My boss My Love
Disc: Masashi Kishimoto
ItafemNaru
Rate T
Naruto merasa sangat canggung dan tidak nyaman. Ini benar-benar hawa yang sangat menyebalkan. Naruto ingin pulang. Sementara itu, para tamu terheran melihat Naruto. "Ini.." seorang partner bisnis menanyakan Naruto
"Dia adalah penyelamat hidup keluarga Uchiha dan sekaligus adalah tamu kehormatan di sini" kata Itachi. Naruto semakin menganga terkejut mendengarnya. Semua tamu saling berbisik-bisik menggosipkan Naruto dan membuat Naruto makin tidak nyaman.
"Ha-Halo.." kata Naruto dengan canggung
"Ya..halo.." kata bapak tua tersebut
'Aduuuh! Apa-apaan dia itu! Mudah sekali dia bicara jika aku ini pendonor darah! Aku lebih nyaman melakukan hal yang baik secara diam-diam! Sekarang semua orang tau jika aku hanyalah kantung darah...!" pikir frustasi sekaligus sedih sekaligus emosi Naruto
"Bos besar...bukankah aku ini tidak pantas untuk duduk di sini?" bisik Naruto yang mendekatkan dirinya ke Itachi
"Apanya yang tidak pantas? Semua orang yang duduk di sini adalah orang-orang yang penting" bisik Itachi
"Aku hanyalah pegawai kecil yang seharusnya duduk di pojokan...!" bisik Naruto. Tapi Itachi malah menggenggam tangan Naruto dan memberikan Naruto senyum. Naruto benar-benar terkejut melihat Itachi
"Santai saja, kau bersamaku kok" kata Itachi mengeluarkan sifat aslinya. Naruto tidak punya pilihan lain. Tunduk pada ucapan Itachi.
"Terimakasih atas kedatangan Anda semua dalam perayaan ulang tahun bayi kami yang ke satu bulan" kata Shisui
"Mari kita bersulang" kata Sasuke
-"Terimakasih"
-"Terimakasih"
Saat waktunya bersulang dan makan, Naruto kembali jadi tontonan semua orang karena ia langsung menghabiskan wine-nya dengan sekali teguk. Naruto kembali menjadi malu dan canggung. "Silahkan makan makananannya selagi masih panas" kata Mikoto berusaha untuk mencairkan suasananya. Itachi meletakan sebuah serbet di paha Naruto. "Naruto, jangan malu-malu ya" kata Mikoto ramah
"Iya" kata Naruto tersenyum manis. Naruto memakan semua makanan dengan sangat cepat dan rakus. Itachi tersenyum melihat betapa lahapnya Naruto makan. Saat Naruto menyadari bagaimana orang-orang memandangnya, ia jadi malu sendiri.
"Makanannya terlihat lezat, mari kita makan bersama" kata Itachi dengan ramahnya mengalihkan perhatian semua orang dan mempersilahkan para tamu makan bersama. Itachi mengambil makanan dengan sumpitnya. Setelah dimakan, Itachi mencapit lagi makanan lalu menaruhnya di piring Naruto.
"Terimakasih bos" kata Naruto pelan
"Makanlah yang banyak" kata Itachi juga pelan
"Terimakasih bos" kata Naruto lagi lalu melahap makanan pemberian Itachi. Melihat aksi Itachi, Sai lalu mengirimkan sebuah pesan ke Itachi.
Mendapat pesan dari Sai, Itachi menemukan Sai sedang menatap meja utama. Itachi langsung bersikap sok perhatian pada Naruto. "Ayo makan yang banyak ya" kata Itachi memberikan Naruto berbagai makanan. "Apa makanannya lezat?" tanya Itachi
"Hm! Ini sangat lezat!" kata Naruto sangat senang. Itachi memberikan senyuman mautnya. Sai pun akhirnya mengalihkan perhatiannya pada wanita-wanita lain yang duduk disebelahnya.
'Di dunia ini, aku adalah seorang wanita yang tidak bisa berada di sisi seorang pria yang selalu dikelilingi banyak wanita cantik, karena tidak ada tempat untukku' pikir Naruto sedih melihat keakraban Sai bersama para wanita itu, dia langsung menghabiskan wine-nya dengan sedih.
"Nyonya Mikoto, Nona Sasuke, Tuan Shisui, mari kita bersulang" kata Naruto kemudian yang berdiri.
"Terimakasih Nona Uzumaki" kompak mereka bertiga. Setelah bersulang, Naruto kembali duduk dan meminum wine nya.
"Bos besar, mari bersulang" kata Naruto menawari Itachi bersulang. Tapi Itachi malah menuang wine-nya kedalam gelasnya Naruto. Mikoto, Sasuke dan Shisui terheran melihatnya
"Aku tidak bisa minum banyak karena harus menyetir. Kau saja yang minum untukku" kata Itachi.
"Baik" kata Naruto. Meskipun bingung dan heran, Naruto meneguk winenya Itachi tersebut. Mikoto dan Shisui tersenyum geli melihat tingkah mereka.
"Aku tidak bisa lama-lama. Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, silahkan lanjutkan tanpa saya. Saya masih ada acara lain, jadi saya akan pulang duluan. Terimakasih banyak atas pestanya Tuan Uchiha" kata salah satu tamu tersebut yang dilanjut dengan seteguk wine terakhir. Tamu tersebut lalu berdiri yang diikuti oleh yang lainnya.
"Paman Hashirama, hati-hati" kata Itachi mengulurkan jabatan tangan.
