaris!' pikir Naruto

"Haha, Nona Naruto, aku hanya menjalankan perintah bos besar. Jika memang kau ingin menyampaikan pendapatmu, kau langsung saja menyampaikannya" kata Konan

"He? Itu tidak mungkin, aku hanya karyawan kecil, bagaimana mungkin aku bisa berbicara pada bos besar.." kata Naruto. "Apakah kau mencoba mengatakan bahwa selama bos bersedia untuk mengirim aku kotak makan siang, maka aku harus memakannya?" kata Naruto semakin lama semakin mengecil suaranya

"Masakan rumah dari bos besar itu sangat lezat dan bernutrisi, meskipun kami ingin memakannya, kami tidak diperbolehkan. Kami justru iri padamu" kata Konan tersenyum. Naruto tidak menyangka ucapan itu terlontarkan dari seseorang elit seperti Konan. "Jika tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku pergi" kata Konan tersenyum

Kotak makan siang itu diterima oleh Naruto. 'Aku gagal...' pikir Naruto. Saat Naruto berbalik, ternyata seluruh rekannya memperhatikannya sedari awal. Merasa semakin tidak enak, Naruto berbalik badan lagi.


Di kantor Itachi, saat Konan menyerahkan laporan pada Itachi, dia menyampaikan permintaan Naruto tadi. "Itachi-sama, tadi Nona Naruto bilang jika dia meminta Anda untuk berhenti mengirimkan kotak makan siang" kata Konan. Itachi tersenyum mendengarnya

"Tetap kirim saja kotak makan siang untuknya" kata Itachi

"Baik. Dan juga, tadi Nyonya Mikoto menelpon, beliau bilang jika Tayuya tidak bisa datang ke acara pesta ulang tahun bayi Nyonya Muda Sasuke, tapi Anda tidak perlu khawatir masalah kencan, beliau sudah menyiapkannya" kata Konan

"Kertas undangan apa masih tersisa?" tanya Itachi

"Iya" kata Konan

"Buatkan satu undangan lagi" kata Itachi

"Baik" kata Konan. Konan membungkuk hormat lalu melangkah pergi.

Saat Itachi tengah menulis nama orang yang diundangnya, Sai kebetulan datang. "Bos, ini adalah proposal hasil evaluasi produk The Life's dan juga ide baru untuk mengembangkan The Life's di versi kedua" kata Sai yang sebenarnya ide tersebut adalah idenya Naruto

"Proyek Hemat?" kata Itachi tertawa kecil membaca tema dari proposal tersebut

"Ini juga bisa dibilang proyek yang konyol, penggunaannya mungkin memang akan konyol. Tapi, ini adalah ide langsung dari Nona Naruto Uzumaki" kata Sai. Saat itu juga, Sai melihat undangan yang ditulis Itachi tadi, ditujukan untuk Naruto."Kau mengundang Naruto untuk pergi ke pesta ulang tahun bayinya adikmu?" tanya Sai

"Naruto adalah penyelamat nyawa adikku. Ini akan menjadi sangat tidak pantas jika aku tidak mengundangnya" kata Itachi. Sai tersenyum geli mendengarnya.

"Jika kau tidak keberatan, aku akan memberikan ini langsung kepadanya. Bagaimana?" kata Sai

"Boleh" kata Itachi. Sai lalu pergi dengan memamerkan undangan itu seolah Sai akan merebut harta kartun yang telah ditemukan oleh Itachi. Itachi menggeleng-gelengkan kepala. Tapi semakin lama, Itachi merasa was was juga terhadap sikapnya Sai.


Di bagian kantor asisten departemen keuangan, Naruto terlihat sangat fokus terhadap pekerjaannya. Berbeda dengan rekan-rekannya yang terlihat santai. "Hey kalian mau apa?" kata salah satu rekan Naruto yang sepertinya sedang memesan makanan online

-"Aku mau coklat"

-"Aku mau teh hijau"

-"Aku mau es krim"

-"Berikan aku teh susu saja"

"Baiklah" kata rekan Naruto. Lalu dia melihat Naruto masih fokus pada pekerjaannya. "Naruto, kau mau minum apa? Aku yang traktir, kemarin kan kau sudah mentraktirku" kata rekannya tersebut

-"Tidak tidak tidak! Aku saja yang traktir!"