"Baik, terimakasih ya" kata Hashirama menjabat tangan Itachi
"Hati-hati tuaan" kata Naruto ramah. "Saya juga akan pulang duluan. Terimakasih banyak" kata Naruto langsung memanfaatkan keadaan untuk melarikan diri dengan ikut-ikutan pamit pergi juga
"Berhenti" kata Itachi menghentikan Naruto yang baru saja pergi satu langkah. Naruto berbalik badan pelan-pelan karena takut. "Kau harus tetap menemaniku sampai semua tamu pulang" kata Itachi. Naruto mendumel dalam hati. "Silahkan duduk kembali" kata Itachi kepada semua tamu
Naruto kembali pasrah. "Bos, aku juga seorang tamu. Aku bahkan membawa hadiah" bisik Naruto sambil memandang Itachi dengan pandangan mata memelas.
"Tapi aku belum pulang. Jadi bagaimana bisa pegawai pergi duluan?" kata Itachi.
"Tentu saja tidak! Saya sebagai karyawan yang setia akan selalu menemani bos sampai para tamu pulang!" kata Naruto kembali ceria dan patuh karena takut melihat wajah Itachi yang kembali dingin dan menyeramkan. Melihat wajah Naruto yang pasrah, Mikoto tertawa-tertawa secara diam-diam
Akhirnya, Naruto dengan sangat terpaksa tetap tinggal menemani Itachi dan keluarganya untuk mengantarkan para tamu pergi.
Akhirnya Naruto bisa pulang. Perasaan Naruto benar-benar lega dan senang. "Terimakasih banyak ya pak. Maaf merepotkan" kata Naruto kepada Danzo muda yang mengira kalau Danzo muda yang akan mengantarkannya pulang tapi Danzo muda malah pergi setelah membungkuk hormat kepada Itachi dan Naruto
"Bos bos! Kau bilang kau janji mau mengantarku pulang, tapi kok dia malah pergi?!" kata Naruto panik
"Aku ini masih manusia. Masuk saja ke mobil" kata Itachi. Naruto melongo lagi.
"Terimakasih bos" kata Naruto setelah memasang sabuk pengaman. Itachi memberikan senyum lalu langsung menginjak gas.
Mereka hampir tiba di area dekat rumah Naruto saat malam tiba. Tapi Naruto tiba-tiba minta diturunkan agak jauh dari rumahnya. "Berhenti berhenti!" kata Naruto.
"Kenapa?" tanya Itachi sambil menginjak rem
"Aku mau makan ramen" kata Naruto menunjuk sebuah kedai di sana. Itachi mencari-cari tempat yang di tunjuk Naruto. "Aku memang sudah makan banyak di pesta tadi, tapi sebenarnya porsinya sangat kurang. Perutku ini sangat besar, jadi aku masih lapar dan aku ingin makan" kata Naruto dengan sangat polos. Itachi tersenyum mendengarnya
"Ini juga sudah waktunya makan malam" kata Itachi terus melihat kedai kecil di sana
"Iya iya iya! Itu benar sekali!" kata Naruto sangat ekspresif. Itachi melihat Naruto dengan tatapan lembutnya. "Aku akan pergi. Terimakasih banyak bos. Sampai jumpa" kata Naruto lalu turun dari mobil.
Tapi yang tidak dia sangka-sangka, Itachi ikut turun. "Bos besar, kau tidak harus mengantarku lagi. Aku bisa jalan kaki dari sini. Terimakasih banyak!" kata Naruto
"Kau mau makan ramen kan?" kata Itachi
"Kau juga mau makan?" tanya Naruto
"Kenapa tidak? Aku juga sudah mulai lapar. Sistem pencernaanku itu tidak kalah cepat denganmu" kata Itachi yang langsung masuk ke kedai ramen Ichiraku. Naruto menganga lagi karena tidak menyangka jika Itachi tidak beda jauh dengan Naruto. Naruto segera buru-buru menyusul Itachi
"Oh Naruto! Selamat datang!" kata paman kedai tersebut menyambut senang kedatangan Naruto
"Halo pamaaan!" kata Naruto dengan ceria. "Tunggu dulu! Tunggu dulu!" kata Naruto menahan Itachi yang mau duduk. Naruto mengambil tisu dan mengelap bangku kayu tersebut. "Bos silahkan duduk" kata Naruto setelah memastikan bangkunya bersih
Setelah Itachi duduk, Naruto baru mengambil duduk di depan Itachi. "Naruto, seperti biasa kan?" kata paman tersebut
"Tunggu dulu paman. Bos, kau mau pesan apa?" tanya Naruto
"Sama seperti yang kau pesan" kata Itachi. Naruto menganggukan kepalanya.
"Yang seperti biasa ya paman, 2, tapi satu dalam mangkuk kecil dan satu lagi mangkuk yang besar" kata Naruto
"Mangkuk kecil itu untukmu?" kata Paman kaget, Naruto menganggukan kepala. "Tumben. Baiklah akan segera kubuatkan" kata paman tersebut. Mendengar Naruto memesan mangkok kecil padahal biasanya Naruto memesan mangkok besar. Itachi langsung tersenyum geli mendengarnya. Naruto pun jadi malu mendengar paman itu memberitahukan selera makannya yang sangat tinggi dihadapan Itachi .
Saat ramen sudah datang, Naruto memberikan Itachi sumpit dengan kedua tangannya untuk lebih sopan. Tapi Itachi malah memandang ramennya dengan cemberut. "Bos, ada apa?" tanya Naruto. "Apa kau tidak suka dengan ramen ini?" tanya Naruto lagi.
"Pesan satu mangkuk lagi yang tanpa daging" kata Itachi
"Kau tidak makan daging? Tidak apa-apa. Dagingnya akan kupisahkan, sebaiknya jangan membuang-buang makanan, itu akan sangat disayangkan" kata Naruto. Naruto yang berinisiatif memisahkan daging dari mangkok ramennya Itachi. "Sudah selesai, silahkan dimakan" kata Naruto
Setelah dagingnya sudah tidak ada di mangkoknya, barulah Itachi bisa menikmati ramennya. "Bagaimana? Ini sangat lezat kan?" kata Naruto
"Lumayan. Tekstur mienya tidak terlalu buruk" kata Itachi
"Aku sering makan di sini setiap malam karena ini sangatlah lezat. Makanlah yang banyak" kata Naruto senang. Itachi dan Naruto saling memberikan senyuman kesenangan mereka.
Setelah selesai makan ramennya, Itachi mengantarkan Naruto sampai ke depan rumahnya. "Terimakasih bos" kata Naruto sangat canggung saat dia harus mengucapkan pamit pada Itachi lalu cepat-cepat beranjak keluar mobil.
Tapi saat Naruto berbalik untuk membuka pintu mobil, Itachi tiba-tiba menggenggam tangannya. Naruto tentu saja langsung kaget dan gugup. Perlahan Naruto melihat wajah Itachi. "Sabuk pengamannya" kata Itachi langsung melepaskan tangannya lagi.
Buru-buru Naruto melepaskan sabuk pengamannya. "Aku senang makan bersamamu, selamat malam. Selamat berakhir pekan" ujar Itachi tersenyum.
'Apa itu artinya? Kenapa dia jadi akrab begini? Apa aku dan bos besar sekarang sudah berteman?' pikir Naruto bingung. "Iya! Selamat malam bos! Selamat berakhir pekan! Terimakasih banyak bos!" kata Naruto tersenyum canggung cerianya. "Sampai jumpa bos!" kata Naruto ceria sebelum menutup pintu
Saat Naruto kembali ke rumah, 'Hari ini mulai dari pesta hingga makan ramen, aku selalu bersama bos besar. Apa ini hanya mimpi?' pikir Naruto senang. Naruto mencoba mencubit pipinya dan setelah merasakan sakitnya barulah dia menyadari kalau semua ini bukan mimpi.
Naruto tidak menyangka hanya karena mendonorkan darahnya untuk adiknya bos, pegawai kecil sepertinya bisa ngobrol dengan bos, makan ramen bersama bahkan naik mobil sport-nya bos. Semua yang terjadi selama sebulan ini rasanya bagai sebuah mimpi tapi mungkin setelah ini dia tidak akan bertemu dengan bos lagi. Walaupun begitu, Naruto tetap bahagia karena mulai besok dia tidak harus makan hati babi.
Keesokan harinya di kediaman keluarga Uchiha, mereka berempat sarapan roti selai di meja makan. "Mulai hari ini, ibu akan sangat sibuk mengurus renovasi toko buku yang sebentar lagi akan segera ibu buka bersama sahabat ibu, karena itulah hari ini ibu tidak bisa mengurusi makan siang kalian berdua" kata Mikoto
"Ibu, seharusnya ibu itu dirumah. Ingat bu, umur ibu sudah tidak muda lagi, begitupun juga dengan kesehatan ibu. Kalau ibu sampai sakit bagaimana" kata Sasuke
"Ibu harus mencari udara segar supaya perasaan ibu menjadi lebih baik. Ibu sudah susah payah menghubungi teman-teman terbaikmu dan niat baik ibu malah disia-siakan" kata Mikoto menggerutu
"Bagaimana dengan makan siang Naruto?" tanya Itachi
"Ibu tidak akan membuatkannya lagi" kata Mikoto. Itachi menoleh Mikoto, seperti wajah protes. "Naruto yang sendiri yang memintanya" kata Mikoto tidak mau disalahkan
"Yasudah. Lagipula ini sudah musim salju" kata Itachi
"Apa?" kata Mikoto
"Maksudku, musim ini tidak bagus bagi kesehatan ibu, jadi lebih baik ibu di rumah. Untuk makan siang, ibu tidak perlu khawatir. Shisui, Nanti kita ada meeting bersama. Tapi aku akan pergi ke toko buku ibu sebentar" kata Itachi
"Ha'i" kata Shisui
"Baik toko buku ataupun makan siang, semuanya tidak ada yang penting. Itachi, apa kamu mengerti maksud ibu?" kata Mikoto
"Ibu. Tolong jangan suka menjodoh-jodohkanku. Jika ibu membuat acara kencan tanpa sepengetahuanku dan gadis itu menjadi terluka, aku tidak akan bertanggung jawab. Apalagi untuk minta maaf. Jadi tolong bu" kata Itachi mulai kesal.
Mikoto menghela napasnya yang kesal. "Aku selesai makan" kata Itachi langsung berdiri dan pergi
"Tuhan...Tuhan...!" gerutu Mikoto yang kesal
"Sudahlah bu. Kan sudah kubilang, kakak itu bukan tipe orang yang suka dengan pilihan orang lain. Ibu tau sendiri kan, kakak tidak bisa dipaksa. Kakak itu sangat teguh dengan kata-katanya. Lebih baik biarkan saja" kata Sasuke
"Tapi kakakmu itu sudah kelewatan. Seharusnya dia bisa merubah sifat pemilihnya itu. Umur kakakmu itu sudah seharusnya masuk ke dalam pernikahan. Ibu juga semakin lama semakin tua, ibu tidak bisa mati dengan tenang jika belum melihat kakakmu itu menikah dan mempunyai anak.
Ibu juga takut, bagaimana nanti kakakmu itu berakhir dengan jomblo selamanya? Dia sendirian dan tidak ada yang menemaninya? Kakakmu akan menderita nanti" kata Mikoto
"Ibu berlebihan. Sudahlah, aku selesai" kata Sasuke ikutan kesal dengan Mikoto
"Yaampun, kakak dan adik sama saja" kata Mikoto menggerutu.