-"Aku yang traktir"

-"Mau berantem kau?!"

-"Tidak! Aku saja yang traktir!"

-"Dibilang aku yang traktir!"

-"Hey kau memang ingin berantem denganku ya?!"

Naruto panik sendiri melihat rekan kerjanya saling beradu argument seperti ini. Sangat membingungkan bagaimana caranya untuk menenangkan mereka. "Hey hey hey, sudahlah.." kata Naruto berusaha menenangkan.

Kemudian Sai datang. "Naruto!" panggil Sai. Mendengar suara Sai, semuanya menjadi diam dan menoleh. "Keluarlah sebentar" kata Sai dengan senyumannya. Tentu Naruto langsung sumringah bahagia

"Untukmu" kata Sai menyerahkan undangan tadi. Rekan Naruto yang di dalam langsung berkerumun di depan dinding kaca yang transparan itu.

"Apa ini?" tanya Naruto sambil membukanya. "Hah? Pesta ulang tahun bayinya bos besar?!" kata Naruto terkejut setelah membaca undangan tersebut.

"Bos bilang, dia ingin mengucapkan terimakasih padamu, telah menyelamatkan nyawanya Sasuke dan bayinya" kata Sai

"Itu bukan apa-apa. Bukan apa-apa! Saling menyelamatkan itu sudah wajar sebagai umat manusia. Tolong beritahu bos besar, dia tidak harus melakukan ini dan tidak harus berterimakasih padaku" kata Naruto merasa tidak enak sendiri

"Kalau begitu, bagaimana jika aku memintamu sebagai teman kencaku? Jadi aku tetap membutuhkanmu" kata Sai. Naruto melongo terkejut mendegar ucapan Sai. Rekan Naruto yang di dalam makin menempelkan diri ke dinding kaca. "Rumahmu lumayan jauh kan? Aku akan menjemputmu hari sabtu. Sampai jumpa di hari sabtu" kata Sai tersenyum lalu pergi

Naruto berbunga-bunga. Sikap Naruto memang diam, tapi wajahnya sangat bahagia. "Yeeeeeeeeeyyyyyy!" kata Naruto tidak bisa menahan rasa gembiranya. Naruto lompat-lompat girang. "Hahaha! Yes yes yes yes yes!" Kata Naruto terus melompat girang


Sepulang kerja, Naruto pergi ke mall untuk membeli hadiah untuk bayinya Mikoto dan akhirnya memutuskan untuk membeli satu set mainan bebek yang harganya selangit. Gara-gara mainan bebek yang harganya selangit itu, uang tabungan Naruto ludes sampai akhirnya dia tidak mampu untuk membeli baju untuk dia kenakan ke pesta. Karena tidak punya pilihan lain, Naruto terpaksa meminjam bajunya Sakura.

"Jika memang Sai akan datang menjemputmu, kenapa kau tidak membeli gaun saja?" kata Sakura

"Setelah membeli hadiah untuk bayinya Sasuke, uang tabunganku tiba-tiba terserap habis. Aku bahkan mengutang bank sebesar 1000 yen" kata Naruto. Sakura terkejut mendengar

"Yaampun" kata Sakura. "Hey, biar kutanya kau sesuatu. Sai itu ah...maksudku Tuan Sai itu, apa dia benar-benar akan menjemputmu?" kata Sakura masih sangat ragu

"Aku juga tidak tau. Tuhan... dia harus datang menjemputku.." kata Naruto berdoa begitu polos. Sakura tertawa kecil melihatnya

"Waah, kau sangat bahagia ya!" kata Sakura mencolek Naruto. "Baiklah, biarkan aku membantumu. Akan kuubah kau menjadi seorang putri raja yang paling tercantik!" kata Sakura

Kemudian Naruto pun berubah menjadi sangat manis. Rambutnya yang biasa lurus tergerai, menjadi kriting gantung tergerai dengan dress manis yang berwarna krem seperti warna kulit.

Naruto berbunga-bunga saat Sai datang menjemputnya. "Aku pikir kau tidak akan datang, ternyata..." Naruto terkagum melihat mobil mewah Itachi. "Mobil yang mewah..." kata Naruto kagum

"Kau lebih kagum aku datang menjemputmu atau kagum aku membawa mobil mewah ke sini?" tanya Sai mencoba untuk menggoda Naruto. Naruto jadi malu tersipu sendiri. "Kau sangat berbeda hari ini. Begitu manis" puji Sai

"Terimakasih" kata Naruto berbunga-bunga. Sai lalu membantunya masuk ke sebuah mobil mewah. Tapi saat dia melihat kedalam mobil, senyumnya langsung menghilang seketika... karena di mobil itu ternyata ada Itachi.

'Yaampun, apa-apaan ini! Kenapa ada bos besar di dalam mobil ini?! Sai-san, tidak apa-apa kalau kau tidak menyukaiku, tapi kau tidak harus sekejam ini padaku...' pikir Naruto. Naruto melihat Sai dengan rasa kecewa dan juga sedih

"Kenapa? Apa kau kedinginan?" tanya Sai melihat ekspresi suramnya Naruto "Masuklah ke dalam mobil" kata Sai. Naruto sangat takut sekali terhadap bos besarnya ini.

"Bos besar, halo" kata Naruto memberikan senyuman canggung kepada bos besar lalu masuk ke dalam mobil. Naruto duduk dengan perasaan gugupnya dan berada sepinggir mungkin untuk tidak berdekatan dengan Itachi

Sai hendak berangkat menjemput Naruto saat tiba-tiba Itachi meneleponnya, "Kenapa?" tanya Sai

"Aku ingin membicarakan proyek barumu itu sebentar" kata Itachi

"Tapi aku akan pergi menjemput Naruto" kata Sai

"Aku sebentar lagi sampai di rumahmu. Kau dan Naruto menumpang saja di mobilku" kata Itachi

"Baiklah" kata Sai

Flahsback End.

Karena tidak nyaman duduk di sebelah Itachi, Naruto terus menerus menundukkan kepalanya. Untuk mencairkan suasana, Itachi berusaha mengajak Naruto bicara. "Apa itu?" tanya Itachi mengarah pada paper bag besar Naruto

"Ini hadiah untuk bayi" kata Naruto ramah

Sai langsung menengok, "Naruto, kau memilih sendiri hadiahnya?" tanya Sai

"Iya" kata Naruto senang

"Coba kulihat" kata Sai. Dengan senang hati, Naruto merogoh paper bag itu dan mengambil hadiahnya. Sebuah kotak berwarna putih sederhana dengan ikatan pita berwarna oranye. Naruto membuka kotak tersebut dan memberikan salah satu mainan bebek tersebut.

"Mainan bebek, hadiah yang lucu sekali" kata Sai senang melihatnya. "Bayinya pasti akan sangat senang menerima ini" kata Sai memuji

"Benarkah? Aku juga berpikir begitu karena mereka sangat lucu" kata Naruto senang. Itachi mengambil salah satu bebek mainan Naruto

"Bukankah ini hanya sebuah mainan plastik? Apanya yang spesial? Apa perusahaan Klan Uchiha menggajimu dengan sangat sedikit?" kata Itachi dengan sangat ringan kata. Naruto sangat sebal mendengarnya.

"Hey! Meskipun ini plastik, tapi harganya itu sangat mahal! Aku tau ini sederhana dan tidak berkelas, tapi jangan terang-terangan begitu jika kau memang tidak suka! Aku itu tersinggung! Apa-apaan kau! Jangan menghina hadiahku seenaknya kenapa!" kata Naruto. Itachi dan Sai melongo terkejut. Naruto kelepasan lagi.