Sebelum ke kantor, Itachi mampir ke toko buku baru Mikoto yang berada didekat kantor. Kebetulan Naruto juga lewat di sana dan melihat mobil sport-nya Itachi. Penasaran, Naruto langsung mengintip ke dalam mobil itu, mungkin niatnya untuk mencari keberadaan Itachi tapi malah terlihat seperti maling yang ingin mencuri mobil.
Saat keluar toko buku, Itachi melihat apa yang sedang dilakukan Naruto. Diam-diam, dia mendekat dan menyelinap ke samping Naruto dan mengejutkannya. Karena terlalu terkejut, Naruto sampai terjatuh ke tumpukan salju.
"Nona Naruto, apa kau ingin mencuri mobilku?" tuduh Itachi
"Selamat pagi, bos!" Kata Naruto langsung dengan ekspresi cerianya
"Sekarang sudah tidak pagi lagi, kau akan terlambat ke kantor" kata Itachi
"Ka-kalau begitu aku pergi" kata Naruto nyengir canggung.
Naruto pun berusaha bangkit tapi malah terjatuh lagi. Itachi menawarkan tangannya lalu membantu Naruto berdiri dan mereka pun saling bertatap mata dengan cukup intens karena wajah Itachi sangat dekat dengan wajah Naruto. Saat tersadar, Naruto langsung cepat-cepat pamit pergi dengan malu.
Di tengah jalan, Naruto melambatkan larinya dan menoleh ke belakang. Itachi memperhatikan Naruto dengan tersenyum. Naruto buru-buru kembali melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya di depan kantor, Naruto sama sekali tidak menyadari kehadiran Sai. "Naruto" Saat Sai memanggil namanya, Naruto langsung terkejut dan terjatuh lagi ke tumpukan salju.
'Ini adalah hal yang paling memalukan! Di depan bos dan di depan orang yang kusuka...dosa apa yang apa yang sudah kuperbuat...!' pikir Naruto benar-benar malu, karena dia terjatuh bukan hanya dihadapan bosnya tapi juga dihadapan Sai.
"Kenapa kau begitu ceroboh seperti ini, kau tidak apa-apa?" kata Sai yang membungkukkan tubuhnya
"Aku baik-baik saja kok haha!" kata Naruto tertawa canggung
"Ayo bangun" kata Sai tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Naruto meraih tangan Sai, saat Sai membantu Naruto bangkit tapi malah jatuh dalam pelukan Sai. Adegan romantis mereka tak sengaja dilihat Itachi yang baru tiba di depan kantor dan ekspresi wajahnya tampak sangat cemburu.
"Terimakasih Sai-san" kata Naruto senang. Sai tersenyum
"Ayo, kubantu kau masuk ke dalam" kata Sai sambil merangkul tubuh Naruto dan membawakan tas selempang kecilnya Naruto.
Naruto lagi-lagi jadi tontonan oleh para orang kantor saat Sai membantunya ke kamar kecil. "Apa ini sangat sakit?" tanya Sai
"Tidak tidak, aku baik-baik saja kok" kata Naruto masih mengembangkan senyuman cerianya
"Hati-hati. Kita sampai" kata Sai. Di samping pintu toilet, Sai menunggu Naruto sambil bersandar di tembok. Dari dalam toilet wanita, muncul dua orang karyawan yang melihat Sai
-"Sai-san, sedang apa Anda di sini?"
"Aku sedang menunggu seseorang" kata Sai
-"Menunggu siapa?"
"Sudah selesai?" kata Sai melihat Naruto keluar dari toilet.
"Halo halo!" kata Naruto melambaikan tangan kepada dua karyawan wanita itu. Tapi sayangnya, niat baik Naruto malah tidak diberi penghormatan alias di acuhkan
-"Kita duluan ya Sai-san"
"Ya" kata Sai tersenyum.
"Sai-san, terimakasih banyak" kata Naruto senang
"Kau sungguh tidak apa-apa? Kau tadi terpeleset seperti itu sangat mengerikan, apa kau mau pergi ke rumah sakit?" tanya Sai khawatir
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Selama tidak ada yang patah dan berdarah, itu tidak masalah. Bahkan meskipun itu memang sesuatu yang parah, aku bisa kembali pulih dengan cepat" kata Naruto
"Jangan berkata begitu. Kau tidak boleh terluka sedikitpun di mataku. Jika itu terjadi, bagaimana aku akan menjelaskannya kepada Sasuke dan Itachi" Di pintu yang di belakang Naruto, muncul Kotetsu. "Jika kau memang tidak apa-apa, aku akan kembali ke kantor. Kau harus hati-hati jika berjalan" kata Sai tersenyum.
"Hm" kata Naruto menganggukan kepala sambil tersenyum
"Sampai jumpa" kata Sai
"Sampai jumpa" kata Naruto melambaikan tangan dengan senyuman
"Naruto" sapa Kotetsu
"Hai Kotetsu!" sapa semangat Naruto
"Kau kenapa?" kata Kotetsu menguping ucapan Naruto dan Sai
"Aku tadi ceroboh, saat aku berjalan aku terpeleset dan jatuh di tumpukan salju" kata Naruto
"Kau jatuh?! Yaampun. Mantelmu jadi basah kuyup begini, berikan padaku. Biar aku keringkan menggunakan hair dryer" kata Kotetsu khawatir
"Tidak apa-apa. Nanti juga kering sendiri kok" kata Naruto
"Jangan malu-malu seperti itu. Sini, tidak apa-apa" kata Kotetsu. "Lagipula, hanya kantorku yang mempunyai hair dryer" kata Kotetsu
"Yasudah kalau begitu. Nanti kita makan siang bersama ya, aku yang traktir. Aku ingin membalas budi kebaikanmu" kata Naruto
"Hm" kata Kotetsu senang
"Kalau begitu aku pergi, kutitipkan mantel ini ya" kata Naruto
"Hm" kata Kotetsu tersenyum
"Sampai jumpa di jam makan siang" kata Naruto melambaikan tangannya dengan senyuman
"Sampai jumpa" kata Kotetsu melambaikan tangan juga
Di kantor Naruto, dia tidak bisa membuat dirinya berhenti untuk terus tersenyum. 'Hehe, hari ini benar-benar hari yang sangat berkah. Meskipun aku terpeleset, Sai telah menolongku tadi hihi' pikir Naruto senang. Tubuh Naruto bahkan melakukan goyangan kecil yang lucu. 'Naruto, apa yang kau pikirkan! Yang paling penting aku sudah tidak mendapatkan kotak makan siang lagi! Ini benar-benar hari yang terbaik!' pikir Naruto sambil merentangkan kedua tangannya seperti orang mendapatkan hujan emas.
Tidak sadar, perilaku Naruto menarik rekan-rekan kerjanya. Mereka langsung menggerubungi Naruto bagaikan semut menemukan gula. Saat tersadar, seluruh rekan kerjanya sedang tersenyum senyum. "Ada apa?" tanya Naruto
-"Kau terlihat sangat bersinar hari ini, apa telah terjadi sesuatu yang menyenangkan?"
"Tidak ada haha! Hanya hari ini salju sudah dimana-mana" kata Naruto
-"Yang benar? Aku dengar tadi pagi kau datang ke perusahaan dengan Sai yang memeluk pinggangmu, apa kau sudah resmi jadian dengannya?"
"Huh?"
-"Aku juga dengar Kotetsu mengeringkan mantelmu, situasi apa ini?"
-"Kotetsu pasti sedang menjalankan perintahnya Sai! Aaaah, Sai-san benar-benar orang yang baik"
-"Ini pasti karena Naruto dan Sai menjalin hubungan yang baik dengan bos besar"
-"Aku jadi iri...kau akan menjadi wanita elit lalu kau akan menjadi wanita terhormat di Tokyo. Jangan lupakan kami ya!"
-"Iya! Iya!"
-"Jangan melupakan kami sedikitpun ya Naruto!"
Naruto hanya bisa garuk-garuk kepalanya. 'Yaampun, gosip dimana-mana! Gara-gara kejadian itu, seluruh perusahaan menjadikannya bahan gosip?!. Kemarin kotak makan siang, sekarang malah gosip pacaran! Untung saja tidak ada yang melihat bos besar menolongku saat itu. jika tidak, aku akan digosipkan sebagai istrinya bos besar!' pikir kesal Naruto
"Itu...apa yang kalian bicarakan yaaa..? Aku tidak mengerti haha" kata Naruto tersenyum unjuk gigi dengan perasaan malunya
-"Dia bilang dia tidak mengerti apa yang kita bicarakan? Hahaha"
-"Pura-pura dia haha"
-"Aku setuju hahaha"
Saat jam makan siang tiba, Naruto hendak pergi mentraktir Temari dan Kotetsu. "Makan siang! Makan siang! Makan siang!" kata Naruto senang sambil jingkrak-jingkrak
"Naruto! Kau tidak memakan makan siang pemberian dari bos besar?" tanya Temari
"Aku sudah bilang ke bos besar untuk tidak memberikanku kotak makan siang lagi. Hari ini kita akan makan siang bersama Kotetsu, aku yang traktir!" kata Naruto memeluk tangan Temari
"Waah, kau hebat!. Kau hanya bilang ke bos besar untuk tidak mengirimkanmuu kotak makan siang dan dia sudah tidak mengirimkannya lagi." tanya Temari
"Apa kau bilang? Jangan membuat bos besar terdengar seperti dia akan melakukan apapun yang kukatakan. Jika aku bisa menggerakan awan dengan tangan kiriku dan hujan dengan tangan kananku, bukankah seluruh perusahaan menjadi milikku?! " kata Naruto ekspesif
"Naruto, aku telah meremehkanmu. Bahkan, Sai-san saja tidak bisa memenuhi ambisimu" kata Temari
"Apa yang kau bicarakan?! Maksudku bukan seperti itu!" kata Naruto mendapati Temari salah paham terhadap kode ucapan Naruto
"Iya iya, ayo kita makan!" kata Temari langsung menyeret Naruto
"Tidak peduli sebesar apa sebuah permintaannya, satu bulan dikirimi kotak makan siang sudah sangat cukup. Aku tidak bisa membiarkan bos besar terus-terusan memberiku kotak makan siang" kata Naruto. Temari mengangguk-angguk mengerti
Ponsel Naruto berdering. "Halo Nona Rin? Kau tidak akan mengirim kotak makan siang lagi kan ya?"
"Tidak"
"Haah..itu bagus, bagus sekali hehehe. Kalau begitu aku akan makan siang bersama temanku, kapan-kapan ayo kita makan siang bersama di waktu luang Nona"
"Ayo, bagaimana jika hari minggu ini? Aku mau membeli beberapa pakaian juga"
"Iya! Nanti Nona bisa hubungi aku!" kata Naruto senang
"Baiklah. Naruto, bos besar memang tidak menyuruhku untuk mengirim lagi kepadamu, tapi dia menyuruhmu untuk datang dan mengambil sendiri ke kantornya"
"Mengambil? A-apa yang diambil?" tanya Naruto
"Kotak makan siang"
"Nona tidak salah dengar kan?" kata Naruto merasakan hari indahnya telah hancur
"Tidak, aku tidak salah dengar"
"Nona Rin, bisakah Nona memberikan ponsel Nona ke bos? Kumohon" kata Naruto mulai berani untuk protes
"Baiklah, tunggu ya aku akan sampaikan dulu"
Temari sangat pensaran apa yang dikatakan oleh Rin, dia berusaha untuk menempelkan telinganya di ponsel Naruto, tapi Naruto menyingkirkan Temari dan memberi isyarat untuk tetap diam.