Naruto langsung menundukan kepalanya dalam-dalam. "Ma-maaf..." kata Naruto. Sangat malu dan bersalah. Sai malah ingin tertawa lepas, sedangkan Itachi masing dalam rasa syoknya. Baru pertamakali ini melihat Naruto meledak


Mereka pun sampai di rumah kediaman Itachi. Rumah ini sangatlah megah dan banyak orang-orang terkenal di sini. Naruto tidak bisa berhenti mengucapkan kata wah dan rasa kagumnya itu.

"Naruto, izinkan aku untuk mengenalkanmu pada keluarga Uchiha" kata Sai memberikan isyarat gandengan tangan

"Iya" kata Naruto dengan senang hati memeluk lengan Itachi. Sai dengan sengaja membuat Itachi cemburu dengan cara menggandeng Naruto masuk ruang pesta sambil diam-diam memamerkan tanda 'V' dengan jarinya.

Di bagian hallroom pertama, Sasuke digerubungi oleh teman-temannya karena bayinya sangat tampan didampingi oleh Mikoto.

-"Lucunyaa!"

-"Sasuke, dia pasti akan sangat tampan di masa depan"

"Halo semuanya" kata Sai yang datang.

"Halooo!" Sai tampaknya sangat terkenal di kalangan wanita. Sampai-sampai saat dia datang, semua wanita di pesta itu langsung berteriak senang menyambut kedatangannya.

"Nona Naruto?" kata Mikoto

"Iya" kata Naruto

"Aku Mikoto, ibunya Itachi dan inilah yang bernama Sasuke" kata Mikoto. Naruto memberikan salam hormat dan senyuman manis kepada Sasuke dan Ibunya. Sasuke membalas Naruto dengan senyuman juga.

"Terimakasih telah menyelamatkan anakku dan juga cucukku ya" kata Mikoto

"Sama sama, sama sama" kata Naruto senang

"Semuanya, perkenalkan dia ini adalah Naruto Uzumaki. Dialah penyelamat anakku dan juga cucukku" kata Mikoto memperkenalkan Naruto pada semua teman-temannya dan teman-teman Sasuke.

"Halo, aku Naruto Uzumaki. Akulah justru yang berterimakasih banyak terhadap Nyonya Mikoto dan bantuan itu bukanlah apa-apa. Bukan apa-apa" kata Naruto dengan manisnya

-"Kau manis sekali"

-"Kau juga lucu"

-"Benar-benar orang yang baik"

Banyak pujian pujian yang diberikan untuk Naruto. Naruto melihat wajahnya Sai dengan senangnya. Sai membalasnya dengan senyuman juga lalu Sai mengambil langkah pergi. Mikoto mengajaknya duduk bersama dan bicara.

"Naruto, apa kau suka makanannya?" tanya Mikoto. Naruto bingung. "Aku membuatkan makan siang untukmu dan juga Itachi. Apa kau tidak mendapatkannya?" tanya Mikoto

"Tidak tidak. Aku mendapatkannya kok hehe" kata Naruto

'Oh jadi makan siang itu pemberian ibunya bos besar ya. Sudah kuduga! Bos besar itu memang bukanlah orang yang baik sama sekali!' pikir Naruto

"Lalu, Apa makanannya terasa lezat?" tanya Mikoto

"Tentu! Lezat sekali makan siangnya! Aku sangat takut ini telah merepotkanmu" kata Naruto

"Tidak sama sekali, Itachi itu orang yang pemilih. Apa-apa dia harus berdasarkan pilihannya sendiri, makanya itu aku membuatkan makan siang untuknya. Lagi pula membuatkan porsi yang lebih bukanlah masalah sama sekali bagiku. Aku dengar, karyawan perusahaan Klan Uchiha sangat bekerja keras, jadi makan siang mereka hanyalah roti.