"Ya?" suara Itachi terdengar
"Halo boos! Bos aku Naruto Uzumaki" kata Naruto seramah mungkin
"Apa ada masalah?"
"Ini tentang kotak makan siang, hari itu, aku telah meminta Nyonya Mikoto-"
"Nona Naruto, aku tidak setuju jika pekerjaan sekretarisku adalah untuk melayanimu. Kau membuat Rin mengantarkan makan siangmu itu bukanlah sesuatu yang pantas. Jadi mulai sekarang, Rin tidak perlu lagi harus mengantarkan makan siangmu. Kaulah yang harus mengambilnya sendiri ke kantorku"
"HE?!" komunikasi tertutup. "Halo? Halo bos besar? Bos besar?!" Naruto melemas.
"Ada apa Naruto? Apa sesuatu buruk telah terjadi?!" tanya Temari khawatir melihat ekspresi Naruto down
Naruto mengambil uang di dompetnya. "Kau pergilah makan siang bersama Kotetsu. Ini traktiranku" kata Naruto suaranya datar.
Temari menerima uang Naruto. "Kau diberikan makan siang lagi oleh bos ya?" tebak Temari. Naruto mengangguk lesu. "Sepertinya bos besar ingin memberimu makan siang selamanya. Beruntung kau" kata Temari
"Beruntung apanya. Sudah sana makan siang" kata Naruto
'Orang itu! Aku harus segera menyelesaikannya hari ini!' pikir Naruto
Sampai di daerah Itachi, Naruto mengintip-ngintip dari balik tembok. Di depan sana, ada sekertaris Itachi dan juga asistennya. Naruto berjalan maju dalam satu tarikan napas. Dengan takut-takut, Naruto mendekati meja Rin.
"Nona Rin" panggil Naruto dalam suara pelan. Rin menoleh ke arah Naruto. "Aku ingin mengatakanmu sesuatu" kata Naruto takut-takut sambil menggosok-gosok sleting dompetnya. Sangat imut.
"Katakanlah" kata Rin
"Waktu itu, aku telah berkata pada Nyonya Uchiha untuk tidak mengirimkanku kotak makan siang. Tapi sepertinya beliau lupa tentang hal ini, karena itulah, hari ini, aku harus mengatakannya langsung untuk tidak mengirimkanku makan siang, supaya aku tidak akan mengganggunya lagi. Apa Nona punya nomor Nyonya Uchiha? Aku akan secara langsung mengatakannya" kata Naruto membujuk
"Meskipun aku punya, aku tidak boleh sembarangan memberitahu kepada orang lain. Lagipula, kau sudah memiliki makan siang hari ini. Jadi kau harus segera masuk ke dalam, bos telah menunggumu" kata Rin memaksa Naruto masuk. "Ayolah cepat, jadilah gadis yang baik ya" kata Rin terus memaksa Naruto masuk
"Tidak, aku tidak mau!" kata Naruto berusaha melawan tapi sia-sia
"Berhenti mengeluh, Naruto, ayo cepat masuk" kata Rin
"Aku tidak mauu!" kata Naruto
"Apa kau mau bos yang keluar dan menarikmu ke dalam?"
"Aku tidak mau masuk ke dalam!"
"Bos, Naruto di sini!" kata Rin yang berhasil mengalahkan Naruto dan mengetuk pintu
"Tidak tidak! Dia tidak di sini! Tidak di sini!" kata Naruto terus menolak
"Ayo cepat masuk!" kata Naruto hampir berhasil melarikan diri
"Aku tidak mau masuk!" kata Naruto terus memberontak
"Ayo cepat masuk masuk!" Rin terus memaksa sampai mendorong Naruto masuk ke dalam. "Selamat berjuang!" kata Rin langsung menutup pintu
"Nona! Nona!" Naruto menggedor-gedor pintu, tapi Rin tidak mau menolong. Naruto menghela napasnya. Lagi-lagi harus pasrah. Naruto berbalik badan, ada Itachi di sana yang sedang serius bekerja
'Ketika bos besar serius seperti itu, dia terlihat sangat tampan. Yaampun, kenapa jantungku berdebar-debar?!' pikir Naruto bingung
"Naruto" kata Itachi sambil bekerja
"Huh?"
"Kemarilah" kata Itachi tetap bekerja
Naruto pun mendekat dan terang-terangan menatap Itachi sambil berpikir 'Apa aku terpesona oleh wajah bos? Waktu dia memanggil namaku, aku merasa gugup. Bagaimana bisa namaku terdengar sangat indah saat dia menyebutkannya?'
Tapi sesaat kemudian, Naruto tersadar dari lamunannya dan mengingatkan dirinya sendiri untuk berhati-hati pada orang yang penampilannya menarik karena orang seperti itu biasanya berbahaya.
"Waspada...hati-hati...waspada...hati-hati...waspada...hati-hati..." gumaman Naruto yang seperti orang berdoa, terdengar oleh Itachi dan membuat Itachi melihat wajah Naruto dengan heran
"Apa kau sedang bernyanyi?" tanya Itachi heran
"Tidak" kata Naruto langsung diam
"Tunggu aku sebentar" kata Itachi, lalu kembali bekerja
"Tidak apa-apa, aku bisa menunggumu sampai kau tidak sibuk!" kata Naruto dengan ekspresifnya untuk menyebunyikan rasa nervousnya
"Kotak makan siangnya ada di sana" kata Itachi menunjuk ke suatu arah. Naruto menoleh dan..
'Astaga! Nyonya Mikoto malah membuat porsi ekstra! Itu banyak sekali kotak makan siangnya, jangan-jangan Nyonya Mikoto ingin aku gemuk seperti babi lagi!' kata Naruto panik
"Itu ada duaaaa..! Bos, aku tidak bisa memakan semuanyaa!" kata Naruto panik dan gelisah
"Yang satu itu punyaku" kata Itachi
"Oh.. Bos, aku sudah mengatakan pada nyonya Mikoto untuk tidak mengirimiku makan siang lagi. Aku benar-benar tidak bisa memakannya lagi. Orang bilang 'kau adalah apa yang kau makan'. Lihatlah wajahku yang sudah memerah ini, kalau aku terus makan, aku akan jadi babi" kata Naruto memasang wajah memelasnya
"Kau bilang saja sendiri padanya" kata Itachi
"Lalu bagaimana aku menghubungi beliau?" tanya Naruto
"Ibuku sudah pergi ke Eropa. Dia baru bisa pulang satu bulan lagi" kata Itachi berbohong
"Satu bulan? Berarti...aku harus memakan kotak makan siang itu selama satu bulan lagi?!" kata Naruto protes
"Naruto, apa kau merasa malu karena memakan makan siang gratis?" tanya Itachi
"Iya, aku tidak pernah melakukan sesuatu yang pantas untuk mendapatkan hal seperti ini, jadi bagaimana bisa aku menerimanya begitu saja?" kata Naruto
"Jika kau memang malu, berarti kau harus melakukan sesuatu untuk bisa mendapatkan makan siang gratis secara pantas" kata Itachi
Dan yang harus dilakukan Naruto ternyata adalah...
"Pisahkan semua daging yang ada di sini. Sampai bersih" kata Itachi. Naruto menuruti perintahnya dengan setengah hati. "Lakukan ini dengan hati-hati, seperti kau pisahkan potongan daging di ramen kemarin" kata Itachi.
Sekarang, Naruto menuruti perintahnya dengan sangat terpaksa. 'Bagaimanapun juga, aku ini adalah seorang asisten keuangan, meskipun aku tidak berasal dari universitas ternama, aku kan masih dibilang lulusan dari universitas bergelar sarjana! Apa-apaan ini! Kenapa aku menjadi tukang seleksi daging di makanan orang! Menyebalkan!' pikir Naruto menggerutu
"Selesai" kata Naruto. Naruto langsung mengambil rantangnya sendiri dan cepat-cepat beranjak pergi.
"Kau mau kemana?" tanya Itachi. Naruto yang baru saja akan melangkah, berhenti dan menoleh ke Itachi. "Memangnya aku bilang kau mengambil makan siangmu untuk makan di luar?" kata Itachi
"Tapi jika aku makan di sini, aku akan menganggumu" kata Naruto
"Makan saja di sini" kata Itachi
"Tapi bos..-"
"Jangan membuat aku mengatakan hal dua kali" kata Itachi. Naruto pun hanya bisa pasrah
Karena tidak nyaman makan bersama Itachi, Naruto memakan makan siangnya dengan cepat biar cepat selesai dan keluar dari sana. "Naruto, kau makan terlalu cepat. Apa kau buru-buru mau pergi meninggalkanku?" tanya Itachi yang pintar berhasil mengetahui niatnya.
"Tidak, tidak kok tidak!" kata Naruto mengelak buru-buru. Itachi tersenyum.
"Kau harus menyesuaikan kecepatan makanmu sepertiku" kata Itachi. Naruto ingin sekali memasang wajah masam tapi tidak berani. Naruto akhirnya terpaksa menurut dan memperlambat kecepatan makannya seperti Itachi.
Karena masih ada potongan daging yang tidak disukainya tertinggal di kotak makan siangnya, Itachi langsung membuangnya ke kotak makan siang Naruto. Kebetulan kejadian itu dilihat oleh Rin yang datang untuk menyerahkan laporan dan sepertinya Rin mengira kalau Itachi memberikan potongan dagingnya untuk Naruto.
"Itachi-sama, ini adalah agenda untuk meeting siang ini. Saya akan menaruhnya di atas meja. Silahkan menikmati makan siang kalian berdua, saya permisi" kata Rin. Itachi hanya menganggukan kepalanya.
Setelah keluar dari kantornya Itachi, Rin mengumumkan lewat interkom bahwa saat ini bos sedang makan siang bersama Naruto dan tidak boleh diganggu. Pengumuman itu tersebar dengan sangat cepat ke seluruh gedung dan langsung menjadi buah bibir semua pegawai.
Jam 5 sore, sudah waktunya Naruto pulang. "Pulaaang!" dengan semangatnya Naruto segera beres-beres. "Pulang! Pulang! Pulang! Pulang! Pulaaang!" kata Naruto. Tapi anehnya, semua rekannya terlihat serius dan tegang.
"Waktunya pulang!" kata Naruto sekali lagi dengan semangat ke rekan-rekan kerjannya. Yang ada hanyalah sebuah kesunyian yang tegang. "Sampai jumpaaa" kata Naruto . Tiba-tiba, semua rekannya berdiri dengan kompak
"Terimakasih atas kerja keras Anda, hati-hati dan selamat jalan" kata salah satu rekannya lalu seluruh rekan kerjanya membungkuk hormat. Naruto terkejut sekaligus bingung atas sikap yang sangat formal ini.
"Ya..sampai jumpa.." kata Naruto. Karena terlalu bingung, Naruto tidak sadar kakinya semakin dekat dengan pintu dan...kepalanya pun beradu dengan pintu kaca
"Anda tidak apa-apa?!" tanya salah satu rekannya
"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa..." kata Naruto canggung sendiri.