Aku tidak bisa membiarkanmu seperti itu, aku ingin kau terus masuk asupan bergizi dan bernutrisi di waktu sibukmu" kata Mikoto

'Nyonya Mikoto benar-benar orang yang perhatian' pikir Naruto senang mendengarnya

"Apa ini untuk cucukku?" tanya Mikoto melihat paper bag Naruto

"Iya!" kata Naruto. Naruto membuka hadiahnya. "Ini adalah bebek yang bisa berenang dan berbunyi" quack quack quack. Naruto memencet-mencet mainan tersebut. "Bagaimana? Lucu kan?" kata Naruto

Semua wanita elit di pesta tampak meremehkan hadiah itu. "Oh mereka bersuara ya?" kata Mikoto, "Sasuke, lucu ya" kata Mikoto mengambil salah satu bebeknya

"Iya, terimakasih Nona Uzumaki" kata Sasuke dengan ramah

"Mereka lucu ya! Suaranya juga berbeda loh!" kata Mikoto yang baik hati malah memamerkan hadiah lucu itu pada semua tamu.

"Naruto, aku sangat berterimakasih padamu. Aku tidak suka orang yang memberi hadiah menggunakan uang. Itu tidak ada artinya dan tidak ada usahanya sama sekali. Kau tau, ketika aku bertanya kepada Itachi bagaimana caranya untuk berterima kasih padamu, dia memberitahu ku untuk memberikanmu sebuah cek. Itu benar-benar menghinamu kan ya? Anak itu memang benar-benar keterlaluan" kata Mikoto menggerutu

'Nyonya besar! Kenapa kau tidak membiarkan bos menghinaku saja' pikir Naruto dengan penuh kekecewaan. Naruto merasa lebih baik dia dihina dengan cara diberi cek daripada harus memakan hati babi setiap hari.

"Nyonya, maukah kau berhenti mengirimku kotak makan siang?" kata Naruto berkata sangat hati-hati

"Oh aku mengerti, kau merasa tidak enak dengan yang lain ya dan itu membuatmu sangat tidak nyaman?" tanya Mikoto. Naruto menganggukan kepala dengan senyuman manisnya. "Baiklah, akan kukabulkan permintaanmu" kata Mikoto dengan senang hati


Karena uang tabungannya sudah ludes demi membeli mainan bebek, Naruto memutuskan untuk berkeliling dan memakan semua hidangan mewah di pesta itu. Tapi saat dia mencari Sai, Sai malah sibuk ngobrol dengan wanita-wanita lain dan Naruto menjadi teracuhkan. Karena semua wanita elit di pesta itu juga mengacuhkannya, akhirnya Naruto hanya bisa duduk sendirian dengan canggung.

'Yaampun, make upnya benar-benar tebal. Mereka semua itu darimana? Sai-san...kenapa kau mengacuhkanku...' pikir sedih Naruto

Sementara itu, Itachi berdiri sendiri memandang pemandangan luar yang terjauh dari kerumunan. Mikoto kemudian datang menghampiri Itachi. "Itachi, kau belum menemukan teman kencanmu. Ibu sudah membawakan teman-temannya Sasuke. Akan ibu perkenalkan kepadamu" Mikoto pun mulai menyebutkan satu-satu persatu orang yang diundang. Tapi Itachi benar-benar tidak tertarik

"Ibu, ini pesta perjodohan atau pesta perayaan ulang tahun bayinya Sasuke?" tanya Itachi

"Dua-duannya tentu saja! Jika adikmu sudah diberkahi seorang anak, maka kau juga harus diberkahi seorang wanita" kata Mikoto

"Ibu" Itachi merangkul ibunya sendiri. "Lihat, mereka semua itu sudah nyaman dengan Sai. Sangat disayangkan jika hubungan itu diganggu. Sekarang ibu mengerti kan bu?" kata Itachi dengan sangat lembut dan friendly

"Sai memang seperti itu orangnya, itu tidak berarti apa-apa. Teman-teman Sasuke itu sangat baik semuanya, karena ibu sangat tau bagaimana watak mereka dan kedua orangtua mereka. Yang mana yang kamu suka? Akan ibu bantu" kata Mikoto masih antusias menjodohkan Itachi