-"Naruto, kau sudah mau pulang? Sampai jumpa"
-"Naruto hati-hati yaa"
-"Naruto sampai jumpaaa"
Naruto yang tidak tahu tentang pengumuman Rin tadi, jadi bingung sendiri dengan sikap semua orang padanya. Berkat pengumuman itu pula, semua pegawai tiba-tiba bersikap sok akrab padanya.
Naruto kemudian mendapat pesan dari Kotetsu. 'Aku dengar kau makan siang dengan bos, apa yang terjadi? Aku tunggu di pintu masuk ya'
"Apa?!" Naruto sontak berteriak membaca pesan tersebut. Suara Naruto mampu membuat semua perhatian menuju padanya. Naruto lalu tertawa-tawa canggung sambil berjalan pergi.
Di rumah, Naruto memberitahu Kotetsu dan Sakura bahwa dia bukan makan siang bersama bos tapi cuma diperintahkan bos memisahkan potongan daging yang tidak disukainya. Kotetsu yang naksir Naruto, langsung memprotes tindakan Itachi dengan kesal
"Aku tidak bisa mengerti tentang sikapnya Itachi ini. Dia kan bisa menyuruh sekertarisnya untuk melakukan hal itu, terus dia juga bisa kan memberitahu kokinya untuk tidak memasukan makanan yang tidak dia suka!" kata Kotetsu menggerutu kesal
"Betul!" kata Naruto setuju
"Terus kenapa juga harus dirimu yang melakukannya?!" kata Kotetsu
"Betul! Satu gigit untukmu" kata Naruto setuju sambil memberikan satu tusuk buah di garpu
"Orang kaya jaman sekarang pikirannya aneh-aneh!" gerutu Kotetsu lalu langsung melahap potongan buah tersebut
"Betul!" Naruto setuju
"Lama-lama, aku akan memanggilnya Ita-chan, Ita -chan Ita-chan Ita-chaaaan" kata Kotetsu menirukan suara-suara orang manja yang genit
"Hahaha" Sakura dan Naruto tertawa geli
"Naruto, kuberitahu kau, seharusnya kau tidak usah terlalu mempermasalahkan hal ini. Dan juga, kau tidak harus malu akan hal ini. Banyak orang yang ingin berada di posisimu itu. Kau kan telah mendonorkan darahmu, dan dia selalu memberikanmu makan siang. Itu tuh hanyalah sebuah ungkapan terimakasih untukmu, kau harusnya membiarkannya saja" kata Sakura sambil memainkan laptopnya
"Aku tidak merasa bos seperti itu. Gara-gara dia, banyak pegawai lain berusaha untuk mencari perhatianku! Dan itu sangat mengangguku! Aku bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah ini meskipun aku lompat ke jurang!" kata Naruto menggerutu padahal mulutnya penuh buah yang dia makan
"Aku berada di pihakmu! Jika kau memang tidak merasa bersalah, berarti kau memang tidak bersalah" kata Kotetsu
"Setiap hari aku malan hati babi terus. Kau lihat betapa gemuknya wajahku ini?" kata Naruto memegang wajahnya
"Aku bisa memeras lemak di wajah loh" kata Kotetsu modus
Sakura mengirimkan pesan pada teman mesranya di dunia maya. Pada saat yang bersamaan, secara kebetulan Kotetsu juga mendapat pesan dari teman dunia mayanya. Sakura langsung curiga, jangan-jangan teman mesra dunia mayanya adalah Kotetsu. Dia mencoba mengetes Kotetsu dengan mengatakan passwordnya dan ternyata Kotetsu tahu lanjutan password-nya.
"Drama apa ini? Hubungan online jadi kenyataan?" goda Naruto
"Aku telah menunggumu dalam waktu yang lama sialan!" kata Sakura menendang Kotetsu
"Ampuni aku, ampuni aku!" kata Kotetsu segera menjauh dari Sakura
"Ke sini kau! Kotetsu!" kata Sakura mengejar Kotetsu "Kau lebih memilih temanmu daripada pacarmu ya!" kata Sakura terus berusaha mengejar dari Kotetsu
"Bukan! Bukan begitu! Kau salah paham!" kata Kotetsu berusaha untuk tidak tertangkap. Mereka berdua berlari-lari mengelilingi sebuah sofa yang diduduki Naruto. Naruto semakin lama semakin meringkuk melindungi dirinya
Saat sendirian di kamarnya, Naruto merenungkan takdir yang terjadi di depan tabletnya yang menyala sambil tengkurap di kasur. 'Aku jauh-jauh datang dari desa ke Tokyo, bertemu dengan Itachi dan Sai. Apa ini takdir yang sudah ditentukan?. Dia adalah seorang direktur dan aku adalah asisten. Kita seperti bintang dan matahari. Tapi...untuk mendapatkannya, terlalu mustahil dan hanya keajaiban yang bisa melakukannya. Aku percaya pada keajaiban. Aku hanya tidak percaya keajaiban akan terjadi padaku' pikir Naruto kembali memainkan tabletnya
Tiba-tiba pikirannya mulai teralih pada Itachi yang menggenggam tangannya di mobil waktu itu. "Naruto apa yang kau pikirkan!" kata Naruto untuk tidak memikirkan hal yang tidak seharusnya dipikirkan
TBC
Bingung mau bilang apa, I can only say, thank you very much for all your support that still support me ;)
Special:
MimiTao the story itself will answer your request, thanks for your reviews ;)
Aiko Michishige,askasufa, veira sadewa, choikim1310, NaTa, Rei, yuki akibaru, ipandini, Guest, Indah605, itanaru, Dewi15, Thanks for your reviews ;)
Tsumehaza-Arief, GazzelE VR sorry if there are errors in writing. Thanks a lot, you have to correct my writing. I will do my best, Thanks for your reviews too ;)
well then...reviews? ;)
Hasta La Viasta ;)