"Danzo" kata Itachi memanggil supirnya

"Iya?" kata Danzo muda segera datang menghadap Itachi

"Bawa Naruto Uzumaki ke sini" bisik Itachi

"Baik" kata Danzo muda

Saat Naruto datang, Itachi langsung memaksa Naruto untuk menggandeng tangannya, "Tetaplah berada di sisiku untuk masuk ke aula bersamaku ya" kata Itachi berubah menjadi sangat gentle. Baik Naruto maupun Mikoto sama-sama terkejut dengan perintah dadakan itu dan juga ekspresi Itachi yang melembut.

Saat mereka masuk aula, Itachi sengaja balas dendam pada Sai dengan memamerkan Naruto yang berhasil direbutnya sambil diam-diam memamerkan tanda 'V'. Jelas sekali Sai cemburu melihatnya. Naruto yang enggan bergandengan dengan Itachi, berusaha meminta bantuan Sai tapi Itachi langsung menyeretnya ke meja utama.

Karena tidak pernah datang ke pesta orang kaya, Naruto langsung duduk padahal tuan rumah belum mempersilahkan para tamu duduk. Naruto dengan canggung dan malu kembali berdiri. "Silahkan duduk" kata Itachi.

"Ibu" bisik Shisui ingin bertanya, tapi Mikoto memberikan isyarat untuk menahan pertanyaannya sampai acara selesai. Sedangkan Sasuke, sudah bisa membaca bahwa akan ada suatu kisah menarik antara kakaknya dan juga gadis itu yang bernama Naruto

Naruto merasa sangat canggung dan tidak nyaman. Ini benar-benar hawa yang sangat menyebalkan. Naruto ingin pulang. Sementara itu, para tamu terheran melihat Naruto. "Ini.." seorang partner bisnis menanyakan Naruto

"Dia adalah penyelamat hidup keluarga Uchiha dan sekaligus adalah tamu kehormatan di sini" kata Itachi. Naruto semakin menganga terkejut mendengarnya. Semua tamu saling berbisik-bisik menggosipkan Naruto dan membuat Naruto makin tidak nyaman.

"Ha-Halo.." kata Naruto dengan canggung

"Ya..halo.." kata bapak tua tersebut

'Aduuuh! Apa-apaan dia itu! Mudah sekali dia bicara jika aku ini pendonor darah! Aku lebih nyaman melakukan hal yang baik secara diam-diam! Sekarang semua orang tau jika aku hanyalah kantung darah...!" pikir frustasi sekaligus sedih sekaligus emosi Naruto

"Bos besar...bukankah aku ini tidak pantas untuk duduk di sini?" bisik Naruto yang mendekatkan dirinya ke Itachi

"Apanya yang tidak pantas? Semua orang yang duduk di sini adalah orang-orang yang penting" bisik Itachi

"Aku hanyalah pegawai kecil yang seharusnya duduk di pojokan...!" bisik Naruto. Tapi Itachi malah menggenggam tangan Naruto dan memberikan Naruto senyum. Naruto benar-benar terkejut melihat Itachi

"Santai saja, kau bersamaku kok" kata Itachi mengeluarkan sifat aslinya

TBC


Alright alright alright! It's become more and more faster! So fired up! I don't know its become more interesting or start to get bored. But i will never get tired to say: Thank You So Much! it's really unexpected I will get all of your support like this. I do not know what to say again at the next chapter.

Special:

askasufa, ipandini, Toushiro854, MimiTao, veira sadewa, GazzelE VR, Kiro Yuki : thanks for your reviews ;)

Tsumehaza-Arief : thanks for your reviews, I will do my best ;)

choikim1310, Khioneizys, Ayuni Yuukinojo, : the story itself that will answer your question, thanks for your reviews ;)

yuki akibaru : sorry I don't even know anything about what you're talking about. If you think so, its just coincidence, thanks for your reviews ;)

well then...reviews? ;)

Hasta La Vista ;)